Anda di halaman 1dari 42

Buka Mata Buka Telinga

[BMBT] teRORis bikin miRis

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari
kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan
musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya;
sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan
dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
(QS. Al Anfaal, 8 : 60)

Miris.. miris banget hati ini nge-denger berita tentang penangkapan *kata mereka*
teroris...
yang ditangkap *kalo kita lihat sekilas* adalah masih saudara kita juga, sesama
muslim.. masih satu tubuh dengan kita...
Apakah mereka benar2 memperjuangkan sesuatu yang benar?
Apakah mereka benar2 menjalankan syariat islam?
Apakah mereka benar2 islam?
Apakah mereka benar?

Setahu aku, dalam islam sama sekali tidak di ajarkan kekerasan, yang ada hanyalah
bentuk perlawanan dari kekerasan yang diterima dari musuh islam... artinya kita
melawan jika kita dilawan... tetapi, bagaimana dengan mereka yang di tangkap dan
diculik hingga di cap sebagai teroris???

Teroris.. saat ini sudah menjadi sebuah istilah yang menakutkan.. siapakah sebenernya
yang menjadi teroris??
Aku dan keluarga ku berusaha menjalankan hidup ini dengan nilai2 islam yang ada
dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah... kenapa ada perasaan takut utk melakukan ini yah?
Jadi siapakah sebenarnya yang teroris???
Kenapa aku merasa takut utk menunjukkan ke-islam-an ku melalui penampilan ku...
Jadi siapakah sebenarnya yang teroris???
Mereka yang menyerang dan memulai peperangan.. mereka yang membuat dunia ini
dikecam ketakutan... Jadi siapakah sebenarnya yang teroris???
kenapa kita mesti takut kepada mereka??

ya Allah... jadikanlah hamba sebagai seorang yang takut hanya dan hanya kepada MU..
ya Allah... jadikanlah hamba sebagai pejuang agama MU...
ya Allah... jadikanlah hamba sebagai orang yang hidup dalam kemuliaan islam dan
mati dalam menegakkan agama MU...

istriku dan anakku..


jika suatu saat mereka menculik atau menangkap aku... tidak lain itu hanya sebuah
fitnah.. karena aku bukan teroris... aku hanya manusia biasa.. hamba Allah yang
mencoba belajar dan kembali menegakkan Al-Qur’an dan As-Sunnah..

http://orido.wordpress.com 1
Buka Mata Buka Telinga

Links:
[irhab [terorisme] yang dipopulerkan oleh amerika serikat]
http://www.almanhaj.or.id/content/1343/slash/0
[hukum menjuluki orang-orang multazim dengan sebutan fundamentalis atau teroris]
http://www.almanhaj.or.id/content/1338/slash/0
[hukum berkenaan dengan masalah terorisme di negara-negara islam dan sekitarnya]
http://www.almanhaj.or.id/content/1258/slash/0
[seputar issu terorisme]
http://www.almanhaj.or.id/content/1663/slash/0
[terorisme sebab-sebab dan penanggulangannya serta sikap seorang muslim dalam menghadapi
fitnah zaman]
http://www.almanhaj.or.id/content/1942/slash/0
[ahlus sunnah dan terorisme]
http://www.almanhaj.or.id/content/1814/slash/0
[ada sebagian orang yang bersikap ekstrim dan tidak meletakkan permasalahan pada
tempatnya]
http://www.almanhaj.or.id/content/1761/slash/0
[hukum pemboman di negara-negara islam dan sekitarnya, apakah termasuk jihad fi sabilillah ?]
http://www.almanhaj.or.id/content/1386/slash/0

beRita terkait:

detasemen khusus 88
http://id.wikipedia.org/wiki/Detasemen_Khusus_88
memberantas terorisme dengan segala daya
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0706/12/taj01.html
tpm bantah kasus poso terkait jamaah islamiyah
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/01/17/brk,20070117-91473,id.html
australia: abu dujana telah tertangkap
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0706/12/sh01.html
densus 88 geledah rumah tersangka arif syaifudin
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/densus-88-geledah-rumah-
tersangka-arif-syai.html
densus 88 bekuk anak buah abu dujana di sleman
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2007/06/11/brk,20070611-
101686,id.html

-perbanyakamalmenujusurga-

http://www.almanhaj.or.id/content/1343/slash/0

Irhab [Terorisme] Yang Dipopulerkan Oleh Amerika Serikat

Jumat, 11 Februari 2005 11:16:25 WIB

IRHAB [TERORISME] YANG DIPOPULERKAN OLEH AMERIKA SERIKAT

Oleh

http://orido.wordpress.com 2
Buka Mata Buka Telinga

Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi

Pertanyaan.
Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi ditanya : Bagaimana pendapat Syaikh tentang istilah
irhab (terorisme) yang dipopulerkan Amerika Serikat ?

Jawaban.
Mengenai irhab, kami beberapa hari yang lalu (Ahad, 5 Desember 2004) telah
menyampaikan Tabligh Akbar di masjid Istiqlal Jakarta. Semuanya berbicara seputar
irhab.

Irhab adalah istilah Islam. Akan tetapi (telah) digunakan oleh Amerika Serikat dengan
makna yang berbeda, yaitu merusak. Sebuah makna yang tidak dikehendaki oleh Islam.

Allah berfirman.

Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan
itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang
kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu
nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalas kepadamu dan kamu tidak akan
dianiaya (dirugikan) [Al-Anfal : 60]

Sekarang irhab dimaknai dengan merusak, ekstrim dan radikal. Memang perbuatan
seperti ini ada di kalangan kaum muslimin (sebagaimana juga tedapat pada umat
agama lain). Akan tetapi, cara mengatasinya lewat politik dan militer (atau terror yang
lebih besar dan lebih keji) bukan secara ilmiah dan syar’i. (Demikian) ini adalah
kekeliruan tidak menyelesaikan masalah, (tetapi) justru menambah rumit masalah,
yaitu dengan menekan dan menindas kaum muslimin baik dalam tataran individu,
organisasi dan Negara.

Berbagai macam pertemuan, konferensi dan mu’tamar telah diadakan. Hasilnya, para
ahli menetapkan bahwa harus dibedakan antara irhab (dalam arti terorisme) dengan
membela negeri yang dijajah. Akan tetapi untuk melakukan perlawanan ini diperlukan
adanya kemampuan dan kesiapan, baik iman, agama, militer, dan sebagainya. Bukan
sekedar emosi dan semangat. Sebab jika tidak, maka hal ini semakin menambah
menyimpangnya umat Islam, dan semakin menambah beratnya cengkeraman orang
kafir terhadap Islam.

[Sesi dialog dari ceramah Syaikh Ali Hasan Al-Halabi tgl 9 Desember 2004 di Masjid
Kampus IAIN Surabaya]

IRHAB MENURUT ISTILAH ISLAM

Islam dan terorisme, dua kata yang saat ini sedang mengemuka di tengah masyarakat,
telah melengkapi kamus pemikiran dan pemahaman yang menakutkan. Terlebih bagi
kelompok yang masih dihinggapi Islamophobia, seakan dua kata itu ibarat dua mata
uang yang tidak bisa dipisahkan. Sungguh pemahaman ini sangat keliru dan tidak
memiliki dasar argument.

http://orido.wordpress.com 3
Buka Mata Buka Telinga

Fakta sejarah membuktikan, wajah Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad
Shallallahu’alaihi wa sallam tidaklah seperti digambarkan oleh sebagian orang yang
picik memandang Islam. Karena Islam datang dengan membawa kelemah lembutan,
memberikan kedamaian dan membebaskan manusia dari perbudakan dan penindasan
antar manusia. Maka bagaimana mungkin Islam memunculkan benih keresahan dengan
menebarkan teror ke tengah masyarakat ?

Islam mengakui, kata irhab menurut tinjauan syari’at, pada asalnya bukanlah kata
yang dibenci. Bahkan ia merupakan kata yang mendapat porsi makna tersendiri di
dalam syari’at dan di dalam Al-Qur’an.

Allah berfirman.

Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan
itu) kamu menggetarkan (membikin irhab pada) musuh Allah” [Al-Anfal : 60]

Rasa gentar dan takut yang menyelinap di hati para musuh Islam, adalah ketakutan
luar biasa, yang difirmankan Allah.

Artinya : Kelak aku jatuhkan rasa takut ke hati orang-orang kafir [Al-Anfal : 12]

Dan juga disabdakan oleh Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam.

Artinya : Aku ditolong dengan rasa takut (yang ditanamkan kepada musuh) sejak
sebulan perjalanan

Jadi, kata irhab menurut istilah Islam yang Qur’ani bukanlah irhab dalam kenyataan
yang terjadi akhir-akhir ini, dan bukan pula irhab dalam kejadian mencekam yang
problematis sekarang ini.

Sebab, irhab menurut konteks kekinian dan opini yang dikembangkan sekarang ini,
identik dengan kerusakan ; perusakan, pembunuhan membabi buta dan peledakan
yang dilakukan secara ngawur, tanpa dasar petunjuk, bayyinah (bukti nyata) serta
bashirah (ilmu) sama sekali. Sungguh, pemahaman irhab seperti ini bertentangan
dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.

Demikian sebagian konklusi ceramah para masyayaikh dari Yordania [Syaikh Ali bin
Hasan Al-Halabi, Syaikh Salim bin Id Al-Hilali, Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu Nashr
dan Syiakh Masyhur bin Hasan Salman] di Masjid Raya Istiqlal Jakarta, Ahad 22 Syawal
1425H bertepatan 5 Desember 2004

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edidi 11/Tahun VIII/1425H/2005M. Rubrik Soal-Jawab


yang diangkat dari sesi dialog dari ceramah Syaikh Ali Hasan Al-Halabi tgl 9 Desember
2004 di Masjid Kampus IAIN Surabaya dan Liputan Khusus]

http://orido.wordpress.com 4
Buka Mata Buka Telinga

http://www.almanhaj.or.id/content/1338/slash/0

Hukum Menjuluki Orang-Orang Multazim Dengan Sebutan Fundamentalis Atau


Teroris

Senin, 7 Februari 2005 10:35:22 WIB

HUKUM MENJULUKI ORANG-ORANG MULTAZIM DENGAN SEBUTAN FUNDAMENTALIS ATAU


TERORIS
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Pada masa ini telah santer julukan
buat kaum muslimin yang berkomitmen terhadap agama dengan beragam julukan
seperti kaum fundamentalis, teroris, orang-orang yang memiliki pemikiran yang picik,
dan semisal itu, bagaimana pendapat syaikh mengenai hal ini ?

Jawaban.
Menurut pendapat saya, tidak aneh bila para pelaku keburukan menjuluki para pelaku
kebaikan dengan berbagai julukan jelek yang mereka hembuskan. Allah Subhanahu wa
Ta’ala telah berfirman di dalam surat Al-Muthafifin.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di
dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang beriman
lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila
orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan ;
‘Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat” [Al-Muthafifin : 29-32]

Dan tidak ada yang terselubung bagi orang yang membaca Al-Qur’an julukan yang
diberikan oleh musuh-musuh para Rasul terhadap rasul-rasul mereka berupa julukan-
julukan yang jelek. Allah berfirman.

“Artinya : Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang
sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan , “Ia adalah seorang tukang sihir atau
orang gila” [Adz-Dariyat : 52]

Semua orang-orang kafir yang para rasul diutus kepada mereka menjuluki para Rasul
mereka tersebut dengan julukan tukang sihir dan orang gila. Nabi kita, Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sendiri sebagaimana yang telah kita maklumi mengalami
hal itu dari orang-orang Kafir Quraisy dan selain mereka. Mereka mengatakan, “tukang
sihir”, “pendusta”, “orang gila” dan penyair”. Semua ini dimaksudkan agar orang-
orang lari dari beliau dan manhaj yang beliau bawa.

Oleh karena itu, tidaklah merupakan hal yang aneh lagi bila mereka-mereka yang jauh
dari Islam tersebut memberikan julukan yang beragam ini kepada siapa saja yang
berpegang teguh kepada Islam seperti berpikiran picik, ekstrim dan semisalnya.

http://orido.wordpress.com 5
Buka Mata Buka Telinga

Adapun terhadap mereka yang mengatakan, “mereka itu adalah kaum fundamentalis”,
sebenarnya tujuannya adalah untuk tidak melabelkan Islam kepada mereka karena
Islam itu pada dasarnya dicintai oleh jiwa, sementara yang mereka maksud (tujuan
asalnya) adalah terhadap kaum fundamentalis itu. Sekalipun demikian, kita tegaskan ;
jika orang yang berpegang teguh dengan Islam itu adalah seorang fundamentalis, maka
kamilah kaum fundamentalis itu.

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama
Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]

http://www.almanhaj.or.id/content/1258/slash/0

Hukum Berkenaan Dengan Masalah Terorisme Di Negara-Negara Islam Dan


Sekitarnya

Sabtu, 25 Desember 2004 09:10:44 WIB

HUKUM BERKENAAN DENGAN MASALAH TERORISME DI NEGARA-NEGARA ISLAM DAN


SEKITARNYA
Oleh
Majelis Haiah Kibaril Ulama

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, segala kemenangan diperuntukkan bagi
orang-orang, bertakwa, dan permusuhan hanya bagi orang-orang yang zhalim. Semoga
shalawat dan salam serta barakah tercurah kepada makhluk yang paling mulia, yaitu
Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, para shabat dan orang-orang yang
mengikuti petunjuk beliau hingga akhir zaman.

Sesungguhnya majelis Haiah Kibarul Ulama pada daurah ke 32 yang bertempat di Thaif
yang dimulai tanggal 12-18 Muharram 1409H, membahas tentang kabar tentang
terjadinya beberapa pengrusakan yang menewaskan banyak orang-orang yang tidak
bersalah, hilangnya harta yang tidak sedikit, hancurnya fasilitas-fasilitas umum di
negeri-negeri Islam dan sekitarnya. Hal ini dilakukan oleh sekelompok orang yang
imannya tipis atau memiliki jiwa yang sakit serta rasa iri hati.

Contoh-contoh dari kejahatan mereka : Peledakan bangunan-bangunan serta


membakar fasilitas-fasilitas umum, menghancurkan barang-barang dagangan,
pemboman serta pembajakan pesawat-pesawat. Kalau diperhatikan dengan seksama
berdasarkan beragam peristiwa yang terjadi baik di negara-negara yang dekat ataupun
yang jauh, bahwasanya Saudi Arabia dan negara-negara lainnya merupakan sasaran
dari semua ini.

