Anda di halaman 1dari 41

Karya Pilihan Jalaluddin Rumi

www.krupukcair.wordpress.com

Page 1

Kearifan Cinta CINTA yang dibangkitkan oleh khayalan yang salah dan tidak pada tempatnya bisa saja menghantarkannya pada keadaan ekstasi. Namun kenikmatan itu, jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang

www.krupukcair.wordpress.com

Page 2

Nafsu Nafsumu itu ibu segala berhala Berhala kebedaan ular sawa Berhala keruhanian naga Itu ibarat perumpamaannya Mudah sekali memecah berhala Kalau diketuk hancurlah ia Walau batu walaupun bata Walau ular walaupun naga Tapi bukan mudah mengalahkan nafsu Jika hendak tahu bentuk nafsu Bacalah neraka dengan tujuh pintu Dari nafsu keluar masiat setiap waktu. mencintainya ini sebagaimana kenikmatan lelaki yang memeluk tugu batu di dalam kegelapan sambil menangis dan meratap. Meskipun dia merasa nikmat kerana berfikir bahawa yang dipeluk adalah kekasihnya, tapi jelas tidak senikmat orang yang memeluk kekasih sebenarnya kekasih yang hidup dan sedar.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 3

Cinta Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan, Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna. Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 4

Kekasih Tentang seseorang di pintu Sang Kekasih dan mengetuk. Ada suara bertanya, Siapa di sana? Dia menjawab, Ini Aku. Sang suara berkata, Tak ada ruang untuk Aku dan Kamu. Pintu tetap tertutup Setelah setahun kesunyian dan kehilangan, dia kembali dan mengetuk lagi. Suara dari dalam bertanya, Siapa di sana? Dia berkata, Inilah Engkau. Maka, sang pintu pun terbuka untuknya.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 5

Mujahadah dan Makrifat Makrifat itu pengenalan jiwa Mengenal jiwa dan mengenal Tuhannya Mengenal dengan sejelas jelasnya Tidak kabur tapi jelas nyata Mujahadah itu perjuangan dan usaha Makrifat itu menuai hasilnya Mujahadah itu dalam perjalanan Makrifat itu matlamat tujuan Makrifat itu pembuka rahsia Makrifat itu sendiri rasa Makrifat itu sagunya Mujahadah itu memecah ruyungnya.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 6

Saatnya Untuk Pulang Malam larut, malam memulai hujan inilah saatnya untuk kembali pulang. Kita sudah cukup jauh mengembara menjelajah rumah-rumah kosong. Aku tahu: teramat menggoda untuk tinggal saja dan bertemu orang-orang baru ini. Aku tahu: bahkan lebih pantas untuk menuntaskan malam di sini bersama mereka, tapi aku hanya ingin kembali pulang. Sudah kita lihat cukup destinasi indah dengan isyarat dalam ucap mereka Inilah Rumah Tuhan. Melihat butir padi seperti perangai semut, tanpa ingin memanennya. Biar tinggalkan saja sapi menggembala sendiri dan kita pergi ke sana: ke tempat semua orang sungguh menuju ke sana: ke tempat kita leluasa melangkah telanjang.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 7

Kau dan Aku Bahagia saat kita duduk di pendapa, kau dan aku, Dua sosok dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku. Harum semak dan nyanyi burung menebarkan kehidupan Pada saat kita memasuki taman, kau dan aku. Bintang-bintang yang beredar sengaja menatap kita lama-lama; Bagai bulan kita bagikan cahaya terang bagi mereka. Kau dan aku, yang tak terpisahkan lagi, menyatu dalam nikmat tertinggi, Bebas dari cakap orang, kau dan aku. Semua burung yang terbang di langit mengidap iri Lantaran kita tertawa-tawa riang sekali, kau dan aku. Sungguh ajaib, kau dan aku, yang duduk bersama di sudut rahasia, Pada saat yang sama berada di Iraq dan Khorasan, kau dan aku.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 8

CINTA CINTA yang dibangkitkan oleh khayalan yang salah dan tidak pada tempatnya bisa saja menghantarkannya pada keadaan ekstasi. Kau sudah banyak menderita Tetapi kau masih terbalut tirai Karena kematian adalah pokok segala Dan kau belum memenuhinya Deritamu tak kan habis sebelum kau Mati Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga Ketika dua dari seratus anak tangga hilang Kau terlarang menginjak atap Bila tali kehilangan satu elo dari seratus Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu Sebelum kau letakan mann terakhir Perahu yang sudah hancur berpuing-puing Akan menjadi matahari di Lazuardi Karena kau belum Mati, Maka deritamu berkepanjangan Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi Sebelum gemintang bersembunyi Arahkan tombakmu pada dirimu Lalu Hancurkanlah dirimu Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu Wahai mereka yang memiliki ketulusan Jika ingin terbuka tirai Pilihlah Kematian dan sobekkan tirai Bukanlah karena Kematian itu kau akan masuk ke kuburan Akan tetapi karena Kematian adalah Perubahan Untuk masuk ke dalam Cahaya Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa

www.krupukcair.wordpress.com

Page 9

www.krupukcair.wordpress.com

Page 10

Kau dan Aku Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku; Dalam dua bentuk dan dua wajah dengan satu jiwa, Kau dan Aku. Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku. Bintang-bintang Surga keluar memandang kita Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku. Kau dan Aku, dengan tiada Kau atau Aku, akan menjadi satu melalui rasa kita; Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku. Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku. Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan Kau dan Aku.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 11

Tindakan Dan Kata-Kata Aku memberi orang-orang apa yang mereka inginkan. Aku membawakan sajak kerana mereka menyukainya sebagai hiburan. Di negaraku, orang tidak menyukai puisi. Sudah lama aku mencari orang yang menginginkan tindakan, tetapi mereka semua ingin kata-kata. Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian; tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya. Maka aku hadirkan padamu kata-kata. Ketidakpedulian yang bodoh akhirnya membahayakan, Bagaimanapun hatinya satu denganmu.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 12

Menyatu Dalam Cinta Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi. Para tabib menyarankan bedah, Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun. Majnun menolak, Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya. Para tabib pun bingung, Kamu takut? padahal selama ini kamu masukkeluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah? Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti, jawab Majnun. Lalu, apa yang kau takuti? Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla. Menyakiti Layla? Mana bisa? Yangn dibedah badanmu. Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 13

Mati sebelum Engkau Mati Tafsiran Muutu Qabla anta Muutu : Rumi (Mati sebelum Engkau Mati) Kau sudah banyak menderita Tetapi kau masih terbalut tirai Karena kematian adalah pokok segala Dan kau belum memenuhinya Deritamu tak kan habis sebelum kau Mati Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga Ketika dua dari seratus anak tangga hilang Kau terlarang menginjak atap Bila tali kehilangan satu elo dari seratus Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu Sebelum kau letakan mann terakhir Perahu yang sudah hancur berpuing-puing Akan menjadi matahari di Lazuardi Karena kau belum Mati, Maka deritamu berkepanjangan Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi Sebelum gemintang bersembunyi Arahkan tombakmu pada dirimu Lalu Hancurkanlah dirimu Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu Wahai mereka yang memiliki ketulusan Jika ingin terbuka tirai Pilihlah Kematian dan sobekkan tirai Bukanlah karena Kematian itu kau akan masuk ke kuburan Akan tetapi karena Kematian adalah Perubahan Untuk masuk ke dalam Cahaya Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa

www.krupukcair.wordpress.com

Page 14

Kembali Pada Tuhan Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka, maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranya! Jika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNya! Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan; kerana Tuhan, dengan rahmatNya akan tetap menerima mata wang palsumu! Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan, maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. Begitulah caranya! Wahai pejalan! Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, ayuhlah datang, dan datanglah lagi! Kerana Tuhan telah berfirman: Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 15

Empat Lelaki Dan Penterjemah Empat orang diberi sekeping wang. Pertama adalah orang Persia, ia berkata, Aku akan membeli anggur. Kedua adalah orang Arab, ia berkata, Tidak, kerana aku ingin inab. Ketiga adalah orang Turki, ia berkata, Aku tidak ingin inab, aku ingin uzum. Keempat adalah orang Yunani, ia berkata, Aku ingin stafil. Kerana mereka tidak tahu erti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah mendapat informasi, tetapi tanpa pengetahuan. Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, Aku tidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping wang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku, sekeping wang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu. Mereka pun tahu bahawa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masingmasing, menginginkan benda yang sama, buah anggur. Jalan ~ Jalaluddin Rumi Jalan sudah ditandai. Jika menyimpang darinya, kau akan binasa. Jika mencuba mengganggu tanda-tanda jalan tersebut, kau melakukan perbuatan syaitan.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 16

Siapa Di Pintuku? Katanya, siapa di pintuku? Jawabku,hamba-Mu yang lata, Katanya, urusan apa yang kamu punya? Jawabku, tuk mencumbu-Mu ya Rabb, Katanya,berapa lama bakal kau kembara? Jawabku,sampai Kau cegat daku, Katanya,berapa lama kau didihkan di api? Jawabku, sampai diriku murni, Inilah sumpah cintaku

www.krupukcair.wordpress.com

Page 17

Demi Cinta semata Kutinggalkan harta dan kuasa. Katanya, kamu buktikan kasusmu Tapi, kamu takpunya saksi, Kataku,Tangisku, saksiku wajah pasiku, saksiku, Katanya, saksimu takpunya sahsiah matamu membasah tuk dilihat. Jawabku,atas kerahiman, adil-Mu Mataku cerah dan tanpa salah, Katanya,Apa yang kaucari? Jawabku, Kamu! tuk jadi rekan dampinganku, Katanya, apa yang kamu mau dariku, Jawabku,Kemuliaan, kemesraanmu, Katanya,Siapa teman sekembaramu? Jawabku,Ingatan kepada-Mu, O Sang Raja, Katanya, Apa yang membuatmu ke mari? Jawabku,Kelezatan anggur-Mu, Katanya, Apa yang membuatmu puas? Jawabku, Dampingan-Mu Sang Maharaja Katanya,Apa yang kamu temui di sini? Jawabku, Seratus keajaiban, Katanya,Mengapa istana ditinggal porakperanda? Jawabku,Mereka takutkan perampok, Katanya, Siapa perampok itu? jawabku, Seseorang yang lari dari-Mu, Katanya,Tidak adakah keselamatan di situ? Jawabku,Dengan hadirnya Cinta-Mu, Katanya, Apa faedah yang kamu terima dari kehidupan? Jawabku,Dengan jujur kepada diriku, Kini masa untuk menyepi. Kalau kukatakan padamu tentang intisari sebenarnya Kau bakal terbang, dirimu akan sirna Dan tiada pintu, tiada bumbung dapat menarikmu kembali. Bahagia Sejenak Bahagia sejenak kamu dan aku duduk di serambi kita dua, tapi satu roh, kamu dan aku kita rasa aliran air kehidupan di sini
www.krupukcair.wordpress.com Page 18

kamu dan aku dengan keindahan taman dan burungburung bernyanyi bintangbintang menatap kita dan kita menanyakan mereka gimana mau menjadi bulan sabit kecil kamu dan aku bukan diri, bakal menyatu takberasingan, betapa spekulasi kamu dan aku. tiong syorgawi bakal retakkan gula waktu kita tertawa bersama, kamu dan aku dalam satu bentuk di muka bumi ini dan dalam bentuk lain di bumi manis di kebebasan waktu yang tak tecatat

www.krupukcair.wordpress.com

Page 19

Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya. Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi. Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya. Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ? Sang lili berbisik pada kuncup : Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan. Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati. Hingga dia akan sampai pada jawaban YA dalam pertanyaan : Bukankah Aku ini Rabbmu ?

