Anda di halaman 1dari 7

Pengertian Seleksi Seleksi merupakan bagian dari operasional dari manajemen sumber daya manusia yaitu pengadaan, dan

pengadaan itu terdiri dari : perencanaan, seleksi, penempatan, dan produksi.proses seleksi merupakan tahap-tahap khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima. Proses tersebut dimulai ketika pelamar kerja dan diakhiri dengan keputusan penerimaan. Proses seleksi merupakan proses pengambilan keputusan bagi calon pelamar untuk diterima atau ditolak. Banyak pertimbangan yang diperlukan untuk menerima orang yang tepat, pedoman pokok dalam mengadakan seleksi adalah spesifikasi jabatan, karena dari spesifikasilah diketahui kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan. Defenisi seleksi menurut beberapa ahli : Pengertian seleksi menurut Henry Simamora (2004:202) seleksi adalah proses pemilihan dari sekelompok pelamar, orang atau orang-orang yang paling memenuhi kriteria seleksi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada pada saat ini yang dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan menurut sondang siagian (2006:131) seleksi adalah : proses yang terdiri dari berbagai langkah spesifik, yang diambil untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima atau pelamar mana yang akan ditolak. Sedangkan pengertian seleksi menurut Casio (1992) yang dialih bahasakan oleh Marwansyah dan Muharam (2000:53) : proses identifikasi dan pemilihan orang yang paling memenuhi syarat untuk jabatan dan posisi tertentu. Berdasarkan pengertian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian seleksi adalah suatu proses memilih seseorang yang cocok untuk menempati suatu jabatan atau posisi tertentu. Ada 3 hal yang menyebabkan sleksi menjadi penting :

1. Kinerja para manjer senantiasa tergantung pada sebagian kinerja bawahannya. 2. Seleksi yang efektif penting karena biaya perekrutan dan pengangkatan pegawai tidak sedikit. 3. Seleksi yang baik itu penting karena implikasi hokum dari pelaksanaannya secara serampangan.
Proses seleksi tergantung pada 3 masukan yang akan sangat menentukan efektivitas proses seleksi yaitu : Analisa jabatan Informasi tentang analisa jabatan memberikan deskripsi jabatan, spesifikasi jabatan, dan standar standar prestasi yang disyaratkan untuk setiap jabatan Rencana rencana sumber daya manusia Rencana ini memberikan informasi kepada manajer personalia bahwa adanya lowongan pekerjaan. Penarikan Langkah penarikan diperlukan agar manajer personalia mendapatkan sejumlah orang / pelamar yang akan dipilih.

Pendekatankebijaksanaan dalam proses seleksi : Pendekatan successive Hurdles Dalam pendekatan ini dikatakan bahwa untuk berhasilnya pelamar kerja diterima dalam suatu organisasi, mulai dari berbagai persyaratan yang telah ditentukan secara bertahap , mulai dari mengisi blanko , lamaran, tes, wawancara, cek seluruh latar belakang pribadi pelamar dan pemeriksaan medis maupun pemeriksaan tersebut itulah yang disebut hurdles dan harus lulus baik secara berurutan. Pendekatan compentansatory

Pendekatan ini didasarkan pada anggapan bahwa kekurangan pada satu factor yang lain sebenarnya dapat ditutupi oleh adanya factor seleksi lain yang cukup mantap, sehingga memungkinkan pelamar tersebut dapat diterima didasarkan pada hasil menyeluruh dari tes yang dilakukan. Kerangka pikir : pemkot mkz : perencanaan tenaga kerja :mekanisme penetapan formasi pns :rekrutment dan seleksi pegawai : hasil rekrutment dan seleksi sesuai kebutuhan

Kriteria dan Teknik Seleksi kriteria dan teknik seleksi biasanya dapat dirangkum dalam beberapa kategori : 1. Pendidikan 2. Pengalaman kerja

3. Kondisi fisik

4. Karakteristik kepribadian 5. Pengetahuan 6. Kecerdasan 7. Kesehatan 8. Umur 9. Bakat 10. Jenis kelamin Sebelum organisasi memutuskan karakteristik yang akan diseleksi , organisasi seyogyanya memiliki kriteria sukses yang telah ditentukan untuk menentukan cara-cara memprediksi pelamar mana yang dapat mencapai tingkat ekspektasi, oleh karena itu ada beberapa teknik seleksi antara lain : 1. Interview 2. Tes psikologi 3. Tes mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan 4. Pusat penilaian 5. Biodata 6. Refernsi 7. Grafologi (ilmu yang berkenaan dengan tulisan tangan)