Maka majelis Haiah Kibarul Ulama melihat betapa pentingnya menetapkan hukum atas
para pelaku pengrusakan tersebut. Baik yang menjadi sasaran dari pengrusakan itu
tempat-tempat umum dan fasilitas negara ataupun yang lainnya dengan maksud murni
kejahatan dan menghilangkan rasa aman.

http://orido.wordpress.com 6
Buka Mata Buka Telinga

Majelis ulama telah meneliti dengan seksama dari apa yang disampaikan oleh para ahli
ilmu, bahwasanya syariat mencakup secara menyeluruh menetapkan wajibnya
mempertahankan lima hal yang sangat penting dan mengambil berbagai tindakan
untuk menjaganya, lima hal tersebut adalah agama, nyawa, kehormatan, akal dan
harta.

Majelis ulama telah memiliki gambaran akan bahaya-bahaya besar yang akan timbul
akibat menzhalimi jiwa-jiwa, kehormatan-kehormatan kaum muslimin dan harta
mereka serta akibat yang ditimbulkan oleh pengrusakan-pengrusakan, seperti tidak
adanya rasa aman dalam suatu negara, maraknya kekerasan dan kekacauan, serta
ketakutan kaum muslimin atas diri serta harta mereka.

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjaganya bagi manusia agama, diri, jiwa,
kehormatan, akal pikiran, serta harta benda mereka dengan batas-batas yang telah
disyariatkanNya yang dengannya akan tercipta rasa aman.

Hal tersebut telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firmanNya.

"Artinya : Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israil, bahwa :
barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh)
orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan
dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan
seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia
semuanya" [Al-Maidah : 32]

Dan firmanNya.

"Artinya : Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan


RasulNya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau
disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang
dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan
untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar" [Al-Maidah :
33]

Menegakkan tersebut merupakan jaminan akan tersebarnya rasa aman serta rasa
damai, tidak akan ada keinginan bagi masing-masing individu untuk melakukan
kejahatan ataupun kezhaliman atau kaum muslimin.

Jumhur ulama telah sepakat bahwa hukum terror yang dilakukan di suatu kota, atau
tempat lainnya, sama saja sebagaimana firman Allah.

"Artinya : Mereka melakukan kerusakan di muka bumi"

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia
manarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya,
padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu),
ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-
tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan" [Al-Baqarah : 204-

http://orido.wordpress.com 7
Buka Mata Buka Telinga

205]

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya …." [Al-A'raf : 56]

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata : "Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang untuk


melakukan keruskan di muka bumi serta hal-hal yang bisa menjadikannya rusak setelah
Allah memperbaikinya, karena jika semuanya berjalan dengan baik (lurus) kemudian
terjadi kerusakan setelah itu maka hal tersebut akan lebih berbahaya bagi manusia,
karena itulah Allah melarang hal tersebut".

Al-Qurthubi Rahimahullah berkata : "Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang segala bentuk


pengrusakan (baik sedikit ataupun banyak) setelah adanya perbaikan (sedikit atau
banyak), berlaku secara umum menurut pendapat yang paling benar".

Berdasarkan apa yang telah dijelaskan di atas, bahwasanya perbuatan-perbuatan


mereka itu melebihi tindakan kaum muharibin yang melakukan hal tersebut,
mempunyai tujuan-tujuan khusus dalam mencapai maksud mereka, seperti harta dan
kehormatan. Sedangkan mereka bertujuan membuat keributan (kegoncangan),
melemahkan persatuan manusia serta menyesatkan aqidah umat dan memalingkannya
dari manhaj rabbani.

Berdasarkan hal tersebut majelis ulama secara ijma menetapkan.

Pertama.
Orang yang telah pasti (secara syariat) terbukti melakukan suatu bentuk kerusakan di
muka bumi yang membuat suatu kekacauan dengan cara menzhalimi jiwa dan harta
secara umum atau khusus seperti meledakkan bangunan orang-orang miskin, masjid,
sekolah-sekolah, rumah sakit, pabrik-pabrik, jembatan, gudang senjata dan gudang air,
proyek-proyek umum milik baitul mal seperti ; pipa minyak, peledakan pesawat
ataupun membajaknya dan semisalnya, bahwasanya hukuman yang pantas baginya
hanyalah hukuman mati sesuai dengan dalil-dalil yang telah lewat, bahwasanya halal
darah orang yang telah melakukan suatu bentuk kerusakan, sebab orang-orang yang
melakukan perbuatan tersebut lebih berbahaya dan lebih pantas ditakuti dari pada
orang yang menggunakan cara singkat dengan menzhalimi seseorang, membunuh,
ataupun merampas hartanya. Itu adalah hukum yang telah Allah tetapkan seperti yang
tercantum dalam ayat Al-Hirabah (pengrusakan).

Kedua.
Bahwasanya sebelum menjatuhkan hukuman seperti yang telah dijelaskan di atas
wajib bagi mahkamah syari'ah dan majelis khusus serta mahkamah tinggi meminta
klarifkasi tentang perbutannya tersebut sehingga tidak salah dalam menjatuhkan vonis
dan menumpahkan darah orang yang tidak berdosa dan untuk menjalankan prosedur
hukum yang berlaku di negeri ini berkaitan dengan investasi terhadap aksi-aksi
kejahatan.

Ketiga.
Majelis ulama berpendapat agar hukuman disebar luaskan kepada masyarakat umum

http://orido.wordpress.com 8
Buka Mata Buka Telinga

melalui media massa.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mencurahkan shalawat dan salam kepada hamba
serta RasulNya Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

[Majelis Haiah Kibarul Ulama. Majalah Mujamma' Fiqh Islami, edisi ke 2 halaman 181,
Keputusan no. 148. dicetak dari Daurah (pertemuan) ke-32, 12 Muharram 1409H]

[Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi Indonesia
Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin Said Ali Sufran Al-
Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia]

http://www.almanhaj.or.id/content/1663/slash/0

Seputar Issu Terorisme

Senin, 14 Nopember 2005 08:33:22 WIB

SEPUTAR ISSU TERORISME


Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-Atsary

Tema seputar irhab (terorisme) menjadi pembicaraan hangat di setiap lapisan


masyarakat dan ittijahat (berbagai pihak dengan berbagai kepentingannya). Setiap
Negara memperbincangkannya, baik negara Islam atau bukan. Semua orang juga
berbicara tentang irhab. (Begitu pula) orang-orang Islam dan non-muslim, anak-anak,
dewasa dan wanita. Mereka semua membicarakannya. Sehingga, perlu disampaikan
sebuah pernyataan yang menyejukkan dan menentramkan yang dapat menjelaskan
duduk permasalahan yang sebenarnya.

Kata irhab menurut tinjauan syari’at pada asalnya bukanlah kata yang dibenci. Bahkan
ini merupakan kata yang mendapat porsi makna tersendiri di dalam syari’at dan di
dalam Al-Qur’an. Allah berfirman.

“Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan
itu) kamu menggetarkan (membikin irhab pada) musuh Allah” [Al-Anfal : 61]

Rasa gentar dan takut yang menyelinap di hati para musuh Islam, adalah ketakutan
luar biasa, yang difirmankan Allah.

“Artinya : Kelak Aku jatuhkan rasa takut ke hati orang-orang kafir” [Al-Anfal : 12]

Dan juga disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Aku ditolong dengan rasa takut (yang ditanamkan kepada musuh) sejak
sebulan perjalan” [Hadits Riwayat Bukhari]

http://orido.wordpress.com 9
Buka Mata Buka Telinga

Jadi, kata irhab menurut istilah Islam yang Qur’ani bukan irhab dalam kenyataan yang
terjadi akhir-akhir ini, dan bukan pula irhab dalam kejadian mencekam yang
problematis sekarang ini.

Sebab irhab menurut konteks kekinian dan menurut peristiwa problematis sekarang ini
, identik dengan kerusakan, perusakan, pembunuhan membabi buta dan peledakan
yang dilakukan secara ngawur, tanpa dasar petunjuk, bayyinah (bukti nyata) serta
bashirah (ilmu) sama sekali. Akan tetapi hanya berdasarkan dorongan semangat dan
emosi semata. Dengan dalih, sebagai pembelaan dan kecintaan terhadap agama.
Namun tidak semua orang yang mencintai agama, dapat melaksanakan agama dengan
baik dan benar. Ibnu Mas’ud mengatakan :”Betapa banyak orang yang menginginkan
kebaikan, namun tidak dapat meraihnya”.

Demikianlah,sesungguhnya prinsip dan asas Islam dalam jihad bertumpu pada


perbaikan dan penyebaran hidayah, bukan penghancuran, pembunuhan atau
peperangan, namun bermisi menebarkan hidayah kepada manusia, mengeluarkan
mereka dari kegelapan menuju cahaya. Dari kezhaliman serta keputusasaan menuju
kebahagian dan curahan kebaikan. Acuannya terdapat pada firman Allah.

“Artinya : Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu (tetapi)
janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-
orang yang melampui batas” [Al-Baqarah : 190]

Allah menghubungkan terjadinya peperangan, disebabkan oleh peperangan, tanpa


boleh bertindak melampui batas. Dan Allah menjelaskan pada akhir ayat, tindakan
yang bengis dan kejam tidak disukai Allah Ta’ala. Allah berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya Allah tidak menykai orang-orang yang melampaui batas”.

Bahkan Al-Qur’an melukiskannya dalam gambaran yang indah dalam ayat.

“Artinya : Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap
orang-orang yang tiada memerangi kamu karena agama dan tidak (pula) mengusir
kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” [Al-
Mumtahanah : 8]

Dalam ayat pertama Allah mengatakan : “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-
orang yang melampui batas”. Sedangkan pada ayat yang kedua Allah berfirman :
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. Inilah hakikat Islam
dengan risalahnya yang luhur, prinsip-prinsipnya yang universal, bersifat baik dan
berorientasi mempebaiki kondisi, tidak dibatasi oleh dimensi waktu maupun ruang,
supaya menjadi agama Allah yang terakhir sebagai perwujudan firman Allah.

“Artinya : Sesungguhnya agama yang (diridhai) di sisi Allah adalah Islam”

Dan firmanNya.

“Artinya : Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu) darinya”.

http://orido.wordpress.com 10
Buka Mata Buka Telinga

Begitulah agama Islam, keagungan tercermin pada pribadi Nabi Muhammad yang
bersabda.

“Artinya : Ketahuilah, aku diberi Al-Qur’an dan (wahyu) serupa datang bersamanya”

Nabi menganggap bahwa pengkhianatan terhadap perjanjian dengan orang kafir yang
sedang dalam ikatan perjanjian bersama dengan kaum muslimin, baik atas permintaan
orang kafir atau atas ajakan kaum muslimin. Nabi menganggap penghianatan itu
sebagai dosa besar. Beliau bersabda.

“Artinya : Barangsiapa membunuh seorang mu’ahad (dalam perjanjian dengan kaum


muslimin), niscaya ia tidak akan mencium aroma Syurga. (Padahal) aroma syurga dapat
tercium sejak empat puluh tahun perjalanan” [Hadits Riwayat Bukhari No. 3.166]

Cermatilah wahai kaum muslimin dengan cara pandang Islam yang luhur, yang
tercermin dalam syari’at yang bijak, dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Bandingkanlah
dengan fenomena menyedihkan yang terjadi di negera ini (Indonesia, -red).
Perhatikanlah apa yang dilakukan sebagian kaum muslimin, dengan dalih jihad dan
menegakkan semangat amar ma’ruf nahi mungkar, yang akhirnya mengguncang
stabilitas keamanan dan mengacaukan masyarakat. Efeknya terjadi pembunuhan
terhadap jiwa orang Islam. Padahal, darah mereka lebih terhormat di sisi Allah
dibandingkan Ka’bah yang mulia.

Kemana mereka dengan ilmu (yang dimilikinya) atau (lebih pantasnya) dengan
kebodohannya ? Kita tidak akan lupa terhadap tindakan mereka yang sadis dengan
mengatasnamakan Islam, padahal sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam.
Tidak ada toleransi bagi kita atas perbuatan mereka ini, ketika ada di antara mereka
yang memperoleh penganiayaan, serta penyiksaan. Sebab Allah telah berfirman.

“Artinya : Dan balasan kejahatan adalah kejelekan serupa”

Tenu saja semua ini termasuk dalam pedoman-pedoman syar’i.

Apalagi, mereka melakukannya dengan keburukan, tentunya akan mendapatkan


imbalan keburukan yang berlipat ganda. Tindakan mereka tanpa pedoman ilmu, tanpa
bayyinah (bukti), tanpa petunjuk dan tanpa taufikNya.

Saya kagum dengan ungkapan seorang da’i ketika menggambarkan para pelaku aksi-
aksi merusak tersebut dengan mengatasnamakan Islam, yang mungkin dengan niat
baik. Namun, niat baik tidak akan mengubah amalan jelek menjadi amalan shalih.
Sebab sabda Nabi.

“Artinya : Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya”

Maksudnya sesungguhnya amalan baik tergantung niatnya yang baik pula.

Da’i itu mengatakan : “Sesungguhnya masalah utama kita dengan orang-orang itu,
terletak pada permasalahan akal-akal mereka, bukan terletak pada hati-hati mereka”.

Mungkin hati mereka berniat baik, tapi belum cukup, sebab harus bersesuaian dengan

http://orido.wordpress.com 11
Buka Mata Buka Telinga

petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Bagaimana kalau peristiwa ini dimanfaatkan oleh
pihak-pihak musuh dengan memperalat mereka untuk merusak dan menodai citra Islam
?

Dalam kesempatan ini saya ingin menyebutkan satu perkara yang harus ditulis oleh
sejarah dan harus diabadikan sepanjang masa. Bahwa dakwah Salafiyah dengan para
ulamanya, da’i-da’inya, penuntut ilmunya dan guru-gurunya, benar-benar telah
memperingatkan bahaya pemikiran-pemikiran ekstrim dan menyimpang ini. Pemikiran-
pemikiran yang telah diingatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan
sabdanya.

“Artinya : Hati-hatilah, jangan sekali-kali bersikap ghuluw (berlebihan) dalam agama.


Sesungguhnya hal yang telah membinasakan orang-orang sebelummu hanyalah sikap
ghuluw mereka dalam agama mereka”.

Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini telah memperingatkan bahaya pemikiran-


pemikiran menyimpang tesebut sejak lebih dari 20 tahunan, dan semakin menggema
peringatan itu semenjak sepuluh tahun belakangan, sebelum kita mendengar di radio,
koran, majalah dan media massa lain tentang issu terorisme.

Para ulama dakwah Salafiyah telah mengingatkan bahaya sikap ghuluw yang dibangun
berdasarkan penyimpangan terhadap Al-Qur’an dan Sunnah ini, sejak bertahun-tahun
lamanya dengan maksud agar istilah-istilah syar’i tertanam secara mengakar, kemudian
meletakkannya sesuai dengan tempatnya. Baik berkaitan dengan istilah jihad, batasan-
batasan, hak-hak serta ketentuan-ketentuannya, atau istilah kufur dan takfir, ataupun
istilah-istilah lain yang masih banyak lagi.

