Anda di halaman 1dari 2

Akuntansi merupakan disiplin ilmu pengetahuan yang yang bisa berubah setiap waktu dan zaman sehingga ilmu

kau akuntansi disebut an everchanging discipline. Akuntansi sekarang mulai dipertanyakan keandalannya karena ditengarai tidak mampu lagi mengakomodasi dan merefleksikan nilai bisnisyang semakin kompleks. Akuntansi modern tidak dapat merefleksikan realitas non ekonomi yang diciptakan mengakui dan merefleksikan peristiwa ekonomi saja seperti misalnya private cost/benefits. Sebaliknya tidak mampu mengakui public cost/benefits.Akuntansi modern hanya concern dengan dunia materi dan mengabaikan dunia non-materi (spiritual). Latar belakang inilah yang mendorong perlunya perubahan pada akuntansi modern sehingga lahirnya wacana baru yaitu akuntansi syariah. Wacana ini tidak lahir secara vakum, tetapi juga distimulasi oleh banyak factor yang kompleks seperti kondisi perubahan sistem politik, sosial, ekonomi, budaya dan lainnya. Dari segi pandang agama, Islam sangat mengajarkan dan memberikan persuasive normatifbagi para pemeluknya untuk melakukan pencatatan segala transaksi dengan benar dan adil sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam Surat Al-Baqarah : 282. Secara sederhana dan konkret lahirnya paradigma akuntansi syariah tidak terlepas dari factor berkembangnya wacana ekonomi islam modern yang sejak tiga decade terakhir semakin marak. Wacana ini semakin konkret ketika sebagian sistemnya, yaitu sistem perbankan syariah dipraktikkan. Sehingga muncul dengan marak lembaga keuangan syariah dibeberapa Negara muslim dan non-muslim. Seiring dengan perkembangan lembaga keuangan syariah tersebut. mau tidak mau akuntansi juga terkena imbasnya. Hal itu memang sangat mungkin karena akuntansi sendiri disatu sisi bersifat sangta dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam perkembangannya, akuntansi syariah berkembang menjadi dual aliran yang berbeda pandangan yaitu akuntansi syariah filosofis teoritis dan akuntansi syariah praktis. Dalam pandangannya akuntansi syariah filosofis teoritis menggunakan pendekatan deduktifnormatif. Pendekatan bermula pada tingkatan yang bersifat umum dan abstrak, kemudian diturunkan pada tingkat yang lebih konkret. Wacana ini dimulai dengan penetapan tujuan akuntansi, kemudian ke teori dan akhirnya ke teknik akuntansi. Sedangkan menurut pandangan akuntansi syariah praktis adalah akuntansi yang sudah dipraktikkan secara nyata. Hal ini sangat bagus karena langsung bisa dipraktekkan dan didukung oleh beberapa payung undang-undang. Namun demikian , akuntansi ini hanya

terbatas pada sistem akuntansi yang dibutuhkan olehlembaga keuangan islamyang pada dasarnya bentuk akuntansi untuk lembaga keuangan ini sama dengan bentuk akuntansi modern.