TUGAS DOKUMENTASI

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS DENGAN KESEDIHAN

Disusun oleh : GUSTI AYU PUTU DEWI AGUSTINA NIM. 06.242.014

DEPARTEMEN KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG PRODI KEBIDANAN METRO 2008

PENGERTIAN Masa nifas (peurperium) adalah masa pulih kembali. kepahitan hati. Pada hari-hari pertama setelah persalinan. 2001) B. sebab anak tersebut dianggap sebagai . dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Kejadian tersebut lebih memanifestasikan peristiwa-peristiwa yang luar biasa. Umpamanya saja pada ibu-ibu yang tidak kawin dan disebabkan oleh kelahiran anaknya diluar status pernikahan “tanpa ayah”. tidak bergairaah dan apatis. baik secara fisik maupun emosionaal sehingga terkadang menimbulkan sikap emosi psikis yang dalam. kepedihan. tapi terkadang juga membuat seorang wanitaa tidak berminat untuk hamil lagi. Maka ikatan emosionalnya dengan anaknya itu justru merupakan elemen yang mengganggu kebahagiaannya. yaitu : kesenduan. Persalinan tidak hanya melelahkan. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Bahkan ada kalanya ibu tersebut tidak dapat merasakan afeksi cinta kasih secuilpun terhadap anaknya. gelap) sifatnya. Namun hari-hari berikutnya banyak wanita yang menjadi sedih. perasaan yang sering hadir pada seorang ibu adalah perasaan gembira. PENILAIAN KLINIS Memang ada kalanya kelahiran bayi itu justru membawakan suasana hati yang sebaliknya. dan penderitaan batin. Hal tersebut justru memberikan beban perasaan dosa dan noda yang cukup berat bagi hidupnya. Persalinan merupakan peristiwa yang mencekam bagi seorang wanita.LANDASAN TEORI A. Sedang motivsi-motivasi dan sebab-sebanya sangat bervariasi dan sering obscure (kurang jelas. kekecewaan. (Prawirohardjo.

akan mengembangkan sikap acuh tak acuh dan tidak peduli kepada bayinya. Selain itu. Namun. perasaan paling khas yang dialami mencakup ketegangan dan sifat lekas marah. wanita yang dihinggapi neurosaa-obsessif yang selalu dikejar-kejar oleh emosi-emosi ambivalen dan kelelahan psikis. Dia merasa sangat tidak bahagia dan enggan melakukan tugas-tugas baru mengasuh dan merawat bayinya. 2000) C. Lalu ada pula wanita-wanita histeris. kemudian menjadi sangat kecewa setelah melihat realita bayinya yang terlalu “simple” sertaa “tidak ada apa-apanya”. (Agus Hardjana. Juga wanita-wanita yang tidak bahagia dalam perkawinaannya yang segera akan bercerai atau sudah bercerai dengan suaminya. kehilangan motivasi dan energi untuk aktivitas sehari-hari sampai ketingkat dimana . Ada pula wanita-wanita infantil yang merasa tidak sanggup dan tidak berani bertanggung jawab terhadap pemeliharaan bayinya. gangguan siklus menstruasi dan kehilangan dorongan seks. Sering menanggapi ikatan dengan anaknya sebagai tugas yang terpaksa dan tidak menyenangkan. GEJALA DAN PERAWATAN Bila kesedihan berat menyebabkan gejala-gejala seperti gangguan pola tidur. akan tetapi dia sendiri justru tidak mampu mengembangkan perasaan afeksi dan kasih mesra keibuan. selalu mengharapkan hiburan dan kemesraan dari bayinya. Wanita yang dihinggapi gejala schizofrenia. akan menganggap tugas merawat bayi dan mendidik anak kandungannya sebagai beban yang “mendegradasikan dirinya”.benda asing yang menggetirkan kehidupannya sampai-sampai ia ingin membunuh bayinya. Selanjutnya. Juga wanita-wanita yang sangat narsistis dan hyper-maskulin. yang pada awalnya mengkhayalkan kelahiran bayinya secara grandius berlebih-lebihan. sehingga relasi dengan anaknya justru memberikan rasa kepedihan dan ketidak-bahagiaan. serta sangat tidak menyenangkan. kegagalan melahirkan anak dengan selamat (anak meninggal saat/sesaat setelah dilahirkan) akan membuat ibu larut dalam kesedihan yang berkelanjutan.

