Anda di halaman 1dari 6

Rangkaian Arus Searah dan Nilai Statistik Resistansi

Praktikan : Anak Agung Made Wedanta P (13210120)


Asisten: Ignatius Ronny Waktu Percobaan: 24 Agustus 2011 EL2193-Praktikum Rangkaian Elektrik Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Abstrak Percobaan kali ini adalah membuktikan teorema Thevenin, Norton, Superposisi, dan Resiprositas. Selanjutnya adalah membuat susunan resistor untuk mendapatkan resistansi sesuai dengan yang ditentukan. Percobaan berikutnya adalah rangkaian pembagi tegangan, pada kali ini besar tegangan diukur melalui setiap resistor yang nantinya dibandingkan dengan teori yang ada. Yang terakhir adalah mengamati prilaku statistic nilai resistansi dengan cara mengukur 100 buah resistor dengan nilai yang tertulis sama. Setelah mengumpulkan data resistor, kami meminta data dari 4 kelompok lain untuk membuat histogram dari data prilaku nilai resistansi yang di dapat. Kata kunci: Teorema Rangkaian, Resistor 1. 2. 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

6.

Memahami nilai statistic toleransi resistansi

2. Dasar Teori Dalam percobaan kali ini akan diperdalam tentang penggunaan beberapa teorema rangkaian, untuk memahami lebih baik akan di jelaskan setiap teoremanya secara singkat.
2.1 Teoreoma Thevenin

Kita telah mempelajari teorema - teorema rangkaian seperti Thevenin, Norton, Superposisi, dan Resiprositas. Teorema-teorema teersebut berfungsi untuk menyederhanakan analisis dari suatu rangkaian. Sebuah teorema adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya secara matematis. Untuk itu praktikum kali ini kami akan membuktikan teoremateorema tersebut. Selain teorema kami juga menyelidiki sifat distribusi nilai resistansi dari 100 buah resistor untuk membuktikan apakah resistansi tersebut masih dalam batas toleransi.
1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum kali ini adalah: 1.

2.

3. 4. 5.

Mengerti penggunaan teoram Thevenin dan Norton pada rangkaian arus DC dan membandingkannya dengan teori. Mengetahui kebenaran teorema superposisi dengan membandingkan hasil perhitungan dengan pengukuran Memahami teorema Resiprositas Memahami cara penggunaan Rangkaian Pembagi Tegangan Memahami penggunaan rangkaian resistor seri dan parallel untuk mendapatkan nilai tertentu

Teorema Thevenin adalah teorema yang berguna untuk mempermudah analisis sirkuit. Teorema ini membuktikan bahwa keseluruhan komponen, kecuali beban dapat digantikan dengan sirkuit ekivalen yang terdiri dari sumber tegangan independen dengan resistor yang terhubung secara seri. Hubungan antara arus dan tegangan pada beban tidak berubah dan ini mempermudah analisis sirkut. Sirkuit baru hasil pengaplikasian teorema Thevenin disebut sirkuit ekuivalen Thevenin. Teorema ini dinamakan sesuai dengan penemunya yang bernama M. L. Thevenin.
2.2 Teorema Norton

Teorema Norton adalah teorema yang berfungsi untuk mempermudah analisis sirkuit. Penggunaanya hampir mirip dengan teorema Thevenin, namun perbedaannya terdapat pada sumber independen dan hubungan dengan resistornya. Pada rangkaian Norton ini, sirkuit diganti dengan sumber arus independen yang terhubung dengan resistor secara parallel. Teorema ini dinamakan sesuai dengan penemunya yang bernama E. L. Norton.
2.3 Teorema Superposisi

3. Metodologi
3.1 Komponen dan Alat 3.2 Kit Teorema Thevenin dan Norton Kit Multimeter Kit Osiloskop dan Generator Sinyal Resistor 1k (100 buah) Power Supply DC Multimeter Kabel 4mm-4mm Osiloskop dan Generator Sinyal

Langkah Percobaan Percobaan Teorema Thevenin (Rangkaian 1)


Hubung kan kit Theveni n dan Norton dengan sumber 20V pada node AB seperti gambar 3-1

Teorema ini hanya berlaku pada rangkaian yang bersifat linier, yaitu rangkaian yang memiliki persamaan y=kx, dengan k= konstanta dan x=variable. Inti dari teorema ini adalah jika terdapat n buah sumber independen maka dengan teorema superposisi akan ada n buah keadaan yang akan dianalisis. Pada akhirnya hasil dari n buah keadaan itu akan dijumlahkan. Keadaan yang dimaksud adalah mencopot seluruh sumber tegangan dan menyisakan salah satunya, dan seterusnya sampai seluruh sumber mendapatkan kesempatan analisis. Jika terdapat sumber dependent maka sumber tersebut tidak dicopot.
2.4 Teorema Resiprositas

