Anda di halaman 1dari 20

INPUT DAN OUTPUT PENGENDALIAN PROSES

I.

TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan praktikum mahasiswa dapat : 1. 2. 3. Mendemostrasikan rangkaian kalibrasi voltmeter dan process controller. Menentukan input dan output yang terdapat pada alat PCT 10 Mendemonstrasikan pengubahan controller setting

II.

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN 1 set PC 10 + TRIMTOOL 2 kabel ukuran panjang 2 kabel ukuran pendek

III. GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)

IV. DASAR TEORI

Input atau masukan adalah efek dari lingkungan ke suatu proses kimia, sedangkan output atau keluaran adalah efek dari proses kimia ke lingkungan.

Dalam suatu pengendalian hubungan antara input, proses dan output merupakan satu loop (siklus) yang utuh. Output merupakan keluaran dari proses yang menerima input. Input dapat dibagi dua, yaitu : a. Variable yang dimanipulasi (diubah) : apabila harga input tersebut berasal dari operator atau pengendali (controller)

b. Gangguan : apabila harga input tersebut berasal dari lingkungan dan buka berasal dari pengendalian atau operator Output dibagi dua : a. Output terukur : apabila harga output tersebut dapat diukur b. Output tak terukur : apabila harganya tidak dapat atau tak bias diukur Pada alat PCT 10 terdapat lebih dari satu input dan lebih dari satu output, masing masing dapat dilihat dari tulisan yang terdapat bagian bawah soket merah / hitam (polaritas arus). Satu input dapat memberikan beberapa output, seperti yang terdapat pada process controller, atau beberapa input mengasilkan satu output. Konfigurasi adalah susunan informasi yang digunakan untuk menghubungkan pengukuran kepada variable yang dimanipulasi. Pada alat PCT 10 konfigurasi dapat dilihat pada process controller, dimana pada bagian ini terdapat pengaturan controller (controller setting) yang berisi ketentuan yang diset oleh operator agar controller menjalankan konfigurasi yang telah diset. Dari hasil pengaturan controller menjadi harga pengukuran yang kemudian dievaluasi sesuai setting didalam controller dan menghasilkan output pengendali berupa sinyal untuk mengubah variable yang dimanipulasi. Contoh pada setting ON/OFF dengan histerisis = 2% dan set point = 50% maka apabila input ke proses controller , 50% maka controller akan menghidupkan lampu indicator 24 VAC menjukkan variable yang dimanipulasi (arus listrik) disambungkan. Pada saat input ke controller . 50% + 2 % maka controller akan memutuskan arus listrik. V. PROSEDUR KERJA 1. Kalibrasi Voltmeter
a.

Menghidupkan alat PCT 10 dengan menaikkan level sekring ke atas dan menekan tombol hitam 2 dan 5 Menyambungkan kabel dari tombol manual output ke voltmeter sesuai gambar rangkaian kalibrasi (gambar 2). Perhatikan loop arus yang menuju ke sambungan resistor 50 ohm Memutar tombol manual ke kanan hingga maksimal untuk mendapatkan pembacaan 1, 00 volt pada voltmeter (20 mA melalui 50 ohm). Apabila harga pembacaan tidak range 1,00 volt 0,002 volt maka ambil TRIMTOOL dan masukan soket SPAN, putar ke kiri atau ke kanan sehingga didapat pembacaan dalam range

b.

c.

d.

Memutar tombol manual ke kiri hingga maksimal untuk mendapatkan pembacaan 0,2 volt pada voltmeter (4 mA melalui 50 ohm). Apabila harga pembacaan tidak dalam range 0,2 volt 0,002 volt maka ambil TRIMTOOL dan masukan soket ZERO, putar ke kiri atau ke kanan sehingga didapat pembacaan dalam range Ulangi 2 langkah terakhir hingga didapat pembacaan stabil dalam range.

e.

