Anda di halaman 1dari 6

CERITAKU Awal kepindahan dirumah baru, dua hari sebelum bulan puas tahun 2010, rumah itu menyenangkan

buat kami, terdiri dari 2 kamar tidur, ruang tengah dibuat usaha warnet dan kamar embak (atun), ada teras yang lumayan lega. Aku tidur sekamar dengan istriku, anak-anak tidur di kamar mereka, dan itu tidak berlangsung lama hanya dua hari. Selanjutnya aku tidur sendiri dikamar anakanak. Dan anak-anak tidur bersama ibunya. Hubungan kami biasa-biasa saja, tapi komunikasi kami tidak begitu bagus (karena kami tidur terpisah) .Bila ingin beraktifitas suami istri, istriku datang kekamar dan membangunkan saya. Begitu sebaliknya, bila saya yang ingin maka saya bangunkan istri saya dan saya ajak kekamar sebelah. Setelah melakukan hubungan badan, maka istri saya kembali lagi kekamarnya, begitu seterusnya selama berbulan-bulan. Dalam melakukkan aktifitas suami istri pun kami punya kendala, karena kami tidur terpisah. Selama istri saya mengajak melakukkan hubungan badan saya tidak penah menolak sekalipun. Tapi berbeda apa yang dilakukan istri saya, bila saya mengajak berhubungan badan kadang-kadang istri saya suka menolak dengan alasan, yang membuat saya menelan kekecewaaan. Bila seperti itu maka saya akan melakukan onani sendiri dikamar. Pernah saya mendengar salah satu alasan istri saya, kenapa istri saya tidak mau diajak berhubungan badan, istri saya bilang kalau mau berhubungan badan bersih-bersih dulu . Lalu saya bertanya dalam hati, bagaimana selama ini bila dia yang ingin dan datang kekamar lalu membangunkan saya, tidak ada acara untuk bersih-bersih. Yang seperti ini lah yang membuat timbul permasalahan. Pernah saya meminta agar kita tidur sekamar lagi, tapi istri saya pikir-pikir dulu katanya aku butuh waktu. Lalu saya tanyakan lagi sampai berapa lama? istri saya menjawab aku butuh waktu. Akhirnya aku mengalah untuk tidur sendiri lagi. Hari berjalan seperti biasanya, masalah-masalah kecil timbul yang membuat komunikasi tidak begitu bagus. Istriku sering melakukkan komunikasi dengan laki-laki lain memalui facebook. Dan itu mereka lakukan kadang tidak tahu waktu, sampai larut malam. Awalnya aku mencoba untuk mengerti, mungkin istriku sedang belajar menggunakan bahasa inggrisnya. Tapi lama kelamaan aku mengetahui, ternyata selain belajar berbahasa inggris istriku menceritakan isi hatinya kepada orang lain. Dari sinilah istriku membandingkan antara aku dan laki-laki lain. Pernah istriku berkata Nyatanya yang jauh saja komunikasinya tidak ada masalah, ini yang bersebelahan dinding kamar saja komunikasinya bermasalah. Aku berpikir ternyata istriku memang menginginkan aku selalu berada dikamar sebelah dan tidur terpisah. Lalu mengharapkan komunikasi berjalan dengan baik. Kini aku diam tak bicara lagi dengan istriku, itu yang aku lakukan apabila aku tak suka dengan istriku. Semakin sering istriku mencurahkan isi hatinya kepada orang lain, kadang terdengar tawa istriku kesenangan di depan laptop sedang bermain facebook. Saking asiknya istriku bermain facebook ia melupakan anaknya yang paling kecil. Kadang aku dengar anakku menangis untuk mencari perhatian ibunya dan itu sering terjadi.

