P. 1
peranan RS

peranan RS

|Views: 84|Likes:
Dipublikasikan oleh Abhoe Zar

More info:

Published by: Abhoe Zar on Sep 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/07/2012

pdf

text

original

KELOMPOK 1

ABU ZAR AYU PUNARSIH FITRI AMALIA SHELLA MONICA NURMALITA SANI

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Latar belakang Masalah
• Rumah sakit bisa dilihat sebagai masyarakat kecil karena didalamnya ada kebudayaan yang mempengaruhi perilaku kebersamaan mereka, sebagai masyarakat kecil disana juga ada struktur social. • Sebuah Rumah sakit pada tingkatan kerja sehari-hari merupakan suatu organisasi yang sangat otoriter. Semua perintah dan instruktur harus dijalankan tanpa terkecuali, sering kali dengan kecepatan yang tinggi. Berkenaan dengan aktivitas rumah sakit yang bersifat mati atau hidup, maka hal itu adalah wajar , karena tindakan yang tertunda atau dilakukan dengan ceroboh akan membahayakan jiwa pasien.

Pemicu
• Salah satu penyebab terlibatnya proses peningkatan kualitas kesehatan adalah pelayanan kesehatan. • Buruknya pelayanan kesehatan terkait dengan prilaku dan profesionalisme petugas kesehatan. • Terjadinya penolakan terhadap beberapa pasien dibeberapa RS merupakan ukuran dan profesionalisme RS dan petugas kesehatan

Rumusan Masalah
• Apa saja peranan Rumah Sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan? • Apa perbedaan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Negeri dan Swasta? • Bagaimana kasus penolakan yang terjadi terjadi di RS Negeri dan Swasta? • Apa saja Faktor budaya yang mempengaruhi karakteristik pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Negeri dan Swasta? • Bagaimana solusi dari permasalahan tentang kasus penolakan yang terjadi pada Rumah Sakit baik Negeri maupun swasta?

PEMBAHASAN
A. B. C. D. Peranan Rumah Sakit Sebagai Tempat Pelayanan Kesehatan Identifikasi Perbedaan Pelayanan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Negeri dan Swasta Identifikasi Kasus Penolakan yang Terjadi di Rumah Sakit Negeri dan Swasta Faktor-Faktor Budaya yang Mempengaruhi Karakteristik Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Negeri dan Swasta Solusi Untuk Mengatasi Kasus Penolakan yang Terjadi pada Rumah Sakit Baik Negeri Maupun Swasta

E.

Peranan Rumah Sakit Sebagai Tempat Pelayanan Kesehatan (1)
• tempat dilaksanakannya pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai lapisan • membantu pemerintah menjalankan program-program kesehatan

Peranan Rumah Sakit Sebagai Tempat Pelayanan Kesehatan (2)
- kendala yang membuat rumah sakit tidak berfungsi sebagaimana mestinya adalah visi dan misi rumah sakit itu sendiri biaya dan pemerataan - Tantangan utama dalam manajemen mutu dan manajemen biaya layanan kesehatan adalah bagaimana menyelenggarakan layanan yang bermutu dengan biaya yang masih dalam batas kemampuan masyarakat

Identifikasi Perbedaan Pelayanan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Negeri dan Swasta
• Pada pembahasan kali ini kami mengambil Rumah Sakit Pondok Indah sebagai contoh rumah sakit swasta dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sebagai contoh rumah sakit negeri. • Berdasarkan visi dan misinya tipe pelayanan kesehatan yang terjadi pada rumah sakit negeri, dalam hal ini RSCM, akan menerima pasien dari semua lapisan masyarakat. Sedangkan RS Pd. Indah, pelayanan baik diimbangi dengan penetapan tarif yang tinggi • RSCM bersedia menyediakan fasilitas pada aktifitasaktifitas yang berhubungan dengan dunia pendidikan dan litbang. Sedangkan RS Pd. Indah belum menyediakannya.

