Anda di halaman 1dari 4

Air dalam Kehidupan Kita

Salah satu anugerah yang disediakan Allah untuk makhluknya adalah air. Air yang sudah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan kita selalu bersirkulasi secara dinamik, baik di lingkungan sekitar seperti di udara, tanah, dan tumbuhan. Maupun dalam tubuh kita sendiri. Air merupakan zat yang sangat penting karena hampir semua reaksi kimia dalam kehidupan memerlukan air, sehingga kekurangan atau ketiadaan air dapat lebih cepat membunuh daripada kekurangan nutrien lain. Kenyataan ini terlihat dengan bukti bahwa kita hanya dapat bertahan hidup beberapa hari tanpa air, tetapi bila kekurangan zat gizi lain, kita dapat bertahan hidup beberapa minggu, bahkan sampai beberapa bulan. Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai air dan hubungannya dengan kesehatan, juga mengenai tubuh yang akan selalu berusaha mempertahankan keseimbangan cairannya dengan bantuan nutrien dan mineral lain. Peran air dalam tubuh Di dalam tubuh, air merupakan komponen cairan utama yang terlibat dalam seluruh proses kehidupan. Setiap sel mengandung cairan, baik di dalam sel maupun di luar sel. Cairan ini selalu mengalami pergantian. Komposisi air di tiap bagian tubuh selalu dipertahankan konstan setiap saat. Peran dan aktivitas air dalam tubuh sangat beragam, fungsi air dalam tubuh antara lain: 1. Mengatur suhu tubuh Air berperan penting dalam distribusi dan pengaturan suhu tubuh. Panas tubuh sendiri dihasilkan dari reaksi pembentukan energi dari karbohidrat, lemak, dan protein. Panas digunakan untuk menjaga suhu tubuh sehingga proses kimia untuk tetap berlangsungnya kehidupan tetap berjalan. Bila panas yang dihasilkan melebihi kebutuhan tubuh, misalnya pada olah raga, suhu lingkungan tinggi, dan sakit yang menimbulkan demam, akan mestimulasi tubuh untuk menurunkan suhu tubuh, pembuluh darah di kulit akan melebar, dan kelenjar keringat akan menghasilkan keringat lebih banyak sehingga suhu tubuh akan menurun. 2. Pelarut sebagian besar reaksi kimia dalam tubuh Air berperan dalam sebagian besar proses metabolisme dalam tubuh. Sebagai contoh bila kita makan, mulut akan mengeluarkan air liur untuk melarutkan makanan dan larutan tersebut akan mengalami pemecahan secara kimiawi dengan bantuan air, demikian juga yang terjadi di lambung dan usus halus. Setelah diserap, maka nutrien kecuali lemak akan terdistribusi pada jaringan atau sel yang membutuhkan dengan air sebagai pembawa. Setelah terjadi berbagai reaksi kimia tersebut, produk sisa metabolisme akan dibawa air untuk dikeluarkan. 3. Mempertahankan struktur molekul Beberapa molekul besar, baik yang terdapat dalam jaringan tubuh

maupun yang bersirkulasi di darah, seperti protein dan karbohidrat, dipertahankan strukturnya dengan bantuan air. 4. Pelindung dan bantalan organ tubuh tertentu Fungsi mekanis dari air adalah melindungi, seperti pelindung janin pada kehamilan. Cairan pada persendian akan menjaga pergerakan yang baik dari sendi yang bersangkutan. Air juga mempunyai fungsi membersihkan, seperti air mata yang menjaga lensa mata. Komposisi air pada tubuh seorang dewasa ialah sekitar 60% dan lebih besar lagi pada anak dan bayi. Karena air merupakan bagian dari massa bebas lemak dan kurang dari massa lemak tubuh, maka komposisi tubuh akan mempengaruhi komposisi cairan tubuh. Proporsi air umumnya lebih kecil pada wanita, obesitas, dan usia lanjut karena massa bebas lemak mereka umumnya lebih sedikit. Ketidakseimbangan cairan merupakan hal yang membahayakan sehingga tubuh akan berusaha mempertahankan keseimbangannya dengan menyesuaikan asupan dan pengeluarannya. Untuk menjaga kesehatan, kita harus mendapat asupan cairan setiap hari untuk mengganti kehilangan yang rutin terjadi, seperti pengeluaran melalui urin, keringat, pernafasan, dan pencernaan. Seorang dewasa muda akan kehilangan sekitar 4-6% cairan tubuh setiap hari, sedangkan pada bayi kehilangan cairan sekitar 15%. Jumlah cairan yang dikonsumsi relatif konstan dan selalu di bawah kontrol sistem tubuh, seperti fungsi ginjal, paru-paru, kulit yang terintegrasi dengan aktivitas hormonal. Rasa haus akan mempengaruhi asupan air, hal ini terjadi akibat respon dari perubahan sensasi di mulut, pengaruh saraf, dan hormonal. Bila konsentrasi cairan tubuh meningkat karena berkurangnya cairan, mulut akan menjadi kering dan sistem hormon di otak akan menuntun kita untuk segera minum. Bila asupan air sudah cukup, sistem saraf di lambung akan memberi sinyal untuk berhenti minum. Rasa haus akan menuntun seseorang untuk berusaha mencari minum dan kecepatannya bergantung pada kebutuhan tubuh. Kekurangan cairan dapat berjalan lambat yang dapat dicegah dengan segera minum untuk mencegah dehidrasi berat, tetapi kekurangan ini dapat juga berlangsung cepat yang tidak dapat ditanggulangi hanya dengan minum. Oleh karena itu seseorang harus benar-benar memperhatikan kapan rasa haus timbul untuk segera minum. Seorang pelari jarak jauh, seorang yang bekerja di lingkungan panas, anak yang asyik bermain, dan usia lanjut, tidak akan peka terhadap rasa haus sehingga dapat mengalami dehidrasi bila mereka tidak segera minum sebagai respon terhadap kebutuhan mereka. Dehidrasi ringan dapat dengan cepat berkembang menjadi berat, keluhan yang timbul mulai dari rasa haus, rasa lemah dan lelah, penurunan kesadaran, dan bila tidak segera diatasi dapat mengakibatkan kematian. Tabel di bawah ini menunjukkan efek dehidrasi dan kehilangan berat badan: Gejala % Kehilangan Berat Badan