Ini merupakan point penting yang harus dicamkan dalam benak dan ditanamkan dalam
hati, supaya al-haq (kebenaran) sajalah yang menjadi penuntun dan pembimbing

Sebagai penutup ceramah saya, (saya sampaikan) dua hal penting yang berkaitan erat
dengan negara ini, yang penduduknya baik-baik, mengagungkan Kitabullah dan Sunnah
Rasulullah. Dua perkara tersebut ialah.

[1]. Negara ini adalah negara Islam terbesar yang berpenduduk lebih dari 200 juta,
mayoritas adalah muslimin. Islam tersebar dengan luas di negeri ini sejak beberapa
abad lalu, tidak dengan pedang, tetapi dengan akhlak, iman dan amal shalih. Mana
bukti tuduhan terorisme kini yang ingin dilekatkan kepada Islam, yang –sebenarnya-
sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam? Kita bersyukur kepada Allah, sebab
di awal abad sebelum abad ini, Allah telah menempatkan seorang alim yaitu Syaikh
Allamah Ahmad Asy-Syurkati yang meluruskan garis perjuangan, berdakwah kepada Al-
Kitab dan Sunnah, memerangi syirik, khurafat, kesesatan, menyeleksi hadits yang
dha’if dan memerangi bid’ah. Tokoh ini, telah berkerja mentauhidkan masyarakat
negeri ini berdasarkan ilmu yang murni manhaj yang benar.

[2]. Keharusan membedakan antar hakikat terorisme dengan pembelaan terhadap


tanah air muslimin. Kalau ada negara menjajah negara lain, maka pembelaan diri tidak
termasuk terorisme, meskipun menurut pengertian para musuh Islam. Justru
(pembelaan ini) merupakan kewajiban yang diperintahkan sesuai dengan kemampuan
dan kemudahan yang dimiliki. Negara ini selama empat abad melakukan perlawanan

http://orido.wordpress.com 12
Buka Mata Buka Telinga

terhadap penjajah Belanda dan berhasil mengusir mereka dari tanah air.

Semoga Islam tetap berkibar di negeri ini, sehingga hati menjadi penuh dengan
kebahagiaan, dan jiwa manusia dipenuhi keimanan.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M Rubrik Liputan


Khusus yang diangkat dari ceramah Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-Atsary
Tanggal 5 Desember 2004 di Masjid Istiqlal Jakarta]

http://www.almanhaj.or.id/content/1942/slash/0

Terorisme Sebab-Sebab Dan Penanggulangannya Serta Sikap Seorang Muslim Dalam


Menghadapi Fitnah Zaman

Senin, 11 September 2006 13:41:12 WIB

Halaman ke-1 dari 3

TERORISME, SEBAB-SEBAB DAN PENANGGULANGANNYA SERTA SIKAP SEORANG MUSLIM


DALAM MENGHADAPI FITNAH ZAMAN
Oleh
Syaikh DR Sholeh bin Sa’ad As-Suhaimi Al-Harbi

Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Esa, semoga shalawat dan salam senantiasa
dicurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tiada lagi Nabi
sesudahnya.

Sesungguhnya Allah Tabaraka wa ta’ala telah memuliakan kita dengan kemuliaan yang
terbesar yaitu dengan mengutus NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dengannya
Dia mengeluarkan kita dari beragam kegelapan kepada Cahaya (Islam), menjadikan
kita mulia setelah kehinaan dan menyatukan kita setelah perpecahan serta
menjadikan kita bersaudara karena iman kepadaNya yang saling cinta dan menyatu.
Seseorang tidak memiliki keutamaan atas yang lainnya kecuali dengan ketaqwaan,
Allah Ta’ala berfirman :

“Artinya : Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang
paling bertaqwa”. [Al-Hujurat : 13]

Demikian pula Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman sembari menganugrahkan kepada


kita ni’mat ini dan mengingatkan kita pada kondisi kita sebelum kedatangan Islam

”Artinya : Dan berpegang teguhlah kamu kepada tali(agama) Allah semuanya dan
janganlah kalian bercerai berai”.[Ali-'Imran : 103]

Kaum muslimin hidup dalam ni’mat yang besar ini pada zaman Rasulullah dan mereka
sangat bergembira, hingga munculnya “cikal bakal” perselisihan tatkala Abdullah bin
Saba (seorang yahudi asal Yaman yang berpura-pura masuk Islam,-pent.) dan para
pengikutnya mengumpulkan manusia untuk memberontak kepada Khalifah Utsman bin

http://orido.wordpress.com 13
Buka Mata Buka Telinga

Affan. Dan sebelumnya telah muncul pula benih “Khawarij” yang diawali dengan
penentangan Dzul Khuwaisirah at-Tamimi terhadap pembagian harta rampasan yang
dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seusai perang Hunain yang
mana dia berkata : “Berlaku adillah wahai Muhammad karena sesungguhnya engkau
tidak berlaku adil!”, dia juga mengatakan : ”Pembagian itu tidak diinginkan untuk
Wajah Allah”, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya :

”Celaka engkau ! , siapa lagi yang berlaku adil jika aku tidak berbuat adil?” tidakkah
kalian percaya kepadaku padahal aku dipercayakan oleh Dzat yang di atas (yaitu Allah,
-pent.)?.

Tatkala ‘Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu ingin membunuhnya, maka Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

”Artinya : Biarkan dia! Karena sesungguhnya akan keluar dari keturunannya suatu
kaum yang mana kalian merasa kecil/hina shalat kalian jika dibanding dengan shalat
mereka,puasa kalian dengan puasa mereka, mereka membaca al Qur’an namun tidak
melampaui kerongkongan mereka, mereka membelot dari Agama sebagaimana
keluarnya anak panah dari busurnya”.

Kemudian dikobarkanlah fitnah itu terhadap Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu
sebagaimana yang telah saya isyaratkan di atas yang disebabkan oleh karena tahazzub
(terjadinya kelompok-kelompok) dan penentangan yang bermaksud untuk
menimbulkan fitnah, perpecahan dan memukul Islam pada sasarannya. Dan api fitnah
itu semakin berkobar setelah terbunuhnya Dzun-Nurain al Khalifatur Rasyid Utsman bin
Affan.

Lalu urusan ini semakin besar dan meluas, timbul berbagai fitnah dan kelompok-
kelompok pun bermunculan, induknya adalah kelompok khawarij yang telah
membunuh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, menghalalkan darah-darah dan harta
benda kaum muslimin, menakut nakuti di jalanan mereka dan memerangi Allah dan
RasulNya. Maka Ali-pun menumpas fitnah mereka dan beliau menjumpai mayat “Dzul
Khuwaishirah” ada di antara mayat-mayat yang bergelimpangan itu.

Kemudian mereka menyusun taktik untuk membunuh sejumlah shahabat Rasulullah


Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka berhasil membunuh Ali bin Abi Thalib
Radhiyallahu ‘anhu . Fitnah mereka masih saja berkelanjutan sampai hari ini, sesekali
tampak dan sesekali padam, hingga akan keluar orang yang terakhir dari golongan
mereka bersama dajjal, sebagaimana dikabarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam.

Di zaman ini, Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepada negeri kita (Saudi Arabia)
“seekor elang” jazirah Arab yaitu Raja Abdul Aziz (semoga Allah menghiasi kuburnya
dengan kebaikan), maka Allah pun mengumpulkan dengan perantaraannya umat ini
yang telah berabad-abad terpecah-belah, dikuasai oleh peperangan, kebencian dan
hal-hal yang mencerai beraikan mereka. Demikian pula mereka telah diliputi
kejahilan, dikuasai fanatisme kesukuan dan banyak orang yang telah kembali kepada
kesyirikan serta pelaksanaan hukum rimba yang mana seorang yang kuat memangsa
yang lemah. Lalu Allah mentakdirkan (kelahiran) panglima yang sulit dijumpai
tandingannya dan menyatukan ummat (di negeri ini) di bawah bendera tauhid. Maka

http://orido.wordpress.com 14
Buka Mata Buka Telinga

tersebarlah keamanan dan kemakmuran, berkembanglah ilmu agama dan tersingkaplah


gelapnya kejahilan serta tersebarlah persaudaraan Islam yang dibangun di atas tauhid
kepada Allah dan berjalan di atas petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Selanjutnya Raja Abdul Aziz menancapkan tiang-tiang penyangga bagi negeri yang baru
lahir ini, kemudian dilanjutkan oleh putra-putranya yang datang sesudahnya,
mengikuti langkah-langkah ayah mereka, dengan memohon pertolongan Allah Ta’ala
mereka menjalankan hukum Allah dalam setiap masalah yang besar dan yang kecil.
Maka merebaklah keamanan, kebaikan dan kemakmuran di bawah naungan Syari’at
Islam, dan jadilah penduduk negeri ini ibarat seorang yang memiliki hati yang satu,
baik pemimpin maupun rakyat yang dipimpin. Para pemuda memiliki hubungan yang
kokoh dengan para ulama dan pemimpin mereka. Mereka ibarat satu jama’ah dan
tidak berkelompok-kelompok, satu manhaj (jalan) dan terbagi-bagi menjadi beberapa
manhaj, mereka berada dalam kondisi persatuan yang kuat yang jauh dari sikap guluw
(berlebih-lebihan) dan sikap tafrith (menggampangkan/ meremehkan). Apa yang kami
ungkapkan di atas sangat tampak dengan jelas pada kurikulum-kurikulum pelajaran
yang menanamkan prinsip yang wasath (menengah) ini yang diajak oleh al-Qur’an dan
Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sebagaimana yang difirmankan Allah ;

”Dan demikianlah Kami jadikan kamu sebagai umat yang wasath” [Al Baqarah : 143]

Artinya wasath yang adil dan terpilih di antara umat-umat. Sehingga negeri ini menjadi
contoh dalam menempuh jalan yang menengah ini, antara yang melampaui batas dan
yang cenderung melecehkan.

Pada akhir-akhir ini telah bermunculan berbagai suara, tulisan, seminar dari sebagian
“manusia-manusia kerdil” yang mengajak orang-orang yang berpikiran pendek kepada
pembentukan partai-partai, kelompok-kelompok kecil dan merapuhkan tonggak-
tonggak kekuatan umat dengan mengajak kepada pemisahan diri dari jama’ah yang
haq dan bergabung dalam jama'ah-jama'ah hizbiyyah yang sempit yang mengajak
kepada sikap ekstrimisme dan melampaui batas dengan berbagai cara yang jitu dan
penipuan sehingga mengakibatkan keretakan dalam barisan umat ini.

Para penjaja pemikiran ini telah menempuh berbagai cara dalam memberikan
kepuasan kepada para pemuda kita terhadap pemikiran khawarij tersebut yang
dengannya telah memberikan peluang kepada musuh-musuh Islam untuk memancing di
air yang keruh dengan slogan-slogan hak asasi manusia dan mengajak kepada
perubahan kurikulum pendidikan dengan dakwaan bahwasanya kurikulum-kurikukum
itulah yang menjadi sebab timbulnya ekstrimisme dan sikap melampaui batas dari
beberapa kelompok dan individu.

Dalam menjajakan pemikiran ini para penjajanya telah mengupayakan beragam cara,
sebagai berikut :

[1]. Menggampangkan urusan dakwah kepada tauhid dengan dakwaan bahwasanya


masalah Aqidah adalah masalah yang telah dimaklumi oleh semua orang dan dapat
dipahami dalam waktu sepuluh menit sebagaimana yang diucapkan oleh sebagian
orang di antara mereka, bahkan mereka mundur dari menjadikan aqidah yang benar
sebagai asas dengan alasan bahwa hal itu akan memecah belah umat.

http://orido.wordpress.com 15
Buka Mata Buka Telinga

[2]. Mengumpat para ulama umat dan menggalakkan agar tidak banyak mengambil
ilmu mereka serta mencemarkan nama baik mereka dengan dakwaan bahwa mereka
tidak memahami realita umat dan mereka bukanlah orang-orang yang ahli dalam
menyelesaikan problematika umat serta kebangkitannya.

[3]. Upaya menjauhkan mayoritas generasi muda dari ilmu-ilmu agama yang bersumber
dari al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyibukkan
mereka dengan nasyid-nasyid yang menimbulkan semangat dan disebarkan dimana-
mana melalui media informasi yang bisa dibaca,dilihat dan didengar.

[4]. Mengurangi kredibilitas para penguasa dan menampakkan berbagai cacat mereka
atau hal-hal yang dianggap cacat oleh mereka dari mimbar-mimbar atau melalui
satelit serta menta’wilkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah yang
memerintahkan untuk taat kepada penguasa bahwa yang dimaksud oleh nash-nash itu
adalah imam agung/khalifah kaum muslimin. Mereka lupa atau pura-pura lupa apa
yang telah disepakati/ijma’ ulama muslimin bahwasanya dalam kondisi negeri muslim
terpisah-pisah menjadi beberapa bagian maka setiap negeri melaksanakan hak dan
kewajibannya masing-masing terhadap pemimpinnya. Dengan demikian diwajibkan
untuk taat kepadanya dalam hal yang ma’ruf dan diharamkan memberontak kepadanya
selama dia menjalankan hukum Allah terhadap rakyatnya, ini merupakan masalah yang
telah disepakati oleh seluruh ulama muslimin.

[5]. Menarik/mendatangkan para analisis yang mengajak manusia kepada pemikiran


khawarij dengan mengumpulkan para kawula muda untuk dicuci otak-otak mereka
pada pertemuan-pertemuan tertutup yang diadakan pada acara-acara kemping atau
rekreasi. Mereka fokuskan pembicaraan mereka pada upaya memisahkan generasi
muda dari ulama dan penguasa mereka dan mengikat mereka dengan orang-orang
tertentu yang menjadikan gerakan melawan penguasa dan pentakfiran sebagai
manhaj/jalan hidup mereka.

