Anda di halaman 1dari 15

Pemanfaatan Strategic Information System pada perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif

01 PUM Yakobus Tanurjaya 1401113692

DAFTAR ISI I. II. Pendahuluan ...........................................................................................................1 Pembahasan ............................................................................................................2 Studi Kasus ............................................................................................................8 III. IV. Kesimpulan dan Saran .........................................................................................12 Daftar Pustaka ......................................................................................................13

ii

Pemanfaatan Strategic Information System pada perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif
I. Pendahuluan Strategic Information System (SIS) adalah sistem yang digunakan untuk membantu organisasi untuk memperoleh keunggulan kompetitif (Competitive Advantage) dengan menggunakan Sistem informasi untuk mendukung goal strategis dan meningkatkan peforma dan produktivitas. Jadi bisa dikatakan sistem informasi strategis adalah suatu bentuk pengaplikasian sistem informasi untuk mencapai goal yang ditetapkan. Strategic information System dewasa ini digunakan oleh para eksekutif perusahaan untuk mendukung Goal mereka. Dalam membuat objektif atau goal, para eksekutif tidak hanya mengkonversikan misi dan arah dari organisasi mereka menuju target spesifik yang harus dicapai tetapi juga membantu untuk meminimalisir penyimpangan. Arti sebenarnya dari Objectives adalah akhir dan strategi sendiri adalah arti dari pencapaian tersebut. Membuat suatu strategi yang tepat memerlukan beberapa hal penting antara lain bagaimana cara suatu organisasi mampu untuk menyelesaikan sendiri rencana dari goal yang sudah ditetapkan, kemudian bagaimana cara membangun strategi yang hemat biaya, dan mengelola sumber daya informasi yang ada untuk menciptakan nilai tambah, dan bisa melaporkan kinerja untuk evaluasi. Pada tugas KSI kali ini saya lebih menganalisis bagaimana para eksekutif perusahaan membangun sistem informasi yang bersifat strategis dan bagaimana mereka mensinergikan Information Technology dalam kegiatan perusahaan mereka untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Untuk lebih memperjelas disertakan pula study case dari suatu perusahaan yang mengaplikasikan Strategic Information System

II. Pembahasan Competitive Strategy Strategic Information System adalah sistem informasi yang membantu sebuah

perusahaan bisnis atau organisasi memperoleh Keunggulan kompetitif (Competitive Advantage). Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya. Mereka dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan produk dan jasa pada harga yang lebih rendah, memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus dari segmensegmen tertentu. Bicara soal keunggulan kompetitif, maka tidak terlepas dari Competitive Strategies (Strategi kompetitif). Keunggulan kompetitif hanya bisa diperoleh ketika sebuah perusahaan bergerak dengan mempelajari tekanan kompetitif (Competitive Forces). Sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memenangkan Competitive Forces maka harus didukung dengan strategi kompetitif antara lain: Berusaha untuk memangkas ongkos produksi secara keseluruhan Perusahaan ini mempunyai slogan Nobody Does it Cheaper. Produk yang dihasilkan cenderung standard dan dijual dengan harga yang terjangkau. Perusahaan dengan strategi ini biasanya membiarkan profit yang kecil dengan timbal balik volume penjualan yang besar. Diffrentiation with Innovation Strategy Slogan Nobody makes it better begitu dijunjung tinggi oleh perusahaan dengan strategi ini, dimana inovasi terus dilakukan untuk membuat barang yang berbeda, banyak variasi. Karena barang yang diproduksi lebih variatif maka biasanya harus didukung dengan promosi atau iklan yang intens. Berorientasi pada pelanggan dan pasar tertentu Strategi perusahaan ini adalah dengan membuat sesuatu yang Made especially for you dimana biasanya perusahaan telah melakukan survey tentang kebutuhan pelanggan disuatu daerah tertentu. Perusahaan ini baisanya menawarkan aspek personalisasi pada produknya meskipun dengan harga premium.

