Anda di halaman 1dari 3

membangun positive thinking secara islam

kecemasan jiwa selalu menempati posisi puncak di antara beberapa penyakit masa
kini. buku-buku dan penelitian-penelitian yang membahas tema ini sudah banyak.
meskipun begitu, fenomena kecemasan ini terus berlangsung.

islam telah mengatasi persoalan ini dengan antisipasi penyembuhan yang telah
dikenal sejak lebih dari empat belas abad yang lalu. berikut ini
adalah beberapa kiat islam dalam membangun sikap positive thinking sehingga kita
terhindar dari kecemasanjiwa.

luruskan pikiran anda

allah berfirman,

"sesungguhnya allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah
keadaan yang ada pada diri mereka sendiri?" (ar-ra'd: 11)

ayat al-qur`an di atas adalah hukum perubahan dalam kehidupan di dunia. oleh
karenanya, keadaan anda tidak akan berubah dari satu kondisi menjadi kondisi yang
lain, kecuali dengan peran tangan anda sendiri. demikian pula dengan mukjizat.
memang, semuanya hanya akan terjadi dengan takdir allah, namun dalam menjadikan
segala sesuatu itu, allah menggunakan sebab. selama anda belum mengenal hukum
perubahan ini dengan baik, maka segala upaya anda untuk mengatasi rasa cemas atau
agar terbebas dari kesusahan, tidak akan berguna. anda tidak akan mampu terbebas
dari rasa cemas kecuali jika anda
sendiri bersikeras untuk mengatasi hal ini. anda harus berusaha untuk mencari
jalan agar terbebas dari rasa itu. akan tetapi, bagaimana hal itu
dapat terwujud?

semua itu dapat terwujud dengan mengubah dan meluruskan gaya berpikir anda. anda
tidak akan merasa bahagia jika memenuhi kepala anda dengan pikiran kesedihan dan
beberapa kesusahan yang berat untuk dipikul.

hidup anda tentu merupakan hasil berpikir anda. oleh karena itu, dengan kapasitas
anda, anda dapat mengubah jalan hidup anda dengan cara mengubah jalan berpikir
anda. dengan kapasitas anda pula, anda bisa sakit atau juga
menikmati sehat.

hilangkan penyakit hati

sering kali, kita sendirilah yang membuat rasa cemas terjadi pada diri kita. juga
kita sendiri yang memilih terjadinya kesusahan dan kesedihan.
bahkan lebih dari itu, mungkin ada di antara kita yang menyiksa diri dengan
penyakit hati pada diri kita. penyakit ini tentu bukan karena virus atau
sejenis mikroba, akan tetapi penyakit akibat adanya kerusakan pikiran kita dan
akibat sedikitnya iman kita kepada allah swt..

salah satu contoh penyakit tersembunyi ini adalah iri. orang yang berpenyakit iri,
akan lebih menyakiti dirinya sendiri daripada menyakiti
orang lain. orang yang iri ini akan menyiksa diri sendiri karena suatu hal yang
bukan miliknya.

saudara sesama muslim, jauhilah sifat iri. larilah jauh-jauh dari hal itu seperti
anda lari karena takut singa. jangan pernah iri kepada seseorang
yang telah allah berikan karunia-nya. dengan iri itu, anda telah menyalahkan
keadilan allah azza wa jalla, allah mahatinggi dari semua itu.
jika anda iri, maka seakan-akan anda mengatakan kepada allah, "engkau telah
memberi kepada seseorang yang tidak berhak menerimanya dan engkau malah
meninggalkanku." astagfirullah. apakah anda ingin anda sendirilah yang
membagi-bagi rezeki?

cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri

ini bukan sekadar nasihat dan bukan sekadar kata-kata hikmah. ini merupakan obat
jiwa dari sekian banyak penyakit jiwa yang ada. ini juga merupakan hukum untuk
membawa kebahagiaan bagi jiwa manusia, bahkan sesungguhnya, perkataan ini
merupakan ucapan manusia pilihan, yaitu nabi muhammad saw.. merupakan hal yang
sangat penting jika kita memegang teguh
sabda di atas karena jiwa manusia akan menjadi baik bila berpegangan dengan
perkataan ini. keimanan seseorang tidak akan sempurna kecuali dengan menjalankan
makna perkataan ini. rasulullah saw. bersabda,

"salah seorang dari kalian tidak dikatakan beriman, hingga mencintai saudaranya
seperti halnya mencintainya dirinya sendiri." (muttafaq 'alaih)

ketika anda mencintai saudara anda seperti anda mencintai diri sendiri, dada anda
akan terasa lapang, jiwa anda terasa tenang, dan anda akan
merasakan puncak kepuasan. hanya dengan itulah anda akan merasakan manisnya iman.
manisnya iman ini tidak dapat dirasakan dengan lisan, melainkan dengan hati. anda
juga akan merasakan kebahagiaan jiwa yang menyeluruh.
tahukah anda mengapa hal ini dapat terjadi? karena kebahagiaan anda menjadi
bertambah, ketika anda melepaskan diri dari rasa benci dan memenuhinya dengan rasa
cinta. kebahagiaan anda menjadi bertambah ketika anda menanggalkan titik-titik
hitam. titik-titik hitam ini bisa berupa rasa dengki, benci, dendam, iri, dan lain
sebagainya.

jangan sedih dengan masa lalu, pikirkan masa kini

anas r.a. berkata rasulullah saw. bersabda,

"ya allah, aku berlindung kepadamu dari kesusahan dan kesedihan. dan aku
berlindung kepada-mu dari perasaan lemah dan malas, dari rasa takut dan bakhil,
dari terjepit oleh utang dan penguasaan orang-orang." (hr bukhari dan muslim)

adanya perasaan sedih karena masa lalu, juga karena mengingat peristiwa masa lalu
yang tidak mungkin kembali lagi merupakan suatu kelemahan yang akan menjadikan
seseorang merasa terus terbelenggu dan hanya akan menjadikannya lemah dan tak
berdaya.

karena itulah, rasulullah saw. melarang kita untuk menyesali hal-hal keduniaan
yang terjadi pada masa lalu. rasulullah saw. juga melarang seseorang mengatakan,
"seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya...."

rasulullah saw. bersabda,

"bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan


kepada allah serta jangan merasa lemah. bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu
mengatakan, 'seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini-begini.'
katakanlah, 'allah telah menakdirkan dan apa
yang allah kehendaki maka itu terjadi.' sesungguhnya kata seandainya akan
membuka pintu perbuatan setan." (hr muslim)

tidak menyesali masa lalu bukan berarti seseorang tidak bersungguh-sungguh dalam
mengerjakan sesuatu yang bermanfaat baginya. maksud hadits rasulullah saw. di atas
adalah membimbing seorang muslim agar bersungguh-sungguh
mengerjakan sesuatu yang bermanfaat baginya lalu agar meminta pertolongan allah
dalam hal ini. hadits ini kemudian menjelaskan pula bahwa barangsiapa yang meminta
pertolongan allah, maka ia selamanya tidak akan menjadi lemah.
dalam hadits ini, ada motivasi bagi seorang muslim agar percaya diri atas
kesuksesannya dan agar tidak berputus asa.

wallahu a'lam bish-shawwab

disadur dari buku membangun positive thingking


penerbit : gema insani

-: sarikata.com :-