Anda di halaman 1dari 13

Bromin atau brom (bahasa Yunani: , brmos - berbau pesing), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang

memiliki simbol Br dan nomor atom 35. Unsur dari deret kimia halogen ini berbentuk cairan berwarna merah pada suhu kamar dan memiliki reaktivitas di antara klor dan yodium. Dalam bentuk cairan, zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan. Dalam bentuk gas, bromin bersifat toksik. 1. Unsur flourin dapat diperoleh dari elektrolisis leburan KHF2 sesuai persamaan reaksi : HF(aq) + F2(g) e-HF2-(aq) Jika dihasislkan 2,24 L gas fluorin dalam waktu 965 detik pada keadaan STP, arus yang digunakan dalam proses tersebut adalah Jawab : HF(aq) + HF2-(aq) F2(g) eV = 2,24 L Mol = V : 22,4 = 2,24 : 22,4 Mol = 0,1 mol W = massa W = mol X massa molekul relative W( F2 ) = mol X Mr F2 W = 0,1 X 34 = 3,4 garam e = Mr : Val = 34 : 2 = 17 W = e.i.t : 96500 3,4 = 17.i.965 : 96500 i = 200 X 3,4 : 34 = 20 Ampere 2. Kereaktifan unsur halogen menyebabkan unsur tersebut dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain. Salah satunya dapat bereaksi dengan H2 membentuk senyawa halida. Senyawa tersebut terdiri dari HF,HCl,HBr,HI. a. urutkan kekuatan asam halida tersebut dari asam terkuat. b. Manakah yang merupakan asam terkuat dan asam terlemah. c. Mengapa asam halida tersebut paling kuat. Jawab : a. HI>HBr>HCl>HF b. HI = Asam terkuat HF = Asam terlemah c. HI adalah asam paling kuat karena ikatannya paling lemah, sehingga mudah Untuk terurai menjadi H+ dan I-. sehingga H+ yang dihasilkan banyak dan menyebabkan sifat asam pada HI. 3. Manakah reaksi yang dapat berlansung dan tidak?. Jika berlansung tulislah reaksinya dan setarakan! a. Br2( l ) + NaCl( aq ) b. Cl2( l ) + KI( aq ) c. CaCl2( l ) + F2 Jawab : a. Br2( l ) + NaCl( aq ) /

2KCl( aqb. Cl2( l ) + KI( aq ) ) + I2( g ) CaF2( aq ) + Cl2( g )c. CaCl2( l ) + F2 4. Suatu unsur halogen dapat bereaksi dengan non-logam seperti halnya pada senyawa tetraflorohidrazin, N2F4 yang berupa cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai bahan bakar dan tuliskan struktur lewisnya ! Jawab : 7N = 1s 2 2s2 sp3 gol VA electron valensi = 5 9F = 1s2 2s2 2p5 gol VIIA electron valensi = 7 Jumlah N2F4 Jumlah N X Val N = 2 X 5 =10 Jumlah F X Val F = 4 X 7 = 28 ____+ 38 FNNF FF 5. Berapa bilangan oksidasi Cl pada setiap senyawa berikut: HCl, NaOCl, Cl2, ClF3 ? Jawab : HCl = +1-1 = 0 biloks Cl = -1 NaOCl = +1-2+1 = 0 biloks Cl = +1 Cl2 biloks Cl = 0 ClF3 = +3-3 = 0 biloks Cl= +3 6. Sebutkan 5 jenis reaksi pada halogen dan berikan contohnya! Jawab : a. Reaksi dengan H2O HClO( aq ) + HBr( aqContoh : Cl2( g ) + H2O( l ) ) b. Reaksi dengan H2 2HBr( aq )Contoh : Br2( g ) + H2( g ) c. Reaksi dengan logam 2FeCl3Contoh : 2Fe + 3Cl2 d. Reaksi dengan non-logam 2ClFContoh : P4 + 6Cl2 e. Reaksi halogen dengan halogen 2ClFContoh : Cl2( g ) + F2( g ) 7. Sebutkan beberapa manfaat yang mengandung halogen ? Jawab : a. freon( CCl2F2 ) digunakan sebagai pendingin AC dan lemari Es b. DDT( diclorodifeniltricloroenata ) senyawa yang dipakai sebagai insektisida c. Metialbromida( CH3Br ) senyawa yang dipakai dalam pemadam kebakaran d. Natriumiodida( NaI ) dicampurkan dalam garam dapur sebagai sumber iodin e. kaliumklorat( KCl ) oh iya hampir kelupaan. yang ingin menjawab langsung simpan di comment yah terimakasih Kegunaan Halogen November 29, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized. add a comment