Haus, lemah, lelah, sedikit gelisah, hilang selera makan 1 - 2 % Mulut kering, penurunan jumlah urine, kulit kemerahan 3 - 4 % Sulit berkonsentrasi, sakit kepala, kegagalan kontrol suhu tubuh, frekuensi nafas meningkat 5 6 % Otot kaku, ketidakseimbangan tubuh, bicara meracau, kolaps 7 10 % Timbul dan beratnya gejala terhadap % penurunan berat badan bergantung pada aktivitas, stamina, cuaca, suhu, dan kelembaban lingkungan. Sebaliknya, kelebihan cairan tubuh jarang terjadi kecuali pada penyakit tertentu, seperti kegagalan fungsi ginjal untuk mengeluarkan cairan. Sumber air Asupan air terutama dari air sendiri dan juga makanan-makanan lain. Hampir semua makanan mengandung air, sebagai contoh dapat dilihat pada tabel berikut: Bahan Makanan Persentase Air Air, diet soda/soft drink 100% Susu non fat, stroberi, melon, letuce, bayam, brokoli, kubis, seledri 90-99% Jus buah, yogurt, apel, anggur, jeruk, wortel 80-89% Udang, pisang, jagung, kentang, alpukat keju jenis cottage 70-79% Mi, kacang polong, ikan, es krim, dada ayam 60-69% Daging sapi muda, hot dogs 50-59% Pizza 40-49% Keju jenis chedar, roti 30-39% Saus, cake, biskuit 20-29% Mentega, margarine, kimis 10-19% Krakers, sereal, mentega kacang, kacang tanah 1-9% Minyak 0% Selain sumber-sumber di atas, air juga dihasilkan dari proses metabolisme tubuh, seperti pada pembentukan energi dari bahan makanan yang akan menghasilkan air. Tubuh minimal harus mengeluarkan 500 mL air sehari dalam bentuk

urin untuk mengeluarkan produk sisa metabolisme. Pengeluaran air harus sesuai dengan asupannya, bila air yang dikonsumsi berlebih maka jumlah urin dengan kepekatan rendah akan dikeluarkan. Selain urin, tubuh akan mengeluarkan cairan melalui paru-paru, keringat, dan feses. Total pengeluaran cairan sehari sekitar 2,5 L Kebutuhan akan cairan sangat bervariasi, bergantung pada diet, aktivitas, suhu lingkungan, dan kelembaban. Banyak cara pengukuran kebutuhan cairan, yang paling praktis adalah bila kita mengonsumsi sekitar 2000 Kkal makanan maka kebutuhan akan cairan sekitar 2-3 L. Melihat bagaimana fungsi air dalam kehidupan kita, ketersediaannya di lingkungan, dan begitu sempurnanya Allah menciptakan tubuh manusia dengan mekanisme kerjanya yang tampak sederhana, seperti rasa haus yang ternyata timbul melalui mekanisme yang begitu kompleks dan sempurna, hendaknya kita tidak akan pernah berhenti bersyukur terhadap apa yang dilimpahkan Allah kepada kita. oleh: dr. Nur Fatimah, MS, Sp.GK

[ 5 ]