Anda di halaman 1dari 9

KERJA ENZIM KATALASE

D I S U S U N OLEH

KELOMPOK 1:
1. ANITA NAIBAHO 2. BOBY SIHOTANG 3. FRISKA SINAGA 4. MUMBANG SITANGGANG 5. ROY.V HUTASOIT 6. SEPTA V. SIHOTANG

T.A

: 2011/2012

SMA NEGERI 1 PANGURURAN


I. JUDUL Enzim Katalase didalam sel hewan dan sel tumbuhan. II. TUJUAN

Membuktikan adanya enzim katalase didalam sel hewan dan sel tumbuhan.

III.ALAT DAN BAHAN a. Rak dan tabung reaksi b. Lumpang porselin c. Pipet tetes d. Lilin e. Lidi f. Korek api g. Hati dan jantung ayam h. Daun papaya i. H2O2 j. NaOH, HCl k. Es l. Air IV. CARA KERJA a. Melumatkan hati ayam dalam lumping porselin. Bagi menjadi 4 bagian. b. Meneteskan 5 tetes H2O2 ke dalam salah satu tabung reaksi yang berisi hati ayam dan segera menutupnya dengan ibu jari. c. Mengocok potongan hati ayam yang telah ditambah H2O2 di dalam tabung reaksi. d. Mengamati banyaknya gelembung udara yang terbentuk (banyak = +++, sedang = ++, sedikit = +, tidak ada = -). e. Menyiapkan lidi kering dan menyalakan lilin. f. Menyiapkan lidi membara, dan kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah dibuka. g. Mengamati apa yang terjadi dengan lidi membara tersebut (menyala, tidak menyala). h. Mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel. i. Mengulangi langkah no. 3 s.d. no. 10 dengan perlakuan sebagai berikut : i. Pada langkah no. 4, ditambahkan 5 tetes HCl ii. Pada langkah no. 4, ditambahkan 5 tetes NaOH iii. Pada langkah no. 4, ditambahkan 5 tetes air es

j. Melakukan hal yang sama pada jantung ayam, dan daun papaya, lumatkan dan bagi menjadi 4 bagian. Lalu tetesi dengan H2O2, HCL, NaOH dan air es seperti pada percobaan hati ayam. k. Mencuci dam membersihkan kembali tabung reaksi dan alat alat yang digunakan. V. TINJAUAN TEORITIS Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme. dalam sel enzim ini diproduksi oleh organel badam mikro peroksisok. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan. Hidrogen peroksida dengan rumus kimia bila H2O2 ditemukan oleh Louis Jacquea Thenard pada tahuna 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan Bentuk reaksi kimianya adalah: timbulnya gelembung

H2O --> H2O + O2


Enzim tertentu dapat bekerja secara optimal pada kondisi tertentu pula. Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut : a. Suhu Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Protein akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas). b. Derajat keasaman (pH) Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat. Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = 7). Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat. c. Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada. Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan, maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada. Jika

enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi substrat dapat menetukan laju reaksi. d. Inhibitor enzim Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor berupa zat kimia tertentu. Pada konsentrasi substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi.

VI. VII.

TABEL HASIL PENGAMATAN Pada jantung ayam Perlakuan Ekstrak + H2O2 Ekstrak + HCl + H2O2 Ekstrak + NaOH + H2O2 Ekstrak + air es Gelembun g + + ++ ++ ++ Dimasukkan bara api Menyala Tidak menyala Tidak menyala Menyala

Pada daun pepaya

Perlakuan Ekstrak + H2O2 Ekstrak + HCl Ekstrak + NaOH Ekstrak + air es

Gelembun g + + ++ ++ ++

Dimasukkan bara api Menyala Tidak menyala Tidak menyala Tidak menyala

Pada hati ayam Perlakuan Ekstrak + H2O2 Ekstrak + HCl Ekstrak + NaOH Ekstrak + air es Gelembun g + + ++ + +++ ++++ Dimasukkan bara api Menyala Tidak menyala Tidak menyala Menyala