Fluorin 1. Asam flourida digunakan untuk mengukir ( mengetsa ) gelas. H2SiF6 + CaF2 + 3H2OReaksi : CaSiO3 + 8HF 2. Natrium heksafluoroksilikat ( Na2SiF6 ) digunakan untuk bahan campuran pasta gigi. 3. Natrium fluorida ( NaF ) untuk mengawetkan kayu. 4. Belerang hexafluorida ( SF6 ) sebagai insulator. 5. Kriolit ( Na3AlF6 ) sebagai bahan pelarut dalam pengolahan bahan alumunium. 6. Freon-12 ( CF2Cl2 ) sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC. 7. Teflon digunakan sebagai pada peralatan mesin. Klorin 1. Asam klorida ( HCl ) digunakan pada industri logam. Untuk mengekstrasi logam tersebut. 2. Natrium klorida ( NaCl ) digunakan sebagai garam dapur. 3. Kalium klorida ( KCl ) sebagai pupuk tanaman. 4. Amoniumklorida ( NH4Cl ) sebagai bahan pengisi batu baterai. 5. Natrium hipoklorit ( NaClO ) digunakan sebagai pengelontang ( breaching agent ) untuk kain dan kertas. Cl- + zat tak berwarnaClO + zat pewarna 6. CaOCl2/( Ca2+ )( Cl- )( ClO- ) sebagai serbuk pengelontang atau kapur klor. 7. Kalsium hipoklorit ([Ca( OCl2 )2 ] sebagai zat disenfekton pada air ledeng. 8. Kalium klorat ( KCl ) bahan pembuat mercon dan korek api. 9. Seng klorida ( ZnCl2 ) sebagai bahan pematri ( solder ). Bromin 1. Natrium bromide( NaBr )sebagai obat penenang saraf 2. Perak bromide( AgBr )disuspensikan dalam gelatin untuk film fotografi 3. Metil bromide( CH3Br )zat pemadam kebakaran 4. Etilen dibromida( C2H4Br2 )ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2. Iodin 1. Sebagai obat antiseptic 2. mengidentifikasi amilum 3. Kalium Iodat( KIO3 )ditambahkan pada garam dapur

4. Iodoform( CHI3 )merupakan zat organic 5. Perak Iodida( AgI )digunakan dalam film fotografi. Pembuatan Halogen November 29, 2009 Posted by halogengroup in Uncategorized. add a comment

1. pembuatan skala laboratorium Di laboratorium, zat-zat kimia dibuat dalam jumlah seperlunya untuk digunakan eksperimen/praktikum dengan cara yang cepat dan alat yang sederhana. Klorin, bromin, dan iodine dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO2 dalam lingkungan asam. Senyawa halide dicampurkan dengan MnO2 atau KMnO2 ditambahkan H2SO4 pekat, kemudian dipanaskan. Reaksi yang berlangsung secara umum : X2 + Mn2+ + 2H2O2X- + MnO2 + 4H+ 5X2 +10X- + 2MnO4- + 16H+ 2Mn2+ + 8H2O Senyawa klorin juga dapat dibuat dalam skala labooratorium dengan cara : o Proses Weldon Dengan memanaskan campuran MnO2, H2SO4, dan NaCl Na2SO4 + MnSO4 + H2O + Cl2Reaksi : MnO2 + 2H2SO4 + 2 NaCl o Mereaksikan CaOCl2 dan H2SO4 CaSO4 + H2O + Cl2CaOCl2 + H2SO4 o Mereaksikan KMnO4 dan HCl 2KCl + MnCl2 + 8H2O + 5Cl2KMnO4 + HCl Sifat oksidator bromin yang tidak terlalu kuat. Dalam proses industri, bromine dibuat dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam larutan bromide. Reaksi : Cl2 + Br2 +2Cl-2BrDalam skala laboratorium, bromin dibuat dengan cara : o Mencampurkan CaOCl2, H2SO4, dengan bromida. CaSO4 + H2O +CaOCl2 + H2SO4 Cl2 Br2 + 2Cl-Cl2 + 2Bro Mencampurkan KMnO4 dan HBr pekat.