relatif. Kesedihan sering terjadi bergantian dengan masa-masa normalitas. dan beberaoa penderita mendapati bahwa mereka sanggup menggunakan waktu-waktu istirahat untuk memformulasikan cara-cara menemukan dan menangani serangan depresi. Kesedihan adakalanya diakibatkan oleh penyakit fisik (ringan) dan perawatan medik mungkin perlu. Kebutuhan pertama dan paling mendesak adalah kebutuhan akan seorang yang mau mendengar dengan simpatik. 2000) . pengobatan untuk banyak orang dapat diperoleh dari diskusi dalam kelompok swa-bantu. tetapi seharusnya sanggup menyerahkan kepada seorang spesialis atau layanan konseling. termasuk dukungan simpatik yang dapat di berikan oleh anggota pendiri. (Agus Hardjana.penderitaan hanya ingin berbaring di tempat tidur. baik dalam bentuk obat-obat anti depresan yang sangat efektif tetapi membutuhkan beberapa hari untuk mulai dapat bekerja atau penggunaan obatobat penenang dengan waktu pendek. dan pengobatan satu orang mungkin tidak jalan untuk yang lain. kendati semuanya ini mungkin menciptakan masalah-masalah ketergantungan dan hanya menunda proses kesesuaian dengan apa yang sesungguhnya menyebabkan kesedihan. Dokter keluarga mungkin sanggup membanttu dengan beberapa cara. mereka dapat benar-benar membantu penderitaaa dengan siap mendengarkan. Dalam kasus-kasus yang berat diperlukan obat untuk perawatan. dan rasa tanpa harapan dan kekurangan harga diri begitu mendalam sehingga yang mungkin dipikirkan atau dicoba adalah bunuh diri. Cara pertolongan bisa dilakukan seperti orang somaria yang memberikan layanan mau mendengarkan dan dukungan kaum wanita dan kelompok-kelompok bantu diri mungkin mampu memberi nasihat dengan tersedianya bantuan spesialis atau bahkan memberi layanan seperti konseling bersama. Walaupun sahabat tidak dapat mengubah apa yang menyebabkan kesusahan. Meskipun masing-masing orang mengalami kesedihan karena alasanalasan yang berbeda.

4. badan terasa lemas. 1. Riwayat Persalinan Sekarang Anak lahir secara spontan pada tanggal 2 Februari 2007 Jenis Kelamin Panjang bandan Apgar score : 8/9 : Perempuan : 50 cm pukul 09.ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN KESEDIHAN TERHADAP NY. R DI DESA RAMA GUNAWAN 1. 6. 3.00 WIB. Rini : 22 tahun Nama suami : Tn.00 WIB. 5. mengeluh nyeri dan mulas pada perut. Nama ibu Umur Identitas : Ny. 2. Berat badan : 2800 gram . Adri prasetyo Umur : 25 tahun Kebangsaan : Indonesia Pendidikan : SMA Pekerjaan Agama Suku : Pedagang : Islam : Jawa : Desa Raman Gunawan Kebangsaan : Indonesia Pendidikan : SD Pekerjaan Agama Suku Alamat 2. sedih dan cemas karena ibu kecewa anaknya lahir cacat (terdapat selaput diantara jari tangan yang saling berdekatan sehingga jari-jari itu sedikit atau banyak melekat secara dekat / sindactily) daan ibu mertuanya selalu menyalahkan ibu atas kecacatan cucunya. : IRT : Islam : Jawa : Desa Raman Gunawan Alamat Keluhan Utama Post partum ± 7 jam. PENGUMPULAN DATA DASAR Tanggal 2 Februari 2007 pukul 16. 3.