2. Kalibrasi Proses Controller Sebelum mengkalibrasi proses controller, harga setting didalam proses controller diperiksa dahulu agar sesuai dengan harga setting seperti table dibawah ini. a. Menghubungkan kabel dari manual output ke input pada proses controller dan output dari proses controller ke Ammeter. b. Menekan tombol C (konfigurasi dahulu) hingga salah satu digit pada layar set point berkedip c. Menekan tombol F (layar variable proses akan menampilkan Pr, harga Pr tidak diganti)
d. Menekan F satu kali lagi hingga tampil Prop, sesuaikan harga Prop dengan

harga table diatas dengan menekan tombol D (digit). Apabila harga telah sesuai tekan ENTER
e. Menekan F berulang satu demi satu dan ganti harga setting sesuai table

diatas. Menekan ENTER setelah memasukkan harga baru


f. Pada saat layar menampilkan Span. Putar tombol manual output ke kanan

untuk mendapatkan arus 20 mA. Lalu tekan tombol digit, tekan tombol atau tombol hingga didapat pembacaan 100%. Perhatikan bahwa Ammeter menunjukkan 4 mA (aksi terbalik / reverse)
g. Menekan tombol F sekali lagi untuk menampilkan ZErO, putar tombol

manual output ke kiri untuk mendapatkan arus 4 mA. Lalu tekan tombol digit, tekan tombol atau tombol hingga didapat pembacaan 0%. Perhatikan bahwa Ammeter menunjukkan 20 mA. TABEL HARGA SETTING CONTROLLER UNTUK KALIBRASI Controller Setting Harga pengesetan ( set point) Kode Range Pengaturan 50 Satuan %

Daya keluaran (power output) Pr Pita proporsional (Prop. Band) Prop Waktu Integral Int Waktu derivative dEr Siklus waktu (cycle time) CY-t CL G HC O UP t Histerisis (dead band) HYSt Batas daya (power limit) Pr L Batas setpoint ( setpoint limit) SP L Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1 100 % CS 2 Aksi control : r = reverse (terbalik) CS 3 CS 4 CS 5 CS 6 CS 7 SPAn SPAN (batas atas kalibrasi) ZERo ZERO (batas bawah kalibrasi)

21,0 20 10 5 100 100 A n 100 0 0 5 8 R H/L F L A H n U 0 0

% % Menit Detik Detik % % % % %

VI.

DATA PENGAMATAN KALIBRASI VOLTMETER

ARUS LISTRIK 4 mA 20 mA KALIBRASI PROCESS CONTROLLER Controller Setting Harga pengesetan ( set point) Daya keluaran (power output) Pita proporsional (Prop. Band) Waktu Integral Waktu derivative Kode Pr Prop Int dEr

HARGA PEMBACAAN VOLTMETER 0,198 1,00

Range Pengaturan 50 21,0 20

Satuan % % % Menit Detik

Siklus waktu (cycle time) CY-t CL G HC O UP t Histerisis (dead band) HYSt Batas daya (power limit) Pr L Batas setpoint ( setpoint limit) SP L Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1 100 % CS 2 Aksi control : r = reverse (terbalik) CS 3 CS 4 CS 5 CS 6 CS 7 SPAn SPAN (batas atas kalibrasi) ZERo ZERO (batas bawah kalibrasi) VII. ANALISA PERCOBAAN

10 5 100 100 A n 100 0 0 5 8 R H/L F L A H n U 0 0

Detik % % % % %

VIII. KESIMPULAN Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan : IX. DAFTAR PUSTAKA Anerasari M, Petunjuk Praktikum Pengendalian Proses, Input dan output pengendalian proses, POLSRI, 2011 Input dan output yang digunakan untuk kalirasi voltmeter ialah manual output dengan input pada voltmeter Ketelitian yang diperbolehkan untuk mengkalibrasi alat ini ialah 0,002 Input dan outputyang digunakan untuk kalibrasi process controller ialah manual output dengan input pada process controller Kemudahan mengkalibrasi alat ini dapat dipengaruhi oleh usia alat, suhu dan keadaan kabel penyambung.

PENGENDALIAN ON / OFF SECARA MANUAL

I.

TUJUAN PERCOBAAN
1. Mendemonstrasikan operasi relai saklar output (SWITCHED OUTPUT)

2. Membedakan kontak terbuka normal dan tertutup normal

II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN

1 set PCT 10 1 buah TRIMTOOL 1 buah lampu indicator 24 VAC

III.GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)

IV. DASAR TEORI Pengendalian tidak kontinyu atau disebut pengendalian ON / OFF mempunyai dua gerakan output yaitu ON (hidup) dan OFF (mati) terhadap input yang diberikan kepada proses.

Pengendalian tidak kontinyu ini juga terbagi dua atas gerakan pengendalinya, yaitu manual dan otomatis. Manual karena yang bertindak sebagai pengendali yang mengevaluasi dan menentukan tindakan ke pengendalinya berupa alat pengendali.

Kontak terbuka normal (N/O ) : kontak yang terjadi letaknya terpisah (soket A dan C) dan karenanya tidak menghantarkan listrik saat soket A dan C tidak dihubungkan.

Kontak tutup normal (N/C) : kontak tersambung walaupun soket A dan C tidak dihubungkan Saklar pada posisi (N/O) atau (N/C) tergantung pada penggunaannya, apabila diinginkan output dalam posisi ON tanpa perlu menggunakan kabel antara soket A dan C maka posisi yang dipilih adalah normally closed contact (N/C). sedangkan apabila dinginkan output dalam posisi ON namun memerlukan penyambungan kabel disoket A dan C, maka posisi saklar adalah normally open contact (N/O). begitu juga sebaliknya untuk posisi OFF.

Lampu indicator yang terpasang pada soket 24 VAC akan menyala atau mati sesuai posisi relai saklar yang dipilih oleh operator. Hal yang sama juga terjadi untuk soket 240 VAC, arus listrik akan mengalir atau terputus sesuai posisi relai.

Relai disini memungkinkan pengaturan ON/OFF voltase tinggi (240 VAC dan 24 VAC) menggunakan arus listrik 4 20 mA atau 0 -1 volt

V. LANGKAH KERJA 1. Mempersiapkan alat PCT 10

2. Menghubungkan kabel dari soket A ke C dan posisi relai pada N/O, amati yang terjadi pada lampu. 3. Melepaskan kabel soket A dan C bergantian, amati yang terjadi 4. Mengulangi langkaha 2 untuk posisi relai pada N/C 5. Mengulangi langkah 2 dan 4 untuk kabel terhubung ke A B dan B C. amati lampu

VI. DATA PENGAMATAN PENGAMATAN NORMAL OPEN CONTACT POSISI KABEL A KE C A KE B ATAU B KE C LAMPU INDIKATOR 24 VAC PADA SWITCHED OUTPUT HIDUP MATI

PENGAMATAN NORMAL CLOSE CONTACT POSISI KABEL A KE C A KE B ATAU B KE C VII. ANALISA PERCOBAAN LAMPU INDIKATOR 24 VAC SWITCHED OUTPUT MATI HIDUP

VIII. KESIMPULAN Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan : Input dan output yang digunakan sama yaitu switched output Normal open contact tidak mempunyai katup arus penghubung sehingga dibutuhkan kabel penguhubung pada soket A ke C

Normal close contact mempunyai katup arus penghubung sehingga tidak dibutuhkan kabel penguhubung pada soket A ke C

IX. DAFTAR PUSTAKA Anerasari M, Petunjuk Praktikum Pengendalian Proses, Input dan output pengendalian proses, POLSRI, 2011

PENGENDALIAN ON/OFF SECARA OTOMATIS

I.

TUJUAN PERCOBAAN 1. Mendemonstrasikan pengendalian ON/OFF menggunakan proses controller 2. Mendemonstrasikan output relai ON/OFF sebanding waktu siklus

II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN

1 set alat PCT 10 1 buah TRIMTOOL 6 buah Kabel 1 buah lampu indicator 24 VAC 1 buah stopwatch

III.GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)

IV. DASAR TEORI Seperti dijelaskan diteori percobaan II bahwa pengendalian on/off selain manual adalah otomatis, yang dalam hal ini menggunakan proses controller. Setting pada proses controller harus diatur sedemikian rupa agar harga proporsional band, integral time dan derivative time adalah NOL.

Selain itu pengendalian on/off dikenal HISTERISIS. Berdasarkan arti histerisis adalah kecenderungan instrument untuk memberikan output yang berbeda terhadapa input yang sama.

Pada pengendalian on/off terdapat DAERAH NETRAL, yaitu daerah dimana controller tidak memberikan gerakkan perubahan output. Besar Daerah Netral adalah 2 kali besar harga histerisi.