o Mencampurkan bromide, H2SO4, dan MnO2. Unsur iodine dapat dibuat dengan cara. o Dengan mereaksikan NaIO3 dan natrium bisilfit. 2NaIO3 + 5N4H2SO3 3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2 o Dalam skala laboratorium pembuatan iodin analog dengan pembuatan bromin, hanya saja bromida diganti dengan iodida. Senyawa HF dan HCl dapat dibuat juga di laboratorium dengan mereaksikan garam halide ( NaF dan CaCl2 ) dengan asam sulfat pekat dan dipanaskan sesuai dengan persamaan reaksiberikut : Na2SO4 + 2HF2NaF + H2SO4 CaCl2 + H2SO4 CaSO4 +2HCl Senyawa HI dan HBr tidak dapat dibuat seperti itu karena Br- atau I- akan dioksidasi oleh H2SO4. Na2SO3 + Br2 + H2O2NaBr + H2SO$ MgI2 + MgSO3 + I2 + H2OH2SO4 HBr dan HI biasanya dibuat dengan pereaksi H3PO4. Na3PO4 + 3HBr3NaBr +H3PO4 Mg3(PO4)2 + 6HI3MgI2 + 2H3PO4 2. Pembuatan dalam industri Flourin Flourin diperoleh melalui proses elektrolisis garam kalium hydrogen flourida ( KHF2 ) dilarutkan dalam HF cair, ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu sampai 100oC. Elektrolisis dilaksanakan dalam wajah baj dengan katode baja dan anode karbon. Campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2yang terbentukakan menoksidasinya. K+ +KHF2 HF2H+ + 2F-HF2 H2Katode : 2H+ + 2eF2 +Anode : 2F- 2eUntuk mencegah kontak ( reaksi ) antara logam Na dan gas Cl2 yang terbentuk digunakan diafragma berupa monel ( sejenis campuran logam ). Pembuatan klorin Proses downs yaitu elektrolisis leburan NaCl ( NaCl cair ). Sebelum dicairkan, NaCl dicampurkan dahulu dengan sedikit NaF agar titik lebur turun dari 800oC menjadi 600oC. NaKatode : Na+ 2eAnode : 2Cl- Cl2 + 2eUntuk mencegah kontak ( reaksi ) antara logam Na dan Cl2 yang tebentuk, digunakan diafragma lapisdan besi tipis. Proses gibbs, yaitu elektrolisis larutan NaCl. Katode : 2H2O + 2e- 2OH- + H2 Cl2 + 2e-Anode : 2ClProses deacon Reaksi :4HCl + O2 2H2O Berlangsung pada suhu 430oC dan tekanan 200 atm. Hasil reaksinya teercampur 44% N2. pembuatan bromin Air laut mengandung ion bromida ( Br- ) denagn kadar 8 x 10-4.dalam 1 liter air laut dapat

diperoleh 3kilogram bromin ( Br2 ). Campuran udara dan gas Cl2 dialirkan melalui air laut. Cl2 akan mengoksidasi Br- menjadi Br. Udara mendesak Br2 untuk keluar dari larutan. 2Cl- + Br2Cl2 + 2BrBr2 dalam air dapat mengalami hidrolisis sesusai reaksi. Br2 + H2O 2 H+ + Br- + BrOUntuk mencegah hidrolissi, kesetimbangan akan digeser ke kiri dengan penambahan H+ Pembuatan Iodin 3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I22NaIO3 + 5NaHSO3 Atau : 2IO3- + 5SO42- + 3H+ + H2O +I25HSO3Endapan I2 yang terbentuk disaring dan dimurnikan dengan cara sublimasi. Catatan Tambahan! November 29, 2009 Posted by halogengroup in Uncategorized. add a comment

o Energi ikatan (X-X) : Cl2>Br2>F2>I2 F-F Cl2>Br2>I2 Fluorin tidak hanya larut tapi bereaksi juga menghasilkan asam florida (HF). o Afinitas elekton : Cl2>F2>Br2>I2 F2Cl2>Br2>I2>At2 o Jari-jari atom : F2<Cl2<Br2<I2Cl2>Br2>I2 o Kereaktifan : F2>Cl2>Br2>I2>At2 Daya pengoksidasi Halogen merupakan oksidator kuat. Daya oksidasi halogen menurun dari atas ke bawah, yaitu dari fluorin ke iodin. Sebaliknya, daya reduksi ion halida (X-) bertambah dari atas ke bawah.