[6]. Mengajak kepada jihad yang mereka artikan dengan pemahaman mereka sendiri
yaitu menghalalkan darah-darah dan harta benda kaum muslimin serta menganjurkan
untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis, pemboman, penghancuran jembatan-
jembatan dan pengrusakan harta benda dengan dakwaan bahwasanya negeri-negeri
muslimin sebagai negeri yang boleh diperangi sehingga wajib berperang padanya.
Mereka menyebarkan pemikiran ini melalui nasyid-nasyid, bahkan sampai pada
pengadaan berbagai latihan terhadap anak-anak muda dalam penggunaan beragam
persenjataan di tempat-tempat yang jauh dari pandangan/pantauan orang banyak,
baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

http://www.almanhaj.or.id/content/1942/slash/1

Halaman ke-2 dari 3

[7]. Pembagian berbagai kitab, bulletin, selebaran dan kaset-kaset yang


mengajak kepada pemikiran khawarij dan pengkafiran kaum muslimin apalagi

http://orido.wordpress.com 16
Buka Mata Buka Telinga

terhadap para ulama dan penguasa, dan kami akan sebutkan sejumlah kitab-
kitab yangmengajak kepada pemikiran pengkafiran kaum muslimin tersebut,
sebagai berikut :

[Karya-karya Sayyid Qutub, dan yang paling berbahaya adalah kitab-kitabnya


yang berisikan pengkafiran terhadap umat Islam dizaman ini,
penikaman/tuduhan-tuduhan batil yang diarahkan kepada para sahabat
Rasulullah bahkan kepada para Nabi, seperti kitab “Fi Dhilalil Qur’an, “Kutub
wa Syakhsyiyyat”, “Al Adalah al Ijtima’iyyah” dan “Ma’alim fi Thariq”.
Karya-karya Abul A’la Al Maududi
Karya-karya Hasan Al Banna
Karya-karya Sa’id Hawwa
Karya-karya ‘Isham Al Aththar
Karya-karya Abul Fatah Al Bayanuni
Karya-karya Muhammad Ali Ash Shabuni
Karya-karya Muhammad Hasan Hambakah Al Maidani
Karya-karya Hasan at Turabi
Karya-karya Al Hudhaibi
Karya-karya Tilmisani
Karya-karya Ahmad Muhammad Ar Rasyid
Karya-karya ‘Isham al Basyir
Karya-karya, selebaran-selebaran dan kaset-kaset Muhammad Surur Zainal
Abidin, pemimpin Al Muntada yang bermarkas di London dan kitab-kitab lainnya
yang banyak tersebar di berbagai toko buku di negeri kita ini yang bermuatan
pemikian pentakfiran ini. Oleh sebab itu sumber pemikiran ini harus
“dikeringkan” karena bahayanya, dan harus dilarang peredarannya, serta
mengawasi seluruh toko buku yang menggampangkan penyebaran, penjualan
dan pembagiannya.

Kitab-kitab seperti ini jika dibaca oleh seorang pemuda yang belum matang
pemikirannya dan tidak memiliki benteng berupa ilmu agama yang
membentenginya dari pengaruh kitab-kitab tersebut, niscaya akan merusak
otak dan pikirannya dan akan menjadikannya berjalan di atas ketidakpastian,
sehingga dia akan senantiasa siap untuk melaksanakan apa saja yang dipinta
darinya sekalipun dengan menumpahkan darahnya atau darah kaum muslimin
atau darah orang-orang yang meminta jaminan keamanan dari penguasa muslim
untuk tinggal di negerinya, semua itu dapat saja dilakukannya untuk sampai ke
sasaran yaitu mati syahid di jalan Allah dan meraih keuntungan dengan masuk
ke surga Allah.

Hal ini sebagaimana yang digambarkan oleh nara sumber mereka bahwasanya
jalan itulah jalan yang benar, yang mana jika seorang menempuhnya pasti akan
mencapai angan-angannya dan meraih kemenangan berupa ridha Allah. Dengan
demikian pengkafiran, peledakan dan tindakan anarkis di negeri-negeri
muslimin serta keluar dari manhaj/jalan salafush shalih merupakan jalan
petunjuk menurut pandangan mereka.

http://orido.wordpress.com 17
Buka Mata Buka Telinga

”Cukuplah bagimu sebagai sebuah penyakit jika engkau berpandangan bahwa


kematian adalah penyembuh”

”Dan cukuplah kematian itu sebagai sebuah angan-angan”

[8]. Keikutsertaan kebanyakan dari aktifis kelompok-kelompok pentakfiran


seperti jama’ah Ikhwanul Muslimin dan cabang-cabangnya pada berbagai
madrasah, pondok dan universitas kita dan mereka telah merubah (pola fikir)
putra-putra kita dengan menanamkan pola fikir pentakfiran di antara mereka di
sela-sela rihlah para mahasiswa, dan cerita-cerita yang kebanyakan tidak lepas
dari sikap berlebih-lebihan dan dusta. Inilah di antara bidang-bidang upaya
yang mana di sela-selanya mereka telah berhasil merusak kader-kader generasi
muda kita dalam jumlah yang tiada sedikit, sehingga merekapun mengingkari
manhaj, para ulama dan pemimpin mereka. Mereka menampakkan kepada
genarasi kita bahwa merekalah yang berada di atas kebenaran dan yang selain
mereka tidak benar.

Setelah penjelasan dan keterangan tentang sebab-sebab timbulnya pemikiran


yang menyusup ke dalam agama dan ummat kita, ada sebuah pertanyaan (yang
harus dijawab) yaitu bagaimanakah cara membentengi pemuda kita dari
pemikiran ini? Untuk membendung bahaya pemikiran takfir ini, maka
sepatutnya bagi kita baik secara individu maupun bersamaan untuk menempuh
beberapa langkah sebagai berikut:

[1]. Mengajak generasi muda kita agar memegang teguh Al Qur’an dan Sunnah
Rasulullah serta kembali kepada keduanya dalam segala urusan, Allah ta’ala
berfirman :

“Artinya : Dan perpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah
dan janganlah bercerai-berai”. [Ali Imran : 103]

Dan Allah berfirman :

“Artinya : Dan apa saja yang kamu perselisikan tentangnya maka hukumnya
diserahkan kepada Allah”, [Asy Syura : 10]

Dengan demikian maka berpegang teguh pada Kitab Allah adalah benteng dan
sandaran yang kokoh yang dengannya Allah memelihara dari kejatuhan kepada
lembah kebinasaan.

[2]. Penekanan pada pemahaman Al Qur’an dan Sunnah sejalan dengan


pemahaman salafush shalih, hal ini tidak dapat terwujud terkecuali jika kaum
muslimin memahami agama mereka melalui para ulama rabbaniyyin yang
senantiasa berupaya membersihkan Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah dari
perubahan yang dilakukan oleh orang –orang yang melampaui batas terhadap

http://orido.wordpress.com 18
Buka Mata Buka Telinga

Kitab Allah, yang menganggap baik kebatilan mereka dan penakwilan orang-
orang jahil. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Artinya : Tanyakanlah kepada orang yang berilmu jika kalian tidak


mengetahui”[An Nahl : 43]

Dan Allah Ta’ala berfirman

“Artinya : Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan
ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka
menyerahkannya kepada rasul dan ulil amri diantara mereka tentulah orang-
orangorang yang ingin mengetehui kebenarannya akan dapat mengetahuinya
dari mereka (Rasul dan Ulil amri)”.[An-Nisaa’: 83]

Dan memutus jalan orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi ini di
antara mereka, yang dengan berani memberi fatwa tanpa ilmu, yang telah
merusak nama baik ulama umat dan mensifati mereka dengan berbagai sifat
yang pada hakikatnya sifat-sifat tersebut sesuai pada diri mereka. Karena
keberadaan para pemuda disekeliling ulama pewaris Nabi yang memiliki ilmu
mendalam di sana terdapat pemeliharaan terhadap mereka insya Allah dari
para perampok yang berbicara tanpa ilmu dan yang mengiringi kebatilan,
sementera mereka beranggapan bahwasanya tidak ada tempat rujukan untuk
mengendalikan para pemuda itu.

[3]. Menjauhi tempat-tempat yang menjadi sumber fitnah untuk memelihara


diri dari kejahatan fitnah tersebut dan pengaruhnya yang buruk, Allah Ta’ala
berfirman :

“Artinya : Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa
orang-orangorang yang dhalim saja di antara kamu“ [Al Anfaal : 25]

Yang demikian itu dilakukan dengan menyegerakan diri untuk beramal saleh
yang dengannya Allah memelihara hamba-hambaNya dari beragam fitnah. Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Segeralah kalian beramal sebelum datangnya berbegai fitnah yang


berurutan ibarat kegelapan malam, yang mana seseorang di sore hari dia
beriman dan di pagi hari dia telah menjadi kafir atau di pagi dia beriman dan di
sore hari dia telah menjadi kafir, dia menjual agamanya dengan kesenangan
dunia”.

Dan dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda.

”Artinya : Akan terjadi berbagai fitnah, orang yang duduk (yang menjauhinya)
lebih baik dari pada orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik dari pada
orang yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada orang berlari dan

http://orido.wordpress.com 19
Buka Mata Buka Telinga

barang siapa yang mendekatinya akan dibinasakannya, barang siapa mendapat


tempat perlindungan hendaklah ia berlindung padanya. [Hadits Riwayat Bukhari
dan Muslim]

[4]. Bersungguh-sungguh dalam beribadah dan teqwa kepada Allah Azza wa


Jalla dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-
laranganNya kerena itulah jalan keselamatan dari segala sesuatu yang dibenci,
Allah Ta’ala berfirman :

“Artinya : Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah Dia akan menjadikan


urusannya mudah” [At-Tahrim : 4]

Dan Allah berfirman:

“Artinya : Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan
menjadikan baginya jalan keluar”. [At-Tahrim : 3]

Dengan demikian bertaqwa kepada Allah Ta’ala, itiqamah di atas syari’at-Nya


dan mengamalkan berbagai amalan yang diridhai-Nya merupakan sebab bagi
setiap keberuntungan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

[5]. Membendung dan melenyapkan segala fenomena kemaksiatan karena


sesungguhnya tidaklah kaum muslimin ditimpa berbagai fitnah dan cobaan,
kejelekan dan perbedaan kecuali hanyalah bersumber dari menyebarnya
kemaksiatan dan kemungkaran, dan apa-apa yang menimpa mereka berupa
musibah tiada lain kecuali disebabkan karena perbuatan-perbuatan tangan
mereka sendiri, Allah Ta’ala berfirman :

”Artinya : Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud),
padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-
musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: "Dari mana datangnya
(kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri".
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. [Al-Baqarah : 165]

“Artinya : Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan


perbuatan tangan-tangan manusia” [Ar Ruum : 41]

[6]. Menepati jama’ah kaum muslimin dan Imam mereka dan menanamkan
dengan teguh pemahaman perihal ketaatan kepada pemimpin yang mengurusi
urusan kaum muslimin di dalam hal yang ma’ruf, Allah ta’ala berfirman.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan taatlah
kepada rasul dan para pemimpin kamu” [An-Nisa' : 59]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

http://orido.wordpress.com 20
Buka Mata Buka Telinga

“Artinya : Sesungguhnya Allah ridha bagi kamu tiga hal dan Dia murka bagi
kamu tiga hal, Dia ridha bagi kamu untuk menyembah-Nya dan tidak
menyekutukan sesuatu dengan-Nya , berpegang teguh kepada tali agama-Nya
semuanya dan tidak bercerai berai dan agar kamu menasihati pemimpin yang
diangkat oleh Allah untuk mengurusi urusan kamu”.

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Artinya : Ada tiga hal yangmana hati seorang muslim tidak akan dengki
terhadapnya selamanya: mengikhlaskan amal ibadah semata-mata kerena
Allah, menasihati para pemimpin dan menetapi jama’ah kaum muslimin”

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Artinya : Barangsiapa melihat dari pemimpinnya sesuatu yang dibencinya


hendaklah ia bersabar karena sesungguhnya orang yang berpisah dari jama’ah
kaum muslimin sejengkal lalu dia meninggal, maka matinya dalam keadaan
mati jahiliyah” [Hadits riwayat Bukhari dari hadits Hudzaifah yang panjang]

Lalu Hudzaifah bertanya : “Apakah yang engkau perintahkan wahai Rasulullah


jika aku mendapati hal itu? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Engkau menetapi jama’ah kaum muslimin dan pemimpin mereka”

Hudzaifah bertanya lagi : “Jika tidak terdapat jama’ah dan Imam pada kaum
muslimin ? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Tinggalkanlah kelompok-kelompok itu semuanya walaupun engkau


menggigit pokok pohon hingga kematian menjumpaimu dan engkau dalam
keadaan yang demikian itu”

http://www.almanhaj.or.id/content/1942/slash/2

Halaman ke-3 dari 3

[7]. Senantiasa memohon pertolongan (kepada Allah) dengan berlaku sabar


dalam neghaapi berbagai macam kesulitan, karena kesabaran mampu
meredakan kebanyakan dari fitnah dan ujian. Allah berfirman :

“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan dengan


berlaku sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”
[Al-Baqarah : 153]

http://orido.wordpress.com 21
Buka Mata Buka Telinga

Dan Dia juga berfirman :

“Artinya : Dan bersabarlah terhadap apa-apa yang menimpamu” [Luqman :17]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Sangat menakjubkan perkara seorang mukmin, sungguh semua


urusannya adalah kebaikan baginya, jika dia diberi ujian dengan hal-hal yang
menyenangkan dia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika
ia ditimpa sesuatu yang tidak menyenagkan ia bersabar, maka itu merupakan
kebaikan baginya. Yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali
seorang mukmin”.

[8]. Menangani segala urusan dengan lembut, penuh kehati-hatian, tidak


tergesa-gesa dalam mengeluarka hukum dan fatwa, serta jauh dari sikap yang
ditimbulkan oleh perasaan spontanitas dan kemarahan. Itulah sikap para Nabi
dan Rasul serta para pengikut mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Artinya : Sesungghnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi


penghiba dan suka bertaubat kepada Allah” [Huud : 75]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Asyaj bin Abdil
Qais :

.”Artinya : Bahwasanya dalam dirimu terdapat dua perangai yang keduanya


dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu sikap penyantun dan penuh kehati-
hatian”.

[9]. Menghiasi diri dengan sikap lemah-lembut, baik dalam berinteraksi dan
lembut dalam menangani berbagai macam fitnah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :

“Artinya : Tidaklah sikap lembut itu ada pada suatu (urusan) kecuali akan
menghiasi dan tidak pula ia ditinggalkan dari suatu (urusan) kecuali akan
memperburuk urusan itu”.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

“Artinya : Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala urusan”.

