BPK - RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO)
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004, 2003 dan 2002

Nomor : 23.A/AUDITAMA V/GA/3/2005 Tanggal : 30 Maret 2005
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 23.A/AUDITAMA V/GA/3/2005 Laporan Auditor Independen/Independent Auditor’s Report Kami telah mengaudit neraca konsolidasian We have audited the accompanying consolidated balance sheet of PT Krakatau Steel (Persero) and its subsidiaries as of December 31, 2004, 2003 and 2002, and the related consolidated statements of income, changes in shareholders’ equity and cash flows for the years then ended. We also test company’s compliance with government

PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004, 2003 dan 2002, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Kami juga melakukan

pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan

regulations and internal control. These financial statements, regulations compliance and internal with control government are the

responsibility of the company’s management. Our responsibility is to express an opinion on these financial statements, compliance with government regulations and its internal control based on our audits. We did not audit subsidiaries’ financial statements, that reflect total assets of Rp2.264.150 million (25,37%) and total revenue of Rp2.508.307 million (26,69%) for year ended December 31, 2004 as follows: • • • PT Krakatau Daya Listrik; PT Krakatau Industrial Estate Cilegon; PT Krakatau Bandar Samudra;

keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak-anak perusahaan, yang laporan keuangannya mencerminkan jumlah aktiva sebesar Rp2.264.150 juta (25,37%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp2.508.307 juta (26,69%) untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 dari: • • • PT Krakatau Daya Listrik; PT Krakatau Industrial Estate Cilegon; PT Krakatau Bandar Samudra;

• • • • • • •

PT Krakatau Tirta Industri; PT Krakatau Engineering; PT Krakatau Medika; PT Krakatau Innformation Technology; PT KHI Pipe Industries; PT Krakatau Wajatama; PT Pelat Timah Nusantara. keuangan lain tersebut dengan diaudit pendapat oleh wajar auditor tanpa

• • • • • • •

PT Krakatau Tirta Industri; PT Krakatau Engineering; PT Krakatau Medika; PT Krakatau Information Technology; PT KHI Pipe Industries; PT Krakatau Wajatama; PT Pelat Timah Nusantara.

Laporan

These financial statements are audited by other independent auditors with unqualified opinion, which reports are given to us, and our opinion, in accordance to subsidiaries accounts and balances, are based on the other independent auditors’ reports.

independen

pengecualian, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sepanjang berkaitan dengan jumlah-jumlah untuk anak-anak perusahaan tersebut, semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut

We conducted our audits in accordance with Government Audit standards established by

Supreme Audit Board of Republic of Indonesia and auditing standards established by the Indonesia Institute of Accountants. These standards require that we plan and perform the audit to obtain reasonable assurance that the financial statements are free of material misstatement. An audit includes examining, on test basis, evidence supporting the amounts and disclosures in the financial statements. An audit also includes assessing the accounting principles used and significant estimate made by management, as well as evaluating the overall presentation of the financial statements. Beside that an audit includes test on the company’s compliance with contracts, assistance requirements and certain articles of government regulations and compliance with its internal control. We believe that our audits provide a reasonable basis for our opinion In our opinion, based on our audits and other independent auditors’ report, the consolidated

mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, buktibukti yang mendukung jumlah-jumlah dan

pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak, persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundangundangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut diatas,

ii

BPK-RI/AUDITAMA V

Parent’s financial statements are presented for additional analysis purpose not as part of consolidated financial statements that require by generally accepted accounting principles in Indonesia. in all material respect. and.B/AUDITAMA V/GA/3/2005 2005. dalam semua hal yang material. posisi keuangan PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit/Audit in Charge. Ak. Misnoto. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara financial statements referred to above present fairly. 2003 and 2002. We conducted our audit to express an opinion on these financial statements. its changes in shareholders’ equity and its cash flows for the years then ended. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. tanggal 23.B/AUDITAMA V/GA/3/2005 dated March 30. and the results of its operations. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan surat kami 30 nomor Maret statements. Laporan keuangan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. 2003 dan 2002. MA No. Drs. in all material respect. in our opinion. dalam semua hal yang material. disajikan secara wajar. 2005. the financial position of PT Krakatau Steel (Persero) as of 31 December 2004. 23. 2005 iii BPK-RI/AUDITAMA V . dan. perubahan ekuitas. 30 Maret 2005/March 30. D-1416 Jakarta. These financial statements are the object of our audit procedures applied in audit on consolidated financial keseluruhan. presented fairly. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. in relation with overall consolidated financial statements. in conformity with generally accepted accounting principles in Indonesia. Laporan keuangan induk perusahaan disajikan untuk tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Compliance with government regulations and internal control report are delivered separately to management in our letter No. Register Akuntan/Registered Accountant No. dan hasil usaha. menurut pendapat kami.

We conducted our audits in accordance with Government Audit standards establish by 31 Desember 2004. material Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Act No. 23 F and 23 G. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. 62/ST/VII- Indonesia assignment letter No. Dasar Penugasan a. b. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. c.1/9/2004 dated September 30. serta An audit includes examining on test basis evidence supporting the amounts and disclosures in the financial statements. c. An audit also includes assessing the accounting principles used and significant estimate made by management. Basis of Assignment a.1/9/2004 tanggal 30 September 2004 dan perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan konsolidasian statements and environmental development and partnership program for 2004 in Cilegon. 62/ST/VIIXV. 2004 regarding audit assignment on PT Krakatau Steel (Persero) consolidated financial XV. 23 F dan 23 G. PT Krakatau Steel (Persero) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2004 di Cilegon. as well as evaluating the overall iv BPK-RI/AUDITAMA V . Third amendment of 1945’s Constitution article 23 E. Undang-Undang Republik Indonesia No. by the Indonesia Institute These standards require that we plan and perform the audit to obtain reasonable assurance that the financial statements are free of misstatement. 2. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa 1. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan PT Krakatau Steel (Persero) untuk tahun buku yang berakhir pada 2. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia No. Audit Scope We conducted Steel general (Persero) audit on PT Krakatau Financial Statements for year ended at December 31. 2004. b. 5 year 1973 concerning The Supreme Audit Board of Republic of Indonesia and other government regulations.Dasar Penugasan Dan Ruang Lingkup Audit/Basis of Assignment and Audit Scope 1. Supreme Audit Board of Republic of Indonesia and auditing standards of establish Accountants. Supreme Audit Board of Republic of Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia.

12 tahun 1998. b. We tested contracts. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. c. d. d. 45 year 2001 concerning changes on Government Regulation No. Undang-undang No. 1 year 1995. g. 7 year 1983 concerning Income Tax as amended by Act No. 18 year 2000. 16 tahun 2000.penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Undang-Undang No. 18 tahun 2000. Undang-undang No. e. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPnBM) government regulations company regulations as follows: a. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Corporation Company Act No. 9 tahun 1994 dan Undang-undang No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. e. 8 year 1983 concerning Value Added Tax (VAT) as amended by Act No. c. 11 year 1994 and Act No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas PP No. 12 year 1998 as amended by Government Regulation No. Undang-undang No. 19 year 2003. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 16 year 2000. certain and articles of perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup: a. 9 year 1994 and Act No. 6 year 1983 concerning Taxation General Rules and Procedures as amended by Act No. 7 year 1994. Undang-undang No. 7 tahun 1991. Act No. Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. b. Act No. f. 17 tahun 2000. Manpower Act No. g. Limited Corporation Act No. Act No. 17 year 2000. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. 12 year1998. pasal-pasal tertentu peraturan presentation of the financial statements. v BPK-RI/AUDITAMA V . State Owned Company Act No. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. 10 year 1994 and Act No. sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. f. Undang-undang No. Undang-undang No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Act No. Beside that an audit includes test on company’s compliance with contracts and certain articles of government regulation and compliance of internal control. 13 year 2003. Kontrak.

37%) and total revenue of Rp2. PT Krakatau Bandar Samudra. i. Material supply and service contracts between PT Krakatau Steel (Persero) and its suppliers.264. PT Krakatau Steel (Persero) Company’s article of association. PT Krakatau Information Technology. yang laporan keuangannya mencerminkan jumlah aktiva Rp2. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon. PT Krakatau Medika.508. Standar Material/Jasa. Standar Operasional Penjualan Produk.h. i.307 million (26. PT Pelat Timah Nusantara. sebesar Rp2.37%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp2. k.150 million (25. l.508. yang laporannya telah Their financial statements are audited by other independent auditor with unqualified opinion. We did not audit subsidiaries’ financial statements.307 juta (26. Kami tidak mengaudit laporan Operasional Pengadaan Steel penjualan (Persero) antara dengan h.69%) for year ended December 31. l. n. Kontrak-kontrak pengadaan material dan jasa antara PT Krakatau Steel (Persero) dengan Pemasok. PT Krakatau Wajatama. Product sales operational standard.264. PT Krakatau Wajatama. m. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pengesahan laporan keuangan tahun buku 2001. Anggaran Dasar Perusahaan PT Krakatau Steel (Persero). k. PT KHI Pipe Industries. 2004 as follows: • • • • • • • • • • PT Krakatau Daya Listrik. j. PT Krakatau Bandar Samudra. Financing operational standard. and our vi BPK-RI/AUDITAMA V . PT Krakatau Medika. n. m. Annual Shareholders’ Meeting to validate 2001 financial statements PT Krakatau Steel (Persero). PT KHI Pipe Industries. Material/service standard. PT Krakatau Engineering. Kontrak-kontrak PT Krakatau Pelanggan. PT Krakatau Engineering.150 juta (25. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.69%) untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 dari: • • • • • • • • • • PT Krakatau Daya Listrik. that reflect total assets of procurement operational keuangan anak-anak perusahaan. that the report given to us. PT Krakatau Tirta Industri. j. Standar Operasional Pendanaan. PT Krakatau Information Technology. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon. Sales contracts between PT Krakatau Steel (Persero) and its customers. PT Pelat Timah Nusantara. PT Krakatau Tirta Industri.

as long as related to subsidiaries accounts and balances. sepanjang berkaitan dengan jumlah-jumlah opinion. are based on the auditor independents’ report. memadai menyatakan pendapat. 2004 to March 30. Field audits are started on October 13. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA vii BPK-RI/AUDITAMA V . untuk anak-anak perusahaan tersebut. Pelaksanaan audit di lapangan mulai tanggal 13 Oktober 2004 sampai dengan 30 Maret 2005. dan pendapat kami. 2005.diserahkan kepada kami. sematamata hanya didasarkan atas laporan auditor Independent lain tersebut Kami memberikan yakin dasar bahwa yang audit kami untuk We believe that our audits provide a reasonable basis for our opinion.

391 293.675.962 3.717 156.552 42.902 (24.165 (66.188 7.402 42.140 1.320 (2.248 8.025 146.038.191 (2.738) 3.498 3.682) 85.497 175.494 3.251) 3.102) 2.092 17.499.453 432.601 2.072.419 4.243 3.net Advances and prepaymentss Prepaid tax Total Current Assets NON CURRENT ASSETS Deferred tax assets Investments Allowances for decline in value Fixed assets Accumulated depreciation Assets under construction Other assets Restricted time deposits Advances for construction Assets not used in operation Long-term receivables Employee receivables Others Total Other Assets Total Non-current Assets TOTAL ASSETS 20 10 11 12 13 46.630 81.434 102.577.308 432.715.583) 36.422) 30.975 529.324.753 83.556 42.705 14 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.216) 2. 2004 (With comparative figures as of December 31.923.616 (894) 1.123 772.184.785 689.755 4.143 594.016 5.475 177.634 98.934 33.375 102.726 30.013.436 (60.062 76.105 170. except for share data) Per 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan per 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.655.898 24.168 33. kecuali data saham) Catatan/ Notes 2004 2003 2002 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha Pihak ketiga Penyisihan piutang ragu-ragu Pihak hubungan istimewa Penyisihan piutang ragu-ragu Piutang usaha bersih Tagihan anjak piutang Piutang lain-lain Pihak ketiga Penyisihan piutang ragu-ragu Pihak hubungan istimewa Penyisihan piutang ragu-ragu Piutang lain-lain bersih Persediaan – bersih Uang muka dan biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva pajak tangguhan Penyertaan Penyisihan penurunan nilai Aktiva tetap Akumulasi penyusutan Aktiva dalam pembangunan Aktiva lain-lain Deposito dibatasi penggunaannya Uang muka konstruksi Aktiva tidak digunakan dalam operasi Piutang jangka panjang Piutang karyawan Lain-lain Jumlah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3 4 5 636. 2003 and 2002) (In million Rupiah.062 5.781 251.633 5.246 (2.520.535 24.928 868.999 114.275 (26.532) 40.334.032.589.238 (51) 15.747 (101.235 (2.594 782.585 155.932) 9.563.815.764 8 6 7 8 9 18 ASSETS CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Short-term investments Trade receivables Third parties Provision for bad debts Related parties Provision for bad debts Trade receivables-net Factoring receivables Other receivables Third parties Provision for bad debts Related parties Provision for bad debts Other receivables-net Inventories .553 41.786 2.877 10.286 19. 1 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.941 7.756 12.995.334 (23.099 (3.053.682) 86.485 146.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 1 PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS As of December 31.958 226.862 20.099.668.767 187.895) 2.243 214.523 819.868 107.720 16.319.875) 73.039 3.955 97.139 16.733 24.019.980 456.743 (60. .

452 55.465 381 1.809 4.888.801.521 19.999 240.303.562 1.par value Rp1.602 8 17 18 20 LIABILITIES AND EQUITY CURRENT LIABILITIES Bank loans Trade payables Third parties Related parties Other payables Third parties Related parties Factoring payables Taxes payable Accrued expenses Sales and other advances Current portions of long-term loans Total Current Liabilities NON-CURRENT LIABILITIES Deferred tax liabilities Employee benefit liabilities Long term loans net of current portion Total Non-current Liabilities TOTAL LIABILITIES MINORITY INTEREST IN NET ASSETS OF CONSOLIDATED SUBSIDIARIES 18 19 20 163.754.303.per saham Modal dasar .8.108 52.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 2.Net TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.000 shares Other capital Fixed assets revaluation surplus Accumulated losses in excess of minority interest in subsidiaries Retained earnings Equity .269 8.255.451 2.324.388.465 381 1.116.831 4.621 2.000.328 97.256 19.277.466 46.367 1.984 1.585 82.324 41.123.086 22 23 2.796 732.000.101 191..125 936. 2003 and 2002) (In million Rupiah.037.790 92.465 381 (5.678 45.467 893.506 8.375 92.134 8.637 3.000 1.854 2.439 187.089 98. except for share data) Catatan/ Notes 2004 2003 2002 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank Hutang usaha Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa Hutang lain-lain Pihak ketiga Pihak hubungan istimewa Kewajiban anjak piutang Hutang pajak Beban masih harus dibayar Uang muka pelanggan dan lainnya Bagian hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhan Kewajiban imbalan kerja Hutang jangka panjang dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Tidak Lancar JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERSH YANG DIKONSOLIDASI EKUITAS Modal saham .577.812.083.443.687.745 57.017 7.000 saham Modal lainnya Selisih penilaian kembali aktiva tetap Selisih lebih akumulasi rugi atas hak minoritas pada anak perusahaan Saldo laba Ekuitas – Bersih JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 15 16 8 1.923.000.495 1.060 859.556 2.929 2.917 193.474 65. kecuali data saham) PT KRAKATAU STEEL(PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (Continued) As of December 31.545.nilai nominal Rp1.735 330.000 shares Issued and fully paid 2.000.873 8.000 1.450.641 76.431 2. 2004 (With comparative figures as of December 31.851.303.543 255.782 167.000 per share Authorized .000 1.489 130.734 4.000.168 2.705 EQUITY Share capital .683 1.677 7.151 143.8.000.423 5.559 495.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan per 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.567.000.000. .000. 2 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.433 21 5.202 1.000.563) 1.

349 (27.050 185.246 116.501 461.039 436.088) 110.881 352.264) 54.500 Current Deferred TOTAL NET INCOME BEFORE MINORITY INTEREST MINORITY INTEREST IN NET INCOME OF CONSOLIDATED SUBSIDIARIES NET INCOME OPERATING INCOME PER SHARE NET INCOME PER SHARE 21 (3.687 41. 3 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.791 389.251 (1.391 6.069 696.868) 9.898 3.336 (140.396.754 111.019 (2.780 18.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.127 28.936 5.150 207.874.669) 229.665 (2.091 922.787) Interest income Sales of waste products Interest expenses Profit (loss) in foreign exchange Others .046.989 382.115 89.680 417.525 16.924 33.315 (130.826) (51.682 2.910) (278.569.921 306.125 34.816 8.176 428.333 5.867 6.204 235.788) (87.530 NET SALES COST OF GOODS SOLD GROSS PROFIT OPERATING EXPENSES 27 183.127 (182.425 1.199 178.349) 233.570.350.402) 34.714) 30.915 244.300 195. 2003 and 2002) (In million Rupiah. except for earnings per share) 2003 2002 PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban penjualan Beban umum dan administrasi JUMLAH BEBAN USAHA LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga Penjualan limbah produksi Beban bunga Laba(rugi) selisih kurs – bersih Lain-lain – bersih JUMLAH 25 26 9.473 55. kecuali laba per saham) Catatan/ Notes 2004 PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME For the year ended December 31.089 117.039 153.491 Selling expenses General and administrative expenses TOTAL OPERATING EXPENSES OPERATING INCOME OTHER INCOME (EXPENSES) 17.803 818.704 352.629 67. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.131 194. .576 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.604 176.362 (134.423) 414.net TOTAL INCOME BEFORE EXTRAORDINARY ITEMS EXTRAORDINARY ITEMS INCOME BEFORE TAX TAX EXPENSES (BENEFIT) LABA SEBELUM POS LUAR BIASA POS LUAR BIASA LABA SEBELUM PAJAK BEBAN (MANFAAT) PAJAK Pajak kini Pajak tangguhan JUMLAH LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS (LABA)/ RUGI BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI LABA BERSIH LABA USAHA PER SAHAM LABA BERSIH PER SAHAM 18 28 643.704 257.946 196.388.390) (83.753) (114.151 218.706 647.

189) (53.519.535) (632.040 167.948) (17.698) (80.472 (63.092) 78. 2003 and 2002) (In million Rupiah) 2004 2003 2002 CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipt from customers Cash payment to: Vendors Salary.123 432.826) (82.259) (101.136 (227.pihak hubungan istimewa Penarikan (penempatan) investasi jangka pendek Penarikan (penempatan) investasi jangka panjang (Penambahan)/pengurangan aktiva tetap Penambahan piutang jangka panjang Penurunan (kenaikan) aktiva lain-lain Kas bersih dari aktivitas investasi 3.274) (473.187) (55.423 694.055) (42.636.175) (86.428 1.453) 390 (307) (7.600) 456.787) 2.523 636.426) (42.122 118.941) 1.530 (157.824) 3.related parties Withdrawals (placements) of short-term investments Withdrawals (placements) of long-term investments (Additions) disposals of fixed assets Increase in long-term receivables Decrease (increase) in other assets Net cash flow from investing activities CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES Receipts from (repayments of) bank loan Increase (decrease) in other liabilities Payments of cash dividend Payments for partnership and community development programs Increase (decrease) in accumulated losses in excess of minority interest Net cash flow from financing activities NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF THE YEAR ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada : Pemasok Gaji.123 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.467) 28.977 255.483) 162.511) (34. upah dan tunjangan lainnya Beban usaha Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan kas dari penghasilan bunga Penerimaan kas dari restitusi pajak Pembayaran kas untuk pajak Pembayaran kas untuk beban bunga dan beban bank Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya Kas bersih dari aktivitas operasi 9.412) 570.745) (140.885) 298.146 456.445) (122.036 (172.835 (24.852 432.395) 6.750 (8.366) 203.340 6.144 50.461) 6.707 (136.222) (263.344) (498.780 9.140) 12.119.572 34.523 200.349 (190.243.088 (173.375 (23.110 (380.077 137. 4 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.631) (182.371) (134.000) (5.592. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.914) (117.328 1.178 508.007 (102.231) 17.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS For the year ended December 31.788) (2.047) 19.765 (18. wages and employee benefit Operating expenses Cash flow from operation Cash receipts from interest income Cash receipts from tax refunds Cash payments for taxes Cash payments for interests and bank charges Other cash receipts (payment) Net cash flow from operating activities CASH FLOW FROM INVESTING ACTIVITIES Decrease in advances for construction Decrease (increase) in investments Decrease (increase) in long-term receivables .975 (5.525 38. .068 1.197) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan (pembayaran) hutang bank Kenaikan (penurunan) hutang lain-lain Pembayaran dividen kas Pembayaran untuk program kemitraan dan bina lingkungan Kenaikan (penurunan) selisih lebih akumulasi rugi atas hak minoritas Kas bersih dari aktivitas pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 708.515) (3.270.540 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan uang muka konstruksi Penurunan (peningkatan) atas penyertaan Penurunan (peningkatan piutang jangka panjang .638 45.714) 46.517 (98.700 (73.801 (5.417 54.687 68.

039 (42. 2003 and 2002) (In million Rupiah) Saldo laba (Akumulasi rugi) Yang telah ditentukan Yang belum ditentukan penggunaannya penggunaannya Unappropriated retained earnings (Accumulated loss) 1.019 (628.039.525 2.000) (5.000.269 Balance as of December 31.000 2.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO)DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah) Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid shares Other capital Modal lainnya Selisih penilaian kembali aktiva tetap Fixed assets revaluation surplus Selisih lebih akumulasi laba (rugi) atas hak minoritas pada anak perusahaan Accumulated losses in excess of minority interest Saldo 31 Desember 2001 Laba bersih Penyesuaian laba tahun sebelumnya Hak minoritas atas ekuitas anak perusahaan Saldo 31 Desember 2002 Hak minoritas atas ekuitas anak perusahaan Laba bersih Deviden kas Program kemitraan dan bina lingkungan Penambahan untuk cadangan umum Saldo 31 Desember 2003 Hak minoritas atas ekuitas anak perusahaan Laba bersih Penyesuaian laba tahun sebelumnya Deviden kas Tantiem dan Program kemitraan dan bina lingkungan Penambahan untuk cadangan umum Saldo 31 Desember 2004 2.452.514) (3.000 1.754 (396.365 (5.754.465 1.303.823) 5.116.303.941) (185. 2004 Net equity Ekuitas bersih retained earnings Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.785.000.000.941) 4.210 1.525) (227. 2003 Minority interest in subsidiaries' equity Net income Prior year adjusments Cash dividends Tantiem and partnership and community development programs General reserve Balance as of December 31.210) (519.248) 233.687.303.928) Appropriated PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN SHAREHOLDERS’ EQUITY For the year ended December 31.501 (10.229 69.398) 414. 2002 Minority interest in subsidiaries' equity Net income Cash dividends Partnership and community development programs General reserve Balance as of December 31. .563 2.677 414.689 233.365 4.017 5.000) (5.151 (1. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.000 2.572) (38.000 1. 5 The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.039 (42.000.188) 1. 2001 Net income Prior year adjusments Minority interest in subsidiaries' equity Balance as of December 31.019 185.785.331) 4.303.188) 2.563 110.572) (38.151 (1.970.465 381 381 381 2.823) (69.465 1.501 (10.465 381 (7.514) (3.563) 5.285) 110.

SH No. The Company’s activities cover: Integrated steel industry production activities including sponge. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 2002 regarding the changes of its ownership. Establishment of the Company PT Krakatau Steel (the “Company”) was established by notarial deed of Tan Thong Kie’s No. 2003. konsultasi teknis maupun penyediaan prasarana dan segala fasilitas yang menunjang kegiatan usaha Perusahaan. except for number of employee. Perdagangan. 1971 to take over the Trikora’s steel manufacturing project. 7 tanggal 4 Nopember 2002. 5. Perubahan terakhir adalah dengan akta notaris Lenny Janis Ishak. 6 .01. billet and wire rod. Di bidang pemberian jasa seperti jasa desain dan rancang bangun. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi. Its head office is in Jalan. Tujuan Perusahaan adalah melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi. 5 Cilegon. mengenai perubahan kepemilikan Perusahaan. No. hot coil. The Company and its factory are located in Cilegon. The Company started its commercial operation in 1971. 34 dated October 27.TH2003 dated February 25. slab baja. meliputi penyelenggaraan kegiatan pemasaran.TH2003 tanggal 25 Pebruari 2003. Akta perubahan tersebut telah disahkan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. including marketing. 7 dated November 4. This amendment was approved by the Minister of Justice and Human Right of Republic of Indonesia by decree No. such as design and construction. Banten. 1. Perusahaan didirikan untuk mengambil alih proyek pabrik baja Trikora. - - - - Perusahaan dan pabriknya berdomisili di Cilegon.01. The Company’s objective is to implement and support the Government’s policy and program on economic development especially in the steel industry. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. cold roll coil. Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Jalan Industri No. slab.04. Banten. data saham. SH. 34 dari Notaris Ton Thong Kie. The Company’s Articles of Association have been amended several times. Services. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.04. pemeliharaan mesin. khususnya dalam industri baja. distribution and agency in both domestic and international markets. share data. Anggaran dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan. C-0934HT. GENERAL a. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 1. Pendirian Perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) (“Perusahaan”) didirikan tanggal 27 Oktober 1971 dengan Akta No. baja lembaran panas.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. baja lembaran dingin. antara lain: Industri baja terpadu yang memproduksi besi spons. kecuali jumlah karyawan. bilet baja dan batang kawat. C-03934HT. Trading. The latest amendment was by notarial deed of Lenny Janis Ishak. distribusi dan keagenan baik dalam maupun luar negeri. machine maintenance. technical consultancy and provision of infrastructure to support the Company’s activities. UMUM a. Industri No. Cilegon. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1971.

1 9 8 6 9 3 .9 9 9 9 . 1 9 7 2 9 8 .4 8 9 3 .5 8 8 2 6 9 . and PT Laksana Maju (LMJ) of 99.9 9 2 4 9 .2 6 4 .9 9 5 3 7 . sebesar 99.2 0 9 3 .9 9 9 9 .8 7 3 3 4 .PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. and 2002 respectively. 1 9 9 2 9 9 .9 9 4 7 3 .8 7 9 3 .7 0 1 3 1 .9 9 9 9 .9 9 9 9 .9 9 9 9 . share data.9 9 9 9 .6 7 1 C ilegon.2 5 7 4 4 4 .0 2 8 3 8 .5 6 9 3 6 .9 7 7 2 6 3 . 1 9 9 6 9 9 .2 6 4 C ilegon.3 1 8 1 .7 0 3 1 .1 8 7 3 2 1 . 7 . nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. dengan persentase kepemilikan 51% masingmasing pada tahun 2004.2 6 5 5 .9 4 0 .9 9 1 0 7 . Anak Perusahaan b.1 1 5 9 9 . 1 9 9 3 9 9 .7 7 3 C ilegon.9 9 1 2 3 .99% pada tahun 2003.9 9 9 9 . 1 9 9 6 9 9 .2 7 0 C ilegon.5 8 2 4 3 3 . 2003 and 2002) (In million Rupiah. data saham.9 9 9 9 .3 9 6 8 .8 8 7 7 9 . Subsidiaries Anak Perusahaan pada tahun 2004. 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut: The subsidiaries of the Company in 2004. foreign exchange rate and balances in foreign currency) b. 1 9 9 6 5 2 .2 8 3 3 5 6 .9 9 3 2 .5 7 8 2 8 6 . 1 9 9 2 9 9 .7 8 8 5 2 .6 0 5 C ilegon.2 6 C ilegon.9 2 1 8 1 . PT KIEC owns PT Citra Indokarbon Perkasa (CIP) with ownership of 51% in 2004.9 6 9 7 1 . CIP dan LMJ memulai operasi komersialnya pada tahun 2001.2 0 2 6 6 .8 7 9 3 . kecuali jumlah karyawan.9 9 7 0 . except for number of employee.99% in 2003.6 8 5 M a nu fa k tu r ba ja berla pis tim a h/ T in p la te d ste e l p ro d u c tio n P T K H I P ipe Indu stries (K H IP ) M a nu fa k tu r pipa B a ja / S te e l p ip e p ro d u c tio n J u m lah / T o ta l C ilegon.0 9 7 1 1 3 .1 0 0 4 8 .8 9 9 .9 9 9 9 .9 9 9 9 . 2003 and 2002 are as follows: A na k peru sa ha a n da n k egia ta n pok ok / S u b sid ia rie s' a n d its b u sin e ss a c tiv itie s K edu du k a n da n ta hu n m u la i beropera si seca ra k om ersia l/ L o c a tio n a n d c o m m e n c e m e n t o f c o m m e rc ia l o p e ra tio n P ersenta se pem ilik a n/ Pe rc e n ta g e o f o w n e rsh ip Ju m la h a k tiva / T o ta l a sse ts 2004 P T K ra k a ta u D a ya L istrik (K D L ) D istribu tor da n pengha sil listrik / G e n e ra tio n a n d d istrib u tio n o f e le c tric ity P T K ra k a ta u W a ja ta m a (K W T ) M a nu fa k tu r ba ja tu la nga n/ R e in fo rc e d ste e l p ro d u c tio n P T K ra k a ta u Indu stria l E sta te C ilegon da n A na k peru sa ha a n (K IE C ) P roperti da n indu stri peru m a ha n/ Pro p e rty a n d in d u stria l e sta te d e v e lo p m e n t P T K ra k a ta u E ngineering (K E ) R ek a ya sa da n ra nca ng ba ngu n/ C o n stru c tio n a n d e n g in e e rin g P T K ra k a ta u B a nda r S a m u dera Ja sa pengelola a n pela bu ha n/ Po rt se rv ic e s p ro v id e r P T K ra k a ta u T irta Indu stri (K T I) D istribu tor da n pengola ha n a ir/ W a te r tre a tm e n t a n d d istrib u tio n P T K ra k a ta u M edik a (K M ) Ja sa pela ya na n k eseha ta n/ M e d ic a l se rv ic e s p ro v id e r P T K ra k a ta u Inform a tion T echnology (K IT ech) P em a sok tek nologi k om pu ter/ C o m p u te r te c h n o lo g y p ro v id e r P T P ela t T im a h N u sa nta ra (L a tinu sa ) C ilegon.7 8 8 2 .9 9 9 9 .0 7 9 2 9 2 . 2003. 1 9 8 8 9 9 .7 7 7 C ilegon. CIP and LMJ commenced their commercial operation in 2001.9 9 9 9 .2 6 6 PT KIEC memiliki saham PT Citra Indokarbon Perkasa (CIP). 2003 dan 2002 dan PT Laksana Maju Jaya (LMJ).9 9 5 9 0 .9 9 2003 2002 2004 2003 2002 C ilegon. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.1 5 0 1 8 7 .0 6 6 1 1 7 .2 0 5 2 7 4 . 1 9 9 6 9 9 .9 9 9 9 .

b. 2005. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. data saham. except for number of employee.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Direksi dan Karyawan c. Figures in the consolidated financial statements are rounded and stated in millions of Rupiah unless stated otherwise. the numbers of permanent employees of the Company and its subsidiaries were 8. Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi.04/79 tanggal 27 Maret 1979. foreign exchange rate and balances in foreign currency) c. Boards of Commissioners. and Employees Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Komisaris Utama Komisaris : : The Boards of Commissioners and Directors of the Company are as follows: : : President Commissioner Commissioners Direktur Utama Direktur : : Amir Sambodo Dody Syaripudin Tb. share data. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan prinsip kesinambungan dan konvensi harga perolehan historis. 1979. Consolidation Principles Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan dengan persentase kepemilikan saham baik langsung maupun The consolidated financial statements cover the financial statements of the Company and all subsidiaries in which the Company has direct or 8 . Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian 2. Nitibaskhara Ngapuli Irmea Sinisuka Boni Siahaan Daenulhay Satya Graha Somantri Kemal Masduki Fazwar Bujang Brahmono Syahrir Syah Pohan : : President Director Directors Pada tanggal 31 Desember 2004. The consolidated financial statements are prepared based on going concern principles and historical cost convention. 2.755 orang. Prinsip-prinsip konsolidasian The consolidated financial statements are prepared in accordance with generally accepted accounting principles in Indonesia. investasi dan pendanaan. 2004. Perusahaan dan anak perusahaan memiliki jumlah pegawai tetap sebanyak 8. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING a. 109/KMK. Angka pada laporan keuangan konsolidasian dibulatkan dan dinyatakan dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan secara khusus. Dewan Komisaris. kecuali untuk sebagian aktiva tetap yang telah dinilai kembali sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 109/KMK. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a.755 persons. Ronny R.04/79 dated March 27. Basis of presentation of consolidated financial statements Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 2003 and 2002) (In million Rupiah. except for certain fixed assets which have been revalued based on the Decree of the Minister of Finance of Republic of Indonesia No. investing activity and financing activity. As of December 31. b. Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 diselesaikan oleh Manajemen Perusahaan pada tanggal 30 Maret 2005. Directors. The Company’s financial statements for the year ended 31 December 2004 were completed by the Company’s management on March 30. kecuali jumlah karyawan. The consolidated statement of cash flows represents inflows and outflows of cash and cash equivalens which have been classified into cash flows from operating activity.

e. foreign exchange rate and balances in foreign currency) tidak langsung lebih dari 50% dan Perusahaan mempunyai pengendalian.72% dan 25. Investasi 1) Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan pada saat penempatan disajikan sebagai investasi jangka pendek dan dinyatakan sebesar nilai nominalnya. Cash equivalents Deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan kredit dari bank. Saldo dan transaksi yang signifikan. Time deposits with original maturity date of three months or less and pledged or its use is restricted are classified as “Restricted time deposits”. digolongkan sebagai “Setara Kas”.573 d. a subsidiary. and 2002 the total assets of consolidated subsidiaries (see Note 1. 2) 2) 9 . Such adjustment was made in relation to the recognition of revenue from the sale of real estates. Pada tanggal 31 Desember 2004.37%. e.573.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Penerbitan kembali laporan keuangan tahun sebelumnya indirect ownership of more than 50% and controlling interest. 2003 and 2002) (In million Rupiah. kecuali jumlah karyawan. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. As of December 31. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. jumlah aktiva anak perusahaan yang dikonsolidasi (lihat catatan 1. Koreksi dilakukan karena adanya pengakuan penjualan real estat di tahun 2003 yang belum memenuhi persyaratan full accrual method seperti yang diharuskan oleh PSAK 44 “Akuntansi Real Estat”. c. 22.b) masing-masing mencerminkan 25. Proporsi bagian pemilikan pemegang saham minoritas atas ekuitas dan laba atau rugi bersih dari anak perusahaan yang dikonsolidasi disajikan masing-masing dalam akun “Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi” pada neraca konsolidasian dan “Hak Minoritas atas Laba Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi” pada laporan laba rugi konsolidasian. 22. data saham. atau telah ditentukan penggunaannya disajikan sebagai “Deposito yang dibatasi penggunaannya”. As a result of the adjustment. atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. The proportionate share of minority stockholders in net assets and net income of the consolidated subsidiaries are presented as “Minority interest in net assets of consolidated subsidiaries” in the consolidated balance sheets and as “Minority interest in net income of consolidated subsidiaries” in the consolidated statements of income All significant inter-company balances and transactions including unrealized profit or losses between consolidated companies have been eliminated to reflect financial positions and result of operations of the Company and its subsidiaries as a single business entity. telah menerbitkan kembali laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003.60% of the total consolidated assets respectively. Reissuance of prior year financial statements PT Krakatau Industrial Estate Cilegon. Investments 1) Time deposits with original maturity date over three months are classified as shortterm investments and stated at their nominal value. c. has been reduced by Rp10.60% terhadap jumlah aktiva konsolidasian.37%. 2003 dan 2002. 2003. has reissued its financial statements for the year ended December 31. Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan pada saat penempatan namun dijaminkan. termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi. Setara kas PT Krakatau Industrial Estate Cilegon. which had not met the requirements of full accrual method under PSAK 44 “Accounting for Real Estate”. share data. d. Pengaruh atas koreksinya yaitu laba bersih yang sebelumnya dilaporkan di tahun 2003 dikurangi sebesar Rp10. except for number of employee. Time deposits with maturity period less than three months and not pledged as collateral for credit facilities from bank are classified as “Cash Equivalents”. anak perusahaan. the net income previously reported in the year 2003.72% and 25.b) are 25. 2004. 2003.

kecuali jumlah karyawan. b) Dimiliki hingga jatuh tempo – investasi dalam efek hutang yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan dengan harga perolehannya setelah ditambah atau dikurangi dengan premi atau diskonto yang belum diamortisasi. Penyisihan piutang ragu-ragu Provision for bad debts Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan terhadap kemungkinan tertagihnya piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. f. Deviden yang diterima dicatat sebagai pengurang atas nilai penyertaan. except for number of employee. Unrealized gains and losses are reported as a separate component of equity. f. Provision for bad debts is determined based on a review on collection probability of the accounts receivables status of each customer at the end of the year. a) Investments in shares of less than 20% ownership are accounted for at the lower of cost or net realizable value. b) Held-to-maturity – investment in debt securities held to maturity are stated at cost adjusted for unamortized premium or discount. Investment is initially stated at cost and adjusted by the proportion share of the associate company’s net profits or losses. c) Available-for-sale – investment in debt and equity securities not classified as either held-to-maturity securities or trading securities are reported at fair value. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 3) Investasi dalam bentuk efek ekuitas yang nilai wajarnya tersedia dan untuk semua investasi dalam bentuk efek hutang digolongkan menjadi tiga kelompok dan diperlakukan sebagai berikut: a) Diperdagangkan – efek hutang dan efek ekuitas yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat diukur sebesar nilai wajarnya. Unrealized gain and losses are recognized in current year consolidated statement of income. 3) 3) Long-term investment in shares the fair value of which is not readily available. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. b) Investments in shares of 20% ownership or more but less than 50% and where the Company has the ability to exercise significant influence over operating and financial policies of the associate company is accounted for using the equity method. Dividend received are recorded as a reduction to the value of the investment.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. c) Tersedia untuk dijual – investasi dalam efek yang tidak memenuhi kriteria kelompok diperdagangkan dan yang dimiliki hingga jatuh tempo diukur sebesar nilai wajarnya. data saham. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Investasi jangka panjang dalam bentuk penyertaan saham yang nilai wajarnya tidak tersedia: a) Penyertaan saham dengan kepemilikan kurang dari 20% dicatat sebesar nilai terendah antara harga perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi. Penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehannya ditambah atau dikurangi bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi. 10 . share data. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 3) Investments in equity securities that the fair value is readily available and for all investment in debt securities are classified in three categories and accounted for as follows: a) Trading – debt and equity securities bought and held for sale in near term are stated at fair value. Laba atau rugi yang timbul dari pengukuran tersebut diakui pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. b) Penyertaan saham dengan persentase kepemilikan 20% atau lebih tetapi kurang dari 50% dan Perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap operasi dan kebijakan keuangan perusahaan asosiasi dicatat dengan metode ekuitas. Laba atau rugi yang belum direalisasi dari kepemilikan efek ini disajikan sebagai komponen ekuitas.

Persediaan insurance spare diamortisasi selama lima tahun. Transaksi Perusahaan dan anak perusahaan dengan Badan Usaha Milik Negara atau Daerah yang tidak terdapat hubungan kepemilikan tidak diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. ”Disclosure of Related Parties” All transaction with related parties in significant amount. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. 7. Inventories Inventories are valued at the lower of cost or net realizable value. “Akuntansi Anjak Piutang”. 11 . baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. foreign exchange rate and balances in foreign currency) g.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. except for number of employee. Insurance spares are amortized over five years. h. Persediaan tanah yang dimiliki anak perusahaan tertentu untuk dijual dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Anjak piutang g. The cost of inventories is measured by the weighted average method. telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian. The difference between its value and the cash received is recognized as interest expense over factoring period. is valued at the lower of cost or net realizable value. Account Receivables sold with recourse are recorded in the balance sheet as factoring payable at its value. share data. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana yang dimaksud dalam PSAK No. “Factoring Receivable Accounting”. 2003 and 2002) (In million Rupiah. “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. 43. 7. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. executed with or without requirement and similar condition with unrelated parties. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang dan disesuaikan dengan biaya pengembangan dan pematangan tanah yang terjadi. i. have been disclosed in the notes to consolidated financial statements. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasinya. kecuali jumlah karyawan. data saham. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. h. Penyisihan persediaan usang ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi fisik persediaan pada akhir tahun. Provision for obsolete inventory is determined based on review of physical condition of inventory at the end of the year. Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam jumlah signifikan. Factoring Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. Transaction with related parties The Company and its subsidiaries engage in transactions with related parties as defined in Statement of Financial Accounting Standard No. 43. piutang yang dijual secara tanggung renteng dicatat sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. Land held by certain subsidiary for resale. Selisih antara jumlah piutang yang dialihkan dengan hasil pengalihan yang diterima diakui sebagai beban bunga selama masa anjak piutang. Transactions between the Company and its subsidiaries with the State Owned Companies without ownership relationship are not disclosed as transactions with related parties. Cost is determined based on weighted average method and adjusted with land development cost incurred. In accordance with Statement of Financial Accounting Standard No. i.

04/1979 dated March 27. data saham. Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Excess of carrying value over its recoverable amount is recognized as loss in the current year consolidated statement of income. 109/KMK. mana yang lebih pendek. except for number of employee. 1979. Aktiva tetap. 1999 are stated at its acquisition cost and are not amortized. telah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. Apabila aktiva tetap tidak digunakan lagi atau dijual. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai yang dapat diperoleh kembali diakui sebagai rugi dan dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. kualitas produksi atau kinerja dikapitalisasi dan disusutkan sesuai dengan masa manfaat ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan. lands acquired after January 1. except land rights. maka nilai tercatat aktiva akan diturunkan sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. are deferred and amortized over its right period or economic life of the land whichever is shorter. the fixed assets are written down to their recoverable amount. Where carrying values of fixed assets exceed its recoverable amount. kecuali tanah. “Land Accounting”. Aktiva tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi penyusutan. except for certain fixed assets of the subsidiaries acquired before 1 January 1979 which were revalued under the decree of the Minister of Finance No. production quality or performance are capitalized and depreciated in accordance with the useful life of the related fixed assets. kecuali untuk sebagian dari aktiva tetap milik anak perusahaan yang diperoleh sampai tanggal 1 Januari 1979 yang telah dinilai kembali berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 12 . Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat suatu aktiva atau yang memberikan manfaat ekonomis yang berupa peningkatan kapasitas. maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkannya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Apabila nilai tercatat aktiva tetap lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali. 47. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak pemilikan tanah. “Akuntansi Tanah”.04/1979 tanggal 27 Maret 1979. Fixed assets Fixed assets are recorded at cost less accumulated depreciation. 109/KMK. 47. are depreciated using the straight line method over the estimated useful life of the respective assets as follows: Golongan Bangunan Mesin dan Peralatan pabrik Peralatan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Aktiva lain-lain Tanah tidak disusutkan Masa manfaat / Useful life (tahun / years) 20 – 40 10 – 40 10 – 20 5 – 10 2–5 2–5 Classification Buildings Machinery and plant equipment Project equipment Transportation equipment Office and house equipment Other assets Land are not depreciation Sesuai dengan PSAK No. ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah. foreign exchange rate and balances in foreign currency) j. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. When assets are retired or otherwise disposed of. The cost related to the acquisition or the extension of lands right. The costs of maintenance and repairs are expensed as incurred. kecuali jumlah karyawan.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. share data. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Fixed assets. sebagai berikut: j. Expenditures that extend the useful life of the asset or provide economic benefits such as increase in capacity. perolehan tanah setelah tanggal 1 Januari 1999 dinyatakan berdasarkan biaya perolehannya dan tidak diamortisasi. their carrying value and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss are recognised in the current year consolidated statement of income. In accordance with Statement of Financial Accounting Standard No. 2003 and 2002) (In million Rupiah.

