P. 1
Rumah Sakit Umum Pusat h Update

Rumah Sakit Umum Pusat h Update

|Views: 427|Likes:
Dipublikasikan oleh Abhoe Zar

More info:

Published by: Abhoe Zar on Sep 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

STRUKTUR ORGANISASI RSUP H.

ADAM MALIK MEDAN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester V Mata Kuliah Ekonomi Kesehatan

Oleh:
Kelompok X
1. Abu Zar (108101000006) 2. Dasyu Irmayanti (108101000060) 3. Dian Muti Sari (108101000036)

4. Lindawati (108101000051)

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIADAYATULLAH JAKARTA 1431 H/2011 M

Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan merupakan sebuah rumah sakit pemerintah yang dikelola pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara, terletak di lahan yang luas di pinggiran kota Medan. Rumah Sakit ini pernah menjadi pusat pelayanan dan penanganan korban jatuhnya pesawat Mandala Airlines sesaat setelah lepas landas dari Bandara Polonia dalam tujuannya ke Bandara Soekarno-Hatta pada 5 September 2005. Rumah Sakit H. Adam Malik mulai berfungsi sejak tanggal 17 Juni 1991 dengan pelayanan rawat jalan, sedangkan untuk pelayanan rawat inap baru dimulai tanggal 2 Mei 1992. Perkembangan RSUP H. Adam Malik

1990: Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik berdiri sebagai rumah sakit kelas A sesuai dengan SK Menkes No. 335/Menkes/SK/VII/1990

1991: Sebagai Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan SK Menkes No. 502/Menkes/SK/IX/1991 RSUP H. Adam Malik juga sebagai Pusat Rujukan wilayah Pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat dan Riau.

1993: Pada tanggal 11 Januari 1993 secara resmi Pusat Pendidikan Fakultas Kedokteran USU Medan dipindahkan ke RSUP H. Adam Malik sebagai tanda dimulainya Soft Opening. Kemudian diresmikan oleh Bapak Presiden RI pada tanggal 21 Juli 1993.

2007: Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 280/KMK.05/2007 dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dengan No.756/Menkes/SK/VI/2007 tepatnya pada Juni 2007 RSUP. H. Adam Malik telah berubah status menjadi Badan Layanan Umum (BLU) bertahap dengan tetap mengikuti pengarahan-pengarahan yang diberikan oleh Ditjen Yanmed dan Departemen Keuangan untuk perubahan status menjadi BLU (Badan Layanan Umum) Penuh.

2008: Untuk mewujudkan RSUP sebagai BLU perlu pemberdayaan dan kemandirian Instalasi dan SMF (Satuan Medis Fungsional) sehingga produktif dan efisien, dan dilakukan penyesuaian Organisasi yang didukung oleh Peraturan Menteri Kesehatan

Republik Indonesia nomor 244/Menkes/Per/III/2008 tentang Organisasi dan tata kerja RSUP H Adam Malik Medan tanggal 11 Maret 2008.

Keterangan Struktur Organisasi RSUP H. Adam Malik Medan
1. Direktur

Adapun tugas dari Direktur RSUP H. Adam Malik adalah memimpin, merumuskan kebijaksanaan pelaksanaan, membina pelaksanaan, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaaan tugas rumah sakit sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Pendidikan. Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Pendidikan mempunyai tugas mengelola pelayanan medis, asuhan dan pelayanan keperawatan pada Instalasi Rawat Jalan, Rawat Inap Terpadu A, Rawat Inap Terpadu B, Rawat Darurat, Rawat Intensif, Bedah Pusat, Kegiatan pendidikan dan pelatihan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan. Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Pendidikan membawahkan: a. Bidang Pelayanan Medis. Bidang pelayanan Medis membawahkan: - Seksi Ketenagaan dan Pengendalian Mutu Pelayanan Medis. - Seksi Pengembangan Fasilitas Pelayanan Medis. - Seksi Pemeliharaan Fasilitas Pelayanan Medis. b. Bidang Keperawatan. Bidang Keperawatan membawahkan: - Seksi Asuhan Keperawatan - Seksi Profesi Keperawatan - Seksi Logistik Keperawatan c. Bidang Pendidikan dan Pelatihan. Seksi Pendidikan dan Pelatihan membawahkan: - Seksi Pendidikan dan Pelatihan Medis;