Banding kan dengan no 3 Hitung arus pada R dengan I=Vt(Rt+ R) Ukur nilai R

Ulangi dengan nilai R yang berbed a

Hubung kan multim eter pada titik C-D seri dengan beban R Catat arus Open pada R circuit C-D, ukur teganga n pada C-D dengan Volmet er Digital

Ukur R Theveni n dengen melepa s semua sumber teganga n dan hubung singkatk an A-B dan ukur resistan si C-D dengan Ohmme ter

Diagram 3-1 Teorema Thevenin (Rangkaian 1)

I1

Rangkaian N

I2
Gambar 3-1 Rangkaian Thevenin

RT

Teorema ini menunjukkan bahwa dalam tiap rangkaian pasif linier, bila sumber tegangan V yang diapsang pada cabang a menghasilkan arus I1=I pada cabang b, maka bila sumber tegangan tersebut dipindahkan ke cabang b, arus yang mengalir pada cabang a adalah I2=I.

Gambar 3-2 Rangkaian Thevenin 2

Teorema Thevenin (Rangkaian 2)

Teorema Superposisi

Ganti resistor R dengan potensiomete r dan RT seperti percobaan sebelumnya

Catat hasil yang diperoleh

Gunakan kit multimeter dengan V1=12V, V2=6V, R1=33K, R2=R3=1,5 K, dan R4=2,2K

Catat perhitungan

Ukur arus pada R dengan mA- meter

Ulangi langkah 2 dengan rangkaian pembagi tegangan

Rangkai alat seperti gambar 3-4

Ulangi dengan nilai R=0 dan 2 nilai R yang berbeda

Diagram 3-2 Teorema Thevenin (Rangkaian 2)

Short circuit V2 dan ukur lagi I4 dan VR1

Short circuit sumber tegangan V1, lalu ukur I4 dan VR1

R1

R3

Teorema Norton
R2 V1 Ubah R dengan nilai yang berbeda, catat hasil ukur arus pada CD untuk rangkaian pada gambar 3-1 R4 V2

Gambar 3-4 Rangkaian Superposisi

Ukur arus pada R

Bentuk rangkaian seperti gambar 33 dengan arus seperti langkah sebelumnya

Teorema Resiprositas

Diagram 3-3 Teorema Norton

Pindahkan sumber tegangan 12 V ke c-d, dan ukur besar arus di a-b

bentuk rangkaian seperti gambar 3-5 dengan R1=R3=1,5K,R2=33 K,R4=220K dan R5=2,2K

A
rangkaian arus N Rangkaian N

Pasang sumber tegangan V = 12 V pada open circuit a-b , dan ukur arus dengan multimeter di titik c-d

Diagram 3-5 Teorema Resiprositas

Gambar 3-3 Rangkaian Pengganti Norton

R1

R3

R5

b a

R2

R4

c d

Gambar 3-5 Rangkaian Resiprositas

Rangkaian Pembagi Tegangan

4. Hasil dan Analisis Tabel 4-1 Teorema Thevenin


No IR (mA) Vt(V) Rt() R() I=Vt/(Rt+R) (mA) 1 2 1.99 1.42 6.7 1.355k 2k 3.32k 1.997 1.433

Catat tegangan pada Ra dan Rb

Ambil kit osiloskop dan generator sinyal, rangkai pembagi tegangan seperti gambar 3-6, dengan Ra=10K dan Rb=1K

Berikan tegangan AC menggunakan generator sinyal dengan Vpp=10 V dan frekuensi 1kHz

Catat nilai resistor

Analisis: Dari data diatas, kalau kita bandingkan perbedaan nilainya tidak jauh berbeda. Error yang terjadi kira-kira sebesar 0.5-1.6% Tabel 4-2 Teorema Thevenin (rangkaian 2)
No R() 1 2K 6.7 3 4 3.32K 0(short circuit) 1.343 1.42 4.94 Vt(V) Rt() IR (mA 2.85 1.99 1

Diagram 3-6 Rangkaian Pembagi Tegangan

RA RB

Gambar 3-6 Rangkaian Pembagi Tegangan

Rangakaian Resistor Seri dan Paralel

Analisis : Dari data ini kita dapat menyimpulkan bahwa rangkaian yang tumit dapat diganti dengan rangkaian yang lebih sederhana dan akan menghasilkan arus yang hamper sama. Pengukuran pada percobaan kali ini memiliki error kira-kira 0.5-1%.