Contoh : untuk set point 50% dan histerisis 1 %, maka daerah netral adalah 2% yaitu dari harga 49% hingga harga 51 %. Harga output pada pengendali on/off hanya dua, yaitu 0 % dan 100 % tergantung pada eror terhadap set point. %P ( output ) = 100% apabila % eror > 0 %P ( output ) = 0 % apabila % eror < 0

Sedangkan % eror menyatakan perbedaan antara harga control point (pengukuran) terhadap harga set point

Hubungan diatas menunjukkan saat harga variable proses (control point) melebihi harga set point akan didapat % eror > 0 maka output dari control adalah 100% sedangkan apabila kurang dari set point akan didapat % eror < 0 dan output controller adalah 0 %. Pada pengendali ini akan terjadi fluktasi dari 0 % ke 100 % secara berulang selama proses berlangsung. Seperti grafik berikut :

Apabila dipasang lampu indicator 24 VAC pada proses controller, dapat dilihat output 100% berarti lampu akan menyala (arus listrik mengalir) sedang pada output 0% lampu akan mati (arus listrik terputus). Hal sama juga berlaku untuk soket 240 VAC.

V. LANGKAH KERJA I. PENGATURAN AWAL 1. Set harga Prop, Int, dan Der pada controller setting pada harga 0 dan harga (CY t) pada 3 detik. Set harga HYSt pada 1 % 2. Memasang kabel dari manual output ke input pada proses controller (4 20 mA) dan letakkan lampu indicator pada soket 24 VAC

II. OUTPUT RELAI ON/OFF 1. Mengatur input ke PROCESS CONTROLLER dengan memutar tombol manual output 4 20 mA
2. Mengamati bahwa OUTPUT relai pada soket lampu indicator 24 VAC akan

menyalakan lampu ketika INPUT (harga terbaca pad layar variable proses) berada dibawah harga set point 50% dan akan mematikan lampu ketika INPUT berada diatas harga set point. Karena histerisis di SET pada 1%, maka lampu baru akan mati pada saat INPUT 51% dan akan hidup kembali saat INPUT < 49% 3. Mengulangi percobaan dengan memvariasikan harga histerisi 3% dengan set point 40% dan histerisis 6% untuk set point 35%

III.OUTPUT RELAI WAKTU PROPORSIONAL 1. Mengubah harga Prop di controller setting menjadi 20% (maksimal, untuk mendapatkan perbandingan maksimal antara input = output) Mengatur prosess controller ke pengendalian MANUAL, menekan tombol F 1 kali dan menekan tombol manual maka lampu akan indicator manual akan menyala
2.

3. Menekan tombol F satu kali untuk menampilkan POWER OUTPUT (Pr), ubah harga Pr ke nol dengan tombol digit, tekan ENTER 4. Memasang kabel dari soket output di PROCESS CONTROLLER ke soket Ammeter 5. Memutar tombol manual output ke kiri (4 mA) maka lampu indicator tidak menyala dan pembacaan Ammeter pada 20 mA 6. Memutar tombol manual output ke kanan dalam langkah 10% (lihat embacaan dilayar variable proses), amati bahwa lampu akan mati dan hidup dalam siklus pengulangan. Mencatat harga di Ammeter. Besar waktu hidup dan matinya akan tergantung pada besarnya POWER OUTPUT (Pr) dari CONTROLLER dan karenanya juga tergantung pada INPUT yang diberikan oleh manual output.

7. Mengamati bahwa pada saat output 50% perbandingan waktu lampu akan mati dan hidup akan sama (proporsional = sebanding). Mencatat harga di Ammeter pada setiap perubahan input ke controller. 8. Mengubah waktu siklus CYCLE TIME (CY t) menjadi 10 detik, perhatikan bahwa perbandingan antara waktu hidup dan waktu mati lampu tetap sama, namun jumlah waktu siklus keseluruhan dari HIDUP MATI HIDUP menjadi 10 detik. Catat harga di Ammeter pada setiap perubahan harga INPUT. Pada saat output dari tombol manual adalah 20% maka Power output dari proses controller adalah 80% aksi pengendalian (CS 2 dalam posisi r = reverse, terbalik) maka waktu hidup lampu adalah : T hidup = 80 % x waktu siklus = 0,8 x 10 detik = 8 detik