Teknologi Informasi dalam Perusahaan Berkembangnya teknologi informasi memunculkan pertanyaan bagaimana

perusahaan bisa menggunakan TI sebagai sarana untuk mempertajam strategi organisasi bisnis dalam memperoleh Keunggulan Kompetitif. Jika Perusahaan ingin menyediakan layanan berkualitas kepada pelanggannya maka perusahaan harus menggunakan Teknologi Informasi harus dapat mendukung, bahkan menjadikan layanan kepada pelanggan tersebut memiliki difrensiasi tersendiri dengan adanya TI. Dalam menerapkan Teknologi Informasi dalam perusahaan mutlak harus dibuat perencanaan, dimana rencana pemanfaatan TI sedemikian rupa harus fleksibel. Fleksibel bukan berarti berubah-ubah dengan adanya pergantian pimpinan. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan strategi pemanfaat TI sejalan dengan pergantian pimpinan. Namun Fleksibelnya itu lebih kepada rencana pembangunan infrastruktur TI harus bisa fleksibel terhadap perubahan yang ada, tanpa melihat adanya pergantian pimpinan. Kemudian, apabila rencana pemafaatan TI sudah fleksibel harus didukung dengan dasar yang kuat dari awal hingga selesai, karena kebanyakan organisasi bisnis terlalu bersemangat di awal tetapi pada pertengahan kehabisan dana. Setelah selesai pun harus tetap dilakukan monitoring dengan terlebih dahulu mendefinisikan indikatonya, atau yang dikenal dengan istilah KPI (Key performance Indicator) atau KSF (Key success factor).

Perencanaan Strategis pada perusahaan Pengertian Perencanaan Strategik (Strategic Planning) Perencanaan Strategik (Strategic Planning) adalah Proses pemilihan tujuan - tujuan organisasi, penentuan strategi, program - program strategi, dan penetapan metode metode yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan kebijaksanaan telah diimplementasikan. Perencanaan Strategi juga merupakan proses perencanaan jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan strategik merupakan suatu proses manajemen yang sistematis yang dapat diartikan sebagai suatu proses pengambilan keputusan atas programprogram yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan dalam setiap program selama beberapa tahun ke depan.

Perencanaan strategik menempati posisi yang krusial, karena menentukan kekomprehensifan, kekoherenan, dan keseimbangan rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek yang dihasilkan oleh organisasi. Perusahaan-perusahaan pertama yang menggunakan computer menempatkan

tanggung jawab pengelolaan sumber daya informasi di tangan sebuah unuit khusus yang terdidi atas para professional informasi. Unit tersebut biasa disebut sebagai divisi IT, dimana ditugaskan kepada seorang manajer. Istilah CEO, yang berarti Chief Eksekutif Officer, pertama kali dicantumkan dalam kosakata bisnis untuk menunjukkan seseorang yang memiliki pengaruh besar dalam mengarahkan perusahaan. Istilah CFO, untuk Chief Financial Officer dan COO, untuk Chief Operating Officer, kemudian juga dibuat. Namun belakangan ini istilah CTO, atau Chief Technology Officer atau CIO (Chief Information Officer) mulai muncul dan menggambarkan peranan oleh manajer puncak bagian informasi. CIO adalah manager dengan tingkat keahlian tertinggi di layanan informasi. Manager ini menyumbangkan keahlian manajerialnya dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan dengan layanan informasi saja, melainkan juga areaarea operasi perusahaan lainnya. Ketika sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu komite eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis bagi keseluruhan perusahaan. Pada tingkat yang paling minimum, komiter eksekutif terdiri atas presiden dan wakil presiden bidang-bidang bisnis perusahaan. Komite ini akan menentukan rencana bisnis strategis organisasi. Setelah rencana dibuat, komite eksekutif akan memonitor pelaksanaanya sepanjang tahun dan, jika dibutuhkan, mengambil tindakan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, rencana dapat dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan situasi. Komite juga dapat mengambil inisiatif pengumpulan keputusan yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran perusahaan akan tercapai. Ketika para eksekutif sebuah perusahaan sepenuhnya memiliki komitmen pada perencanaan strategis, mereka melihat adanya kebutuhan bagi masing-masing area bisnis untuk mengembangkan rencana strategisnya sendiri. Rencana area bisnis ini merinci bagaimana area-area tersebut untuk mendukung usaha ketika berusaha mencapai sasaran strategisnya. Salah satu pendekatan pada perencanaan strategis area bisnis adalah untuk setiap area membuat rencananya sendiri secara terpisah dari area-area yang lain. Akan tetapi pendekatan seperti ini tidak dapat memastikan bahwa area-area akan dapat bekerja
4

