Anda di halaman 1dari 25

Yang khutbah :bpk.

adiri akhmad KAPAN Di mana :hari kamis,11 agustus 2011 :di masjid maarif

Kemampuan mengendalikan diri sendiri


Kita sebenarnya memiliki kemampuan pengendalian diri yang luar biasa. Ketika kita meniatkan untuk melakukan sesuatu, maka niat tersebut dapat terlaksanan. Bayangkan, kita melakukan puasa selama sebulan hanya karena niat! Kita tidak makan, minum, merokok, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa hanya karena sebuah niat! Kita tidak mencela orang, menjelek-jelekkan orang, menggosip, hanya karena sebuah niat! Ketika darah mendidih marah, maka kita menahan diri bersabar dan mengatakan: 'maaf saya sedang berpuasa.' Ternyata kita mampu menahan nafsu amarah hanya karena sebuah niat! Nawaitu! Luar biasa. Bagi seorang dewasa dia tahu bahwa dia tidak mendapatkan hadiah (paling tidak, tidak secara langsung) atau mendapatkan bonus karena puasanya. Tapi toh puasa itu dilakukan juga. Kalau kata sebuah iklan, ini bukan saja luar biasa, tapi rrruaaarrr... biasa. Ini kendali diri yang luar biasa yang kadang-kadang kita tidak sadari. Bagi anak-anak, mungkin ikut puasa karena disuruh oleh orang tuanya. Meskipun demikian, ini masih luar biasa. Mampu mengendalikan diri sendiri di usia anak-anak. Juga luar biasa. Anakanak juga memulai kebiasaan shalat, tarawih, dan melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Kebaikan berangkat dari kebiasaan. Namun, keburukan juga berangkat dari kebiasaan. Jadi kebiasaan yang baik harus dimulai dari sejak kecil. Kita harus rayakan kemenangan kita ini! Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar

Yang khutbah :bpk.nurul huda KAPAN Di mana :hari jumat,12 agustus 2011 : di masjid maarif

Ramadhan sebagai sebuah sekolah khusus


Sebelum menilik kepada pelajaran yang kita peroleh, mari kita lihat dahulu keistimewaan sekolahan Ramadhan ini. Kita akan tempat sekolah Ramadhan ini di Indonesia, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam. Sekolah Ramadhan ini berbeda dan memiliki kekhususan dalam banyak hal. Hal yang pertama, setiap orang Islam wajib masuk sekolah ini. Tapi sekolah Ramadhan ini tidak dipungut biaya. Hal yang kedua, semua orang tahu aturan sekolah. Semua orang, bahkan anak kecil pun, tahu lonceng masuk sekolah berbunyi pada saat kita masuk ke waktu Subuh. Dan semua orang tahu

bahwa waktu sekolah usai pada malam hari. Di dalam masa sekolah ini semua orang tahu peraturan sekolahan, seperti larangan makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa. Karena semua orang tahu, maka cobaan pun lebih mudah dihindari. Tidak ada orang yang menawari makan atau minum di siang hari. Bahkan waktu kerja pun seringkali dipersingkat. Kesempatan untuk beribadah diperbesar. Pokoknya, berbagai hal dipermudah. Bayangkan jika anda harus menjalankan puasa di negeri orang yang orang Islamnya minoritas, sehingga mereka tidak tahu apa itu puasa. Tidak ada perilaku khusus. Kerja tetap panjang waktunya. Godaan makan dan minum lebih banyak. Apalagi jika anda tinggal di negeri yang memiliki empat musim; winter (musim dingin), spring (musim semi), summer (musim panas), dan fall (musim gugur). Puasa bisa saja jatuh di musim panas (summer) yang siang harinya lebih panjang daripada malam hari. Puasa anda bisa dimulai BR/versi 1.4/16 Desember 2001 1 dari pukul 2 pagi sampai pukul 9 malam. Mungkin kita hanya sempat berbuka dan langsung dilanjut dengan sahur. Demikian nikmatnya sekolah Ramadhan di negara kita ini. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar walillah ilhamd. Ramadhan itu juga memiliki keistimewaan sebagaimana diutarakan dalam hadits ini Jika tiba Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta syetan-syetan dibelenggu. (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim) Jadi di sekolah Ramadhan itu gangguan dari syetan ditiadakan. Jadi kalau kita masih berkelakuan dan berpikiran jahat, maka itu bukan perbuatan syetan melainkan dari diri kita sendiri. Lagi-lagi ini sebuah kemudahan. Hal yang ketiga, berbeda dengan sekolahan dimana kita dinilai atau diuji oleh seorang guru, maka di sekolahan Ramadhan ini kita menilai diri sendiri. Tidak ada ebtanas. Ujiannya adalah antara kita dan Allah swt. Ketika kita melakukan puasa, tidak ada orang lain yang tahu apakah kita benar-benar melakukannya dengan baik kecuali diri sendiri. Tidak ada orang yang tahu kalau kita makan sambil sembunyisembunyi kemudian pura-pura masih berpuasa. Tentu saja Allah tahu. Jadi yang menilai adalah diri kita sendiri dan Allah karena puasa ini milik Allah. Disebutkan dalam sebuah hadits: Setiap amal anak Adam bagi dirinya. Satu kebaikan diberi balasan dengan sepuluh kebaikan yang serupa hingga tujuh ratus kali. Allah berfirman, 'Kecuali puasa. Puasa itu bagi-Ku dan Aku membalasnya. Dia meninggalkan makanan karena Aku, meninggalkan minuman karena Aku dan meninggalkan istrinya karena Aku'. (Diriwayatkan Al-Bukhary, Muslim, Malik, Abu Daud, At-Tirmidzy dan An-Nasa'y) Puasa ini tidak untuk apa-apa atau siapa-siapa, kecuali hanya untuk Allah.

