Anda di halaman 1dari 9

PENGANTAR

Perkembangan Teknologi yang semakin hari semakin tidak dapat dibendung keberadaannya sangat memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan suatu sistem. Informasi Salah satu dampak positif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi tersebut adalah, adanya system informasi penjualan yang bersifat aplikasi pada suatu kegiatan melalui peranserta teknologi informasi. Pengembangan Sistem Informasi yang dibarengi dengan Teknologi Informasi akan menjadikan suatu pasangan yang cukup kuat bagi dunia usaha dewasa ini. Terlepas dari kegiatan yang dilakukan oleh Gorontalo Komputer (GOKOM) sebagai suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan alat-alat eletronik komputer, sangat membutuhkan adanya penerapan sistem infromasi yang berhubungan dengan sistem pemasaran dana pengadaan barang. Mengingat kebutuhan aplikasi system informasi penjualan ini yang semakin melambung tunggi, maka Analisa dari kegiatan penelitian ini lebih ditujukan system penjualan dan pengadaan barang pada Gokom.

Gorontalo,

Mei 2011

Kelompok 5

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki Era Globalisasi, semua lini dituntut untuk dapat secara cepat malakukan kegiatan operasionalnya. Keterlambatan dalam melakukan proses yang berdampak pada pelayanan kostumer akan menurunkan nilai jual (service) terhadap suatu produk. Hingga pada akhirnya akan menurun anvalue dan kemasan yang telah terproses sebelumnya. Sistem informasi sangat dibutuhkan dalam turut serta mengembangkan kiprah perbisnisan di era globalisasi ini. Keterkaitan data dan informasi sangatlah erat sebagaimana hubungan antara sebab dan akibat, demikian halnya bagi manajemen suatu perusahaan. Dalam melakukan perluasan bisnis tidak saja hanya diperlukan internal process, namun exsternal process pun harus diperhatikan, hal ini yang menjadi kendala bagi Gorontalo Komputer. Suatu badan usaha yang memiliki radius operasional berjauhan, mempunyai kendala dalam melakukan pengecekan informasi proses dan perawatan (maitenance) dari pengembangan dan suku cadang. Gokom merupakan pelopor bisnis di bidang Penjualan dan sukucadang IT. Gokom pertama kali beroperasi pada tahun 2005, ketika pertama kali Gokom beroperasi, masi sangat minim yang mengetahui dan memanfatkan Gokom ini sendiri. Akan tetapi hal tersebut tidak membuat pihak manajemen ragu atau menyerah namun, terus mengembangkan informasi mengenai harga-harga sukucadang IT yang di tawarkan, oleh perusahaan dan keuntungan bagi konsumen. Pada tahun pertama operasi, Gokom terus mencoba mengembangkan solusi IT kepada para client dengan menawarkan sukucadang, sampai pada akhirnya Gokom mulai dikenal massa dan mulai mendapatkan banyak client. Seiring dengan kemajuan tersebut Gokom terus belajar dan mengembangkan bisnisnya hingga ke seluruh daerah di Provinsi Gorontalo, selain itu untuk memberikan kepuasan kepada client-nya Gokom juga membuka beberapa cabang penjualan seperti toko computer, service computer dan lain-lain. yang berdampak besar terhadap faktor kesehatan Gokom dari sisi finansial maupun produktifitas.

Dalam hal ini maka diperlukannya sebuah sistem teknologi informasi yang dapat menunjang dan membantu perusahaan dalam mencapai efisiensi. Menjawab kebutuhan ini, kami melakukan penelitian tentang solusi aplikasi yang bertujuan untuk melakukan monitoring dalam proses penjualan dan sukucadang dalam hal meningkatkan service dan efisiensi di setiap proses, Process Monitoring System (PMS). Dengan terlibatnya berbagai kegiatan yang ada dalam melakukan satu proses pembangunan atau maintenance.