13 . 30. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan yang diterapkan untuk aktiva tetap yang diperoleh melalui pemilikan langsung. construction or production of qualifying assets are capitalized as part of the cost of those assets. sesuai dengan PSAK No. nilai bukunya disajikan sebagai aktiva lain-lain dan tidak disusutkan. l. data saham. Capital leases are presented in the consolidated balance sheet as part of fixed assets. The accumulated cost will be classified to each related fixed assets when it is complete and ready to use. Unused fixed assets are classified as other assets and not depreciated. m. Certain subsidiary recognizes revenue from sale of real estate based on full accrual method in accordance with the Financial Accounting Standard No. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Losses are recognized as soon as they become apparent. Aktiva dalam pembangunan Aktiva dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Kemungkinan kerugian diakui pada saat kerugian tersebut dapat ditentukan. Depreciation of the assets is calculated using straight-line method based on the estimated useful life the same as those for fixed assets acquired through direct purchase. Capitalization of borrowing costs ceases when the qualifying assets are complete and ready for service. maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewamenyewa biasa. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 30 are satisfied. 44 mengenai “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat”. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. l. Jika salah satu kriteria tersebut di atas tidak terpenuhi. Leases Leases are classified into capital leases when all conditions required by Financial Accounting Standard No. Anak perusahaan tertentu mengakui pendapatan dari penjualan real estat dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method). Aktiva tetap yang tidak digunakan lagi dalam kegiatan usaha. 44 concerning “The Activity Accounting for Real Estate Development”. k. k. or otherwise it is classified as an operating lease. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari penjualan diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan atas barang kepada pelanggan. Pendapatan dari jasa rekayasa dan instalasi komputer diakui berdasarkan persentase penyelesaian pekerjaan. share data. Revenue from construction engineering services and computer installation is recognized based on percentage of completion. Borrowing costs directly attributable to the acquisition. Revenue and expenses recognition Revenue from sales are recognized when the title of ownership of goods has passed to the buyer. m. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Kapitalisasi biaya pinjaman diakhiri apabila aktiva tersebut secara substansial telah selesai dan siap digunakan. Aktiva sewa guna usaha yang dikapitalisasi disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap dalam neraca konsolidasian dan dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. except for number of employee. Assets under construction Assets under construction are recorded at cost. and recorded at its present value of total payment during the lease period plus residual value that has to be paid at the end of lease period. kecuali jumlah karyawan. Sewa guna usaha Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi apabila memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. konstruksi atau produksi suatu aktiva tertentu dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aktiva tersebut.

except for cost of land sold which is determined based on its acquisition cost and other disbursements related to the land development. n. 24 (Revisi 2004) tentang “Imbalan Kerja”. asset are recognized in the consolidated financial statements equal to the present value of the available refund or a reduction to the future contribution. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. n. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. This method reflects service rendered by employee to the dates of valuation and incorporates actuarial assumptions primarily regarding discount rate. except for number of employee. Employee benefits The Company has adopted the Statement of Financial Accounting Standard No. Metode ini menghitung beban pasca kerja atas jasa yang diberikan karyawan pada tanggal penilaian dengan memperhitungkan asumsi aktuaria yaitu tingkat bunga. 2003 and 2002) (In million Rupiah.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Informasi keuangan komparatif atas dampak penerapan standar ini tidak disajikan kembali karena pengaruhnya tidak material terhadap penyajian laporan keuangan. Imbalan kerja diakui sebagai beban sesuai dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan. imbalan pensiun manfaat pasti dihitung dengan menggunakan asumsi aktuaria berdasarkan metode projected unit credit yang diharuskan oleh PSAK 24. Untuk tujuan pendanaannya. Defined contribution pension plan is recognized as expense when the contribution becomes payable or paid. Employee benefits are recognized as expense in the period in which employee renders the employment services. 14 . Imbalan kerja Pada tahun 2004 Perusahaan telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Perbedaan antara asumsi aktuaria dan aktualnya serta perubahan asumsi aktuaria yang melebihi koridor 10% dialokasikan secara rata-rata sepanjang sisa masa kerja karyawan. rates of remuneration growth and expected rate of return for plan assets. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Beban umumnya diakui pada saat terjadinya. Jika terdapat surplus pendanaan. Defined employee benefits are calculated using actuarial assumptions based on the projected unit credit method. estimasi tingkat pengembalian aktiva dana pensiun. the projected unit cost method is used. The comparative financial information resulting from the effect of the adoption of this standard were not restated because the effect was not material to the presentation of the financial statements. which exceed 10% corridor. The post employment benefits are accounted for as follow: Pension Plan The defined benefit pension plan is calculated for financial reporting purposes using actuarial assumptions based on the projected unit credit method as required by PSAK 24. Beban jasa lalu dialokasikan sepanjang sisa masa kerja karyawan sampai manfaatnya menjadi hak penuh karyawan. aktiva diakui di laporan keuangan konsolidasi sebesar nilai kini dari pengembalian dana atau pengurangan iuran masa datang yang tersedia. are allocated over the estimated average remaining working life of employees. Imbalan pasca kerja dihitung sebagai berikut: Expenses are recognized when incurred. Past service costs are allocated over the average period until the benefits become vested. perkiraan pertumbuhan gaji. kecuali beban pokok penjualan tanah ditentukan berdasarkan nilai perolehan tanah yang ditambah pengeluaranpengeluaran lain untuk pengembangan tanah. However. kecuali jumlah karyawan. Imbalan pensiun iuran pasti diakui sebagai beban pada saat iuran tersebut terhutang atau dibayar. Where funding status is surplus. 24 (Revision 2004) “Employee Benefits” in 2004. Differences between actuarial assumptions and actual experiences. metode aktuaria yang digunakan adalah projected unit cost. Imbalan pasca kerja manfaat pasti dihitung dengan menggunakan asumsi aktuaria berdasarkan metode projected unit credit. share data. Dana Pensiun Untuk tujuan pelaporan keuangan. for funding purposes. data saham.

Post employment benefits other than pension The post employment benefits other than pension include long paid service leave.154 75 9. At balance sheet date. Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2004. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Imbalan pasca kerja selain pensiun Imbalan pasca kerja selain pensiun meliputi cuti berimbalan jangka panjang.977 79 10. Exchange gains or losses arising from foreign currency transactions and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognized in the current consolidated statement of income. other benefits in accordance with employment law and retiree health care benefits. share data.940 5. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Beban imbalan pasca kerja ini telah diakru pada 31 Desember 2004 karena program ini belum didanai. The deferral of income tax is to reflect the tax effect on temporary differences between commercial report and fiscal report.290 SGD 1 5.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Pada tanggal neraca.370 Currencies USD 1 SGD 1 JPY 1 EUR 1 15 . monetary assets and liabilities denominated in foreign currency are adjusted to Rupiah using the middle exchange rates issued by Bank Indonesia. kecuali jumlah karyawan. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 2003 and 2002) (In million Rupiah. o.686 JPY 1 90 EUR 1 12. Foreign currency transaction and balances Transactions in foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transaction. 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut: Mata uang 2004 (Rp) USD 1 9.652 p. except for number of employee. Pesangon pemutusan hubungan kerja Pesangon pemutusan hubungan kerja diakui sebagai kewajiban dan beban sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 24 (Revisi 2004) tentang “Imbalan Kerja”. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs tengah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. imbalan pasca kerja lain yang sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan dan imbalan perawatan kesehatan bagi karyawan yang sudah pensiun. 2003 and 2002 are: 2003 (Rp) 8. 2002 (Rp) 8. The exchange rates used to translate the monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as at 31 December 2004. Termination benefits Termination benefits are recognized as liabilities and expenses in compliance with the Statement of Financial Accounting Standard No.465 4. 24 (Revision 2004) regarding “Employee Benefits”. data saham. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas beda temporer antara pelaporan komersial dan fiskal. Khusus untuk imbalan perawatan kesehatan dihitung berdasarkan asumsi-asumsi tertentu terutama data historis tentang tingkat dan frekuensi klaim kesehatan serta biaya untuk memenuhi klaim tersebut. Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing diakui pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.46 tentang “Akuntansi Pajak Penghasilan”. o. Income tax The Company calculates income tax based on Statement of Financial Accounting Standard No.643 p. The health care benefit is calculated using assumptions primarily regarding historical frequency and rates of health care claim and its cost Such benefits have been accrued as at 31 December 2004 as they have not been funded. Pajak penghasilan Perusahaan menghitung pajak penghasilan berdasarkan PSAK No. 46 concerning “Accounting for Income Tax”.

000 saham masing-masing pada tahun 2004. information technology and other services.943. except for number of employee.096. Informasi segmen Informasi segmen disajikan menurut pengelompokan segmen usaha yaitu: (1) produk baja. Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan sebesar 2. teknologi informasi dan jasa lainnya. q. r.141 372 432. dan USD19.353 at 2003.523 181.140 2003 2002 - 4. USD5.943.848 pada tahun 2002) 2003 71.016 Euro Jumlah Kas dan Setara Kas 140. Earnings per share Earning per share is calculated by dividing net income with weighted average of outstanding shares for the year. USD5. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. 2003.857 159.163 2002 114.096. KAS DAN SETARA KAS 3. and USD19. (2) land and real estate services and (3) engineering construction. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan dalam jumlah bersih untuk setiap perusahaan yang dikonsolidasi.045 pada tahun 2004. 2003 dan 2002. Segment information Segment information is presented based on the business classification (1) steel products. 3.168.375 43.055 Cash and Banks Deposits Indonesian Rupiah US Dollar (USD15. q.640 102. kecuali jumlah karyawan. (2) tanah dan jasa pengelolaan kawasan industri.911 3. r.736 442.000.045 at 2004.000. SHORT-TERM INVESTMENTS Time Deposits Mutual fund Total Short-term Investments 16 .847 317. CASH AND CASH EQUIVALENTS 2004 Kas dan bank Deposito Rupiah Dolar Amerika Serikat (USD15.883 328 456.848 at 2002) 49. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.168. and 2002 respectively. INVESTASI JANGKA PENDEK 2004 Deposito Berjangka Reksadana Jumlah Investasi Jangka Pendek 500 101. share data.000 shares in 2004. (3) rancang bangun.123 Euro Total Cash and Cash Equivalents 4. which are 2. data saham.712 636. Deferred tax assets and liabilities are offseted for each consolidated entity.353 pada tahun 2003. 2003 and 2002) (In million Rupiah.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.

066.566.141 9.163 53.071.902 73. 2003 and 2002) (In million Rupiah.785 year 2003) Sub .454.062. Hong Kong (USD568.241 tahun 2004) Marubeni Steel Canada (USD3.597 11.543 14.812 70.975.311 4.613 772. (USD1.566.724. Hong Kong (USD1.294 pada 2003) Metalsasia Limited.089 tahun 2003) Vietnam WCC (USD1.316.875) 868.185 year 2003) Nakajima Steel Co.491 - - 10.225.890 819. TRADE RECEIVABLES Third Parties Export Domestic Total third parties Related Parties Total account receivables Provision for bad debts Account receivables .012 713. Ltd.790 year 2002) Balli Klockner (USD3.667 tahun 2002) Shanghai Jin Yu Import (USD1.397 year 2003) Samsung Corporation (USD1.746 year 2003) Golden Source Steel (USD1.bersih 55.847 year 2004) Andaru Singapore (USD1.727 tahun 2002) Sunwell Metals Limited (USD1.662 625.449 tahun 2004.928 893. Hong Kong (USD568.241 year 2004) Marubeni Steel Canada (USD3.028.667 year 2002) Shanghai Jin Yu Import (USD1.456 tahun 2002) CMC International (USD1. (USD1.454.073 80. USD568.082 9.123 year 2002) Joint Base Limited.281 12.397 tahun 2003) Samsung Corporation (USD1.316. kecuali jumlah karyawan.123 tahun 2002) Joint Base Limited. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 5.869 (26.035.195 35.583) 782.185 tahun 2003) Nakajima Steel Co. share data. except for number of employee.859 tahun 2002) Mc Steel Trade Centre Pte Ltd (USD685.594 808.094.015 year 2004 USD2.275 36.334 30.066.125 5.net 2004 Pihak Ketiga Ekspor Marcegaglia SPA (USD7. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.727 year 2002) Sunwell Metals Limited (USD1.634 2003 106.830 (24.950 (24. Hong Kong (USD1.638 140.071.316) 1.038.028. Ltd.449 tahun 2003 dan USD568.785 tahun 2003) Sub . USD568.836 14.006 9.617 28.847 tahun 2004) Andaru Singapore (USD1.868 9.015 tahun 2004 USD2.975.total 5. data saham.790 tahun 2002) Balli Klockner (USD3.616 1.633 1.701 976.032.094.149 17 .165.456 year 2002) CMC International (USD1.553 18. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.449 year 2003 and USD568.955 2002 146.198 6.035.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.851.286 5.746 tahun 2003) Golden Source Steel (USD1.089 year 2003) Vietnam WCC (USD1.859 year 2002) Mc Steel Trade Centre Pte Ltd (USD685.724.jumlah 2003 2002 Third Parties Export Marcegaglia SPA (USD7.225.851.449 year 2004. PIUTANG USAHA 2004 Pihak Ketiga Ekspor Domestik Jumlah pihak ketiga Pihak istimewa Jumlah piutang usaha Penyisihan piutang ragu Piutang usaha .165.294 in 2003) Metalsasia Limited.

416 16.540 12.701 8.729 12.001 Hamasa Steel Centre Peni Jaya Haribaja Harapan Sukses Jaya Inti Sumber Baja Sakt Roda Mas Baja Inti IKPT Waijo Jumbo Power Srirejeki Perdana Steel Kalimantan Steel Gihon TOA Corp-Adhi Karya Sarana Central Bajatama 25.227 12.744 48.583 10.392 32.701 Toyota Motor Manufacture Baja Makmur Perkasa Fumira Indonesia Steel Tube W Spirit Niaga Jayamahe Karya Mandiri Semesta Papajaya Agun Sarana Steel Cakung Prima Steel Bakrie Pipe Industries Perjuangan Steel Frsian Valg Albatani Cipta Niaga Tekad Usaha Makmur Jasa Lestari Sinarwaja Indah Surabaya Wire Hino Motors Manufacturing Sinar Ciomas Selaras dinamika Utama Sarana Baja Ragam Citra Sub .724 year 2003) Shin Yang Service USD757.149 55.929 year 2003) Yinchen Steel Group (USD499.645 106.538 12.396 6.total 18 .492 24.320 29.972 tahun 2003) Lain-lain (masing-masing di bawah Rp4.999 15. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.628 12.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.981 10.204 6.938 16.000) Jumlah ekspor 2003 2002 Metal One Asia Pte Ltd (USD954.066 18. 2003 and 2002) (In million Rupiah.082 6.542 13.636 9.000) 2.190 10.012 6.058 6.416 4.238 6.923 8. share data.243 15. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004 Metal One Asia Pte Ltd.019 9.447 Bluescope Steel Hamasa Steel Centre Peni Jaya Haribaja Harapan Sukses Jaya Inti Sumber Baja Sakt Roda Mas Baja Inti IKPT Waijo Jumbo Power Srirejeki Perdana Steel Kalimantan Steel Gihon TOA Corp-Adhi Karya Sarana Central Bajatama Toyota Motor Manufacture Baja Makmur Perkasa Fumira Indonesia Steel Tube W Spirit Niaga Jayamahe Karya Mandiri Semesta Papajaya Agun Sarana Steel Cakung Prima Steel Bakrie Pipe Industries Perjuangan Steel Frsian Valg Albatani Cipta Niaga Tekad Usaha Makmur Jasa Lestari Sinarwaja Indah Surabaya Wire Hino Motors Manufacturing Sinar Ciomas Selaras dinamika Utama Sarana Baja Ragam Citra Sub .674 9. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.632 6.465 673. except for number of employee.929 tahun 2003) Yinchen Steel Group (USD499.894 26.589 6.618 30.301 22.621 22.118 13.189 11.513 146.575 9.724 tahun 2003) Shin Yang Service USD757.424 309.972 year 2003) Others (each below Rp4.231 6.220 42.898 30.839 6.995 14.182 21.361 20.345 21.860 12.481 8.784 45.578 62.563 13.741 12.jumlah 18.971 18.261 8.579 10.145 19.662 Total export Domestik Bluescope Steel Domestic 70. (USD954. kecuali jumlah karyawan.004 166.895 5.128 14.020 21.977 33.616 43. data saham.269 10.

065 5.955 2002 21.138 172. 2003 and 2002) (In million Rupiah. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. data saham.213 2003 11.539 7. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.184 6.107 4.044 17.000) Jumlah domestik Jumlah pihak ketiga 7.809 976.564 7.032.222 6.966 17.316) 1.778 49.556 14.975 7.583) 782.069 9.086 10.386 31.031 5.Jakarta Cometa Can Citra Tanamas Barata Indonesia United Can Setra Usahatama Jaya Pembangunan Perumahan Surya Kencana Pemda Kuningan Others (each below Rp 5000) Total domestic Total third parties Related parties (see Note 8) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lihat Catatan 8) Jumlah Piutang Usaha Penyisihan Piutang ragu-ragu Piutang usaha .362 162. share data.534 10.981 5.059 7.275 36.026 2.749 17.350 1.902 73.net Pupuk Iskandar Muda Bumi Kaya Steel Industry Pelangi Indah Canindo Cigading Habean Centre 8.630 22.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.318 6.890 819.627 9.893 6. except for number of employee.733 3.038.612 713.692 15.613 772. kecuali jumlah karyawan.286 Provision for bad debts Account receivables .875) 868.869 (26.228 5.515 30.085 5.062.639 5.572 5.289 625.830 (24.367 6.633 1.840 4.739 Perum Peruri Prima Waru Industri Surya Calvary Super Tata Raya Steel Indolakto Farika Duta Agung Harapan Masa Jasa Marga Steel Pipe Industry Tumbakmas Inti Mulia Argamas Bajatama Indomilik PLN .928 893.167 6.bersih 19 .387 7.594 808.663 7.334 30.Jakarta Cometa Can Citra Tanamas Barata Indonesia United Can Setra Usahatama Jaya Pembangunan Perumahan Surya Kencana Pemda Kuningan Lain-lain (masing-masing di bawah Rp5.098 7. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004 Pupuk Iskandar Muda Bumi Kaya Steel Industry Pelangi Indah Canindo Cigading Habean Centre 8.989 351.616 1.950 (24.634 Perum Peruri Prima Waru Industri Surya Calvary Super Tata Raya Steel Indolakto Farika Duta Agung Harapan Masa Jasa Marga Steel Pipe Industry Tumbakmas Inti Mulia Argamas Bajatama Indomilik PLN .723 7.175 8.357 5.

share data.81 4.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. usaha yang dijual dengan Represents trade receivables sold with recourse condition 20 .68 0.29 29.48) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Rupiah USD6. kecuali jumlah karyawan.695.807 893.668) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rupiah USD6.132 808.869 (26.04 4.737 74.652 46.22 Total Merupakan piutang persyaratan recourse.00 42.54 12.90 days 91.69 8. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Pengelompokan piutang usaha berdasarkan umurnya adalah sebagai berikut: 2004 Jumlah Amount Lancar .62 2.950 (24. 2003 and 2002) (In million Rupiah.565 14.not due Past due: 1. FACTORING RECEIVABLES Gihon (USD2.38 1.net Seluruh piutang usaha Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.205 98.756 94.585 2003 2002 19.955 Classification of trade receivables based on its aging is as follow: 2002 Jumlah Amount 347.16 100.190. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.634 2003 Jumlah Amount 650.830 (24.566 121.belum jatuh tempo Jatuh tempo: 1 .239 16.720 hari > 720 hari Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Piutang usaha bersih 630.585 6.97 15.262 308.60 hari 61 .48 5.209 39.90 hari 91 .794 62.720 days > 720 days Total Provision for bad debts Account receivables .190.583) 782.062.102 101.464 50.00 72.668.291 1.81 1.921.379 129.45 100.22 Jumlah Gihon (USD2. data saham.286 % % % 59. except for number of employee.58 9.76 14.30 days 31.316) 1. (Lihat catatan 15).576 69.30 hari 31 .00 Current . All the Company’s trade receivables are pledged as collateral of credit facilities obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.921. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.732 38.695. TAGIHAN ANJAK PIUTANG 2004 36.60 days 61. (See Note 15) 6.39 3.732 7.05 11.29 100.875) 868.038.448 24.999 19.

0.000 ) Total Saldo hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah masing-masing sebesar 1.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.000 ) Jumlah Piutang lain-lain Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1. 8. 2003 dan 2002. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES The related parties’ balances of receivables represent 0.717 Others (each below Rp1.640 1.747.77% dari jumlah kewajiban konsolidasian pada tahun 2004.270 1. 2003 dan 2002. 0. sehingga kecil kemungkinan tagihan tersebut dapat direalisasikan. 2003 and 2002) (In million Rupiah.000 ) Jumlah 6. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. OTHER RECEIVABLES Other receivables of Rp114.227 15. diantaranya tagihan kepada Pemerintah atas kelebihan pembayaran pembelian gas dari Pertamina. Perusahaan belum dapat sepenuhnya memenuhi komitmen tersebut.717 3. and 2002 respectively. the receivable has been provided as other expense in 2004.36%.434 3. share data.21% dan 0.653 73.523.238 9. tagihan tersebut disisihkan sebagai beban lain-lain.53% of total consolidated assets in 2004.594 Trade receivables Broken Hill Proprietary Steel Cipta Damas Karya Tobu Indonesia Kerismas Witiko Makmur Bukit Baja Buana Others (each below Rp1.742. includes receivable from the Government in relation to excess payment of gas purchased from Pertamina of USD10.333 12.523.238 2. 2003.747.36%.12 or equivalent to Rp97. PIUTANG LAIN-LAIN Dalam piutang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp114. Based on the above reasons. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Saldo piutang dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah masing-masing sebesar 0. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 7. The Company is unable to meet the above commitments in full and therefore.629 30. Pembayaran oleh Pemerintah diikuti komitmen Perusahaan untuk meningkatkan penyetoran dividen dan pajak.53% dari jumlah aktiva konsolidasian pada tahun 2004.434 9. with the detail are as follows: 21 . except for number of employee.21% and 0. with the following detail: 2004 Piutang usaha Broken Hill Proprietary Steel Cipta Damas Karya Tobu Indonesia Kerismas Witiko Makmur Bukit Baja Buana Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1. the receivable is unlikely to be realized.742.553 1. 1. dengan rincian sebagai berikut: The related parties’ balances of liabilities represent 1.928 2002 968 19. 7.310 11. data saham. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Payment from Government should be followed by the Company’s commitments to increase dividend and tax payment.226 4.766.616 2003 30. pada tahun 2004.70%. Atas dasar itu.77% of total consolidated liabilities in 2004.906 2.207 18.445 14. dengan rincian sebagai berikut: 8. sebesar USD10.12 atau setara dengan Rp97.70%.62% dan 1.770 36.000 ) Total Other receivables 2.766. kecuali jumlah karyawan. 2003 and 2002 respectively.62% and 1. 1.

699 4.365 45. PERSEDIAAN 2004 Produk baja Barang jadi hasil produksi Barang jadi eks pembelian Bahan pembantu dan suku cadang Bahan baku Barang dalam perjalanan Cadangan persediaan suku cadang Lain-lain Sub – jumlah Produk non-baja Tanah Jumlah Penyisihan persediaan usang Persediaan .561 2002 1.553 47. data saham.527 8.715 2.452 39.419 2.860 (85.753 (71. kecuali jumlah karyawan.960 458.059 1. share data.089 Kapurindo Sentana Baja Sankyu Purna Sentana Baja Indaref Sigma Mitra Sejati Multi Sentana Baja Others (each below Rp1. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004 Hutang usaha Purna Baja Heckett 2003 3.138.630 60.548 175.290 59.000 ) Total Other payables Government of Indonesia Yayasan Dana Pensiun Krakatau Steel Others (each below Rp1.184.000 1.046 3.net 1.137 385.078 1. except for number of employee.162) 2.263 6.190. INVENTORIES 2003 991.931 591. All the Company’s inventories are pledged as collateral for credit facilities obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.457 1.508 19.514 3.469 Steel products Finished goods Finished goods eks import Supplies and spare parts Raw material Goods in transit Insurance spares Others Sub .PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.total Non-steel products Land Total Provision for inventory obsolescence Inventories .793 1.123) 3.651 1.325 1.246 53.078.724 5.198 1.000 ) Jumlah Hutang lain-lain Pemerintah Indonesia Yayasan Dana Pensiun Krakatau Steel Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.410.463 3.072.211 120.759 2.541 46.000 ) Total 9.000 ) Jumlah 5.557 8. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.053.714 (118.299 2.256 Trade payables Purna Baja Heckett Kapurindo Sentana Baja Sankyu Purna Sentana Baja Indaref Sigma Mitra Sejati Multi Sentana Baja Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1.784 2.800 1.143.324 2.627 3.187 406.753 499.307) 2. (See note 15). 22 . 2003 and 2002) (In million Rupiah.060 4.552 Seluruh persediaan Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.790 2002 1.194 4. (Lihat catatan 15).255.232 1.196.745 42.932.937 3.834 1.398 1.492 214.bersih 9.824 5.245 2.623 156.

469 5. except for number of employee. 2003 and 2002) (In million Rupiah.891 (66.850 863 675 212 50.274 5. Tbk PT Seamless Pipe Indonesia Jaya South Australian Steel and Energy PT Metbelosa PT Marga Mandala Sakti PT Indonesia Asri Refractories PT Maleo Emtiga PT Kerismas Witikco Makmur PT Laksana Maju Jaya Jumlah metode biaya perolehan/ Total cost method Penyisihan penurunan nilai investasi/ Provision for decline in value Jumlah penyertaan bersih/ Investments . 2004 Metode ekuitas/ Equity method PT Krakatau Prima Dharma Sentana PT Bukit Buana Baja Jumlah metode ekuitas/ Total equity method 30 30 5.062 - - 147 147 (5.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. share data.000) 10.274 Metode biaya perolehan/ Cost method PT Citra Marga Nusaphala Persada.775 1.743 (60.000) 40.274 5.24 6. PENYERTAAN 10.046 101.000 10.29 10 29.000 32.775 899 146.31 100 45.469 5. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 10.850) (45. 2004 Bagian laba.net 6 3.000) (45. INVESTMENTS Tahun 2004/ Year 2004 Perusahaan asosiasi/ Associated companies Persentase pemilikan/ Percentage of ownership Nilai tercatat 1 Januari 2004/ Carrying value January 1. data saham.634 23 . nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.681) 86. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.531) - - (429) (45.67 15 1./ (rugi) bersih perusahaan asosiasi/ Share of net income/ (loss) associated companies Dividend kas/ Cash dividend Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Nilai tercatat 31 Desember 2004/ Carrying value December 31.000 32.274 5.850 863 675 212 50. kecuali jumlah karyawan.

681) 85. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Tahun 2003/ Year 2003 Perusahaan asosiasi/ Associated companies Persentase pemilikan/ Percentage of ownership Nilai tercatat 1 Januari 2003/ Carrying value January 1. Tbk PT Seamless Pipe Indonesia Jaya South Australian Steel and Energy PT Metbelosa PT Marga Mandala Sakti PT Indonesia Asri Refractories PT Maleo Emtiga PT Kerismas Witikco Makmur PT Laksana Maju Jaya Jumlah metode biaya perolehan/ Total cost method Penyisihan penurunan nilai investasi/ Provision for decline in value Jumlah penyertaan bersih/ Investments .000 10.163 6 3.000 32.743 (60.000 32. 2003 and 2002) (In million Rupiah.000 10.775 899 146. data saham./ (rugi) bersih Dividend kas/ Cash dividend perusahaan asosiasi/ Share of net income/ (loss) associated companies Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Nilai tercatat 31 Desember 2003/ Carrying value December 31. share data.469 5.062 30 30 30 - 24 .PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.24 6.681) 86.net 29.850 863 675 212 50.67 15 1.29 10 45. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.844 (60.469 5.775 899 899 45. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 2003 Bagian laba.850 863 675 212 50. kecuali jumlah karyawan. except for number of employee.31 100 145. 2003 Metode ekuitas/ Equity method PT Tobu Indonesia PT Krakatau Prima Dharma Sentana PT Bukit Buana Baja Jumlah metode ekuitas/ Total equity method Metode biaya perolehan/ Cost method PT Citra Marga Nusaphala Persada.

share data. data saham.31 6 3.367 (33. 2002 Bagian laba.504 - - 33.000 10.24 10 6.367 (6.469 Jumlah metode biaya perolehan/ Total cost method Lain-lain/ Other Obligasi konversi/ Convertible bonds Jumlah/ Total Penyisihan penurunan nilai investasi/ Provision for decline in value Jumlah penyertaan bersih/ Investments .29 10 45. except for number of employee. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Tahun 2002/ Year 2002 Perusahaan asosiasi/ Associated companies Persentase pemilikan/ Percentage of ownership Nilai tercatat 1 Januari 2002/ Carrying value January 1.469 6. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. 2002 Metode ekuitas/ Equity method PT Tobu Indonesia PT Krakatau Prima Dharma Sentana PT Bukit Buana Baja Jumlah metode ekuitas/ Total equity method 30 30 30 - Metode biaya perolehan/ Cost method PT Citra Marga Nusaphala Persada.823 (60./ (rugi) bersih Dividend kas/ Cash dividend perusahaan asosiasi/ Share of net income/ (loss) associated companies Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Nilai tercatat 31 Desember 2002/ Carrying value December 31. Tbk PT Seamless Pipe Indonesia Jaya PT Broken Hill Proprietary Steel South Australian Steel and Energy PT Metbelosa PT Marga Mandala Sakti PT Indonesia Asri Refractories PT Maleo Emtiga PT Kerismas Witikco Makmur 29.354 - - 33.850 863 675 212 50.000 10. kecuali jumlah karyawan.285) 5.681) 85.net 119.755 25 . 2003 and 2002) (In million Rupiah.150 152.681) 91.285 5.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.435) 146.150) (39.000 33.000 33.285) 146.367 (6. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.67 15 1.850 863 675 212 50.436 (60.436 33.367 45.

050 dan Rp22. Pada tanggal 16 Juli 2002 penyertaan pada PT TI dijual sepenuhnya kepada Sdr.31% ownership of PT Kerismas Witikco Makmur (KWM).120. 2002 all the investment in PT TI were sold to Andi Hartawan Sarjito for Rp9. South Australian Steel and Energy Rp5. In 2002.050 and Rp22.469. PT Seamless Pipe Indonesia Jaya Rp10. PT KIEC sold its investment in PT Broken Hill Proprietary Steel at a gain of Rp22.850 and PT Indonesia Asri Refractories Rp212. In 2002.077. a subsidiary.000.184. anak perusahaan.240 shares which represents 29. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Nilai penyertaan berdasarkan hasil penilaian atas nilai saham KWM yang dilakukan oleh perusahaan penilai independen. On July 16.000. In 2004.469.077. In 2004.240 lembar saham yang mencerminkan kepemilikan 29. penyertaan saham PT KIEC. except for number of employee. Pada tahun 2002. Andi Hartawan Sardjito dengan nilai Rp9. 2003 and 2002.850 dan PT Indonesia Asri Refractories Rp212. the investment of PT KIEC. The provision for decline in investment value consists of PT Maleo Emtiga Rp50. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. karena akumulasi bagian rugi bersih KIEC atas akumulasi rugi bersih KPDS telah melebihi nilai tercatat penyertaan saham KIEC pada perusahaan tersebut. anak perusahaan. a subsidiary.100 obligasi yang dikeluarkan oleh PT Sentralindo Bumi Persada menjadi 15. 2003 dan 2002. The value of investment was recorded based on valuation of KWM share performed by an independent appraiser.184. at PT Krakatau Prima Dharma Sentana (KPDS) was nil due to PT KIEC’s share of accumulated losses exceeded its recorded investment value. Penyisihan penurunan nilai penyertaan terdiri atas PT Maleo Emtiga Rp50. kecuali jumlah karyawan. share data. Pada tahun 2004. 26 . Pada tahun 2004. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Pada tahun 2002 Perusahaan dan KIEC. PT KIEC menjual saham PT Broken Hill Proprietary Steel dan menghasilkan laba sebesar Rp22.100 bonds issued by PT Sentralindo Bumi Persada into 15.31% saham PT Kerismas Witikco Makmur (KWM). telah mengkonversi Rp11. data saham.120. Penyertaan ini dicatat dengan metode biaya karena Perusahaan dan KIEC tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap operasi dan kebijakan keuangan KWM. the Company and KIEC. This investment is recorded using cost method since the Company and KIEC have no significant influence over operational and financial policies of KWM. the Company sold its investment in PT Citra Marga Nusapala Persada Tbk (CMNP) at a gain of Rp12.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. have converted Rp11. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. PT Seamless Pipe Indonesia Jaya Rp10. South Australian Steel and Energy Rp5. pada PT Krakatau Prima Dharma Sentana (KPDS) adalah nihil. PT Krakatau Steel menjual saham PT Citra Marga Nusapala Persada Tbk (CMNP) dan menghasilkan laba sebesar Rp12.

900.246 156.919 686.313 907.520.983 801.103 161 21.673 2.944 29.190 154.452 303.715.950 5.626.983 801.143 282.319.255 18.459 1.453 89.699 286.019. FIXED ASSETS 2004 Saldo Awal/ Beginning Balances Nilai tercatat Hak atas tanah Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah nilai tercatat Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku bersih Penambahan/ Reklasifikasi Additions/ Reclassifications 1.958 1. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.797 252.093 63.126 5.779 17.924 504.541 310. 2003 and 2002) (In million Rupiah.797 252.503 2.171 35.796 111. kecuali jumlah karyawan.705. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 11.734 4.773 85.324 11.861 1.705.586 1.235 467.537 107.390 12.962 165.210 4.404 259.624 2.005 3.944 29.450 7.954 20.815 47.000 4.199 35.143 40. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.102 2.769.019.467 5.995.823 16.520.080 1.315 7.609 105.823 16.217 467.541 310.392 181.550 2.865 Saldo Akhir/ Ending Balances Carrying amount Land Buildings Machinery and equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total carrying amount Accumulated depreciation Buildings Machinery and equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total accumulated depreciation Net book value 154.497 2003 Saldo Awal/ Beginning Balances Nilai tercatat Hak atas tanah Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah nilai tercatat Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku bersih 437.447 4.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.469 412.191 18.769.143 136.005 3.774 10.871 7 8.903 36.779 17.705. data saham. except for number of employee.293.091 62.950 5.891 2.245 457 11.465 2.586 1.955 12.036 78.499.499.505 3.246 Penambahan/ Reklasifikasi Additions/ Reclassifications Pengurangan/ Reklasifikasi Deductions/ Reclassifications Carrying amount Land Buildings Machinery and equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total carrying amount Accumulated depreciation Buildings Machinery and equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total accumulated depreciation Net book value Saldo Akhir/ Ending Balances 27 .785 1.853 Pengurangan/ Reklasifikasi Deductions/ Reclassifications 190 98.330 154 7.216 2.917 139.302 52.815.607 861 14.099.727 220.102 2. share data.975 29.675.592 906.928 106.738 3.796 37.560 3.663 14.776 797.266 85. AKTIVA TETAP 11.415 115.273 3.550 2.390 12.

202 5.421 56.301 Penambahan/ Reklasifikasi Additions/ Reclassifications 1.910 10.989.940.705. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.091 62.220 1.404 259.180 19.S-482/MBU/2004 tanggal 16 September 2004 Perusahaan menerima hibah berupa tanah eks milik PT BPIS (dalam likuidasi) seluas 5% dari 49.483 149.975 Buildings Machinery and Equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total accumulated depreciation Net book value Hak atas tanah seluas 635 Ha masih dalam proses pengalihan hak menjadi nama Perusahaan.995. kecuali jumlah karyawan. Biaya pinjaman yang dikapitalisasi sebagai bagian nilai aktiva tetap dan aktiva dalam penyelesaian di tahun 2004.785 and Rp10.191 Land Buildings Machinery and Equipment Plant and project equipment Transportation equipment Office and house equipment Total carrying amount Accumulated depreciation 41.273 3. 2004.387 18.601 m2. Masa hak atas tanah ini akan berakhir pada berbagai tahun yang berbeda mulai tahun 2010 sampai dengan 2018 dan dapat diperpanjang.392 181.683 18.990 828. mesin dan peralatan pabrik tertentu milik Perusahaan dan anak perusahaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Niaga Tbk. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. (Lihat catatan 15).989 respectively. the Company received land donation previously owned by PT BPIS (under liquidation) equal to 5% of 49.522 2. Pursuant to a letter from the Ministry of State Owned Company No.940. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2002 Saldo Awal/ Beginning Balances Nilai tercatat Hak atas tanah Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah nilai tercatat Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Peralatan pabrik dan proyek Alat pengangkutan Peralatan rumah dan kantor Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku bersih 412. Rp9.699 16. kendaraan. Tanah. data saham. Borrowing costs capitalized into qualifiying assets and assets under construction in 2004. 28 . vehicles.301 437.102 247.041.681 5. share data.187 3.601 m2. bangunan.179 67.255 18. kecuali peralatan kantor. Transfer of land ownership is still in process. except for number of employee. The land rights expire in various years from 2010 through 2018 and they are extendable.700.067 714 48.245 144.745 142.447 4.818 3. 635 Ha of the land rights are in the process to be transfered into the Company’s name.700. Rp9. therefore it has not been recognized as the Company’s asset. 2003 and 2002) (In million Rupiah.827 39.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.324 11.013 9. Aktiva tetap Perusahaan dan anak perusahaan.216 2.539 211.110 1.000. machinery and plant’s equipments are pledged as collateral for credit facilities obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank Niaga Tbk.199 849 282.036 78.675 158.132. 2003 and 2002 were Rp1. 2003 dan 2002 masing-masing sebesar Rp1. dan peralatan laboratorium telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan maksimum sebesar USD108.468. except office equipment.626. and laboratory equipment are insured against risk of fire and other risks for USD108.675. Certain land.785 1.901 Pengurangan/ Reklasifikasi Deductions/ Reclassifications Saldo Akhir/ Ending Balances Carrying amount 14. Berdasarkan surat Menteri BUMN No.011 136. (see Note 15) The fixed assets of the Company and its subsidiaries.973 2.624 2.000. Pengalihan kepemilikan atas tanah tersebut masih dalam proses sehingga tanahnya belum diakui sebagai aktiva Perusahaan.093 214.996 71.897 49.852.090.776 797.319.011 2. buildings. S-482/MBU/2004 dated September 16.785 dan Rp10.414 2.

03% Mata uang Rupiah USD 2004 6.1.833 187.119 24.12.468 204.031 at 2002) Total restricted time deposits Mutual fund Total restricted time deposits Kisaran tingkat suku bunga per tahun atas deposito berjangka waktu tidak lebih dari 1 tahun adalah sebagai berikut: The range of interest rate per annum for the time deposits with original maturity less than 1 year are as follows: 2002 12. USD350.e building and machinery is in the range of 15% to 99%. except for number of employee. The above construction will be completed at several dates in 2005.478 16.00% .862 2.616 623.933 11.75% Currencies Rupiah USD 29 .50% .75% .75% .50% 0.817 178. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 12. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. RESTRICTED TIME DEPOSITS 2004 Deposito berjangka Rupiah Dolar Amerika Serikat (USD100.768 Year 2004 Year 2003 Year 2002 Pada tanggal 31 Desember 2004.535 529.10% 0. 13.963 14. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.00% . USD350. kecuali jumlah karyawan.862 12.000 at 2003 Reksadana Jumlah deposito yang dibatasi penggunaannya 929 12.90% .400 at 2004.756 594.780 10.166 144. share data.7.733 187. 2004.399 104.5.699 81.733 and USD988.000 pada tahun 2003 dan USD988. AKTIVA DALAM PEMBANGUNAN 12.316 175.768 489.900 Rupiah US Dollar (USD712.535 529.17. 2003 and 2002) (In million Rupiah.000 tahun 2004.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. As of December 31.031 pada tahun 2002 Jumlah deposito berjangka 2003 2002 Restricted time deposits 11. persentase penyelesaian aktiva dalam pembangunan yaitu bangunan dan mesin adalah antara 15% sampai 99%. Aktiva dalam penyelesaian tersebut diperkirakan akan selesai pada berbagai tanggal di tahun 2005. ASSETS UNDER CONSTRUCTION Aktiva Dalam Pembangunan Saldo Awal/ Beginning Balances Penambahan/ Reklasifikasi Additions/ Reclassifications Pengurangan/ Reklasifikasi Deductions/ Reclassifications Saldo Akhir/ Ending Balances Tahun 2004 Tahun 2003 Tahun 2002 Rp Rp Rp 594. DEPOSITO YANG DIBATASI PENGUNAANNYA 13.50% 2003 6.898 8.2.74% 2. data saham. the percentage of completion of assets under construction i.

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah, kecuali jumlah karyawan, data saham, nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing)

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
For the year ended December 31, 2004 (With comparative figures for the years ended December 31, 2003 and 2002) (In million Rupiah, except for number of employee, share data, foreign exchange rate and balances in foreign currency)

14. PIUTANG JANGKA PANJANG
2004 PT Gihon PT Boma Bisma Indra Jumlah 11,046 65,094 76,139 2003 42,092 42,092 2002 -

14. LONG-TERM RECEIVABLES

PT Gihon PT Boma Bisma Indra Total

Piutang kepada PT.Gihon berasal dari penyelesaian piutang alihan sebesar Rp15.058 yang ditetapkan dengan akta notaris Hadi Wibisono, SH No.24 tanggal 9 September 2004. Piutang ini akan diangsur secara bulanan prorata selama 5 tahun sejak 26 Juli 2004. Berdasarkan surat dari Menteri BUMN No.S-58/MBUMN/2003 tanggal 7 Mei 2003, Perusahaan memberikan pinjaman uang untuk program penyehatan PT Boma Bisma Indra sejumlah Rp80.000. Sesuai dengan perjanjian pinjam meminjam uang No:29/CUDUKS/KONTR/2003, pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 8% per tahun dan akan diangsur setiap bulan Maret sejak tahun 2004 hingga 2011.

Receivable from PT.Gihon represented settlement of factoring receivables of Rp15.058 based on notarial deed of Hadi Wibisono SH no 24 dated September 19, 2004. This receivable is being paid in monthly installments for 5 years starting July 26, 2004. Based on a letter from the Minister of State Owned Company No.S-58/M-BUMN/2003 dated May 7, 2003, the Company has lent money for the restructuring program of PT Boma Bisma Indra totaling to Rp80.000. Based on the lending and borrowing agreement No:29/CU-DUKS/KONTR/2003, this loan bears interest rate at 8% per annum and to be paid every March starting from 2004 to 2011.

15. HUTANG BANK
Perusahaan dan Anak perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari beberapa bank, sebagai berikut:
2004 Perusahaan Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja Dolar Amerika Serikat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja (USD3,838.000 tahun 2004 USD1,782,378 tahun 2003, dan USD10,000,000 pada tahun 2002) 2003

15. BANK LOANS
The Company and subsidiaries have obtained credit facilities from several bank as follows:
2002 the Company Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loans US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loan (USD3,838.000 at 2004 USD1,782,378 at 2003, and USD10,000,000 at 2002)

-

2

145,999

35,655

15,088

52,825

30

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah, kecuali jumlah karyawan, data saham, nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing)

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
For the year ended December 31, 2004 (With comparative figures for the years ended December 31, 2003 and 2002) (In million Rupiah, except for number of employee, share data, foreign exchange rate and balances in foreign currency)

2004 Kredit modal kerja untuk impor (USD81,267,541 pada tahun 2004, USD52,824,820 pada tahun 2003 dan USD53,496,197 pada tahun 2002) Standard Chartered Bank Kredit modal kerja untuk impor (USD14.004.615) PT Bank Niaga Tbk Kredit modal kerja untuk ekspor (USD19.000.000 pada tahun 2004 USD15.000.000 pada tahun 2003 USD10,000,000 tahun 2002) Mata uang asing lainnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja untuk impor Anak perusahaan Rupiah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kredit modal kerja untuk Impor Kredit modal kerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja PT Bank Negara Indonesia Tbk Kredit modal kerja PT Bank Syariah Mandiri Kredit modal kerja PT Bank Niaga Tbk Jumlah

2003

2002 Working capital loan for imports (USD95,272,157 at 2004 USD52,824,820 at 2003 and USD53,496,197 at 2002) Standard Chartered Bank Working capital loan for import (USD14.004.615) PT Bank Niaga Tbk Working capital loan for export (USD19.000.000 at 2004 USD15.000.000 at 2003 and USD10,000,000 at 2002) Other foreign currecies PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loan for imports Subsidiaries Rupiah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Working Capital loan for import Working capital loans PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loans PT Bank Negara Indonesia Tbk Working capital loans PT Bank Syariah Mandiri Working capital loans PT Bank Niaga Tbk Total

751,227

447,162

478,256

130,102

-

-

176,510

126,975

89,400

937

624

-

138,706 32,000 7,598 5,000 1,277,735

73,192 7,743 26,918 9,839 25,000 732,543

28,154 19,364 44,061 1,500 859,559

Perusahaan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Fasilitas kredit modal kerja dalam Rupiah dengan jumlah maksimum sebesar Rp150.750 dengan tingkat bunga per tahun masing-masing sebesar 14%, 17% dan 19% pada tahun 2004, 2003 dan 2002. Fasilitas kredit modal kerja dalam USD dengan jumlah maksimum sebesar USD10,000,000 dengan tingkat bunga pada tahun 2004, 2003 dan 2002 masing-masing sebesar 7,5%, 9,5% dan 10,25% per tahun.

The Company
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Working capital credit facility in Rupiah for a maximum of Rp150.750 and bear annual interest rate at 14%, 17% and 19% in 2004, 2003 and 2002 respectively. Working capital credit facility in USD for a maximum of USD10,000,000 and bear annual interest rate at 7.5%, 9.5% and 10.25% in 2004, 2003 and 2002, respectively.

31

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah, kecuali jumlah karyawan, data saham, nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing)

PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
For the year ended December 31, 2004 (With comparative figures for the years ended December 31, 2003 and 2002) (In million Rupiah, except for number of employee, share data, foreign exchange rate and balances in foreign currency)

Fasilitas kredit modal kerja impor dalam USD dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar USD200,000,000, USD150,000,000 dan USD135,000,000 pada tahun 2004, 2003 dan 2002 dengan tingkat bunga SIBOR + 0,25%-4% per tahun. Fasilitas bank garansi sebesar USD5,000,000. Hutang bank tersebut dijamin dengan piutang dagang, persediaan, tanah dan bangunan serta mesin pabrik Slab Steel Plant II. PT Bank Niaga Tbk: Fasilitas kredit modal kerja berupa money market line dalam USD dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar USD20.000.000, USD15.000.000 dan USD10.000.000 pada tahun 2004, 2003 dan 2002. Tingkat bunga per tahun adalah 5,75% untuk tahun 2004 dan 4,5% masing-masing untuk tahun 2003 dan 2002. Fasilitas ini dijamin dengan hak tanggungan atas tanah dan bangunan serta benda lainnya yang tertera pada sertifikat HGB No. 876 atas nama Perusahaan seluas 315.380m2 yang terletak di kecamatan Pulo Merak, Cilegon. Standard Chartered Bank: Merupakan fasilitas letter of credit dengan jumlah maksimum sebesar USD23.000.000 dengan tingkat bunga 8% per tahun. PT Bank Permata Tbk: Fasilitas letter of credit dengan jumlah maksimum sebesar USD5.300.000 dengan tingkat bunga SIBOR + 1.25% per tahun.

