P. 1
Latar Belakang

Latar Belakang

|Views: 25|Likes:
Dipublikasikan oleh drsahadi1920

More info:

Published by: drsahadi1920 on Sep 27, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2012

pdf

text

original

Latar Belakang

Arca Wishnu, berasal dari Kediri, abad ke-12 dan ke-13. Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura, yang berarti kota api. Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang dikeluarkan Airlangga tahun 1042. Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa, saat akhir pemerintahan Airlangga, pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan, melainkan pindah ke Daha. Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan. Menurut Nagarakretagama, sebelum dibelah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu, yang berpusat di Daha. Jadi, Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan kemudian menjadi ibu kota Janggala. Pada mulanya, nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai dari pada nama Kadiri. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul Ling wai tai ta (1178)

Perkembangan Panjalu

Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Selain itu. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. dan Sumatra. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Ghatotkachasraya. Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa. Karya Sastra Zaman Kadiri Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Runtuhnya Kadiri . Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135). Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah. atau Panjalu Menang. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut. bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga. sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya. yaitu Panjalu Jayati. Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Janggala. Jawa. sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan. di Jawa ada Kerajaan Panjalu. Hal ini diperkuat kronik Cina berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178. Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui. bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Cina secara berurutan adalah Arab.

Ken Arok mengangkat Jayasabha. Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri. Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri. dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. Raja-Raja yang Pernah Memerintah Daha Berikut adalah nama-nama raja yang pernah memerintah di Daha. Setelah berhasil membunuh Kertanegara. yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari. Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh . Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara. Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara. Jerman. yaitu Jayakatwang. Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya.Arca Buddha Vajrasattva zaman Kadiri. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri. Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri. Setelah Ken Arok mengangkat Kertajaya. koleksi Museum für Indische Kunst. ibu kota Kadiri: 1. Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya. Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. abad X/XI. Berlin-Dahlem. Kadiri menjadi suatu wilayah dibawah kekuasaan Singhasari. karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Raden Wijaya.

yaitu Panjalu. merupakan putra Airlangga yang namanya ditemukan dalam prasasti Pamwatan (1042). merupakan raja terbesar Panjalu. [sunting] 2. dan prasasti Tangkilan (1130). Sri Jayabhaya. berdasarkan prasasti Ngantang (1135). karena pemerintahan harian dilaksanakan oleh patih Daha. dan Kakawin Bharatayuddha (1157). diketahui raja-raja Daha zaman Singhasari. Daha kemudian menjadi ibu kota kerajaan bagian barat. [sunting] 5. kerajaan yang dipimpin Airlangga tersebut sebelum dibelah sudah bernama Panjalu. wilayah kerajaan dibelah menjadi dua. prasasti Panumbangan (1120). berdasarkan prasasti Jaring (1181). Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri Jayakatwang. prasasti Wates Kulon (1205). berdasarkan prasasti Sirah Keting (1104). Sri Sarweswara. berdasarkan prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradahana. Sri Gandra. Raja yang memimpin bergelar Bhre Daha tapi hanya bersifat simbol. yang kemudian menjadi raja Singhasari [sunting] 4. Prasasti Kamulan (1194). berdasarkan prasasti Padelegan I (1117). Sri Jayawarsa. Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit Sejak tahun 1293 Daha menjadi negeri bawahan Majapahit yang paling utama. Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu          Sri Samarawijaya. [sunting] 3. Tidak diketahui dengan pasti apakah ia adalah pengganti langsung Sri Samarawijaya atau bukan. Bhre Daha yang pernah menjabat ialah: . Jayakatwang kemudian membangun kembali Kerajaan Kadiri. Sri Bameswara. Sri Aryeswara. Kertajaya. prasasti Talan (1136). Nagarakretagama.Airlangga. Ketika ia turun takhta tahun 1042. Menurut Nagarakretagama. berdasarkan prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161). adalah keturunan Kertajaya yang menjadi bupati Gelang-Gelang. berdasarkan prasasti Galunggung (1194). dan Pararaton. Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari Kerajaan Panjalu runtuh tahun 1222 dan menjadi bawahan Singhasari. yaitu:     Mahisa Wunga Teleng putra Ken Arok Guningbhaya adik Mahisa Wunga Teleng Tohjaya kakak Guningbhaya Kertanagara cucu Mahisa Wunga Teleng (dari pihak ibu). merupakan pendiri kota Daha sebagai pindahan kota Kahuripan. berdasarkan prasasti Angin (1171). prasasti Palah (1197). Berdasarkan prasasti Mula Malurung. Tahun 1292 ia memberontak hingga menyebabkan runtuhnya Kerajaan Singhasari. Sri Kameswara. Tapi pada tahun 1293 ia dikalahkan Raden Wijaya pendiri Majapahit.

didampingi Patih Lembu Sora.29:19. 31:34. Manggalawardhani 1464-1474 Prasasti Trailokyapurisunting 6. . 31:10. Suhita 1415-1429 ? 5.4:1 . Waringin Pitu 6. 2. Indudewi 1375-1415 Pararaton. pada tahun 1513 Daha menjadi ibu kota Majapahit yang dipimpin oleh Bhatara Wijaya. 3. 32:18. Rajadewi 1309-1375 Pararaton. kemudian Gajah Mada. 29:31. Jayeswari 1429-1464 Pararaton.47:2. Prasasti Sukamerta .21 4. Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit Menurut Suma Oriental tulisan Tome Pires. Jayanagara 1295-1309 Nagarakretagama. Nag.30:8.1.27:15.didampingi Patih Arya Tilam. Sejak saat itu nama Kediri lebih terkenal dari pada Daha. Nama raja ini identik dengan Dyah Ranawijaya yang dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak tahun 1527.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->