Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM A.JUDUL : Pengamatan embrio pada telur ayam telur yang sudah dierami. C.

DASAR TEORI Layaknya seorang bayi dalam perut ibunya,embrio anak ayam di dalam telur juga mengalami perkembangan yang signifikan dari hari ke hari. Embrio di dalam telur sebagai awal mula kehidupan seekor ayam ternyata memiliki keunikan pertumbuhan di dalamnya. Pengetahuan tentang perkembangan embrio di dalam telur perlu diketahui.Pengetahuan tentang fertil dan tidaknya telur sangat diperlukan. Selain pengetahuan terhadap seleski fisik telur, kefertilan telur juga perlu diketahui. Seleksi fisik yang dapat dilakukan diantaranya kebersihan telur dari kotoran induknya, retak atau tidaknya telur. Namun terlepas dari hal tersebut tidak kalah pentingnya pengetahuan mengenai fertil/infertil telur dilihat dari dalam telurnya. Selain itu seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh induknya. Selama berkembang, embrio memperoleh makanan dan perlindungan dari telur berupa kuning telur, albumen, dan kerabang telur. Itulah sebabnya telur unggas selalu relatif besar. Perkembangan embrio ayam tidak dapat seluruhnya dilihat, dengan mata telanjang, melainkan perlu bantuan alat khusus seperti mikroskop atau kaca pembesar. Dalam perkembangannya, embrio dibantu kantung oleh kuning telur, amnion, dan alantois. Kantung kuning telur dindingnya dapat menghasilkan enzim. Enzim ini mengubah isi kuning telur sehingga mudah diserap embrio. Amnion berfungsi sebagai bantal, sedangkan alantois berfungsi pembawa oksigen ke embrio,menyerap zat asam dari embrio, mengambil sisa-sisa pencernaan yang terdapat dalam ginjal dan menyimpannya dalam alantois. Namun, untuk menggambarkan bagaimana perkembangannya, maka saya melakukan penelitian tentang perkembangan embrio ayam kampong dengan berbagai masa inkubasi dengan jarak lampu yang berbeda. Selama perkembangan lanjut embrio, selain
1

B.TUJUAN : Untuk mengamati perbedaan telu ayam yagng segar dan kondidi

terjadi perubahan bentuk tubuh juga terjadi pembentukan macam-macam organ tubuh (organogenesis). Macam-macam organ itu berasal dari lapisan lembaga ectoderm, endoderm dam mesoderm. Semua spesies unggas member respon terhadap reaksi terang-gelap . Cahaya merangsang proses reproduksi unggas. Ratio periode terang gelap dan tingkat perubahan cahaya meransang melepasnya dan meningkatkan suplai FSH. Tahap-tahap proses pembentukan selaput embrio unggas adalah :
1. Amnion

Amnion adalah selaput embrio yang lansung membungkus embrio, berupa kantung yang tipis berisi cairan amnion, dan embrio dapat bebas bergerak didalamnya. Lapisan penyusun amnion adalah somatopleura dengan ectoderm dibagian dalam dan mesoderm somatic diluar. Pembentukan amnion sejalan dengan terpisahnya bagian intra embrio dari bagian ekstraembrio 2. Kantung yolk Kantung yolk adalah selaput ektra embrio yang dibentuk paling awal.selaput embrio ini dibangun oleh splanknopleura dengan endoderm disebelah dalam dan mesoderm splanknik diluarnya.Pada mesoderm splanknik akan terdapat pembuluh-pembuluh darah vitelin. Terbentuknya kantung yolk, sejalan dengan pelipatan lapisan endoderm yang menjadi atap arkenteron, untuk membentuk saluran pencernaan makanan. Fungsi kantung yolk adalah:
Menghantar untuk embrio Tempat asalnya sel kelamin Mesoderm splanknik nya merupakan sumber sel-sel darah dan merupakan

organ hemopoletetik paling awal 3. Albumen


Banyak mengandung air untuk menjaga kelembaban didalam telur Selama perkembangan albumen mengental karena airnya semakin

berkurang

Setelah alantois tumbuh membesar, albumen akan terdorong keujung stal

alantois yang mengabsorbsi dan mentransfer melalui pembuluh darah kedalam embrio untuk digunakan sebagai nutrisi
Splanknopleura pembungkus albumen disebut kantung albumen

