Tata Cara Pembuatan SPJ

Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana Program Insentif Kementerian Negara Riset dan Teknologi dikelompokan menjadi 2 (dua), yaitu: (1) SPJ Pencairan Dana dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi; dan (2) SPJ Penggunaan Dana yang diberikan dan dipakai oleh peneliti. Pencairan dana Program Insentif dilakukan oleh lembaga tempat peneliti yang proposalnya disetujui untuk didanai berada. Dasar pencairan dana program insentif adalah surat perjanjian antara pejabat lembaga penerima atau yang mewakili dengan pejabat pembuat komitmen program insentif sesuai dengan jumlah proposal yang disetujui pada Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi tetang Penetapan Proposal Program Insentif yang Didanai. Bagi lembaga yang menerima Program Insentif Kementerian Negara Riset dan Teknologi wajib mempertanggungjawabkan dana yang diterima. Pencairan dana dilakukan melalui 3 (tiga) tahap penarikan yaitu: (1) Tahap pertama sebesar 30%, (2) Tahap kedua sebesar 50%, dan Tahap ketiga/terakhir sebesar 20% dengan masa berlakunya perjanjian selama 10 (sepuluh) bulan. Semua dana Program Insentif akan dikenaka pajak berupa PPN dan Pph yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemotongan akan dilakukan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I pada saat penagihan dana sesuai termin. Proses SPJ tersebut tentu akan menyita waktu bagi para peneliti untuk itu agar pelaksanaan penelitian/kegiatan program insentif berjalan sesuai yang diharapkan akan lebih baik bila penerima program insentif menugaskan staf administrasi yang khusus menangani SPJ terutama bagi lembaga-lembaga yang menerima program insentif lebih dari 5 (lima) proposal. Perjanjian akan dibuat sesuai dengan jumlah Program Insentif yang diterima, Program Insentif meliputi: (1) Insentif Riset Dasar; (2) Insentif Riset Terapan; (3) Insentif Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi; dan (4) Insentif Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek. 1. SPJ PENCAIRAN DANA Pencairan dana program insentif dilakukan melalui 3 (tiga) tahap penarikan yaitu: (1) Tahap pertama sebesar 30%, (2) Tahap kedua sebesar 50%, dan Tahap ketiga/terakhir sebesar 20% dengan masa berlakunya perjanjian selama 10 (sepuluh) bulan. Untuk mendukung pencairan dana tersebut perlu

TAGIHAN DANA TAHAP KEDUA: Besarnya dana yang dapat dicairkan pada tahap kedua ini adalah 50% kali total dana masing-masing program insentif yang diterima. dibuat 3 (tiga) rangkap. 6.000. 6. Perjanjian. 3.000.000. Proposal. dibuat 3 (tiga) rangkap. dibuat 3 (tiga) rangkap.-. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).untuk masing-masing pihak.-. lembar pertama bermeterai Rp. Surat Setor Pajak (SSP) PPh. 5. Berita Acara Penutupan Kas. 6. 6.. 6. lembar pertama bermeterai Rp. 6. 2 (dua) diantaranya bermeterai Rp. dibuat 3 (tiga) rangkap. Format proposal mengikuti format masing-masing jenis program insentif yang dituangkan dalam Pedoman Program Insentif. Berita Acara Prestasi Perkerjaan. 4. dibuat 3 (tiga) rangkap. dibuat 3 (tiga) rangkap. dibuat 3 (tiga) rangkap. Buku Kas (Cash Flow) pemakaian dana tahap pertama. Faktur Pajak. 9. Laporan Kemajuan. 2. 2 (dua) diantaranya bermeterai Rp. dibuat 3 (tiga) rangkap. Surat tagihan Tahap Pertama.disiapkan beberapa berkas sebagai persyaratan penagihan dana untuk setiap tahapnya. dibuat 3 (tiga) rangkap. b. 4. Laporan Keuangan pemakaian dana tahap pertama. meliputi: a. 2.000.. Surat Setor Pajak (SSP) PPN. Kwitansi tagihan Tahap Pertama. Dokumen yang wajib disiapkan untuk setiap program insentif untuk keperluan pencairan dana tahap kedua adalah: 1. 7. dibuat 3 (tiga) rangkap.untuk masing-masing pihak. 8. Dokumen yang wajib disiapkan untuk setiap program insentif untuk keperluan pencairan dana tahap pertama adalah: 1. 3. . Surat Penyampaikan Laporan Kemajuan. TAGIHAN DANA TAHAP PERTMA: Besarnya dana yang dapat dicairkan pada tahap pertaman ini adalah 30% kali total dana masing-masing program insentif yang diterima. dibuat 3 (tiga) rangkap. dibuat 3 (tiga) rangkap. Berita Acara Pembayaran. 5.