Data potensial reduksi: F2 + 2e- 2F- Eo= +2,87 Volt Cl2 + 2e- 2Cl- Eo= +1,36 Volt Br2 + 2e- 2Br- Eo= +1,06 Volt I2 + 2e- 2I- Eo= +0,54 Volt Potensial reduksi F2 paling besar sehingga akn mudah mengalami reduksi dan disebut oksidator terkuat. Sedangkan terlemah adalah I2 karena memiliki potensial reduksi terkecil. Reaksi pendesakkan Berlangsungnya suatu reaksi tidak hanya ditentukan oleh potensial sel. Tetapi, berlangsung tidaknya suatu reaksi dapat dilihat dari reaksi pendesakkan halogen. Halogen yang terletak lebih atas dalam golongan VII A dalam keadaan diatomik mampu mendesak ion halogen dari garamnya yang terletak dibawahnya. Contoh: F2 + 2KCl 2KF + Cl2 F- Cl- Br- IF2 - + + + Cl2 - - + + Br2 - - - + I2 - - - 2Br- + Cl2 Br2 + ClBr2 + 2I- 2Br- + I2 Br2 + Cl- (tidak bereaksi) I2 + Br- (tidak bereaksi) (+) bereaksi (-) tidak bereaksi Reaksi-reaksi halogen a. Reaksi dengan logam Halogen bereaksi dengan sebagian besar logam mengasilkan halide logam dengan bilangan oksidasi tertinggi. Contoh : 2Al + 3Br2 2AlBr3 b. Reaksi dengan hidrogen Semua halogen bereaksi dengan hydrogen membentuk hydrogen halide (HX). H2+X2 2HX X=halogen Flourin dan klorin bereaksi dengan hebat disertai ledakan , tetapi bromine dan iodine bereaksi lambat. c. Reaksi nonlogam dan metalloid Reaksi halogen dengan fosforus, arsen, dan antimon menghasilkan trihalida jika halogennya terbatas,atau penta halide jika halogennya berlebihan . Nitrogen tidak bereaksi langsung dengan halogen. Contoh: Si+2F2 SiF4 d. Reaksi dengan hidrokarbon Halogen umumnya bereaksi dengan hidrokarbon dengan menggantikan atom hydrogen. Flourin bereaksi sangat hebat tetapi iodine tidak bereaksi. Contoh: CH4+Cl2 CH3Cl + HCl

e. Reaksi dengan air Flourin bereaksi hebat dengan air membentuk HF dan membebaskan O2. Halogen yang lainnya mengalami reaki disproporsionasi dalam air. Contoh: F2 + H2O 2HF + O2 f. Reaksi dengan basa Klorin, Bromin, dan Iodin mengalami reaksi disproporsionasi dalam basa. Jika larutan NaOH dipanaskan, maka yang terbentuk adalah NaCl dan NaclO3. 3Cl2 + 6NaOH 5 NaCl + NaClO3 + 3H2O g. Reaksi antar halogen Antarhalogen dapat bereaksi membentuk senyawa antar halogen. Reaksinya dapat dinyatakan: X2 + nY2 2XYn Sifat asam a. Asam halida (HX) Asam halida terdiri dari asam fluorida (HF), asam klorida (HCl), asam bromida (HBr), dan asam iodida (HI). Kekuatan asam halida bergantung pada kekuatan ikatan antara HX atau kemudahan senyawa halida untuk memutuskan ikatan antara HX. Urutan kekuatan asam : HF < HCl < HBr HI > HBr > HCl Senyawa HF, walaupun memiliki Mr terkecil tetapi memiliki ikatan antar molekul yang sangat kuat yaitu ikatan hidrogen sehingga titik didihnya paling tinggi. c. Asam Oksihalida Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen. Halogennya memiliki bilangan oksidasi ( +1,+3, dan +7 ) untuk Cl, Br, I karena oksigen lebih elektronegatifan. Pembentukannya : Biloks Asam oksilklorida Asam oksilbromida Asam oksiliodida +1 HClO HBrO HIO +3 HClO2 HBrO2 HIO2 +5 HClO3 HBrO3 HIO3 +7 HClO4 HBrO4 HIO4 X2O + H2O 2HXO X2O3 + H2O 2HXO2 X2O5 + H2O 2HXO3 X2O7 + H2O 2HXO4 Makin banyak Onya maka makin kuat asamnya, begitu pula oksidanya. d. Kekuatan asam Semakin banyak atom oksigen pada asam oksilhalida maka sifat asam akan semakin kuat. Hal tersebut akibat atom O disekitar Cl yang menyebabkan O pada O-H sangat polar sehingga ion H+ mudah lepas. Urutan kekuatan asam oksilhalida: HClO > HBrO > HIO Asam terkuat dalam asam oksilhalida adalah senyawa HClO4 (asam perklorat). E. PEMBUATAN HALOGEN Halogen dapat dibuat melalui reaksi antara mangan (IV) oksida atau kalium permanganat dengan asam klorida, asam bromida atau asam iodida. Reaksinya :