www.krupukcair.wordpress.com

Page 20

Kisah Keajaiban Cinta Kamu pipa air yang kering dan aku hujannya/kamu kota yang hancur dan aku arsiteknya/tanpa khidmat padaku sang mentari suka cita/kamu takkan pernah mencicipi bahagia. (Jalaluddin Rumi) (28-3-2007; 07:30:05) Apa Yang mesti Ku lakukan Apa yang mesti kulakukan, O Muslim? Aku tak mengenal didiku sendiri Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Gabar, bukan Muslim Aku bukan dari Timur, bukan dari Barat, bukan dari darat, bukan dari laut, Aku bukan dari alam, bukan dari langit berputar, Aku bukan dari tanah, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api, Aku bukan dari cahaya, bukan dari debu, bukan dari wujud dan bukan dari hal Aku bukan dari India, bukan dari Cina, bukan dari Bulgaria, bukan dari Saqsin, Aku bukan dari Kerajaan Iraq, bukan dari negeri Korazan. Aku bukan dari dunia ini ataupun dari akhirat, bukan dari Syurga ataupun Neraka Aku bukan dari Adam, bukan dari Hawa, bukan dari Firdaus bukan dari Rizwan Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku panggil Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin Tidak ada yang kuketahui kecuali :Ya Hu dan Ya man Hu Aku mabuk oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu Aku tak berbuat apa pun kecuali mabuk gila-gilaan Kalau sekali saja aku seminit tanpa kau, Saat itu aku pasti menyesali hidupku Jika sekali di dunia ini aku pernah sejenak senyum, Aku akan merambah dua dunia, aku akan menari jaya sepanjang masa. O Syamsi Tabrizi, aku begitu mabok di dunia ini, Tak ada yang bisa kukisahkan lagi, kecuali tentang mabuk dan gila-gilaan.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 21

Nubuwah Cinta dari Rumi Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan, Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang, Aku mati sebagai binatang dan kini manusia. Kenapa aku mesti takut? Maut tak menyebabkanku berkurang! Namun sekali lagi aku harus mati sebagai manusia, Dan melambung bersama malaikat; dan bahkan setelah menjelma malaikat aku harus mati lagi; segalanya kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali. Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini, Aku akan menjelma sesuatu yang tak terpahami. O,..biarlah diriku tak ada! sebab ketiadaan menyanyikan nada-nada suci, KepadaNya kita akan kembali.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 22

Rumi bernyanyi Ngengat-ngengat, terbakar oleh cahaya obor di wajah Sang Kekasih, adalah pecinta-pecinta yang berdiam di tempat suci. Kalaupun kita dianggap gila atau mabuk, ini karena Pembawa Piala dan Sang Piala. Karena mulutku telah mengunyah Kemanisan-Nya Dalam pandangan yang jelas kulihat Dia berhadap-hadapan.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 23

Warna Agama Chinese Art and Greek Art Rasul pernah berkata, Ada orang-orang yang melihatku di dalam cahaya yang sama seperti aku melihat mereka. Kami adalah satu. Walau tak terhubung oleh tali apapun, walau tak menghafal buku dan kebiasaan, kami meminum air kehidupan bersama-sama. Inilah sebuah kisah tentang misteri yang tersimpan: Sekelompok Tiongkok mengajak sekelompok Yunani bertengkar tentang siapa dari mereka adalah pelukis yang terhebat. Lalu raja berkata, Kita buktikan ini dengan debat. Tiongkok memulai perdebatan. Tapi Yunani hanya diam, mereka tak suka perdebatan. Tiongkok lalu meminta dua ruangan untuk membuktikan kehebatan lukisan mereka, dua ruang yang saling menghadap terpisah hanya oleh tirai. Tiongkok meminta pada raja beberapa ratus warna lagi, dengan segala jenisnya. Maka setiap pagi, mereka pergi ke tempat penyimpanan pewarna kain dan mengambil semua yang ada. Yunani tidak menggunakan warna, warna bukanlah lukisan kami. Masuklah mereka ke ruangannya lalu mulai membersihkan dan menggosok dindingnya. Setiap hari, setiap saat, mereka membuat dinding-dindingnya lebih bersih lagi, seperti bersihnya langit yang terbuka. Ada sebuah jalan yang membawa semua warna menjadi warna tak lagi ada. Ketahuilah, seindah-indahnya berbagai jenis warna di awan dan langit, semua berasal dari sempurnanya kesederhanaan matahari dan bulan.
www.krupukcair.wordpress.com Page 24

Tiongkok telah selesai, dan mereka sangat bangga tambur ditabuh dalam kesenangan dengan selesainya lukisan agung mereka. Waktu raja memasuki ruangan, terpana dia karena keindahan warna dan seluk-beluknya. Lalu Yunani menarik tirai yang memisahkan ruangan mereka. Dan tampaklah bayangan lukisan Tiongkok dan semua pelukisnya berkilauan terpantul pada dindingnya yang kini bagaikan cermin bening, seakan mereka hidup di dalam dinding itu. Bahkan lebih indah lagi, karena tampaknya mereka selalu berubah warna. Seni lukis Yunani itulah jalan sufi. Jangan hanya mempelajarinya dari buku. Mereka membuat cintanya bening, dan lebih bening. Tanpa hasrat, tanpa amarah. Dalam kebeningan itu mereka menerima dan memantulkan kembali lukisan dari setiap potong waktu, dari dunia ini, dari gemintang, dari tirai penghalang. Mereka mengambil jalan itu ke dalam dirinya, sebagaimana mereka melihat melalui beningnya Cahaya yang juga sedang melihat mereka semua.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 25

dia bernyanyi Reguklah dalam-dalam cinta duniawi, agar bibirmu mampu mengecap anggur cinta yang lebih suci. Aku mendengar dan terpikat; ruhku bergegas untuk merengkuh dekapan penerimaan Cinta, karena suara itu begitu manis.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 26