Di rumah kami ada atun yang membantu kami, kalau hani menangis (mencari perhatian) saat ibunya sibuk facebookkan maka atun segera mengajaknya bermain, agar hani tidak menangis. Hani adalah anak kami yang paling kecil, sedangkan atun adalah embak kami yang membantu kami dirumah. Atun membantu sekali buat kami, mulai pagi hari dia menyiapkan kami sarapan untuk yang berangkat pagi, waktu itu lana masih kelas 3 sd (anak kami yang pertama), hari senin sampai dengan kamis lana dan saya berangkat jam 08.30 dan pulang jam 14.30. Pada hari jum'at dan sabtu lana dan saya berangkat jam 06.00 pagi pulang sekolah jam 12.00. Atun juga mengerjakan pekerjaan rumah serta menjaga warnet, untuk warnet yang ada dirumah tidak selalu di jaga dalam arti harus duduk di depan kasir. Siapa saja kalau tidak ada yang sibuk dapat menjaga warnet. Selain itu atun juga mengantar hani kesekolah dari hari senin sampai dengan jumat, setelah kami semua pergi keluar rumah dan istriku berangkat jam 08.00. Dari atunlah saya tahu apa sebenarnya yang terjadi dirumah ini. Dengan siapa saja istriku facebookkan, apa saja yang dilakukkan. Sampai-sampai merubah berpikirnya istriku, yang membuat aku bertanya-tanya. Pernah suatu hari istriku membeli karpet kain untuk kamarnya, lalu istriku membeli selimut tebal untuk kasurnya dan serta membeli rak buku. Biar tidak mencurigakan maka istriku membeli dua selimut tebal, dengan motif yang berbeda. Yang satu bermotif anak-anak, yang dipasang dikamar dimana aku tidur sekarang. Membelinya pun kita bersama-sama, karena kita sekeluarga ada rutinitas dalam sebulan untuk pergi berbelanja di mall. Tadinya aku berpikir mungkin aku akan tidur berdua dengan istriku seperti janjinya. Ternyata tidak, istriku menghias kamarnya ternyata untuk teman facebooknya, biar orang tahu ini lo.. kamar saya (mama lana). Di kamar ada 2 laptop, yang punya lana ada kameranya, yang punya mamanya tidak ada cameranya. Kadang mamanya lana suka pinjam punya lana. Walau pun punya mamanya lana tidak ada kameranya tapi mereka bisa saling bicara lewat suara. Kini aku mendiamkan istriku, dari diam itulah istriku merasa dirinya dibiarkan oleh aku. Karena merasa dibiarkan lalu istriku merasa bebas, dia melakukan apa yang dianggabnya menyenangkan dan benar. Kenapa aku selalu diam bila aku marah? aku diam karena istriku orangnya keras dalam arti pemarah. Bila aku timpali dengan sifat yang sama maka ributlah yang terjadi. Bila ribut terjadi tidak ketahuan mana yang benar mana yang salah. Dari situlah maka aku merasa lebih baik diam dan sabar. Apabila kami bertengkar istriku selalu mengungkit-ungkit kesalahanku yang lalu-lalu. Aku tak habis pikir besarkah salah aku terhadap istriku, sehingga istriku membenciku. Aku bukan orang yang suka minum-minum, aku bukan orang suka main judi, aku bukan orang suka main perempuan, aku bukan orang yang bertatto, apalagi merokok. Dan aku akui, aku bukan orang yang beriman dalam arti sholatnya tepat lima waktu. Ada saja yang terlewatkan, aku tahu kalau itu tidak benar, tapi aku mencoba untuk berusaha agar aku dapat sholat lima waktu. Suatu hari aku temukan kue ulang tahun di dalam lemari pendingin, aku berpikir siapa yang ulang tahun, kedua anakku tidak atau istriku juga tidak. Belakangan ini aku mengetahuinya ternyata kue tersebut untuk teman laki-