4. Korion Korion merupakan selaput embrio yang terluar. Terbentuk oleh lipatan kearah luar dari amnion. Susunan lapisan ectoderm (diluar) dan mesoderm somatic (didalam) korion berlawanan dengan amnion, oleh karena itu korion kadang-kadang disebut amnion palsu (false amnion). Korion akan membungkus selaput selaput embrio lainnya.
Korion dibentuk dari somatopleura bersamaan dengan pembentukan

amnion
Lapisan penyusunnya dibentuk oleh adanya pelipatan yang berlawanan

dengan amnion
Ektoderm diluar dan mesoderm somatic didalam Korion berada dibawah selaput cangkang dan cangkang kapur telur Fungsi penting korion adalah menyerap ion Ca dari cangkang telur dan

mendistribusikannya untuk pembentukan rangka(tulang) embrio melalui pembuluh darah alantois 5. Alantois Merupakan selaput embrio yang terbentuk paling akhir,bermula sebagai evaginasi ventral dari usus belakang, jadi tersususn oleh lapisan lembaga endoderm dan mesoderm splanknik, serupa dengan katung yolk. Pada ayam, alantois dan korion(korioalantois) berperan dalam respirasi melalui pembuluhpembuluh darah alantois. Terjadi juga penyerapan kalsium melalui pembuluhpembuluh darah tersebut sehingga cangkang kapur akan menjadi rapuh dan hal ini memudahkan penetasan kelak. Kalsium akan digunakan untuk proses penulangan embrio. Bagian proximal alantois membentuk tangkai alantois yang pangkalnya akan tetap berada dalam tubuh embrio.bagian distal alantois membentuk kantong

yang tumbuh membesar kedalam coelum kestrel embrio, yang hampir memenuhi rongga telur, selain itu alantois berada dibawah korion( Carlson, 1988) Organogenesis adalah proses pembentukan organ-organ tubuh eksternal dan internal yang berasal dari lapisan-lapisan germinal ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ketiga lapisan tersebut mempunyai masing-masing turunan yaitu: 1. Turunan ektoderm yaitu pembentukan system saraf pusat dan mata 2. Turunan mesoderm: pembentukan organ tubuh, system urogenital dan peredaran darah 3. Turunan endoderm: pembentukan system pencernaan makanan dan pernafasan. Embrio ayam mulai berkembang dari keliling germinal disc yang tampak jelas. Dalam waktu 48 jam embrio ayam telah memiliki suatu tipe sirkulasi darah yang berliku-liku dalam tubuhnya. Ditopang oleh kuning telur. Pada akhir periode sepertiga dari yang pertama periode inkubasi, garis bentuk embrio mulai tampak dan jenis kelamin diketahui pada awal hari kelima masa inkubasi. Secara garis besar, perkembangan embrio selama 21 hari pengeraman adalah sebagai berikut : Hari ke-1

Sejumlah proses pembentukan sel permulaan mulai terjadi. Sel permulaan untuk system pencernaan mulai terbentuk pada jam ke-18. Pada jam-jam berikutnya, secara berturut-turut sampai dengan jam ke-24, mulai juga terbentuk sel permulaan untuk jaringan otak, sel permulaan untuk jaringan tulang belakang, formasi hubungan antara jaringan otak dan jaringan syaraf, formasi bagian kepala,
4

sel permulaan untuk darah, dan formasi awal syaraf mata. Para penetas yang sudah berpengalaman akan mampu membedakan telur fertile dan telur tidak fertile dihari ke-1 ini. Hari ke-2