Working capital credit facilty for import in USD for a maximum of USD200,000,000, USD150,000,000 and USD135,000,000 in 2004, 2003 and 2002 respectively and bear interest at SIBOR + 0.25%-4% per annum. Bank guarantee for USD5,000,000. The above bank loans are secured by trade receivables, inventories, land, building and machinery of Slab Steel Plant II. PT Bank Niaga Tbk: Working capital credit facility in the form of money market line for a maximum of USD20.000.000, USD15.000.000 and USD 10.000.000 in 2004, 2003 and 2002 respectively. The annual interest rates were 5.75% in 2004 and 4.5% in 2003 and 2002 respectively. This credit facility is secured by a fiduciary transfer of the Company’s lands and buildings under certificate No. 876 of 315,380 m2 located in Pulo Merak, Cilegon.

Standard Chartered Bank: Letter of credit facility for a maximum of USD23,000,000 and bear interest rate at 8% per annum. PT Bank Permata Tbk: Represents letter of credit facility for a maximum of USD5,300,000 and bear interest at SIBOR + 1.25% per annum.

Anak Perusahaan – PT KHIP
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI): Fasiltias kredit modal kerja impor dengan jumlah maksimum sebesar Rp48.000 dengan tingkat bunga 19% Jaminan atas fasilitas ini lihat pada Catatan 20. Fasiltias kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp7.750 dengan tingkat bunga 19%, Jaminan atas fasilitas ini lihat pada Catatan 20.

The Subsidiary – PT KHIP
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk: Working capital credit facility for import for a maximum of Rp48,000 and bears interest rate at 19% per annum. For collateral of this loan, see Note 20. Working capital credit facility for import for a maximum of Rp7,750. The interest rate 19% per annum. The collateral of the loan, see Note 20.

Anak Perusahaan – PT KWT
PT Bank Mandiri (Pesero) Tbk : Anak Perusahaan menggunakan fasilitas kredit modal kerja impor yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan tingkat bunga pada tahun
32

The Subsidiary – PT KWT
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk : The subsidary uses working capital facility which were obtained by the Company from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with annual interest rate for 2004, 2003

2005. Profit margin for the banks ranged between 16. machines and equipment owned by the Subsidiary. 2003. Anak Perusahaan – PT Latinusa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Fasiltias kredit modal kerja maksimum sebesar Rp32. 15 . 3.000. 2005. Pinjaman ini telah jatuh tempo pada tanggal 12 Februari 2003 tetapi telah diperpanjang hingga tanggal 12 Februari 2005. For collateral of the loan.000. The loan is secured by trade receivables and inventories of Rp25.8%. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI): Kredit modal kerja impor dengan maksimum penarikan sebesar USD15. Jaminan atas pinjaman ini. piutang usaha. see Note 20. Tingkat bunga pada tahun 2004.000. Tanggal jatuh tempo fasilitas ini adalah 17 Juli 2005. land.000. Pinjaman telah dilunasi di tahun 2004. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 10 September 2005. 2005. per annum . 3.000 dengan tingkat bunga per tahun masing-masing sebesar 14%. share data. Working capital with maximum limit of Rp10.8% dan 3% per tahun. 2003. For collateral of the loan. The loan was fully repaid in 2004. 2003 dan 2002 masing-masing sebesar 3. Fasilitas letter of credit maksimum sebesar USD13. The Subsidiary – PT Latinusa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Working capital credit facility for a maximum of Rp32. Pembiayaan ini dijamin dengan piutang usaha dan persediaan dengan nilai masing-masing sebesar Rp25. 2003 and 2002) (In million Rupiah.000. 15-18% dan 18% pada tahun 2004. 2002 were 11%. see Note 20. Jaminan atas pinjaman ini. lihat Catatan 20. This facility is due on July 17. This facility is due on July 31.8%. The loan has been due on February 12. This facility has been extended and falls due on July 31. mesin-mesin dan peralatan milik Perusahaan Bank Syariah Mandiri: Fasilitas pembiayaan murabahah untuk pembelian bahan baku. Letter of credit facility for a maximum of USD13. Kredit modal kerja dengan maksimum penarikan sebesar Rp10. and 2002 respectively. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 31 Juli 2005.000. 33 . 2003 dan 2002. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Margin keuntungan bank berkisar antara 16. persediaan. it has been extended until February 12. tanah. Pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dijamin dengan deposito berjangka. kecuali jumlah karyawan. This faciltity falls due on September 10. 2003. trade receivable. except for number of employee.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI): Working capital for import for maximum limit of USD15. bangunan dan sarana.000.5% and 17% annually. inventories. data saham. The interest rate for 2004.8% and 3% respectively. 2003 and 2002 were based on offshore credit rate. 2005. lihat Catatan 20.18% and 18% in 2004. however.000 each. Fasilitas ini telah diperpanjang dan jatuh tempo pada tanggal 31 Juli 2005.000 and bear interest rate per annum at 14%. The loans to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk are secured by time deposits. 2003 dan 2002 sebesar 11% per tahun.5% sampai 17% per tahun.000. Tingkat bunga pada tahun 2004. 2005. The annual interest rates for 2004. buildings and improvements. 2003 dan 2002 adalah sebesar tarif kredit offshore per tahun. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. and 2002 were 3. Bank Syariah Mandiri: Murabahah credit facility to purchase raw material.000.

Limited Mitsubishi Corporation Sumitomo Corporation PT Siemens Indonesia Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2.866 7.500) Sub Total Related Parties Total trade payables 17.749 8. FACTORING PAYABLES Represents payable resulting from the sale of receivables with recourse (see Note 6). HUTANG USAHA 2004 Pihak Ketiga PT Pertamina (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tin Mill Black Plate Purchase Dong Bu (Tolling) Hyundai Merchant Marine Nusantara Packerizing Biaya Angkut Impor Buana Centra Swakarsa Pemasangan Genset PT Tira Wira Usaha Pemerintah RI GOR Kuningan PT Pupuk Iskandar Muda PT Steel Pipe Industriy PT Bumi Kaya Steel Industries PT Air Liquid Indonesia PT Pacific Dwiyasa Putra Samsung Coorporation Pemasangan EPC Eng Freedstock RHI Refractories Mitsui & Co. 2004 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 98.452 349.834 4.260 7.885 500. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.265 77.652 170.130 6.206 2003 2002 16.080 1.324 263.922 21.104 50.685 10. TRADE PAYABLES Third Parties PT Pertamina (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tin Mill Black Plate Purchase Dong Bu (Tolling) Hyundai Merchant Marine Nusantara Packerizing Biaya Angkut Impor Buana Centra Swakarsa Pemasangan Genset PT Tira Wira Usaha Pemerintah RI GOR Kuningan PT Pupuk Iskandar Muda PT Steel Pipe Industriy PT Bumi Kaya Steel Industries PT Air Liquid Indonesia PT Pacific Dwiyasa Putra Samsung Coorporation Pemasangan EPC Eng Freedstock RHI Refractories Mitsui & Co. 2002 19.711 23.234 18. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.973 91.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.662 2. KEWAJIBAN ANJAK PIUTANG Merupakan kewajiban yang terjadi akibat pendiskontoan Piutang dengan persyaratan recourse (lihat catatan 6).603 4.692 34. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 16.500) Sub – jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Jumlah hutang usaha 95.710 2.314 2. share data. except for number of employee.636 3.458 124.294 22.599 4.999 - 19. 2003 and 2002) (In million Rupiah.134 8. Limited Mitsubishi Corporation Sumitomo Corporation PT Siemens Indonesia Others (Each below Rp2.904 4.026 22.464 24.084 10.585 Total 34 .461 4. kecuali jumlah karyawan.020 105.579 33.922 16.585 PT Bank Mandiri (Persero)Tbk Jumlah 98.488 7.767 255.380 6. data saham.652 4.745 505.521 19.210 5.684 330.999 2003 - 17.826 7.223 39.

881 8. 2004.047 312.005 33.457 2.796 177.246 841 1.489 2002 10.604 178.687 4. TAXATION Prepaid tax Article 22 Article 23 Article 25 Article 29 VAT in Refundable VAT Total prepaid tax Hutang pajak 2004 Pajak penghasilan: Pasal 21 Pasal 22 Pasal 23/26 Pasal 25 Pasal 29 Pajak Pertambahan Nilai: Masukan (Wapu) Keluaran .420 9.162 7.932 3.447 1. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 18.874 7. share data.189 92.734 1.377 82.872 178.740 10.net Total Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban (manfaat) pajak sesuai dengan laporan laba rugi konsolidasian.657 35 .881 352. PERPAJAKAN Pajak dibayar dimuka 2004 Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 29 PPN m asukan Restitusi PPN belum diterim a Jumlah pajak dibayar dimuka 61.322 8.243 2002 17.640 87.456 28.106 118. 2003 and 2002 is as follows: 2002 Income before tax (benefit)/expenses based on consolidated statement of income Less income of subsidiaries before tax expenses (benefit) Income (Loss) of the Company before tax expenses (benefit) 647. 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut: 2004 Laba sebelum beban (manfaat) pajak sesuai dengan laporan laba rugi konsolidasi Dikurangi laba anak perusahaan sebelum beban (manfaat) pajak Laba (rugi) Perusahaan sebelum beban (manfaat) pajak 2003 Reconciliation between income (loss) before tax expenses (benefit) in consolidated statements of income and estimated taxable income of the Company and its subsidiaries for the years ended December 31.654 85.393 21.498 18.162 4.398 18.016 2003 131.786 6.bersih Jumlah 15. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.557 4.226 240.563 2.336 1.748 8.704 732 646. 2003 and 2002) (In million Rupiah.467 170.782 Income Taxes Article 21 Article 22 Article 23/26 Article 25 Article 29 Value added tax Input Output .323 7. data saham. except for number of employee.101 Taxes payable 2003 16.561 221 15.236 7.691 50. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. kecuali jumlah karyawan. dan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan dan anak perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2004.496 6.881 40.

911 51.901) (34. share data.940 6.715) (23.282) (34.306 - (12.00) (47.00) - Lain-lain Taksiran penghasilan kena pajak sebelum kompensasi akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya – Perusahaan Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya Taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) 870.124) (3.068) (fiscal losses) 36 .752 46.573) 165.491 82.989.915 1.026) 712.874) (37.407 21.604 172.770 9. 2003 and 2002) (In million Rupiah.807) (79.518) (1.402 8.327 2.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.901 14. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 2004 Koreksi positif Bagian atas rugi bersih perusahaan asosiasi bersih Penyisihan piutang ragu-ragu Beban bunga Beban yang tidak dapat dikurangkan sebagai biaya operasi Beban penyusutan Beban pajak dan denda Natura Provisi imbal kerja Koreksi Rugi Fiskal 2001 2003 2002 Positive corrections Proporsion of net loss of associated company Provision for bad debts Interest expenses Non deductible expenses Depreciation expense Tax expenses and penalties Benefit in kind Provision of employee benefits Correction of fiscal loss 2001 Others 284 99. kecuali jumlah karyawan.295 15.436 Lain-lain Koreksi negatif Penghasilan bunga Penerimaan atas piutang yang telah dihapuskan Laba penjualan aktiva tetap Penghapusan penyisihan piutang ragu-ragu Penghasilan dividen Penghasilan jasa pengelolaan bangunan Beban penyusutan Penyisihan persediaan Bagian atas laba bersih perusahaan asosiasi – bersih - - Negative corrections (19.00) (13. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.502 15.808) Interest income Receipt of receivables written off Gain on sale of fixed assets Write off accumulated provision for doubtful accounts Dividend income Income from building management services Depreciation expenses Provision of obsolete stock Proportion of net income of associated companies Others Estimated taxable income before compensation of accumulated fiscal losses previous years of the Company Accumulated fiscal losses previous years Estimated taxable income (1.112.450) (5.261) (907) (3.504 29.654) (1.173) 16.426 6.494) (40. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.685) (153.622) (37) (113.630 (158.190.523 28.227) (3.061) (4) (2. data saham.901 42.789 5.535) (25.234 (251. except for number of employee.617 (318.770) (10.

946) 210.511 118. data saham.115 2004 Kredit pajak Perusahaan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Anak perusahaan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Jumlah kredit pajak Taksiran hutang pajak penghasilan Pasal 29 (tagihan pajak penghasilan) Perusahaan Anak perusahaan Jumlah taksiran hutang (tagihan) pajak penghasilan 2003 2002 Tax credit the Company Article 22 Article 23 Article 25 Subsidiaries Article 22 Article 23 Article 25 Total tax credit Estimated income tax payable Article 29 (Income tax receivable) the Company Subsidiaries Total estimated income tax payables ( receivables) 110.815 10.414 9.640 139.157) (13.043 (143.349 90.125 33.635) 37 .774 53.617) (148. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.750 97.633 17.336 68.507 155.873 89.737 1.157) (68.709 396 176 14.524) 6. except for number of employee.648 8.889 (61.026 11.350 5.932) 33. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Beban (manfaat) pajak dan perhitungan taksiran hutang (tagihan) pajak penghasilan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan Anak perusahaan Taksiran rugi fiskal Perusahaan Anak perusahaan Beban pajak Perusahaan Anak perusahaan Beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi The tax expenses (benefit) and the estimated income tax payable (estimated claims for tax refunds) of the Company and its subsidiaries are as follows Estimated taxable income the Company Subsidiaries Estimated fiscal loss the Company Subsidiaries Tax expense the Company Subsidiaries Tax expense based on consolidated statements of income 701.125 94.812 20.435 46.659 226 11.115 28.226 (165. 2003 and 2002) (In million Rupiah.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. share data. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.465) 28.323 (13.914 257.356 (31. kecuali jumlah karyawan.185 221 118 5.538 4.899) (176.

089 Total deferred tax expenses (benefits) .017) 310 10.868 9.389 658 - Receivables Fixed assets Employee benefits Fiscal loss correction Other Lain-lain Aktiva pajak tangguhan Perusahaan Rugi fiskal Persediaan Piutang Aktiva Tetap Imblan kerja Biaya yang masih hrs dibayar Kewajiban pajak tangguhan 339 46.189) 76 The calculation of deferred tax expenses (benefits) are as follows: 2002 Deferred tax (benefits) expenses the Company 6.984 49.040 (228.685 28.654) (195) (71) (413) 10.025 45.638) (3.685 3.488 (224.323) (3. share data.985) 33. except for number of employee.669) 34.570 23. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Perhitungan beban (manfaat) pajak ditangguhkan adalah sebagai berikut: 2004 Beban (manfaat) pajak tangguhan Perusahaan Penyisihan persediaan usang (235) (129) (21.125) (143. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.351 4.467) Receivables Fixed assets Employee benefit Accrued expenses Deferred tax liabilities Selama tahun 2004.936) (6.629 89.213) 42.570 23. kecuali jumlah karyawan.709 4.417 (1.921 34.114 (2.822 4.508 4.312 1.consolidated Pengaruh pajak tangguhan yang signifikan atas beda waktu antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut: 2004 Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan Anak perusahaan Rugi fiskal Persediaan Piutang Aktiva Tetap Imblan kerja Koreksi Rugi fiskal 30.907 36.447 18.825 3.803 4. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Perusahaan menerima beberapa 38 During 2004. 2003 and 2002) (In million Rupiah.konsolidasi 562 (27.931 (192) (5.907 4.302) 315 64 2003 Rugi fiskal Koreksi rugi fiskal Penyisihan piutang ragu-ragu Aktiva tetap Imbalan kerja Anak perusahaan Aktiva tetap Rugi fiskal Penyisihan persediaan usang Penyisihan piutang ragu-ragu Imbalan kerja Provision of obsolete stock Fiscal loss Fiscal loss correction Provision of doubtful account Fixed assets Employee benefits the Subsidiaries Fixed assets Fiscal loss Provision of obsolete stock Provision of doubtful account Employee benefits Other Lain-lain Jumlah beban (manfaat) pajak ditangguhkan . data saham.867 34. the Company received tax assessment .873) (187.137) Deferred tax assets the Company Fiscal Loss Inventory 2.102 3.997) (1.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.127) 1.148 5.588 The significant effect of deferred tax due to time differences between commercial reporting and tax reporting is as follows: 2002 Deferred tax assets (liabilities) the Subsidiaries Fiscal Loss Inventory 2003 22.674 (223.593 (7.802 4.846 (163.386 2.485 9.

2003 and 2002) (In million Rupiah. Income tax article 21 for the year 2002 of Rp1. 19.318 which was paid to the state treasury on April 29.401 which was paid to the state treasury on December 19. Income Tax Article 23 for the year 2000 of Rp3.049 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 10 Agustus 2004 Pajak Penghasilan Pasal 21 tahun 2002 sebesar Rp1. imbalan pensiun iuran pasti. The fund is contributed by both employees and the Company.562 19. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Penghasilan Pasal 22 dan Pasal 23 tahun 2002 sebesar Rp68. kecuali jumlah karyawan.17/1998 tanggal 16 Maret 1998. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Surat Ketetapan Pajak (SKP).583 which was paid to the state treasury on December 4.026 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 19 Desember 2002. Imbalan Pensiun Manfaat Pasti Program pensiun dikelola oleh Dana Pensiun Krakatau Steel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. the Company received significant underpayment tax assessment letters as follows: Income Tax Article 23 for the year 2000 of Rp1.17/1998 dated March 16. imbalan cuti jangka panjang. KEP-121/KM.318 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 29 April 2004. longservice leave benefit. 2002. Sumber dana program pensiun berasal dari kontribusi karyawan dan Perusahaan. defined contribution pension plan. share data. Restitusi pajak tersebut telah diterima pada bulan Mei 2004.401 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 19 Desember 2002.583 yang telah disetor ke kas negara pada tanggal 4 Desember 2002. 2002.529. Perhitungan beban pensiun untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004 dilakukan oleh aktuaris independen PT Binaputera Jaga Hikmah dengan menggunakan metode 39 .026 which was paid to the state treasury on December 19. Income Tax Article 21 for the year 2000 of Rp4. imbalan yang diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan dan imbalan perawatan kesehatan pensiun. IMBALAN PASCA KERJA Cuti berimbalan jangka panjang Imbalan menurut undang-undang ketenaga kerjaan Anak Perusahaan Jumlah 3. Overpayment tax assessment letter related to Income Tax Article 22 and Article 23 for the year 2002 of Rp68. benefits based on labor laws and retiree health care benefits. Selama tahun 2002 Perusahaan menerima SKPKB yang jumlahnya signifikan sebagai berikut: Pajak Penghasilan Pasal 23 tahun 2000 sebesar Rp1. Pajak Penghasilan Pasal 23 tahun 2000 sebesar Rp3.901 3. During 2002. Kontribusi karyawan adalah sebesar 5% dari penghasilan dasar pensiun dan sisanya ditanggung oleh Perusahaan. POST EMPLOYMENT BENEFITS Long service leave benefit Benefit in accordance with labour law Subsidiaries Total The post employment benefits consist of defined benefit pension plan. except for number of employee.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. 1998. The tax refund was received in May 2004. Pajak Penghasilan Pasal 21 tahun 2000 sebesar Rp4. data saham. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. The significant amount based on the tax assessment letters is as follows: Underpayment tax assessment letters: Value Added Tax of Luxurious Goods of Rp2. 2002. SKP yang jumlahnya signifikan adalah sebagai berikut: Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atas: Pajak Penjualan Barang Mewah sebesar Rp2. 2004. letters. KEP-121/KM.695 966 8. Employee’s contribution to the plan is 5% of the pension based salary and the remaining contribution is paid by the Company.049 which was paid to the state treasury on August 10.529. 2004 was performed by an independent actuary PT Binaputera Jaga Hikmah based on the projected unit credit method as required by Imbalan pasca kerja meliputi imbalan pensiun manfaat pasti. 2004. Defined Benefit Pension Plan The pension plan is managed by Dana Pensiun Krakatau Steel based on the Minister of Finance Decree No. The calculations of the pension expense for the year ended December 31.

marketable securities and long-term investments.794 (622.454) (562. The actuarial assumptions used are as follows: Discount rate Investment rate of return Remuneration growth rate Reconciliation between funding status and pension plan liability or asset recognized in balance sheet as of December 31.919) (60. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Pension plan expenses for the year ended December 31. surplus yang timbul dari perubahan metode aktuaria tidak dapat diperhitungkan sebagai iuran normal pemberi kerja. Beban imbalan pensiun untuk tahun yang berkahir 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Biaya jasa kini Biaya bunga Harapan dari hasil investasi Amortisasi koreksi aktuaria Aktiva dana pensiun yang tidak diakui Beban tahun berjalan 40 .465) - - Aktiva dana pensiun terutama terdiri dari deposito.00% 12. Since the surplus resulted from the change of actuarial method from the projected unit cost to the projected unit credit. Asumsi aktuaria yang digunakan adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto Tingkat hasil investasi Tingkat kenaikan gaji 12.411 (97.976) 75.339) (1. 2003 and 2002) (In million Rupiah. kecuali jumlah karyawan. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. suratsurat berharga dan investasi jangka panjang dalam bentuk saham. the present value of the available refund or reduction to the future contribution is been recognized as the Company’s assets. any surplus resulting from the change of actuarial method should not be accounted for as an employer normal contribution. Karena surplus pendanaan tersebut timbul dari perubahan penggunaan metode aktuaria dari projected unit cost menjadi projected unit credit. Based on the decree. Menurut keputusan tersebut. share data.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 2004 is as follows: Present value of actuarial liability Fair value of plan asset Funding status (surplus) Unrecognized amount of: Actuarial loss (gain) Past service cost Pension plan liability (asset) Present value of available refund or reduction to the future contribution Pension plan liability (asset) recognized in balance sheet The pension plan assets primarily consist of cash deposits.50% PSAK 24. Penilaian atas nilai kini dari pengembalian dana dan pengurangan iuran masa datang dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No 510/KMK/2002 tentang Pendanaan dan Solvabilitas Dana Pensiun Pemberi Kerja. 2004 are as follows: 15. Valuation of the present value of the available refund or a reduction to the future contribution is based on the Decree of Minister Finance No 510/KMK/2002 regarding Funding and Solvability of Employer Pension Plan.724 17. maka nilai kini dari pengembalian dana dan pengurangan iuran masa datang tidak diakui sebagai aktiva Perusahaan.923 25.743 Current service cost Interest cost Expected return on plan asset Amortisation of actuarial correction Unrecognized plan asset Current year expense Rekonsiliasi antara status pendanaan dengan kewajiban atau aktiva dana pensiun yang diakui di neraca per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Nilai kini kewajiban aktuaria Nilai wajar aktiva dana pensiun Posisi pendanaan (surplus) Jumlah yang tidak diakui atas: Kerugian (keuntungan) aktuaria Biaya jasa lalu Kewajiban (aktiva) dana pensiun Nilai kini dari pengembalian dana dan pengurangan iuran masa datang yang tersedia Kewajiban (aktiva) dana pensiun yang diakui di neraca 301.875 924. foreign exchange rate and balances in foreign currency) projected unit credit seperti yang diharuskan oleh PSAK 24. except for number of employee.00% 2. data saham.

The employee’s contribution is 5% of the employee’s pension based salary while the subsidiaries’ contribution is 10%. kecuali jumlah karyawan. Long Service Leave Benefit The post employment benefit expense was calculated by an independent actuary PT Binaputera Jaga Hikmah using the projected unit credit method as required by PSAK 24. Asumsi aktuaria yang digunakan untuk menghitung kewajiban atas manfaat cuti berimbalan jangka panjang adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto Tingkat hasil investasi Tingkat kenaikan gaji 12. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Kontribusi untuk tahun 2004.00% 2.471 respectively.902 Beban atas imbalan cuti jangka panjang untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Biaya jasa kini Biaya bunga Harapan dari hasil investasi Amortisasi koreksi aktuaria 41 . Rp4. Kep. 2004 is as follow: 8. except for number of employee. Kontribusi yang dibayarkan ke dana pensiun dihitung atas dasar penghasilan dasar pensiun dengan rasio sebesar 5% yang ditanggung oleh karyawan dan 10% oleh anak perusahaan. The contributions for the year 2004. 2003 and 2002) (In million Rupiah. The actuarial assumptions used in the calculation of the long-service leave benefit are as follow: Discount rate Investment rate of return Remuneration growth rate Reconciliation between funding status and long-service leave liability recognized in the balance sheet as of December 31. data saham.7. share data. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Imbalan Pensiun Iuran Pasti Anak perusahaan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap anak perusahaan yang memenuhi syarat.982 Present value of actuarial liability Fair value of plan asset Funding status Unrecognized amount of: Actuarial loss Past service cost Transition period liability Liability Long service leave expenses for the year ended December 31.558.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.50% Defined Contribution Pension Plan The subsidiaries have defined contribution pension plans covering all their permanent employees. and Rp3.982 8.471. The assets of the pension plan for subsidiaries are managed by Dana Pensiun Mitra Krakatau (DPMK) which was established based on the Minister of Finance Decree No.054/KM.108.655 770 (523) 3. Rp4. 29 tanggal 11 April 1995.17/1995 dan diberitakan dalam Lembaran Negara No. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 2003 and 2002 were Rp. 2004 are as follows: 3.180 (13.108. 29 dated April 11. Cuti Berimbalan Jangka Panjang Beban pasca kerja ini dihitung dengan aktuaris independen PT Binaputera Jaga Hikmah menggunakan metode projected unit credit seperti yang diharuskan oleh PSAK 24. 2003 dan 2002 masing-masing adalah sebesar Rp7. 1995.054/KM.558 dan Rp3.902 Current service cost Interest cost Expected return on plan asset Amortisation of actuarial correction Rekonsiliasi antara posisi pendanaan dengan kewajiban (aktiva) imbalan cuti jangka panjang yang diakui di neraca per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Nilai kini kewajiban aktuaria Nilai wajar aktiva Posisi pendanaan Jumlah yang tidak diakui atas: Kerugian aktuaria Biaya jasa lalu Kewajiban periode transisi Kewajiban 8.Kep.17/1995 and published in the State Gazette No. Aktiva program pensiun anak perusahaan dikelola oleh Dana Pensiun Mitra Krakatau yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.260) 3.

kecuali jumlah karyawan. except for number of employee. 13/2003 and application of Statement of Financial Accounting Standard No.000 7.280 8. 2004 are as follows: 2004 adalah sebagai berikut: Biaya jasa kini 1. no termination benefit liability and expense been recognized in 2004 financial statements. Dengan demikian tidak ada pengakuan kewajiban dan beban pesangon PHK dalam laporan keuangan. 13 tahun 2003 dan penerapan PSAK No.661) 3.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.831 9.695 Benefit In Accordance with Labor Law The actuarial assumptions used in the calculation of other post employment benefits in accordance with the labor laws are as follows: Discount rate Investment rate of return Remuneration growth rate Reconciliation between funding status and other post employment benefits liability recognized in balance sheet as of December 31. 27. the Company and subsidiaries have no commitment to terminate employee or group of employees prior to their normal pensiun dates. As a result. share data. data saham. 2004 is as follows: Health care benefits for retired employees Health care benefits for active employees Termination Benefits In relation to the termination benefit liability under Labor Law No. 2003 and 2002) (In million Rupiah.695 Imbalan Perawatan Kesehatan Pensiun Kewajiban yang diestimasi atas imbalan perawatan kesehatan pensiun per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Imbalan perawatan kesehatan bagi karyawan yang sudah pensiun Imbalan perawatan kesehatan bagi karyawan yang masih aktif Pesangon Pemutusan Hubungan Kerja Sehubungan dengan diberlakukannya Undang-undang Ketenagakerjaan No. 24 (Revisi 2004) tentang “Imbalan kerja”.704 Interest cost Harapan dari hasil investasi Expected return on plan asset Biaya jasa lalu yang belum diakui 753 Unrecognised of past service cost Amortisasi koreksi aktuaria 179 Amortisation of actuarial correction 3.5% Rekonsiliasi antara posisi pendanaan dengan kewajiban (aktiva) imbalan pasca kerja yang diatur oleh perundangan yang diakui di neraca per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: Nilai kini kewajiban aktuaria Nilai wajar aktiva Posisi pendanaan Jumlah yang tidak diakui atas: Kerugian aktuaria Biaya jasa lalu Kewajiban periode transisi Kewajiban 24. or provide voluntary termination benefit program. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Imbalan Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan Asumsi aktuaria yang digunakan untuk menghitung kewajiban imbalan pasca kerja yang diatur oleh perundangan adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto 12% Tingkat hasil investasi 0% Tingkat kenaikan gaji 2.193 (3.24 (Revised 2004) regarding “Employee Benefits”.831 24. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. 2004 is as follow: Present value of actuarial liability Fair value of plan asset Funding status Unrecognized amount of: Actuarial loss Past service cost Transition period liability Liability Beban imbalan pasca kerja yang diatur oleh Other post employment benefit expenses for the year perundangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember ended December 31. 42 . Perusahaan dan anak perusahaan tidak berkomitmen untuk memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal atau menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.059 Current service cost Biaya bunga 1.365 Retiree Health Care Benefits The estimated liability for the retiree health care benefits as of December 31.

984 43 .280 57.013. kecuali jumlah karyawan.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. LONG-TERM LOAN Hutang bank: Perusahaan Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk USD PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (USD2.900.225 39.819 3.777.912 224.215) Euro Eropa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (EUR11.462 1.861 48.484 9. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.356.082 6.650 12.925 74.685 959.55) Euro PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (EUR11.590 893.352 35. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 20.Kredit investasi Hutang konstruksi: Perusahaan Rupiah KFW Euro Bank Austria Aktiengesellschaft (EUR36.Investment loan Construction loan the Company Rupiah KFW Euro Bank Austria Aktiengesellschaft (EUR 36.861 9.900.225 39.125 383.495 38.442 thn 2004 EUR40.624 88.361) Anak perusahaan Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit modal kerja Penangguhan pembayaran bunga PT Bank Negara Indonesia Tbk Kredit investasi Penangguhan pembayaran bunga Kredit modal kerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .179.696 15.059 31.643 224.888 69.998 in 2003) the Subsidiaries Rupiah Hitachi Zosen Total Less: current portion Bank loan Construction loan Long term portion 728 2.179 7.202 27. HUTANG JANGKA PANJANG 2004 2003 2002 20.592.074 95. share data.916 92.116 86.442 in 2004 EUR40.083. except for number of employee.277 37.176.763.778 26.131 25. 2003 and 2002) (In million Rupiah. data saham.823 936.649 1.912 24.998 thn 2003) Anak perusahaan Rupiah Hitachi Zosen Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang bank Hutang konstruksi Bagian jangka panjang 385.142 74. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.805 15.171 Bank loan the Company Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (USD3.282 74.639 459.018 1.361) the Subsidiaries Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Working capital loan Deferred interest payment PT Bank Negara Indonesia Tbk Investment loan Deferred interest payment Working capital loan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .356.055 87.777.696 25.484 9.982 411.

kecuali untuk angsuran pada tahun 2000 sebesar Rp250 dan tahun 2004 yang sebesar Rp535.800.214.911 yang digunakan untuk membiayai pembelian peralatan sehubungan dengan modernisasi pabrik Hot Strip Mills. respectively. This loan is to finance the acquisition of plant’s machinery and equipment and plant expansion. Fasilitas kredit investasi dalam Euro dengan jumlah maksimum sebesar EUR7.60 or equivalent to Rp24.059 and falls due in 2007. 2003 and 2002 respectively. Utang ini jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2007.529 pada tahun 2004 dan Rp285. which is to be paid quarterly in installments of Rp1.763.059 yang akan jatuh tempo sampai dengan tahun 2007. The loan was previously classified as short-term loan and restructured into long-term loan in 2000. Bank Loans The Company PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Investment credit facility in USD for a maximum of Rp684.5% dan 16 % masing-masing pada tahun 2004.60 atau setara Rp24. persediaan dan aktiva tetap tertentu milik Perusahaan.450 dan EUR3. Fasilitas kredit ini digunakan untuk membeli mesin dan peralatan pabrik serta pengembangan pabrik. Pinjaman ini dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 18 % masing-masing pada tahun 2004.46% per tahun. Subsidiary – PT Latinusa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Long-term working capital loan with a maximum credit limit of Rp119. The annual interest rate for the loan is 18% in 2004. Kredit investasi ini dijamin dengan deposito berjangka. except in 2000 and 2004. Pinjaman ini sebelumnya adalah pinjaman jangka pendek. Anak perusahaan – PT Latinusa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Fasilitas kredit modal kerja jangka panjang dengan jumlah maksimum sebesar Rp119.06% dan 8.529 in 2004 and Rp285. Loan in USD originated from the recourse of factoring receivables of USD2.000 starting from 2000 to 2004.000 masing-masing pada tahun 2003 dan 2002. kecuali jumlah karyawan. The loan is secured on paripassu to the security for the working capital credit facility received from the same bank. The loan falls due on December 31. 2003 dan 2002. Tingkat bunga tahunan adalah sebesar 12. and 2002 respectively. Kredit investasi ini dijamin secara paripassu dengan jaminan untuk fasilitas kredit modal kerja yang diperoleh Perusahaan dari bank yang sama. The annual interest rate for the loan is 18% in 2004. 2003 dan 2002. piutang. Investment credit facility in Euro is for a maximum of EUR7. The loan is secured by time deposits.5% and 16% in 2004. trade receivables.46% per annum respectively.859. the installment is Rp535 respectively.91 is to finance the modernization of Hot Strip Mills. namun pada tahun 2000 telah dilakukan restrukturisasi menjadi pinjaman jangka panjang. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. share data. 8.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. except for number of employee.859.082 dan dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 18% masing-masing pada tahun 2004.763. The annual interest rates are 12. 2003 dan 2002. The loan falls due in installments on several dates in 2005. inventories and certain fixed assets of the Company. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. 2007. 8.5%. 2003 and 2002 respectively.000 per triwulan dimulai pada tahun 2000 hingga 2004. Interest rates of the facility are 8. data saham.450 and EUR3.082. Tingkat bunga untuk fasilitas kredit tersebut adalah masing-masing 8.917. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Facility to defer its interest payment of Rp13. Kredit ini akan jatuh tempo pada beberapa tanggal di tahun 2005.000 in 2003 and 2002. Fasilitas penangguhan pembayaran bunga sebesar Rp13.06% and 8. The principal of the loan is to be paid in quarterly installment starting from 2001 to 2008. Pembayaran pokok pinjaman ini dilakukan dengan angsuran triwulanan yang dimulai pada tahun 2001 hingga 2008. yang akan dibayar secara angsuran sebesar Rp1. 2003.214. 44 . foreign exchange rate and balances in foreign currency) Hutang Bank Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Fasilitas kredit investasi dalam Rupiah dengan jumlah maksimum adalah sebesar Rp684.800. Utang dalam USD berasal dari Hak Regres atas anjak piutang sebesar USD2.917.5%.

Pembayaran pinjaman akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu maksimal lima tahun dengan 20 kali angsuran yang dimulai pada triwulan pertama tahun 2000 hingga tahun 2005. Fasilitas penangguhan pembayaran bunga dari BNI yang timbul dari akumulasi beban bunga yang ditangguhkan atas fasilitas kredit investasi dan kredit modal kerja yang diperoleh dari bank yang sama sejak tahun 1998.374. bank menyetujui permohonan restrukturisasi pinjaman KWT.75% to 17%.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Berdasarkan surat dari BNI No. 2007. The credit facility will due at March 13. The annual interest rate for the rescheduled loan is 20%. 2000. kecuali jumlah karyawan. The loan fell due on December 31. Kredit modal kerja khusus dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp15. 2010. The 12% interest must be paid effectively starting from 2002 and 2003. Anak Perusahaan – PT KWT PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kredit investasi dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp75. dengan melakukan penjadwalan ulang atas pembayaran pokok pinjaman menjadi pembayaran secara angsuran per triwulanan dalam jumlah yang bervariasi yang dimulai pada triwulan pertama tahun 2001 hingga 13 Maret 2010.374. Based on BNI’s letter no KPI/4/018/R dated January 26.75% to 17% in 2003. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 Maret 2007. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Anak perusahaan – PT KHIP PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kredit investasi dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp7.75 hingga 17 % pada tahun 2003 dan sekistar 19 % pada tahun 2002. by rescheduling the payment of the principal into several amounts of quarterly installments starting from the first quarter of 2001 to March 13. 2004. sebesar 15. The annual interest rate for the loan is 18% in 2003. BNI setuju untuk merestrukturisasi kredit ini. and the rest is deferred and will be paid proportionally starting from 2004 to 2009. dan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2004. 14% hingga 21% pada tahun 2002. data saham. except for number of employee. In January 2000. 18% in 2003 and 14% to 21% in 2002. sedangkan sisanya ditangguhkan dan akan dibayar secara prorata mulai tahun 2004 hingga 2009. 18% pada tahun 2003. The annual interest of the loan is around 15. 15.75% hingga 17% untuk tahun 2004. KPI/4/018/R tanggal 26 Januari 2000. Sebesar 12 % harus dibayar secara efektif mulai tahun 2002 dan 2003. share data.75% hingga 17% per tahun. 2003 and 2002) (In million Rupiah.688 dan dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 18% pada tahun 2004. Fasilitas pinjaman ini dibebani tingkat suku bunga tahunan berkisar antara 15. serta dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 20%. The Company used the facility to build steel pipe factory. and around 19% 2002. BNI has approved KWT’s proposal to restructure its loan.250. Facility to postpone its interest payment that originated from the accumulation of deferred interest expenses from investment and working capital loan obtained from BNI since 1998. Working capital loan facilities with maximum credit limit of Rp15. Subsidiary – PT KHIP PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Investment credit facility with maximum credit limit of Rp7. Fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar sekitar 15. Fasilitas ini digunakan oleh KHIP untuk membangun pabrik pipa. The annual interest rate of the loan is around 15.688.75% to 17% in 2004. Pada bulan Januari 2000. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 45 . The loan will be repaid within 5 year-period in 20 installments starting from the first quarter of 2000 to 2005.250. BNI agreed to restructure the loan. Subsidiary – PT KWT PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Investment credit facility with maximum credit limit of Rp75.

Fasilitas pinjaman yang diperoleh Latinusa.988.998.213 menjadi 10 kali angsuran setengah tahunan dalam jumlah yang sama dimulai sejak tahun 2000. KHIP and KWT are secured by their fixed assets. Pinjaman harus dilunasi dalam 36 kali angsuran setengah tahunan yang dimulai pada tanggal 30 April 2003 hingga 30 Oktober 2020. dijamin dengan aktiva tetap. 2003 dan 2002. The balance of the loan as of December 31. S 1291/MK. 2005.925. Based on Minister of Finance decree No. 2000 to the fourth quarter of 2007.810. kecuali jumlah karyawan. This loan is to be paid in 36 semi annual installments starting from April 30. Anak Perusahaan PT Latinusa memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar JP¥6. Saldo pinjaman ini per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp115. the payment for the loan principal of Rp19. The working capital facility for import obtained from Bank Mandiri. .5 % per tahun masing-masing pada tahun 2004. telah dilakukan penjadwalan ulang atas pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp19.000 and has been converted into Rupiah denominated loan. Fasilitas pinjaman dalam mata uang Schilling Austria dari Bank Austria Aktiengesellschaft adalah untuk membiayai proyek pengendalian lingkungan (dedusting system) pada pabrik baja slab dan billet.925. dengan menurunkan fasilitasnya menjadi Rp15. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. was used by KWT to purchase raw materials.1995 dated October 17. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Kredit modal kerja Yadit dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp20. and receivables. Subsidiary PT Latinusa obtained investment credit facility of JP¥6.000 dan pembayaran dilakukan dengan angsuran triwulanan sebesar Rp500 yang dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2000 hingga triwulan keempat tahun 2007.051.000. The facility was due on August 1.2003 and 2002 respectively and secured by machineries and building financed by the loan. The maximum credit limit of the loan is ATS562. KHIP dan KWT dari Bank Mandiri. The annual interest rate of the loan is 13. The credit facilities obtained from Bank Mandiri by Latinusa. 2003 to October 30. Pinjaman ini dibebani tingkat bunga sebesar 13.000 atau setara dengan EUR40. Hutang Konstruksi Perusahaan dan anak perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman untuk konstruksi dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan Fasilitas pinjaman dari KFW dalam mata uang Rupiah adalah untuk membiayai mesin sizing press di pabrik HSM. 2020.5% for year 2004. The loan is to be paid in 20 semi annual installments starting from November 15. 2000. Construction Loans The Company and subsidiaries obtain credit facilities for construction as follows : The Company The Rupiah denominated loan from KFW was used by the Company to finance Sizing Press machine in Hot Strip Mill. Pinjaman ini dijamin dengan mesin dan bangunan yang dibiayainya.000 dibebani tingkat bunga tahunan sebesar 20% pada tahun 2001 dan 2000.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.000 dan telah dikonversikan menjadi pinjaman Rupiah. Berdasarkan surat yang sama. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Based on the letter mention above. 1995 to May 15. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. except for number of employee. bank setuju untuk merestrukturisasi fasilitas ini.810.1995 tanggal 17 Oktober 1995. data saham. dengan jumlah maksimum sebesar ATS562. 1995.000 and the payment is in quarterly basis installments of Rp500 starting from August 1.17.900. Pinjaman ini akan dilunasi dalam 20 kali angsuran setengah tahunan yang dimulai pada tanggal 15 Nopember 1995 hingga 15 Mei 2005.000 or equivalent to EUR40.000 with annual interest rate of 20% in 2001 and 2000. the bank has agreed to restructure this loan by reducing its maximum credit limit to Rp15.000. Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal 1 Agustus 2000.900. 46 Yadit working capital loan facility with maximum credit limit of Rp20. KWT menggunakan fasilitas kredit modal kerja impor yang diperoleh Perusahaan dari Bank Mandiri untuk pembelian bahan baku.17. S 1291/MK. inventories. share data. 2004 is Rp115.213 had been rescheduled into 10 semi annual installments starting from 2000. The Company’s Austrian Schilling denominated loan from Bank Austria Aktiengesellschaft was used to finance environmental protection project (dedusting system) at Billet and Slab steel plants. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.051. persediaan dan piutang usaha anak perusahaan tersebut.

873 (3. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Moh. Siti Rochmani Sumaharmoyo pada PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – jumlah Jumlah 1.343 1.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. Moh. Siti Rochmani Sumaharmoyo pada PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – jumlah Jumlah 213 2. Moh. H.334) 2. MINORITY INTEREST OF NET ASSETS AND NET INCOME (LOSS) OF THE CONSOLIDATED SUBSIDIARIES Hak Minoritas Hak Minoritas atas atas Aktiva Bersih Laba (Rugi) Bersih yang Dikonsolidasi yang Dikonsolidasi Minority interest Minority interest in net assets of in net income (loss) consolidated of consolidated subsidiaries subsidiaries 2004 Perusahaan PT Indhasana pada PT KHI Pipe Industries Tn.086 2. HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH DAN LABA (RUGI) BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 21.431 2003 Perusahaan PT Indhasana pada PT KHI Pipe Industries Tn. Hasan pada PT Pelat Timah Nusantara Sub – jumlah Anak perusahaan PT Yosomulyo Jajag pada PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.996) 5.873 213 2.086 1.402 3.422 1. 2003 and 2002) (In million Rupiah. share data. data saham. Hasan pada PT Pelat Timah Nusantara Sub – jumlah Anak perusahaan PT Yosomulyo Jajag pada PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. H.423 (4.341 345 21 3. Moh. except for number of employee. Hasan in PT Pelat Timah 3. Siti Rochmani Sumaharmoyo at PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – total Total 47 .662) 2. Hasan in PT Pelat Timah Nusantara Sub – total Subsidiaries PT Yosomulyo Jajag at PT Citra Indokarbon Perkasa Ny.088 the Company PT Indhasana in PT KHI Pipe Industries Mr.919 (743) (1.423 the Company PT Indhasana in PT KHI Pipe Industries Mr. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 21. Siti Rochmani Sumaharmoyo at PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – total Total Nusantara Sub – total Subsidiaries PT Yosomulyo Jajag at PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. kecuali jumlah karyawan.088 1.

Hasan pada PT Pelat Timah Nusantara Sub – jumlah Anak perusahaan PT Yosomulyo Jajag pada PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. 100% atau keseluruhan saham Perusahaan dimiliki oleh Negara Republik Indonesia sebagai hasil dari keputusan RUPSLB. the Government of Republic of Indonesia owns 100% of the Company’s shares in accordance with the notaried deed of Lenny Janis Ishak. kecuali jumlah karyawan.086 (1. SHARE CAPITAL As of December 31. No. Ahmad Banani kepada Negara Republik Indonesia. Hasan in PT Pelat Timah Nusantara Sub – total Subsidiaries PT Yosomulyo Jajag at PT Citra Indokarbon Perkasa Ny. 2003 and 2002 are as follows: Persentase Kepemilikan Percentage of ownership 100 % 100 % Jumlah Total 2.022) (14) (2) (16) 2. data saham. Moh. The ownership of the Company’s shares in 2004. H. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Hak Minoritas Hak Minoritas atas atas Aktiva Bersih Laba (Rugi) Bersih yang Dikonsolidasi yang Dikonsolidasi Minority interest Minority interest in net assets of in net income (loss) consolidated of consolidated subsidiaries subsidiaries 2002 Perusahaan PT Indhasana pada PT KHI Pipe Industries Tn.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. OTHER CAPITAL Represents additional paid up capital which has not been determined as the Company’s capital. 2003 dan 2002 adalah: Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Shares Issued and fully paid 2. which transferred all shares owned by PT Bahana Pakaya Industri Strategis (Persero) and Mr. 2002 regarding the change of the Company’s articles.000 Government of the Republic of Indonesia Total Pemerintah Republik Indonesia Jumlah 23. SH’s.365 the Company PT Indhasana in PT KHI Pipe Industries Mr.000. yang mengalihkan seluruh kepemilikan saham perusahaan dari PT Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero) dan Tn.000 2. MODAL SAHAM Sejak tanggal 31 Desember 2002.000 2. dan sebagaimana tertuang dalam akta pernyataan keputusan rapat perubahan anggaran dasar perusahaan No. 48 23. Siti Rochmani Sumaharmoyo pada PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – jumlah Jumlah (3.000.509 2. MODAL LAINNYA Merupakan tambahan modal disetor yang belum ditetapkan statusnya ke dalam modal saham Perusahaan.000.517) 409 (3. share data.000.108) (144) 2. except for number of employee.873 213 2. . Banani to the Government of the Republic of Indonesia. SH. 2002. 7 dated November 4.000 22. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. Moh.7 tanggal 4 November 2002 oleh Notaris Lenny Janis Ishak.349 22. Kepemilikan saham perusahaan pada 2004. Siti Rochmani Sumaharmoyo at PT Citra Indokarbon Perkasa Sub – total Total 1. 2003 and 2002) (In million Rupiah.

444.3.Berhubung dalam tahun 2001 Perusahaan menderita kerugian maka tidak ada pembagian laba.100. the shareholders approved the distribution of the Company’s net income for the year 2001 as follows: . .Membayar tantiem kepada direksi dan komisaris sebesar Rp 2.525. .444. - Since the Company suffered loss in 2001. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.RUPS belum dapat memberikan dan pembebasan sepenuhnya kepada Direksi dan Komisaris perusahaan atas pengurusan dan pengawasan program PUKK yang dilakukan selama tahun buku 2001 karena hingga RUPS dilaksanakan. dan . foreign exchange rate and balances in foreign currency) 24. In the Annual Shareholders General Meeting held on June 13. kecuali jumlah karyawan. PEMBAGIAN LABA Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 14 Juni 2004. . 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 2002. para pemegang saham menyetujui pembagian laba bersih Perusahaan tahun 2002 sebagai berikut: . Laporan PUKK belum selesai diaudit. share data. para pemegang saham menyetujui pembagian laba bersih Perusahaan tahun 2003 sebagai berikut: . 2003 and 2002) (In million Rupiah. 24.210.Membayar dana untuk bina lingkungan sebesar Rp1. . In the Annual Shareholders General Meeting held on June 28.Menambah cadangan umum atas saldo laba sebesar Rp185.497.000. and .514.Membayar tantiem direksi dan komisaris sebesar Rp900. .To increase general reserve on retained earning by Rp185. except for number of employee. 2003.To pay tantiem to directors and commissioners of Rp 900. 49 .To pay tantiem to directors and commissioners’ of Rp2. INCOME DISTRIBUTION In the Annual Shareholders General Meeting held on June 14.To pay cash dividends of Rp38.To pay fund for community development of Rp1. bina lingkungan sebesar Rp. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 28 Juni 2002.To donate to assist the development of small businesses and cooperatives. .210.525. and .100.514. . the shareholders approved the distribution of the Company’s net income for the year 2002 as follows: . 2004.The Annual Shareholders General Meeting cannot acquite et de charge the Company’s Directors and Commissioners of the PUKK program management and control performed in year 2001 because the PUKK report had not been audited.3.To increase general reserve on retained earnings by Rp69. data saham.Menambah cadangan umum atas saldo laba sebesar Rp69.Membayar dividen kas sebesar Rp42. the shareholders approved the distribution of the Company’s net income for the year 2003 as follows: . Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 13 Juni 2003. para pemegang saham menyetujui pembagian laba bersih Perusahaan tahun 2001 sebagai berikut: . dan . there was no income distribution.000. community development of Rp. Pembebasan akan diberikan pada rapat umum pemegang saham tahunan bersamaan dengan persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan perhitungan Tahunan tahun buku 2002.Membayar dana untuk pembinaan pengusaha golongan ekonomi lemah dan koperasi.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.To pay cash dividends of Rp42. .Membayar dividen kas sebesar Rp38. Acquite et de charge will be granted on the next annual shareholders general meeting to be held at the same time with the approval and validation of 2002 annual report. .497.

804 2.458 5.100.410 46.805.035 2.109 341.932.352 Steel Product Raw material usage Direct labour Manufacturing cost Total production cost Finished goods . share data.874.352 1.708 788.640 20.126 692. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.814 1.987. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.019 225.450 5.942 52.410.509 3.414 22.629 991.551. COST OF GOODS SOLD 2003 2.614 11.960) 4.002 70.792 (1.819 9.030 201.847 48.608 (1.629.624) 7.960 109.366 26.670 5. except for number of employee.924 4.140.588 (991.788 6.beginning of year Purchase Finished goods .821.816 Steel products Domestic Export Land and Industrial estate Land Industrial estate services Other services Engineering and construction Information technology Others Total 26. kecuali jumlah karyawan.460 5.425 37.156 1.619. data saham. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 25.569.267 7.396.388.828 61. 2003 and 2002) (In million Rupiah.395 1.069 14.713.140 6.499 8.537.803 Land and industrial estate services Engineering and construction Information technology Other services Total Non Manufacturing Cost of Goods Sold 50 .265.908.825 76.228.720 341.end of year Total Steel Product Non-manufacturing Non-manufaktur Tanah dan jasa kawasan industri Jasa rekayasa dan konstruksi Jasa teknologi informasi Jasa lainnya Total Non Manufaktur Beban Pokok Penjualan 29.948 141.448 1.691. BEBAN POKOK PENJUALAN 2004 4.846.894 23.773 147.410.280 4. PENJUALAN BERSIH 2004 2003 4.753 70.753) 5.465 440.305 142.047 21.046.252.176 244.285 184.781. NET SALES 2002 4.609 Produk Baja Pemakaian bahan baku Upah langsung Beban pabrikasi Jumlah beban produksi Persediaan barang jadi awal tahun Pembelian Persediaan barang jadi akhir tahun Jumlah Produk Baja 2002 1.545.059 8.333 Produk Baja Domestik Luar Negeri Tanah dan jasa kawasan industri Tanah Jasa kawasan industri Jasa lainnya Jasa rekayasa dan konstruksi Jasa teknologi informasi Lain-lain Jumlah 7.072 117.784 30.698.665 3.417 3.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.570.936 25.857 1.

EXTRA ORDINARY ITEMS In 2004 and 2003. kecuali jumlah karyawan. data saham.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. OPERATING EXPENSES Beban penjualan Ongkos angkut Gaji.791 389.706 dan Rp.996 2.583 183.510 185.050 13.598 2.768 2.128 11.000) Jumlah Beban Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha 126.410 19.638 1.000) Jumlah Beban Penjualan Beban umum dan administrasi Gaji.960 6. upah dan kesejahteraan karyawan Penyisihan piutang ragu-ragu Penyusutan dan amortisasi Beban asuransi dan sewa Transportasi dan komunikasi Jasa profesional Beban kantor Beban perawatan dan pemeliharaan Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2.534 1.2. PT KHI and PT Latinusa both subsidiaries.022 12.526 12.857 16.223 5.765 10.131 159.039 Salary. share data. 2003 and 2002) (In million Rupiah.199.000) Total general and administrative expenses Total Operating Expenses 28.159 244. except for number of employee.818 6.611 5.778 2. keduanya anak perusahaan.253 195.282 194.919 4.414 2.706 and Rp. BEBAN USAHA 2004 2003 2002 27.897 12.3.989 382.785 10.982 23.699 21.027 25.313 4.043 5.227 196.685 15. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31.647 8.326 6.256 1.915 135. POS LUAR BIASA Pada tahun 2004 dan 2003. PT KHI dan PT Latinusa.605 2.456 11.041 16.199 respectivelly. upah dan kesejahteraan Beban kantor Klaim pelanggan Transportasi dan komunikasi Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2.262 9.766 14. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.042 16. 28.502 7.399 3. obtained debt waivess in form of reduction of interest payables to PT Bank Rakyat Indonesia Tbk and PT Bank Mandiri Tbk by Rp.091 135.176 428.290 2.000) Total selling expenses General and administrative expenses 167. masing-masing memperoleh keringanan berupa pengurangan jumlah kewajiban bunga (hair cut) dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk masingmasing sejumlah Rp.2. 3. wages and employee benefits Provision of doubtful acounts Depreciation and amortization Insurance and rental Transportation and communication Professionals fee Office expenses Repair and maintenance Others (each below Rp2.921 115.050 Selling expenses Freight Salary. 51 . wages and benefits Office expenses Customer claims Transportation and communication Others (each below Rp2. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 27.

40 per juta SCF yang berlaku sejak 1 Januari 2004 hingga 31 Desember 2006. the Company has the following commitments: • To purchase a minimum of 29. the Company entered into a gas purchase agreement with PT Pertamina (Persero) No. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. The agreement is effective from August 1. Perusahaan mempunyai komitmen untuk: • Membeli gas minimum 29. c. 036A/C/DU-KS/KONTR/94 tanggal 22 April 1994. • Membayar harga tambahan sebesar 25% dari tarif yang berlaku jika pemakaian per hari melebihi 110 juta SCF. Berdasarkan laporan tersebut.954. • 52 . 2006. SIGNIFICANT COMMITMENTS Significant commitments at December 31. the Company has a commitment to make a one-off contribution to cover the deficit of DPKS amounted to Rp20. d. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. 1991 without expiry date unless otherwise decided differently.2 milyar SCF (Standard Cubic Foot) per tahun dengan tarif USD2. Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Agustus 1991 serta tidak mempunyai batas waktu. 2004 are as follows: a. kecuali jumlah karyawan. b. Pada tanggal 12 November 2004 Perusahaan mengadakan perjanjian pembelian gas dari PT Pertamina (Persero) No.151 The Company PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – USD PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – EUR PT Bank Niaga Tbk – USD Standard Chartered Bank – USD Subsidiaries – PT Latinusa Bank Mandiri – USD b. 2003 and 2002) (In million Rupiah.40 per million SCF effective from January 1.48/C/DU-KS/KONTR/ 2004.000 Kilo Volt Ampere of electricity. 036A/C/DU-KS/KONTR/94 with PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) in selling and buying electricity.2 billion SCF (Standard Cubic Foot) a year at an agreed price of USD2. kecuali salah satu pihak bermaksud untuk mengakhiri perjanjian tersebut.863. On November 12.780 19.000. c.000 kilo Volt Ampere dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berdasarkan perjanjian No. Perusahaan mempunyai komitmen untuk membeli tenaga listrik dengan batas maksimum sebesar 160.2004.226 3.986 9.383.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. The Company entered into agreement No. Contribution to the pension plan The funding status of Dana Pensiun Krakatau Steel (DPKS) as of 31 December 2004 has been determined based on an independent actuary report of PT Binaputera Jaga Hikmah. data saham.418 di tahun 2005. 2004 to December 31. share data. foreign exchange rate and balances in foreign currency) 29. Letter of credit yang telah dibuka dan belum digunakan: 29.000 12.257. KOMITMEN PENTING Komitmen penting pada tanggal 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: a. PLN agreed to supply the Company with maximum of 160. Based on the agreement which will expire on 31 December 2013. except for number of employee. Based on such report. Iuran kepada dana pensiun Status pendanaan atas Dana Pensiun Krakatau Steel (DPKS) per 31 Desember 2004 telah ditentukan berdasarkan laporan aktuaris independen PT Binaputera Jaga Hikmah. To pay an additional surcharge of 25% from the agreed price if the daily purchase exceeds 110 million SCF.48/C/DU-KS/KONTR /2004. Based on this agreement. d. Berdasarkan perjanjian tersebut yang berlaku hingga 31 Desember 2013. Perusahaan mempunyai komitmen untuk menutup sekaligus sebagian dari defisit pendanaan DPKS sebesar Rp20.418 in 2005. Issued but unused letter of credit: Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – USD PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – EUR PT Bank Niaga Tbk – USD Standard Chartered Bank – USD Anak Perusahaan – PT Latinusa Bank Mandiri – USD 63.

a subsidiary entered into agreement No. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. maintenance. f. share data. Pada tanggal 21 Desember 2000 Perusahaan mengadakan perjanjian pengadaan tenaga kerja borongan dengan 4 perusahaan penyedia tenaga kerja sebagai berikut: • PT Delapan Mitra Mandiri (DMM) untuk jasa perawatan. PT KTI. The agreement is valid until December 31.175 kepada PDAM. and during that period. mengadakan perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Serang dengan No. 07/Kontr/DUKTI/1997. operation. g. perawatan dan penagihan tunggakan piutang pelanggan di komplek perumahan ABP dan BP kepada PDAM Cilegon. g. For sales to certain industrial customers.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. setiap bulan Perusahaan bersedia membayar royalti kepada PDAM sebesar 3.5% dari harga jual air bersih untuk pelanggan industri diluar group Perudahaan. data saham. PT KTI. Anak perusahaan harus menyalurkan air bersih ke PDAM yang selanjutnya disalurkan ke perumahan ABP dan BP dengan tarif Rp400 per m3 dan dapat disesuaikan apabila ada pemberlakuan tarif baru dari anak perusahaan. mengadakan perjanjian serah terima pengelolaan distribusi air bersih di komplek perumahan Arga Baja Pura (ABP) dan perumahan Bukit Palem (BP) dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cilegon Mandiri Kota Cilegon. anak erusahaan. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. • PT Asa Bangun Nusantara in providing cleaning services for manufacturing facilities. 2007. dan selama masa tersebut apabila PDAM bermaksud melakukan perubahan atas aset anak perusahaan. • PT Baja Indah Cilegon Jaya in providing cleaning services for other than manufacturing facilities. 07/Kontr/DU-KTI/1997 with Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Serang. anak perusahaan. 53 . • PT Nusantara Bara Cilegon untuk jasa pekerjaan membantu operasi. e. Perjanjian ini berlaku hingga tanggal 31 Desember 2007. 2000. 1997. a subsidiary. Untuk realisasi penjualan air bersih kepada pasar industri tertentu. Both parties agree to share the services in Cilegon based on market segmentation. restoration. and the collection of receivables from customers at ABP and BP housing complex to PDAM Cilegon. Pada tanggal 3 Desember 2002. pemeliharaan.5% of its selling price for customers to other than the Subsidiary’s Group. foreign exchange rate and balances in foreign currency) e. 2003 and 2002) (In million Rupiah. written approval should be obtained from the Subsidiary when PDAM intends to make some changes over the subsidiary assets. On December 21. except for number of employee. f. anak perusahaan menyerahkan pengelolaan distribusi operasional. and PDAM will distribute it to the customers at ABP and BP. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama dalam penyediaan air bersih di Cilegon dan sekitarnya. Anak perusahaan juga mengalihkan piutang pelanggan sebesar Rp66. kecuali jumlah karyawan. The price of the clean water is Rp400 per m3 and will be adjusted when the subsidiary issues new tariff. 2002. The agreement states that both parties agree to cooperate in providing clean water for the city of Cilegon and its surroundings. PT KTI. the Company entered into labour supply agreement with 4 labor suppliers as follows: • PT Delapan Mitra Mandiri (DMM) in providing maintenance services. • PT Asa Bangun Nusantara untuk jasa pekerjaan kebersihan pabrik. the Subsidiary agrees to pay monthly royalty of 3. • PT Nusantara Bara Cilegon in providing operation support services. entered into an agreement with Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cilegon concerning the transfer of water distribution management in Arga Baja Pura Housing complex (ABP) and Bukit Palem Housing (BP). harus dengan izin tertulis dari anak perusahaan. the Subsidiary transferred the distribution. Kedua belah pihak sepakat untuk membagi pelayanan tersebut di Cilegon dan sekitarnya berdasarkan segmen pasar. On December 3. The Subsidiary had to supply clean water to PDAM. Pada tanggal 14 Oktober 1997.175 of customers’ receivables to PDAM. According to this agreement. Dalam perjanjian ini. PT KTI. On October 14. • PT Bajaindah Cilegon Jaya untuk jasa pekerjaan kebersihan non pabrik. The Subsidiary also transferred Rp66.

Atas putusan kasasi tersebut. PT KBS. related to the pipe supply project for PT Perusahaan Gas Negara (Persero). b.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah. 24-VIII-1999 dated July 21. 1999. As a result. 2001. foreign exchange rate and balances in foreign currency) Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut serta perubahannya. anak perusahaan menghadapi tuntutan dari pihak ketiga atas transaksi pembelian scrap tahun 2004. the Directorate General of Taxes refused the claim. 30. The Supreme Court verdict corroborates the Minister of Agriculture/Head of National Lands Boards decree. PT KHIP telah mengirimkan kembali surat kepada Direktorat Jenderal Pajak perihal pembetulan SKPKB PPN tahun 1997. 2/Kubangsari seluas 252 Ha dibatalkan. Pengadilan Negeri Serang dalam putusannya telah menolak permohonan tersebut. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Agraria /Kepala Badan Pertanahan Nasional No. share data. Therefore. On May 18. Value Added Tax (VAT) for tax year 1997 totalling Rp4. however no response has been received by PT KHIP. Manajemen PT KHIP berkeyakinan akan dapat merealisasikan tagihan pajak ini. namun hingga saat ini belum mendapat jawaban. Perusahaan telah mengajukan gugatan secara perdata ke Pengadilan Negeri Serang untuk mempertegas kepemilikan tanah tersebut.5 Ha of 252 Ha was revoked. a subsidiary was sued by third parties regarding purchase of steel scrap in 2004. The amount of exposure could not be estimated. 24VIII-1999 tanggal 21 Juli 1999. sertifikat tanah seluas 66. 2003 and 2002) (In million Rupiah. Pajak Pertambahan Nilai Masukan (PPN) dari proyek pengadaan pipa untuk PT Perusahaan Gas Negara (Persero) sejumlah Rp4.058 (dibukukan sebagai bagian dari tagihan pajak penghasilan pada neraca) dari tahun 1997 sampai saat ini masih belum dapat diperoleh kembali. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31. 2004. except for number of employee. PT KHIP has sent claim letter to the Tax Office and Tax Disputes Justice Department. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Nilai risiko dari tuntutan tersebut belum dapat diestimasikan. the Company filed a suit (civil case) to local court of Serang but was denied. which until nowthe decision of the court has not been received. Mahkamah Agung telah menetapkan putusan kasasinya yang menguatkan Surat Keputusan Menteri Negara Agraria tersebut. Perusahaan mempunyai komitmen untuk membayar tarif kerja borongan dan menyesuaikan tarif kerja borongan jika terjadi perubahan peraturan perundangan. CONTINGENCIES a.058. PT KHIP had submitted a letter to Directorate General of Taxes regarding revision on the assessment letter of VAT under payment in 1997. At September 18. 30. PT KHIP’s management believes that the refund is realizable. c. Based on those agreements and their amendments the Company has the commitments to pay labour tariff and to adjust the tariff as required by regulations. 54 . may not be refundable from the tax office. kecuali jumlah karyawan.5 Ha dari total HGB No. Dari proses peradilan yang telah diupayakan oleh Perusahaan sampai tingkat kasasi. c. data saham. PT KBS. The steel scrap were claimed as owned by the other parties. b. Scrap tersebut diklaim sebagai barang milik pihak ketiga tersebut. Based on the Minister of Agrarian Affairs/ Head of National Lands Boards decree No. Direktorat Jenderal Pajak telah menolak keberatan tersebut. the lands rights certificate No. PT KHIP telah mengirimkan surat keberatan kepada Kantor Pajak dan Badan Peradilan Sengketa Pajak dan pada tanggal 18 September 2001. 2/Kubangsari for 66. the Company has appealed to the State Court in Bandung. KONTINJENSI a. Atas penolakan tersebut Perusahaan telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi di Bandung yang hingga saat ini belum diputuskan. Pada tanggal 18 Mei 2004.

31. Perusahaan dan kontraktor sedang mengklarifikasi klaim masing-masing dan mencari kesepakatan yang paling menguntungkan bagi kedua belah pihak.690) 8.865.324. share data.604 793.880 7.551.643. teknologi informasi dan jasa lainnya Jumlah Eliminasi Bersih Laba (Rugi) bersih Produk baja Tanah dan jasa kawasan industri Rancang bangun.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.092 258. 31.640. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.660 (1.414.716.923.759 8.484. INFORMASI SEGMEN USAHA Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan usahanya menjadi 3 (tiga) segmen usaha yaitu: produk baja.176 7.056.602 55 .245 249.239 35. data saham.556 7.896 9.419 38. Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: d.062) 2. The amount of exposure could not be estimated.118) 7. which are: Steel products.492 6. kecuali jumlah karyawan.050 850. serta rancang bangun. The information concerning the Company’s and subsidiaries’ business segments are as follows: 2004 2003 6.570.473.383 25.111 10.388. information technology and other service Total Elimination Net Total Assets Steel products Land and industrial estate Engineering.716 (980.431. teknologi informasi dan jasa lainnya.541 (1. teknologi Informasi dan jasa lainnya Jumlah Eliminasi Bersih Jumlah Kewajiban Produk baja Tanah dan jasa kawasan industri Rancang bangun. teknologi informasi dan jasa lainnya Jumlah Eliminasi Bersih Jumlah Aktiva Produk baja Tanah dan jasa kawasan industri Rancang bangun.428 5.089 40.100.131.577.151 9.490 58.396.942 246.472 4.306) 110.725) 9.305 275. information technology and other service Total Elimination Net Income (Loss) net Steel products Land and industrial estate Engineering.888.372) 6. Nilai resiko dari klaim tersebut belum dapat diestimasikan. .994.816 Net Sales Steel products Land and industrial estate Engineering.121 (847.433 3.501 94.588 876.954) 7.300. tanah dan jasa kawasan industri.663 915.828 140.541.942 308.631) 3.572 (769. a contractor has submitted a claim to each other in relation to the force majore during completion of CTCM-CRM project.970) 2. information technology and other services. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. except for number of employee.780) 6.514.453. teknologi informasi dan jasa lainnya Jumlah Eliminasi Bersih 9.286 (1.060 3. The Company and the contractor are still clarifying each others claim and try to resolve mutual agreement for both parties.376.039 223.802.246 (1.936 2002 6.173 3.798 (25.241 892.345 (30. land and real estate services.352.333 Penjualan Bersih Produk baja Tanah dan jasa kawasan industri Rancang bangun. and engineering construction.647) 233.940 3.549 269.504) 414.658. foreign exchange rate and balances in foreign currency) d.005 (130. information technology and other service Total Elimination Net Total Liabilities Steel products Land and industrial estate Engineering.413 10.801. information technology and other service Total Elimination Net 500.168 7.705 (912.977 792. SEGMENT INFORMATION The Company and its subsidiaries classify their business into 3 (three) business segments.767 53. Perusahaan dan VAI Clecim sebagai kontraktor Perusahaan saling mengajukan klaim karena adanya force majore dalam keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan CTCM-CRM.650 21.051. 2003 and 2002) (In million Rupiah. The Company and VAI Clecim.160 263.705 4.567.064 (629.094 31.094 545.323 10.583 31.

922 7.628.454 24.462 10. as follows: Setara Rupiah Rupiah equivalents 140. 2005. 2004.695. data saham. ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES As of December 31.400.712 929 78.727 879.050 Investasi jangka pendek Piutang usaha Tagihan anjak piutang Piutang jangka panjang Uang muka dan biaya dibayar dimuka Jumlah Aktiva Kewajiban Hutang bank Kewajiban anjak piutang Hutang usaha dan hutang lain-lain Short . the Company and subsidiaries have assets and liabilities denominated in foreign currencies.189.249 2.114 59.239 24. SUBSEQUENT EVENTS On March 24. 2003 and 2002) (In million Rupiah.763.323 761 39 289.000 81.896 3. the Company received assessment letter of tax overpayment No.Bersih USD USD USD EUR DEM FRF SGD ITL GBP YEN USD EUR 127.045 94 62.671 (1. nilai tukar mata uang asing dan saldo dalam mata uang asing) PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the year ended December 31.770 231.046 293.637.term receivables Advances and prepayments Total Assets Liabilities Bank loan Factoring payables Account payables and other payables Hutang jangka panjang Jumlah Kewajiban Kewajiban .457 6.term investments Account receivables Factoring receivables Long .127 68 48 1. 33.215 43.168. Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing sebagai berikut: 32.921 8.244 11.041 13.898 1.719 6.term liabilities Total Liabilities Liabilities .000 8.552.695.431 100.205 80. PERISTIWA SESUDAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 24 Maret 2005.921 250.080 62. share data.205 2.305.917. 56 .750 17.552. kecuali jumlah karyawan.PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah.059 547. 00041/406/03/051/05 from the Directorate General Taxation which approved the refund of income tax article 22 and 23 for 2003 of Rp59.314 84 305 1.250 1.019 Assets Cash and cash equivalents Mata Uang Asing Foreign currencies Aktiva Kas dan setara kas USD EUR USD USD EUR USD USD USD EUR 15.652) Long . foreign exchange rate and balances in foreign currency) 32.911 3. except for number of employee. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2004. 00041/406/03/051/ 05 dari Direktorat Jenderal Pajak yang menyetujui restitusi pajak pasal 22 dan 23 untuk masa pajak tahun 2003 sebesar Rp59. 2004 (With comparative figures for the years ended December 31. Perusahaan menerima Surat Ketetapan Lebih Bayar (SKPLB) No.995.net 33.763.

616 3.708 (9.238 (2.266.bersih Uang muka dan pembayaran dimuka Pajak dibayar dimuka Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Aktiva pajak tangguhan Penyertaan Cadangan penurunan nilai Aktiva tetap Akumulasi penyusutan Aktiva dalam pembangunan Aktiva Lain-lain Deposito dibatasi penggunaannya Uang muka kontruksi Aktiva tidak digunakan dalam operasi Piutang jangka panjang Piutang karyawan Lain-lain Jumlah aktiva lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 2003 2002 331.035.058.349 18.798 (101.955.222 231.241 244.525 (66.878.477 4.028 (2.397 807.500 (10.460.097 98.162 147.766 8.255 1.681) 737.019 70.919 1.114 24.606 513.827 7.920.376.556 369.204 3.407 490.439 564.652.228.455 (1.748 (60.305 189.999 106.184.329 1.875 886.993 4.433 7.781 30.068 (10.265 3.594 798.880 101.710 25.110.159 117.632 285.719.291 143.749 126.734.053.924) 314.082 (60.052.235) 146.218 11.664.401 4.Lampiran (1/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) Hanya Induk Perusahaan N E R AC A Per 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan Per 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah) 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak ketiga Penyisihan piutang ragu-ragu pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Piutang usaha bersih Tagihan anjak piutang Piutang Lain-lain Pihak ketiga Penyisihan piutang ragu-ragu pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Piutang lain-lain bersih Persediaan .532 28.626 1.771 431.192.067 4.095 229.994 11.827 581.322) 249.800) 2.989 .681) 747.713 (3.450 2.869) 2.497.585 128.088.779 31.387 (2.263 795.091 154.811 3.439) 149.656 93.235 212.417 27.849) 2.532) 1.377) 217.138.615 19.902 8.210 4.727.328) 154.918 50.400 52.924 697.411 94.155.800 24.235 6.103 272.186.666 145.

516 1.550 66.465 1.989 .340 14.754.483 78.152 7.296 6.831 4.632 696.806 7.550.319 183.Lampiran (2/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) – Hanya Induk Perusahaan N E R AC A Per 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan Per 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam jutaan Rupiah) 2004 KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang bank Hutang Usaha Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Hutang Lain-lain Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Kewajiban anjak piutang Hutang pajak Beban yang masih harus dibayar Uang muka pelanggan dan lainnya Hutang bank jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang bank Hutang sewa Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Hutang pajak tangguhan Hutang atas imbalan kerja Hutang bank jangka panjang .999 193.246 5.465 1.997 65.336 2.712.968 - 893.752 93.636 136.547 2.431 262.480 339.717 11.851 205.166.814.000.000.461 9.575 32.303.479 93.933 152.094.597 55.980 162.929 64.711 8.450.384 2.264.385 98.616 5.575 19.552 5.185.000.110.612 2.117.423 69.658 902.398.341 4.095 706.867 6.233 15.202 1.072.017 2.020 64.303.376.239 847.258.062 30.404 3.194 1.168 118.094 589.000 1.409.000 1.885 51.000 1.946 152.setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Hutang bank Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Hutang sewa Jumlah Kewajiban Tidak Lancar JUMLAH KEWAJIBAN Ekuitas Modal Disetor Modal lainnya Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2003 2002 1.642 - 41.990 81.465 1.363 766.585 46.920.183 2.303.382 37.

743) (311.479) (153.767 84.261 295.730 187.506 (93.909 25.808 312.734) 1.083.501 29.830.273 5.491) 188.713 46.744 505.416.656 89.821 313.495 2002 5.365 2003 5.883 4.611.914.Ditangguhkan Jumlah beban (manfaat) pajak LABA BERSIH 7.825 272.817 (87.Lampiran (3/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) – Hanya Induk Perusahaan LAPORAN LABA RUGI Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam Jutaan Rupiah) 2004 PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga Penjualan limbah produksi Beban bunga Laba (rugi) selisih kurs .944 414.234 13.674 110.476 13.332 787.305 11.Tahun Berjalan .423 1.471 4.720 222.674 46.071 143.435 (21.218 156.039 34.741 585.075 233.061) 277.959) 127.644) 39.848 127.105.bersih Jumlah Penghasilan (beban) lain-lain LABA (RUGI) SEBELUM BAGIAN LABA (RUGI) ANAK PERUSAHAAN BAGIAN LABA (RUGI) ANAK PERUSAHAAN LABA SEBELUM BEBAN (MANFAAT) PAJAK BEBAN (MANFAAT) PAJAK .167 (36.638 6.250 110.182 (113.278) (82.054 271.445 210.936 .048 (105.215 152.455 17.518) 476.997.720 89.395) (48.080 603.529 161.bersih Lain-lain .

000 1.210 2.857) .000) 5.117.767.210) (316.027) 110.465 1.303.000 1.572) (38.572) (38.000) 69.747) 414.711 185.712.806 110.514) (2.941) 4.303.837.525 2.000 1.578 (185.Lampiran (4/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) – Hanya Induk Perusahaan LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam Jutaan Rupiah) Modal ditempatkan dan disetor penuh Modal lainnya Selisih penilaian kembali aktiva tetap Selisih lebih akumulasi laba (rugi) atas hak minoritas pada anak perusahaan - Saldo laba (Akumulasi rugi) yang telah Yang belum ditentukan ditentukan penggunaannya penggunaannya Ekuitas bersih Saldo 31 Desember 2002 Laba bersih Penyesuaian atas laba tahun sebelumnya Deviden kas Program kemitraan dan bina lingkungan Penambahan untuk cadangan umum Saldo 31 Desember 2003 Laba bersih Penyesuaian atas laba tahun sebelumnya Deviden kas Program kemitraan dan bina lingkungan Penambahan untuk cadangan umum Saldo 31 Desember 2004 2.368 (173.039 (20.000) (5.514) (2.608) (42.303.608) (42.754.465 1.039 (20.000.582.465 - 1.000.501 (10.000) (5.941) 4.296 414.501 (10.000.525) (22.103 (69.

092) 126.600) 700.916.586 (2.395) 178.983 (42.367) (2.776 70.347 (4.013 (4.860.000) 612.825) (63.809) (101.603) Kas yang dihasilkan dari operasi Penerimaan kas dari penghasilan bunga Penerimaan kas dari tagihan pajak Pembayaran kas untuk pajak Pembayaran kas untuk beban bunga & Bank Kas dari penerimaan (Pengeluaran) lain-lain Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan/(peningkatan) uang muka Konstruksi Penurunan/(peningkatan) atas penyertaan Penurunan/(peningkatan) piutang jangka panjang .407 (48.409) (13.800 (7.285 (122.400.649 2002 5.287) 64.769) (62.316) 18.615.933 183.927) 348 (9.279) (13.815) (156.322.111) 418.686 22.953) (152.860 130.622) (93.393) (87.Lampiran (5/5) PT KRAKATAU STEEL (Persero) – Hanya Induk Perusahaan LAPORAN ARUS KAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (Auditan) (Dengan angka perbandingan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2002) (Dalam Jutaan Rupiah) 2004 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada : Pemasok Gaji.787) (4.284) (62.593) (366.476 59.514) (1.476.639 (20.000) (2.484 6.827 (82.667) 1.827 1.786) 157.340 30.309 25.033 (7.239 (119.305 18.038 17.227) (551.459) 981 (184.854 7.234 285.846) 285.333) (142.894) (301) (50.783) (22.043) (158.711) (272.266) (385.365) (5.479) 331.278) (1.734) 229.825) 233.762 39.182 (89.493 139.411 88.407 .541) (6.032 (341.417) 2003 5. Upah dan tunjangan lainnya 7.943 (112.267) (5.068 (123.043) 175.263 (42.916 229.720) (19.610 182.941) (183.pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penarikan (penempatan) investasi sementara Penjualan/(Pembelian) aktiva tetap Penurunan/(peningkatan) uang jaminan Penurunan aktiva lain-lain Penambahan (Pengurangan) akt dlm pembangunan Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN (Penerimaan)/Penambahan hutang bank Kenaikan (penurunan) hutang lain-lain Pembayaran deviden kas Peningkatan (pembayaran) hutang sewa guna usaha Pembayaran dana untuk pembinaan pengusaha golongan ekonomi lemah dan koperasi Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL PENGARUH PERUBAHAN NILAI TUKAR KAS DAN SETARA KAS AKHIR 4.

31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380. 5738727. 5723995 .d 9 pesawat 511 Fax. 5720957. 5704395 s.C/AUDITAMA V/GA/3/2005 Tanggal : 30 Maret 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. (021) 5700380.RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 LAPORAN EVALUASI KINERJA Nomor : 23.BPK . 5738740.

1. Produksi 2. Perkembangan Usaha Perusahaan 4.2. Pendapatan dan Beban Lain-lain 2.2. Laporan Laba Rugi 4.Neraca 4. Satuan Pengawasan Intern (SPI) 6. Penjualan dan Produksi a. Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern 6. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 2. Informasi Lainnya 6. Pendapatan Usaha b. Pendapatan dan Beban a. Analisa Tingkat Kesehatan Perseroan 4. Analisa Perbandingan antara Realisasi Hasil Usaha Tahun 2004 dengan RKAP Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 2. Perkembangan Usaha Perusahaan 4.2.1.1.2. Penjualan b.1.2. Laporan Perubahan Ekuitas 4.3. Perbandingan antara Realisasi Hasil Usaha Tahun 2004 dengan RKAP Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 2. Anak Perusahaan BAB II HASIL EVALUASI 1.3. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 2. Tingkat Kesehatan Perusahaan 4. Neraca 4. Investasi dan Sumber Pembiayaan 3. Produksi 2. Investasi dan Sumber Pembiayaan 3. Pendapatan Usaha b. Laporan Arus Kas 5. Laporan Laba Rugi Hal 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 7 9 9 9 10 11 11 13 13 14 .4. Penjualan dan Produksi a. Penjualan b.1. Beban Usaha c. Pendapatan dan Beban a.DAFTAR ISI BAB I SIMPULAN 1.3. Pendapatan dan Beban Lain-lain 2. Beban Usaha c.

Rasio Keuangan 5. Laporan Arus Kas 4. Anak Perusahaan Hal 15 15 16 17 17 17 17 .1. Informasi Lainnya 6.3. Satuan Pengawas Intern 6.DAFTAR ISI 4.4. Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern 6.5. Laporan Perubahan Ekuitas 4.2.

396. 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 RKAP tahun 2004 ditetapkan dan disahkan berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 24 Desember 2003. 108.93%.082. Realisasi penjualan jasa tahun 2004 dari engineering. dan 7.816 juta atau 105. tolling baja tulangan dan kawat. dan 5. sistem informasi.648 ton. 30.BAB I SIMPULAN 1. dan 71.904. jasa pelabuhan. 2.850 m2. Perbandingan antara Realisasi Hasil Usaha Tahun 2004 dengan RKAP Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 2. 2.1 ha atau 37.622. 1 .70%.30% dari target RKAP.52% dari target RKAP dan meningkat sebesar 2.000 m3 atau 87. medis.541.98%.49% dari target RKAP dan meningkat sebesar 43.00%.000 m3.36%.865 MWH.27% serta 50. serta property dan kawasan industri masing-masing sebesar Rp48 milyar. 50.1. 24.2.85%.517. sedangkan penjualan jasa lainnya menurun dibandingkan dengan realisasi tahun 2003.25% dibandingkan dengan realisasi produksi non baja tahun 2003. dan lahan industri masingmasing sebesar 98. Produksi Realisasi produksi baja tahun 2004 sebesar 5. air. RKAP tahun 2004 disusun dan dirumuskan sesuai dengan kondisi yang ada dan prospek perkembangan perusahaan. pipe lining. Pendapatan dan Beban a.872 MWH dan 35.44%. Pendapatan Usaha Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 sebesar Rp9. 2.32% dari anggarannya dan meningkat masing-masing sebesar 9. 213.97% dibandingkan dengan realisasi penjualan produk non baja tahun 2003. wrapping dan coating.687 kunjungan. Realisasi produksi non baja tahun 2004 untuk listrik dan air masing-masing sebesar 1.01% dibandingkan dengan realisasi pendapatan usaha tahun 2003.134 ton.67% dan 10. 1.29% dibandingkan dengan realisasi penjualan produk baja tahun 2003. Penjualan dan Produksi a. dan Rp25 milyar atau 53.85%. 2.53% dan 92. 110. Realisasi penjualan jasa tahun 2004 dari tolling baja tulangan dan kawat meningkat.877. b.08%. Penjualan Realisasi penjualan produk baja tahun 2004 sebesar 1.68% dibandingkan dengan realisasi produksi baja tahun 2003. 78.992 ton atau 79.00% dari target RKAP dan meningkat masing-masing sebesar 3.30% dari target RKAP dan meningkat sebesar 17. Realisasi penjualan produk non baja tahun 2004 dari listrik.313 ton atau 88. 19. Rp4 milyar.

780 juta).35% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2002 sebesar Rp7.636 juta) atau 110.501 juta meningkat sebesar 276. Tingkat Kesehatan Perusahaan Tingkat kinerja perusahaan didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No.1. 4. Kondisi ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan tingkat kesehatan tahun 2003 yaitu “Kurang Sehat (BBB)” dengan total skor 64. Pendapatan dan Beban Lain-lain Realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2004 sebesar (Rp180.116.84% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2003 sebesar Rp7.3.5. c.69% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2003 sebesar Rp110.039 juta. Investasi dan Sumber Pembiayaan Realisasi investasi tahun 2004 sebesar Rp111.3.017 juta.754.091 juta atau 86.706 juta.b.79% dibandingkan dengan realisasi beban usaha tahun 2003. Realisasi laba bersih tahun 2003 menurun sebesar 52.556 juta meningkat sebesar 21.687. 3.151 juta.3.269 juta meningkat sebesar 7.678 juta. 4. Neraca Jumlah aktiva serta kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp8. Laporan Perubahan Ekuitas Saldo ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp5. 2 .2.373 juta atau 17.167 juta.29% dari anggarannya sebesar (Rp163.60% dibandingkan dengan saldo ekuitas per 31 Desember 2003 sebesar Rp4.577.34% dibandingkan dengan realisasi investasi tahun 2003. Beban Usaha Realisasi beban usaha tahun 2004 sebesar Rp428.923.80% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2002 sebesar Rp233. Perkembangan Usaha Perusahaan Perkembangan perusahaan selama tiga tahun terakhir menunjukkan kondisi sebagai berikut: 4. Saldo ekuitas per 31 Desember 2003 meningkat sebesar 1. Laporan Laba Rugi Realisasi laba bersih tahun 2004 sebesar Rp414.26% dari target RKAP dan menurun sebesar 10. 4. Jumlah aktiva serta kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2003 menurun sebesar 3.44% dibandingkan dengan saldo ekuitas per 31 Desember 2002 sebesar Rp4.324. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Non Jasa Keuangan dengan hasil bahwa tingkat kesehatan perusahaan tahun 2004 dalam kondisi “Sehat (A)” dengan total skor 70.08% dibandingkan dengan realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2003 sebesar (Rp130.262 juta).03% dari anggarannya dan meningkat sebesar 9. Realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2004 menurun 0. 2.

13% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2003 sebesar Rp432.123 juta.4. 30 Maret 2005 3 .17% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2002 sebesar Rp456.4. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS). Misnoto. 5. 6. Laporan Arus Kas Saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2004 sebesar Rp636. PT Krakatau Wajatama (PT KW). Saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2003 menurun sebesar 5. PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI).1. D-1416 Jakarta.523 juta. PT Krakatau Information Technology (PT KIT). Drs. Anak Perusahaan Perusahaan mempunyai 10 (sepuluh) anak perusahaan yaitu PT Krakatau Engineering (PT KE). sebagian besar temuan telah ditindaklanjuti. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC).375 juta meningkat sebesar 47. 6. Dari hasil pemeriksaan tahun 2003.2. PT KHI Pipe Industries (PT KHI). Informasi Lainnya 6. Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern Struktur Pengendalian Intern yang diterapkan perusahaan cukup memadai dalam mendukung aktifitas perusahaan. MA Register Negara No. PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) dan PT Krakatau Medika (PT KM). PT Plat Timah Nusantara (PT Latinusa). Ak. Satuan Pengawasan Intern (SPI) Satuan Pengawasan Intern (SPI) dapat menjalankan fungsinya dalam membantu manajemen untuk menyakinkan ditaatinya prosedur dan kebijakan dalam sistem pengendalian manajemen perusahaan.

Penjualan Realisasi kuantitas penjualan tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: Uraian 1 Penjualan Produk Baja DalamNegeri Slab Baja Baja Lembaran Panas Baja Lembaran Dingin Billet Batang Kawat Baja Tulangan Baja Profil Tin Plate Spiral Pipe Jumlah Penjualan DalamNegeri Ekspor Baja Lembaran Panas Baja Lembaran Dingin Batang Kawat Baja Tulangan Baja Profil Tin Plate Spiral Pipe Jumlah Penjualan Ekspor Jum Penjualan Produk Baja lah Satuan 2 2004 Realisasi RKAP 3 4 2003 Realisasi 5 % 3:4 6 (3-5):5 7 Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton 0 0 0 524.27 17.392 448.01) 7.58 99.387.130 577.89 ~ ~ ~ (93.127 26.451 320.855.12) 37.901 34.467 1.980 95.877.52 ~ (9.231 180.992 2.29 4 .000 9. KEP-101/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan RKAP BUMN.99 (41.391 90.000 252.92 82.17 (12.000 448.361.525 506.833 0 0 0 2.582 100.841 295.000 0 90.15 66. RKAP tahun 2004 ditetapkan dan disahkan berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 24 Desember 2003.474 1.687 1.764 0 0 42 0 0 616 6.1.37 26.401 86. Penyusunan RKAP secara umum telah sesuai dengan pedoman/ketentuan yang berlaku dan kebijakan manajemen secara keseluruhan serta sesuai dengan kondisi yang ada dan prospek perkembangan perusahaan.421 0 11.22 10.BAB II HASIL EVALUASI 1.67 8.687 1.208 1.293 18.731 590.45) 2.49) (18.012 167. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 RKAP disusun berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No.512.24 79.50 50.96 190.835. Penjualan dan Produksi a.14) 6.78 81.640 39.000 272. Analisa Perbandingan antara Realisasi Hasil Usaha Tahun 2004 dengan RKAP Tahun 2004 dan Realisasi Tahun 2003 Pencapaian hasil usaha tahun 2004 dibandingkan dengan target menurut RKAP dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: 2.14 92.27 72.91 ~ ~ ~ ~ 10.873 ~ 88.665 160.913 544.462 365.137 20.55) ~ (5.776 0 18.103 327.626 99.743 360.691 130.000 154. 2.848 17.51 ~ 82.35 46.

913 ton atau 82.70 30.92% dari RKAP sebesar 590.93 50. Produk ini tidak dianggarkan untuk penjualan ekspor. Tidak tercapainya target disebabkan perusahaan lebih memfokuskan ke pasar dalam negeri yang memberikan margin lebih tinggi.000 ton. W rapping &Coating M Ton Tolling B Tulangan &K at aja aw 2.66) (20.15% dari RKAP sebesar 360.214 95.02) 1) Realisasi penjualan produk baja tahun 2004 sebesar 1. b) Realisasi penjualan domestik baja lembaran dingin sebesar 448. Realisasi penjualan ekspor baja lembaran panas sebesar 160.103 ton.100 3.904.731 ton atau 88.877.0 6.85 110. Tidak tercapainya target disebabkan rendahnya permintaan akibat dari tingginya stok baja lembaran panas di konsumen.M H a Lahan Industri 7.130 ton.134 2.748 774 RM p ilyar Property&K asan Industri aw 25.0 6 7 37. d) Realisasi penjualan domestik batang kawat sebesar 295.08 5.814 A ir 000.000 ton.00) (4.702 15.648 8.451 ton atau 50.52% dari target RKAP sebesar 2. Realisasi penjualan ekspor batang kawat sebesar 34.687 ton.776 ton.14% dari RKAP sebesar 320.54) (11. hanya diprioritas untuk bahan baku pabrik batang kawat dan baja tulangan.00 78.30 3.98 24. Tidak tercapainya target disebabkan perusahaan lebih memfokuskan ke pasar dalam negeri yang memberikan margin lebih tinggi serta turunnya permintaan pasar karena adanya kenaikan harga yang signifikan.36 108.97 (37.266.992 ton atau 79.09) (92.000 ton.713 223. Pencapaian masingmasing produk dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Realisasi penjualan domestik baja lembaran panas sebesar 524.743 ton atau 82.0 49. Tidak tercapainya anggaran penjualan produk baja disebabkan rendahnya pencapaian kuantitas penjualan.00 53. 5 .622 17. Realisasi penjualan ekspor baja lembaran dingin sebesar 167. Tidak tercapainya target disebabkan oleh ketatnya persaingan dengan pabrikan lokal sehingga produk yang dijual hanya dibatasi untuk produk-produk yang tergolong mempunyai nilai tambah saja.850 168.85 71.859 M edis Ton Jasa Pelabuhan 2.678.687 272. Produk billet tidak dianggarkan untuk dijual.91% dari RKAP sebesar 180.421 ton.1 10.361.084 3 19.865 261.51% dari RKAP sebesar 544.7 41.7 PenjualanJasa RM p ilyar Engineering 48 89 77 RM p ilyar SistemInform asi 4 8 5 K unjungan 213. Tidak tercapainya target disebabkan oleh belum optimalnya operasi pabrik baja lembaran dingin.27 50.44 1.404 2 2.000 36. baik domestik maupun ekspor.789 Pipe Lining.2 3 4 5 1 PenjualanProduk N Baja danJasa on on PenjualanProdukN Baja MH W Listrik 98.231 ton atau 92.12 (39. c) Realisasi penjualan domestik billet sebesar 20.25) 242.