9. a. lama persalinan Kala I : bloodslym : 7 jam. APGAR score 8/9. tunggal. BB 2800 gram. hidup. plasenta lahir spontan. Selama hamil rajin memeriksakan diri ke bidan (ANX 6 ×). dan lain-lain. HIV / AIDS. c. 11. lengkap. ibu juga tidak mengidap penyakit keturunan seperti asma. DEMOKRASI. Riwayat Psikososial Ibu merasa sedih karena anaknya lahir cacat Ibu merasa sedih dan kecewa karena ibu mertuanya Ibu merasa cemas dengan masa depan anaknya Ibu mengatakan malas beraktifitas karena nyeri dan tidak Ibu langsung mau menyusui anaknya menyalahkan ibu atas kecacatan bayinya ingin makan . 10. Kala II : 30 menit. berat 500 gram. berlangsung normal atau b. perdarahan 100 cc. Kala III : 10 menit. d. Komplikasi persalinan tidak ada. tunggal. 2. cacat. Riwayat Kesehatan Keluarga Keluarga dekat dari pihak ibu dan suami tidak ada yang menderita penyakit menular dan penyakit keturunan.7. 8. persalinan spontan. 4. PB 49 cm. panjang tali pusat 50 cm. 12. 3. jenis kelamin perempuan. Riwayat Kesehatan Ibu tidak pernah menderita sakit yang harus dirawat di rumah sakit.

BAK 1 kali Sebelum persalinan : Ibu makan 3 kali sehari dengan 1 piring nasi. d. warna Sebelum persalinan : Ibu biasa tidur 7 – 8 jam sehari Setelah persalinan 16. Istirahat : Ibu belum bisa tidur : Ibu belum BAB. 13. 17.1. c. PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL 1. Aktifitas Setelah persalinan ibu masih perlu bantuan dan malas beraktifitas karena merasa masih lemah. 1 potong tempe. Keadaan umum / kesadaran : baik / composmentis 2. 14. Eliminasi dan bau normal. ganti pakaian 2× sehari. 1 Sebelum persalinan : Ibu biasa BAB 1×/hari. 1 potong ikan asin. konsistensi biasa. TD Pernapasan Suhu Nadi : 110 / 70 mmHg : 20 × / menit : 36 ºC : 80× / menit . ibu mandi 2× sehari. b. Pola Hidup Sehari-hari Nutrisi mangkok kecil sayur. minum 6 – 7gelas/hari. Setelah persalinan 15. Personal Hygiene Sebelum dan setelah bersalin. Setelah persalinan : Nafsu makan ibu berkurang sehingga hanya makan sedikit. Tanda-tanda vital a.

b. bersih. putting susu menonjol. tidak ada peradangan. vesika urinaria kosong. h. mata tampak kuyu. tidak ada caries dentis. Ekstrimitas Atas Fungsi pergerakan bagus. fungsi penglihatan baik. simetris kiri dan kanan. e. Hidung Fungsi penciuman normal. c. tidak ada peradangan dan tidak ada polip. Pemeriksaan fisik a. uterus teraba keras. terdapat hyperpigmentasi areola mamae. tidak ada pengeluaran sekret. d. ASI sudah keluar. bersih tidak ada sekret. ada sedikit cloasma gravidarum Conjungtiva merah. Mulut Bersih. tidak oedema. j. f.3. fungsi pengecapan baik. simetris kanan dan kiri. . simetris. tampak lembab Tidak ada oedema. bibir tampak kering. Rambut Muka / wajah Mata Berwarna coklat kemerahan. i. tidak ada cacat. Abdomen TFU 1 jari di bawah pusat. jari-jari tangan lengkap. g. tidak ada kerontokan. simetris kiri dan kanan. tidak ada peradangan. Telinga Fungsi pendengaran baik. Payudara tampak menonjol. Leher Dada Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan tidak ada pembesaran jugularis. kontraksi uterus kuat. sklera tidak ikhterik.