Terang Benderang Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta Setiap orang yang jauh dari sumbernya Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta Setiap orang yang jauh dari sumbernya Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula. Mencinta adalah mencapai Tuhan Takkan pernah lagi dada seorang Pencinta merasakan kesedihan Takkan pernah lagi jubah seorang Pencinta tersentuh kematian Takkan pernah lagi jazad seorang Pencinta ditemukan terkubur di tanah Mencinta adalah mencapai Tuhan jangan tanya apa agamaku. aku bukan yahudi. bukan zoroaster. bukan pula islam. karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku. Kenapa aku harus mencari? Aku sama dengannya Jiwanya berbicara kepadaku Yang kucari adalah diriku sendiri! Wahai kegilaan yang membuai, Kasih ! Engkau Tabib semua penyakit kami ! Engkau penyembuh harga diri, Engkau Plato dan Galen kami ! Aku adalah kehidupan dari yang kucintai Apa yang dapat kulakukan hai orang-orang Muslim ? Aku sendiri tidak tahu. Aku bukan orang kristen, bukan orang Yahudi, bukan orang Magi, bukan orang Mosul, Bukan dari Timur, bukan dari barat, bukan dari darat, bukan dari laut, Bukan dari tambang Alama, bukan dari langit yang melingkar, Bukan dari bumi, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api, Bukan dari singgasana, bukan dari tanah, dari eksistensi, dari ada,
www.krupukcair.wordpress.com Page 27

Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqsee, Bukan dari kerajaan-kerajaan Irak dan Kurasan, Bukan dari dunia ini atau yang berikutnya; dari syurga atau neraka, Bukan dari Adam, Hawa, taman-taman syurgawi, atau firdausi, Tempatku tanpa tempat, jejakku tanpa jejak, Bukan raga atau jiwa; semua adalah kehidupan dari yang kucintai. Lewat Lewat Lewat Lewat Lewat Lewat Cintalah semua yang pahit akan jadi manis, cintalah semua yang tembaga akan jadi emas, cintalah semua endapan akan jadi anggur murni, cintalah semua kesedihan akan jadi obat, cintalah si mati akan jadi hidup, cintalah Raja jadi budak.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 28

Simbolisme Sufi Pelukan dan ciuman adalah pesona-pesona cinta. Tidur adalah kontemplasi, Parfum adalah harapan untuk berkah Ilahi. Penyembah berhala berarti manusia dengan keyakinan murni, bukan kaum kafir. Anggur, yang dilarang oleh Nabi Muhammad kepada pengikutnya, digunakan sebagai sebuah symbol-kata oleh kaum Sufi untuk menunjuk pengetahuan spiritual, dan Penjual anggur berarti seorang pemandu spiritual. Sebuah Kedai minum adalah tempat dimana anggur cinta Ilahi memabukkan para musafir. Kemabukan berarti ekstase religius, Keriangan adalah kesenangan dalam cinta Sang Khaliq. Keindahan berarti keagungan Sang Kekasih. Rambut ikal dan Rambut berarti kemurnian yang menyelubungi wajah Kesatuan dari para pecinta-Nya. Pipi berarti esensi nama-nama dan sifat-sifat Ilahi. Bulu halus adalah dunia ruh-ruh suci yang paling dekat dengan Ketuhanan. Tahi lalat pada pipi adalah titik Kesatuan yang tak bisa dibagi. Obor adalah cahaya yang terpancar dalam hati oleh Sang Kekasih. Lihat hanya Satu, katakan hanya Satu, kenal hanya Satu.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 29

Mawlana Jalaludin Rumi Oleh Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani ( Grandson of Mawlana Rumi ) Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan, Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna. Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya. ( Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazhim Adil al-Haqqani Cucu dari Mawlana Rumi, Lefke, Cyprus Turki, September 1998) Rumi memang bukan sekadar penyair, tetapi juga seorang tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya. Rumi adalah guru nomor satu Thariqat Maulawiah, sebuah thariqat yang berpusat di Turki dan berkembang di daerah sekitarnya. Thariqat Maulawiah pernah berpengaruh besar dalam lingkungan Istana Turki Utsmani dan kalangan seniman sekitar tahun l648. Sebagai tokoh sufi, Rumi sangat menentang pendewaan akal dan indera dalam menentukan kebenaran. Di zamannya, ummat Islam memang sedang dilanda penyakit itu. Bagi mereka kebenaran baru dianggap benar bila mampu digapai oleh indera dan akal. Segala sesuatu yang tidak dapat diraba oleh indera dan akal, dengan cepat mereka ingkari dan tidak diakui. Padahal menurut Rumi, justru pemikiran semacam itulah yang dapat melemahkan Iman kepada sesuatu yang ghaib. Dan karena pengaruh pemikiran seperti itu pula, kepercayaan kepada segala hakekat yang tidak kasat mata, yang diajarkan berbagai syariat dan beragam agama samawi, bisa menjadi goyah. Rumi mengatakan, Orientasi kepada indera dalam menetapkan segala hakekat keagamaan adalah gagasan
www.krupukcair.wordpress.com Page 30

