BPK - RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO)
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004, 2003 dan 2002

Nomor : 23.A/AUDITAMA V/GA/3/2005 Tanggal : 30 Maret 2005
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 23.A/AUDITAMA V/GA/3/2005 Laporan Auditor Independen/Independent Auditor’s Report Kami telah mengaudit neraca konsolidasian We have audited the accompanying consolidated balance sheet of PT Krakatau Steel (Persero) and its subsidiaries as of December 31, 2004, 2003 and 2002, and the related consolidated statements of income, changes in shareholders’ equity and cash flows for the years then ended. We also test company’s compliance with government

PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004, 2003 dan 2002, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Kami juga melakukan

pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan

regulations and internal control. These financial statements, regulations compliance and internal with control government are the

responsibility of the company’s management. Our responsibility is to express an opinion on these financial statements, compliance with government regulations and its internal control based on our audits. We did not audit subsidiaries’ financial statements, that reflect total assets of Rp2.264.150 million (25,37%) and total revenue of Rp2.508.307 million (26,69%) for year ended December 31, 2004 as follows: • • • PT Krakatau Daya Listrik; PT Krakatau Industrial Estate Cilegon; PT Krakatau Bandar Samudra;

keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak-anak perusahaan, yang laporan keuangannya mencerminkan jumlah aktiva sebesar Rp2.264.150 juta (25,37%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp2.508.307 juta (26,69%) untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 dari: • • • PT Krakatau Daya Listrik; PT Krakatau Industrial Estate Cilegon; PT Krakatau Bandar Samudra;

• • • • • • •

PT Krakatau Tirta Industri; PT Krakatau Engineering; PT Krakatau Medika; PT Krakatau Innformation Technology; PT KHI Pipe Industries; PT Krakatau Wajatama; PT Pelat Timah Nusantara. keuangan lain tersebut dengan diaudit pendapat oleh wajar auditor tanpa

• • • • • • •

PT Krakatau Tirta Industri; PT Krakatau Engineering; PT Krakatau Medika; PT Krakatau Information Technology; PT KHI Pipe Industries; PT Krakatau Wajatama; PT Pelat Timah Nusantara.

Laporan

These financial statements are audited by other independent auditors with unqualified opinion, which reports are given to us, and our opinion, in accordance to subsidiaries accounts and balances, are based on the other independent auditors’ reports.

independen

pengecualian, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sepanjang berkaitan dengan jumlah-jumlah untuk anak-anak perusahaan tersebut, semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut

We conducted our audits in accordance with Government Audit standards established by

Supreme Audit Board of Republic of Indonesia and auditing standards established by the Indonesia Institute of Accountants. These standards require that we plan and perform the audit to obtain reasonable assurance that the financial statements are free of material misstatement. An audit includes examining, on test basis, evidence supporting the amounts and disclosures in the financial statements. An audit also includes assessing the accounting principles used and significant estimate made by management, as well as evaluating the overall presentation of the financial statements. Beside that an audit includes test on the company’s compliance with contracts, assistance requirements and certain articles of government regulations and compliance with its internal control. We believe that our audits provide a reasonable basis for our opinion In our opinion, based on our audits and other independent auditors’ report, the consolidated

mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, buktibukti yang mendukung jumlah-jumlah dan

pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak, persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundangundangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut diatas,

ii

BPK-RI/AUDITAMA V

MA No. Compliance with government regulations and internal control report are delivered separately to management in our letter No. D-1416 Jakarta. dalam semua hal yang material. Misnoto. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. tanggal 23. its changes in shareholders’ equity and its cash flows for the years then ended. the financial position of PT Krakatau Steel (Persero) as of 31 December 2004. 23. and the results of its operations. Drs. 30 Maret 2005/March 30. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. menurut pendapat kami. 2005. Laporan keuangan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. dan hasil usaha. in relation with overall consolidated financial statements. dan. 2005 iii BPK-RI/AUDITAMA V . We conducted our audit to express an opinion on these financial statements. 2003 and 2002. in our opinion. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit/Audit in Charge. Register Akuntan/Registered Accountant No. dalam semua hal yang material. posisi keuangan PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004. Ak. in conformity with generally accepted accounting principles in Indonesia. disajikan secara wajar. Laporan keuangan induk perusahaan disajikan untuk tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. presented fairly. in all material respect. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara financial statements referred to above present fairly. and.B/AUDITAMA V/GA/3/2005 2005.B/AUDITAMA V/GA/3/2005 dated March 30. 2003 dan 2002. perubahan ekuitas.laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. These financial statements are the object of our audit procedures applied in audit on consolidated financial keseluruhan. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan surat kami 30 nomor Maret statements. in all material respect. Parent’s financial statements are presented for additional analysis purpose not as part of consolidated financial statements that require by generally accepted accounting principles in Indonesia.

Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. PT Krakatau Steel (Persero) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2004 di Cilegon. b. Supreme Audit Board of Republic of Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Supreme Audit Board of Republic of Indonesia and auditing standards of establish Accountants.Dasar Penugasan Dan Ruang Lingkup Audit/Basis of Assignment and Audit Scope 1. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan PT Krakatau Steel (Persero) untuk tahun buku yang berakhir pada 2. as well as evaluating the overall iv BPK-RI/AUDITAMA V . 23 F and 23 G. Undang-Undang Republik Indonesia No. c.1/9/2004 dated September 30. 2004 regarding audit assignment on PT Krakatau Steel (Persero) consolidated financial XV. 5 year 1973 concerning The Supreme Audit Board of Republic of Indonesia and other government regulations. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia No. Third amendment of 1945’s Constitution article 23 E.1/9/2004 tanggal 30 September 2004 dan perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan konsolidasian statements and environmental development and partnership program for 2004 in Cilegon. Dasar Penugasan a. serta An audit includes examining on test basis evidence supporting the amounts and disclosures in the financial statements. Audit Scope We conducted Steel general (Persero) audit on PT Krakatau Financial Statements for year ended at December 31. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. by the Indonesia Institute These standards require that we plan and perform the audit to obtain reasonable assurance that the financial statements are free of misstatement. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia. 2004. material Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. 62/ST/VII- Indonesia assignment letter No. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa 1. Act No. We conducted our audits in accordance with Government Audit standards establish by 31 Desember 2004. 2. b. 62/ST/VIIXV. An audit also includes assessing the accounting principles used and significant estimate made by management. 23 F dan 23 G. Basis of Assignment a. c.

Undang-undang No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. Undang-undang No. Undang-undang No. Undang-undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Manpower Act No. f. Act No. 18 tahun 2000. Act No. State Owned Company Act No. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. 12 tahun 1998. 7 year 1994. e. Undang-undang No. 19 year 2003. Undang-Undang No. 17 year 2000. f. 18 year 2000. Corporation Company Act No. 16 tahun 2000. 16 year 2000. We tested contracts. 11 year 1994 and Act No. certain and articles of perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup: a. 13 year 2003. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas PP No. Limited Corporation Act No. d. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. c. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 year 1983 concerning Taxation General Rules and Procedures as amended by Act No. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Kontrak. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. g. 9 tahun 1994 dan Undang-undang No. g. Undang-undang No. Act No.penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. b. 7 year 1983 concerning Income Tax as amended by Act No. 12 year1998. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPnBM) government regulations company regulations as follows: a. 10 year 1994 and Act No. 1 year 1995. Beside that an audit includes test on company’s compliance with contracts and certain articles of government regulation and compliance of internal control. pasal-pasal tertentu peraturan presentation of the financial statements. 9 year 1994 and Act No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. Peraturan Pemerintah No. c. Act No. 45 year 2001 concerning changes on Government Regulation No. e. 7 tahun 1991. d. b. 12 year 1998 as amended by Government Regulation No. v BPK-RI/AUDITAMA V . 17 tahun 2000. 8 year 1983 concerning Value Added Tax (VAT) as amended by Act No.

264. l. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pengesahan laporan keuangan tahun buku 2001. k.264. PT Krakatau Wajatama.307 juta (26. We did not audit subsidiaries’ financial statements. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon.37%) and total revenue of Rp2. Standar Material/Jasa. m. j. Kontrak-kontrak pengadaan material dan jasa antara PT Krakatau Steel (Persero) dengan Pemasok. Standar Operasional Pendanaan. n. PT KHI Pipe Industries. 2004 as follows: • • • • • • • • • • PT Krakatau Daya Listrik. i. PT Krakatau Bandar Samudra. PT Krakatau Bandar Samudra.508. PT Krakatau Steel (Persero) Company’s article of association.h. PT Krakatau Engineering. sebesar Rp2. Sales contracts between PT Krakatau Steel (Persero) and its customers. PT Krakatau Information Technology.150 juta (25. yang laporannya telah Their financial statements are audited by other independent auditor with unqualified opinion. PT Pelat Timah Nusantara. n. Kontrak-kontrak PT Krakatau Pelanggan. PT Krakatau Tirta Industri. Annual Shareholders’ Meeting to validate 2001 financial statements PT Krakatau Steel (Persero). j. PT Krakatau Engineering.508. PT Krakatau Medika. PT Krakatau Wajatama.150 million (25. PT KHI Pipe Industries. PT Krakatau Medika. Financing operational standard. Product sales operational standard. Anggaran Dasar Perusahaan PT Krakatau Steel (Persero). that reflect total assets of procurement operational keuangan anak-anak perusahaan. Kami tidak mengaudit laporan Operasional Pengadaan Steel penjualan (Persero) antara dengan h.37%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp2. Material/service standard. Standar Operasional Penjualan Produk. yang laporan keuangannya mencerminkan jumlah aktiva Rp2. and our vi BPK-RI/AUDITAMA V . PT Krakatau Information Technology. l.69%) untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 dari: • • • • • • • • • • PT Krakatau Daya Listrik. m.69%) for year ended December 31. Material supply and service contracts between PT Krakatau Steel (Persero) and its suppliers. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon. PT Krakatau Tirta Industri.307 million (26. i. PT Pelat Timah Nusantara. k. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. that the report given to us.

untuk anak-anak perusahaan tersebut. 2005.diserahkan kepada kami. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA vii BPK-RI/AUDITAMA V . 2004 to March 30. sematamata hanya didasarkan atas laporan auditor Independent lain tersebut Kami memberikan yakin dasar bahwa yang audit kami untuk We believe that our audits provide a reasonable basis for our opinion. as long as related to subsidiaries accounts and balances. Pelaksanaan audit di lapangan mulai tanggal 13 Oktober 2004 sampai dengan 30 Maret 2005. are based on the auditor independents’ report. dan pendapat kami. sepanjang berkaitan dengan jumlah-jumlah opinion. memadai menyatakan pendapat. Field audits are started on October 13.

123 772.875) 73.499.583) 36.756 12.032.747 (101.877 10.928 868.497 175.552 42.188 7.238 (51) 15.755 4.324.668.995.139 16.934 33.767 187.553 41.715.868 107.902 (24.494 3.016 5.785 689.616 (894) 1.520.955 97.246 (2.320 (2.633 5.577.434 102.634 98.738) 3.334 (23.733 24.235 (2.630 81.563.092 17.958 226.248 8.475 177.402 42.013.319.375 102.039 3.062 5.168 33.585 155.753 83.720 16.334.786 2. 2004 (With comparative figures as of December 31.717 156.453 432.436 (60.251) 3. 2003 and 2002) (In million Rupiah.143 594.025 146.980 456.975 529.062 76.308 432.923.932) 9.705 14 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.594 782.275 (26.682) 86.019.net Advances and prepaymentss Prepaid tax Total Current Assets NON CURRENT ASSETS Deferred tax assets Investments Allowances for decline in value Fixed assets Accumulated depreciation Assets under construction Other assets Restricted time deposits Advances for construction Assets not used in operation Long-term receivables Employee receivables Others Total Other Assets Total Non-current Assets TOTAL ASSETS 20 10 11 12 13 46.419 4. .532) 40.556 42.102) 2. kecuali data saham) Catatan/ Notes 2004 2003 2002 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha Pihak ketiga Penyisihan piutang ragu-ragu Pihak hubungan istimewa Penyisihan piutang ragu-ragu Piutang usaha bersih Tagihan anjak piutang Piutang lain-lain Pihak ketiga Penyisihan piutang ragu-ragu Pihak hubungan istimewa Penyisihan piutang ragu-ragu Piutang lain-lain bersih Persediaan – bersih Uang muka dan biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva pajak tangguhan Penyertaan Penyisihan penurunan nilai Aktiva tetap Akumulasi penyusutan Aktiva dalam pembangunan Aktiva lain-lain Deposito dibatasi penggunaannya Uang muka konstruksi Aktiva tidak digunakan dalam operasi Piutang jangka panjang Piutang karyawan Lain-lain Jumlah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3 4 5 636.726 30.485 146.675.422) 30. except for share data) Per 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan per 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.781 251.999 114.535 24.243 214.895) 2.216) 2.038.099 (3.523 819.941 7.682) 85.165 (66.498 3.072.589.286 19.105 170.053.391 293.243 3.962 3.140 1.601 2. 1 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.898 24.764 8 6 7 8 9 18 ASSETS CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Short-term investments Trade receivables Third parties Provision for bad debts Related parties Provision for bad debts Trade receivables-net Factoring receivables Other receivables Third parties Provision for bad debts Related parties Provision for bad debts Other receivables-net Inventories .862 20.655.815.743 (60.184.099.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 1 PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS As of December 31.191 (2.

.450.000.8.017 7.000.687.466 46.465 381 1.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 2.000.563) 1.303.000 1. except for share data) Catatan/ Notes 2004 2003 2002 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank Hutang usaha Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa Hutang lain-lain Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa Kewajiban anjak piutang Hutang pajak Beban masih harus dibayar Uang muka pelanggan dan lainnya Bagian hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhan Kewajiban imbalan kerja Hutang jangka panjang dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Tidak Lancar JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERSH YANG DIKONSOLIDASI EKUITAS Modal saham .324 41.000.000.854 2.000 saham Modal lainnya Selisih penilaian kembali aktiva tetap Selisih lebih akumulasi rugi atas hak minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ekuitas – Bersih JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 15 16 8 1.888.796 732.545.831 4.923.506 8.134 8.303.367 1.782 167.637 3.000 per share Authorized .151 143.451 2. .585 82.431 2.108 52.168 2.303.467 893.000 shares Issued and fully paid 2. kecuali data saham) PT KRAKATAU STEEL(PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (Continued) As of December 31.745 57.443. 2003 and 2002) (In million Rupiah.489 130.000 shares Other capital Fixed assets revaluation surplus Accumulated losses in excess of minority interest in subsidiaries Retained earnings Equity .641 76.559 495.per saham Modal dasar .060 859.495 1.083.873 8.000.812.465 381 (5.621 2.556 2.465 381 1.562 1.999 240. 2 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.000.790 92.089 98.439 187.Net TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.202 1.677 7.801.851.735 330.000 1.000.984 1.101 191.543 255.375 92.116.328 97. 2004 (With comparative figures as of December 31.388.000 1.125 936.037.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan per 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.423 5.929 2.269 8.par value Rp1.324.433 21 5.255.577.734 4.000.nilai nominal Rp1.917 193.705 EQUITY Share capital .452 55.521 19.683 1.567.602 8 17 18 20 LIABILITIES AND EQUITY CURRENT LIABILITIES Bank loans Trade payables Third parties Related parties Other payables Third parties Related parties Factoring payables Taxes payable Accrued expenses Sales and other advances Current portions of long-term loans Total Current Liabilities NON-CURRENT LIABILITIES Deferred tax liabilities Employee benefit liabilities Long term loans net of current portion Total Non-current Liabilities TOTAL LIABILITIES MINORITY INTEREST IN NET ASSETS OF CONSOLIDATED SUBSIDIARIES 18 19 20 163.277.000.086 22 23 2.8.474 65.256 19.754.123.809 4.678 45.

125 34.881 352.915 244.669) 229.706 647.910) (278.473 55.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.251 (1.039 436.350.127 28.569.349) 233.874.868) 9.300 195.336 (140.127 (182.391 6.687 41. kecuali laba per saham) Catatan/ Notes 2004 PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME For the year ended December 31.050 185.680 417.091 922.046.525 16.714) 30.396.791 389.501 461.924 33.246 116.500 Current Deferred TOTAL NET INCOME BEFORE MINORITY INTEREST MINORITY INTEREST IN NET INCOME OF CONSOLIDATED SUBSIDIARIES NET INCOME OPERATING INCOME PER SHARE NET INCOME PER SHARE 21 (3.787) Interest income Sales of waste products Interest expenses Profit (loss) in foreign exchange Others .131 194.898 3.264) 54.388. except for earnings per share) 2003 2002 PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban penjualan Beban umum dan administrasi JUMLAH BEBAN USAHA LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga Penjualan limbah produksi Beban bunga Laba(rugi) selisih kurs – bersih Lain-lain – bersih JUMLAH 25 26 9.604 176.115 89.402) 34.204 235.150 207.net TOTAL INCOME BEFORE EXTRAORDINARY ITEMS EXTRAORDINARY ITEMS INCOME BEFORE TAX TAX EXPENSES (BENEFIT) LABA SEBELUM POS LUAR BIASA POS LUAR BIASA LABA SEBELUM PAJAK BEBAN (MANFAAT) PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan JUMLAH LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS (LABA)/ RUGI BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI LABA BERSIH LABA USAHA PER SAHAM LABA BERSIH PER SAHAM 18 28 643.425 1. 3 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.089 117.423) 414. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.570.530 NET SALES COST OF GOODS SOLD GROSS PROFIT OPERATING EXPENSES 27 183.333 5.816 8.803 818.176 428.362 (134. .704 257.199 178.989 382.491 Selling expenses General and administrative expenses TOTAL OPERATING EXPENSES OPERATING INCOME OTHER INCOME (EXPENSES) 17.069 696.665 (2.019 (2.151 218.867 6.754 111.788) (87.629 67.921 306.946 196.576 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.826) (51.349 (27.753) (114.039 153.780 18.936 5.088) 110.704 352.682 2.390) (83. 2003 and 2002) (In million Rupiah.315 (130.

423 694.426) (42.340 6.511) (34.914) (117.328 1.638 45.412) 570.525 38.047) 19.461) 6.592.395) 6.349 (190.540 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan uang muka konstruksi Penurunan (peningkatan) atas penyertaan Penurunan (peningkatan piutang jangka panjang . 2003 and 2002) (In million Rupiah) 2004 2003 2002 CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipt from customers Cash payment to: Vendors Salary.068 1.745) (140.765 (18.146 456. .040 167.270.523 200.445) (122.344) (498.175) (86.000) (5. wages and employee benefit Operating expenses Cash flow from operation Cash receipts from interest income Cash receipts from tax refunds Cash payments for taxes Cash payments for interests and bank charges Other cash receipts (payment) Net cash flow from operating activities CASH FLOW FROM INVESTING ACTIVITIES Decrease in advances for construction Decrease (increase) in investments Decrease (increase) in long-term receivables .750 (8.197) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan (pembayaran) hutang bank Kenaikan (penurunan) hutang lain-lain Pembayaran dividen kas Pembayaran untuk program kemitraan dan bina lingkungan Kenaikan (penurunan) selisih lebih akumulasi rugi atas hak minoritas Kas bersih dari aktivitas pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 708.472 (63.535) (632.453) 390 (307) (7.801 (5.467) 28.136 (227.428 1.178 508.110 (380.483) 162.pihak hubungan istimewa Penarikan (penempatan) investasi jangka pendek Penarikan (penempatan) investasi jangka panjang (Penambahan)/pengurangan aktiva tetap Penambahan piutang jangka panjang Penurunan (kenaikan) aktiva lain-lain Kas bersih dari aktivitas investasi 3.092) 78.144 50.826) (82. upah dan tunjangan lainnya Beban usaha Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan kas dari penghasilan bunga Penerimaan kas dari restitusi pajak Pembayaran kas untuk pajak Pembayaran kas untuk beban bunga dan beban bank Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya Kas bersih dari aktivitas operasi 9.824) 3.187) (55.885) 298.122 118. 4 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.519.375 (23.366) 203.417 54.077 137.835 (24.007 (102.787) 2.274) (473.523 636.600) 456.189) (53.515) (3. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.123 432.055) (42.780 9.123 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.119.941) 1.530 (157.788) (2.948) (17.636.243.222) (263.088 (173.572 34.517 (98.700 (73.036 (172.698) (80.140) 12.975 (5.707 (136.714) 46.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS For the year ended December 31.852 432.687 68.371) (134.977 255.related parties Withdrawals (placements) of short-term investments Withdrawals (placements) of long-term investments (Additions) disposals of fixed assets Increase in long-term receivables Decrease (increase) in other assets Net cash flow from investing activities CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES Receipts from (repayments of) bank loan Increase (decrease) in other liabilities Payments of cash dividend Payments for partnership and community development programs Increase (decrease) in accumulated losses in excess of minority interest Net cash flow from financing activities NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF THE YEAR ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada : Pemasok Gaji.631) (182.231) 17.259) (101.

000 2.000.188) 1.677 414.525) (227.000) (5.000 1.000 2.525 2.331) 4.365 4. 2001 Net income Prior year adjusments Minority interest in subsidiaries' equity Balance as of December 31.000.754 (396.563 2.572) (38.465 1.941) 4.465 1. 2004 Net equity Ekuitas bersih retained earnings Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.572) (38.970.303.501 (10.563 110.039.365 (5.563) 5.039 (42. 2003 and 2002) (In million Rupiah) Saldo laba (Akumulasi rugi) Yang telah ditentukan Yang belum ditentukan penggunaannya penggunaannya Unappropriated retained earnings (Accumulated loss) 1.017 5.303.116.019 185.689 233.248) 233.188) 2.823) (69.465 381 (7.941) (185.269 Balance as of December 31.000.514) (3.151 (1.754.151 (1.229 69.452. 2003 Minority interest in subsidiaries' equity Net income Prior year adjusments Cash dividends Tantiem and partnership and community development programs General reserve Balance as of December 31.285) 110.687.210) (519.465 381 381 381 2.000 1.785. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.928) Appropriated PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN SHAREHOLDERS’ EQUITY For the year ended December 31.000.303.210 1. 5 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.823) 5.000) (5.785.303. .501 (10.019 (628.039 (42.398) 414.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO)DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah) Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid shares Other capital Modal lainnya Selisih penilaian kembali aktiva tetap Fixed assets revaluation surplus Selisih lebih akumulasi laba (rugi) atas hak minoritas pada anak perusahaan Accumulated losses in excess of minority interest Saldo 31 Desember 2001 Laba bersih Penyesuaian laba tahun sebelumnya Hak minoritas atas ekuitas anak perusahaan Saldo 31 Desember 2002 Hak minoritas atas ekuitas anak perusahaan Laba bersih Deviden kas Program kemitraan dan bina lingkungan Penambahan untuk cadangan umum Saldo 31 Desember 2003 Hak minoritas atas ekuitas anak perusahaan Laba bersih Penyesuaian laba tahun sebelumnya Deviden kas Tantiem dan Program kemitraan dan bina lingkungan Penambahan untuk cadangan umum Saldo 31 Desember 2004 2.514) (3. 2002 Minority interest in subsidiaries' equity Net income Cash dividends Partnership and community development programs General reserve Balance as of December 31.

except for number of employee. hot coil. The Company’s objective is to implement and support the Government’s policy and program on economic development especially in the steel industry. Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Jalan Industri No. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 2003. 1. 5 Cilegon. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi. Establishment of the Company PT Krakatau Steel (the “Company”) was established by notarial deed of Tan Thong Kie’s No. antara lain: Industri baja terpadu yang memproduksi besi spons. slab baja.TH2003 dated February 25. 7 tanggal 4 Nopember 2002. bilet baja dan batang kawat. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1971. 7 dated November 4. such as design and construction. cold roll coil. Banten.TH2003 tanggal 25 Pebruari 2003. Tujuan Perusahaan adalah melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi. Perdagangan.04. SH. meliputi penyelenggaraan kegiatan pemasaran. Perusahaan didirikan untuk mengambil alih proyek pabrik baja Trikora.04. 6 . The Company’s Articles of Association have been amended several times. technical consultancy and provision of infrastructure to support the Company’s activities. Banten. Pendirian Perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) (“Perusahaan”) didirikan tanggal 27 Oktober 1971 dengan Akta No. This amendment was approved by the Minister of Justice and Human Right of Republic of Indonesia by decree No. UMUM a. data saham. Services. share data. Cilegon. The Company’s activities cover: Integrated steel industry production activities including sponge. Akta perubahan tersebut telah disahkan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. 34 dari Notaris Ton Thong Kie. including marketing. Trading. 34 dated October 27. distribution and agency in both domestic and international markets. slab.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. The latest amendment was by notarial deed of Lenny Janis Ishak. - - - - Perusahaan dan pabriknya berdomisili di Cilegon. 5. No. mengenai perubahan kepemilikan Perusahaan. baja lembaran dingin. billet and wire rod. 1971 to take over the Trikora’s steel manufacturing project. pemeliharaan mesin. machine maintenance.01. 2003 and 2002) (In million Rupiah.01. SH No. Its head office is in Jalan. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. GENERAL a. C-03934HT. baja lembaran panas. The Company started its commercial operation in 1971. The Company and its factory are located in Cilegon. Industri No. distribusi dan keagenan baik dalam maupun luar negeri. C-0934HT. Anggaran dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan. Di bidang pemberian jasa seperti jasa desain dan rancang bangun. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 1. khususnya dalam industri baja. Perubahan terakhir adalah dengan akta notaris Lenny Janis Ishak. 2002 regarding the changes of its ownership. kecuali jumlah karyawan. konsultasi teknis maupun penyediaan prasarana dan segala fasilitas yang menunjang kegiatan usaha Perusahaan.

8 7 3 3 4 .7 0 1 3 1 . 1 9 9 6 9 9 . 1 9 9 3 9 9 .3 9 6 8 .5 8 2 4 3 3 .7 8 8 2 . and 2002 respectively.2 0 5 2 7 4 .2 5 7 4 4 4 .9 9 3 2 .2 6 4 C ilegon.9 9 9 9 .5 6 9 3 6 .9 9 1 0 7 . 7 . data saham. Anak Perusahaan b.8 7 9 3 .9 2 1 8 1 .2 6 6 PT KIEC memiliki saham PT Citra Indokarbon Perkasa (CIP).9 9 4 7 3 . PT KIEC owns PT Citra Indokarbon Perkasa (CIP) with ownership of 51% in 2004.7 0 3 1 .9 9 2 4 9 .7 7 7 C ilegon. 1 9 9 6 5 2 . share data.9 9 9 9 .6 8 5 M a nu fa k tu r ba ja berla pis tim a h/ T in p la te d ste e l p ro d u c tio n P T K H I P ipe Indu stries (K H IP ) M a nu fa k tu r pipa B a ja / S te e l p ip e p ro d u c tio n J u m lah / T o ta l C ilegon.2 7 0 C ilegon. 1 9 9 6 9 9 . 2003 and 2002) (In million Rupiah.9 4 0 .9 9 1 2 3 .99% in 2003. 2003.9 9 9 9 .9 9 2003 2002 2004 2003 2002 C ilegon.9 9 9 9 .9 9 9 9 .0 7 9 2 9 2 .2 6 C ilegon. 1 9 9 2 9 9 . 2003 and 2002 are as follows: A na k peru sa ha a n da n k egia ta n pok ok / S u b sid ia rie s' a n d its b u sin e ss a c tiv itie s K edu du k a n da n ta hu n m u la i beropera si seca ra k om ersia l/ L o c a tio n a n d c o m m e n c e m e n t o f c o m m e rc ia l o p e ra tio n P ersenta se pem ilik a n/ Pe rc e n ta g e o f o w n e rsh ip Ju m la h a k tiva / T o ta l a sse ts 2004 P T K ra k a ta u D a ya L istrik (K D L ) D istribu tor da n pengha sil listrik / G e n e ra tio n a n d d istrib u tio n o f e le c tric ity P T K ra k a ta u W a ja ta m a (K W T ) M a nu fa k tu r ba ja tu la nga n/ R e in fo rc e d ste e l p ro d u c tio n P T K ra k a ta u Indu stria l E sta te C ilegon da n A na k peru sa ha a n (K IE C ) P roperti da n indu stri peru m a ha n/ Pro p e rty a n d in d u stria l e sta te d e v e lo p m e n t P T K ra k a ta u E ngineering (K E ) R ek a ya sa da n ra nca ng ba ngu n/ C o n stru c tio n a n d e n g in e e rin g P T K ra k a ta u B a nda r S a m u dera Ja sa pengelola a n pela bu ha n/ Po rt se rv ic e s p ro v id e r P T K ra k a ta u T irta Indu stri (K T I) D istribu tor da n pengola ha n a ir/ W a te r tre a tm e n t a n d d istrib u tio n P T K ra k a ta u M edik a (K M ) Ja sa pela ya na n k eseha ta n/ M e d ic a l se rv ic e s p ro v id e r P T K ra k a ta u Inform a tion T echnology (K IT ech) P em a sok tek nologi k om pu ter/ C o m p u te r te c h n o lo g y p ro v id e r P T P ela t T im a h N u sa nta ra (L a tinu sa ) C ilegon.2 6 5 5 .6 7 1 C ilegon.9 9 5 9 0 .9 9 5 3 7 . except for number of employee.9 6 9 7 1 . nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. sebesar 99. kecuali jumlah karyawan. CIP and LMJ commenced their commercial operation in 2001.8 8 7 7 9 . 1 9 9 2 9 9 .7 8 8 5 2 .9 9 9 9 .0 9 7 1 1 3 . foreign exchange rate and balances in foreign currency) b.2 0 9 3 .2 6 4 .5 8 8 2 6 9 . 1 9 8 8 9 9 .6 0 5 C ilegon.5 7 8 2 8 6 .2 0 2 6 6 . Subsidiaries Anak Perusahaan pada tahun 2004.99% pada tahun 2003. dengan persentase kepemilikan 51% masingmasing pada tahun 2004.0 2 8 3 8 .9 9 9 9 .9 7 7 2 6 3 . 2003 dan 2002 dan PT Laksana Maju Jaya (LMJ).9 9 9 9 .0 6 6 1 1 7 .1 0 0 4 8 . and PT Laksana Maju (LMJ) of 99. 1 9 9 6 9 9 .9 9 7 0 .8 7 9 3 .4 8 9 3 . 1 9 8 6 9 3 . 1 9 7 2 9 8 .9 9 9 9 .1 5 0 1 8 7 .PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut: The subsidiaries of the Company in 2004.9 9 9 9 .9 9 9 9 .9 9 9 9 .7 7 3 C ilegon.2 8 3 3 5 6 .8 9 9 . 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. CIP dan LMJ memulai operasi komersialnya pada tahun 2001.3 1 8 1 .9 9 9 9 .1 1 5 9 9 .1 8 7 3 2 1 .

Ronny R. Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi. the numbers of permanent employees of the Company and its subsidiaries were 8. data saham. except for certain fixed assets which have been revalued based on the Decree of the Minister of Finance of Republic of Indonesia No. Prinsip-prinsip konsolidasian The consolidated financial statements are prepared in accordance with generally accepted accounting principles in Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan prinsip kesinambungan dan konvensi harga perolehan historis. Direksi dan Karyawan c. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 109/KMK. Consolidation Principles Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan dengan persentase kepemilikan saham baik langsung maupun The consolidated financial statements cover the financial statements of the Company and all subsidiaries in which the Company has direct or 8 . investing activity and financing activity. The consolidated financial statements are prepared based on going concern principles and historical cost convention. 2. The consolidated statement of cash flows represents inflows and outflows of cash and cash equivalens which have been classified into cash flows from operating activity. except for number of employee. Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 diselesaikan oleh Manajemen Perusahaan pada tanggal 30 Maret 2005. Angka pada laporan keuangan konsolidasian dibulatkan dan dinyatakan dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan secara khusus. 1979. The Company’s financial statements for the year ended 31 December 2004 were completed by the Company’s management on March 30.04/79 dated March 27. and Employees Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Komisaris Utama Komisaris : : The Boards of Commissioners and Directors of the Company are as follows: : : President Commissioner Commissioners Direktur Utama Direktur : : Amir Sambodo Dody Syaripudin Tb. Basis of presentation of consolidated financial statements Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. kecuali untuk sebagian aktiva tetap yang telah dinilai kembali sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.755 orang.04/79 tanggal 27 Maret 1979. investasi dan pendanaan. b. Nitibaskhara Ngapuli Irmea Sinisuka Boni Siahaan Daenulhay Satya Graha Somantri Kemal Masduki Fazwar Bujang Brahmono Syahrir Syah Pohan : : President Director Directors Pada tanggal 31 Desember 2004. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING a. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Boards of Commissioners. b. kecuali jumlah karyawan. share data. Dewan Komisaris. Figures in the consolidated financial statements are rounded and stated in millions of Rupiah unless stated otherwise. As of December 31. 2003 and 2002) (In million Rupiah. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a.755 persons. Directors. foreign exchange rate and balances in foreign currency) c. 109/KMK.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Perusahaan dan anak perusahaan memiliki jumlah pegawai tetap sebanyak 8. 2004. 2005.

Pengaruh atas koreksinya yaitu laba bersih yang sebelumnya dilaporkan di tahun 2003 dikurangi sebesar Rp10. data saham. anak perusahaan. Investasi 1) Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan pada saat penempatan disajikan sebagai investasi jangka pendek dan dinyatakan sebesar nilai nominalnya. telah menerbitkan kembali laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 22. Setara kas PT Krakatau Industrial Estate Cilegon.72% and 25. c. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. and 2002 the total assets of consolidated subsidiaries (see Note 1.37%. 2003 dan 2002.573 d. As a result of the adjustment. atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. the net income previously reported in the year 2003. 2) 2) 9 . As of December 31. Time deposits with maturity period less than three months and not pledged as collateral for credit facilities from bank are classified as “Cash Equivalents”. 2003. share data. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. c.60% of the total consolidated assets respectively. Time deposits with original maturity date of three months or less and pledged or its use is restricted are classified as “Restricted time deposits”. digolongkan sebagai “Setara Kas”. termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi. jumlah aktiva anak perusahaan yang dikonsolidasi (lihat catatan 1. e. Reissuance of prior year financial statements PT Krakatau Industrial Estate Cilegon.573. kecuali jumlah karyawan. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Koreksi dilakukan karena adanya pengakuan penjualan real estat di tahun 2003 yang belum memenuhi persyaratan full accrual method seperti yang diharuskan oleh PSAK 44 “Akuntansi Real Estat”. Cash equivalents Deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan kredit dari bank. 2004. Penerbitan kembali laporan keuangan tahun sebelumnya indirect ownership of more than 50% and controlling interest. foreign exchange rate and balances in foreign currency) tidak langsung lebih dari 50% dan Perusahaan mempunyai pengendalian. except for number of employee. Saldo dan transaksi yang signifikan.60% terhadap jumlah aktiva konsolidasian. Pada tanggal 31 Desember 2004.b) are 25. e.b) masing-masing mencerminkan 25. 2003. Such adjustment was made in relation to the recognition of revenue from the sale of real estates.72% dan 25. a subsidiary. Proporsi bagian pemilikan pemegang saham minoritas atas ekuitas dan laba atau rugi bersih dari anak perusahaan yang dikonsolidasi disajikan masing-masing dalam akun “Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi” pada neraca konsolidasian dan “Hak Minoritas atas Laba Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi” pada laporan laba rugi konsolidasian.37%. Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan pada saat penempatan namun dijaminkan. atau telah ditentukan penggunaannya disajikan sebagai “Deposito yang dibatasi penggunaannya”. d. 22. The proportionate share of minority stockholders in net assets and net income of the consolidated subsidiaries are presented as “Minority interest in net assets of consolidated subsidiaries” in the consolidated balance sheets and as “Minority interest in net income of consolidated subsidiaries” in the consolidated statements of income All significant inter-company balances and transactions including unrealized profit or losses between consolidated companies have been eliminated to reflect financial positions and result of operations of the Company and its subsidiaries as a single business entity. Investments 1) Time deposits with original maturity date over three months are classified as shortterm investments and stated at their nominal value. has been reduced by Rp10. has reissued its financial statements for the year ended December 31. which had not met the requirements of full accrual method under PSAK 44 “Accounting for Real Estate”.

Dividend received are recorded as a reduction to the value of the investment. c) Tersedia untuk dijual – investasi dalam efek yang tidak memenuhi kriteria kelompok diperdagangkan dan yang dimiliki hingga jatuh tempo diukur sebesar nilai wajarnya. Penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehannya ditambah atau dikurangi bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 2003 and 2002) (In million Rupiah. c) Available-for-sale – investment in debt and equity securities not classified as either held-to-maturity securities or trading securities are reported at fair value. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. kecuali jumlah karyawan. share data. 3) Investments in equity securities that the fair value is readily available and for all investment in debt securities are classified in three categories and accounted for as follows: a) Trading – debt and equity securities bought and held for sale in near term are stated at fair value. Unrealized gains and losses are reported as a separate component of equity. Laba atau rugi yang belum direalisasi dari kepemilikan efek ini disajikan sebagai komponen ekuitas. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 3) Investasi dalam bentuk efek ekuitas yang nilai wajarnya tersedia dan untuk semua investasi dalam bentuk efek hutang digolongkan menjadi tiga kelompok dan diperlakukan sebagai berikut: a) Diperdagangkan – efek hutang dan efek ekuitas yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat diukur sebesar nilai wajarnya. data saham. 10 . Penyisihan piutang ragu-ragu Provision for bad debts Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan terhadap kemungkinan tertagihnya piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. Deviden yang diterima dicatat sebagai pengurang atas nilai penyertaan. 3) 3) Long-term investment in shares the fair value of which is not readily available. b) Investments in shares of 20% ownership or more but less than 50% and where the Company has the ability to exercise significant influence over operating and financial policies of the associate company is accounted for using the equity method. b) Held-to-maturity – investment in debt securities held to maturity are stated at cost adjusted for unamortized premium or discount. f. Unrealized gain and losses are recognized in current year consolidated statement of income. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Investasi jangka panjang dalam bentuk penyertaan saham yang nilai wajarnya tidak tersedia: a) Penyertaan saham dengan kepemilikan kurang dari 20% dicatat sebesar nilai terendah antara harga perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi. b) Dimiliki hingga jatuh tempo – investasi dalam efek hutang yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan dengan harga perolehannya setelah ditambah atau dikurangi dengan premi atau diskonto yang belum diamortisasi. except for number of employee. b) Penyertaan saham dengan persentase kepemilikan 20% atau lebih tetapi kurang dari 50% dan Perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap operasi dan kebijakan keuangan perusahaan asosiasi dicatat dengan metode ekuitas. f. a) Investments in shares of less than 20% ownership are accounted for at the lower of cost or net realizable value. Laba atau rugi yang timbul dari pengukuran tersebut diakui pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Investment is initially stated at cost and adjusted by the proportion share of the associate company’s net profits or losses. Provision for bad debts is determined based on a review on collection probability of the accounts receivables status of each customer at the end of the year.

h. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. Transaction with related parties The Company and its subsidiaries engage in transactions with related parties as defined in Statement of Financial Accounting Standard No. Anjak piutang g. Persediaan insurance spare diamortisasi selama lima tahun. Penyisihan persediaan usang ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi fisik persediaan pada akhir tahun. Insurance spares are amortized over five years. data saham. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang dan disesuaikan dengan biaya pengembangan dan pematangan tanah yang terjadi. Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam jumlah signifikan. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasinya. Persediaan tanah yang dimiliki anak perusahaan tertentu untuk dijual dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. “Akuntansi Anjak Piutang”. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana yang dimaksud dalam PSAK No. i. The difference between its value and the cash received is recognized as interest expense over factoring period. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 43. Transactions between the Company and its subsidiaries with the State Owned Companies without ownership relationship are not disclosed as transactions with related parties. Factoring Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7. telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. “Factoring Receivable Accounting”. 43. Land held by certain subsidiary for resale. Selisih antara jumlah piutang yang dialihkan dengan hasil pengalihan yang diterima diakui sebagai beban bunga selama masa anjak piutang. Provision for obsolete inventory is determined based on review of physical condition of inventory at the end of the year. 11 . i. “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. kecuali jumlah karyawan. ”Disclosure of Related Parties” All transaction with related parties in significant amount. share data. foreign exchange rate and balances in foreign currency) g. In accordance with Statement of Financial Accounting Standard No. h. Account Receivables sold with recourse are recorded in the balance sheet as factoring payable at its value. piutang yang dijual secara tanggung renteng dicatat sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. Inventories Inventories are valued at the lower of cost or net realizable value. executed with or without requirement and similar condition with unrelated parties. is valued at the lower of cost or net realizable value. 7. Transaksi Perusahaan dan anak perusahaan dengan Badan Usaha Milik Negara atau Daerah yang tidak terdapat hubungan kepemilikan tidak diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Cost is determined based on weighted average method and adjusted with land development cost incurred. except for number of employee.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. have been disclosed in the notes to consolidated financial statements. The cost of inventories is measured by the weighted average method.

In accordance with Statement of Financial Accounting Standard No. telah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. Where carrying values of fixed assets exceed its recoverable amount. lands acquired after January 1. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat suatu aktiva atau yang memberikan manfaat ekonomis yang berupa peningkatan kapasitas. production quality or performance are capitalized and depreciated in accordance with the useful life of the related fixed assets. maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkannya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. 12 . are depreciated using the straight line method over the estimated useful life of the respective assets as follows: Golongan Bangunan Mesin dan Peralatan pabrik Peralatan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Aktiva lain-lain Tanah tidak disusutkan Masa manfaat / Useful life (tahun / years) 20 – 40 10 – 40 10 – 20 5 – 10 2–5 2–5 Classification Buildings Machinery and plant equipment Project equipment Transportation equipment Office and house equipment Other assets Land are not depreciation Sesuai dengan PSAK No. Excess of carrying value over its recoverable amount is recognized as loss in the current year consolidated statement of income. share data. sebagai berikut: j.04/1979 tanggal 27 Maret 1979.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. are deferred and amortized over its right period or economic life of the land whichever is shorter. Apabila nilai tercatat aktiva tetap lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali. 109/KMK. 1979. 47. Aktiva tetap. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. mana yang lebih pendek. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.04/1979 dated March 27. “Akuntansi Tanah”. kecuali untuk sebagian dari aktiva tetap milik anak perusahaan yang diperoleh sampai tanggal 1 Januari 1979 yang telah dinilai kembali berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. except for certain fixed assets of the subsidiaries acquired before 1 January 1979 which were revalued under the decree of the Minister of Finance No. kecuali tanah. 1999 are stated at its acquisition cost and are not amortized. the fixed assets are written down to their recoverable amount. “Land Accounting”. Fixed assets. perolehan tanah setelah tanggal 1 Januari 1999 dinyatakan berdasarkan biaya perolehannya dan tidak diamortisasi. When assets are retired or otherwise disposed of. kualitas produksi atau kinerja dikapitalisasi dan disusutkan sesuai dengan masa manfaat ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan. The cost related to the acquisition or the extension of lands right. 109/KMK. data saham. their carrying value and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss are recognised in the current year consolidated statement of income. Aktiva tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi penyusutan. Fixed assets Fixed assets are recorded at cost less accumulated depreciation. maka nilai tercatat aktiva akan diturunkan sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. foreign exchange rate and balances in foreign currency) j. except for number of employee. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. The costs of maintenance and repairs are expensed as incurred. kecuali jumlah karyawan. ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah. Apabila aktiva tetap tidak digunakan lagi atau dijual. except land rights. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai yang dapat diperoleh kembali diakui sebagai rugi dan dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak pemilikan tanah. Expenditures that extend the useful life of the asset or provide economic benefits such as increase in capacity. 47.

k. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Kapitalisasi biaya pinjaman diakhiri apabila aktiva tersebut secara substansial telah selesai dan siap digunakan. l. construction or production of qualifying assets are capitalized as part of the cost of those assets. “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Losses are recognized as soon as they become apparent. maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewamenyewa biasa. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Leases Leases are classified into capital leases when all conditions required by Financial Accounting Standard No. Aktiva tetap yang tidak digunakan lagi dalam kegiatan usaha. Sewa guna usaha Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi apabila memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 44 concerning “The Activity Accounting for Real Estate Development”. The accumulated cost will be classified to each related fixed assets when it is complete and ready to use. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 44 mengenai “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat”. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan yang diterapkan untuk aktiva tetap yang diperoleh melalui pemilikan langsung. nilai bukunya disajikan sebagai aktiva lain-lain dan tidak disusutkan. 30 are satisfied. Kemungkinan kerugian diakui pada saat kerugian tersebut dapat ditentukan. konstruksi atau produksi suatu aktiva tertentu dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aktiva tersebut. 13 . Aktiva dalam pembangunan Aktiva dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehannya.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Capital leases are presented in the consolidated balance sheet as part of fixed assets. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari penjualan diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan atas barang kepada pelanggan. Capitalization of borrowing costs ceases when the qualifying assets are complete and ready for service. Assets under construction Assets under construction are recorded at cost. Certain subsidiary recognizes revenue from sale of real estate based on full accrual method in accordance with the Financial Accounting Standard No. k. Borrowing costs directly attributable to the acquisition. and recorded at its present value of total payment during the lease period plus residual value that has to be paid at the end of lease period. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan. Depreciation of the assets is calculated using straight-line method based on the estimated useful life the same as those for fixed assets acquired through direct purchase. l. Aktiva sewa guna usaha yang dikapitalisasi disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap dalam neraca konsolidasian dan dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. data saham. except for number of employee. Unused fixed assets are classified as other assets and not depreciated. Jika salah satu kriteria tersebut di atas tidak terpenuhi. m. Revenue from construction engineering services and computer installation is recognized based on percentage of completion. Revenue and expenses recognition Revenue from sales are recognized when the title of ownership of goods has passed to the buyer. Pendapatan dari jasa rekayasa dan instalasi komputer diakui berdasarkan persentase penyelesaian pekerjaan. m. Anak perusahaan tertentu mengakui pendapatan dari penjualan real estat dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method). share data. sesuai dengan PSAK No. kecuali jumlah karyawan. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. or otherwise it is classified as an operating lease. 30.

for funding purposes. Imbalan pasca kerja manfaat pasti dihitung dengan menggunakan asumsi aktuaria berdasarkan metode projected unit credit. kecuali jumlah karyawan. Differences between actuarial assumptions and actual experiences. asset are recognized in the consolidated financial statements equal to the present value of the available refund or a reduction to the future contribution. Employee benefits The Company has adopted the Statement of Financial Accounting Standard No. The post employment benefits are accounted for as follow: Pension Plan The defined benefit pension plan is calculated for financial reporting purposes using actuarial assumptions based on the projected unit credit method as required by PSAK 24. Beban jasa lalu dialokasikan sepanjang sisa masa kerja karyawan sampai manfaatnya menjadi hak penuh karyawan. n. Imbalan pensiun iuran pasti diakui sebagai beban pada saat iuran tersebut terhutang atau dibayar. Defined contribution pension plan is recognized as expense when the contribution becomes payable or paid. Defined employee benefits are calculated using actuarial assumptions based on the projected unit credit method. Imbalan pasca kerja dihitung sebagai berikut: Expenses are recognized when incurred.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Perbedaan antara asumsi aktuaria dan aktualnya serta perubahan asumsi aktuaria yang melebihi koridor 10% dialokasikan secara rata-rata sepanjang sisa masa kerja karyawan. estimasi tingkat pengembalian aktiva dana pensiun. The comparative financial information resulting from the effect of the adoption of this standard were not restated because the effect was not material to the presentation of the financial statements. Metode ini menghitung beban pasca kerja atas jasa yang diberikan karyawan pada tanggal penilaian dengan memperhitungkan asumsi aktuaria yaitu tingkat bunga. Where funding status is surplus. the projected unit cost method is used. 24 (Revisi 2004) tentang “Imbalan Kerja”. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Dana Pensiun Untuk tujuan pelaporan keuangan. This method reflects service rendered by employee to the dates of valuation and incorporates actuarial assumptions primarily regarding discount rate. perkiraan pertumbuhan gaji. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Past service costs are allocated over the average period until the benefits become vested. data saham. except for cost of land sold which is determined based on its acquisition cost and other disbursements related to the land development. 24 (Revision 2004) “Employee Benefits” in 2004. However. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Imbalan kerja Pada tahun 2004 Perusahaan telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Informasi keuangan komparatif atas dampak penerapan standar ini tidak disajikan kembali karena pengaruhnya tidak material terhadap penyajian laporan keuangan. Untuk tujuan pendanaannya. which exceed 10% corridor. imbalan pensiun manfaat pasti dihitung dengan menggunakan asumsi aktuaria berdasarkan metode projected unit credit yang diharuskan oleh PSAK 24. are allocated over the estimated average remaining working life of employees. kecuali beban pokok penjualan tanah ditentukan berdasarkan nilai perolehan tanah yang ditambah pengeluaranpengeluaran lain untuk pengembangan tanah. share data. aktiva diakui di laporan keuangan konsolidasi sebesar nilai kini dari pengembalian dana atau pengurangan iuran masa datang yang tersedia. rates of remuneration growth and expected rate of return for plan assets. Imbalan kerja diakui sebagai beban sesuai dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan. Employee benefits are recognized as expense in the period in which employee renders the employment services. metode aktuaria yang digunakan adalah projected unit cost. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Beban umumnya diakui pada saat terjadinya. except for number of employee. Jika terdapat surplus pendanaan. n. 14 .