sama dengan baik. Selama beberapa taun terakhir, unit Sistem informasi telah mendedikasikan sebagian besar perhatian mereka pada perencanaan strategis daripada kebanyakan area bisnis yang lain.

Competitive Advantage Profesor Harvard Michael E. Porter adalah orang yang paling sering dikaitkan dengan keunggulan kompetitif. Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya memberikan panduan dan strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya. Sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai (value Chain). Margin adalah nilai dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi harga pokoknya, seperti yang diterima oleh pelanggan perusahaan. Meningkatkan margin adalah tujuan dari rantai nilai. Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan aktivitas nilai. Aktivitas nilai terdiri dari dua jenis: utama dan pendukung. Aktivitas nilai utama meliputi logistic input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok, operasi perusahaan yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi, logistic output yang memindahkan barang kepada pelanggan, operasi pemasaran dan mengindentfikasi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan pesanan aktivitas-aktivitas jasa yang menjaga hubungan pelanggan yang baik setelah penjualan. Aktivitas nilai utama ini mengelola aliran sumber daya fisik di sepanjang perusahaan. Selain aktivitas nilai utama ada pula aktivitas nilai pendukung terlihat pada lapisan bagian atas dan mancakup infrastruktur perusahaan. Selain itu, tiga aktivitas akan mempengaruhi aktivitas utama secara terpisah maupun dalam bentuk terkombinasi-yaitu manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi dan pengadaan. Masing-masing aktivitas nilai, baik utama maupun pendukung akan mengandung tiga unsure penting: input yang dibeli, sumber daya manusia dan teknologi. Setiap aktivitas juga akan menggunakan dan menciptakan informasi. Sebagai caontoh, spesialis informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial, peralatan komputasi disewa dan program-program yang dikembangkan sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung keputusan bagi para eksekutif perusahaan.

Setiap perusahaan bisa mengaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai pemasoknya dengan meimplementasikan sistem SCM (Supply Chain Management) sehingga menghasilkan kesepakatan just-in-time dengan pemasok yang mengirimkan barang
5

sehingga bahan baku akan tiba beberapa saat sebelum sisa stok habis. Sistem seperti ini bisa menimilaisir biaya penyimpanan barang. Karena setiap aktivitas nilai mencakup komponen informasional, mengelola sumber daya informasi sebuah perusahaan adalah langkah penting dalam meraih keuntungan kompetitif.

Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis maupun operasional. Pada tingkat menajerial yang tertinggi-tingkat perencanaan strategis- Sistem informasi dapat digunakan untuk mengubah arah sebuauh perusahaan dalam mendapatkan keunggulan strategisnya. Pada tingkat kendali managemen, manager dapat memberikan spesifikasi mengenai bagaimana rencana strategis dapat diimplementasikan, sehingga menciptakan suatu keunggulan taktis. Pada tingkat kendali operasional (terendah), manajer dapat menggunakan teknologi informasi dalam berbagai pengumpulan data dan penciptaan informasi yang akan memastikan efisiensi operasi sehingga mancapai keunggulan operasional.

