Anda di halaman 1dari 10

Johar Yusmari 05101007058 Agroekoteknologi B Organisme Tanah

Protozoa Deskripsi Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoo yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama. Merupakan filum hewan bersel satu yang dapat melakukan reproduksi seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif).Habitat hidupnya adalah tempat yang basah atau berair. Jika kondisi lingkungan tempat hidupnya tidak menguntungkan maka protozoa akan membentuk membran tebal dan kuat yang disebut Kista. Ilmuwan yang pertama kali mempelajari protozoa adalah Anthony van Leeuwenhoek. Biasanya berkisar 10-50 m, tetapi dapat tumbuh sampai 1 mm, dan mudah dilihat di bawah mikroskop. Mereka bergerak di sekitar dengan cambuk seperti ekor disebut flagela. Mereka sebelumnya jatuh di bawah keluarga Protista. Lebih dari 30.000 jenis telah ditemukan. Protozoa terdapat di seluruh lingkungan berair dan tanah, menduduki berbagai tingkat trophic. Tubuh protozoa amat sederhana, yaitu terdiri dari satu sel tunggal (unisel). Namun demikian, Protozoa merupakan system yang serba bisa. Semua tugas tubuh dapat dilakukan oleh satu sel saja tanpa mengalami tumpang tindih. Ukuaran tubuhnya antaran 3-1000 mikron.Bentuk tubuh macam-macam ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya tidak menentu. Juga ada memiliki fligel atau bersilia Ciri ciri Protozoa

1.Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) 2.Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel). 3.Hidup bebas, saprofit atau parasit 4.Organisme bersel tunggal 5.Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati 6.Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok) 7.Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri 8.Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah. 9.Protozoa tidak mempunyai dinding sel 10.Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot Peran menguntungkan : 1. Mengendalikan populasi Bakteri, sebagian Protozoa memangsa Bakteri sebagai makanannya, sehingga dapat mengontrol jumlah populasi Bakteri di alam.
2. Sumber

makanan

ikan,

Di

perairan

sebagian

Protozoa

berperan

sebagai plankton (zooplankton) dan benthos yang menjadi makanan hewan air, terutama udang, kepiting, ikan, dll.
3. Indikator minyak bumi, Fosil Foraminifera menjadi petunjuk sumber

minyak, gas, dan mineral.


4. Bahan penggosok, Endapan Radiolaria di dasar laut yang membentuk tanah

radiolaria, dapat dijadikan sebagai bahan penggosok. 5. Herbivora dan konsumen di decomposer link dari rantai makanan.

http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/02/20/pengertian-protozoa-danpembagian-kelasnya/ http://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa

Nematoda Deskripsi Nematoda adalah hewan multiseluler yang paling banyak jumlahnya di bumi dan terdapat hampir di seluruh habitat dan beberapa juga terdapat di tempat yang tidak biasa seperti sumber mata air panas, es, laut dalam, dan lingkungan berasam dan dengan kadar oksigen rendah. Kelimpahannya mencapai jutaan individu per m2 tanah pada tanah dan sedimen dasar perairan. Nematoda secara umum memiliki ciri-ciri bentuk seperti cacing (vermiform), tidak bersegmen, bilateral simetri, pseudocoelomata, sistem pencernaan lengkap, memiliki sistem respiratori dan sirkulasi yang belum terspesialisasi. Nematoda ini berukuran dari <100 m (Greeffiella minutum di laut) sampai berukuran >8 m (Placentonema gigatissima parasit pada spermaceti paus). Fauna nematoda tanah berhubungan erat dengan nematoda air tawar tetapi berbeda dari nematoda lautan. Nematoda dapat ditemukan dengan mudah di setiap sampel tanah dengan jumlah individu yang banyak dan keanekaragaman jenis yang tinggi. Kelimpahan nematoda umumnya berkisar 1-10 juta /m2 dengan biomassa berkisar 0,3 sampai 10 g/m2. Jumlah jenis yang terdapat di tanah bervariasi dari 23 jenis pada kutub, 62 jenis di hutan desidua, 6-228 jenis di padang rumput dan dihutan tropis Cameron dijumpai 432 jenis. Nematoda tanah dapat dikelompokkan berdasarkan kebutuhan makanannya, pemakan akar, pemakan rambut akar, pemakan hifa fungi, pemakan bakteri,

omnivor, dan predator. Pada ordo Tylenchida, ditemukan pemakan akar, pemakan rambut akar, dan pemakan fungi. Dorylaimida termasuk spesies yang pemakan akar, pemakan fungi, pemakan alga, omnivor dan predator. Pemakan bakteri ditemukan ordo Secernentia di Cephalobidae, Rhabditidae dan Diplogasteridae, dan ordo Adenophorea di Plectidae, Teratocephalidae, Alaimidae dan Monhysteridae. Predator terdapat di kelompok yang bervariasi Aphelenchida, Diplogasterida, Mononchida dan Dorylaimida.