Langkah-langkah seleksi : 1. Seleksi surat-surat lamaran 2. Pengisian blanko lamaran 3. Pemeriksaan referensi 4. Wawancara pendahuluan 5. Tes penerimaan 6. Tes psikologi 7. Tes kesehatan 8. Wawancara atasan langsung

9. Memutuskan diterima atau ditolak

Penetapan jumlah pegawai : Menurut Malayu S P Hasibuan (2000:50) berpendapat bahwa penetapan jumlah pegawai harus betul-betul diperhitungkan secara cermat supaya karyawan yang akan diterima tepat sesuai dengan volume pekerjaan.menurut Hasibuan penetapan jumlah pegawai dibagi menjadi 2 metode yaitu : 1. Metode ilmiah Menurut metode ilmiah, jumlah karyawan yang akan diterima betul-betul atas perhitungan analisis beban kerja serta standar prestasi kerja.analisis beban kerja adalah penetuan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam jangka waktu tertentu . 2. Metode non ilmiah Menurut metode non ilmiah, jumlah karyawan yang dibutuhkan hanya didasarkan atas perkiraan saja, bukan atas perhitungan yang cermat dari volume pekerjaan sehingga menimbulkan kerugian. Cara seleksi Cara seleksi yang digunakan oleh perusahaan maupun organisasi dalam penerimaan pegawai baru, dewasa ini dikenal dengan 2 cara : Metode ilmiah Adalah metode seleksi yang didasarkan kepada job specification, dan kebutuhan nyta yang akan diisi, serta berpedoman kepada kriteria dan standar-standar tertentu.seleksi ilmiah mengacu kepada hal-hal antara lain : Metode yang jelas dan sistematis Berorientasi kepada prestasi kerja Berorientasi kepada kebutuhan riil karyawan Berdasarkan kepada job analysis dan ilmu social lainnya

Berpedoman kepada undang-undang perburuhan

Non ilmiah Yaitu seleksi yang dilaksanakan tidak didasarkan pada kriteria , standar, atau spesifikasi kebutuhan nyata pekerjaan atau jabatan.akan tetapi hanya didasarkan pada perkiraan dan pengalaman saja.seleksi dalam hal ini tidak berpedoman kepada uraian pekerjaan dan job specification dari jabatan yang akan diisi.unsur-unsur yang diseleksi biasanya meliputi hal-hal sebagai berikut :

Surat lamaran bermaterai atau tidak Ijazah sekolah dan daftar nilainya Surat keterangan kerja dan pengalaman Referensi atau rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya Wawancara langsung dengan pihak yang bersangkutan Penampilan dan keadaan fisik pelamar Keturunan dari pelamar Tulisan pelamar Factor-faktor yang mempengaruhi proses seleksi : Prosedur seleksi menurut Henry Simamora (2004:221) dibuat dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pegawai organisasi.kecermatan dari proses seleksi bergantung kepada beberapa faktor Konsekuensi seleksi yang salah diperhitungkan Yang mempengaruhi kecermatan proses seleksi adalah kebijakan dan sikap manajemen puncak. Waktu yang tersedia untuk mengambil keputusan seleksi cukup lama Pendekatan seleksi yang berbeda umumnya digunakan untuk mengisi posisi posisi di jenjang yang berbeda dalam organisasi Sector ekonomi dimana individu akan dikaryakan swasta, pemerintah atau organisasi nirlaba, dapat juga mempengaruhi proses seleksi.

Kendala-kendala dalam seleksi Pelaksanaan seleksi selalu ada kendalanya walaupun telah direncanakan seara cermat.hal ini terjadi karena yang akan diseleksi adalah manusia yang mempunyai pikiran, dinamika, dan harga diri.kendala-kendala itu antara lain : Tolak ukur Penyeleksi Pelamar

Tujuan seleksi Seleksi merupakan fungsi yang penting karena berbagai macam keahlian yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya diperoleh melalui proses seleksi. Tujuan dari proses seleksi adalah untuk mencocokkan orang dengan pekerjaannya dengan secara benar, sedangkan tujuan utamanya adalah untuk membuat prediksi yang akurat tentang pelamar.seleksi penerimaan pegawai baru, bertujuan untuk mendapatkan hala-hal sebagai berikut : Karyawan yang qualified dan potential Karyawan yang jujur dan disiplin Karyawan yang cakap dengan penempatan yang tepat Keryawan yang terampil dan bersemangat dalam bekerja Karyawan yang memenuhi persyaratan undang-undang perburuhan Karyawan yang dapat bekerjasama dengan baik vertical maupun horizontal Karyawan yang dinamis dan kreatif Karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi Mengurangi tingkat turnover karyawan Karyawan yang mudah dikemabangkan pada masa yang akan datang Karyawan yang dapat secara mandiri

Karyawan yang mempunyai prilaku dan budaya malu