MnO2 + AHX Mn X2 + X2 + 2H2O. 2KMnO4 + 16 HX 2 Mn X2 + 2 KX + 5X2 + 8H2O Fluor (F) Beberapa mineral penting untuk F yaitu : CaF2 fhuspat CaF2 3Ca3 (PO4)2 garam rangkapnya adalah Ca5 (PO4)3 (F) Fluoroapatik Fluor biasanya dibuat dari K2MnF6, bisa juga dengan elektrolisis dan yang lebih praktis adalah dengan menggunakan K2MnF6 yang reaksinya sebagai berikut : K2MnF6 + 2SbF6 2KSbF6 + MnF3 + F2 Cara membuat K2MnF6 adalah dengan menggunakan KMnO4 reaksinya adalah sebagai berikut : KMnO4 + 2KF + 10HF + 3H2O2 2K2MnF6 8 H2O + 3 O2 Cara membuat SbF5 adalah dengan SbCl5 + 5 HF SbF5 + 5HCl Khlor (Cl) Cara memproduksi Cl : 1. Elektrolisa : Membuat Cl2 lebih banyak menggunakan elektrolisa NaCl. Elektrolisa 2NaCl + 2H2O 2NaOH + H2 + Cl2 2. Cara Dekon yaitu : mereaksikan HCl dengan oksigen 2HCl + O2 Cl2 + H2O 3. Cara Weldon Cara ini merupakan cara/proses yang di terapkan dalam laboratorium. Mn + HCl Cl + MnCl2 + H2O2 4. Dengan mereaksikan KMnO4 dengan HCl 2KMnO4 +16HCl 5Cl + 2MnCl2 + 2 KCl + 8H2O Brom (Br) Br2 dibuat dengan HBr + H2SO4 Br2 + SO2 + H2O. Brom terdapat sebagai bromida, dalam jumlah yang jauh lebih kecil bersama klorida. Brom juga dapat di peroleh dari air laut melalui reaksi.: 2Br- + Cl2 2Cl- + Br2 Brom adalah cairan kental, mudah bergerak, berwarna merah tua pada suhu kamar. Ia melarut dalam air & dapat bercampur dengan pelarut non polar seperti Cs2 dan CCl4. Yod (I) Iod terdapat sebagai ioda dalam air laut, dan sebagai iodat dalam garam chili (guano). Iod adalah padatan hitam dengan sedikit kilap logam. Ia menyublim tanpa meleleh pada tekanan atmosfer. I2 dapat dibuat dengan mereaksikan iodat (HIO3) dengan HI. HIO3 + H2SO4 Hl + SO2 + H2O I2 susah larut dalam air, sehingga untuk menggunakan I2 maka di larutkan dalam KI. KI (aq) + I2 (s) I3- (aq) + K (aq) KI inilah yang menyebabkan I2 larut. Ion I3- ini dikenal dengan ion polihalogenida. Iodium November 10, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized. 2 comments

IODIUM Nomor atom (Z) Konfigurasi elektron Massa atom Wujud zat Warna Titik beku (0C) Titik didih (0C) Kerapatan (g/cm3) Kelarutan dalam air (g/ml) Energi pengionan pertama (kJ/mol) Afinitas elektron (kJ/mol) Keelektronegatifan (skala Pauling) Potensial reduksi standar (volt)X2 + 2e- 2XJari-jari atom (pm) Jari-jari kovalen () Jari-jari ion (X-) () Energi ikatan X-X (kJ/mol)

53 [Kr]4d5s5p 127 padat Ungu 114 184 4,93 3 1008 -295 2,5 0,54 133 1,33 2,06 151

Sejarah

Ditemukan oleh Courtois ada tahun 1811. Iod tergolong unsur halogen, terdapat dalam bentuk iodida dari air laut yang terasimilasi dengan rumput laut, sendawa Chili, tanah kaya nitrat (dikenal sebagai kalis, yakni batuan sedimen kalsium karbonat yang keras), air garam dari air laut yang disimpan, dan di dalam air payau dari sumur minyak dan garam. Iod atau Yodium yang sangat murni dapat diperoleh dengan mereaksikan kalium iodida dengan tembaga sulfat. Ada pula metode lainnya yang sudah dikembangkan.