Keunggulan strategis memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untuk menciptakan suatu keunggulan strategis. Sebagai contoh, perusahaan dapat memutuskan untuk mengubah seluruh datanya menjadi basis data dengan misalnya memanfaatkan Microsoft Access. Strategi ini dapat menyebabkan operasi perusahaan akan dipengaruhi oleh beberapa cara secara fundamental. Pertama, akses yang ada saat ini bisa jadi dilakukan melalui peranti lunak computer buatan perusahaan sendiri, sehingga perubahan tersebut menyebabkan perusahaan harus mempertimbangkan untuk membeli peranti lunak pelaporan standar dari vendor luar atau memperkerjakan perusahaan luar untuk merancang dan mengembangkan suatu sistem pelaporan baru. Keunggulan kompetitif juga mempunyai keunggulan taktis, dimana perusahaan mengimplementasikan strategi dengan cara atau pendekatan yang lebih baik dari para pesaingnya. Misalnya dengan mengadakan layanan pelanggan agar konsumen bisa memperoleh akses langsung menuju informasi. Keunggulan operasional juga merupakan suatu keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Contohnya dengan mengandalkan website untuk penjualan maka konsumen bisa dengan mudahnya berbelanja secara online.

Ketika tiga tingkat keunggulan kompetitif tersebut bekerja bersama-sama. Sistem informasi yang terpengaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial.

STUDI KASUS Fenomena Thaigem.com


Pasar permata merupakan salah satu pasar global besar dengan ribuan transaksi yang terjadi setiap tahun, dengan nilai transaksi sekitar $45 juta. Bisnis tradisional ini sangat tidak efisien dalam kaitannya aliran distribusi permata ke pasar. Pasar ini memiliki 7 pihak penengah-intermediaries- yang menyebabkan harga permata di pasar jatuh dengan harga cukup tinggi. Chantaburi, Thailand merupakan salah satu tempat pengolahan permata terbesar di dunia. Di tempat inilah Don Kogen, seorang berkebangsaan Amerika pertama kali memlai pencarian akan masa depannya dalam umur 15 tahun. Setelah 3 tahun belajar seluk beluk perdagangan permata maka ia membuka usahanya sendiri, Dengan hanya memiliki modal kecil, ia memulai membeli permata kualitas rendah di pagi hari dan kemudian menjual kembali dengan keuntungan kecil kepada distributor dari India dan Pakistan yang biasanya dating terlambat di siang hari. Kemudian ia menggunakan iklan dengan target pasar Amerika dan akhirnya mendapatkan 800 potensial pembeli. Dalam komunikasi dengan pembeli dari amerika ia menggunakan mesin fax yang dapat menghasilkan omzet $250000 dalam setahun. Pertama kali berdiri, Kogen memiliki 3 karyawan dan sekarang sekitar 400 orang. Dimana 92% dari daerah Chantaburi, 6% dari Bangkok dan hanya 2% non-Thai. Hal inilah yang membuat pemerintah Thailand menyukai keberadaan perusahaan ini. Sekarang pemerintah sedang meneliti rahasia keberhasilan Thaigem untuk dijadikan model percontohann bagi perusahaan yang menjual produk asli dari Thailand. Kogen memutuskan untuk menggunakan internet dalam menjual dan mengiklankan produknya. Hal inilah yang dikenal dengan teknologi e-commerce, yakni perdagangan melalui internet atau online. Pada saat pertama kali, Kogen membuat sendiri website yang diinginkannya. E-commerce ini membuat omsetnya meningkat, dimana dari $4,3 juta tumbuh menjadi $9,8 juta. Penjualan secara online memberikan kontribusi 85% terhadap total omzet. Dalam perkembangannya, Thaigem.com kemudian menjadi cikal bakal NCS groups, retailer permata terbesar. Rahasia kesuksesan Thaigem disebabkan karena ia hanya mengambil profit kecil sehingga barang yang ditawarkan juga lebih murah dari pesaingnya, seperti tifanny.com. Selain itu perdagangan melalui online djamin oleh perusahaan ini dalam hal kenyamanan dan keamanannya. Untuk pengiriman barang yang dipesan melalui Internet dilakukan melalui FedEx, jasa kurir kelas dunia.Tahigem merupakan salah
8