catat hasilnya

Pakai kit multimeter

Tabel 4-3 Teorema Norton


No 1 2 5.01 1.335k IN (mA) RN() R() 1k 2k 3k I (mA) 2.83 1.98 1.41

Rangkai resistor sedemikian rupa sehingga di dapat nilai resistansi 870 Diagram 3-7 Rangkaian Resistor Seri dan Paralel

Perilaku Statistik Nilai Resistansi


Buat tabel dan grafik dari 500 data resistor yang telah terkumpul Ukur 100 resistor dengan resistansi 1k dengan alat ukur yang tersedia

Analisis : Dari data ini, kita dapat melihat bahwa percobaa pertama(Thevenin) dan kedua(Norton) memiliki besar arus yang hampir sama. Ini menunjukkan adanya hubungan antara teorema Norton dan Thevenin. Tabel 4-4 Teorema Superposisi
Sumber Tegangan V1=12 ; V2=0 V1=0 ; V2=6 V1=12 ; V2=6 IR4 (mA) 0.1 1.15 1.25 1.10 VR1 (V) 11.62 4.18 7.45 8

Minta data dari 4 kelompok lain

Cata hasilnya

V1=12 ; V2=6 (Pembagi tegangan)

Diagram 3-8 Prilaku Statistik Nilai Resistansi

Analisis : Dari data percobaan ini, Besar nilai arus dari data 3 sama dengan penjumlahan

nilai arus dari data 1 dan 2. Error yang terjadi sebesar 2.5% hal ini diakibatkan banyaknya kabel yang digunakan pada data 1 dan data 2. Hal ini dapat terjadi karena kabel memiliki nilai resistansi sehingga jumlah kabel yang terlalu banyak dapat membuat arus lebih kecil. Pada data 4 error yang terjadi lebih basar lagi. Hal ini disebabkan nilai actual resistor pada rangkaian pembagi tegangan tidak sama dengan nilai yang tertulis, selain itu penggunaan kabel yang cukup banyak dapat membuat arus semakin kecil. Tabel 4-5 Teorema Resiprositas
I saat Vab = 12V 2.19mA I saat Vcd = 12 V 2.19mA

pada hasil pengukuran kami mendapatkan 5.21k. Ini disebabkan toleransi resistansi pada resistor tersebut sehingga memiliki resistansi yang berbeda dari yang tertulis.

Tabel 4-8 Distribusi Nilai Resistansi


Resistansi () 0-967 968-972 973-977 978-982 0 I IIII IIII IIII I IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII II 983-987 IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII I 988-992 993-997 998-1002 II I 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0 36 0 1 16 42 Cacah Jumlah

Analisis: Dari data percobaan ini kita dapat melihat bahwa besarnya arus yang keluar sama meskipun sumber arus di pasang di tempat yang berbeda. Dari sini dapat disimpulkan bahwa teorema Resiprositas dapat digunakan dalam sebuah rangkaian. Tabel 4-6 Rangkaian Pembagi Tegangan
RA() 10.01 RB() 0.998 VRA(Vpp) 9.1 VRB(Vpp) 0.9

1003-1007 1008-1012 1013-1017

Analisis : Pada percobaan ini digunakan sumber arus 10Vpp dengan frekuensi 1kHz. Dari data yang didapatkan pada VRA dan VRB adalah 9.1 Vpp dan 0.9 Vpp, hal ini menunjukkan bahwa rangkaian pembagi tegangan memang bisa digunakan dalam perhitungan rangkaian listrik. Tabel 4-7 Rangkaian Resistor Seri dan Paralel Teori 1.5k 2.2k 5.20k Hasil Pengukuran 1.49k 2.23k

1018-1022 1023-1027 1028-1032 1033- . . .

Tabel 4-9 Rekapitulasi Nilai Resistansi

(1,5k 1,5k + 2.2k )

+ 5.21k

Analisis : Pada percobaan kali ini kami diminta untuk membuat rangkaian resistor yang memiliki nilai total 5.20k. Rangkaian yang kami gunakan

untuk mendapatkan nilai ini adalah seri. Ketiga resistor tersebut diserikan dan akan mendapatkan resistansi sebesar 5.21k, namun

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Resistansi() 0-967 968-972 973-977 978-982 983-987 988-992 993-997 998-1002 1003-1007 1008-1012 1013-1017 1018-1022 1023-1027 1028-1032 1033-

Jumlah 0 5 70 184 145 54 20 12 8 2 0 0 0 0 0