The exchange rates used to translate the monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as at 31 December 2004. Beban imbalan pasca kerja ini telah diakru pada 31 Desember 2004 karena program ini belum didanai. except for number of employee.977 79 10. The deferral of income tax is to reflect the tax effect on temporary differences between commercial report and fiscal report. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs tengah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 46 concerning “Accounting for Income Tax”. Income tax The Company calculates income tax based on Statement of Financial Accounting Standard No. Pada tanggal neraca. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. kecuali jumlah karyawan.46 tentang “Akuntansi Pajak Penghasilan”. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2004. 2002 (Rp) 8. The health care benefit is calculated using assumptions primarily regarding historical frequency and rates of health care claim and its cost Such benefits have been accrued as at 31 December 2004 as they have not been funded. 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut: Mata uang 2004 (Rp) USD 1 9.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.290 SGD 1 5. 24 (Revision 2004) regarding “Employee Benefits”. Foreign currency transaction and balances Transactions in foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transaction.652 p. o. Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing diakui pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.940 5. 2003 and 2002 are: 2003 (Rp) 8. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Imbalan pasca kerja selain pensiun Imbalan pasca kerja selain pensiun meliputi cuti berimbalan jangka panjang. Pesangon pemutusan hubungan kerja Pesangon pemutusan hubungan kerja diakui sebagai kewajiban dan beban sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 24 (Revisi 2004) tentang “Imbalan Kerja”. share data. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Exchange gains or losses arising from foreign currency transactions and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognized in the current consolidated statement of income. imbalan pasca kerja lain yang sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan dan imbalan perawatan kesehatan bagi karyawan yang sudah pensiun. other benefits in accordance with employment law and retiree health care benefits. Khusus untuk imbalan perawatan kesehatan dihitung berdasarkan asumsi-asumsi tertentu terutama data historis tentang tingkat dan frekuensi klaim kesehatan serta biaya untuk memenuhi klaim tersebut. Post employment benefits other than pension The post employment benefits other than pension include long paid service leave.370 Currencies USD 1 SGD 1 JPY 1 EUR 1 15 . Pajak penghasilan Perusahaan menghitung pajak penghasilan berdasarkan PSAK No. At balance sheet date.686 JPY 1 90 EUR 1 12.465 4. o.643 p. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas beda temporer antara pelaporan komersial dan fiskal.154 75 9. monetary assets and liabilities denominated in foreign currency are adjusted to Rupiah using the middle exchange rates issued by Bank Indonesia. data saham. Termination benefits Termination benefits are recognized as liabilities and expenses in compliance with the Statement of Financial Accounting Standard No.

USD5. share data. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.000.168. 2003. USD5. CASH AND CASH EQUIVALENTS 2004 Kas dan bank Deposito Rupiah Dolar Amerika Serikat (USD15. and 2002 respectively. Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan sebesar 2. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan dalam jumlah bersih untuk setiap perusahaan yang dikonsolidasi.375 43. which are 2. Informasi segmen Informasi segmen disajikan menurut pengelompokan segmen usaha yaitu: (1) produk baja. Deferred tax assets and liabilities are offseted for each consolidated entity.123 Euro Total Cash and Cash Equivalents 4.000 shares in 2004.943.096.000. q. (3) rancang bangun.943.140 2003 2002 - 4.640 102. r. 2003 and 2002) (In million Rupiah.000 saham masing-masing pada tahun 2004. KAS DAN SETARA KAS 3.045 pada tahun 2004. except for number of employee. data saham.847 317.141 372 432.096. 3.045 at 2004.848 pada tahun 2002) 2003 71.911 3. information technology and other services. SHORT-TERM INVESTMENTS Time Deposits Mutual fund Total Short-term Investments 16 .055 Cash and Banks Deposits Indonesian Rupiah US Dollar (USD15. kecuali jumlah karyawan.016 Euro Jumlah Kas dan Setara Kas 140.712 636. r.857 159. dan USD19. q.736 442.523 181. 2003 dan 2002.168. Earnings per share Earning per share is calculated by dividing net income with weighted average of outstanding shares for the year. Segment information Segment information is presented based on the business classification (1) steel products. (2) land and real estate services and (3) engineering construction.353 at 2003. and USD19. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. INVESTASI JANGKA PENDEK 2004 Deposito Berjangka Reksadana Jumlah Investasi Jangka Pendek 500 101.163 2002 114.848 at 2002) 49. teknologi informasi dan jasa lainnya.883 328 456.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.353 pada tahun 2003. (2) tanah dan jasa pengelolaan kawasan industri.

491 - - 10.634 2003 106.071.790 year 2002) Balli Klockner (USD3.028. 2003 and 2002) (In million Rupiah.566.066. USD568.454. share data.859 tahun 2002) Mc Steel Trade Centre Pte Ltd (USD685.785 year 2003) Sub .241 tahun 2004) Marubeni Steel Canada (USD3.165.975.165.812 70.638 140.701 976.456 tahun 2002) CMC International (USD1.836 14. Hong Kong (USD568.616 1. Hong Kong (USD1. USD568.035. Ltd.316.617 28. except for number of employee.185 year 2003) Nakajima Steel Co.851.311 4.082 9.847 tahun 2004) Andaru Singapore (USD1.241 year 2004) Marubeni Steel Canada (USD3.950 (24.633 1.662 625.net 2004 Pihak Ketiga Ekspor Marcegaglia SPA (USD7. Ltd.225.141 9. Hong Kong (USD568.869 (26.543 14.294 pada 2003) Metalsasia Limited.727 tahun 2002) Sunwell Metals Limited (USD1.032.553 18.454.316) 1.449 tahun 2003 dan USD568.149 17 .583) 782.847 year 2004) Andaru Singapore (USD1.bersih 55.094.225.total 5.035.185 tahun 2003) Nakajima Steel Co.123 year 2002) Joint Base Limited.397 year 2003) Samsung Corporation (USD1.790 tahun 2002) Balli Klockner (USD3.334 30.286 5.667 year 2002) Shanghai Jin Yu Import (USD1.316.198 6. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.073 80.597 11.281 12.456 year 2002) CMC International (USD1.724.859 year 2002) Mc Steel Trade Centre Pte Ltd (USD685.902 73. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.785 tahun 2003) Sub .jumlah 2003 2002 Third Parties Export Marcegaglia SPA (USD7.727 year 2002) Sunwell Metals Limited (USD1. data saham.890 819.028. (USD1.006 9.746 year 2003) Golden Source Steel (USD1.613 772. (USD1.163 53.012 713.015 year 2004 USD2.746 tahun 2003) Golden Source Steel (USD1.667 tahun 2002) Shanghai Jin Yu Import (USD1.071.724.015 tahun 2004 USD2.195 35.449 tahun 2004.955 2002 146.397 tahun 2003) Samsung Corporation (USD1.449 year 2003 and USD568. kecuali jumlah karyawan.830 (24.089 year 2003) Vietnam WCC (USD1.275 36. PIUTANG USAHA 2004 Pihak Ketiga Ekspor Domestik Jumlah pihak ketiga Pihak istimewa Jumlah piutang usaha Penyisihan piutang ragu Piutang usaha . Hong Kong (USD1.123 tahun 2002) Joint Base Limited.928 893.868 9.566.066. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 5.038.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.089 tahun 2003) Vietnam WCC (USD1.449 year 2004.851.062.294 in 2003) Metalsasia Limited.975.875) 868. TRADE RECEIVABLES Third Parties Export Domestic Total third parties Related Parties Total account receivables Provision for bad debts Account receivables .594 808.125 5.094.

145 19.741 12.618 30.361 20.231 6.662 Total export Domestik Bluescope Steel Domestic 70.674 9.972 year 2003) Others (each below Rp4.513 146. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.total 18 .999 15.578 62.465 673.320 29.019 9.839 6.938 16.981 10.004 166.020 21. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.345 21.416 4.977 33.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.066 18.575 9.000) Jumlah ekspor 2003 2002 Metal One Asia Pte Ltd (USD954.540 12.227 12.492 24.012 6.632 6.058 6.724 tahun 2003) Shin Yang Service USD757.269 10.189 11.204 6.001 Hamasa Steel Centre Peni Jaya Haribaja Harapan Sukses Jaya Inti Sumber Baja Sakt Roda Mas Baja Inti IKPT Waijo Jumbo Power Srirejeki Perdana Steel Kalimantan Steel Gihon TOA Corp-Adhi Karya Sarana Central Bajatama 25.481 8.628 12.392 32. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004 Metal One Asia Pte Ltd.898 30.182 21.082 6.583 10.424 309.971 18.579 10.784 45.301 22.729 12.744 48.995 14.929 tahun 2003) Yinchen Steel Group (USD499.190 10.243 15.972 tahun 2003) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp4.220 42.923 8.238 6.724 year 2003) Shin Yang Service USD757. (USD954. data saham. kecuali jumlah karyawan.447 Bluescope Steel Hamasa Steel Centre Peni Jaya Haribaja Harapan Sukses Jaya Inti Sumber Baja Sakt Roda Mas Baja Inti IKPT Waijo Jumbo Power Srirejeki Perdana Steel Kalimantan Steel Gihon TOA Corp-Adhi Karya Sarana Central Bajatama Toyota Motor Manufacture Baja Makmur Perkasa Fumira Indonesia Steel Tube W Spirit Niaga Jayamahe Karya Mandiri Semesta Papajaya Agun Sarana Steel Cakung Prima Steel Bakrie Pipe Industries Perjuangan Steel Frsian Valg Albatani Cipta Niaga Tekad Usaha Makmur Jasa Lestari Sinarwaja Indah Surabaya Wire Hino Motors Manufacturing Sinar Ciomas Selaras dinamika Utama Sarana Baja Ragam Citra Sub .563 13. except for number of employee.645 106.589 6.118 13. share data.261 8.701 8.542 13. 2003 and 2002) (In million Rupiah.636 9.416 16.894 26.621 22.929 year 2003) Yinchen Steel Group (USD499.701 Toyota Motor Manufacture Baja Makmur Perkasa Fumira Indonesia Steel Tube W Spirit Niaga Jayamahe Karya Mandiri Semesta Papajaya Agun Sarana Steel Cakung Prima Steel Bakrie Pipe Industries Perjuangan Steel Frsian Valg Albatani Cipta Niaga Tekad Usaha Makmur Jasa Lestari Sinarwaja Indah Surabaya Wire Hino Motors Manufacturing Sinar Ciomas Selaras dinamika Utama Sarana Baja Ragam Citra Sub .538 12.128 14.616 43.jumlah 18.396 6.895 5.000) 2.149 55.860 12.

except for number of employee.065 5.316) 1.031 5.098 7.138 172.334 30.630 22.bersih 19 .062.955 2002 21.net Pupuk Iskandar Muda Bumi Kaya Steel Industry Pelangi Indah Canindo Cigading Habean Centre 8.000) Jumlah domestik Jumlah pihak ketiga 7.739 Perum Peruri Prima Waru Industri Surya Calvary Super Tata Raya Steel Indolakto Farika Duta Agung Harapan Masa Jasa Marga Steel Pipe Industry Tumbakmas Inti Mulia Argamas Bajatama Indomilik PLN .289 625. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004 Pupuk Iskandar Muda Bumi Kaya Steel Industry Pelangi Indah Canindo Cigading Habean Centre 8.556 14.175 8.950 (24.085 5. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.749 17.663 7.059 7.989 351.026 2.534 10.975 7.613 772.213 2003 11.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.890 819. data saham.222 6.869 (26.228 5.627 9.167 6. share data.515 30.830 (24.350 1.723 7. 2003 and 2002) (In million Rupiah.928 893.184 6.107 4.875) 868.633 1.032.069 9.733 3.594 808.367 6.038.086 10.612 713.966 17.634 Perum Peruri Prima Waru Industri Surya Calvary Super Tata Raya Steel Indolakto Farika Duta Agung Harapan Masa Jasa Marga Steel Pipe Industry Tumbakmas Inti Mulia Argamas Bajatama Indomilik PLN .387 7.539 7.Jakarta Cometa Can Citra Tanamas Barata Indonesia United Can Setra Usahatama Jaya Pembangunan Perumahan Surya Kencana Pemda Kuningan Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5.572 5.044 17.692 15.840 4.564 7. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.981 5.357 5.902 73.362 162.893 6.386 31.583) 782.Jakarta Cometa Can Citra Tanamas Barata Indonesia United Can Setra Usahatama Jaya Pembangunan Perumahan Surya Kencana Pemda Kuningan Others (each below Rp 5000) Total domestic Total third parties Related parties (see Note 8) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lihat Catatan 8) Jumlah Piutang Usaha Penyisihan Piutang ragu-ragu Piutang usaha .639 5.616 1.286 Provision for bad debts Account receivables .318 6.809 976.778 49.275 36. kecuali jumlah karyawan.

All the Company’s trade receivables are pledged as collateral of credit facilities obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.732 7. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.807 893.00 42.not due Past due: 1.652 46.732 38.132 808. usaha yang dijual dengan Represents trade receivables sold with recourse condition 20 .668.756 94.39 3.999 19.576 69.830 (24.22 Total Merupakan piutang persyaratan recourse.695.69 8.566 121.921.239 16.583) 782.60 hari 61 .062. FACTORING RECEIVABLES Gihon (USD2.695.38 1.448 24.58 9. (See Note 15) 6.869 (26.291 1.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.262 308.720 days > 720 days Total Provision for bad debts Account receivables .379 129.62 2.316) 1.955 Classification of trade receivables based on its aging is as follow: 2002 Jumlah Amount 347.45 100.794 62. except for number of employee.90 days 91.29 100.54 12.97 15.737 74.48 5.30 days 31.net Seluruh piutang usaha Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.921.68 0.60 days 61.875) 868.04 4.950 (24.205 98.00 72.05 11.190.102 101.190.585 6.30 hari 31 . nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.038.29 29.belum jatuh tempo Jatuh tempo: 1 .464 50.90 hari 91 .209 39.16 100.76 14.585 2003 2002 19.48) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Rupiah USD6. data saham. kecuali jumlah karyawan.22 Jumlah Gihon (USD2.81 1.00 Current .668) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rupiah USD6. TAGIHAN ANJAK PIUTANG 2004 36.81 4.286 % % % 59.634 2003 Jumlah Amount 650. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Pengelompokan piutang usaha berdasarkan umurnya adalah sebagai berikut: 2004 Jumlah Amount Lancar . share data.565 14. 2003 and 2002) (In million Rupiah. (Lihat catatan 15).720 hari > 720 hari Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Piutang usaha bersih 630.

2003 and 2002) (In million Rupiah.717 3.310 11. dengan rincian sebagai berikut: 8.36%.640 1.77% dari jumlah kewajiban konsolidasian pada tahun 2004.747.434 3.717 Others (each below Rp1.445 14.747.70%. The Company is unable to meet the above commitments in full and therefore. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.70%.770 36.594 Trade receivables Broken Hill Proprietary Steel Cipta Damas Karya Tobu Indonesia Kerismas Witiko Makmur Bukit Baja Buana Others (each below Rp1. sehingga kecil kemungkinan tagihan tersebut dapat direalisasikan.928 2002 968 19.226 4.553 1. pada tahun 2004.742.62% dan 1. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. dengan rincian sebagai berikut: The related parties’ balances of liabilities represent 1.21% dan 0.653 73. share data.000 ) Jumlah Piutang lain-lain Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.766. PIUTANG LAIN-LAIN Dalam piutang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp114. data saham. tagihan tersebut disisihkan sebagai beban lain-lain. 8. 1. includes receivable from the Government in relation to excess payment of gas purchased from Pertamina of USD10.523.62% and 1. sebesar USD10. 2003 dan 2002.238 2. 2003.21% and 0. 2003 and 2002 respectively. 7.53% of total consolidated assets in 2004.616 2003 30. Based on the above reasons.333 12.207 18. except for number of employee. 0. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES The related parties’ balances of receivables represent 0. Atas dasar itu.12 atau setara dengan Rp97.434 9.53% dari jumlah aktiva konsolidasian pada tahun 2004. with the detail are as follows: 21 .906 2.238 9.36%. the receivable is unlikely to be realized.000 ) Total Saldo hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah masing-masing sebesar 1.77% of total consolidated liabilities in 2004.270 1.766. the receivable has been provided as other expense in 2004.523.12 or equivalent to Rp97. 0.227 15. and 2002 respectively.000 ) Total Other receivables 2.629 30. 1. Payment from Government should be followed by the Company’s commitments to increase dividend and tax payment. kecuali jumlah karyawan. OTHER RECEIVABLES Other receivables of Rp114. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 7. diantaranya tagihan kepada Pemerintah atas kelebihan pembayaran pembelian gas dari Pertamina.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 2003 dan 2002. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Saldo piutang dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah masing-masing sebesar 0.000 ) Jumlah 6. Pembayaran oleh Pemerintah diikuti komitmen Perusahaan untuk meningkatkan penyetoran dividen dan pajak.742. Perusahaan belum dapat sepenuhnya memenuhi komitmen tersebut. with the following detail: 2004 Piutang usaha Broken Hill Proprietary Steel Cipta Damas Karya Tobu Indonesia Kerismas Witiko Makmur Bukit Baja Buana Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.

bersih 9.072.211 120.307) 2.800 1.790 2002 1.060 4.514 3.834 1.937 3.793 1.410.138.total Non-steel products Land Total Provision for inventory obsolescence Inventories . 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.198 1.452 39.960 458.123) 3.net 1. share data.232 1.046 3.931 591.194 4.552 Seluruh persediaan Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.699 4.651 1.753 499.627 3.623 156.759 2.325 1.715 2.469 Steel products Finished goods Finished goods eks import Supplies and spare parts Raw material Goods in transit Insurance spares Others Sub .162) 2.000 ) Jumlah Hutang lain-lain Pemerintah Indonesia Yayasan Dana Pensiun Krakatau Steel Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.419 2. INVENTORIES 2003 991.745 42. All the Company’s inventories are pledged as collateral for credit facilities obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.196.548 175.932. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.000 1.553 47.457 1. 2003 and 2002) (In million Rupiah.143. (Lihat catatan 15).190. kecuali jumlah karyawan.246 53.527 8.463 3.714 (118.724 5.053.184. (See note 15).059 1.492 214. 22 .256 Trade payables Purna Baja Heckett Kapurindo Sentana Baja Sankyu Purna Sentana Baja Indaref Sigma Mitra Sejati Multi Sentana Baja Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.557 8.245 2.541 46.000 ) Total 9.000 ) Jumlah 5.078 1.187 406.365 45.078.137 385. data saham.263 6.561 2002 1.290 59. except for number of employee.089 Kapurindo Sentana Baja Sankyu Purna Sentana Baja Indaref Sigma Mitra Sejati Multi Sentana Baja Others (each below Rp1.860 (85.299 2. PERSEDIAAN 2004 Produk baja Barang jadi hasil produksi Barang jadi eks pembelian Bahan pembantu dan suku cadang Bahan baku Barang dalam perjalanan Cadangan persediaan suku cadang Lain-lain Sub – jumlah Produk non-baja Tanah Jumlah Penyisihan persediaan usang Persediaan . foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004 Hutang usaha Purna Baja Heckett 2003 3.255.508 19.753 (71.784 2.324 2.398 1.000 ) Total Other payables Government of Indonesia Yayasan Dana Pensiun Krakatau Steel Others (each below Rp1.630 60.824 5.

850 863 675 212 50.743 (60.24 6.634 23 .000) 40.67 15 1. 2004 Metode ekuitas/ Equity method PT Krakatau Prima Dharma Sentana PT Bukit Buana Baja Jumlah metode ekuitas/ Total equity method 30 30 5.274 5.000 32.850 863 675 212 50.681) 86. PENYERTAAN 10.274 5.274 Metode biaya perolehan/ Cost method PT Citra Marga Nusaphala Persada.000 10. data saham. share data. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.469 5.469 5. except for number of employee.850) (45. 2004 Bagian laba.31 100 45.net 6 3.000 32.274 5.531) - - (429) (45.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.29 10 29.046 101.891 (66. 2003 and 2002) (In million Rupiah. INVESTMENTS Tahun 2004/ Year 2004 Perusahaan asosiasi/ Associated companies Persentase pemilikan/ Percentage of ownership Nilai tercatat 1 Januari 2004/ Carrying value January 1.062 - - 147 147 (5. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 10./ (rugi) bersih perusahaan asosiasi/ Share of net income/ (loss) associated companies Dividend kas/ Cash dividend Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Nilai tercatat 31 Desember 2004/ Carrying value December 31.775 1.000) 10.000) (45.775 899 146. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Tbk PT Seamless Pipe Indonesia Jaya South Australian Steel and Energy PT Metbelosa PT Marga Mandala Sakti PT Indonesia Asri Refractories PT Maleo Emtiga PT Kerismas Witikco Makmur PT Laksana Maju Jaya Jumlah metode biaya perolehan/ Total cost method Penyisihan penurunan nilai investasi/ Provision for decline in value Jumlah penyertaan bersih/ Investments . kecuali jumlah karyawan.

681) 85.062 30 30 30 - 24 .681) 86.850 863 675 212 50.469 5. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Tahun 2003/ Year 2003 Perusahaan asosiasi/ Associated companies Persentase pemilikan/ Percentage of ownership Nilai tercatat 1 Januari 2003/ Carrying value January 1. data saham.000 32. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.775 899 899 45.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.775 899 146.469 5.163 6 3.743 (60.000 10.net 29. share data. except for number of employee. 2003 Metode ekuitas/ Equity method PT Tobu Indonesia PT Krakatau Prima Dharma Sentana PT Bukit Buana Baja Jumlah metode ekuitas/ Total equity method Metode biaya perolehan/ Cost method PT Citra Marga Nusaphala Persada. Tbk PT Seamless Pipe Indonesia Jaya South Australian Steel and Energy PT Metbelosa PT Marga Mandala Sakti PT Indonesia Asri Refractories PT Maleo Emtiga PT Kerismas Witikco Makmur PT Laksana Maju Jaya Jumlah metode biaya perolehan/ Total cost method Penyisihan penurunan nilai investasi/ Provision for decline in value Jumlah penyertaan bersih/ Investments .000 32.000 10. kecuali jumlah karyawan. 2003 Bagian laba.24 6.29 10 45.67 15 1.844 (60./ (rugi) bersih Dividend kas/ Cash dividend perusahaan asosiasi/ Share of net income/ (loss) associated companies Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Nilai tercatat 31 Desember 2003/ Carrying value December 31.850 863 675 212 50.31 100 145. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.

436 (60.681) 85.850 863 675 212 50. except for number of employee.469 6. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.681) 91.285) 146. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Tahun 2002/ Year 2002 Perusahaan asosiasi/ Associated companies Persentase pemilikan/ Percentage of ownership Nilai tercatat 1 Januari 2002/ Carrying value January 1.000 33.823 (60.354 - - 33.150) (39. 2002 Metode ekuitas/ Equity method PT Tobu Indonesia PT Krakatau Prima Dharma Sentana PT Bukit Buana Baja Jumlah metode ekuitas/ Total equity method 30 30 30 - Metode biaya perolehan/ Cost method PT Citra Marga Nusaphala Persada. kecuali jumlah karyawan.367 45.367 (6.755 25 . 2002 Bagian laba.436 33.150 152.367 (6. 2003 and 2002) (In million Rupiah. share data. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.285) 5. data saham.24 10 6.67 15 1.000 10.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.504 - - 33.850 863 675 212 50.367 (33.285 5.net 119.000 33.469 Jumlah metode biaya perolehan/ Total cost method Lain-lain/ Other Obligasi konversi/ Convertible bonds Jumlah/ Total Penyisihan penurunan nilai investasi/ Provision for decline in value Jumlah penyertaan bersih/ Investments . Tbk PT Seamless Pipe Indonesia Jaya PT Broken Hill Proprietary Steel South Australian Steel and Energy PT Metbelosa PT Marga Mandala Sakti PT Indonesia Asri Refractories PT Maleo Emtiga PT Kerismas Witikco Makmur 29.31 6 3.435) 146./ (rugi) bersih Dividend kas/ Cash dividend perusahaan asosiasi/ Share of net income/ (loss) associated companies Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Nilai tercatat 31 Desember 2002/ Carrying value December 31.000 10.29 10 45.

240 shares which represents 29.850 and PT Indonesia Asri Refractories Rp212.469. the Company and KIEC. Pada tanggal 16 Juli 2002 penyertaan pada PT TI dijual sepenuhnya kepada Sdr.050 dan Rp22. The provision for decline in investment value consists of PT Maleo Emtiga Rp50. Penyisihan penurunan nilai penyertaan terdiri atas PT Maleo Emtiga Rp50. data saham. at PT Krakatau Prima Dharma Sentana (KPDS) was nil due to PT KIEC’s share of accumulated losses exceeded its recorded investment value.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 2003 dan 2002. Andi Hartawan Sardjito dengan nilai Rp9. a subsidiary.100 bonds issued by PT Sentralindo Bumi Persada into 15. the investment of PT KIEC. PT Seamless Pipe Indonesia Jaya Rp10.31% saham PT Kerismas Witikco Makmur (KWM). On July 16. PT KIEC sold its investment in PT Broken Hill Proprietary Steel at a gain of Rp22. This investment is recorded using cost method since the Company and KIEC have no significant influence over operational and financial policies of KWM. Nilai penyertaan berdasarkan hasil penilaian atas nilai saham KWM yang dilakukan oleh perusahaan penilai independen.000.100 obligasi yang dikeluarkan oleh PT Sentralindo Bumi Persada menjadi 15.120. 2003 and 2002. PT Krakatau Steel menjual saham PT Citra Marga Nusapala Persada Tbk (CMNP) dan menghasilkan laba sebesar Rp12.240 lembar saham yang mencerminkan kepemilikan 29. Pada tahun 2002.184. The value of investment was recorded based on valuation of KWM share performed by an independent appraiser. kecuali jumlah karyawan.850 dan PT Indonesia Asri Refractories Rp212.120. In 2004. karena akumulasi bagian rugi bersih KIEC atas akumulasi rugi bersih KPDS telah melebihi nilai tercatat penyertaan saham KIEC pada perusahaan tersebut. Pada tahun 2004. except for number of employee. In 2002. PT Seamless Pipe Indonesia Jaya Rp10. 2003 and 2002) (In million Rupiah. the Company sold its investment in PT Citra Marga Nusapala Persada Tbk (CMNP) at a gain of Rp12. anak perusahaan. In 2004.000. South Australian Steel and Energy Rp5. a subsidiary. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.077. have converted Rp11. pada PT Krakatau Prima Dharma Sentana (KPDS) adalah nihil.469. share data. anak perusahaan. 26 . penyertaan saham PT KIEC.31% ownership of PT Kerismas Witikco Makmur (KWM). Pada tahun 2004.050 and Rp22. In 2002. telah mengkonversi Rp11. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Pada tahun 2002 Perusahaan dan KIEC. 2002 all the investment in PT TI were sold to Andi Hartawan Sarjito for Rp9.184. Penyertaan ini dicatat dengan metode biaya karena Perusahaan dan KIEC tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap operasi dan kebijakan keuangan KWM.077. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. PT KIEC menjual saham PT Broken Hill Proprietary Steel dan menghasilkan laba sebesar Rp22. South Australian Steel and Energy Rp5.

950 5.099.560 3.738 3.779 17.995.958 1.467 5.541 310.853 Pengurangan/ Reklasifikasi Deductions/ Reclassifications 190 98.663 14. FIXED ASSETS 2004 Saldo Awal/ Beginning Balances Nilai tercatat Hak atas tanah Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah nilai tercatat Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku bersih Penambahan/ Reklasifikasi Additions/ Reclassifications 1.313 907.102 2.734 4.823 16.315 7.796 37.944 29.954 20.390 12.171 35.019. kecuali jumlah karyawan.773 85.861 1.903 36.919 686.928 106.983 801.785 1.727 220.450 7.319.592 906.586 1.779 17.797 252.246 Penambahan/ Reklasifikasi Additions/ Reclassifications Pengurangan/ Reklasifikasi Deductions/ Reclassifications Carrying amount Land Buildings Machinery and equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total carrying amount Accumulated depreciation Buildings Machinery and equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total accumulated depreciation Net book value Saldo Akhir/ Ending Balances 27 .452 303.815 47.924 504.302 52.983 801.962 165.255 18.520.103 161 21.975 29.624 2.005 3.217 467.769.823 16.900. data saham.607 861 14.392 181. 2003 and 2002) (In million Rupiah.797 252.324 11. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.191 18.447 4.143 136. AKTIVA TETAP 11.216 2.293.091 62.776 797.465 2.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.093 63.143 40.102 2.815.499.273 3. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 11.503 2.715. except for number of employee.537 107.246 156.550 2.550 2.705.705.774 10.520.390 12.245 457 11.673 2.699 286.497 2003 Saldo Awal/ Beginning Balances Nilai tercatat Hak atas tanah Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah nilai tercatat Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku bersih 437.541 310.126 5.143 282.586 1.019.235 467.871 7 8.955 12.796 111.950 5. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.005 3.675.944 29.499.080 1.190 154.865 Saldo Akhir/ Ending Balances Carrying amount Land Buildings Machinery and equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total carrying amount Accumulated depreciation Buildings Machinery and equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total accumulated depreciation Net book value 154.609 105.469 412.505 3.459 1.404 259.210 4.626.330 154 7.266 85. share data.891 2.000 4.705.036 78.415 115.453 89.199 35.917 139.769.

therefore it has not been recognized as the Company’s asset.675. except office equipment.199 849 282. bangunan.996 71. 2003 and 2002) (In million Rupiah.818 3. Masa hak atas tanah ini akan berakhir pada berbagai tahun yang berbeda mulai tahun 2010 sampai dengan 2018 dan dapat diperpanjang.319.699 16. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2002 Saldo Awal/ Beginning Balances Nilai tercatat Hak atas tanah Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah nilai tercatat Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku bersih 412.216 2.387 18.220 1.675 158.468.601 m2. buildings.910 10. kecuali peralatan kantor. kecuali jumlah karyawan. Pengalihan kepemilikan atas tanah tersebut masih dalam proses sehingga tanahnya belum diakui sebagai aktiva Perusahaan.827 39. 2004.414 2.700. vehicles.000. 28 . (see Note 15) The fixed assets of the Company and its subsidiaries.301 437.681 5. 2003 dan 2002 masing-masing sebesar Rp1. kendaraan.180 19.067 714 48.S-482/MBU/2004 tanggal 16 September 2004 Perusahaan menerima hibah berupa tanah eks milik PT BPIS (dalam likuidasi) seluas 5% dari 49.301 Penambahan/ Reklasifikasi Additions/ Reclassifications 1.091 62.000. Biaya pinjaman yang dikapitalisasi sebagai bagian nilai aktiva tetap dan aktiva dalam penyelesaian di tahun 2004. Aktiva tetap Perusahaan dan anak perusahaan. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.973 2.940.990 828. The land rights expire in various years from 2010 through 2018 and they are extendable.852.245 144.011 136.989.705. Transfer of land ownership is still in process.013 9. and laboratory equipment are insured against risk of fire and other risks for USD108. Berdasarkan surat Menteri BUMN No. share data. dan peralatan laboratorium telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan maksimum sebesar USD108.273 3. (Lihat catatan 15).255 18.090.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.539 211.897 49. S-482/MBU/2004 dated September 16.421 56. 2003 and 2002 were Rp1.132.110 1.324 11.940.683 18.191 Land Buildings Machinery and Equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total carrying amount Accumulated depreciation 41.785 1. machinery and plant’s equipments are pledged as collateral for credit facilities obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank Niaga Tbk. Certain land. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.447 4.102 247.392 181.995. Tanah.036 78.404 259.989 respectively. Borrowing costs capitalized into qualifiying assets and assets under construction in 2004.901 Pengurangan/ Reklasifikasi Deductions/ Reclassifications Saldo Akhir/ Ending Balances Carrying amount 14.785 and Rp10. data saham. Pursuant to a letter from the Ministry of State Owned Company No.093 214.187 3.601 m2.626. Rp9.700.179 67.624 2.785 dan Rp10.041.202 5. 635 Ha of the land rights are in the process to be transfered into the Company’s name. the Company received land donation previously owned by PT BPIS (under liquidation) equal to 5% of 49.011 2. Rp9. mesin dan peralatan pabrik tertentu milik Perusahaan dan anak perusahaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Niaga Tbk.745 142. except for number of employee.522 2.776 797.483 149.975 Buildings Machinery and Equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total accumulated depreciation Net book value Hak atas tanah seluas 635 Ha masih dalam proses pengalihan hak menjadi nama Perusahaan.

5.031 at 2002) Total restricted time deposits Mutual fund Total restricted time deposits Kisaran tingkat suku bunga per tahun atas deposito berjangka waktu tidak lebih dari 1 tahun adalah sebagai berikut: The range of interest rate per annum for the time deposits with original maturity less than 1 year are as follows: 2002 12. USD350.000 tahun 2004. USD350.616 623.535 529.756 594.031 pada tahun 2002 Jumlah deposito berjangka 2003 2002 Restricted time deposits 11. ASSETS UNDER CONSTRUCTION Aktiva Dalam Pembangunan Saldo Awal/ Beginning Balances Penambahan/ Reklasifikasi Additions/ Reclassifications Pengurangan/ Reklasifikasi Deductions/ Reclassifications Saldo Akhir/ Ending Balances Tahun 2004 Tahun 2003 Tahun 2002 Rp Rp Rp 594.119 24.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.75% . persentase penyelesaian aktiva dalam pembangunan yaitu bangunan dan mesin adalah antara 15% sampai 99%.833 187. the percentage of completion of assets under construction i. kecuali jumlah karyawan.000 at 2003 Reksadana Jumlah deposito yang dibatasi penggunaannya 929 12.780 10.478 16.733 187.03% Mata uang Rupiah USD 2004 6. 13.90% .50% 0. The above construction will be completed at several dates in 2005.00% . 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.00% . 2003 and 2002) (In million Rupiah.733 and USD988.399 104.75% Currencies Rupiah USD 29 . RESTRICTED TIME DEPOSITS 2004 Deposito berjangka Rupiah Dolar Amerika Serikat (USD100.000 pada tahun 2003 dan USD988.50% .75% . AKTIVA DALAM PEMBANGUNAN 12.898 8.50% 2003 6.17.12.699 81.e building and machinery is in the range of 15% to 99%. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 12. share data. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.7.768 489.74% 2.862 2.316 175.468 204.166 144. except for number of employee. As of December 31.400 at 2004.1.768 Year 2004 Year 2003 Year 2002 Pada tanggal 31 Desember 2004. DEPOSITO YANG DIBATASI PENGUNAANNYA 13. Aktiva dalam penyelesaian tersebut diperkirakan akan selesai pada berbagai tanggal di tahun 2005.933 11. data saham. 2004.2.963 14.817 178.900 Rupiah US Dollar (USD712.862 12.535 529.10% 0.

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah, kecuali jumlah karyawan, data saham, nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing)

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
For the year ended December 31, 2004 (With comparative figures for the years ended December 31, 2003 and 2002) (In million Rupiah, except for number of employee, share data, foreign exchange rate and balances in foreign currency)

14. PIUTANG JANGKA PANJANG
2004 PT Gihon PT Boma Bisma Indra Jumlah 11,046 65,094 76,139 2003 42,092 42,092 2002 -

14. LONG-TERM RECEIVABLES

PT Gihon PT Boma Bisma Indra Total

Piutang kepada PT.Gihon berasal dari penyelesaian piutang alihan sebesar Rp15.058 yang ditetapkan dengan akta notaris Hadi Wibisono, SH No.24 tanggal 9 September 2004. Piutang ini akan diangsur secara bulanan prorata selama 5 tahun sejak 26 Juli 2004. Berdasarkan surat dari Menteri BUMN No.S-58/MBUMN/2003 tanggal 7 Mei 2003, Perusahaan memberikan pinjaman uang untuk program penyehatan PT Boma Bisma Indra sejumlah Rp80.000. Sesuai dengan perjanjian pinjam meminjam uang No:29/CUDUKS/KONTR/2003, pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 8% per tahun dan akan diangsur setiap bulan Maret sejak tahun 2004 hingga 2011.

Receivable from PT.Gihon represented settlement of factoring receivables of Rp15.058 based on notarial deed of Hadi Wibisono SH no 24 dated September 19, 2004. This receivable is being paid in monthly installments for 5 years starting July 26, 2004. Based on a letter from the Minister of State Owned Company No.S-58/M-BUMN/2003 dated May 7, 2003, the Company has lent money for the restructuring program of PT Boma Bisma Indra totaling to Rp80.000. Based on the lending and borrowing agreement No:29/CU-DUKS/KONTR/2003, this loan bears interest rate at 8% per annum and to be paid every March starting from 2004 to 2011.

15. HUTANG BANK
Perusahaan dan Anak perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari beberapa bank, sebagai berikut:
2004 Perusahaan Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja Dolar Amerika Serikat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja (USD3,838.000 tahun 2004 USD1,782,378 tahun 2003, dan USD10,000,000 pada tahun 2002) 2003

15. BANK LOANS
The Company and subsidiaries have obtained credit facilities from several bank as follows:
2002 the Company Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loans US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loan (USD3,838.000 at 2004 USD1,782,378 at 2003, and USD10,000,000 at 2002)

-

2

145,999

35,655

15,088

52,825

30

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah, kecuali jumlah karyawan, data saham, nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing)

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
For the year ended December 31, 2004 (With comparative figures for the years ended December 31, 2003 and 2002) (In million Rupiah, except for number of employee, share data, foreign exchange rate and balances in foreign currency)

2004 Kredit modal kerja untuk impor (USD81,267,541 pada tahun 2004, USD52,824,820 pada tahun 2003 dan USD53,496,197 pada tahun 2002) Standard Chartered Bank Kredit modal kerja untuk impor (USD14.004.615) PT Bank Niaga Tbk Kredit modal kerja untuk ekspor (USD19.000.000 pada tahun 2004 USD15.000.000 pada tahun 2003 USD10,000,000 tahun 2002) Mata uang asing lainnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja untuk impor Anak perusahaan Rupiah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kredit modal kerja untuk Impor Kredit modal kerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja PT Bank Negara Indonesia Tbk Kredit modal kerja PT Bank Syariah Mandiri Kredit modal kerja PT Bank Niaga Tbk Jumlah

2003

2002 Working capital loan for imports (USD95,272,157 at 2004 USD52,824,820 at 2003 and USD53,496,197 at 2002) Standard Chartered Bank Working capital loan for import (USD14.004.615) PT Bank Niaga Tbk Working capital loan for export (USD19.000.000 at 2004 USD15.000.000 at 2003 and USD10,000,000 at 2002) Other foreign currecies PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loan for imports Subsidiaries Rupiah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Working Capital loan for import Working capital loans PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loans PT Bank Negara Indonesia Tbk Working capital loans PT Bank Syariah Mandiri Working capital loans PT Bank Niaga Tbk Total

751,227

447,162

478,256

130,102

-

-

176,510

126,975

89,400

937

624

-

138,706 32,000 7,598 5,000 1,277,735

73,192 7,743 26,918 9,839 25,000 732,543

28,154 19,364 44,061 1,500 859,559

Perusahaan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Fasilitas kredit modal kerja dalam Rupiah dengan jumlah maksimum sebesar Rp150.750 dengan tingkat bunga per tahun masing-masing sebesar 14%, 17% dan 19% pada tahun 2004, 2003 dan 2002. Fasilitas kredit modal kerja dalam USD dengan jumlah maksimum sebesar USD10,000,000 dengan tingkat bunga pada tahun 2004, 2003 dan 2002 masing-masing sebesar 7,5%, 9,5% dan 10,25% per tahun.

The Company
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Working capital credit facility in Rupiah for a maximum of Rp150.750 and bear annual interest rate at 14%, 17% and 19% in 2004, 2003 and 2002 respectively. Working capital credit facility in USD for a maximum of USD10,000,000 and bear annual interest rate at 7.5%, 9.5% and 10.25% in 2004, 2003 and 2002, respectively.

31

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah, kecuali jumlah karyawan, data saham, nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing)

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
For the year ended December 31, 2004 (With comparative figures for the years ended December 31, 2003 and 2002) (In million Rupiah, except for number of employee, share data, foreign exchange rate and balances in foreign currency)

Fasilitas kredit modal kerja impor dalam USD dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar USD200,000,000, USD150,000,000 dan USD135,000,000 pada tahun 2004, 2003 dan 2002 dengan tingkat bunga SIBOR + 0,25%-4% per tahun. Fasilitas bank garansi sebesar USD5,000,000. Hutang bank tersebut dijamin dengan piutang dagang, persediaan, tanah dan bangunan serta mesin pabrik Slab Steel Plant II. PT Bank Niaga Tbk: Fasilitas kredit modal kerja berupa money market line dalam USD dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar USD20.000.000, USD15.000.000 dan USD10.000.000 pada tahun 2004, 2003 dan 2002. Tingkat bunga per tahun adalah 5,75% untuk tahun 2004 dan 4,5% masing-masing untuk tahun 2003 dan 2002. Fasilitas ini dijamin dengan hak tanggungan atas tanah dan bangunan serta benda lainnya yang tertera pada sertifikat HGB No. 876 atas nama Perusahaan seluas 315.380m2 yang terletak di kecamatan Pulo Merak, Cilegon. Standard Chartered Bank: Merupakan fasilitas letter of credit dengan jumlah maksimum sebesar USD23.000.000 dengan tingkat bunga 8% per tahun. PT Bank Permata Tbk: Fasilitas letter of credit dengan jumlah maksimum sebesar USD5.300.000 dengan tingkat bunga SIBOR + 1.25% per tahun.