Realita Bulan Suci

Bulan suci telah datang semua insan menyambut dengan titik titik yang hitam jadi putih, mereka insyaf atau cuma titik titik sepuluh hari pertama orang mulai ingat dengan titik titik sepuluh hari kedua orang mulai forget dengan titik titik sepuluh hari ketiga orang mulai sibuk dengan titik titik

satu bulan kita tobat, sebelas bulan titik titik satu bulan kita insyaf, sebelas bulan titik titik satu bulan kita tobat, sebelas bulan titik titik satu bulan nahan nafsu, sebelas bulan kita selalu

jadi di sini sangat sedih melihat situasi kondisi sekarang ini ayo kita saudaraku jangan hanya . tapi kita buka lembaran baru, ayo kita

satu bulan kita tobat, sebelas bulan titik titik satu bulan kita insyaf, sebelas bulan titik titik satu bulan kita tobat, sebelas bulan titik titik satu bulan nahan nafsu, sebelas bulan kita selalu.

KHUTBAH

NAMA : M.A.KHALIM SEKOLASTIKA KELAS : VIII B NO :

Yang khutbah :MARTO UTOMO KAPAN Di mana :hari SELASA ,09agustus 2011 : DI MASJID AL- IMAN

Zakat
Di akhir bulan Ramadhan ini kita membayar zakat. Zakat ini juga merupakan sebuah ujian kepatuhan kita. Apakah kita patuh kepada Allah ataukah kita lebih mementingkan uang? Takut miskin? Berapalah uang yang kita bayarkan untuk zakat? Untung (atau rugi?) bahwa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak berada di tengah-tengah kita. Kalau ada, maka mungkin kita berhadapan dengan pedang Abu Bakar. Mengapa kita perlu ditakuttakuti dengan pedang Abu Bakar baru mau membayar zakat? Coba simak ayat berikut Dan, orang-orang yang dalam hartanya terdapat bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta). (Al-Ma'arij: 24-25) Jika anda tidak mau membayar zakat, maka Allah akan mengambilnya dari anda. Misalnya melalui musibah, kecopetan, sakit, kebutuhan ini itu yang tidak anda rencanakan. Yang bukan hak anda pasti akan memisahkan diri. Apakah kita mau bermain-main kucing-kucingan dengan Allah? Berani? Bayarlah zakat sehingga kita bisa tenang. Bagi para Muslimin yang belum mampu membayar zakat, mengapa belum? Jadikan ini sebagai target tahun depan! Tahun depan, kami harus mampu bayar zakat!

Yang khutbah :SLAMET S. KAPAN Di mana :hari RABU ,03 agustus 2011 :DI MASJID AL- IMAN

Pasca Ramadhan, Selepas Ramadhan


Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt. Ramadhan telah berlalu. Entah dia akan menjadi saksi yang meringankan kita atau malahan menjadi saksi yang memberatkan. Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, 'Ya Rabbi, aku mencegahnya makanan dan syahwat, maka berilah aku syafaat karenanya.' Al-Qur'an berkata, 'Aku mencegahnya tidur pada malam hari, maka berilah aku syafaat karenanya'. Beliau bersabda, 'Maka keduanya diberi syafaat', (Diriwayatkan Ahmad) Semoga Al-Qur'an dan puasa memintakan syafaat bagi kita pada hari kiamat kelak. Amin. Waktu melatih diri telah selesai. Masuklah kita kepada praktek sehari-hari. Mampukah kita mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi kita yang telah kita raih di Ramadhan? Apakah kita kembali lagi menjadi pecundang (loosers), orang yang kalah? Jika kita kalah, bagaimana mengharapkan orang lain untuk menang? Sedih rasanya melihat ketidak mampuan kita untuk mengenda diri. Kita lihat wakil-wakil rakyat yang berperilaku seperti anak-anak. Dimana hilangnya kesabaran kita? Kemana larinya kemampuan kita untuk melakukan puasa dan shalat lail? Ternyata kita hanya menjadi seorang Ramadhani saja, yaitu orang yang mengingat Allah kala Ramadhan saja. Dalam sebuah ceramahnya, Syaikh AlQardhawy mengatakan bahwa barangsiapa yang menyembah bulan Ramadhan, sesungguhnya bulan Ramadhan itu telah mati dan berlalu. Sementara Allah tidak pernah mati dan senantiasa hidup. Di antara orang salaf ada yang berkata:

