Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Latar Belakang Genus Meloidogyne merupakan kelompok nematoda yang bersifat parasit pada tumbuhan dan biasa dikenal dengan sebutan nematoda puru akar. Nematoda ini hidup pada tanah pada daerah yang beriklim panas atau musim dingin pendek. Sekitar 2000 tanaman dapat terinfeksi oleh nematoda puru akar dan menjadi penyebab kurang lebih 5% dari kehilangan hasil panen dunia (Sasser and Carter 1985). Agrios (1996) juga menyatakan bahwa Meloidogyne spp. merupakan salah satu nematoda parasit pada tanaman. Nematoda ini memeiliki jangkauan inang yang sangat beragam, sehingga dapat ditemukan pada beberapa tanaman penting pertanian. Tanaman yang terinfeksi nematoda Meloidogyne spp. akan menjadi kerdil, kurus, perakaran menjadi sedikit, hasil rendah, dan kualitas hasil menurun. Penyebaran nematoda puru akar bersifat kosmopolit dan menginfeksi hampir semua spesies tanaman sehingga menyebabkan kehilangan hasil pada banyak tanaman. Akar tanaman yang terinfeksi nematoda menunjukkan gejala khas berupa puru. Kerusakan pada akar tersebut menyebabkan gejala di atas permukaan tanah yaitu pertumbuhan tanaman terhambat (kerdil) dan layu seperti pada kondisi kekurangan air (Luc et al. 1995). Untuk mengurangi dan menanggulangi kerusakan yang ditimbulkan oleh nematoda ini, diperlukan penelitian tentang morfologi dan anatomi tubuh, siklus hidupnya, musuh alami, dan lain-lain di waktu mendatang.

Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi proses tahapan siklus hidup nematoda khususnya Meloidogyne spp. parasit di dalam akar tanaman pertanian.

BAHAN DAN METODE

Alat dan Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah suspensi nematoda puru akar Meloidogyne spp. (yang telah disediakan oleh laboran) dan air aquades. Suspensi yang disediakan berupa nematoda pada inang tanaman pacar air yang telah diberi zat warna Acid Fuchsin untuk mempermudah dalam mengamati nematoda. Air aquades berfungsi untuk membuat preparat

pengamatan. Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah mikroskop stereo, mikroskop cahaya, cawan sirakus, jarum pengait, kaca preparat slide, kaca penutup (cover glass), lampu dan pipet.

Metode Praktikum Untuk mengamati siklus hidup Meloidogyne spp. mula-mula mengambil beberapa akar tanaman yang terinfeksi pada cawan sirakus dengan menggunakan jarum pengait kemudian diletakkan di atas kaca preparat slide, kemudian kaca preparat ditutup dengan cover glass dengan hati-hati agar nematoda di dalam akar tidak pecah. Preparat diamati dengan menggunakan perbesaran yang dinginkan. Pengamatan ini dilakukan dengan hati-hati dan teliti karena akar tanaman yang berwarna merah yang transparan dan nematoda yang berukuran kecil terkadang sulit untuk diamati. Pengamatan ini dilakukan untuk mencari bentuk-bentuk Meloidogyne spp. pada tahap-tahap siklus hidup yang berbeda mulai dari telur hingga fase dewasa.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil Pengamatan Gambar Siklus Hidup Meloidogyne spp.

Keterangan : A : telur B : Juvenil 1 C : Juvenil 2 D : Juvenil 3 E : Juvenil 4 F : Juvenil 4 (tahap lanjut) G : Dewasa

http://plpnemweb.ucdavis.edu/nemaplex/images/Papp%20Mel%20Orig.jpg

Foto Pengamatan Tiap Siklus Telur Literatur

http://vegetablemdonline.ppath.cornell.edu/Images/Carrots/Root-Knot/Root-KnotCycle.jpg

Juvenil 1

Literatur

http://vegetablemdonline.ppath.cornell.edu/Images/Carrots/Root-Knot/Root-KnotCycle.jpg

Juvenil 2

Literatur

http://plpnemweb.ucdavis.edu/nemaplex/images/G076.H14.jpg

Juvenil 3

Literatur

http://plpnemweb.ucdavis.edu/nemaplex/images/G076.H14.jpg

Juvenil 4

Literatur

http://vegetablemdonline.ppath.cornell.edu/Images/Carrots/Root-Knot/Root-KnotCycle.jpg

Dewasa

Literatur

http://vegetablemdonline.ppath.cornell.edu/Images/Carrots/Root-Knot/Root-KnotCycle.jpg

Pembahasan Urutan taksonomi nematoda puru akar (Meloidogyne sp), menurut Dropkin (1991) adalah sebagai berikut : Kingdom : Animalia Filum Klass : Aschelmintes : Nematoda