Sifat-sifat

Iod adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iod membentuk senyawa dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif halogen lainnya, yang kemudian menggeser iodida. Iod menunjukkan sifat-sifat menyerupai logam. Iod mudah larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu yang indah. Iod hanya sedikit larut dalam air. Iod memiliki 30 isotop yang sudah dikenali. Tapi hanya satu isotop yang stabil, 127I yang terdapat di alam. Isotop buatan 131I, memiliki masa paruh waktu 8 hari, dan digunakan dalam proses penyembuhan kelenjar tiroid. Senyawa yang paling umum adalah iodida dari natrium dan kalium (KI), juga senyawa iodatnya (KIO3). Kekurangan iod dapat menyebabkan penyakit gondok.

Penanganan

Penanganan iod harus hati-hati, karena kontak dengan kulit dapat menyebabkan luka; uap iod sangat iritan terhadap mata dan membran berlendir. Konsentrasi iod di udara yang masih diizinkan adalah 1 mg/m3 (selama 8 jam kerja per hari-40 jam seminggu).

Kegunaan

Senyawa iod sangat penting dalam kimia organik dan sangat berguna dalam dunia pengobatan. Iodida dan tiroksin yang mengandung iod, digunakan sebagai obat, dan sebagai larutan KI dan iod dalam alkohol digunakan sebagai pembalut luar. Kalium iodida juga digunakan dalam fotografi. Warna biru tua dengan larutan kanji merupakan karakteristik unsur bebas iod. Bromin November 10, 2009 Posted by halogengroup in Uncategorized. 1 comment so far

BROMIN Nomor atom (Z) Konfigurasi elektron Massa atom 35 [Ar]3d4s4p 80

Wujud zat cair Warna Merah kecoklatan 0 Titik beku ( C) -7 0 Titik didih ( C) 59 3 Kerapatan (g/cm ) 3,12 Kelarutan dalam air (g/ml) 42 Energi pengionan pertama 1140 (kJ/mol) Afinitas elektron (kJ/mol) -325 Keelektronegatifan (skala 2,8 Pauling) Potensial reduksi standar (volt) 1,06 X2 + 2e- 2XJari-jari atom (pm) Jari-jari kovalen () Jari-jari ion (X-) () Energi ikatan X-X (kJ/mol)

115 1,14 1,82 193

Sejarah

Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826, tapi belum dapat dipisahkan secara kuantitatif hingga 1860. Brom (Yunani: , brmos), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol Br dan nomor atom 35. Unsur dari deret kimia halogen ini berbentuk cairan berwarna merah pada suhu kamar dan memiliki reaktivitas di antara klor dan yodium. Dalam bentuk cairan, zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan. Dalam bentuk gas, brom bersifat toksik.

Sifat-sifat

Brom adalah satu-satunya unsur cair non logam. Sifatnya berat, mudah bergerak, cairan berwarna coklat kemerahan, mudah menguap pada suhu kamar menjadi uap merah dengan bau yang sangat tajam., menyerupai klor, dan memiliki efek iritasi pada mata dan tenggorokan. Brom mudah larut dalam air atau karbon disulfida, membentuk larutan berwarna merah, tidak sekuat klor tapi lebih kuat dari iod. Dapat bersenyawa dengan banyak unsur dan memiliki efek pemutih. Ketika brom tumpah ke kulit, akan menimbulkan rasa yang amat pedih. Brom mengakibatkan bahaya kesehatan yang serius, dan peralatan keselamatan kerja harus diperhatikan selama menanganinya. Banyak brom yang dihasilkan Amerika Serikat digunakan dalam produksi etilen dibromida, komponen pembuatan bensin bersenyawa timbal yang anti-ketukan. Namun karena timbal dalam

bensin merusak lingkungan, berarti hal ini akan mempenngaruhi produksi brom di masa yang akan datang.

Kegunaan

Brom digunakan untuk desinfektan, zat tahan api, senyawa pemurni air, pewarna, obat, pembersih sanitasi, bromida anorganik untuk fotografi (Perak bromida (AgBr)) dan lain-lain. Bromida organik juga sama pentingnya. Kegunaannya yang lain di antaranya : Natrium bromida (NaBr) sebagai obat penenang saraf, Metil bromida (CH3Br) zat pemadam kebakaran, dan Etilen dibromida (C2H4Br2) ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2 .