Seburuk-buruk orang ialah yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadhan. Maka jadikanlah diri anda seorang Rabbani, dan jangan menjadi Ramadhani. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang lebih baik dari itu. Mudah-mudahan Ramadhan ini membekas di hati kita dan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan ini menjadi tetap. Jika tidak 100% melekat, mungkin sekian persen saja. Mudah-mudahan kita masih diberi kesempatan untuk melakukan sekolah Ramadhan lagi di tahun depan. Dan mudahmudahan kita dapat lebih baik lagi. Hadirin sekalian. Hari ini kita masuk ke bulan Syawal dan merayakan Idul Fitri. Hari ini kita kembali kepada fitrah yang suci, kembali kepada lembaran yang bersih. Semuanya ini dalam rangka meningkatkan taqwa kita. Membersihakan hati kita ini semata-mata hanyalah ibadah kepada Allah swt. Dalam sebuah kata-kata hikmah dikatakan: Bukanlah yang disebut hari raya itu hanya untuk orang yang berpakaian baru saja, atau alat parabot rumah tangga yang baru saja. Tapi yang dinamakan hari raya itu adalah bagi orang yang bertambah taatnya kepada Allah swt. Selain melestarikan Hablum Minallah, Idul Firti ini juga berfungsi sebagai sarana Hablum BR/versi 1.4/16 Desember 2001 4 Minannas, sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka hendaklah kita saling maafmemaafkan secara lahir dan batin, atas segala perbuatan kita yang telah lalu. Sebagai seorang manusia, kita tidak bisa lepas dari sifat salah dan lupa. Kita adakan Silaturrahmi kepada sanak famili, kita ajak putra-putri kita kepada famili agar saling mengenal sehingga kita dapat memberi nasihat menuju kebenaran. Di samping itu, kita juga bersilaturrahmi kepada orangorang Muslim dimana saja berada. Tersebutlah dalam hadist Rasulullah saw: Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ialah pahalanya orang yang berbuat baik dan menyambung kefamilian, yakni silaturrahmi. Dan yang paling cepat mendatangkan kejahatan, ialah sisksaan orang yang berbuat jahat dan memutuskan hubungan (kekeluargaan). (HR. Ibu Majah) Kami pribadi mohon maaf lahir dan batin, andaikata kami terdapat kesalahan dan kehilafan dalam tingkah laku maupun ucapan. Sudilah hadirin memaafkan dengan setulus hati. Dan semoga kita selalu mendapat taufiq dan hidayah dari Allah dan berbahagia dunia sampai di akhirat. Akhirnya, marilah kita menundukkan hati kita ke hadirat Allah SWT, memohon ridha dan perkenanNya. Ya Allah, ya Tuhan kami. Engkau maha mengetahui, ya Allah terhadap kelemahan-kelemahan kami, terhadap kekurangan-kekurangan kami. Engkaulah tempat kami menyembah. Engkaulah tempat kami memohon. Ya Allah, ya Tuhan kami, kami mohon Engkau ampuni, ya Rabbi, bahwa pada waktu Engkau memberi karuniaMu, kami mungkin kurang dapat mensyukuri nikmat, namun pada waktu Engkau memberi cobaan, kami masih pula meragukan kasih sayangMu. Ya Allah, ya Tuhan kami, berikanlah kami kekuatan serta kemampuan untuk melangkah ke depan, dimana kami akan tersesat tanpa petunjukMu, kami akan merugi tanpa ridha dan tuntunanMu. Ya Allah, ya Tuhan kami, curahilah kami dengan rahmat dan nikmatMu, sinarilah hati kami dengan cahayaMu. Berikanlah kami bimbingan untuk dapat berjalan dijalanMu. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan yang Engkau ridhai. Berilah kami kemampuan untuk mengikuti jalan yang lurus itu ya Allah.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-oran yang Engkau karuniai dengan keimanan dan ketaqwaan yang kokoh kepadaMu, sehingga kami mampu melawan segala tantangan dan hambatan. Wabillahitaufik wal hidayah, Wassalamu 'alaikum warakhmatullahi wa barakatuh BR/

KHUTBAH

NAMA : ERDHA SATYA DANU P. KELAS : VIII B NO :

Yang khutbah :drs.agus purwanto KAPAN Di mana :harisenin,15 agustus 2011 :DI MASJID al-muhtadin

Bersikap Memerlukan Pengorbanan

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilaahilham Hadirin yang dirahmati Allah swt. Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Pada hari yang mulia ini, 10 Dzulhijah 1429 H seluruh umat Islam di seantero dunia memperingati hari raya Idul Adha atau hari raya qurban. Sehari sebelumnya, 9 Dzulhijah 1429 H, jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji wukuf di Arafah, berkumpul di Arafah dengan memakai ihram putih sebagai lambang kesetaraan derajat manusia di sisi Allah, tidak ada keistimewaan antar satu bangsa dengan bangsa yang lainnya kecuali takwa kepada Allah.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. QS Al-Hujaraat (49):13

Peringatan hari raya ini tak bisa dilepaskan dari peristiwa bersejarah ribuan tahun silam ketika Nabi Ibrahim as, dengan penuh ketaqwaan, memenuhi perintah Allah untuk menyembelih anak yang dicintai dan disayanginya, Nabi Ismail as. Atas kekuasaan Allah, secara tiba-tiba yang justru disembelih oleh Nabi Ibrahim as telah berganti menjadi seekor kibas (sejenis domba). Peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol bagi umat Islam sebagai wujud ketaqwaan seorang manusia mentaati perintah Allah swt. Ketaqwaan Nabi Ibrahim kepada Allah swt diwujudkan dengan sikap dan pengorbanan secara totalitas,

menyerahkan sepenuhnya kepada sang Pencipta dari apa yang ia percaya sebagai sebuah keyakinan.

