Permasalah Billing Date Faktur Pajak

MATERI MEETING LIST PERMASALAHAN BILLING DAN PENOMORAN FAKTUR PAJAK 07 JANUARI 2011 No. 1.

Permasalahan yang terjadi Beberapa hasil request billing tidak merepresentasi-kan billing date yang telah disetting di Mysap yang sudah berdasarkan realisasi pengaliran. Akibatnya billing date tidak sama dengan realisasi alir. Ex: Pada billingan Muliaglass, PTPN. Admin men-setting tanggal alir (mis. Tgl 04 Januari 2011), namun tim SPC membilling tanggal 05 Januari 2011 Harga (transfer price) terlambat update; menyebabkan billing tidak dilakukan secara actual/terlambat. Nilai billing (harga di dalam SO) yang telah fix menjadi berubah ketika dibilling dan menyebabkan kesalahan nilai (harga) dalam invoice. Hal ini terjadi karena ada perubahan/revisi harga oleh tim pricing. Ex: Kasus Minyak TWU di plant Tg. Gerem, Tasikmalaya. Admin tidak dapat men-GI karena transfer price blm dimaintain. Data terlampir. Tanggal penerimaan barang tidak sesuai dengan realisasi pengaliran. Hal ini menyebabkan tidak sesuai dengan laporan pengaliran admin depot, dan berdampak pada kesalahan tanggal billing yang direquest. Ex: Terjadi pada PT. Bridgestone. (admin mengalirkan minyak tgl 13 Januari 2011, namun customer menerima minyak pada keesokan harinya 14 Januari 2011. Ketika membilling Admin mengacu pada tanggal pengaliran). Yang telah dilakukan saat ini Merequest billing dengan mencantumkan tanggal billing (dilevery date) dan tanggal pricing. Yang seharusnya dilakukan Program automatic billing agar dievaluasi , karena sering error tidak berjalan sempurna. Sehingga harus dilakukan secara manual. Keterangan

2.

Meminta agar harga cepat dimaintain ke MDM oleh Team Pricing.

Pricing harus selalu terupdate di MDM tepat pada waktunya disetiap awal periode.

3.

Request billing dilakukan setelah mendapat informasi/dokumen yang telah jelas/yang telah ditandatangani oleh customer bersangkutan.

Kasus terhadap BBM yang ditolak customer atau pabrik, sudah tutup, dan/atau kesalahan stock opname di pabrik.

Proses clearing masih membutuhkan waktu. jika clearing dilakukan pada keesokan harinya maka tetap saja nomor faktur akan menjadi cacat. Stock belum di GR sehingga SO tidak dapat di GI. sehingga masih sering ada SO yang terlewatkan dan harus di request ke SPC. Apakah tenaga di admin depot kurang? Atau ada kendala jaringan internet? Atau karena volume besar shg tdk tertangani? SDM & User ID di PN terbatas. Admin depot seharusnya melakukan GI pada hari yang sama dengan pengaliran dan melaporkan ke Adm marketing support. namun SO dibuat cash. Tidak semua SO terbilling . VAO2 ? 6. Transaksi yang seharusnya kredit. Ketika proses billing dituntut realtime. SO dirubah menjadi SO kredit. Kesalahan sistem Mysap yang mengakibatkan nomor faktur pajak menjadi 011 (faktur pajak pengganti). Proses automatic billing belum sempurna 100 % . Hal ini menyebabkan tanggal faktur tidak sama dengan tanggal alir. Ex: Kasus minyak SWAP di plant Tg. Karena. Gerem. Tim SPC Pertamina tidak dapat melakukan proses billing pada hari libur. Harga SO tidak sesuai sehingga billing tertunda. 8. Bangka. Edit manual. sehingga dilakukan secara manual. sebab nomor faktur mengikuti nomor urut ketika proses clearing BIC. Hal ini perlu disampaikan ke team SPC PTM utk pelaksanaannya Kasus ini terjadi pada agen/customer uang melakukan pembayaran antar-Bank/RTGS. . 9.4. Request billing baru dapat dilakukan sehari atau dua hari kemudian setelah pengaliran (setelah mendapat laporan dari admin depot). 7. Admin merequest bu Novi agar nomor faktur pajak direvisi menjadi 010. Request billing tetap dilakukan pada hari sabtu/minggu dengan harapan hari senin dapat langsung diproses oleh tim SPC Pertamina. padahal admin blm pernah merevisi SO tersebut. 5. Membilling setelah mendapatkan laporan valid dari admin depot. sehingga melakukan lembur pada hari libur. 10. Perlu tambahan SDM untuk clearing. maka proses clearing BIC juga harus dilakukan pada tanggal actual pembayaran. Harga belum dimaintain sehingga belum dapat di GI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful