Anda di halaman 1dari 2

KIAMAT KEUANGAN DAN EKONOMI DUNIA KARENA PENERAPAN SYSTEM KEUANGAN EMAS Oleh : Darmawan Soegandar

Perubahan sistem keuangan seharusnya bukanlah masalah try and error. Kegagalan sistem keuangan yang sekarang tidak cukup memberikan jaminan pada hebatnya sistem keuangan yang di dukung oleh penyokong ekonomi syariah. Walau bagaimanapun terpuruknya ekonomi uni eropa pada beberapa waktu belakangan ini, tidaklah cukup memberikan bukti pada kejatuhan ekonomi konvensional. Dalam perjalanan sejarah manusia, kita telah cukup terbiasa pada jatuh bangunnya sebuah system yang lebih banyak diakibatkan oleh perjalanan keberpahaman manusia terhadap hal. System moneter yag berlaku sampai dengan menjelang pecah perang dunia satu adalah sistem keuangan emas. Diantara system yang pernah di gunakan di dunia, system emaslah yang hingga saat ini memegang rekor dalam hal lamanya digunakan. System keuangan emas di mulai pada sekita tahun 1870. Sebagai akibat pecah perang dunia ke satu system keuangan ini kemudian ditiggalkan, memang ada upaya untuk mempergunakannya lagi setelah perang dunia usai. Tetapi usaha itu terhalang oleh defresi yang melanda dunia pada sekitar tahun 1929.

Dalam system keuangan emas, kurs valuta asing relatif stabil, dapat berubah di sekitar titik paritas artayasa dan dibatasi oleh titik ekspor emas dan titik impor emas, pada kenyataan jaraknya dapat dikatakan sangat sempit. Yang menentukan jarak antara kurs paritas artayasa dengan kedua titik emas adalah biaya pengangkutan emas dari negara bersangkutan ke negara tujuan pembayaran per unit mata uang yang tingginya kurs kita permasalahkan. Sehingga semakin tinggi biaya transportasi yang di keluarkan, maka makin lebar jarak antara titik ekspor emas dengan titik impor emasnya. Dalam system keuangan emas juga, defisit atau surflus neraca pembayaran cenderung berlangsung tidak berlarut lama

melainkan otomatis menyusut, untuk kemudian kembali ke keadaan setimbang lagi. Penyesuaian neraca pembayaran berjalan otomatis melalui mekanisme the price specie flow mecahanism. Maksud saya menulis note ini bukan lah dalam posisi sedang memuji sistem keuangan emas. Tetapi malah sedang meramalkan keruntuhan sistem ekonomi global yang di akibatkan sistem keuangan emas yang sedang booming di arak-arak pengagum system ekonomi syariah. Penulis melihat kecenderungan pergerakan yang terlalu besar dan masif ini bisa berbahaya. Walau bagaimanapun system ekonomi tidak bisa menerima sebuh revolusi system keuangan. Kegagalan-kegagalan system sebelumnya membuat pergerakan system keuangan emas ini begitu besar. Hal ini bisa tampak dari besarnya lirikan bank konvensional terhadap system perbangkan syariah. Padahal telah kita ketahui sebelumnya bahwa pergerakan ekonomi harus di jalankan secara beriringan. Pertanyaannya kemudian apakah perubahan system seperti itu bisa dengan mudah di ikuti oleh para produsen? debitur? Pada saat yang bersamaan? Perubahan system ini secara masif akan mengakibatkan pergeseran harga emas dunia, yang harus di antisifasi oleh semua orang. Kenaikan secara besar-besaran harga emas di pasar sekarang pun rasanya sudah pada tahap yang harus di atisipasi. Walau bagaimana pun, stabilitas dalam kurs valuta asing biasanya diikuti oleh ketidakstabilan tingkat harga. Dengan kurs valuta asing yang relatif sangat stabil tersebut, disekuilibirium neraca pembayaran mengakibatkan tibulnya aliran keluar masuk emas. Ini selanjutnya mengakibatkan meningkat atau menurunnya jumlah uang beredar. Sehingga perubahan tersebut bisa mengakibatkan peningkatan atau penurunan tingkat harga dan tingkat kegiatan ekonomi. Oleh karena asumsi sebelumnya tersebut kita kemudian harus berhati-hati pada kemungkinan peningkatan tingkat pengangguran. Yang berbahaya kemudian adalah kebiasaan pemerintahan untuk mengingkari aturan system emas mana kala terjadi gold outflow. Pemerintah manapun biasanya cenderung berusaha menghalang-halangi penurunan jumlah uang beredar melalui berbagai kebijakan moneter; menurunkan diskonto bank sentral, menurunkan legal reserve ratio, melaksanakan open market buying, atau bahkan memperingan syarat-syarat kredit perbankkan. Mungkin ini hanya ketakutan penulis belaka, tetapi jika kita melihat pergerakan harga emas pada saat ini, dan kecenderungan arah pergerakan ekonomi dan keuangan. Rasa-rasanya bukan hal yang mustahil, pada bulan-bulan, tahun-tahun kedepan kita akan melihat peningkatan penggunaan system keuangan emas secara besar-besaran. Yang tanpa kerjasama semua pelaku ekonomi di semua negara akan mengakibatkan kehancuran perekonomian yang akan membuat kita melongo, terkaget-kaget. Karena tidak seorangpun siap melihat realita sejarah akan kehancuran ekonomi dunia, persis seperti yang terjadi di jepang pada komoditas lahan dan properti sebelum PM Junichiro Koizumi, persis pada saat semua orang sedang terkagum-kagum pada masa keemasan ekonomi Jepang, yang kemudian melonjakkan harga lahan dan properti di sekitar Tokyo. Lalu berakhir dengan jatuhnya harga properti pada masa defresi . Hal yang sama pada kita sekarang yang sedang memandang menara gading system keuangan emas. Bayangkan kerusakan apa yang akan terjadi jika harga emas jatuh pada titik terendah? PS: tulisan hasil ngelamun sepanjang jalan perjalanan menjemput mertua; Bimo jl. Pajajaran Bandung rumah Jl. Leuwibandung Dayeuhkolot Bandung.