Embrio mulai bergeser ke sisi kiri, dan saluran darah mulai terlihat pada bagian kuning telur. Perkembangan sel dari jam ke-25 sampai jam ke -48 secara berurutan adalah pembentukan formasi pembuluh darah halus dan jantung, seluruh jaringan otak mulai terbentuk dan jantung mulai berdetak, jaringan pendengaran mulai terbentuk, selaput cairan mulai terlihat dan mulai juga terbentuk formasi tenggorokan. Hari ke-3

Dimulainya pembentukan formasi hidung , sayap, kaki, dan jaringan pernafasan. Pada masa ini, selaput cairan juga sudah menutup seluruh bagian embrio. Peneropongan telur pada hari ke-3 biasanya sudah terlihat jelas mana telur yang berembrio dan mana telur yang kosong atau embrio mati. Hari ke-4

Sel permulaan untuk lidah mulai terbentuk. Pada masa ini embrio terpisah seluruhnya dari kuning telur dan berputar ke kiri. Sementara itu jaringan saluran pernafasan terlihat mulai menembus selaput cairan. Hari ke-5

Saluran pencernaan dan tembolok mulai terbentuk. Pada masa ini terbentuk pula jaringan reproduksi. Karenanya sudah mulai dapat juga ditentukan jenis kelaminnya. Penetas yang berpengalaman akan memanfaatkan hari ini untuk pemisahan telur sesuai jenis kelamin terutama pada burung puyuh dan itik.

Hari ke-6

Pembentukan paruh dimulai. Begitu juga dengan kaki dan sayap. Selain itu, embrio mulai melakukan gerakan-gerakan Hari ke-7

Pada umur tujuh hari, paruhnya sudah tampak seperti bintik gelap pada dasar mata. Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat bahagian tubuh lainnya sudah mulai terbentuk, yaitu otak dan leher. Hari ke-8

Pada hari kedelapan ini, mata embrio sudah jelas terlihat. Hari ke-9

Umur sembilan hari ini lipatan dan pembuluh darahnya sudah bertambah seta jari kakinya mulai terbentuk. Hari ke-10 dan ke-11

Paruh mulai mengeras, jari-jari kaki sudah mulai sepenuhnya terpisah, dan pori-pori kulit tubuh mulai tampak Hari ke-12

Jari-jari kaki sudah terbentuk sepenuhnya dan bulu pertama mulai muncul

Hari ke-13 dan ke-14

Sisik dan kuku jari kaki mulai terbentuk. Tubuh pun sudah sepenuhnya ditumbuhi bulu. Pada hari ke-14 embrio berputar sehingga kepalanya tepat berada di bagian telur yang tumpul Hari ke-15

Jaringan usus mulai terbentuk di dalam badan embrio Hari ke-16 dan ke-17

Sisik kaki, kuku dan paruh semakin mengeras. Tubuh embrio sudah sepenuhnya tertutupi oleh bulu yang tumbuh. Putih telur sudah tidak ada lagi, dan kuning telur meningkat fungsinya sebagai bahan makanan yang sangat penting bagi embrio. Selain itu, paruh sudah mengarah ke rongga kantung udara, selaput

cairan mulai berkurang, dan embrio mulai melakukan persiapan untuk bernapas Hari ke-18 dan ke-19

Pertumbuhan embrio sudah mendekati sempurna. Kuning telur mulai masuk ke dalam rongga perut melalui saluran tali pusat. Embrio sudah semakin besar sehingga sudah memenuhi seluruh rongga telur kecuali rongga kantung udara. Makanya ketika peneropongan telur dilakukan akan terlihat gelap sepenuhnya kecuali kantung udara. Hari ke-20

Kuning telur sudah masuk sepenuhnya ke dalam tubuh embrio. Embrio yang hampir menjadi anak ayam ini menembus selaput cairan, dan mulai bernapas menggunakan udara di kantung udara. Saluran pernapasan mulai berfungsi dan bekerja sempurna. Ketika waktu peneropongan kita dapatkan kantung udara yang juga gelap maka dapat dipastikan bahwa embrio tersebut telah mati.

