Anda di halaman 1dari 6

BINA DIRI Asessmen Sebelum memberikan perlakuan ataupun tindakan kepada anak yang dijadikan sebagai objek pengamatan,

saya terlebih dahulu melakukan asessmen untuk mendapatkan informasi ataupun data mengenai anak. Pengamatan yang saya lakukan mengenai kegiatan anak tunagrahita sedang saat makan, adapun identitas anak sebagai berikut: Nama : Marga Umur : 13 tahun Kelas : 3 SDLB/ C Deskripsi Kemampuan anak Sebelum makan, Marga terlebih dahulu menyiapkan peralatan makan seperti piring, sendok, dan gelas. Tetapi saat menyiapkan peralatan makan, Marga mengambil peralatan makan tersebut satu per satu dari rak piring dan kemudian diletakkan di meja makan. Dan terkadang Marga lupa menuangkan air ke gelas ketika hendak mau makan. Setelah itu, Marga langsung mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan. Ketika hendak mengambil nasi dan lauk pauknya, Marga tidak tahu cara memegang sendok dengan benar. Saat makan pun marga tidak bisa tenang, dia membuat gaduh di meja makan dengan memukul-mukul piring dengan sendok. Instrumen Asessmen Instrumen Asessmen Nama : Marga Kelas : 3 SDLB/C Umur : 13 tahun Petunjuk Keterangan : Berilah tanda check list ( )pada tabel di bawah ini :

1 = Bila anak tidak mampu melakukan sama sekali walaupun dengan banyak bantuan. 2 = Bila anak kurang mampu melakukan walaupun dengan banyak bantuan. 3 = Bila anak mampu melakukan walaupun dengan banyak bantuan. 4 = Bila anak mampu melakukan walaupun dengan sedikit bantuan. 5 = Bila anak mampu melakukan dengan baik tanpa ada bantuan. No. Urutan Kegiatan Skor 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Total Menyiapkan peralatan makan seperti piring, sendok, dan gelas Menuangkan air ke gelas untuk minum. Mencuci tangan sebelum makan. Memegang sendok dengan benar. Mengambil nasi dan lauk pauk yang ada di meja makan dengan menggunakan sendok. Membedakan dan memisahkan isi dengan tulang dari lauknya. Memasukkan makan ke dalam mulut.. Mengunyah makanan hingga agak lembut, lalu menelannya Membereskan peralatan makan setelah makan. 2 3 4 5

RPP Rancangan Program Pembelajaran Kelas : 3 SDLB/ C1 Standar Kompetensi : Anak mampu melakukan kegiatan makan dengan mandiri. Kompetensi dasar : Kemampuan yang dimiliki anak dalam kegiatan makan. Indikator : Menyiapkan peralatan makan seperti piring, sendok, dan gelas. Menuangkan air ke gelas untuk minum. Mencuci tangan sebelum makan. Memegang sendok dengan benar. Mengambil nasi dan lauk pauk yang ada di meja makan dengan menggunakan sendok. Membedakan dan memisahkan isi dengan tulang dari lauknya. Memasukkan makan ke dalam mulut. Mengunyah makanan hingga agak lembut, lalu menelannya Membereskan peralatan makan setelah makan. Tujuan pembelajaran : Anak mampu melakukan kegiatan makan dengan mandiri dan benar sesuai urutan kegiatan. Materi pembelajaran : Keterampilan bina diri dalam kegiatan makan. Metode pembelajaran : demonstrasi, praktek langsung. Strategi pembelajaran : Sarana prasarana : meja, kursi, gelas, piring, sendok, nasi, air minum.

Alokasi waktu : 50 menit. Evaluasi

BINA GERAK Keadaan Anak Sama seperti halnya pada bina diri, anak yang menjadi objek pengamatan yakni Marga yang berumur 13 tahun, dan saat ini dia duduk di kelas 4 SDLB/C1. Adapun kemampuan dan ketidakmampuan anak, sebagai berikut : Kemampuan yang dimiliki anak Anak mampu membedakan konsep kanan, kiri, depan, dan belakang. Ketidakmampuan anak Anak tidak tahu cara memegang sendok dengan benar. Kekuatan otot tangan anak kurang, sehingga saat anak mengambil peralatan makan, anak mengambilnya 1 per 1 dari rak piring. Anak kurang mampu mengontrol emosinya bila mulai bosan. Dasar menyusunan perlakuan Diagnosa & teknik/ teori/ pengetahuan.

Dalam pengamatan mengenai kegiatan anak saat makan, dari tingkat keberhasilannya anak mampu melakukan kegiatan makan meski dengan sedikit bantuan. Dalam hal ini anak belum bisa mandiri, karena salah satunya faktor yang menyebabkannya yakni lemahnya otot tangan anak,

sehingga membuat anak kesulitan dalam menyiapkan peralatan makan, memegang, dan membawa sesuatu, serta menulis. Tidak hanya mengaalami lemahnya otot tangan saja, anak kurang mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain, terkadang saat sedang marah dan bosan/jenuh anak sulit untuk mengontrol emosinya. Dari gambaran kasus yang dialami anak, dapat disimpulkan bahwa anak mengalami lemahnya kekuatan otot tangan dan anak kurang mampu mengontrol emosinya. Dua hal tersebut diprioritaskan terlebih dahulu untuk membantu dalam bina gerak anak. didiagnosis bahwa anak mengalami lemahnya otot tangan dan gangguan emosi. Teknik

Perencanaan perlakuan : tujuan, teknik, sarana, waktu, pendekatan. Tujuan Melatih kepekaan motorik kasar dan halus anak. Menumbuhkan dan meningkatkan hubungan sosialisasi antara anak dengan orang lain. Meningkatkan kerja sama tim. Memunculkan emosi (perasaan) anak ketika bermain. Teknik perlakuan Untuk memaksimalkan kemampuan anak dalam bina gerak sehingga anak mampu melakukan segala aktivitasnya, adapun teknik perlakuan yang telah disesuaikan dengan anaknya (baik potensi dan kebutuhan anak) yakni teknik permainan.

Sarana Sarana yang menunjang dalam pelaksanaan teknik perlakuan terhadap anak yaitu bola dan ember. Waktu Alokasi waktu untuk melakukan teknik permainan dibutuhkan alokasi waktu 50 menit. Pendekatan Pendekatan yang digunakan untuk memaksimalkan potensi anak dan meminimalisir kelompok. D. perlakuan : dgn langkah2 sesuai teknik yang dipilih (sesuai masalah anak). E. evaluasi : proses = bisa/tidaknya, hasil = peningkatan kemampuan gerak. ketidakmampuannya yakni pendekatan individu dan