Realisasi penjualan ekspor baja profil sebesar 2. Realisasi penjualan ekspor spiral pipe sebesar 616 ton atau 10. Tidak tercapainya target penjualan listrik disebabkan antara lain oleh: 6 .640 ton atau 46.691 ton atau 66.00% dari target RKAP sebesar 261. Tidak tercapainya target disebabkan oleh adanya beberapa penundaan yaitu: (1) Proyek Pertamina dengan kebutuhan spiral pipe sebesar 16. Sementara pasar proyek dengan produk berdiameter besar yang merupakan spesialisasi perusahaan masih tersendat sehubungan dengan masih sedikitnya proyek-proyek besar yang dijalankan kembali sejak krisis berlangsung. Tidak tercapainya target disebabkan perusahaan harus berebut pada pasar retail dengan produk yang berdiameter kecil.582 ton atau 26.78% dari RKAP sebesar 39. h) Realisasi penjualan domestik spiral pipe sebesar 18. g) Realisasi penjualan domestik tin plate sebesar 90.85%.085 ton. Realisasi penjualan produk baja tahun 2004 meningkat sebesar 2. Realisasi penjualan ekspor tin plate sebesar 42 ton. dan lahan industri masing-masing sebesar 98. serta masih rendahnya produktivitas pabrik. dan 10.835. Tidak tercapainya target disebabkan oleh masih terbatasnya variasi ukuran dimana hasil produksi didominasi ukuran besar sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasar ukuran kecil.764 ton. 2) Realisasi penjualan produk non baja dan penjualan jasa tahun 2004 dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Realisasi penjualan produk non baja tahun 2004 dari listrik.000 m3. dan 7.980 ton.85%. Produk ini tidak dianggarkan untuk penjualan ekspor.00 ha. dan 71. Produk ini tidak dianggarkan untuk penjualan ekspor.58% dari RKAP sebesar 100.35% dari RKAP sebesar 90.29% dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun 2003 sebesar 1.725 ton. f) Realisasi penjualan domestik baja profil sebesar 26. (3) Pembangunan jembatan Suramadu. 110.37% dari RKAP sebesar 130. Tidak tercapainya target anggaran disebabkan oleh lemahnya daya saing di pasar internasional karena kenaikan harga pasar pipa tidak linear dengan kenaikan harga bahan baku baja lembaran panas.702.000 ton.848 ton. Hal ini disebabkan penjualan dalam negeri meningkat sebesar 8.873 ton.865 MWH. air. Tidak tercapainya target disebabkan oleh menurunnya permintaan pasar karena dengan mahalnya harga baja.1 ha atau 37.27% dari RKAP sebesar 6.000 ton.99%. konsumen beralih (substitusi) ke produk non baja.626 ton. 17.214 MWH.622.000 m3.391 ton atau 99. (2) Permintaan dari Total Indonesie sebesar 2.e) Realisasi penjualan domestik baja tulangan sebesar 86. 19.

66%.644 5.67 10.468.040 45.000 m2.100 ton.650.435.277.27% serta 50.000 1.09%. 20.350. sedangkan penjualan jasa dari tolling baja tulangan dan kawat meningkat sebesar 242. jasa pelabuhan.000 22.98%. serta property dan kawasan industri masing-masing sebesar Rp48 milyar.02% dibandingkan dengan penjualan jasa tahun 2003 masing-masing sebesar Rp77 milyar. medis.386 98. tolling baja tulangan dan kawat. 1.68 9. 272. 92.53 92. Rp5 milyar.648 ton.000 1.000 360. 2.65 94.95 7.151 1. serta property dan kawasan industri menurun masing-masing sebesar 37.541.96) 15.896 1.017 321. dan 5.904.21) (31.09 89.904.189. 168.058 7. wrapping dan coating.313 1.25 1.985 1. (2) Rendahnya penjualan ke konsumen umum karena perusahaan tidak berhasil menambah konsumen baru.000 64.978 244.81 (28.237.000 99.799 21. 78.37 88.084 MWH.000. b. medis.70 ha.(1) Rendahnya penjualan listrik ke PLN karena musim kemarau tidak sepanjang yang diperkirakan sehingga PLN bisa beroperasi normal dan mengurangi pembeliannya. 2.708.10 101.53 26.432 32.472 7 .596 25. pipe lining. 2. 223.678.90 14.814.885 503.546 4.859 kunjungan.25%.37 13.12%.36%. Rp4 milyar.02 67.848 6.080 35.789 m2.34 37. 2.11 286. jasa pelabuhan. serta Rp41 milyar.87) 17.865 468.134 ton.97% dibandingkan dengan realisasi tahun 2003 masing-masing sebesar 95.00 ha karena kesulitan memperoleh pasokan listrik. Tidak tercapainya penjualan lahan industri disebabkan oleh dibatalkannya pembelian oleh LG Chemical seluas 10.93 (9. dan Rp25 milyar atau 53.170.153 1. serta 39.00%. 36. sistem informasi.32 (3-5):5 7 22.83 89.000 400.664 8.850 m2. sistem informasi. dan 6. Rp8 milyar. Realisasi penjualan jasa tahun 2004 dari engineering.607 339.962 80.676 88. Realisasi penjualan produk non baja tahun 2004 meningkat masing-masing sebesar 3.273 406. Produksi Realisasi produksi tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: Uraian 1 Baja Besi Spons Slab Baja Baja Lembaran Panas Baja Lembaran Dingin Billet Baja Batang Kawat Baja Tulangan Baja Profil Kawat Baja Tin Plate Spiral Pipe Jumlah Produksi Baja Non Baja Listrik Air Satuan 2 Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton MWH 000. 24.23 70.888 2003 Realisasi 5 1.214 % 3:4 6 99. 30. pipe lining.231 69.70%.28 38. wrapping dan coating. 213. 2.517 38.000 90.M3 2004 Realisasi RKAP 3 4 1.082.44%.687 kunjungan. b) Realisasi penjualan jasa tahun 2004 dari engineering.902 987.75 99.000 750. serta Rp49.134 ton.439 17.00%.30% dari target RKAP masing-masing sebesar Rp89 milyar. 11.54%.445. 15.93%.872 1.7 milyar. 4.713 kujungan.96 88. 8. 108.08%. 50.275.404 5.000 m3.62 18.30 87.748 ton.

872 MWH dan 35.000 m3. Sebagian besar produksi produk baja tahun 2004 meningkat kecuali untuk produksi baja tulangan.432 MWH dan 32.472.888 ton.09% dari anggarannya disebabkan oleh kelangkaan bahan baku besi spons dan scrap serta tingginya harga bahan baku tersebut. Tidak tercapainya sebagian besar target produksi disebabkan oleh berbagai kendala pada masingmasing pabrik antara lain: a) Produksi pabrik slab baja hanya mencapai 88.517.68% dibandingkan dengan realisasi produksi baja tahun 2003 sebesar 4.75% dari anggarannya disebabkan pabrik masih dalam tahap pengenalan dan uji coba (learning curve and trial) setelah dilakukan optimalisasi pada tahun 2003. Tidak tercapainya target yang dianggarkan disebabkan kedua produk tersebut terkait dengan pola produksi baja (PT KS sebagai induk) sehingga kedua produk tersebut yaitu listrik dan air juga mengalami penurunan.25% dibandingkan realisasi produksi non baja tahun 2003 masing-masing sebesar 987. Realisasi produksi baja tahun 2004 meningkat sebesar 17.275.30% dari target RKAP sebesar 6. b) Produksi baja lembaran dingin hanya mencapai 67.313 ton atau 88.96% dari anggarannya disebabkan oleh rendahnya permintaan pasar karena adanya rescheduling proyek-proyek minyak dan gas yang menjadi target pasar dan ketatnya persaingan pada segmen pipa diameter kecil sampai dengan sedang.000 m3 atau 87. tin plate.32% dari anggarannya masing-masing sebesar 1. Selain itu produksi listrik juga terganggu oleh tingginya harga bahan bakar minyak dan rendahnya pasokan gas alam dari PT Pertamina. d) Produksi pipa spiral hanya mencapai 37.708. dan spiral pipe.902 ton.082.541. 8 . c) Produksi baja profil hanya mencapai 13.214.67% dan 10. 2) Realisasi produksi non baja tahun 2004 untuk listrik dan air masingmasing sebesar 1. Realisasi produksi non baja tahun 2004 yaitu listrik dan air meningkat masing-masing sebesar 9.080 MWH dan 38.10% dari anggarannya disebabkan oleh belum optimalnya operasi pabrik setelah penyelesaian proyek Continuous Tandem Cold Mill.000 m3.53% dan 92.1) Realisasi produksi baja tahun 2004 sebesar 5.237.

816 8.58) 9.907.940 23.396.89 60.82 54.51 62.01% dibandingkan dengan realisasi pendapatan usaha tahun 2003 sebesar Rp6.699 21.847 46.417 89.907.766 25.458 3.982 23. Upah.lain Jumlah Beban Penjualan 2004 Realisasi RKAP 2 3 126.37 72.936 Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 sebesar Rp9. Hal ini disebabkan penjualan produk baja meningkat sebesar 45.66) 9.329 24.93 63.465 48.92 45. Terlampauinya target pendapatan usaha disebabkan penjualan produk baja mencapai 108.022 12.741 72.75) Uraian 1 Beban Penjualan Ongkos Angkut Gaji.919 4.129 266.534 1. dan Kesejahteraan Karyawan Beban Kantor Klaim Pelanggan Transportasi dan Komunikasi Lain .79 137.685 15.417.042 16. Pendapatan Usaha Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Realisasi RKAP 2 3 2003 Realisasi 4 (dalam Juta Rupiah) % 2:3 (2-4):4 5 6 110.252.261 22.527 4.784 9.762 252.22 (4.131 9 .545.395 6.987.576 1.08 102.94) 2. Beban Usaha Realisasi beban usaha tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: (dalamJuta Rupiah) % 2:3 (2-4):4 5 6 68.030 7.551.531 9.285 201.491 30.788 253.01 Uraian 1 Produk Baja Domestik Luar Negeri Jumlah Penjualan Produk Baja Tanah dan Jasa Kawasan Industri Tanah Jasa Kawasan Jumlah Penjualan Tanah dan Jasa Kawasan Industri Jasa Lainnya Jasa Rekayasa dan Konstruksi Jasa Teknologi Informasi Lain-lain Jumlah Penjualan Jasa Lainnya Jumlah Penjualan 7.49%.11) (36.253 195. b.13 45.500 8.291 2. Pendapatan dan Beban a.750 49.983 2003 Realisasi 4 135.041 16.43 19.414 22.49% dari target RKAP sebesar Rp8.570.609.98) 43.70 (6.49 51.2.42 22. Realisasi pendapatan usaha tahun 2004 meningkat sebesar 43.894 1.266 418.89 96.37 64.2.759 867 8.819 320.640 20.936 juta.583 183.21 23.868 5.57 105.08% dari target RKAP.816 juta atau 105.71 (10.84) (19.364 76.289 8.723 juta.103 6.93 96.04 108.42) 11.396.097.18 38.68) (42.996 2.37 (56.92 264.570.265.807.156 1.825 51.49 (23.915 184.897 184.723 6.03 (5.

10 . 0.223 Jasa Profesional 5.818 6.81% dari anggarannya masing-masing sebesar Rp252.79% dibandingkan dengan realisasi beban tahun 2003 sebesar Rp389.910) (29.85 25.039 4.766 Beban Asuransi dan Sewa 14.091 juta atau 86.lain 25.262) Realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2004 sebesar (Rp278.33%.47 ~ 35. Realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2004 menurun 0.94 (0.983 juta serta Rp497.868) Penyisihan Penurunan Nilai Investasi 0 0 0 Lain-lain Bersih (114.261 Beban Perawatan dan Pemeliharaan 9. Upah.09 130.09 (0.765 10.834 244.780 juta).597 Penyisihan Piutang Ragu-ragu 2.03 23.792 389.316 Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain (278.26 75.923 107.282 194.14) 257.526 12. beban bunga.687 43.99 (0.69) 25.334 7.18 99.49 85.496) (140. dan Kesejahteraan Karyawan 167.69 ~ ~ 391.753 juta yang tidak dianggarkan sebelumnya.262 juta).2 1 Beban Umum dan Administrasi Gaji.611 5. dan 13. Pendapatan dan Beban Lain-lain Realisasi pendapatan dan beban lain-lain tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: (dalamJuta Rupiah) % 2:3 (2-4):4 5 6 41.13% dibandingkan dengan realisasi pendapatan (beban) lain-lain tahun 2003 sebesar (Rp130.13) 2003 2004 Uraian Realisasi RKAP Realisasi 2 3 4 1 Pendapatan Bunga 17.67 (5.780) (130.35 9.362 0 18.590 10. Hal ini disebabkan pendapatan bunga. Hal ini disebabkan antara lain oleh adanya rugi selisih kurs sebesar Rp87.788) (177.33) 169.336 Beban Bunga (134.508 1.50) (19.626 juta.35%.923 juta.313 Beban Kantor 4.332) 9.626 juta.605 2.785 Transportasi dan Komunikasi 10.727 19. dan lain-lain bersih menurun masing-masing sebesar 0.63) (26.456 11.626 135.176 Jumlah Beban Usaha 428.043 Penyusutan dan Amortisasi 5.59 (30.76 (13.Bersih (87.383 22.81 86.662 15. Realisasi beban usaha tahun 2004 meningkat sebesar 9.49) ~ 1.753) 0 (51.769 2.71 75.643 497.33 ~ ~ 110.960 6.780 Penjualan Limbah Produksi 41.048 34.04) ~ 0.96) (10.159 Jumlah Beban Umum dan Administrasi 244.091 3 4 5 6 156.38 104. c. Hal ini disebabkan beban penjualan serta beban umum dan administrasi masing-masing sebesar 72.04%.826) Laba (Rugi) Selisih Kurs .49%.566 6.403) (163.70% dan 99.99% dari anggarannya sebesar (Rp163.403 juta) atau 169.79 Realisasi beban usaha tahun 2004 sebesar Rp428.03% dari anggarannya sebesar Rp497. Hal ini disebabkan meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar 25.027 Lain .

26% dari target RKAP sebesar Rp645.968 124.96 17. Tidak tercapainya anggaran investasi pembangunan/proyek disebabkan realisasi investasi pembangunan/proyek yang dibiayai dana pinjaman hanya mencapai Rp7 juta atau 0.221 7 63.518 128.383 50.220 (dalam Juta Rupiah) % 2:3 (2-4):4 5 6 ~ 9.17%.152 juta atau 9.34 0.325 juta dan Rp128.373 juta atau 17.988 645. Analisa Tingkat Kesehatan Perseroan Evaluasi tingkat kesehatan BUMN didasarkan pada pedoman yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.2.17) ~ 48.26 ~ (34.01% dari target RKAP sebesar Rp48.96% dari target RKAP masing-masing sebesar Rp516. Investasi rutin yang diprioritaskan adalah investasi yang mempunyai manfaat langsung dalam mendukung pelaksanaan operasi pabrik.17) (34.373 0 516.152 111.145 63.220 juta.585 42.34% dibandingkan dengan realisasi investasi tahun 2003 sebesar Rp124.252 8.470 juta.3.42 48. 3.34% dan 48.34) Uraian 1 Investasi Rutin Dana Pinjaman Dana Sendiri Jumlah Investasi Rutin Pembangunan/Proyek Dana Pinjaman Dana Sendiri Jumlah Investasi Pembangunan/Proyek Jumlah Investasi Realisasi investasi tahun 2004 sebesar Rp111. Realisasi investasi tahun 2004 menurun sebesar 10.91 (10.313 2003 Realisasi 4 0 73.252 73.99 23.988 juta. Hal ini disebabkan investasi rutin menurun sebesar 34.221 48. Rendahnya realisasi investasi rutin disebabkan perusahaan menerapkan skala prioritas yang ketat.470 80.34 9.313 juta. Investasi dan Sumber Pembiayaan Realisasi investasi dan sumber pembiayaan tahun 2004 dibandingkan dengan anggaran tahun 2004 dan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: 2004 Realisasi RKAP 2 3 0 48.325 516. Hal ini disebabkan investasi rutin dan investasi pembangunan/proyek masing-masing hanya mencapai Rp48.01 78. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang meliputi aspek penilaian dan bobot sebagai berikut: Uraian Aspek Keuangan Aspek Operasional Aspek Administrasi Total Bobot Bobot Maksimal 70 15 15 100 11 .221 juta dan Rp63.325 48.

5 BBB Realisasi 2003 Nilai Skor 2. 12 .0 Cukup 3.0 5. Return On Equity (ROE) 2.4 Cukup 10.CRC 2.4 1.0 9.0 13.50% 8.5 4.0 3. Return On Investment (ROI) 3.0 15.0 5.64% 5.0 Okt.0 70.88% 66.0 0 3.0 4.0 64.0 5.3 A Kurang Sehat Tingkat kesehatan perusahaan tahun 2004 dalam kondisi “Sehat (A)” dengan total skor 70.WR 3.0 April 2004 3.CRC .0 Baik 3.5 8.0 3. 2002 3.8 0.Effektifitas Penyaluran Dana .0 Baik Sekali 3.HR .0 5.3.0 5.0 1.0 10.0 3.0 4.0 30. Perputaran Persediaan (hari) 7.0 1.33% 12. Collection Period (hari) 6. Kondisi ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan tingkat kesehatan tahun 2003 yaitu “Kurang Sehat (BBB)” dengan total skor 64.0 15.0 Juni 2005 3.0 93.0 3. Total Aktiva (TMS/TA) Sub Total Aspek Keuangan Aspek Operasional 1.0 4.HR . Keterlambatan Laporan Manajemen Triwulan (hari) 4.0 3.0 8. Capacity Utilization Sub Total Aspek Operasional Aspek Administrasi 1.5 51.5 7.0 5. Utilisasi Kapasitas .22% 10.69% 2.53% 40 124 110. Rasio Total Modal Sendiri thd.94% 29. On Time Delivery .0 3.18% 54 111 98. Rasio Kas 4.0 3.66% 29.0 27 Okt.5 3.0 70.0 Baik 15.Tingkat Pengembalian Pinjaman Sub Total Aspek Administrasi Total Skor Golongan Tingkat Kesehatan Bobot Realisasi 2004 Nilai Skor 8.01% 209.0 5.5 2. Rasio Lancar 5.0 20.5 6.0 0. Kinerja PUKK .5.62% 57.96% 254.0 5. 2003 3.5 Baik 3.0 3.0 5. Rancangan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 3.63% 7.Realisasi tingkat kesehatan PT KS tahun 2004 dengan realisasi tahun 2003 adalah sebagai berikut: Indikator Aspek Keuangan 1.0 100.0 41. Perputaran Total Asset (TATO) 8.0 Cukup 3.0 Sehat 0 2. Laporan Keuangan Audited 2.0 4.0 10.

620 2.059 2.675.324.000 1.152 143.764 33.485 86.31 (11.20) 4.419 4.56) (0.22 2.05 21.687.42 32.45 (3.423 5.43 ~ 4.167 859.668.782 167.00 0.567.851.601 2.98 45.000.630 81.797 163.277.76 8.296 0 92.02 (70.962 3.1.00) 11.554 103.013.634 3.634 98.854 2.95 28.980 42.23 (37.79) 24.12) (100.13) 0.123 0 782.955 0 102.47 1.53 ~ (85.64 0.44) (47.585 82.375 102.303.734 4.831 4.755.01) 86.39 10.255.556 732.735 349.655.67 11.722 19.768 689.465 381 0 1.563) 1. 2003.51) (100.545.465 381 345 1.143 594.167 456.08 (100.577.451 2.523 0 868.499.038.037.589.683 1.334.706 47.94) (3.999 15.34) 55.552 42.603 2.307 46.37) (51.000.02) 30.535 432.543 263.498 3.577.303.368 1.039 3.08 17.35) 13 .31 (22.923.3):3 (3 .125 0 936.072.4):4 5 6 Uraian 1 Aktiva Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Piutang Alihan Piutang Lain-lain Persediaan .123.36 (6.37 (12.585 156.69) (1.75 48.942 7.641 76.43) ~ 15.269 8.26 98.929 2.60 21.35) 1.984 1.099.755 2.458 50.022 7.35 ~ 159.975 529.324.888.116.474 65. Neraca (dalam Juta Rupiah) % Perkembangan Naik/(Turun) (2 .105 170.140 1.13 ~ 19.202 1.467 0 893.00 (0.00) 24.73 (22.000 1.303.Bersih Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Aktiva Pajak Tangguhan Penyertaan Aktiva Tetap Aktiva dalam Pembangunan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar Jumlah Aktiva Kewajiban dan Ekuitas Kewajiban Lancar Hutang Bank Hutang Usaha Hutang Lain-lain Hutang Anjak Piutang Hutang Pajak Beban masih harus Dibayar Uang Muka Pelanggan dan Lainnya Bagian Hutang Bank Jangka Panjang yang akan Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban Pajak Tangguhan .786 2.92) (4.286 19.00 0.934 33.20) (8.086 2.000 1.465 381 (5.00 0.053.025 85.475 177.973 100.433 5.249 8.00 (106.328 97.00) (34.062 2.801.80) 21.84 (14.706 74.563.439 187.556 432.187 7.09 180.184.083.923.917 193.017 7.388.559 500.101 191.495 3.Bersih Hutang atas Imbalan Kerja (PSAK 24) Hutang Bank Jangka Panjang Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi Ekuitas Modal Disetor PMP Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Selisih Lebih Akumulasi Rugi atas Hak Minoritas pada Anak Perusahaan Saldo Laba Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2004 2 Tahun 2003 3 2002 4 636.61) 12.812.17) ~ 11.495 1.4.768 98.443.19 76.999 240.637 3.086 2.873 8.32 (52.84 (5.868 40.108 52.21 3.243 3. Perkembangan Usaha Perseroan Perkembangan perusahaan tahun 2002.84 100.08 98.450.00 0.756 226.497 175.26) 408.016 5.000.489 130.375 92. dan 2004 adalah sebagai berikut: 4.562 1.60 47.78) (47.553 41.92 7.64 0.

69 200.99 (0.263) 176. Jumlah aktiva serta kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2003 sebesar Rp7.84% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2003 sebesar Rp7.324.780 18.150 207. sedangkan kewajiban lancar yang mengalami penurunan adalah hutang bank.68) (52.98 5.936 5.19) Uraian 1 Penjualan Bersih Harga Pokok Pen jualan Laba (Rugi) Bruto Beban Usaha Pen jualan Um um dan Adm inistrasi Jum lah Biaya Usaha L aba (Rugi) Usaha Penghasilan (Beban) Lain -lain Pen ghasilan Bun ga Pen jualan Lim bah Produksi Beban Bunga Laba (Rugi) Selisih Kurs .473 55. hutang lain-lain.491 54.167 juta menurun sebesar 3. 100.388.039 153.403) 643.127 (182.803 818.03 676.72 264.753) 0 (114.60 276.665 0 (2.47) 4.176 428.01%.28) 17.020 235.704 0 352.604 257.945 34.46 93.199 178.390) (83.362 (134.15) 125.08 214.115 89.35 9.867 195.898 3.21) 13.90 (179.86) (5.629 67.06 (29.349) 233.333.569.75) 25. dan 7. kewajiban tidak lancar.125 34.576 276.94% dan 22.13) (42.18 ~ (1.91) ~ (49.Bersih Pen yisih an Penurun an N ilai Investasi Lain -lain .826) (51.251 111.34%.922 306.501 461.167 juta. Pospos aktiva lancar mengalami peningkatan kecuali pos piutang lain-lain.93) (269. menurun sebesar 85.336 (140.127 (1.088) 110.73 2.069 696.787) 352.48 276.79 200.69 (22. sedangkan peningkatan ekuitas disebabkan peningkatan laba.79) 55.58 (4. Pos kewajiban tidak lancar yang mengalami kenaikan adalah hutang bank jangka panjang sebesar 15.091 922.14) ~ (489.915 244. Pos-pos aktiva tidak lancar yang mengalami penurunan adalah aktiva tetap dan aktiva lain-lain masing-masing sebesar 6. Hal ini disebabkan adanya penurunan aktiva tidak lancar dan kewajiban lancar masing-masing sebesar 8.881 33. Jumlah aktiva serta kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp8.61% dan 37.754 2002 4 6.350.246 116.396.35% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2002 sebesar Rp7.788) (87.989 382. dan beban masih harus dibayar masing-masing sebesar 14.78 (14.525 16.69 (52.316 (130.20%.868) 0 9.48) 113. Hal ini disebabkan adanya peningkatan aktiva lancar.324.556 juta meningkat sebesar 21.204 417.90) 238.714) 30.01 2.680 T ahun 2003 3 6. sedangkan semua pos kewajiban lancar mengalami kenaikan.00%.089 117.050 185.910) (278.86 36. dan 22.4):4 5 6 43.687 41.816 8.706 juta.44 68.039 436.300 17.577.669) 229.a.530 196. Laporan Laba Rugi (dalam Juta R upiah) % Perk em bangan Naik/(T urun) (2 .130 194. 11.78%.75%.925 (3.391 183.52 262.37%.333 5.425 1.Bersih Jum lah Penghasilan (Beban ) Lain-lain L aba (Rugi) Sebelum Pos L uar B iasa Pos Luar Biasa L aba (Rugi) Sebelum B eban (M anfaat) Pajak Beban (M anfaat) Pajak Pajak Kini Pajak Tangguh an Jum lah Beban (M an faat) Pajak L aba (Rugi) Sebelum H ak M inoritas atas L aba (Rugi) B ersih Anak Perusahaan yang Dik onsolidasi Hak M in oritas atas (Laba) Rugi Bersih Anak Perusah aan yan g Dikon solidasi L aba (Rugi) B ersih L aba (Rugi) Usaha per Saham L aba (Rugi) B ersih per Saham 2004 2 9.3):3 (3 .046.874. 4.05%. kewajiban lancar.81) (53.706 647.682 2. 76.570.704 28.67%.423) 414.792 389.29) 69. dan ekuitas masing-masing sebesar 48. hutang usaha.2.923.500 (2.68) (52.68) (36.47 (49.349 (27.48 (49. 51.80) 14 .02%.80) (29.51%.82 (61. hutang anjak piutang. 47. b.151 218.60%.37%.

395) (17.269 juta meningkat sebesar 7.366) ~ (8.68%.852 432. 4.197) ~ ~ 694.600) 456.12) 0.00 381 (0.3):3 (3 .23) 7.754.60 (100.53 (56.285) 5.13 ~ 78.146 456.039 juta.000.039.38% dan 31.303.523 200.123 ~ (9.303.00 0.523 636.116.017 juta.039 juta menurun sebesar 52.455) 167.60% dibandingkan dengan saldo ekuitas per 31 Desember 2003 sebesar Rp4.397) (396.019 ~ 3.375 (23. Saldo ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp5.00) 10.80% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2002 sebesar Rp233. b.687.000 1.53%.540 1. Laporan Arus Kas (dalam Juta Rupiah) % Perkembangan Tahun Naik/(Turun) 2003 2002 (2 .970.4):4 2004 2 3 4 5 6 (263.116.017 a.48%.123 432.303.977 255.267 juta meningkat sebesar 365.331) (519. 4.38 31.4):4 4 5 6 2.07%.328 (117. Saldo ekuitas per 31 Desember 2003 sebesar Rp4. b.000 1.229 (5.44% dibandingkan dengan saldo ekuitas per 31 Desember 2002 sebesar Rp4.785.467) (190.754. Hal ini disebabkan meningkatnya laba usaha sebesar 200.754 0 1.465 381 Tahun 2003 3 2.465 381 0 2.269 4.4.461) 508. Laporan Perubahan Ekuitas (dalam Juta Rupiah) % Perkembangan Naik/(Turun) 2002 (2 .678 4. Hal ini disebabkan saldo yang telah ditentukan penggunaannya meningkat sebesar 3.53% dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2003 sebesar Rp110.678 juta meningkat sebesar 1.47 ~ (227.88) 203. Hal ini disebabkan menurunnya laba usaha sebesar 29. Realisasi laba bersih tahun 2004 sebesar Rp512.563) 1.00 Uraian 1 Modal Ditempatkan dan Disetor Modal Lainnya Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Selisih Lebih Akumulasi Laba (Rugi) atas Hak Minoritas pada Anak Perusahaan Saldo Laba (Rugi) yang telah Ditentukan Penggunaannya Saldo Laba (Rugi) yang belum Ditentukan Penggunaannya Saldo 31 Desember 2004 2004 2 2.17) Uraian 1 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas Kas dan Setara Kas Awal Tahun Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 15 .07 1. Hal ini disebabkan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dan saldo rugi yang belum ditentukan penggunaannya meningkat masing-masing sebesar 10.687.000 0. Realisasi laba bersih tahun 2003 sebesar Rp110.a.465 0.000.00 0.408.00 1.678 juta.754.44 (227.000.77 (5.3):3 (3 .701 (173.151 juta.3.25) 47.

Indikator A. Saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2003 sebesar Rp432.74 183.20 40. Return On Equity (ROE) 6. rasio leverage. Current Asset Turn Over 7.17% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2002 sebesar Rp456. Acid Test Ratio (Quick Ratio) 3. dan rasio rentabilitas tahun 2004 adalah sebagai berikut: No.13% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2003 sebesar Rp432. Sales to Net Working Capital C. Solvabilitas 2.123 juta.51 985.47%. Debt to Equity Ratio E.37 % 33. rasio solvabilitas. Rasio Total Modal Sendiri terhadap Total Aktiva (TMS/TA) 5. Return On Investment (ROI) Hasil 29.31 % 4.33 % 8. Perputaran Persediaan (hari) 4. Rasio Gross Profit Margin 2. Fixed Asset Turn Over 6.88%.5. risiko aktivitas. Rasio Lancar 4.30 % 14.22 % 10. Rasio Aktifitas 1.34 123. Net Working Capital to Sales B. Rasio Leverage Debt to Total Asset D.523 juta.523 juta menurun sebesar 5.01 65.62 335. b. Net Profit Margin 4.46 % % % % % hari hari % % % % 42. 4.408.66 % 16 .80 209.375 juta meningkat sebesar 47.68 208.41 % 57. Rasio Kas 2.a. EBITDA Margin 3.70 110. Hal ini disebabkan arus kas dari aktivitas operasi meningkat sebesar 1. Hal ini disebabkan arus kas dari aktivitas operasi pendanaan menurun sebesar 8. Rasio Likuiditas 1. Saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2004 sebesar Rp636. Rasio Rentabilitas 1. Collection Period (hari) 3. Rasio Solvabilitas 1. Rasio Keuangan Kinerja perusahaan dari aspek keuangan dapat terlihat dari rasio likuiditas. Receivable Turn Over 2.53 54.74 % 74.60 % 234. Perputaran Total Asset (TATO) 5.

d. Pemeriksaan sesuai PKPT b.5. Satuan Pengawasan Intern (SPI) Selama tahun 2004. c. PT Krakatau Information Technology (PT KIT). Informasi Lainnya 6.000 dan Rp62.930. Adanya sistem informasi akuntansi dengan bantuan komputer berbasis Mainframe dan LAN untuk Direktorat Keuangan dan sistem informasi pengadaan berbasis SAP (System Aplication Product) untuk Sub Direktorat Logistik. 6. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC).5 Dari hasil pemeriksaan tahun 2003. PT Plat Timah Nusantara (PT Latinusa). PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI).244. b.2. Realisasi kontrak dan pendapatan proyek tahun 2004 masing-masing sebesar Rp97. PT Krakatau Wajatama (PT KW). jurnal pencatatan dan sistem pelaporan. Gambaran secara umum kegiatan anak perusahaan adalah sebagai berikut: a. Dengan realisasi penerbitan LHP sebanyak 33 buah atau 82. PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS). Pemeriksaan Khusus Jumlah Laporan Hasil Pemeriksaan Satuan Obyek LHP LHP LHP Realisasi 34 33 0 33 Rencana 40 40 0 40 % 85 82. PT KHI Pipe Industries (PT KHI). sebagian besar temuan telah ditindaklanjuti. target kinerja SPI sesuai RKAP adalah %. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum SPI efektif dalam mendukung operasional perusahaan.000. 6. Hal ini tercermin antara lain dari: a. Adanya verifikasi dan persetujuan transaksi.1.5 0 82. Adanya kebijakan dan pedoman prosedur untuk menetapkan dan menerapkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. 17 .601. PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) dan PT Krakatau Medika (PT KM). Satuan Pengawasan Intern (SPI) telah melakukan pemeriksaan pada 34 unit kerja atau 85% dari Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004.479. Adanya pemisahan tugas. Dalam memantau efektifitas kebijakan serta prosedur lain yang berkaitan dengan pengendalian selama tahun 2004 aktifitas SPI adalah sebagai berikut: Uraian Satuan Organisasi yang Diperiksa Jumlah Laporan Hasil Pemeriksaan a. PT KE PT KE bergerak dalam bidang konstruksi dan rekayasa. Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern Secara umum rancangan dan pelaksanaan Struktur Pengendalian Intern Perusahaan cukup memadai dalam mendukung aktifitas perusahaan. Anak Perusahaan Perusahaan mempunyai 10 (sepuluh) anak perusahaan yaitu PT Krakatau Engineering (PT KE).5% dari rencana.

dan 21.000 ton.171 ton.000 ton sehingga utilisasi kapasitas sebesar 64.620.24%.811 Pengelolaan Wisma Baja M2/tahun 108.012.414 ton.932 m2.515 Pengolahan oli Ton/tahun 515 Perkantoran M2/tahun 8.31%.910 Pemeliharaan lingkungan M2/bulan 1. PT KW PT KW bergerak dalam bidang produksi baja tulangan. 46. dan kawat baja tahun 2004 masing-masing sebesar 102.500 ton sehingga utilisasi kapasitas sebesar 22%.427.906 ton. 31.b.569. f.998 Sport Center Orang/tahun 144.257 ton yang terdiri penjualan ke PT KS dan group sebesar 1.66%. Realisasi penjualan baja tulangan.000 yang terdiri dari kontrak berasal dari PT KS dan group sebesar Rp17. dan kawat baja tahun 2004 masing-masing sebesar 106. c.388 Persewaan tanah M2/tahun 54. e.000.000 dan non PT KS dan group sebesar Rp3. Realisasi penjualan tahun 2004 sebesar 90. Realisasi produksi pipa baja tahun 2004 sebesar 17. dan 20.850 m2. baja profil.124 ton. dan 4. 18 .000 ton. sedangkan jasa proteksi sebesar 2. Realisasi kontrak tahun 2004 sebesar Rp21.638 Perumahan Unit 68 d. dan 3. Realisasi produksi baja kemasan tahun 2004 sebesar 84. PT Latinusa PT Latinusa bergerak dalam bidang produksi baja kemasan.806.404 ton dengan kapasitas terpasang sebesar 79. baja profil dan kawat baja.337 ton.685 ton. PT KIT PT KIT bergerak dalam bidang jasa teknologi informasi.000 ton sehingga utilisasi kapasitas masing-masing sebesar 58.262 ton dengan kapasitas terpasang masing-masing sebesar 150.369. baja profil. Realisasi pendapatan PT KIEC tahun 2004 adalah sebagai berikut: Uraian Satuan Nilai Penjualan lahan komersial M2 2 Penjualan lahan industri M 70.166 Pergudangan M2/tahun 223. Realisasi penjualan pipa baja tahun 2004 sebesar 19. PT KHI PT KHI bergerak dalam bidang industri pipa baja. 50.200 Hotel Permata Room night 54% Golf & KCC Orang/tahun 26.623 ton. Realisasi produksi baja tulangan.56%. 150.920 ton serta non PT KS dan group sebesar 17. sedangkan realisasi jasa proteksi sebesar 2.643.062 ton dengan kapasitas terpasang sebesar 130. PT KIEC PT KIEC bergerak dalam bidang pengelolaan kawasan industri.

PT KBS PT KBS bergerak dalam bidang jasa pelabuhan meliputi jasa kepelabuhan (jasa dermaga dan jasa bongkar/muat). PT KM PT KM bergerak dalam bidang layanan kesehatan.799 m3 dengan kapasitas terpasang sebesar 55.844.200 m3 sehingga utilisasi kapasitas sebesar 63. jasa cargo handling (jasa pergudangan.725 m3 serta non PT KS dan group sebesar 17. Realisasi penjualan tahun 2004 sebesar Rp78. h.390 919 2.687 17.466 m3.000 dan non afiliasi sebesar Rp61.468 MWH.945. j. Realisasi produksi air tahun 2004 sebesar 35. PT KDL PT KDL bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik.082.927 214. Realisasi penjualan sebesar 33. jasa pengarungan.020.191 m3 yang terdiri dari penjualan ke PT KS dan group sebesar 16.569 636 38.616.117 41.516.395. i. jasa kawasan dan workshop (coastal industrial estate.872 MWH dan produksi terjual sebesar 1.44%.004.492 387.533. dan workshop). Realisasi pelayanan kesehatan tahun 2004 adalah sebagai berikut: Uraian Rawat jalan Rawat darurat Rawat intensif Kamar bedah Kamar bersalin Rawat inap Penunjang medis/diagnostic Hemadialisa Fisioterapi Farmasi Satuan Orang Orang Hari Orang Orang Hari Tindakan Tindakan Tindakan Resep Nilai 213.987.000. PT KTI PT KTI bergerak dalam bidang industri air. alat berat. Realisasi produksi listrik tahun 2004 sebesar 1.229 1.000 yang terdiri dari penjualan afiliasi sebesar Rp16. dan jasa pengelolaan cargo).082.g.450.848.444 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 19 .

20 .

peraturan. Oleh karena itu. dan telah menerbitkan laporan Nomor tanggal 30 Maret 2005. Namun. kontrak. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.B/AUDITAMA V/GA/3/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004. kontrak. dan persyaratan bantuan. 1 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 23. laporan perubahan ekuitas. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. serta laporan laba rugi.A/AUDITAMA V/GA/3/2005 Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. peraturan. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. dan bantuan yang berlaku bagi PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan merupakan tanggung jawab manajemen. 23.

D-1416 Jakarta. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. kontrak. 30 Maret 2005 2 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Krakatau Steel (Persero) terhadap pasal-pasal tertentu hukum.Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. peraturan. dalam semua hal yang material. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Krakatau Steel (Persero) tidak mematuhi. Misnoto. dalam semua hal yang material. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. berkaitan dengan unsur yang kami uji. PT Krakatau Steel (Persero) mematuhi. Ak. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. Drs. MA Register Negara No. pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. pasal-pasal tersebut.

PT Krakatau Steel masih membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas tanah yang sudah bukan miliknya sebesar Rp658.647..00 untuk tanah yang bukan menjadi kewajibannya.548.954.00 yang dapat dirinci sebagai berikut : NJOP sebagai dasar pengenaan PBB NJOPTKP (NJOP Tidak Kena Pajak) NJOP untuk perhitungan PBB NJKP (Nilai Jual Kena Pajak) PBB yang Terhutang = = = = = Rp2.548.000.323.385 m2 ≈ 164. PT KS telah mengajukan permohonan keberatan melalui surat No.00 melalui Bank Jabar Cilegon untuk menghindari denda pajak bila dibayar lewat jatuh tempo. diantaranya sebesar Rp658.00 PT Krakatau Steel (PT KS) masih membutuhkan tanah untuk perluasan pabrik.00 sehingga NJOP sebagai dasar pengenaan PBB sebesar Rp2.774.000 = = Dalam jumlah PBB terhutang tersebut. menguasai. sebagaimana dimaksud dalam SPPT PBB. PT KS juga akan melakukan monitoring terhadap kompensasi PBB tersebut pada SPPT PBB masa pajak tahun 2005.000 Rp 929.000.7385 Ha. Atas luas tanah dan PBB yang terutang.000 40% x Rp2. dan melakukan monitoring atas kompensasi PBB pada tahun 2005.647.509.000.774.02/150 tanggal 28 Juni 2004. KU. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS lebih bayar atas pembayaran SPPT PBB tahun 2004 sebesar Rp658. PT Krakatau Steel 1.000.5%x Rp 929. BPK RI menyarankan agar PT KS tetap melakukan pemutakhiran obyek PBB-nya. pasal 4 menyebutkan bahwa yang menjadi subyek pajak adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan/atau memperoleh manfaat atas bumi dan/atau memiliki.000 0 Rp2. PT KS sependapat dengan temuan BPK-RI dan saat ini telah dilakukan pemutakhiran atas seluruh asset yang menjadi obyek PBB.509.323.000 0. khususnya atas hasil penjualan asset non produktif. Perhitungan SPPT PBB yang dibayar PT KS didasarkan atas objek pajak bumi dan bangunan seluas 11.00 adalah nilai PBB untuk tanah yang sudah ditukar kepada penduduk (sudah bukan milik perusahaan lagi). PT KS pada tanggal 27 Agustus 2004 membayar dahulu PBB terutang sebesar Rp4. Hal tersebut disebabkan PT KS terlambat melakukan pemutakhiran objek PBB-nya.600.000.774. Termasuk dalam pembebasan tersebut adalah proses tukar menukar tanah milik penduduk yang akan digunakan sebagai lokasi pabrik seluas 1. sehingga perlu melakukan pembebasan hak atas tanah dan benda-benda yang ada di atasnya. Sementara menunggu jawaban atas permohonan keberatan. 12 tahun 1985 tentang PBB. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tertanggal 14 April 2004 diketahui bahwa PT KS masih membayar PBB atas tanah yang sudah bukan miliknya eks proses tukar menukar di atas.600. dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan.Lampiran A A.954.000. 3 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .323.000 Rp 4. Sesuai Undang Undang No.000.000.870 m2 dengan NJOP per m2 sebesar Rp200.323.647.954.000.000.618.774.

000. maka dana dalam rekening PT KS qq dana investasi tersebut dikelola melalui mekanisme instrument cash pooling.000. 116-0084001230 dan digunakan untuk pembayaran Kredit Modal Kerja (KMK) yang jatuh tempo. Saldo akhir RDI per 31 Desember 2004 sebesar Rp2. Namun demikian. 4 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Penggunaan dana dalam Rekening Dana Investasi (RDI) PT Krakatau Steel tidak sesuai dengan peruntukannya Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 14 Juni 2004 telah disetujui adanya pendanaan untuk investasi yang berasal dari divestasi saham PT Krakatau Steel (PT KS) pada anak perusahaan dan pelepasan saham pada perusahaan patungan.120. Sesuai dengan keputusan RUPS tanggal 14 Juni 2004 tentang persetujuan pelepasan saham patungan dan surat Menteri BUMN No.120. seperti yang terjadi pada 28 Juli 2004 dimana dana sebesar Rp 57. maka secara resmi RDI menjadi sama dengan rekening operasional lainnya.592. bersamasama dengan rekening lainnya untuk modal kerja. Dana untuk investasi juga ditambah dari hasil penjualan asset non produktif yang telah disetujui penjualannya oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan surat No.00 dipindahbukukan ke rekening giro No.00 pada tanggal 26 Juli 2004. Dalam mekanisme cash pooling. Tidak diperoleh kebijakan khusus atas RDI berkaitan penggunaan sesuai dengan tujuan pembentukannya. Hal ini memungkinkan dana RDI digunakan dalam operasi rutin perusahaan atau diperlakukan sebagai modal kerja. Jumlah tersebut baru dikembalikan pada tanggal 5 Agustus 2004 setelah perusahaan menarik KMK kembali. S-116/M-MBU/2003 tanggal 16 Juni 2003 tentang izin penjualan asset non produktif menyebutkan bahwa dana-dana yang diperoleh adalah untuk pendanaan investasi. PT KS menjelaskan bahwa sesuai rencana. RDI akan dipergunakan untuk kepentingan investasi mulai tahun 2005. PT KS : HK.000. S-116/MMBU/2003 tanggal 16 Juni 2003. Dengan diikutsertakannya RDI dalam mekanisme cash pooling.255. RDI pertama kali diisi dari hasil penjualan saham perusahaan patungan yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada (PT CMNP) sebesar Rp57. RDI menjadi penutup rekening operasional yang overdraft.116-0004376944. sambil menunggu penggunaan dana tersebut untuk kepentingan investasi dan dalam rangka mengoptimalkan pengembalian/return serta untuk mengurangi biaya bunga akibat penarikan KMK (meningkatkan kondisi arus kas operasi tahun 2004 cukup sulit). RDI berada dalam pengelolaan Sub Direktorat Perbendaharaan PT KS.000. Untuk menampung dana-dana investasi tersebut telah dibuka Rekening Dana Investasi (RDI) pada PT Bank Mandiri Cilegon Anyer pada tanggal 7 Juli 2004 dengan Rekening No.675.01.02/261/2004 tanggal 24 September 2004 antara PT KS Group dan PT Bank Mandiri. Hal tersebut disebabkan PT KS sepanjang tahun 2004 mengalami kesulitan dana kas dan memandang penggunaan RDI lebih murah dibandingkan meminjam ke bank untuk menutupi masalah arus kas/cash flow. RDI secara resmi diikutsertakan dalam mekanisme kebijakan kas bersama (cash pooling) berdasarkan Perjanjian Pelayanan Jasa Notional Cash Pooling No.96 sedangkan sisanya dipindahkan ke deposito on call.2. Kondisi di atas mengakibatkan timbulnya potensi terganggunya pencapaian pelaksanaan dan tujuan investasi sehubungan penggunaan RDI untuk operasional.