Keterangan : + + ++ ++ = banyak gelembung = gelembungnya sedang = tidak ada gelembung

VIII. PEMBAHASAN Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu. Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut : 2H2O2 2H2O + O2 Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan hati ayam dan jantung ayam (sebagaiperbandingan). Hati ayam digunakan karena banyak mengandung enzim katalase. Hati ayam dan

jantung ayam kemudian dibuat ekstrak. Yang terjadi pada ekstrak saat diberi perlakuan adalah sebagai berikut : Pada hati ayam 1. Ekstrak ditambah H2O2 (hidrogen peroksida) Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air), sedangkan pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O2). 2. Ekstrak ditambah HCl Pertambahan HCl disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam. ternyata tidak terbentuk gelembung udara ketika dimasukkan bara api ke dalamnya juga tidak terjadi nyala api. Hal ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dalam kondisi terlalu asam. 3. Ekstrak ditambah NaOH Penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa. ternyata terbentuk gelembung udara yang sedang, tetapi saat bara api dimasukkan ke dalamnya tidak terjadi nyala api. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi terlalu basa. 4. Ekstrak ditambah air es Ekstrak yangditambah air es, ternyata timbul gelembung udara dan saat bara api dimasukkan ke dalamnya juga timbul nyala api. Pada jantung ayam Sebagai perbandingan, digunakan jantung ayam yang kandungan enzim katalasenya lebih sedikit dibandingkan dengan hati ayam. 1. Ekstrak ditambah H2O2 Hasilnya sama seperti pada ekstrak hati ayam, tetapi terbentuknya gelembung sedikit lama. 2. Ekstrak ditambah HCl Hasilnya sama seperti pada ekstrak hati ayam. 3. Ekstrak ditambah NaOH Gelembung udara yang terbentuk sedikit dan juga tidak terbentuk nyala api. Gelembung udara yang terbentuk sedikit berbeda dengan yang terjadi pada ekstrak hati ayam. 4. Ekstrak yang ditambah air es

Terdapat gelembung udara sedikit dan timbul nyala api. Sedangkan pada daun papaya dapat dilihat: 1. Ekstrak ditambah H2O2 Hasilnya sama seperti pada ekstrak hati ayam, tetapi terbentuknya gelembung sedikit lama. 2. Ekstrak ditambah HCl Hasilnya sama seperti pada ekstrak hati ayam. 3. Ekstrak ditambah NaOH Gelembung udara yang terbentuk sedikit dan juga tidak terbentuk nyala api. Gelembung udara yang terbentuk sedikit berbeda dengan yang terjadi pada ekstrak hati ayam. 4. Ekstrak ditambah air es Terdapat gelembung udara tetapi tidak timbul nyala api. Dari percobaan dapat diketahui bahwa kerja enzim dipengaruhi oleh derajat keasaman (pH) dan suhu. Pada pH terlalu asam dan basa, enzim menjadi non aktif, sehingga tidak dapat bekerja. Sedangkan pada saat didinginkan, suhu menjadi rendah sehingga enzim menjadi rusak (denaturasi). Hal ini menyebabkan enzim katalse tidakdapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.

IX. PERTANYAAN 1. Mengapa H2O2 dipakai sebagai bahan percobaan untuk mengamati kerja enzim katalase? Jelaskan.

2. Gelembung gas apakah yang terjadi? Darimanakah asalnya?

3. Mengapa kita menggunakan hati dalam percobaan aktivitas enzim katalase?

XI. KESIMPULAN Dari percobaan dapat diketahui bahwa kerja enzim dipengaruhi oleh derajat keasaman (pH) dan suhu. Pada pH terlalu asam dan basa, enzim menjadi non aktif, sehingga tidak dapat bekerja. Sedangkan pada saat didinginkan, suhu menjadi rendah sehingga enzim menjadi rusak (denaturasi). Hal ini menyebabkan enzim katalse tidakdapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Berdasarkan percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa. Penambahan asam, basa, maupun pemanasan yang ekstrim dapat merusak enzim.