1.2 Tujuan Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk: 1) Memberikan nilai tambah antara lain diharapkan perusahaan akan mencapai proses yang lebih baik, terstruktur dan efisien pada tiap tahapnya. 2) Adanya pemantauan yang jelas terhadap kegiatan yang dilakukan 3) Adanya transparansi pengalokasian dana berjalan (lapangan), baik biaya terduga, ataupun biaya-biaya tidak terduga. 4) Dapat melakukan perbandingan persaingan dengan perusahaan-perusahaan lain. 1.3 Manfaat Manfaat dari penelitian ini adalah: Analisa yang dilakukan dapat memberikan nilai terhadap perkembangan controlling system di Gokom, terlebih dalam hal pelayanan, penjualan serta penyediaan sukucadang IT. Pengontrolan dapat dilakukan berdasarkan analisa biaya, atau juga analisa kerja.

BAB II METODOLOGI PENGEMBANAGAN SISTEM 2.1 Definisi Suatu koleksi prosedur, teknik, bantuan dokumentasi dan perkakas yang mana akan membantu pengembang sistem di dalam usaha mereka untuk menerapkan suatu sistem informasi baru. Suatu metodologi akan terdiri dari beberapa tahap, sub-phases, yang mana akan memandu pengembang sistem di dalam pilihan mereka menyangkut teknik yang boleh jadi sesuai pada masing-masing langkah proyek dan juga membantu mereka merencanakan, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi sistim informasi yang di pakai. Metodologi menghadirkan suatu cara untuk mengembangkan sistim informasi secara sistematis.

2.2 Extreme Programing 2.1.1 Uraian Idealnya, pembuatan software aplikasi sistem informasi dibangun berdasarkan proses pengembangan sistem yang terstruktur, mapan dan matang. Rancangan sistem harus dibangun berdasarkan batasan-batasan sistem yang telah disepakati oleh pihak pengembang (developer) dan pihak pengguna (user). Kesepakatan tersebut harus dituangkan secara tertulis dalam dokumentasi rancangan sistem sehingga akan dijadikan pedoman oleh pihak pengembang maupun pihak user untuk membatasi ruang lingkup pekerjaan pengembangan software. Batasan tersebut akan menjadi ukuran penyelesaian pekerjaan pembuatan software. Developer akan menggunakan batasan tersebut sebagai pedoman dalam menyusun penjadualan pekerjaan agar bisa berlangsung tepat waktu dan tepat anggaran, sedangkan user akan menggunakan batasan tersebut untuk menilai apakah software yang nantinya dia terima dari pihak developer sudah sesuai spesifikasi ataukah belum. Konsekuensinya, segala bentuk permintaan user di luar kesepakatan atau batasan tersebut akan ditolak atau diabaikan oleh pengembang. Padahal batasan-

batasan sistem yang sudah disepakati melalui proses analisis sistem dan dituangkan dalam rancangan sistem tersebut, tidak selalu bisa mencerminkan seluruh keinginan user. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, antara lain kesenjangan pemahaman antara developer dan user, kekurangpahaman user akan otomasi proses melalui sebuah software aplikasi dan mungkin juga perkembangan keadaan yang menimbulkan kebutuhan baru yang dinilai lebih realistis. Oleh karena itu, diperlukan metodologi alternatif yang lebih lentur dan luwes sehingga bisa lebih menjamin dipenuhinya kebutuhan user. Tulisan berikut akan membahas salah satu metode pengembangan software yang disebut agile (lentur/lincah) yaitu Extreme programming . 2.1.2 Alasan Dalam merancang sebuah system tentunya perancang membutuhkan yang namanya metodologi, sama halnya seperti kami kelompok 5, setelah melihat beberapa metodologi yang ada dan ternya metodologi Angile Developmen atau lebih di kenal dengan Extreme Programing merupakan perancangan system informasi yang kami buat. metodelogi yang cocok untuk

