Anda di halaman 1dari 11

ERIC WIJAYA 09.41010.0002 JEFFRY CHAYADI 09.41010.0008 HOKY AJICHAYADI 09.41010.

0009

Proposal Perancangan Sistem Pakar Diagnosa dan Solusi Penyakit pada Anjing
Proposal ini akan menjelaskan tentang pembuatan sistem pakar yang be rguna untuk mendiagnosa dan memberikan solusi terhadap penyakit-penyakit yang diderita oleh hewan anjing.

Kelompok 5

2011

Sekolah Tinggi Manajemen I nformatika & Teknik Komputer

I.

Latar Belakang Anjing (Canis lupus familiaris) adalah salah satu binatang piaraan favorit manusia.Selain dikenal sebagai sahabat manusia, anjing juga dilatih untuk

berbagai hal, mulai dari membantu tunanetra untuk berjalan (anjing pemandu), keamanan bandara (anjing militer), maupun sarana transportasi. Anjing memiliki usia yang bervariasi bergantung pada jenis rasnya. Anjing ras berukuran besar rata-rata hanya bisa hidup sampai 7-8 tahun, sedangkan anjing ras Terrier ukuran kecil bisa hidup sampai 20 tahun. Harapan hidup rata-rata anjing berukuran sedang dan anjing kampung adalah sekitar 13-14 tahun. Anjing bisa panjang umur jika diberi makanan secara benar, berolahraga, dan diajak ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan secara teratur. Pemilik anjing juga perlu mencurahkan perhatian terhadap semua kebutuhan anjing dan mencintainya sepenuh hati. Anjing rentan terhadap berbagai penyakit, mulai yang ringan-ringan hingga yang berbahaya. Beberapa penyakit di antara juga

merupakan penyakit pada manusia, tapi sebagian lainnya merupakan penyakit khusus anjing. Seperti halnya mamalia, anjing juga rentan terhadap keletihan akibat cuaca panas, udara kelembaban tinggi, atau perubahan temperatur yang drastis.

Berbagai penyakit anjing memiliki berbagai gejala yang jika tidak ditangani sesegera mungkin dapat menyebabkan sampai kematian. Berbagai gejala tersebut mulai dari muntah-muntah, lumpuh/tidak bisa berdiri, diare dan masih banyak lagi. Dengan adanya banyak gejala tersebut, sulit untuk orang awam dapat menentukan jenis penyakit yang sedang dialami anjing tersebut. Pada umumnya, kebanyakan orang langsung mencari dokter yang biasa menangani anjingnya ketika salah satu gejalanya terjadi. Namun di Surabaya, respon dokter hewan tidak terlalu sigap karena jumlah dokter yang masihsedikit dan juga sedikitnya klinik veterinarian.

II.

Tujuan Adapun tujuan yang menjadi penulisan dalam penyusunan laporan adalah sebagai berikut :membuat sistem pakar untuk mendiagnosa dan menemukan penyakit pada hewan anjing dimana saja dan kapan pun dikarenakan system pakar ini berbasis web. Sistem pakar ini diharapkan dapat membantu para pemilik anjing untuk menemukan penyakit yang diderita oleh anjingnya dengan sebelumnya user member masukan gejala-gejala penyakit yang diderita oleh anjing tersebut. Selain itu juga dengan system pakar ini kita dapat membantu melestarikan pengetahuan dari pakar , dalam hal ini dokter hewan khususnya hewan anjing.

III.

Knowledge Base Berikut knowledge base dari berbagai penaykitpada anjing.