yang dipelopori kelompok Mutazilah. Mereka merupakan para budak yang tunduk patuh kepada panca indera. Mereka menyangka dirinya termasuk Ahlussunnah. Padahal, sesungguhnya Ahlussunnah sama sekali tidak terikat kepada indera-indera, dan tidak mau pula memanjakannya. Bagi Rumi, tidak layak meniadakan sesuatu hanya karena tidak pernah melihatnya dengan mata kepala atau belum pernah meraba dengan indera. Sesungguhnya, batin akan selalu tersembunyi di balik yang lahir, seperti faedah penyembuhan yang terkandung dalam obat. Padahal, yang lahir itu senantiasa menunjukkan adanya sesuatu yang tersimpan, yang tersembunyi di balik dirinya. Bukankah Anda mengenal obat yang bermanfaat? Bukankah kegunaannya tersembunyi di dalamnya? tegas Rumi. PENGARUH TABRIZ Fariduddin Attar, salah seorang ulama dan tokoh sufi, ketika berjumpa dengan Rumi yang baru berusia 5 tahun pernah meramalkan bahwa si kecil itu kelak akan menjadi tokoh spiritual besar. Sejarah kemudian mencatat, ramalan Fariduddin Attar itu tidak meleset. Rumi, Lahir di Balkh, Afghanistan pada 604 H atau 30 September 1207. Mawlana Rumi menyandang nama lengkap Jalaluddin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi. Adapun panggilan Rumi karena sebagian besar hidupnya dihabiskan di Konya (kini Turki), yang dahulu dikenal sebagai daerah Rum (Roma). Ayahnya, Bahauddin Walad Muhammad bin Husein, adalah seorang ulama besar bermadzhab Hanafi. Dan karena kharisma dan tingginya penguasaan ilmu agamanya, ia digelari Sulthanul Ulama. Namun rupanya gelar itu menimbulkan rasa iri pada sebagian ulama lain. Dan mereka pun melancarkan fitnah dan mengadukan Bahauddin ke penguasa. Celakanya sang penguasa terpengaruh hingga Bahauddin harus meninggalkan Balkh, termasuk keluarganya. Ketika itu Rumi baru berusia lima tahun. Sejak itu Bahauddin bersama keluarganya hidup berpindah- pindah dari suatu negara ke negara lain. Mereka pernah tinggal di Sinabur (Iran timur laut). Dari Sinabur pindah ke Baghdad, Makkah, Malattya (Turki), Laranda (Iran tenggara) dan terakhir menetap
www.krupukcair.wordpress.com Page 31

di Konya, Turki. Raja Konya Alauddin Kaiqubad, mengangkat ayah Rumi sebagai penasihatnya, dan juga mengangkatnya sebagai pimpinan sebuah perguruan agama yang didirikan di ibukota tersebut. Di kota ini pula ayah Rumi wafat ketika Rumi berusia 24 tahun. Di samping kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya itu. Beliau baru kembali ke Konya pada 634 H, dan ikut mengajar di perguruan tersebut. Setelah Burhanuddin wafat, Rumi menggantikannya sebagai guru di Konya. Dengan pengetahuan agamanya yang luas, di samping sebagai guru, beliau juga menjadi dai dan ahli hukum Islam. Ketika itu banyak tokoh ulama yang berkumpul di Konya. Tak heran jika Konya kemudian menjadi pusat ilmu dan tempat berkumpul para ulama dari berbagai penjuru dunia. Kesufian dan kepenyairan Rumi dimulai ketika beliau sudah berumur cukup tua, 48 tahun. Sebelumnya, Rumi adalah seorang ulama yang memimpin sebuah madrasah yang punya murid banyak, 4.000 orang. Sebagaimana seorang ulama, beliau juga memberi fatwa dan tumpuan ummatnya untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu berubah seratus delapan puluh derajat ketika beliau berjumpa dengan seorang sufi pengelana, Syamsuddin alias Syamsi dari kota Tabriz. Suatu saat, seperti biasanya Rumi mengajar di hadapan khalayak dan banyak yang menanyakan sesuatu kepadanya. Tiba-tiba seorang lelaki asingyakni Syamsi Tabrizikut bertanya, Apa yang dimaksud dengan riyadhah dan ilmu? Mendengar pertanyaan seperti itu Rumi terkesima. Kiranya pertanyaan itu jitu dan tepat pada sasarannya. Beliau tidak mampu menjawab. Akhirnya Rumi berkenalan dengan Tabriz. Setelah bergaul beberapa saat, beliau mulai kagum kepada Tabriz yang ternyata seorang sufi. Sultan Salad, putera Rumi, mengomentari perilaku ayahnya itu, Sesungguhnya, seorang guru besar tiba-tiba menjadi seorang murid kecil. Setiap hari sang guru besar harus menimba ilmu darinya, meski
www.krupukcair.wordpress.com Page 32

sebenarnya beliau cukup alim dan zuhud. Tetapi itulah kenyataannya. Dalam diri Tabriz, guru besar itu melihat kandungan ilmu yang tiada taranya. Rumi telah menjadi sufi, berkat pergaulannya dengan Tabriz. Kesedihannya berpisah dan kerinduannya untuk berjumpa lagi dengan gurunya itu telah ikut berperan mengembangkan emosinya, sehingga beliau menjadi penyair yang sulit ditandingi. Guna mengenang dan menyanjung gurunya itu, beliau tulis syair-syair, yang himpunannya kemudian dikenal dengan nama Divan Syams Tabriz. Beliau bukukan pula wejangan-wejangan gurunya, dan buku itu dikenal dengan nama Maqalat Syams Tabriz. Rumi kemudian mendapat sahabat dan sumber inspirasi baru, Syaikh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Atas dorongan sahabatnya itu, selama 15 tahun terakhir masa hidupnya beliau berhasil menghasilkan himpunan syair yang besar dan mengagumkan yang diberi nama Masnavi. Buku ini terdiri dari enam jilid dan berisi 20.700 bait syair. Dalam karyanya ini, terlihat ajaran-ajaran tasawuf yang mendalam, yang disampaikan dalam bentuk apologi, fabel, legenda, anekdot, dan lain-lain. Bahkan Masnavi sering disebut Quran Persia. Karya tulisnya yang lain adalah Rubaiyyat (sajak empat baris dengan jumlah 1600 bait), Fiihi Maa fiihi (dalam bentuk prosa; merupakan himpunan ceramahnya tentang metafisika), dan Maktubat (himpunan surat-suratnya kepada sahabat atau pengikutnya). Bersama Syaikh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan Thariqat Maulawiyah atau Jalaliyah. Thariqat ini di Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (para Darwisy yang berputar-putar). Nama itu muncul karena para penganut thariqat ini melakukan tarian berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling, dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase. WAFATNYA MAWLANA RUMI Semua manusia tentu akan kembali kepada-Nya. Demikianlah yang terjadi pada Rumi. Penduduk Konya tiba-tiba dilanda kecemasan, karena mendengar kabar bahwa tokoh panutan mereka, Rumi, tengah menderita sakit keras. Meskipun demikian, pikiran Rumi masih menampakkan kejernihannya.
www.krupukcair.wordpress.com Page 33