B. genitalia Tidak ada oedema. Ibu menangis 20. Ibu mengatakan bingung apa anaknya bisa menyusu DO : a. mata kuyu c. DS : a. jam 09. Diagnosa Ibu post partum spontan hari pertama dengan kesedihan. Ibu mengatakan malas beraktifitas. c. Ibu mengatakan malas beraktifitas . Ekstrimitas Bawah Fungsi pergerakan baik. lochea rubra. INTERPRETASI DATA DASAR Tanggal 2 Februari 2007. Ibu post partum tanggal 2 Februari 2007. jari kaki lengkap. l. Dasar Keterbatasan beraktifitas : a. A. jumlah dan warna normal. Pengeluaran pervaginam lochea rubra. Masalah 19. Ibu nampak lemah. Ibu mengatakan nyeri dan mulas pada perut bagian bawah. varises tidak ada. d. Dasar Gangguan psikologi : a. Ibu mengatakan cemas dengan masa depan dan keadaan anaknya b.k. Ibu menangis c. b. Ibu tampak kuyu dan lemas d. tidak ada heating.00 WIB b. simetris kanan dan kiri. tidak ada varises. tidak ada oedema. warna dan bau normal. genitalia sedikit kotor. 18. Ibu mengatakan sedih karena anaknya lahir cacat dan ibu mertuanya selalu menyalahkannya atas kecacatan bayinya. tidak ada cacat.

Pengeluaran ASI tidak lancar b. Ibu tampak lemah d. Pengeluaran ASI sedikit c. Dasar Kebutuhan mobilisasi dini : a. Ibu mengatakan nyeri / mulas pada perut bagian bawah. Ibu merasa letihs 3. Ibu post partum 7 jam yang lalu b. Ibu nampak kuyu c. Ibu belum mau / malas makan c. 4. Dasar Kebutuhan penyuluhan post natal breast care : a. Dasar Kebutuhan pemenuhan cairan dan nutrisi : a.b. Dasar Kebutuhan ASI bayi tidak terpenuhi : a. Ibu mengatakan belum tahu cara menyusu yang baik c. Kebutuhan 1. Ibu menangis e. Ibu belum mengetahui teknik post natal breast care d. Ibu belum mengetahui teknik menyusui bayinya e. Bayi ibu mengalami syndactily 2. Ibu tampak kuyu . Ibu sedih karena mertua selalu menyalahkannya b. Bayi sering menangis setelah disusui karena masih kehausan C. Ibu nampak lemah d. Ibu post partum 7 jam yang lalu. Dasar Kebutuhan dukungan dari keluarga dekat : a. Ibu malas beraktifitas c. Ibu baru pertama kali melahirkan b. Ibu mau menyusui bayinya. 21. pertama kali bersalin b.

Ibu mengatakan masih bingung mengenai cara menyusui yang benar c. ibu 28. a. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI Kolaborasi dengan dokter Puskesmas Bila pemenuhan ASI bayi kurang terpenuhi karena sulit menghisap putting susu ibu. b. Pemberian ASI tidak lancar Dasar : a. Ibu menangis 24. a. Terjadi asupan gizi yang tidak adekuat b. Potensial terjadi depresi yang lebih berat b. 26.22. Ibu mengatakan sedikit cemas karena mertuanya masih saja menyalahkannya c. RENCANA ASUHAN KEBIDANAN 27. c. Ibu nampak lemah dan kuyu e. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL YANG BERHUBUNGAN 23. Ibu menyatakan sedih dengan keadaan bayinya d. disarankan melakukan breast pom agar bayi mendapat ASI yang cukup. Ibu menyatakan malas makan Dasar : a. Potensial tidak terpenuhinya kebutuhan ASI bayi Jelaskan pada ibu tentang cara menyusui yang benar dan post natal breast care Potensial terjadi depresi post partum Jelaskan kondisi ibu Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital . Ibu post partum hari pertama 25.

