P. 1
Fraktur

Fraktur

|Views: 427|Likes:
Dipublikasikan oleh Fendy Odds

More info:

Published by: Fendy Odds on Sep 29, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KASUS POST OP FRAKTUR CLAVICULA

a. 

DEFINISI Hilangnya kesinambungan substansi tulang dengan atau tanpa pergeseran fragmen-fragmen fraktur. Terputusnya hubungan/kontinuitas jaringan tulang. Fraktur klavikula (tulang kolar) erputusnya hubungan/kontinuitas jaringan tulang.cedera yang sering terjadi akibat jatuh atau hantaman langsung ke bahu. Lebih dari 80% fraktur ini terjadi pada sepertiga tengah atau proksimal klavikula.

 

II.

TANDA DAN GEJALA a. Nyeri hebat ditempat fraktur. b. Rotesi luar dari kaki lebih pendek. c. Di ikuti tanda dan gejala fraktur secara umum : Bengkak Krepitasi Deformitas Peningkatan temperatur lokal Pergerakan abnormal Kehilangan fungsi

d.

ETIOLOGI a. Cedera traumatik Cedera traumatik pada tulang dapat disebabkan oleh : 1. Cedera langsung berarti pukulan langsung terhadap tulang sehingga tulang pata secara spontan. 2. Cedera tidak langsung berarti pukulan langsung berada jauh dari lokasi benturan, misalnya jatuh dengan tangan berjulur dan menyebabkan fraktur klavikula. 3. Fraktur yang disebabkan kontraksi keras yang mendadak dari otot yang kuat. b. Fraktur Patologik Dalam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit 1. Tumor tulang (jinak atau ganas) : pertumbuhan jaringan baru yang tidak terkendali dan progresif.

2. Infeksi seperti osteomielitis : dapat terjadi sebagai akibat infeksi akut atau dapat timbul sebagai salah satu proses yang progresif, lambat dan sakit nyeri. 3. Rakhitis : suatu penyakit tulang yang disebabkan oleh defisiensi Vitamin D yang mempengaruhi semua jaringan skelet lain, biasanya disebabkan oleh defisiensi diet, tetapi juga dapat disebabkan kegagalan absorbsiVitamin D atau oleh karena asupan kalsium atau fosfat yang rendah. c. Secara spontan : disebabkan oleh stress tulang yang terus menerus misalnya pada penyakit polio dan orang yang bertugas dikemiliteran. e. • • • lepas) b. Menurut luas garis fraktur : • • • Fraktur inkomplit (tulang tidak terpotong secara langsung) Fraktur komplit (tulang terpotong secara total) Hair line fraktur (garis fraktur hampir tidak tampak sehingga JENIS FRAKTUR Simple fraktur (terdapat satu garis fraktur) Multiple fraktur (terdapat lebih dari satu garis fraktur) Comminutive fraktur (banyak garis fraktur/fragmen kecil yang a. Menurut jumlah garis fraktur :

tidak ada perubahan bentuk tulang) c. Menurut bentuk fragmen : • • • • I. II. III. • Fraktur transversal (bentuk fragmen melintang) Fraktur obligue (bentuk fragmen miring) Fraktur spiral (bentuk fragmen melingkar) Fraktur terbuka (fragmen tulang menembus kulit), terbagi 3 : Pecahan tulang menembus kulit, kerusakan

d. Menurut hubungan antara fragmen dengan dunia luar :

jaringan sedikit, kontaminasi ringan, luka <1 cm. Kerusakan jaringan sedang, resiko infeksi lebih besar, luka >1 cm. Luka besar sampai ± 8 cm, kehancuran otot, kerusakan neurovaskuler, kontaminasi besar. Fraktur tertutup (fragmen tulang tidak berhubungan dengan dunia luar)

III. PATOFISIOLOGI Trauma Kecelakaan, trauma, osteoporosis Fraktur Merusak jaringan lunak disekitar fraktur Pre Op (Fraktur terbuka) fraktur menembus permukaan kulit (Fraktur tertutup) tidak terdapat luka pada permukan kulit Terjadinya bengkak Menyebabkan denyut nadi menurun dan paralisis nyeri hebat Vaskularisasi disekitar daerah fraktur menurun Terjadi iskemia Operasi Kontraktur Post op Adanya luka Nyeri Jaringan tulang nekrosis

Kontak dengan lingkungan luar Resti infeksi

Gangguan vaskularisasi Kerusakan integritas kulit

Gangguan aktivitas (kerusakan mobilitas fisik )

Gangguan aktifitas (kerusakan mobilitas fisik)

Gangguan aktivitas (kerusakan mobilitas Resti infeksi fisik) Mobilisasi

Resti infeksi dan resiko pendarahan

Adanya gangguan istirahat tidur Gangguan rasa nyaman

a. 1) Aktivitas/istirahat: Gejala:

PENGKAJIAN

Keterbatasan/kehilangan fungsi pada bagian yang terkena (mungkin segera akibat langsung dari fraktur atau akibat sekunder pembengkakan jaringan dan nyeri.