Seorang sahabatnya datang menjenguk dan mendoakan, Semoga Allah berkenan memberi ketenangan kepadamu dengan kesembuhan. Rumi sempat menyahut, Jika engkau beriman dan bersikap manis, kematian itu akan bermakna baik. Tapi kematian ada juga yang kafir dan pahit. Pada tanggal 5 Jumadil Akhir 672 H atau 17 Desember 1273 dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke Rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan, penduduk setempat berdesak-desakan ingin mengantarkan kepulangannya. Malam wafatnya beliau dikenal sebagai Sebul Arus (Malam Penyatuan). Sampai sekarang para pengikut Thariqat Maulawiyah masih memperingati tanggal itu sebagai hari wafatnya beliau. SAMA, Tarian Darwis yang Berputar Suatu saat Rumi tengah tenggelam dalam kemabukannya dalam tarian Sama ketika itu seorang sahabatnya memainkan biola dan ney (seruling), beliau mengatakan, Seperti juga ketika salat kita berbicara dengan Tuhan, maka dalam keadaan extase para darwis juga berdialog dengan Tuhannya melalui cinta. Musik Sama yang merupakan bagian salawat atas baginda Nabi Sallallahu alaihi wasalam adalah merupakan wujud musik cinta demi cinta Nabi saw dan pengetahuanNya. Rumi mengatakan bahwa ada sebuah rahasia tersembunyi dalam Musik dan Sama, dimana musik merupakan gerbang menuju keabadian dan Sama adalah seperti electron yang mengelilingi intinya bertawaf menuju sang Maha Pencipta. Semasa Rumi hidup tarian Sama sering dilakukan secara spontan disertai jamuan makanan dan minuman. Rumi bersama teman darwisnya selepas solat Isa sering melakukan tarian sama dijalan-jalan kota Konya. Terdapat beberapa puisi dalam Matsnawi yang memuji Sama dan perasaan harmonis alami yang muncul dari tarian suci ini. Dalam bab ketiga Matsnawi, Rumi menuliskan puisi tentang kefanaan dalam Sama, ketika gendang ditabuh seketika itu perasaan extase merasuk bagai buih-buih yang meleleh dari debur ombak laut.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 34

Tarian Sakral Sama dari tariqah Mevlevi Haqqani atau Tariqah Mawlawiyah ini masih dilakukan saat ini di Lefke, Cyprus Turki dibawah bimbingan Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani. Ajaran Sufi Mawlana Syaikh Nazim dan mawlana Syaikh Hisyam juga merambah keberbagai kota di Amerika maupun Eropa, sehingga tarian Whirling Dervishes ini juga dilakukan di banyak kota-kota di Amerika, Eropa dan Asia di bawah bimbingan Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani. Tarian Sama ini sebagai tiruan dari keteraturan alam raya yang diungkap melalui perputaran planet-planet. Perayaan Sama dari tariqah Mevlevi dilakukan dalam situasi yang sangat sakral dan ditata dalam penataan khusus pada abad ke tujuh belas. Perayaan ini untuk menghormati wafatnya Rumi, suatu peristiwa yang Rumi dambakan dan ia lukisakna dalam istilah-istilah yang menyenangkan. Para Anggota Tariqah Mevlevi sekarang belajar menarikan tarian ini dengan bimbingan Mursyidnya. Tarian ini dalam bentuknya sekarang dimulai dengan seorang peniup suling yang memainkan Ney, seruling kayu. Para penari masuk mengenakan pakaian putih yang sebagai simbol kain kafan, dan jubah hitam besar sebagai symbol alam kubur dan topi panjang merah atau abu-abu yang menandakan batu nisan. Akhirnya seorang Syaikh masuk paling akhir dan menghormat para Darwish lainnya. Mereka kemudian balas menghormati. Ketika Syaikh duduk dialas karpet merah menyala yang menyimbolkan matahari senja merah tua yang mengacu pada keindahan langit senja sewaktu Rumi wafat. Syaikh mulai bersalawat untuk Rasulullah saw yang ditulis oleh Rumi disertai iringan musik, gendang, marawis dan seruling ney. Peniup seruling dan penabuh gendang memulai musiknya maka para darwis memulai dengan tiga putaran secara perlahan yang merupakaan simbolisasi bagi tiga tahapan yang membawa manusia menemui Tuhannya. Pada puatran ketiga Syaikh kembali duduk dan para penari melepas jubah hitamnya dengan gerakan yang menyimbulkan kuburan untuk mengalami mati sebelum mati, kelahiran kedua.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 35

Ketika Syaikh mengijinkan para penari menari, mereka mulai dengan gerakan perlahan memutar seperti putaran tawaf dan putaran planet-planet mengelilingi matahari. Ketika tarian hamper usai maka syaikh berdiri dan alunan musik dipercepat. Proses ini diakhiri dengan musik penutup danpembacaan ayat suci Al-Quran. Rombongan Penari Darwis, secara teratur menampilkan Sama di auditorium umum di Eropa dan Amerika Serikat. Sekalipun beberapa gerakan tarian ini pelan dan terasa lambat tetapi para pemirsa mengatakan penampilan ini sangat magis dan menawan. Kedalaman konsentrasi, atau perasaan dzawq dan ketulusan para darwis menjadikan gerakan mereka begitu menghipnotis. Pada akhir penampilan para hadirin diminta untuk tidak bertepuk tangan karena Sama adalah sebuah ritual spiritual bukan sebuah pertunjukan seni. Pada abad ke 17, Tariqah Mevlevi atau Mawlawiyah dikendalikan oleh kerajaan Utsmaniyah. Meskipun Tariqah Mawlawiyah kehilangan sebagian besar kebebasannya ketika berada dibawah dominasi Ustmaniyah, tetapi perlindungan Sang Raja menungkinkan Tariqah Mawlawi menyebar luas keberbagai daerah dan memperkenalkan kepada banyak orang tentang tatanan musik dan tradisi puisi yang unik dan indah. Pada Abad ke 18, Salim III seorang Sultan Utsmaniyah menjadi anggota Tariqah Mawlawiyah dan kemudian dia menciptakan musik untuk upacara-upacara Mawlawi. Selama abad ke 19 , Mawlawiyah merupakan salah satu dari sekitar Sembilan belas aliran sufi di Turtki dan sekitar tigapuluh lima kelompok semacam itu dikerajaan Utsmaniyah. Karena perlindungan dari raja mereka, Mawlawi menjadi kelompok yang paling berpengarh diseluruh kerajaan dan prestasi cultural mereka dianggap sangat murni. Kelompok itu menjadi terkenal di barat., Di Eropa dan Amerika pertunjukkan keliling mereka menyita perhatian public. Selama abad 19, sebuah panggung pertunjukkan yang didirikan di Turki menarik perhatian banyak kelompok wisatawan Eropa yang dating ke Turki. Pada tahun 1925, Tariqah Mawlawi dipaksa membubarkan diri ditanah kelahiran mereka Turki, setelah Kemal Ataturk pendiri modernisasi Turki melarang semua
www.krupukcair.wordpress.com Page 36