Setelah melakukan diagnosa penyakit pada penyakit maka akan dilakukan solusi dari penyakit yang diderita oleh anjing. Berikut setiap jenis penyakit yang diderita dan solusinya: 1. Penyakit Addison anjing itu (hypoadrenocorticism) terjadi ketika kelenjar adrenal anjing Anda (masing-masing ginjal memiliki satu kelenjar) berhenti memproduksi hormon-hormon (kortisol dan aldestorone) yang diperlukan untuk mengatur natrium dalam darah. (Addison Disease Dog) Tanpa hormon ini, kadar natrium menurun menyebabkan peningkatan kalium dan tekanan darah rendah. Masalahnya adalah bahwa tingkat yang lebih tinggi kalium menghentikan jantung berdetak lebih cepat dari yang secara alami akan melakukan, seperti ketika ada kehilangan tekanan darah. Dengan detak jantung yang lebih rendah dan menurunkan tekanan darah anjing Anda bisa masuk ke shock (disebut krisis Addison). Hal ini bisa berakibat fatal. Ada beberapa obat yang tersedia untuk membantu menggantikan hormon yang hilang dari tubuh anjing anda. Contohnya termasuk Percorten V yang diproduksi oleh Novartis dan Florinef. Percorten menggantikan Aldosteron bahwa kelenjar adrenal tidak membuat. Ini adalah suntikan diberikan kira-kira setiap 28 hari. Hal ini diberikan dalam kombinasi dengan Prednisone, steroid yang diberikan kepada anjing dengan yang Addison untuk menggantikan kortisol bahwa mereka tidak memproduksi. 2. Distemper anjing atau canine distemper merupakan penyakit yang sangat menular pada anjing, ditandai dengan kenaikan suhu bifase, leukopenia, radang saluran pencernaan dan pernafasan dan sering diikuti oleh komplikasi berupa gangguan saraf pusat. (admin, 2008) Terapi dan Pencegahan dapat dilakukan dengan : Antibiotik Pemberian antibiotik dimaksudkan untuk mengatasi teerjadinya infeksi sekunder. Antibiotik yang digunakan adalah antibiotik dengan broad spectrum. Terapi cairan dan elektrolit Untuk mengganti cairan yang hilang dan mengatasi dehidrasi akibat diare atau muntah. Obat-obat sedativa dan anti konvulsi Sedativa dan anti konvulsi di berikan bila anjing meninjukkan gejala sarafi. Vaksinasi Vaksin dengan vaksin hidup dapat memberikan imunitas yang cukup dan berdurasi lama asalkan prosedur penggunaan tersebut dipatuhi,misalnya berapa kali harus diulang sebelum vaksinasi booster tahunan. Memberikan gizi yang baik agar nutrisi yang diperlukan anjing dapat terpenuhi. Dengan terpenuhinya nutrisi maka kondisi tubuh dapat terjaga dan tidak mudah terserang penyakit. Kontrol terhadap adanya endoparasit dan ektoparasit. Menjaga kebersihan lingkunagan sekitar untuk menekan serandah mungkin penyebaran virus 3. Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp.dan dapat menyerang hewan dan manusia. Bakteri ini memiliki banyak sekali jenis

sehingga sulit mendapatkan kekebalan melalui vaksinasi (Oktora, 2009). Untuk menghindari tertularnya penyakit ini dapat dilakukan vaksinasi, tapi hanya efektif untuk beberapa jenis (strain) saja. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan : Terapi Pemberian antibiotik seperti penisillin dan derivatnya, infus untuk mengatasi dehidrasi, dan kontrol muntahnya merupakan realisasi dari gangguan hati dan ginjal. Perawatan yang intensif dibutuhkan pada saat hewan menunjukkan gejala penyakit dan kemungkinan harus diberikan pengobatan setelahnya untuk mencegah hewan tersebut menjadi hewan carrier. Pencegahan dan vaksinasi Karena manusia dapat tertular maka jagalah kebersihan hewan, tempat makanan, tempat minuman, kandang dan hal-hal yang berpotensial yang dapat terkontaminasi oleh bakteri Leptospira. Vaksinasi adalah salah satu cara untuk memproteksi hewan dari infeksi Leptospira. Saat ini vaksin yang ada belum dapat memproteksi hewan dari semua strains Leptospira. Pada kucing tidak tersedia vaksin Leptospira karena infeksi pada kucing sangat jarang terjadi. Vaksin Leptospira dapat memproteksi anjing selama 6-8 bulan. Anjing dengan tingkat infeksi yang tinggi dapat dilakukan vaksinasi dua kali dalam setahun. Vaksinasi pada anjing di bawah 8 minggu sebaiknya tidak menggunakan vaksin yang mengandung Leptospira. Biasanya dokter hewan memberikan vaksinasi pertama pada anjing umur 12-16 minggu. Di karenakan infeksi Leptospira yang dapat berakibat fatal maka disarankan bagi anda yang memiliki anjing untuk berkonsultasi dengan dokter hewan anda.

4. Parvo virus adalah penyakit infeksi yang cukup sering terjadi pada anjing. Penyakit ini disebabkan oleh Canine Parvovirus type 2 (CPV 2) (Dewi, 2005). Virus ini banyak menyerang anjing muda, yaitu pada usia 6 16 minggu, namun anjing tua juga dapat terjangkit walaupun jarang. Semua ras anjing dapat terserang virus ini terutama untuk ras Rottweiler, Dobermann, Golden Retriever dan Labrador Retriever. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi Parvo Virus : Membeli anjing yang telah divaksin terhadap Parvo Induk anjing sebelum dipacak harus dilengkapi vaksinasinya, agar anakan mendapat maternal immunity yang cukup dari air susu induknya. Lingkungan tempat tinggal anjing harus selalu dijaga kebersihannya. Nutrisi dan gizi untuk anak anjing harus diperhatikan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Anakan anjing berusia di bawah 3 bulan sebaiknya tidak kontak dengan anjing lain yang belum jelas status kesehatannya.
5. Demodex merupakan penyakit kulit anjing yang disebabkan oleh Protozoa Demodek

follicularumvar.canis.atau Demodex canis. Tangau jantan berukuran lebih dari 0,25 mm, sedangkan betina 0,3 mm.

Parasit ini terdapat pada akar bulu dan terkadang dikelenjar lemak, Hampir seluruh siklus hidup parasit ini berada dikulit. Tangau dewasa yang keluar dipermukaan kulit yang mengkibatkan penularan pada anjing anjing lain. Untuk melakukan penyembuhan dari penyakit ini dapat dilakukan :

Amitras (asli) sebanyak 2 ml dicampur air gls aqua, kemudian disikat pada bagian tempat lukanya secara perlahan dengan tujuan agar kotoran yang ada dipermukaan luka lepas dan amitras dapat menyerap sampai dibawah bulu pemberian amitras ini dilakukan setiap sore menjelang magrib. Pemberian amitras ini dilakukan sampai benar benar sembuh. Untuk penyembuhan luka lukanya cukup diberikan antibiotic jenis Cefat dengan dosis 25 mg / kg berat badan..dan diberikan selama 10 hari.dengan pemberian 2 X sehari. Agar anjing tidak terlalu menggaruk yang menjadikan luka bertambah banyak, diberikan obat anti alergi yang digunakan untuk kulit, dan diberikan 2 X sehari. Untuk mematikan kutu kutu dibawah kulit, maka harus diberikan suntikan Ivermactin dengan dosis 0,2 ml/10 kg berat badan, penyuntikan ini dilakukan pengulangan3 X per 2 minggu dan mundur 2 X per 3 minggu. Untuk mempercepat kesembuhan anjing yang terkena demodex sebaiknya juga diikuti dengan penyuntikan INTRAVER 200 B12 / HEMATOPAN agar anjing tidak menjadi tress,dan menaikan stamina anjing tersebut. Bila anjing yang mengidap Demodex ini telah mengalami kesembuhan dengan tanda tanda kulit menghitam yang dilanjuti dengan kembalinya warna kulit yang sempurna, maka penyuntikan IVERMACTIN harus tetap diulang 3 X per 1 bln dan dilanjut 2 X per 3 bulan, dan 2 X 6 bulan seumur hidup. Semua ini dilakukan untuk memutus siklus perkembangan kutu demodex tersebut di dalam tubuh anjing.

6. Scabies adalah sebuah penyakit yang secara umum dapat terkena pada anjing dan kucing dewasa dan anakan kurang dari usia 6 minggu. Hampir 50% manusia juga dapat terinfeksi oleh kutu ini, penularannya melalui kontak langsung. Pada anjing dan kucing yng sensitif baru terlihat tanda dengan sering menggaruk/gatal-gatal, sumber penularan bisa terjadi lewat kandang, tempat tidur, dan sisir. Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara : Corticosteroid jangka pendek (5-7 hari) dengan dosis 1 mg/kg/hari untuk anjing yang sangat gatal. Antibiotik sistemik jika ada infeksi bakteri sekunder. Shampoyang mengandung bahan benzoyl peroxide, dapat menghilangkan kulit mati/debris. Cuku bulu jika anjing atau kucing berbulu panjang agar pengobatan lebih mudah. Komponen acarcidal seperti Ivermectin 300g/kg SC 1 minggu sekali sedikitnya 4-6 kali. Ivermectine tidak boleh diberikan untuk anjing Collie, Shetland Sheepdog, Old English Sheepdog dan mixed breed dengan ras tersebut. Juga tidak boleh untuk anjing dan kucing dibawah umur 12 minggu.

Sabun sulfur lime 2-3% 1 minggu sekali untuk 6 kali mandi jika tidak dapat menggunakan Ivermectine atau Organophospate dipping, obati 1 minggu sekali untuk 4 kali mandi. Amitraz 0.025% mandikan 2 minggu sekali sebanyak 2-4 kali mandi.

7. Eklampsia adalah penyakit di mana ada ketidakseimbangan antara menyalahkan kalsium dalam darah dan hilangnya kalsium dari tubuh. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah kalsium dalam darah dan tanda-tanda kekurangan kalsium dimulai. Terapi yang diberikan dapat berupa calcium gluconate (10%, dengan dosis 1 1,5 ml/kg BB di atas 10 20 menit) secara IV. Terapi calcium secara IV harus diikuti dengan infus calcium gluconate secara konstan (6 10 ml/kg BB di atas 24 jam), penambahan bolus calcium gluconate 10% (1,5 2 ml/kg BB setiap 6 8 jam), atau pemberian secara SC calcium gluconate 10% (1,5 ml) (Rubin dan Carr 2007). Menurut Tilley dan Smith (2000), terapi yang diberikan dapat calcium gluconate 10% dan diazepam dengan dosis 5 mg IV untuk penanganan seizure. 8. Penyakit Cushing (hyperadrenocorticism) adalah kelebihan produksi hormon kortisol oleh kelenjar adrenal yang terletak di perut dekat ginjal. Penyakit Cushing biasanya terjadi pada anjing, namun ini jarang terjadi pada kucing. Kebanyakan anjing dengan penyakit Cushing sekitar 6 tahun atau lebih tua tapi kadang-kadang penyakit Cushing terjadi pada anjing muda. Kortisol mempengaruhi fungsi dari banyak organ dalam tubuh, sehingga tanda-tanda penyakit Cushing dapat bervariasi. Beberapa tanda-tanda lebih umum dari penyakit Cushing termasuk rambut rontok, bagong penampilan, nafsu makan meningkat, dan minum meningkat dan buang air kecil yang disebut polidipsia dan poliuria (PU / PD). Rambut rontok disebabkan oleh penyakit Cushing terjadi terutama pada tubuh, hemat kepala dan kaki. Kulit biasanya tidak gatal karena dengan penyakit kulit lainnya. Jika Anda mengambil sebuah lipatan kulit pada anjing dengan penyakit Cushing, Anda mungkin memperhatikan bahwa kulit lebih tipis dari normal. Hewan peliharaan dapat memiliki pembuluh darah yang rapuh dan mudah memar. Pengobatan penyakit Cushing tergantung adrenal adalah dengan operasi pengangkatan kelenjar adrenal kanker. Tumor kelenjar adrenal dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh di mana semua kasus kanker tidak dapat dihapus oleh operasi. Pengobatan dapat diberikan sebelum operasi untuk mengurangi kadar hormon sebelum operasi. o, p'-DDD adalah bukan sebagai efektif dalam mengurangi tanda-tanda pada hewan peliharaan dengan penyakit adrenal bergantung Cushing seperti di hewan peliharaan dengan penyakit hipofisis Cushing. Trilostane mungkin efektif dalam mengendalikan tanda-tanda Cushing dalam beberapa anjing dengan tumor adrenal. 9. Penyakit anjing gila (rabies) adalah suatu penyakit menular yang akut, menyerang susunan syaraf pusat, disebabkan oleh virus rabies jenis Rhabdho virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit Rabies merupakan penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti ini sangat ditakuti serta mengganggu ketentraman hidup manusia, karena apabila sekali gejala klinis penyakit rabies timbul maka biasanya akan diakhiri dengan kematian.

Berikut solusi yang dapat dilakukan kepada anjing yang terkena rabies : Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya , maka hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negatif Rabies maka hewan tersebut harus mendapat vaksinasi Rabies sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya. Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus diusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan, setelah terlebih dahulu diberi vaksinasi Rabies. Bila hewan yang menggigit sulit ditangkap dan terpaksa harus dibunuh, maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. kandung kemih yang disebabkan oleh bakteri. diisolasi adalah Escherichia coli dan bakteri lain Streptococcus, Staphylococcus, dan Klebsiella. sering terjadi pada anjing. (Salman)

10. Cystitis merupakan radang pada Species bakteri yang paling sering meliputi Proteus, Pseudomonas, Infeksi kandung kemih atau Cystitis

Perawatan yang dapat dilakukan adalah jangan berikan makanan pada anjing sampai medapatkan perawatan dari dokter/klinik hewan. Jika pendarahan berlangsung selama lebih dari 24 jam dan belum dibawa kedokter/klinik hewan, anda harus memberi larutan glukosa pada anjing anda. Cara membuat larutan glukosa adalah campur 3-4 sendok makan bubuk glukosa dengan 500 ml air, dan berikan larutan tersebut 1-2 sendok makan (25-50 ml) setiap dua jam.

IV.

Desain Input Output

Daftar Pustaka
Addison Disease Dog. (n.d.). Retrieved September 26, 2011, from The Dog Health Guide: http://www.dog-health-guide.org/addisonsdiseasedog.html admin. (2008, Juli 17). Vet Klinik.com | Animals Health Care Center - Distemper Anjing atau canine distemper. Retrieved September 26, 2011, from Vet Klinik.com | Animals Health Care Center: http://www.vet-klinik.com/Pets-Animals/Distemper-anjing-atau-caninedistemper.html Canine Eclimpsia - Milk Fever in dogs - Pospartum Eclamsia. (n.d.). Retrieved September 26, 2011, from dog-nutrition-advice.com: http://www.dog-nutrition-advice.com/canineeclampsia.html Cushing's Disease. (n.d.). Retrieved September 26, 2011, from Washingtho State University: http://www.vetmed.wsu.edu/cliented/cushings.aspx Dewi, Y. P. (2005, Mei 3). Infeksi Parvovirus pada anjing = Kesehatan anjing - Anjing kita.com. Retrieved September 26, 2011, from Anjing kita.com: http://anjingkita.com/wmview.php?ArtID=694 Oktora, S. (2009, Mei 23). Leptospirosis pada anjing - Kesehatan - Piet Klinik Hewan 24 Jam. Retrieved September 26, 2011, from Piet | Klinik Hewan 24 jam: http://pietklinik.com/wmview.php?ArtID=21 pojoksainskomputer. (2008, Oktober 28). Sistem pakar penyakit pada anjing. Retrieved September 26, 2011, from pojoksainscomputer.com: http://pojoksainskomputer.wordpress.com/2008/10/08/sistem-pakar-diagnosa-penyakitanjing/ Salman. (n.d.). Infeksi kandung kemih info pets. Retrieved September 26, 2011, from Info Pet | Hewan adalah Sahabat Manusia: http://info-pets.blogspot.com/2011/02/infeksi-kandungkemih.html

Anda mungkin juga menyukai