lakinya yang di facebook. Dia peringati, lalu dia foto dan hasil fotonya dia kirim lewat facebook. Hari terus berlalu dan memasuki bulan Desember. Suatu hari aku dikejutkan oleh istriku, aku dipeluknya dan ia meminta maaf, aku memaafkannya. Aku merasa lega, aku tidak ingin bertengkar lagi dengan istriku, tapi aku tetap tidur sendiri seperti biasannya. Untuk melakukan hubungan suami istri masih seperti biasa. Selesai melakukan hubungan badan istri ku segera pindah kekamar sebelah. Awal januari tetangga sebelah rumah ada resepsi pernikahan kami datang, kami di undang untuk hadir pada saat akad nikah. Aku hadir duluan dengan alasan acara sudah dimulai dan seijin istriku (waktu itu sedang mandi). Di tempat acara aku tunggu istriku, kenapa lama sekali sampai acara akad nikah selesai. Ternyata istriku pergi kesalon untuk berrias, dalam hatiku bertanya tumben istriku pergi kesalon untuk acara pernikan tetangga di sebelah rumah. Selama ini setahu aku istriku tidak pernah kesalon berrias untuk menghadiri resepsi. Aku tidak berpikir yang tidak-tidak, mungkin ia ingin memperlihatkan kepada orang lain, ini lho istrinya pak yayan (mungkin). Selesai acara resepsi kami pulang kerumah, sampai dirumah istriku berfoto seorang diri dan aku membantunya untuk memfoto. Belakang aku tahu ternyata foto tersebut dia kirimkan keteman facebooknya. Oh . ternyata dia kesalon bukan untukku tetapi ada niat lain. Aku berusaha untuk sabar dan sabar. Hari berjalan seperti biasanya, pada hari selanjutnya istriku datang kekamar ingin melakukkan hubungan badan, seperti biasa pula aku tak pernah menolak dan tidak disuruh acara bersih-bersih. Tapi dimalam itu aku merasakan ada yang lain entah perasaan ku atau apa pokoknya lain. Atau karena terlalu lama aku tidak melakukkan hubungan badan dengan istriku. Selesai melakukan hubungan seperti biasa istriku pindah kekamar sebelah. Beberapa hari berikutnya aku mencoba untuk mengajak istriku kekamar sebelah untuk melakukkan hubungan badan, tapi istriku menolak aku tak tahu mengapa aku ditolak. Karena sudah biasa di tolak aku bersabar dan aku onani lagi seperti biasanya. Setelah aku ketahui alasanya kenapa aku ditolak, ternyata sama alasannya kalau aku mau berhubungan badan aku harus bersih-bersih dulu Lalu ada alasan lain, saat istriku memeluk aku selesai berhubungan badan pada malam itu, aku melepaskan pelukannya. Lalu mama lana merasa tersinggung dan merasakan lain bahwa aku berberubah katanya. Aku melepas pelukkannya karena aku merasa kepanasan. Di sinilah puncaknya, dari kejadian itu istriku mencurigaiku bahwa aku dituduh oleh istriku kalau aku punya wanita lain diluar rumah. Lalu muncul masalah lagi, aku dan istriku sama-sama diam dalam waktu yang lama. Entah kenapa pada awal bulan Maret atun meminta ijin untuk pulang dan tidak akan bekerja lagi pada pertengahan maret ini. Sebenarnya kami merasa berat kalau atun pulang, tapi apa boleh buat. Lalu istriku memberi ijin. Istriku bilang ke aku bahwa atun pulang karena tidak tahan dengan keadaan kondisi dirumah. Aku pikir iya, mungkin atun merasa sudah tidak sehat lagi berada dirumah ini, maka ia memutuskan untuk segera pulang. Karena sudah mendapat ijin istriku maka aku pun mengijinkannya. Lalu aku berinisiatif untuk membelikan tiket sebagai tanda terimakasih kami selama ini. Itu pun sepengetahuan istriku.

Masih dua minggu lagi kepulangan atun, tiket yang aku belikan untuk atun aku serahkan ke istriku, istriku marah dan suasana memanas antara aku dan istriku. Suatu pagi istriku menemuiku dan bicara kepadaku tolong tinggalkan aku, aku sudah selingkuh dari bulan November seraya pergi dari hadapanku. Ah apalagi ini, aku bingung dan diam seperti biasa karena aku tidak mau rebut. Pada malam harinya lana menangis sedih dikamar ibunya, aku lihat ibunya sedang membicarakan hubungan papa dan mamanya saat ini. Mamanya menjelaskan bahwa mama tidak mencintai papa lagi. Lalu aku masuk kekamar istriku, aku menenangkan lana, aku bicara pada lana lana papa tidak akan meninggalkan kalian. Akhirnya lana berhenti dari tangisnya, aku tidak tahu apakah benar atau tidak, apa yang dilakukkan oleh mamamnya terhadap lana. Aku hanya sedih melihat lana menangis dan menanggung itu semua. Jadwal