Identifikasi Kasus Penolakan yang Terjadi di Rumah Sakit Negeri dan Swasta

1. Rumah Sakit Swasta • Kasus penolakan yang terjadi dirumah sakit swasta dikarenakan pasien yang datang termasuk golongan pasien yang kurang mampu. Rumah sakit swasta ini lebih cenderung bersifat materialistik, hanya orang-orang golongan atas yang bisa memasuki rumah sakit ini.

Identifikasi Kasus Penolakan yang Terjadi di Rumah Sakit Negeri dan Swasta (2)

2. Rumah Sakit Negeri • kasus penolakan yang terjadi di Rumah Sakit negeri disebabkan oleh karena tidak tersedianya ruang perawatan yang kosong.

Faktor-Faktor Budaya yang Mempengaruhi Karakteristik Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Negeri dan Swasta
• Ekonomi Pada rumah sakit swasta biaya yang dibebankan pada tiap pasien mahal. Sedangkan pada rumah sakit negeri penolakan terjadi karena rumah sakit tidak dapat melengkapi fasilitas sesuai dengan standar yang ada. Organisasi sosial Pihak yang berwenang membuat visi dan misi rumah sakit yang akan mempengaruhi karakteristik pelayanan kesehatan pada setiap rumah sakit baik swasta maupun negeri. Teknologi Penolakan yang terjadi dirumah sakit negeri karena kurangnya fasilitas yang memadai, Sedangkan untuk rumah sakit swasta, karena lengkapnya fasilitas yang mereka gunakan menyebabkan semakin mahalnya biaya perawatan

Solusi Untuk Mengatasi Kasus Penolakan yang Terjadi pada Rumah Sakit Baik Negeri Maupun Swasta
• • Sebaiknya pemerintah memberikan subsidi agar rumah sakit tersebut dapat menambah fasilitas terutama daya tampung pasien. Sebaiknya pihak dari Rumah Sakit swasta bisa benarbenar menerapkan RUU Pemerintah seharusnya merencanakan cost containment tanpa mengorbankan mutu dan keterjangkauan atau pemeratan layanan Mengembangkan kesadaran akan mutu Mengembangkan cara-cara untuk meningkatkan pembiayaan layanan kesehatan Pemerataan layanan harus terus ditingkatkan.


• • •

Kesimpulan
• • Rumah sakit bisa dilihat sebagai masyarakat kecil karena didalamnya ada kebudayaan yang mempengaruhi perilaku kebersamaan mereka, sebagai masyarakat kecil disana juga ada struktur social. Berdasarkan dalam kacamata antropologi Rumah Sakit Negeri tergolong rumah sakit nonprofit yang berfungsi sosial, sedangkan Rumah Sakit Swasta tergolong rumah sakit profit yang berfungsi industri. Ada beberapa faktor-faktor budaya yang mempengaruhi karakteristik pelayanan kesehatan diantaranya: Ekonomi, Teknologi Organisasi Sosial Adapun solusi untuk mencegah penolakan-penolakan terhadap pasien oleh pihak rumah sakit diantarnya: – pemerintah memberikan subsidi yang lebih besar kepada rumah sakit negeri – pihak dari Rumah Sakit swasta bisa benar-benar menerapkan RUU Rumah Sakit yang telah ditentukan – Pemerintah seharusnya merencanakan cost containment tanpa mengorbankan mutu dan keterjangkauan atau pemeratan layanan – Mengembangkan cara-cara untuk meningkatkan pembiayaan layanan kesehatan – Mengembangkan kesadaran akan mutu – Pemerataan layanan harus terus ditingkatkan

Daftar Pustaka
• Anderson, Foster.1986.Antropologi Kesehatan. Jakarta : UI press • http://www.depkes.go.id/index.php?option=news &task=viewarticle&sid=498&Itemid= • //www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2003/03/2 6/brk,20030326-23,id.html • http://www.rspondokindah.co.id • http://rscmgedunga.com/index.php?option=com _content&view=category&id=56&Itemid=67

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->