Mengobervasi keadaan umum dan tanda vital ibu. Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan pada ibu dan meminta keluarga agar dapat memberikan pengertian pada ibu mertua mengenai cucunya. Menjaga payudara agar tetap bersih dan kering b. mobilisasi dini 30. post natal breast care 29. seiring berjalannya waktu. Menjelaskan pada ibu tentang cara menyusui yang benar dan cara post natal breastcare a. a. memberikan dukungan pada ibu bahwa walau anaknya cacat tapi kelak tetap bisa beraktifitas dan bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungan sekitarnya. manfaatnya b. 2. masih ada suami dan keluarga lain yang setia mendampingi dan membantu ibu. Menjelaskan kondisi ibu saat ini bahwa ibu dalam keadaan normal masa nifas. Ajarkan ibu teknik mobilisasi dini dan jelaskan Anjurkan keluarga untuk membantu ibu konseling ibu nifas IMPLEMENTASI 1. Ajarkan cara penanganan sederhana perawatan Konseling tentang manfaat dan tujuan mobilisasi dini. 31. a. Menjaga kelancaran pengeluaran ASI . ibu mertuanya diharapkan dapat memaklumi kenyataan mengenai cucunya. Walaupun mertuanya masih belum bisa menerima kecacatan cucunya. b.b.

Menjelaskan pada ibu manfaat dan tujuan mobilisasi dini a. Keadaan umum ibu baik. menit. gendongannya 35. EVALUASI 33. suhu 36ºC mertua dan membantu ibu dalam merawat bayinya Cuma 2 atau 3 langkah . 38. yaitu sesering mungkin setiap kali bayi menginginkan. e. Menjelaskan tanda dan bahaya yang mungkin timbul pada masa nifas (misalnya rasa sedih dan cemas yang berlebihan). 4. Ibu mau mulai Ibu tidak menangis lagi dan selalu menciumi bayi dalam belajar menyusui bayinya. d. Mengajarkan apabila payudara bengkak akibat bendungan susu. 34. 36.c. kesadaran composmentis Tanda vital TD 110/70 mmHg. Menganjurkan ibu memakai BH yang menopang 3. RR 20× / menit. lakukan pengompresan payudara dengan menggunakan kain yang dibasahi air hangat. b. nadi 80× / Keluarga berjanji akan memberikan pengertian kepada ibu Ibu sudah mulai duduk dan mencoba berjalan-jalan walau Ibu mulai mengerti tentang kondisinya. Mengajarkan pada ibu kapan saat menyusui yang baik. 32. Kemudian berjalan kalau ibu sudah mampu. 37. Mengajarkan ibu teknik mobilisasi dini dan mengurangi pegal-pegal nyeri dan mempercepat proses pemulihan alat-alat tubuh dengan cara miring ke kanan dan ke kiri serta duduk. Menganjurkan keluarga untuk membantu ibu mobilisasi dini. Mengajarkan apabila putting susu lecet oleskan ASI f.

diberikan. .000 iu). Ibu mengerti semua penjelasan dan pengarahan yang Ibu sudah mendapatkan vitamin A (200.39. terbukti ibu bisa mengulang kembali hal yang dijelaskan. 40.

