Anda di halaman 1dari 15

1.

Port serial (DB-9)

Port serial berfungsi mentransmisikan 1 bit informasi tiap satuan waktu. Disebut DB-9 karena konektor ini memiliki 9 pin. Dalam port serial, tidak memungkinkan untuk mengirimkan informasi dalam jumlah banyak sekaligus. Hal ini disebabkan karena dalam melakukan pemindahan data, biasanya port serial bekerja seri. Saat ini penggunaan serial port sudah jarang, tergantikan oleh USB port. Contoh penggunaan port serial adalah sebagai penghubung antara modem dengan motherboard. Port paralel (DB-25)

Port paralel (DB-25) adalah jenis socket pada komputer untuk berkomunikasi dengan perangkat luar, contohnya printer model lama (disebut juga port printer). Disebut DB25 karena socket jenis ini memiliki 25 pin. Pada port paralel, pemindahan informasi dapat dilakukan secara bersamaan sehingga informasi yang terkirim lebih banyak daripada port seri (8 bit tiap satuan waktu). Selain printer, port ini juga digunakan untuk: a. Zip drive b. Scanner

c. Sound cards

d. Webcams e. Gamepads dan joystick Port VGA

Macam port VGA: 1. AGP(Accelarated Graphics Port) AGP merupakan interface VGA beberapa waktu yang lalu namun sampai sekarang masih sering digunakan pada beberapa tipe mainboard karena masih banyaknya pemakai VGA tipe AGP yang masih sayang untuk beralih ke PCI Express. Kecepatan port AGP pun beragam dari 1x, 2x, 4x, dan 8x. 2. PCIe (Peripheral Component Interconect Express) Mulai tahun 2006, AGP mulai tergeser oleh kartu grafis berbasis PCI Express. Dengan desain yang berbeda, PCI Express menawarkan kecepatan mentransfer data hingga 4000 Mbyte/detik, hampir dua kali lebih cepat dibanding AGP. Port Joystick

2. Beda USB 2.0 dengan USB 3.0

Pembeda Kecepatan Suplai maksimal daya Pin steker Kelebihan

USB 2.0 maksimal 480 Mbit/detik 500mA 4 buah

Kekurangan

USB 3.0 mencapai 5 Gbit/detik 900 mA 5 buah Bersifat full duplex (dapat melakukan send and receive data secara terus menerus) 1. Belum ada dukungan OS (harus menginstal driver tambahan) 2. Masih terbatasnya hardware yang mendukung

3. Perbedaan AMD dengan Intel Arsitektur AMD mengintegrasikan memory controller ke dalam prosesor nya, sehingga jalur data antara prosesor dengan chipset jadi lebih singkat. (HyperTransport) HyperTransport membuat transfer data rate menjadi lebih cepat (karena data tidak harus menunggu dari memori utama), tetapi menjadikan memori internal pada prosesor menjadi kecil. Intel tidak mengintegrasikan memory controller ke dalam prosesornya (meskipun sekarang pandangan itu sudah dirubah dengan kehadiran Core i7 / codename Nehalem) dan lebih berfokus pada penanaman memori internal pada prosesor. Pengintegrasian memory internal prosesor yang besar (didapat dari penanaman jumlah transistor yang besar) membuat Intel perkasa dalam hal aplikasi multithreading karena berkaitan dengan fungsi utama memori internal prosesor itu sendiri (sebagai penyimpan data sementara yang akan diolah oleh prosesor), tetapi kurang digdaya dalam kisaran harga. Daily Use Sering beredar anggapan bahwa AMD lebih ditujukan untuk gaming, sedangkan Intel ditujukan ke aplikasi berat. Pandangan ini hampir benar, dikarenakan dalam hal gaming tidak dibutuhkan memori prosesor yang besar (sering disebut L2 Cache) tetapi