Allah swt berfirman dalam Quran Surat 12 ayat 111,

Artinya: Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Betapa beratnya ujian dan cobaan yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS. Beliau harus menyembelih anak semata wayang, anak yang sangat disayang. Namun dengan asas iman, tulus ikhlas, taat dan patuh akan perintah Allah swt Nabi Ibrahim AS akhirnya mengambil keputusan untuk menyembelih putra tercintanya Ismail, beliau memanggil putranya dengan pangilan yang diabadikan dalam Al Quran Surat Ash Shaafaat (37) ayat 102,

Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim , Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku

menyembelihmu. Maka pikirlah apa pendapatmu? Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orangorang yang sabar Ismail sebagai anak shaleh, senantiasa patuh kepada orang tua, tidak pernah membantah perintah orang tua, setia membantu orang tua di antaranya membangun Kabah Baitullah di Makkah. Ibrah atau pelajaran Sebagai orang tua atau pimpinan tidak bertindak otoriter atau sewenang-wenang. Orang tua yang baik adalah orang tua yang mendidik anaknya dengan contoh dan ketauladanan. Seorang pemimpin yang baik akan ditiru oleh rakyatnya jika ia memberikan contoh perilaku yang baik. Seorang pemimpin tidak diikuti ucapannya, tetapi perilaku atau tindak tanduknya. Seorang pemimpin juga harus menjunjung nilai-nilai demokratis, tidak selalu memberikan perintahperintah, tetapi juga harus mendengarkan aspirasi rakyatnya. 2. Peran sang Ibu dalam mendidik sehingga melahirkan anak yang sholeh. Peran Ibu sbg madrasah/sekolah utama dan pertama bagi anak sangat penting. Pendidikan anak sholeh dimulai dari saat pertemuan benih dan sel telur, diawali do'a mohon perlindungan dari syetan. Mulai dari kandungan banyak dibacakan ayat2 Qur'an. Dari peran Ibulah, karakter anak sholeh dapat terbentuk. Intensitas pertemuan yang cukup, memungkinkan penanaman dan sosialisasi nilai-nilai normatif, akhlak, dan perilaku terpuji lainnya dapat terinternalisasi pada diri anak.
1.

3. Pembentukkan anak sholeh tergantung dari orang tua Banyak orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan itu akan terbentuk hanya di sekolah-sekolah, jadi tidaklah perlu orang tua mengarahkan anak-anaknya di rumah. Bahkan ada sebagian orang tua yang tidak tahu tujuan dalam mendidik anak. Perlu kita pahami, bahwasannya pendidikan di rumah yang meskipun sering disebut sebagai pendidikan informal, bukan berarti bisa diabaikan begitu saja. Orang tua harus memahami bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan yang tidak kalah pentingnya dibandingkan institusi pendidikan formal. Ini bisa dimengerti karena keluarga merupakan sekolah paling awal bagi anak. Di keluargalah seorang anak pertama kali mendapatkan pengetahuan, pengajaran dan pendidikan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd,


Bapak-bapak, ibu-ibu Rahimakumullah, serta hadirin jamaah shalat Idul Adha

Kata kurban dalam bahasa arab berarti mendekatkan diri. Dalam fiqh Islam dikenal dengan istilah udh-hiyah, sebagian ulama mengistilahkannya an-nahr sebagaimana yang dimaksud dalam QS Al-Kautsar (108): 2,

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah Akan tetapi, pengertian korban bukan sekadar menyembelih binatang korban dan dagingnya kemudian disedekahkan kepada fakir miskin. Akan tetapi, secara filosofis, makna korban meliputi aspek yang lebih luas. Dalam konteks sejarah, dimana umat Islam menghadapi berbagai cobaan, makna pengorbanan amat luas dan mendalam. Sejarah para nabi, misalnya Nabi Muhammad dan para sahabat yang berjuang menegakkan Islam di muka bumi ini memerlukan pengorbanan. Sikap Nabi dan para sahabat itu ternyata harus dibayar dengan pengorbanan yang teramat berat yang diderita oleh Umat Islam di Mekkah ketika itu. Umat Islam disiksa, ditindas, dan sederet tindakan keji lainnya dari kaum kafir quraisy. Rasulullah pernah ditimpuki dengan batu oleh penduduk Thaif, dianiaya oleh ibnu Muith, ketika leher beliau dicekik dengan usus onta, Abu Lahab dan Abu Jahal memperlakukan beliau dengan kasar dan kejam. Para sahabat seperti Bilal ditindih dengan batu besar yang panas ditengah sengatan terik matahari siang, Yasir dibantai, dan seorang ibu yang bernama Sumayyah,ditusuk kemaluan beliau dengan sebatang tombak. Tak hanya itu, umat Islam di Mekkah ketika itu juga diboikot untuk tidak mengadakan transaksi dagang. Akibatnya, bagaimana lapar dan menderitanya keluarga Rasulullah SAW. saat-saat diboikot oleh musyrikin Quraisy, hingga beliau sekeluarga

terpaksa memakan kulit kayu, daun-daun kering bahkan kulitkulit sepatu bekas. Sejarah nabi Yusuf as yang disiksa dan dibuang ke sebuah sumur tua oleh para saudaranya sendiri adalah bagian dari pengorbanan beliau menegakkan kebenaran. Sejarah nabi Musa as yang mengalami tekanan, tidak hanya dari Firaun, tetapi juga kaumnya, adalah juga wujud dari pengorbanan beliau.

Pengorbanan Nabi Suaib juga dikisahkan dalam QS Al-Araf, ayat 88,

Pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri berkata: Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami. Berkata Syuaib: Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya? (QS AL-Araf ayat 88) Quran Surat Ibrahim Ibrahim (14) ayat 12-13,

(12) Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguhsungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri.

