Anda di halaman 1dari 2

Grafik 1 menunjukkan prevalensi dari bakteri yang terdeteksi pada sekret telinga.

Pada OMSK Kolesteatom ketika dibandingkan dengan OMSK simpel. S.aureus, fungus dan P.aeruginosa tidak sering dibandingkan bakteri anaerob yang lebih sering. S. Aureus lebih sering dijumpai pada OMSK simpel, sedangkan bakteri anaerob lebih sering pada OMSK kolesteatom. P. Aeruginosa lebih sering dijumpai pada OMSK simpel dan Corynebacterium sp. Menunjukkan frekuensi yang lebih tinggi pada OMSK kolesteatom. S. epidermidis menunjukkan frekuensi yang sebanding baik pada OMSK simpel dan OMSK kolesteatom. Diskusi Eksploitasi sistematik sedikit berkenaan tentang mikrobiologi dari OMSK pada literatur penilitian dalam beberapa tahun terakhir. Penilitian oleh BARRETO & SERNADA dan SWARTZ & BARON menunjukkan perkembangan dari bakteri dan enzim yang disekresi oleh bakteri dalam evolusi otitis kronik. Insiden dari otitis media kronik adalah merupakan subjek terhadap variasi regional yang besar dan frekuensi nya rendah pada daerah dengan kelompok medis yang terlatih, higiene bagus, fasilitas populasi untuk mengakses perawatan medis. Pada daerah dengan kondisi yang kurang baik, angka kejadian infeksi telinga kronik terus meningkat. Pada sekresi dari OMSK kolesteatom dari penilitian kami, S. Epidermidis dan Corynebacterium sp, yang merupakan bakteri alami dari kulit manusia, ditemukan lebih sering dan angka kemunculan dari S. Aureus, P. Aeruginosa dan fungus lebih rendah secara signifikan daripada yang ditemukan pada OMSK simpel. Pada IBEKWE DAN col, S.aureus dan P.aeruginosa menyebabkan lebih banyak masalah klinis dalam manajemen penanganan dari OMSK dan epnyakit infeksius atau pada banyak organ lainnya. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa infeksi bakteri tidak merupakan penyebab esensial dari sekresi, tetapi salah satu dari faktor dari penyebab memburuknya kholesteatoma adalah perubahan inflamatori yang disebabkan oleh keratinatau sitokin, di mana ini merupakan faktor paling kuat pada pembentukan kolesteatoma, sementara sekresi pada OMSK simpel disebabkan oleh infeksi bakteri. Mereka menyimpulkan bahwa hal ini dapat memperpanjang sekresi aural pada kolesteatoma lebih dibandingkan sekresi pada OMSK simpel, diluar penggunaan antibiotik. Angka kejadian dari P. Aeruginosa pada sekresi (13,7%) cenderung menurun pada OMSK kolesteatom dan OMSK simpel. Penurunan tersebut da[at dilaporkan dengan penggunaan kuinolon baru sebagai terapi. Angka kejadian dari Corynebacterium pad apenelitian ini adalah 17,5% dati kasus dan terhitung sebagai sebagia infeksi campuran. Pada beberapa kasus, pertumbuhan dari corynebacterium berasal dari meatus auditorium eksternal dilembabkan oleh sekresi dengan kemungkinan organisme penyebab lainnya. IBEKWE & col menemukan dalam penelitiannya, 102 telinga dengan bakteri anaerob, aerob dan jamur. 44% merupakan kultur murni, 33,3% campur dan 18,6% tidak ada pertumbuhan. 74% merupakan bakteri aerob, 25% jamur dan

hanya 0,9% bakteri anaerob; P. Aeruginosa (22,5%) merupakan organisme yang paling banyak ditemukan, diikuti dengan S. Aureus dan Aspergillus sp. Dalam perbandingan, hasil kami yang kami dapatkan mirip dengan hasil penelitian Ibekwe dan col, dan fakta ini menunjukkan kebutuhan untuk meningkatkan investigasi terhadap aksi dari Corynebacterium sp. dalam perkembangan lesi dari OMSK. Juga sebagai perbandingan hasil kami, kami menemukan hasilk penilitan oleh SWEENEY dan col yang mengisolasi bakteri anaerob pada 52 dari 130 pasien (44%) yang mana mereka percaya bahwa penggunaan tioglicolate pada 73 pasien pertama menghambat pertumbuhan bakteri anaerob. CONSTABLE DAN BUTLER menemukan bakteri anaerob pada 20 dari 100 pasien yang diaspirasi, di mana waktu pemrosesan antara aspirasi hingga laboratorium adalah 1 jam dan media yang digunakan telah diperkaya dan sampel hanya diinkubasi selama 24 jam sebelum pemaparan dengan udara laboratorium. Oleh karena itu, semua faktor tersebut mengarahkan kepada penurunan jumlah bakteri anaerob yang diisolasi pada penelitian tersebut.