kelompok darwis lengkap dengan upacara serta pertunjukkan mereka. Pada saat itu makam Rumi di Konya diambil alih pemerintah dan diubah menjadi museum Negara. Motivasi utama Atatutrk adalah memutuskan hubungan Turki dengan masa pertengahan guna mengintegrasikan Turki dengan dunia modern seperti demokrasi ala barat. Bagi Ataturk tariqah sufi menjadi ancaman bagi modernisasi Turki. Pada saat itulah Syaikh Nazim mulai menyebarkan bimbingan spiritual dan mengajar agama Islam di Siprus, Turki. Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani Banyak murid yang mendatangi Mawlana Syaikh Nazim dan menerima Thariqat Naqsybandi Haqqani. Selain itu beliau adalah pemegang otoritas Mursyid tujuh Tariqah Sufi besar lainnya, termasuk Mevlevi Haqqani atau Mawlawiyah, Qodiriah, Syadziliyah, Chisty. Namun sayang, waktu itu semua agama dilarang di Turki dan karena beliau berada di dalam komunitas orang-orang Turki di Siprus, agama pun dilarang di sana. Bahkan mengumandangkan azan pun tak diperbolehkan. Langkah Syaikh Nazim yang pertama ketika itu adalah menuju masjid di tempat kelahirannya dan mengumandangkan azan di sana, segera beliau dimasukkan penjara selama seminggu. Begitu dibebaskan, Syaikh Nazim pergi menuju masjid besar di Nikosia dan melakukan azan di menaranya. Hal itu membuat para pejabat marah dan beliau dituntut atas pelanggaran hukum. Sambil menunggu sidang, Syaikh Nazim terus mengumandangkan azan di menara-menara masjid di seluruh Nikosia. Sehingga tuntutannya pun terus bertambah, ada 114 kasus yang menunggu beliau. Pengacara menasihati beliau agar berhenti melakukan azan, namun Syaikh Nazim mengatakan, Tidak, aku tidak bisa mengehntikannya. Orang-orang harus mendengar panggilan azan untuk shalat. Ketika hari persidangan tiba, Mawlana Syaikh Nazim didakwa atas 114 kasus mngumandangkan azan diseluruh Cyprus. Jika tuntutan 114 kasus itu terbukti, maka
www.krupukcair.wordpress.com Page 37

beliau bisa dihukum 100 tahun penjara. Tetapi pada hari yang sama hasil pemilu diumumkan di Turki. Seorang laki-laki bernama Adnan Menderes dicalonkan untuk berkuasa. Langkah pertamanya ketika terpilih menjadi Presiden adalah membuka seluruh masjid-masjid dan mengizinkan azan dikumandangkan dalam bahasa Arab. Inilah keajaiban yang diberikan Allah swt kepada Mawlana Syaikh Nazim. Hingga saat ini makam Rumi di Konya tetap terpelihara dan dikelola oleh pemerintah Turki sebagai tempat wisata. Meskipun demikian pengunjung yang datang kesana yang terbanyak adalah para peziarah dan bukan wisatawan. Melalui sebuah kesepakatan pemerintah Turki, pada tahun 1953 akhirnya menyetujui tarian Sama Tariqah Mawlawi dipeertontonkan lagi di Konya dengan syarat pertunjukan tersebut bersifat cultural untuk para wisatawan. Rombongan Darwis juga diijinkan untuk berkelana secara Internasional. Meskipun demikian secara keseluruhan berbagai aspek sufisme tetap menjadi praktek yang illegal di Turki dan para sufi banyak diburu sejak Ataturk melarang agama mereka. Wa min Allah at Tawfiq Maulana Jalaluddin Rumi, Menari di Depan Tuhan AKAN tiba saatnya, ketika Konya menjadi semarak, dan makam kita tegak di jantung kota. Gelombang demi gelombang khalayak menjenguk mousoleum kita, menggemakan ucapan-ucapan kita. Itulah ucapan Jalaluddin Rumi pada putranya, Sultan Walad, di suatu pagi. Dan waktu kemudian berlayar, melintasi tahun dan abad. Konya seakan terlelap dalam debu sejarah. Tetapi, kota Anatolia Tengah ini tetap berdiri sebagai saksi kebenaran ucapan Rumi, tulis Talat Said Halman, peneliti karya-karya mistik Rumi. Kenyataannya memang demikian. Lebih dari 7 abad, Rumi bak bayangan yang abadi mengawal Konya, terutama untuk pada pengikutnya, the whirling dervishes, para darwis
www.krupukcair.wordpress.com Page 38