(13) Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu. Dalam konteks kekinian, pengorbanan umat Islam di berbagai belahan dunia terlihat nyata di Palestina, Kashmir, Thailand Selatan, dan Philipina Selatan. Dengan sikap dan keyakinan mereka terhadap Islam, mereka harus mengalami berbagai penyiksaan dan penindasan oleh penguasa. Umat Islam di Palestina menjadi gambaran betapa pengorbanan yang dipikul sangat berat. Mereka mengalami penyiksaan, penganiayaan, dan bahkan blokade di kawasan Jalur Gaza oleh Israel laknatullah. Akan tetapi, umat Islam di Palestina tidak ada kata menyerah. Mereka terus berjuang membela martabat dan kehormatan bangsa dan agamanya. Sama halnya dengan yang terjadi di kawasan lain dunia. Dalam sejarah perjuangan bangsa, para pahlawan mengorbankan jiwa raga, harta benda untuk kemerdekaan bangsanya. Jenderal Sudirman harus keluar masuk hutan memimpin tentara Indonesia berjuang melawan Belanda. Sikap para tokoh bangsa yang dipenjara, dibuang, dan disiksa adalah sebagai wujud dari keyakinan mereka akan kebenaran. Ribuan nyawa yang mati adalah pengorbanan mereka terhadap negeri ini. Tentu saja, mereka berkorban atas dasar sikap yang mereka percaya sebagai sebuah kebenaran. Pengorbanan para pemuda di berbagai tempat di Indonesia menghadapi penjajah, adalah sebagai wujud dari sikap mereka mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilaahilhamd


Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Dalam konteks keseharian kita, pengorbanan juga bisa dilihat dari pengorbanan seorang pemimpin yang berusaha untuk mensejahterakan rakyatnya, pengorbanan seorang isteri terhadap suami dan anak-anaknya, serta sebaliknya, anak terhadap kedua orang tuanya.

Seorang pemimpin yang adil terhadap rakyatnya dan berusaha memberikan kontribusinya bagi negaranya adalah wujud pengorbanan. Seorang suami sebagai kepala rumah tangga berjuang membanting tulang demi menafkahi dan membahagiakan keluarganya. Seorang istri mengabdi setia kepada suaminya juga sebagai wujud pengorbanan. Orang tua yang mendidik dan membesarkan anak-anaknya sehingga menjadi berhasil, adalah juga wujud pengorbanan. Dengan demikian, pengorbanan bisa berdimensi luas. Pengorbanan adalah sebagai sebuah konsekuensi logis dari keyakinan yang diperjuangan demi sebuah kebenaran.

Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami." Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buahbuahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS 28 ayat 57)

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilaahilhamd


Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Sekedar merenungi kembali momentum Idul Qurban, Kesanggupan Nabi Ibrahim menyembelih anak kandungnya sendiri Nabi Ismail, bukan semata-mata didorong oleh perasaan taat setia yang membabi buta (taqlid), tetapi meyakini bahwa perintah Allah s.w.t. itu harus dipatuhi. Bahkan, Allah Taala memberi perintah seperti itu sebagai peringatan kepada umat yang akan datang bahwa adakah mereka sanggup mengorbankan diri, keluarga dan harta benda yang disayangi demi menegakkan perintah Allah. Dan adakah mereka juga sanggup memikul amanah sebagai khalifah Allah di muka bumi?

Hidup adalah satu perjuangan dan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Tidak akan ada pengorbanan tanpa kesusahan. Justeru kesediaan seseorang untuk melakukan pengorbanan termasuk uang satu rupiah, tenaga dan waktu, akan benar-benar menguji keimanan seseorang.
Yang khutbah :drs.ben yamin KAPAN Di mana :hari selasa,16 agustus 2011 :DI MASJID al-muhtadin

Peristiwa berkorban Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail Peristiwa berkorban Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail merupakan satu noktah kejadian yang dapat direnungi oleh semua manusia dari semua level usia dan latar belakang tingkat pendidikan. Dengan kata lain, semangat berkorban adalah tuntutan paling besar yang ada dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun, Agama, bangsa dan Negara.

Takbir yang menggema pada hari ini tidaklah sehebat takbir yang pernah dikumandangkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Takbir ini adalah takbir keprihatinan yang membuktikan bahwa umat islam masih kerdil dalam mensikapi hal-hal yang seharusnya tidak perlu terjadi adanya perbedaan dalam menentukan satu syawal Moment keagungan ini terasa sangat kecil apabila kita melihat sebagian saudara kita masih berpuasa dan tidak dapat mengumandangkan takbir secara bersamasama. Inilah salah satu potret buruk umat Islam Indonesia yang sulit mengutamakan ukhuwah daripada khilafiyah. Dalam menentukan waktu sholat, memprediksi gerhana bulan dan matahari, menentukan waktu imsyak dan waktu berbuka puasa, umat Islam relatif bisa bersatu untuk menggunakan teori hisab tetapi kenapa dalam menentukan 1 syawal sebagian umat islam tidak mau memakai hisab dan condong memakai hilal? Padahal hisab tidak tergantung pada hambatan cuaca dan keterbatasan penglihatan?

