Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum yang harus dapat diwujudkan melalui pembangunan yang berkesinambungan. Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal (Anonim, 1992). Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, salah satu unsur kesehatan adalah sarana kesehatan. Sarana kesehatan meliputi balai pengobatan, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit umum, rumah sakit khusus, praktik dokter, praktik dokter gigi, praktik dokter spesialis, praktik dokter gigi spesialis, praktik bidan, toko obat, apotek, pedagang besar farmasi, pabrik obat dan bahan obat, laboratorium, sekolah dan akademi kesehatan, balai pelatihan kesehatan, dan sarana kesehatan lainnya (Anonim, 2009). Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan,

peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif), yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Konsep kesatuan upaya kesehatan ini menjadi pedoman dan pegangan bagi semua fasilitas kesehatan di Indonesia termasuk rumah sakit. Rumah sakit yang merupakan salah satu dari sarana kesehatan, merupakan rujukan pelayanan kesehatan dengan fungsi utama menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan bagi pasien (Anonim, 2004). Dalam rangka mencegah timbulnya penyakit, memulihkan kesehatan, meningkatkan pelayanan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu dilakukan pula peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dari petugas kesehatan, yaitu dengan membekali setiap petugas kesehatan dengan penamabahan pengetahuan dan praktek kerja agar dapat melakukan upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Indonesia dengan baik.

Pengetahuan dan ketrampilan tersebut dapat diperoleh dengan melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit atau Puskesmas. Adanya pengetahuan dan ketrampilan seperti ini lebih dipentingkan pada petugas kesehatan yang bekerja difasilitas terdepan seperti di Instalasi Farmasi yang ada di masingmasing Rumah Sakit. Salah satu komponen kesehatan yang sangat strategis adalah tersedianya obatobatan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk memenuhi syarat sesuai yang ditentukan pada kurikulum Program D3 Farmasi Akademi Farmasi Theresiana Semarang maka Mahasiswa dibekali ilmu teori maupun praktek secara langsung di lapangan. Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan di Puskesmas Genuk Semarang selama 1 bulan yang dimulai pada tanggal 1 Agustus 2011 15 Agustus 2011 memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa mengenai segala hal yang berhubungan dengan Instalasi Farmasi, termasuk upaya pelayanan kesehatan dan aspek kefarmasian yang berhubungan dengan profesi Ahli Madya Farmasi (Asisten Apoteker).

A. Tujuan 1. Tujuan umum Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan di Puskesmas Genuk Semarang ini mempunyai tujuan umum yaitu Mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan kerja yang sebenarnya dengan menerapkan ilmu dan teori-teori yang telah diperoleh selama pendidikan di Akademi Farmasi Theresiana Semarang dan dapat melaksanakan pelayanan Kefarmasian di Puskesmas secara baik, benar dan bermutu. 2. Tujuan khusus a. Mempersiapkan mahasiswa AKFAR THERESIANA sebagai calon tenaga medis yang kompeten di bidang kefarmasian sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan dapat memberikan pelayanan yang baik dalam pemberian informasi obat. b. Membandingkan sekaligus mempraktekkan apa saja yang telah diterima oleh mahasiswa selama mengikuti perkuliahan dengan kenyataan di tempat kerja.

c.

Menambah pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan mahasiswa mengenai pekerjaan kefarmasian di tempat kerja yang sesungguhnya.

B. Manfaat Manfaat yang dapat diambil dengan melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di Puskesmas Genuk Semarang adalah : Bagi Puskesmas Genuk Semarang : 1. Membantu dan meringankan pekerjaan yang berhubungan dengan kefarmasian dalam hal penyediaan obat-obatan, pelayanan resep, baik rawat jalan maupun rawat inap di puskesmas. 2. Membantu tugas keperawatan yang berhubungan dengan bidang farmasi di bangsal pasien. Bagi Akademi Farmasi Theresiana Semarang: 1. Dapat menghasilkan mahasiswa yang kompeten di bidang kefarmasian. 2. Dapat menghasilkan mahasiswa yang lebih berpengalaman kerja dan terampil dalam bekerja di bidang kefarmasian. Bagi Mahasiswa: 1. Mahasiswa dapat mengetahui dan mempelajari cara kerja dan tata cara pelayanan kesehatan dan pengobatan yang baik di Puskesmas Genuk Semarang. 2. Mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang pelayanan obat-obatan di Instalasi Farmasi Puskesmas. 3. Mahasiswa dapat menyediakan dan melayani permintaan obat dengan efisien dan efektif dengan metode Simpus (sistem informasi medis puskesmas). 4. Mahasiswa dapat mempelajari sistem distribusi obat di Instalasi Farmasi Puskesmas. 5. Mahasiswa dapat mempelajari metode penyimpanan obat di gudang farmasi puskesmas. 6. Meningkatkan pemahaman dan kreatifitas mahasiswa tentang pelayanan obatobatan kepada masyarakat. 7. Sebagai pembekalan ketrampilan kerja dalam mempersiapkan diri sebagai calon tenaga kesehatan yang kompeten dan bermutu.