Working capital credit facilty for import in USD for a maximum of USD200,000,000, USD150,000,000 and USD135,000,000 in 2004, 2003 and 2002 respectively and bear interest at SIBOR + 0.25%-4% per annum. Bank guarantee for USD5,000,000. The above bank loans are secured by trade receivables, inventories, land, building and machinery of Slab Steel Plant II. PT Bank Niaga Tbk: Working capital credit facility in the form of money market line for a maximum of USD20.000.000, USD15.000.000 and USD 10.000.000 in 2004, 2003 and 2002 respectively. The annual interest rates were 5.75% in 2004 and 4.5% in 2003 and 2002 respectively. This credit facility is secured by a fiduciary transfer of the Company’s lands and buildings under certificate No. 876 of 315,380 m2 located in Pulo Merak, Cilegon.

Standard Chartered Bank: Letter of credit facility for a maximum of USD23,000,000 and bear interest rate at 8% per annum. PT Bank Permata Tbk: Represents letter of credit facility for a maximum of USD5,300,000 and bear interest at SIBOR + 1.25% per annum.

Anak Perusahaan – PT KHIP
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI): Fasiltias kredit modal kerja impor dengan jumlah maksimum sebesar Rp48.000 dengan tingkat bunga 19% Jaminan atas fasilitas ini lihat pada Catatan 20. Fasiltias kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp7.750 dengan tingkat bunga 19%, Jaminan atas fasilitas ini lihat pada Catatan 20.

The Subsidiary – PT KHIP
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk: Working capital credit facility for import for a maximum of Rp48,000 and bears interest rate at 19% per annum. For collateral of this loan, see Note 20. Working capital credit facility for import for a maximum of Rp7,750. The interest rate 19% per annum. The collateral of the loan, see Note 20.

Anak Perusahaan – PT KWT
PT Bank Mandiri (Pesero) Tbk : Anak Perusahaan menggunakan fasilitas kredit modal kerja impor yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan tingkat bunga pada tahun
32

The Subsidiary – PT KWT
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk : The subsidary uses working capital facility which were obtained by the Company from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with annual interest rate for 2004, 2003

lihat Catatan 20. Fasilitas letter of credit maksimum sebesar USD13. The annual interest rates for 2004. 2003. mesin-mesin dan peralatan milik Perusahaan Bank Syariah Mandiri: Fasilitas pembiayaan murabahah untuk pembelian bahan baku. Jaminan atas pinjaman ini. and 2002 were 3.000 and bear interest rate per annum at 14%.000 dengan tingkat bunga per tahun masing-masing sebesar 14%. Tingkat bunga pada tahun 2004. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI): Kredit modal kerja impor dengan maksimum penarikan sebesar USD15. 2005. Pembiayaan ini dijamin dengan piutang usaha dan persediaan dengan nilai masing-masing sebesar Rp25. it has been extended until February 12.000.000. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI): Working capital for import for maximum limit of USD15. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 10 September 2005. 2003 dan 2002 masing-masing sebesar 3. buildings and improvements. 2003 dan 2002 adalah sebesar tarif kredit offshore per tahun. 2005. For collateral of the loan. data saham. The loan has been due on February 12.000. per annum . 33 . The loan was fully repaid in 2004. Tanggal jatuh tempo fasilitas ini adalah 17 Juli 2005. Jaminan atas pinjaman ini.8% dan 3% per tahun. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Anak Perusahaan – PT Latinusa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Fasiltias kredit modal kerja maksimum sebesar Rp32.5% and 17% annually.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 31 Juli 2005. land. This facility has been extended and falls due on July 31.000 each. 2003. 3. Margin keuntungan bank berkisar antara 16. This facility is due on July 31.5% sampai 17% per tahun. machines and equipment owned by the Subsidiary. The loan is secured by trade receivables and inventories of Rp25. Kredit modal kerja dengan maksimum penarikan sebesar Rp10. share data.000.000. kecuali jumlah karyawan. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 2005. 2003. inventories. see Note 20. 2002 were 11%. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.000. 2003 dan 2002 sebesar 11% per tahun. 2003 and 2002 were based on offshore credit rate. The Subsidiary – PT Latinusa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Working capital credit facility for a maximum of Rp32. This faciltity falls due on September 10. piutang usaha. The loans to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk are secured by time deposits. and 2002 respectively. except for number of employee. persediaan. 2005. Pinjaman telah dilunasi di tahun 2004.000. Tingkat bunga pada tahun 2004. Fasilitas ini telah diperpanjang dan jatuh tempo pada tanggal 31 Juli 2005. 2005.000. For collateral of the loan. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004. The interest rate for 2004. 3.8% and 3% respectively. however. 15 . tanah. 2003 dan 2002.18% and 18% in 2004. bangunan dan sarana. Pinjaman ini telah jatuh tempo pada tanggal 12 Februari 2003 tetapi telah diperpanjang hingga tanggal 12 Februari 2005.8%. This facility is due on July 17.8%. Working capital with maximum limit of Rp10.000. Pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dijamin dengan deposito berjangka. lihat Catatan 20. trade receivable. Letter of credit facility for a maximum of USD13. Bank Syariah Mandiri: Murabahah credit facility to purchase raw material. 15-18% dan 18% pada tahun 2004. Profit margin for the banks ranged between 16. see Note 20.

data saham.020 105.461 4.104 50.380 6. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 16.866 7.579 33.749 8. Limited Mitsubishi Corporation Sumitomo Corporation PT Siemens Indonesia Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2. except for number of employee.767 255.314 2. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.500) Sub Total Related Parties Total trade payables 17.206 2003 2002 16.458 124. 2004 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 98.999 - 19. TRADE PAYABLES Third Parties PT Pertamina (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tin Mill Black Plate Purchase Dong Bu (Tolling) Hyundai Merchant Marine Nusantara Packerizing Biaya Angkut Impor Buana Centra Swakarsa Pemasangan Genset PT Tira Wira Usaha Pemerintah RI GOR Kuningan PT Pupuk Iskandar Muda PT Steel Pipe Industriy PT Bumi Kaya Steel Industries PT Air Liquid Indonesia PT Pacific Dwiyasa Putra Samsung Coorporation Pemasangan EPC Eng Freedstock RHI Refractories Mitsui & Co.210 5.294 22.662 2.999 2003 - 17.500) Sub – jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Jumlah hutang usaha 95.603 4.834 4.134 8.585 Total 34 .711 23. HUTANG USAHA 2004 Pihak Ketiga PT Pertamina (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tin Mill Black Plate Purchase Dong Bu (Tolling) Hyundai Merchant Marine Nusantara Packerizing Biaya Angkut Impor Buana Centra Swakarsa Pemasangan Genset PT Tira Wira Usaha Pemerintah RI GOR Kuningan PT Pupuk Iskandar Muda PT Steel Pipe Industriy PT Bumi Kaya Steel Industries PT Air Liquid Indonesia PT Pacific Dwiyasa Putra Samsung Coorporation Pemasangan EPC Eng Freedstock RHI Refractories Mitsui & Co.599 4.922 21. KEWAJIBAN ANJAK PIUTANG Merupakan kewajiban yang terjadi akibat pendiskontoan Piutang dengan persyaratan recourse (lihat catatan 6).973 91.084 10.521 19.464 24.130 6.692 34.080 1. FACTORING PAYABLES Represents payable resulting from the sale of receivables with recourse (see Note 6).685 10. 2003 and 2002) (In million Rupiah.234 18.324 263. Limited Mitsubishi Corporation Sumitomo Corporation PT Siemens Indonesia Others (Each below Rp2. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.585 PT Bank Mandiri (Persero)Tbk Jumlah 98. kecuali jumlah karyawan.904 4.710 2.885 500.452 349.636 3. share data.922 16.265 77.026 22.488 7.652 4.652 170.745 505.826 7.223 39.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.684 330. 2002 19.260 7.

162 7.016 2003 131.447 1.604 178.047 312. PERPAJAKAN Pajak dibayar dimuka 2004 Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 29 PPN m asukan Restitusi PPN belum diterim a Jumlah pajak dibayar dimuka 61.246 841 1.377 82.704 732 646.net Total Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban (manfaat) pajak sesuai dengan laporan laba rugi konsolidasian.322 8.657 35 . dan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan dan anak perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2004.393 21.786 6.162 4.226 240.640 87. 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut: 2004 Laba sebelum beban (manfaat) pajak sesuai dengan laporan laba rugi konsolidasi Dikurangi laba anak perusahaan sebelum beban (manfaat) pajak Laba (rugi) Perusahaan sebelum beban (manfaat) pajak 2003 Reconciliation between income (loss) before tax expenses (benefit) in consolidated statements of income and estimated taxable income of the Company and its subsidiaries for the years ended December 31.881 352.874 7.420 9. 2003 and 2002 is as follows: 2002 Income before tax (benefit)/expenses based on consolidated statement of income Less income of subsidiaries before tax expenses (benefit) Income (Loss) of the Company before tax expenses (benefit) 647.336 1. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 18.654 85.687 4.796 177.189 92.398 18. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. TAXATION Prepaid tax Article 22 Article 23 Article 25 Article 29 VAT in Refundable VAT Total prepaid tax Hutang pajak 2004 Pajak penghasilan: Pasal 21 Pasal 22 Pasal 23/26 Pasal 25 Pasal 29 Pajak Pertambahan Nilai: Masukan (Wapu) Keluaran .457 2.489 2002 10.323 7. 2003 and 2002) (In million Rupiah. share data. 2004.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.106 118.101 Taxes payable 2003 16.467 170.932 3.498 18.740 10. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.456 28.561 221 15.557 4.748 8.691 50.881 40.881 8. except for number of employee. kecuali jumlah karyawan.872 178.734 1.236 7. data saham.005 33.782 Income Taxes Article 21 Article 22 Article 23/26 Article 25 Article 29 Value added tax Input Output .bersih Jumlah 15.496 6.563 2.243 2002 17.

808) Interest income Receipt of receivables written off Gain on sale of fixed assets Write off accumulated provision for doubtful accounts Dividend income Income from building management services Depreciation expenses Provision of obsolete stock Proportion of net income of associated companies Others Estimated taxable income before compensation of accumulated fiscal losses previous years of the Company Accumulated fiscal losses previous years Estimated taxable income (1.807) (79.407 21.622) (37) (113.112.901 14.00) (47.00) (13. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.261) (907) (3.518) (1.327 2.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.901 42. share data.504 29.573) 165.426 6.026) 712.523 28.190.685) (153.617 (318. data saham. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.295 15.306 - (12. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004 Koreksi positif Bagian atas rugi bersih perusahaan asosiasi bersih Penyisihan piutang ragu-ragu Beban bunga Beban yang tidak dapat dikurangkan sebagai biaya operasi Beban penyusutan Beban pajak dan denda Natura Provisi imbal kerja Koreksi Rugi Fiskal 2001 2003 2002 Positive corrections Proporsion of net loss of associated company Provision for bad debts Interest expenses Non deductible expenses Depreciation expense Tax expenses and penalties Benefit in kind Provision of employee benefits Correction of fiscal loss 2001 Others 284 99.630 (158. kecuali jumlah karyawan.227) (3.124) (3.535) (25.915 1.436 Lain-lain Koreksi negatif Penghasilan bunga Penerimaan atas piutang yang telah dihapuskan Laba penjualan aktiva tetap Penghapusan penyisihan piutang ragu-ragu Penghasilan dividen Penghasilan jasa pengelolaan bangunan Beban penyusutan Penyisihan persediaan Bagian atas laba bersih perusahaan asosiasi – bersih - - Negative corrections (19.715) (23.789 5.901) (34.940 6.989.654) (1.502 15.752 46.450) (5.402 8.068) (fiscal losses) 36 .061) (4) (2.874) (37.491 82.770) (10. except for number of employee.173) 16.770 9.282) (34.604 172.494) (40. 2003 and 2002) (In million Rupiah.00) - Lain-lain Taksiran penghasilan kena pajak sebelum kompensasi akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya – Perusahaan Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya Taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) 870.911 51.234 (251.

349 90.323 (13.737 1.336 68.507 155.435 46.815 10. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Beban (manfaat) pajak dan perhitungan taksiran hutang (tagihan) pajak penghasilan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan Anak perusahaan Taksiran rugi fiskal Perusahaan Anak perusahaan Beban pajak Perusahaan Anak perusahaan Beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi The tax expenses (benefit) and the estimated income tax payable (estimated claims for tax refunds) of the Company and its subsidiaries are as follows Estimated taxable income the Company Subsidiaries Estimated fiscal loss the Company Subsidiaries Tax expense the Company Subsidiaries Tax expense based on consolidated statements of income 701. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.899) (176.115 2004 Kredit pajak Perusahaan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Anak perusahaan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Jumlah kredit pajak Taksiran hutang pajak penghasilan Pasal 29 (tagihan pajak penghasilan) Perusahaan Anak perusahaan Jumlah taksiran hutang (tagihan) pajak penghasilan 2003 2002 Tax credit the Company Article 22 Article 23 Article 25 Subsidiaries Article 22 Article 23 Article 25 Total tax credit Estimated income tax payable Article 29 (Income tax receivable) the Company Subsidiaries Total estimated income tax payables ( receivables) 110.125 94. share data.524) 6.350 5. kecuali jumlah karyawan. except for number of employee.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.617) (148.659 226 11.932) 33.414 9.709 396 176 14.946) 210.750 97.356 (31.465) 28.889 (61.125 33.157) (13.648 8.640 139.633 17.115 28. data saham.914 257.774 53.043 (143.873 89. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.511 118. 2003 and 2002) (In million Rupiah.538 4.185 221 118 5.812 20.026 11.226 (165.157) (68.635) 37 .

189) 76 The calculation of deferred tax expenses (benefits) are as follows: 2002 Deferred tax (benefits) expenses the Company 6.907 4.089 Total deferred tax expenses (benefits) .017) 310 10. except for number of employee.389 658 - Receivables Fixed assets Employee benefits Fiscal loss correction Other Lain-lain Aktiva pajak tangguhan Perusahaan Rugi fiskal Persediaan Piutang Aktiva Tetap Imblan kerja Biaya yang masih hrs dibayar Kewajiban pajak tangguhan 339 46.846 (163.802 4.570 23.127) 1.213) 42.467) Receivables Fixed assets Employee benefit Accrued expenses Deferred tax liabilities Selama tahun 2004.137) Deferred tax assets the Company Fiscal Loss Inventory 2.873) (187.997) (1.669) 34. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Perhitungan beban (manfaat) pajak ditangguhkan adalah sebagai berikut: 2004 Beban (manfaat) pajak tangguhan Perusahaan Penyisihan persediaan usang (235) (129) (21.674 (223.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.638) (3.488 (224.102 3.114 (2.570 23.447 18.025 45.125) (143.629 89. Perusahaan menerima beberapa 38 During 2004.825 3.685 28.417 (1.984 49.323) (3.konsolidasi 562 (27.907 36. the Company received tax assessment .921 34. share data.822 4.148 5.040 (228.consolidated Pengaruh pajak tangguhan yang signifikan atas beda waktu antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut: 2004 Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan Anak perusahaan Rugi fiskal Persediaan Piutang Aktiva Tetap Imblan kerja Koreksi Rugi fiskal 30.803 4.312 1.588 The significant effect of deferred tax due to time differences between commercial reporting and tax reporting is as follows: 2002 Deferred tax assets (liabilities) the Subsidiaries Fiscal Loss Inventory 2003 22.985) 33.685 3.485 9.867 34. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.593 (7.386 2.302) 315 64 2003 Rugi fiskal Koreksi rugi fiskal Penyisihan piutang ragu-ragu Aktiva tetap Imbalan kerja Anak perusahaan Aktiva tetap Rugi fiskal Penyisihan persediaan usang Penyisihan piutang ragu-ragu Imbalan kerja Provision of obsolete stock Fiscal loss Fiscal loss correction Provision of doubtful account Fixed assets Employee benefits the Subsidiaries Fixed assets Fiscal loss Provision of obsolete stock Provision of doubtful account Employee benefits Other Lain-lain Jumlah beban (manfaat) pajak ditangguhkan .931 (192) (5.654) (195) (71) (413) 10. kecuali jumlah karyawan.868 9.351 4.508 4.709 4. data saham.936) (6.

Sumber dana program pensiun berasal dari kontribusi karyawan dan Perusahaan. The fund is contributed by both employees and the Company. share data.583 which was paid to the state treasury on December 4. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Surat Ketetapan Pajak (SKP).049 which was paid to the state treasury on August 10.695 966 8. letters. Income Tax Article 23 for the year 2000 of Rp3. except for number of employee. 19. 2004 was performed by an independent actuary PT Binaputera Jaga Hikmah based on the projected unit credit method as required by Imbalan pasca kerja meliputi imbalan pensiun manfaat pasti.562 19. 2002.401 which was paid to the state treasury on December 19.049 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 10 Agustus 2004 Pajak Penghasilan Pasal 21 tahun 2002 sebesar Rp1. POST EMPLOYMENT BENEFITS Long service leave benefit Benefit in accordance with labour law Subsidiaries Total The post employment benefits consist of defined benefit pension plan.529. The calculations of the pension expense for the year ended December 31. Selama tahun 2002 Perusahaan menerima SKPKB yang jumlahnya signifikan sebagai berikut: Pajak Penghasilan Pasal 23 tahun 2000 sebesar Rp1.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. SKP yang jumlahnya signifikan adalah sebagai berikut: Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atas: Pajak Penjualan Barang Mewah sebesar Rp2.401 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 19 Desember 2002. Income Tax Article 21 for the year 2000 of Rp4.026 which was paid to the state treasury on December 19. imbalan pensiun iuran pasti. imbalan cuti jangka panjang. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. KEP-121/KM. longservice leave benefit. During 2002. Employee’s contribution to the plan is 5% of the pension based salary and the remaining contribution is paid by the Company. Kontribusi karyawan adalah sebesar 5% dari penghasilan dasar pensiun dan sisanya ditanggung oleh Perusahaan. Income tax article 21 for the year 2002 of Rp1.318 which was paid to the state treasury on April 29. Defined Benefit Pension Plan The pension plan is managed by Dana Pensiun Krakatau Steel based on the Minister of Finance Decree No.583 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 4 Desember 2002. defined contribution pension plan. The tax refund was received in May 2004. Pajak Penghasilan Pasal 23 tahun 2000 sebesar Rp3. 2002. 2004. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. imbalan yang diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan dan imbalan perawatan kesehatan pensiun. Perhitungan beban pensiun untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004 dilakukan oleh aktuaris independen PT Binaputera Jaga Hikmah dengan menggunakan metode 39 . benefits based on labor laws and retiree health care benefits. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Penghasilan Pasal 22 dan Pasal 23 tahun 2002 sebesar Rp68. the Company received significant underpayment tax assessment letters as follows: Income Tax Article 23 for the year 2000 of Rp1. KEP-121/KM. Pajak Penghasilan Pasal 21 tahun 2000 sebesar Rp4.17/1998 tanggal 16 Maret 1998. Restitusi pajak tersebut telah diterima pada bulan Mei 2004.026 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 19 Desember 2002. 2004.318 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 29 April 2004. 2002.529. data saham. The significant amount based on the tax assessment letters is as follows: Underpayment tax assessment letters: Value Added Tax of Luxurious Goods of Rp2. Imbalan Pensiun Manfaat Pasti Program pensiun dikelola oleh Dana Pensiun Krakatau Steel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.901 3. Overpayment tax assessment letter related to Income Tax Article 22 and Article 23 for the year 2002 of Rp68.17/1998 dated March 16. 1998. IMBALAN PASCA KERJA Cuti berimbalan jangka panjang Imbalan menurut undang-undang ketenaga kerjaan Anak Perusahaan Jumlah 3. 2003 and 2002) (In million Rupiah. kecuali jumlah karyawan.

00% 2.50% PSAK 24. Menurut keputusan tersebut. Valuation of the present value of the available refund or a reduction to the future contribution is based on the Decree of Minister Finance No 510/KMK/2002 regarding Funding and Solvability of Employer Pension Plan. Since the surplus resulted from the change of actuarial method from the projected unit cost to the projected unit credit.976) 75.923 25. marketable securities and long-term investments.794 (622. share data. Asumsi aktuaria yang digunakan adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto Tingkat hasil investasi Tingkat kenaikan gaji 12. 2004 is as follows: Present value of actuarial liability Fair value of plan asset Funding status (surplus) Unrecognized amount of: Actuarial loss (gain) Past service cost Pension plan liability (asset) Present value of available refund or reduction to the future contribution Pension plan liability (asset) recognized in balance sheet The pension plan assets primarily consist of cash deposits. Based on the decree. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.875 924.919) (60. foreign exchange rate and balances in foreign currency) projected unit credit seperti yang diharuskan oleh PSAK 24. 2004 are as follows: 15.339) (1. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. the present value of the available refund or reduction to the future contribution is been recognized as the Company’s assets. except for number of employee.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.743 Current service cost Interest cost Expected return on plan asset Amortisation of actuarial correction Unrecognized plan asset Current year expense Rekonsiliasi antara status pendanaan dengan kewajiban atau aktiva dana pensiun yang diakui di neraca per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Nilai kini kewajiban aktuaria Nilai wajar aktiva dana pensiun Posisi pendanaan (surplus) Jumlah yang tidak diakui atas: Kerugian (keuntungan) aktuaria Biaya jasa lalu Kewajiban (aktiva) dana pensiun Nilai kini dari pengembalian dana dan pengurangan iuran masa datang yang tersedia Kewajiban (aktiva) dana pensiun yang diakui di neraca 301. suratsurat berharga dan investasi jangka panjang dalam bentuk saham. maka nilai kini dari pengembalian dana dan pengurangan iuran masa datang tidak diakui sebagai aktiva Perusahaan. The actuarial assumptions used are as follows: Discount rate Investment rate of return Remuneration growth rate Reconciliation between funding status and pension plan liability or asset recognized in balance sheet as of December 31. surplus yang timbul dari perubahan metode aktuaria tidak dapat diperhitungkan sebagai iuran normal pemberi kerja. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Pension plan expenses for the year ended December 31. Beban imbalan pensiun untuk tahun yang berkahir 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Biaya jasa kini Biaya bunga Harapan dari hasil investasi Amortisasi koreksi aktuaria Aktiva dana pensiun yang tidak diakui Beban tahun berjalan 40 .454) (562. any surplus resulting from the change of actuarial method should not be accounted for as an employer normal contribution. data saham. kecuali jumlah karyawan.724 17.465) - - Aktiva dana pensiun terutama terdiri dari deposito. Penilaian atas nilai kini dari pengembalian dana dan pengurangan iuran masa datang dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No 510/KMK/2002 tentang Pendanaan dan Solvabilitas Dana Pensiun Pemberi Kerja.00% 12.411 (97. Karena surplus pendanaan tersebut timbul dari perubahan penggunaan metode aktuaria dari projected unit cost menjadi projected unit credit.

Kep. Long Service Leave Benefit The post employment benefit expense was calculated by an independent actuary PT Binaputera Jaga Hikmah using the projected unit credit method as required by PSAK 24.982 8. 2004 are as follows: 3.471.558 dan Rp3. except for number of employee. The contributions for the year 2004.00% 2.655 770 (523) 3. 2003 and 2002 were Rp.7.054/KM. The assets of the pension plan for subsidiaries are managed by Dana Pensiun Mitra Krakatau (DPMK) which was established based on the Minister of Finance Decree No. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Imbalan Pensiun Iuran Pasti Anak perusahaan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap anak perusahaan yang memenuhi syarat.054/KM. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Kontribusi untuk tahun 2004. and Rp3.Kep.50% Defined Contribution Pension Plan The subsidiaries have defined contribution pension plans covering all their permanent employees.108. Asumsi aktuaria yang digunakan untuk menghitung kewajiban atas manfaat cuti berimbalan jangka panjang adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto Tingkat hasil investasi Tingkat kenaikan gaji 12. 29 dated April 11. Cuti Berimbalan Jangka Panjang Beban pasca kerja ini dihitung dengan aktuaris independen PT Binaputera Jaga Hikmah menggunakan metode projected unit credit seperti yang diharuskan oleh PSAK 24. Kontribusi yang dibayarkan ke dana pensiun dihitung atas dasar penghasilan dasar pensiun dengan rasio sebesar 5% yang ditanggung oleh karyawan dan 10% oleh anak perusahaan. 29 tanggal 11 April 1995.558. 2004 is as follow: 8. data saham. kecuali jumlah karyawan. share data. The actuarial assumptions used in the calculation of the long-service leave benefit are as follow: Discount rate Investment rate of return Remuneration growth rate Reconciliation between funding status and long-service leave liability recognized in the balance sheet as of December 31. 1995.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 2003 dan 2002 masing-masing adalah sebesar Rp7.982 Present value of actuarial liability Fair value of plan asset Funding status Unrecognized amount of: Actuarial loss Past service cost Transition period liability Liability Long service leave expenses for the year ended December 31.108. 2003 and 2002) (In million Rupiah.17/1995 dan diberitakan dalam Lembaran Negara No.902 Current service cost Interest cost Expected return on plan asset Amortisation of actuarial correction Rekonsiliasi antara posisi pendanaan dengan kewajiban (aktiva) imbalan cuti jangka panjang yang diakui di neraca per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Nilai kini kewajiban aktuaria Nilai wajar aktiva Posisi pendanaan Jumlah yang tidak diakui atas: Kerugian aktuaria Biaya jasa lalu Kewajiban periode transisi Kewajiban 8. Aktiva program pensiun anak perusahaan dikelola oleh Dana Pensiun Mitra Krakatau yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.180 (13.471 respectively.17/1995 and published in the State Gazette No.260) 3.902 Beban atas imbalan cuti jangka panjang untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Biaya jasa kini Biaya bunga Harapan dari hasil investasi Amortisasi koreksi aktuaria 41 . The employee’s contribution is 5% of the employee’s pension based salary while the subsidiaries’ contribution is 10%. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Rp4. Rp4.

13/2003 and application of Statement of Financial Accounting Standard No. share data. 13 tahun 2003 dan penerapan PSAK No.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.059 Current service cost Biaya bunga 1.193 (3.831 9. 24 (Revisi 2004) tentang “Imbalan kerja”. kecuali jumlah karyawan. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.24 (Revised 2004) regarding “Employee Benefits”. the Company and subsidiaries have no commitment to terminate employee or group of employees prior to their normal pensiun dates.5% Rekonsiliasi antara posisi pendanaan dengan kewajiban (aktiva) imbalan pasca kerja yang diatur oleh perundangan yang diakui di neraca per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Nilai kini kewajiban aktuaria Nilai wajar aktiva Posisi pendanaan Jumlah yang tidak diakui atas: Kerugian aktuaria Biaya jasa lalu Kewajiban periode transisi Kewajiban 24.280 8. 2004 is as follow: Present value of actuarial liability Fair value of plan asset Funding status Unrecognized amount of: Actuarial loss Past service cost Transition period liability Liability Beban imbalan pasca kerja yang diatur oleh Other post employment benefit expenses for the year perundangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember ended December 31. 2004 are as follows: 2004 adalah sebagai berikut: Biaya jasa kini 1. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. no termination benefit liability and expense been recognized in 2004 financial statements. data saham. 2004 is as follows: Health care benefits for retired employees Health care benefits for active employees Termination Benefits In relation to the termination benefit liability under Labor Law No.661) 3.704 Interest cost Harapan dari hasil investasi Expected return on plan asset Biaya jasa lalu yang belum diakui 753 Unrecognised of past service cost Amortisasi koreksi aktuaria 179 Amortisation of actuarial correction 3.365 Retiree Health Care Benefits The estimated liability for the retiree health care benefits as of December 31.000 7. 42 . As a result. Perusahaan dan anak perusahaan tidak berkomitmen untuk memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal atau menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.695 Benefit In Accordance with Labor Law The actuarial assumptions used in the calculation of other post employment benefits in accordance with the labor laws are as follows: Discount rate Investment rate of return Remuneration growth rate Reconciliation between funding status and other post employment benefits liability recognized in balance sheet as of December 31. or provide voluntary termination benefit program. except for number of employee. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Imbalan Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan Asumsi aktuaria yang digunakan untuk menghitung kewajiban imbalan pasca kerja yang diatur oleh perundangan adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto 12% Tingkat hasil investasi 0% Tingkat kenaikan gaji 2.695 Imbalan Perawatan Kesehatan Pensiun Kewajiban yang diestimasi atas imbalan perawatan kesehatan pensiun per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Imbalan perawatan kesehatan bagi karyawan yang sudah pensiun Imbalan perawatan kesehatan bagi karyawan yang masih aktif Pesangon Pemutusan Hubungan Kerja Sehubungan dengan diberlakukannya Undang-undang Ketenagakerjaan No. Dengan demikian tidak ada pengakuan kewajiban dan beban pesangon PHK dalam laporan keuangan. 27.831 24. 2003 and 2002) (In million Rupiah.

900. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.778 26.624 88.074 95.484 9.083.215) Euro Eropa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (EUR11.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.861 48. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 20. HUTANG JANGKA PANJANG 2004 2003 2002 20.982 411.462 1.280 57.225 39.082 6.171 Bank loan the Company Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (USD3.059 31.361) the Subsidiaries Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loan Deferred interest payment PT Bank Negara Indonesia Tbk Investment loan Deferred interest payment Working capital loan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .179.018 1.590 893.131 25.777. share data.356.55) Euro PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (EUR11.861 9.998 in 2003) the Subsidiaries Rupiah Hitachi Zosen Total Less: current portion Bank loan Construction loan Long term portion 728 2.888 69.125 383. kecuali jumlah karyawan.916 92.984 43 .179 7.116 86.912 24.142 74.352 35.650 12.Kredit investasi Hutang konstruksi: Perusahaan Rupiah KFW Euro Bank Austria Aktiengesellschaft (EUR36.819 3. data saham.649 1.484 9.277 37.202 27.805 15.777.912 224.639 459.013.592.696 15. 2003 and 2002) (In million Rupiah.356.282 74.361) Anak perusahaan Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja Penangguhan pembayaran bunga PT Bank Negara Indonesia Tbk Kredit investasi Penangguhan pembayaran bunga Kredit modal kerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .763.998 thn 2003) Anak perusahaan Rupiah Hitachi Zosen Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang bank Hutang konstruksi Bagian jangka panjang 385.823 936.055 87.685 959.696 25.442 thn 2004 EUR40.495 38.900.442 in 2004 EUR40. except for number of employee.225 39.176. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.Investment loan Construction loan the Company Rupiah KFW Euro Bank Austria Aktiengesellschaft (EUR 36. LONG-TERM LOAN Hutang bank: Perusahaan Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk USD PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (USD2.643 224.925 74.

The annual interest rate for the loan is 18% in 2004. Interest rates of the facility are 8. The loan is secured by time deposits. The annual interest rates are 12.763.917. Loan in USD originated from the recourse of factoring receivables of USD2.000 per triwulan dimulai pada tahun 2000 hingga 2004. Pinjaman ini dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 18 % masing-masing pada tahun 2004.000 starting from 2000 to 2004. Tingkat bunga untuk fasilitas kredit tersebut adalah masing-masing 8. 2003 dan 2002.059 yang akan jatuh tempo sampai dengan tahun 2007. 2003.5%. kecuali jumlah karyawan.529 pada tahun 2004 dan Rp285.911 yang digunakan untuk membiayai pembelian peralatan sehubungan dengan modernisasi pabrik Hot Strip Mills. The loan is secured on paripassu to the security for the working capital credit facility received from the same bank. 44 .000 masing-masing pada tahun 2003 dan 2002. The loan falls due in installments on several dates in 2005. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. piutang. Anak perusahaan – PT Latinusa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Fasilitas kredit modal kerja jangka panjang dengan jumlah maksimum sebesar Rp119.60 or equivalent to Rp24. Investment credit facility in Euro is for a maximum of EUR7. The principal of the loan is to be paid in quarterly installment starting from 2001 to 2008. Facility to defer its interest payment of Rp13. Kredit investasi ini dijamin dengan deposito berjangka.917.059 and falls due in 2007. 8. Kredit investasi ini dijamin secara paripassu dengan jaminan untuk fasilitas kredit modal kerja yang diperoleh Perusahaan dari bank yang sama. data saham. 2003 and 2002 respectively. 2003 dan 2002. Subsidiary – PT Latinusa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Long-term working capital loan with a maximum credit limit of Rp119. kecuali untuk angsuran pada tahun 2000 sebesar Rp250 dan tahun 2004 yang sebesar Rp535. 2003 dan 2002. Utang ini jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2007. respectively.859. and 2002 respectively. The annual interest rate for the loan is 18% in 2004.46% per tahun.000 in 2003 and 2002.46% per annum respectively. This loan is to finance the acquisition of plant’s machinery and equipment and plant expansion.450 dan EUR3. namun pada tahun 2000 telah dilakukan restrukturisasi menjadi pinjaman jangka panjang.5% and 16% in 2004.529 in 2004 and Rp285. Tingkat bunga tahunan adalah sebesar 12.214.082 dan dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 18% masing-masing pada tahun 2004.5%.800. trade receivables. except in 2000 and 2004. which is to be paid quarterly in installments of Rp1.60 atau setara Rp24. Pinjaman ini sebelumnya adalah pinjaman jangka pendek.450 and EUR3. share data. the installment is Rp535 respectively. yang akan dibayar secara angsuran sebesar Rp1.082. Utang dalam USD berasal dari Hak Regres atas anjak piutang sebesar USD2.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Hutang Bank Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Fasilitas kredit investasi dalam Rupiah dengan jumlah maksimum adalah sebesar Rp684. 8.214. 2003 and 2002 respectively. 2003 and 2002) (In million Rupiah.859.763. Bank Loans The Company PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Investment credit facility in USD for a maximum of Rp684. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Fasilitas penangguhan pembayaran bunga sebesar Rp13.800. Kredit ini akan jatuh tempo pada beberapa tanggal di tahun 2005. inventories and certain fixed assets of the Company. 2007. Pembayaran pokok pinjaman ini dilakukan dengan angsuran triwulanan yang dimulai pada tahun 2001 hingga 2008. Fasilitas kredit ini digunakan untuk membeli mesin dan peralatan pabrik serta pengembangan pabrik. Fasilitas kredit investasi dalam Euro dengan jumlah maksimum sebesar EUR7. The loan was previously classified as short-term loan and restructured into long-term loan in 2000. The loan falls due on December 31. persediaan dan aktiva tetap tertentu milik Perusahaan.06% and 8.91 is to finance the modernization of Hot Strip Mills. except for number of employee.5% dan 16 % masing-masing pada tahun 2004.06% dan 8.

75% to 17% in 2004. The annual interest rate of the loan is around 15. Subsidiary – PT KHIP PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Investment credit facility with maximum credit limit of Rp7. Working capital loan facilities with maximum credit limit of Rp15. In January 2000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 Maret 2007. The annual interest of the loan is around 15. 14% hingga 21% pada tahun 2002.75% hingga 17% untuk tahun 2004. Fasilitas ini digunakan oleh KHIP untuk membangun pabrik pipa.75% to 17% in 2003. 15. Fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar sekitar 15. The credit facility will due at March 13.250. sebesar 15. kecuali jumlah karyawan. 18% pada tahun 2003. 2003 and 2002) (In million Rupiah. except for number of employee. The annual interest rate for the rescheduled loan is 20%. share data. The loan fell due on December 31. by rescheduling the payment of the principal into several amounts of quarterly installments starting from the first quarter of 2001 to March 13. 2004.75% to 17%. The annual interest rate for the loan is 18% in 2003. dengan melakukan penjadwalan ulang atas pembayaran pokok pinjaman menjadi pembayaran secara angsuran per triwulanan dalam jumlah yang bervariasi yang dimulai pada triwulan pertama tahun 2001 hingga 13 Maret 2010. bank menyetujui permohonan restrukturisasi pinjaman KWT. Based on BNI’s letter no KPI/4/018/R dated January 26.688 dan dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 18% pada tahun 2004. Subsidiary – PT KWT PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Investment credit facility with maximum credit limit of Rp75.250. Fasilitas penangguhan pembayaran bunga dari BNI yang timbul dari akumulasi beban bunga yang ditangguhkan atas fasilitas kredit investasi dan kredit modal kerja yang diperoleh dari bank yang sama sejak tahun 1998. sedangkan sisanya ditangguhkan dan akan dibayar secara prorata mulai tahun 2004 hingga 2009. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Anak perusahaan – PT KHIP PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kredit investasi dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp7. Anak Perusahaan – PT KWT PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kredit investasi dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp75.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. data saham. BNI has approved KWT’s proposal to restructure its loan. serta dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 20%. BNI setuju untuk merestrukturisasi kredit ini. The Company used the facility to build steel pipe factory. Pada bulan Januari 2000. Kredit modal kerja khusus dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp15. dan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2004. Berdasarkan surat dari BNI No. Facility to postpone its interest payment that originated from the accumulation of deferred interest expenses from investment and working capital loan obtained from BNI since 1998.688.374. 2010.75 hingga 17 % pada tahun 2003 dan sekistar 19 % pada tahun 2002. 2000. and the rest is deferred and will be paid proportionally starting from 2004 to 2009. BNI agreed to restructure the loan. 18% in 2003 and 14% to 21% in 2002. The loan will be repaid within 5 year-period in 20 installments starting from the first quarter of 2000 to 2005. Pembayaran pinjaman akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu maksimal lima tahun dengan 20 kali angsuran yang dimulai pada triwulan pertama tahun 2000 hingga tahun 2005. KPI/4/018/R tanggal 26 Januari 2000. 45 . Fasilitas pinjaman ini dibebani tingkat suku bunga tahunan berkisar antara 15. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.75% hingga 17% per tahun. and around 19% 2002. The 12% interest must be paid effectively starting from 2002 and 2003. Sebesar 12 % harus dibayar secara efektif mulai tahun 2002 dan 2003. 2007.374.

2000 to the fourth quarter of 2007.810. Saldo pinjaman ini per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp115.925. The annual interest rate of the loan is 13. Pinjaman ini dijamin dengan mesin dan bangunan yang dibiayainya. The balance of the loan as of December 31. Based on Minister of Finance decree No. 2003 to October 30.000 atau setara dengan EUR40. 2004 is Rp115.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.988. Pinjaman ini akan dilunasi dalam 20 kali angsuran setengah tahunan yang dimulai pada tanggal 15 Nopember 1995 hingga 15 Mei 2005. 2003 dan 2002. Anak Perusahaan PT Latinusa memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar JP¥6. The maximum credit limit of the loan is ATS562. Hutang Konstruksi Perusahaan dan anak perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman untuk konstruksi dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan Fasilitas pinjaman dari KFW dalam mata uang Rupiah adalah untuk membiayai mesin sizing press di pabrik HSM.810.000 and the payment is in quarterly basis installments of Rp500 starting from August 1. The working capital facility for import obtained from Bank Mandiri. bank setuju untuk merestrukturisasi fasilitas ini.000 with annual interest rate of 20% in 2001 and 2000. Fasilitas pinjaman yang diperoleh Latinusa. KWT menggunakan fasilitas kredit modal kerja impor yang diperoleh Perusahaan dari Bank Mandiri untuk pembelian bahan baku. 1995 to May 15.900.900. was used by KWT to purchase raw materials. Pinjaman harus dilunasi dalam 36 kali angsuran setengah tahunan yang dimulai pada tanggal 30 April 2003 hingga 30 Oktober 2020. Pinjaman ini dibebani tingkat bunga sebesar 13. and receivables. Fasilitas pinjaman dalam mata uang Schilling Austria dari Bank Austria Aktiengesellschaft adalah untuk membiayai proyek pengendalian lingkungan (dedusting system) pada pabrik baja slab dan billet. The Company’s Austrian Schilling denominated loan from Bank Austria Aktiengesellschaft was used to finance environmental protection project (dedusting system) at Billet and Slab steel plants. 1995.213 menjadi 10 kali angsuran setengah tahunan dalam jumlah yang sama dimulai sejak tahun 2000. dijamin dengan aktiva tetap.5% for year 2004. 2005. inventories. 2000. 2003 and 2002) (In million Rupiah. dengan jumlah maksimum sebesar ATS562. Based on the letter mention above. Berdasarkan surat yang sama. kecuali jumlah karyawan. except for number of employee. S 1291/MK. data saham.000 dan telah dikonversikan menjadi pinjaman Rupiah.000 dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 20% pada tahun 2001 dan 2000. The loan is to be paid in 20 semi annual installments starting from November 15.051. Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal 1 Agustus 2000. KHIP and KWT are secured by their fixed assets.925. persediaan dan piutang usaha anak perusahaan tersebut.051. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. . telah dilakukan penjadwalan ulang atas pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp19. share data. the bank has agreed to restructure this loan by reducing its maximum credit limit to Rp15. Subsidiary PT Latinusa obtained investment credit facility of JP¥6. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Kredit modal kerja Yadit dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp20.2003 and 2002 respectively and secured by machineries and building financed by the loan.213 had been rescheduled into 10 semi annual installments starting from 2000.5 % per tahun masing-masing pada tahun 2004. Construction Loans The Company and subsidiaries obtain credit facilities for construction as follows : The Company The Rupiah denominated loan from KFW was used by the Company to finance Sizing Press machine in Hot Strip Mill.000. dengan menurunkan fasilitasnya menjadi Rp15. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. the payment for the loan principal of Rp19.000 dan pembayaran dilakukan dengan angsuran triwulanan sebesar Rp500 yang dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2000 hingga triwulan keempat tahun 2007.17. 46 Yadit working capital loan facility with maximum credit limit of Rp20. The credit facilities obtained from Bank Mandiri by Latinusa.17.000 or equivalent to EUR40.998.1995 tanggal 17 Oktober 1995.000. The facility was due on August 1.1995 dated October 17. 2020. This loan is to be paid in 36 semi annual installments starting from April 30.000 and has been converted into Rupiah denominated loan. KHIP dan KWT dari Bank Mandiri. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. S 1291/MK.

Siti Rochmani Sumaharmoyo pada PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – jumlah Jumlah 1.423 (4. Siti Rochmani Sumaharmoyo pada PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – jumlah Jumlah 213 2.873 (3.343 1. Moh. Siti Rochmani Sumaharmoyo at PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – total Total 47 .873 213 2.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Moh. Moh. data saham. MINORITY INTEREST OF NET ASSETS AND NET INCOME (LOSS) OF THE CONSOLIDATED SUBSIDIARIES Hak Minoritas Hak Minoritas atas atas Aktiva Bersih Laba (Rugi) Bersih yang Dikonsolidasi yang Dikonsolidasi Minority interest Minority interest in net assets of in net income (loss) consolidated of consolidated subsidiaries subsidiaries 2004 Perusahaan PT Indhasana pada PT KHI Pipe Industries Tn.431 2003 Perusahaan PT Indhasana pada PT KHI Pipe Industries Tn.662) 2.341 345 21 3. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 21.423 the Company PT Indhasana in PT KHI Pipe Industries Mr.402 3. Hasan in PT Pelat Timah 3.996) 5. share data. except for number of employee.422 1. kecuali jumlah karyawan.088 the Company PT Indhasana in PT KHI Pipe Industries Mr.919 (743) (1.334) 2. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH DAN LABA (RUGI) BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 21. H. 2003 and 2002) (In million Rupiah.086 1. Hasan in PT Pelat Timah Nusantara Sub – total Subsidiaries PT Yosomulyo Jajag at PT Citra Indokarbon Perkasa Ny.086 2.088 1. Moh. Siti Rochmani Sumaharmoyo at PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – total Total Nusantara Sub – total Subsidiaries PT Yosomulyo Jajag at PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. Hasan pada PT Pelat Timah Nusantara Sub – jumlah Anak perusahaan PT Yosomulyo Jajag pada PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. Hasan pada PT Pelat Timah Nusantara Sub – jumlah Anak perusahaan PT Yosomulyo Jajag pada PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. H.

2002 regarding the change of the Company’s articles. Kepemilikan saham perusahaan pada 2004.349 22.108) (144) 2.022) (14) (2) (16) 2. 2002. except for number of employee. SH’s. 48 23. Siti Rochmani Sumaharmoyo pada PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – jumlah Jumlah (3.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Hak Minoritas Hak Minoritas atas atas Aktiva Bersih Laba (Rugi) Bersih yang Dikonsolidasi yang Dikonsolidasi Minority interest Minority interest in net assets of in net income (loss) consolidated of consolidated subsidiaries subsidiaries 2002 Perusahaan PT Indhasana pada PT KHI Pipe Industries Tn. Hasan pada PT Pelat Timah Nusantara Sub – jumlah Anak perusahaan PT Yosomulyo Jajag pada PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. Ahmad Banani kepada Negara Republik Indonesia. OTHER CAPITAL Represents additional paid up capital which has not been determined as the Company’s capital. share data. MODAL LAINNYA Merupakan tambahan modal disetor yang belum ditetapkan statusnya ke dalam modal saham Perusahaan. 7 dated November 4.000 22.086 (1.000. yang mengalihkan seluruh kepemilikan saham perusahaan dari PT Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero) dan Tn. the Government of Republic of Indonesia owns 100% of the Company’s shares in accordance with the notaried deed of Lenny Janis Ishak.517) 409 (3. which transferred all shares owned by PT Bahana Pakaya Industri Strategis (Persero) and Mr. MODAL SAHAM Sejak tanggal 31 Desember 2002. Moh. . SH.509 2. Moh. dan sebagaimana tertuang dalam akta pernyataan keputusan rapat perubahan anggaran dasar perusahaan No.000.365 the Company PT Indhasana in PT KHI Pipe Industries Mr. 100% atau keseluruhan saham Perusahaan dimiliki oleh Negara Republik Indonesia sebagai hasil dari keputusan RUPSLB. 2003 and 2002 are as follows: Persentase Kepemilikan Percentage of ownership 100 % 100 % Jumlah Total 2. No. H. kecuali jumlah karyawan.000 Government of the Republic of Indonesia Total Pemerintah Republik Indonesia Jumlah 23. The ownership of the Company’s shares in 2004. Banani to the Government of the Republic of Indonesia. SHARE CAPITAL As of December 31. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 2003 dan 2002 adalah: Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Shares Issued and fully paid 2.000 2.7 tanggal 4 November 2002 oleh Notaris Lenny Janis Ishak.000. Siti Rochmani Sumaharmoyo at PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – total Total 1.000 2. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.000. data saham. Hasan in PT Pelat Timah Nusantara Sub – total Subsidiaries PT Yosomulyo Jajag at PT Citra Indokarbon Perkasa Ny.873 213 2.