yang menari. Setiap tahun, dari tanggal 2-17 Desember, jutaan peziarah menyemut menuju Konya. Dari delapan penjuru angin mereka berarak untuk memperingati kematian Rumi, 727 tahun silam. Siapakah sesungguhnya makhluk ini, yang telah menegakkan sebuah pilar di tengah khazanah keagamaan Islam dan silang sengketa paham? Dialah penyair mistik terbesar sepanjang zaman, kata orientalis Inggris Reynold A Nicholson. Ia bukan nabi, tetapi ia mampu menulis kitab suci, seru Jami, penyair Persia Klasik, tentang karya Rumi,Matsnawi. Gandhi pernah mengutip kata-katanya. Rembrandt mengabadikannya dikanvas, Muhammad Iqbal, filsuf dan penyair Pakistan, sekali waktu pernah berdendang, Maulana mengubah tanah menjadi madu. Aku mabuk oleh anggurnya; aku hidup dari napasnya. Bahkan, Paus Yohanes XXIII, pada 1958 menuliskan pesan khusus: Atas nama dunia Katolik, saya menundukkan kepala penuh hormat mengenang Rumi. Besar dalam kembara Jalaluddin dilahirkan 30 September 1207 di Balkh, kini wilayah Afganistan. Ia Putra Bahauddin Walad, ulama dan mistikus termasyhur, yang diusir dari kota Balkh tatkala ia berumur 12 tahun. Pengusiran itu buntut perbedaan pendapat antara Sultan dan Walad. Keluarga ini kemudian tinggal di Aleppo (Damaskus), dan di situ kebeliaan Jalaluddin diisi oleh guru-guru bahasa Arab yang tersohor. Tak lama di Damakus, keluarga ini pindah ke Laranda, kota di Anatolia Tengah, atas permintaan Sultan Seljuk Alauddin Kaykobad. Konon, Kaykobad membujuk dalam sebuah surat kepada Walad, Kendati saya tak pernah menundukkan kepala kepada seorang pun, saya siap menjadi pelayan dan pengikut setia Anda. Di kota ini ibu Jalaluddin, Mumin Khatum, meninggal dunia. Tak lama kemudian, dalam usia 18 tahun, Jalaluddin menikah. 1226, putra pertama Jalaluddin, Sultan Walad, lahir. Setahun kemudian, keluarga ini pindah ke Konya, 100 Km dari Laranda. Di sini, Bahauddin Walad mengajar di
www.krupukcair.wordpress.com Page 39

madrasah. 1229, anak kedua Jalaluddin, Alauddin, lahir. Dua tahun kemudian, dalam usia 82 tahun, Bahaudin Walad meninggal dunia. Era baru pun dialami Jalaluddin. Dia menggantikan Walad, dan mengajarkan ilmu-ilmu ketuhanan tradisional, tanpa menyentuh mistik. Setahun setelah kematian ayahnya, suatu pagi, madrasahnya kedatangan tamu, Burhannuddin Muhaqiq, yang ternyata murid terkasih Walad. Dan ketika menyadari sang guru telah tiada, Muhaqiq mewariskan ilmunya pada Jalaluddin. Burhanuddin pun menggembleng muridnya dengan latihan tasawuf yang telah dimatangkan selama 4 abad terakhir oleh para sufi, dan beberapa kali meminta dia ke Damakus untuk menambah lmu. 8 tahun menggembleng, 1240, Burhanuddin kembali ke Kayseri. Jalaluddin Rumi pun menggembleng diri sendiri. Cinta adalah menari Tahun 1244, saat berusia 37 tahun, Jalaluddin sudah berada di atas semua ulama di Konya. Ilmu yang dia timba dari kitab-kitab Persia, Arab, Turki, Yunani dan Ibrani, membuat dia nyaris ensiklopedis. Gelar Maulana Rumi (Guru bangsa Rum) pun dia raih. Tapi, di sebuah senja Oktober, sehabis pulang dari madrasah, seseorang yang tak dia kenal, menjegat langkahnya, dan menanyakan satu hal. Mendengar pertanyaan itu, Rumi langsung pingsan! Sebuah riwayat mengatakan, orang tak dikenal itu bertanya, Siapa yang lebih agung, Muhammad Rasulullah yang berdoa, Kami tak mengenal-Mu seperti seharusnya atau seorang sufi Persia, Bayazid Bisthami yang berkata, Subhani, mahasuci diriku, betapa agungnya kekuasaanku. Pertanyaan mistikus Syamsuddin Tabriz itu mengubah hidup Rumi. Dia kemudian tak lagi terpisahkan dari Syams. Dan di bawah pengaruh Syams, ia menjalani periode mistik yang nyala, penuh gairah, tanpa batas, dan kini, mulai menyukai musik. Mereka menghabiskan hari bersama-sama, dan menurut riwayat, selama berbulan-bulan mereka dapat bertahan hidup tanpa kebutuhan-kebutuhan dasar manusia, khusuk menuju Cinta Ilahiah.

www.krupukcair.wordpress.com

Page 40

Tapi hal ini tak lama. Kecemburuan warga Konya, membuat Syams pergi. Dan saat Syams kembali, warga membunuhnya. Rumi kehilangan, kehilangan terbesar yang dia gambarkan seperti kehidupan kehilangan mentari. Tapi, suatu pagi, seorang pandai besi membuat Jalaluddin menari. Pukulan penempa besi itu, Shalahuddin, membuat dia ekstase, dan tanpa sadar mengucapkan puisi-puisi mistis, yang berisi ketakjuban pada pengalaman syatahat. Rumi pun kemudian bersabahat dengan Shalahuddin, yang kemudian menggantikan posisi Syams. Dan era menari pun dimulai Rumi, menari sambil memadahkan syair-syair cinta Ilahi. Tarian para darwis itulah yang kemudian menjadi semacam bentuk ratapan Rumi atas kehilangan Syams, jelas Talat. Sampai meninggalnya, 17 Desember 1273, Rumi tak pernah berhenti menari, kerana dia tak pernah berhenti mencintai Allah. Tarian itu juga yang membuat peringkatnya dalam inisiasi sufi berubah dari yang mencintai jadi yang dicintai. (Aulia A Muhammad)

www.krupukcair.wordpress.com

Page 41