10

Hari ke-21

Anak ayam menembus lapisan kulit telur (pipping) dan pada akhirnya menetas. Seluruh kegiatan di atas (candling)dapat kita lakukan dengan bantuan alat peneropong telur. Prinsip kerja alat ini adalah memanfaatkan pantulah cahaya dari lampu untuk mengetahui isi telur. D. ALAT DAN BAHAN - Loupe - Pinset - Petri dish - Gunting - 1 Telur ayam yang telah dibuahi - 1 Telur ayam yang telah dierami 1 minggu - Pipet tetes E. CARA KERJA
11

1. Letakkan telur ayam, bukalah kulitnya dari samping dengan membentuk

lingkaran memakai gunting. 2. Sedot putig telur yang ada. 3. Amati perbedaan telur yang segar dan yang sudah dierami. F. HASIL PENGAMATAN

Embrio 48 jam (Hari ke 2) G. PEMBAHASAN

Embrio 72 jam (Hari ke 3)

Berdasarkan pelaksanaan praktikum ini, ada beberapa sampel telur yang akan kita amati untuk melihat embrio ayam yakni telur yang diinkubasi selama 18 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, dan 72 jam. Namun dalam praktikum ini hanya ada beberapa sampel telur yang terdapat embrio, yakni telur yang diinkubasi selama 48 jam (2 Hari) dan 27 jam (3 Hari) dan suhu pengeraman yang digunakan yaitu pada suhu 40oC. Embriologi dari ayam adalah perkembangan ayam di dalam telur. Fertilisasi yang mula-mula dimulai oleh sperma terjadi di infundibulum sekitar 15 menit setelah menyentuh kantung kuning telur yang telah siap. Sel divisi untuk menciptakan lembaga baru dimulai sekitar lima jam setelah fertilisasi dan terus sedangkan telur melewati sepanjang oviduct dan akhirnya diletakkan. Pada umumnya induk ayam dari bertelur berlangsung 21 hari dari penetasan kondisi
12

baik untuk mengembangkan dan menetaskan. Namun, pada praktikum kali ini kami hanya melakukan pengamatan embrio ayam selama 72 jam atau 3 hari lamanya inkubasi. Pembentukan ini memakan waktu 22 hari - satu hari di oviduct dan 21 hari dalam inkubator atau sarang. Bila sel sperma (dengan setengah yang diperlukan chromosomes) fertilises sel telur (dengan setengah yang diperlukan chromosomes) ia membentuk zygote - satu-sel individu dengan tepat jumlah kromosom total. Sekitar lima jam setelah fertilisation zygote memasuki genting tanah dan di sini adalah yang pertama terjadi divisi sel. Embrio yang baru mulai dikembangkan oleh divisi sel sederhana. Pada saat meninggalkan telur genting tanah yang zygote, sekarang disebut blastoderm atau embrio, adalah delapan sel dan setelah empat jam dalam kandungan ia telah berkembang ke 256 sel. Pembentukan ectoderm, mesoderm dan endoderm Pada awalnya yang memisahkan formulir satu sel lapisan atas kuning telur, tetapi karena sel terus divisi dua lapisan yang dibentuk. Inilah yang disebut ectoderm (paling atas) dan endoderm (di bawah) lapisan. Pada tahap ini sekitar pusat sel yang blastoderm terpisah dari kontak mereka dengan hakekat untuk membentuk sebuah rongga. Berada dalam rongga ini yang terjadi setelah perkembangan janin. Segera setelah formasi dari ectoderm dan endoderm, ketiga lapisan sel yang disebut mesoderm atau tengah adalah lapisan yang dibentuk. Dari pada tahap ini, organ-organ dan sel-sel ini akan berkembang dari tiga lapisan dari sel. 1. Ectoderm yang menghasilkan sistem yang gelisah, bagian mata, yang bulu, paruh, kulit dan jari.
2. Endoderm yang memproduksi sistem pernafasan, dan sistem pencernaan

pada organ yg mengeluarkan.