9. Ulangi percobaan dengan waktu siklus tetap 10 detik tetapi aksi pengendalian (CS 2) dalam posisi d = direct, langsung. Amati perbedaan disbanding dengan CS 2 = r

VI. DATA PENGAMATAN KALIBRASI VOLTMETER

ARUS LISTRIK 4 mA 20 mA OUTPUT RELAI ON/OFF

HARGA PEMBACAAN VOLTMETER 0,199 1,002

PENGUBAHAN KALIBRASI PROCESS CONTROLLER Controller Setting Harga pengesetan ( set point) Kode Range Pengaturan 50 Satuan %

Daya keluaran (power output) Pr Pita proporsional (Prop. Band) Prop Waktu Integral Int Waktu derivative dEr Siklus waktu (cycle time) CY-t CL G HC O UP t Histerisis (dead band) HYSt Batas daya (power limit) Pr L Batas setpoint ( setpoint limit) SP L Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1 100 % CS 2 Aksi control : r = reverse (terbalik) CS 3 CS 4 CS 5 CS 6 CS 7 SPAn SPAN (batas atas kalibrasi) ZERo ZERO (batas bawah kalibrasi)

0 0 0 3 1 100 100 A n 100 0 0 5 8 R H/L F L A H n U 0 0

% % Menit Detik Detik % % % % %

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI ON/OFF (HYSt = 1 %) HARGA PEMBACAAN INPUT PROCESS CONTROLLER 0 50,9 % 51 % NILAI >51 % DITURUNKAN SAMPAI 49,1 % 49 % LAMPU INDIKATOR 24 VAC PADA PROCESS CONTROLLER HIDUP MATI MATI HIDUP KEMBALI

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI ON/OFF (HYSt = 3 %) HARGA PEMBACAAN INPUT PROCESS CONTROLLER 0 52,9 % 53 % NILAI >53 % DITURUNKAN SAMPAI 47,1 % 47 % OUTPUT RELAI WAKTU PROPOSIONAL LAMPU INDIKATOR 24 VAC PADA PROCESS CONTROLLER HIDUP MATI MATI HIDUP KEMBALI

+ PENGUBAHAN KALIBRASI PROCESS CONTROLLER (CY-t = 3 DETIK) Controller Setting Kode Harga pengesetan ( set point) Daya keluaran (power output) Pr Pita proporsional (Prop. Band) Prop Waktu Integral Int Waktu derivative dEr Siklus waktu (cycle time) CY-t CL G HC O UP t Histerisis (dead band) HYSt Batas daya (power limit) Pr L Batas setpoint ( setpoint limit) SP L Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1 100 % CS 2 Aksi control : r = reverse (terbalik) CS 3 CS 4 CS 5 CS 6 CS 7 SPAn SPAN (batas atas kalibrasi) ZERo ZERO (batas bawah kalibrasi) Range Pengaturan 50 0 20 0 0 3 1 100 100 - 0 5 8 - R H/L F A L A H n n U 0 - - - 0 100 0 Satuan % % % Menit Detik Detik % % % % %

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI WAKTU PROPOSIONAL (CY-t = 3 DETIK) HARGA PEMBACAAN PADA PROCESS CONTROLLER 10 % 20 % 30 % 40 % 50 % SIKLUS WAKTU LAMPU INDIKATOR 24 VAC ( DETIK) HIDUP - MATI HIDUP ( HIDUPMATI KEMBALI MATI-HIDUP) 0,31 2,69 3 0,58 2,42 3 0,9 2,1 3 1,23 1,77 3 1,5 1,5 3

+ PENGUBAHAN KALIBRASI PROCESS CONTROLLER (CY-t = 10 DETIK) Controller Setting Harga pengesetan ( set point) Daya keluaran (power output) Kode Pr Range Pengaturan 50 0 Satuan % %

Pita proporsional (Prop. Band) Prop Waktu Integral Int Waktu derivative dEr Siklus waktu (cycle time) CY-t CL G HC O UP t Histerisis (dead band) HYSt Batas daya (power limit) Pr L Batas setpoint ( setpoint limit) SP L Range linearitas 4 20 mA = 0 CS 1 100 % CS 2 Aksi control : r = reverse (terbalik) CS 3 CS 4 CS 5 CS 6 CS 7 SPAn SPAN (batas atas kalibrasi) ZERo ZERO (batas bawah kalibrasi)