Sub Klass : Secermentea Ordo Famili : Tylencida : Heteroderidae

Sub Famili : Heteroderidaenae Genus : Meloidogyne Hasil praktikum menunjukkan bahwa Meloidogyne spp. mempunyai bentuk-bentuk yang berbeda untuk menjadi dewasa. Tanaman inang Meloidogyne spp. meliputi sayur- sayuran, tanaman berjajar, pohon buah-bauhan, dan gulma. Marga tersebut sangat penting terutama unutk pertanian di daerah tropik. Menurut Dropkin (1991), pembiakan tanpa jantan merupakan kebiasaan pada banyak jenis, tetapi pada jenis lain kedua jenis kelamin masih diperlukan dalam reproduksi. Peran jantan yang interseks belum diketahui. Telur-telurnya diletakkan di dalam kantung telur yang gelatinus yang mungkin untuk melindungi telur tersebut dari kekeringan dan jasad renik perusak telur. Pada sebagian besar interaksi antar inang dan parasit puru tersebut muncul kantung puru. Kantung telur yang baru terbentuk biasanya tidak berwarna dan menjadi cokelat setelah tua. Telur-telur mengandung zigot sel tunggal apabila baru diletakkan. Embrio berkembang menjadi larva yang mengalami perganitian kulit pertama (juvenil 1) di dalam telur tersebut. Di tempat tersebut larva menetap, dan menyebabkan pertumbuhan sel-sel yang akan menjadi makanannya. Larva menggelembung, dan kelakukan pergantian kulit dengan cepat untuk kedua Juvenil 2 dan ketiga Juvenil 3 kalinya tanpa makan, selanjutnya menjadi jantan atau betina dewasa. Pada tahap juvenil 2 dan 3 alat kelamin belum terlihat, namun pada juvenil 3 ukuran tubuhnya lebih besar dibanding juvenil 2. Nematoda jantan dewasa berbentuk memanjang di dalam kutikula stadium larva keempat juvenil 4 dan muncul dari jaringan akar. Nematoda jantan berbentuk seperti cacing (vermiform) sedangkan

pada juvenil 4 nematoda betina berebntuk seperti buah pir (peariform), terlihat pula ciri masing-masing jenis kelamin. Beberapa nematoda jantan masih mengelompok di dalam kantung telur. Sedang nematoda betina dewasa tetap tertambat pada daerah tempat makanannya di dalam stele dengan bagian posterior tubuhnya berada di permukaan akar. Nematoda betina tersebut terus menerus menghasilkan telur selama hidupnya. Lama daur hidupnya bervariasi tergantung pada inang dan suhu. Perbandingan jenis kelamin dipengaruhi oleh lingkungan. Meloidogyne spp. betina dewasa akan tetap berada dalam ukuran membengkak sedangkan jantan dewasa dari ukuran membengkak akan kembali ke ukuran semula. Sedangkan nematoda jantan hidup di luar akar dan tidak menginfeksi akar. Hasil pengamatan menunjukkan masing-masing tahapan dari siklus hidup Meloidogyne spp. mulai dari telur, juvenil 1, juvenil 2, juvenil 3, juvenil 4, dan tahap (fase) dewasa. Namun pada fase dewasa tidak terlihat nemtoda jantan. Hal itu karena nematoda jantan tidak hidup pada jaringan akar seperti halnya nematoda betina. Terlihat juga ciri-ciri yang khas masing fase yang membedakan tiap-tiap tahapan. Misalnya pada juvenil 1 nematoda masih di dalam telur kemudian menetas (keluar) menjadi juvenil 2. Kemudian berkembang menjadi juvenil 3 dan 4 dimana terjadi pematangan alat reproduksi sehingga pada fase ini organ reproduksi tidak terlihat namun dapat dibedakan dari ukuran tubuh. Pada fase dewasa nematoda jantan berbentuk cacing sedangkan nematoda betina berbentuk seperti buah pir dengan telur di dalamnya.

KESIMPULAN

Nematoda Meloidogyne spp. merupakan nematoda yang bersifat parasit pada tumbuhan yang menyebabkan penyakit puru akar. Siklus hidup nematoda ini terdiri dari beberapa fase dengan bentuk yang berbeda-beda pada masing-masing fase, yaitu fase telur, juvenil 1, juvenil 2, juvenil 3, juvenil 4, dan dewasa. Ciri yang khas pada fase dewasa yaitu nematoda jantan berbentuk seperti cacing sedangkan nematoda betina berbentuk seperti buah pir. Nematoda betina dewasa tinggal di dalam akar (membentuk puru) dan menginfeksi jaringan akar tanaman tersebut sedangkan nematoda jantan hidup di luar jaringan dan tidak menginfeksi.

DAFTAR PUSTAKA
Agrios George. 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Busnia Munzir, penerjemah. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Tejemahan dari: Plant Phatology. Dropkin VH. 1998. Pengantar Nematologi Tumbuhan. Supratoyo, penerjemah. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Terjemahan Dari : Introduction to Plant Nematology. Luc M. , Sikora R. A. , dan Bridge J. 1995. Nematoda Parasitik Tumbuhan di Pertanian Subtropik dan Tropik. Supratoyo, penerjemah. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Terjemahan Dari : Plant Parasitic

Nematodos in Subtropical and Tropical Agriculture. Sasser JN, Carter CC: Overview of the International Meloidogyne Project 1975 1984. In An Advanced Treatise on Meloidogyne. Edited by: Sasser JN, Carter CC. Raleigh: North Carolina State University Graphics; 1985:1924.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PATOGEN TUMBUHAN MENGENAL SIKLUS HIDUP NEMATODA Meloidogyne spp.

Disususn oleh Mahardika Gama Pradana (A34090024)

Dosen Pengajar : Dr. Ir. Supramana, M.Si

Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor 2010