2)

Sirkulasi: Peningkatan tekanan darah mungkin terjadi akibat respon terhadap nyeri/ansietas, sebaliknya dapat terjadi penurunan tekanan darah bila terjadi perdarahan. Takikardia Penurunan/tak ada denyut nadi pada bagian distal area cedera, pengisian kapiler lambat, pucat pada area fraktur. Hematoma area fraktur.

Tanda:

3)

Neurosensori: Hilang gerakan/sensasi Kesemutan (parestesia) Deformitas lokal, angulasi abnormal, pemendekan, rotasi, krepitasi, spasme otot, kelemahan/kehilangan fungsi. Keterbatasan/kehilangan fungsi pada bagian yang terkena (mungkin segera akibat langsung dari fraktur atau akibat sekunder pembengkakan jaringan dan nyeri. Agitasi (mungkin berhubungan dengan nyeri/ansietas atau trauma lain.

Gejala:

Tanda: -

4)

Nyeri/Kenyamanan: Nyeri hebat tiba-tiba pada saat cedera (mungkin terlokalisasi pada area fraktur, berkurang pada imobilisasi. Spasme/kram otot setelah imobilisasi.

Gejala:

5)

Keamanan:

Tanda: 6) Laserasi kulit, perdarahan Pembengkakan lokal (dapat meningkat bertahap atau tiba-tiba) Imobilisasi Bantuan aktivitas perawatan diri Prosedur terapi medis dan keperawatan

Penyuluhan/Pembelajaran:

PENGKAJIAN POST OP Pengkajian pasien Post Op (Doenges, 1999) meliputi : 1) Sirkulasi Gejala : riwayat masalah jantung, GJK, edema pulmonal, penyakit vascular perifer, atau stasis vascular (peningkatan risiko pembentukan trombus). 2) Integritas ego Gejala : perasaan cemas, takut, marah, apatis ; factor-faktor stress multiple, misalnya financial, hubungan, gaya hidup. Tanda : tidak dapat istirahat, peningkatan ketegangan/peka rangsang ; stimulasi simpatis. 3) Gejala Makanan / cairan : insufisiensi pancreas/DM, (predisposisi untuk

hipoglikemia/ketoasidosis) ; malnutrisi (termasuk obesitas) ; membrane mukosa yang kering (pembatasan pemasukkan / periode puasa pra operasi). 4) 5) Pernapasan Keamanan Gejala : infeksi, kondisi yang kronis/batuk, merokok. Gejala : alergi/sensitive terhadap obat, makanan, plester, dan larutan ; Defisiensi immune (peningkaan risiko infeksi sitemik dan penundaan penyembuhan) ; Munculnya kanker / terapi kanker terbaru ; Riwayat keluarga tentang hipertermia malignant/reaksi anestesi ; Riwayat penyakit hepatic (efek dari detoksifikasi obatobatan dan dapat mengubah koagulasi) ; Riwayat transfuse darah / reaksi transfuse. Tanda : menculnya proses infeksi yang melelahkan ; demam. 6) glokosid, Penyuluhan / Pembelajaran antidisritmia, bronchodilator, diuretic, dekongestan, analgesic, Gejala : pengguanaan antikoagulasi, steroid, antibiotic, antihipertensi, kardiotonik antiinflamasi, antikonvulsan atau tranquilizer dan juga obat yang dijual bebas, atau obat-obatan rekreasional

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Pemeriksaan radiologi untuk memastikan daerah fraktur dengan : 2 arah (antero posterior dan lateral) 2 waktu yang berbeda (saat setelah trauma dari 10 hari setelah trauma) 2 sendi : sendi proksimal dan sendi distal dari fraktur harus terlihat pada film. 2 ekstremitas : sebagai perbandingan, bila garis fraktur meragukan pada anak-anak Skala Nyeri

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10 Nyeri tak tertahan

Tidak nyeri

Nyeri sedang

DAFTAR PUSTAKA Arif Mansjoer, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Susan Martin Tucker, dkk, 1995, Standart Keperawatan Pasien, Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Nasrul Effendi, 1995, Pengatar Proses Keperawatan, Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->