6. 8. dibuat 3 (tiga) rangkap. dibuat 3 (tiga) rangkap.7. 9.-. masing-masing dibuat 3 (tiga) rangkap. 9. dibuat 3 (tiga) rangkap. dibuat 3 (tiga) rangkap. 12. Laporan Akhir dilengkapi dan Laporan Ringkas. 12.-. dibuat 3 (tiga) rangkap. Kwitansi tagihan Tahap Kedua. dibuat 3 (tiga) rangkap. Laporan Keuangan pemakaian dana tahap kedua. c. Dokumen yang wajib disiapkan untuk setiap program insentif untuk keperluan pencairan dana tahap ketiga/terakhir adalah: 1.000. Berita Acara Pembayaran. lembar pertama bermeterai Rp. SPJ PENGGUNAAN DANA Lembaga penerima program insentif selain berkewajiban menagih atau mencairkan dana dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi juga berkewajiban mempertanggungjawabkan pemakaian dana yang diterima atas persetujuan dan atau bersama-sama dengan peneliti utama. Surat Penyampaikan Laporan Akhir.-. Surat tagihan Tahap Kedua. 2. 6. 8. lembar pertama bermeterai Rp. 6. Berita Acara Pembayaran. dibuat 3 (tiga) rangkap. TAGIHAN DANA TAHAP KETIGA/TERAKHIR: Besarnya dana yang dapat dicairkan pada tahap ketiga/terakhir ini adalah 20% kali total dana masing-masing program insentif yang diterima. 2. 4. 11.-. lembar pertama bermeterai Rp. Surat Setor Pajak (SSP) PPN. Surat Setor Pajak (SSP) PPh. Dalam mempertanggungjawabkan dana wajib mengikuti Keputusan . 7. 5. lembar pertama bermeterai Rp. Faktur Pajak. Berita Acara Penutupan Kas. Buku Kas (Cash Flow) pemakaian dana tahap kedua. 6. 3. Surat tagihan Tahap Ketiga/terakhir.000. 11. Faktur Pajak. Surat Setor Pajak (SSP) PPh. 10.000. dibuat 3 (tiga) rangkap. dibuat 3 (tiga) rangkap. dibuat 3 (tiga) rangkap. 6. Surat Setor Pajak (SSP) PPN. Kwitansi tagihan Tahap Ketiga/terakhir. Berita Acara Prestasi Perkerjaan. dibuat 3 (tiga) rangkap. 10.000.

000. Peneliti.000.(<)Rp 10.000. SSP PPN dan SSP PPh.000.000. Berita Acara Evaluasi.000.3. Honor Pelaksana yang meliputi: Peneliti Utma. Memo untuk memproses pengadaan dari Penanggung Jawab Kegiatan kepada Pejabat Pengadaan.-.(<)Rp 50.. Honor Nara Sumber yang meliputi: Nara Sumber setingkat Eselon I.000.000. c. Surat Keputusan Penetapan Pelaksana Pekerjaan.2. Undangan Penawaran . Pertanggungjawaban dana akan meliputi pertanggungjawaban pengeluaran yang sesuai dengan Rincian Anggaran Biaya (RAB) masing-masing proposal yang telah disetujui oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Surat Perintah Kerja (SPK). Pembelian langsung 2. Memo Pengajuan Pembelian Barang dari Koordinator ke pada Penanggung Jawab Kegiatan. Surat Keputusan Persetujuan Harga Hasil Negosiasi. lembar pertama bermeterai Rp.. satu copy diserahkan kepada Kementerian Negara Riset dan Teknologi sebagai lampiran saat penyampaian berkas tagihan.. Pembantu Peneliti dan Pembantu Lapangan. Berkas pertanggungjawaban dibawah dibuat masing-masing 3 (tiga) rangkap. Harga Perkiraan Sediri (HPS). lembar pertama bermeterai Rp. Penunjukan Langsung 2.-.. 5. Berita Acara Pembayaran.. d. SPJ berupa Kuitansi. Berita Acara Pemeriksaan Barang. Faktur Pajak. Faktur Pajak.Presiden Nomor: 80 Tahun 2003. b. Berita Acara Evaluasi Dokumen Kualifikasi. Berita Acara Pembukaan Penawaran. dibuat 3(tiga) rangkap. Undangan Negosiasi. Berita Acara Serah Terima Barang. Berkas-berkas yang pada umumnya harus dibuat untuk setiap mata anggaran sbb: a.000. II dan III ke bawah serta Nara Sumber Pakar.-. Surat Tagihan. Pembelian sampai dengan (<) Rp. Surat Penawaran. SPJ berupa kuitansi.000. Pembelian antara Rp. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Pengadaan Barang/Bahan/Sewa/Foto Copy/Cetak/Konsumsi dan sejenisnya dikelompokan sesuai besarnya pembelian yang meliputi: 1. 4. Kuitansi bermeterai Rp.-. Berita Acara Pembayaran. Berita Acara Penjelasan.6. Formulir Kualifikasi. tentang Pengadaan Barang dan Jasa beserta peraturan-peraturan perubahannya. Kuitansi.(<)Rp 5. 1. Memo Pejabat Pengadaan ke Pemeberi Tugas. SPJ berupa Surat Penawaran dari Perusahaan. Surat Pengiriman Barang.6.000. Surat Tagihan. .000. SSP PPN dan SSP PPh..000.-. Pembelian antara Rp. 3. 10. 1. Faktur Pajak.000.000. Berita Acara Negosiasi. SSP PPN dan SSP PPh. Berita Acara Pemeriksaan Barang. Pembelian antara Rp. Pembelian langsung 1. Perjalanan Dinas. dibuat 3 (tiga) rangkap. Surat Pengiriman Barang. Surat Perintah Kerja (SPK). SPJ yang harus dibuat meliputi: Daftar Barang yang akan dibeli. Berita Acara Serah Terima Barang.-. Isian Formulir Kualifikasi. Penunjukan Langsung 1.000.000.

-..(<)Rp 100.000. untuk setiap periode tertentu. Penutupan Kas. Pemilihan Langsung. Lelang. f.-. 50.000. 6. Buku Kas (Cash Flow) pemakaian dana. e. Mengikuti tata cara pengadaan yang telah ditetapkan dalam Keppres Nomor 80 Tahun 2003. Pembelian diatas (=) Rp 100.000.000.000. Mengikuti tata cara pengadaan yang telah ditetapkan dalam Keppres Nomor 80 Tahun 2003.5.. .000. Pembelian antara Rp.