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Umar ra katanya Rasulullah Saw bersabda: Kita adalah umat yang ummi, tidak pandai menulis dan berhitung, maka sebulan adalah segini, segini dan segini. Beliau menekuk salah satu jempolnya kali yang ketiga-jika bulan itu tertutup dari pandangan matamu, maka hitunglah tiga puluh hari (HR Muslim 1042). Seharusnya umat islam Indonesia tidak boleh ada perbedaan dalam menetapkan 1 syawal atau hari raya Idul Fitri jika sepakat bahwa umat ini sudah pandai menulis dan pandai berhitung. Ilmu pengetahuan sudah berkembang dan ilmu matematika pun sudah berkembang dan kita bukanlah umat yang ummi lagi. Hilal dilakukan oleh Rasulullah Saw karena adanya alasan bahwa umatnya pada saat itu belum dapat menulis dan tidak dapat berhitung. Namun hari Raya Ied boleh ada perbedaan apabila kita berada dalam negeri yang berbeda. Hal ini pernah terjadi pada zaman Muawiyah yang berada di Syam dan Kuraib ra berada di Madinah. Muawiyah melihat hilal pada malam Sabtu dan Kuraib ra melihat hilal di malam Jumat, di Madinah hari Raya pada hari Jumat dan di Syam hari Raya pada hari Sabtu. Ketika hal ini ditanyakan kepada Ibnu Abbas ra, beliau berkata: Tidak apa-apa karena Rasulullah Saw bersabda 1 bulan dapat 29 hari atau 30 hari. Perbedaan menentukan hari Raya dalam suatu negeri yang berbeda adalah sesuatu yang biasa terjadi, tetapi perbedaan ini menjadi tidak wajar pada saat kita berada dalam 1 kota ataupun satu negeri yang mempunyai kesamaan waktu dan situasi. Semoga di kemudian hari perbedaan-perbedaan seperti ini tidak akan terjadi lagi asal umat ini sudah menyadari bahwa seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah Swt dan bukan untuk mengagungkan yang lainnya. Allahu Akbar 3x... Jamaah sholat Ied yang dimuliakan Allah, Akhir-akhir ini kita melihat maraknya tokoh-tokoh Nasional di negeri ini yang bersiap-siap untuk menjadi presiden. Ada yang tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama ini telah banyak merugikan negara dan banyak menipu rakyat dan bertekad untuk tetap menjadi Presiden. Ada yang benar-benar tidak tahu diri bahwa dirinya sudah tidak layak menjadi Presiden tetapi tetap gigih untuk menjadi Presiden. Ada yang sudah bersafari keliling ke pesantrenpesantren, dukun-dukun dan paranormal untuk meminta restu supaya dirinya terpilih menjadi Presiden. Ada yang malu-malu kucing mengaku tidak mau jadi presiden tetapi apa yang terjadi di dalam hatinya adalah sebaliknya. Sebagai umat Islam kita malu dengan apa yang mereka tampilkan saat ini, motivasi mereka untuk menjadi pemimpin karena melihat adanya kesempatan untuk mencari materi yang lebih besar dari apa yang telah mereka keluarkan

selama berkampanye. Calon pemimpin yang banyak mengeluarkan biaya tentu akan berupaya untuk mencari pos-pos proyek yang dapat mengembalikan biaya yang telah mereka keluarkan. Pemimpin seperti ini tidak akan pernah mendatangkan keberkahan dan rahmat Allah pada bangsa ini tetapi mereka hanya akan mengundang murka Allah kepada kita. Bersyukur di negeri ini masih ada ulama-ulama yang saleh dan zuhud, masih ada pemuda-pemuda yang saleh yang giat berjuang di medan dakwah, masih ada wanita yang solehah yang menutup auratnya, masih ada ibu-ibu yang sayang pada anaknya dan membimbing anak-anaknya untuk rajin mengaji dan rajin solat. Bersyukur di negeri ini masih ada binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang senantiasa bertasbih kepada Allah, mereka hidup mensucikan asma Allah sekalipun mereka bukan makhluk yang berakal. Karena keberadaan merekalah murka Allah yang lebih besar tidak turun kepada bangsa ini Allahu Akbar 3x... Saudara-saudara kaum Muslimin & Muslimat jamaah sholat Ied yang dimuliakan Allah Ingatlah bahwa Indonesia ini berdiri dengan pondasi tauhid dari para pejuangpejuang Islam yang tidak pernah gentar melawan penjajahan belanda, portugis, jepang maupun sekutu. Pekikan tasbih, tahmid dan takbir senantiasa berkumandang dari hati dan lisan mereka. Mereka berjuang tidak kenal lelah dan perjuangan mereka bukan untuk mencari materi, bukan pula hanya sekedar mencari kenyamanan hidup. Mereka berangkat dari Masjid-masjid dan berjuang dengan semangat untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi dan mengusir orang kafir dari muka bumi Indonesia. Sebut saja Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol, keduanya adalah tokoh-tokoh Islam yang berjuang dengan semangat tauhid, tidak takut mati dan tidak takut ancaman apapun. Bung Tomo dengan lantang memekikkan takbir yang menggugah semangat arek-arek suroboyo berani mengusir tentara KNIL dam membunuh Malaby. Jenderal Sudirman adalah sosok yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah, penyakit asma yang menggerogoti tubuhnya tidak membuatnya berhenti berjuang walaupun harus bersembunyi di hutan-hutan dalam keadaan ditandu. Perjuangan mereka dilandasi oleh adanya motivasi anti penindasan dan anti kekufuran. Dari motivasi itulah lahir dari dalam dada umat Islam untuk berani bersama-sama berjuang dan mengusir penjajahan di bumi Indonesia ini. Kalau demikian negeri Indonesia yang sekarang kita tempati ini adalah negeri yang