Selanjutnya PT KS menjamin bahwa dana tersebut akan tersedia. tetapi berdasarkan pengakuan salah seorang penghuni bahwa mereka membayar sewa atas lahan yang dipakai pada oknum yang tidak diketahui identitasnya.667.00. 658 beralih ke HGB No.60. 1272 dan dialihkan kembali ke HGB No. 2) Lahan untuk bangunan tersebut dipakai tanpa surat perjanjian sewa antara PT KS dengan penghuni. pada saat akan dipergunakan untuk kepentingan investasi. dengan HGB No. Berdasarkan pemeriksaan fisik yang dilakukan pada hari Jumat tanggal 31 Desember 2004 terhadap 3 (tiga) item dari 15 (lima belas) item tanah dan bangunan yang belum terjual diketahui hal-hal sebagai berikut : a. Renny Sahara (Gouw Lie Tju). 5 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . b. 3) HGB No. 021-70649357) dan kantor (Master Express Cargo). S-116/MMBU/2003 tanggal 6 Juni 2003. HGB tersebut telah diagunkan kepada PT Bank Central Asia tanggal 20 Juni 2003. telah mengagunkannya kepada PT Bank Bumi Arta. 659/1966 terlihat antara lain : 1) Banyak bangunan didirikan di atas tanah milik PT KS yang terdiri dari bangunan rumah penduduk. 657 beralih ke HGB No. 13 (tiga belas) persil tanah kosong. 2) HGB No. Terdapat aktiva tetap berupa tanah dan bangunan non produktif milik PT Krakatau Steel yang dikuasai oleh Pihak Ketiga Berdasarkan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. luas tanah 3. 1513 tanggal 5 Januari 1996 seluas 65 m2 atas nama Ny. wartel. 3) Tidak ada papan nama yang menunjukan bahwa tanah tersebut milik PT KS. 659 beralih ke HGB No.792. c. 657/1966. Tlp. PT Krakatau Steel (PT KS) memperoleh ijin penjualan aktiva non produktifnya dengan cara penawaran terbuka tanpa lelang yang terdiri dari: a. 1 (satu) set aktiva yang terdiri dari perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 5 MW sebanyak 5 (lima) unit beserta fasilitas pendukungnya. juga diketahui bahwa dari tanah tersebut seluas 198 m2 telah beralih kepemilikannya masing-masing yaitu : 1) Hak Guna Bangunan (HGB) No. berkedudukan di Cilacap. 1746 tanggal 27 Juni 1997 seluas 68 m2 atas nama PT Primatiga Ekarencana. Belum ada upaya-upaya yang dilakukan PT KS Divisi Protokoler & Perkantoran Jakarta untuk membebaskan tanah tersebut dan untuk menyelesaikan adanya HGB ganda. Jakarta Pusat.700. Gunung Sahari No. BPK RI menyarankan agar PT KS mengeluarkan dana dalam RDI dari mekanisme cash pooling. 658/1966. bengkel las. 5 (lima) persil tanah berikut bangunan. Meitha Mega Djuwita Darwis.508 m2. Posisi saldo RDI pada akhir Maret 2005 menjadi sebesar Rp103. Ny. Meitha Mega Djuwita Darwis tanggal 1 September 1997. 1 (Eks PN Metrika). 1609 tanggal 13 Juni 1996 seluas 65 m2 atas nama PT Hidup Barutama Mandiri berkedudukan di Jakarta. bengkel AC mobil (Fajar Timur AC. Dari 19 (sembilan belas) item aktiva tetap tersebut di atas. 3. sampai dengan akhir tahun 2004 diketahui baru 4 (empat) item yang sudah terjual. rumah makan. Selanjutnya HGB tersebut dijual kepada Ny. Selain informasi di atas. Tanah di Jl.

luas 654 m2. 6) Papan nama PT KS dicabut sehari setelah dipasang oleh PT KS. Hal tersebut disebabkan Direksi PT KS lalai dan tidak tegas dalam melakukan tindakan pengamanan atas tanah dan bangunan non produktif yang dikuasai oleh pihak ketiga.864 m2 masih dikuasai oleh warga. tanah dimaksud dalam keadaan kosong. Taruna No. Upaya-upaya yang sudah dilakukan Divisi Protokoler & Perkantoran PT KS Jakarta adalah dengan beberapa kali mengirimkan surat kepada DPP-KPPRI. Proklamasi No. agar segera mengosongkan gedung kantor tersebut. Namun berdasarkan informasi dari penjaga gedung diketahui bahwa mereka membayar sewa atas bangunan dan lahan yang dipakai. 3) Tanah kanan depan didirikan bangunan rumah makan. 3) Hampir tigaperempat dari luas tanah didirikan bangunan permanen untuk rumah tinggal. termasuk pengambilalihan kembali bangunan yang dipakai KPP-RI awal tahun 1995.05.015 m2 dari PN Metrika kepada PT KS. HK. atau pihakpihak yang menguasai tanah dan bangunan di Jl. rumah ibadah dan bengkel serta pangkalan truk.151 m2. 45 Jakarta Pusat. Tanah dan Bangunan di Jl. sisanya seluas 68. HGB No. 6 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Permasalahan dimulai sejak ditempatinya tanah dan gedung tersebut pada tanggal 31 Desember 1994 dan baru dilaporkan kepada PT KS tanggal 2 Januari 1995. 45. luas tanah 75. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS tidak dapat segera menjual dan memanfaatkan hasil penjualan tanah dan bangunan non produktif untuk keperluan investasi. 2) Bangunan bagian kiri depan disewakan menjadi kantor Koperbin dan kanan depan disewakan menjadi wartel. langkah – langkah yang dapat dan telah dilakukan oleh PT KS adalah sebagai berikut : c. Sampai dengan saat ini. 4) Tanah tersebut dipakai tanpa surat perjanjian pinjam pakai atau sewa antara PT KS dengan penghuni. PT KS menjelaskan bahwa pada prinsipnya pihaknya akan melakukan upaya untuk menguasai kembali terhadap tanah dan bangunan non produktif milik PT KS yang ditempati oleh pihak ketiga. Terakhir dengan surat Kepala Divisi Protokoler & Perkantoran No. Pulo Gadung. HGB No. Sesuai dengan Akta Notaris Lanny Janis Ishak No.b. Proklamasi No. 4) Lahan untuk bangunan tersebut dipakai tanpa surat perjanjian pinjam pakai atau sewa antara PT KS dengan penghuni. Jakarta Timur. Dari dokumen yang ada diketahui bahwa sejak serah terima tanah seluas 75. 1 (Eks PN Metrika). 10/1972 terlihat antara lain : 1) Lokasi tanah dipisahkan dengan jalan masuk PT Metbelosa. Sampai pemeriksaan berakhir Divisi Protokoler & Perkantoran PT KS Jakarta hanya menguasai dengan melakukan pemagaran atas tanah seluas 6.02/535 tanggal 15 September 2004 perihal permohonan ketiga pengosongan kantor PT KS di Jl. 7 tanggal 4 Nopember 2002 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT KS menyebutkan ketentuan tentang tugas dan wewenang Direksi antara lain adalah memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan. Tanah di Jl. dan belum ada tindakan tegas dalam melakukan pengamanan atas tanah tersebut. Proklamasi No.015 m2. 446/1997 terlihat antara lain : 1) Bangunan dikuasai oleh organisasi Kesatuan Penerus Perjuangan RI (KPP-RI). 2) Tanah sebagian dipakai untuk area parkir dan jalan masuk PT Metbelosa. 45 Jakarta Pusat. 5) Tidak ada papan nama yang menunjukan bahwa tanah tersebut milik PT KS. dimana tanah dan gedung tersebut dipakai untuk sementara sebagai tempat penyimpanan arsip oleh KPP-RI. rumah toko.

b. . 1 (eks PN Metrika) Jakarta Pusat seluas 3. Adapun proyek investasi tersebut terdiri dari : a. 657/1966. 45 Jakarta Pusat seluas 654 M2 HGB no.044. BPK RI menyarankan agar PT KS konsisten dan tegas dalam menyelesaikan asset tanah dan bangunan non produktif milik PT KS yang dikuasai pihak ketiga dalam rangka pengamanan asset milik perusahaan. 4. . Kedua proyek dimaksud merupakan 1 (satu) paket pembangunan.485.111 dengan total ekuivalen sebesar Rp38.700. dimana proyek CCM terlebih dahulu dibangun baru dilakukan proyek pemasangan EAF.231. 49/KONTR/C/DU-KS/1997 tanggal 3 Juli 1997 antara PT KS dengan Konsorsium Danieli & C Officine Meccaniche SpA.Usaha yang sedang ditempuh oleh PT KS adalah dengan menggunakan jasa pengacara J.600 sedangkan PT AS selaku penanggung jawab porsi lokal sebesar Rp18. (DCOM). . Menurut kontrak. DCOM selaku penanggung jawab porsi impor sebesar USD14. 10/1972.dan PT Andaru Sinarmatra (PT AS). PT Krakatau Steel mengalami kerugian sebesar Rp38.015 M2 HGB No. PT KS telah beberapa kali melakukan pendekatan baik secara langsung maupun menyurati KPPRI. agar segera mengosongkan tanah dan bangunan tersebut.Tanah seluas 6.502. 658/1966 dan 659/1966.970. . 3 dan 4 Pabrik Billet Baja Berdasarkan laporan keuangan konstruksi per 31 Desember 2004. 7 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Proyek pembangunan New Electric Arc Furnace No. 3 & 4 (EAF). Edwin Manurung SH.00 atas terhentinya proyek pembangunan Continuous Casting Machine dan pemasangan Electric Arc Furnace No.Atas penguasaan bangunan oleh Organisasi Kesatuan Penerus Perjuangan RI (KPPRI).748.00.Bangunan yang didirikan sebagai bengkel AC mobil telah dibongkar dan akan dilanjutkan dengan bangunan yang lain. . Tanah di Jl. 2. merupakan areal yang dapat diselamatkan secara fisik saat peralihan dari PT. CST selaku penanggung jawab porsi impor sebesar USD9. Tanah di Jl.291. PT KS akan membentuk Tim Kecil. Tanah dan Bangunan di Jalan Proklamasi No. Taruna No. yang tertuang dalam kontrak pengadaan & pemasangan CCM No. 446/1997.117.465.1.556. Selanjutnya untuk menyelesaikan asset tanah dan bangunan non produktif milik PT KS yang sementara ini ditempati oleh pihak ketiga tersebut diatas.016. . yang tertuang dalam kontrak pengadaan & pemasangan EAF No. 1 (eks PN Metrika) Pulogadung Jakarta Timur seluas 75.00.PT KS telah melakukan pengecekan ke Badan Pertanahan Nasional bahwa status tanah tersebut masih tetap sesuai dengan dokumen yang dimiliki PT KS.555 sedangkan PT LJ selaku penanggung jawab porsi lokal sebesar Rp17. Metbelosa.000. 3. diketahui terdapat proyek investasi optimalisasi pada pabrik billet baja PT Krakatau Steel (PT KS) yang tidak dilanjutkan lagi. Menurut kontrak.508 M2 HGB No.Area Parkir dan Jalan masuk ke PT Metbelosa secara fisik masih dikuasai PT KS. 17/KONTR/DU-KS/III/1997 tanggal 24 Maret 1997 antara PT KS dengan Konsorsium Concast Standard AG (CST) dan PT Lykamandiri Sentosa Jaya (PT Likmas Jaya/PT LJ). Proyek pembangunan mesin cetak bergerak baru/New Continuous Casting Machine (CCM).151 M2 akan segera dipagar. Gunung Sahari No.

00.512.00 ekuivalen Rp7. Selanjutnya.287.318. Proyek CCM sebesar Rp12.121.00 (termasuk provisi dan ongkos teleks) yang dibayarkan PT KS tanggal 10 Oktober 1997. 19 Nopember 1997) untuk porsi impor yang menjadi tanggung jawab CST. 3) Aktiva dalam pembangunan sebesar Rp10.00 USD 2.222.485.00.140. walaupun pihak CST telah menghentikan secara sepihak proyek CCM tersebut tanggal 8 April 1998.104.197. terdiri dari : 1) Uang muka kepada DCOM dibayar sebesar 15% atau USD2.938.00 yang dibayarkan PT KS tanggal 10 Oktober 1997.00 (termasuk provisi dan ongkos teleks) yang dibayarkan PT KS tanggal 6 Agustus 1997.640.483.564.00.941. pihak manajemen tidak melakukan perpanjangan bank garansi maupun pencairan. 4) Interest During Construction sebesar Rp4.000. Uang muka proyek kepada CST sebesar Rp4.00 telah habis dipakai untuk menutupi biaya-biaya yang timbul dalam tahap awal proyek sampai dengan dihentikannya proyek tersebut.417. a.500. Atas uang muka yang dibayar tersebut.992.787.786. dengan rincian sebagai berikut : a.979. terdiri dari : 1) Uang muka kepada CST dibayar sebesar 15% atau USD1.429.698.234. 8 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00 yang dibayarkan PT KS tanggal 6 Agustus 1997. 5) Biaya umum tidak langsung/General Indirect Cost sebesar Rp95.35 Rp 3.346. 3) Aktiva dalam pembangunan (premi asuransi dan IT) sebesar Rp156.000.222.Dari dokumen pembayaran diketahui bahwa PT KS telah mengeluarkan biaya sebesar Rp38.00. b.352.693.174.117.25 ekuivalen Rp4.483.512. 5) General Indirect Cost sebesar Rp203.693. PT KS memperoleh Bank Garansi untuk masing-masing proyek.500.00.104.000. berdasarkan temuan BPK RI tahun buku 2003 atas saldo uang muka proyek CCM diketahui sebagai berikut : a.446.00 Akhir Masa Berlaku 01-11-1998 01-11-1998 31-01-1999 31-01-1999 Sampai dengan masa berlaku bank garansi habis. b. sambil menunggu kelanjutan pengerjaan proyek dimaksud. Alasan CST adalah karena PT KS tidak bersedia membayar dan menandatangani sertifikat penyelesaian tahap I dan II (tercapai tgl.446.352.352.140.664.437.600.291. yaitu : No. Proyek EAF sebesar Rp26.640.00. Nama Proyek CCM EAF Pihak Konsorsium CST PT Likmas DCOM PT AS Bank Penerbit Bank Bumi Daya Bank Bumi Daya ABN AMRO ABN AMRO Nilai USD 1.00.00 untuk kedua proyek.670.044.818. 2) Uang muka kepada PT AS dibayar sebesar Rp3.311. 4) Bunga selama masa kontruksi (Interest During Construction) sebesar Rp4. 2) Uang muka kepada PT LJ dibayar sebesar 20% atau Rp3.117.00.00 Rp 3. Proyek tersebut dihentikan (terminated) secara sepihak oleh CST tanggal 8 April 1998. yang menurut CST pekerjaan tersebut telah selesai dilakukan.436.

Hal tersebut mengakibatkan PT KS menderita kerugian sebesar Rp38. dengan tujuan mendapatkan penyelesaian yang saling menguntungkan kedua belah pihak. 77/DPT-KS/2004 tanggal 22 Juli 2004 ke CST. Tindak lanjut yang sudah dilakukan PT KS. Direksi sepakat untuk tidak melanjutkan kembali proyek CCM dan EAF BSP.446. sampai dengan saat penghentian kontrak sepihak oleh CST.500.00 karena pengeluaran yang dilakukan tidak memperoleh manfaat bagi perusahaan dan berpotensi untuk diklaim oleh kontraktor.058) kepada PT KS atas penangguhan proyek EAF.000.700. sehubungan dengan RJPP 2004 – 2008.044. PT KS pada tanggal 27 Agustus 2004. 17/KONTR/DU-KS/III/1997. Sedangkan proyek EAF sendiri karena terkait dengan proyek CCM. DCOM melalui suratnya telah menagih sebesar USD 650. SMS Gmbh ikut membahas masalah ini. menanyakan ke PT LJ (anggota konsorsium) tentang progress surat PT KS ke CST.000.291. Sampai pemeriksaan berakhir. b. Tanggal 10 Desember 2001.187. yaitu : a. b.222. PT 9 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00 ekuivalen Rp7. karena CST telah diakuisisi oleh SMS Gmbh. Dalam rapat koordinasi Direksi PT KS tanggal 21 Oktober 2003. c. Hal tersebut disebabkan Direksi PT KS tidak tegas dan konsisten atas penyelesaian kedua proyek (CCM dan EAF) dimana sampai dengan ±8 (delapan) tahun tidak ada keputusannya.00. PT KS menjelaskan bahwa pada tanggal 21 Oktober 2003 telah memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek optimalisasi pembangunan EAF dan CCM BSP namun belum secara resmi memutus kontrak EAF dan CCM BSP ke Kontraktor sesuai klausul kontrak. Informasi dari PT LJ tanggal 2 September 2004 adalah bahwa Dewan Direksi Schoelman Siemag (SMS Gmbh) sedang membahas tentang usulan penyelesaian PT KS kepada CST. Berdasarkan ketentuan kontrak proyek CCM No. untuk mendiskusikan penyelesaian kontrak No.00 (kurs USD1 = Rp11. sehingga tidak ada kontraktor lokal yang sanggup menanganinya. porsi pekerjaan lokal belum dilaksanakan sama sekali dan belum ada pertanggungjawaban uang muka dimaksud oleh PT LJ. kedua proyek tersebut belum secara resmi dihentikan dengan pemberitahuan kepada konsorsium pelaksana proyek. pemilik wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis dalam waktu tidak kurang dari 45 hari mengenai keputusannya memutus kontrak ini. dan wajib memberi kesempatan bagi Kontraktor untuk membicarakannya.17/KONTR/DU-KS/III/1997 tanggal 24 Maret 1997 dan proyek EAF No.485. sampai akhir tahun 2004 pekerjaannya belum dilaksanakan oleh kontraktor.PT KS tidak sependapat atas penghentian proyek tersebut dan menganggap bahwa proyek CCM dihentikan hanya untuk sementara (suspension) dengan status kemajuan/progress proyek ± 40% karena adanya krisis moneter yang menyebabkan kenaikan biaya. Uang muka proyek kepada PT LJ sebesar Rp3. sehingga uang muka proyek porsi lokal tersebut tidak jelas status dan keberadaannya. PT KS telah mengirim surat undangan No. CST melaporkan bahwa PT LJ telah menarik uang muka dari rekening bersama di Bank Duta tanpa sepengetahuan CST. Sebelumnya. 49/KONTR/C/DU-KS/1997 tanggal 3 Juli 1997 menyebutkan bahwa pemilik dapat memutus kontrak dan dalam hal ini. tanggal 2 November 2001. karena adanya keterbatasan pasokan besi spons/sponge iron untuk proses steel making.

00.02/261/2004 tentang pelayanan jasa notional pooling antara Bank Mandiri dan PT KS grup. b.16 (Bank Mandiri-PUKK) yang kemudian direklasifikasi keakun AG.14 pada tanggal 31 Agustus 2004 untuk menutup saldo overdraft pada salah satu rekening operasi PT KS (rek. antara lain pemasangan teknologi module 3 unit tiap EAP & modifikasi Electrode Drive dan membangun CCM baru dengan radius 9 meter. Dana tersebut kemudian dikembalikan lagi pada tanggal 1 September 2004 sebesar Rp16. rekening dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) di Bank Mandiri (0004251543) termasuk sebagai salah satu rekening yang dipergunakan sebagai rekening jasa notional pooling (cash pooling). d. dengan meminimalkan kerugian karena klaim. Hal ini dimungkinkan karena transaksi melalui cash pooling hanya akan dicatat dalam pembukuan perusahaan atau Bank Mandiri apabila pada akhir bulan saldo transaksi tersebut masih belum terselesaikan/outstanding. Untuk itu atas proyek CCM BSP akan diupayakan mengalihkan uang muka yang telah diberikan menjadi uang muka proyek lain yang dapat dikerjakan SMS seperti Revamping SSP-1.01.14 (dengan VR No. Dengan memasukkan rekening dalam mekanisme cash pooling berarti bahwa saldo rekening tersebut dapat setiap saat dipindahkan oleh Bank Mandiri atau PT KS untuk menutup overdraft pada rekening operasi PT KS grup di akhir bulan atau untuk membantu pengeluaran operasional PT KS melalui instrument deposito on call atau inter company borrowing pada mekanisme cash pooling tanpa harus mempengaruhi rekening koran fisik di Bank Mandiri atau pembukuan perusahaan.255.161. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa : a.13. 5. Bank Mandiri No. Sedangkan atas proyek EAF BSP. Untuk itu komunikasi PT KS dengan Kontraktor masing-masing telah dilakukan baik secara formal maupun informal.KS akan menyelesaikan kontrak.793.038. dan mengharapkan uang muka yang telah dikeluarkan dapat kembali. sebagian dana PKBL yang merupakan penyisihan laba berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Krakatau Steel (PT KS) masih berada dalam perusahaan.0084001230). Posisi saldo dana PKBL per tanggal 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp11.HK.01.325.03-Aktiva lain-lain. PT Krakatau Steel memanfaatkan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang belum disalurkan ke Unit Pengelola PKBL Sebagaimana dimuat dalam Laporan Audit BPK-RI tahun 2003. Bila tidak memungkinkan akan diupayakan penyelesaian secara proporsional yang menjadi tanggungjawab PT KS atau Kontraktor. Dana PKBL tersebut terpisah dari kas PT KS dan dikelola dalam sub akun AA.299. Tidak diperoleh kebijakan tentang sistem dan prosedur pengelolaan dana PKBL tersebut.793. Pengelolaan dana PKBL sejak tanggal 20 Juli 2004 telah dikeluarkan dari laporan keuangan (neraca) perusahaan melalui GJ.AA04070240. 10 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . BPK RI menyarankan agar PT KS segera menyelesaikan dampak terhentinya proyek CCM dan EAF sesuai ketentuan dalam kontrak. yaitu selisih antara jumlah uang muka yang telah dibayarkan PT KS dengan nilai kemajuan progress pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Kontraktor. Berdasar Surat Perjanjian No.414.04090266).00. Dana PKBL diatas pernah dimanfaatkan sebesar Rp16. PT KS akan mengupayakan uang muka yang telah dibayarkan dapat dialihkan menjadi uang muka proyek lain. Posisi saldo PKBL saat itu sebesar Rp21.21.110.716. c.No.110.038.01.

Dengan demikian.780. untuk bulan Desember 2004 sebesar Rp1.538. menyebutkan bahwa Direksi untuk wajib dengan itikad baik dan penuh tanggungjawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.132.00 selama bulan Januari 2005. dan untuk bulan Januari 2005 sebesar Rp93. Pendapatan jasa giro notional cash pooling dihitung dari saldo harian saldo rekening yang masuk dalam mekanisme cash pooling dengan menggunakan suku bunga giro Bank Mandiri yang kemudian akan didistribusikan ke masing-masing rekening secara proportional tergantung pada besaran saldo hariannya.000.666.C-03934 HT.67.01.15.425. Dana PKBL dimanfaatkan untuk kegiatan operasional PT KS melalui mekanisme cash pooling selama bulan September 2004 sebesar Rp16. Sambil menunggu untuk disalurkan.d Rp13. kecilnya jasa giro notional pooling untuk rekening PKBL menunjukkan bahwa saldo rekening PKBL dipergunakan untuk kegiatan operasional PT KS.000.291.821.TH.Pemanfaatan dana PKBL tersebut.Kep-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang “Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan” Bab V pasal 16 menyebutkan adanya larangan bagi BUMN Pembina untuk menggunakan dana PKBL untuk hal-hal di luar ketentuan yang diatur dalam Keputusan tersebut.000.000.00.000. kondisi saldo kas/bank per 31 Agustus 2004 menunjukkan saldo negatif yang cukup besar yang harus ditutup oleh PT KS dengan menggunakan dana cash pooling. dan KMK.322.162. maka dana PKBL tersebut dikelola melalui mekanisme cash pooling dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 11 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .162. dan untuk bulan Januari 2005 sebesar Rp1.00 s. Selain itu.505. pemanfaatan dana PKBL untuk kegiatan operasional PT KS juga nampak dari kecilnya pendapatan jasa giro notional cash pooling untuk bulan September 2004 yang hanya sebesar Rp1.00.2003 pasal 11 ayat 1. Pemanfaatan dana ini diketahui dari adanya pendapatan jasa on call cash pooling (sebelum pajak) untuk rekening PKBL untuk bulan September 2004 sebesar Rp131. kemudian pada bulan Desember 2004 sebesar Rp10.000.500. sesuai hasil analisis terhadap laporan keuangan.00.500. e. Sesuai kondisi ini.000. Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No.00.009.917.00. Hal tersebut disebabkan PT KS menganggap bahwa dana PKBL untuk sementara dapat dimanfaatkan terlebih dahulu melalui cash pooling.92 yang berasal dari selisih bunga KMK dan pembayaran jasa giro cash pooling dan terhindar dari penarikan pinjaman dengan tingkat bunga yang tinggi. Sedangkan dalam Anggaran Dasar PT KS No. dana PKBL.000. Selain itu. PT KS sependapat dengan temuan diatas dan menjelaskan bahwa bahwa sebagian dana belum semuanya disalurkan ke unit PKBL.326.04.194.b.666. Subdit Perbendaharaan berpendapat bahwa pemanfaatan dana PKBL bisa saja dilakukan dengan kompensasi pemberian jasa bunga.00 dan sebesar Rp11. Cash ratio yang menunjukkan kemampuan PT KS untuk menutup kewajiban lancar dengan menggunakan dana yang berasal dari kas dan bank menurun dari 20% pada bulan April menjadi 2% pada bulan Juli 2004 dan 5% pada bulan Agustus. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS menikmati manfaat minimal sebesar Rp81. maka PT KS memerlukan dana likuid secara cepat dan murah dimana salah satunya berasal dari dana PKBL yang dianggap sebagai dana menganggur (iddle). untuk bulan November 2004 sebesar Rp119. dikarenakan sejak bulan April 2004 tingkat likuiditas PT KS mengalami penurunan.000.00. untuk bulan Desember 2004 sebesar Rp111.000.

01.600.963.Kep-236/MBU/2003 dengan segera menyalurkan dana tersebut ke Unit PKBL.00 PT Krakatau Steel (PT KS) telah melakukan pelepasan atas tanah dan/atau bangunan yang berlokasi di Jakarta dan Cilegon atas dasar persetujuan Menteri Keuangan RI No. KU. Namun demikian. Kemanggisan Raya No. MPR Raya No.000. Sehubungan dengan nilai NJOP tahun 2004 lebih besar dibandingkan dengan harga jual maka PPh seharusnya dihitung berdasarkan NJOP tahun 2004 sebesar Rp6.00.414.283. Berdasarkan PP No.786. PPh pasal 25 atas pelepasan tanah dan bangunan di Jl. 122 Serang Banten dimana NJOP tahun 2004 belum diperoleh.00. SE-04/PJ.000.604. yang ditegaskan melalui SE Direktur Jenderal Pajak No.18 kurang bayar sebesar Rp83.00.550. namun masih dalam pengendalian PT KS. Untuk tanah dan/atau bangunan yang dilepas melalui Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN).529. BPK RI menyarankan agar di masa mendatang PT KS tetap konsisten melaksanakan ketentuan pengelolaan dan penggunaan dana PKBL sesuai Keputusan Menteri BUMN No.000. Berdasarkan dokumen dan informasi dari Divisi Pajak. 27 Tahun 1996 tentang pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tanggal 16 April 1996.001/49/2005 tanggal 28 Januari 2005.33/1996 tanggal 26 Agustus 1996.018. terhitung sejak tanggal 1 Februari 2005 dana PKBL dalam rekening PT KS tersebut. SE-04/PJ.564. S.715. PT KS menetapkan nilai PPh tersebut berdasarkan NJOP tahun 2004 sebesar Rp2. S-116/MMBU/2003 tanggal 6 Juni 2003. b. PT KS diwajibkan untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh) pasal 25 sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) No. Asuransi dan Faktur PT KS sehubungan dengan PPh pasal 25 atas pelepasan 12 (dua belas) unit tanah dan/atau bangunan selama tahun 2003 sampai dengan 2004 oleh tim asset diketahui hal-hal sebagai berikut: a. Atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tersebut. PT KS mempunyai fasilitas manajemen kas/cash management yang cukup baik.866.00. 27 Tahun 1996 tentang pembayaran PPh atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tanggal 16 April 1996.768.00.a.974. c. PT KS menetapkan nilai PPh tersebut berdasarkan harga jual setelah diskon dan biaya taksasi sebesar Rp5. b. Dana tersebut perlu dioptimalkan return-nya. NJOP tersebut ternyata salah dan NJOP tahun 2004 yang seharusnya adalah sebesar Rp2. Terdapat PPh pasal 25 belum disetor minimal sebesar Rp13. yaitu mekanisme cash pooling dengan memperoleh hasil yang lebih baik berupa potensi additional return dan potensi interest expense saving. Ahmad Yani No. 52 kurang bayar sebesar Rp13.16/1997 tanggal 25 Nopember 1997 dan Menteri BUMN No. d. PPh pasal 25 atas pelepasan tanah dan bangunan di Jl. 6. Jend.445/MK. yang ditegaskan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No.842. PPh pasal 25 disetor langsung oleh KP2LN.33/1996 tanggal 26 Agustus 1996 yang mengatur besarnya PPh yang harus dibayar sehubungan dengan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan adalah 5% (lima persen) dari nilai tertinggi antara pengalihan hak atas tanah 12 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00. PT Krakatau Steel belum memenuhi ketentuan pembayaran pajak penghasilan atas pelepasan asset non produktif minimal sebesar Rp110.081. pengelolaannya telah dikeluarkan dari mekanisme cash pooling sesuai surat PT KS ke Bank Mandiri No.00 atas pelepasan tanah di Jl.400.

000 4.000 8.650.00 (Rp13.550. Kendaraan Dinas dan Operasional non Pabrik No.974.000 Unit 6 24 78 5 1 2 1 5 2 124 No. 4.10-3L/KONTR/LOGKS/IV/03 No.000 3.414.250.46-3L/KON/LOG-KS/VIII/01 No.61/C/DU-KS/KONTR/2000 No. PT KS sependapat dengan temuan BPK RI dan saat ini telah dilakukan perhitungan kembali kewajiban PPh pasal 25 atas pelepasan asset non produktif tersebut.600.00) atas penjualan tanah dan/atau bangunan tahun 2004.300. Kontrak Awal No.000 4. 1.22/C/DU-KS/KONTR/01 No.000 10. Hal tersebut disebabkan Divisi Pajak Asuransi dan Faktur tidak mengetahui NJOP tanah dan/atau bangunan yang dijual tim pelepasan asset non produktif dan dalam menghitung PPh pasal 25 belum melihat serta membandingkan harga jual tanah dan/atau bangunan dengan NJOP-nya.01-3L/KONTR/LOG-KS/04 No.600.350.000. 2.dan/atau bangunan pada saat terjadinya pengalihan hak dengan nilai berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atas tanah dan/atau bangunan tersebut.02-3L/KONTR/LOG-KS/04 No. 3.000 4.47-3L/KON/LOG-KS/VIII/01 No.564. 6. PT Krakatau Steel menyewa kendaraan dinas dan operasional terlalu mahal dan hak opsi kepemilikan sesuai ketentuan belum dimasukkan dalam kontrak PT Krakatau Steel (PT KS) telah menyewa kendaraan dari rekanan untuk kepentingan dinas dan operasional dengan tarif sewa di kontrak untuk 157 unit kendaraan adalah sebagai berikut : a.60/C/DU-KS/KONTR/2000 No.840.000 9.00 + Rp13. Jenis Kendaraan MD Direksi MD Kasubdit/GM MD Kadiv/Manajer MU Non Shift MO-Non Shift MO-Shift MO Direksi Merk Toyota CAMRY Honda ACCORD Toyota SOLUNA Toyota KIJANG LX Toyota KIJANG LSX Toyota KIJANG LX Toyota KIJANG LSX Toyota KIJANG LSX Ssyangyong MUSSO Jumlah kendaraan MU=Mobil Utility Tarif per Bulan 15.000 5.786.920. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS kurang bayar PPh pasal 25 minimal sebesar Rp110. Selanjutnya PT KS akan melakukan penyetoran sejumlah kewajiban sesuai hasil perhitungan.59/C/DU-KS/KONTR/2003 No. 7.081. 7. BPK RI menyarankan agar PT KS melalui Divisi Pajak Asuransi dan Faktur melakukan koordinasi dengan tim pelepasan asset dalam memutahirkan data-data asset non produktif dan melakukan pembayaran kekurangan pajak penjualan asset non produktif.842.00 + Rp83.25/C/DL-KS/KONTR/2004 * keterangan : MD=Mobil Dinas MO=Mobil Operasional 13 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . 5.600.

Standar b.36/C/DU-KS/Kpts/1995 tanggal 22 Februari 1995 tentang Pedoman Kebijakan Akuntansi PT KS. sehingga PT KS membayar tarif sewa kendaraan terlalu tinggi/mahal karena ikut menanggung hampir seluruh biaya investasi yang telah dilakukan rekanan.000 3.09-3L/KONTR/LOG-KS/IV/03 & adendum kontrak No.700. Accessoris Patroli II.800. apabila di dalam komponen tarif sewa terdapat unsur biaya investasi beserta bunganya. Sesuai ketentuan diatas. Dengan tidak adanya opsi kepemilikan dalam kontrak sewa menyewa. Kendaraan Operasional Pabrik Jenis Tarif Operasional per bulan SHIFT NON SHIFT Unit Tarif Unit Tarif 6 1 6. maka hal tersebut merupakan penyimpangan dari ketentuan diatas. Padahal pada saat kontrak berakhir kendaraan eks sewa tersebut nantinya akan sepenuhnya menjadi milik rekanan termasuk seluruh hasil penjualannya Besarnya komponen biaya investasi yang dibebankan rekanan dalam tarif sewa kendaraan seperti terinci dalam tabel di bawah ini : 14 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . termasuk bunganya.150. AC b.b.000 2 2.450. atas kendaraan yang disewanya. 2) Biaya operasional 3) Biaya overhead 4) Keuntungan rekanan 5) Pajak & Asuransi 6) Gaji sopir Berdasarkan hasil pemeriksaan. Kontrak Awal I. Minibus Standar a. termasuk bunga pinjaman (bunga bank) untuk pengadaan kendaraan.100. Pick Up Non AC a.000 2. 4 11 7.000 No. maka di dalam kontrak sewa menyewa kendaraan harus dimasukkan klausul opsi kepemilikan kendaraan yang disewa tersebut oleh PT KS pada saat kontrak berakhir.900.000 7 15 24 35 unit No.000 6. ternyata di dalam tarif tersebut terdapat biaya pemilikan atau biaya investasi (butir 1)) yang tidak sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT KS No. Non AC Total Jumlah Kendaraan Opers. 73-3L/AM-III/LOG-KS/VII/04 Tarif sewa kendaraan per bulan diatas didasarkan atas rincian perhitungan Harga Patokan Sendiri (HPS) dengan komponen-komponen biaya sebagai berikut : 1) Biaya investasi/pemilikan.

952.Kendaraan dinas & operasional non pabrik : Rp23.345.Total : Rp24.564.710.529.147 5 Rp 13. Opers. Dinas Kadiv Rp1. Utility – LX Rp2.452 78 Rp 127. Dinas Direksi Rp8.LSX Rp3.594.023 26 Rp22.784 M.564.570. Opers.256 M.680 Terhadap hal diatas.988.160 b) Kendaraan Operasional Pabrik Biaya Investasi/Pemilikan (per bulan) Per unit/kendaraan Jumlah Total kendaraan Minibus Rp869.250. Opers.520 c) Total pengenaan biaya investasi/pemilikan oleh rekanan dalam tarif sewa di kontrak . Dinas Kasubdit Rp7.598 Pick Up-Standar Rp552.261.206.175 1 Rp 2.896 . pihak Direktorat Akuntansi dan Keuangan juga sependapat bahwa tarif sewa murni yang selama ini ditanggung oleh PT KS semestinya tidak boleh memasukkan unsur biaya perolehan (biaya investasi) beserta bunganya.600.428.676.814.735.Kendaraan operasional pabrik : Rp 660.764 2 Rp 10.578 1 Rp 514. Namun demikian dalam melakukan persetujuan pembayaran biaya sewa kendaraan pihaknya hanya 15 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .175 Jumlah kendaraan 124 Total pengenaan biaya pemilikan/investasi atas seluruh kendaraan sewa oleh rekanan (per bulan) Rp 393.735.605 Jenis Mobil Total pengenaan biaya investasi selama periode kontrak (24 bulan) Rp660.420.968 5 Rp 7.578 Jumlah kendaraan 35 Total pengenaan biaya pemilikan/investasi atas seluruh kendaraan sewa oleh rekanan (per bulan) Rp27.520 .380.528 M.501.464 6 Rp 50.735 .840 M.710.064 M.586 Jenis Mobil Total pengenaan biaya investasi selama periode kontrak (60 bulan) Rp23.Direksi Rp5.276. – Nshift LX Rp2.Nshift LSX Rp2.019. – Shift Rp1.308 1 Rp 3.160 .554 8 Rp 4.948 2 Rp 4.562.432 Pick Up-Accesoris Rp514.553.988.600.445.336 24 Rp 172.a) Kendaraan Dinas & Operasional non Pabrik Biaya Investasi/Pemilikan (per bulan) Per unit/kendaraan Jumlah Total kendaraan M.308 M.628.

Mengevaluasi ulang tarif dengan memperhitungan nilai sisa yang wajar. Pembelian suku cadang dari CV Berkah Putera menyimpang dari ketentuan dan merugikan PT Krakatau Steel sebesar USD 61.i Direktorat Logistik menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti indikasi kemahalan yang terjadi dalam kontrak sewa.i Direktirat Logistik menarik kembali pembayaran sewa yang terlalu tinggi/mahal kepada rekanan atau membuat addendum kontrak sewa dengan memasukkan klausul bahwa kendaraan sewa tersebut menjadi milik PT KS. artinya pada saat akhir kontrak seluruh kendaraan menjadi milik PTKS.mendasarkan pada dokumen kontrak yang dibuat oleh Direktorat Logistik.h. pihaknya akan melakukan negosiasi dengan rekanan d.h. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas proses pengadaan suku cadang di atas. Hal tersebut disebabkan pelaksana pengadaan jasa di Direktorat Logistik PT KS tidak memperhatikan ketentuan yang ditetapkan Direksi PT KS dalam hal penentuan tarif sewa kendaraan.00. 45045033 tanggal 16 Oktober 2002. 16 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . maka penawaran CV BP dapat dinyatakan gugur secara administratif.261. yaitu : a. Selain itu unsur-unsur pelaksana dari direktorat lain yang juga memiliki kompetensi dan kewenangan tidak dilibatkan oleh Direktorat Logistik dalam proses pengadaan jasa dimaksud. PT KS d. Hasil negosiasi ini nantinya akan dimasukkan sebagai adendum atas perjanjian sewa yang masih berlaku sampai saat ini. atau bilamana dalam perhitungan tarif awal ada komponen nilai sisa atas aktiva dimaksud maka PT KS mempunyai hak untuk membeli seharga nilai sisa tersebut. Menambah klausul kontrak dengan memasukkan hak opsi kepemilikan. BPK-RI menyarankan agar PT KS d. 8. Selain itu Direksi PT KS agar menertibkan juga pelaksanaan pengadaan jasa sewa kendaraan di seluruh anak perusahaan. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya kemahalan pembayaran tarif sewa yang berasal dari pengenaan biaya investasi/pemilikan oleh rekanan dalam kontrak sewa kendaraan dinas dan operasional sebesar Rp24.50 PT Krakatau Steel (PT KS) telah melakukan pengadaan suku cadang berupa cylinder assy senilai USD 61. b.36/C/DU-KS/Kpts/1995 tanggal 22 Februari 1995 tentang Pedoman Kebijakan Akuntansi PT KS.i PT Cilegon Motor dan PT Purna Sentana Baja dengan maksud : a. Dalam penentuan harga/tarif sewa kendaraan seharusnya Direktorat Logistik PT KS mengikuti SK Direksi No.277. Selanjutnya disebutkan bahwa atas tarif sewa yang dibayarkan PT KS tersebut pihak Akuntansi dan Keuangan tidak mengetahui dasar perhitungannya.277. mengikuti ketentuan yang berlaku di induk perusahaan. termasuk dalam hal ini apabila ada unsurunsur biaya sewa yang semestinya tidak boleh dimasukkan dalam pembayaran tarif sewa murni seperti yang selama ini berlaku.680. PPL ternyata tidak menolak surat penawaran CV BP yang tidak dilengkapi bukti korespondensi dengan pihak agen/pabrikan seperti yang dipersyaratkan di dokumen surat permintaan penawaran. ditemukan adanya indikasi penyimpangan dan ketidaktaatan terhadap ketentuan yang berlaku.h.445. PPL tetap memproses penawaran CV BP yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dan bahkan menetapkannya sebagai pemenang pemilihan langsung.50 kepada CV Berkah Putera (CV BP) dengan kontrak No. Apabila ketentuan diatas diterapkan pada saat evaluasi penawaran.

Dari rincian suku cadang yang diklaim oleh Kepala Divisi Administrasi & Klaim (KAK) pada tanggal 28 Pebruari 2003 diketahui bahwa untuk pengadaan suku cadang yang sama yaitu cylinder assy merk LINCOLN. diketahui bahwa rekanan tidak pernah meneruskan klaim tersebut ke pihak pabrikan. PPL dalam membuat kontrak jual beli/Purchase Contract (PC). Hal tersebut disebabkan para pelaksana pengadaan di Direktorat Logisitik yang terlibat dalam proses pengadaan suku cadang dimaksud memiliki itikat dan upaya untuk memberikan kemudahan. Proses pemecahan kontrak yang diawali dari pemecahan Permintaan Pembelian/Purchase Requisition (PR) untuk barang yang sejenis ini tidak sesuai dengan petunjuk operasional (No. Seharusnya dalam pelaksanaan pengadaan barang. Ketiadaan klausul penyampaian dokumen sertifikat dari pabrikan dalam di PC mengakibatkan rekanan dapat membeli suku cadang dimaksud tidak melalui pabrikan/agen langsung. Pada saat CV BP mengajukan klaim sesuai permintaan PT KS. kepada rekanan yang belum teruji kompetensi & pengalamannya. Hal ini dikarenakan suku cadang dimaksud ternyata tidak dibeli langsung dari pabrikan melainkan dibeli dari perusahaan trading/trader (VEKHANTESWARA ENG. d. Namun demikian. baik langsung maupun tidak langsung. tidak memasukkan ketentuan mengenai certificate of manufacture (CoM) ataupun test certificate (TC).277. seperti yang diatur dalam ketentuan pokok-pokok negosiasi dengan rekanan yang ditetapkan dalam proses/kegiatan pengadaan barang PT KS.-INDIA). belum berupa upaya pengembalian uang senilai kerugian. Indikasi utamanya adalah tidak dimasukkannya ketentuan mengenai perlunya korespondensi dengan pihak agen/pabrikan maupun ketentuan penyampaian dokumen CoM dan TC dari pabrikan pada saat proses penawaran dan penyusunan PC. meskipun barang yang diterima tidak dilengkapi dengan CoM maupun TC. 17 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . pihak Direktorat Logistik melakukan pemecahan proses pengadaan dengan pelaksana tunggal yakni CV BP. tanpa perlu jaminan kualitas dan keasliannya. Pihak penerimaan barang/Inspector sebelum menerbitkan dokumen penerimaan barang/ Receiving & Inspection Report (RIR) tidak meminta dilakukan pengujian/test kualitas barang. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian senilai USD 61. Penyimpangan yang dilakukan dalam proses pengadaan mengindikasikan adanya kerjasama antara rekanan dengan PPL untuk membuat kontrak yang tidak memberatkan CV BP selaku calon rekanan pemenang ataupun sebagai rekanan pelaksana. Selain itu suku cadang yang dibeli tersebut oleh CV BP dari trader tersebut ternyata juga tidak dilengkapi dengan dokumen CoM ataupun TC yang menunjukkan keaslian ataupun kualitas produk dimaksud. Kedua dokumen sertifikat tersebut diperlukan untuk memastikan keaslian dan kualitas produk yang dikirim oleh rekanan. pihak-pihak yang terlibat mengikuti ketentuan/prosedur pengadaan dan penerimaan barang yang berlaku serta persyaratan-persyaratan yang terkait dengan proses pengadaannya. c. PT KS melalui Kepala Administrasi dan Klaim (KAK) telah mengajukan klaim kepada CV BP atas barang yang tidak sesuai spesifikasi yang disyaratkan.b. Sampai sejauh ini sanksi yang dikenakan terhadap CV BP hanya berupa pemblokiran status rekanan CV BP.50 atas suku cadang eks CV BP yang sudah dibayar namun tidak bisa dipakai. 3 d) mengenai prosedur pengadaan barang (PBR-02). ternyata pihak trader tidak mau mengganti suku cadang yang diklaim tersebut. ataupun pada saat melakukan pembicaraan/negosiasi dengan pemenang lelang dalam rangka pembuatan PC. dari korespondensi tindak lanjut klaim PT KS diatas.