Peran menguntungkan : 1. Fungsi dari Nematoda pemakan bakteri dan fungi adalah melepaskan unsur N, P, S, dan mikronutrien yang akan berharga bagi tanaman. Nematoda ini juga akan menhambat kemampuan nematoda pemakan akar dalam menemukan akar. Tanah yang baik mengandung 5 sampai 500 nematoda per sendok teh.
2.

Nematoda membutuhkan nitrogen dan nutrien lainnya lebih sedikit daripada bakteri dan fungi, sehingga kelebihannya dikeluarkan dan menjadikan nutrien ini berguna bagi tumbuhan. Kompos yang diolah dengan baik akan mengandung nematoda yang menguntungkan.

http://aadrean.wordpress.com/2010/06/12/fungsi-ekologis-nematoda-tanah/ http://id.wikipedia.org/wiki/Cacing_tanah http://febrianyafet-smart.blogspot.com/2011/04/cacing-tanah.html http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a6 Mites and Insects Tungau Deskripsi Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang, bersamasama dengan caplak, menjadi anggota superordo Acarina. Tungau bukanlah kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa orang menganggap keduanya sama). Apabila kutu sejati merupakan anggota Insecta (serangga), tungau lebih berdekatan dengan laba-laba dilihat dari kekerabatannya. Banyak di antara anggotanya yang hidup bebas di air atau daratan, namun ada anggotanya yang menjadi parasit pada hewan lain (mamalia maupun serangga) atau tumbuhan, bahkan ada yang memakan kapang. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Walaupun demikian, ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada kualitas buah jeruk (umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri McGregor), merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan Solanaceae (cabai dan tomat). Tungau juga menyebabkan penyakit skabies, penyakit pada kulit yang mudah menular. Ada lebih dari 45 ribu jenis tungau yang telah dipertelakan. Para ilmuwan berpendapat, itu baru sekitar 5% dari kenyataan total jenis yang ada. Hewan ini

dipercaya telah ada sejak sekitar 400 juta tahun. Ilmu yang mempelajari perikehidupan tungau dan caplak dikenal sebagai akarologi. Peran menguntungkan : Penggunaan tungau predator (misalnya Phytoseiidae) dalam pengendalian hama dan gulma. Tungau herbivora yang menempati juga penting. tidak berkualifikasi, namun kontribusi positif utama dari Acari adalah fungsi normal mereka dalam ekosistem, terutama peran mereka dalam subsistem dekomposer. http://id.wikipedia.org/wiki/Tungau

Serangga Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam") Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi. Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap. Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi. Hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya.

Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen). Peran menguntungkan : Banyak serangga yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu sebagai organisme pembusuk dan pengurai termasuk limbah, sebagai objek estetika dan wisata, bermanfaan pada proses penyerbukan maupun sebagai musuh alami hama tanaman, pakan hewan (burung) yang bernilai ekonomi tinggi, penghasil madu (dari genus Apis) dll. http://id.wikipedia.org/wiki/Serangga

Tungau jingga Brevipalpus phoenicis

Earthworms Deskripsi Cacing tanah adalah nama yang umum digunakan untuk kelompok Oligochaeta, yang kelas dan subkelasnya tergantung dari penemunya dalam filum Annelida.Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain. Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung. Berdasarkan hasil penelitian modern, seperti yang dilaporkan dalam publikasi Dr. Ni Luh Kartini, seorang ahli tanah dan penemu pupuk kascing dari Universitas UdayanaBali, mengungkapkan bahwa lahan pertanian yang mengandung cacing tanah pada umumnya memang lebih subur. Pasalnya, tanah yang bercampur dengan kotoran cacing memberikan banyak manfaat bagi tanaman. Proses perubahan kondisi tanah dapat dijelaskan secara ilmiah. Awalnya, cacing tanah membuat lubang dengan cara mendesak massa tanah atau memakan langsung massa tanah (Minnich 1977). Setelah dicerna, sisa-sisa bahan tersebut dilepaskan kembali sebagai buangan padat (kotoran). Hal ini diamini oleh Edwards dan Lofty (1977), penulis buku yang mengupas biologi tentang cacing tanah, Biology of Earthworms di New York 1977 yang menyatakan, sebagian besar bahan tanah mineral yang dicerna cacing tanah dikembalikan ke dalam tanah dalam bentuk nutrisi yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Namun, produksi alami kotoran cacing tanah di alam bergantung pada spesies, musim, dan kondisi populasi yang sehat.

Selain itu, kotoran cacing tanah juga kaya unsur hara. Pasalnya, aktivitas cacing tanah mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara N, P, dan K di dalam tanah. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur pokok bagi tanaman. Penelitian terhadap tanah-tanah gundul di bekas tambang di Ohio, Amerika Serikat, menunjukkan, cacing tanah dapat meningkatkan kadar K tersedia 19% dan P tersedia 165% Peran menguntungkan :
1. Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga

memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. 2. Mengakumulasi dan stabilisasi karbon organik tanah, efek hormon, keanekaragaman mikroba dan stabilitas fungsi interaksi multitrofik diatas tanah, dan bioremediasi dari tanah yang terkontaminan

http://id.wikipedia.org/wiki/Cacing_tanah http://febrianyafet-smart.blogspot.com/2011/04/cacing-tanah.html