To increase general reserve on retained earnings by Rp69. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 28 Juni 2002. . kecuali jumlah karyawan. para pemegang saham menyetujui pembagian laba bersih Perusahaan tahun 2002 sebagai berikut: . community development of Rp. except for number of employee. and . nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.To pay tantiem to directors and commissioners’ of Rp2. dan .Membayar dana untuk bina lingkungan sebesar Rp1.100. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 13 Juni 2003.210.To pay fund for community development of Rp1. there was no income distribution. . Laporan PUKK belum selesai diaudit.100. para pemegang saham menyetujui pembagian laba bersih Perusahaan tahun 2003 sebagai berikut: .525. .444.210. Pembebasan akan diberikan pada rapat umum pemegang saham tahunan bersamaan dengan persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan perhitungan Tahunan tahun buku 2002. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.444.497. 2003.Membayar dana untuk pembinaan pengusaha golongan ekonomi lemah dan koperasi.Membayar tantiem kepada direksi dan komisaris sebesar Rp 2. bina lingkungan sebesar Rp.3.514.RUPS belum dapat memberikan dan pembebasan sepenuhnya kepada Direksi dan Komisaris perusahaan atas pengurusan dan pengawasan program PUKK yang dilakukan selama tahun buku 2001 karena hingga RUPS dilaksanakan.Membayar dividen kas sebesar Rp42. the shareholders approved the distribution of the Company’s net income for the year 2003 as follows: .To donate to assist the development of small businesses and cooperatives. . data saham.Membayar dividen kas sebesar Rp38.000. dan .525.Menambah cadangan umum atas saldo laba sebesar Rp69. the shareholders approved the distribution of the Company’s net income for the year 2001 as follows: . 49 .514. PEMBAGIAN LABA Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 14 Juni 2004.Berhubung dalam tahun 2001 Perusahaan menderita kerugian maka tidak ada pembagian laba. and . In the Annual Shareholders General Meeting held on June 28. 2003 and 2002) (In million Rupiah. . .The Annual Shareholders General Meeting cannot acquite et de charge the Company’s Directors and Commissioners of the PUKK program management and control performed in year 2001 because the PUKK report had not been audited.To increase general reserve on retained earning by Rp185. In the Annual Shareholders General Meeting held on June 13.To pay cash dividends of Rp42. . foreign exchange rate and balances in foreign currency) 24.000.3. 2002. the shareholders approved the distribution of the Company’s net income for the year 2002 as follows: . 24.To pay tantiem to directors and commissioners of Rp 900.Membayar tantiem direksi dan komisaris sebesar Rp900.Menambah cadangan umum atas saldo laba sebesar Rp185. . 2004. . - Since the Company suffered loss in 2001. Acquite et de charge will be granted on the next annual shareholders general meeting to be held at the same time with the approval and validation of 2002 annual report.To pay cash dividends of Rp38.497. share data. para pemegang saham menyetujui pembagian laba bersih Perusahaan tahun 2001 sebagai berikut: . INCOME DISTRIBUTION In the Annual Shareholders General Meeting held on June 14.

kecuali jumlah karyawan.720 341.156 1.665 3.448 1.942 52.410.804 2.047 21.629. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.792 (1.059 8.708 788.267 7.410.333 Produk Baja Domestik Luar Negeri Tanah dan jasa kawasan industri Tanah Jasa kawasan industri Jasa lainnya Jasa rekayasa dan konstruksi Jasa teknologi informasi Lain-lain Jumlah 7.987.640 20.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. BEBAN POKOK PENJUALAN 2004 4.753) 5.035 2.619.753 70.509 3.285 184.beginning of year Purchase Finished goods .629 991.140. NET SALES 2002 4. COST OF GOODS SOLD 2003 2.960 109.803 Land and industrial estate services Engineering and construction Information technology Other services Total Non Manufacturing Cost of Goods Sold 50 .002 70.end of year Total Steel Product Non-manufacturing Non-manufaktur Tanah dan jasa kawasan industri Jasa rekayasa dan konstruksi Jasa teknologi informasi Jasa lainnya Total Non Manufaktur Beban Pokok Penjualan 29.069 14.499 8.537.395 1.366 26.608 (1.450 5.670 5.545.176 244.773 147.816 Steel products Domestic Export Land and Industrial estate Land Industrial estate services Other services Engineering and construction Information technology Others Total 26.030 201.624) 7.948 141. data saham.100.788 6.570.252.821. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 25.828 61.414 22.894 23.825 76. PENJUALAN BERSIH 2004 2003 4.126 692.352 Steel Product Raw material usage Direct labour Manufacturing cost Total production cost Finished goods .588 (991.046.874.960) 4.814 1.352 1.019 225. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.140 6.781.805.857 1.932.228.819 9.458 5.936 25.908.784 30.410 46.109 341. share data. 2003 and 2002) (In million Rupiah.691.614 11.713.698.265. except for number of employee.417 3.460 5.425 37.609 Produk Baja Pemakaian bahan baku Upah langsung Beban pabrikasi Jumlah beban produksi Persediaan barang jadi awal tahun Pembelian Persediaan barang jadi akhir tahun Jumlah Produk Baja 2002 1.388.569.465 440.847 48.072 117.551.305 142.924 4.396.280 4.846.

290 2.128 11.227 196. masing-masing memperoleh keringanan berupa pengurangan jumlah kewajiban bunga (hair cut) dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk masingmasing sejumlah Rp.262 9.765 10. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.456 11.706 and Rp.919 4.022 12.638 1.176 428.502 7.050 Selling expenses Freight Salary.000) Jumlah Beban Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha 126.042 16.410 19.039 Salary.768 2.000) Total selling expenses General and administrative expenses 167. PT KHI and PT Latinusa both subsidiaries.915 135. EXTRA ORDINARY ITEMS In 2004 and 2003. upah dan kesejahteraan Beban kantor Klaim pelanggan Transportasi dan komunikasi Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2.583 183.199.989 382.534 1. wages and employee benefits Provision of doubtful acounts Depreciation and amortization Insurance and rental Transportation and communication Professionals fee Office expenses Repair and maintenance Others (each below Rp2.131 159. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 27.785 10.611 5.399 3.050 13.199 respectivelly.3.706 dan Rp. OPERATING EXPENSES Beban penjualan Ongkos angkut Gaji. kecuali jumlah karyawan. obtained debt waivess in form of reduction of interest payables to PT Bank Rakyat Indonesia Tbk and PT Bank Mandiri Tbk by Rp.598 2.766 14. upah dan kesejahteraan karyawan Penyisihan piutang ragu-ragu Penyusutan dan amortisasi Beban asuransi dan sewa Transportasi dan komunikasi Jasa profesional Beban kantor Beban perawatan dan pemeliharaan Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2.000) Jumlah Beban Penjualan Beban umum dan administrasi Gaji.000) Total general and administrative expenses Total Operating Expenses 28. share data.510 185. 28.685 15. except for number of employee. 3.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.256 1.921 115.605 2.647 8.027 25.996 2.313 4.159 244.253 195.2.897 12. keduanya anak perusahaan. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.526 12. 51 .2.699 21. POS LUAR BIASA Pada tahun 2004 dan 2003.091 135.414 2.791 389. wages and benefits Office expenses Customer claims Transportation and communication Others (each below Rp2. BEBAN USAHA 2004 2003 2002 27.041 16.982 23.043 5.857 16. 2003 and 2002) (In million Rupiah. data saham.778 2.960 6. PT KHI dan PT Latinusa.223 5.282 194.326 6.818 6.

the Company has a commitment to make a one-off contribution to cover the deficit of DPKS amounted to Rp20. Perusahaan mempunyai komitmen untuk membeli tenaga listrik dengan batas maksimum sebesar 160. To pay an additional surcharge of 25% from the agreed price if the daily purchase exceeds 110 million SCF.2 billion SCF (Standard Cubic Foot) a year at an agreed price of USD2. share data. KOMITMEN PENTING Komitmen penting pada tanggal 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: a. 1991 without expiry date unless otherwise decided differently.257.000. 036A/C/DU-KS/KONTR/94 tanggal 22 April 1994. Perusahaan mempunyai komitmen untuk: • Membeli gas minimum 29. the Company entered into a gas purchase agreement with PT Pertamina (Persero) No.48/C/DU-KS/KONTR/ 2004. c. d. kecuali salah satu pihak bermaksud untuk mengakhiri perjanjian tersebut.40 per million SCF effective from January 1. d. data saham. Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Agustus 1991 serta tidak mempunyai batas waktu. SIGNIFICANT COMMITMENTS Significant commitments at December 31. c. Issued but unused letter of credit: Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – USD PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – EUR PT Bank Niaga Tbk – USD Standard Chartered Bank – USD Anak Perusahaan – PT Latinusa Bank Mandiri – USD 63. 036A/C/DU-KS/KONTR/94 with PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) in selling and buying electricity. 2004 are as follows: a.383.000 Kilo Volt Ampere of electricity. PLN agreed to supply the Company with maximum of 160. The Company entered into agreement No. Berdasarkan perjanjian tersebut yang berlaku hingga 31 Desember 2013.954.000 kilo Volt Ampere dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berdasarkan perjanjian No.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. the Company has the following commitments: • To purchase a minimum of 29.780 19. 2006.2 milyar SCF (Standard Cubic Foot) per tahun dengan tarif USD2. kecuali jumlah karyawan.418 in 2005. except for number of employee.151 The Company PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – USD PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – EUR PT Bank Niaga Tbk – USD Standard Chartered Bank – USD Subsidiaries – PT Latinusa Bank Mandiri – USD b. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 29. Iuran kepada dana pensiun Status pendanaan atas Dana Pensiun Krakatau Steel (DPKS) per 31 Desember 2004 telah ditentukan berdasarkan laporan aktuaris independen PT Binaputera Jaga Hikmah. On November 12. b.000 12. Based on this agreement. Pada tanggal 12 November 2004 Perusahaan mengadakan perjanjian pembelian gas dari PT Pertamina (Persero) No.986 9. • 52 . Contribution to the pension plan The funding status of Dana Pensiun Krakatau Steel (DPKS) as of 31 December 2004 has been determined based on an independent actuary report of PT Binaputera Jaga Hikmah. 2004 to December 31. The agreement is effective from August 1.2004. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Perusahaan mempunyai komitmen untuk menutup sekaligus sebagian dari defisit pendanaan DPKS sebesar Rp20. Letter of credit yang telah dibuka dan belum digunakan: 29. Based on the agreement which will expire on 31 December 2013.418 di tahun 2005.40 per juta SCF yang berlaku sejak 1 Januari 2004 hingga 31 Desember 2006. Based on such report. Berdasarkan laporan tersebut.863.48/C/DU-KS/KONTR /2004. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. • Membayar harga tambahan sebesar 25% dari tarif yang berlaku jika pemakaian per hari melebihi 110 juta SCF.226 3. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.

On October 14. anak perusahaan. Pada tanggal 14 Oktober 1997.5% dari harga jual air bersih untuk pelanggan industri diluar group Perudahaan. 2000. PT KTI. Anak perusahaan juga mengalihkan piutang pelanggan sebesar Rp66. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. The Subsidiary also transferred Rp66. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. and PDAM will distribute it to the customers at ABP and BP. perawatan dan penagihan tunggakan piutang pelanggan di komplek perumahan ABP dan BP kepada PDAM Cilegon. the Subsidiary transferred the distribution. a subsidiary entered into agreement No.175 of customers’ receivables to PDAM. • PT Asa Bangun Nusantara in providing cleaning services for manufacturing facilities. According to this agreement. maintenance. Kedua belah pihak sepakat untuk membagi pelayanan tersebut di Cilegon dan sekitarnya berdasarkan segmen pasar. Anak perusahaan harus menyalurkan air bersih ke PDAM yang selanjutnya disalurkan ke perumahan ABP dan BP dengan tarif Rp400 per m3 dan dapat disesuaikan apabila ada pemberlakuan tarif baru dari anak perusahaan. On December 21. • PT Bajaindah Cilegon Jaya untuk jasa pekerjaan kebersihan non pabrik.5% of its selling price for customers to other than the Subsidiary’s Group. g. operation. and during that period. e. the Company entered into labour supply agreement with 4 labor suppliers as follows: • PT Delapan Mitra Mandiri (DMM) in providing maintenance services. anak erusahaan. dan selama masa tersebut apabila PDAM bermaksud melakukan perubahan atas aset anak perusahaan. • PT Baja Indah Cilegon Jaya in providing cleaning services for other than manufacturing facilities. On December 3. setiap bulan Perusahaan bersedia membayar royalti kepada PDAM sebesar 3. a subsidiary. Perjanjian ini berlaku hingga tanggal 31 Desember 2007. except for number of employee. The agreement is valid until December 31. 2003 and 2002) (In million Rupiah. written approval should be obtained from the Subsidiary when PDAM intends to make some changes over the subsidiary assets. 07/Kontr/DU-KTI/1997 with Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Serang. data saham. 1997. Pada tanggal 3 Desember 2002. 2007. PT KTI. kecuali jumlah karyawan. PT KTI. g. mengadakan perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Serang dengan No. Pada tanggal 21 Desember 2000 Perusahaan mengadakan perjanjian pengadaan tenaga kerja borongan dengan 4 perusahaan penyedia tenaga kerja sebagai berikut: • PT Delapan Mitra Mandiri (DMM) untuk jasa perawatan. Both parties agree to share the services in Cilegon based on market segmentation. foreign exchange rate and balances in foreign currency) e. f. • PT Nusantara Bara Cilegon untuk jasa pekerjaan membantu operasi. PT KTI.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. harus dengan izin tertulis dari anak perusahaan. and the collection of receivables from customers at ABP and BP housing complex to PDAM Cilegon. share data. 2002. 53 . Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama dalam penyediaan air bersih di Cilegon dan sekitarnya. restoration. the Subsidiary agrees to pay monthly royalty of 3. Untuk realisasi penjualan air bersih kepada pasar industri tertentu. The agreement states that both parties agree to cooperate in providing clean water for the city of Cilegon and its surroundings. entered into an agreement with Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cilegon concerning the transfer of water distribution management in Arga Baja Pura Housing complex (ABP) and Bukit Palem Housing (BP). Dalam perjanjian ini. • PT Nusantara Bara Cilegon in providing operation support services. pemeliharaan. • PT Asa Bangun Nusantara untuk jasa pekerjaan kebersihan pabrik. The Subsidiary had to supply clean water to PDAM. For sales to certain industrial customers.175 kepada PDAM. mengadakan perjanjian serah terima pengelolaan distribusi air bersih di komplek perumahan Arga Baja Pura (ABP) dan perumahan Bukit Palem (BP) dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cilegon Mandiri Kota Cilegon. f. anak perusahaan menyerahkan pengelolaan distribusi operasional. The price of the clean water is Rp400 per m3 and will be adjusted when the subsidiary issues new tariff. 07/Kontr/DUKTI/1997.

PT KBS. Perusahaan mempunyai komitmen untuk membayar tarif kerja borongan dan menyesuaikan tarif kerja borongan jika terjadi perubahan peraturan perundangan.5 Ha of 252 Ha was revoked. b. share data.058. anak perusahaan menghadapi tuntutan dari pihak ketiga atas transaksi pembelian scrap tahun 2004. b. PT KBS. The steel scrap were claimed as owned by the other parties. Dari proses peradilan yang telah diupayakan oleh Perusahaan sampai tingkat kasasi.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Mahkamah Agung telah menetapkan putusan kasasinya yang menguatkan Surat Keputusan Menteri Negara Agraria tersebut. Perusahaan telah mengajukan gugatan secara perdata ke Pengadilan Negeri Serang untuk mempertegas kepemilikan tanah tersebut. The Supreme Court verdict corroborates the Minister of Agriculture/Head of National Lands Boards decree. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut serta perubahannya. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Value Added Tax (VAT) for tax year 1997 totalling Rp4. 2001. 30. PT KHIP telah mengirimkan kembali surat kepada Direktorat Jenderal Pajak perihal pembetulan SKPKB PPN tahun 1997. As a result. c. PT KHIP telah mengirimkan surat keberatan kepada Kantor Pajak dan Badan Peradilan Sengketa Pajak dan pada tanggal 18 September 2001. except for number of employee. Pada tanggal 18 Mei 2004. Scrap tersebut diklaim sebagai barang milik pihak ketiga tersebut. PT KHIP’s management believes that the refund is realizable. the lands rights certificate No. Based on the Minister of Agrarian Affairs/ Head of National Lands Boards decree No. sertifikat tanah seluas 66. Manajemen PT KHIP berkeyakinan akan dapat merealisasikan tagihan pajak ini. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 54 . related to the pipe supply project for PT Perusahaan Gas Negara (Persero). Nilai risiko dari tuntutan tersebut belum dapat diestimasikan.5 Ha dari total HGB No. The amount of exposure could not be estimated. KONTINJENSI a. On May 18. namun hingga saat ini belum mendapat jawaban. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 1999. PT KHIP had submitted a letter to Directorate General of Taxes regarding revision on the assessment letter of VAT under payment in 1997. 2/Kubangsari seluas 252 Ha dibatalkan. Direktorat Jenderal Pajak telah menolak keberatan tersebut. the Directorate General of Taxes refused the claim. Therefore. kecuali jumlah karyawan. 2/Kubangsari for 66. the Company filed a suit (civil case) to local court of Serang but was denied. a subsidiary was sued by third parties regarding purchase of steel scrap in 2004. 24-VIII-1999 dated July 21. Pengadilan Negeri Serang dalam putusannya telah menolak permohonan tersebut.058 (dibukukan sebagai bagian dari tagihan pajak penghasilan pada neraca) dari tahun 1997 sampai saat ini masih belum dapat diperoleh kembali. may not be refundable from the tax office. 30. data saham. which until nowthe decision of the court has not been received. CONTINGENCIES a. Atas penolakan tersebut Perusahaan telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi di Bandung yang hingga saat ini belum diputuskan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Agraria /Kepala Badan Pertanahan Nasional No. Atas putusan kasasi tersebut. At September 18. PT KHIP has sent claim letter to the Tax Office and Tax Disputes Justice Department. however no response has been received by PT KHIP. c. the Company has appealed to the State Court in Bandung. Based on those agreements and their amendments the Company has the commitments to pay labour tariff and to adjust the tariff as required by regulations. 2004. Pajak Pertambahan Nilai Masukan (PPN) dari proyek pengadaan pipa untuk PT Perusahaan Gas Negara (Persero) sejumlah Rp4. 24VIII-1999 tanggal 21 Juli 1999.

information technology and other service Total Elimination Net 500.643.305 275. teknologi informasi dan jasa lainnya.094 545.514. 31.005 (130. land and real estate services.245 249.051.239 35.431.050 850. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Nilai resiko dari klaim tersebut belum dapat diestimasikan.923.631) 3.121 (847.453.089 40.556 7.176 7.647) 233. Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: d.767 53.324.705 4. INFORMASI SEGMEN USAHA Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan usahanya menjadi 3 (tiga) segmen usaha yaitu: produk baja.994.484.414.660 (1.372) 6. information technology and other services.039 223. information technology and other service Total Elimination Net Total Liabilities Steel products Land and industrial estate Engineering. foreign exchange rate and balances in foreign currency) d.376.383 25.388.802. The information concerning the Company’s and subsidiaries’ business segments are as follows: 2004 2003 6. a contractor has submitted a claim to each other in relation to the force majore during completion of CTCM-CRM project.602 55 . and engineering construction.880 7. teknologi Informasi dan jasa lainnya Jumlah Eliminasi Bersih Jumlah Kewajiban Produk baja Tanah dan jasa kawasan industri Rancang bangun. The Company and VAI Clecim.572 (769.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.865. teknologi informasi dan jasa lainnya Jumlah Eliminasi Bersih 9.888.690) 8.160 263. The amount of exposure could not be estimated.396.583 31.323 10.663 915. serta rancang bangun.896 9.577.100. teknologi informasi dan jasa lainnya Jumlah Eliminasi Bersih Laba (Rugi) bersih Produk baja Tanah dan jasa kawasan industri Rancang bangun.970) 2.816 Net Sales Steel products Land and industrial estate Engineering.151 9. SEGMENT INFORMATION The Company and its subsidiaries classify their business into 3 (three) business segments. Perusahaan dan VAI Clecim sebagai kontraktor Perusahaan saling mengajukan klaim karena adanya force majore dalam keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan CTCM-CRM. 31.433 3.472 4.286 (1. which are: Steel products.780) 6.541 (1.725) 9.111 10.759 8. kecuali jumlah karyawan.173 3. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.716 (980. The Company and the contractor are still clarifying each others claim and try to resolve mutual agreement for both parties.936 2002 6.300.492 6.352.060 3.828 140.549 269.333 Penjualan Bersih Produk baja Tanah dan jasa kawasan industri Rancang bangun.419 38. except for number of employee. information technology and other service Total Elimination Net Income (Loss) net Steel products Land and industrial estate Engineering.551.954) 7.942 246. . tanah dan jasa kawasan industri.650 21.131.705 (912.241 892.501 94.640.942 308. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.345 (30.092 258. Perusahaan dan kontraktor sedang mengklarifikasi klaim masing-masing dan mencari kesepakatan yang paling menguntungkan bagi kedua belah pihak. share data.413 10.062) 2. data saham.504) 414.977 792.064 (629.940 3.570.118) 7.473. information technology and other service Total Elimination Net Total Assets Steel products Land and industrial estate Engineering.716.658.541.056.168 7.801.798 (25.588 876.567.604 793.428 5. teknologi informasi dan jasa lainnya Jumlah Eliminasi Bersih Jumlah Aktiva Produk baja Tanah dan jasa kawasan industri Rancang bangun.490 58.246 (1.094 31.306) 110.

727 879.552.750 17.695.770 231.628.457 6.Bersih USD USD USD EUR DEM FRF SGD ITL GBP YEN USD EUR 127.898 1. 00041/406/03/051/ 05 dari Direktorat Jenderal Pajak yang menyetujui restitusi pajak pasal 22 dan 23 untuk masa pajak tahun 2003 sebesar Rp59.244 11. Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing sebagai berikut: 32.921 250.695. ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES As of December 31. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 32.995.239 24.652) Long .046 293.205 2. the Company and subsidiaries have assets and liabilities denominated in foreign currencies.059 547.552.917.050 Investasi jangka pendek Piutang usaha Tagihan anjak piutang Piutang jangka panjang Uang muka dan biaya dibayar dimuka Jumlah Aktiva Kewajiban Hutang bank Kewajiban anjak piutang Hutang usaha dan hutang lain-lain Short . SUBSEQUENT EVENTS On March 24.000 8.000 81. kecuali jumlah karyawan. 2004.205 80.term liabilities Total Liabilities Liabilities . data saham. 2005.term investments Account receivables Factoring receivables Long .080 62.250 1.462 10.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.127 68 48 1.431 100. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Lebih Bayar (SKPLB) No. as follows: Setara Rupiah Rupiah equivalents 140.896 3.712 929 78.net 33.719 6. except for number of employee.305.term receivables Advances and prepayments Total Assets Liabilities Bank loan Factoring payables Account payables and other payables Hutang jangka panjang Jumlah Kewajiban Kewajiban . nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.671 (1. share data.921 8.637. 56 . 2003 and 2002) (In million Rupiah.168.314 84 305 1.189.454 24. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2004.400. 33. 00041/406/03/051/05 from the Directorate General Taxation which approved the refund of income tax article 22 and 23 for 2003 of Rp59. the Company received assessment letter of tax overpayment No.323 761 39 289.911 3.922 7.763.041 13. PERISTIWA SESUDAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 24 Maret 2005. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.045 94 62.215 43.249 2.114 59.019 Assets Cash and cash equivalents Mata Uang Asing Foreign currencies Aktiva Kas dan setara kas USD EUR USD USD EUR USD USD USD EUR 15.763.

878.184.155.616 3.666 145.235 212.210 4.902 8.322) 249.924 697.869) 2.918 50.238 (2.110.748 (60.097 98.068 (10.594 798.114 24.664.993 4.228.734.255 1.265 3.849) 2.497.827 581.Lampiran (1/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) Hanya Induk Perusahaan N E R AC A Per 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan Per 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah) 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak ketiga Penyisihan piutang ragu-ragu pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Piutang usaha bersih Tagihan anjak piutang Piutang Lain-lain Pihak ketiga Penyisihan piutang ragu-ragu pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Piutang lain-lain bersih Persediaan .615 19.058.328) 154.192.532) 1.266.477 4.162 147.053.766 8.556 369.708 (9.439 564.052.606 513.411 94.827 7.400 52.955.798 (101.532 28.713 (3.417 27.067 4.525 (66.920.241 244.710 25.681) 747.585 128.652.781 30.235 6.138.719.088.681) 737.433 7.999 106.919 1.450 2.656 93.204 3.019 70.771 431.779 31.218 11.376.455 (1.632 285.103 272.305 189.035.263 795.989 .439) 149.186.028 (2.994 11.401 4.626 1.727.159 117.349 18.091 154.924) 314.222 231.235) 146.460.500 (10.291 143.875 886.397 807.880 101.095 229.bersih Uang muka dan pembayaran dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Aktiva pajak tangguhan Penyertaan Cadangan penurunan nilai Aktiva tetap Akumulasi penyusutan Aktiva dalam pembangunan Aktiva Lain-lain Deposito dibatasi penggunaannya Uang muka kontruksi Aktiva tidak digunakan dalam operasi Piutang jangka panjang Piutang karyawan Lain-lain Jumlah aktiva lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 2003 2002 331.800 24.329 1.377) 217.082 (60.387 (2.749 126.407 490.800) 2.811 3.

382 37.831 4.000 1.752 93.117.296 6.465 1.000 1.990 81.754.341 4.168 118.258.483 78.246 5.550.814.303.Lampiran (2/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) – Hanya Induk Perusahaan N E R AC A Per 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan Per 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah) 2004 KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang bank Hutang Usaha Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Hutang Lain-lain Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Kewajiban anjak piutang Hutang pajak Beban yang masih harus dibayar Uang muka pelanggan dan lainnya Hutang bank jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang bank Hutang sewa Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Hutang pajak tangguhan Hutang atas imbalan kerja Hutang bank jangka panjang .000.336 2.110.616 5.319 183.585 46.094 589.095 706.398.480 339.642 - 41.465 1.152 7.989 .000.712.376.setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Hutang bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Hutang sewa Jumlah Kewajiban Tidak Lancar JUMLAH KEWAJIBAN Ekuitas Modal Disetor Modal lainnya Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2003 2002 1.867 6.920.233 15.575 19.185.450.404 3.806 7.717 11.303.885 51.409.851 205.632 696.612 2.550 66.183 2.552 5.636 136.239 847.363 766.658 902.094.000 1.597 55.303.423 69.020 64.340 14.479 93.516 1.999 193.575 32.385 98.929 64.194 1.946 152.933 152.968 - 893.461 9.384 2.017 2.062 30.465 1.997 65.000.980 162.072.547 2.166.431 262.202 1.711 8.264.

997.720 89.495 2002 5.848 127.830.518) 476.105.506 (93.821 313.944 414.808 312.218 156.250 110.476 13.767 84.914.656 89.bersih Lain-lain .445 210.365 2003 5.395) (48.825 272.080 603.261 295.048 (105.638 6.039 34.713 46.479) (153.054 271.Ditangguhkan Jumlah beban (manfaat) pajak LABA BERSIH 7.743) (311.936 .817 (87.305 11.071 143.611.Lampiran (3/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) – Hanya Induk Perusahaan LAPORAN LABA RUGI Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam Jutaan Rupiah) 2004 PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga Penjualan limbah produksi Beban bunga Laba (rugi) selisih kurs .215 152.959) 127.741 585.234 13.278) (82.734) 1.730 187.909 25.bersih Jumlah Penghasilan (beban) lain-lain LABA (RUGI) SEBELUM BAGIAN LABA (RUGI) ANAK PERUSAHAAN BAGIAN LABA (RUGI) ANAK PERUSAHAAN LABA SEBELUM BEBAN (MANFAAT) PAJAK BEBAN (MANFAAT) PAJAK .501 29.061) 277.435 (21.423 1.182 (113.Tahun Berjalan .075 233.674 46.273 5.744 505.083.720 222.332 787.674 110.416.883 4.167 (36.491) 188.644) 39.471 4.529 161.455 17.

000) 69.000 1.608) (42.608) (42.039 (20.117.465 1.296 414.000) 5.837.000 1.368 (173.210) (316.465 - 1.501 (10.103 (69.712.303.572) (38.754.039 (20.711 185.000) (5.525) (22.465 1.000 1.572) (38.582.525 2.027) 110.303.941) 4.514) (2.857) .000.941) 4.501 (10.514) (2.578 (185.303.210 2.000.767.Lampiran (4/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) – Hanya Induk Perusahaan LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam Jutaan Rupiah) Modal ditempatkan dan disetor penuh Modal lainnya Selisih penilaian kembali aktiva tetap Selisih lebih akumulasi laba (rugi) atas hak minoritas pada anak perusahaan - Saldo laba (Akumulasi rugi) yang telah Yang belum ditentukan ditentukan penggunaannya penggunaannya Ekuitas bersih Saldo 31 Desember 2002 Laba bersih Penyesuaian atas laba tahun sebelumnya Deviden kas Program kemitraan dan bina lingkungan Penambahan untuk cadangan umum Saldo 31 Desember 2003 Laba bersih Penyesuaian atas laba tahun sebelumnya Deviden kas Program kemitraan dan bina lingkungan Penambahan untuk cadangan umum Saldo 31 Desember 2004 2.000.806 110.000) (5.747) 414.

854 7.615.860.227) (551.316) 18.476.786) 157.266) (385.476 59. Upah dan tunjangan lainnya 7.667) 1.603) Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan kas dari penghasilan bunga Penerimaan kas dari tagihan pajak Pembayaran kas untuk pajak Pembayaran kas untuk beban bunga & Bank Kas dari penerimaan (Pengeluaran) lain-lain Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan/(peningkatan) uang muka Konstruksi Penurunan/(peningkatan) atas penyertaan Penurunan/(peningkatan) piutang jangka panjang .Lampiran (5/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) – Hanya Induk Perusahaan LAPORAN ARUS KAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam Jutaan Rupiah) 2004 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada : Pemasok Gaji.827 1.769) (62.800 (7.263 (42.182 (89.686 22.649 2002 5.776 70.393) (87.285 (122.407 (48.815) (156.787) (4.068 (123.234 285.033 (7.333) (142.395) 178.043) 175.000) 612.043) (158.409) (13.943 (112.860 130.916.484 6.309 25.933 183.600) 700.825) (63.825) 233.239 (119.734) 229.586 (2.305 18.479) 331.279) (13.941) (183.953) (152.407 .111) 418.762 39.783) (22.367) (2.593) (366.610 182.pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penarikan (penempatan) investasi sementara Penjualan/(Pembelian) aktiva tetap Penurunan/(peningkatan) uang jaminan Penurunan aktiva lain-lain Penambahan (Pengurangan) akt dlm pembangunan Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN (Penerimaan)/Penambahan hutang bank Kenaikan (penurunan) hutang lain-lain Pembayaran deviden kas Peningkatan (pembayaran) hutang sewa guna usaha Pembayaran dana untuk pembinaan pengusaha golongan ekonomi lemah dan koperasi Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL PENGARUH PERUBAHAN NILAI TUKAR KAS DAN SETARA KAS AKHIR 4.916 229.365) (5.459) 981 (184.287) 64.322.846) 285.347 (4.711) (272.267) (5.927) 348 (9.284) (62.400.411 88.493 139.514) (1.417) 2003 5.720) (19.809) (101.092) 126.038 17.983 (42.894) (301) (50.013 (4.340 30.541) (6.032 (341.622) (93.639 (20.827 (82.000) (2.278) (1.

5738727.RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 LAPORAN EVALUASI KINERJA Nomor : 23. 5704395 s.C/AUDITAMA V/GA/3/2005 Tanggal : 30 Maret 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380. 5723995 . 5738740.BPK .d 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380. 5720957.

Anak Perusahaan BAB II HASIL EVALUASI 1.2. Laporan Arus Kas 5.4. Informasi Lainnya 6. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 2.3. Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern 6. Analisa Tingkat Kesehatan Perseroan 4. Perbandingan antara Realisasi Hasil Usaha Tahun 2004 dengan RKAP Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 2.Neraca 4.3. Laporan Laba Rugi 4.2.2. Perkembangan Usaha Perusahaan 4. Laporan Perubahan Ekuitas 4. Penjualan b. Beban Usaha c. Pendapatan dan Beban Lain-lain 2.2.1. Perkembangan Usaha Perusahaan 4.1. Laporan Laba Rugi Hal 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 7 9 9 9 10 11 11 13 13 14 .2. Penjualan dan Produksi a. Pendapatan dan Beban Lain-lain 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 2. Investasi dan Sumber Pembiayaan 3. Pendapatan Usaha b. Satuan Pengawasan Intern (SPI) 6. Beban Usaha c. Tingkat Kesehatan Perusahaan 4. Analisa Perbandingan antara Realisasi Hasil Usaha Tahun 2004 dengan RKAP Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 2.1. Pendapatan Usaha b.DAFTAR ISI BAB I SIMPULAN 1. Produksi 2. Pendapatan dan Beban a. Produksi 2. Pendapatan dan Beban a.1. Investasi dan Sumber Pembiayaan 3. Neraca 4.1. Penjualan b.3. Penjualan dan Produksi a.

DAFTAR ISI 4. Satuan Pengawas Intern 6. Anak Perusahaan Hal 15 15 16 17 17 17 17 . Informasi Lainnya 6.4.5. Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern 6.3. Laporan Perubahan Ekuitas 4. Laporan Arus Kas 4. Rasio Keuangan 5.2.1.

Penjualan dan Produksi a.687 kunjungan.32% dari anggarannya dan meningkat masing-masing sebesar 9.622. Penjualan Realisasi penjualan produk baja tahun 2004 sebesar 1.850 m2. 108. 19. dan lahan industri masingmasing sebesar 98. 2.2. tolling baja tulangan dan kawat.904. b.68% dibandingkan dengan realisasi produksi baja tahun 2003.000 m3. RKAP tahun 2004 disusun dan dirumuskan sesuai dengan kondisi yang ada dan prospek perkembangan perusahaan.52% dari target RKAP dan meningkat sebesar 2.396.517. 2. sistem informasi.1 ha atau 37.29% dibandingkan dengan realisasi penjualan produk baja tahun 2003.00% dari target RKAP dan meningkat masing-masing sebesar 3. medis.85%. 50.97% dibandingkan dengan realisasi penjualan produk non baja tahun 2003. Pendapatan dan Beban a. dan Rp25 milyar atau 53. 2.27% serta 50. jasa pelabuhan. 24.000 m3 atau 87. Rp4 milyar. 1.BAB I SIMPULAN 1. serta property dan kawasan industri masing-masing sebesar Rp48 milyar. Perbandingan antara Realisasi Hasil Usaha Tahun 2004 dengan RKAP Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 2.30% dari target RKAP dan meningkat sebesar 17.08%.082.00%.85%.67% dan 10. 1 .01% dibandingkan dengan realisasi pendapatan usaha tahun 2003. 2. air. dan 5. 30. 2.36%. 78. dan 71. Realisasi penjualan produk non baja tahun 2004 dari listrik.541.648 ton. 110.44%. Realisasi penjualan jasa tahun 2004 dari engineering. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 RKAP tahun 2004 ditetapkan dan disahkan berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 24 Desember 2003.134 ton. 213. Realisasi penjualan jasa tahun 2004 dari tolling baja tulangan dan kawat meningkat. sedangkan penjualan jasa lainnya menurun dibandingkan dengan realisasi tahun 2003.49% dari target RKAP dan meningkat sebesar 43.1.70%.30% dari target RKAP. wrapping dan coating.992 ton atau 79.93%. dan 7.877.313 ton atau 88.25% dibandingkan dengan realisasi produksi non baja tahun 2003.816 juta atau 105.98%. Pendapatan Usaha Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 sebesar Rp9. Realisasi produksi non baja tahun 2004 untuk listrik dan air masing-masing sebesar 1.53% dan 92.872 MWH dan 35. pipe lining. Produksi Realisasi produksi baja tahun 2004 sebesar 5.865 MWH.

Laporan Perubahan Ekuitas Saldo ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp5.5. Neraca Jumlah aktiva serta kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp8.84% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2003 sebesar Rp7. Pendapatan dan Beban Lain-lain Realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2004 sebesar (Rp180.3.08% dibandingkan dengan realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2003 sebesar (Rp130.269 juta meningkat sebesar 7.79% dibandingkan dengan realisasi beban usaha tahun 2003.780 juta). 2 .687. Laporan Laba Rugi Realisasi laba bersih tahun 2004 sebesar Rp414.35% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2002 sebesar Rp7.373 juta atau 17.80% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2002 sebesar Rp233.754.1.29% dari anggarannya sebesar (Rp163. Beban Usaha Realisasi beban usaha tahun 2004 sebesar Rp428.556 juta meningkat sebesar 21.262 juta).116. Investasi dan Sumber Pembiayaan Realisasi investasi tahun 2004 sebesar Rp111.3. Saldo ekuitas per 31 Desember 2003 meningkat sebesar 1.923. 4.2.039 juta.3.60% dibandingkan dengan saldo ekuitas per 31 Desember 2003 sebesar Rp4. Tingkat Kesehatan Perusahaan Tingkat kinerja perusahaan didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. Realisasi laba bersih tahun 2003 menurun sebesar 52.017 juta.167 juta.324.577.091 juta atau 86. 4.151 juta.501 juta meningkat sebesar 276.69% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2003 sebesar Rp110.44% dibandingkan dengan saldo ekuitas per 31 Desember 2002 sebesar Rp4. 2.34% dibandingkan dengan realisasi investasi tahun 2003.706 juta.03% dari anggarannya dan meningkat sebesar 9.b. Kondisi ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan tingkat kesehatan tahun 2003 yaitu “Kurang Sehat (BBB)” dengan total skor 64. 4. Jumlah aktiva serta kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2003 menurun sebesar 3. Realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2004 menurun 0. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Non Jasa Keuangan dengan hasil bahwa tingkat kesehatan perusahaan tahun 2004 dalam kondisi “Sehat (A)” dengan total skor 70. 3. c.678 juta.26% dari target RKAP dan menurun sebesar 10. Perkembangan Usaha Perusahaan Perkembangan perusahaan selama tiga tahun terakhir menunjukkan kondisi sebagai berikut: 4.636 juta) atau 110.

PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS). Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern Struktur Pengendalian Intern yang diterapkan perusahaan cukup memadai dalam mendukung aktifitas perusahaan.1. Laporan Arus Kas Saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2004 sebesar Rp636. PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI).2. Ak. Anak Perusahaan Perusahaan mempunyai 10 (sepuluh) anak perusahaan yaitu PT Krakatau Engineering (PT KE). PT Plat Timah Nusantara (PT Latinusa). 5. Saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2003 menurun sebesar 5. PT KHI Pipe Industries (PT KHI). Drs. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC).4.4.13% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2003 sebesar Rp432.123 juta.17% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2002 sebesar Rp456. Misnoto. PT Krakatau Wajatama (PT KW).375 juta meningkat sebesar 47. PT Krakatau Information Technology (PT KIT). sebagian besar temuan telah ditindaklanjuti. Dari hasil pemeriksaan tahun 2003. D-1416 Jakarta. Informasi Lainnya 6. 30 Maret 2005 3 . Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. 6.523 juta. Satuan Pengawasan Intern (SPI) Satuan Pengawasan Intern (SPI) dapat menjalankan fungsinya dalam membantu manajemen untuk menyakinkan ditaatinya prosedur dan kebijakan dalam sistem pengendalian manajemen perusahaan. MA Register Negara No. PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) dan PT Krakatau Medika (PT KM). 6.

103 327. RKAP tahun 2004 ditetapkan dan disahkan berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 24 Desember 2003.841 295.391 90.687 1.52 ~ (9.49) (18.462 365.877.731 590.127 26.37 26.691 130.14 92.640 39.855.50 50. Analisa Perbandingan antara Realisasi Hasil Usaha Tahun 2004 dengan RKAP Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 Pencapaian hasil usaha tahun 2004 dibandingkan dengan target menurut RKAP dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: 2.980 95.873 ~ 88.000 0 90.01) 7.67 8.665 160.27 17.17 (12.361. Penyusunan RKAP secara umum telah sesuai dengan pedoman/ketentuan yang berlaku dan kebijakan manajemen secara keseluruhan serta sesuai dengan kondisi yang ada dan prospek perkembangan perusahaan.000 448.130 577.27 72. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 RKAP disusun berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No.12) 37.764 0 0 42 0 0 616 6.58 99.51 ~ 82.92 82.833 0 0 0 2.913 544.743 360.000 272.835.525 506.29 4 .89 ~ ~ ~ (93.687 1.421 0 11.992 2.22 10.000 9.91 ~ ~ ~ ~ 10.467 1. Penjualan dan Produksi a.776 0 18.78 81. KEP-101/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan RKAP BUMN.401 86.24 79.512.35 46.451 320.387.99 (41.137 20.231 180.012 167.293 18.474 1.000 154.45) 2.15 66.626 99.96 190.14) 6.000 252.582 100.55) ~ (5. Penjualan Realisasi kuantitas penjualan tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: Uraian 1 Penjualan Produk Baja DalamNegeri Slab Baja Baja Lembaran Panas Baja Lembaran Dingin Billet Batang Kawat Baja Tulangan Baja Profil Tin Plate Spiral Pipe Jumlah Penjualan DalamNegeri Ekspor Baja Lembaran Panas Baja Lembaran Dingin Batang Kawat Baja Tulangan Baja Profil Tin Plate Spiral Pipe Jumlah Penjualan Ekspor Jum Penjualan Produk Baja lah Satuan 2 2004 Realisasi RKAP 3 4 2003 Realisasi 5 % 3:4 6 (3-5):5 7 Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton 0 0 0 524. 2.1.BAB II HASIL EVALUASI 1.901 34.392 448.208 1.848 17.

Tidak tercapainya anggaran penjualan produk baja disebabkan rendahnya pencapaian kuantitas penjualan. Realisasi penjualan ekspor baja lembaran dingin sebesar 167.93 50.687 ton.000 ton.0 6 7 37.98 24. Produk billet tidak dianggarkan untuk dijual. Realisasi penjualan ekspor baja lembaran panas sebesar 160.12 (39.000 36. Produk ini tidak dianggarkan untuk penjualan ekspor.404 2 2.00 53.91% dari RKAP sebesar 180. d) Realisasi penjualan domestik batang kawat sebesar 295.000 ton. 5 .36 108. Realisasi penjualan ekspor batang kawat sebesar 34.7 41. baik domestik maupun ekspor.266.214 95.748 774 RM p ilyar Property&K asan Industri aw 25.231 ton atau 92.713 223.776 ton. Tidak tercapainya target disebabkan oleh ketatnya persaingan dengan pabrikan lokal sehingga produk yang dijual hanya dibatasi untuk produk-produk yang tergolong mempunyai nilai tambah saja.97 (37.421 ton. Pencapaian masingmasing produk dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Realisasi penjualan domestik baja lembaran panas sebesar 524.M H a Lahan Industri 7.09) (92. Tidak tercapainya target disebabkan rendahnya permintaan akibat dari tingginya stok baja lembaran panas di konsumen.731 ton atau 88.130 ton.622 17.14% dari RKAP sebesar 320.1 10.02) 1) Realisasi penjualan produk baja tahun 2004 sebesar 1.743 ton atau 82. Tidak tercapainya target disebabkan perusahaan lebih memfokuskan ke pasar dalam negeri yang memberikan margin lebih tinggi serta turunnya permintaan pasar karena adanya kenaikan harga yang signifikan.85 110.54) (11.27 50.648 8. Tidak tercapainya target disebabkan oleh belum optimalnya operasi pabrik baja lembaran dingin.865 261.134 2.451 ton atau 50.084 3 19.00) (4.52% dari target RKAP sebesar 2. b) Realisasi penjualan domestik baja lembaran dingin sebesar 448.877.850 168.789 Pipe Lining.000 ton.85 71.904.687 272. c) Realisasi penjualan domestik billet sebesar 20.30 3.0 49.44 1.992 ton atau 79.814 A ir 000.7 PenjualanJasa RM p ilyar Engineering 48 89 77 RM p ilyar SistemInform asi 4 8 5 K unjungan 213.913 ton atau 82.25) 242.100 3.678.00 78.08 5.66) (20.361. hanya diprioritas untuk bahan baku pabrik batang kawat dan baja tulangan.0 6.92% dari RKAP sebesar 590.15% dari RKAP sebesar 360. Tidak tercapainya target disebabkan perusahaan lebih memfokuskan ke pasar dalam negeri yang memberikan margin lebih tinggi.702 15.70 30.51% dari RKAP sebesar 544.2 3 4 5 1 PenjualanProduk N Baja danJasa on on PenjualanProdukN Baja MH W Listrik 98.103 ton.859 M edis Ton Jasa Pelabuhan 2. W rapping &Coating M Ton Tolling B Tulangan &K at aja aw 2.