[10]. Bersungguh-sungguh dalam menggambarkan berbagai urusan sesuai


dengan realitanya, memahami dan mengetahuinya, meneliti kedalamannya
serta memperkirakan dampak yang ditimbulkan oleh bahayanya, sebab
menghukumi sesuatu merupakan gambarannya. Maka seorang muslim tidak

http://orido.wordpress.com 22
Buka Mata Buka Telinga

boleh terkecoh/ tertipu dengan sekedar hanya melihat pada fenomena


gambaran suatu perkara. Akan tetapi seorang mukmin berkewajiban harus
senantiasa dalam keadaan berjaga dan sadar bagi setiap sesuatu yang berputar
disekelilingnya, sehingga anda tidak tertipu oleh pakaiannya, sementara dia
mempersiapkan persiapannya untuk (mencelakakanmu), bersama dengan itu
anda harus tetap teguh di atas (upaya) untuk sampai pada tujuan dan sasaran
da’wah, dan tidak mudah mengalah/ mundur dari manhaj (jalan) yang hak
serta tidak tergesa-gesa dalam mengeluarkan hukum atau menjerumuskan diri
dalam masalah-masalah syari'at tanpa ilmu, Allah Subhanahu wa Ta’ala'
berfirman :

“Artinya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. [Al -Isra : 36]

[11]. Senantiasa tatsabbut (benar-benar meneliti) dalam segala urusan dan


tidak mengambil prinsip terhadap isu-isu, apalagi yang disebarkan melalui
sarana-sarana informasi dan jaringan-jaringan satelit international yang banyak
bertujuan utk mengganggu kaum muslimin serta memecah belah dan
melemahkan persatuan mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik
membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak
menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya
yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6]

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Hati-hatilah kalian dari bersangka, karena sesungguhnya persangkaan


adalah perkataan yang paling dusta”

[12]. Dalam memvonis seseorang dengan istilah yang digunakan oleh agama
seperti menghukumi seorang itu kafir atau fasiq atau Ahlul bid’ah kita kembali
kepada ketentuan syari'at yang telah datang dalam Al-Qur'an dan sunnah serta
bersikap waspada dari menghukumi kaum muslimin dengan serampangan tanpa
sikap berhati-hati dan penelitian serta tatsabbut terhadap segala sesuatu yang
didengar. Karena sikap serampangan dalam masalah ini mengandung bahaya.
Karena haram bagi seorang muslim untuk mengkafirkan saudaranya sesama
muslim dengan dengan menentukan individunya meskipun dia tetap
melaksanakan suatu perbuatn yang mengharuskannya menjadi kafir. Namun
semua itu harus sesudah terpenuhinya segala persyaratan pengkafiran dan
lenyapnya segala penghalang (yang menghalanginya dari kekufuran)

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingati agar waspada dari
perbuatan ini di mana beliau bersabda :

http://orido.wordpress.com 23
Buka Mata Buka Telinga

“Artinya : Tidaklah seseorang menuduh fasiq atau kafir kepada orang lain
kecuali tindakan itu akan kembali kepadanya jika tidak demikian keadaan
temannya yang dituduh dengan tuduhan tersebut”. [Hadits riwayat Bukhari dan
Muslim, dari hadits Abu Dzar]

Dari Abdullah bin 'Umar Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa


sallam bersabda :

“Artinya : Siapa yang berkata kepada saudaranya : “Wahai kafir”, berarti telah
kembali kepada salah satu dari keduanya” [Hadits Riwayat Bukhari- Muslim]

Dalam menerangkan makna hadits ini Ibnu Daqiq Al 'Ied berkata :

“Ini merupakan ancaman yang besar bagi siapa saja yang mengkafirkan siapa
saja dari kaum muslimin padahal tidak demikian keadaannya, dan perbuatan ini
adalah kebinasaan yang besar, telah terjerumus di dalamnya sejumlah besar
dari golongan orang-orang mutakallimin dan mereka yang menisbatkan diri
kepada sunnah dan Ahlul Hadits tatkala mereka berselisih dalam masalah
aqidah, maka merekapun berlebih-lebihan dalam mensikapi orang yang
menyelisihi mereka dan menghukumi mereka dengan kekafiran”.

Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menguatkan pendapat ini dengan


mengatakan :

“Aku diantara orang yang paling melarang terhadap penisbatan orang tertentu
kepada kekafiran, kefasiqan dan kemaksiatan kecuali jika telah diketahui
bahwa hujjah telah benar-benar ditegakkan atasnya. Yang mana barang siapa
menyelishinya terkadang dia menjadi kafir atau fasiq atau sebagai pelaku
kemaksiatan dan sesungguhnya aku menetapkan bahwa Allah Subhanahu wa
Ta’ala telah mengampuni umat ini akan kesalahannya dan itu mencakup
kesalahan dalam berbagai masalah yang bersifat berita secara perkataan
maupun masalah-masalah perbuatan”.

Inilah sebagian perkara yang sepatutnya bagi seorang muslim untuk


memeliharanya tatkala munculnya berbagai fitnah dan merupakan kewajiban
bagi seluruh kaum muslimin secara individu maupun masyarakat, para
pemerintah maupun rakyat dan ulama’ maupun para penuntut ilmu hendaknya
mereka melipat gandakan segala jerih payah mereka untuk memberantas
berbagai fitnah serta mencabutnya dari akar-akarnya, apalagi yang sedang
terjadi pada saat ini berupa fitnah-fitnah pengkafiran yang telah sampai
penghalalan darah dan harta benda kaum muslimin serta tindakan pengrusakan
terhadap bangunan mereka dengan menggunakan sarana-sarana penghancuran
dan peledakan . Yang mana mereka didukung secara finansial oleh sebagian
organisasi gelap dan penulis yang dibayar serta fatwa-fatwa yang menyesatkan
yang menjerumuskan kepada penipuan terhadap sebagian generasi muda yang
belum matang pemikiran mereka. di mana mereka merubah menjadi pelaku

http://orido.wordpress.com 24
Buka Mata Buka Telinga

tindak kerusakan yang membunuh kaum muslimin dan orang-orang asing yang
dijamin keamanannya oleh negara, serta mereka melampaui batas terhadap
benda dan harta lalu mereka menamakan itu semuanya sebagai jihad dan ini
adalah termasuk pemberian nama terhadap sesuatu yang tidak semestinya”.

Dan mesti disini saya isyaratkan sikap-sikap manusia terhadap jihad, agar
gambarannya jelas bagi pencari kebenaran :

[A]. Sikap Ahlu Sunnah Wal Jama'ah


Bahwasanya jihad itu disyariatkan dan akan tetap ada hingga hari kiamat,
dibelakang setiap pemimpin muslim yang baik maupun yang fasik, dan setiap
orang muslim wajib menyiapkan diri untuk berjihad hingga ia berjumpa dengan
Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Barangsiapa yang mati sedang dia belum berperang (berjihad) dan
tidak pernah terdetik dalam dirinya untuk berperang maka dia mati diatas
salah satu cabang kemunafikan”.

[1]. Akan tetapi dalam berjihad haruslah terpenuhi syarat-syarat dan faktor-
faktor penunjangnya, di antaranya adalah :
[2]. Hendaklah berjihad semata-mata mengharapkan wajah Allah Subhanahu wa
Ta’ala' dan kaum muslimin mempunyai senjata, kekuatan, dan pertahanan.
[3]. Berjihad dalam satu komando di bawah bendera kaum muslimin.
Seorang Imam kaum muslimin (pemimpin) mengumandangkan seruan untuk
berjihad.
[4]. Hendaknya (sebelum mereka diperangi) telah diserukan dakwah agar
mereka masuk Islam, akan tetapi mereka menolak seruan tersebut atau mereka
menghalang-halangi dari tersebarnya Islam
[5]. Hendaknya benar-benar yakin dalam berjihad tidak menimbulkan
kemudharatan bagi Islam dan muslimin.

Jika telah terpenuhi syarat-syarat dan faktor-faktor yang menunjangnya maka


marilah kita berjihad, dan kalaulah tidak terpenuhi syarat-syarat tersebut maka
janganlah kita berjihad.

[B] Sikap orang-orang yang meremehkan masalah berjihad walupun terpenuhi


persyaratan dan faktor-faktor penunjangnya dengan dakwaan bahwa yang
tersisa saat ini hanyalah jihad akbar, yang mereka maksudkan yaitu jihad an-
nafs (jihad melawan hawa nafsu), dan mereka senantiasa menyebutkan hadits
maudlu’ (palsu):

“Artinya : Kami kembali dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar (jihad
akbar, yaitu jihad melawan hawa nafsu).”

Ini adalah manhajnya orang-orang sufi yang suka berjalan-jalan di berbagai


negeri dengan mengatasnamakan dakwah dan mereka juga memakai hadits-

http://orido.wordpress.com 25
Buka Mata Buka Telinga

hadits dha’if (lemah), palsu serta mimpi-mimpi sebagai sandarannya.

[C]. Suatu kelompok yang menamakan jihad dengan tidak semestinya, mereka
itu adalah “khawarij” zaman ini , dimana pendahulu mereka telah keluar dari
kaum muslimin semenjak terbunuhnya Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib
(semoga Allah meridhai keduanya) hingga keluar kelompok mereka bersama
Dajjal, mereka sebagaimana hal ini diberitakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam, mereka mengajak kepada penyembah berhala dan membunuh
muslimin. Mereka membaca Al Qur’an yang tidak melampaui kerongkongan
mereka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menamai mereka sebagai :
“Anjing neraka”, pembunuhan yang jelek adalah pembunuhan yang dilakukan
“khawarij”, mereka “menyembelih” kaum muslimin dalam negeri Islam, dan
mereka meyakini bahwa negeri kaum muslimin adalah negeri peperangan, dan
mereka telah memberikan kepada musuh-musuh Islam “pelayananan” yang
mereka tidak akan memperolehnya dengan sarana-sarana mereka.

Maka wajib bagi setiap kaum muslimin sesuai dengan kemampuannya masing-
masing untuk menyingkap “kepalsuan” mereka dan menerangkan kesesatan
mereka hingga tidak tersebar kerusakan mereka, dan bertambah genting
perkara mereka, dan diharamkan untuk menutup-nutupi salah seorang dari
mereka, karena hal ini adalah termasuk tolong-menolong dalam dosa dan
permusuhan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Artinya : Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan


takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”[Al
Maidah : 3]

Barangsiapa melindungi dan menutup-nutupi (keadaan) mereka, atau membela


mereka, atau (malah) membenarkan perbuatan mereka, maka berarti ikut serta
membunuh jiwa-jiwa yang tak bersalah dan terjaga dari kalangan kaum
muslimin dan non muslim yang dijamin keamanan mereka, orang non muslim
yang mempunyai perjanjian, dan ahli dzimmah (orang-orang non muslim yang
tinggal dinegeri kaum muslimim), dan sesuai baginya hadits yang benar
datangnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Semoga laknat Allah ditimpakan atas orang yang melindungi orang
yang berbuat kejahatan”

Kami mohon kepada Allah yang Mulia Pencipta Arsy yang Agung, dengan nama-
namanya yang tinggi agar Dia menjaga kaum muslimin dan secara umum dan
dan negeri ini (Saudi Arabia) secara khusus, baik itu agamanya, keamanannya,
stabilitasnya. Dan agar Dia memberi petunjuk kaum muslimin yang tersesat,
dan mengembalikan mereka kepada agama mereka dengan cara kembali yang
baik, dan menyatukan kalimat mereka diatas kebenaran , dan akhir do’a kita
adalah “Segala puji bagi Allah Robbul Alamin, dan shalawat serta salam atas

http://orido.wordpress.com 26
Buka Mata Buka Telinga

nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabat beliau seluruhnya.

[Diterjemahkan dari www.alaser.net]

[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islmaiyyah, Edisi Th. I/No.


06/1424H/2003, hal. 3 – 8. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad, Jl Sultan Iskandar
Muda No. 46 Surabaya]

http://www.almanhaj.or.id/content/1814/slash/0

Ahlus Sunnah Dan Terorisme

Selasa, 11 April 2006 15:13:32 WIB

AHLUS SUNNAH DAN TERORISME


Oleh
Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu Nashr

Orang yang menuduh kita sebagai teroris, ia termasuk ahlul ghuluw (berlebih-lebihan
dalam tuduhannya). Ia tidak mengerti dakwah salafiyah. Dakwah salafiyah adalah
dakwah Islam. Dakwah salafiyah adalah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan para sahabatnya[1]. Namun demikian, tidak boleh seorang Salafi (siapapun
orangnya) menganggap dirinya berakhlak seperti akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam, atau akhlak para shahabatnya.

Dakwah salafiyah berdiri di atas aqidah yang benar, aqidah yang Rasulullah dan para
sahabatnya berkeyakinan dengannya. Dakwah salafiyah tegak diatas manhaj (jalan,
metode, tata cara) Islam yang benar dan lurus, berdiri diatas dalil. Dakwah ini benar-
benar mengagungkan As-Salaf Ash-Shalih (generasi terdahulu yang shalih), dari
kalangan para sahabat dan tabi’in. Dakwah ini mengagungkan dan menghormati dalil,
(berupa) firman Allah dan (sabda) Rasulnya, tidak mengutamakan dan mengedepankan
perkataan siapapun (di atas perkataan Allah dan rasulNya), betapapun tinggi derajat
dan kedudukannya orang itu. Dakwah salafiyah menyeru kepada Allah, kepada ajaran
Islam yang benar, seimbang dan adil. Menyeru kepada kelemah lembutan dan menolak
kekerasan. Maka menuduh dakwah salafiyah sebagai terorisme adalalah dusta!

Karena, siapakah yang benar-benar menentang para teroris dan takfiriyin (orang-orang
yang sangat mudah mengkafirkan orang lain tanpa sebab yang haq) saat ini?

Siapakah mereka kalau bukan ulama dakwah salafiyah ? Mereka, yang pada zaman ini
dikenal sangat gigih membela dan berdakwah dengan dakwah salafiyah ini. Yang paling
dikenal di antara mereka, seperti Al-Imam Al-Muhaddist Asy-Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albani, kemudian Asy-Syaikh Al’Allaamah Abdul Aziz bin Abdullah bin
Baaz, Asy-Syaikh Al-Allaamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Kemudian murid-
murid Al-Imam Al-Muhaddist Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dan murid-
murid mereka semua.

http://orido.wordpress.com 27
Buka Mata Buka Telinga

Merakalah yang jelas-jelas nyata paling menentang dan membantah pemikiran


terorisme ini, baik dengan tulisan-tulisan di dalam kitab-kitab mereka, kaset-kaset
kajian ilmiah mereka, dan dari seputar kajian-kajian ilmiah mereka secara langsung.
Hal ini diketahui oleh setiap munshif (orang yang adil dalam menghukum).

Adapun mukabir (orang yang sombong dan keras kepala) dan orang yang mendustakan
kenyataan mereka semua, maka sesungguhnya dia merupakan generasi (pelanjut) dari
tokoh-tokoh (penentang) terdahulu, (yaitu orang-orang) yang menuduh Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tukang sihir, orang gila, pemalsu dan pembuat Al-
Qur’an, pendusta. Mereka hanya menuduh, menuduh dan terus menuduh (tanpa haq
dan bukti yang benar).

Namun inilah taqdir para nabi, mereka selalu didustakan oleh sebagian umatnya. Allah
berfirman.

“Artinya : Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan
tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap
mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka” [Al-An’am : 34]

Oleh karena itu, demikianlah keadaan para da’i yang berdakwah kepada Allah,
keadaan para penuntut ilmu agama. Mereka akan selalu mendapatkan halangan dan
rintangan serta hambatan dari orang-orang sesat, ahli bid’ah, dan orang-orang yang
menyimpang dari jalan Allah. Mereka akan disakiti oleh para penentang itu.