transfer data yang cepat (sekarang sudah diambil alih oleh GPU). Intel jauh lebih menyenangkan dipaksa bermain dengan banyak aplikasi karena memori internal nya yang besar dibanding prosesor sekelas AMD. Frekuensi Dalam hal frekuensi, AMD tidak bisa disamakan (dicompare) dengan Intel. Sebagai contoh, prosesor AMD Sempron 3000+ 1,8GHz dengan Intel Pentium 4 1,8Ghz bukan berarti memiliki kecepatan yang sama. Sudah ditekankan dari awal, karena AMD mengintegrasikan HyperTransport ke dalam prosesor nya, sehingga proses transfer data menjadi lebih cepat. (Lihat saja ke dalam produk AMD dan Intel di pasaran. Apabila kita jeli dalam melihat, produk-produk AMD jarang ada yang memiliki frekuensi lebih besar dari 3GHz (baik socket 754 maupun 939 / 940(AM2)). AMD dengan kecepatan 1,8GHz tersebut, sebenarnya performanya sama dengan Intel 2,2Ghz. Grafis onboard Bukan rahasia lagi, bahwa dalam hal ini AMD jawaranya. Hal ini dikarenakan, motherboard-motherboard dengan platform AMD banyak memakai chipset dengan grafis terintegrasi dari nVidia maupun ATi Radeon yang sudah sangat memadai dalam hal grafisnya, berbanding terbalik dengan Intel. Walaupun Intel telah mengeluarkan chipset grafis GMA X4500 yang sudah mendukung DX10 dan fitur Aero pada Vista, tetap saja masih jauh lebih baik nVidia dan ATi. 4. Fungsi Processor Processor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer serta digunakan sebagai otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Processor terletak pada socket yang telah disediakan oleh motherboard, dan dapat diganti dengan processor yang lain asalkan sesuai dengan socket yang ada pada motherboard. Salah satu yang sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan komputer tergantung dari jenis dan kapasitas processor. Bagian utama dari processor: Aritcmatics Logical Unit (ALU) Arithmatic and Logic Unit (ALU) adalah salah satu bagian/komponen dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan operasi/perhitungan aritmatika dan logika (seperti penjumlahan, pengurangan dan beberapa logika lain). Jika kita sedang menjalankan suatu program aplikasi dan ada yang kurang beres, maka bagian inilah yang mengambil keputusan bahwa telah terjadi suatu kesalahan. Informasi ini diteruskan ke memory utama supaya dibuat pengumuman ERROR pada layar monitor. ALU bekerja besama-sama memori. Dimana hasil dari perhitungan di dalam ALU di simpan ke dalam memori. Control Unit (CU) Control Unit adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada pada sistem komputer dan untuk memberikan arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit). Unit ini mengatur lalulintas data dari memory utama untuk dieksekusi dan hasilnya dikirim kembali ke memory utama, untuk ditampilkan pada layar monitor, disimpan dalam hard disk atau output device

yang lain. Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut. Memory Unit (MU) MU merupakan unit pendukung. Semua perintah yang sering digunakan oleh processor akan disimpan sementara pada bagian ini. Dengan adanya MU, processor tidak perlu lagi memanggil perintah yang sama ke bagian lain. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan perintahperintah penting dapat dipersingkat. Pada processor modern, MU sudah berada pada bagian processornya (core). Umumnya, memori ini disebut sebagai cache memory yang ditanamkan pada sebuah processor, sehingga kecepatan eksekusinya semakin membaik.