3. Mesoderm yang memproduksi rangka, otot, sistem peredaran darah, organ

reproduksi dan sistem excretory, yang terpenting pada tahap ini adalah cara untuk mengubah sel memungkinkan produksi dari berbagai jenis sel yang membentuk jaringan. Pada saat telur diletakkan embrio yang terdiri dari banyak sel differentiating ke dalam berbagai sistem, organ dan jaringan.
13

Mengenai suhu yang diperlukan pada proses inkubasi. berdasarkan literature yang kami peroleh bahwa: jika suhu dari telur adalah di bawah 20 C menjadi embrio yang mati dan pengembangan terhenti. Bila suhu di atas meningkat sekitar 20 C berhubung dengan lembaga kegiatan dimulai lagi. Ini suhu sekitar 20 C ketika berhubung dgn lembaga aktivitas mulai atau berhenti sering disebut sebuah fisiologis nol. Berfluktuasi suhu di atas / di bawah 20 C akan membuat start/stop. Tanggapan berhubung dgn janin dalam pembangunan, masing-masing berikut respon janin yang makin melemah. Suhu harus ditingkatkan untuk yang diperlukan 37-38 C untuk pembangunan optimal terjadi. Kegagalan untuk memenuhi kebutuhan ini mengarah ke kaum embryos signifikan. Maksimal untuk mempertahankan kelangsungan hidup dari embrio, penggarisan telur harus diproses dan ditempatkan dalam penyimpanan dingin di bawah 20 C secepatnya setelah pengumpulan dan diselenggarakan pada suhu sampai pra-pemanasan sebelum proses hanya menetapkan telur di inkubator. Setelah di inkubator suhu harus dikontrol dengan sangat dekat parameter. Ekstra-berhubung dengan lembaga membrane, hal ini dikarenakan embrio ayam secara anatomi tidak memiliki sambungan ke hen, semua persyaratan yang bergizi kecuali oksigen harus dalam telur. Embrio yang sangat dini dalam mengembangkan pembangunan khusus membranes luar tubuhnya untuk mengakses gizi dalam telur dan untuk melaksanakan fungsi-fungsi penting tubuh. Berhubung dengan lembaga ekstra membran dari ayam. Berhubung dgn lembaga ekstra membranes dari ayam.Berhubung dengan lembaga pengembangan harian. Berikut ini hasil pengamatan embrio yang kami dapatkan selama 48 jam dan 72 jam inkubasi. 1. Telur ayam inkubasi 48 jam

14

Lipatan kepala dari embrio dibangun oleh semua lapisan embrional yaitu ectoderm, mesoderm. dan endoderm. Karena bagian kepala terangkat dari blastoderm, maka ectoderm turut maju ke muka. Dengan demikian, ectoderm merupakan sutu bumbung di dalam lipatan kepala. Bagian yang terbuka yang berhubungan dengan yolk ialah usus tengah. Usus belakang dibentuk dengan cara yang sama seperti usus depan. Dengan tumbuhnya embrio ke muka, maka usus pun turut tumbuh ke muka. Pada bagian paling endoderm dari usus depan bersentuhan langsung dengan ectoderm, ini tidak dihalangi oleh mesoderm. Bagian inilah yang disebut plat oral. Pada stadium 48 jam inkubasi dapat diamati yaitu: Tabung otak telah terbagi menjadi 5 gelembung otak. Prosensephalon berkembang menjadi telensephalon dan diensephalon, mesensephalon tetap, sedangkan rhombensephalon menjadi meten dan myelencephalon. Metensephalon dengan atap tebal sedangkan myelensephalon dengan atap lebih tipis, korda spinalis telah menutup, sinus rhomboidalis menghilang. Setiap lens placode melakukan lipatan ke dalam (invaginasi) membentuk lens vesicle. Pada waktu yang bersamaan, dinding optic vesicle juga mengadakan invaginasi membentuk optic cup. Optic cup tidak sempurna, ada bagian tanpa dinding yang disebut choriod fissure. Pada perkembangan saluran pencernaan, daerah faring telah terbentuk 3 pasang kantong faring merupakan evaginasi lateral, sedangkan sejajar kantong faring II terdapat evaginasi ventral membentuk kelenjar toroid 2. Telur ayam inkubasi 72 jam