Para ahli bid’ah, orang-orang sesat, dan orang-orang yang menyimpang dari jalan
Allah, (mereka) tidak pernah berhenti melancarkan usaha-usaha keji ( yang mereka
buat), berupa provokasi, menaburkan bibit-bibit pertikaian dan permusuhan di
kalangan masyarakat, sehingga para da’i yang ikhlas berdakwah kepada Allah dan para
penuntut ilmu agama, (mereka) akan selalu mendapatkan rintangan ini.

Ada dua pondok pesantren yang bermanhaj salaf di sebuah pulau. Setelah para ahli
bid’ah, orang-orang sesat, dan orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah ini
mengetahui keberadaan dua pondok pesantren ini, mereka segera menghasut
masyarakat setempat, dan akhirnya merekapun berhasil menghancurkan dan
memporakporandakan ke dua pondok pesantren ini.

Tidak ada yang memicu mereka untuk melakukan tindakan keji ini, melainkan hasad,
dengki dan kebencian yang membakar dada-dada mereka terhadap para da’i dari
penuntut ilmu agama yang benar dan lurus. Demikianlah, karena orang sesat memang
tidak akan pernah mencintai kebenaran dan ahlinya!.

Betatpapun demikian, orang-orang yang berpegang teguh dengan manhaj salaf, pasti
akan tetap selalu ada. Mereka selalu konsisten di atas prinsipnya dalam berdakwah.
Tidak berpengaruh tindakan-tindakan orang yang berusaha berbuat madharat terhadap
mereka, juga orang-orang yang menyelisihi mereka, seperti yang telah disabdakan
oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Akan tetap ada sekelompok dari umatku yang muncul di atas al-haq
(kebenaran), tidak membahayakan mereka orang-orang yang meninggalkan (tidak

http://orido.wordpress.com 28
Buka Mata Buka Telinga

mempedulikan mereka) sampai datang urusan dari Allah, sedangkan mereka tetap
demikian” [2]

Dan golongan ini, para ulama telah menafsirkan, bahwa mereka adalah ahlul hadits
dan ahlul atsar (yaitu orang-orang yang konsisten mengikuti hadits-hadits dan jejak
para As-Salaf Ash-Shalih).
Maka, saya nasihati setiap muslim, hendaknya ia menjadi seorang salafi. Saya nasihati
setiap muslim, hendaknya ia menjadi seorang salafi [3]. Hendaknya setiap muslim
bermanhaj, seperti apa yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan para sahabatnya. Sebuah manhaj yang tidak berpihak kepada personal
tertentu, atau kepada jama’ah-jama’ah tertentu.

As-Salafiyah bukanlah bayi perempuan yang baru terlahir sekarang. Bukan pula sebuah
organisasi yang baru didirikan saat ini. As-Salafiyah adalah ajaran yang turun dari
Allah, berupa wahyu yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada putrinya Fathimah Radhiyallahu anha [4]
tatkala ia meninggal dunia.

“Artinya : Bergabunglah bersama pendahulu kita yang shalih, Utsman bin Mazh’un” [5]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata (yang maknanya) : “Bukan


(merupakan) aib, jika seseorang menisbatkan (menyandarkan) dirinya kepada salaf,
karena manhaj salaf adalah (manhaj yang) a’lam (lebih berilmu), ahkam (lebih bijak
dan berhukum), dan aslam (lebih selamat)”.

Karena jika tidak demikian, bagaimana kita bisa merealisasikan : ‘Maa ana ‘alaihi wa
ashhaabii’.

Lihatlah ! Sekarang banyak jama’ah dengan bermacam-macam pola mereka, ada yang
ke barat, ada yang ke timur. Semuanya mengikuti jalannya masing-masing yang
berbeda-beda. Kecuali, hanya dakwah salafiyah yang diberkahi Allah ini. Golongan
inilah yang tetap konsisten berpegang teguh kuat-kuat dengan apa yang Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada di atasnya.

Oleh karena itu, saya memohon kepada Allah agar mereka –baik para da’i, para
penuntut ilmu, dan orang-orang yang bermanhaj salaf ini- senantiasa diberikan
kemudahan dan keutamaan dariNya, dan agar mereka dijadikan olehNya generasi-
generasi terbaik pewaris mereka. Sesungguhnya Allah-lah yang berkenan mangabulkan
do’a ini dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidaklah ada seorang yang menentang
dakwah yang haq ini, melainkan Allah pasti akan mebinasakannya. Karena Allah akan
selalu membela orang-orang yang beriman (yang membela agamaNya).

Karenanya, seluruh model dakwah apapun (di muka bumi ini) yang berusaha
menghalang-halangi, menentang, dan merintangi dakwah salafiyah, usaha mereka
pasti sia-sia dan gagal. Bahkan yang mereka dapatkan hanyalah kerugian dan
penyesalan. Sedangkan Allah senantiasa membela dan menolong dakwah salafiyah ini,
karena Allah pasti akan menolong orang-orang yang membela agamaNya, sebagaimana
firmanNya.

“Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.

http://orido.wordpress.com 29
Buka Mata Buka Telinga

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” [Al-Hajj : 40]

Demikianlah, akhirya saya cukupkan jawaban saya sampai di sini. Saya berharap bisa
bertemu dengan kalian pada kesempatan yang lain, insya Allah.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun X/1427H/1426. Diambil dari


Muhadharah Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nashr di Masjid Al-Karim, Pabelan,
Surakarta, Ahad 19 Februari 2006, Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Arief Budiman bin
Utsman Rozali]
_________
Foote Note
[1]. Berdasarkan hadits Iftiraqul ummah (perpecahan umat) yang shahih dan masyhur, yang
dikeluarkan oleh Abu Daud 4/197-198 no. 4597, At-Tirmidzi 5/25-26 no. 2640 dan 2641. Ahmad
2/332, 3/120 dan 145, 4/102, Ibnu Majah 2/1231-1232 no. 3991-3993 dari hadits Abu Hurairah
dan Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dan lain-lain yang sdi salah satu lafazh akhir hadits-
haditsnya adalah. “Mereka adalah al-jama’ah” dan ‘(Yaitu) mereka seperti apa yang aku dan
para sahabatku berada di atasnya”. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Muhamamd Nashiruddin
Al-Albani Rahimahullah di dalam Ash-Shahihah 3/480 dan kitab-kitab beliau lainnya.
[2]. Hadits Riwayat Muslim 3/1523 no. 1920 dari hadits Tsauban Radhiyallahu ‘anha, dan yang
semakna dengannya diriwayatkan oleh Al-Bukhari 2/2667 no. 6881 dari hadits Al-Mughirah bin
Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu dan lain-lain.
[3]. Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nashr memang mengulangi kata-katanya ini dua kali.
[4]. Demikian yang Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nashr sampaikan. Mungkin yang beliau
maksud adalah Ruqayah binti Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Fatimah
Radhiyallahu ‘anha meninggal sekitar setengah tahun setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam wafat, sebagaimana yang telah diketahui dan telah banyak keterangannya di dalam
kitab-kitab tarajim (biografi) para sahabat. Lihat Taqrib at Tahdzib, hal. 1367 no. 8749.
[5]. Hadits Riwayat Ath-Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath 6/41 no. 5736 dan lain-lain.
Hadits ini pernah diucapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika putri beliau Zainab
meninggal, sebagaimana dalam Musnad Al-Imam Ahmad 1/237 dan 335 no. 2127 dan 3103 dan
lain-lain. Juga ketika putra beliau Ibrahim meninggal sebagaimana dalam Al-Mu’jam Al-Kabir
1/286 no. 837 dan lain-lain. Al-Imam Adz-Dzhahabi di dalam Siyar A’lam An-Nubala 2/252,
beliau membawakan biografi Ruqayah Radhiyalahu ‘anha, beliau menghukumi hadsits ini dan
berkata ‘Munkar’.
Syaikh Salim bin Id Al-Hilali –hafizhahullah- di dalam kitabnya (Bashra-iru dzawi asy-Syaraf bi
Marwiyati Manhaj As-Salaf) hal.18 berkata : ‘Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
salam sabdanya kepada putri beliau Ruqayah, tatkala ia meninggal ...’ lalu beliaupun (Syaikh
Salim bin Id Al-Hilali) membawakan hadits ini. Kemudian beliau komentari pada catatan kaki :
‘Dhaif, dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad 1/237 dan 335 dan Ibnu Sa’ad di dalam Ath-Thabaqat
8/37 dan hadits ini dipermasalahkan oleh syaikh kami –rahimahullah- di dalam Adh-Dha’ifah no.
1715, karena terdapat (di sanadnya) Ali bin Zaid bin Jud’an”.
Dan Ali bin Zaid bin Jud’an adalah perawi yang dhai’f. Lihat Taqrib at Tahdzib, hal.696 no.
4768.
Atau, mungkin yang dimaksud oleh beliau (Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nasr) adalah
justru perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada putri beliau Fathimah
Radhiyallahu ‘anha, ketika beliau (Rasulullah) menjelang wafat. Jika ini yang dimaksud, maka
haditsnya adalah muttafaq ‘alaih, dikeluarkan oleh Al-Bukhari 5/2317 no. 5928 dan Muslim
4/1904 no. 2450 dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya aku adalah sebaik-baik pendahulu bagimu”.
Dan lafazh hadits ini lafazh Shahih Muslim.

http://orido.wordpress.com 30
Buka Mata Buka Telinga

http://www.almanhaj.or.id/content/1761/slash/0

Ada Sebagian Orang Yang Bersikap Ekstrim Dan Tidak Meletakkan Permasalahan
Pada Tempatnya

Minggu, 12 Februari 2006 15:40:30 WIB

ADANYA SEBAGIAN ORANG YANG BERSIKAP EKSTRIM DAN TIDAK MELETAKKAN


PERMASALAHAN PADA TEMPATNYA
Oleh
Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan.

Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan ditanya : Bagaimanakah hukumnya masyarakat
yang didalamnya masih ditegakkan shalat dan syiar-syiar Islam lainnya, namun tidak
berhukum dengan hukum-hukum Allah sekalipun mayoritas individunya menghendaki
ditegakkannya hukum syar'i. Sebagai catatan, penggunaan istilah jahiliyah terhadap
masyarakat Islam tersebut dijadikan sebagai alasan oleh sebagian orang untuk
menjauhkan diri dari masyarakat dan membangkang pemerintah, serta dijadikan
sebagai alasan untuk menggunakan kekerasan dan tindakan-tindakan lainnya sebagai
konsekuensi vonis kafir yang dijatuhkan, seperti penghalalan darah, harta dan
kehormatan orang lain !

Jawaban.
Seorang insan hendaknya selalu memperhatikan dampak dari setiap ucapan dan
tindakannya terhadap orang lain. Jika istilah masyarakat jahiliyah yang diucapkannya
lebih dari sekedar julukan biasa dan bermaksud untuk menjatuhkan vonis tertentu atas
masyarakat tersebut yaitu vonis kafir dan wajib keluar dan menjauhkan diri dari
masyarakat tersebut, maka jelas tidak benar dan merupakan maksud yang jelek.
Dikhawatirkan amal pelakunya akan terhapus jika yang ia maksudkan adalah seperti
diatas.

Dia ingin menetapkan bahwa istilah jahiliyah ini sama dengan jatuhnya vonis kafir.
Sebagai konsekwensinya ia membangkang pemerintah dan berusaha menjatuhkan,
menyerang dan menekan penguasa. Saya tandaskan : "Cara seperti ini bukanlah cara
yang Islami, akan tetapi cara yang rusak yang disusupi maksud dan i'tikad jelek. Hal itu
kelihatan dari beberapa sisi :

Pertama : Oknum-oknum yang melakukan perbuatan seperti itu dan yang menganggap
masyarakat yang dijuluki sebagai masyarakat jahiliyah adalah masyarakat kafir yang
wajib menjauhkan diri darinya walau apapun akibatnya, sangat jelas kelihatan bahwa
mereka adalah :

Orang yang dikenal tidak punya hikmah, ilmu dan pengkajian tentang akibat buruk
tindakan mereka.

Orang-orang yang mengasingkan diri dari masyarakat yang mayoritas atau bahkan
seluruh penduduknya kaum muslimin. Sebenarnya tiada kuasa bagi mereka untuk
menindak pelanggaran yang terjadi. Setelah menarik diri dari masyarakat merekapun

http://orido.wordpress.com 31
Buka Mata Buka Telinga

menumpahkan darah kaum muslimin demi mewujudkan satu tujuan, yaitu menekan
pengusa.

Merekapun menghalalkan darah kaum muslimin yang masih loyal kepada penguasa
tersebut dan masih bekerja dalam jajaran pemerintahannya kendatipun mereka adalah
kaum muslimin yang taat menegakkan shalat !

Mengapa mereka menghalalkan darah kaum muslimin ? Jawab mereka karena penguasa
mereka tidak berhukum dengan hukum Allah dan memakai undang-undang buatan
manusia. Dan disebabkan pemerintah membiarkan khamar dan zina terang-terangan
tersebar di wilayah mereka.

Boleh jadi realita tersebut benar! Akan tetapi apakah penguasa itu yang
memerintahkannya ? Apakah ia memaksa rakyatnya berbuat demikian ? Dari sisi lain,
apa hasilnya membunuh dan menumpahkan darah kaum muslimin ? Padahal dalam
hadits disebutkan.

"Artinya : Binasanya dunia dan seluruh isinya lebih ringan ketimbang tertumpahnya
darah seorang muslim"

Orang-orang yang bertindak demikian tentunya tidak mempertimbangkan akibat


tersebut.

Sebagaimana yang sudah dimaklumi bersama, pembangkangan tidak menghasilkan


maslahat apapun. Kami menyarankan mereka supaya memperhatikan akibat perbuatan
mereka, mulai mereka melakukannya hingga detik ini. Bukankah hasil yang dapat
dilihat hanyalah kerusakan dan mudharat yang besar bagi umat dan bagi mereka
sendiri ? Jelaslah mereka tidak memiliki kekuatan dan kemampuan yang seimbang
dengan kekuatan yang mereka lawan !

Akibat perbuatan mereka, penguasa berubah memusuhi orang-orang shalih, para da'i
dan yayasan-yayasan Islamiyah yang tidak ada hubungannya dengan tindak kekerasan
tersebut.

Akan tetapi dalam hal ini penguasa tidak bisa mendeteksi dan membedakan niat
masing-masing orang, mana yang bersalah dan yang tidak.

Yang jelas, bagi siapa saja yang memperhatikan dengan seksama tentunya mengetahui
bahwa mudharat yang timbul akibat cara-cara seperti itu lebih besar daripada
maslahat yang diharapkan !