satu konsumen terbesar FedEx di Thailand. Menariknya, hal ini membuat FedEx mendirikan kantor perwakilannya di Chantuburi, di gedung Thaigem sendiri. Pelayanan terhadap konsumen dilakukan dengan menjamin durasi pengiriman paling lama 3 hari. Jika konsumen tidak puas, dapat mengembalikan barang yang telah dibeli dalam waktu 30 hari tanpa pertanyaan yang membuat konsumen marah. Dalam total pengiriman yang dapat mencapai 2000 per hari, terdapat hanya 3% konsumen yang mengembalikan barangnya karena tidak puas. Sebenarnya tentu saja tidak ada perhiasan yang dijamin 100%, namun Thaigem dipercaya 68000 konsumen yang tersebar di seluruh dunia. Survei yang dilakukan oleh ebay.com, situs perdagangan tersebar di seluruh dunia menyatakan bahwa 99% konsumen puas terhadap pelayanan Thaigem dan produknya. Selain e-bay, Thaigem juga menggunakan 22 jalur pelelangan online lainnya. Sekarang perusahaan ini mendapatkan permata dari 60 negara dimana pembeliannya diakukan secara online atau secara tradisional. Sampai saat ni, pusat pengolahan permata Thaigem masih berada di Chanthaburi yang membuat pasokan permata tetap terjamin, karena merupakan pusat penghasil permata terbesar di dunia. Hal ini juga membuat Thaigem tetap dapat mempertahankan harga yang bersaing bahkan lebih murah, karena biaya transportasi bahan baku yang cukup murah. Diambil dari Business-Driven Infomation System hal.37-39

Analisis SIS pada Thaigem.com Thaigem.com memulai perusahaannya dengan modal yang sedikit, tantangan yang dirasakan cukup besar. Tetapi Thaigem.com telah berhasil menjawab tantangan tersebut dengan diperbantukan Teknologi Informasi. Namun tantangan atau business pressure tersebut diubah oleh TI menjadi peluang atau keunggulan bersaing. Salah satu contoh praktis dapat dilihat dalam kasus industri perbankan contohnya BCA. BCA dikenal banyak masyarakat Indonesia sebagai bank yang memiliki teknologi canggih, Infrastruktur bidang IT nya banyak, dan serius dalam mengimplementasi kan IT dalam bentuk mesin ATM, dan berbagai layanan perbankan elektronik. Thaigem.com mencoba melihat peluang berkembangnya era internet. Bayangkan bila Thaigem.com tidak melihat peluang bisnis yang menganga di internet, maka tidak mungkin bisa berkembang sampai dikenal masyarakat seluruh dunia. Dari banyak hal yang telah dikemukakan, terlihat Thaigem.com tampil sebagai perusahaan yang memanfaatkan IT sebagai nilai tambah keunggulan kompetitif.
9

Ketika mengimplementasikan TI, tidak sulit untuk membuat sebuah perangkat l unak yang canggih bagi seorang programmer, tetapi yang paling sulit adalah ketika website tersebut mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, sehingga pelanggan bisa bertransaksi secara online lewat Internet. Peranan Management juga sangat penting, managemen puncak jangan hanya melihat Teknologi Informasi sebagai cost center, atau sesuatu yang menghabiskan dana tetapi TI harus dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menciptakan nilai tambah keunggulan kompetitif pada perusahaan seperti yang dibahas pada halaman sebelumnya. Nilai tambah artinya sebagai solusi atas business ressure yang dihadapi organisasi atau menghasilkan keunggulan bersaing. Selain itu hal yang perlu dipahami juga adalah technology competence. Organisasi bisnis yang ingin mengimplementasikan TI dalam organisasi, maka organisasi tersebut harus yakin memilik Kompetensi teknologi yang cukup. Sebagian besar kegagalan implementasi TI, diakibatkan oleh kurangnya technology competence dalam organisasi. Suatu organisasi bisnis atau perusahaan yang ingin mengulang kesuksesan seperti Thaigem.com, maka organisasi bisnis tersebut harus rela melakukan investasi di bidang TI. Di dalam tahap perencanaan TI ada beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan oleh organisasi, antara lain strategic plan, IT Process, IT Risk dan Project Managing Suatu Organisasi dalam perencanaan Strategic Planning selalu memberikan nilai atau value added kepada konsumen: Operational Excellence. Contoh lain organisasi yang mengerapkan strategi ini bisa dilihat pada Walmart, FedEx, atau Toyota. Perusahaan yang menerapkan strategi ini menjalankan proses bisnis dengan kualitas tinggi pada harga jual yang relative rendah. Perusahaan ini selalu berpikir mengenai proses yang excellence sehingga akhirnya dapat menghasilkan efisiensi integrasi dalam supply chain dan memiliki persediaan yang kecil. Organisasi tersebut tidak banyak berpikir mengenai produk baru. Dengan adanya fitur tracking pada FedEx konsumen bisa melihat posisi dimana barang tersebut sudah dikirim. Product Leadership. Jadi Produk yang ditawarkan merupakan produk unggulan dan memiliki diferensiasi dibandingkan produk lain. Sebagai contoh Vertue, memiliki difrensiasi dibandingkan produk telepon genggam yang lain.