5. Heatsink Heatsink merupakan salah satu jenis sistem pendingin yang berfungsi membuang panas yang di hasilkan oleh komponen komputer (mendinginkan suhu sekitar), untuk menjaga komponen tersebut agar berada pada batas aman temperatur. Heat Sink adalah sebuah logam yang di desain khusus untuk melepaskan panas yang dihasilkan oleh komponen pada komputer. Terdapat 2 bagian pada heat sink yaitu bagian penyerap panas (terbuat dari alumunium atau tembaga) dan bagian pendinginan (terbuat dari alumunium). Secara teknis semakin luas permukaan perpindahan panas suatu benda maka akan semakin cepat proses pendinginannya. Jadi heatsink berfungsi memperluas daerah perpindahan panas dari suatu komponen komputer seperti processor, North bridge, dll. Sehingga proses pembuangan panas dari komponen tersebut akan semakin cepat dan komponen tersebut lebih cepat dingin, sehingga komponen tersebut semakin awet. Untuk mempercepat perpindahan panas tersebut, maka heatsink dibuat bersirip sirip baik yang ada di atas maupun di samping dari sebuah heatsink, sehingga, meskipun dari ukuran luas penampang yang sama tetapi menghasilkan perpindahan panas yang lebih besar. Tebal dan tipis sirip suatu heatsink juga berpengaruh, semakin tebal suatu sirip maka semakin lama pula panas tersebut menjalar ke bagian heatsink. Bentuk sirip sebaiknya irisan langsung dari dasar heatsink. Setelah luas permukaan perpindahan panas menjadi lebih besar, kipas yang dipasang pada heatsink akan membantu proses pembuangan panas. Cara kerja: Heatsink menerima panas dari komponen komputer, misal:prosessor Panas tersebut menyebar ke seluruh bagian heatsink Panas dibuang melalui sirip-sirip pada heatsink Heatsink Fan akan menyemburkan udara ke seluruh bagian heatsink dan membuang panas yang ada pada sirip-sirip tersebut Jenis pendinginan pada heatsink 1. Passive Heatsink Cooling

Pendinginan oleh heatsink secara pasif yaitu hanya menempelkan heatsink pada suatu komponen tanpa menambahkan perangkat lain yang membantu proses pendinginan. Sistem pendinginan seperti ini sering kita jumpai pada CPU lama, serta pada bagian yang tidak memerlukan pendinginan yang berlebihan seperti pada chipset. Salah satu kelebihan heatsink pasif yaitu tidak menimbulkan bising. 2. Active Heatsink Cooling

Prinsip dari pendinginan aktif sama dengan pendinginan pasif tetapi ditambah kipas angin yang terdapat pada heatsink. Sirkulasi udara yang baik dapat membantu proses pelepasan panas yang berlebihan. Metode seperti ini dapat kita temui pada prossesor atau bahkan pada kartu grafis (VGA Card). Tetapi penumpukan debu jadi lebih banyak dibandingkan dengan passive heatsink, hal ini disebabkan fan yang terus menerus menarik debu yang ada di udara sekitarnya. Bahan dasar heatsink Cepat rambatnya proses perpindahan panas tergantung pada bahan dasar yang digunakan untuk membuat heatsink, karena proses perpindahan panas pada heatsink terjadi secara konduksi maka besar konduktivitas panas (konduktivitas thermal) dari suatu material sangat menentukan (setiap bahan memiliki tingkat konduktivitas termal yang beragam). Semakin besar nilai kondutivitas thermal suatu benda, maka semakin cepat proses perpindahan panas berlangsung. Konduktivitas thermal adalah kemampuan suatu bahan dalam menghantarkan panas. Pada umumnya bahan heatsink adalah aluminium, tetapi bukan aluminium murni melainkan aluminium alloy. Yang lebih sering digunakan adalah aluminium alloy 6061 dan 6063 (paduan alumunium, magnesium, dan silikon). 6. Jenis dan fungsi RAM RAM (Random Access Memory) merupakan suatu perangkat keras pada komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara. Artinya bila komputer dimatikan, maka semua instruksi atau data yang telah disimpan di RAM akan hilang. RAM bekerja dengan menyimpan & menyuplai data-data penting yg dibutuhkan

processor untuk diolah menjadi informasi. Dimana semakin besar kapasitasnya, maka semakin banyak data yang dapat disimpan dan disuplai, yang akhirnya membuat Processor bekerja lebih cepat. Ilustrasi kerja RAM