Dan juga salah satu dampak negatifnya adalah terganggunya aktifitas dakwah.
Pemerintah punya alasan untuk mengusir dan menekan para da'i disebabkan perbuatan
orang-orang pandir yang memerangi menteri dan militer atau aparat pemerintah
lainnya. Sehingga mereka menjadi bahan pembicaraan masyarakat dan menjuluki
mereka sebagai teroris. Secara tidak sengaja mereka telah membangunkan musuh
untuk melawan mereka. Dengan demikian musuh pun bebas membuat perangkap dan
makar untuk menumpas setiap kebaikan yang ada pada mereka.

http://orido.wordpress.com 32
Buka Mata Buka Telinga

[Disalin dari kitab Muraja'att fi fiqhil waqi' as-sunnah wal fikri 'ala dhauil kitabi wa
sunnah, edisi Indonesia Koreksi Total Masalah Politik & Pemikiran Dalam Perspektif Al-
Qur'an & As-Sunnah, hal 24-38 Terbitan Darul Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]

http://www.almanhaj.or.id/content/1386/slash/0

Hukum Pemboman Di Negara-Negara Islam Dan Sekitarnya, Apakah Termasuk Jihad


Fi Sabilillah ?

Minggu, 27 Maret 2005 06:47:40 WIB

HUKUM PEMBOMAN DI NEGARA-NEGARA ISLAM DAN SEKITARNYA, APAKAH TERMASUK


JIHAD FI SABILILLAH ?
Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : “Ahsanaallahu ilaikum” –semoga
Allah menganugrahkan kebaikan kepada anda- apakah melakukan pembunuhan dan
pemboman terhadap gedung-gedung milik negara/pemerintah di negara-negara kafir
merupakan hal darurat dan bentuk jihad ?

Jawaban.
Pembunuhan dan pemboman merupakan hal yang tidak boleh, karena akan
menimbulkan kejahatan, pembunuhan dan terjadinya pengusiran kaum muslimin,
adapun yang disyariatkan terhadap orang-orang kafir yaitu berperang fi sabilillah,
menghadapi mereka dalam peperangan jika kaum muslimin memiliki persiapan
pasukan, berperang dengan kaum kuffar, membunuh mereka seperti apa yang telah
dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berhijrah ke Madinah,
hingga beliau mendapatkan penolong dan penyokong, adapun pemboman dan
pembunuhan hanya akan mendatangkan keburukan bagi kaum muslimin.

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih berada di Makkah sebelum


hijrah, beliau diperintahkan agar menahan diri dari memerangi kaum kuffar.

“Artinya : Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka :


‘Tahanlah tanganmu (dari berperang). Dirikanlah shalat dan tunaikan zakat” [An-
Nisa’ : 77]

Beliau diperintahkan untuk menahan diri dari memerangi kaum kuffar karena
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memiliki kekuatan untuk memerangi
mereka, kalau kaum muslimin membunuh salah seorang dari kaum kuffar maka kaum
kuffar yang lain akan menghabisi mereka karena kaum kuffar lebih kuat dari kaum
muslimin dan kaum muslimin di bawah kekuasaan dan tekanan kaum kuffar.

Maka pembunuhan yang mengakibatkan terbunuhnya kaum muslimin yang bermukim di


negara tempat mereka tinggal seperti yang terjadi sekarang bukanlah merupakan
bentuk dakwah dan bukanlah sesuatu bentuk jihad fi sabilillah dan begitu juga

http://orido.wordpress.com 33
Buka Mata Buka Telinga

pemboman ataupun pengrusakan. Hal ini hanya akan mendatangkan keburukan bagi
kaum muslimin sebagaimana yang terjadi sekarang.

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah dan ketika itu beliau memiliki
pasukan dan kekuatan maka pada saat itu beliau diperintahkan untuk memerangi kaum
kuffar. Tetapi apakah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat
beliau pada saat di Makkah sebelum hijrah melakukan perbuatan seperti ini
(pembunuhan dan pengrusakan) ? Bahkan mereka menahan diri dari hal itu.

Apakah mereka melakukan pengrusakan terhadap harta kaum kuffar ketika mereka
masih di Makkah ? Bahkan mereka menahan diri dari yang demikian.

Mereka hanya diperintahkan untuk berdakwah dan menyampaikan risalah pada saat di
Makkah, tetapi ketika mereka telah berada di Madinah maka mereka berjihad dan
berpegang teguh pada saat negara Islam telah berdiri.

[Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi Indonesia
Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin Said Ali Sufran Al-
Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia]

beRita terkait:

http://id.wikipedia.org/wiki/Detasemen_Khusus_88

Detasemen Khusus 88

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.


Langsung ke: navigasi, cari

Detasemen 88 Polri.

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara


Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Pasukan khusus berompi
merah ini dilatih khusus untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom.
Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana.

Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi


gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus
berkekuatan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak
bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu.

http://orido.wordpress.com 34
Buka Mata Buka Telinga

Pembentukan

Satuan ini diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal
Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004. Detasemen 88 yang awalnya beranggotakan
75 orang ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian yang pernah
mendapat pelatihan di beberapa negara.

Arti angka 88 pada tulisan Detasemen Khusus 88 ini menyerupai dua buah borgol.
Angka 88 merupakan representasi dari korban peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dari
warga asing yang mengalami korban terbanyak yaitu Australia. Makna "88" berikutnya
adalah, angka "88" tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan
Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka "88" juga
menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini.

Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa
Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih
langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf
pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di
Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.

Persenjataan

Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan
tempur buatan Amerika, seperti senapan serbu Colt M4, senapan penembak jitu
Armalite AR-10, dan shotgun Remington 870. Bahkan dikabarkan satuan ini akan
memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua
persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan
apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.

Operasi yang diketahui

• 9 November 2005 - Detasemen 88 Mabes Polri menyerbu kediaman buronan


teroris Dr. Azahari di Kota Batu, Jawa Timur yang menyebabkan tewasnya
buronan nomor satu di Indonesia dan Malaysia tersebut.
• 2 Januari 2007 - Detasemen 88 terlibat dalam operasi penangkapan 19 dari 29
orang warga Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang di Kecamatan Poso
Kota. Tembak-menembak antar polisi dan warga pada peristiwa tersebut
menewaskan seorang polisi dan sembilan warga sipil.[1]

http://orido.wordpress.com 35
Buka Mata Buka Telinga

• 9 Juni 2007 - Yusron al Mahfud, tersangka jaringan teroris kelompok Abu


Dujana, ditangkap di desa Kebarongan, Kemrajan, Banyumas, Jateng

Referensi

1. ^ "Poso Masih Mencekam", Kompas, 23 Januari 2007

Lihat juga

• Pasukan khusus
• Pasukan Gerakan Khas
• SWAT

Pranala luar

• TV7: Profil Detasemen 88


• Kompas: Pasukan Khusus Polri Dilatih CIA

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0706/12/taj01.html

Memberantas Terorisme dengan Segala Daya

Kepolisian kembali menangkap sejumlah orang yang mempunyai kaitan dengan para pelaku
yang terlibat dalam berbagai aksi peledakan bom di beberapa tempat di Indonesia.
Keberhasilan para anggota kepolisian tersebut menyadarkan kita bahwa para tersangka teroris
masih berkeliaran dan jumlahnya kemungkinan besar tidak sedikit. Masyarakat sangat
menghargai ketekunan dan kegigihan Polri.
Mereka yang tertangkap itu, sejauh yang diketahui, umumnya anggota biasa dari Jamaah
Islamiyah. Mereka adalah para pendukung kegiatan para perencana dan pelaku peledakan bom.
Kendatipun begitu, penangkapan tersebut bukan tidak bernilai.
Berdasarkan penangkapan ini, polisi diharapkan bisa menjejaki secara lebih jelas buronan
utama seperti Noordin M Top dan Abu Dujana. Hingga saat ini, Polri melalui juru bicaranya,
Mayjen Polisi Sisno Adiwinoto, memang optimistis bisa mencokok teroris sekaliber Abu Dujana,
buronan asal Cianjur.
Aksi-aksi terorisme marak dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan mereka telah merusak
berbagai fasiltas umum dan, menewaskan dan melukai orang-orang yang bernasib nahas.
Mereka juga merusak citra negara hingga para turis maupun investor ragu datang ke Indonesia,
sementara Australia dan Amerika Serikat berkali-kali mengeluarkan travel warning.
Aktivitas para teroris tersebut mesti ditumpas secepat mungkin dan sampai ke akar-akarnya
agar tidak menghadirkan kekuatan-kekuatan baru. Lantaran berdasarkan fakta yang terungkap
belakangan ini, Noordin M Top dkk mampu merekrut tenaga-tenaga baru dengan cara-cara yang
amat canggih.
Masyarakat sangat mengharapkan supaya Polri bisa meringkus para teroris sekaliber Abu Dujana
serta warga negara Malaysia Noordin M Top. Sebelumnya, Polri telah menewaskan Dr Azahari
yang konon walaupun anggota biasa dalam struktur organisasi Jamaah Islamiyah, tetapi punya
peranan bermakna dalam kegiatan teroris.

http://orido.wordpress.com 36
Buka Mata Buka Telinga

Dewasa ini, kegiatan memburu teroris dimonopoli Polri, terutama Detasemen Khusus 88.
Kecenderungan ini wajar saja sebab Polri umumnya dan Densus 88 pada khususnya disiapkan
untuk menumpas kegiatan para teroris dengan bantuan dana dan peralatan militer dari Amerika
Serikat serta Australia. Sejauh ini, Densus 88 cukup berhasil.
Meskipun demikian, kita memandang perlu penumpasan itu dilakukan dalam skala yang lebih
luas dan melibatkan banyak pihak. Tujuannya di samping menumpas juga mengajak masyarakat
berpartisipasi aktif mencegah munculnya tenaga-tenaga baru dalam kegiatan terorisme.
Menurut data-data yang diungkapkan kepolisian, mereka yang ditangkap umumnya anggota
masyarakat biasa. Entah merupakan kamuflase atau bukan, para tersangka yang ditangkap itu
berasal atau memiliki keluarga yang sederhana. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan
sampingan, mengapa mereka bisa mengambil tindakan yang berisiko tinggi? Mengapa mereka
bisa melakukan kegiatan yang memerlukan kemampuan canggih?
Salah satu perkiraan adalah para tersangka itu tidak memiliki pengetahuan yang cukup namun
mempunyai fanatisme tinggi hingga mudah dibujuk menjadi teroris. Bila melihat kondisi
masyarakat dewasa ini, sangat banyak anggota masyarakat yang bisa dibujuk sebab isu yang
menjadi pintu masuk cukup banyak seperti pendudukan Israel di Palestina, sikap arogan
Amerika Serikat terhadap dunia Islam, serta kemiskinan dan ketidakadilan.
Dalam konteks ini, Departemen Agama, para tokoh masyarakat dan lainnya memainkan peran
penting. Para tokoh formal maupun informal dengan pengaruh dan dukungan teknologi
informasinya bisa menjangkau masyarakat bawah yang berpeluang terbujuk itu. Persoalannya
adalah apakah pemerintah bisa menyediakan anggaran supaya rencana ini berhasil?
Kita tidak ingin isu terorisme terus menghantui kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita perlu
melenyapkan terorisme itu setuntas-tuntasnya dengan hard power maupun soft power dengan
tujuan menyelamatkan bangsa Indonesia seutuhnya.
Jelas, tugas itu tidak mudah sebab masalah terorisme telah menjadi isyu domestik, regional
dan internasional. Awalnya pun tidak lepas dari situasi dunia dalam era Perang Dingin antara
blok Barat dengan Blok Timur.
Pada mulanya adalah imbauan negara-negara dari dunia bebas membantu melepaskan
Afghanistan dari cengkraman Uni Soviet yang komunis. Imbauan ini berwujud dengan
kedatangan ribuan pemuda, termasuk diantaranya dari Indonesia, yang kemudian dididik secara
militer di perbatasan Pakistan-Afghanistan. Proyek ini dilakukan bersama oleh Pakistan, Arab
Saudi, Amerika Serikat, Inggris dan lainnya.
Ketika Uni Soviet tersingkir dari Afghanistan, Amerika Serikat yang mempunyai agenda sendiri
tidak lagi memerlukan dukungan pihak lain. Malahan pemerintahan Taliban pun akhirnya
disingkirkan.
Terorisme telah menyita perhatian dunia. Semua negara mengutuk dan memberantas
terorisme, namun tidak menghendaki penyelesaian seperti yang digariskan Barat karena masih
ada keraguan. n

Copyright © Sinar Harapan 2003

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/01/17/brk,20070117-
91473,id.html

tpm bantah kasus poso terkait jamaah islamiyah


Rabu, 17 Januari 2007 | 20:37 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Ahmad Michdan dari Tim Pembela Muslim (TPM) yang menjadi kuasa
hukum para tersangka kasus Poso membantah keterangan polisi yang menyatakan enam warga
Poso yang beberapa waktu lalu ditangkap memiliki kaitan dengan Abu Duljana, salah satu

http://orido.wordpress.com 37
Buka Mata Buka Telinga

dedengkot Jamaah Islamiyah.

Menurut Michdan, dari enam orang yang ditangkap aparat itu, hanya dua orang yang masuk
dalam daftar pencarian orang atau DPO. Itupun, kata dia Rabu (17/1), "Karena mereka diduga
terkait kasus pembunuhan dengan mutilasi terhadap tiga siswi di Poso.

Michdan menduga aparat menangkap mereka karena pada saat


penggerebekan itu mereka ditemukan bersama dengan Tarjono dan Papai Pang yang menjadi
target polisi. Mereka semua adalah warga asli Poso atau setidaknya sudah menjadi orang Poso
sejak daerah itu belum menjadi daerah konflik.

"Mereka termasuk Tarjono dan papai Pang tidak mengenal Abu Duljana," kata Michdan. Hanya
Sarjono yang sempat bertemu dengan seseorang bernama Mang Udin yang konon adalah orang
Abu Duljana. Tapi menurut Michdan, Mang Udin masih misterius.

Michdan juga membantah kliennya pernah terlibat dalam pertemuan-pertemuan yang digelar
oleh Jamaah Islamiyah di jawa Tengah, seperti yang dituturkan polisi. "Kenal jaja enggak," kata
dia.

Michdan curiga, dikaitkannya para tersangka Poso tersebut dengan Abu Duljana sebagai upaya
untuk menghidup-hidupkan isu bahwa Indonesia sebagai sarang teroris dan Islam adalah teroris.
"Ini bagian kampanye Amertika Setrikat."