640 ton atau 46. Tidak tercapainya target disebabkan oleh menurunnya permintaan pasar karena dengan mahalnya harga baja. (2) Permintaan dari Total Indonesie sebesar 2. serta masih rendahnya produktivitas pabrik.58% dari RKAP sebesar 100. 2) Realisasi penjualan produk non baja dan penjualan jasa tahun 2004 dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Realisasi penjualan produk non baja tahun 2004 dari listrik.85%.35% dari RKAP sebesar 90. Realisasi penjualan ekspor baja profil sebesar 2.764 ton.702. konsumen beralih (substitusi) ke produk non baja.000 ton.622. Realisasi penjualan produk baja tahun 2004 meningkat sebesar 2. g) Realisasi penjualan domestik tin plate sebesar 90.85%.29% dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun 2003 sebesar 1. dan 7.e) Realisasi penjualan domestik baja tulangan sebesar 86.000 m3.78% dari RKAP sebesar 39. Realisasi penjualan ekspor spiral pipe sebesar 616 ton atau 10. air. dan 71.27% dari RKAP sebesar 6.582 ton atau 26.865 MWH.980 ton. 110.214 MWH.725 ton. dan lahan industri masing-masing sebesar 98.00 ha.085 ton. (3) Pembangunan jembatan Suramadu.835. Tidak tercapainya target anggaran disebabkan oleh lemahnya daya saing di pasar internasional karena kenaikan harga pasar pipa tidak linear dengan kenaikan harga bahan baku baja lembaran panas. 19. Sementara pasar proyek dengan produk berdiameter besar yang merupakan spesialisasi perusahaan masih tersendat sehubungan dengan masih sedikitnya proyek-proyek besar yang dijalankan kembali sejak krisis berlangsung. 17.99%. h) Realisasi penjualan domestik spiral pipe sebesar 18. Hal ini disebabkan penjualan dalam negeri meningkat sebesar 8. Tidak tercapainya target disebabkan perusahaan harus berebut pada pasar retail dengan produk yang berdiameter kecil. Tidak tercapainya target disebabkan oleh adanya beberapa penundaan yaitu: (1) Proyek Pertamina dengan kebutuhan spiral pipe sebesar 16.000 m3.1 ha atau 37.391 ton atau 99.000 ton. dan 10.626 ton.873 ton. Produk ini tidak dianggarkan untuk penjualan ekspor. Tidak tercapainya target disebabkan oleh masih terbatasnya variasi ukuran dimana hasil produksi didominasi ukuran besar sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasar ukuran kecil. f) Realisasi penjualan domestik baja profil sebesar 26.37% dari RKAP sebesar 130.00% dari target RKAP sebesar 261. Realisasi penjualan ekspor tin plate sebesar 42 ton. Produk ini tidak dianggarkan untuk penjualan ekspor.691 ton atau 66. Tidak tercapainya target penjualan listrik disebabkan antara lain oleh: 6 .848 ton.

748 ton.676 88. Realisasi penjualan produk non baja tahun 2004 meningkat masing-masing sebesar 3.084 MWH.70%.81 (28.650.439 17.93 (9. dan 5. medis. jasa pelabuhan.000 750. dan Rp25 milyar atau 53.000 360.37 13.435.98%. 30.644 5.53 92.67 10.799 21. jasa pelabuhan.040 45.134 ton.872 1.000.546 4.386 98.404 5.000 99.080 35. b) Realisasi penjualan jasa tahun 2004 dari engineering.97% dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 masing-masing sebesar 95.151 1. Rp4 milyar. pipe lining. serta Rp41 milyar. 4.885 503.000 64. Rp5 milyar.87) 17.30% dari target RKAP masing-masing sebesar Rp89 milyar.25 1. 223. sedangkan penjualan jasa dari tolling baja tulangan dan kawat meningkat sebesar 242.000 1.814.277.30 87. serta Rp49.93%.848 6.445.541.432 32.36%.596 25.53 26. Realisasi penjualan jasa tahun 2004 dari engineering. Tidak tercapainya penjualan lahan industri disebabkan oleh dibatalkannya pembelian oleh LG Chemical seluas 10.10 101. 20. serta 39.170.607 339.00%. Produksi Realisasi produksi tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: Uraian 1 Baja Besi Spons Slab Baja Baja Lembaran Panas Baja Lembaran Dingin Billet Baja Batang Kawat Baja Tulangan Baja Profil Kawat Baja Tin Plate Spiral Pipe Jumlah Produksi Baja Non Baja Listrik Air Satuan 2 Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton MWH 000.66%.687 kunjungan.713 kujungan.472 7 .95 7.(1) Rendahnya penjualan listrik ke PLN karena musim kemarau tidak sepanjang yang diperkirakan sehingga PLN bisa beroperasi normal dan mengurangi pembeliannya. serta property dan kawasan industri masing-masing sebesar Rp48 milyar.850 m2. 272.62 18.468.708.962 80.02% dibandingkan dengan penjualan jasa tahun 2003 masing-masing sebesar Rp77 milyar. b.34 37. 2. 213.M3 2004 Realisasi RKAP 3 4 1. 36.350.904. 168.44%.648 ton. 2.00 ha karena kesulitan memperoleh pasokan listrik. (2) Rendahnya penjualan ke konsumen umum karena perusahaan tidak berhasil menambah konsumen baru.09%.68 9. 2.65 94. sistem informasi. medis. dan 6.000 1.517 38. sistem informasi.00%. 2.189.134 ton. 8.12%.978 244.865 468.789 m2.000 m2. 2.08%.23 70. Rp8 milyar.664 8. tolling baja tulangan dan kawat.21) (31.37 88.000 22.96) 15.54%.859 kunjungan.70 ha. 15.83 89.90 14.000 90. 92. 78.000 400.75 99. 1.017 321. 24.985 1.02 67.32 (3-5):5 7 22.896 1.902 987.25%. 11.000 m3.678.082. serta property dan kawasan industri menurun masing-masing sebesar 37.28 38.11 286. pipe lining.904.27% serta 50.273 406.058 7.313 1.153 1.09 89. wrapping dan coating.214 % 3:4 6 99. 50.96 88. 108.888 2003 Realisasi 5 1.100 ton. wrapping dan coating.275.237.7 milyar.231 69.

25% dibandingkan realisasi produksi non baja tahun 2003 masing-masing sebesar 987.708.472.541. c) Produksi baja profil hanya mencapai 13.080 MWH dan 38.000 m3.32% dari anggarannya masing-masing sebesar 1. Selain itu produksi listrik juga terganggu oleh tingginya harga bahan bakar minyak dan rendahnya pasokan gas alam dari PT Pertamina.214. dan spiral pipe.53% dan 92. Sebagian besar produksi produk baja tahun 2004 meningkat kecuali untuk produksi baja tulangan.000 m3.10% dari anggarannya disebabkan oleh belum optimalnya operasi pabrik setelah penyelesaian proyek Continuous Tandem Cold Mill.313 ton atau 88.517.888 ton. Tidak tercapainya target yang dianggarkan disebabkan kedua produk tersebut terkait dengan pola produksi baja (PT KS sebagai induk) sehingga kedua produk tersebut yaitu listrik dan air juga mengalami penurunan.872 MWH dan 35. 2) Realisasi produksi non baja tahun 2004 untuk listrik dan air masingmasing sebesar 1.275.30% dari target RKAP sebesar 6. 8 .67% dan 10.09% dari anggarannya disebabkan oleh kelangkaan bahan baku besi spons dan scrap serta tingginya harga bahan baku tersebut.96% dari anggarannya disebabkan oleh rendahnya permintaan pasar karena adanya rescheduling proyek-proyek minyak dan gas yang menjadi target pasar dan ketatnya persaingan pada segmen pipa diameter kecil sampai dengan sedang.000 m3 atau 87.902 ton. Tidak tercapainya sebagian besar target produksi disebabkan oleh berbagai kendala pada masingmasing pabrik antara lain: a) Produksi pabrik slab baja hanya mencapai 88.432 MWH dan 32.237. b) Produksi baja lembaran dingin hanya mencapai 67.68% dibandingkan dengan realisasi produksi baja tahun 2003 sebesar 4. tin plate. d) Produksi pipa spiral hanya mencapai 37. Realisasi produksi baja tahun 2004 meningkat sebesar 17.1) Realisasi produksi baja tahun 2004 sebesar 5. Realisasi produksi non baja tahun 2004 yaitu listrik dan air meningkat masing-masing sebesar 9.75% dari anggarannya disebabkan pabrik masih dalam tahap pengenalan dan uji coba (learning curve and trial) setelah dilakukan optimalisasi pada tahun 2003.082.

79 137.807.907.417 89.03 (5.22 (4.897 184.37 64.89 60.766 25.49 (23.996 2.685 15.531 9.825 51.364 76.907.18 38.92 45.37 72.414 22.396.2.583 183.21 23.129 266.041 16.982 23.417.465 48.022 12.253 195.819 320.458 3.49% dari target RKAP sebesar Rp8.265.37 (56.252.58) 9.261 22. Pendapatan dan Beban a.289 8.70 (6.2.576 1. Upah.759 867 8.75) Uraian 1 Beban Penjualan Ongkos Angkut Gaji.816 juta atau 105.609.329 24.551.94) 2.762 252.788 253.919 4.723 juta.57 105.983 2003 Realisasi 4 135.43 19. Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 meningkat sebesar 43.940 23.13 45. Pendapatan Usaha Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Realisasi RKAP 2 3 2003 Realisasi 4 (dalam Juta Rupiah) % 2:3 (2-4):4 5 6 110.01% dibandingkan dengan realisasi pendapatan usaha tahun 2003 sebesar Rp6. dan Kesejahteraan Karyawan Beban Kantor Klaim Pelanggan Transportasi dan Komunikasi Lain .936 juta.545.741 72.01 Uraian 1 Produk Baja Domestik Luar Negeri Jumlah Penjualan Produk Baja Tanah dan Jasa Kawasan Industri Tanah Jasa Kawasan Jumlah Penjualan Tanah dan Jasa Kawasan Industri Jasa Lainnya Jasa Rekayasa dan Konstruksi Jasa Teknologi Informasi Lain-lain Jumlah Penjualan Jasa Lainnya Jumlah Penjualan 7.98) 43.266 418.915 184.291 2.42) 11.030 7.396.08 102.894 1.11) (36.491 30.936 Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 sebesar Rp9.103 6.395 6.82 54.93 96.784 9. b.534 1. Hal ini disebabkan penjualan produk baja meningkat sebesar 45.49%.527 4.987. Beban Usaha Realisasi beban usaha tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: (dalamJuta Rupiah) % 2:3 (2-4):4 5 6 68.847 46.750 49.51 62.93 63.89 96.285 201.500 8.42 22.66) 9.868 5.04 108.723 6.816 8.570.131 9 .156 1.042 16.699 21.92 264.570.08% dari target RKAP.097.84) (19. Terlampauinya target pendapatan usaha disebabkan penjualan produk baja mencapai 108.49 51.68) (42.lain Jumlah Beban Penjualan 2004 Realisasi RKAP 2 3 126.640 20.71 (10.

626 juta.687 43.49%.50) (19.26 75.765 10.79 Realisasi beban usaha tahun 2004 sebesar Rp428.788) (177.76 (13.262) Realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2004 sebesar (Rp278.753 juta yang tidak dianggarkan sebelumnya.027 Lain .18 99.039 4.69 ~ ~ 391.316 Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain (278.261 Beban Perawatan dan Pemeliharaan 9.590 10. Hal ini disebabkan meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar 25.33 ~ ~ 110.091 3 4 5 6 156. dan Kesejahteraan Karyawan 167.71 75.13% dibandingkan dengan realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2003 sebesar (Rp130.99 (0.04) ~ 0.508 1.81% dari anggarannya masing-masing sebesar Rp252.81 86.09 130.362 0 18.766 Beban Asuransi dan Sewa 14.727 19.35 9.662 15.282 194.03% dari anggarannya sebesar Rp497. Upah.785 Transportasi dan Komunikasi 10.lain 25. 10 .313 Beban Kantor 4.834 244.983 juta serta Rp497.048 34.35%.496) (140.383 22.49) ~ 1. c.223 Jasa Profesional 5.923 107.332) 9.334 7.47 ~ 35.2 1 Beban Umum dan Administrasi Gaji.611 5.960 6.626 135. Realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2004 menurun 0.79% dibandingkan dengan realisasi beban tahun 2003 sebesar Rp389.526 12. dan lain-lain bersih menurun masing-masing sebesar 0.780) (130.456 11.262 juta).59 (30.780 juta).99% dari anggarannya sebesar (Rp163. Pendapatan dan Beban Lain-lain Realisasi pendapatan dan beban lain-lain tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: (dalamJuta Rupiah) % 2:3 (2-4):4 5 6 41.643 497.38 104.159 Jumlah Beban Umum dan Administrasi 244.176 Jumlah Beban Usaha 428.910) (29.923 juta.67 (5.09 (0.33) 169.96) (10.792 389.336 Beban Bunga (134.566 6. 0.Bersih (87.769 2.626 juta.33%.818 6. beban bunga.85 25.780 Penjualan Limbah Produksi 41.70% dan 99.03 23.826) Laba (Rugi) Selisih Kurs . Realisasi beban usaha tahun 2004 meningkat sebesar 9.753) 0 (51.63) (26.597 Penyisihan Piutang Ragu-ragu 2.403 juta) atau 169. Hal ini disebabkan beban penjualan serta beban umum dan administrasi masing-masing sebesar 72.605 2.091 juta atau 86.04%.043 Penyusutan dan Amortisasi 5.403) (163. dan 13.868) Penyisihan Penurunan Nilai Investasi 0 0 0 Lain-lain Bersih (114.49 85.14) 257. Hal ini disebabkan pendapatan bunga.13) 2003 2004 Uraian Realisasi RKAP Realisasi 2 3 4 1 Pendapatan Bunga 17. Hal ini disebabkan antara lain oleh adanya rugi selisih kurs sebesar Rp87.94 (0.69) 25.

470 80.96% dari target RKAP masing-masing sebesar Rp516.313 2003 Realisasi 4 0 73.252 8. Hal ini disebabkan investasi rutin menurun sebesar 34.968 124.373 0 516.91 (10.96 17. Tidak tercapainya anggaran investasi pembangunan/proyek disebabkan realisasi investasi pembangunan/proyek yang dibiayai dana pinjaman hanya mencapai Rp7 juta atau 0.313 juta.34% dibandingkan dengan realisasi investasi tahun 2003 sebesar Rp124.221 48.988 645.221 7 63. Investasi dan Sumber Pembiayaan Realisasi investasi dan sumber pembiayaan tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Realisasi RKAP 2 3 0 48.42 48.34 0.34 9. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang meliputi aspek penilaian dan bobot sebagai berikut: Uraian Aspek Keuangan Aspek Operasional Aspek Administrasi Total Bobot Bobot Maksimal 70 15 15 100 11 .220 (dalam Juta Rupiah) % 2:3 (2-4):4 5 6 ~ 9. 3. Realisasi investasi tahun 2004 menurun sebesar 10. Hal ini disebabkan investasi rutin dan investasi pembangunan/proyek masing-masing hanya mencapai Rp48.152 juta atau 9.26% dari target RKAP sebesar Rp645.221 juta dan Rp63.152 111.17) (34. Analisa Tingkat Kesehatan Perseroan Evaluasi tingkat kesehatan BUMN didasarkan pada pedoman yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.34% dan 48.145 63.01 78.26 ~ (34.325 516.383 50.252 73.585 42.99 23.325 48.220 juta.17%.325 juta dan Rp128.373 juta atau 17.470 juta. Rendahnya realisasi investasi rutin disebabkan perusahaan menerapkan skala prioritas yang ketat.518 128.17) ~ 48.3. Investasi rutin yang diprioritaskan adalah investasi yang mempunyai manfaat langsung dalam mendukung pelaksanaan operasi pabrik.01% dari target RKAP sebesar Rp48.34) Uraian 1 Investasi Rutin Dana Pinjaman Dana Sendiri Jumlah Investasi Rutin Pembangunan/Proyek Dana Pinjaman Dana Sendiri Jumlah Investasi Pembangunan/Proyek Jumlah Investasi Realisasi investasi tahun 2004 sebesar Rp111.988 juta.2.

On Time Delivery .0 3. Return On Investment (ROI) 3. 2003 3.64% 5.0 3.0 4.5 3.Effektifitas Penyaluran Dana .0 1.0 5.HR .0 64.CRC . Laporan Keuangan Audited 2.50% 8.0 15.5 51.63% 7. Rasio Lancar 5.88% 66.0 8.66% 29. Kondisi ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan tingkat kesehatan tahun 2003 yaitu “Kurang Sehat (BBB)” dengan total skor 64.5.CRC 2.0 Cukup 3.Tingkat Pengembalian Pinjaman Sub Total Aspek Administrasi Total Skor Golongan Tingkat Kesehatan Bobot Realisasi 2004 Nilai Skor 8.5 Baik 3.0 Baik Sekali 3.0 100.0 5.33% 12.0 93.8 0.0 3.0 3. Rasio Total Modal Sendiri thd.0 20.62% 57.0 5.0 9.5 BBB Realisasi 2003 Nilai Skor 2.0 4.0 3.WR 3. Capacity Utilization Sub Total Aspek Operasional Aspek Administrasi 1.0 Juni 2005 3.0 15.0 41.0 70.5 8. Rancangan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 3.22% 10.0 0 3. 2002 3. Keterlambatan Laporan Manajemen Triwulan (hari) 4.0 5. Total Aktiva (TMS/TA) Sub Total Aspek Keuangan Aspek Operasional 1.0 4.69% 2.0 5.5 6.18% 54 111 98.0 10.Realisasi tingkat kesehatan PT KS tahun 2004 dengan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: Indikator Aspek Keuangan 1.0 Okt.96% 254.0 30.0 1.0 10.5 7. Perputaran Persediaan (hari) 7.0 April 2004 3.94% 29.0 Sehat 0 2. Kinerja PUKK .01% 209.0 27 Okt. Collection Period (hari) 6.0 13.0 70.0 5.0 4. Perputaran Total Asset (TATO) 8.0 Baik 15.5 2.53% 40 124 110.3. Return On Equity (ROE) 2.0 5.0 Cukup 3.4 1.0 3.0 5.0 0. 12 .3 A Kurang Sehat Tingkat kesehatan perusahaan tahun 2004 dalam kondisi “Sehat (A)” dengan total skor 70.0 Baik 3.4 Cukup 10. Utilisasi Kapasitas .5 4.0 3.HR . Rasio Kas 4.0 3.0 5.

577.84 (14.450.735 349.543 263.84 100.458 50.497 175.43) ~ 15.202 1.13 ~ 19.94) (3.562 1.585 82.934 33.025 85.101 191.984 1.243 3.375 102.00 0.92 7.1.19 76.585 156.499.083.56) (0.269 8.923.000 1.062 2.523 0 868.495 3.02 (70.851.184.000.563.552 42.32 (52.467 0 893.873 8.423 5.60 47.634 98.474 65.140 1.05 21.36 (6.303.Bersih Hutang atas Imbalan Kerja (PSAK 24) Hutang Bank Jangka Panjang Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi Ekuitas Modal Disetor PMP Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Selisih Lebih Akumulasi Rugi atas Hak Minoritas pada Anak Perusahaan Saldo Laba Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2004 2 Tahun 2003 3 2002 4 636.45 (3.26) 408.167 859.495 1.099.419 4.000.620 2.108 52.016 5.433 5.923.368 1.812.782 167.13) 0.086 2.75 48.955 0 102.303.465 381 0 1.768 689.35 ~ 159.589.086 2.854 2.439 187.489 130.641 76.962 3.755.02) 30.038.64 0.4.37) (51.375 92.00 0.554 103.675.013.553 41.000.756 226.64 0.76 8.37 (12.4):4 5 6 Uraian 1 Aktiva Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Piutang Alihan Piutang Lain-lain Persediaan .000 1.498 3.31 (11.722 19.706 74.563) 1.601 2.868 40.00) 11.888.09 180.022 7.755 2.00) (34.307 46.072.51) (100.00 0.105 170.39 10.973 100.60 21.683 1.451 2.324.00 (106.00 0.78) (47.764 33. dan 2004 adalah sebagai berikut: 4.116.017 7.768 98.328 97.22 2.277.535 432.786 2.831 4.12) (100.942 7.668.167 456.08 17.123.296 0 92.286 19.917 193.801.059 2.26 98.35) 1.79) 24.95 28.465 381 (5.039 3.567.143 594.187 7.20) (8.634 3.44) (47.000 1.637 3.21 3.08 (100.43 ~ 4.577.334.545.08 98.706 47.73 (22.3):3 (3 .053.929 2.80) 21.Bersih Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Aktiva Pajak Tangguhan Penyertaan Aktiva Tetap Aktiva dalam Pembangunan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar Jumlah Aktiva Kewajiban dan Ekuitas Kewajiban Lancar Hutang Bank Hutang Usaha Hutang Lain-lain Hutang Anjak Piutang Hutang Pajak Beban masih harus Dibayar Uang Muka Pelanggan dan Lainnya Bagian Hutang Bank Jangka Panjang yang akan Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban Pajak Tangguhan .31 (22.999 240.388.98 45.556 432.123 0 782.303.01) 86.35) 13 .00 (0.980 42.687.47 1.485 86. 2003.34) 55.734 4.125 0 936.556 732.92) (4.443.152 143.999 15.00) 24.255.53 ~ (85. Perkembangan Usaha Perseroan Perkembangan perusahaan tahun 2002.42 32.465 381 345 1.559 500.797 163.630 81. Neraca (dalam Juta Rupiah) % Perkembangan Naik/(Turun) (2 .037.23 (37.69) (1.84 (5.975 529.20) 4.61) 12.67 11.324.475 177.603 2.655.249 8.17) ~ 11.

69 200.333.91) ~ (49.669) 229.2.28) 17.390) (83.Bersih Pen yisih an Penurun an N ilai Investasi Lain -lain .86 36.03 676.79) 55.19) Uraian 1 Penjualan Bersih Harga Pokok Pen jualan Laba (Rugi) Bruto Beban Usaha Pen jualan Um um dan Adm inistrasi Jum lah Biaya Usaha L aba (Rugi) Usaha Penghasilan (Beban) Lain -lain Pen ghasilan Bun ga Pen jualan Lim bah Produksi Beban Bunga Laba (Rugi) Selisih Kurs .500 (2.51%. Hal ini disebabkan adanya peningkatan aktiva lancar.69 (22.050 185. Pospos aktiva lancar mengalami peningkatan kecuali pos piutang lain-lain.525 16. 76.251 111.60%.14) ~ (489.089 117.706 647.936 5.881 33.039 153.48 276.336 (140.81) (53.72 264.4):4 5 6 43.21) 13.176 428.98 5.68) (36.78%.867 195.868) 0 9.37%.324.349 (27.68) (52.826) (51.47 (49.945 34.577.263) 176.396.403) 643. sedangkan semua pos kewajiban lancar mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan adanya penurunan aktiva tidak lancar dan kewajiban lancar masing-masing sebesar 8.06 (29.324.680 T ahun 2003 3 6.01%.127 (1.94% dan 22.780 18.115 89. hutang usaha. hutang lain-lain.29) 69. 51.629 67.910) (278.35 9.501 461.039 436.792 389.79 200.388.803 818.3):3 (3 .473 55.34%.788) (87. menurun sebesar 85.898 3.15) 125.44 68.923. 11.423) 414.08 214.151 218.167 juta.665 0 (2.787) 352. Pos kewajiban tidak lancar yang mengalami kenaikan adalah hutang bank jangka panjang sebesar 15.78 (14.989 382.75) 25.754 2002 4 6. dan beban masih harus dibayar masing-masing sebesar 14.58 (4.922 306.199 178.570. dan ekuitas masing-masing sebesar 48.350.167 juta menurun sebesar 3.73 2.753) 0 (114.491 54.714) 30. sedangkan peningkatan ekuitas disebabkan peningkatan laba. dan 22.687 41. Jumlah aktiva serta kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2003 sebesar Rp7.80) (29.704 28.13) (42.52 262.84% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2003 sebesar Rp7.46 93.816 8.01 2. 100.333 5.90 (179.088) 110.391 183.90) 238.60 276.556 juta meningkat sebesar 21.706 juta.127 (182. b.204 417.130 194.93) (269.37%.682 2. kewajiban tidak lancar.316 (130.069 696. Jumlah aktiva serta kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp8.046.68) (52.604 257.362 (134.47) 4. kewajiban lancar.69 (52.02%.425 1.20%. Pos-pos aktiva tidak lancar yang mengalami penurunan adalah aktiva tetap dan aktiva lain-lain masing-masing sebesar 6.150 207.18 ~ (1.86) (5.925 (3.00%.020 235. Laporan Laba Rugi (dalam Juta R upiah) % Perk em bangan Naik/(T urun) (2 . 47.75%.349) 233.530 196.61% dan 37. 4.246 116.05%. sedangkan kewajiban lancar yang mengalami penurunan adalah hutang bank.35% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2002 sebesar Rp7.48) 113.125 34.576 276.569.a. hutang anjak piutang. dan 7.300 17.874.915 244.99 (0.80) 14 .Bersih Jum lah Penghasilan (Beban ) Lain-lain L aba (Rugi) Sebelum Pos L uar B iasa Pos Luar Biasa L aba (Rugi) Sebelum B eban (M anfaat) Pajak Beban (M anfaat) Pajak Pajak Kini Pajak Tangguh an Jum lah Beban (M an faat) Pajak L aba (Rugi) Sebelum H ak M inoritas atas L aba (Rugi) B ersih Anak Perusahaan yang Dik onsolidasi Hak M in oritas atas (Laba) Rugi Bersih Anak Perusah aan yan g Dikon solidasi L aba (Rugi) B ersih L aba (Rugi) Usaha per Saham L aba (Rugi) B ersih per Saham 2004 2 9.704 0 352.82 (61.091 922.48 (49.67%.

229 (5.3):3 (3 .366) ~ (8.4):4 4 5 6 2. Realisasi laba bersih tahun 2003 sebesar Rp110.269 4.60 (100.461) 508.000 0. b.25) 47.465 381 0 2.285) 5.00 381 (0.017 juta.68%.017 a.116.48%.000 1.00 0.53% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2003 sebesar Rp110. Saldo ekuitas per 31 Desember 2003 sebesar Rp4. Laporan Perubahan Ekuitas (dalam Juta Rupiah) % Perkembangan Naik/(Turun) 2002 (2 .38% dan 31.970.116.23) 7.303.785.53 (56. Saldo ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp5.07 1.678 juta meningkat sebesar 1.00 1.678 4.523 636.197) ~ ~ 694.47 ~ (227.000.701 (173.12) 0.465 0.267 juta meningkat sebesar 365.754.000.754.977 255.80% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2002 sebesar Rp233.303.540 1.687.4):4 2004 2 3 4 5 6 (263.375 (23.331) (519.3.754.395) (17.467) (190.408.000.000 1.00) 10.678 juta.328 (117.039.a.123 ~ (9.4.754 0 1.019 ~ 3. b.465 381 Tahun 2003 3 2. Realisasi laba bersih tahun 2004 sebesar Rp512. Hal ini disebabkan menurunnya laba usaha sebesar 29. Hal ini disebabkan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dan saldo rugi yang belum ditentukan penggunaannya meningkat masing-masing sebesar 10.600) 456.00 0.123 432.039 juta menurun sebesar 52.303.17) Uraian 1 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas Kas dan Setara Kas Awal Tahun Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 15 .523 200.397) (396.455) 167.146 456. Hal ini disebabkan saldo yang telah ditentukan penggunaannya meningkat sebesar 3.687.38 31.88) 203.00 Uraian 1 Modal Ditempatkan dan Disetor Modal Lainnya Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Selisih Lebih Akumulasi Laba (Rugi) atas Hak Minoritas pada Anak Perusahaan Saldo Laba (Rugi) yang telah Ditentukan Penggunaannya Saldo Laba (Rugi) yang belum Ditentukan Penggunaannya Saldo 31 Desember 2004 2004 2 2.77 (5.07%.039 juta.44% dibandingkan dengan saldo ekuitas per 31 Desember 2002 sebesar Rp4.151 juta.44 (227. 4.3):3 (3 . 4.852 432. Laporan Arus Kas (dalam Juta Rupiah) % Perkembangan Tahun Naik/(Turun) 2003 2002 (2 .563) 1.13 ~ 78. Hal ini disebabkan meningkatnya laba usaha sebesar 200.269 juta meningkat sebesar 7.60% dibandingkan dengan saldo ekuitas per 31 Desember 2003 sebesar Rp4.53%.

Rasio Keuangan Kinerja perusahaan dari aspek keuangan dapat terlihat dari rasio likuiditas.20 40. Hal ini disebabkan arus kas dari aktivitas operasi pendanaan menurun sebesar 8. 4.74 183.68 208.41 % 57.123 juta. Current Asset Turn Over 7. rasio leverage.37 % 33.66 % 16 . Rasio Aktifitas 1.17% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2002 sebesar Rp456. Rasio Lancar 4. Return On Investment (ROI) Hasil 29.51 985.74 % 74.80 209. Fixed Asset Turn Over 6.31 % 4.523 juta. Rasio Likuiditas 1.46 % % % % % hari hari % % % % 42.523 juta menurun sebesar 5. risiko aktivitas. Sales to Net Working Capital C. Rasio Rentabilitas 1. Receivable Turn Over 2. Perputaran Total Asset (TATO) 5.47%. Saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2003 sebesar Rp432. Perputaran Persediaan (hari) 4. Return On Equity (ROE) 6.33 % 8.375 juta meningkat sebesar 47.01 65. Solvabilitas 2. Acid Test Ratio (Quick Ratio) 3.34 123. Saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2004 sebesar Rp636. dan rasio rentabilitas tahun 2004 adalah sebagai berikut: No. Debt to Equity Ratio E. Rasio Solvabilitas 1. EBITDA Margin 3.88%.60 % 234. Collection Period (hari) 3. rasio solvabilitas. Rasio Gross Profit Margin 2.30 % 14. Hal ini disebabkan arus kas dari aktivitas operasi meningkat sebesar 1.408. b. Net Profit Margin 4.13% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2003 sebesar Rp432.70 110. Rasio Leverage Debt to Total Asset D. Rasio Total Modal Sendiri terhadap Total Aktiva (TMS/TA) 5. Rasio Kas 2.22 % 10. Net Working Capital to Sales B. Indikator A.a.62 335.53 54.5.

PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC). Adanya verifikasi dan persetujuan transaksi.2. 17 . target kinerja SPI sesuai RKAP adalah %.5 0 82. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum SPI efektif dalam mendukung operasional perusahaan. Pemeriksaan sesuai PKPT b. Informasi Lainnya 6.000.1. Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern Secara umum rancangan dan pelaksanaan Struktur Pengendalian Intern Perusahaan cukup memadai dalam mendukung aktifitas perusahaan. c. d. PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS). PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI). Adanya pemisahan tugas.5 Dari hasil pemeriksaan tahun 2003. PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) dan PT Krakatau Medika (PT KM). sebagian besar temuan telah ditindaklanjuti. PT Plat Timah Nusantara (PT Latinusa). Satuan Pengawasan Intern (SPI) Selama tahun 2004.5% dari rencana.930. 6. PT KHI Pipe Industries (PT KHI). PT Krakatau Wajatama (PT KW). Pemeriksaan Khusus Jumlah Laporan Hasil Pemeriksaan Satuan Obyek LHP LHP LHP Realisasi 34 33 0 33 Rencana 40 40 0 40 % 85 82. b.244. Satuan Pengawasan Intern (SPI) telah melakukan pemeriksaan pada 34 unit kerja atau 85% dari Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004.479.000 dan Rp62. PT Krakatau Information Technology (PT KIT). Dengan realisasi penerbitan LHP sebanyak 33 buah atau 82. Hal ini tercermin antara lain dari: a.5.601. jurnal pencatatan dan sistem pelaporan. Adanya sistem informasi akuntansi dengan bantuan komputer berbasis Mainframe dan LAN untuk Direktorat Keuangan dan sistem informasi pengadaan berbasis SAP (System Aplication Product) untuk Sub Direktorat Logistik. Gambaran secara umum kegiatan anak perusahaan adalah sebagai berikut: a. Realisasi kontrak dan pendapatan proyek tahun 2004 masing-masing sebesar Rp97. PT KE PT KE bergerak dalam bidang konstruksi dan rekayasa. Adanya kebijakan dan pedoman prosedur untuk menetapkan dan menerapkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. 6. Anak Perusahaan Perusahaan mempunyai 10 (sepuluh) anak perusahaan yaitu PT Krakatau Engineering (PT KE). Dalam memantau efektifitas kebijakan serta prosedur lain yang berkaitan dengan pengendalian selama tahun 2004 aktifitas SPI adalah sebagai berikut: Uraian Satuan Organisasi yang Diperiksa Jumlah Laporan Hasil Pemeriksaan a.

dan 4.685 ton.811 Pengelolaan Wisma Baja M2/tahun 108.623 ton. e. dan 20. sedangkan realisasi jasa proteksi sebesar 2.171 ton. dan kawat baja tahun 2004 masing-masing sebesar 106. 50.166 Pergudangan M2/tahun 223. Realisasi penjualan baja tulangan.000 dan non PT KS dan group sebesar Rp3.66%. PT KIT PT KIT bergerak dalam bidang jasa teknologi informasi. dan kawat baja tahun 2004 masing-masing sebesar 102. Realisasi produksi baja kemasan tahun 2004 sebesar 84.643. PT Latinusa PT Latinusa bergerak dalam bidang produksi baja kemasan.932 m2.337 ton.000 ton.000 ton sehingga utilisasi kapasitas sebesar 64.998 Sport Center Orang/tahun 144. f.012.388 Persewaan tanah M2/tahun 54. 150. Realisasi produksi pipa baja tahun 2004 sebesar 17.31%.910 Pemeliharaan lingkungan M2/bulan 1.000 ton.569. c.906 ton.638 Perumahan Unit 68 d. PT KIEC PT KIEC bergerak dalam bidang pengelolaan kawasan industri.920 ton serta non PT KS dan group sebesar 17.515 Pengolahan oli Ton/tahun 515 Perkantoran M2/tahun 8. baja profil dan kawat baja. dan 21.56%.404 ton dengan kapasitas terpasang sebesar 79.262 ton dengan kapasitas terpasang masing-masing sebesar 150. Realisasi pendapatan PT KIEC tahun 2004 adalah sebagai berikut: Uraian Satuan Nilai Penjualan lahan komersial M2 2 Penjualan lahan industri M 70.806. Realisasi produksi baja tulangan.000. baja profil.000 ton sehingga utilisasi kapasitas masing-masing sebesar 58. Realisasi penjualan pipa baja tahun 2004 sebesar 19.000 yang terdiri dari kontrak berasal dari PT KS dan group sebesar Rp17. dan 3.062 ton dengan kapasitas terpasang sebesar 130.850 m2. 31.257 ton yang terdiri penjualan ke PT KS dan group sebesar 1.b.369. 18 .124 ton. Realisasi kontrak tahun 2004 sebesar Rp21. 46. baja profil. PT KHI PT KHI bergerak dalam bidang industri pipa baja. sedangkan jasa proteksi sebesar 2.414 ton.427.620. PT KW PT KW bergerak dalam bidang produksi baja tulangan.200 Hotel Permata Room night 54% Golf & KCC Orang/tahun 26.500 ton sehingga utilisasi kapasitas sebesar 22%.24%. Realisasi penjualan tahun 2004 sebesar 90.

000.229 1. jasa cargo handling (jasa pergudangan. Realisasi produksi listrik tahun 2004 sebesar 1. jasa pengarungan.927 214. jasa kawasan dan workshop (coastal industrial estate.468 MWH. PT KTI PT KTI bergerak dalam bidang industri air. alat berat.44%.616. dan workshop).533. PT KBS PT KBS bergerak dalam bidang jasa pelabuhan meliputi jasa kepelabuhan (jasa dermaga dan jasa bongkar/muat).082.687 17.000 dan non afiliasi sebesar Rp61.945.191 m3 yang terdiri dari penjualan ke PT KS dan group sebesar 16. Realisasi penjualan tahun 2004 sebesar Rp78.390 919 2. dan jasa pengelolaan cargo). j. PT KDL PT KDL bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik.987. Realisasi pelayanan kesehatan tahun 2004 adalah sebagai berikut: Uraian Rawat jalan Rawat darurat Rawat intensif Kamar bedah Kamar bersalin Rawat inap Penunjang medis/diagnostic Hemadialisa Fisioterapi Farmasi Satuan Orang Orang Hari Orang Orang Hari Tindakan Tindakan Tindakan Resep Nilai 213.004.200 m3 sehingga utilisasi kapasitas sebesar 63.444 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 19 .799 m3 dengan kapasitas terpasang sebesar 55. PT KM PT KM bergerak dalam bidang layanan kesehatan.844.395.492 387. Realisasi penjualan sebesar 33.450.g.872 MWH dan produksi terjual sebesar 1.516.020.082.848. h.725 m3 serta non PT KS dan group sebesar 17.117 41. Realisasi produksi air tahun 2004 sebesar 35.000 yang terdiri dari penjualan afiliasi sebesar Rp16.466 m3.569 636 38. i.

20 .

Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. serta laporan laba rugi. Oleh karena itu. dan persyaratan bantuan. dan bantuan yang berlaku bagi PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan merupakan tanggung jawab manajemen. 23. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. kontrak. Namun. 1 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . kontrak. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. peraturan. dan telah menerbitkan laporan Nomor tanggal 30 Maret 2005. peraturan.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 23. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum.A/AUDITAMA V/GA/3/2005 Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan terhadap pasal-pasal tertentu hukum.B/AUDITAMA V/GA/3/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004. laporan perubahan ekuitas. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.

Ak. kontrak. 30 Maret 2005 2 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. dalam semua hal yang material.Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Krakatau Steel (Persero) terhadap pasal-pasal tertentu hukum. PT Krakatau Steel (Persero) mematuhi. Misnoto. dalam semua hal yang material. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Krakatau Steel (Persero) tidak mematuhi. berkaitan dengan unsur yang kami uji. D-1416 Jakarta. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. peraturan. Drs. MA Register Negara No. pasal-pasal tersebut.

Kondisi di atas mengakibatkan PT KS lebih bayar atas pembayaran SPPT PBB tahun 2004 sebesar Rp658.000.000 0 Rp2.5%x Rp 929.000. menguasai.647.000 = = Dalam jumlah PBB terhutang tersebut. PT KS pada tanggal 27 Agustus 2004 membayar dahulu PBB terutang sebesar Rp4. Termasuk dalam pembebasan tersebut adalah proses tukar menukar tanah milik penduduk yang akan digunakan sebagai lokasi pabrik seluas 1.00 untuk tanah yang bukan menjadi kewajibannya.000.647. Atas luas tanah dan PBB yang terutang.774. PT KS juga akan melakukan monitoring terhadap kompensasi PBB tersebut pada SPPT PBB masa pajak tahun 2005.548.000 40% x Rp2. Sesuai Undang Undang No. Perhitungan SPPT PBB yang dibayar PT KS didasarkan atas objek pajak bumi dan bangunan seluas 11.323.954. KU.00 melalui Bank Jabar Cilegon untuk menghindari denda pajak bila dibayar lewat jatuh tempo.000. Hal tersebut disebabkan PT KS terlambat melakukan pemutakhiran objek PBB-nya. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tertanggal 14 April 2004 diketahui bahwa PT KS masih membayar PBB atas tanah yang sudah bukan miliknya eks proses tukar menukar di atas. 3 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. BPK RI menyarankan agar PT KS tetap melakukan pemutakhiran obyek PBB-nya. Sementara menunggu jawaban atas permohonan keberatan. khususnya atas hasil penjualan asset non produktif. PT Krakatau Steel masih membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas tanah yang sudah bukan miliknya sebesar Rp658.600. pasal 4 menyebutkan bahwa yang menjadi subyek pajak adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan/atau memperoleh manfaat atas bumi dan/atau memiliki.548.000 Rp 4.647.509.774.509.02/150 tanggal 28 Juni 2004.774.870 m2 dengan NJOP per m2 sebesar Rp200.00 sehingga NJOP sebagai dasar pengenaan PBB sebesar Rp2.000.000.774.954.954.Lampiran A A. PT KS telah mengajukan permohonan keberatan melalui surat No.000. sebagaimana dimaksud dalam SPPT PBB. 12 tahun 1985 tentang PBB..00 PT Krakatau Steel (PT KS) masih membutuhkan tanah untuk perluasan pabrik.00 yang dapat dirinci sebagai berikut : NJOP sebagai dasar pengenaan PBB NJOPTKP (NJOP Tidak Kena Pajak) NJOP untuk perhitungan PBB NJKP (Nilai Jual Kena Pajak) PBB yang Terhutang = = = = = Rp2.323.000.000 Rp 929. dan melakukan monitoring atas kompensasi PBB pada tahun 2005. sehingga perlu melakukan pembebasan hak atas tanah dan benda-benda yang ada di atasnya.00 adalah nilai PBB untuk tanah yang sudah ditukar kepada penduduk (sudah bukan milik perusahaan lagi).000. PT KS sependapat dengan temuan BPK-RI dan saat ini telah dilakukan pemutakhiran atas seluruh asset yang menjadi obyek PBB.323.000.323.000 0. diantaranya sebesar Rp658.600.385 m2 ≈ 164.7385 Ha. PT Krakatau Steel 1.618.

sambil menunggu penggunaan dana tersebut untuk kepentingan investasi dan dalam rangka mengoptimalkan pengembalian/return serta untuk mengurangi biaya bunga akibat penarikan KMK (meningkatkan kondisi arus kas operasi tahun 2004 cukup sulit). 4 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . maka dana dalam rekening PT KS qq dana investasi tersebut dikelola melalui mekanisme instrument cash pooling. RDI pertama kali diisi dari hasil penjualan saham perusahaan patungan yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada (PT CMNP) sebesar Rp57. Untuk menampung dana-dana investasi tersebut telah dibuka Rekening Dana Investasi (RDI) pada PT Bank Mandiri Cilegon Anyer pada tanggal 7 Juli 2004 dengan Rekening No. Namun demikian.01.00 pada tanggal 26 Juli 2004. 116-0084001230 dan digunakan untuk pembayaran Kredit Modal Kerja (KMK) yang jatuh tempo. Jumlah tersebut baru dikembalikan pada tanggal 5 Agustus 2004 setelah perusahaan menarik KMK kembali.000. Tidak diperoleh kebijakan khusus atas RDI berkaitan penggunaan sesuai dengan tujuan pembentukannya. RDI berada dalam pengelolaan Sub Direktorat Perbendaharaan PT KS. PT KS : HK. RDI secara resmi diikutsertakan dalam mekanisme kebijakan kas bersama (cash pooling) berdasarkan Perjanjian Pelayanan Jasa Notional Cash Pooling No. S-116/MMBU/2003 tanggal 16 Juni 2003. Hal ini memungkinkan dana RDI digunakan dalam operasi rutin perusahaan atau diperlakukan sebagai modal kerja. bersamasama dengan rekening lainnya untuk modal kerja.255.000. RDI akan dipergunakan untuk kepentingan investasi mulai tahun 2005. Penggunaan dana dalam Rekening Dana Investasi (RDI) PT Krakatau Steel tidak sesuai dengan peruntukannya Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 14 Juni 2004 telah disetujui adanya pendanaan untuk investasi yang berasal dari divestasi saham PT Krakatau Steel (PT KS) pada anak perusahaan dan pelepasan saham pada perusahaan patungan.02/261/2004 tanggal 24 September 2004 antara PT KS Group dan PT Bank Mandiri. Dana untuk investasi juga ditambah dari hasil penjualan asset non produktif yang telah disetujui penjualannya oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan surat No. Dalam mekanisme cash pooling.116-0004376944. seperti yang terjadi pada 28 Juli 2004 dimana dana sebesar Rp 57.96 sedangkan sisanya dipindahkan ke deposito on call. RDI menjadi penutup rekening operasional yang overdraft.2. Sesuai dengan keputusan RUPS tanggal 14 Juni 2004 tentang persetujuan pelepasan saham patungan dan surat Menteri BUMN No.120.00 dipindahbukukan ke rekening giro No. PT KS menjelaskan bahwa sesuai rencana.592. S-116/M-MBU/2003 tanggal 16 Juni 2003 tentang izin penjualan asset non produktif menyebutkan bahwa dana-dana yang diperoleh adalah untuk pendanaan investasi. Kondisi di atas mengakibatkan timbulnya potensi terganggunya pencapaian pelaksanaan dan tujuan investasi sehubungan penggunaan RDI untuk operasional. Hal tersebut disebabkan PT KS sepanjang tahun 2004 mengalami kesulitan dana kas dan memandang penggunaan RDI lebih murah dibandingkan meminjam ke bank untuk menutupi masalah arus kas/cash flow.120.000. Saldo akhir RDI per 31 Desember 2004 sebesar Rp2. Dengan diikutsertakannya RDI dalam mekanisme cash pooling.675.000. maka secara resmi RDI menjadi sama dengan rekening operasional lainnya.

