P. 1
Legenda Surabaya

Legenda Surabaya

|Views: 108|Likes:
Dipublikasikan oleh mirzabf
Asal usul nama kota surabaya(versi fabel)
Asal usul nama kota surabaya(versi fabel)

More info:

Published by: mirzabf on Sep 26, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

TUGAS MEMBUAT CERPEN

SMAN 5 Surabaya 2011

LEGENDA SURABAYA (versi kocak)
Pada suatu hari hiduplah kawanan binatang, dan mereka hidup di sebuah hutan yang akan di tebang dan dijadikan sebuah kawasan perumahan. Berita tentang penebangan hutan itu memang membuat semua hewan yang ada di hutan itu kalut dan galau. Mereka semua berkumpul untuk membicarakan hal itu. Tapi tak satu-pun dari mereka yang berhasil mendapatkan solusi. Singa sang raja hutan pun berpikir terlalu galau hinga tiga hari tidak tidur. Namun akhirnya raja hutan itu mendapat sebuah ide, maka di kumpulkannya lagi semua warga hutan itu. Dengan sombongnya singa itu berkata,“Jika manusia datang aku akan menyerangnya dan tak akan membiarkan mereka keluar dari hutan ini hidup-hidup”. Semua hewan yang ada bersorak, mereka berpikir hutan akan aman karena ada sang raja yang melindunginya. Namun menjangan tidak berpikir demikian, menjangan tahu bahwa manusia datang membawa mesin-mesin besar. Singa itu mungkin hanya menenangkan hati rakyatnya yang tengah gundah dan ketakutan. Belum habis singa itu memberi tahu ide-idenya yang tak masuk akal, menjangan segera pulang dan mencari teman-temannya. Teman yang pertama menjangan cari adalah boyo, dengan terengahengah menjangan menemui boyo yang sedang berendam di sungai. Menjangan langsung berteriak kepada boyo,”Hai boy, ayo melu aku”. Boyo yang sedang bersantai itu langsung bergerak mendekati menjangan dan bertanya, “Onok opo cak?” Menjangan itu menjawab,”awak dewe kudu nyetop penebangan hutan iki, Boy.” Boyo tertawa melihat perkataan menjangan. Menjangan langsung menjelaskan apa yang terjadi dan Boyo terkejut mendengar itu. Segera Boyo keluar dari sungai dan pergi mencari sahabat lamanya, Anjing pak tani atau biasa mereka memanggilnya Wusa. Kebetulan Pak Tani sedang pergi ke kota untuk membeli pupuk. Jadi Wusa sendiri di rumah. Manjangan dan Boyo bergantian menjelaskan apa yang akan terjadi. Dan Wusa terkejut akan hal itu. Mereka berunding dan ketiga hewan itu terlihat sangat serius. Dan hingga Menjangan mendapat sebuah ide. “Ya opo nek kene nang perak, golek wong sing peduli lingkungan? Sopo ngerti deweke iso ngrewangi kene.” Boyo dan Wusa setuju akan hal itu. Mereka segera keluar dari hutan dan mencari jalan yang aman, karena biasanya ada pemburu yang bisa menghabisi mereka. Dan ternyata hal itu benar, mereka bertiga melihat dua orang pemburu mengendap-endap dan bersiap menembak seekor rusa yang sedan makan di padang rumptut. “Cak- cak, ayo kene kageti bedengusbedengus kuwi.” Ujar Wusa. Menjagan dan Boyo setuju. Mereka pun menggunakan strategi lama. Wusa menjenggong sekeras mungkin, dan hal itu menarik perhatian pemburu itu. Para pemburu menghampiri Wusa dan Menjangan segera berlari menuju pemburu itu dan menendang kedua pemburu itu. Para pemburu itu lantas jatuh tersungkur. Segera Dogi mengambil senjata milik pemburu. Setelah itu buaya dengan gagahnya menghampiri para pemburu dan membuka mulutnya besar-besar seakan akan ingin memakan para pemburu itu. Para pemburu itu lantas bangun dan berlari ketakutan, Menjangan dan kawan kawan lantas tertawa terpingkal-pingkal. Mereka langsung melanjutkan perjalannya. Jalan pintas menuju kota hanya bisa di lewati dengan cara menyusuri sebuah sungai, yaitu Sungai Brantas. Walaupun