Menurut dia, pascapembebasan Abu bakar Baasyir, isu terorisme kehilangan momentum.
Sehingga polisi mencari jalan lain untuk menghidupkan Jamaah Islamiyah. "Sesuai pesanan
Amerika."Imron Rosyid

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0706/12/sh01.html

Australia: Abu Dujana Telah Tertangkap

Canberra – Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer mengatakan bahwa
gembong Jemaah Islamiyah (JI), Abu Dujana, dipastikan telah ditangkap di Jawa Tengah
(Jateng).
Menlu Australia itu menyatakan hal tersebut seperti dilansir situs internet Radio Australia milik
ABC, Selasa (12/6) waktu setempat. Downer mengungkapkan bahwa Abu Dujana merupakan
salah satu dari beberapa tersangka yang ditangkap polisi Indonesia dalam beberapa hari
terakhir.
Namun, hingga kini, polisi dan media di Indonesia tidak membenarkan kabar bahwa alumni
gerilyawan Mujahidin di Afganistan tersebut sudah ditangkap. Tapi, Downer mengatakan bahwa
dia mendapatkan informasi penangkapan tersebut dari pihak berwenang Indonesia dan oleh
karena itu telah menyampaikan selama kepada kepolisian Indonesia.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Sisno Adiwinoto ketika dihubungi SH secara
terpisah Selasa siang ini telepon genggamnya tidak aktif. Namun, kepada SH, Senin sore, juru
bicara Mabes Polri itu mengatakan pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri
masih memburu Adu Dujana yang difokuskan tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga di luar Pulau

http://orido.wordpress.com 38
Buka Mata Buka Telinga

Jawa.
Sisno berkeyakinan Abu Dujana dalam pelariannya pasti didukung oleh informan-informan dari
kelompok JI guna meloloskannya dari upaya penyergapan polisi.
Oleh karenanya, Polri melalui masing-masing Polda (Kepolisian Daerah) secara simultan tengah
mengerahkan penjagaan, pemeriksaan, maupun penyebaran foto diri Abu Dujana khususnya di
wilayah-wilayah perbatasan.
“Dalam kasus ini, kita tidak bisa membatasi ruang gerak operasi karena biasanya mereka
menyebar. Setiap kali terjadi upaya penangkapan, dipastikan informasi sudah disebarkan ke
kelompoknya, apalagi Abu Dujana adalah panglima yang harus mereka lindungi meski dengan
pertaruhan nyawa,” papar Sisno.

Ke hal.11, Abu
Kabur ke Sumatera
Sumber SH yang tidak mau disebut namanya menyatakan perburuan Abu Dujana kini difokuskan
ke Pulau Sumatera karena diduga kuat yang bersangkutan telah kabur ke sana. Dalam
perburuan itu, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menyertakan Mujadit alias Brekele, tangan
kanan Abu Dujana yang diyakini tahu persis lokasi pelarian Abu Dujana ke Pulau
Sumatera.”Mujadit alias Brekele telah ditangkap di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Keduanya
saling kontak dan dikenal sangat akrab,” kata sumber itu.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Sisno Adiwinoto dalam kesempatan itu meluruskan
kesimpangsiruran pemberitaan yang menyebut Mahfud adalah Abu Dujana.
Dalam sebuah tayangan di salah satu televisi swasta, sejumlah tetangga ketika ditunjukkan foto
Abu Dujana sepakat bahwa foto itu adalah Yusron alias Mahfud, sosok yang salama satu tahun
terakhir bertetangga dengan mereka.
“Fotonya memang mirip, tapi mereka tidak sama. Yusron itu anak buah Abu Dujana,” tambah
Sisno.
Sementara itu, terhitung sejak dilakukannya penangkapan terhadap Yusron alias Mahfud dan
Aris Widodo, dalam tujuh hari polisi segera menetapkan staus tersangka terhadap kelimanya.
Sementara itu, rumah yang ditempati Yusron Mahmudi alias Mahfud tersangka teroris yang
dikenal sebagai tangan kanan Abu Dujana di Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen,
Banyumas, Jawa Tengah, masih dipasangi police line dan dijaga aparat kepolisian. Tidak jelas
kapan Tim Labfor akan turun menyelidiki tempat tersebut.
Sumber-sumber kepolisian di Banyumas menyebutkan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 masih
mengubek-ubek wilayah Banyumas dan sekitarnya. “Saya tidak tahu di mana mereka dan
tujuannya ke mana saja. Yang jelas, saya mendapat kabar kalau Tim Densus 88 masih ada di
sini,” jelas sumber tersebut, Senin (11/6).
Sebetulnya, rumah Mahmud juga telah digeledah setelah terjadi penangkapan. Memang, dalam
rumah tersebut terlihat acak-acakan, terutama di ruang tidur, pakaian dan buku terlihat
berantakan seperti yang disaksikan SH melalui kamera salah seorang petugas yang masuk
sebelum dipasang garis police line.
Pada bagian lain, Kapolda Jawa Tengah Irjen Dody Sumantyaman membantah wilayahnya
menjadi basis jaringan terorisme Abu Dujana. Meski dia menyakini bahwa yang bersangkutan
hingga kini diduga kuat masih beada di wilayah Jawa Tengah.
Dugaan itu beralasan karena dari beberapa peristiwa penangkapan anggota jaringan teroris
oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, banyak terdapat di daerah Jawa Tengah.
“Densus 88 telah mengantongi beberapa nama tersangka teroris yang layak dicurigai. Mereka
bisa berada di Semarang maupun daerah lain. Dalam hal ini, kami tidak bisa terbuka
menjelaskan. Data terlengkap ada di Mabes Polri. Kami memang punya data, mulai dari nama
maupun keterlibatan mereka dalam jaringan itu,” kata Dody.
Beberapa daerah yang menjadi tempat persembunyian anggota jaringan teroris itu di Jawa
Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebar mulai dari Semarang, Kendal, Pekalongan,
Boyolali, Cilacap, Temanggung, Magelang, Wonosobo, Banyumas, Sukoharjo, Karanganyar,
Wonogiri, Yogyakarta, dan Sleman.
Penyebaran daerah persembunyian yang begitu cepat itu, kata Dody, karena anggota jaringan
teroris itu berusaha bersembunyi di tempat yang mereka anggap aman. “Polisi berusaha

http://orido.wordpress.com 39
Buka Mata Buka Telinga

mempersempit ruang gerak mereka. Kami memerlukan dukungan masyarakat,” katanya.


Kapolda Jabar Irjen Soenarko DA membantah telah terjadi penangkapan anggota teroris di
Kabupaten Kuningan, Jabar. Menurut Kapolda, berdasarkan konfirmasi dari Kapolres Kuningan
maupun dari anggota Densus 88 Anti Teror, disebutkan tidak pernah ada penangkapan terhadap
anggota teroris di Kabupaten Kuningan Jabar.
“Tidak ada anggota teroris yang ditangkap di Kuningan,” kata Kapolda kepada pers di Mapolda
Jabar, Senin (11/6). Sebelumnya tersiar berita bahwa telah terjadi penangkapan anggota
teroris oleh Tim Densus 88 Anti Teror di sebuah rumah di Desa Ciganda Mekar Kecamatan
Cilimus Kabupaten Kuningan, Minggu (10/6).
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung meningkatkan kesiagaan guna mengantisipasi pelarian
teroris kelompok Abu Dujhana ke daerah ini menyusul kian diperketatnya ruang gerak mereka
di Jawa, terutama Jawa Tengah. Namun sejauh ini, Polda belum mencium adanya gerakan
kelompok teroris tersebut ke Sumatera melalui Lampung.
Demikian dikatakan Kapolda Lampung Brigjen Suharyono Kamino menjawab SH di Bandar
Lampung, Senin (11/6) sore, berkaitan kemungkinan larinya anggota kelompok Abu Dujhana ke
Lampung.
Ditemui seusai menghadiri dialog refleksi tiga tahun kepemimpinan Gubernur Sjachrudin ZP,
Kapolda mengakui kemungkinan larinya anggota kelompok Abu Dujana ke Lampung bisa saja
mengingat daerah ini memang sebagai penyangga. Lagi pula dalam sejarahnya di Lampung
pernah terjadi upaya-upaya gerakan separatis.
“Tapi sejauh ini kami belum mencium adanya pelarian anggota kelompok tersebut ke Lampung.
Kendati begitu, kami terus meningkatkan kesiagaan guna mengantispasinya,” ujar Kapolda.
(renne kawilarang/rafael sebayang/su herdjoko/sutriyono/didit ernanto/saufat
endrawan/syafnizal datuk sinaro/norman meoko)

Copyright © Sinar Harapan 2003

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/densus-88-geledah-
rumah-tersangka-arif-syai.html

densus 88 geledah rumah tersangka arif syaifudin


Senin, 18/06/2007

SURABAYA (SINDO) – Operasi perburuan jaringan teroris di Indonesia terus


dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri. Kemarin, 10
anggota Densus 88 melakukan penggeledahan rumah tersangka teroris Arif
Syaifudin, 29,warga Pulo Wonokromo 302 RT 007/RW 001 Kecamatan
Wonokromo, Surabaya.

Dalam penggeledahan yang hanya memakan waktu lebih kurang 15 menit itu
Densus menyita sejumlah barang milik tersangka. Aksi penggeledahan dilakukan
pukul 13.00 WIB. Anggota Densus 88 masuk ke rumah Arif dengan cara
mencongkel pintu dan jendela rumah tersebut. Barang-barang yang disita dari
rumah Arief berupa 1 set komputer, buku tabungan, beberapa keping CD,serta
beberapa buku panduan jihad. Kakak ipar tersangka, Nazirudin, saat dimintai
keterangan terkait penggeledahan, tidak mau berkomentar banyak. ”Maaf Mas,
saya capek tidak mau berkomentar dulu,” katanya. Tersangka Arif Syarifudin
ditangkap Densus 88 pada 12 Juni lalu.

http://orido.wordpress.com 40
Buka Mata Buka Telinga

Dia dianggap sebagai jaringan teroris Abu Dujana. Sementara Aziz Mustofa, 33,
yang ditangkap karena diduga terkait jaringan teroris Abu Dujana, di kalangan
warga tempat tinggalnya di Jln Kumudasmoro III RT 8 RW 8, Kelurahan Bongsari,
Semarang Barat,bukanlah sosok istimewa. Putra keempat dari tujuh bersaudara
hasil perkawinan Tugiyo, 65, dan Siti Zulaekha ini dikenal sebagai pemuda yang
taat beribadah dan aktif dalam kegiatan kampung dan keagamaan di musala tak
jauh dari rumahnya.

Ketua RT setempat,Sugeng Supriyadi, mengungkapkan perubahan pada Aziz


tampak pascamenikahi gadis pujaannya. Gadis itu berasal dari Kudus dan
bernama Nani Fatmawati. ”Dia menjadi sosok yang terkesan tertutup. Bila
sebelumnya aktif di kegiatan lingkungan, setelah menikah tidak pernah lagi ikut
kegiatan. Padahal, kakak-kakaknya yang lain tidak berubah, meski sudah
menikah,” terang Sugeng. Menurut dia, selain nama Aziz Mustofa yang diduga
terlibat jaringan teroris, ada tiga warga lain di lingkungan wilayahnya yang juga
diduga melakukan hal serupa.

Mereka adalah Badawi Rahman (kakak kandung Aziz Mustofa, buron), Sarwo Edi
alias Ahmad Munajib (tewas tertembak saat ditangkap di Sleman, DIY), dan
Rahmad Hidayat (ditangkap di RM Salero Padang,Semarang). ”Soal Badawi
Rahman,dulu setelah ada kejadian Bom Bali I saya pernah didatangi Densus 88
yang menanyakan keberadaannya.Tapi saya jawab tidak tahu. Terakhir (datang)
ke saya tahun 1999 untuk minta surat pengantar membuat KTP baru. Katanya
mau pergi ke Jakarta,”paparnya. Lebih lanjut dia menuturkan, selama Badawi
dan Aziz masih tinggal di rumah orangtuanya, tidak banyak aktivitas mereka
yang menimbulkan kecurigaan warga. Hanya, rumah tinggal keduanya saat itu
sering didatangi oleh sejumlah orang yang tak jelas asal-usulnya.

Di tempat terpisah, Siti Zulaekha mengaku sudah mendengar kabar


penangkapan anaknya,Aziz Mustofa, dari pemberitaan sejumlah media. ”Dia
pergi pamitan mau mencari pekerjaan sekitar tiga tahun lalu. Mau ke mana
perginya, dia tidak bilang.Istrinya tidak ikut sebab dia berencana akan
membawanya setelah dapat pekerjaan,” jelasnya. Tentang Badawi Rahman, dia
bersama suaminya hingga saat ini tidak tahu dimana tempat tinggalnya. (arief
ardliyanto/sofian dwi/ agus joko)

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2007/06/11/brk,20070611-
101686,id.html

Densus 88 Bekuk Anak Buah Abu Dujana di Sleman


Senin, 11 Juni 2007 | 11:09 WIB

TEMPO Interaktif, Sleman: Tim Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri terus mengejar
kelompok teroris yang menjadi anak buah Abu Dujana. Setelah menangkap Yusron Mahmudi (32

http://orido.wordpress.com 41
Buka Mata Buka Telinga

tahun) di Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Densus juga menangkap YRN (32
tahun), warga Magelang di rumah kontrakannya di Dusun Kayunan, Desa Donoharjo, Kecamatan
Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Namun, soal penangkapan YRN ini, jajaran Polda Yogyakarta dan Densus 88 Antiteror menolak
memberikan penjelasan secara detil. Meski demikian, mereka tidak membantah soal
penangkapan YRN di wilayah Sleman. "Konfirmasi langsung saja ke Kapolda," kata Komandan
Densus 88 Antiteror Polda DIY, AKBP Joko Lelono, Senin (11/6).

Begitu juga ketika ditanya penyisiran yang dilakukan tim Densus, Joko Lelono menolak
memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, menurut keterangan warga di Dusun Kayunan, penyergapan oleh Densus terjadi
pada Sabtu (9/6) sekitar pukul 16.10. Ketika itu, kata dia, dua orang pengendara sepeda motor
yang baru saja masuk Dusun Kayunan, langsung disergap oleh petugas berseragam sipil. Pada
peristiwa itu sempat terdengar suara tembakan beberapa kali.

"Saya tidak tahu siapa yang menembak, tapi terdengar beberapa kali letusan dari senjata api,"
kata warga yang menolak disebutkan namanya

Menurut sejumlah warga, YRN sudah sekitar delapan bulan mengontrak rumah di Dusun
Kayunan bersama seorang temannya. Sehari-hari, YRN berdagang keliling. Selama berada di
dusun tersebut, YRN bergaul seperti umumnya masyarakat desa. Bahkan dalam pertemuan
warga, YRN juga beberapa kali hadir. Jika YRN tidak bisa hadir, biasanya YRN akan pamit
dengan tetangga lainnya. syaiful amin

http://orido.wordpress.com 42