Tanah di Jl. Ny.00. Selain informasi di atas.Selanjutnya PT KS menjamin bahwa dana tersebut akan tersedia. Meitha Mega Djuwita Darwis. Selanjutnya HGB tersebut dijual kepada Ny. 2) Lahan untuk bangunan tersebut dipakai tanpa surat perjanjian sewa antara PT KS dengan penghuni. 658 beralih ke HGB No. Dari 19 (sembilan belas) item aktiva tetap tersebut di atas. Posisi saldo RDI pada akhir Maret 2005 menjadi sebesar Rp103. tetapi berdasarkan pengakuan salah seorang penghuni bahwa mereka membayar sewa atas lahan yang dipakai pada oknum yang tidak diketahui identitasnya. dengan HGB No. b. 3) Tidak ada papan nama yang menunjukan bahwa tanah tersebut milik PT KS. bengkel las. 2) HGB No. PT Krakatau Steel (PT KS) memperoleh ijin penjualan aktiva non produktifnya dengan cara penawaran terbuka tanpa lelang yang terdiri dari: a. HGB tersebut telah diagunkan kepada PT Bank Central Asia tanggal 20 Juni 2003. pada saat akan dipergunakan untuk kepentingan investasi. Terdapat aktiva tetap berupa tanah dan bangunan non produktif milik PT Krakatau Steel yang dikuasai oleh Pihak Ketiga Berdasarkan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. BPK RI menyarankan agar PT KS mengeluarkan dana dalam RDI dari mekanisme cash pooling.700. 659 beralih ke HGB No. 3) HGB No. sampai dengan akhir tahun 2004 diketahui baru 4 (empat) item yang sudah terjual.667. telah mengagunkannya kepada PT Bank Bumi Arta. Belum ada upaya-upaya yang dilakukan PT KS Divisi Protokoler & Perkantoran Jakarta untuk membebaskan tanah tersebut dan untuk menyelesaikan adanya HGB ganda. 1513 tanggal 5 Januari 1996 seluas 65 m2 atas nama Ny.792. Gunung Sahari No. luas tanah 3.508 m2. 1609 tanggal 13 Juni 1996 seluas 65 m2 atas nama PT Hidup Barutama Mandiri berkedudukan di Jakarta. 657 beralih ke HGB No. bengkel AC mobil (Fajar Timur AC. 659/1966 terlihat antara lain : 1) Banyak bangunan didirikan di atas tanah milik PT KS yang terdiri dari bangunan rumah penduduk. rumah makan. wartel. 021-70649357) dan kantor (Master Express Cargo). Jakarta Pusat. 5 (lima) persil tanah berikut bangunan. Renny Sahara (Gouw Lie Tju). 657/1966.60. berkedudukan di Cilacap. 658/1966. c. S-116/MMBU/2003 tanggal 6 Juni 2003. 1 (Eks PN Metrika). Tlp. Meitha Mega Djuwita Darwis tanggal 1 September 1997. Berdasarkan pemeriksaan fisik yang dilakukan pada hari Jumat tanggal 31 Desember 2004 terhadap 3 (tiga) item dari 15 (lima belas) item tanah dan bangunan yang belum terjual diketahui hal-hal sebagai berikut : a. 13 (tiga belas) persil tanah kosong. 3. 1746 tanggal 27 Juni 1997 seluas 68 m2 atas nama PT Primatiga Ekarencana. 1272 dan dialihkan kembali ke HGB No. 1 (satu) set aktiva yang terdiri dari perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 5 MW sebanyak 5 (lima) unit beserta fasilitas pendukungnya. 5 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . juga diketahui bahwa dari tanah tersebut seluas 198 m2 telah beralih kepemilikannya masing-masing yaitu : 1) Hak Guna Bangunan (HGB) No.

3) Tanah kanan depan didirikan bangunan rumah makan. HGB No. termasuk pengambilalihan kembali bangunan yang dipakai KPP-RI awal tahun 1995. 7 tanggal 4 Nopember 2002 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT KS menyebutkan ketentuan tentang tugas dan wewenang Direksi antara lain adalah memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan. langkah – langkah yang dapat dan telah dilakukan oleh PT KS adalah sebagai berikut : c. Upaya-upaya yang sudah dilakukan Divisi Protokoler & Perkantoran PT KS Jakarta adalah dengan beberapa kali mengirimkan surat kepada DPP-KPPRI. 45 Jakarta Pusat. luas 654 m2. agar segera mengosongkan gedung kantor tersebut.02/535 tanggal 15 September 2004 perihal permohonan ketiga pengosongan kantor PT KS di Jl. Tanah di Jl. 45. 6 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . 45 Jakarta Pusat.151 m2. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS tidak dapat segera menjual dan memanfaatkan hasil penjualan tanah dan bangunan non produktif untuk keperluan investasi. HK. luas tanah 75. Pulo Gadung. Hal tersebut disebabkan Direksi PT KS lalai dan tidak tegas dalam melakukan tindakan pengamanan atas tanah dan bangunan non produktif yang dikuasai oleh pihak ketiga.015 m2. rumah ibadah dan bengkel serta pangkalan truk.864 m2 masih dikuasai oleh warga. Permasalahan dimulai sejak ditempatinya tanah dan gedung tersebut pada tanggal 31 Desember 1994 dan baru dilaporkan kepada PT KS tanggal 2 Januari 1995. atau pihakpihak yang menguasai tanah dan bangunan di Jl. Proklamasi No. dimana tanah dan gedung tersebut dipakai untuk sementara sebagai tempat penyimpanan arsip oleh KPP-RI. tanah dimaksud dalam keadaan kosong. Tanah dan Bangunan di Jl. Taruna No. 5) Tidak ada papan nama yang menunjukan bahwa tanah tersebut milik PT KS. PT KS menjelaskan bahwa pada prinsipnya pihaknya akan melakukan upaya untuk menguasai kembali terhadap tanah dan bangunan non produktif milik PT KS yang ditempati oleh pihak ketiga. sisanya seluas 68. 10/1972 terlihat antara lain : 1) Lokasi tanah dipisahkan dengan jalan masuk PT Metbelosa. Dari dokumen yang ada diketahui bahwa sejak serah terima tanah seluas 75. Terakhir dengan surat Kepala Divisi Protokoler & Perkantoran No. rumah toko. HGB No. Sesuai dengan Akta Notaris Lanny Janis Ishak No. 446/1997 terlihat antara lain : 1) Bangunan dikuasai oleh organisasi Kesatuan Penerus Perjuangan RI (KPP-RI). 4) Tanah tersebut dipakai tanpa surat perjanjian pinjam pakai atau sewa antara PT KS dengan penghuni. Sampai dengan saat ini.015 m2 dari PN Metrika kepada PT KS. Sampai pemeriksaan berakhir Divisi Protokoler & Perkantoran PT KS Jakarta hanya menguasai dengan melakukan pemagaran atas tanah seluas 6.05. 6) Papan nama PT KS dicabut sehari setelah dipasang oleh PT KS.b. 4) Lahan untuk bangunan tersebut dipakai tanpa surat perjanjian pinjam pakai atau sewa antara PT KS dengan penghuni. Namun berdasarkan informasi dari penjaga gedung diketahui bahwa mereka membayar sewa atas bangunan dan lahan yang dipakai. Jakarta Timur. 2) Tanah sebagian dipakai untuk area parkir dan jalan masuk PT Metbelosa. 1 (Eks PN Metrika). 3) Hampir tigaperempat dari luas tanah didirikan bangunan permanen untuk rumah tinggal. Proklamasi No. dan belum ada tindakan tegas dalam melakukan pengamanan atas tanah tersebut. Proklamasi No. 2) Bangunan bagian kiri depan disewakan menjadi kantor Koperbin dan kanan depan disewakan menjadi wartel.

Adapun proyek investasi tersebut terdiri dari : a. Selanjutnya untuk menyelesaikan asset tanah dan bangunan non produktif milik PT KS yang sementara ini ditempati oleh pihak ketiga tersebut diatas.044. PT Krakatau Steel mengalami kerugian sebesar Rp38.485. diketahui terdapat proyek investasi optimalisasi pada pabrik billet baja PT Krakatau Steel (PT KS) yang tidak dilanjutkan lagi.555 sedangkan PT LJ selaku penanggung jawab porsi lokal sebesar Rp17.151 M2 akan segera dipagar.1. dimana proyek CCM terlebih dahulu dibangun baru dilakukan proyek pemasangan EAF.000. 3. yang tertuang dalam kontrak pengadaan & pemasangan CCM No. . 49/KONTR/C/DU-KS/1997 tanggal 3 Juli 1997 antara PT KS dengan Konsorsium Danieli & C Officine Meccaniche SpA. .Tanah seluas 6. Gunung Sahari No. PT KS telah beberapa kali melakukan pendekatan baik secara langsung maupun menyurati KPPRI.00. Kedua proyek dimaksud merupakan 1 (satu) paket pembangunan. CST selaku penanggung jawab porsi impor sebesar USD9. agar segera mengosongkan tanah dan bangunan tersebut. Menurut kontrak.PT KS telah melakukan pengecekan ke Badan Pertanahan Nasional bahwa status tanah tersebut masih tetap sesuai dengan dokumen yang dimiliki PT KS. b.970. 446/1997.231. Menurut kontrak.dan PT Andaru Sinarmatra (PT AS).700. 7 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Tanah di Jl.Usaha yang sedang ditempuh oleh PT KS adalah dengan menggunakan jasa pengacara J.Bangunan yang didirikan sebagai bengkel AC mobil telah dibongkar dan akan dilanjutkan dengan bangunan yang lain. 1 (eks PN Metrika) Pulogadung Jakarta Timur seluas 75. Edwin Manurung SH. (DCOM).117. Tanah dan Bangunan di Jalan Proklamasi No. 45 Jakarta Pusat seluas 654 M2 HGB no.00 atas terhentinya proyek pembangunan Continuous Casting Machine dan pemasangan Electric Arc Furnace No. 658/1966 dan 659/1966.015 M2 HGB No. 2.111 dengan total ekuivalen sebesar Rp38. . Taruna No. Metbelosa.465. 3 & 4 (EAF). . 4. PT KS akan membentuk Tim Kecil. Proyek pembangunan mesin cetak bergerak baru/New Continuous Casting Machine (CCM). DCOM selaku penanggung jawab porsi impor sebesar USD14.Area Parkir dan Jalan masuk ke PT Metbelosa secara fisik masih dikuasai PT KS.556.502. yang tertuang dalam kontrak pengadaan & pemasangan EAF No. 10/1972.291.600 sedangkan PT AS selaku penanggung jawab porsi lokal sebesar Rp18. .016. BPK RI menyarankan agar PT KS konsisten dan tegas dalam menyelesaikan asset tanah dan bangunan non produktif milik PT KS yang dikuasai pihak ketiga dalam rangka pengamanan asset milik perusahaan. .748. merupakan areal yang dapat diselamatkan secara fisik saat peralihan dari PT.Atas penguasaan bangunan oleh Organisasi Kesatuan Penerus Perjuangan RI (KPPRI). Proyek pembangunan New Electric Arc Furnace No. 17/KONTR/DU-KS/III/1997 tanggal 24 Maret 1997 antara PT KS dengan Konsorsium Concast Standard AG (CST) dan PT Lykamandiri Sentosa Jaya (PT Likmas Jaya/PT LJ). 3 dan 4 Pabrik Billet Baja Berdasarkan laporan keuangan konstruksi per 31 Desember 2004. 657/1966.508 M2 HGB No. Tanah di Jl. 1 (eks PN Metrika) Jakarta Pusat seluas 3.00.

104. Nama Proyek CCM EAF Pihak Konsorsium CST PT Likmas DCOM PT AS Bank Penerbit Bank Bumi Daya Bank Bumi Daya ABN AMRO ABN AMRO Nilai USD 1.000.346.786.00 untuk kedua proyek. walaupun pihak CST telah menghentikan secara sepihak proyek CCM tersebut tanggal 8 April 1998.512. Uang muka proyek kepada CST sebesar Rp4. Proyek EAF sebesar Rp26.979.564. terdiri dari : 1) Uang muka kepada DCOM dibayar sebesar 15% atau USD2.104.00.044. 4) Bunga selama masa kontruksi (Interest During Construction) sebesar Rp4.429.00 Akhir Masa Berlaku 01-11-1998 01-11-1998 31-01-1999 31-01-1999 Sampai dengan masa berlaku bank garansi habis.00.117.787. Alasan CST adalah karena PT KS tidak bersedia membayar dan menandatangani sertifikat penyelesaian tahap I dan II (tercapai tgl.00 Rp 3.Dari dokumen pembayaran diketahui bahwa PT KS telah mengeluarkan biaya sebesar Rp38.000.234.446.483. 5) Biaya umum tidak langsung/General Indirect Cost sebesar Rp95.00 yang dibayarkan PT KS tanggal 6 Agustus 1997. b. Proyek CCM sebesar Rp12.600.00.197.00.664. 4) Interest During Construction sebesar Rp4.00.992. Selanjutnya.000. 8 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .640.698.00. 2) Uang muka kepada PT AS dibayar sebesar Rp3.446. terdiri dari : 1) Uang muka kepada CST dibayar sebesar 15% atau USD1. 19 Nopember 1997) untuk porsi impor yang menjadi tanggung jawab CST.500.00. yaitu : No.140. 5) General Indirect Cost sebesar Rp203.121.485.00 (termasuk provisi dan ongkos teleks) yang dibayarkan PT KS tanggal 6 Agustus 1997.941.00 yang dibayarkan PT KS tanggal 10 Oktober 1997.670.35 Rp 3.00 USD 2.693. Atas uang muka yang dibayar tersebut.436. 3) Aktiva dalam pembangunan (premi asuransi dan IT) sebesar Rp156. pihak manajemen tidak melakukan perpanjangan bank garansi maupun pencairan.417.00 telah habis dipakai untuk menutupi biaya-biaya yang timbul dalam tahap awal proyek sampai dengan dihentikannya proyek tersebut.174.693.00 (termasuk provisi dan ongkos teleks) yang dibayarkan PT KS tanggal 10 Oktober 1997.352. b.00.818.117. PT KS memperoleh Bank Garansi untuk masing-masing proyek.352.437.512.311.00 ekuivalen Rp7.291. 3) Aktiva dalam pembangunan sebesar Rp10. sambil menunggu kelanjutan pengerjaan proyek dimaksud. berdasarkan temuan BPK RI tahun buku 2003 atas saldo uang muka proyek CCM diketahui sebagai berikut : a. dengan rincian sebagai berikut : a. a.25 ekuivalen Rp4.318.140. Proyek tersebut dihentikan (terminated) secara sepihak oleh CST tanggal 8 April 1998.938.500. 2) Uang muka kepada PT LJ dibayar sebesar 20% atau Rp3.483.287.222.352.222.640. yang menurut CST pekerjaan tersebut telah selesai dilakukan.

CST melaporkan bahwa PT LJ telah menarik uang muka dari rekening bersama di Bank Duta tanpa sepengetahuan CST.058) kepada PT KS atas penangguhan proyek EAF. Sedangkan proyek EAF sendiri karena terkait dengan proyek CCM. sehingga tidak ada kontraktor lokal yang sanggup menanganinya.00 karena pengeluaran yang dilakukan tidak memperoleh manfaat bagi perusahaan dan berpotensi untuk diklaim oleh kontraktor. pemilik wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis dalam waktu tidak kurang dari 45 hari mengenai keputusannya memutus kontrak ini. tanggal 2 November 2001.446. dengan tujuan mendapatkan penyelesaian yang saling menguntungkan kedua belah pihak. 49/KONTR/C/DU-KS/1997 tanggal 3 Juli 1997 menyebutkan bahwa pemilik dapat memutus kontrak dan dalam hal ini.222. Sampai pemeriksaan berakhir. Uang muka proyek kepada PT LJ sebesar Rp3. Hal tersebut mengakibatkan PT KS menderita kerugian sebesar Rp38. sampai akhir tahun 2004 pekerjaannya belum dilaksanakan oleh kontraktor. karena adanya keterbatasan pasokan besi spons/sponge iron untuk proses steel making. kedua proyek tersebut belum secara resmi dihentikan dengan pemberitahuan kepada konsorsium pelaksana proyek. DCOM melalui suratnya telah menagih sebesar USD 650. 77/DPT-KS/2004 tanggal 22 Juli 2004 ke CST. porsi pekerjaan lokal belum dilaksanakan sama sekali dan belum ada pertanggungjawaban uang muka dimaksud oleh PT LJ.700. Hal tersebut disebabkan Direksi PT KS tidak tegas dan konsisten atas penyelesaian kedua proyek (CCM dan EAF) dimana sampai dengan ±8 (delapan) tahun tidak ada keputusannya. b.187.044. Berdasarkan ketentuan kontrak proyek CCM No.000. Tindak lanjut yang sudah dilakukan PT KS.00 (kurs USD1 = Rp11. b. Direksi sepakat untuk tidak melanjutkan kembali proyek CCM dan EAF BSP.00 ekuivalen Rp7. 17/KONTR/DU-KS/III/1997. Informasi dari PT LJ tanggal 2 September 2004 adalah bahwa Dewan Direksi Schoelman Siemag (SMS Gmbh) sedang membahas tentang usulan penyelesaian PT KS kepada CST.291. Sebelumnya.485. untuk mendiskusikan penyelesaian kontrak No. sampai dengan saat penghentian kontrak sepihak oleh CST. PT 9 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . karena CST telah diakuisisi oleh SMS Gmbh. sehubungan dengan RJPP 2004 – 2008. Tanggal 10 Desember 2001. PT KS menjelaskan bahwa pada tanggal 21 Oktober 2003 telah memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek optimalisasi pembangunan EAF dan CCM BSP namun belum secara resmi memutus kontrak EAF dan CCM BSP ke Kontraktor sesuai klausul kontrak.000.500.PT KS tidak sependapat atas penghentian proyek tersebut dan menganggap bahwa proyek CCM dihentikan hanya untuk sementara (suspension) dengan status kemajuan/progress proyek ± 40% karena adanya krisis moneter yang menyebabkan kenaikan biaya. c. PT KS pada tanggal 27 Agustus 2004. dan wajib memberi kesempatan bagi Kontraktor untuk membicarakannya.00. PT KS telah mengirim surat undangan No. menanyakan ke PT LJ (anggota konsorsium) tentang progress surat PT KS ke CST. yaitu : a. SMS Gmbh ikut membahas masalah ini. sehingga uang muka proyek porsi lokal tersebut tidak jelas status dan keberadaannya. Dalam rapat koordinasi Direksi PT KS tanggal 21 Oktober 2003.17/KONTR/DU-KS/III/1997 tanggal 24 Maret 1997 dan proyek EAF No.

14 pada tanggal 31 Agustus 2004 untuk menutup saldo overdraft pada salah satu rekening operasi PT KS (rek. b.255. 10 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .13.04090266). PT KS akan mengupayakan uang muka yang telah dibayarkan dapat dialihkan menjadi uang muka proyek lain.16 (Bank Mandiri-PUKK) yang kemudian direklasifikasi keakun AG. antara lain pemasangan teknologi module 3 unit tiap EAP & modifikasi Electrode Drive dan membangun CCM baru dengan radius 9 meter.716.00.110.00. Dana PKBL tersebut terpisah dari kas PT KS dan dikelola dalam sub akun AA. Bank Mandiri No. Untuk itu komunikasi PT KS dengan Kontraktor masing-masing telah dilakukan baik secara formal maupun informal.0084001230).793. Berdasar Surat Perjanjian No. 5.038. Bila tidak memungkinkan akan diupayakan penyelesaian secara proporsional yang menjadi tanggungjawab PT KS atau Kontraktor.325. dengan meminimalkan kerugian karena klaim.414. Sedangkan atas proyek EAF BSP. Dana PKBL diatas pernah dimanfaatkan sebesar Rp16.038.14 (dengan VR No. rekening dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) di Bank Mandiri (0004251543) termasuk sebagai salah satu rekening yang dipergunakan sebagai rekening jasa notional pooling (cash pooling). Untuk itu atas proyek CCM BSP akan diupayakan mengalihkan uang muka yang telah diberikan menjadi uang muka proyek lain yang dapat dikerjakan SMS seperti Revamping SSP-1.03-Aktiva lain-lain.01.299.01.No.161. d. PT Krakatau Steel memanfaatkan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang belum disalurkan ke Unit Pengelola PKBL Sebagaimana dimuat dalam Laporan Audit BPK-RI tahun 2003. Pengelolaan dana PKBL sejak tanggal 20 Juli 2004 telah dikeluarkan dari laporan keuangan (neraca) perusahaan melalui GJ. Tidak diperoleh kebijakan tentang sistem dan prosedur pengelolaan dana PKBL tersebut. c. Dana tersebut kemudian dikembalikan lagi pada tanggal 1 September 2004 sebesar Rp16. Posisi saldo dana PKBL per tanggal 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp11.01. Posisi saldo PKBL saat itu sebesar Rp21. yaitu selisih antara jumlah uang muka yang telah dibayarkan PT KS dengan nilai kemajuan progress pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Kontraktor. BPK RI menyarankan agar PT KS segera menyelesaikan dampak terhentinya proyek CCM dan EAF sesuai ketentuan dalam kontrak.HK. sebagian dana PKBL yang merupakan penyisihan laba berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Krakatau Steel (PT KS) masih berada dalam perusahaan. Dengan memasukkan rekening dalam mekanisme cash pooling berarti bahwa saldo rekening tersebut dapat setiap saat dipindahkan oleh Bank Mandiri atau PT KS untuk menutup overdraft pada rekening operasi PT KS grup di akhir bulan atau untuk membantu pengeluaran operasional PT KS melalui instrument deposito on call atau inter company borrowing pada mekanisme cash pooling tanpa harus mempengaruhi rekening koran fisik di Bank Mandiri atau pembukuan perusahaan. dan mengharapkan uang muka yang telah dikeluarkan dapat kembali.02/261/2004 tentang pelayanan jasa notional pooling antara Bank Mandiri dan PT KS grup. Hal ini dimungkinkan karena transaksi melalui cash pooling hanya akan dicatat dalam pembukuan perusahaan atau Bank Mandiri apabila pada akhir bulan saldo transaksi tersebut masih belum terselesaikan/outstanding. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa : a.AA04070240.21.110.793.KS akan menyelesaikan kontrak.

Dana PKBL dimanfaatkan untuk kegiatan operasional PT KS melalui mekanisme cash pooling selama bulan September 2004 sebesar Rp16.00. sesuai hasil analisis terhadap laporan keuangan.505.000.009.b.291.Kep-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang “Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan” Bab V pasal 16 menyebutkan adanya larangan bagi BUMN Pembina untuk menggunakan dana PKBL untuk hal-hal di luar ketentuan yang diatur dalam Keputusan tersebut. PT KS sependapat dengan temuan diatas dan menjelaskan bahwa bahwa sebagian dana belum semuanya disalurkan ke unit PKBL.132. Selain itu.162. Dengan demikian.000. dan untuk bulan Januari 2005 sebesar Rp1.000. dana PKBL. kemudian pada bulan Desember 2004 sebesar Rp10.00. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS menikmati manfaat minimal sebesar Rp81.00. Sedangkan dalam Anggaran Dasar PT KS No. Pendapatan jasa giro notional cash pooling dihitung dari saldo harian saldo rekening yang masuk dalam mekanisme cash pooling dengan menggunakan suku bunga giro Bank Mandiri yang kemudian akan didistribusikan ke masing-masing rekening secara proportional tergantung pada besaran saldo hariannya.67.821.917.01. Sesuai kondisi ini.000.000.194. Hal tersebut disebabkan PT KS menganggap bahwa dana PKBL untuk sementara dapat dimanfaatkan terlebih dahulu melalui cash pooling. maka PT KS memerlukan dana likuid secara cepat dan murah dimana salah satunya berasal dari dana PKBL yang dianggap sebagai dana menganggur (iddle).000.000. maka dana PKBL tersebut dikelola melalui mekanisme cash pooling dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 11 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .780.000. kondisi saldo kas/bank per 31 Agustus 2004 menunjukkan saldo negatif yang cukup besar yang harus ditutup oleh PT KS dengan menggunakan dana cash pooling.00 selama bulan Januari 2005. dikarenakan sejak bulan April 2004 tingkat likuiditas PT KS mengalami penurunan.2003 pasal 11 ayat 1.C-03934 HT.500.500. pemanfaatan dana PKBL untuk kegiatan operasional PT KS juga nampak dari kecilnya pendapatan jasa giro notional cash pooling untuk bulan September 2004 yang hanya sebesar Rp1.326. untuk bulan Desember 2004 sebesar Rp1. Subdit Perbendaharaan berpendapat bahwa pemanfaatan dana PKBL bisa saja dilakukan dengan kompensasi pemberian jasa bunga. untuk bulan November 2004 sebesar Rp119.000. dan KMK.00 s.00. dan untuk bulan Januari 2005 sebesar Rp93. untuk bulan Desember 2004 sebesar Rp111.162.15. Pemanfaatan dana ini diketahui dari adanya pendapatan jasa on call cash pooling (sebelum pajak) untuk rekening PKBL untuk bulan September 2004 sebesar Rp131. Sambil menunggu untuk disalurkan.04.322.00.666.538.TH. Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No.00 dan sebesar Rp11.425. Cash ratio yang menunjukkan kemampuan PT KS untuk menutup kewajiban lancar dengan menggunakan dana yang berasal dari kas dan bank menurun dari 20% pada bulan April menjadi 2% pada bulan Juli 2004 dan 5% pada bulan Agustus. e.00.000. kecilnya jasa giro notional pooling untuk rekening PKBL menunjukkan bahwa saldo rekening PKBL dipergunakan untuk kegiatan operasional PT KS. menyebutkan bahwa Direksi untuk wajib dengan itikad baik dan penuh tanggungjawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pemanfaatan dana PKBL tersebut. Selain itu.92 yang berasal dari selisih bunga KMK dan pembayaran jasa giro cash pooling dan terhindar dari penarikan pinjaman dengan tingkat bunga yang tinggi.666.d Rp13.

SE-04/PJ. pengelolaannya telah dikeluarkan dari mekanisme cash pooling sesuai surat PT KS ke Bank Mandiri No. b.768. b. 6.33/1996 tanggal 26 Agustus 1996 yang mengatur besarnya PPh yang harus dibayar sehubungan dengan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan adalah 5% (lima persen) dari nilai tertinggi antara pengalihan hak atas tanah 12 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Dana tersebut perlu dioptimalkan return-nya.842.786.00. yang ditegaskan melalui SE Direktur Jenderal Pajak No. MPR Raya No. SE-04/PJ.529. yaitu mekanisme cash pooling dengan memperoleh hasil yang lebih baik berupa potensi additional return dan potensi interest expense saving. Ahmad Yani No.00. Namun demikian.001/49/2005 tanggal 28 Januari 2005. PPh pasal 25 atas pelepasan tanah dan bangunan di Jl. PPh pasal 25 atas pelepasan tanah dan bangunan di Jl. Berdasarkan PP No. 122 Serang Banten dimana NJOP tahun 2004 belum diperoleh. PT KS menetapkan nilai PPh tersebut berdasarkan harga jual setelah diskon dan biaya taksasi sebesar Rp5. Sehubungan dengan nilai NJOP tahun 2004 lebih besar dibandingkan dengan harga jual maka PPh seharusnya dihitung berdasarkan NJOP tahun 2004 sebesar Rp6.081. Terdapat PPh pasal 25 belum disetor minimal sebesar Rp13.000.00. PT KS mempunyai fasilitas manajemen kas/cash management yang cukup baik.00 PT Krakatau Steel (PT KS) telah melakukan pelepasan atas tanah dan/atau bangunan yang berlokasi di Jakarta dan Cilegon atas dasar persetujuan Menteri Keuangan RI No. BPK RI menyarankan agar di masa mendatang PT KS tetap konsisten melaksanakan ketentuan pengelolaan dan penggunaan dana PKBL sesuai Keputusan Menteri BUMN No. 52 kurang bayar sebesar Rp13. 27 Tahun 1996 tentang pembayaran PPh atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tanggal 16 April 1996.283. NJOP tersebut ternyata salah dan NJOP tahun 2004 yang seharusnya adalah sebesar Rp2.018.715.01.414. Atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tersebut. Kemanggisan Raya No.a. S.400. 27 Tahun 1996 tentang pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tanggal 16 April 1996.564.00. Asuransi dan Faktur PT KS sehubungan dengan PPh pasal 25 atas pelepasan 12 (dua belas) unit tanah dan/atau bangunan selama tahun 2003 sampai dengan 2004 oleh tim asset diketahui hal-hal sebagai berikut: a. PT KS menetapkan nilai PPh tersebut berdasarkan NJOP tahun 2004 sebesar Rp2. namun masih dalam pengendalian PT KS.963.16/1997 tanggal 25 Nopember 1997 dan Menteri BUMN No.000. KU. PT Krakatau Steel belum memenuhi ketentuan pembayaran pajak penghasilan atas pelepasan asset non produktif minimal sebesar Rp110. Berdasarkan dokumen dan informasi dari Divisi Pajak. S-116/MMBU/2003 tanggal 6 Juni 2003.33/1996 tanggal 26 Agustus 1996. PT KS diwajibkan untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh) pasal 25 sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) No.866.18 kurang bayar sebesar Rp83. d.00.604. Untuk tanah dan/atau bangunan yang dilepas melalui Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN). Jend.600. yang ditegaskan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No.000.00 atas pelepasan tanah di Jl.974.550.445/MK. terhitung sejak tanggal 1 Februari 2005 dana PKBL dalam rekening PT KS tersebut. PPh pasal 25 disetor langsung oleh KP2LN.Kep-236/MBU/2003 dengan segera menyalurkan dana tersebut ke Unit PKBL. c.00.

60/C/DU-KS/KONTR/2000 No. PT KS sependapat dengan temuan BPK RI dan saat ini telah dilakukan perhitungan kembali kewajiban PPh pasal 25 atas pelepasan asset non produktif tersebut. Kontrak Awal No.000 8. 3.974.22/C/DU-KS/KONTR/01 No.000 4.550.600.000 4. 2. 7.000 9. 4.414. 6.00) atas penjualan tanah dan/atau bangunan tahun 2004.10-3L/KONTR/LOGKS/IV/03 No.250.600. 5.000 Unit 6 24 78 5 1 2 1 5 2 124 No.61/C/DU-KS/KONTR/2000 No.46-3L/KON/LOG-KS/VIII/01 No. Jenis Kendaraan MD Direksi MD Kasubdit/GM MD Kadiv/Manajer MU Non Shift MO-Non Shift MO-Shift MO Direksi Merk Toyota CAMRY Honda ACCORD Toyota SOLUNA Toyota KIJANG LX Toyota KIJANG LSX Toyota KIJANG LX Toyota KIJANG LSX Toyota KIJANG LSX Ssyangyong MUSSO Jumlah kendaraan MU=Mobil Utility Tarif per Bulan 15.00 (Rp13. Selanjutnya PT KS akan melakukan penyetoran sejumlah kewajiban sesuai hasil perhitungan.600.920.59/C/DU-KS/KONTR/2003 No. Kendaraan Dinas dan Operasional non Pabrik No.300. BPK RI menyarankan agar PT KS melalui Divisi Pajak Asuransi dan Faktur melakukan koordinasi dengan tim pelepasan asset dalam memutahirkan data-data asset non produktif dan melakukan pembayaran kekurangan pajak penjualan asset non produktif.01-3L/KONTR/LOG-KS/04 No.02-3L/KONTR/LOG-KS/04 No.842.650.25/C/DL-KS/KONTR/2004 * keterangan : MD=Mobil Dinas MO=Mobil Operasional 13 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .000 3.081. 7.00 + Rp13.000.000 4.840. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS kurang bayar PPh pasal 25 minimal sebesar Rp110.47-3L/KON/LOG-KS/VIII/01 No.000 5. PT Krakatau Steel menyewa kendaraan dinas dan operasional terlalu mahal dan hak opsi kepemilikan sesuai ketentuan belum dimasukkan dalam kontrak PT Krakatau Steel (PT KS) telah menyewa kendaraan dari rekanan untuk kepentingan dinas dan operasional dengan tarif sewa di kontrak untuk 157 unit kendaraan adalah sebagai berikut : a.786.00 + Rp83.350. 1.000 10.dan/atau bangunan pada saat terjadinya pengalihan hak dengan nilai berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atas tanah dan/atau bangunan tersebut.564. Hal tersebut disebabkan Divisi Pajak Asuransi dan Faktur tidak mengetahui NJOP tanah dan/atau bangunan yang dijual tim pelepasan asset non produktif dan dalam menghitung PPh pasal 25 belum melihat serta membandingkan harga jual tanah dan/atau bangunan dengan NJOP-nya.

ternyata di dalam tarif tersebut terdapat biaya pemilikan atau biaya investasi (butir 1)) yang tidak sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT KS No. Accessoris Patroli II. maka hal tersebut merupakan penyimpangan dari ketentuan diatas.000 2. Kendaraan Operasional Pabrik Jenis Tarif Operasional per bulan SHIFT NON SHIFT Unit Tarif Unit Tarif 6 1 6. sehingga PT KS membayar tarif sewa kendaraan terlalu tinggi/mahal karena ikut menanggung hampir seluruh biaya investasi yang telah dilakukan rekanan. 2) Biaya operasional 3) Biaya overhead 4) Keuntungan rekanan 5) Pajak & Asuransi 6) Gaji sopir Berdasarkan hasil pemeriksaan.000 2 2.450.000 6. Pick Up Non AC a. Minibus Standar a. apabila di dalam komponen tarif sewa terdapat unsur biaya investasi beserta bunganya. Dengan tidak adanya opsi kepemilikan dalam kontrak sewa menyewa.000 3. 73-3L/AM-III/LOG-KS/VII/04 Tarif sewa kendaraan per bulan diatas didasarkan atas rincian perhitungan Harga Patokan Sendiri (HPS) dengan komponen-komponen biaya sebagai berikut : 1) Biaya investasi/pemilikan. Kontrak Awal I.100.b. Sesuai ketentuan diatas. Padahal pada saat kontrak berakhir kendaraan eks sewa tersebut nantinya akan sepenuhnya menjadi milik rekanan termasuk seluruh hasil penjualannya Besarnya komponen biaya investasi yang dibebankan rekanan dalam tarif sewa kendaraan seperti terinci dalam tabel di bawah ini : 14 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .800. 4 11 7. atas kendaraan yang disewanya. Standar b.09-3L/KONTR/LOG-KS/IV/03 & adendum kontrak No. maka di dalam kontrak sewa menyewa kendaraan harus dimasukkan klausul opsi kepemilikan kendaraan yang disewa tersebut oleh PT KS pada saat kontrak berakhir. Non AC Total Jumlah Kendaraan Opers. AC b.150. termasuk bunganya.000 No.000 7 15 24 35 unit No.900. termasuk bunga pinjaman (bunga bank) untuk pengadaan kendaraan.700.36/C/DU-KS/Kpts/1995 tanggal 22 Februari 1995 tentang Pedoman Kebijakan Akuntansi PT KS.

464 6 Rp 50.345.586 Jenis Mobil Total pengenaan biaya investasi selama periode kontrak (60 bulan) Rp23.598 Pick Up-Standar Rp552.Kendaraan operasional pabrik : Rp 660.952.175 1 Rp 2.784 M.578 1 Rp 514.988.019.570.594.562.680 Terhadap hal diatas.948 2 Rp 4.520 c) Total pengenaan biaya investasi/pemilikan oleh rekanan dalam tarif sewa di kontrak . Dinas Direksi Rp8.529. – Shift Rp1.064 M.Direksi Rp5.336 24 Rp 172.250.445.676.432 Pick Up-Accesoris Rp514.256 M.380. Opers.840 M.554 8 Rp 4. Dinas Kadiv Rp1.968 5 Rp 7.735 . Opers.308 M.564.501.553.628.600.896 . Utility – LX Rp2.988.261.428.578 Jumlah kendaraan 35 Total pengenaan biaya pemilikan/investasi atas seluruh kendaraan sewa oleh rekanan (per bulan) Rp27.735. pihak Direktorat Akuntansi dan Keuangan juga sependapat bahwa tarif sewa murni yang selama ini ditanggung oleh PT KS semestinya tidak boleh memasukkan unsur biaya perolehan (biaya investasi) beserta bunganya.528 M.206.147 5 Rp 13.605 Jenis Mobil Total pengenaan biaya investasi selama periode kontrak (24 bulan) Rp660.420.710.LSX Rp3. Dinas Kasubdit Rp7. Opers.160 b) Kendaraan Operasional Pabrik Biaya Investasi/Pemilikan (per bulan) Per unit/kendaraan Jumlah Total kendaraan Minibus Rp869.308 1 Rp 3.564.814. – Nshift LX Rp2.Nshift LSX Rp2. Namun demikian dalam melakukan persetujuan pembayaran biaya sewa kendaraan pihaknya hanya 15 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .735.276.520 .160 .600.023 26 Rp22.175 Jumlah kendaraan 124 Total pengenaan biaya pemilikan/investasi atas seluruh kendaraan sewa oleh rekanan (per bulan) Rp 393.710.a) Kendaraan Dinas & Operasional non Pabrik Biaya Investasi/Pemilikan (per bulan) Per unit/kendaraan Jumlah Total kendaraan M.452 78 Rp 127.764 2 Rp 10.Total : Rp24.Kendaraan dinas & operasional non pabrik : Rp23.

ditemukan adanya indikasi penyimpangan dan ketidaktaatan terhadap ketentuan yang berlaku.680. 8. maka penawaran CV BP dapat dinyatakan gugur secara administratif.50 PT Krakatau Steel (PT KS) telah melakukan pengadaan suku cadang berupa cylinder assy senilai USD 61.36/C/DU-KS/Kpts/1995 tanggal 22 Februari 1995 tentang Pedoman Kebijakan Akuntansi PT KS. PPL ternyata tidak menolak surat penawaran CV BP yang tidak dilengkapi bukti korespondensi dengan pihak agen/pabrikan seperti yang dipersyaratkan di dokumen surat permintaan penawaran.445. Selanjutnya disebutkan bahwa atas tarif sewa yang dibayarkan PT KS tersebut pihak Akuntansi dan Keuangan tidak mengetahui dasar perhitungannya.277. b. pihaknya akan melakukan negosiasi dengan rekanan d. Selain itu unsur-unsur pelaksana dari direktorat lain yang juga memiliki kompetensi dan kewenangan tidak dilibatkan oleh Direktorat Logistik dalam proses pengadaan jasa dimaksud.h. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas proses pengadaan suku cadang di atas. PT KS d. yaitu : a. Mengevaluasi ulang tarif dengan memperhitungan nilai sisa yang wajar. artinya pada saat akhir kontrak seluruh kendaraan menjadi milik PTKS. Hal tersebut disebabkan pelaksana pengadaan jasa di Direktorat Logistik PT KS tidak memperhatikan ketentuan yang ditetapkan Direksi PT KS dalam hal penentuan tarif sewa kendaraan. 16 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00. 45045033 tanggal 16 Oktober 2002.i PT Cilegon Motor dan PT Purna Sentana Baja dengan maksud : a.mendasarkan pada dokumen kontrak yang dibuat oleh Direktorat Logistik. Dalam penentuan harga/tarif sewa kendaraan seharusnya Direktorat Logistik PT KS mengikuti SK Direksi No. Hasil negosiasi ini nantinya akan dimasukkan sebagai adendum atas perjanjian sewa yang masih berlaku sampai saat ini. Menambah klausul kontrak dengan memasukkan hak opsi kepemilikan.i Direktirat Logistik menarik kembali pembayaran sewa yang terlalu tinggi/mahal kepada rekanan atau membuat addendum kontrak sewa dengan memasukkan klausul bahwa kendaraan sewa tersebut menjadi milik PT KS. Apabila ketentuan diatas diterapkan pada saat evaluasi penawaran. BPK-RI menyarankan agar PT KS d. termasuk dalam hal ini apabila ada unsurunsur biaya sewa yang semestinya tidak boleh dimasukkan dalam pembayaran tarif sewa murni seperti yang selama ini berlaku.h. mengikuti ketentuan yang berlaku di induk perusahaan. PPL tetap memproses penawaran CV BP yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dan bahkan menetapkannya sebagai pemenang pemilihan langsung.i Direktorat Logistik menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti indikasi kemahalan yang terjadi dalam kontrak sewa. atau bilamana dalam perhitungan tarif awal ada komponen nilai sisa atas aktiva dimaksud maka PT KS mempunyai hak untuk membeli seharga nilai sisa tersebut. Selain itu Direksi PT KS agar menertibkan juga pelaksanaan pengadaan jasa sewa kendaraan di seluruh anak perusahaan.h.261.277. Pembelian suku cadang dari CV Berkah Putera menyimpang dari ketentuan dan merugikan PT Krakatau Steel sebesar USD 61. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya kemahalan pembayaran tarif sewa yang berasal dari pengenaan biaya investasi/pemilikan oleh rekanan dalam kontrak sewa kendaraan dinas dan operasional sebesar Rp24.50 kepada CV Berkah Putera (CV BP) dengan kontrak No.

tidak memasukkan ketentuan mengenai certificate of manufacture (CoM) ataupun test certificate (TC). Namun demikian. Seharusnya dalam pelaksanaan pengadaan barang. tanpa perlu jaminan kualitas dan keasliannya. meskipun barang yang diterima tidak dilengkapi dengan CoM maupun TC. Sampai sejauh ini sanksi yang dikenakan terhadap CV BP hanya berupa pemblokiran status rekanan CV BP. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian senilai USD 61.b. Pada saat CV BP mengajukan klaim sesuai permintaan PT KS.277. ataupun pada saat melakukan pembicaraan/negosiasi dengan pemenang lelang dalam rangka pembuatan PC. Ketiadaan klausul penyampaian dokumen sertifikat dari pabrikan dalam di PC mengakibatkan rekanan dapat membeli suku cadang dimaksud tidak melalui pabrikan/agen langsung. dari korespondensi tindak lanjut klaim PT KS diatas. PT KS melalui Kepala Administrasi dan Klaim (KAK) telah mengajukan klaim kepada CV BP atas barang yang tidak sesuai spesifikasi yang disyaratkan. Selain itu suku cadang yang dibeli tersebut oleh CV BP dari trader tersebut ternyata juga tidak dilengkapi dengan dokumen CoM ataupun TC yang menunjukkan keaslian ataupun kualitas produk dimaksud. Kedua dokumen sertifikat tersebut diperlukan untuk memastikan keaslian dan kualitas produk yang dikirim oleh rekanan. Dari rincian suku cadang yang diklaim oleh Kepala Divisi Administrasi & Klaim (KAK) pada tanggal 28 Pebruari 2003 diketahui bahwa untuk pengadaan suku cadang yang sama yaitu cylinder assy merk LINCOLN. d. 3 d) mengenai prosedur pengadaan barang (PBR-02). seperti yang diatur dalam ketentuan pokok-pokok negosiasi dengan rekanan yang ditetapkan dalam proses/kegiatan pengadaan barang PT KS. kepada rekanan yang belum teruji kompetensi & pengalamannya. belum berupa upaya pengembalian uang senilai kerugian. baik langsung maupun tidak langsung. Pihak penerimaan barang/Inspector sebelum menerbitkan dokumen penerimaan barang/ Receiving & Inspection Report (RIR) tidak meminta dilakukan pengujian/test kualitas barang.-INDIA). diketahui bahwa rekanan tidak pernah meneruskan klaim tersebut ke pihak pabrikan. PPL dalam membuat kontrak jual beli/Purchase Contract (PC). Hal ini dikarenakan suku cadang dimaksud ternyata tidak dibeli langsung dari pabrikan melainkan dibeli dari perusahaan trading/trader (VEKHANTESWARA ENG. pihak-pihak yang terlibat mengikuti ketentuan/prosedur pengadaan dan penerimaan barang yang berlaku serta persyaratan-persyaratan yang terkait dengan proses pengadaannya. 17 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Hal tersebut disebabkan para pelaksana pengadaan di Direktorat Logisitik yang terlibat dalam proses pengadaan suku cadang dimaksud memiliki itikat dan upaya untuk memberikan kemudahan. pihak Direktorat Logistik melakukan pemecahan proses pengadaan dengan pelaksana tunggal yakni CV BP.50 atas suku cadang eks CV BP yang sudah dibayar namun tidak bisa dipakai. Proses pemecahan kontrak yang diawali dari pemecahan Permintaan Pembelian/Purchase Requisition (PR) untuk barang yang sejenis ini tidak sesuai dengan petunjuk operasional (No. ternyata pihak trader tidak mau mengganti suku cadang yang diklaim tersebut. c. Penyimpangan yang dilakukan dalam proses pengadaan mengindikasikan adanya kerjasama antara rekanan dengan PPL untuk membuat kontrak yang tidak memberatkan CV BP selaku calon rekanan pemenang ataupun sebagai rekanan pelaksana. Indikasi utamanya adalah tidak dimasukkannya ketentuan mengenai perlunya korespondensi dengan pihak agen/pabrikan maupun ketentuan penyampaian dokumen CoM dan TC dari pabrikan pada saat proses penawaran dan penyusunan PC.