000. Berdasarkan hasil uji kualitas oleh laboratorium PT KS. Receiving & Inspection Report (RIR) Nomor Tanggal Kuantitas (Ton) 49604970 13/05/2003 20.00 PT Krakatau Steel (PT KS) telah melakukan perjanjian jual beli/PC No. yaitu Si 3. Untuk itu PT KS akan meminta pernyataan tertulis dari rekanan yang bersangkutan mengenai kesediaan untuk menyelesaikan kewajiban diatas.PT KS menjelaskan bahwa kegiatan pengadaan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Langsung (PPL) dalam pengadaan suku cadang diatas tidak lepas dari upaya untuk membantu memberdayakan serta memberikan kesempatan pengusaha daerah/lokal.5% dan Zn rata-rata 6. maka kepada perusahaan lokal d.45049295 tanggal 25 April 2003 berupa bahan pembantu yaitu alumunium pelllet (AP). 9. LG.32 Pada saat dilakukan pertemuan di Direktorat Logistik tanggal 7 Juni 2003 untuk membahas kiriman/pasokan AP. Kepala Divisi Administrasi & Klaim (KAK) PT KS melalui surat No.760 Chemical Lab Test Report Nomor Tanggal 2939/CL/KS/V/2003 08/05/2003 3212/CL/KS/V/2003 27/05/2003 % 98. Berdasarkan pengaduan dari pihak pemakai (pabrik SSP II). 18 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Ketentuan mengenai kandungan/kadar tersebut harus dibuktikan dari hasil pemeriksaan kualitas oleh penilai independen/independent surveyor (PT Sucofindo). sebanyak 40 ton dengan pihak CV Safari Senja (CV SS) selaku pemasok. BPK RI menyarankan agar Direksi PT KS segera meminta pertanggungjawaban kepada rekanan terkait sesuai maksud diatas.31 98. Pelaksanaan penerimaan alumunium pellet eks CV Safari Senja yang menyalahi ketentuan kontrak berpotensi merugikan PT Krakatau Steel senilai Rp520. pihak Dinas Penerima & Pemeriksa Barang PT KS tidak memperoleh hasil pengujian kualitas (kadar alumunium) oleh PT Sucofindo. Namun dalam pelaksanaannya pada saat penerimaan barang. Laporan tersebut didasarkan pada hasil pemakaian AP di Pabrik Slab Baja (Slab Steel Plant/SSP).02.160 49608313 27/05/2003 19.011.i CV Berkah Putera tetap akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang telah disepakati. berkadar unsur alumunium minimum 98%.523/2003 tanggal 16 Juli 2003 meminta CV SS untuk mengganti sisa material yang belum terpakai dengan material yang kualitasnya serta membayar penalti sebesar ketentuan pada PC. dan meminta pertanggungjawaban pihak pelaksana pengadaan suku cadang dimaksud apabila potensi kerugian di atas tidak tertanggulangi. Untuk itu Dinas Penerimaan & Pemeriksa Barang melakukan pengujian kualitas sendiri dengan menggunakan laboratorium PT KS dimana hal tersebut menyalahi ketentuan yang tercantum di perjanjian jual beli. 1. Selain itu ditemukan juga adanya kandungan unsur lain yang sesuai kontrak semestinya tidak boleh ada.4%. Namun demikian jika dalam pelaksanaan ternyata menimbulkan potensi kerugian bagi PT KS. Laporan dari pihak pabrik SSP tersebut juga didukung dengan hasil uji test laboratorium PT KS atas permintaan pihak pemakai pada tanggal 23 Juni 2003.000.h. dimana kadar rata-rata alumunium sebenarnya hanya sebesar 85. diketahui adanya laporan bahwa kadar alumunium dari produk yang dipasok CV SS diatas tidak sesuai kontrak. selanjutnya diterbitkan bukti penerimaan barang dan laporan inspeksi (Receiving & Inspection Report/RIR) untuk AP yang dipasok oleh CV SS berikut ini : No. 2.71%.

19 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .02. Sebagai upaya tindak lanjut terhadap penyelesaian permasalahan tersebut. Namun demikian PT KS tetap akan meminta ganti rugi berupa penggantian barang sesuai stock barang di gudang dan kompensasi peningkatan pemakaian/konsumsi karena penurunan kadar. Berdasarkan tinjauan hukum.LG-06.HK. Sementara itu potensi kerugian yang timbul tidak lagi sebesar klaim awal.00/779/2003 KAK kembali mengirimkan surat klaim.000. karena CV SS belum melaksanakan kewajibannya untuk mengganti material tersebut atau mengembalikan uang senilai kontrak pembelian. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian PT KS senilai Rp520. Selanjutnya sertifikat surveyor untuk hasil pengujian alumunium pellet tetap dikeluarkan pihak PT Sucofindo pada tanggal 10 Juni 2003. Namun sampai batas waktu yang ditentukan ternyata CV SS tidak melaksanakan komitmen yang sudah disampaikan sebelumnya tersebut. Untuk keperluan uji kualitas tersebut pengambilan sampling material alumunium pellet dilakukan oleh pihak Sucofindo. Dengan demikian apabila ternyata ketidaktepatan sampling.00 atas tidak dapat dimanfaatkannya material alumunium pellet yang spesifikasinya tidak sesuai kontrak.101/SS/P/XII/03 malah menyatakan tidak dapat menyelesaikan kewajiban seperti yang diminta PT KS. KAK meminta Kadiv Hukum PT KS untuk membuat tinjauan apakah klaim yang diajukannya memiliki kekuatan dipandang dari sudut hukum. meskipun pengujian sendiri tersebut tidak sesuai dengan ketentuan kontrak.000. Atas surat klaim susulan tersebut pihak CV SS pada tanggal 19 Desember 2003 melalui surat No. mengingat bahwa saat ini sebagaian stock yang diklaim telah dapat dimanfaatkan oleh user. pihak Divisi Hukum menyatakan bahwa kecil kemungkinan PT KS akan dapat memenangkan klaim yang diajukan bila ditempuh jalur hukum. yang dipakai untuk penerbitan RIR. b. sesuai hasil uji laboratorium PT KS.Pada awalnya CV SS dalam surat tanggapan No. PT KS menjelaskan bahwa hasil uji di lab PT KS pada dasarnya tidak akan berbeda dengan hasil uji oleh PT Sucofindo berdasarkan kondisi-kondisi sebagai berikut : a. Hal tersebut disebabkan pihak Dinas Penerima dan Pemeriksa Barang PT KS menggangap bahwa hasil laboratorium PT KS tidak akan berbeda dengan hasil pengujian oleh PT Sucofindo. maka hal ini bukan disebabkan oleh dinas-dinas terkait di PT KS melainkan oleh keterbatasan di pihak PT Sucofindo. c.02/457/2004. Sesuai kontrak pembelian/Purchase Contract No. melalui memo dinas No. Berdasarkan hasil uji laboratorium PT KS diatas PT Sucofindo mengeluarkan sertifikat uji kualitas. yang perhitungannya sedang dilakukan. Hal ini dikarenakan dari hasil uji lab kadar material yang dikirimnya telah sesuai spesifikasi kontrak dan sudah disetujui pihak penerimaan barang PT KS sehingga RIR dapat diterbitkan. Untuk itu PT Sucofindo telah bersedia untuk melakukan reanalisis atas produk yang diklaim PT KS dengan biaya menjadi tanggungan PT Sucofindo. Atas sample yang diambil tersebut kemudian dilakukan pengujian di lab PT KS dengan pengawasan dan supervisi tetap oleh PT Sucofindo.77/SS/J/VII/03 tanggal 18 Juli 2003 menyanggupi klaim tersebut. 45049295 tanggal 25 April 2003 mengenai klausul pengujian kualitas dinyatakan bahwa pemeriksaan kualitas dilakukan oleh independent surveyor (PT Sucofindo). pada tanggal 31 Mei 2004. pada tanggal 6 Nopember 2003 melalui surat No. Melihat kondisi yang demikian.

Dalam pemeriksaan tersebut.47003317 diatas.00 dengan PT Sarana Tehnik Abadi (PT STA) selaku agen dari pabrikan Sheffield Forgemaster Engineering Limited (SFEL).01. ternyata di tahun 2004 order yang diterima PT STA mencapai jumlah USD1. yang dua diantaranya adalah eks SPA No.138/T-NDT/IV/2002 tanggal 3 April 2002 ditemukan adanya indikasi keretakan di bawah registrasi di area barrel pada BUR No.01/318/2002 tanggal 27 Desember 2002 melaporkan terjadinya kerusakan/spalling.d. Hal ini mengindikasikan bahwa Direktorat Logistik PT KS belum berupaya secara optimal untuk menagih klaim atas pengadaan BUR dari PT STA tersebut.74). ternyata pihak PT KS masih memberikan permintaan/order pengadaan barang ke pihak PT STA.47003317 untuk pengadaan 2 (unit) back-up roll (BUR) pabrik HSM PT senilai GBP 123.00/10/2003 tanggal 6 Januari 2003. Meskipun PT STA belum mempertanggungjawabkan kerugian PT KS akibat kerusakan BUR yang masih dalam status garansi tersebut.600. Meskipun dari hasil NDT telah diketahui adanya indikasi kerusakan/cacat produk. Padahal di tahun 2003. Sebagai tindak lanjut klaim PT KS tersebut. pihak PT STA belum memberikan tanggapannya. order yang diterima PT STA hanya sebesar USD16. Indikasi ini didukung dengan data pemberian order ke rekanan bersangkutan yang meningkat pesat 20 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . pihak pemakai/user PT KS masih tetap mempergunakannya sampai BUR diatas benar-benar mengalami cacat/spalling.5910069 (KS No. Atas dasar informasi tersebut Kepala Divisi Administrasi & Klaim (KAK) PT KS mengajukan klaim ke PT STA dengan surat No. Selanjutnya setiap klausul pengujian oleh PT Sucofindo yang tertera di setiap kontrak pengadaan material agar ditinjau kembali apabila PT Sucofindo tidak mampu dan tidak memiliki fasilitas untuk pelaksanaan pengujian dimaksud.713. pada saat proses klaim BUR dilaksanakan. Menurut SFEL permasalahan yang timbul tersebut lebih dikarenakan faktor pengoperasian di pihak pemakai PT KS.00 Krakatau Steel (PT KS) pada tanggal 15 Juni 2001 menandatangani perjanjian jual beli (sales purchase agreement/SPA) No.982 dan EUR 76. Pembelian roll dari PT Sarana Tehnik Abadi yang rusak dalam masa garansi berpotensi merugikan PT Krakatau Steel sebesar GBP 123. Kadiv PP-BLP melalui surat No.68) merupakan eks pengadaan sebelumnya. Berdasarkan laporan hasil pengujian Non Destructive Test (NDT) oleh Dinas Pengujian Material PT KS NDT No. meskipun BUR baru beberapa kali dipakai. termasuk “dressing” yang “insufficient”. 10. sehingga klaim yang diajukan PT KS ke SFEL melalui PT STA tidak dapat diterima.BPK RI menyarankan agar PT KS segera merealisasikan permintaan ganti rugi ke rekanan sesuai maksud diatas. Dalam laporan tersebut pihak SFEL tidak sependapat bahwa permasalahan yang timbul pada 3 roll diatas disebabkan oleh kesalahan produksi.000. Dari hasil kunjungan tersebut pihak SFEL menerbitkan laporan kunjungan (visit report) sebagai jawaban atas klaim yang diajukan PT KS. Atas keberatan pihak PT KS tersebut.684.KU. Dari pemeriksaan yang dilakukan atas kontrak-kontrak pengadaan yang melibatkan PT STA sebagai rekanan. pada tanggal 24 s. Namun demikian melalui surat No. pihak SFEL melakukan pengecekkan atas 3 unit BUR hasil produksinya.5910254 (KS No.01-03/724/2003 tanggal 22 Oktober 2003. Sementara satu BUR No.000.06. 31 Januari 2003 dilakukan kunjungan inspeksi oleh wakil dari SFEL selaku pabrikan. LG.LG. pihak PT KS masih tetap mengajukan klaim karena tidak dapat menerima alasan penolakan klaim tersebut.

padahal dalam kurun waktu yang sama pihak rekanan masih memiliki kewajiban yang belum terpenuhi. dan memilih untuk tetap menggunakannya. Selain itu PT KS tidak memiliki mekanisme formal/baku.000. untuk bisa menuntut pertanggungjawaban (ganti rugi) ke rekanan yang telah menerima pembayaran namun tidak memenuhi/masih ada kewajibannya ke PT KS. Apabila menunggu kedatangan BUR berikutnya ataupun sampai dengan ada penggantian BUR baru. BPK RI menyarankan agar PT KS segera meminta ganti rugi ke pihak rekanan sesuai maksud diatas. termasuk sanksi.00/I/2002. Pada saat timbul indikasi keretakan lewat uji NDT ternyata PT KS tidak segera menolak atau mengembalikan BUR dimaksud ke PT STA sesuai garansi yang tertera di SPA. tidak semata-mata diakibatkan oleh kegiatan produksi di pabrik PT KS.00 atas belum adanya kejelasan pertanggungjawaban (pemberian ganti rugi) oleh rekanan untuk kerusakan barang yang terjadi.000. maka dikahwatirkan akan terjadi delay produksi yang berkepanjangan. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut diperoleh indikasi awal bahwa telah terjadi permasalahan dalam 21 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Hal ini menyebabkan pihak rekanan dan pabrikan tidak menerima klaim yang diajukan. Mengenai adanya indikasi refleksi dari NDT test. Hal ini disebabkan pihak user (pabrik HSM) PT KS tidak memperhatikan konsekuensi yang ditimbulkan dari pemakaian BUR yang masih dalam status klaim dan masa berlaku jaminan masih ada.28/LG.06.d. 2004.000. Pembelian besi tua oleh Direksi PT Krakatau Bandar Samudera merugikan keuangan Krakatau Steel Group sebesar Rp4. maka kecil kemungkinan kerugian atas BUR yang rusak sebelum waktunya tersebut dapat dimintakan penggantian ke PT STA mengingat kondisi-kondisi sebagai berikut : 1. mengingat kerjasama yang baik selama ini antara kedua belah pihak. Dengan demikian apabila tidak segera diupayakan penagihan.00 Berdasarkan pemeriksaan fisik atas persediaan bahan baku di lokasi gudang besi tua/scrap PT Krakatau Steel (PT KS) pada tanggal 3 Januari 2005 ditemukan adanya scrap yang berada di lokasi tersebut namun tidak jelas status kepemilikannya.selama kurun waktu 2003 s. termasuk hasil pengetesan kualitas (NDT) oleh Dinas Pengujian Material tanggal 3 April 2002.000. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian sebesar GBP 123. pihak PT KS mengikuti ketentuan yang diatur dalam Sales Purchase Agreement No. Namun demikian PT KS akan mengupayakan adanya itikad baik dari PT STA untuk menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai isi SPA. 2. padahal baru beberapa kali dipakai. PT KS menjelaskan bahwa penggunaan Back Up Roll (BUR) yang masih dalam status klaim dilakukan dengan pertimbangan kondisi mendesak di lapangan. yakni memberikan kompensasi kerugian. Seharusnya dalam proses pengadaan diatas. sebelum memanfaatkan suku cadang dimaksud. 11. Selanjutnya agar PT KS membuat aturan baku mengenai sanksi kepada rekanan yang sudah menerima pembayaran namun tidak sepenuhnya melaksanakan kewajibannya. Pihak pemakai/user PT KS tidak dapat meyakinkan pabrikan (SFEL) bahwa kondisi BUR yang cacat/sompal tersebut. pihak PT KS sebenarnya telah meminta garansi ke PT STA bahwa BUR aman dipakai sesuai memo dinas Kadis Penerima dan Penerima Barang No.47003317 tanggal 15 Juni 2001 yang ditandatangani oleh pihak PT Sarana Tehnik Abadi.

000.00 WIB) Sdr.q.550/kg. Pada saat proses bongkar muat.Sisa pembayaran akan dilaksanakan setelah barang selesai dibongkar seluruhya dan tonase akhir telah diketahui bersama. Azhar Amran selaku Manager Komersil/Pemasaran PT KBS) dalam rangka penawaran scrap yang awalnya akan dijual ke PT PL tersebut. Pada tanggal 1 Juni 2004 (±14.Uang muka sebesar Rp2. RW) selaku Direktur Utama (Dirut) CV FI dengan Sdr. Setelah dilakukan pembicaraan oleh kedua belah pihak disepakati harga scrap sebesar Rp1. Pada tanggal 1 Juni 2004 (±09. Muchsin (Sdr. yang tertuang dalam dokumen Permintaan Kesanggupan Negosiasi. Manajer Komersil PT KBS mempertemukan Sdr. c. Awalnya scrap tersebut diakui sebagai milik CV Fajar Indah (CV FI) yang rencananya akan dibeli oleh PT Interworld melalui PT Panca Logam. Untuk itu pada tanggal 31 Mei 2004 dilakukan bongkar muat yang pertama sebanyak ±250 MT.000 (dua milyar Rupiah) dibayarkan setelah barang tiba dengan kapal tongkang di Pelabuhan Cigading dengan menunjukkan Bill of Lading (B/L) asli dan Manifest asli.PC.proses awal jual beli scrap dimaksud yang melibatkan anak perusahaan PT KS.00 WIB).00 WIB).00 WIB) juga mendatangkan staf pemeriksa kualitas Direktorat Logistik PT KS ke lokasi PT KBS untuk melakukan pengecekan mengenai kualitas scrap yang ditawarkan oleh CV FI. . sebagai dasar pembuatan kontrak pembelian (Purchase Contract) No. dengan pihak ketiga yang mengklaim kepemilikan atas scrap yang berada di lokasi gudang PT KS.0252 tanggal 1 Juni 2004 (±16. RW dengan Direksi PT KBS untuk menindaklanjuti penawaran scrap tersebut.000. M) yang memiliki jabatan sebagai manajer di PT Multi Sentana Baja (PT MSB). Dari hasil pengecekan dikatakan bahwa scrap dimaksud secara kualitas dapat dikategorikan sebagai scrap kelas I (HMS I) sehingga memenuhi kebutuhan PT KS.04. yakni PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS). Rudi Wahid (Sdr. d. terjadi pembicaraan antara Sdr. dengan dikurangi uang muka yang telah diberikan. 22 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . M pada tanggal 1 Juni 2004 (±13. Setelah pembicaraan terjadi pemutusan secara sepihak transaksi jual beli scrap ke PT PL oleh CV FI pada tanggal 1 Juni 2004. PT MSB adalah perusahaan Pelaksana Bongkar Muat (PBM) milik Yayasan Dana Pensiun PT KS yang selama ini ditunjuk untuk melaksanakan setiap kegiatan bongkar muat barang impor yang didatangkan oleh PT KS. Sdr. Dalam kontrak pembelian diatur ketentuan pembayaran sebagai berikut : . termasuk bongkar muat bahan baku pellet dan scrap. f. Direktur Keuangan PT KBS atas kuasa dari Pjs. RW dengan Sdr. b. Selain mempertemukan dengan pihak Pemasaran PT KBS. Secara kronologis terjadinya permasalahan tersebut berdasarkan dokumen formal yang ada dan penjelasan pihak PT KS serta PT KBS adalah sebagai berikut : a. Dengan demikian sebelum dilakukan penandatangan kontrak pembelian scrap tersebut tidak ada proses pengadaan maupun tender yang dilakukan pihak PT KBS dikarenakan barang/scrap yang akan dibeli sudah berada di lokasi pelabuhan/gudang penimbunan PT KBS. Pada tanggal 29 Mei 2004 tongkang pengangkut scrap TK GENOA 2301 tiba di pelabuhan Cigading dan kemudian sandar pada tanggal 31 Mei 2004. Setelah ada kontrak pembelian scrap dengan CV FI. e. M mempertemukan Sdr. Dirut PT KBS menawarkan kembali scrap dimaksud ke PT KS c.

674. M dimana dalam uraian kronologis diatas merupakan pihak yang aktif terlibat dalam proses awal terjadinya jual beli scrap antara PT KBS dengan CV FI. selanjutnya dilakukan pengangkutan scrap dari gudang penimbunan PT KBS ke gudang scrap PT KS.990 per kg.Wakil pihak PT MSB selaku pelaksana bongkar muat (PBM). M sebesar Rp700 juta.Wakil pihak PT KS. Sementara itu sebagai tindak lanjut ketentuan di kontrak jual beli. i.n. Dalam surat penawaran yang dikirim tersebut pihak PT KBS merujuk pada surat konfirmasi pesanan (confirmation order) yang pernah dikirimkan oleh Kasubdit Pembelian PT KS No. Salah satu pihak yang menerima aliran dana pembayaran tersebut adalah Sdr.14594 (IDR) ke rekening : a.950.34. Direksi PT KBS melakukan pembayaran uang muka ke pihak CV FI sebesar ±Rp2 milyar.LG. b.00/1465/GMP/2004 tanggal 2 Juni 2004.390 ton. Perintah transfer ke rekening-rekening tersebut diatas berdasarkan surat Sdr. dengan kontrak jual beli antara PT KS dan PT KBS akan dibuat menyusul. yang tertuang dalam BAP No.Wakil pihak PT KBS 2) Endang S. Bank Mandiri eks BBD Cabang Cilegon a. j. 036/DIRUTKBS/VI/2004 tanggal 2 Juni 2004 dengan harga Rp2. pihak Kasubdit Pembelian PT KS. tidak memperhatikan adanya perbedaan asal usul scrap diatas dikarenakan kebutuhan scrap yang sudah sangat mendesak. Berdasarkan SPPB diatas. Pembayaran dilakukan melalui transfer bank dari rekening PT KBS di Bank Mandiri eks BBD cabang Cilegon No. LG 02. Kasubdit Pembelian PT KS menindaklanjuti dengan mengirimkan Surat Perintah Pengiriman Barang (SPPB) kepada pihak PT KBS No.n. Sdr. RW. Sementara itu dari hasil pemeriksaan atas surat konfirmasi pesanan yang dirujuk oleh Direksi PT KBS diatas.100/kg.112. Abdul Azis sebesar Rp100 juta.00/1137/GMP/07 tanggal 25 Pebruari 2004.2 milyar. 3) Ardianto Tanjung . Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembelian PT KS melalui surat No. yakni tanggal 2 Juni 2004. serta berdasarkan pengecekkan fisik yang pernah dilakukan stafnya.00. pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2004 dibuat Berita Acara Penimbangan (BAP).n.116. Bank Mandiri Cabang Jakarta No.Wakil pihak PT Sucofindo selaku Surveyor 4) Sdr. yang oleh kuasa Pjs Dirut PT KBS dikaitkan dengan surat konfirmasi pesanan sebelumnya dari PT KS --padahal yang akan dijual adalah scrap lokal dari Kalimantan bukan scrap impor dari Phillipina--. Sesudah seluruh pekerjaan pengangkutan scrap selesai. Sementara itu pada saat proses pemindahan scrap dari lokasi pelabuhan PT KBS ke gudang scrap PT KS dilakukan. Dalam SPPB tersebut pihak Kasubdit Pembelian PT KS hanya menyanggupi harga scrap sebesar Rp1. pada hari dan tanggal yang sama dengan surat penawaran ke PT KS diatas. selaku pejabat yang pernah mengirimkan.0004182163 a. .492/B/BA/DOP-KBS/VI/04 tanggal 7 Juni 2004 dengan ditandatangani oleh : 1) Subari . Bank BCA Cabang Jakarta No.02.g. setelah terlebih dulu dilakukan bongkar muat yang kedua oleh PT MSB. Sesuai hasil timbangan PT KS berat keseluruhan scrap adalah 2. Matjik Ahmad sebesar Rp1. Pada saat menerima surat penawaran dari PT KBS.22275328 a. c. diketahui bahwa yang diminta oleh Kasubdit Pembelian PT KS dalam confirmation order awal adalah scrap impor dari Philipina. M . ternyata ada surat pemberitahuan dari pihak yang 23 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Atas adanya surat penawaran tersebut. h.

Metal Malaysia pada tanggal 16 Juni 2004 melaporkan tindakan tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Banten dengan tuduhan pencurian --oleh CV FI -. SH pada tanggal 11 Juni 2004. k. l. p. Sdr.042.950. Atas dasar laporan tersebut. SP.Sita/23/VI/2004 pada tanggal 17 Juni 2004. pihak Polda Banten menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran keberadaan scrap seperti yang dilaporkan. menurut penjelasan pihak terkait PT KBS dimaksudkan untuk memperkuat kontrak jual beli yang sebelumnya sudah ditandatangani serta untuk mengamankan status uang muka yang telah dibayarkan PT KBS ke CV FI. Dari hasil penelusuran.901 di Bank BNI Cabang Tanjung Perak Surabaya a.S. Atas adanya pemberitahuan/klaim dari pihak ketiga tersebut dan mengingat scrap yang dipermasalahkan sudah terlanjur dikirim ke PT KS. o. melakukan pembayaran kembali atas sisa kewajiban pembelian scrap sebesar ±Rp2 milyar. Sesudah akte jual beli ditandatangani. Direksi PT KBS pada tanggal dan hari yang sama.000. Ade Raspati. n.909.74580 (IDR) di Bank Mandiri eks BDN Cilegon ke rekening No. RW selaku Dirut CV FI.000. Selanjutnya sebagai tindak lanjut keputusan hukum diatas telah dilakukan pengambilan barang bukti scrap secara bertahap dari lokasi gudang PT KS oleh wakil pemilik sah yang 24 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .802/23a/VI/2004/Reskrim. Mengetahui bahwa isi muatan kapal berupa scrap yang diklaim sebagai milik kliennya telah dialihkan PT KBS. Sebagai tindak lanjut unsur tindakan pidana terkait dengan jual beli scrap antara PT KBS dengan CV FI beserta barang bukti yang ada. pihak Polda Banten mendapati scrap dimaksud berada di lokasi gudang PT KS untuk selanjutnya dilakukan penyitaan sebagai barang bukti berdasarkan Surat Perintah Penyitaan No. pihak Polda Banten menitipkan barang bukti sitaan tersebut ke pihak PT KS selama proses hukum berlangsung dengan Surat Perintah Titip Rawat Barang Bukti No. adalah milik kilennya yang dicuri oleh nahkoda kapal di perairan Malaysia dan dibawa ke Indonesia.n. maka dilakukan proses hukum oleh pihak berwenang melalui proses pengadilan di Pengadilan Negeri (PN) Serang. Lebih lanjut diminta agar penjualan scrap dimaksud dapat ditangguhkan. Pada waktu penyampaian surat pemberitahuan tersebut pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum KS Metal tidak/belum dapat menyertakan dan atau menunjukkan bukti kepemilikan atas kapal beserta muatannya yang diklaim sebagai milik kliennya.00. Untuk kepentingan proses hukum. Sdr. 010/KPL.n. pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum K.BHD Malaysia No. maka untuk memperkuat dokumen transaksi jual beli antara PT KBS dengan CV FI dibuat pengesahan secara akta jual beli oleh Notaris Mohamad Toha.oleh PT KBS --. m.dan penadahan scrap -.A. Pembayaran dilakukan melalui transfer bank dari rekening PT KBS No. sehingga pemberitahuan diatas tidak dianggap (diabaikan) oleh pihak PT KBS. PN Serang memutuskan pemilik sah scrap yang dititipkan di gudang PT KS bukanlah pihak CV FI yang selama ini sesuai akte jual beli telah menjual scrap tersebut ke PT KBS.116. q.S Metal (MIRI) SDN. Pembuatan akte jual beli tersebut. yakni 11 Juni 2004. Dalam surat pemberitahuan disebutkan bahwa kapal beserta muatan scrap yang berada di pelabuhan Cigading dan sedang dalam proses penjualan ke PT KS. atas dasar transaksi jual beli dengan CV FI.mengaku sebagai kuasa hukum K.TBTK/VI/04 tanggal 7 Juni 2004 yang ditujukan kepada Kepala Dermaga & Logistik/Manajer Operasional PT KBS a. Pada tanggal 29 Desember 2004.

Peranan aktif tersebut termasuk juga diantaranya dengan menghubungi pihak PT KS untuk memperlancar pelaksanaan transaksi dan pengiriman scrap ke gudang PT KS. Sdr. pelaksana/Manajer di PT MSB. Tuti Setiahati KS. Mengingat bahwa scrap dimaksud telah seluruhnya diambil oleh pemilik sah. Bidang (pengelola) kawasan pelabuhan laut. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian pada PT KS secara group/holding company sebesar Rp4. 2. Seharusnya Direksi PT KBS berpedoman pada Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Notaris Ny. Atas peranannya tersebut. berupa pemberian/transfer uang sebesar Rp700. M. dengan tidak menunda pelaksanaan pembelian/pembayaran sampai dengan ada penyelesaian atas klaim tersebut. 25 Pebruari 2005 sesuai memo dinas Supervisor Gudang Pelayanan Non Suku Cadang tanggal 28 Pebruari 2005. Direksi PT KBS juga tidak memperhatikan adanya klaim kepemilikan dari pihak lain atas scrap yang hendak dibelinya dari rekanan. c. Selain itu terdapat keuntungan yang diperoleh pihak lain. Telah ada keputusan hukum yang bersifat pasti bahwa scrap yang dibeli oleh PT KBS merupakan hasil tindakan pidana.000. 3. Hal ini disebabkan Direksi PT KBS menggunakan kesempatan dan kewenangan yang dimilikinya untuk melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain tanpa 25 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Sesuai pasal 3 Anggaran Dasar PT KBS. Bidang jasa pelabuhan laut. M. 5.d. sehingga pembelian scrap oleh Direksi PT KBS dari CV FI patut diduga sebagai tindakan melawan hukum. bidang usaha perusahaan adalah : a. yang dibuktikan dengan adanya kontrak pembelian dan akte jual beli scrap antara pihak PT KBS dengan CV FI. Berdasarkan keputusan PN Serang diatas dapat diartikan bahwa scrap di lokasi gudang PTKS bukanlah milik PT KBS. Adanya peranan aktif dari Sdr.000. dimana menurut penjelasan Kepala SPI PT KBS sampai saat ini yang bersangkutan tidak dapat mempertanggungjawabkan penerimaan dana dari PT KBS tersebut. Tindakan pembelian scrap oleh Direksi PT KBS menyalahi prosedur pengadaan barang karena tidak melalui proses pengadaan yang semestinya. Tindakan pembelian tersebut. 4. Dari kronologis diatas dapat disimpulkan bahwa : 1.00 dari Direksi PT KBS tanpa alasan dan tujuan yang jelas. yakni Sdr. maka terdapat potensi kerugian yang mesti ditanggung KS Group dikarenakan pembayaran yang telah terlanjur dilakukan Direksi PT KBS sebesar ±Rp4 milyar. juga menyalahi anggaran dasar/izin usaha PT KBS. Direksi PT KBS tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bertransaksi dengan terlebih dulu mengecek keabsahan buti-bukti kepemilikan barang dan dokumen pengangkutan yang diberikan oleh CV FI. Budang jasa penunjang pelabuhan laut.000. SH No. dalam upaya merealisasikan terjadinya transaksi jual beli scrap antara PT KBS dengan CV FI. namun malah tetap melakukan pembayaran kedua sebesar Rp2 milyar.000. berdasarkan bukti transfer yang ada.000.diputuskan PN Serang dari tanggal 5 Januari 2005 s.00 atas tindakan pembelian scrap bermasalah oleh Direksi Anak Perusahaan PT KS (PT KBS). M memperoleh aliran dana sebesar Rp700 juta. 5 tanggal 28 Pebruari 1996 dan Prosedur Pengadaan Barang dalam melaksanakan kegiatan usahanya. b.

Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah menjual dan menerima seluruh pembayaran atas tanah dan bangunan Jl. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah telah dievaluasi dan direvisi beberapa pasal perjanjian antara PT KS dengan distributornya antara lain mengenai masa berlaku menjadi 3 tahun dan setiap 3 bulan akan dilakukan evaluasi atas performasi dan penilaian yang mengacu pada hak dan kewajiban. dikarenakan kewenangan untuk meneliti legalitas berada di pihak PT KBS. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. dengan memanfaatkan situasi kekurangan bahan baku scrap yang dialami PT KS selaku induk perusahaannya. Kerjasama distributor dengan PT Cipta Damas Karya berpotensi merugikan PT KS. Kontrak kerjasama dengan distributor tidak dilaksanakan sesuai dengan perjanjian. Adapun mengenai indikasi timbulnya kerugian secara keuangan bagi KS group atas pembelian scrap bermasalah tersebut merupakan tanggung jawab dari manajemen PT KBS yang pada awalnya melakukan transaksi.memperhatikan prosedur dan prinsip kehati-hatian dalam berusaha. 26 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . MPR Raya No. Keempat temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. PT KS berpotensi kehilangan ijin untuk menjual aktiva non produktif berupa tanah dan bangunan di Jl. 18 Jakarta Selatan. 18 Jakarta Selatan tersebut. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah memasukkan pendapatan bunga dimaksud ke dalam dana PKBL yang dilanjutkan dengan mengeluarkan dana PKBL dari pembukuan perusahaan.157. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat 4 (empat) temuan. d. c.66 juta yang belum dimasukkan ke dalam dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. sesuai kronologis diatas PT KS hanyalah sebagai pihak yang dititipi barang bukti scrap oleh Penyidik Kepolisian Daerah Banten dan bukan sebagai pemilik barang dimaksud. Pihak PT KS menjelaskan bahwa terkait dengan adanya permasalahan scrap yang diangkut dari lokasi gudang/pelabuhan PT KBS di lokasi gudang PT KS. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah mencabut fasilitas kepada PT Cipta Damas Karya dan memberlakukannya seperti distributor lainnya. BPK-RI menyarankan agar Direksi PT KS selaku pemegang saham PT KBS melakukan pemeriksaan lebih rinci atas timbulnya permasalahan diatas untuk meminta Direksi KBS mempertanggungjawabkan pengeluaran dana perusahaan sebesar ±Rp4 milyar termasuk meminta pengembalian dana tersebut diatas ke pihak-pihak yang telah menerima secara tidak sah. MPR Raya No. Hal inipun sesuai dengan fakta bahwa rencana untuk membeli scrap tersebut oleh PT KS baru dalam tahap proses pembelian dimana belum diterbitkan Receiving & Inspection Report (RIR) maupun Purchase Contract-nya sehingga PT KS bukanlah pihak dalam permasalahan yang diuraikan di kronologis diatas. Terdapat pendapatan bunga senilai Rp1. 12. b.

karena tidak sesuai dengan spesifikasi sebagaimana tertuang dalam kontrak pembelian. PC 2002/07/00023. Hal tersebut disebabkan pihak PT KDL kurang intensif dalam melakukan komunikasi dengan pihak PT PAL Indonesia. Terdapat pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku Dari pemeriksaan atas kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh PT Pelat Timah Nusantara (PT Latinusa) diketahui adanya kegiatan pengadaan yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku.01/140/0000/2004 tanggal 22 Oktober 2004 yang berlaku mulai 1 Oktober 2004 sampai dengan 30 September 2006 Jumlah ongkos angkut penjualan selama tahun 2004 berjumlah Rp6. Sesuai dengan termin yang diatur dalam kontrak pembelian semestinya barang yang dibeli oleh PT KDL dimaksud harus sudah diserahterimakan ke PT KDL.600. Namun dalam pelaksanaannya sampai saat ini baru 1 (satu) unit peralatan tersebut yang sudah diterima dan telah dilakukan uji/ test tekan oleh PT KDL. maka barang tersebut dibawa kembali ke PT PAL Indonesia untuk dilakukan perbaikan seperlunya. HK.000.000.929.K. Untuk pekerjaan tersebut PT PAL telah memberikan jaminan pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Asuransi Bumi Putera Muda 1967 Surabaya tanggal 18 Juli 2002 atas pembayaran uang muka sebesar Rp39. PT KDL menjelaskan bahwa barang tersebut sebenarnya sudah dikirimkan ke PT KDL untuk dipasang. Kondisi tersebut mengakibatkan pembayaran uang muka ke PT PAL sebesar Rp39. 48/K-0000/2002 tanggal 28 Oktober 2002 yang berlaku mulai 1 Oktober 2002 sampai dengan 30 September 2004 c) PT Lancar Central Logistic dengan Kontrak No.600.02. sehingga tidak diperoleh kejelasan atas penyelesaian kontrak pengadaan tersebut. C.00 ke PT PAL Indonesia.00 oleh PT KDL.819.000. sehingga masih terdapat 1 unit yang belum diserahkan oleh PT PAL. PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) melakukan pengadaan berupa Oil Water Cooler (Retubing Double Tube) sebanyak 2 (dua) unit senilai Rp180.02. PT Pelat Timah Nusantara 1.000. H.B. Namun.01/016/0000/2004 tanggal 4 Maret 2004 yang berlaku mulai 1 Maret 2004 sampai dengan 28 Pebruari 2005 b) PT Lancar Surya Kencana dengan kontrak No.00 belum dapat dipertanggungjawabkan dan PT KDL belum dapat memanfaatkan Oil Water Cooler (Retubing Double Tube) dimaksud. diantaranya : a. Pengadaan jasa pengangkutan tin plate : a) PT Buana Centra Swakarsa dengan kontrak No. yaitu dilakukan tanpa melalui proses pelelangan. PT Krakatau Daya Listrik Pengadaan Oil Water Cooler (Retubing Double Tube) terlambat Berdasarkan kontrak pembelian No.000. 27 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . KAP Hadori & Rekan menyarankan agar Direksi PT KDL melalui Divisi Logistik melakukan komunikasi sekaligus mengingatkan PT PAL untuk segera mengirim 1 (satu) unit Oil Water Cooler (Retubing Double Tube) yang belum diserahkan tersebut.

b. Pengadaan jasa pengemasan (Packaging) pelat timah oleh PT. Buana Centra Swakarsa dengan kontrak No. HK.02.01/098/0000/2004 tanggal 26 Agustus 2004. Masa yang berlaku mulai 1 Agustus 2004 sampai dengan 31Juli 2005. Jumlah biaya pengemasan selama tahun 2004 berjumlah Rp5.525.722.000. Sesuai Sistem dan Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa PT Latinusa, pengadaan di atas Rp100 juta harus dilakukan dengan proses pelelangan. Disamping itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 80 tahun 2003, yang dijadikan dasar pengadaan barang dan jasa PT Latinusa, menyebutkan bahwa pengadaan barang harus dilakukan secara transparan, terbuka dan bersaing. Kondisi diatas mengakibatkan pengadaan jasa pengangkutan dan pengemasan tin plate kurang transparan, terbuka, dan bersaing, sehingga harga dalam kontrak tidak dapat diukur kewajarannya. Hal ini disebabkan Tim Pengadaan Barang dan Jasa PT Latinusa lalai dalam melaksanakan ketentuan yang sudah ditetapkan. PT Latinusa menjelaskan bahwa penunjukan langsung atas pengadaan pengangkutan dan pengemasan dengan pertimbangan : 1) PT Buana Centra Swakarsa dan PT Lancar Central Logistic mempunyai spesifikasi teknis alat angkut memenuhi persyaratan yang disesuaikan dengan jenis barang yang akan diangkut dan bidang usaha profesional di bidang angkutan. 2) PT Buana Centra Swakarsa sebagai jasa pengepakan tin plate juga melakukan pekerjaan pengemasan di PT Krakatau Steel dan PT BHIP dan akan dievaluasi setelah kontrak selesai. KAP Hadori & Rekan menyarankan agar Direksi PT Latinusa memberi peringatan kepada Tim Pengadaan Barang dan Jasa. Untuk pengadaan selanjutnya agar mengikuti ketentuan yang berlaku 2. Terdapat ketidakhematan dalam pengadaan jasa penyewaan mobil oleh PT Purna Sentana Baja PT Latinusa mengadakan perjanjian sewa menyewa mobil untuk Direksi dan Kepala Divisi dengan PT Purna Sentana Baja (PT PSB) meliputi : a. Kontrak No. 27/K-0000/2002 tanggal 16 Mei 2002 untuk pengadaan mobil sewa merk Hyundai Verna 1.5 Gls tahun 2002 sebanyak 16 unit, dengan tarif sewa per unit sebesar Rp4.900.000,00/bulan untuk jangka waktu kontrak mulai Mei 2002 sampai dengan April 2007. b. Kontrak No.61/K-0000/2002 tanggal 30 Desember 2002 untuk pengadaan mobil sewa merk Honda City ZM/T 1500 cc tahun 2002 dengan tarif sewa per unit sebesar Rp6.600.000,00/bulan untuk jangka waktu kontrak mulai 1 Desember 2002 sampai dengan 30 Nopember 2007. c. Kontrak No. HK. 02.01/088 A/0000/2004 tanggal 16 Juli 2004 untuk pengadaan mobil sewa merk Toyota New camry 2.4 A/T tahun 2004 sebanyak 1 unit dengan tarif sewa sebesar Rp12.150.000/bulan dan merk Honda New Accord 2.4i –VTEC A/T tahun 2004 sebanyak 3 unit dengan tarif sewa sebesar Rp12.000.000,00/bulan. Jangka waktu kontrak mulai 1 Agustus 2004 sampai dengan 31 Juli 2009. Penetapan PT PSB sebagai pelaksana dalam perjanjian kerjasama sewa menyewa diatas dilakukan dengan cara penunjukan langsung untuk periode 5 tahun. Hal ini

28 / 46

BPK RI / AUDITAMA V

menunjukkan bahwa perusahaan menyewa kendaraan dengan harga yang sama setiap bulan meski umur ekonomis kendaraan semakin menurun bahkan sampai pada nilai residu. Seharusnya berdasarkan sistem dan prosedur pengadaan barang dan jasa PT Latinusa, pengadaan barang dan jasa diatas Rp100 juta harus dilakukan dengan proses pelelangan dan dilakukan dengan proses perencanaan yang berpedoman pada azas-azas efisiensi, efektivitas, transparansi, adil dan akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan serta membangun pola-pola kemitraan dengan rekanan. Kondisi tersebut mengakibatkan pengadaan mobil sewa dilakukan secara tidak transparan, terbuka dan bersaing sehingga tidak dapat diukurnya kewajaran harganya. Selain itu pengadaan mobil melalui sewa murni diatas juga tidak hemat terutama bila dibandingkan dengan pengadaan secara sewa beli. Hal ini disebabkan Tim Pengadaan Jasa PT Latinusa menganggap bahwa PT PSB merupakan grup dari PT Krakatau Steel. PT Latinusa menjelaskan bahwa penunjukan PT PSB sebagai penyedia mobil sewaan, telah dilakukan oleh Tim Tender dengan pertimbangan sebagai berikut: 1) PT PSB bergerak dibidangnya (leasing) dan tersedia mobil pengganti bila mobil yang disewakan mengalami kerusakan; 3) Lokasi di Cilegon 4) Masih dalam lingkungan Krakatau Steel group (dalam rangka sinergi group). Selanjutnya kontrak tersebut akan dievaluasi sesuai dengan klausul-klausul kontrak sewa dengan Purna Sentana Baja (PSB). KAP Hadori & Rekan menyarankan agar Direksi PT Latinusa mengevaluasi kembali harga sewa dalam kontrak/perjanjian penyediaan mobil sewa tersebut diatas. 3. Penyewaan gudang milik Perusahaan belum dibuat kontrak/perjanjiannya PT Latinusa melakukan perjanjian penyewaan gudang yang dimilikinya kepada PT Hu-Tekindo sesuai kontrak awal No. 49/K-0000/2002 tanggal 28 Oktober 2002. Kontrak awal tersebut berlaku mulai berlaku 1 September 2002 sampai dengan 31 Agustus 2004, dengan harga sewa per tahun sebesar Rp259.560.000,00. Pada saat kontrak awal penyewaan tersebut telah berakhir pada tanggal 31 Agustus 2004, ternyata pihak PT Latinusa belum membuat kontrak perjanjian yang baru untuk memperpanjang masa sewa. Persetujuan perpanjangan penyewaan hanya berupa surat Direktur Keuangan No. HK.05.02/008/2000/2005 tanggal 6 Januari 2005 kepada PT Hu-Tekindo. Dalam surat tersebut diberitahukan besarnya tarif/harga sewa gudang untuk periode 1 September 2004 sampai dengan dengan 31 Agustus 2005, yakni sebesar Rp259.560.000,00 yang harus dibayar tunai dimuka oleh PT Hu-Tekindo. Sampai dengan 31 Desember 2004, PT Hu-Tekindo ternyata hanya membayar sebesar Rp128.482.200,00 atau hanya dibayar sewa untuk periode sewa 1 September 2003 sampai dengan 31 Agustus 2004. Sedangkan pembeyaran sewa untuk periode 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005 belum dibayar oleh pihak PT Hu-Tekindo selaku penyewa. Disamping itu dari hasil pemeriksaan diketahui juga bahwa PT Latinusa ternyata tidak mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran sewa sebesar 2 % (dua persen) setiap hari keterlambatan yang terjadi pada pembayaran sewa untuk periode 1 September 2003 sampai dengan 31 Agustus 2004.

29 / 46

BPK RI / AUDITAMA V

Seharusnya PT Latinusa bertindak tegas kepada PT Hu-Tekindo selaku penyewa sesuai kesepakatan yang tertuang dalam kontrak dan Surat Direktur Keuangan No. HK.05.02/008/2000/2005 tanggal 6 Januari 2005 diatas. Kondisi diatas mengakibatkan PT Latinusa tidak dapat memperoleh pendapatan atas asset berupa gudang milik perusahaan yang disewa oleh Pihak Ketiga. Hal tersebut disebabkan pihak PT Latinusa telah lalai dalam memantau pelaksanaan kerjasama, termasuk masa berakhirnya kontrak, serta belum adanya ikatan tertulis/perjanjian kembali dengan pihak penyewa pada saat kontrak berakhir. PT Latinusa menjelaskan bahwa perpanjangan perjanjian sewa menyewa bangunan gudang no 19/K-0000/2002, tanggal 28 Oktober 2002 masih dalam proses. Namun dengan adanya surat dari Direktur Keuangan No. HK.05.02/008/2000/2005 tanggal 6 Januari 2005 perihal yang sama, Perusahaan telah mencatat bagian pendapatan sewa tahun 2004 sebesar Rp259.560.000 tidak termasuk PPN sebesar Rp25.956.000,- dalam tahun buku 2004. Sedangkan Penagihan sisa sewa yang belum dibayar akan dilakukan di tahun 2005. KAP Hadori & Rekan menyarankan agar Direksi PT tetap menagihkan seluruh sewa gudang yang semestinya sudah jarus dibayar oleh penyewa ditambah dengan bunga selama dalam masa keterlambatan. Selain itu agar segera dibuat kontrak perpanjangan secara tertulis untuk periode penyewaan yang disepekari kedua belah pihak.