TUGAS MEMBUAT CERPEN

SMAN 5 Surabaya 2011

airnya sangat jernih, sungai tersebut terkenal dengan arusnya yang deras dan medannya yang berbatu. Menjangan menghentikan langkahnya. “Ono opo njang?” Boyo bertanya, Menjangan terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Boyo. “Lapo o awakmu?” kini Wusa ikut bertanya. “Aku gak iso ngelangi. Hehe” Jawab menjangan lantas tersenyum. Boyo yang sudah berada di dalam sungi menyuruh menjangan berdiri di atas punggungnya. ‘Walah njang, njang, awak brintik nyalimu kecik. Ongkos gendong lo yo.” Gurau boyo. Di sepanjang perjalanan mereka menyanyikan lagu tak gendong dan terkadang bengawan brantas. Dan akhirnrya mereka sampai di ujung sungai yang berbatasan langsung dengan laut. Kebetulan ada sekumpulan para pecinta lingkungan yang menanam ratusan pohon di dekat pantai itu. Para pecinta alam itu lari berhamburan menjahui hulu sungai itu setelah melihat menjangan dan kawan-kawan keluar dari rawa. Menjangan bergegas mengejar para pecinta lingkungan itu namun tak bisa, pecinta lingkungan itu pergi menggunakan mobil. Menjangan kembali ke tepi rawa itu dengan wajah kecewa. Saat mereka berkumpul terdengar kabar jika besok adalah hari yang ditunggu-tunggu karena pemukiman itu mulai di kerjakan. Setelah mendengar hal itu Menjangan dan kawan-kawan langsung kembali mencari para pecinta lingkungan yang lain. Namun bukannya para pecinta lingkungan yang di dapat, malah wajah ketakutan dari warga. Karena ada Boyo yang berjalan di kota. Para petugas berdatangan. Namun Boyo yang tak biasa dengan lingkungan yang ramai itu menjadi marah dan mulai menyerang para pertugas. Dan di saat itu ada truk-truk besar yang mengangkut alat-alat untuk menebang hutan. Dan yang sangat mengejutkan, Wusa ada di dalam truk itu dengan wajah gembira. Menjangan dan Boyo galau sekali melihat kawannya itu. “Wusa, mayak kon! Entenono yo! Ancen awakmu dasare Asu!” Boyo tak kuat menahan emosi. Tak terbayangkan oleh meraka ternyata Wusa mengkhianati mereka. Yang terpikirkan oleh Menjangan sementara adalah menenangkan emosi Boyo dan mencoba kabur dari sergapan petugas. Ternyata dari kejuhan Suro melihat kekacauan yang terjadi di Perak itu. Dari lubuk hati yang paling dalam, ingin ia membantu teman-temannya. Segeralah ia meluncur bak seekor hiu. Yang menjadi sasarannya adalah truk yang bermuatan para penebang dan Wusa. Kebetulan jalan yang harus dilalui truk itu melewati jembatan di atas sungai Brantas. Maka dengan perhitungan yang tepat, Suro memaksakan diri melawan derasnya arus sungai dan melompat menabrak truk ketika mereka melewati jembatan. “Awas, aku nang mburimu jeh!” teriaknya pada Wusa. Sesaat Wusa menoleh dan terkejut melihat segumpal daging berwarna abu-abu melesat menuju ke arahnya. Supir truk-pun tak bisa menghindar, sehingga Suro menghantam truk dengan keras dan menceburkannya ke sungai. Alhasil, para penebang dan Wasu hanyut dan tewas begitu pula Suro. Pengorbanan Suro itu disaksikan oleh para warga serta Menjangan dan Boyo. Melihat itu jiwa heroik mereka semakin menjadi. Dengan terengahengah mereka berusaha mengejar truk-truk lain. Ketika menjangan hendak menggapai salah satu truk, ada suara tembakan keras sekali. Seketika itu pula tubuh Menjangan terpelanting ke belakang. Tubuh menjangan tertembak tepat di perut. Boyo yang menyaksikan itu di belakangnya merasa miris. Ia tak terima dengan apa yang dilakukan para bedengusbedengus itu. Sekuat tenaga Boyo mengejar truk itu dan berhenti tepat di depannya. Tindakan itu rela Boyo lakukan melihat kawannya tertembak tadi. Supir truk yang terlihat kekar tiba-tiba teriak seperti wanita melihat ada

TUGAS MEMBUAT CERPEN

SMAN 5 Surabaya 2011

buaya berhenti di depan truknya. Truk pun menabrak tubuh Boyo dan terjungkir ke depan diikuti beberapa putarn berikutnya. Si Boyo tewas seketika. Menjangan ternyata masih hidup dan ia terharu melihat pengorbanan Boyo. Ketika ia hendak menghampiri Boyo, para warga tiba-tiba membawa Menjangan ke rumah sakit. Di situ Menjangan di obati dan akhirnya sembuh. Meskipun dia hidup, tetapi hatinya tetap tak tenang. Dia belum tahu nasib teman-temannya yang berada di hutan. Apakah akan seperti Boyo? Ternyata diluar dugaan, sebelum truk-truk itu berangkat Cucak Rowo melihat kemustahilan para warga hutan mengusir mereka. Akhirnya Cucak Rowo berusaha meyakinkan warga hutan untuk lebih baik berpindah tempat tinggal dari pada melawan para penebang. Sekarang kota itu bernama Suroboyo dan di tengah kota ada Rumah Sakit Karangmenjangan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->