Ketika menyalakan komputer, komponen yang pertama kali bekerja adalah processor. Processor berfungsi sebagai pengolah data dan meminta data dari tempat penyimpanan data (storage), yaitu Hard Disk (HDD). Tapi prakteknya hal ini sulit dilakukan karena perbedaan teknologi antara Processor & Hard Disk. Processor sendiri adalah komponen digital murni, dan akan memproses data dengan sangat cepat (Bandwidth tertinggi P4 saat ini 6,4 GB/s dengan FSB 800MHz). Sedangkan Hard Disk sebagian besar teknologinya merupakan mekanis yang cukup lambat dibanding digital (Bandwidth atau Transfer Rate HDD Serial ATA berkisar 150 MB/s). Secara teoritis kecepatan data Processor berkisar 46x lebih cepat dibanding HDD. Artinya, apabila Processor menunggu pasokan data dari HDD, kinerja komputer akan sangat lambat. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan RAM. RAM berfungsi untuk membantu Processor dalam penyediaan data super cepat yang dibutuhkan. RAM berfungsi layaknya HDD Digital, karena seluruh komponen RAM sudah menggunakan teknologi digital. Dengan RAM, maka Processor tidak perlu menunggu kiriman data dari HDD. Saat ini RAM DDR2 mempunyai bandwidth 3,2 GB/s (PC400), agar tidak menganggu pasokan maka saat ini Motherboard menggunakan teknologi Dual Channel yang dapat melipatgandakan bandwidth menjadi 2x dengan memperbesar arsitektur menjadi 128bit. Itu artinya, 2 keping DDR2 dalam mode Dual Channel dapat memasok data dalam jumlah yang pas ke Processor (3,2 GB/s x Dual Channel = 6,4 GB/s). Jenis-jenis RAM RAM Berdasarkan Module : 1. SIMM (Single In-Line Memory Module) Merupakan modul atau chip memori yang ditempelkan pada salah satu sisi sirkuit PCB (Printed Circuit Board). Memori jenis ini hanya mempunyai jumlah kaki (pin) sebanyak 30 dan 72 buah.

SIMM 30 pin berupa FPM DRAM, banyak digunakan pada sistem berbasis prosessor 386 generasi akhir dan 486 generasi awal. SIM 30 pin berkapasitas 1MB, 4MB dan 16MB. Sedangkan SIMM 70 pin dapat berupa FPM DRAM maupun EDO DRAM yang digunakan bersama prosessor 486 generasi akhir dan Pentium. SIMM 70 pin diproduksi pada kapasitas 4MB, 8MB, 16MB, 32MB, 64MB dan 128MB. 2. DIMM (Dual In-Line Memory Module) Merupakan modul atau chip memori yang ditempelkan pada kedua sisi PCB, saling berbalikan. Memori DIMM diproduksi dalam 2 bentuk yang berbeda, yaitu dengan jumlah pin 168 dan 184. DIMM 168 pin dapat berupa Fast-Page, EDO dan ECC SDRAM, dengan kapasitas mulai dari 8MB, 16MB, 32MB, 64MB dan 128MB. Sementara DIM 184 pin berupa DDR SDRAM. 3. SODIMM (Small Outline Dual In-Line Memory Module) Memori ini pada dasarnya sama dengan DIMM, namun berbeda dalam penggunaannya. Jika DIMM digunakan pada PC, maka SODIMM digunakan pada laptop / notebook. SODIMM diproduksi dalam dua jenis, 72 pin 144 pin. 4. RIMM / SORIMM RIMM dan SORIMM merupakan jenis memori yang dibuat oleh Rambus. RIMM pada dasarnya sama dengan DIMM dan SORIMM mirip dengan SODIMM. Karena menggunakan teknologi dari Rambus yang terkenal mengutamakan kecepatan, memori ini jadi cepat panas sehingga pihak Rambus perlu menambahkan aluminium untuk membantu melepas panas yang dihasilkan. RAM berdasarkan kecepatannya: 1. DRAM (Dynamic RAM)

Memori ini selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya pada setiap interval waktu tertentu. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz. 2. FPM DRAM (Fast Page Mode Random Access Memory)

Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya. 3. EDO RAM (Extended Data Output RAM)

EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal. 4. SDRAM (Synchronous Dynamic RAM) SDRAM PC66

Memori ini dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Memori ini bekerja pada frekuensi bus 66MHz. SDRAM membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns. SDRAM PC100

Merupakan pengembangan dari memori PC66, didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Memori ini menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya. SDRAM PC133

Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. SDRAM PC150

Memori ini mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz. Dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya. 5. DR DRAM (Direct Rambus Dynamic RAM)

Memori ini menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, bekerja pada sistem bus 800MHz dan mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya 6. RDRAM (Rambus Dynamic RAM)

RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt, berkemampuan sama dengan DR DRAM 7. DDR RAM (Double Data Rate RAM)

Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 266 MHz. 8. DDR II

Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. 9. DDR III

RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2, yaitu sebesar 1,5 Volt. Memori ini mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. 7. Fungsi Northbridge dan Southbridge

a. Northbridge

Northbridge adalah bagian yang menghubungkan prosesor (CPU) ke sistem memori dan graphics controller (AGP dan PCI Express) melalui bus berkecepatan tinggi, dan ke southbridge. Dengan demikian, Northbridge bertugas mengendalikan/ menangani komunikasi antara CPU, RAM, AGP atau PCI Express, dan southbridge. Bahkan pada sebagian chipset, di dalam northbridge juga berisi integrated video controller (pengendali video terintegrasi). Northbridge juga berperan menentukan jumlah, type dan kecepatan CPU yang dapat dipasangkan pada motherboard, termasuk menentukan jumlah, kecepatan dan type RAM yang dapat digunakan. Setiap jenis chipset, kebanyakan dirancang hanya untuk mendukung seri prosesor tertentu saja, dengan jumlah RAM yang dapat dipasangkan bervariasi bergantung type prosesor dan desain motherboardnya sendiri. b. Southbridge Southbridge adalah bagian dari chipset yang mengontrol bus IDE, USB, dukungan Plug and Play, menjembatani PCI dan Isa, mengontrol keyboard dan mouse, fitur power management dan sejumlah perangkat lainnya. Southbridge berhubungan dengan pheriperal, memalui jalur penghubung yang kecepatannya (kecepatan bus) lebih lambat (misalnya bus PCI dan bus ISA) dibandingkan jalur penghubung yang digunakan oleh northbridge. Pada beberapa

chipset modern, southbridge sebenarnya mengandung (memuat) pheripheral yang terintegrasi pada chip, seperti ethernet, USB, dan audio. Pada perkembangan selanjutnya, memory controller yang menangani komunikasi antara CPU dan RAM tidak lagi berada pada chipset, memory controller tersebut dipindahkan ke prosesor, terintegrasi dengan die prosesor. Contoh prosesor yang telah dilengkapi dengan memory controller ini adalah prosesor AMD64. Akibatnya, chipset untuk prosesor AMD64 (misalnya chipset NVIDIA nForce3) menjadi single chip (chip tunggal) yang merupakan gabungan dari semua fitur southbridge dengan port AGP. Chipset ini dihubungkan langsung ke CPU (prosesor). 8. Komponen dan fungsi VGA VGA berfungsi sebagai alat untuk memvisualisasikan komputer anda pada layar monitor, sedangkan VGA Card (Graphic Card) merupakan sebuah kartu/perangkat Video tambahan. Berdasarkan letaknya, VGA dapat dibedakan menjadi dua yaitu : 1. VGA Integrated/ VGA on board VGA onboard adalah kartu grafis yang sudah tertanam dalam suatu motherboard dengan kata lain kartu VGA ini sudah menyatu dengan rangkaian elektronik dari sebuah motherboard. VGA onboard ini menggunakan memori utama / RAM sebagai memori VGA atau Share Memory dan Processor sebagai pengolah gambar. 2. Graphic Card (VGA Card) VGA Card adalah VGA yang terpisah dengan motherboard yang memiliki interface PCI Express atau AGP. VGA Card sudah memiliki GPU dan Memori sendiri. VGA Card bisa di lepas dan dipasang kembali pada Motherboard. Fungsinya sama saja dengan VGA terintegrasi, yang membedakan adalah kemampuannya.

Komponen-komponen VGA:

1. GPU (Graphic Processing Unit)

GPU adalah komponen pada VGA yang berfungsi dalam pemrosesan gambar atau grafis yang dikirimkan dari komputer (prosesor) sebelum ditampilkan pada layar monitor (untuk mengolah gambar) atau sebagai chipset dari VGA. Bagian utama GPU adalah kecepatan frekuensinya atau lebih dikenal dengan istilah core clock/GPU clock yang biasanya berkisar dari 250 MHz sampai 4 GHz (Semakin tinggi kecepatan clock-nya, maka semakin banyak data yang dapat diproses) dan jumlah pipa (vertex dan shader fragmen), yang menerjemahkan gambar 3D yang ditandai dengan titik dan garis menjadi gambar 2D yang dibentuk oleh piksel. VGA Card yang terbaru saat ini sudah memiliki 2 buah GPU. 2. Memory Memory pada VGA memiliki fungsi yang mirip dengan memori utama (RAM) yaitu untuk menyimpan data sebelum dan sesudah diolah oleh GPU. Rentang kapasitas memori dari VGA saat ini terdiri dari 128MB sampai 8GB. 3. RAMDAC (random Access Memory Digital-to-Analog Converter) Merupakan chip untuk mengubah sinyal analog menjadi digital. Informasi gambar yang akan ditampilkan tersimpan sementara pada video memory (RAM) dalam data digital. Untuk menampilkannya ke dalam monitor analog, RAMDAC akan membaca isi video memory, mengubah data digital menjadi sinyal analog, dan mengirimkannya melalui kabel video ke monitor. 4. Konektor dengan Motherboard (Slot VGA) Merupakan konektor yang digunakan untuk menghubungkan kartu video dengan motherboard. Konektor ini berupa papan PCB yang bisa dipasangkan pada slot yang ada pada papan motherboard. Ada beberapa jenis konektor yang ada yang disesuaikan dengan slot pada motherboard, yaitu konektor PCI Express. AGP, dan konektor PCI. Untuk saat ini, yang ada di pasaran umumnya adalah konektor PCI Express. 5. Konektor Output

Konektor output ini menghubungkan kartu video dengan layar monitor. Ada beberapa jenis konektor yang tersedia, yaitu konektor VGA dan konektor DVI. Perbedaannya adalah konektor VGA mentransmisikan data yang ditampilkan dalam layar berbentuk sinyal analog, sementara DVI secara digital. 6. Video BIOS Video BIOS digunakan untuk menyimpan program dasar yang mengendalikan kerja kartu video dan menyediakan instruksi yang mengijinkan komputer dan program aplikasi atau sistem operasi untuk berkomunikasi dengan kartu video tersebut. Video BIOS juga bisa berisi data tentang informasi spesifikasi dari kartu video seperti kecepatan operasi, pewaktuan memori, tegangan prosesor grafis, dan informasi lainnya. Hal ini memungkinkan untuk melakukan perubahan spesifikasi yang dilakukan oleh pengguna untuk mempercepatan kinerja kartu video (overclock). Komponen pendukung lainnya yang ada dalam kartu video adalah: 1. Cooler (Pendingin) Komponen pendingin untuk saat ini merupakan komponen yang umum digunakan karena bisa mengurangi panas yang terjadi pada prosesor grafis. Dengan bertambahnya fungsi kerja dari prosesor grafis, akan menambah beban kerja dari prosesor grafis itu sendiri yang pada akhirnya menimbulkan panas yang berlebih. Sehingga untuk saat ini kartu video dilengkapi dengan komponen pendingin, minimal pendingin pasif jika tidak menggunakan kipas pendingin. 2. Konektor daya tambahan Konektor ini digunakan untuk menambah suplay daya ke kartu video yang tidak bisa dicukupi oleh konektor atau slot dari motherboard. Karena dengan peningkatan kinerja, membutuhkan daya yang berlebih. Untuk menambah kekurangan daya, maka kartu video dilengkapi dengan konektor daya tamabahan. 3. Konektor output lainnya Selain dilengkapi dengan konektor VGA atau DVI, ada beberapa kartu video yang dilengkapi dengan konektor tambahan seperti konektor S-Video, Composite, Line-In, Line-Out, HDMI, dan konektor lainnya. 9. Floppy port