dibangun atas landasan tauhid dan bukan dengan landasan kekufuran. Pondasi tauhid itulah yang membuat negeri ini menjadi wibawa dihadapan negaranegara lain. Tetapi dalam perjalanannya negeri kita sekarang ini kehilangan kekebalan tubuhnya dengan maraknya virus kemunafikan, kemusyirikan dan kekufuran. Negeri kita sedang sakit dan bekal untuk berobat pun sudah hampir habis. Negeri kita terlilit hutang, keadaaan ekonominya seperti telur diujung tanduk, labil dan sangat tergantung pada rentenir-rentenir yahudi dan nasrani. Negeri kita butuh nahkoda yang mempunyai karakter pejuang yang bertauhid, tidak mengejar materi dan menggerogoti kekayaan negeri, yang sederhana dan tidak menghambur-hamburkan keuangan negara. Negeri kita tidak lagi butuh janji-janji tetapi butuh nutrisi yang dapat mengobati penyakitnya dan bangkit berjuang untuk mengejar kemuliaan Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orangorang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (Al Munaafiquun [63] : 8) Allahu Akbar 3x... Saudaraku kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah, Karakteristik seorang pemimpin yang bertauhid 1. Pemimpin yang sehat secara spiritual Dalam memilih pemimpin kita membutuhkan sosok yang sehat secara spiritual, mental, phisik, intelektual dan sehat secara sosial. Seorang pemimpin yang sehat secara spiritual adalah sosok pemimpin yang bertauhid yang di dalam jiwanya tidak ada penyakit kemunafikan, kemusyrikan dan kekufuran. Dia adalah sosok pemimpin yang komitmen pada syahadatnya, khusyu dalam sholatnya, senantiasa berdzikir dimanapun dia berada, senang berpuasa sehingga dirinya terbebas dari hawa nafsu yang menyesatkan, senang bertobat dan mohon ampun dari segala kesalahan, setiap saat bermuhasabah dengan apa yang telah dilakukannya, menjadikan alquran sebagai bacaan wajibnya dan senantiasa berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas apapun sehingga Allah senantiasa memberikan keberkahan dan rahmat kepada-Nya. Pemimpin yang munafik dapat menyebabkan dirinya anti pada kebenaran, mudah mengkhianati amanah yang ada di pundaknya, dia akan menjadi pemimpin yang korup, tidak taat pada hukum, menzhalimi orang-orang miskin dan membiarkan perbuatan maksiat merajalela. Sebaliknya dia akan menghambat jalannya dakwah dan membenci orang-orang yang senang berdakwah. Prinsip kepemimpinannya akan condong pada system kekafiran, enggan bekerjasama dengan orang-orang mukmin dan berkomitmen untuk bekerjasama dengan orang kafir. Pemimpin seperti ini tidak akan di tolong oleh Allah, sebagaimana firman-Nya:

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah( QS. An-Nisa [4] : 138-139) Bahkan Allah telah menetapkan orang munafiq dan orang-orang kafir bersamasama masuk neraka jahanam, sebagaimana firman Allah: Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. (An Nisa [4] : 140). Pemimpin yang sehat secara spiritual adalah pemimpin yang jiwanya terbebas dari penyakit kemusyrikan. Karakter orang-orang musyrik adalah senang mencampuradukkan antara yang hak dengan yang batil, satu sisi ia menyembah Allah tapi karena suatu hal dia juga senang menyembah selain Allah. Satu sisi ia yakin kebenaran ajaran Islam tetapi ia juga yakin kebenaran selain Islam. Kalau dia memohon sesuatu supaya dikabulkan oleh Allah permohonannya dan setelah dikabulkan oleh Allah, dirinya tidak bersyukur kepada Allah tetapi justru bersyukur kepada selain Allah. Ini adalah seorang pemimpin yang senang memuja diatas kuburan-kuburan yang dikeramatkan, senang datang ke dukun untuk mencari fatwa, senang datang ke paranormal untuk memprediksi hal-hal yang ghaib dan senang datang ke tukang sihir untuk menjaga keselamatan dirinya. Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang datang kepada paranormal, tukang sihir dan dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia berarti telah kufur dengan apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw (HR. Al Bazaar & Abu Yala). Seorang pemimpin yang senang mendatangi paranormal dan menjadikannya sebagai penasehat spiritualnya sholatnya tidak akan diterima oleh Allah selama 40 hari 40 malam. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang datang kepada paranormal lalu ia menanyakan tentang sesuatu kepadanya, maka sholatnya tidak akan diterima oleh Allah selama 40 malam (HR. Muslim) Seorang pemimpin yang sehat secara spiritual adalah pemimpin yang bebas dari kekufuran. Cukuplah orang itu disebut kafir apabila ia beragama selain agama Islam. Orang yang kafir tidak akan pernah mampu memahami konsep kebenaran yang datangnya dari Allah. Hatinya tertutup untuk menerima kebenaran tauhid. Mereka menuhankan akal dan hartanya, membanggakan anak-anak dan keturunannya dengan harta dan kedudukan. Dunia adalah tujuan akhir dari

