Anda di halaman 1dari 4

>>Langkah-langkah strategis : KHAULA BARENG Penetapan peraturan RP ini Siapa yang mengelola Sosialisasi TEKNIS!!!

Di mana Mampang, Kuningan, Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, dll Tarif Weekdays (06.0010.00) dan (15.0020.00) Motor Mobil Rp. 7.000 Rp. 20.000 Weekdays (10.0114.59) dan (20.0105.59) Rp. 4.000 Rp. 10.000 Gratis Gratis Weekend dan Libur

Penerapan road pricing dilakukan di jalan-jalan protokol yang merupakan sentra bisnis kota jakatra, jalur tersebut sebelumnya merupakan jalur yang menjadi tempat pemberlakuan 3 in 1. Terdapat 10 jalur, diantaranya : Jalan Sisimangaraja, jalur cepat dan jalur lambat. - Jalan Jenderal Sudirman, jalur cepat dan jalur lambat. - Jalan MH Thamrin, jalur cepat dan jalur lambat. - Jalan Medan Merdeka Barat. - Jalan Majapahit. - Jalan Gajah Mada. - Jalan Pintu Besar Selatan. - Jalan Pintu Besar Utara.

- Jalan Hayam Wuruk. - sebagian Jalan Gatot Subroto antara persimpangan Jalan Gatot Subroto-Jalan Gerbang Pemuda sampai dengan persimpangan Jalan HR Rasuna Said-Jalan Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.

Kesepuluh jalur tersenut diyakini sebagai pusat kemacetan di Jakarta, karena terdapan sentra bisnis dan merupakan pusat kota. Dengan diberlakukanya Road pricing maka penerapan 3 in 1 tidak perlu lagi dilakukan, karena kebijakan ini merupakan pengganti dari ketidak efektifan 3 in 1. Pengguna kendaraan pribadi baik roda dua dan roda empat diwajibkan untuk membayar sesuai tarif yang ditentukan pada jalan-jalan tersebut, adapun tarif yang diberlakukan adalah sebagai berikut:

Hari Kerja

Sabtu dan Hari libur

(07.00-10.00) dan (16.30-19.00) Motor Mobil Rp. 7.000 Rp. 20.000

(10.01-16.29) dan (20.01-05.59) Rp. 4.000 Rp. 10.000 Gratis Gratis

Tarif yang dikenakan memang tergolong sedang, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah, namun tarif ini merupakan tarif untuk setiap gerbang jalan yang dikenakan road pricing. Dalam melakukan perjalanan sering kali pengendara melewati lebih dari satu jalur yang dikenakan road pricing, sementara itu kendaraan umum tidak dikenakan bbiaya apabila melewati jalan ERP, hal ini dimaksudkan agar tarif kendaraan umum tetap stabil. Tarif yang tinggi diharapkan dapat membuat pengendara kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum yang lebih murah. Penrapan tarif didasarkan pada waktu padatnya jalan oleh kendaraan. Tarif Road Pricing akan lebih mahal pada jam masuk dan pulang kerja, sedangkan pada waktu diluar itu tarif akan lebih murah. memang hal ini terkesan

Teknis penerapannya adalah dengan memasang loket seprti gerbang tol pada ruas jalan yang telah ditentukan, hanya saja pembayaranya dilakukan secara elektronik dengan menggunakan kartu yang ditempelkan pada sensor yang disediakan di setiap gerbang. Kartu ini dapat merupakan pengganti uang, kartu sebelumnya dapat diisi ulang pada sejumlah Bank yang telah diajak bekerjasama. Cara pembayaran yang mengadopsi cara Electronic toll card dimaksudkan agar penerapanya lebih murah, cepat, dan mudah. saat pembayaran dibutuhkan waktu kurang dari empat detik, sehingga kemacetan yang dapat ditimbulkan dalam proses pembayaran dapat dikurangi. Sebenarnya terdapat alternatif teknologi lainyang dapat digunakan, sebenarnya terdapat alternatif lain yang dapat digunakan dalam teknis pelaksanaan, yaitu penggunaan gerbang yang dapat mendeteksi alat yang terdapat di dalam mobil, yaitu IU(In vehicle unit), sehingga kendaraan tidak perlu lagi menurunkan kecepatanya saat melakukan pembayaran. Pada alat ini terdapat kartu yang dapat diisi ulang dan setiap melewati gerbang detektor dengan sendirinya akan berbunyi bip, tanpa perlu mendekatkan kartu tersebut. Namun harga alat ini cukup mahal, sekitar Rp 1,5 juta dan harus dimiliki oleh setiap pemilik kendaraan, sehingga kurang memungkinkan untuk diterapkan dalam waktu dekat. Road pricing selanjutnya akan dikeola oleh pemerintah daerah, bekerjasama dengan kepolisian sebagai pengawas sistem ini. dana yang didapatkan dari pungutan ini dapat dikatagorikan sebagai pendapatan daerah yang nantinya dapat diperuntukkan sebagai............ Pengelola Road Pricing ini adalah

Manfaat yang diperoleh dari pengunaan e-toll card, selain waktu transaksi yang lebih cepat yaitu 4 detik, e-Toll Card tidak mempunyai batas waktu kadaluarsa, serta dapat digunakan di setiap gerbang tol yang telah mengoperasikan e toll card sebagai alat pembayaran. Selain itu e-Toll Cardjuga dapat digunakan untuk transaksi di gerai Indomaret dan beberapa SPBU yang dikelola oleh Pertamina yang berlogo Mandiri. Dengan demikian para pelanggan tol tidak perlu lagi membawa uang tunai namun cukup menempelkan kartunya (e-toll card) untuk transaksi.

Menyusul e-Toll Card akan dapat dipergunakan di restaurant dan toko retailer di rest area tol, eToll Card juga dapat akan dipergunakan sebagai alat pembayaran parkir dan merchant transportasi lainnya. Masyarakat dapat memperoleh e-Toll Card di seluruh Cabang Bank Mandiri, dan untuk proses isi ulang, Bank Mandiri telah menyediakan sarana isi ulang (Top Up Machine) yang mudah dan tersebar luas melalui cabang-cabang Bank Mandiri, dan kantor operator jalan tol. Kartu ini juga bisa diisi ulang melalui Mandiri Internet, Mandiri SMS, Kantor SPBU serta melalui jaringan toko Indomaret. Penerapan e-Toll Card kerjasama dengan Bank Mandiri ini tidak mengurangi peran serta Bankbank kreditur dalam pembangunan jalan tol pada beberapa proyek jalan tol yang berada dalam kelompok usaha Jasa Marga. Untuk ruas Jalan Tol Surabaya-Mojokerto krediturnya merupakan sindikasi Bank BNI, BRI dan Bukopin, sementara ruas Jalan Tol Semarang-Solo krediturnya adalah Sindikasi Bank Mandiri, BRI, BNI dan BPD Jateng