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Studi Kelayakan 3.1.1 Rumusan Masalah 1) Dalam bidang apa sajakah system informatika dapat diterapkan? 2) Bagaimanakah cara kerja Sistem Informasi dalam sebuah perusahaan yang berkompetitif? 3) Bagaimanakah cara kita memanfaatkan perkembangan IT yang begitu pesat dalam berkompetitif? 3.1.2 Analisis Kelemahan Sistem Yang Lama 3.1.2.1 Performan 3.1.2.2 Information 3.1.2.3 Ekonomi (secara ekonomi layak gk..??) 3.1.2.4 Control (ada barang yg gk sesui harga) 4.1.2.5 Efisiensi 5.1.2 6 Service 6.1.2.7 Pelayanan

3.1.3 Penilaian Kelayakan Penilaian Kelayakan akan dilakukan meliputi kelayakan semua aspek, yaitu kelayakan teknik,kelayakan operasional, kelayakan ekonomi dan kelayakan hokum. 3.1.3.1 Kelayakan Teknologi Teknologi yang digunakan adalah teknologi umum, Pada saat ini juga sudah berjalan system informasi yang lain yang digunakan untuk keperluan monitoring dan maintenance. 3.1.3.2 Kelayakan Operasional Dengan dibangunnya Sistem Informasi bagi perusahaan di harapkan dapat meningkatkan effisiensi dalam produktifitas suku cadang sehingga memiliki

daya saing yang tinggi untuk merebut pangsa pasar dalam hal ini mampu berkompetitif.. 3.1.3.3 Kelayakan Ekonomi Item Penilaian Biaya pengeluaran Periode pengembalian Return pembelian Return penjualan Profit Rugi Nilai -

Dari ketiga penilaian kelayakan di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi pengendalian kinerja dan manajemen sukucadang ini layak untuk dikembangkan. 3.1.3.4 Kelayakan Hukum

3.2 Prosedur Perubahan Aplikasi Untuk permintaan perubahan yang mempengaruhi requirement, design test setelah penandatanganan kelayakan suku cadang, prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Setiap permintaan perubahan yang mempengaruhi ruang lingkup dari sistem ini harus dikomunikasikan dan didiskusikan dengan pihak yang terkait. 2) Perubahan tersebut harus disetujui oleh pihak-pihak yang terkait, pengaruh terhadap ruang lingkup/cakupan suku cadang dalam hal service dan harga harus dapat dikuantifikasi dan disetujui. 3.3 Analisis Seiring dengan bertambahnya kuantitas suku cadang yang dimiliki oleh GOKOM dan proses maintenance suku cadang yang masih dilakukan secara manual maka di perlukan suatu perubahan management dalam memaintenance suku cadang. Adapun hal-hal yang perlu di ubah berkaitan dengan enginering project system informasi adalah sebagai berikut : 1) Kesulitan management memonitor service suku cadang dan perawatannya.

2) Laporan pengembangan ataupun perubahan system yang tidak tepat waktunya. 3) Kesulitan memonitor kinerja kariyawan. 4) Tanggapan yang lambat terhadap pelanggan. 5) Kesulitan bersaing dengan perusahaan lain. Perubahan management dalam memaintenance suku cadang ini nantinya bertujuan untuk melakukan monitoring dalam proses pengembangan dan maintenance GOKOM dalam hal meningkatkan service dan efisiensi di setiap proses. Secara lebih rinci manfaat dari perubahan maintenance suku cadang tersebut adalah sebagai berikut : 1) Pembangunan. a. Memudahkan dalam memonitoring pembangunan dan maintenance suku cadang. b. Bisa melakukan benchmarking (perbandingan biaya, waktu penyelesaian antara service satu dengan yang lainnya) dalam proses pengembangan. 2) Perawatan. a. Memudahkan dalam mengontrol service dalam proses maintenance. b. Mengontrol ketersediaan suku cadang. 3) Manajerial. a. GOKOM dapat melakukan standard kelayakan Sistem Informasi. b. GOKOM dapat dengan mudah mendapatkan laporan-laporan sesuai dengan yang diinginkan oleh pelanggan. c. Mengontrol system informasi yang berjalan di setiap job. 3.4 Diagram Alir

BAB VI PENUTUP 4.1 Kesimpulan Menjawab tujuannnya, 4.2 Saran Kelemahan Kpd Gokom dari system yang lama,,

Beri Nilai