D. PT Krakatau Engineering Terdapat ketidakjelasan status atas penggunaan tanah untuk bangunan Perusahaan Berdasarkan hasil pemeriksaan atas aktiva berupa tanah seluas 14.400 m2 yang digunakan oleh PT Krakatau Engineering (KE) untuk 18 persil bangunan guest house milik PT Krakatau Steel (PT KS) diperoleh informasi bahwa guest house yang dibangun pada tahun 1992/1993 tersebut dana pembangunannya berasal dari PT KE. Penggunaan tanah milik PT KS telah berdasarkan persetujuan Direksi PT Krakatau Steel No.267/C/DU-KS/X1/1991 tanggal 14 November 1991 dan Dewan Komisaris PT KS No.25/DEKOM-KS/1991 dengan catatan : a. Tipe rumah yang akan dibangun adalah semi permanen dan akan dibongkar oleh PT. Krakatau Engineering apabila tanahnya akan dipergunakan oleh PT. Krakatau Steel. b. Lama peminjaman maksimum 5 tahun. Bangunan di atas tersebut selanjutnya diperuntukkan sebagai tempat tinggal tenaga ahli/ekspatriat KS Group dan bila tidak ada tenaga ekspatriat KS Group yang menempati, maka dapat disewakan kepada pihak ketiga. Terkait dengan status pengunaan tanah tersebut diketahui bahwa masa pakainya sudah habis sejak tanggal 6 November tahun 1996 dan sampai saat ini belum ada perpanjangannya. Dengan belum adanya perpanjangan atas izin penggunaan dari Dewan Komisarus PT KS diatas, maka status penggunaan tanah dimaksud menjadi belum jelas, apakah apakah disewakan atau dihibahkan kepada PT Krakatau Engineering. Padahal diatas tanah tersebut sudah didirikan bangunan permanen oleh PT KE, dimana sesuai izin penggunaan dari Dewan Komisaris PT KS bangunan yang didirikan semestinya berupa bangunan semi permanen. Semestinya PT KE dalam memanfaatkan tanah tersebut tetap memperhatikan ketentuanketentuan yang digariskan oleh Direksi serta Dewan Komisaris PT KS

30 / 46

BPK RI / AUDITAMA V

Kondisi diatas mengkibatkan dasar penggunaan tanah milik PT Krakatau Steel tersebut dan pemanfaatan bangunan diatasnya menjadi tidak jelas. PT KE menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini belum ada rencana akan dipergunakan oleh PT KS dan dari 14.400 m2 luas tanah yang dipinjam hanya 5000 m2 yang dipergunakan oleh PT KE. Sedangkan terkait dengan pengajuan permohonan perpanjangan pinjaman tanah, PT KE sudah pemah mengajukannya melalui surat No.4/DU-KE/X11/2000 tanggal 7 Desember 2000 dan No.65/DU-KEN/2002 tanggal 15 Mei 2002, dan telah dikirim lagi surat yang ketiga No.06/DUKE/1/2005 tanggal 12 Januari 2005. Namun sampai saat ini belum ada jawabannya. KAP Zaenal Ariffin menyarankan agar Direksi PT KE melakukan pendekatan lebih intensif lagi kepada pihak PT KS untuk memperoleh kejelasan status penggunaan tanah tersebut.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

31 / 46

BPK RI / AUDITAMA V

A/AUDITAMA V/GA/3/2005 tanggal 30 Maret 2005.B/AUDITAMA V/GA/3/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004. dan telah menerbitkan laporan nomor Nomor 23. kami mempertimbangkan pengendalian intern tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksaanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. 32 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . serta laporan laba rugi. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan usaha sendiri PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditirng yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. dan laporan kas usaha sendiri untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. laporan perubahan ekuitas. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 23.

kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini : • Keuangan • Produksi • Pemasaran • Perencanaan dan Tehnologi • Sumber Daya Manusia dan Umum • Logistik Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas.Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) dan anak-anak perusahaan bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. serta kami menentukan resiko pengendalian. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. Untuk tujuan laporan. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dan kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa traansaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Begitu juga. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan 33 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut. diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material tersebut menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi atau efektivitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. bukan keyakinan absolut.

Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. 30 Maret 2005 34 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Ak. Drs. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Namun. Misnoto.operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi resiko ke tingkat yang lebih rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akanmaterial dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. D-1416 Jakarta. kami mncatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B. MA Register Negara No.

279.338. butir 2.716. Di samping itu.120. tanggal 13 Juli 1994 tentang Penyempurnaan Sistem dan Prosedur Uang Muka.00 Untuk pengadaan barang/jasa atau pembiayaan kegiatan yang bersifat mendesak atau yang tidak direncanakan sebelumnya PT Krakatau Steel (PT KS) membuat kebijakan mekanisme uang muka pegawai.2. sedangkan uang muka fungsional adalah uang muka yang dipergunakan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sehubungan kegiatan unit lain yang menjadi kewajiban unit kerja si pemohon. Dari saldo uang muka pegawai tersebut.00 dan uang muka pegawai di Jakarta sebesar Rp781. yang terdiri dari uang muka pegawai PT KS di Cilegon sebesar Rp2. uang muka pegawai dapat dibedakan antara uang muka intern dan uang muka fungsional. telah berumur lebih dari satu bulan dimana semestinya sudah harus dipertanggungjawabkan. Direktorat Keuangan PT KS belum bisa menerapkan SK Direksi PT KS No. namun tidak ada jawaban atas konfirmasi dimaksud. pihak Divisi Akuntansi Keuangan PT KS telah melakukan konfirmasi kepada pengguna uang muka. Berdasarkan jenisnya.672. sebesar Rp2. akan dikenakan sanksi berupa penahanan gaji yang bersangkutan sampai dengan uang muka tersebut dipertanggungjawabkan dan pengajuan permintaan uang muka yang bersangkutan tidak akan diberikan lagi sebelum uang muka tersebut dipertanggungjawabkan.086. Pengajuan permintaan uang muka intern maupun fungsional dilakukan oleh pemohon dengan mengisi formulir permintaan uang muka disertai laporan tersedianya anggaran untuk setiap unit yang mengajukan uang muka tersebut.388.440.00. setiap pemohon harus melampirkan surat pernyataan atas kesediaan dikenai sanksi administrasi jika dalam waktu 30 hari setelah tanggal penerimaan uang muka. Atas keterlambatan pertanggungjawaban uang muka tersebut.00 atau 78. Kondisi di atas mengakibatkan pengeluaran uang muka yang belum dipertanggungjawabkan mengganggu arus kas/cash flow perusahaan.440.5.709. 169/C/DK-KS/KPTS/1994. Terdapat uang muka pegawai yang belum ada pertanggungjawabannya sebesar Rp2. Hal tersebut disebabkan Direktorat Keuangan tidak tegas menerapkan ketentuan uang muka.Lampiran B A. Berdasarkan SK Direksi PT Krakatau Steel No.279. PT KS sependapat atas temuan yang disampaikan BPK-RI mengenai kondisi saldo uang muka pegawai per 31 Desember 2004 yang belum dipertangungjawabkan. Terhadap penerima uang muka yang belum membuat pertanggungjawaban tidak dikenakan sanksi administrasi sesuai ketentuan dan surat pernyataan yang telah dibuat.709. Untuk permintaan uang muka fungsional harus melampirkan bukti asli permintaan kebutuhan dari unit kerja lain.00. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2004 diketahui adanya saldo uang muka pegawai sebesar Rp3. 169/C/DK-KS/KPTS/1994 karena adanya uang muka fungsional dimana pejabat yang harus mempertanggungjawabkan 35 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . menyebutkan bahwa uang muka yang tidak dipertanggungjawabkan sampai melewati batas waktu paling lambat satu bulan sejak diterimanya dana uang muka tersebut.496.582. Uang muka intern adalah uang muka yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan intern pada unit kerja si pemohon.22% dari saldo uang muka pegawai. PT Krakatau Steel 1. pemohon belum mempertanggungjawabkan uang muka tersebut.

Harga jual minimum tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi PT KS No. Namun demikian.000.500. Hasil penilaian appraial PT SAU dinilai terlalu tinggi karena tidak memperhitungkan luas tanah yang direncanakan terkena jalan umum dan garis sepadan bangunan dari depan. PT Krakatau Steel kehilangan kesempatan mendapatkan hasil penjualan asset non produktif minimal sebesar Rp567.000.00.500.berbeda dengan pejabat pemakai uang muka tersebut.00 sebagai harga jual minimum tanah/bangunan non produktif di Jl. kanan dan kiri. seperti uang muka untuk proses perijinan dari instansi Pemerintah.492. untuk mengendalikan keterlambatan pertanggungjawaban uang muka pegawai pihak Direktorat Keuangan berencana melakukan konfirmasi dari 3 bulanan menjadi 2 bulanan dan akan segera mengkaji serta mengevaluasi kembali prosedur uang muka pegawai. maka tim pelepasan asset berdasarkan Berita Acara Penaksiran Harga Asset Non Produktif Milik PT KS No.723. BPK-RI menyarankan agar PT KS memperbaiki kebijakan pemberian uang muka sesuai keperluan dan konsisten melaksanakan ketentuan yang dibuat. 1. 36 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . dimana penilaian didasarkan pada perbandingan dengan harga penjualan tanah yang telah terjadi disekitarnya serta keadaan dan letaknya cukup bersaing terhadap tanah yang dinilai.000. telah ditunjuk PT Sucofindo Appraisal Utama (PT SAU) sebagai konsultan penilai independen berdasarkan surat No. Tim mengusulkan kepada Direktur Utama PT KS dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : a.722. 35/C/DU-KS/Kpts/2003 tanggal 12 Agustus 2003 tentang harga jual minimum asset non produktif milik PT KS yaitu sebesar Rp2. Dengan pertimbangan bahwa harga jual minimum merupakan harga patokan awal dalam proses penawaran penjualan. Tanah/bangunan sudah pernah dilelang sebanyak 3 (tiga) kali melalui Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) Jakarta V. b. 1 Kemanggisan Jakarta. sehingga luas tanah yang bisa dimanfaatkan secara komersial tinggal kurang lebih 600 m2. Penjualan dibawah harga jual minimum dilakukan setelah adanya surat dari ketua tim pelepasan asset non produktif No. 19/TPA-KS/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003 perihal penilaian aktiva tetap milik PT Krakatau Steel (PT KS) yang berlokasi di Jakarta dan Serang-Banten. tetapi belum terjual karena harga penawaran tertinggi dari peserta lelang yaitu sebesar Rp1.000. Selain itu terdapat uang muka untuk pembiayaan kegiatan yang ternyata membutuhkan waktu cukup lama. 51/TPS-KS/V/2004 tanggal 6 Mei 2004. memohon kepada Direktur Utama PT KS untuk menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2003 sebesar Rp1.00 Dalam rangka penjualan asset non produktif dan untuk mendapatkan nilai wajar asset tersebut. 2. 01/BA/TPA-KS/2003 tanggal 11 Agustus 2003 merekomendasikan bahwa harga jual minimum yang akan digunakan dalam proses penawaran penjualan adalah rata-rata dari nilai likuidasi dan nilai pasar hasil penilaian PT SAU.00 (jauh dari harga jual minimum yang ditetapkan). Kemanggisan Jakarta Barat yang dijual dibawah harga jual minimum yang ditetapkan. Bima No. Penilaian tanah dilakukan dengan menggunakan Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach).000. Bima No.000. Dari laporan hasil pelaksanaan pelepasan asset non produktif milik PT KS per 1 September 2004 diketahui terdapat asset non produktif tanah di Jl.

Bima. Seharusnya tim pelepasan asset menggunakan NJOP tahun 2004 sebesar Rp2. lelang dilaksanakan tanggal 18 Mei 2004 di ruang rapat Basement Wisma Baja. 1 Kemanggisan.00. 37 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . dijelaskan bahwa status tanah di Jl. seharusnya sampai dengan tanah tersebut dijual.00. diketahui bahwa harga jual tanah di Jl. Bima No. f. lelang dilaksanakan tanggal 19 Februari 2004 di ruang rapat Basement Wisma Baja. Bima No.000.000. karena NJOP tahun 2004 sudah diterima dan diketahui oleh PT KS tanggal 12 Januari 2004 sesuai dengan SPPT-PBB PT KS tahun 2004. Usulan tim pelepasan asset non produktif tersebut disetujui oleh Direktur Utama PT KS. Berdasarkan lampiran Berita Acara Penaksiran Harga Asset Non Produktif Milik PT KS yang dijual No.178. Lelang pertama kali diumumkan melalui harian Media Indonesia tanggal 10 Februari 2004.723.804. 244 tanggal 2 Juni 1995 yang berlaku sampai dengan 1 Juni 2015 dengan gambar situasi No.000. Risalah lelang hanya menyatakan tidak ada peminat (TAP) yang berarti belum ada yang menawar. Kebijaksanaan atas perubahan zoning dari Pemerintah Daerah setempat yang berpengaruh pada potensi nilai tanah tidak ditemukan dalam waktu dekat. Arjuna. Mengacu pada alasan butir (a) di atas. rumah tinggal dan sebelah timur.000.000. d. 51/TPS-KS/V/2004 tanggal 6 Mei 2004 masih menggunakan NJOP tahun 2003 sebesar Rp1. Jakarta adalah Hak Pakai No. Laporan penilaian Balindo menyebutkan antara lain : 1) Batas lokasi tanah yang diidentifikasi oleh Balindo menyebutkan sebelah utara Jl. lelang dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali. Bima.00. Berdasarkan risalah lelang No. 1. 01/BA/TPA-KS/2003 tanggal 11 Agustus 2003 yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi PT KS No. e.00 (jauh dari harga jual minimum) tidak dibuktikan dalam risalah lelang. Arjuna dan Jl. 35/C/DU-KS/Kpts/2003 tanggal 12 Agustus 2003.00.722.000.176.000. Menurut laporan PT SAU disebutkan lokasi tanah cukup strategis dan peruntukan tanah dari objek penilaian adalah pemukiman perumahan khususnya perumahan mewah.00 sampai dengan Rp1.263.000. Taksiran harga jual tanah/bangunan berdasarkan penilai Balai Lelang Indonesia (Balindo) hanya berkisar Rp1.925. 9608/1994 tanggal 22 September 1994. Dari analisa dokumen dan informasi selama pemeriksaan diketahui sebagai berikut : a. Informasi tentang penawaran yang tertinggi dari peserta lelang sebesar Rp1. rumah tinggal. b.000. Dengan demikian tidak diperoleh dasar informasi yang kuat untuk usulan point (a) di atas karena yang dilaporkan lelang sebanyak 3 (tiga) kali. Sertifikat tanah/bangunan masih berupa Hak Pakai dan berlaku sampai dengan tanggal 1 Juni 2005. Dengan demikian tidak diperoleh dasar informasi yang kuat untuk usulan point (a) di atas. sebelah barat. kemudian di harian Suara Karya tanggal 13 April 2004. sebelah selatan Jl.000. sebelah selatan Jl. lelang dilaksanakan tanggal 22 April 2004 di ruang rapat Basement Wisma Baja dan terakhir diumumkan di harian Suara Karya tanggal 10 Mei 2004. c. Sedangkan berdasarkan peninjauan tim pemeriksa ke lokasi diketahui bahwa sebelah utara Jl. ditetapkan sebesar Rp1. Dengan demikian tidak diperoleh dasar informasi yang kuat untuk usulan point (b) di atas. Dengan demikian tidak diperoleh dasar informasi yang kuat untuk usulan point (c) di atas karena yang dilaporkan hak pakai berlaku sampai dengan 1 Juni 2005. Kemanggisan. Tol Kebon Jeruk. 053/2004 tanggal 18 Mei 2004 melalui KP2LN Jakarta V.c. Surat tim pelepasan asset non produktif No.000. d.

Sama dengan identifikasi batas lokasi tanah yang dilakukan oleh PT SAU. Namun mengingat kompetensi dan pengalamannya atas pelelangan asset. rumah tinggal. butir (2) yang menyebutkan untuk mendapatkan calon pembeli yang lebih banyak serta untuk meningkatkan nilai jual dan pelaksanaan penjualan yang lebih transparan. Informasi penawar tertinggi Rp1 milyar memang tidak memiliki bukti formal. 1. 2) Survey asset non produktif milik PT KS dilakukan oleh Balindo tanggal 24 Maret 2004. maka diperlukan jasa Balai Lelang Swasta dalam rangka melaksanakan tugas Pra Lelang dari aktiva tersebut. Penggunaan jasa Balindo merupakan tambahan permintaan sehubungan Balindo tengah mengerjakan pekerjaan lain yang berhubungan dengan PT KS. rencana lelang berikut pengumumannya telah dilakukan 3 kali namun hanya dua kali yang terlaksana proses lelangnya. PT KS menjelaskan bahwa manajemen dapat memahami hasil analisa dokumen dan informasi dalam temuan BPK-RI dan diakui memang terdapat kekurangan pengungkapan informasi dalam surat ketua tim no.500.500. 35/C/DUKS/Kpts/2003 tanggal 12 Agustus 2003 tentang harga jual minimum asset non produktif milik PT KS.000. 01-MBUMN/2002 tanggal 29 Januari 2002. terdapat indikasi bahwa tim pelepasan asset memang sudah beritikat untuk tidak memakai hasil penilaian atas tanah Jl.00 – Rp1. Satu kali lelang tidak jadi dilaksanakan karena tidak satupun peminat yang hadir untuk mengikuti lelang. Penggunaan jasa Balindo memang tidak dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pemberi referensi harga yang ditetapkan dengan surat Direksi seperti Sucofindo.00). Hal tersebut di atas disebabkan Ketua tim pelepasan asset non produktif tidak cermat dalam membuat alasan-alasan untuk menurunkan harga jual minimum kepada Direksi PT KS. khususnya mengenai harga. Dengan demikian laporan penilaian Balindo tidak dapat dijadikan dasar informasi oleh tim pelepasan asset. Bukti formal yang ada berkaitan dengan asset dalam risalah lelang hanya disebut tidak ada peminat.000. hasil Balindo dijadikan referensi. Dari analisa dokumen dan informasi di atas dapat disimpulkan bahwa pertimbangan dalam surat ketua tim pelepasan asset non produktif yang merubah harga jual minimum tidak berdasar. c. 51/TPS-KS/V/2004 dimana terdapat kesalahan data. karena diperoleh dari hasil komunikasi informal dengan peserta lelang yang semula berminat setelah proses lelang. Melihat informasi pelaksanaan lelang (point a). Demikian pula halnya dengan penggunaan NJOP tahun 2003 karena dekat dengan hasil harga Balindo. Asset baru terjual pada lelang berikutnya tanggal 18 Mei 2004. Kondisi di atas mengakibatkan PT KS kehilangan kesempatan mendapatkan hasil penjualan asset non produktif minimal sebesar Rp567. Kemanggisan dari PT SAU karena lelang atas tanah dimaksud baru dilaksanakan 1 (satu) kali yaitu tanggal 19 Februari 2004 sedangkan lelang kedua baru dilaksanakan tanggal 22 April 2004. karena memang tidak ada satupun peserta lelang yang mengajukan penawaran.925. 38 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Penggunaan Balindo sebagai dasar referensi harga tidak sesuai dengan lampiran Instruksi Menteri Negara BUMN No. 101/SAUAPP/PST-VII/2003 tanggal 28 Juli 2003 dan Surat Keputusan Direksi PT KS No. Seharusnya Tim Pelepasan Asset Non Produktif milik PT KS dalam menjual asset non produktif berpedoman kepada Laporan PT Sucofindo Appraisal Utama No. b. yaitu: a. Pada saat dibuat surat permintaan perubahan harga. Bima No.492.sebelah barat jembatan layang (flyover) dan sebelah timur.000.00 (Rp2.000.

504.993.00 Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tentang Pengesahan Hasil Kegiatan Usaha PT KS tahun buku 1998 tanggal 28 Mei 1999 diputuskan antara lain pada point (e) penghapusan (write off) mesin dan peralatan pabrik yang sudah tidak digunakan sesuai hasil audit dengan nilai buku sebesar Rp2. intermed mill (No.618.00 1.251.00 6.00 1. 17 dan 19) pada pabrik wire rod dengan nilai sebesar Rp761.905.00 Akumulasi Penyusutan 1.00 5.224. 1.007. Berdasarkan copy sertifikat Hak Pakai No.00 84.00 Nilai Buku 21.677. 16.972.00 4. 244 tanggal 2 Juni 1995 disebutkan masa berlaku hak pakai sampai dengan tahun 2005.00 46.093. 5.Perbedaan antara hasil Balindo dengan Sucofindo.570.00 44.050.345. BPK-RI menyarankan agar Direksi meminta pertanggungjawaban kepada Tim Pelepasan Asset karena bekerja tidak cermat dan tertib dalam mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang berkaitan dengan usulan penjualan asset non produktif.00 1.141.000.00 33.00 3. melainkan hanya 39 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .00 50.00 2.057.444.606.516. diantaranya terdapat 4 (empat) jenis/item roll stand group. 6. 3.414.730.402.839. Sehubungan masih terdapat asset non produktif yang belum terjual. Berdasarkan pemeriksaan fisik diketahui bahwa tim pemusnahan/scrapping belum melaksanakan proses scrapping atas Roll Stand di atas secara keseluruhan. tidak lagi menjadi perhatian tim sehubungan keperluan untuk segera dapat menjual aseets tersebut sebelum ijin penjualan dan masa hak pakai berakhir d.156.00 1.737.345. Terdapat kekeliruan dalam dokumen-dokumen yang dibuat mengenai batas waktu hak pakai yakni 2015.970.089. Hal tersebut dikuatkan dengan surat BPN No.141. 14.40 milyar.952. 4. 01/BA/TPA-KS/2003.465.049. 2. PT Krakatau Steel belum sepenuhnya melakukan penghapusan atas aktiva tetap yang sudah di-scrap Laporan Keuangan PT Krakatau Steel (PT KS) per 31 Desember 2004 mencatat terdapat Aktiva Non Operasional pada akun Aktiva Lain-lain (Aktiva Tetap Non Produktif) sebagai berikut : (dalam ribu rupiah) No. 3.141. termasuk lampiran Berita Acara Penaksiran Harga Asset Non Produktif Milik PT KS yang dijual No.497.727.00 4.00 dalam kondisi rusak berat.641. sedangkan sisanya agar diajukan secara tersendiri melalui Komisaris setelah aktiva tersebut dinyatakan non produktif oleh Direksi PT KS.839. hasil analisa dokumen dan informasi BPK-RI akan menjadi perhatian bagi Tim dalam melaksanakan tugasnya. 362/JB/2002 tanggal 26 Nopember 2002. Nama Aktiva Tanah Peningkatan Tanah Bangunan dan Gedung Mesin dan Pabrik Alat-alat Berat Peralatan dan Perabotan Perkakas Kecil Total Aktiva Tetap Non Produktif Harga Perolehan 21.918. Dari aktiva mesin dan peralatan pabrik non produktif sebagaimana dimaksud keputusan RUPS tersebut.093. 7.251.00 1.

Untuk itu akan dilakukan pemindahan ke lokasi/area scrap yard agar segera dapat dilakukan pengscrapannya. Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut. Pelaksanaan kerja pemotongan oleh PT HH ini tertuang dalam Job Order No.06/JO/DPM-KS/04 tanggal 30 Juni 2004.00 karena belum diatur secara rinci dalam Surat Perintah Kerja Dalam rangka pembangunan jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). khususnya point (e). Sesuai keputusan RUPS mengenai Pengesahan Hasil Kegiatan Usaha tahun buku 1998.414.326. Hal tersebut disebabkan Tim scrapping dalam melakukan tugasnya belum berkoordinasi dengan unit kerja terkait seperti dinas akuntansi konstruksi yang mengetahui asset-asset yang harus dihapusbukukan.00.000. PT KS menunjuk PT Hamasa Hutama (PT HH) untuk melakukan pemotongan sesuai ukuran yang diminta PT JM. Perjanjian jual beli dituangkan dalam kontrak No.200 ton baja tulangan polos sesuai spesifikasi PT JM.rumahan roll stand saja.759.450. yang semestinya tidak perlu diberikan PT KS. Untuk produksi baja tulangan sebanyak 20.00. Kerjasama produksi baja tulangan dituangkan dalam Surat Perintak Kerja/Job Order No.000. 4. PT KW akan menerima pembayaran dari PT KS sebesar Rp13. PT KS menjelaskan bahwa PT KS belum dapat melakukan pengscrapan atas sebagian Aktiva Mesin dan Peralatan Pabrik Non Produktif yang sudah disetujui RUPS untuk dihapuskan karena aktiva dimaksud masih berada di lokasi plant wire rod.708.347.000 ton.800 ton baja tulangan ulir dan 5.000 ton senilai Rp117. Sedangkan bagian-bagian lain dari roll stand tersebut masih tersimpan di gudang.000. PT HH mengenakan tarif sebesar Rp475/kg dengan estimasi total pembayaran oleh PT KS adalah sebesar Rp10. seharusnya penghapusan (write off) mesin dan peralatan pabrik yang sudah tidak digunakan dilaksanakan sebagaimana mestinya.041/SPPDIR/2004 yang ditandatangani pada tanggal 18 Mei 2004. PT Krakatau Steel (PT KS) memperoleh pesanan/order baja tulangan dari PT Jasa Marga (PT JM) sebanyak ±20.380.03/JO/DPM-KS/2004 tanggal 18 Mei 2004. Pemberian kompensasi jasa ke PT Hamasa Hutama untuk pekerjaan proyek PT Jasa Marga berpotensi merugikan PT Krakatau Steel sebesar Rp2. BPK-RI menyarankan agar PT KS segera melakukan proses pengscrapan dan membuat berita acara sesuai keputusan RUPS sehingga pembukuan aktiva tetap non produktif dapat disesuaikan. Sementara itu dari hasil telaahan atas dokumen-dokumen kerjasama tersebut diatas beserta laporan pelaksanaan pekerjaannya diketahui hal-hal sebagai berikut : a) Dalam komponen tarif ongkos potong sebesar Rp475/kg yang dibayarkan ke PT HH.00 per kilogram baja tulangan yang dipotong. yang terdiri atas 14.000. namun nilai tersebut tidak mempengaruhi kewajaran atas laporan keuangan. sesuai job order.000. pihak PT KS mengadakan kerjasama dengan PT Krakatau Wajatama (PT KW) untuk memproduksi baja tulangan sesuai spesifikasi dari PT JM dengan bahan baku billet dari PT KS. terdapat komponen biaya untuk kompensasi sisa potong/waste sebesar Rp110.00. Atas jasa pemotongan yang dilakukannya.000.00 dengan jangka waktu 1 (satu) tahun. Selanjutnya dari baja tulangan produksi PT KW tersebut. Kondisi di atas mengakibatkan nilai aktiva tetap non produktif berupa mesin dan peralatan pabrik pada laporan keuangan/Neraca per 31 Desember 2004 terlalu besar Rp152.474.30/BA/DPM-KS/2004 – No. Hal ini mengingat dalam kerjasama order tersebut PT HH sudah diberikan hak untuk 40 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Atas penscrapan tersebut belum dibuatkan Berita Acara Serah Terima Scrap.

268.Total pengiriman baja tulangan ke PT JM s.530.586 : (7.462 kg .00.027) : 10. Dengan demikian sampai dengan posisi 31 Januari 2005 terdapat kelebihan pengenaan jasa pemotongan sebesar Rp614.* *ongkos-ongkos semestinya yang tidak dikenakan untuk baja tulangan yang dikirim langsung ke lokasi : .Jangka waktu kontrak (18 Mei 2004 s.850.Sisa baja tulangan yang belum dikirim ke PT HH (masih di PT KW) % pengiriman 2) Lokasi di gudang PT HH .380.071 kg : 71% : 14.d.Total billet yang telah selesai diproduksi menjadi baja tulangan .361) kg : 5.462) : 3.Total penerimaan baja tulangan dari PT KW di PT HH .748 kg = Rp614.000.494 kg : 86 % 5) Realisasi Pelaksanaan Kontrak . 31 Januari 2005 : 10.748 kg .145.388.Total Penagihan/Penerimaan Penjualan % realisasi penerimaan : 10.Total pengiriman baja tulangan ke PT JM tanpa proses pemotongan : 3.145.976 kg : 9.000 kg dari total estimasi baja tulangan yang dipotongnya.000.708.00.000.Jumlah total pesanan PT Jasa Marga sesuai kontrak : 20.00.177.MRIT/Pengembalian .322.5 bulan . melainkan langsung dikirim ke lokasi proyek PT JM dan PT HH tetap dapat mengenakan ongkos potong ke PT KS.00 b) Pada pelaksanaan pekerjaan.748 kg .* * 95.322.Ongkos potong : Rp 50 .d.708.322.124 : 69% kg kg kg kg kg kg 3) Realisasi Penyerapan Order .5% atau ±500.322.Penundaan pengiriman :( 2.850.jumlah kelebihan pengenaan jasa pemotongan = Rp185/kg x 3.Packing : Rp 25 . ternyata ada sebagian baja tulangan yang tidak melalui proses pemotongan.726.994.Total baja tulangan yang melalui proses pemotongan di PT HH .000 kg % penyerapan order : 54 % 4) Realisasi Penerimaan .Total : Rp185 .Total baja tulangan yang belum dipotong di PT HH % pemotongan : 19.530. c) Realisasi pengiriman baja tulangan ke lokasi proyek PT JM sampai dengan 31 Januari 2005 berdasarkan tingkat kemajuan pekerjaan (progress) adalah sebagai berikut : 1) Lokasi di gudang PT KW .748) : ( 27.Total pengiriman baja tulangan dengan proses pemotongan : 7.268.Waste : Rp110 .361 : (3.000 kgxRp110/kg = Rp2.000.000. setelah selesai produksi di PT KW.380.5%x20. Dengan demikian terdapat pemberian kompensasi yang tidak semestinya dilakukan yang diestimasikan jumlahnya sebesar Rp2.jumlah baja tulangan yang dikirim langsung ke lokasi =3.976 kg . 17 Mei 2005) : 12 bulan % pelaksanaan kontrak : 71 % 41 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .Total baja tulangan yang telah dipotong & dikirim PT HH ke PT JM .Total yang dikirim langsung ke lokasi proyek PT JM (tanpa potong) .Total pengiriman baja tulangan dari PT HH ke PT JM .234) kg .000.918.memiliki waste/scrap produksi sampai dengan 2.Periode kontrak yang telah dijalani ( 18 Mei 2004 – 31 Januari 2005 : 8.Total baja tulangan yang telah dikirim ke PT HH untuk dipotong .432 kg : (14.

428. PT JM hanya akan membayar pesanan sesuai dengan jumlah yang terkirim dan diterima sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Barang. PT KS d. ongkosnya tetap akan disesuaikan kemudian setelah diketahui jumlah pastinya sampai proyek selesai.048.000. sedangkan kemajuan penyelesaian pekerjaan dan pelaksanaan kontrak sudah mencapai 71%. Sedangkan dalam hal nantinya pada saat proyek selesai ternyata pemesanan dari PT JM tidak mencapai kuantitas yang tercantum di kontrak kerjasama. Namun dari pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa impor billet 42 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . yang merupakan salah satu produk dari PT KS. Hal tersebut disebabkan pihak Direktorat Pemasaran PT KS lalai tidak melakukan pengecekan secara detail dan menyeluruh terhadap klausul kontrak jual beli baja tulangan dengan PT JM maupun ketentuan dalam job order ke PT HH. Dalam kerjasama tersebut.759. Pembelian billet impor untuk produksi baja tulangan oleh Direktorat Pemasaran PT Krakatau Steel belum didukung dengan rencana penjualan yang jelas dan pasti Dari laporan pelaksanaan trading oleh Direktorat Pemasaran selama tahun 2004 diketahui terdapat impor billet eks China senilai USD 4. PT KS semestinya mendasarkan pada perjanjian pengadaan Material Baja Tulangan untuk Proyek Pembangunan Jalan Tol Cikampek-PurwakartaPadalarang Tahap II antara PT Jasa Marga & PT Krakatau Steel No. Hal ini mengingat produknya merupakan produk umum.00 + Rp614. Sementara itu sampai saat ini belum diperoleh keterangan pasti mengenai sisa order baja tulangan yang belum dikirim dan dipakai oleh PT JM pada saat perjanjian berakhir.06/JO/DPM-KS/04 tanggal 30 Juni 2004. Impor billet tersebut dilakukan melalui perusahaan perdagangan/trading company Ancelor International Singapura sesuai kontrak No. sedangkan PT KS sudah terlanjur mengeluarkan biaya-biaya untuk pengadaan bahan baku ataupun untuk jasa tolling-nya Hal ini mengingat bahwa pengerjaan proyek jalan tol diperkirakan akan selesai pada akhir April 2005 atau paling lama sesuai tanggal berakhirnya perjanjian jual beli antara PT KS dengan PT JM.h.708.30/BA/DPM-KS/2004– 041/SPP-DIR/2004 tanggal 18 Mei 2004 dan Job Order Pekerjaan Pemotongan Baja Tulangan Polos dan Baja Tulangan ke PT Hamasa Hutama No. Selama ini impor billet yang dilakukan PT KS dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produk wire rod.SPA/001/Billet/PMR-KS/VIII/2004 tanggal 27 Agustus 2004 dengan tujuan adalah pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.708.000. Kondisi diatas mengakibatkan timbulnya potensi kerugian atas pemberiaan kompensasi jasa pemotongan dan kelebihan pengenaan tarif potong sebesar Rp2. 5. maka PT KS akan menjual sisa order baja tulangan ke pasar/konsumen umum melalui anak perusahaan atau distributornya. Padahal pengiriman hanya dapat dilakukan apabila ada permintaan dari PT JM.Dari data diatas terlihat bahwa realisasi pembelian baja tulangan oleh PT JM sampai dengan 31 Januari 2005 baru mencapai 54%.i Direktorat Pemasaran menjelaskan bahwa untuk mengejar waktu pelaksanaan tol Cipularang memang belum semua kesepakatan dalam negosiasi ke PT Hamasa Hutama tercantum dengan jelas di job order. termasuk jumlah pasti mengenai kebutuhan besi beton dari PT Jasa Marga. Mengenai permasalahan material yang dikirim ke proyek tanpa proses pemotongan. Sesuai kontrak yang berlaku saat ini.00) .60. Dengan demikian atas sisa baja tulangan yang belum dipakai oleh PT JM tersebut PT KS berpotensi untuk tidak memperoleh pembayaran sesuai yang tercantum di perjanjian jual beli.380.00 (Rp Rp2.145.380. BPK RI menyarankan agar PT KS dalam melakukan pembayaran jasa pemotongan baja tulangan ke PT HH mengikuti kesepakatan awal dan ketentuan dalam Surat Perintah Kerja sesuai hasil pelaksanaan pekerjaan.

450.h.09/JO/DPM-KS/2004 tanggal 13 Desember 2004. tahapan pertama yang harus dilakukan adalah mencari calon pembeli atau konsumen untuk mengumpulkan data kebutuhan sebagai dasar mencari sumber pasokan.694. Padahal biaya-biaya yang sudah dikeluarkan tersebut berasal dari pinjaman yang dibebani bunga. Padahal bila ternyata PT KS menjual baja tulangan tersebut ke pasar umum/pembeli yang berminat.181.60 : Rp37.yang dilakukan pihak pemasaran tersebut ternyata diperuntukkan sebagai bahan baku produk baja tulangan. Dalam dokumen amandemen job order tersebut dinyatakan bahwa alasan dilakukannya amandemen (perubahan) atas job order sebelumnya (JO No. Informasi tujuan impor billet diatas didukung oleh adanya surat Direktur Pemasaran PT KS No.694 Sesuai prosedur trading yang masih berlaku di PT KS.Impor Billet USD 4. Biaya Tolling (estimasi) .sesuai rincian di JO No.041. Hal ini juga sejalan dengan penjelasan pihak Penjualan PT KS dimana pengerjaan baja tulangan dimaksud adalah untuk dijual ke pasar umum/pembeli yang berminat.041.694 B.00/158/X/2004 tanggal 12 Oktober 2004 yang ditujukan ke PT CMNP.609. diperoleh informasi awal bahwa alasan impor billet tersebut adalah dalam rangka antisipasi pesanan/order baja tulangan dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (PT CMNP). maka Direktorat Pemasaran memutuskan untuk menjual kepada konsumen umum.778. Namun demikian sampai saat dilakukan kerjasama tolling dengan PT BS diatas ternyata belum ada dukungan kontrak jual beli baja tulangan antara PT KS dengan PT CMNP. Disamping itu untuk tolling produksi dari billet menjadi baja tulangan PT KS telah menunjuk PT Bhirawa Steel (PT BS) sebaga pelaksana. PT KS d.08/JO/DPM-KS/04 : Rp 3. Dengan belum adanya kepastian penjualan produk baja tulangan dimaksud. yakni PT Krakatau Wajatama (PT KW).694 .129. Biaya Bahan Baku Billet Impor . dengan rincian sebagai berikut : A.PS01. Kondisi diatas mengakibatkan adanya pengeluaran dana sebesar Rp42.000 C. Berdasarkan dokumen yang diterima. maka hal ini dapat dipandang bertentangan dengan bisnis utama anak perusahaan PT KS. Oleh sebab itu untuk mempercepat proses penjualan produk diatas.859.428.679. maka tindakan PT KS yang sudah mengeluarkan biaya untuk impor billet serta biaya untuk tolling merupakan tindakan trading yang belum didukung dengan rencana penjualan yang jelas dan pasti. dan sesuai dokumen amandemen job order ke PT BS No. khususnya ke Distributor 43 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Total Pengeluaran PT KS : Rp42.901. Hal tersebut disebabkan kegiatan trading yang dilakukan pihak Direktorat Pemasaran PT KS sekaligus sebagai antisipasi kerjasama dengan CMNP ternyata tidak berjalan sesuai rencana.048.i Direktorat Pemasaran menjelaskan bahwa pada awalnya produksi baja tulangan ini memang diperuntukkan bagi Proyek Jalan Tol yang dikelola PT CMNP.08/JO/DPM-KS/2004) adalah berdasarkan adanya perubahan ukuran baja tulangan dari PT CMNP untuk proyek jalan tol di Surabaya.000 Total biaya bahan baku billet impor : Rp38.Biaya Pengurusan Barang & Transpor : Rp 571. tetapi karena ada masalah dalam hal pembebasan tanah sehingga proyek tersebut masih belum dimulai.00 untuk impor billet dan biaya tolling yang belum jelas perolehan keuntungannya.129.

d. namun belum diperoleh jawaban. b.786 juta diantaranya berumur lebih dari satu tahun sebesar Rp187. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah telah dibentuk Tim Due Diligence yang akan memberi laporan dan solusi atas piutang PT Tobu kepada Direksi PT KS. Sedangkan sisanya masih dilakukan penelitian. Terdapat uang muka proyek senilai Rp7.762 juta diantaranya berumur lebih dari satu tahun sebesar Rp49. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS akan melakukan revisi sistem dan prosedur sekaligus penyusunan terhadap adanya perubahan organisasi. c.154 juta. f. Rp81. Pemberian fasilitas khusus penjualan kepada PT Tobu Indonesia Steel berpotensi merugikan PT KS sebesar Rp12. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT telah melakukan monitor selesainya shipment order dan melihat langsung kegiatan produksi di konsumen sampai realisasi ekspor untuk pencocokan terhadap dokumen ekspor yang akan diberikan sebagai pertanggungjawaban atas fasilitas indirect ekspor. Suku cadang hasil kompensasi klaim dari rekanan belum diadministrasikan oleh Direktorat Logistik PT KS. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah melakukan pembicaraan dengan PT PBH dan disepakati untuk dilakukan evaluasi terhadap biaya Mill Service dan hak dan kewajiban masing-masing pihak sebelum diterapkan tarif baru.605 juta yang telah berumur lama namun belum ada pertanggungjawaban. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah mengundang Concast Standard AG untuk mendiskusikan penyelesaian yang saling menguntungkan. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah melakukan penelitian terhadap suku cadang unmoving dengan hasil sementara sebesar Rp24. 44 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Tujuan pemberian fasilitas khusus indirect ekspor tidak tercapai. Temuan yang masih dipantau adalah sebagai berikut: a. e. 6.715 juta diusulkan untuk dihapuskan. karena PT KS tetap akan aktif melibatkan anak perusahaan terkait. Terdapat suku cadang milik PT KS menumpuk di gudang sebesar Rp246.137 juta dinyatakan masih dapat dipakai.614 juta.31 juta. g. Pembayaran jasa Mill Service (pelayanan limbah baja cair) dan Scrap Recovery (daur ulang limbah) kepada PT Purna Baja Heckett (PT PBH) lebih tinggi sebesar Rp17.497 juta. Transaksi penjualan tersebut tidak akan menyalahi sinergi antara PT KS dengan Anak Perusahaan.Anak Perusahaan PTKS. Terdapat persediaan produk jadi menumpuk di gudang PT KS sebesar Rp524. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti dengan status 3 (tiga) temuan dinyatakan selesai dan 7 (tujuh) temuan dinyatakan dipantau. Tindak lanjut atas temuan tersebut adalah PT KS telah melaksanakan ketentuan mengenai jaminan 100% LC atas kontrak sebelum produksi dan klausul pengenaan penalti 10% dari nilai kontrak dapat dicairkan bila konsumen membatalkan kontrak. dengan memperhitungkan unsur bunga bank untuk biaya pengadaannya dalam harga jual produk. BPK RI menyarankan agar PT KS segera menjual produk jadi baja tulangan dimaksud. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat 10 (sepuluh) temuan.261.

d. Hal tersebut disebabkan pihak penanggung jawab proyek nengalami kesulitan untuk mendapatkan bukti tertulis dari pihak penerima barang peralatan tersebut serta kurangnya perhatian para pengelola material dan barang sisa proyek atas prosedur yang ada. KAP Zaenal Ariffin menyarankan agar Direksi PT KE mengkaji usulan dari Ketua Tim Inventarisasi & Stock Opname tersebut untuk selanjutnya dapat disosialisasi dan dilaksanakan.t Hal ini menunjukkan pengendalian intern untuk barang inventaris tersebut masih belum memadai Seharusnya DIR ada pada setiap ruangan untuk dapat mengendalikan barang inventaris yang ada di dalam masing-masing ruangan tersebut. Untuk itu Koordinator dan Manajer Proyek diminta memonitor pelaksanaanya. 45 / 46 BPK RI / AUDITAMA V . Material dan peralatan sisa proyek tersebut tidak diberi nilai rupiahnya. Administrasi untuk setiap jenis material dan peralatan sisa proyek belum dibuat dalam bentuk kartu barang. Prosedur yang telah direvisi tersebut selanjutnya akan disosialisasikan kepada semua pihak yang terkait agar masalah-masalah yang ada tidak terulang kembali. PT KE menjelaskan bahwa barang inventaris kantor dimaksud masih merupakan aktiva tetap perusahaan yang pencatatan mutasinya telah diilakukan oleh Dinas Akuntansi. PT KE menjelaskan bahwa Ketua Tim Inventarisasi & Stock Opname pada tanggal 6 Januari 2005 sebenarnya telah membuat usulan perubahan terhadap prosedur penjualan & penyerahan sisa material/peralatan proyek sesuai dengan temuan dan usulan Auditor. sehingga pengalokasiannya ke proyek lain yang menggunakan material dan peralatan sisa proyek tersebut tidak dapat diketahui PT KEC semestinya mengadministrasikan aktiva persediaan termasuk peralatan dan material sisa proyek secara tertib sebagai pengamanan atas asset milik perusahaan. Pengendalian atas barang-barang sisa proyek belum memadai Berdasarkan pemeriksaan atas peralatan dan material sisa proyek yang dituangkan dalam Berita Acara Stock Opname Peralatan & Material Proyek Tahun 2004. Pengendalian intern atas barang inventaris masih belum optimal Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan barang inventaris milik PT KE didapati kondisi dimana di setiap ruangan belum dibuatkan Daftar Inventaris Ruangan (DIR) yang menjelaskan nama dan kuantitas barang yang ada di dalam ruangan tersebut. PT Krakatau Engineering 1. diketahui beberapa kelemahan pengendalian yaitu: a. sehingga keabsahan atas peralatan proyek yang dihibahkan tersebut tidak terdukung dengan bukti secara formil.B. Kondisi diatas mengakibatkan pengadministrasian material dan peralatan sisa proyek menjadi tidak terkendali sebagaimana mestinya. Peralatan untuk Proyek GOR Kuningan dan Proyek Pabrik CPO NAD yang dihibahkan kepada Pihak Ketiga tidak didukung dengan dokumen serah terimanya. b. Adanya komputer pada Proyek Kujang I B yang belum tercatat dalam daftar extra accountable. Kondisi diatas mengakibatkan pengalokasian barang-barang inventaris di setiap ruangan sulit diketahui sehingga apabila terjadi kehilangan tidak dapat segera terdeteksi Hal tersebut disebabkan kurangnya pemahaman oleh pihak pengelola inventaris PT KE atas pentingnya DIR sebagai alat pengendali barang inventaris. 2. c.

KAP Zaenal Ariffin menyarankan agar Direksi PT KE meminta kepada bagian yang ditugasi untuk mengelola barang inventaris supaya membuat DIR yang menjelaskan nama dan kuantitas barang yang ada di dalam masing-masing ruangan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 46 / 46 BPK RI / AUDITAMA V .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful