P. 1
Draft Tesis Dony3

Draft Tesis Dony3

|Views: 4,999|Likes:
Dipublikasikan oleh donyprastyakesu472

More info:

Published by: donyprastyakesu472 on Sep 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2015

pdf

text

original

Jenis proyek konstruksi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

1. Proyek konstruksi bangunan gedung

Adalah proyek konstruksi yang menghasilkan tempat orang bekerja atau

tinggal. Proyek konstruksi bangunan gedung meliputi rumah, kantor,

pabrik, apartemen, dan sebagainya.

2. Proyek konstruksi non-gedung (Bangunan Sipil)

Proyek konstruksi Proyek konstruksi yang digunakan untuk

mengendalikan alam agar berguna bagi kepentingan manusia. Proyek

bangunan sipil meliputi infrastruktur jalan, jembatan, dan bendungan.

Proyek konstruksi tentunya memiliki suatu karakteristik tersendiri yang bersifat

heterogen, artinya antara jenis proyek yang satu berbeda dengan proyek lainnya

15

baik dari segi perencanaan, spesifikasi dan volume pekerjaan, komponen estimasi

biaya proyek, dan ketidakpastian dan tingkat resikonya. Pada proyek bangunan

gedung memiliki tingkat ketidakpastian, dan variasi yang lebih kecil. Hal ini

dikarenakan pada proyek bangunan gedung memiliki spesifikasi dan volum

pekerjaan yang rinci dan lengkap. Sedangkan pada proyek konstruksi non-gedung,

seperti proyek infrastruktur jalan, tidak seperti pada proyek bangunan gedung.

Dimana proyek infrastruktur jalan memiliki tingkat ketidakpastian, dan variasi

yang lebih besar. Hal ini dikarenakan spesifikasi dan volume pekerjaan yang

kurang jelas terutama untuk pekerjaan bawah tanah seperti pekerjaan subbase,

base, dan subgrade.

II.3.2. Komponen Biaya Proyek Konstruksi

Pada perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek konstruksi, komponen yang

terkait di dalamnya adalah biaya, mutu, dan waktu. Ketiga komponen tersebut

merupakan suatu batasan yang harus dipenuhi oleh kontraktor. Ketiga batasan di

atas disebut sebagai tiga kendala (triple constraint) (Ahuja; Dozzi; Abourizk,

1994).

Terkait dengan penjelasan di atas, komponen terpenting dari ketiga batasan di atas

adalah biaya. Hal ini berkaitan langsung dengan terlaksana atau tidaknya suatu

proyek. Dalam proses pelelangan pun kontraktor harus dapat mengestimasi biaya

proyek sebaik mungkin agar dapat bersaing dengan kontraktor lainnya. Hal yang

dijadikan sebagai penilaian utama dari suatu proses pelelangan proyek adalah

kontraktor yang dapat memberikan penawaran yang paling rendah diantara

kontraktor-kontraktor pesaing lainnya. Setelah proyek konstruksi dimenangkan,

maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh kontraktor adalah

mengupayakan pengawasan dan pengendalian anggaran biaya yang telah

ditetapkan dalam kontrak kontruksi sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

Rekayasa biaya konstruksi (cost engineering) adalah area dari kegiatan

engineering dimana pengalaman dan pertimbangan engineering dipakai pada

aplikasi prinsip-prinsip teknik dan ilmu pengetahuan dalam masalah perkiraan

biaya, pengendalian biaya, rencana bisnis dan pengetahuan manajemen, analisa

16

keuangan, manajemen proyek, dan perencanaan dan penjadwalan (AACE

International, 1992).

Dalam melakukan estimasi biaya proyek secara keseluruhan tentunya memiliki

komponen-komponen yang menentukan besaran total biaya proyek tersebut.

Menurut AACE Iternational Tahun 1992, struktur dari biaya konstruksi terdiri

dari dua komponen utama, yaitu biaya langsung (direct cost), dan biaya tidak

langsung (indirect cost). Secara umum struktur biaya proyek konstruksi

digambarkan sebagai berikut.

(Sumber: The Assosiation for the Advancement of Cost Engineering, 1992)

Gambar II.1. Struktur Biaya Proyek Konstruksi

Estimasi
Biaya

Biaya Langsung

Biaya Tidak Langsung

Pajak

Kondisi
Umum

Risiko

Overhead

Pekerja

Material

Peralatan

Subkontraktor

Keuntungan

Biaya tidak
terduga

17

Menurut Oberlender dan Peurifoy (2002), komponen estimasi biaya konstruksi

dalam estimasi biaya secara rinci adalah sebagai berikut:

Gambar II.2 Komponen-Kompnen Estimasi Biaya Konstruksi Dalam Estimasi

Biaya Secara Rinci

Menurut Direktorat Bina Marga dalam Panduan Analisis Harga Satuan (PAHS) (2006),

komponen estimasi biaya konstruksi adalah sebagai berikut:

Gambar II.3 Struktur Estimasi Biaya Dalam Panduan Analisis Harga Satuan

(PAHS)

Estimasi Biaya
Konstruksi

Biaya
Langsung

Biaya Material

Biaya
Peralatan

Biaya Upah
Tenaga Kerja

Biaya
Subkontraktor

Biaya Tidak
Langsung

Biaya
Overhead

Contingencies

Keuntungan
(profit)

18

Dari ketiga jenis struktur biaya konstruksi, terdapat perbedaan yang mencolok.

Pada struktur estimasi biaya yang dimiliki oleh AACE memperlihatkan lebih

detail jika dibandingkan dengan yang lainnya. Terlihat pada komponen-komponen

biaya tidak langsung, yaitu adanya pemisahan antara komponen overhead dan

kondisi umum (general condition). Sedangkan pada struktur kedua tidak terlihat

dalam komponen biaya tidak langsung yang merupakan komponen kondisi

umum. Pada struktur ketiga, biaya umum masuk ke dalam overhead.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->