- Seksi Pendidikan dan Pelatihan Paramedis; - Seksi Pendidikan dan Pelatihan Non Medis. d. Instalasi Rawat Jalan; e. Instalasi Rawat Inap Terpadu A; f. Instalasi Rawat Inap Terpadu B; g. Instalasi Rawat Darurat; h. Instalasi Rawat Instensif; i. Instalasi Bedah Pusat. 3. Wakil Direktur Penunjang Medis dan Penelitian. Wakil Direktur Penunjang Medis dan Penelitian mempunyai tugas menglola pelayanan penunjang medis pada Instansi Radiologi, Rehabilitasi Medis, Farmasi, Gizi, Patologi Klinik, Patologi Anatomi, Sterilisasi Pusat, Diagnostik terpadu, Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit, Kegiatan penelitian dan pengembangan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaannya. Wakil Direktur Penunjang Medis dan Penelitian membawahkan: a. Bidang Penunjang Medis. Bidang Penunjang Medis membawahkan: - Seksi Ketenagaan dan Pengendalian Mutu Penunjang Medis; - Seksi Penelitian dam Pengembangan Penunjang Medis; - Seksi Penelitian dan Pengembangan Keperawatan. b. Bidang Penelitian dan Pengembangan. Bidang Penelitian dan Pengembangan membawahkan: - Seksi Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Medis; - Seksi Penelitian dan Pengembangan Penunjang Medis;

- Seksi Penelitian dan Pengembangan Keperawatan. c. Instalasi Radiologi; d. Instalasi Rehabilitasi Medis; e. Instalasi Farmasi; f. Instalasi Gizi; g. Instalsai Patologi Klinik; h. Instalasi Patologi Anatomi; i. Instalasi Sterilisasi Pusat; j. Instalasi Diagnosis Terpadu; k. Instalasi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit; l. Instalasi Bio Elektro Medik. 4. Wakil Direktur Umum dan Keuangan. Wakil Direktur Umum dan Keuangan mempunyai tugas mengelola kegiatan kesekretariatan, perencanaan dan informasi, keuangan, akuntansi, teknik sipil, pemulasaran jenazah, tata usaha rawat pasien dan memberikan pelayanan kesekretariatan, penyusunan program dan informasi, keuangan dan akuntasi kepada semua satuan organisasi di lingkungan rumah sakit. Wakil Direktur Umum dan Keuangan Membawahkan: a. Bagian Sekretariat. Bagian Sekretariat Membawahkan: - Sub Bagian Tata Usaha; - Sub Bagian Kepegawaian; - Sub Bagian Rumah Tangga; - Sub Bagian Perlengkapan.

b. Bagian Perencanaan dan Informasi. Bagian Perencanaan dan Informasi membawahkan: - Sub Bagian Penyusunan Program dan Laporan; - Sub Bagian Rekam Medis; - Sub Bagian Hukum Dan Publikasi; - Sub Bagian Informasi dan Pemasaran Sosial. c. Bagian Keuangan. Bagian Keuangan Membawahi: - Sub bagian Penyusunan Anggaran; - Sub Bagian Pembendaharaan; - Sub Bagian Mobilisasi Dana. d. Bagian Akuntansi. Bagian Akuntansi membawahkan: - Sub Bagian Akuntansi Keuangan; - Sub Bagian Akuntansi Manajeman; - Sub Bagian Akuntansi Verifikasi.

PENGGOLONGAN UNIT PRODUKSI DAN UNIT PENUNJANG A. UNIT PRODUKSI Pelayanan medis adalah pelayanan yang diberikan RSUP H. Adam Malik terhadap pasien dalam bidang medis atau kesehatan, yaitu dalam bidang pengobatan. Adapun pelayanan medis yang dimiliki RSUP H. Adam Malik Medan adalah: 1. Instalasi Rawat Jalan terdiri dari : 13 Spesialis dan 106 Sub-Spesialisasi • • • • • • • • • • • Penyakit dalam : 10 Sub Spesialisasi. Bedah : 8 Sub Spesialisasi. Kesehatan Anak : 13 Sub Spesialisasi. Obstetri dan Ginekologi: 12 Sub Spesialisasi. Syaraf : 7 Sub Spesialisasi. - Jiwa : 9 Sub Spesialisasi. THT : 13 Sub Spesialisasi. Gigi dan Mulut : 9 Sub Spesialisasi. Mata : 10 Sub Spesialisasi. Kulit dan Kalamin : 8 Sub Spesialisasi. Kardiologi: 4 Sub Spesialisasi. Paru : 5 Sub Spesialisasi.