kepulangan atun semakin dekat tinggal beberapa hari. Ada muncul masalah baru lagi, kini aku malah dituduh istriku bahwa aku bersellingkuh dengan atun. Oh Tuhan ada apa ini, aku tidak habis pikir, waktu yang lalu aku dituduh ada perempuan lain diluar rumah, sekarang aku dituduh ada main dengan atun. Setiap hari aku berangkat bekerja bersama lana dan pulang kerja sama lana. Dirumah setiap hari selalu ramai orang, karena dirumah kami buka usaha Warnet. Warnet kami buka setiap pagi setelah hani pulang sekolah dari paud, dan tutup pada malam hari jam 22.00. Dan sudah enam bulan ini atun sekolah malam di PKBM untuk mengambil ijasah SMP, sekolahnya gratis dan dekat dengan rumah, berselang tiga rumah dari rumah kami. Jadwalnya tiga kali seminggu mulai jam 19.00 sampai dengan 21.00 Aku coba untuk luruskan, kami bertiga duduk bersama dan membicarakan apa benar atun selingkuh dengan aku. Ternyata tidak ada perselingkuhan antara aku dan atun. Pada hari keberangkatannnya atun, saya berinisiatif akan antara atun kebandara awalnya saya minta ditemani lana, tapi lana tidak diberi ijin oleh ibunya. Akhirnya saya antar atun kebandara, atun pun berpamitan dengan mama lana. Saat aku akan antar atun, istriku bilang ke aku sekalian aja ikut pulang sama atun. Aku mencoba untuk sabar, sampai dibandara aku ucapkan terimakasih banyak bahwa atun telah membantu keluarga kami. Begitu juga atun berpamitan dan mengatakan kepada aku, aku disuruhnya untuk bersabar. Setelah kepulangan atun, istriku masih menuduhku berselingkuh dengan atun. Kini alasanya bahwa atun menyukai aku, kalau atun menyukai kamu tidak mungkin tidak apa-apa, itu yang diucapkan istriku. Bisa saja kamu lakukkan malam hari, ucap istriku selanjutnya. Kalau aku pikir atun bukan menyukai aku tapi atun merasa kasihan dengan aku, itu yang ada dalam pikiranku. Apa iya aku lakukan di malam hari, kamar atun ada pintu dan terkunci, kamarku memang terbuka lebar tidak terkunci, itupun ada alasannya kenapa pintu kamarku terbuka lebar. Karena kadang-kadang pada malam hari anakanakku mengambil pakaian dalam sehabis buang air kecil kekamar mandi dan itu sering terjadi terutama lana. Pakaian anak ada di kamar yang sekarang aku

tempati. Apalagi lana dan hani jarang tidur di bawah jam 23.00. Kadang malah mereka tidur larut malam sampai jam 01.00. Ada sebabnya kenapa anak-anak selalu tidur larut malam, karena mamanya selalu chating sampai larut malam. Mamanya lana tidak pernah berhenti melakukan aktifitas chatingnya Kasihan anak anak selalu bangun siang. Kalau disekolah lana suka tertidur didalam kelas. Hani jarang pergi kesekolah karena terlalu mengantuk. Kadang pergi kesekolah, kadang tidak. Beberapa hari kemudian kami ada embak baru, untuk membatu bersihbersih rumah. Emabk baru ini pulang hari tidak menginap dirumah. Embak baru ini menggantikan posisi atun, mulai dari antar hani sekolah dan lain-lain. Ada kejadian lagi, pada siang hari istriku kedatangan tamu perempuan dan suaminya, lalu diajaknya lah suami temannya untuk masuk kekamar, memang rumah kami tidak ada ruang tamu, tapi setahuku sebaiknya jangan kalau ada laki-laki masuk kamar walaupun bersama istrinya. Aku mencoba untuk diam, mungkin mereka hanya sebentar. Lalu suami temannya lewat disamping saya tanpa permisi dan mengambil air wudlu dikamar mandi untuk sholat. Saat akan sholat siembak menawarkan untuk sholat di kamarnya atun (selama kamar atun, saya buat untuk sholat). Tapi ternyata tidak sholat dikamar atun, malah mau sholat di kamar istriku. Sepontan saja aku tegur untuk tidak sholat di kamar istriku dengan nada protes. Dengan kejadian itu istriku meminta maaf tapi dia tidak suka kalau aku menegur suami temannya. Dengan alasan kalau ingin menegur, tegur saja aku jangan menegur temanku kata mama lana. Sepulang temannya mama lana, mama lana membahasnya lagi sehingga kami pun bertengkar mulut. Pernah lana tidur sekamar dengan saya, pagi harinya mamanya marah dengan lana dan tidak suka kalau anak-anak tidur dengan papanya, jadi anak anak takut untuk tidur dengan papanya. Kecuali lana dan mamahnya bertengkar, lalu lana disuruh pindah kekamar sebelah. Itupun tidak berjalan lama. Pernah juga lana dan hani tidur dengan papanya itu pun tidak berjalan lama, karena lana dan hani bertengkar, sehingga mamanya merasa terganggu saat chating. Lalu mereka disuruh pergi keluar dan mereka tidur sekamar dengan papanya. Sekarang lana sudah kelas 4, hani masuk TK. Lana masuk pagi bersama saya, dari jam 06.30 sampai dengan jam 13.00, setiap hari. Bila lana tidurnya larut malam, lana selalu tertidur di dalam kelas. Aku malu, guru kelasnya lana selalu menegur aku pak yayan anaknya jangan suruh bergadang dong. Apabila lana tidur dengan saya, lana tidak tertidur dikelas. Pernah saya sarankan ke lana, agar lana selalu tidur dengan saya. Ada perasaan takut sama mamanya, kalau lana selalu tidur dengan papanya. Pernah saya tanya ayo .lana tidur sama papa saja biar bangunnya tidak susah. Tidak pah.. aku tidurnya gantianya aja beberapa hari sama mama dan beberapa hari sama papa kata lana. Kini kami saling diam dan berkelanjutan sampai sekarang. Istriku berkeinginan agar aku untuk meninggalkannnya. Batinku berat dan tidak semudah itu, aku punya anak-anak, aku punya keluarga, aku punya pekerjaan

walaupun hanya kecil gajiku sebagai guru honor di sebuah sd negeri. Tapi kalau itu yang terbaik, aku siap apapun yang terjadi. Sampaisampai aku menyarankan agar istriku yang mengurus pecerain tersebut, karena istriku berkeinginan sekali agar saya meninggalkannya. Bila selesai urusan perceraian aku akan angkat kaki dari rumah ini. Untuk rumah yang ditempati sekarang bukan punyaku tapi punya istriku, jadi aku tidak akan mempermasalahkan. Tapi aku suka rumah ini. Sekarang memasuki bulan juli sebentar lagi bulan puasa, aku terkejut kakaknya ninid menelponku menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak banyak yang aku ceritakan. Selesai kakak ninid menelpon, lalu ninid mendatangin saya, dia tetap pada prinsipnya bahwa dia mau menggugat cerai saya dengan alasan tidak member nafkah. Saya hanya diam dan tidak meninpali karena sudah larut malam. Apa iya saya tidak member nafkah, saya memberi gaji saya. Gaji saya sebagai guru honor memang kecil 1 juta sebulan, kadang-kadang gaji saya tertunda karena sekolah mengaji saya menggunakan dana BOS dan BOP. Barubaru ini saya berjualan ATK di kantin sekolah (bulan 2, 2011), orang lain yang menjaganya, dengan hitungan 50% dari laba untuk yang menjaga. Dengan adanya berjualan disekolah, gaji yang tertunda bisa saya talangi dari hasil jualan. Lalu ada hasil uang dari usaha warnet, anggap saja sehari minimal 100 ribu x 30 hari. Lalu dari hasil itu setengahnya saya buat membayar internet, listrik, telepon dan tv kabel. Dan setengahnya diambil mamahnya lana. Kalau itu yang dipermasalahkan memang gajiku tak sebesar gaji mamahnya lana. Apakah saya tidak memberi nafkah batin, bagaimana saya memberi nafkah batin kalau kami tidur terpisah. Cerita ini aku buat mulai bulan April sampai sekarang. Aku tidak tau cerita apa selanjutnya. Aku hanya berdoa semoga permasalahan ini selesai dengan baik, aku tidak ingin membebani anak-anakku.. Amien. Yang aku liat sekarang lana berubah, jiwanya tertekan, dia serba salah itu yang aku tau. Tapi aku selalu menghiburnya dengan candaanku, hanya itu yang aku punya untuk menghiburnya. Untuk sementara ini dulu ceritaku., aku mohon maaf kalau tatabahasanya kurang bagus dan aku mohon maaf kalau ada kata serta kalimat yang kurang berkenan.