10

Jadi fokus dari strategi ini adalah bagaimana membuat menjadi pemimpin pasar dengan selalu berinovasi dengan produk baru Customer Intimacy. Berarti perusahaan berupaya untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen atau pelanggan, Dalam konteks Sistem informasi bisa dilakukan dengan penggunaan aplikasi CRM (Customer Relationship management)

Faktor-faktor Kesuksesan & Kegagalan Penerapan SIS Beberapa factor yang dapat mendukung kesuksesan dari penerapan SIS antara lain : Organisasi harus mempinyai visi information technology. Perencanaan information technology harus pararel dengan perencanaan stratejik perusahaan. Dalam menerapkan SIS harus menjadi yang pertama dalam industrinya. Kreatif menarik jangkaun dan lingkupan. tadi perlu diperhatikan pula faktor-faktor yang

Selain factor kesuksesan

mengakibatkan kegagalan penerapan SIS, faktor-faktor ini antara lain : Perusahaan tidak mau atau tidak mampu mempertahankan investasi di masa depan. Information technology untuk SIS tidak boleh gagal, karena kegagalan tersebut dapat memalukan, menurunkan produk dan jasa sehingga menurunkan citra perusahaan.

11

III. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Perencanaan strategis sangat diperlukan untuk kelangsungan perusahaan jangka panjang, dimana perusahan yang tidak merencanakan secara strategis maka akan kesulitan berkompetisi dengan kompetitor yang terus berkembang. Perencanaan strategis bagi perusahaan sangat penting, karena tanpa strategi dalam mengelola perusahaan, seorang manajer seolah-olah melangkah dalam ketidakpastian. Perencanaan Strategi merupakan faktor internal yang penting untuk dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Manajemen dengan segala keahliannya dituntut untuk menyusun strategi yang cocok untuk perusahaan yang dipimpinnya untuk mencapai goal. Saran Pemanfaatan Strategic Information System dalam perusahaan sebaiknya ditunjang dengan sumber daya (resources) yang cukup mulai dari implementasi hingga hasil aktual dapat dinikmati.

12

IV. Daftar Pustaka A.Thompson, A., & III., J. A. (1989). Strategy Formulation and Implementation. USA: Richard D. IRWIN, INC. C.Laudon, K., & Jane.P.Laudon. (2002). Management Information System. USA: PrenticeHall,Inc. Cassidy, A. (1998). Information System Strategic Planning. USA: St. Lucie Press. Raymond McLeod, J., & Schell, G. P. (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat. (n.d.). Retrieved 01 18, 2011, from http://sarilovely.blogspot.com/2010/03/pentingnyaperencanaan-strategik-bagi.html (n.d.). Retrieved 01 18, 2011, from http://dueeg.blogspot.com/2010/11/sistem-informasistrategik.html

13