Bedah Syaraf

2. Instalasi Rawat Inap : 450 Tempat Tidur (TT) Instalasi Rawat Inap terdiri dari Instalasi Rindu A = 262 TT dan Instalasi Rindu B = 188 TT. a. Instalasi Rindu A terdiri dari: • • • • • Kelas Utama : 10 TT Kelas I Plus : 18 TT Kelas I : 16 TT Kelas II : 50 TT Kelas III : 168 TT

Pelayaanan yang diberikan di Rindu A meliputi pelayanan yang dilakukan oleh: * SMF Penyakit Dalam Wanita : 46 TT * SMF Penyakit Dalam Pria : 46 TT * SMF Paru – paru : 48 TT * SMF Syaraf : 46 TT * SMF Mata, THT, Gigi dan mulut, dan kulit kelamin : 48 TT * VIP A + Klas I Plus (Umum) : 28 TT b. Instalasi Rindu B terdiri dari: • • • • • Kelas Utama : 12 TT Kelas I Plus : 36 TT Kelas I : - TT Kelas II : 20 TT Kelas III : 120 TT

Pelayanan yang diberikan di Rindu B meliputi pelayanan yang dilakukan oleh: * SMF Kebidanan dan Penyakit Kandungan : 36 TT * SMF Anak : 30 TT * SMF Bedah : 74 TT * SMF Bedah : 74 TT * VIP B + Klas I Plus (Umum) : 48 TT * Kamar Bersalin 3. Instalasi Perawatan Intensif : 32 TT

• IPI Dewasa : 12 TT • IPI Anak : 4 TT • IPI Pasca Bedah : 8 TT • IPI Jantung : 8 TT 4. Instalasi Gawat Darurat a. Instlasi Bedah Pusat : 9 OK b. Instalasi Hemodialisa : 8 Unit. B. UNIT PENUNJANG 1. Pelayanan Penunjang Medis terdiri dari: a. Instalasi Diagnostik terpadu. b. Instalasi Patologi Klinik. c. Instalasi Patologi Anatomi. d. Instalasi Radiologi. e. Instalasi Rehabilitasi Medik. 2. Pelayanan Penunjang medik terdiri dari: a. Instalasi Gizi. b. Instalasi Farmasi. c. Instalasi CSSD. d. Instalasi Bio Elektro Medik. e. Instalsasi PKMRS. 3. Pelayanan Non Medis terdiri dari: a. Instalasi Tata Usaha Pasien. b. Instalasi Teknik Sipil. c. Instalasi Pemulasaran Jenazah. Unit penunjang lainnya yang ada di RUSP H. Adam Malik Medan adalah: a. Laundry Laundry adalah tempat dan sarana pencucian linen. Linen adalah item yang dicuci dengan cara mengucek. Lokasi penempatan hendaknya pada tempat yang mudah