pejuangan hidupnya, kebaikan dan ibadahnya hanya untuk kepentingan akhirat. Karakter dasarnya adalah membenci dan ingin memcelakai orang-orang mukmin, sebagaimana firman Allah, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, Padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada Kitab-Kitab semuanya. apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (QS. Ali Imran [3] : 118-120). Jelaslah bahwa yang hak itu adalah hak dan yang batil adalah batil, cukuplah Allah yang menjadi penolong kita yang Maha Mengetahui segala yang tidak terlihat oleh mata kita dan semua yang terbertik di dalam hati orang-orang yang beriman maupun segala keburukan yang terbertik didalam hati orang-orang kafir 2. Pemimpin yang sehat secara mental Bagaimanakah sosok pemimpin yang sehat secara mental? Dia adalah orang yang sabar, jujur dan adil. Kesabaran adalah unsur segala kebaikan yang dapat membentuk sifat tawadhu, qonaah, pemaaf, penyayang, peduli terhadap dhuafa dan anak-anak yatim. Rasulullah adalah contoh pemimpin yang sabar dalam ketaatan dan sabar dalam menghadapi cacian. Sabar akan melahirkan karakter istiqomah dan istiqomah akan mendatangkan pertolongan Allah sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. (Qs. Fushshilat [41] : 30). Orang yang sehat mental adalah orang-orang yang jujur. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang jujur. Kejujuran akan melahirkan kebenaran. Rasulullah Saw bersabda: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar, Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalanamalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaati Allah dan

Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (Qs. Al Ahzab [33] : 70-71) Pemimpin yang sehat secara mental adalah orang-orang yang adil dalam menegakkan hukum. Keadilan akan mendatangkan ketenangan, ketentraman dan kenyamanan. Pejabat yang korup harus diadili dan apabila terbukti bersalah dia harus dihukum. Orang yang mencuri ayam pun harus diadili tetapi apabila tidak cukup saksi-saksi dan alasan dia mencuri karena hanya untuk mencari sesuap nasi maka keadilannya adalah memaafkannya. Orang yang kaya apabila dia melakukan kesalahan juga harus dihukum, apabila terbukti bersalah. Semua sama dihadapan hukum sebagaimana firman Allah Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (Qs An Nisa [4] : 135) 3. Pemimpin yang sehat secara Intelektual Ini adalah sosok pemimpin yang cerdas, punya kemampuan untuk menetapkan skala prioritas dalam menghadapi masalah. Ahli strategi dalam bidang politik, ekonomi dan keamanan punya kemampuan manajerial yang baik sehingga dapat menciptakan sistem pemerintahan yang seimbang, tidak memisahkan anatara aturan agama dan pemerintahan. Permasalahan politik, ekonomi, keamanan dsb yang ada di Indonesia hanya dapat diselesaikan oleh pemimpin yang mempunyai sifat fathonah. 4. Pemimpin yang sehat secara sosial Dia merupakan pemimpin dakwah karena akhlaknya akan menjadi cerminan buat rakyatnya. Bersifat dermawan,mencintai sesama manusia, memberikan perlindungan hidup kepada anak yatim, janda-janda, orang-orang jompo, orangorang cacat dan orang-orang miskin. Dia adalah sosok pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan bagi rakyatnya, memberikan kesempatan kerja dan memberikan perlindungan hukum bagi seluruh rakyatnya. Perilakunya adalah tabligh dan hanya untuk mengagungkan Allah dan ayat-ayat-Nya di muka bumi. ...dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Baqarah [2] : 185) Demikianlah khutbah ini kami sampaikan semoga dapat bermanfaat untuk meningkatkan iman kita dan ketaatan kita pada Allah dan Rasul-Nya, segala

yang benar hanya dari Allah dan apabila ada kesalahan mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Kami mengucapkan Taqabbalallahu Minna wa minkum kullu aam wa antum bikhoir.

KHUTBAH

NAMA : APRI BUDI KUSWORO KELAS : VIII B

NO

: 02

Tuhan Ampuni Aku


Bila mata telah tertutup Maka sanggupkah kita menjawabnya Segala tanya dari-Nya tentang dosa kita Bila jantung tak berdetak Maka nafaspun tak akan berhembus Kebenaranpun berbicara untuk kita pada-Nya Tahukah kita semua Bahwa sesungghnya hidup takkan pernah abadi Mungkin bila waktu telah menjawab Maka Tuhan ampuni aku Maka Tuhan ampuni aku Bila jantung tak berdetak Maka nafaspun tak akan berhembus Kebenaranpun berbicara untuk kita pada-Nya Tahukah kita semua Bahwa sesungghnya hidup takkan pernah abadi Mungkin bila waktu telah menjawab Maka Tuhan ampuni aku Tahukah kita semua Bahwa sesungghnya hidup takkan pernah abadi Mungkin bila waktu telah menjawab Maka Tuhan ampuni aku Tahukah kita semua Bahwa sesungghnya hidup takkan pernah abadi Mungkin bila waktu telah menjawab Maka Tuhan ampuni aku Maka Tuhan ampuni aku Tuhan ampuni aku

Bersujud PadaMu

Allahu Akbar, Allah Maha Besar, ampuni kami hamba bersujud padaMu ya robbi tempatku memohon ya Allah ampuni semua dosa kami pantaskah hambaMu di surga oh maafkanlah hambaMu yang hina, yang penuh dosa Allahu Akbar, Allah Maha Besar, bimbinglah kami ya Allah ampuni semua dosa kami pantaskah hambaMu di surga ya Allah ampuni semua dosa kami pantaskah hambaMu di surga ya Allah ampuni semua dosa kami pantaskah hambaMu di surga Allahu Akbar, bersujud padaMu, huuuu ampuni kami