20 0 0 10 1 100 100 A n 100 0 0 5 8 R H/L F L A H n U 0 0

% Menit Detik Detik % % % % %

TABEL PENGAMATAN OUTPUT RELAI WAKTU PROPOSIONAL (CY-t = 10DETIK) HARGA PEMBACAAN PADA PROCESS CONTROLLER 10 % 20 % 30 % 40 % 50 % SIKLUS WAKTU LAMPU INDIKATOR 24 VAC ( DETIK) ( HIDUPHIDUP MATI HIDUP MATIMATI KEMBALI HIDUP) 1,05 8,95 10 2 8 10 3,2 6,8 10 4 6 10 5 5 10

VII. -

PERHITUNGAN

PERHITUNGAN SECARA TEORI SIKLUS WAKTU HIDUP MATI LAMPU INDIKATOR PADA CY-t = 3 DETIK HARGA PEMBACAAN PROCESS CONTROLLER 10 %

SIKLUS WAKTU HIDUP MATI = HARGA PEMBACAAN X CY-t = 10 % X 3 DETIK = 0,3 DETIK

NILAI LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA TABEL PERHITUNGAN SECARA TEORI 1

PERHITUNGAN SECARA TEORI SIKLUS WAKTU MATI HIDUP KEMBALI LAMPU INDIKATOR PADA CY-t = 3 DETIK HARGA PEMBACAAN PROCESS CONTROLLER 10 % PENGENDALIAN = 90 % AKSI

SIKLUS WAKTU MATI HIDUP KEMBALI = AKSI PENGENDALIAN X CY-t = 90 % X 3 DETIK = 2,7 DETIK NILAI LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA TABEL PERHITUNGAN SECARA TEORI 1

TABEL PERHITUNGAN SECARA TEORI 1 HARGA PEMBACAAN PADA PROCESS CONTROLLER 10 % 20 % 30 % 40 % 50 %


-

SIKLUS WAKTU LAMPU INDIKATOR 24 VAC ( DETIK) HIDUP MATI HIDUP ( HIDUP- MATI KEMBALI MATI-HIDUP) 0,3 2,7 3 0,6 2,4 3 0,9 2,1 3 1,2 1,8 3 1,5 1,5 3

PERHITUNGAN SECARA TEORI SIKLUS WAKTU HIDUP MATI LAMPU INDIKATOR PADA CY-t = 10 DETIK HARGA PEMBACAAN PROCESS CONTROLLER 10 %

SIKLUS WAKTU HIDUP MATI = HARGA PEMBACAAN X CY-t = 10 % X 10 DETIK = 1 DETIK

NILAI LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA TABEL PERHITUNGAN SECARA TEORI 2

PERHITUNGAN SECARA TEORI SIKLUS WAKTU MATI HIDUP KEMBALI LAMPU INDIKATOR PADA CY-t = 10 DETIK

SIKLUS WAKTU MATI HIDUP KEMBALI = AKSI PENGENDALIAN X CY-t = 90 % X10 DETIK = 9 DETIK

NILAI LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA TABEL PERHITUNGAN SECARA TEORI 2

TABEL PERHITUNGAN SECARA TEORI 2 HARGA PEMBACAAN PADA PROCESS CONTROLLER 10 % 20 % 30 % 40 % 50 % VIII. ANALISA PERCOBAAN SIKLUS WAKTU LAMPU INDIKATOR 24 VAC ( DETIK) HIDUP - MATI HIDUP ( HIDUPMATI KEMBALI MATI-HIDUP) 1 9 10 2 8 10 3 7 10 4 6 10 5 5 10

IX. KESIMPULAN Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan : Pengendalian on/off otomatis PCT 10 dipengaruhi oleh nilai hysteresis, set point, waktu siklus (waktu proses) Bila waktu siklus yang digunakan 10 detik maka waktu lampu hidup ke mati dan hidup kembali ialah 10 detik juga ( dalam pengendalian waktu proposional ).

X. DAFTAR PUSTAKA Jobsheet,2011.Petunjuk praktikum pengendalian proses, Electrical Console POLSRI: PALEMBANG

LAMPIRAN