Ibu mengatakan pengeluaran ASInya lancar d.CATATAN PERKEMBANGAN Hari ke-7 post partum tanggal 9 februari 2007 S : a. Pengeluaran ASI mulai lancar i. Menganjurkan ibu untuk makan dengan gizi seimbang dan istirahat cukup . Ibu mertua dari ibu mulai bisa menerima keadaan cucunya dan mau mulai memperhatikan dan membantu ibu c. Ibu mengatakan bisa tidur nyenyak dan tenang e. Genitalia agak kotor tapi tidak ada heacting f. Ibu mulai bisa tidur nyenyak dan tenang A : a. Ibu mengatakan rasa sedihnya berkurang karena suami selalu ada disampingnya dan lapang dada menerima keadaan bayinya b. Penyuluhan dan melibatkan keluarga dalam memberi dukungan c. Kecemasan ibu tentang kondisi dan masa depan anaknya b. Observasi keadaan umum. Tanda vital TD Nadi RR : 110/70 mmHg : 80× / menit : 20× / menit Suhu : 36º C c. TFU ½ pusat simpisis d. Istirahat terpenuhi P : a. Keadaan umum ibu baik b. BAK 5 – 6× sehari g. Ibu mengatakan kadang cemas dengan kondisi dan masa depan anaknya O : a. BAB 1× sehari. tanda vital ibu b. Ibu terkadang masih merasa sedih dan menangis h. Lochea sanguilenta e.

BAB 1× sehari. TFU 3 jari di atas simpisis d. Tetap libatkan keluarga dalam mengawasi keadaan ibu dan bayi . Ibu mengatakan tidak ada kesulitan dalam menyusui anaknya c. BAK 5 – 6× sehari g. Pengeluaran ASI lancar A : Diagnosa ibu post partum minggu ke-2 a. Anjurkan ibu untuk makan makanan bergizi dan seimbang c.Hari ke-14 post partum tanggal 16 Februari 2007 S : a. Ibu mengatakan optimis bahwa ia dan keluarga dapat mendukung kondisi anaknya agar dapat bersosialisasi dengan lingkungannya kelak O : a. Ibu mengatakan sudah bisa merawat bayinya sendiri d. Ibu tampak segar dan semangat menyusui anaknya c. c. Ibu bisa merawat bayinya sendiri h. tidak ada luka / heacting e. b. Ibu mengatakan kondisinya semakin baik b. tanda vital : TD Nadi RR : 110/70 mmHg : 80× / menit : 20× / menit Suhu : 36º C b. lochea alba f. Keadaan umum ibu baik. Terkadang ibu terlihat sedih tapi tidak pernah menangis lagi i. Genitalia bersih. Ibu tidak bersedih lagi Ibu tidak cemas lagi Involusi uterus baik P : a. Anjurkan ibu tetap menyusui bayinya b.

Lochea alba h. TFU 1jari di atas simpisis e. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup . Ibu bahagia memiliki anak b. Genitalia bersih. Ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan lagi O : a. Keadaan umum baik. ASI banyak dan lancar g. Involusi uterus baik P : a. Tanda vital TD Nadi RR : 110/70 mmHg : 80× / menit : 20× / menit Suhu : 36º C c. BAK 6 – 7× sehari i. tidak ada luka f. b. Ibu mengatakan tidak cemas lagi tentang kondisi anaknya karena telah mendapat informasi bahwa kondisi anaknya kelak bukanlah menjadi halangan untuk menjadi orang suskes. BAB 1× sehari. Ibu tampak ceria d. Anjurkan ibu untuk terus menyusui bayinya dan berikan ASI eksklusif b.Hari ke-21post partum tanggal 23 Februari 2007 S : a. tanda vital : b. Anjurkan ibu untuk makan makanan bergizi dan seimbang c. Ibu sangat sayang terhadap bayinya dan dapat merawat bayinya A : Diagnosa ibu post partum minggu ke-3 a.

Jakarta : Al mahira Kartono. Tubuh Wanita Modern.DAFTAR PUSTAKA Hardjana. Kartini 1992. Serba-serbi Wanita. 2000. M. Adnan 2001. Jakarta : Arcon At-tharsyah. Agus. Bandung : Mandar Maju . Psikologi Wanita Jilid 2.