15

Pada inkubasi 72 jam embrio ayam, embrio mengalami pelekukan servikal, sehingga daerah rhombesenfalon berada di sebelah dorsal dan telensephalon mendekati perkembangan jantung. Lipatan kepala makin berkembang ke arah posterior. berikut ini beberapa peristiwa 72 jam inkubasi pada telur ayam yang kami peroleh dari literatur antara lain:
a.

Ganglion kranial dan pasangan saraf kranial, di daerah fentrolateral metensefalon terdapat bagian ganglion lima, dan nervus trigeminus yang memprasarafi mata dan daerah branchial arch I.

b.

Sistem saraf dan organ indra, telensefalon tampak lebih jelas dibedakan diensefalon, telensefalon mengalami proses penggembungan dan nantinya akan berkembang menjadi serebri.

H. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan kami, dapat diketahui bahwa : Hari 1: Ada beberapa fungsi dan organ tubuh yang menjadi nyata pada hari pertama inkubasi: Embrio 4 Jam : hati dan darah kapal mulai berkembang. Embrio 12 Jam : jantung mulai memukul; darah dimulai; kapal darah dari embrio dan hakekat kantung bergabung. Embrio 16 Jam : embrio berlangsung pada ayam bentuk. Embrio 18 Jam : pada saluran pencernaan muncul. Embrio 20 Jam: berhubung dgn tulang belakang kolom yang muncul.

16

Embrio 21 Jam: sistem saraf yang mulai berkembang. Embrio 22 Jam: kepala mulai mengambil bentuk. Embrio 24 Jam: mata mulai berkembang. Hari 2: Telinga mulai berkembang. Hari 3: Pada awal hari 3 paruh, kaki dan mulai mengembangkan sayap. Pada hari 3,5 embrio mulai memutar sehingga terletak di samping kiri itu. Pengembangan sistem peredaran darah yang meningkat pesat pada tingkat. DAFTAR PUSTAKA Anonim A. 2001.perkembangan embrio ayam.Diakses tanggal 2 Juli 2011. tersedia di: http://aspan- gabe.com/perkembangan-embrio-ayam#more280 Anonim B. 1990.proses perkembangan telur ayam. Diakses tanggal 2 Juli 2011. http://www.acehforum.or.id/showthread.php?21552-pic-Prosesperkembangan-telur-menjadi-anak-ayam&p=183484&viewfull=1 Anonim C. 2004. Perkembangan embrio ayam dari hari kehari. Diakses tanggal 2 Juli 2011. http://kedokteranhewan.blogspot.com/2009/01/21-hari-ayambertelur.html Aspan. 2009. Perkembangan Embrio Ayam 1 4 hari. http://aspan-gabe.com diakses pada hari sabtu tanggal 2 Juli 2011. Aspan. 2009. Pendukung Penetasan Telur / Menetaskan Telur dengan Mesin Tetas. tersedia di: http://aspan-gabe.com di akses pada hari jumat tanggal tanggal 2 Juli 2011. Fransiscus afandi.2010. Perkembangan embrio dari hari kehari. Diakses tanggal 2 Juli 2011. http://sentralternak.com/index.php/2010/04/19/perkembanganembrio-semasa-pengeraman/

Sudarwati. 1990.Dasar-dasar struktur dan perkembangan hewan.bandung: ITB Surjono. 2001. Proses perkembangan embrio. Jakarta: Universitas Terbuka

17