Anda di halaman 1dari 2

HASIL PENDUGAAN GEOLISTRIK UNTUK MENUNJANG PENYELIDIKAN HIDROGEOLOGIDI DAERAH CEKUNGAN SEMARANG, JAWA TENGAH OLEH: LINGGA SETYANEGARA

DAN MEZACK PATTIKAWA DISARIKAN OLEH: EVINA WIDYANTINI DAN OMAN ABDURAHMAN
Dalam rangka menunjang Proyek Pengembangan Geologi Tata Lingkungan,

Laboratorium dan Pengolahan Data tahun anggaran 1984/1985 telah dilaksanakan penyelidikan geofisika di daerah Cekungan Semarang, Jawa Tengah. Secara geografis lokasi penyelidikan terletak antara koordinat 11020' - 11030' BT dan 75' - 710' LS. Berdasarkan hasil penafsiran data lapangan yang dilakukan di daerah penyelidikan, didapat korelasi antara harga tahanan jenis dengan litologi yakni:

Tahanan jenis 5 - 34 Ohm-meter dengan litologi tanah penutup; <2 Ohm-meter dengan litologi pasir lempungan yang mengandung air payau sampai asin;

Tahanan jenis 2 - 10 Ohm-meter dengan litologi lempung atau tufa; Tahanan jenis 15 - 40 Ohm-meter dengan litologi pasir atau pasir tufaan umumnya mengandung air tawar;

Tahanan jenis 5 - 55 Ohm-meter dengan litologi batu pasir tufaan; Tahanan jenis 75 - 85 Ohm-meter dengan litologi breksi volkanik.

Berdasarkan hasil pendugaan geolistrik di daerah Cekungan Semarang dibuat 2 (dua) penampang tahanan jenis (penampang AB dan CD). Interpretasi penampang AB dengan arah utara-selatan menunjukkan 5 (lima) susunan lapisan batuan, yaitu: 1. Lapisan I diinterpretasikan berdasarkan harga tahanan jenis antara 5 - 34 Ohmmeter, merupakan tufa pasiran hingga lempung dengan ketebalan berkisar antara 1 - 2,5 m; 2. Lapisan II berdasarkan kelompok harga tahanan jenis antara 0,5 - 1 Ohm-meter, diduga sebagai pasir lempungan yang mengandung air payau hingga asin dengan ketebalan berkisar antara 13 - 25 m; 3. Lapisan III memiliki harga tahanan jenis antara 5 - 6 Ohm-meter dan ketebalan

berkisar antara 10 - 40 m, diduga sebagai tufa pasiran yang dapat bertindak sebagai akuifer; 4. Lapisan IV memiliki harga tahanan jenis antara 75 - 80 Ohm-meter, diduga sebagai breksi volkanik; 5. Lapisan V dengan harga tahanan jenis antara 5 Ohm-meter, diduga sebagai lempung. Sedangkan interpretasi penampang CD yang berarah barat-timur menunjukkan 5 (lima) susunan lapisan batuan, yaitu: 1. Lapisan I diinterpretasikan berdasarkan harga tahanan jenis antara 3 - 6 Ohmmeter, merupakan lapisan lempung; 2. Lapisan II berdasarkan kelompok harga tahanan jenis antara 0,5 - 1,2 Ohmmeter, diduga sebagai pasir lempungan yang mengandung air asin sampai payau; 3. Lapisan III memiliki harga tahanan jenis antara 3,5 - 6 Ohm-meter, diduga sebagai lempung; 4. Lapisan IV memiliki harga tahanan jenis antara 20 - 30 Ohm-meter, diduga sebagai pasiran yang mengandung air tawar; 5. Lapisan V dengan harga tahanan jenis antara 5 Ohm-meter, diduga sebagai lempung. Untuk lebih rinci lihat laporan No. L85-130.