32 Pada saat dilakukan pertemuan di Direktorat Logistik tanggal 7 Juni 2003 untuk membahas kiriman/pasokan AP. Pelaksanaan penerimaan alumunium pellet eks CV Safari Senja yang menyalahi ketentuan kontrak berpotensi merugikan PT Krakatau Steel senilai Rp520. LG.160 49608313 27/05/2003 19. Selain itu ditemukan juga adanya kandungan unsur lain yang sesuai kontrak semestinya tidak boleh ada. Laporan tersebut didasarkan pada hasil pemakaian AP di Pabrik Slab Baja (Slab Steel Plant/SSP). Receiving & Inspection Report (RIR) Nomor Tanggal Kuantitas (Ton) 49604970 13/05/2003 20. selanjutnya diterbitkan bukti penerimaan barang dan laporan inspeksi (Receiving & Inspection Report/RIR) untuk AP yang dipasok oleh CV SS berikut ini : No. dan meminta pertanggungjawaban pihak pelaksana pengadaan suku cadang dimaksud apabila potensi kerugian di atas tidak tertanggulangi.02. Namun dalam pelaksanaannya pada saat penerimaan barang. Berdasarkan hasil uji kualitas oleh laboratorium PT KS.5% dan Zn rata-rata 6.4%. Kepala Divisi Administrasi & Klaim (KAK) PT KS melalui surat No.i CV Berkah Putera tetap akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang telah disepakati. BPK RI menyarankan agar Direksi PT KS segera meminta pertanggungjawaban kepada rekanan terkait sesuai maksud diatas. Laporan dari pihak pabrik SSP tersebut juga didukung dengan hasil uji test laboratorium PT KS atas permintaan pihak pemakai pada tanggal 23 Juni 2003. Namun demikian jika dalam pelaksanaan ternyata menimbulkan potensi kerugian bagi PT KS. 18 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .PT KS menjelaskan bahwa kegiatan pengadaan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Langsung (PPL) dalam pengadaan suku cadang diatas tidak lepas dari upaya untuk membantu memberdayakan serta memberikan kesempatan pengusaha daerah/lokal.011. pihak Dinas Penerima & Pemeriksa Barang PT KS tidak memperoleh hasil pengujian kualitas (kadar alumunium) oleh PT Sucofindo.31 98.00 PT Krakatau Steel (PT KS) telah melakukan perjanjian jual beli/PC No. sebanyak 40 ton dengan pihak CV Safari Senja (CV SS) selaku pemasok. 9. berkadar unsur alumunium minimum 98%.71%. Berdasarkan pengaduan dari pihak pemakai (pabrik SSP II). dimana kadar rata-rata alumunium sebenarnya hanya sebesar 85. Untuk itu PT KS akan meminta pernyataan tertulis dari rekanan yang bersangkutan mengenai kesediaan untuk menyelesaikan kewajiban diatas.000.45049295 tanggal 25 April 2003 berupa bahan pembantu yaitu alumunium pelllet (AP).h. 1.523/2003 tanggal 16 Juli 2003 meminta CV SS untuk mengganti sisa material yang belum terpakai dengan material yang kualitasnya serta membayar penalti sebesar ketentuan pada PC. diketahui adanya laporan bahwa kadar alumunium dari produk yang dipasok CV SS diatas tidak sesuai kontrak. yaitu Si 3. maka kepada perusahaan lokal d. 2. Ketentuan mengenai kandungan/kadar tersebut harus dibuktikan dari hasil pemeriksaan kualitas oleh penilai independen/independent surveyor (PT Sucofindo). Untuk itu Dinas Penerimaan & Pemeriksa Barang melakukan pengujian kualitas sendiri dengan menggunakan laboratorium PT KS dimana hal tersebut menyalahi ketentuan yang tercantum di perjanjian jual beli.000.760 Chemical Lab Test Report Nomor Tanggal 2939/CL/KS/V/2003 08/05/2003 3212/CL/KS/V/2003 27/05/2003 % 98.

meskipun pengujian sendiri tersebut tidak sesuai dengan ketentuan kontrak. karena CV SS belum melaksanakan kewajibannya untuk mengganti material tersebut atau mengembalikan uang senilai kontrak pembelian. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian PT KS senilai Rp520. Hal ini dikarenakan dari hasil uji lab kadar material yang dikirimnya telah sesuai spesifikasi kontrak dan sudah disetujui pihak penerimaan barang PT KS sehingga RIR dapat diterbitkan. c. yang dipakai untuk penerbitan RIR. Dengan demikian apabila ternyata ketidaktepatan sampling.00/779/2003 KAK kembali mengirimkan surat klaim. Untuk itu PT Sucofindo telah bersedia untuk melakukan reanalisis atas produk yang diklaim PT KS dengan biaya menjadi tanggungan PT Sucofindo. pihak Divisi Hukum menyatakan bahwa kecil kemungkinan PT KS akan dapat memenangkan klaim yang diajukan bila ditempuh jalur hukum. Atas sample yang diambil tersebut kemudian dilakukan pengujian di lab PT KS dengan pengawasan dan supervisi tetap oleh PT Sucofindo. PT KS menjelaskan bahwa hasil uji di lab PT KS pada dasarnya tidak akan berbeda dengan hasil uji oleh PT Sucofindo berdasarkan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. KAK meminta Kadiv Hukum PT KS untuk membuat tinjauan apakah klaim yang diajukannya memiliki kekuatan dipandang dari sudut hukum. pada tanggal 31 Mei 2004. melalui memo dinas No. b. Sebagai upaya tindak lanjut terhadap penyelesaian permasalahan tersebut. Berdasarkan hasil uji laboratorium PT KS diatas PT Sucofindo mengeluarkan sertifikat uji kualitas. Atas surat klaim susulan tersebut pihak CV SS pada tanggal 19 Desember 2003 melalui surat No. 19 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .Pada awalnya CV SS dalam surat tanggapan No. maka hal ini bukan disebabkan oleh dinas-dinas terkait di PT KS melainkan oleh keterbatasan di pihak PT Sucofindo.77/SS/J/VII/03 tanggal 18 Juli 2003 menyanggupi klaim tersebut.02. Melihat kondisi yang demikian.000. yang perhitungannya sedang dilakukan.000.LG-06. Selanjutnya sertifikat surveyor untuk hasil pengujian alumunium pellet tetap dikeluarkan pihak PT Sucofindo pada tanggal 10 Juni 2003.HK. Sementara itu potensi kerugian yang timbul tidak lagi sebesar klaim awal. pada tanggal 6 Nopember 2003 melalui surat No. Untuk keperluan uji kualitas tersebut pengambilan sampling material alumunium pellet dilakukan oleh pihak Sucofindo.02/457/2004. Sesuai kontrak pembelian/Purchase Contract No. Namun sampai batas waktu yang ditentukan ternyata CV SS tidak melaksanakan komitmen yang sudah disampaikan sebelumnya tersebut.00 atas tidak dapat dimanfaatkannya material alumunium pellet yang spesifikasinya tidak sesuai kontrak. mengingat bahwa saat ini sebagaian stock yang diklaim telah dapat dimanfaatkan oleh user.101/SS/P/XII/03 malah menyatakan tidak dapat menyelesaikan kewajiban seperti yang diminta PT KS. Namun demikian PT KS tetap akan meminta ganti rugi berupa penggantian barang sesuai stock barang di gudang dan kompensasi peningkatan pemakaian/konsumsi karena penurunan kadar. Berdasarkan tinjauan hukum. Hal tersebut disebabkan pihak Dinas Penerima dan Pemeriksa Barang PT KS menggangap bahwa hasil laboratorium PT KS tidak akan berbeda dengan hasil pengujian oleh PT Sucofindo. 45049295 tanggal 25 April 2003 mengenai klausul pengujian kualitas dinyatakan bahwa pemeriksaan kualitas dilakukan oleh independent surveyor (PT Sucofindo). sesuai hasil uji laboratorium PT KS.

pihak PT STA belum memberikan tanggapannya. Menurut SFEL permasalahan yang timbul tersebut lebih dikarenakan faktor pengoperasian di pihak pemakai PT KS. Hal ini mengindikasikan bahwa Direktorat Logistik PT KS belum berupaya secara optimal untuk menagih klaim atas pengadaan BUR dari PT STA tersebut.00 dengan PT Sarana Tehnik Abadi (PT STA) selaku agen dari pabrikan Sheffield Forgemaster Engineering Limited (SFEL). 10.00/10/2003 tanggal 6 Januari 2003. pihak PT KS masih tetap mengajukan klaim karena tidak dapat menerima alasan penolakan klaim tersebut. pada saat proses klaim BUR dilaksanakan. order yang diterima PT STA hanya sebesar USD16. meskipun BUR baru beberapa kali dipakai.00 Krakatau Steel (PT KS) pada tanggal 15 Juni 2001 menandatangani perjanjian jual beli (sales purchase agreement/SPA) No.01.47003317 untuk pengadaan 2 (unit) back-up roll (BUR) pabrik HSM PT senilai GBP 123. Kadiv PP-BLP melalui surat No. LG. ternyata pihak PT KS masih memberikan permintaan/order pengadaan barang ke pihak PT STA.684.74). Indikasi ini didukung dengan data pemberian order ke rekanan bersangkutan yang meningkat pesat 20 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Selanjutnya setiap klausul pengujian oleh PT Sucofindo yang tertera di setiap kontrak pengadaan material agar ditinjau kembali apabila PT Sucofindo tidak mampu dan tidak memiliki fasilitas untuk pelaksanaan pengujian dimaksud.600.000. Sebagai tindak lanjut klaim PT KS tersebut. Pembelian roll dari PT Sarana Tehnik Abadi yang rusak dalam masa garansi berpotensi merugikan PT Krakatau Steel sebesar GBP 123. Atas keberatan pihak PT KS tersebut. Atas dasar informasi tersebut Kepala Divisi Administrasi & Klaim (KAK) PT KS mengajukan klaim ke PT STA dengan surat No.5910254 (KS No.d. Berdasarkan laporan hasil pengujian Non Destructive Test (NDT) oleh Dinas Pengujian Material PT KS NDT No.06. pada tanggal 24 s. pihak SFEL melakukan pengecekkan atas 3 unit BUR hasil produksinya. sehingga klaim yang diajukan PT KS ke SFEL melalui PT STA tidak dapat diterima. 31 Januari 2003 dilakukan kunjungan inspeksi oleh wakil dari SFEL selaku pabrikan.KU.68) merupakan eks pengadaan sebelumnya. Meskipun PT STA belum mempertanggungjawabkan kerugian PT KS akibat kerusakan BUR yang masih dalam status garansi tersebut.01-03/724/2003 tanggal 22 Oktober 2003. Namun demikian melalui surat No. Dari pemeriksaan yang dilakukan atas kontrak-kontrak pengadaan yang melibatkan PT STA sebagai rekanan. Padahal di tahun 2003. ternyata di tahun 2004 order yang diterima PT STA mencapai jumlah USD1. termasuk “dressing” yang “insufficient”. Dalam pemeriksaan tersebut.713.01/318/2002 tanggal 27 Desember 2002 melaporkan terjadinya kerusakan/spalling.47003317 diatas.000. yang dua diantaranya adalah eks SPA No. Meskipun dari hasil NDT telah diketahui adanya indikasi kerusakan/cacat produk.982 dan EUR 76. Dalam laporan tersebut pihak SFEL tidak sependapat bahwa permasalahan yang timbul pada 3 roll diatas disebabkan oleh kesalahan produksi. pihak pemakai/user PT KS masih tetap mempergunakannya sampai BUR diatas benar-benar mengalami cacat/spalling. Sementara satu BUR No. Dari hasil kunjungan tersebut pihak SFEL menerbitkan laporan kunjungan (visit report) sebagai jawaban atas klaim yang diajukan PT KS.LG.BPK RI menyarankan agar PT KS segera merealisasikan permintaan ganti rugi ke rekanan sesuai maksud diatas.5910069 (KS No.138/T-NDT/IV/2002 tanggal 3 April 2002 ditemukan adanya indikasi keretakan di bawah registrasi di area barrel pada BUR No.

Pada saat timbul indikasi keretakan lewat uji NDT ternyata PT KS tidak segera menolak atau mengembalikan BUR dimaksud ke PT STA sesuai garansi yang tertera di SPA. pihak PT KS mengikuti ketentuan yang diatur dalam Sales Purchase Agreement No. Selain itu PT KS tidak memiliki mekanisme formal/baku. sebelum memanfaatkan suku cadang dimaksud.000. Mengenai adanya indikasi refleksi dari NDT test. BPK RI menyarankan agar PT KS segera meminta ganti rugi ke pihak rekanan sesuai maksud diatas.06.00 Berdasarkan pemeriksaan fisik atas persediaan bahan baku di lokasi gudang besi tua/scrap PT Krakatau Steel (PT KS) pada tanggal 3 Januari 2005 ditemukan adanya scrap yang berada di lokasi tersebut namun tidak jelas status kepemilikannya. Apabila menunggu kedatangan BUR berikutnya ataupun sampai dengan ada penggantian BUR baru. PT KS menjelaskan bahwa penggunaan Back Up Roll (BUR) yang masih dalam status klaim dilakukan dengan pertimbangan kondisi mendesak di lapangan. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut diperoleh indikasi awal bahwa telah terjadi permasalahan dalam 21 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00/I/2002.d.000. Hal ini disebabkan pihak user (pabrik HSM) PT KS tidak memperhatikan konsekuensi yang ditimbulkan dari pemakaian BUR yang masih dalam status klaim dan masa berlaku jaminan masih ada. maka dikahwatirkan akan terjadi delay produksi yang berkepanjangan. maka kecil kemungkinan kerugian atas BUR yang rusak sebelum waktunya tersebut dapat dimintakan penggantian ke PT STA mengingat kondisi-kondisi sebagai berikut : 1. tidak semata-mata diakibatkan oleh kegiatan produksi di pabrik PT KS. padahal baru beberapa kali dipakai. Namun demikian PT KS akan mengupayakan adanya itikad baik dari PT STA untuk menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai isi SPA. mengingat kerjasama yang baik selama ini antara kedua belah pihak. 11. untuk bisa menuntut pertanggungjawaban (ganti rugi) ke rekanan yang telah menerima pembayaran namun tidak memenuhi/masih ada kewajibannya ke PT KS. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian sebesar GBP 123.000.selama kurun waktu 2003 s. pihak PT KS sebenarnya telah meminta garansi ke PT STA bahwa BUR aman dipakai sesuai memo dinas Kadis Penerima dan Penerima Barang No.28/LG. Pembelian besi tua oleh Direksi PT Krakatau Bandar Samudera merugikan keuangan Krakatau Steel Group sebesar Rp4. 2004. padahal dalam kurun waktu yang sama pihak rekanan masih memiliki kewajiban yang belum terpenuhi. yakni memberikan kompensasi kerugian. Pihak pemakai/user PT KS tidak dapat meyakinkan pabrikan (SFEL) bahwa kondisi BUR yang cacat/sompal tersebut.47003317 tanggal 15 Juni 2001 yang ditandatangani oleh pihak PT Sarana Tehnik Abadi. Selanjutnya agar PT KS membuat aturan baku mengenai sanksi kepada rekanan yang sudah menerima pembayaran namun tidak sepenuhnya melaksanakan kewajibannya.00 atas belum adanya kejelasan pertanggungjawaban (pemberian ganti rugi) oleh rekanan untuk kerusakan barang yang terjadi. 2.000. termasuk sanksi. dan memilih untuk tetap menggunakannya. Dengan demikian apabila tidak segera diupayakan penagihan. termasuk hasil pengetesan kualitas (NDT) oleh Dinas Pengujian Material tanggal 3 April 2002. Hal ini menyebabkan pihak rekanan dan pabrikan tidak menerima klaim yang diajukan. Seharusnya dalam proses pengadaan diatas.

RW dengan Sdr. Direktur Keuangan PT KBS atas kuasa dari Pjs. Dengan demikian sebelum dilakukan penandatangan kontrak pembelian scrap tersebut tidak ada proses pengadaan maupun tender yang dilakukan pihak PT KBS dikarenakan barang/scrap yang akan dibeli sudah berada di lokasi pelabuhan/gudang penimbunan PT KBS. Setelah dilakukan pembicaraan oleh kedua belah pihak disepakati harga scrap sebesar Rp1. RW) selaku Direktur Utama (Dirut) CV FI dengan Sdr. M pada tanggal 1 Juni 2004 (±13. M) yang memiliki jabatan sebagai manajer di PT Multi Sentana Baja (PT MSB).000. dengan pihak ketiga yang mengklaim kepemilikan atas scrap yang berada di lokasi gudang PT KS. Selain mempertemukan dengan pihak Pemasaran PT KBS.00 WIB). PT MSB adalah perusahaan Pelaksana Bongkar Muat (PBM) milik Yayasan Dana Pensiun PT KS yang selama ini ditunjuk untuk melaksanakan setiap kegiatan bongkar muat barang impor yang didatangkan oleh PT KS.04. Untuk itu pada tanggal 31 Mei 2004 dilakukan bongkar muat yang pertama sebanyak ±250 MT. RW dengan Direksi PT KBS untuk menindaklanjuti penawaran scrap tersebut. Azhar Amran selaku Manager Komersil/Pemasaran PT KBS) dalam rangka penawaran scrap yang awalnya akan dijual ke PT PL tersebut. Sdr. c. f. Pada tanggal 1 Juni 2004 (±14.00 WIB) Sdr. yang tertuang dalam dokumen Permintaan Kesanggupan Negosiasi.00 WIB).PC. b. d. terjadi pembicaraan antara Sdr.proses awal jual beli scrap dimaksud yang melibatkan anak perusahaan PT KS. Pada tanggal 1 Juni 2004 (±09.000 (dua milyar Rupiah) dibayarkan setelah barang tiba dengan kapal tongkang di Pelabuhan Cigading dengan menunjukkan Bill of Lading (B/L) asli dan Manifest asli. dengan dikurangi uang muka yang telah diberikan. Setelah pembicaraan terjadi pemutusan secara sepihak transaksi jual beli scrap ke PT PL oleh CV FI pada tanggal 1 Juni 2004.000. Awalnya scrap tersebut diakui sebagai milik CV Fajar Indah (CV FI) yang rencananya akan dibeli oleh PT Interworld melalui PT Panca Logam. Dari hasil pengecekan dikatakan bahwa scrap dimaksud secara kualitas dapat dikategorikan sebagai scrap kelas I (HMS I) sehingga memenuhi kebutuhan PT KS. Dalam kontrak pembelian diatur ketentuan pembayaran sebagai berikut : . 22 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .Uang muka sebesar Rp2.Sisa pembayaran akan dilaksanakan setelah barang selesai dibongkar seluruhya dan tonase akhir telah diketahui bersama.00 WIB) juga mendatangkan staf pemeriksa kualitas Direktorat Logistik PT KS ke lokasi PT KBS untuk melakukan pengecekan mengenai kualitas scrap yang ditawarkan oleh CV FI.0252 tanggal 1 Juni 2004 (±16. Rudi Wahid (Sdr. Setelah ada kontrak pembelian scrap dengan CV FI. sebagai dasar pembuatan kontrak pembelian (Purchase Contract) No. yakni PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS). Manajer Komersil PT KBS mempertemukan Sdr.550/kg. Dirut PT KBS menawarkan kembali scrap dimaksud ke PT KS c.q. Pada tanggal 29 Mei 2004 tongkang pengangkut scrap TK GENOA 2301 tiba di pelabuhan Cigading dan kemudian sandar pada tanggal 31 Mei 2004. e. Muchsin (Sdr. Secara kronologis terjadinya permasalahan tersebut berdasarkan dokumen formal yang ada dan penjelasan pihak PT KS serta PT KBS adalah sebagai berikut : a. Pada saat proses bongkar muat. M mempertemukan Sdr. . termasuk bongkar muat bahan baku pellet dan scrap.

yang oleh kuasa Pjs Dirut PT KBS dikaitkan dengan surat konfirmasi pesanan sebelumnya dari PT KS --padahal yang akan dijual adalah scrap lokal dari Kalimantan bukan scrap impor dari Phillipina--. selanjutnya dilakukan pengangkutan scrap dari gudang penimbunan PT KBS ke gudang scrap PT KS.674. diketahui bahwa yang diminta oleh Kasubdit Pembelian PT KS dalam confirmation order awal adalah scrap impor dari Philipina. yang tertuang dalam BAP No. j. Atas adanya surat penawaran tersebut. Sesuai hasil timbangan PT KS berat keseluruhan scrap adalah 2. Dalam SPPB tersebut pihak Kasubdit Pembelian PT KS hanya menyanggupi harga scrap sebesar Rp1.g.Wakil pihak PT KS. RW. Direksi PT KBS melakukan pembayaran uang muka ke pihak CV FI sebesar ±Rp2 milyar.100/kg. Bank Mandiri Cabang Jakarta No. M .390 ton. serta berdasarkan pengecekkan fisik yang pernah dilakukan stafnya. Sesudah seluruh pekerjaan pengangkutan scrap selesai.n. Sdr. pihak Kasubdit Pembelian PT KS. Sementara itu dari hasil pemeriksaan atas surat konfirmasi pesanan yang dirujuk oleh Direksi PT KBS diatas.2 milyar. h.n. c.492/B/BA/DOP-KBS/VI/04 tanggal 7 Juni 2004 dengan ditandatangani oleh : 1) Subari . b. Abdul Azis sebesar Rp100 juta. Pembayaran dilakukan melalui transfer bank dari rekening PT KBS di Bank Mandiri eks BBD cabang Cilegon No. .00/1465/GMP/2004 tanggal 2 Juni 2004. M sebesar Rp700 juta.02. Perintah transfer ke rekening-rekening tersebut diatas berdasarkan surat Sdr.14594 (IDR) ke rekening : a. Pada saat menerima surat penawaran dari PT KBS. Bank Mandiri eks BBD Cabang Cilegon a. Dalam surat penawaran yang dikirim tersebut pihak PT KBS merujuk pada surat konfirmasi pesanan (confirmation order) yang pernah dikirimkan oleh Kasubdit Pembelian PT KS No. Kasubdit Pembelian PT KS menindaklanjuti dengan mengirimkan Surat Perintah Pengiriman Barang (SPPB) kepada pihak PT KBS No.34. Bank BCA Cabang Jakarta No. dengan kontrak jual beli antara PT KS dan PT KBS akan dibuat menyusul.112. Berdasarkan SPPB diatas. 3) Ardianto Tanjung .Wakil pihak PT KBS 2) Endang S. LG 02. yakni tanggal 2 Juni 2004. Matjik Ahmad sebesar Rp1.00/1137/GMP/07 tanggal 25 Pebruari 2004. Sementara itu pada saat proses pemindahan scrap dari lokasi pelabuhan PT KBS ke gudang scrap PT KS dilakukan.22275328 a.116. setelah terlebih dulu dilakukan bongkar muat yang kedua oleh PT MSB. 036/DIRUTKBS/VI/2004 tanggal 2 Juni 2004 dengan harga Rp2.950.Wakil pihak PT MSB selaku pelaksana bongkar muat (PBM). i. pada hari dan tanggal yang sama dengan surat penawaran ke PT KS diatas.00. selaku pejabat yang pernah mengirimkan.0004182163 a. pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2004 dibuat Berita Acara Penimbangan (BAP).LG.990 per kg.Wakil pihak PT Sucofindo selaku Surveyor 4) Sdr. ternyata ada surat pemberitahuan dari pihak yang 23 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . tidak memperhatikan adanya perbedaan asal usul scrap diatas dikarenakan kebutuhan scrap yang sudah sangat mendesak. Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembelian PT KS melalui surat No. Sementara itu sebagai tindak lanjut ketentuan di kontrak jual beli. M dimana dalam uraian kronologis diatas merupakan pihak yang aktif terlibat dalam proses awal terjadinya jual beli scrap antara PT KBS dengan CV FI. Salah satu pihak yang menerima aliran dana pembayaran tersebut adalah Sdr.n.

Sdr.802/23a/VI/2004/Reskrim.n. pihak Polda Banten menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran keberadaan scrap seperti yang dilaporkan.950. pihak Polda Banten mendapati scrap dimaksud berada di lokasi gudang PT KS untuk selanjutnya dilakukan penyitaan sebagai barang bukti berdasarkan Surat Perintah Penyitaan No.901 di Bank BNI Cabang Tanjung Perak Surabaya a. Pembuatan akte jual beli tersebut. SP.mengaku sebagai kuasa hukum K. Sebagai tindak lanjut unsur tindakan pidana terkait dengan jual beli scrap antara PT KBS dengan CV FI beserta barang bukti yang ada. maka untuk memperkuat dokumen transaksi jual beli antara PT KBS dengan CV FI dibuat pengesahan secara akta jual beli oleh Notaris Mohamad Toha. m. pihak Polda Banten menitipkan barang bukti sitaan tersebut ke pihak PT KS selama proses hukum berlangsung dengan Surat Perintah Titip Rawat Barang Bukti No. Pada waktu penyampaian surat pemberitahuan tersebut pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum KS Metal tidak/belum dapat menyertakan dan atau menunjukkan bukti kepemilikan atas kapal beserta muatannya yang diklaim sebagai milik kliennya.dan penadahan scrap -. Dalam surat pemberitahuan disebutkan bahwa kapal beserta muatan scrap yang berada di pelabuhan Cigading dan sedang dalam proses penjualan ke PT KS. n. Lebih lanjut diminta agar penjualan scrap dimaksud dapat ditangguhkan.74580 (IDR) di Bank Mandiri eks BDN Cilegon ke rekening No. melakukan pembayaran kembali atas sisa kewajiban pembelian scrap sebesar ±Rp2 milyar. Direksi PT KBS pada tanggal dan hari yang sama. Dari hasil penelusuran. Sdr. Untuk kepentingan proses hukum. Sesudah akte jual beli ditandatangani. Pada tanggal 29 Desember 2004.909. k. SH pada tanggal 11 Juni 2004.00. menurut penjelasan pihak terkait PT KBS dimaksudkan untuk memperkuat kontrak jual beli yang sebelumnya sudah ditandatangani serta untuk mengamankan status uang muka yang telah dibayarkan PT KBS ke CV FI. atas dasar transaksi jual beli dengan CV FI.TBTK/VI/04 tanggal 7 Juni 2004 yang ditujukan kepada Kepala Dermaga & Logistik/Manajer Operasional PT KBS a. 010/KPL. pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum K. Mengetahui bahwa isi muatan kapal berupa scrap yang diklaim sebagai milik kliennya telah dialihkan PT KBS. Pembayaran dilakukan melalui transfer bank dari rekening PT KBS No.BHD Malaysia No. maka dilakukan proses hukum oleh pihak berwenang melalui proses pengadilan di Pengadilan Negeri (PN) Serang. Atas adanya pemberitahuan/klaim dari pihak ketiga tersebut dan mengingat scrap yang dipermasalahkan sudah terlanjur dikirim ke PT KS.oleh PT KBS --. Selanjutnya sebagai tindak lanjut keputusan hukum diatas telah dilakukan pengambilan barang bukti scrap secara bertahap dari lokasi gudang PT KS oleh wakil pemilik sah yang 24 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . l. o.A. Metal Malaysia pada tanggal 16 Juni 2004 melaporkan tindakan tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Banten dengan tuduhan pencurian --oleh CV FI -. sehingga pemberitahuan diatas tidak dianggap (diabaikan) oleh pihak PT KBS.n. p.000. yakni 11 Juni 2004. RW selaku Dirut CV FI.116.042.S Metal (MIRI) SDN. Atas dasar laporan tersebut.Sita/23/VI/2004 pada tanggal 17 Juni 2004.S. PN Serang memutuskan pemilik sah scrap yang dititipkan di gudang PT KS bukanlah pihak CV FI yang selama ini sesuai akte jual beli telah menjual scrap tersebut ke PT KBS. q. Ade Raspati. adalah milik kilennya yang dicuri oleh nahkoda kapal di perairan Malaysia dan dibawa ke Indonesia.000.

berdasarkan bukti transfer yang ada. M.00 atas tindakan pembelian scrap bermasalah oleh Direksi Anak Perusahaan PT KS (PT KBS). 5. yakni Sdr.d. pelaksana/Manajer di PT MSB. 2. 4. maka terdapat potensi kerugian yang mesti ditanggung KS Group dikarenakan pembayaran yang telah terlanjur dilakukan Direksi PT KBS sebesar ±Rp4 milyar. Selain itu terdapat keuntungan yang diperoleh pihak lain. 25 Pebruari 2005 sesuai memo dinas Supervisor Gudang Pelayanan Non Suku Cadang tanggal 28 Pebruari 2005. bidang usaha perusahaan adalah : a. Hal ini disebabkan Direksi PT KBS menggunakan kesempatan dan kewenangan yang dimilikinya untuk melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain tanpa 25 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . M memperoleh aliran dana sebesar Rp700 juta.000.000. Tindakan pembelian scrap oleh Direksi PT KBS menyalahi prosedur pengadaan barang karena tidak melalui proses pengadaan yang semestinya. M. Dari kronologis diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. Berdasarkan keputusan PN Serang diatas dapat diartikan bahwa scrap di lokasi gudang PTKS bukanlah milik PT KBS. 3. namun malah tetap melakukan pembayaran kedua sebesar Rp2 milyar. c. Direksi PT KBS tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bertransaksi dengan terlebih dulu mengecek keabsahan buti-bukti kepemilikan barang dan dokumen pengangkutan yang diberikan oleh CV FI. yang dibuktikan dengan adanya kontrak pembelian dan akte jual beli scrap antara pihak PT KBS dengan CV FI. Atas peranannya tersebut. Tindakan pembelian tersebut. Direksi PT KBS juga tidak memperhatikan adanya klaim kepemilikan dari pihak lain atas scrap yang hendak dibelinya dari rekanan. sehingga pembelian scrap oleh Direksi PT KBS dari CV FI patut diduga sebagai tindakan melawan hukum. berupa pemberian/transfer uang sebesar Rp700. Peranan aktif tersebut termasuk juga diantaranya dengan menghubungi pihak PT KS untuk memperlancar pelaksanaan transaksi dan pengiriman scrap ke gudang PT KS. Bidang jasa pelabuhan laut.diputuskan PN Serang dari tanggal 5 Januari 2005 s. Sdr. Mengingat bahwa scrap dimaksud telah seluruhnya diambil oleh pemilik sah.000. SH No. Seharusnya Direksi PT KBS berpedoman pada Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Notaris Ny.000. Bidang (pengelola) kawasan pelabuhan laut. Budang jasa penunjang pelabuhan laut.00 dari Direksi PT KBS tanpa alasan dan tujuan yang jelas. b.000. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian pada PT KS secara group/holding company sebesar Rp4. dengan tidak menunda pelaksanaan pembelian/pembayaran sampai dengan ada penyelesaian atas klaim tersebut. 5 tanggal 28 Pebruari 1996 dan Prosedur Pengadaan Barang dalam melaksanakan kegiatan usahanya. juga menyalahi anggaran dasar/izin usaha PT KBS. Sesuai pasal 3 Anggaran Dasar PT KBS. dimana menurut penjelasan Kepala SPI PT KBS sampai saat ini yang bersangkutan tidak dapat mempertanggungjawabkan penerimaan dana dari PT KBS tersebut. Tuti Setiahati KS. Adanya peranan aktif dari Sdr. Telah ada keputusan hukum yang bersifat pasti bahwa scrap yang dibeli oleh PT KBS merupakan hasil tindakan pidana. dalam upaya merealisasikan terjadinya transaksi jual beli scrap antara PT KBS dengan CV FI.

MPR Raya No.157. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah memasukkan pendapatan bunga dimaksud ke dalam dana PKBL yang dilanjutkan dengan mengeluarkan dana PKBL dari pembukuan perusahaan.memperhatikan prosedur dan prinsip kehati-hatian dalam berusaha. Kerjasama distributor dengan PT Cipta Damas Karya berpotensi merugikan PT KS. MPR Raya No. Hal inipun sesuai dengan fakta bahwa rencana untuk membeli scrap tersebut oleh PT KS baru dalam tahap proses pembelian dimana belum diterbitkan Receiving & Inspection Report (RIR) maupun Purchase Contract-nya sehingga PT KS bukanlah pihak dalam permasalahan yang diuraikan di kronologis diatas. 18 Jakarta Selatan.66 juta yang belum dimasukkan ke dalam dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. BPK-RI menyarankan agar Direksi PT KS selaku pemegang saham PT KBS melakukan pemeriksaan lebih rinci atas timbulnya permasalahan diatas untuk meminta Direksi KBS mempertanggungjawabkan pengeluaran dana perusahaan sebesar ±Rp4 milyar termasuk meminta pengembalian dana tersebut diatas ke pihak-pihak yang telah menerima secara tidak sah. dengan memanfaatkan situasi kekurangan bahan baku scrap yang dialami PT KS selaku induk perusahaannya. d. b. sesuai kronologis diatas PT KS hanyalah sebagai pihak yang dititipi barang bukti scrap oleh Penyidik Kepolisian Daerah Banten dan bukan sebagai pemilik barang dimaksud. Terdapat pendapatan bunga senilai Rp1. dikarenakan kewenangan untuk meneliti legalitas berada di pihak PT KBS. 12. Adapun mengenai indikasi timbulnya kerugian secara keuangan bagi KS group atas pembelian scrap bermasalah tersebut merupakan tanggung jawab dari manajemen PT KBS yang pada awalnya melakukan transaksi. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah telah dievaluasi dan direvisi beberapa pasal perjanjian antara PT KS dengan distributornya antara lain mengenai masa berlaku menjadi 3 tahun dan setiap 3 bulan akan dilakukan evaluasi atas performasi dan penilaian yang mengacu pada hak dan kewajiban. Keempat temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. PT KS berpotensi kehilangan ijin untuk menjual aktiva non produktif berupa tanah dan bangunan di Jl. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah menjual dan menerima seluruh pembayaran atas tanah dan bangunan Jl. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat 4 (empat) temuan. Pihak PT KS menjelaskan bahwa terkait dengan adanya permasalahan scrap yang diangkut dari lokasi gudang/pelabuhan PT KBS di lokasi gudang PT KS. Kontrak kerjasama dengan distributor tidak dilaksanakan sesuai dengan perjanjian. c. 18 Jakarta Selatan tersebut. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah mencabut fasilitas kepada PT Cipta Damas Karya dan memberlakukannya seperti distributor lainnya. 26 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .

PC 2002/07/00023. Pengadaan jasa pengangkutan tin plate : a) PT Buana Centra Swakarsa dengan kontrak No. sehingga tidak diperoleh kejelasan atas penyelesaian kontrak pengadaan tersebut. PT Pelat Timah Nusantara 1.B.000.02. Namun dalam pelaksanaannya sampai saat ini baru 1 (satu) unit peralatan tersebut yang sudah diterima dan telah dilakukan uji/ test tekan oleh PT KDL. Sesuai dengan termin yang diatur dalam kontrak pembelian semestinya barang yang dibeli oleh PT KDL dimaksud harus sudah diserahterimakan ke PT KDL. maka barang tersebut dibawa kembali ke PT PAL Indonesia untuk dilakukan perbaikan seperlunya. Hal tersebut disebabkan pihak PT KDL kurang intensif dalam melakukan komunikasi dengan pihak PT PAL Indonesia.00 belum dapat dipertanggungjawabkan dan PT KDL belum dapat memanfaatkan Oil Water Cooler (Retubing Double Tube) dimaksud.600. PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) melakukan pengadaan berupa Oil Water Cooler (Retubing Double Tube) sebanyak 2 (dua) unit senilai Rp180.01/016/0000/2004 tanggal 4 Maret 2004 yang berlaku mulai 1 Maret 2004 sampai dengan 28 Pebruari 2005 b) PT Lancar Surya Kencana dengan kontrak No. HK.000.00 oleh PT KDL.02. PT KDL menjelaskan bahwa barang tersebut sebenarnya sudah dikirimkan ke PT KDL untuk dipasang.000. yaitu dilakukan tanpa melalui proses pelelangan. PT Krakatau Daya Listrik Pengadaan Oil Water Cooler (Retubing Double Tube) terlambat Berdasarkan kontrak pembelian No. Namun.000.K. H. Kondisi tersebut mengakibatkan pembayaran uang muka ke PT PAL sebesar Rp39. 48/K-0000/2002 tanggal 28 Oktober 2002 yang berlaku mulai 1 Oktober 2002 sampai dengan 30 September 2004 c) PT Lancar Central Logistic dengan Kontrak No.000.929.819.01/140/0000/2004 tanggal 22 Oktober 2004 yang berlaku mulai 1 Oktober 2004 sampai dengan 30 September 2006 Jumlah ongkos angkut penjualan selama tahun 2004 berjumlah Rp6.600.00 ke PT PAL Indonesia. diantaranya : a. Terdapat pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku Dari pemeriksaan atas kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh PT Pelat Timah Nusantara (PT Latinusa) diketahui adanya kegiatan pengadaan yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku. karena tidak sesuai dengan spesifikasi sebagaimana tertuang dalam kontrak pembelian. C. KAP Hadori & Rekan menyarankan agar Direksi PT KDL melalui Divisi Logistik melakukan komunikasi sekaligus mengingatkan PT PAL untuk segera mengirim 1 (satu) unit Oil Water Cooler (Retubing Double Tube) yang belum diserahkan tersebut. sehingga masih terdapat 1 unit yang belum diserahkan oleh PT PAL. Untuk pekerjaan tersebut PT PAL telah memberikan jaminan pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Asuransi Bumi Putera Muda 1967 Surabaya tanggal 18 Juli 2002 atas pembayaran uang muka sebesar Rp39. 27 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .

b. Pengadaan jasa pengemasan (Packaging) pelat timah oleh PT. Buana Centra Swakarsa dengan kontrak No. HK.02.01/098/0000/2004 tanggal 26 Agustus 2004. Masa yang berlaku mulai 1 Agustus 2004 sampai dengan 31Juli 2005. Jumlah biaya pengemasan selama tahun 2004 berjumlah Rp5.525.722.000. Sesuai Sistem dan Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa PT Latinusa, pengadaan di atas Rp100 juta harus dilakukan dengan proses pelelangan. Disamping itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 80 tahun 2003, yang dijadikan dasar pengadaan barang dan jasa PT Latinusa, menyebutkan bahwa pengadaan barang harus dilakukan secara transparan, terbuka dan bersaing. Kondisi diatas mengakibatkan pengadaan jasa pengangkutan dan pengemasan tin plate kurang transparan, terbuka, dan bersaing, sehingga harga dalam kontrak tidak dapat diukur kewajarannya. Hal ini disebabkan Tim Pengadaan Barang dan Jasa PT Latinusa lalai dalam melaksanakan ketentuan yang sudah ditetapkan. PT Latinusa menjelaskan bahwa penunjukan langsung atas pengadaan pengangkutan dan pengemasan dengan pertimbangan : 1) PT Buana Centra Swakarsa dan PT Lancar Central Logistic mempunyai spesifikasi teknis alat angkut memenuhi persyaratan yang disesuaikan dengan jenis barang yang akan diangkut dan bidang usaha profesional di bidang angkutan. 2) PT Buana Centra Swakarsa sebagai jasa pengepakan tin plate juga melakukan pekerjaan pengemasan di PT Krakatau Steel dan PT BHIP dan akan dievaluasi setelah kontrak selesai. KAP Hadori & Rekan menyarankan agar Direksi PT Latinusa memberi peringatan kepada Tim Pengadaan Barang dan Jasa. Untuk pengadaan selanjutnya agar mengikuti ketentuan yang berlaku 2. Terdapat ketidakhematan dalam pengadaan jasa penyewaan mobil oleh PT Purna Sentana Baja PT Latinusa mengadakan perjanjian sewa menyewa mobil untuk Direksi dan Kepala Divisi dengan PT Purna Sentana Baja (PT PSB) meliputi : a. Kontrak No. 27/K-0000/2002 tanggal 16 Mei 2002 untuk pengadaan mobil sewa merk Hyundai Verna 1.5 Gls tahun 2002 sebanyak 16 unit, dengan tarif sewa per unit sebesar Rp4.900.000,00/bulan untuk jangka waktu kontrak mulai Mei 2002 sampai dengan April 2007. b. Kontrak No.61/K-0000/2002 tanggal 30 Desember 2002 untuk pengadaan mobil sewa merk Honda City ZM/T 1500 cc tahun 2002 dengan tarif sewa per unit sebesar Rp6.600.000,00/bulan untuk jangka waktu kontrak mulai 1 Desember 2002 sampai dengan 30 Nopember 2007. c. Kontrak No. HK. 02.01/088 A/0000/2004 tanggal 16 Juli 2004 untuk pengadaan mobil sewa merk Toyota New camry 2.4 A/T tahun 2004 sebanyak 1 unit dengan tarif sewa sebesar Rp12.150.000/bulan dan merk Honda New Accord 2.4i –VTEC A/T tahun 2004 sebanyak 3 unit dengan tarif sewa sebesar Rp12.000.000,00/bulan. Jangka waktu kontrak mulai 1 Agustus 2004 sampai dengan 31 Juli 2009. Penetapan PT PSB sebagai pelaksana dalam perjanjian kerjasama sewa menyewa diatas dilakukan dengan cara penunjukan langsung untuk periode 5 tahun. Hal ini

28 / 46

BPK RI / AUDITAMA V

menunjukkan bahwa perusahaan menyewa kendaraan dengan harga yang sama setiap bulan meski umur ekonomis kendaraan semakin menurun bahkan sampai pada nilai residu. Seharusnya berdasarkan sistem dan prosedur pengadaan barang dan jasa PT Latinusa, pengadaan barang dan jasa diatas Rp100 juta harus dilakukan dengan proses pelelangan dan dilakukan dengan proses perencanaan yang berpedoman pada azas-azas efisiensi, efektivitas, transparansi, adil dan akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan serta membangun pola-pola kemitraan dengan rekanan. Kondisi tersebut mengakibatkan pengadaan mobil sewa dilakukan secara tidak transparan, terbuka dan bersaing sehingga tidak dapat diukurnya kewajaran harganya. Selain itu pengadaan mobil melalui sewa murni diatas juga tidak hemat terutama bila dibandingkan dengan pengadaan secara sewa beli. Hal ini disebabkan Tim Pengadaan Jasa PT Latinusa menganggap bahwa PT PSB merupakan grup dari PT Krakatau Steel. PT Latinusa menjelaskan bahwa penunjukan PT PSB sebagai penyedia mobil sewaan, telah dilakukan oleh Tim Tender dengan pertimbangan sebagai berikut: 1) PT PSB bergerak dibidangnya (leasing) dan tersedia mobil pengganti bila mobil yang disewakan mengalami kerusakan; 3) Lokasi di Cilegon 4) Masih dalam lingkungan Krakatau Steel group (dalam rangka sinergi group). Selanjutnya kontrak tersebut akan dievaluasi sesuai dengan klausul-klausul kontrak sewa dengan Purna Sentana Baja (PSB). KAP Hadori & Rekan menyarankan agar Direksi PT Latinusa mengevaluasi kembali harga sewa dalam kontrak/perjanjian penyediaan mobil sewa tersebut diatas. 3. Penyewaan gudang milik Perusahaan belum dibuat kontrak/perjanjiannya PT Latinusa melakukan perjanjian penyewaan gudang yang dimilikinya kepada PT Hu-Tekindo sesuai kontrak awal No. 49/K-0000/2002 tanggal 28 Oktober 2002. Kontrak awal tersebut berlaku mulai berlaku 1 September 2002 sampai dengan 31 Agustus 2004, dengan harga sewa per tahun sebesar Rp259.560.000,00. Pada saat kontrak awal penyewaan tersebut telah berakhir pada tanggal 31 Agustus 2004, ternyata pihak PT Latinusa belum membuat kontrak perjanjian yang baru untuk memperpanjang masa sewa. Persetujuan perpanjangan penyewaan hanya berupa surat Direktur Keuangan No. HK.05.02/008/2000/2005 tanggal 6 Januari 2005 kepada PT Hu-Tekindo. Dalam surat tersebut diberitahukan besarnya tarif/harga sewa gudang untuk periode 1 September 2004 sampai dengan dengan 31 Agustus 2005, yakni sebesar Rp259.560.000,00 yang harus dibayar tunai dimuka oleh PT Hu-Tekindo. Sampai dengan 31 Desember 2004, PT Hu-Tekindo ternyata hanya membayar sebesar Rp128.482.200,00 atau hanya dibayar sewa untuk periode sewa 1 September 2003 sampai dengan 31 Agustus 2004. Sedangkan pembeyaran sewa untuk periode 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005 belum dibayar oleh pihak PT Hu-Tekindo selaku penyewa. Disamping itu dari hasil pemeriksaan diketahui juga bahwa PT Latinusa ternyata tidak mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran sewa sebesar 2 % (dua persen) setiap hari keterlambatan yang terjadi pada pembayaran sewa untuk periode 1 September 2003 sampai dengan 31 Agustus 2004.

29 / 46

BPK RI / AUDITAMA V

Seharusnya PT Latinusa bertindak tegas kepada PT Hu-Tekindo selaku penyewa sesuai kesepakatan yang tertuang dalam kontrak dan Surat Direktur Keuangan No. HK.05.02/008/2000/2005 tanggal 6 Januari 2005 diatas. Kondisi diatas mengakibatkan PT Latinusa tidak dapat memperoleh pendapatan atas asset berupa gudang milik perusahaan yang disewa oleh Pihak Ketiga. Hal tersebut disebabkan pihak PT Latinusa telah lalai dalam memantau pelaksanaan kerjasama, termasuk masa berakhirnya kontrak, serta belum adanya ikatan tertulis/perjanjian kembali dengan pihak penyewa pada saat kontrak berakhir. PT Latinusa menjelaskan bahwa perpanjangan perjanjian sewa menyewa bangunan gudang no 19/K-0000/2002, tanggal 28 Oktober 2002 masih dalam proses. Namun dengan adanya surat dari Direktur Keuangan No. HK.05.02/008/2000/2005 tanggal 6 Januari 2005 perihal yang sama, Perusahaan telah mencatat bagian pendapatan sewa tahun 2004 sebesar Rp259.560.000 tidak termasuk PPN sebesar Rp25.956.000,- dalam tahun buku 2004. Sedangkan Penagihan sisa sewa yang belum dibayar akan dilakukan di tahun 2005. KAP Hadori & Rekan menyarankan agar Direksi PT tetap menagihkan seluruh sewa gudang yang semestinya sudah jarus dibayar oleh penyewa ditambah dengan bunga selama dalam masa keterlambatan. Selain itu agar segera dibuat kontrak perpanjangan secara tertulis untuk periode penyewaan yang disepekari kedua belah pihak.