dijangkau oleh unit yang memerlukan. Lokasi laundry sebaiknya jauh dari ruang pasien dan tidak berada di jalan lingkungan. Lantainya terbuat dari beton atau plester yang kuat, tidak licin dengan kemiringan 2-3 derajat. Yang dimaksud dengan linen adalah item yang dicuci dengan cara mengucek. Menurut bidang laundri ada linen kotor dan linen terinnfeksi serta linen yang linen ini harus dipisahkan dengan kantung yang terkontaminasi hepatitis. Pengumpulan dibedakan warnanya. Keran air bersihnya dengan tekanan yang memadai, saluran pembuangan air kotor harus cukup besar agar pembuangan air kotor cepat berlangsung. Tersedia saluran air panas, perlengkapan disinfeksi. Mesin cuci harus dapat digunakan pada bermacam-macam jenis linen. Perlu disediakan alat peniris/pemeras dan alat pengering. Ruang yang perlu disediakan adalah: - Ruang linen kotor; - Ruang linen bersih; - Gudang kereta linen; - Gudang untuk menyimpan perlengkapan bersih, perlengkapan cuci. b. Ambulance Ambulance merupakan alat transportasi yang digunakan oleh rumah sakit untuk mengangkut pasien, ataupun jenazah. Dapat dibayangkan bagaimana jika suatu rumah sakit tidak memiliki Ambulance pastilah rumah sakit ini tidak akan menjadi lengkap atau dengan kata lain menjadi janggal. Adapun persyaratan ambulance sebagai alat transportasi adalah: • • • • Kendaraan roda empat atau lebih dengan suspensi lunak; Ruangan penderita mudah dicapai dari tempat pengemudi; Tersedia tempat duduk untuk petugas di ruangan penderita; Terdapat gantungan infus minimal setinggi 90 cm di atas tempat penderita; • • • c. Gedung Gedung merupakan sesuatu hal yang penting selain adanya para pekerja di rumah sakit karena gedung merupakan tempat dilakukannya semua aktifitas. Pada mulai beroperasi, RSUP H. Adam Malik sudah memiliki gedung antara lain seperti di bawah ini: Terdapat stop kontak listrik DC 12 volt; Terdapat penerangan yang cukup; Terdapat lemari obat;

1. Instalasi Rawat Jalan : 7.000 m². Lantai I :    Poli Obst dan Gynekology Poli gigi Poli Jiwa Poli Anak Poli Kardiologi Poli Paru Poli Syaraf Poli Penyakit Dalam Poli Bedah Poli Bedah syaraf Poli Mata Poli THT Poli Penyakit Kulit dan kelamin Instalasi Rawat Inap A (300 TT ) : 9.000 m² Instalasi Rawat Inap B ( 150 TT ) : 5.254 m²

Lantai II :    

Lantai III :   

Lantai IV :   

2. Instalasi Rawat Inap  

3. Central Medical Unit (CMU) : 11.000 m² Lantai I :   Instalasi Radiologi Instalasi Hemodialisa Instalasi Diagnostik Terpadu Instalasi Patologi Klinik Instalasi Patologi Klinik Instalasi Patologi Anatomi Instalasi Rehabilitasi Medis

Lantai II :     

Lantai III :

 

Instalasi Bedah Pusat Instalasi Perawatan Intensif.

4. Instalasi Gawat Darurat : 1.000 m² 5. Farmasi, Dapur, dan Laundry : 2.100 m² 6. Instalasi Kedokteran kehakiman / Pemulasaran Jenazah : 500 m² 7. Pusat Administrasi ( Lantai I ) : 1.000 m² 8. M & E Utility : 360 m² 9. Work Shop : 500 m² 10. Asrama Perawat : 1.800 m² d. Sarana dan Prasarana lainnya yang dimiliki RSUP H. Adam Malik Medan adalah: 1. Air: Bersumber dari Perusahaan Air Minum (PAM) dengan kapasitas 20 I/detik ditambah Deep Wel dengan kapasitas 5 I/detik. 2. Listrik: Berasal dari PLN dengan kapasitas 1.730 KVA dan Generator 1.000 KVA yang dikhusukan untuk Boiler Gedung CMU dan UPS dengan kapasitas 40 KVA. 3. Taman dan Parkir yang memiliki luas: - Taman : 6.000 m² - Parkir : 8.500 m² 4. Pembuangan Limbah cair dan padat: Telah dibangun Sewage Treatment Sederhana dan Insreator dengan pengelolahannya: - Limbah Cair (Waste Water Treatment): 8 L/ detik; - Limbah Padat (Increator): 3 m³; - Limbah Radiasi: Bapetan. 5. Alat–alat lain: - AC Central untuk gedung CMU - Telekomunikasi: berupa Telephone (sambungan) dan faximile; - Instalasi gas medis dengan pengelolahannya: o Gas Central 8.000 M³

o Gas Tabung 6 M³ o Gas Tabung 2 M³ o Gas Tabung 1 M³

Daftar Pustaka

 http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18195/1/Appendix.pdf. Diakses pada tanggal 27 Desember 2010, pukul 13:08 WIB  http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Sakit_Adam_Malik. Diakses pada tanggal 27 Desember 2010, pukul 12:44 WIB

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->