D. PT Krakatau Engineering Terdapat ketidakjelasan status atas penggunaan tanah untuk bangunan Perusahaan Berdasarkan hasil pemeriksaan atas aktiva berupa tanah seluas 14.400 m2 yang digunakan oleh PT Krakatau Engineering (KE) untuk 18 persil bangunan guest house milik PT Krakatau Steel (PT KS) diperoleh informasi bahwa guest house yang dibangun pada tahun 1992/1993 tersebut dana pembangunannya berasal dari PT KE. Penggunaan tanah milik PT KS telah berdasarkan persetujuan Direksi PT Krakatau Steel No.267/C/DU-KS/X1/1991 tanggal 14 November 1991 dan Dewan Komisaris PT KS No.25/DEKOM-KS/1991 dengan catatan : a. Tipe rumah yang akan dibangun adalah semi permanen dan akan dibongkar oleh PT. Krakatau Engineering apabila tanahnya akan dipergunakan oleh PT. Krakatau Steel. b. Lama peminjaman maksimum 5 tahun. Bangunan di atas tersebut selanjutnya diperuntukkan sebagai tempat tinggal tenaga ahli/ekspatriat KS Group dan bila tidak ada tenaga ekspatriat KS Group yang menempati, maka dapat disewakan kepada pihak ketiga. Terkait dengan status pengunaan tanah tersebut diketahui bahwa masa pakainya sudah habis sejak tanggal 6 November tahun 1996 dan sampai saat ini belum ada perpanjangannya. Dengan belum adanya perpanjangan atas izin penggunaan dari Dewan Komisarus PT KS diatas, maka status penggunaan tanah dimaksud menjadi belum jelas, apakah apakah disewakan atau dihibahkan kepada PT Krakatau Engineering. Padahal diatas tanah tersebut sudah didirikan bangunan permanen oleh PT KE, dimana sesuai izin penggunaan dari Dewan Komisaris PT KS bangunan yang didirikan semestinya berupa bangunan semi permanen. Semestinya PT KE dalam memanfaatkan tanah tersebut tetap memperhatikan ketentuanketentuan yang digariskan oleh Direksi serta Dewan Komisaris PT KS

30 / 46

BPK RI / AUDITAMA V

Kondisi diatas mengkibatkan dasar penggunaan tanah milik PT Krakatau Steel tersebut dan pemanfaatan bangunan diatasnya menjadi tidak jelas. PT KE menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini belum ada rencana akan dipergunakan oleh PT KS dan dari 14.400 m2 luas tanah yang dipinjam hanya 5000 m2 yang dipergunakan oleh PT KE. Sedangkan terkait dengan pengajuan permohonan perpanjangan pinjaman tanah, PT KE sudah pemah mengajukannya melalui surat No.4/DU-KE/X11/2000 tanggal 7 Desember 2000 dan No.65/DU-KEN/2002 tanggal 15 Mei 2002, dan telah dikirim lagi surat yang ketiga No.06/DUKE/1/2005 tanggal 12 Januari 2005. Namun sampai saat ini belum ada jawabannya. KAP Zaenal Ariffin menyarankan agar Direksi PT KE melakukan pendekatan lebih intensif lagi kepada pihak PT KS untuk memperoleh kejelasan status penggunaan tanah tersebut.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

31 / 46

BPK RI / AUDITAMA V

Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan usaha sendiri PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. serta laporan laba rugi. 32 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .B/AUDITAMA V/GA/3/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.A/AUDITAMA V/GA/3/2005 tanggal 30 Maret 2005. kami mempertimbangkan pengendalian intern tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksaanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. dan telah menerbitkan laporan nomor Nomor 23. dan laporan kas usaha sendiri untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditirng yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 23. laporan perubahan ekuitas.

kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. Begitu juga. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi atau efektivitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan 33 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dan kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa traansaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. serta kami menentukan resiko pengendalian. kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini : • Keuangan • Produksi • Pemasaran • Perencanaan dan Tehnologi • Sumber Daya Manusia dan Umum • Logistik Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material tersebut menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Untuk tujuan laporan. bukan keyakinan absolut.Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern. diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern.

D-1416 Jakarta. MA Register Negara No. Namun.operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi resiko ke tingkat yang lebih rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akanmaterial dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. 30 Maret 2005 34 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. kami mncatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B. Misnoto. Drs. Ak. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas.

Hal tersebut disebabkan Direktorat Keuangan tidak tegas menerapkan ketentuan uang muka. namun tidak ada jawaban atas konfirmasi dimaksud. Untuk permintaan uang muka fungsional harus melampirkan bukti asli permintaan kebutuhan dari unit kerja lain.22% dari saldo uang muka pegawai.2.00.279.709.279.440.00 Untuk pengadaan barang/jasa atau pembiayaan kegiatan yang bersifat mendesak atau yang tidak direncanakan sebelumnya PT Krakatau Steel (PT KS) membuat kebijakan mekanisme uang muka pegawai. yang terdiri dari uang muka pegawai PT KS di Cilegon sebesar Rp2.716. Di samping itu. Berdasarkan jenisnya. Direktorat Keuangan PT KS belum bisa menerapkan SK Direksi PT KS No. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2004 diketahui adanya saldo uang muka pegawai sebesar Rp3.120. PT KS sependapat atas temuan yang disampaikan BPK-RI mengenai kondisi saldo uang muka pegawai per 31 Desember 2004 yang belum dipertangungjawabkan.388.00 dan uang muka pegawai di Jakarta sebesar Rp781. Pengajuan permintaan uang muka intern maupun fungsional dilakukan oleh pemohon dengan mengisi formulir permintaan uang muka disertai laporan tersedianya anggaran untuk setiap unit yang mengajukan uang muka tersebut. uang muka pegawai dapat dibedakan antara uang muka intern dan uang muka fungsional.672. Terdapat uang muka pegawai yang belum ada pertanggungjawabannya sebesar Rp2.5.Lampiran B A.582. Berdasarkan SK Direksi PT Krakatau Steel No. Terhadap penerima uang muka yang belum membuat pertanggungjawaban tidak dikenakan sanksi administrasi sesuai ketentuan dan surat pernyataan yang telah dibuat. Atas keterlambatan pertanggungjawaban uang muka tersebut. telah berumur lebih dari satu bulan dimana semestinya sudah harus dipertanggungjawabkan.496.709. Uang muka intern adalah uang muka yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan intern pada unit kerja si pemohon. 169/C/DK-KS/KPTS/1994 karena adanya uang muka fungsional dimana pejabat yang harus mempertanggungjawabkan 35 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00 atau 78. pemohon belum mempertanggungjawabkan uang muka tersebut. PT Krakatau Steel 1. tanggal 13 Juli 1994 tentang Penyempurnaan Sistem dan Prosedur Uang Muka. Kondisi di atas mengakibatkan pengeluaran uang muka yang belum dipertanggungjawabkan mengganggu arus kas/cash flow perusahaan. pihak Divisi Akuntansi Keuangan PT KS telah melakukan konfirmasi kepada pengguna uang muka.338.086. sebesar Rp2. butir 2. Dari saldo uang muka pegawai tersebut. sedangkan uang muka fungsional adalah uang muka yang dipergunakan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sehubungan kegiatan unit lain yang menjadi kewajiban unit kerja si pemohon. menyebutkan bahwa uang muka yang tidak dipertanggungjawabkan sampai melewati batas waktu paling lambat satu bulan sejak diterimanya dana uang muka tersebut.00. setiap pemohon harus melampirkan surat pernyataan atas kesediaan dikenai sanksi administrasi jika dalam waktu 30 hari setelah tanggal penerimaan uang muka.440. akan dikenakan sanksi berupa penahanan gaji yang bersangkutan sampai dengan uang muka tersebut dipertanggungjawabkan dan pengajuan permintaan uang muka yang bersangkutan tidak akan diberikan lagi sebelum uang muka tersebut dipertanggungjawabkan. 169/C/DK-KS/KPTS/1994.

35/C/DU-KS/Kpts/2003 tanggal 12 Agustus 2003 tentang harga jual minimum asset non produktif milik PT KS yaitu sebesar Rp2.000. Dari laporan hasil pelaksanaan pelepasan asset non produktif milik PT KS per 1 September 2004 diketahui terdapat asset non produktif tanah di Jl.00 sebagai harga jual minimum tanah/bangunan non produktif di Jl.00. kanan dan kiri. 2.722. Hasil penilaian appraial PT SAU dinilai terlalu tinggi karena tidak memperhitungkan luas tanah yang direncanakan terkena jalan umum dan garis sepadan bangunan dari depan. dimana penilaian didasarkan pada perbandingan dengan harga penjualan tanah yang telah terjadi disekitarnya serta keadaan dan letaknya cukup bersaing terhadap tanah yang dinilai. Bima No. BPK-RI menyarankan agar PT KS memperbaiki kebijakan pemberian uang muka sesuai keperluan dan konsisten melaksanakan ketentuan yang dibuat. Kemanggisan Jakarta Barat yang dijual dibawah harga jual minimum yang ditetapkan. Namun demikian. Tim mengusulkan kepada Direktur Utama PT KS dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : a.723. seperti uang muka untuk proses perijinan dari instansi Pemerintah.000.500.000. telah ditunjuk PT Sucofindo Appraisal Utama (PT SAU) sebagai konsultan penilai independen berdasarkan surat No. sehingga luas tanah yang bisa dimanfaatkan secara komersial tinggal kurang lebih 600 m2. Dengan pertimbangan bahwa harga jual minimum merupakan harga patokan awal dalam proses penawaran penjualan. Penilaian tanah dilakukan dengan menggunakan Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach).000.000. 1 Kemanggisan Jakarta.berbeda dengan pejabat pemakai uang muka tersebut.500. maka tim pelepasan asset berdasarkan Berita Acara Penaksiran Harga Asset Non Produktif Milik PT KS No. memohon kepada Direktur Utama PT KS untuk menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2003 sebesar Rp1.00 (jauh dari harga jual minimum yang ditetapkan). 19/TPA-KS/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003 perihal penilaian aktiva tetap milik PT Krakatau Steel (PT KS) yang berlokasi di Jakarta dan Serang-Banten. 01/BA/TPA-KS/2003 tanggal 11 Agustus 2003 merekomendasikan bahwa harga jual minimum yang akan digunakan dalam proses penawaran penjualan adalah rata-rata dari nilai likuidasi dan nilai pasar hasil penilaian PT SAU. 51/TPS-KS/V/2004 tanggal 6 Mei 2004. Harga jual minimum tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi PT KS No. PT Krakatau Steel kehilangan kesempatan mendapatkan hasil penjualan asset non produktif minimal sebesar Rp567.00 Dalam rangka penjualan asset non produktif dan untuk mendapatkan nilai wajar asset tersebut. b. 1. Tanah/bangunan sudah pernah dilelang sebanyak 3 (tiga) kali melalui Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) Jakarta V. Bima No. Penjualan dibawah harga jual minimum dilakukan setelah adanya surat dari ketua tim pelepasan asset non produktif No. untuk mengendalikan keterlambatan pertanggungjawaban uang muka pegawai pihak Direktorat Keuangan berencana melakukan konfirmasi dari 3 bulanan menjadi 2 bulanan dan akan segera mengkaji serta mengevaluasi kembali prosedur uang muka pegawai. tetapi belum terjual karena harga penawaran tertinggi dari peserta lelang yaitu sebesar Rp1.000. Selain itu terdapat uang muka untuk pembiayaan kegiatan yang ternyata membutuhkan waktu cukup lama. 36 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .492.

karena NJOP tahun 2004 sudah diterima dan diketahui oleh PT KS tanggal 12 Januari 2004 sesuai dengan SPPT-PBB PT KS tahun 2004. lelang dilaksanakan tanggal 22 April 2004 di ruang rapat Basement Wisma Baja dan terakhir diumumkan di harian Suara Karya tanggal 10 Mei 2004. Menurut laporan PT SAU disebutkan lokasi tanah cukup strategis dan peruntukan tanah dari objek penilaian adalah pemukiman perumahan khususnya perumahan mewah. 01/BA/TPA-KS/2003 tanggal 11 Agustus 2003 yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi PT KS No.000. Bima. Mengacu pada alasan butir (a) di atas. Arjuna dan Jl.00 sampai dengan Rp1.000. Informasi tentang penawaran yang tertinggi dari peserta lelang sebesar Rp1. sebelah barat.176.000.00.000. Dengan demikian tidak diperoleh dasar informasi yang kuat untuk usulan point (b) di atas. lelang dilaksanakan tanggal 19 Februari 2004 di ruang rapat Basement Wisma Baja.c. Berdasarkan lampiran Berita Acara Penaksiran Harga Asset Non Produktif Milik PT KS yang dijual No. Kemanggisan.00. dijelaskan bahwa status tanah di Jl. Surat tim pelepasan asset non produktif No.722.804. Arjuna. 244 tanggal 2 Juni 1995 yang berlaku sampai dengan 1 Juni 2015 dengan gambar situasi No.000. sebelah selatan Jl. rumah tinggal dan sebelah timur. rumah tinggal. Dengan demikian tidak diperoleh dasar informasi yang kuat untuk usulan point (c) di atas karena yang dilaporkan hak pakai berlaku sampai dengan 1 Juni 2005. ditetapkan sebesar Rp1.00.000. Risalah lelang hanya menyatakan tidak ada peminat (TAP) yang berarti belum ada yang menawar. seharusnya sampai dengan tanah tersebut dijual.00.178. 9608/1994 tanggal 22 September 1994. Kebijaksanaan atas perubahan zoning dari Pemerintah Daerah setempat yang berpengaruh pada potensi nilai tanah tidak ditemukan dalam waktu dekat.723. Usulan tim pelepasan asset non produktif tersebut disetujui oleh Direktur Utama PT KS. b. Seharusnya tim pelepasan asset menggunakan NJOP tahun 2004 sebesar Rp2.000. 35/C/DU-KS/Kpts/2003 tanggal 12 Agustus 2003.263.925. Jakarta adalah Hak Pakai No. lelang dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali. 1 Kemanggisan. Laporan penilaian Balindo menyebutkan antara lain : 1) Batas lokasi tanah yang diidentifikasi oleh Balindo menyebutkan sebelah utara Jl. c. kemudian di harian Suara Karya tanggal 13 April 2004. diketahui bahwa harga jual tanah di Jl. Tol Kebon Jeruk. Sedangkan berdasarkan peninjauan tim pemeriksa ke lokasi diketahui bahwa sebelah utara Jl. lelang dilaksanakan tanggal 18 Mei 2004 di ruang rapat Basement Wisma Baja. e.00 (jauh dari harga jual minimum) tidak dibuktikan dalam risalah lelang. 37 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .000. 1. Sertifikat tanah/bangunan masih berupa Hak Pakai dan berlaku sampai dengan tanggal 1 Juni 2005. d. 51/TPS-KS/V/2004 tanggal 6 Mei 2004 masih menggunakan NJOP tahun 2003 sebesar Rp1. sebelah selatan Jl. d. Bima No.000. Taksiran harga jual tanah/bangunan berdasarkan penilai Balai Lelang Indonesia (Balindo) hanya berkisar Rp1. Dengan demikian tidak diperoleh dasar informasi yang kuat untuk usulan point (a) di atas karena yang dilaporkan lelang sebanyak 3 (tiga) kali. 053/2004 tanggal 18 Mei 2004 melalui KP2LN Jakarta V. Bima No.000. Dari analisa dokumen dan informasi selama pemeriksaan diketahui sebagai berikut : a. Bima. Lelang pertama kali diumumkan melalui harian Media Indonesia tanggal 10 Februari 2004. Dengan demikian tidak diperoleh dasar informasi yang kuat untuk usulan point (a) di atas.000. f. Berdasarkan risalah lelang No.

Informasi penawar tertinggi Rp1 milyar memang tidak memiliki bukti formal.sebelah barat jembatan layang (flyover) dan sebelah timur.925. hasil Balindo dijadikan referensi.000.000. Penggunaan jasa Balindo merupakan tambahan permintaan sehubungan Balindo tengah mengerjakan pekerjaan lain yang berhubungan dengan PT KS. Asset baru terjual pada lelang berikutnya tanggal 18 Mei 2004. Penggunaan jasa Balindo memang tidak dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pemberi referensi harga yang ditetapkan dengan surat Direksi seperti Sucofindo.492. 2) Survey asset non produktif milik PT KS dilakukan oleh Balindo tanggal 24 Maret 2004.00 (Rp2. Dengan demikian laporan penilaian Balindo tidak dapat dijadikan dasar informasi oleh tim pelepasan asset.500. 38 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00 – Rp1.000. yaitu: a. 01-MBUMN/2002 tanggal 29 Januari 2002.000. Namun mengingat kompetensi dan pengalamannya atas pelelangan asset. Sama dengan identifikasi batas lokasi tanah yang dilakukan oleh PT SAU. PT KS menjelaskan bahwa manajemen dapat memahami hasil analisa dokumen dan informasi dalam temuan BPK-RI dan diakui memang terdapat kekurangan pengungkapan informasi dalam surat ketua tim no. rumah tinggal. rencana lelang berikut pengumumannya telah dilakukan 3 kali namun hanya dua kali yang terlaksana proses lelangnya.500. Seharusnya Tim Pelepasan Asset Non Produktif milik PT KS dalam menjual asset non produktif berpedoman kepada Laporan PT Sucofindo Appraisal Utama No. 1. butir (2) yang menyebutkan untuk mendapatkan calon pembeli yang lebih banyak serta untuk meningkatkan nilai jual dan pelaksanaan penjualan yang lebih transparan. khususnya mengenai harga. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS kehilangan kesempatan mendapatkan hasil penjualan asset non produktif minimal sebesar Rp567. Pada saat dibuat surat permintaan perubahan harga. Satu kali lelang tidak jadi dilaksanakan karena tidak satupun peminat yang hadir untuk mengikuti lelang. 35/C/DUKS/Kpts/2003 tanggal 12 Agustus 2003 tentang harga jual minimum asset non produktif milik PT KS. karena diperoleh dari hasil komunikasi informal dengan peserta lelang yang semula berminat setelah proses lelang.00). Melihat informasi pelaksanaan lelang (point a). Hal tersebut di atas disebabkan Ketua tim pelepasan asset non produktif tidak cermat dalam membuat alasan-alasan untuk menurunkan harga jual minimum kepada Direksi PT KS. karena memang tidak ada satupun peserta lelang yang mengajukan penawaran. Penggunaan Balindo sebagai dasar referensi harga tidak sesuai dengan lampiran Instruksi Menteri Negara BUMN No. maka diperlukan jasa Balai Lelang Swasta dalam rangka melaksanakan tugas Pra Lelang dari aktiva tersebut. Bukti formal yang ada berkaitan dengan asset dalam risalah lelang hanya disebut tidak ada peminat. Demikian pula halnya dengan penggunaan NJOP tahun 2003 karena dekat dengan hasil harga Balindo. 101/SAUAPP/PST-VII/2003 tanggal 28 Juli 2003 dan Surat Keputusan Direksi PT KS No. Dari analisa dokumen dan informasi di atas dapat disimpulkan bahwa pertimbangan dalam surat ketua tim pelepasan asset non produktif yang merubah harga jual minimum tidak berdasar. Bima No. Kemanggisan dari PT SAU karena lelang atas tanah dimaksud baru dilaksanakan 1 (satu) kali yaitu tanggal 19 Februari 2004 sedangkan lelang kedua baru dilaksanakan tanggal 22 April 2004. c. 51/TPS-KS/V/2004 dimana terdapat kesalahan data. b. terdapat indikasi bahwa tim pelepasan asset memang sudah beritikat untuk tidak memakai hasil penilaian atas tanah Jl.

1. 16.00 6. tidak lagi menjadi perhatian tim sehubungan keperluan untuk segera dapat menjual aseets tersebut sebelum ijin penjualan dan masa hak pakai berakhir d.00 4.00 1.839. Berdasarkan pemeriksaan fisik diketahui bahwa tim pemusnahan/scrapping belum melaksanakan proses scrapping atas Roll Stand di atas secara keseluruhan.007.414.905.465.00 1.141.618.952.00 33.00 50.570.156.993.00 dalam kondisi rusak berat. Sehubungan masih terdapat asset non produktif yang belum terjual.00 2.970. Terdapat kekeliruan dalam dokumen-dokumen yang dibuat mengenai batas waktu hak pakai yakni 2015. 362/JB/2002 tanggal 26 Nopember 2002.345.972.251.730. termasuk lampiran Berita Acara Penaksiran Harga Asset Non Produktif Milik PT KS yang dijual No.606.727. Berdasarkan copy sertifikat Hak Pakai No.839.737.00 4. diantaranya terdapat 4 (empat) jenis/item roll stand group. 6.00 84.00 46. Hal tersebut dikuatkan dengan surat BPN No. 17 dan 19) pada pabrik wire rod dengan nilai sebesar Rp761.497. Nama Aktiva Tanah Peningkatan Tanah Bangunan dan Gedung Mesin dan Pabrik Alat-alat Berat Peralatan dan Perabotan Perkakas Kecil Total Aktiva Tetap Non Produktif Harga Perolehan 21. 3.00 1. 14.089.345.141. 244 tanggal 2 Juni 1995 disebutkan masa berlaku hak pakai sampai dengan tahun 2005.504.050.677.093.251. intermed mill (No.049. 3.40 milyar.Perbedaan antara hasil Balindo dengan Sucofindo.00 1.516. 7.141.00 44.00 Akumulasi Penyusutan 1. BPK-RI menyarankan agar Direksi meminta pertanggungjawaban kepada Tim Pelepasan Asset karena bekerja tidak cermat dan tertib dalam mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang berkaitan dengan usulan penjualan asset non produktif.00 1.444.918.00 5.093. hasil analisa dokumen dan informasi BPK-RI akan menjadi perhatian bagi Tim dalam melaksanakan tugasnya.057. Dari aktiva mesin dan peralatan pabrik non produktif sebagaimana dimaksud keputusan RUPS tersebut.641. PT Krakatau Steel belum sepenuhnya melakukan penghapusan atas aktiva tetap yang sudah di-scrap Laporan Keuangan PT Krakatau Steel (PT KS) per 31 Desember 2004 mencatat terdapat Aktiva Non Operasional pada akun Aktiva Lain-lain (Aktiva Tetap Non Produktif) sebagai berikut : (dalam ribu rupiah) No.00 Nilai Buku 21.000. 2. 5.00 3. 01/BA/TPA-KS/2003. 4.402.224.00 Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tentang Pengesahan Hasil Kegiatan Usaha PT KS tahun buku 1998 tanggal 28 Mei 1999 diputuskan antara lain pada point (e) penghapusan (write off) mesin dan peralatan pabrik yang sudah tidak digunakan sesuai hasil audit dengan nilai buku sebesar Rp2. sedangkan sisanya agar diajukan secara tersendiri melalui Komisaris setelah aktiva tersebut dinyatakan non produktif oleh Direksi PT KS. melainkan hanya 39 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .

000. yang terdiri atas 14. Atas penscrapan tersebut belum dibuatkan Berita Acara Serah Terima Scrap.000. pihak PT KS mengadakan kerjasama dengan PT Krakatau Wajatama (PT KW) untuk memproduksi baja tulangan sesuai spesifikasi dari PT JM dengan bahan baku billet dari PT KS.000 ton.414. Sedangkan bagian-bagian lain dari roll stand tersebut masih tersimpan di gudang.00. sesuai job order.450.000. Sesuai keputusan RUPS mengenai Pengesahan Hasil Kegiatan Usaha tahun buku 1998. Hal tersebut disebabkan Tim scrapping dalam melakukan tugasnya belum berkoordinasi dengan unit kerja terkait seperti dinas akuntansi konstruksi yang mengetahui asset-asset yang harus dihapusbukukan.347. BPK-RI menyarankan agar PT KS segera melakukan proses pengscrapan dan membuat berita acara sesuai keputusan RUPS sehingga pembukuan aktiva tetap non produktif dapat disesuaikan. khususnya point (e). Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut.041/SPPDIR/2004 yang ditandatangani pada tanggal 18 Mei 2004.00 dengan jangka waktu 1 (satu) tahun. Sementara itu dari hasil telaahan atas dokumen-dokumen kerjasama tersebut diatas beserta laporan pelaksanaan pekerjaannya diketahui hal-hal sebagai berikut : a) Dalam komponen tarif ongkos potong sebesar Rp475/kg yang dibayarkan ke PT HH.380.326. Selanjutnya dari baja tulangan produksi PT KW tersebut. Untuk produksi baja tulangan sebanyak 20. terdapat komponen biaya untuk kompensasi sisa potong/waste sebesar Rp110. Hal ini mengingat dalam kerjasama order tersebut PT HH sudah diberikan hak untuk 40 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Kerjasama produksi baja tulangan dituangkan dalam Surat Perintak Kerja/Job Order No. Kondisi di atas mengakibatkan nilai aktiva tetap non produktif berupa mesin dan peralatan pabrik pada laporan keuangan/Neraca per 31 Desember 2004 terlalu besar Rp152. Atas jasa pemotongan yang dilakukannya. PT KS menjelaskan bahwa PT KS belum dapat melakukan pengscrapan atas sebagian Aktiva Mesin dan Peralatan Pabrik Non Produktif yang sudah disetujui RUPS untuk dihapuskan karena aktiva dimaksud masih berada di lokasi plant wire rod.000 ton senilai Rp117. yang semestinya tidak perlu diberikan PT KS.03/JO/DPM-KS/2004 tanggal 18 Mei 2004.708.00 karena belum diatur secara rinci dalam Surat Perintah Kerja Dalam rangka pembangunan jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). namun nilai tersebut tidak mempengaruhi kewajaran atas laporan keuangan.00.000.200 ton baja tulangan polos sesuai spesifikasi PT JM.30/BA/DPM-KS/2004 – No. 4.00. PT HH mengenakan tarif sebesar Rp475/kg dengan estimasi total pembayaran oleh PT KS adalah sebesar Rp10.800 ton baja tulangan ulir dan 5.000.759. Pemberian kompensasi jasa ke PT Hamasa Hutama untuk pekerjaan proyek PT Jasa Marga berpotensi merugikan PT Krakatau Steel sebesar Rp2. Perjanjian jual beli dituangkan dalam kontrak No.rumahan roll stand saja. PT Krakatau Steel (PT KS) memperoleh pesanan/order baja tulangan dari PT Jasa Marga (PT JM) sebanyak ±20. Pelaksanaan kerja pemotongan oleh PT HH ini tertuang dalam Job Order No. seharusnya penghapusan (write off) mesin dan peralatan pabrik yang sudah tidak digunakan dilaksanakan sebagaimana mestinya.06/JO/DPM-KS/04 tanggal 30 Juni 2004.474.000. PT KS menunjuk PT Hamasa Hutama (PT HH) untuk melakukan pemotongan sesuai ukuran yang diminta PT JM.00 per kilogram baja tulangan yang dipotong. PT KW akan menerima pembayaran dari PT KS sebesar Rp13. Untuk itu akan dilakukan pemindahan ke lokasi/area scrap yard agar segera dapat dilakukan pengscrapannya.

748 kg = Rp614.850.726.748) : ( 27.380.Total baja tulangan yang melalui proses pemotongan di PT HH .Sisa baja tulangan yang belum dikirim ke PT HH (masih di PT KW) % pengiriman 2) Lokasi di gudang PT HH .Total baja tulangan yang telah dipotong & dikirim PT HH ke PT JM .000.MRIT/Pengembalian .380. melainkan langsung dikirim ke lokasi proyek PT JM dan PT HH tetap dapat mengenakan ongkos potong ke PT KS.071 kg : 71% : 14.Total pengiriman baja tulangan ke PT JM tanpa proses pemotongan : 3.memiliki waste/scrap produksi sampai dengan 2.Waste : Rp110 .* * 95.Penundaan pengiriman :( 2.145.000.177.jumlah kelebihan pengenaan jasa pemotongan = Rp185/kg x 3.748 kg .5% atau ±500.000 kg dari total estimasi baja tulangan yang dipotongnya.388.322.748 kg .462 kg .Total billet yang telah selesai diproduksi menjadi baja tulangan . Dengan demikian terdapat pemberian kompensasi yang tidak semestinya dilakukan yang diestimasikan jumlahnya sebesar Rp2.Total : Rp185 .d.000 kg % penyerapan order : 54 % 4) Realisasi Penerimaan .027) : 10.145. c) Realisasi pengiriman baja tulangan ke lokasi proyek PT JM sampai dengan 31 Januari 2005 berdasarkan tingkat kemajuan pekerjaan (progress) adalah sebagai berikut : 1) Lokasi di gudang PT KW .Total baja tulangan yang telah dikirim ke PT HH untuk dipotong .Jangka waktu kontrak (18 Mei 2004 s.Total baja tulangan yang belum dipotong di PT HH % pemotongan : 19.000.432 kg : (14.322.708.708.Total pengiriman baja tulangan dengan proses pemotongan : 7.462) : 3. Dengan demikian sampai dengan posisi 31 Januari 2005 terdapat kelebihan pengenaan jasa pemotongan sebesar Rp614.Periode kontrak yang telah dijalani ( 18 Mei 2004 – 31 Januari 2005 : 8.268.530.* *ongkos-ongkos semestinya yang tidak dikenakan untuk baja tulangan yang dikirim langsung ke lokasi : .000 kgxRp110/kg = Rp2.Packing : Rp 25 .976 kg : 9.5%x20.322. 17 Mei 2005) : 12 bulan % pelaksanaan kontrak : 71 % 41 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00 b) Pada pelaksanaan pekerjaan.918.Ongkos potong : Rp 50 .530.976 kg .Total penerimaan baja tulangan dari PT KW di PT HH .268.Total pengiriman baja tulangan dari PT HH ke PT JM .Total Penagihan/Penerimaan Penjualan % realisasi penerimaan : 10.5 bulan .000.00.00.850.Jumlah total pesanan PT Jasa Marga sesuai kontrak : 20.000.124 : 69% kg kg kg kg kg kg 3) Realisasi Penyerapan Order .994.d.361) kg : 5. 31 Januari 2005 : 10. setelah selesai produksi di PT KW.234) kg .jumlah baja tulangan yang dikirim langsung ke lokasi =3.Total pengiriman baja tulangan ke PT JM s.000.322.361 : (3.586 : (7.Total yang dikirim langsung ke lokasi proyek PT JM (tanpa potong) .494 kg : 86 % 5) Realisasi Pelaksanaan Kontrak .00. ternyata ada sebagian baja tulangan yang tidak melalui proses pemotongan.

145.00 (Rp Rp2.708.06/JO/DPM-KS/04 tanggal 30 Juni 2004. termasuk jumlah pasti mengenai kebutuhan besi beton dari PT Jasa Marga.000. BPK RI menyarankan agar PT KS dalam melakukan pembayaran jasa pemotongan baja tulangan ke PT HH mengikuti kesepakatan awal dan ketentuan dalam Surat Perintah Kerja sesuai hasil pelaksanaan pekerjaan. ongkosnya tetap akan disesuaikan kemudian setelah diketahui jumlah pastinya sampai proyek selesai. Sesuai kontrak yang berlaku saat ini.759. sedangkan kemajuan penyelesaian pekerjaan dan pelaksanaan kontrak sudah mencapai 71%. Mengenai permasalahan material yang dikirim ke proyek tanpa proses pemotongan.h. Pembelian billet impor untuk produksi baja tulangan oleh Direktorat Pemasaran PT Krakatau Steel belum didukung dengan rencana penjualan yang jelas dan pasti Dari laporan pelaksanaan trading oleh Direktorat Pemasaran selama tahun 2004 diketahui terdapat impor billet eks China senilai USD 4.380.i Direktorat Pemasaran menjelaskan bahwa untuk mengejar waktu pelaksanaan tol Cipularang memang belum semua kesepakatan dalam negosiasi ke PT Hamasa Hutama tercantum dengan jelas di job order. Selama ini impor billet yang dilakukan PT KS dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produk wire rod.428.708. sedangkan PT KS sudah terlanjur mengeluarkan biaya-biaya untuk pengadaan bahan baku ataupun untuk jasa tolling-nya Hal ini mengingat bahwa pengerjaan proyek jalan tol diperkirakan akan selesai pada akhir April 2005 atau paling lama sesuai tanggal berakhirnya perjanjian jual beli antara PT KS dengan PT JM. Padahal pengiriman hanya dapat dilakukan apabila ada permintaan dari PT JM.30/BA/DPM-KS/2004– 041/SPP-DIR/2004 tanggal 18 Mei 2004 dan Job Order Pekerjaan Pemotongan Baja Tulangan Polos dan Baja Tulangan ke PT Hamasa Hutama No.Dari data diatas terlihat bahwa realisasi pembelian baja tulangan oleh PT JM sampai dengan 31 Januari 2005 baru mencapai 54%. maka PT KS akan menjual sisa order baja tulangan ke pasar/konsumen umum melalui anak perusahaan atau distributornya.SPA/001/Billet/PMR-KS/VIII/2004 tanggal 27 Agustus 2004 dengan tujuan adalah pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian atas pemberiaan kompensasi jasa pemotongan dan kelebihan pengenaan tarif potong sebesar Rp2. Namun dari pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa impor billet 42 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . yang merupakan salah satu produk dari PT KS. Impor billet tersebut dilakukan melalui perusahaan perdagangan/trading company Ancelor International Singapura sesuai kontrak No. PT KS d.00 + Rp614. Dengan demikian atas sisa baja tulangan yang belum dipakai oleh PT JM tersebut PT KS berpotensi untuk tidak memperoleh pembayaran sesuai yang tercantum di perjanjian jual beli. Sementara itu sampai saat ini belum diperoleh keterangan pasti mengenai sisa order baja tulangan yang belum dikirim dan dipakai oleh PT JM pada saat perjanjian berakhir. Sedangkan dalam hal nantinya pada saat proyek selesai ternyata pemesanan dari PT JM tidak mencapai kuantitas yang tercantum di kontrak kerjasama. PT JM hanya akan membayar pesanan sesuai dengan jumlah yang terkirim dan diterima sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Barang. Hal ini mengingat produknya merupakan produk umum.000. Hal tersebut disebabkan pihak Direktorat Pemasaran PT KS lalai tidak melakukan pengecekan secara detail dan menyeluruh terhadap klausul kontrak jual beli baja tulangan dengan PT JM maupun ketentuan dalam job order ke PT HH.00) . PT KS semestinya mendasarkan pada perjanjian pengadaan Material Baja Tulangan untuk Proyek Pembangunan Jalan Tol Cikampek-PurwakartaPadalarang Tahap II antara PT Jasa Marga & PT Krakatau Steel No. 5.380.048.60. Dalam kerjasama tersebut.

diperoleh informasi awal bahwa alasan impor billet tersebut adalah dalam rangka antisipasi pesanan/order baja tulangan dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (PT CMNP). Dengan belum adanya kepastian penjualan produk baja tulangan dimaksud. Biaya Bahan Baku Billet Impor .129. maka tindakan PT KS yang sudah mengeluarkan biaya untuk impor billet serta biaya untuk tolling merupakan tindakan trading yang belum didukung dengan rencana penjualan yang jelas dan pasti. khususnya ke Distributor 43 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .PS01.679.181. Biaya Tolling (estimasi) .00 untuk impor billet dan biaya tolling yang belum jelas perolehan keuntungannya.694 B.694 Sesuai prosedur trading yang masih berlaku di PT KS. Dalam dokumen amandemen job order tersebut dinyatakan bahwa alasan dilakukannya amandemen (perubahan) atas job order sebelumnya (JO No.901. Disamping itu untuk tolling produksi dari billet menjadi baja tulangan PT KS telah menunjuk PT Bhirawa Steel (PT BS) sebaga pelaksana.08/JO/DPM-KS/04 : Rp 3. Hal ini juga sejalan dengan penjelasan pihak Penjualan PT KS dimana pengerjaan baja tulangan dimaksud adalah untuk dijual ke pasar umum/pembeli yang berminat.609. dan sesuai dokumen amandemen job order ke PT BS No.694. Padahal biaya-biaya yang sudah dikeluarkan tersebut berasal dari pinjaman yang dibebani bunga. maka hal ini dapat dipandang bertentangan dengan bisnis utama anak perusahaan PT KS.h.041. Namun demikian sampai saat dilakukan kerjasama tolling dengan PT BS diatas ternyata belum ada dukungan kontrak jual beli baja tulangan antara PT KS dengan PT CMNP. yakni PT Krakatau Wajatama (PT KW). tahapan pertama yang harus dilakukan adalah mencari calon pembeli atau konsumen untuk mengumpulkan data kebutuhan sebagai dasar mencari sumber pasokan.048. Total Pengeluaran PT KS : Rp42. tetapi karena ada masalah dalam hal pembebasan tanah sehingga proyek tersebut masih belum dimulai.000 C.041. Berdasarkan dokumen yang diterima.859.Biaya Pengurusan Barang & Transpor : Rp 571.60 : Rp37. Hal tersebut disebabkan kegiatan trading yang dilakukan pihak Direktorat Pemasaran PT KS sekaligus sebagai antisipasi kerjasama dengan CMNP ternyata tidak berjalan sesuai rencana.sesuai rincian di JO No.yang dilakukan pihak pemasaran tersebut ternyata diperuntukkan sebagai bahan baku produk baja tulangan. PT KS d. Informasi tujuan impor billet diatas didukung oleh adanya surat Direktur Pemasaran PT KS No.Impor Billet USD 4.778.428.09/JO/DPM-KS/2004 tanggal 13 Desember 2004.i Direktorat Pemasaran menjelaskan bahwa pada awalnya produksi baja tulangan ini memang diperuntukkan bagi Proyek Jalan Tol yang dikelola PT CMNP. Oleh sebab itu untuk mempercepat proses penjualan produk diatas.000 Total biaya bahan baku billet impor : Rp38.00/158/X/2004 tanggal 12 Oktober 2004 yang ditujukan ke PT CMNP.694 . Padahal bila ternyata PT KS menjual baja tulangan tersebut ke pasar umum/pembeli yang berminat.450.129. Kondisi diatas mengakibatkan adanya pengeluaran dana sebesar Rp42. dengan rincian sebagai berikut : A. maka Direktorat Pemasaran memutuskan untuk menjual kepada konsumen umum.08/JO/DPM-KS/2004) adalah berdasarkan adanya perubahan ukuran baja tulangan dari PT CMNP untuk proyek jalan tol di Surabaya.

Transaksi penjualan tersebut tidak akan menyalahi sinergi antara PT KS dengan Anak Perusahaan. g. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah melaksanakan ketentuan mengenai jaminan 100% LC atas kontrak sebelum produksi dan klausul pengenaan penalti 10% dari nilai kontrak dapat dicairkan bila konsumen membatalkan kontrak.762 juta diantaranya berumur lebih dari satu tahun sebesar Rp49. Terdapat suku cadang milik PT KS menumpuk di gudang sebesar Rp246. karena PT KS tetap akan aktif melibatkan anak perusahaan terkait.605 juta yang telah berumur lama namun belum ada pertanggungjawaban. e. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat 10 (sepuluh) temuan. Tujuan pemberian fasilitas khusus indirect ekspor tidak tercapai. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah melakukan pembicaraan dengan PT PBH dan disepakati untuk dilakukan evaluasi terhadap biaya Mill Service dan hak dan kewajiban masing-masing pihak sebelum diterapkan tarif baru. namun belum diperoleh jawaban. d.614 juta. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah melakukan penelitian terhadap suku cadang unmoving dengan hasil sementara sebesar Rp24. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah mengundang Concast Standard AG untuk mendiskusikan penyelesaian yang saling menguntungkan. Pembayaran jasa Mill Service (pelayanan limbah baja cair) dan Scrap Recovery (daur ulang limbah) kepada PT Purna Baja Heckett (PT PBH) lebih tinggi sebesar Rp17. Pemberian fasilitas khusus penjualan kepada PT Tobu Indonesia Steel berpotensi merugikan PT KS sebesar Rp12. Rp81. BPK RI menyarankan agar PT KS segera menjual produk jadi baja tulangan dimaksud.Anak Perusahaan PTKS. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT telah melakukan monitor selesainya shipment order dan melihat langsung kegiatan produksi di konsumen sampai realisasi ekspor untuk pencocokan terhadap dokumen ekspor yang akan diberikan sebagai pertanggungjawaban atas fasilitas indirect ekspor.715 juta diusulkan untuk dihapuskan. Terdapat uang muka proyek senilai Rp7.154 juta. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah telah dibentuk Tim Due Diligence yang akan memberi laporan dan solusi atas piutang PT Tobu kepada Direksi PT KS. Suku cadang hasil kompensasi klaim dari rekanan belum diadministrasikan oleh Direktorat Logistik PT KS. b. Sedangkan sisanya masih dilakukan penelitian. c. Temuan yang masih dipantau adalah sebagai berikut: a. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti dengan status 3 (tiga) temuan dinyatakan selesai dan 7 (tujuh) temuan dinyatakan dipantau. 44 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Terdapat persediaan produk jadi menumpuk di gudang PT KS sebesar Rp524. dengan memperhitungkan unsur bunga bank untuk biaya pengadaannya dalam harga jual produk. f.497 juta. 6.137 juta dinyatakan masih dapat dipakai. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS akan melakukan revisi sistem dan prosedur sekaligus penyusunan terhadap adanya perubahan organisasi.786 juta diantaranya berumur lebih dari satu tahun sebesar Rp187.261.31 juta.

2. Kondisi diatas mengakibatkan pengalokasian barang-barang inventaris di setiap ruangan sulit diketahui sehingga apabila terjadi kehilangan tidak dapat segera terdeteksi Hal tersebut disebabkan kurangnya pemahaman oleh pihak pengelola inventaris PT KE atas pentingnya DIR sebagai alat pengendali barang inventaris. sehingga pengalokasiannya ke proyek lain yang menggunakan material dan peralatan sisa proyek tersebut tidak dapat diketahui PT KEC semestinya mengadministrasikan aktiva persediaan termasuk peralatan dan material sisa proyek secara tertib sebagai pengamanan atas asset milik perusahaan. Peralatan untuk Proyek GOR Kuningan dan Proyek Pabrik CPO NAD yang dihibahkan kepada Pihak Ketiga tidak didukung dengan dokumen serah terimanya. Administrasi untuk setiap jenis material dan peralatan sisa proyek belum dibuat dalam bentuk kartu barang. Hal tersebut disebabkan pihak penanggung jawab proyek nengalami kesulitan untuk mendapatkan bukti tertulis dari pihak penerima barang peralatan tersebut serta kurangnya perhatian para pengelola material dan barang sisa proyek atas prosedur yang ada. sehingga keabsahan atas peralatan proyek yang dihibahkan tersebut tidak terdukung dengan bukti secara formil. diketahui beberapa kelemahan pengendalian yaitu: a. PT Krakatau Engineering 1. Untuk itu Koordinator dan Manajer Proyek diminta memonitor pelaksanaanya. 45 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . b. PT KE menjelaskan bahwa barang inventaris kantor dimaksud masih merupakan aktiva tetap perusahaan yang pencatatan mutasinya telah diilakukan oleh Dinas Akuntansi. c. Pengendalian atas barang-barang sisa proyek belum memadai Berdasarkan pemeriksaan atas peralatan dan material sisa proyek yang dituangkan dalam Berita Acara Stock Opname Peralatan & Material Proyek Tahun 2004. Material dan peralatan sisa proyek tersebut tidak diberi nilai rupiahnya. Prosedur yang telah direvisi tersebut selanjutnya akan disosialisasikan kepada semua pihak yang terkait agar masalah-masalah yang ada tidak terulang kembali. d. PT KE menjelaskan bahwa Ketua Tim Inventarisasi & Stock Opname pada tanggal 6 Januari 2005 sebenarnya telah membuat usulan perubahan terhadap prosedur penjualan & penyerahan sisa material/peralatan proyek sesuai dengan temuan dan usulan Auditor. KAP Zaenal Ariffin menyarankan agar Direksi PT KE mengkaji usulan dari Ketua Tim Inventarisasi & Stock Opname tersebut untuk selanjutnya dapat disosialisasi dan dilaksanakan.B. Kondisi diatas mengakibatkan pengadministrasian material dan peralatan sisa proyek menjadi tidak terkendali sebagaimana mestinya.t Hal ini menunjukkan pengendalian intern untuk barang inventaris tersebut masih belum memadai Seharusnya DIR ada pada setiap ruangan untuk dapat mengendalikan barang inventaris yang ada di dalam masing-masing ruangan tersebut. Adanya komputer pada Proyek Kujang I B yang belum tercatat dalam daftar extra accountable. Pengendalian intern atas barang inventaris masih belum optimal Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan barang inventaris milik PT KE didapati kondisi dimana di setiap ruangan belum dibuatkan Daftar Inventaris Ruangan (DIR) yang menjelaskan nama dan kuantitas barang yang ada di dalam ruangan tersebut.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 46 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .KAP Zaenal Ariffin menyarankan agar Direksi PT KE meminta kepada bagian yang ditugasi untuk mengelola barang inventaris supaya membuat DIR yang menjelaskan nama dan kuantitas barang yang ada di dalam masing-masing ruangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful