GUBERNUR KEPULAUAN RIAU

PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN RIAU NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU GUBERNUR KEPULAUAN RIAU, Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 4 Tahun 2007 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, maka perlu disusun tugas pokok, fungsi dan uraian tugas pada Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah secara rinci; b. bahwa uraian tugas sebagaimana dimaksud pada huruf a diatas, perlu ditetapkan dengan Peraturan Gubernur; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4237); 3. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);

4. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 ); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2000 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4192); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4194); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4333); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 12. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 150/M Tahun 2005 Tanggal 13 Agustus 2005 tentang Pengesahan Pengangkatan Drs. H. ISMETH ABDULLAH sebagai Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dan Drs. H. MUHAMMAD SANI sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau masa jabatan 2005-2010;

13. Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 4 Tahun 2007 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Lembaran Daerah Provinsi Kepulauan Nomor 4);

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS PADA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Kepulauan Riau; 2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau; 3. Gubernur adalah Gubernur Kepulauan Riau; 4. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau; 5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau; 6. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau; 7. Perangkat Daerah adalah Organisasi/Lembaga pada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang bertanggung jawab kepada Gubernur dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan; 8. Asisten adalah Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau; 9. Kepala Biro adalah Kepala Biro di Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau; 10. Sekretariat DPRD adalah unsur pelayanan DPRD Provinsi Kepulauan Riau; 11. Sekretaris DPRD adalah Sekretaris DPRD Provinsi Kepulauan Riau 12. Kepala Bagian adalah Kepala Bagian di Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD;

FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SEKRETARIAT DAERAH Bagian Pertama Sekretariat Daerah Pasal 2 (1) Sekretariat Daerah mempunyai tugas dan kewajiban membantu Gubernur dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dengan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Sekretariat Daerah mempunyai fungsi : a.13. Biro Administrasi Pemerintahan. c. b. Biro Administrasi Pembangunan. Asisten Ekonomi dan Pembangunan. d. hukum dan organisasi. terdiri dari : a. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok yang melaksanakan kegiatan teknis sesuai dengan bidang ahli yang dimiliki. Bagian Kedua Asisten Tata Praja Pasal 3 (1) Asisten Tata Praja mempunyai tugas membantu Sekretaris Daerah dalam melaksanakan koordinasi dan penyusunan kebijakan daerah di bidang administrasi pemerintahan. e. Biro Administrasi Perekonomian. Biro Pemberdayaan Perempuan. pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan daerah. h. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah. e. . Biro Humas dan Protokol. c. penyusunan kebijakan pemerintahan daerah. i. k. f. dan administrasi kesejahteraan rakyat. BAB II TUGAS POKOK. j. (3) Sekretariat Daerah. pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daerah. b. Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat. Biro Umum l. Biro Perlengkapan. d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya. g. Biro Hukum dan Organisasi. Asisten Tata Praja. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 4. Asisten Administrasi.

c. Bagian Ketiga Biro Administrasi Pemerintahan Pasal 4 (1) Biro Administrasi Pemerintahan mempunyai tugas menyiapkan bahan dan perumusan kebijakan. dan kesejahteraan rakyat. penyiapan bahan koordinasi penyelenggaraan tugas umum Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di bidang pemerintahan. f. g. Asisten Tata Praja mempunyai fungsi : a. pengkoordinasiaan perumusan dan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan daerah dan kebijakan Kepala Daerah di bidang kesejahteraan rakyat. b. c. h. b. sekretaris daerah atau asisten tata praja. e. Pelaksanaan fasilitasi. b. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan pembinaan pemerintahan desa. Penyusunan bahan pembinaan dan perumusan kebijakan penetapan perbatasan wilayah. d. dan kesejahteraan rakyat yang diberikan Gubernur atau Sekretaris Daerah. c. Biro Administrasi Pemerintahan. pelaksanaan tugas lain di bidang pemerintahan. Penyiapan bahan pembinaan dan perumusan kebijakan penyelenggaraan tugas pemerintahan umum. penyelenggaraan urusan ketatausahaan biro. pemerintahan umum. . Biro Administrasi Pemerintahan mempunyai fungsi : a. (3) Asisten Tata Praja terdiri dari : a. Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat. Bagian Pemerintahan Umum. (3) Biro Administrasi Pemerintahan terdiri dari : a. e. fasilitasi. hukum dan organisasi. pengkoordinasiaan perumusan dan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan daerah dan Kepala Daerah di bidang hukum dan organisasi. koordinasi di bidang pemerintahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). pengkoordinasian perumusan dan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan daerah dan kebijakan Kepala Daerah di bidang pemerintahan. hukum dan organisasi.(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di bidang pemerintahan. b. d. tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan di bidang pemerintahan yang diberikan oleh gubernur. Bagian Pemerintahan Desa. Penyiapan bahan pembinaan dan perumusan kebijakan penyelenggaraan otonomi daerah.koordinasi serta pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa. otonomi daerah dan perbatasan wilayah. Biro Hukum dan Organisasi. Penyelenggaraan tugas lain.

Paragraf 1 Bagian Pemerintahan Desa Pasal 5 (1) Bagian Pemerintahan Desa mempunyai tugas penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan sarana dan prasarana pemerintahan desa/kelurahan. e. Sub Bagian Peningkatan Kapasitas dan Administrasi Desa. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan peningkatan kapasitas dan administrasi desa/Kelurahan. b. b. Bagian Perbatasan Wilayah. Bagian Otonomi Daerah. Penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan tugas di Bagian Pemerintahan Desa. Bagian Pemerintahan Desa terdiri dari : a. Bagian Pemerintahan Desa mempunyai fungsi : a. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan BPD dan lembaga kemasyarakatan desa. Menyusun rancangan kebijakan yang berhubungan pengadaan Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa/Kelurahan. Pasal 6 (1) Sub Bagian Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa/Kelurahan mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan mengenai sarana dan prasarana Pemerintahan Desa/Kelurahan. (2) (3) . Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). peningkatan kapasitas dan administrasi desa serta pembinaan BPD dan lembaga kemasyarakatan desa. b. d. Sub Bagian BPD dan Lembaga Kemasyarakatan Desa. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang pemerintahan desa yang diberikan oleh Kepala Biro. c. f. Merencanakan kegiatan atau program yang berhubungan dengan pengadaan Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa/Kelurahan. c. d.c. koordinasi dan pembinaan di Bagian Pemerintahan Desa. Melaksanakan kegiatan atau program yang berhubungan pengadaan Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa/Kelurahan. Penyusunan program kerja di Bagian Pemerintahan Desa. Penyelenggaraan fasilitasi. g. c. Melaksanakan tugas lainnya di bidang sarana dan prasarana pemerintahan desa/kelurahan yang diberikan oleh Kepala Bagian. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan sarana dan prasarana pemerintahan desa/kelurahan. Sub Bagian Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa/Kelurahan. d.

Menyusun data dan membuat laporan tentang Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Se-Provinsi Kepulauan Riau. c. Melaksanakan tugas lainnya dibidang badan permusyawaratan desa yang diberikan oleh Kepala Bagian. b. c. Mengadakan Raker Camat. Lurah dan Kepala Desa teladan. penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan tugas dekonsentrasi dan pembantuan serta penyelenggaraan urusan pertanahan. Lurah dan Kepala Desa. Paragraf 2 Bagian Pemerintahan Umum Pasal 9 (1) Bagian Pemerintahan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan dan pelayanan tata usaha Biro. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). adalah sebagai berikut : a. e. Melakukan penilaian terhadap kinerja Camat. Pasal 8 (1) Sub Bagian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Kemasyarakatan Desa mempunyai tugas mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan pembinaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Kemasyarakatan Desa. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). adalah sebagai berikut : a. b. Merencanakan kegiatan atau program yang berhubungan dengan peningkatan kapasitas aparat Pemerintah Desa/Kelurahan dan administrasi Pemerintah Desa/Kelurahan. d. (2) (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). Melaksanakan tugas lainnya di bidang peningkatan kapasitas dan administrasi desa yang diberikan oleh Kepala Bagian. Bagian Pemerintahan Umum mempunyai fungsi : .Pasal 7 (1) Sub Bagian Peningkatan Kapasitas dan Administrasi Desa mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan peningkatan kapasitas dan administrasi desa. Melaksanakan kegiatan atau program yang berhubungan dengan peningkatan Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan. Merencanakan kegiatan atau program yang berhubungan dengan peningkatan Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa. d. Menyusun rancangan kebijakan tentang peningkatan kemampuan aparat Pemerintah Desa/Kelurahan.

c. Mengumpulkan bahan-bahan dan menyampaikan laporan yang diperlukan kepada Dinas/Badan/Biro/Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. g. c. melayani kebutuhan peralatan dan pengecapan surat dari Biro Administrasi Pemerintahan. b. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : . Melakukan pengadaan dan urutan kearsipan Biro Administrasi Pemerintahan. c. koordinasi dan pembinaan di Bagian Pemerintahan Umum. e. j. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan penyelenggaraan tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan tugas di Bagian Pemerintahan Umum. Melaksanakan tugas lainnya di bidang tata usaha yang diberikan oleh Kepala Bagian. Sub Bagian Tata Usaha Biro. Sub Bagian Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan penyelenggaraan urusan pertanahan. d. Menerima dan mendistribusikan naskah dinas/surat-surat yang masuk ke Biro Administrasi Pemerintahan serta mencatat dalam lembaran disposisi. Menyiapkan naskah pidato yang ditugaskan oleh Kepala Bagian Pemerintahan Umum. i. Melakukan inventarisasi peralatan dan perlengkapan rumah tangga Biro Administrasi Pemerintahan serta mempersiapkan dan mengatur rapat-rapat Biro. g. Melaksanakan pencatatan naskah dinas/surat-surat dinas yang masuk dan keluar serta memberi kode menurut urutan nomor kode. Pasal 10 (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan dan pelayanan ketatausahaan Biro. (3) Bagian Pemerintahan Umum terdiri dari : a. Mengumpulkan data kependudukan dan administrasi catatan sipil dari Kabupaten/Kota. h. b. Penyelenggaraan fasilitasi. Merencanakan kebutuhan peralatan dan perlengkapan. f.a. Sub Bagian Pertanahan. Pasal 11 (1) Sub Bagian Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas menyusun dan melaksanakan kegiatan/program dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan ketata usahaan. d. e. Penyusunan program kerja di Bagian Pemerintahan Umum. f. b. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Membantu Kepala Bagian Pemerintahan Umum dibidang tugasnya. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang pemerintahan umum yang diberikan oleh Kepala Biro.

f. d. bina administrasi dan perangkat daerah. Mempersiapkan materi penyuluhan dibidang pertanahan. (2) Dalam melaksana. koordinasi dan pembinaan di Bagian Otonomi Daerah. Melaksanakan tugas lainnya di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang diberikan oleh Kepala Bagian. . Penyelenggaraan fasilitasi.a. (2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dibidang pertanahan. c. h. Melaksanakan program/pengadaan lahan untuk kepentingan umum dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. b. Memfasilitasi penyelesaian persengketaan pertanahan. kerjasama antar daerah.kan tugas sebagaimana tersebut pada ayat (1) Bagian Otonomi Daerah mempunyai fungsi : a. e. Menginventarisasi dan memverifikasi pengurusan hak-hak atas tanah yang akan dijadikan asset Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. b. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan penyelenggaraan desentralisasi. Memberikan pertimbangan kepada dinas/instansi terkait tentang kebijakan pertanahan. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan kerjasama antar daerah. d. Penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan bina administrasi dan perangkat daerah. Penyusunan program kerja di Bagian Otonomi Daerah. c. b. Menyusun perencanaan program dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan lingkup Departemen Dalam Negeri. Melaksanakan dan membuat laporan program kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan lingkup Departemen Dalam Negeri. Menyusun program/kegiatan kebutuhan lahan untuk kepentingan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Paragraf 3 Bagian Otonomi Daerah Pasal 13 (1) Bagian Otonomi Daerah mempunyai tugas penyiapan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan penyelenggaraan desentralisasi. Pasal 12 (1) Sub Bagian Pertanahan mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan pembinaan penyelenggaraan urusan pertanahan. d. c. g. Melakukan koordinasi pelaksanaan program kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan lingkup Departemen Dalam Negeri kepada Dinas/Badan/Biro Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau sesuai bidangnya. e. Melaksanakan tugas lainnya di bidang pertanahan yang diberikan oleh Kepala Bagian.

g. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. d. c. Penyiapan data dan bahan pembinaan dan petunjuk teknis pengembangan daerah. Sub Bagian Kerjasama Antar Daerah. Pasal 14 (1) Sub Bagian Desentralisasi mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan dan petunjuk teknis penyelenggaraan desentralisasi. Mengumpulkan data dan bahan yang berkaitan dengan kerjasama antar daerah Kabupaten / Kota. Melaksanakan penyimpanan berkas kerja. Membuat rencana dan program kerja Sub Bagian Desentralisasi. Mengumpulkan data dan bahan yang berkaitan dengan pelaksanaan penyelenggaraan desentralisasi. (3) Bagian Otonomi Daerah terdiri dari : a. b. i. Sub Bagian Bina Administrasi dan Perangkat Daerah. f. Menyiapkan bahan yang berkaitan dengan pembinaan pelaksanaan penyelenggaraan desentralisasi. b. data dan bahan menurut ketentuan yang berlaku. Menyiapkan bahan tentang pembinaan kerjasama antar daerah Kabupaten / Kota. Kab. b. g. c. Pelaksanaan tugas lain yang diserahkan oleh Kepala Biro. h. Pasal 15 (1) Sub Bagian Kerjasama Antar Daerah mempunyai tugass menyiapkan bahan pembinaan kerjasama antar Daerah Propinsi dan Kabupaten/Kota. h. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang otonomi daerah yang diberikan oleh Kepala Biro. Melaksanakan tugas lainnya di bidang desentralisasi yang diberikan oleh Kepala Bagian. e. j. dan Kota. Menyiapkan pedoman tentang petunjuk pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan desentralisasi. f. Penyiapan data dan bahan pembinaan dan petunjuk teknis penyelenggaraan otonomi daerah. i. . c. dan Kota. Menyiapkan pedoman tentang pelaksanaan pembinaan kerjasama antar daerah Kabupaten / Kota. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan tugas di Bagian Otonomi Daerah. Kab. Sub Bagian Desentralisasi. Membuat rencana dan program kerja Sub Bagian Kerjasama Kabupaten / Kota. j. Melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desentralisasi di Daerah Provinsi. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam pelaksanaan kegiatan. Melaksanakan koordinasi dengan Unit Kerja terkait dalam pelaksanaan kegiatan.f. Melaksanakan analisa dan bidang-bidang yang dimungkinkan untuk dilakukan kerjasama antar daerah Kabupaten / Kota. Melakukan inventarisasi kewenangan dan perkembangan pelaksanaan desentralisasi di Daerah Propinsi. e.

e. Penyusunan program kerja di Bagian Perbatasan Wilayah. (3) Bagian Perbatasan Wilayah. i. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. b. Penyusunan bahan laporan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di Bagian Perbatasan Wilayah. dan penetapan tata batas wilayah. d. Pengusulan. Menyiapkan bahan perrtimbangan dan solusi kerjasama dalam rangka kerjasama antar daerah Kabupaten / Kota. Melaksanakan tugas lainnya di bidang kerjasama antar daerah yang diberikan oleh Kepala Bagian. terdiri dari : . Membuat rencana dan program kerja Sub Bagian Pembinaan Perangkat. e. c. data dan bahan menurut ketentuan yang berlaku. Melaksanakan penyimpanan berkas kerja. Pengusulan. g. Menyiapkan bahan yang berkaitan dengan pembinaan Perangkat Daerah. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang perbatasan wilayah yang diberikan oleh Kepala Biro. pemetaan. Menyiapkan bahan pembinaan dan petunjuk teknis tentang Pencalonan. Pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penataan batas daerah. dan penamaan geografis daerah. b.g. Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Daerah. Menyiapkan pedoman tentang pelaksanaan pembinaan Perangkat Daerah. Melaksanakan tugas lainnya di bidang bina administrasi dan perangkat daerah yang diberikan oleh Kepala Bagian. data dan bahan menurut ketentuan yang berlaku. d. Pengumpulan dan pengolahan bahan penyelenggaraan pemekaran. Paragraf 4 Bagian Perbatasan Wilayah Pasal 17 (1) Bagian Perbatasan Wilayah mempunyai tugas menyiapkan bahan-bahan dan kegiatan dibidang tata batas wilayah dalam menyelesaikan tugas-tugas pemekaran wilayah. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). f. c. h. Bagian Perbatasan Wilayah mempunyai fungsi sebagai berikut : a. i. Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Daerah. h. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam pelaksanaan kegiatan. Pasal 16 (1) Sub Bagian Bina Administrasi dan Perangkat Daerah mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan perangkat daerah dan pendataan perangkat daerah. kawasan khusus. penggabungan dan penghapusan daerah. Menyiapkan bahan kelengkapan dalam rangka pendukung usul Pencalonan. Mengumpulkan data dan bahan yang berkaitan dengan Perangkat Daerah. Melaksanakan penyimpanan berkas kerja.

c. Melaksanaan tugas lainnya di bidang batas provinsi dan kabupaten/kota yang diberikan oleh Kepala Bagian Pasal 19 (1) Sub Bagian Batas Kecamatan dan Kelurahan/Desa mempunyai tugas menyiapkan konsep untuk penetapan tata batas Kecamatan dan Kelurahan/Desa Se-Provinsi Kepulauan Riau. b. Menyiapkan dan mengarsipkan dokumen-dokumen tentang tata batas wilayah Kecamatan dan Kelurahan/Desa. Sub Bagian Batas Provinsi dan Kabupaten/Kota. pembinaan produk hukum . c. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Melakukan inventarisasi Pulau-pulau yang ada di wilayah Kabupaten/Kota SeProvinsi Kepulauan Riau. b. Pasal 18 (1) (2) Sub Bagian Batas Provinsi dan Kabupaten/Kota mempunyai tugas menyiapkan konsep untuk penetapan tata batas Provinsi dan Kabupaten/Kota. Melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk penamaan Pulau-pulau yang belum bernama. Melaksanaan tugas lainnya di bidang batas kecamatan dan kelurahan/desa yang diberikan oleh Kepala Bagian Bagian Keempat Biro Hukum dan Organisasi Pasal 20 (1) Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas menyiapkan bahan dan perumusan kebijakan. b. Melaksanakan program/kegiatan tentang tata batas wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota. e.a. Sub Bagian Batas Kecamatan dan Kelurahan/Desa. Merencanakan program/kegiatan tentang tata batas wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota. penyusunan peraturan perundang-undangan. Merencanakan program/kegiatan tentang tata batas wilayah Kecamatan dan Kelurahan/Desa. Menyiapkan dan mengarsipkan dokumen-dokumen tentang tata batas wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota. f. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. d. Melaksanakan program/kegiatan tentang tata batas wilayah Kecamatan dan Kelurahan/Desa. d.

d. pembinaan teknis. fasilitasi. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) bagian Peraturan dan Perundang-undangan mempunyai fungsi : a. Penyiapan referensi berupa peraturan untuk pembahasan rancangan peraturan daerah. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. bantuan hukum serta fasilitasi. d. sistem. Paragraf 1 Bagian Peraturan dan Perundang-undangan Pasal 21 (1) Bagian Peraturan dan Perundang-undangan mempunyai tugas penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis di bidang hukum. terdiri dari : a. g. i. pelaksanaan fasilitasi. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). d. koordinasi pelaksanaan analisis jabatan. c. fasilitasi. Penyelenggaraan seminar. koordinasi pelaksanaan standarisasi. Penyusunan progam bagian peraturan perundang-undangan. pembinaan teknis. penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. prosedur pelayanan dan administrasi. koordinasi produk hukum dari Kabupaten/Kota. penyiapan bahan dan perumusan kebijakan pembinaan produk hukum Kabupaten/Kota . koordinasi dan pembinaan teknis penataan organisasi dan tata laksana. penyelenggaraan urusan ketatausahaan biro. h. penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. c. Biro Hukum dan Organisasi mempunyai fungsi : penyusunan program dan pengendalian di bidang hukum dan organisasi. kodifikasi dan dokumentasi serta perpustakaan. penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. . penyiapan bahan dan perumusan kebijakan penyusunan peraturan dan perundang-undangan. koordinasi pelaksanaan penataan kelembagaan perangkat daerah/Satuan Kerja Perangkat Daerah. b. (3) Biro Hukum dan Organisasi. Bagian Bina Produk Hukum Kabupaten/Kota. Bagian Bantuan Hukum. e. pembinaan teknis. b. j. a. pelaksanaan tugas lainnya di bidang hukum dan organisasi yang diberikan oleh Gubernur. penyiapan bahan dan perumusan kebijakan pelaksanaan bantuan hukum. c. b. f.Kabupaten/Kota. fasilitasi. Penyiapan rancangan produk Hukum Peraturan Daerah . pelaksanaan sosialisasi dan dokumentasi hukum produk hukum nasional dan daerah. Sekretaris Daerah atau Asisten Tata Praja. lokakarya dan atau kegiatan sejenis dalam rangka pendalaman materi. Bagian Peraturan dan Perundang-undangan.

Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan rencana penyusunan Produk Hukum Lain.e. d. terdiri dari : a. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. (3) Bagian Peraturan dan Perundang-undangan. Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan rencana penyusunan Peraturaturan Daerah. e. Menyiapkan bahan telaahan dan pertimbangan dalam rangka penyusunan produk hukum lain. e. Pasal 23 (1) Sub Bagian Penyusunan Produk Hukum Lain mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan teknis penyusunan Produk Hukum Lain. Menyiapkan bahan telaahan dan pertimbangan dalam rangka penyusunan Peraturan Daerah. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Penyusunan Produk Hukum Lain yang diberikan oleh Kepala Bagian. c. f. Sub Bagian Penyusunan Produk Hukum Lain. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pasal 22 (1) Sub Bagian Penyusunan Peraturan Daerah mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan teknis penyusunan peraturan daerah. Pasal 24 (1) Sub Bagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan perpustakaan. Menghimpun dan mengumpulkan data peraturan perundang-undangan. Sub Bagian Dokumentasi dan Perpustakaan. Menyusun program Sub Bagian Penyusunan Peraturan Daerah. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program Sub Penyusunan Produk Hukum Lain. . Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program Sub Penyusunan Peraturan Daerah. b. c. f. Menyusun program Sub Bagian Penyusunan Produk Hukum Lain. d. b. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Penyusunan Peraturan Daerah yang diberikan oleh Kepala Bagian. Penyusunan laporan pelaksanaan program Bagian Peraturan dan Perundangundangan. c. f. b. Menghimpun dan mengumpulkan data peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang peraturan dan perundang-undangan yang diberikan oleh Kepala Biro. Sub Bagian Penyusunan Peraturan Daerah.

terdiri dari : a. Menyusun dan mengolah sistem jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta perpustakaan hukum. e. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Bina Produk Hukum Kabupaten/ Kota mempunyai fungsi : a. e. g. b. Pengumpulan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengawasan produk Kabupaten/Kota. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang bina produk hukum Kabupaten / Kotayang diberikan oleh Kepala Biro. Pasal 26 . c. Mengelola produk hukum Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. d. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di bidang pembinaan produk hukum Kabupaten/Kota. i. h. evaluasi. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program Sub Bagian Dokumentasi dan Perpustakaaan. f. d. f. Menyiapkan bahan dalam rangka mengundangkan Peraturan Daerah dan Keputusan Gubernur untuk didokumentasikan serta menerbitkan Lembaran Daerah. Pemerintah Kabupaten/Kota untuk di dokumentasikan dan di arsipkan dalam perpustakaan. (3) Bagian Bina Produk Hukum Kabupaten/ Kota. Menghimpun permasalahan yang berhubungan dengan dokumentasi. Penyelenggaraan dan pengelolaan produk hukum Kabupaten / Kota dan sosialisasi produk hukum. pembinaan dan pengawasan terhadap produk hukum daerah Kabupaten/Kota. Pelaksanaan koordinasi. pembinaan dan pengawasan produk hukum Kabupaten/ Kota. Menyusun program Sub Bagian Dokumentasi dan Perpustakaan. perpustakaan serta melayani pihak-pihak yang memerlukan informasi hukum. b. Paragraf 2 Bagian Bina Produk Hukum Kabupaten/ Kota Pasal 25 (1) Bagian Bina Produk Hukum Kabupaten / Kota mempunyai tugas penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Kabupaten/Kota. g. klarifikasi. Melaksanakan administrasi dan penataan dokumentasi dan perpustakaan hukum. Melaksanakan tugas lainnya di bidang dokumentasi dan perpustakaan yang diberikan oleh Kepala Bagian. b. c. Penyusunan program kerja di Bagian Bina Produk Hukum Kabupaten/ Kota. Pengumpulan dan pengolahan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengawasan produk hukum Kabupaten/Kota. Sub Bagian Pembinaan Perumusan Kebijakan Kabupaten/Kota. Mendistrbusikan produk hukum dan melaksanakan sosialisasi produk hukum.(2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a.

Penyusunan program Bagian Bantuan hukum . Menyusun program kerja di Sub Pembinaan Perumusan Kebijakan Kabupaten/Kota. b. Melaksanakan pembinaan Produk Hukum Kabupaten/Kota. e. pengawasan produk hukum Kabupaten/Kota. pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan melaksanakan penyuluhan hukum. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Perumusan Kebijakan Kabupaten/Kota yang diberikan oleh Kepala Bagian. Mengumpul dan mengelola bahan perumusan kebijakan Kabupaten/Kota . b. Melaksanakan fasilitasi dan koordinasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengumpul dan mengelola bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengawasan produk hukum Kabupaten/Kota. f. Menyusun bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan dan pengawasan produk hukum Kabupaten/Kota. Menyusun program kerja di Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Kabupaten/Kota. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Kabupaten/ Kota yang diberikan oleh Kepala Bagian. Pasal 27 (1) Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Kabupaten/ Kota mempunyai fungsi mengumpul dan mengolah bahan evaluasi kebijakan dan pengawasan produk hukum Kabupaten / Kota. Menyusun bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan produk hukum Kabupaten/Kota. c. d. b. Penyiapan bahan bantuan dan perlindungan serta penyelesaian sengketa hukum dan HAM.(1) Sub Bagian Pembinaan Perumusan Kebijakan Kabupaten/Kota mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan Perumusan Kebijakan pembinaan produk hukum Kabupaten/Kota. Paragraf 3 Bagian Bantuan Hukum Pasal 28 (1) Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian bantuan hukum dalam sengketa hukum dan HAM baik di dalam maupun di luar sidang pengadilan kepada semua unsur pemerintah daerah. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. e. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagian Bantuan Hukum mempunyai fungsi : a. Melaksanakan monitoring. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Penyiapan bahan pelaksanaan penegakan Hak Asasi Manusia. c. d. Melaksanakan fasilitasi dan koordinasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. c. d. . f. Penyiapan bahan pelaksanaan penegakan supremasi hukum.

Melaksanakan tugas lainnya di bidang sengketa hukum dan HAM yang diberikan oleh Kepala Bagian. c. h. Mengelola data yang berhubungan dengan sengketa hukum. kejaksaan dan kepolisian. Pasal 30 (1) Sub Bagian Bagian Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas mengumpul dan mengelolah bahan fasilitasi di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil. c. f. Mengelola data dalam rangka penyelesaian persoalan sengketa hukum. Menyiapkan bahan fasilitasi. d. Sub Bagian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program subbagian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. e. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program subbagian sengketa hukum. f. f. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang bantuan hukum yang diberikan oleh Kepala Biro. (3) Bagian Bantuan Hukum terdiri dari : a. d. b. Mengumpulkan permasalahan –permasalahan yang timbul dari Kegiatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. i. Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka pengadilan. Menginventarisir permasalahan hukum di lingkungan pemerintah daerah. h. Sub Bagian Penyuluhan Hukum. Menyusun program Sub Bagian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. g. Mengelola data yang berhubungan dengan kegiatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.e. b. Sub Bagian Sengketa Hukum dan HAM. Menyiapkan bahan penyelesaian persoalan sengketa hukum dan Tata Usaha Negara. Mengadakan koordinasi dengan instansi lain yang berkaitan dengan kegiatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. g. Pasal 29 (1) Sub Bagian Sengketa Hukum dan HAM mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan fasilitasi di bidang Sengketa Hukum dan HAM. Pelaksanaan penyuluhan hukum di Kabupaten/Kota. Menyusun program subbagian sengketa hukum. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Menyiapkan bahan dalam rangka pembinaan dan bantuan dan perlindungan hukum. b. pembinaan teknis yuridis Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pengevaluasian dan penyusunan laporan pelaksanaan program Bagian Bantuan Hukum. . Pembinaan administratif yuridis dan pengola penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). g. Melaksanakan tugas lainnya di bidang bagian penyidik pegawai negeri sipil yang diberikan oleh Kepala Bagian. kehakiman. c. e.

Sub Bagian Tata Usaha Biro. Mengumpulkan permasalahan –permasalahan yang timbul dari Kegiatan penyuluhan hukum. Menyusun program subbagian penyuluhan hukum. Melaksanakan tata usaha biro. Mengadakan koordinasi dengan instansi lain yang berkaitan dengan penyuluhan hukum. Sub Bagian Analisis Jabatan dan Kelembagaan. pembinaan teknis yuridis penyuluhan hukum. Mengelola data yang berhubungan dengan subbagian penyuluhan hukum. Penyiapan kegiatan ketatausahaan. Penyusunan program bidang organisasi sesuai dengan rencana strategis Pemerintah daerah. g. fasilitasi. b. pembinaan teknis. Sub Bagian Tatalaksana. koordinasi pelaksanaan analisis jabatan. g. d. Penyiapan bahan dan melaksanakan analisis pengembangan aparatur. c. (3) Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Melaksanakan tugas lainnya di bidang penyuluhan hukum yang diberikan oleh Kepala Bagian. f. terdiri dari : a. f. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang organisasi dan tata laksana yang diberikan oleh Kepala Biro. Paragraf 4 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Pasal 32 (1) Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. e. Penyiapan bahan pembakuan tata laksana penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Daerah. Penyiapan bahan perumusan kelembagaan pemerintah daerah. e. d.Pasal 31 (1) Sub Bagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas mengumpul dan mengelolah bahan fasilitasi di bidang Penyuluhan Hukum. Pasal 33 b. . c. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Organisasi mempunyai fungsi : a. b. Menyiapkan bahan fasilitasi. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. tata laksana dan kelembagaan perangkat daerah/Satuan Kerja Perangkat Daerah serta melaksanakan tata usaha biro. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program subbagian penyuluhan hukum. c.

i. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan perumusan sistem dan prosedur. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. g. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan melaksanakan analisis penataan/penyusunan kelembagaan perangkat daerah. Pasal 35 (1) Sub Bagian Tata Laksana mempunyai tugas mengumpul dan mengelolah bahan fasilitasi di bidang tata laksana. b. b. g. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program Sub Bagian Tata Usaha. f. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Melaksanakan analisis jabatan dan kelembagaan di lingkungan pemerintah daerah. d. Menyusun informasi dan mengembangkan sistem informasi Biro. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program Sub Bagian Analisis Jabatan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Mengelola naskah dinas. e. c. c. Melaksanakan tugas lainnya di bidang tata usaha biro yang diberikan oleh Kepala Bagian. Mengelola kepegawaian Biro. f.(1) Sub Bagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melaksanakan urusan dan pelayanan ketatausahaan Biro. d. e. k. Pasal 34 (1) Sub Bagian Analisa Jabatan dan Kelembagaan mempunyai tugas mengumpul dan mengelolah bahan fasilitasi di bidang analisa jabatan dan kelembagaan. Menyusun program Sub Bagian Tata Laksana. f. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan perumusan standarisasi. j. Menyusun program Sub Bagian Tata usaha Biro. Menyusun program Biro. h. Menyusun program Sub Bagian Analisa Jabatan dan Kelembagaan. Mengevaluasi organisasi dalam rangka pengembangan kelembagaan perangkat daerah. Melaksanakan tugas lainnya di bidang analisa jabatan dan kelembagaan yang diberikan oleh Kepala Bagian. Melaksanakan pemantauan dan pengendalian penerapan analisis jabatan. d. Menyelenggarakan urusan kerumahtanggaan Biro. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan perumusan tata laksana pelayanan umum. Menyelenggarakan urusan perlengkapan Biro. Menyiapkan bahan penetapan jabatan fungsional. h. . Menyiapkan bahan rumusan pengembangan analisis jabatan dan meningkatkan kemampuan analisis jabatan. Menyiapkan bahan efisensi dan tata laksana Biro. c. b. Mengelola keuangan Biro.

e. pembinaan. perencanaan. Bagian Keagamaan. Bagian Pendidikan dan Kesehatan. koordinasi. . keagamaan dan sosial kemasyarakatan. e. Pelaksanaan tugas lain di bidang pendidikan dan kesehatan. fasilitasi. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. Melaksanakan tugas lainnya di bidang tata laksana yang diberikan oleh Kepala Bagian. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. d. pembinaan. sosial kemasyarakatan yang diserahkan oleh gubernur. b. terdiri dari : a. c. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan program Sub Bagian Tata Laksana. Penyusunan program kerja di bidang administrasi kesejahteraan rakyat. fasilitasi. koordinasi di bidang keagamaan. pengendalian di bidang pendidikan dan kesehatan. c. koodinasi dan pembinaan di bidang pendidikan dan kesehatan. Bagian Kelima Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pasal 36 (1) Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas menyiapkan bahan dan perumusan kebijakan. Bagian Sosial Kemasyarakatan. Paragraf 1 Bagian Pendidikan dan Kesehatan Pasal 37 (1) Bagian Pendidikan dan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan. b. fasilitasi. koordinasi di bidang pendidikan dan kesehatan. f. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. sekretaris daerah atau asisten tata praja. fasilitasi. keagamaan. koordinasi di bidang sosial kemasyarakatan. (3) Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat. pembinaan.

pengendalian. c. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Monitoring dan koordinasi pelaksanaan pembinaan teknis pelayanan kesehatan. perumusan kebijakan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan bahan laporan dan koordinasi perumusan kebijakan dan pengendalian dalam lingkup bidang pendidikan. d. (3) Bagian Pendidikan dan Kesehatan terdiri dari : a. Pelaksanaan koordinasi perumusan kebijakan. Pelaksanaan monitoring. perencanaan kebijakan. pengaturan dan pengawasan sarana dan prasarana pendidikan. Melakukan pembinaan. merencanakan program dan kebijakan teknis pendidikan. penyuluhan kesehatan. Melaksanaan tugas lain di bidang kesehatan yang diberikan oleh Kepala Bagian. evaluasi di bidang keagamaan. Sub Bagian Kesehatan. b. b. Menyiapkan bahan pelaporan. Monitoring dan koordiansi pelaksanaan pembinaan kesehatan. Paragraf 2 Bagian Keagamaan Pasal 40 (1) Bagian Keagamaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. pengobatan. pembinaan teknis pelayanan kesehatan. Melaksanaan tugas lain di bidang pendidikan yang diberikan oleh Kepala Bagian. koordinasi perumusan kebijakan dan pengendalian dalam lingkup bidang kesehatan. Pasal 39 (1) Sub Bagian Kesehatan mempunyai tugas mengumpulkan bahan pelaporan.(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Merencanakan program dan kebijakan teknis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat khususnya generasi muda. perencanaan program pendidikan. c. . Bagian Pendidikan dan Kesehatan mempunyai fungsi : a. Pasal 38 (1) Sub Bagian Pendidikan mempunyai tugas mengumpulkan bahan laporan mengkoordinasi. Pelaksanaan tugas lain di bidang pendidikan dan kesehatan yang diberikan oleh Kepala Biro. pemeliharaan kesehatan. b. pembinaan. d. koordinasi. monitoring dan mengkoordinasikan kebijakan di bidang kesehatan. c. pemberantasan penyakit. Sub Bagian Pendidikan. b. pencegahan.

h. Menciptakan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji. koordinasi dan perumusan kebijakan di bidang keagamaan. f. Menyusun program kerja fasilitasi pelaksana urusan haji. Pasal 41 (1) Sub Bagian Keagamaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan koordinasi. Pelaksanaan pembinaan. menyusun program. Pelaksanaan tugas lain di bidang keagamaan yang diberikan oleh Kepala Biro. c. b. c. Memfasilitasi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji. perumusan kebijakan dibidang keagamaan dan mengupayakan kenyamanan beribadah. Sub Bagian Keagamaan. Melaksanaan tugas lain di bidang pelaksanaan urusan haji yang diberikan oleh Kepala Bagian. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pasal 42 (1) (2) Sub Bagian Fasilitasi Urusan Haji mempunyai tugas mengkoordinasi.(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Keagamaan mempunyai fungsi : a. program fasilitasi. b. Mengawasi dan mengevaluasi serta melaporkan pelaksanaan ibadah haji. Sub Bagian Fasilitasi Urusan Haji. (3) Bagian Keagamaan terdiri dari : a. memfasilitasi. mengawasi. c. Melaksanaan tugas lain di bidang keagamaan yang diberikan oleh Kepala Bagian. e. perumusan kebijakan di bidang keagamaan. Mengupayakan perayaan hari besar agama secara adil dan merata pada setiap agama yang ada. f. Memelihara dan menjamin kebebasan memeluk agama masing-masing di masyarakat. Melaksanakan pembinaan. pembinaan. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan ibadah haji. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Membangun ahlak masyarakat berbudi pekerti yang baik dan mengamalkan kaedah-kaedah agama yang dianutnya. Pelaksanaan pembinaan. Melakukan pembinaan dan koordinasi fasilitasi pelaksanaan ibadah haji. d. e. b. koordinasi. Memberikan penyuluhan dan bimbingan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. koordinasi. mengevaluasi pelaksanaan urusan haji. . g. Mengupayakan terjalinnya hubungan dan toleransi antara agama dan pemeluk agama untuk saling menghormati sesama. Mengupayakan kenyamanan beribadah dengan pembangunan sarana dan prasarana tempat ibadah setiap agama secara adil. b. d.

b. pemberdayaan sosial masyarakat dan bantuan jaminan sosial. merencanakan. ketata usahaan organisasi dan tatalaksana pengelolaan keuangan biro. kearsipan. memelihara dan menginventarisir sarana prasarana pelayanan kesejahtaraan sosial masyarakat. Mengupayakan koordinasi. perencanaan evaluasi. b. mengawasi dan mengevaluasi. pelayanan administrasi. mengkoordinasikan. Pasal 45 (1) Sub Bagian Bantuan Sosial mempunyai tugas mengolah. Melakukan pembinaan. humas. . perlengkapan dan keuangan Biro Administrasi Kesra. (3) Bagian Sosial Kemasyarakatan terdiri dari : a. Melaksanakan koordinasi dan perencanaan program pelayanan masyarakat. pengendalian.Paragraf 3 Bagian Sosial Kemasyarakatan Pasal 43 (1) Bagian Sosial Kemasyarakatan mempunyai tugas umum melaksanakan. Sub Bagian Bantuan Sosial. c. Pasal 44 (1) Sub Bagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas mengelola. keuangan dan perlengkapan Biro. rumah tangga dan perlengkapan biro. (2) Uraian tugas sebagaiman dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pelaksanaan Urusan Ketatausahaan. mengendalikan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. b. Melakukan pembinaan. Pelaksanaan koordinasi. Rumah tangga. menginventarisir sarana dan prasarana bantuan Sosial Kemasyarakatan. pengendalian kebijakan bidang sosial kemasyarakatan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). keuangan. mengkoordinasikan. merencanakan. perencanaan. pelayanan pengelolaan administrasi kepegawaian biro. kearsipan. Melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. Pelaksanaan tugas lain di bidang sosial kemasyarakatan yang diberikan oleh Kepala Biro. Mengkoordinasi mengendalikan. menginventarisir bantuan sosial. mengawasi. b. Bagian Sosial Kemasyarakatan mempunyai fungsi : a. Sub Bagian Tata Usaha Biro. rehabilitasi sosial. mengawasi. c. c. administrasikan surat menyurat. kepegawaian. evaluasi pelayanan kesejahteraan sosial masyarakat.

e. Pelaksanaan tugas lain di bidang administrasi perekonomian dan pembangunan yang diberikan Gubernur atau Sekretaris Daerah (3) Asisten Tata Praja terdiri dari : a. Mengkordinasikan pembinaan dan bimbingan serta memberdayakan anak jalanan dan wanita tuna susila. b. g. Penyiapan bahan koordinasi penyelenggaraan tugas umum Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di bidang administrasi perekonomian dan pembangunan. anak yatim. Mengkoordinasikan bantuan masyarakat miskin. jompo. c. penyuluhan kebijakan penanggulangan kerawanan dibidang sosial. e. b. Mengkoordinasikan pembinaan. f.d. Bagian Ketujuh Biro Administrasi Perekonomian Pasal 47 . korban kekerasan dan bencana alam. (2)Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). janda. Biro Administrasi Perekonomian. d. Asisten Tata Praja mempunyai fungsi : a. Pengkoordinasiaan perumusan dan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan daerah dan kebijakan Kepala Daerah di bidang pemberdayaan perempuan . Penyiapan bahan koordinasi penyelenggaraan tugas umum Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di bidang pemberdayaan perempuan. Bagian Keenam Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pasal 46 (1) Asisten Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas membantu Sekretaris Daerah dalam melaksanakan koordinasi dan penyusunan kebijakan daerah di bidang administrasi perekonomian dan pembangunan serta pemberdayaan perempuan. Melaksanaan tugas lain di bidang bantuan sosial yang diberikan oleh Kepala Bagian. c. Pengkoordinasian perumusan dan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan daerah dan kebijakan Kepala Daerah di bidang administrasi perekonomian dan pembangunan. Biro Administrasi Pembangunan. Biro Pemberdayaan Perempuan.

fasilitasi. pembinaan. pembinaan. serta melaksanakan ketatausahaan biro. Bagian Kerjasama Ekonomi terdiri dari: Sub Bagian Tata Usaha Biro. d. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. Bagian Statistik Ekonomi. (3) a. Biro Administrasi Perekonomian terdiri dari: Bagian Kerjasama Ekonomi. koordinasi di bidang perekonomian. Pelaksanaan tugas lain di bidang kerjasama. fasilitasi. fasilitasi. d. melakukan pembinaan terhadap BUMD dan lembaga perekonomian. koordinasi di bidang kebijakan ekonomi. pembinaan. koordinasi dan pembinaan teknis di bagian pembinaan BUMD dan lembaga perekonomian. Penyusunan program kerja di bidang administrasi perekonomian. f. Paragraf 1 Bagian Kerjasama Ekonomi Pasal 48 (1) Bagian Kerjasama Ekonomi mempunyai tugas membantu Kepala Biro dalam rangka kerjasama ekonomi baik dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri. koordinasi dan pembinaan di bidang kerjasama. (3) a. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis. fasilitasi. Biro Administrasi Perekonomian mempunyai fungsi : a. kebijakan ekonomi dan statistik ekonomi yang diberikan oleh Gubernur. Penyelenggaraan urusan tata usaha Biro. c.(1) Biro Administrasi Perekonomian mempunyai tugas menyiapkan bahan dan perumusan kebijakan. koordinasi di bidang statistik ekonomi. Sub Bagian Kerjasama . Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. . b. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. fasilitasi. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di bagian kerjasama ekonomi. f. Pelaksanaan tugas lainnya di bagian kerjasama ekonomi yang diberikan oleh Kepala Biro. Bagian Kebijakan Ekonomi. fasilitasi. e. c. kebijakan ekonomi dan statistik ekonomi. fasilitasi. koordinasi di bidang kerjasama. b. Bagian Kerjasama Ekonomi mempunyai fungsi : a. e. koordinasi dan pembinaan teknis di bagian kerjasama ekonomi. Sekretaris Daerah atau Asisten Ekonomi dan Pembangunan. pembinaan. Penyusunan program kerja di Bagian Kerjasama Ekonomi. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). b. c. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan.

c.

Sub Bagian Pembinaan BUMD dan Lembaga Perekonomian. Pasal 49

(1) Sub Bagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas mengelola, merencanakan, mengkoordinasikan, administrasi surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, keuangan dan perlengkapan biro. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Mengelola urusan surat-menyurat, kearsipan, humas, rumahtangga dan perlengkapan. b. Membina dan melayani administrasi, ketatausahaan organisasi dan tatalaksana pengelolaan keuangan. c. Mengumpulkan data dan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas tata usaha biro. d. Mengumpulkan bahan dalam rangka pembinaan dan pelayanan serta pengelolaan administrasi kepegawaian. e. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan perencanaan kegiatan di sub bagian tata usaha biro. f. Melaksanakan tugas lainnya di bagian tata usaha biro yang diberikan oleh kepala bagian. Pasal 50 (1) Sub Bagian Kerjasama mempunyai tugas mengelola, merencanakan, mengkoordinasikan dan memfasilitasi kerjasama ekonomi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan Pemerintah daerah lainnya dan dunia usaha di dalam negeri dan luar negeri. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menyusun perencanaan program dan kegiatan sub bagian kerjasama. b. Menyiapkan bahan kerjasama ekonomi. c. Merumuskan dan memfasilitasi kerjasama ekonomi Provinsi Kepulauan Riau dengan pemerintah dan dunia usaha di dalam negeri dan luar negeri. d. Merumuskan dan memfasilitasi kerjasama ekonomi Provinsi Kepulauan Riau dengan masyarakat dalam negeri dan luar negeri. e. Melaksanakan tugas lainnya di bagian kerjasama yang diberikan oleh kepala bagian. Pasal 51 (1) Sub Bagian Pembinaan BUMD dan Lembaga Perekonomian mempunyai tugas mengelola, merencanakan, mengkoordinasikan dan memfasilitasi pembinaan BUMD dan lembaga perekonomian. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menyusun perencanaan program dan kegiatan Sub Bagian Pembinaan BUMD dan Lembaga Perekonomian. b. Melakukan pembinaan dalam pengelolaan BUMD Provinsi Kepulauan Riau dan Lembaga Perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau.

c. Melakukan perencanaan dukungan dan bantuan terhadap BUMD dan Lembaga Perekonomian. d. Melaksanakan tugas lainnya di bagian pembinaan BUMD dan Lembaga Perekonomian yang diberikan oleh kepala bagian.

Paragraf 2 Bagian Kebijakan Ekonomi Pasal 52 (1) Bagian Kebijakan Ekonomi mempunyai tugas membantu Kepala Biro dalam menyusun dan merumuskan kebijakan perekonomian daerah, baik di bidang makro ekonomi maupun mikro ekonomi. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bagian Kebijakan Ekonomi mempunyai fungsi : a. Penyusunan program kerja di Bagian Kebijakan Ekonomi. b. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi dan pembinaan teknis di bagian Makro Ekonomi. c. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi dan pembinaan teknis di bagian Mikro Ekonomi. d. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di bagian kebijakan ekonomi. e. Pelaksanaan tugas lainnya di bagian kebijakan ekonomi yang diberikan oleh Kepala Biro. (3) Bagian kebijakan Ekonomi, terdiri dari: a. Sub Bagian Makro Ekonomi b. Sub Bagian Mikro Ekonomi Pasal 53 (1) Sub Bagian Makro Ekonomi mempunyai tugas menyusun dan merumuskan kebijakan tentang pengembangan makro ekonomi daerah dan pengembangan sarananya. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Menyusun perencanaan program dan kegiatan sub bagian makro ekonomi. b. Menyusun kebijakan makro ekonomi atas data dan hasil analisa ekonomi nasional dan daerah. c. Merumuskan masukan terhadap rencana pembangunan ekonomi makro Provinsi Kepulauan Riau atas evaluasi pembangunan daerah. d. Melaksanakan pemantauan perkembangan ekonomi makro. e. Melaksanakan tugas lainnya di bagian makro ekonomi yang diberikan oleh kepala bagian. Pasal 54

(1) Sub Bagian Mikro Ekonomi mempunyai tugas menyusun dan merumuskan kebijakan tentang pengembangan mikro ekonomi daerah dan pengembangan sarananya. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Menyusun perencanaan program dan kegiatan sub bagian Mikro Ekonomi. b. Menyusun kebijakan mikro ekonomi atas data dan hasil analisa ekonomi nasional dan daerah. c. Merumuskan masukan terhadap rencana pembangunan ekonomi mikro Provinsi Kepulauan Riau atas evaluasi pembangunan daerah. d. Melaksanakan pemantauan perkembangan ekonomi mikro. e. Melaksanakan tugas lainnya di bagian mikro ekonomi yang diberikan oleh kepala bagian. Paragraf 3 Bagian Statistik Ekonomi. Pasal 55 (1) Bagian Statistik Ekonomi mempunyai tugas membantu Kepala Biro dalam menyusun statistik ekonomi daerah mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis data dan pelaporan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bagian Kebijakan Ekonomi mempunyai fungsi a. Penyusunan program kerja di Bagian Statistik Ekonomi. b. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi dan pembinaan teknis di bagian pendataan c. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi dan pembinaan teknis di bagian analisa dan pelaporan pendataan d. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas bagian statistik ekonomi e. Pelaksanaan tugas lainnya di bagian statistik ekonomi yang diberikan oleh Kepala Biro. (3) Bagian Statistik Ekonomi, terdiri dari : a. Sub Bagian Pendataan b. Sub Bagian Analisa dan Pelaporan Pasal 56 (1) Sub Bagian Pendataan mempunyai tugas mengelola, merencanakan, mengkoordinasikan dan memfasilitasi. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut a. Menyusun perencanaan program dan kegiatan Sub Bagian Pendataan; b. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan data statistik ekonomi;

fasilitasi. Melaksanakan tugas lainnya di bagian pendataan yang diberikan oleh kepala bagian. evaluasi dan pelaporan pembangunan. koordinasi di bidang administrasi apbd. b. fasilitasi. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. pembinaan. administrasi APBD. koordinasi di bidang administrasi apbn. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. fasilitasi. Bagian Kedelapan Biro Administrasi Pembangunan Pasal 58 (1) Biro Administrasi Pembangunan mempunyai tugas menyiapkan bahan dan perumusan kebijakan. pembinaan. Mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan perekonomian daerah. f. Menyusun perencanaan program dan kegiatan Sub Bagian Analisa dan Pelaporan. evaluasi dan pelaporan pembangunan. Menganalisa data dalam rangka penyusunan dan perumusan kebijakan yang berkaitan dengan perekonomian daerah. administrasi apbd. d. e. c. Menyusun laporan hasil-hasil perkembangan di bidang statistik ekonomi. sekretaris daerah atau asisten ekonomi dan Pembangunan. Melaksanakan tugas lainnya di bidang analisa dan pelaporan pendataan yang diberikan oleh kepala bagian. (3) Biro Administrasi Pembangunan. b. pembinaan. koordinasi dan pembinaan teknis di bidang administrasi APBN. Menyusun laporan secara berkala tentang perkembangan ekonomi daerah. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. d. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. pengendalian. d. fasilitasi. c. terdiri dari : . Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan. Penyusunan program kerja di bidang administrasi pembangunan. Pasal 57 (1) Sub Bagian Analisa dan Pelaporan mempunyai merencanakan. Biro Administrasi Pembangunan mempunyai fungsi : a. pengendalian. koordinasi di bidang pembangunan. (2) tugas mengelola. evaluasi dan pelaporan pembangunan yang diberikan oleh gubernur. pembinaan. fasilitasi. Melaksanakan koordinasi dengan pihak BPS dan Instansi terkait dalam melaksanakan tugas-tugas pendataan. koordinasi di bidang pengendalian. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). Pelaksanaan tugas lain di bidang administrasi apbn.c. mengkoordinasikan dan memfasilitasi. e. e.

lintas daerah. Pendataan pelaksanaan kegiatan sumber dana APBN dan / atau dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Fasilitasi usulan penetapan pengelola kegiatan sumber dana APBN dan/ atau dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Paragraf 1 Bagian Administrasi APBN Pasal 59 (1) Bagian Administrasi APBN mempunyai tugas penatausahaan Kepegawaian. Evaluasi dan Pelaporan. Sub Bagian Tata Usaha Biro. c. Penyusunan rencana kerja Bagian Administrasi APBN. program khusus APBN dan bantuan luar negeri. program khusus APBN dan bantuan luar negeri. Pelaksanaan tugas lain dibidang Administrasi APBN yang diberikan oleh Kepala Biro. Pengendalian. c. lintas daerah. pencatatan dengan mempedomani ketentuan yang ada. lintas daerah.Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Menyusun rencana kerja Sub Bagian Tata Usaha Biro b. e. Bagian Administrasi APBN Bagian Administrasi APBD Bagian Pengendalian.a. Pasal 60 (1) Sub Bagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan yang memberikan dukungan administrasi ketatausahaan kepegawaian. d. pemantauan dan Evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan kegiatan sumber dana APBN dan / atau dekonsentrasi dan tugas pembantuan. f. keuangan. Melaksanakan kegiatan administrasi surat-surat masuk. . Keuangan. program khusus APBN dan bantuan luar negeri. Sub Bagian Dekonsentrasi Tugas Pembantuan. Pelaksanaan koordinasi dengan Instansi dan Departemen terkait dalam rangka pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Sub Bagian Program Khusus APBN. lintas daerah. c. pendistribusian. (3) Bagian Administrasi APBN terdiri dari : a. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. dan umum serta melaksanakan kegiatan fasilitasi. Perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). lintas daerah. program khusus APBN dan bantuan luar negeri . pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan sumber dana APBN dan/ atau dekonsetrasi dan tugas pembantuan. pengendalian. b. perlengkapan dan umum pada Biro Administrasi Pembangunan. Bagian Administrasi APBN mempunyai fungsi a. b. program khusus APBN dan bantuan luar negeri. b.

g. c. program khusus APBN dan bantuan luar negeri. Membuat konsep surat dinas yang menyangkut kepegawaian. e. f. berupa kenaikan pangkat. Menyusun. Pasal 62 (1) Sub Bagian Program Khusus APBN mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan fasilitasi. dan masalah lainnya untuk menyelesaikan administrasi kepegawaian. pengendalian. Mengumpulkan dan menganalisa data kebutuhan Pendidikan dan Latihan (DIKLAT). Pasal 61 (1) Sub Bagian Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan. pemantauan dan Evaluasi pelaksanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pengendalian. fasilitasi. menghimpun. Pelaksanaan tugas lain di bidang Tata Usaha Biro yang diberikan oleh Kepala Bagian. e. Memfasilitasi data usulan penetapan pengelola kegiatan sumber dana APBN dan/ atau dekonsetrasi dan tugas pembantuan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Melaksanakan Inventarisasi kebutuhan dan pengurusan pemeliharaan barang.c. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menyusun rencana kerja Sub Bagian Program Khusus APBN b. Pembangungan. Memenuhi permintaan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) pegawai. Membuat kliping khusus mengenai pemberitaan yang berkaitan dengan Tupoksi Biro Adm. menghimpun. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan sumber dana APBN dan / atau dekonsentrasi dan tugas pembantuan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pad ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Membuat usulan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran Gaji (SKPP) bagi pegawai yang membutuhkan. Menyusun. menginventarisir dan mengelola bahan dan data kegiatan sumber dana APBN dan / atau dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. kenaikan gaji berkala. Membuat laporan kegiatan pengendalian. Pelaksanaan tugas lain di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang diberikan oleh kepala bagian. Menyusun rencana kerja Sub Bagian Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan b. d. pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan kegiatan Program Khusus APBN dan bantuan luar negeri. d. i. menginventarisir dan mengelola bahan dan data kegiatan sumber dana APBN dan / atau lintas daerah. h. f. .

evaluasi dan pelaporan dalam rangka penyelenggaraan administrasi pembangunan daerah. program khusus APBN dan bantuan luar negeri. Penyiapan koordinasi pembangunan daerah. pembinaan dan pelaksanaan tugas dalam lingkup pembangunan. Perencanaan dan perumusan kebijakan teknis pembangunan daerah. Menyusun perencanaan program dan kegiatan di sub bagian penyusunan program. c. b. b. Pelaksanaan tugas lain dibidang Program Khusus APBN yang diberikan oleh Kepala Bagian. program khusus APBN dan bantuan luar negeri Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). f. Penyusunan program. bagian Administrasi APBD mempunyai fungsi : a. Membuat laporan kegiatan pengendalian. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan sumber dana APBN dan / atau lintas daerah. d. Memfasilitasi data usulan penetapan pengelola kegiatan sumber dana APBN dan/ atau lintas daerah. e. Sub Bagian Program Khusus APBD. . d. c. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang pembangunan yang diberikan oleh Kepala Biro. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Mengkoordinir penyusunan program pembangunan jangka panjang. (3) Bagian Administrasi APBD terdiri dari : a. Pelaksanaan tugas lain dibidang penyusunan program yang diberikan oleh Kepala Bagian. Menyiapkan bahan dalam rangka perumusan kebijakan teknis pelaksanaan.c. Pasal 64 (1) Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan pembangunan. perencanaan dan pelaksanaan rencana pembangunan daerah untuk penyempurnaan perencanaan lebih lanjut. Menyiapkan koordinasi dalam rangka persiapan. b. Paragraf 2 Bagian Administrasi APBD Pasal 63 (1) Bagian Administrasi APBD mempunyai tugas melakukan perumusan kebijakan pembangunan daerah. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan lintas daerah. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). menengah dan pendek. Sub Bagian Penyusunan Program. d. program khusus APBN dan bantuan luar negeri e.

Pelaksanaan tugas lain dibidang Program Khusus APBD yang diberikan oleh Kepala Bagian. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis. b. koordinasi dan pembinaan teknis di bidang evaluasi dan pelaporan.Pasal 65 (1) Sub bagian program khusus APBD mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan menyusun. fasilitasi. c. pembinaan. Memfasilitasi dan mengelola data usulan kegiatan-kegiatan yang bersumber dari dana APBD dan atau program khusus APBD. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang pengendalian. b. koordinasi dan pembinaan teknis di bidang pengendalian pembangunan daerah. fasilitasi. fasilitasi program-program yang berkaitan dengan sumber dana APBD. menghimpun dan mengimpentarisir bahan usulan dan data kegiatan yang bersumber dana APBD. c. Penyiapan bahan dalam rangka koordinasi untuk persiapan dan pelaksanaan pengendalian pembangunan daerah. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan teknis. b. b. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Paragraf 3 Bagian Pengendalian. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. perencanaan dan perumusan kebijakan teknis. Penyusunan program kerja di Bagian Pengendalian. d. . Sub Bagian Pengendalian Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan Pasal 67 (1) Sub Bagian Pengendalian mempunyai tugas menyiapkan bahan dan merumuskan kebijakan di bidang pengendalian pembangunan. d. Evaluasi dan Pelaporan yang diberikan oleh Kepala Biro. (3) Bagian Pengendalian. yang mencakup pengendalian. Menyusun. Evaluasi dan Pelaporan Pasal 66 (1) Bagian Pengendalian. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). Evaluasi dan Pelaporan. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai fungsi : a. Evaluasi dan Pelaporan terdiri dari : a. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas penyiapan koordinasi. evaluasi dan pelaporan dalam rangka penyelenggaraan pengendalian pembangunan daerah yang bersumber dari dana APBD. Menyusun perencanaan program dan kegiatan sub bagian pengendalian. Menyusun rencana kerja sub bagian program khusus APBD. Bagian Pengendalian.

Biro Pemberdayaan Perempuan mempunyai fungsi : a. b. c. Bagian Perlindungan. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang pemberdayaan perempuan yang diberikan oleh Gubernur. Melaksanakan tugas lainnya dibidang pengendalian yang diberikan oleh Kepala Bagian. Bagian Pemberdayaan. g. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. . f. d. Melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan semester terhadap pelaksanaan kegiatan APBD dilingkungan Sekretariat Daerah. evaluasi dan pelaporan. b. Bagian Kesembilan Biro Pemberdayaan Perempuan Pasal 69 (1) Biro Pemberdayaan Perempuan mempunyai tugas menyiapkan bahan dan perumusan kebijakan.c. Penyiapan bahan dan melaksanakan pemantauan program dan kegiatan. Sekretaris Daerah atau Asisten Ekonomi Pembangunan. pemberdayaan perempuan. Melaksanakan tugas lainya di bidang evaluasi dan pelaporan yang diberikan oleh Kepala Bagian. c. c. Menyusun perencanaan program dan kegiatan di Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Menyusun laporan hasil pengendalian kegiatan pembangunan. d. perlindungan perempuan dan anak. fasilitasi. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan. Melaksanakan evaluasi terhadap kinerja pelaksnaan kegiatan APBD lingkungan Sekretariat Daerah. Bagian Pembinaan Kesejahteraan. e. (3) Biro Pemberdayaan Perempuan terdiri dari : a. koordinasi dan pembinaan teknis kesejahteraan keluarga. monitoring. Pasal 68 (1) Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas mengumpulkan dan mengolah bahan perumusan kebijakan pelaksanaan pengawasan. Penyediaan data dan informasi hasil-hasil pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan. Menyusun pedoman pelaksanaan kegiatan pembangunan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. Penyelenggaraan administrasi pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan. b. Pelaksanaan koordinasi perumusan kebijakan Pemerintah Provinsi di bidang Pemberdayaan Perempuan.

Pasal 71 (1) Sub Bagian Bagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas mengelola. Membina dan melayani administrasi. Penyusun dan pelaksana program pemberdayaan perempuan serta mengkaji berbagai dampak pembangunan peranan wanita. keadilan. Pengkoordinasian dan pemberian fasilitasi pelaksanaan sistem informasi gender. mengkoordinasikan. keuangan dan perlengkapan Biro. Pemberian fasilitasi dalam bentuk bantuan Pengarusutamaan Gender pada Kabupaten/Kota. g. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. c.Paragraf 1 Bagian Pemberdayaan Pasal 70 (1) Bagian Pemberdayaan melaksanakan tugas dibidang pembangunan peranan wanita yang mencakup pemberdayaan. b. peningkatan aktifitas gender. b. Mengumpulkan data dan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas tata usaha Biro. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Pemberdayaan mempunyai fungsi : a. pembinaan organisasi wanita dan Hak Asasi Manusia Perempuan. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang pemberdayaan yang diberikan oleh Kepala Biro. b. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan strategi Pengarusutamaan Gender. Pengembangan program/ kegiatan yang responsif gender. Mengendalikan. merencanakan. j. Pengkoordinasian dan kerjasama dengan instansi lain dalam rangka pembinaan kesetaraan dan peningkatan aktifitas perempuan serta pengembangan organisasi wanita. ketatausahaan organisasi dan tatalaksana pengelolaan keuangan. d. . d. c. rumah tangga dan perlengkapan. e. f. Mengelola urusan surat menyurat. Sub Bagian Pemberdayaan Aktivitas Gender. mengatur serta mengirim naskah dinas. administrasi surat menyurat. h. rumah tangga. Pelaksanaan kebijakan pemerintah dibidang pembangunan peranan wanita. c. kearsipan. Sub Bagian Tata Usaha Biro. Sub Bagian Pemberdayaan Organisasi Perempuan. humas. (3) Bagian Pemberdayaan Perempuan terdiri dari : a. i. pengembangan. Pendorong terciptanya pengarusutamaan gender. Peningkatan kesejahteraan dan kemandirian perempuan. penyetaraan. kearsipan.

Paragraf 2 . c. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan perencanaan kegiatan di sub bagian tata usaha Biro. pendidikan dan pelatihan. Mengumpulkan dan menyusun data organisasi perempuan. e. b. koordinasi. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pekerjaan pembinaan dan pengembangan organisasi perempuan. f.e. g. serta pemberdayaan aktivitas gender. edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan keadilan. keadilan dan aktifitas gender. Menjaga semua arsip naskah dinas yang direproduksi maupun yang digandakan. f. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pasal 72 (1) Sub Bagian Pemberdayaan Organisasi Perempuan mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan pendataan dan inventarisasi organisasi perempuan. Melaksanakan pembinaan terhadap organisasi perempuan. konsultasi. b. Melaksanakan tugas lainnya di bidang tata usaha yang diberikan oleh Kepala Bagian. keadilan dan aktivitas gender. f. Menyusun laporan dari hasil perlaksanaan dan dampak pembangunan terhadap kesetaraan. d. h. Pasal 73 (1) Sub Bagian Pemberdayaan Aktivitas Gender mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan peningkatan aktifitas perempuan dalam berbagai aspek kehidupan dan pengembangan wawasan gender. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Pemberdayaan aktivitas gender yang diberikan oleh Kepala Bagian. Memberikan pelayanan penggandaan kepada semua satuan organisasi kerja di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau i. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Pemberdayaan Organisasi Perempuan yang diberikan oleh Kepala Bagian. Menyusun laporan dari hasil pelaksanaan dan pembangunan terhadap kesetaraan. Menyusun dan mengembangkan sistem informasi Biro. c. Menyebarluaskan informasi. e. Mengumpulkan bahan dalam rangka pembinaan dan pelayanan serta pengelolaan administrasi kepegawaian. Melakukan persiapan sarana dan prasarana pembinaan dan peningkatan Pemberdayaan Aktivitas Gender. penyediaan dukungan/bantuan untuk pengembangan organisasi. Membina dan mengembangkan organisasi perempuan melalui pertemuan. Melaksanakan penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan penataan pembinaan organisasi perempuan. d.

Bagian Pembinaan Kesejahteraan Pasal 74 (1) Bagian Pembinaan Kesejahteraan mempunyai tugas perumusan kebijakan teknis dibidang kesejahteraan keluarga dan kerajinan rumah tangga. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bagian Pembinaan Kesejahteraan mempunyai fungsi : a. b. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Mengumpulkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan. Mencari. b. Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan bidang kerajinan rumah tangga dan pemecahan masalahnya. e. Penyunan program kerja di bidang pembinaan kesejahteraan. b. Menyusun bahan laporan dan evaluasi. b. Menyiapkan bahan petunjuk pembinaan pengembangan kegiatan kerajinan rumah tangga. g. e. c. . d. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. mengumpulkan. d. c. Pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi sesuai dengan tugas dan fungsinya. (3) Bagian Pembinaan Kesejahteraan terdiri dari : a. Pasal 75 (1) Sub Bagian Kesejahteraan Keluarga mempunyai tugas mengumpulkan dan mengolah bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kesejahteraan keluarga. mengolah data dan informasi. Penyusunan bahan laporan dan evaluasi program. d. Sub Bagian Kerajinan Rumah Tangga. Melakukan koordinasi dengan unit kerja/dinas terkait. Sub Bagian Kesejahteraan Keluarga. Mengumpulkan dan mengolah bahan perumusan kebijakan teknis Pembinaan Kesejahteraan keluarga. e. Melaksanakan pembinaan kesejahteraan keluarga. Menyiapkan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program pembinaan bantuan terhadap usaha masyarakat dibidang kerajinan rumah tangga. c. Melaksanakan tugas lainnya di bidang kesejahteraan keluarga yang diberikan oleh Kepala Bagian. f. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan dan bahan lain yang berhubungan dengan kerajinan rumah tangga. Pengumpulan dan pengolahan bahan kebijakan tekhnis pembinaan kesejahteraan. Pasal 76 (1) Sub Bagian Kerajinan Rumah Tangga mempunyai tugas mengumpulkan dan mengolah bahan penyusunan petunjuk teknis pembinaan kerajinan rumah tangga. Pelaksaan tugas lainnya di bidang pembinaan kesejahteraan yang diberikan Kepala Biro. Menyusun program kerja di Bagian Pembinaan Kesejahteraan Keluarga.

dan dokumen. g. koordinasi dan mengelola program kegiatan evaluasi dan pelaporan Perlindungan Perempuan dan Anak. Perencanaan. mengelola pekerjaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan wanita. Perencanaan. e. b. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sub Bagian Perlindungan Sarana Kesejahteraan Perempuan dan Anak. Perencanaan. perempuan jompo. Perencanaan. penempatan dan pengembalian perempuan dan anak korban kekerasan. sosialisasi. (3) Bagian Perlindungan terdiri dari : a. koordinasi dan pengelolaan program kegiatan seminar. mengkoordinasikan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. penyuluhan. c. Perencanaan. pembinaan. Perencanaan. koordinasi dan pengelolaan program dan kegiatan pendataan dan inventarisasi perempuan dan anak. b. terlantar dan yatim piatu. Pasal 78 (1) Sub Bagian Perlindungan Perempuan dan Anak mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. dan pekerjaan perlindungan perempuan dan anak. koordinasi dan pengelolaan program kegiatan pelayanan terhadap ibu hamil. koordinasi dan pengelolaan program rehabilitasi fisik dan mental perempuan dan anak korban tindak kekerasan. perempuan dan anak korban dari tindak kekerasan dan penyandang masalah sosial. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang perlindungan yang diberikan oleh Kepala Biro. Sub Bagian Perlindungan Perempuan dan Anak. f. pendidikan keterampilan dan penyuluhan. h.jompo. . d. Melaksanakan pekerjaan pendataan dan inventarisasi perempuan dan anak. koordinasi dan pengelolaan penyiapan sarana dan tenaga kesehatan.penyandang masalah sosial. Paragraf 3 Bagian Perlindungan Pasal 77 (1) Bagian Perlindungan mempunyai tugas merencanakan. b. Perencanaan.h. perempuan dan anak korban tindak kekerasan dan pasca rehabilitasi. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) bagian Perlindungan mempunyai fungsi : a. rehabilitasi fisik dan mental. Melaksanakan kegiatan surat-surat. koordinasi dan pengelolaan program kegiatan pelayanan dan kemudahan kepada pekerja wanita dan penyediaan fasilitas umum khusus wanita. dan bantuan hukum.

Menyelenggarakan kerja sama dengan pihak lain untuk memberikan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dan hak-hak pekerja serta kemudahan kepada pekerja. Melaksanakan pekerjaan evaluasi dan pelaporan. c. Menyelenggarakan pekerjaan rehabilitasi fisik dan mental. kewajiban dan tanggung jawab. e. Melaksanakan pekerjaan penyiapan sarana pemondokan. Pasal 79 (1) Sub Bagian Perlindungan Sarana Kesejahteraan Perempuan dan Anak mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan pembinaan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Melaksanakan pekerjaan evaluasi dan pelaporan pekerjaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan. penyuluhan. f. Menyelenggarakan kerja sama dengan pihak lain dalam penyediaan fasilitas umum. dan dokumen.c. sosialisasi. pembinaan. h. g. pendidikan keterampilan dan penyuluhan. Melaksanakan pekerjaan pelayanan perlindungan kepada ibu hamil. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Perlindungan Sarana Kesejahteraan Perempuan dan Anak yang diberikan oleh Kepala Bagian. Melaksanakan pekerjaan dokumentasi dan publikasi. . Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : Melaksanakan pekerjaan pendataan dan inventarissi dan tingkat kesejahteraan. Melaksanakan bimbingan. Pengkoordinasian perumusan dan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan daerah dan kebijakan Kepala Daerah di bidang perlengkapan. perempuan jompo. Melaksanakan tugas lainnya di bidang perlindungan perempuan dan anak yang diberikan oleh Kepala Bagian. peran serta. hak. (1) (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). d. e. Melaksanakan pekerjaan surat-surat. g. umum serta humas dan protokol. umum serta humas dan protokol. d. b. perempuan dan anak korban tindak kekerasan. Bagian Kesepuluh Asisten Administrasi Pasal 80 Asisten Administrasi mempunyai tugas membantu Sekretaris Daerah dalam melaksanakan koordinasi dan penyusunan kebijakan daerah di bidang perlengkapan. Melaksanakan seminar. seminar dan sosialisasi. i. perempuan dan anak terlantar dan anak yatim piatu. f. (2) a. pembinaan dan fasilitas lain yang mendukung. penyandang masalah sosial. Asisten Administrasi mempunyai fungsi : a.

e.Pengkoordinasiaan perumusan dan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan daerah dan Kepala Daerah di bidang perlengkapan. . pemeliharaan. Bagian Kesebelas Biro Perlengkapan Pasal 81 (1) Biro Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan dibidang penyelenggaraan kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan. Pelaksanaan administrasi barang / perlengkapan dan pemberian ijin pemakaian aset sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. umum serta humas dan protokol. e. Pelaksanaan tugas lain di bidang perlengkapan. d. Biro Perlengkapan terdiri dari: Bagian Administrasi Barang. pendistribusian. f. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang perlengkapan yang diberikan oleh Gubernur. b. Biro Perlengkapan. pengadaan. Penyusunan program dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyelenggaraan pengelolaan barang. standarisasi barang dan harga. b. c. d. Penyiapan bahan koordinasi penyelenggaraan tugas umum Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di bidang perlengkapan. Pengumpulan bahan koordinasi. Pelaksanaan pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan pengelolaan barang. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan di bidang pengelolaan barang. Sekretaris Daerah atau Asisten Administrasi. c. (3) a. c. c. b. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Biro Perlengkapan mempunyai fungsi : a. penganggaran. b. Bagian Pemeliharaan Barang. umum serta humas dan protokol. Bagian Pengadaan dan Penyimpanan Barang. Biro Humas dan Protokol.dan pemanfaatan perlengkapan daerah. pengamanan. (3) Asisten Administrasi terdiri dari : a. umum serta humas dan protokol. Pemantauan pelaksanaan program dan petunjuk pelaksanaan di bidang pengelolaan barang. Biro Umum. g. Pengkoordinasian pengadaan sarana dan prasarana kebutuhan barang unit-unit kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi. penyimpanan. umum serta humas dan protokol yang diberikan Gubernur atau Sekretaris Daerah. Pengkoordinasiaan perumusan dan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan daerah dan kebijakan Kepala Daerah di bidang perlengkapan.

Menerima dan mencatat surat masuk. Sub Bagian Tata Usaha Biro. c. persiapan dan pelaksanaan pelelangan barang. keuangan dan umum). Bagian Administrasi terdiri dari: a. Sub Bagian Inventarisasi dan Pengawasan. d. f. b. f. i. Mengurus kebutuhan Rumah Tangga Biro. c. Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut. Melaksanakan Inventarisasi Biro. Melaksanakan Inventarisasi dan pengawasan barang. g. c. Pasal 83 (1) Sub Bagian tata Usaha Biro mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan memberikan dukungan administrasi dalam melaksanakan fungsi Biro Perlengkapan (administrasi. j. h. . b. Mengumpulkan dan meneliti Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) Sekda Provinsi Kepulauan Riau. Melakukan kearsipan pola baru.Paragraf 1 Bagian Administrasi Pasal 82 (1) Bagian Administrasi mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan Adiministrasi Biro dan kegiatan menyusun rencana kebutuhan barang. Mengolah surat-surat keluar. meneliti dan mengevaluasi bahan standarisasi kebutuhan barang atau standarisasi harga barang. Sub Bagian Tata Usaha Barang. (2) a. persiapan dan pelaksanaan pelelangan barang di Biro Perlengkapan. memantau dan mengevaluasi terhadap realisasi rencana kebutuhan dan penghapusan barang. Melaksanakan tugas lainnya di bidang administrasi yang diberikan oleh Kepala Biro. Mempersiapkan Surat Permintaan Pengadaan Barang (SPPB) kebutuhan unit Sekda Provinsi Kepulauan Riau. Mempersiapkan bahan petunjuk teknis tentang perencanaan kebutuhan dan inventarisasi barang serta standar kebutuhan barang Pemerintah Daerah. Melakukan pengetikan dan penggandaan. Mengumpulkan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) Bagian Administrasi mempunyai fungsi: a. b. d. Melaksanakan kegiatan Administrasi Biro Perlengkapan. e. Membantu Pengendalian Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) Sekda Provinsi Kepulauan Riau. Mengumpulkan dan meneliti Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) dan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) Sekda Provinsi Kepulauan Riau. e. Memantau dan mengkoordinasi kegiatan administrasi. kepegawaian. perlengkapan.

h.g. Mengevaluasi standarisasi harga dan kebutuhan barang Pemerintah Daerah. g. fisik. registrasi dan labelisasi barang daerah serta melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap tertib penggunaan. melaksanakan Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA). Membantu pelaksanaan penerapan Sistem Informasi Manajeman Barang Daerah (SIMBADA). Pelaksanakan tugas lain di bidang tata usaha biro yang diberikan oleh Kepala Bagian. dan hukum. b. Mempersiapkan bahan petunjuk teknis pelaksanaan inventarisasi barang Daerah. Menyusun daftar rekapitulasi hasil pengadaan dan pemeliharaan/ perbaikan barang Pemerintah Daerah pertahun anggaran. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. memantau dan evaluasi terhadap realisasi rencana kebutuhan dan penghapusan barang. Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tugasnya. c. d. i. Mempersiapkan bahan-bahan penyusunan rekapitulasi induk daftar mutasi barang Pemerintah Daerah persemester/ pertahun anggaran. Mengumpulkan dan meneliti laporan daftar inventarisasi barang dan rekapitulasi daftar inventarisasi Barang Pemerintah Daerah persemester/ pertahun anggaran. c. d. b. Pasal 84 (1) Sub Bagian Inventarisasi dan Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan mencatat mutasi barang membuat daftar inventaris barang. . Mengumpulkan dan meneliti Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) Sekretariat Daerah. Mempersiapkan bahan petunjuk teknis tentang perencanaan kebutuhan barang Pemerintah Daerah. persiapan dan pelaksanaan pelelangan barang. pencatatan/ inventarisasi dan pemanfaatan barang milik Pemerintah Daerah. Melakukan pengawasan dan pengamanan barang milik daerah yang meliputi pengamanan administrasi. j. Pelaksanaan tugas lain dibidang inventarisasi dan Pengawasan yang diberikan oleh Kepala Bagian. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. tertib penyimpanan serta pengamanannya. Membantu kegiatan pembinaan dan pengawasan penyimpanan. Mengumpulkan dan meneliti bahan standarisasi kebutuhan barang atau standarisasi harga barang. pengeluaran. menyusun rencana dan memproses penghapusan barang. f. Pasal 85 (1) Sub Bagian Tata Usaha Barang mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan menyusun rencana kebutuhan barang. Mengumpulkan dan meneliti daftar hasil pengadaan dan pemeliharaan/ perbaikan barang Pemerintah Daerah pertahun anggaran. e.

g. persiapan dan pelaksanaan pelelangan barang di Biro Perlengkapan. c. peralatan kantor dan inventaris unit Setda Provinsi Kepri. peralatan kantor dan barang inventaris. i. Bagian Pengadaan dan Penyimpanan Barang terdiri dari: Sub Bagian Pengadaan Alat Tulis Kantor dan Peralatan Kantor. Sub Bagian Pengadaan Barang Inventaris Sub Bagian Penyimpanan dan Distribusi Barang. Membantu Pengendalian Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) Sekretariat Daerah. h. Bagian Pengadaan dan Penyimpanan Barang mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan tugas lain di Bidang Pengadaan dan Penyimpanan Barang yang diberikan oleh Kepala Biro.e. Mempersiapkan dan mengkoordinir usulan permintaan ATK. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Mengumpulkan dan meneliti rencana kebutuhan ATK. . Menyusun rencana kebutuhan-kebutuhan barang ATK. e. Pengamanan Gudang serta Pendistribusian Barang Daerah. Paragraf 2 Bagian Pengadaan dan Penyimpanan Barang Pasal 86 (1) Bagian Pengadaan dan Penyimpanan Barang mempunyai tugas melaksanakan Inventarisasi Pencatatan. Peralatan Kantor dan Barang Inventaris h. Mempersiapkan administrasi pelepasan hak milik Pemerintah Daerah. b. d. c. Pengawasan. l. Mengumpulkan dan meneliti Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) Pemerintah Daerah. Mempersiapkan petunjuk teknis pengadaan dan penyimpanan serta pendistribusian barang. Melaksanakan pengadaan ATK. peralatan kantor dan barang inventaris dilingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tugasnya. Mempersiapkan Surat Permintaan Pengadaan Barang (SPPB) kebutuhan unit Sekretariat Daerah. g. Mengumpulkan dan meneliti Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) dan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Unit (RTPBU) Sekretariat Daerah. f. meneliti dan mengevaluasi pengadaan barang. m. n. j. f. Pelaksanaan tugas lain dibidang Tata usaha barang yang diberikan oleh Kepala Bagian. k. (3) a. Melakukan pengendalian pembayaran angsuran penjualan dalam proses penghapusan. Mengumpul. Mengumpulkan dan meneliti usulan penghapusan Barang Daerah. b. Melaksanakan administrasi penyimpanan dan pendistribusian barang. Memantau dan mengkoordinasi kegiatan administrasi.

Menyiapkan dan mengkordinir usulan permintaan ATK yang menjadi kewenangannya. Membuat nota dinas kepada Pimpinan untuk mohon persetujuan pengadaan sesuai dengan permintaan dari unit kerja yang bersangkutan. e. Membuat dan mengajukan nota dinas kepada Pimpinan untuk mohon persetujuan pengadan sesuai dengan permintaan dari unit kerja yang bersangkutan. Membuat laporan pengadaan ATK dan peralatan kantor setiap bulan dan akhir tahun anggaran. e. Mempersiapkan pelaksanaan pengadaan inventaris yang menjadi tanggungjawab Biro Perlengkapan. g. d. Pasal 88 (1) Sub Bagian Pengadaan Barang Inventaris mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan yang berkenaan dengan pengadaan dan pembelian barang dan alat perlengkapan yang tidak terpakai habis (tidak termasuk alat tulis kantor dan peralatan kantor). Pelaksanaan tugas lain di bidang pengadaan perlengkapan dan alat tulis kantor yang diberikan oleh Kepala Bagian. Melakukan analisa permintaan pengadaan barang pakai habis yang disampaikan oleh biro dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau sesuai dengan kebutuhannya. h. f. Mempersiapkan pelaksanaan pengadaan ATK dan peralatan kantor yang menjadi tanggungjawab Biro Perlengkapan.Pasal 87 (1) Sub Bagian Pengadaan Alat Tulis Kantor dan Peralatan kantor mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan yang berkenaan dengan pengadaan dan pembelian alat tulis kantor. . Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tugasnya. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Membuat laporan pengadaan barang inventaris setiap bulan dan akhir Tahun Anggaran. c. c. b. alat kebersihan dan perlengkapan lain yang terpakai habis (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. d. Menyusun rencana kebutuhan-kebutuhan barang ATK dan peralatan kantor di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau untuk tahun berikutnya. peralatan listrik. Sekretaris Daerah. Melakukan analisa terhadap permintaan pengadaan barang inventaris yang disampaikan oleh Biro dan unit kerja (seperti para Asisten. Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tugasnya. Wakil Gubernur dan Gubernur) dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau sesuai dengan kebutuhannya. b. peralatan kantor.

o. Menyiapkan kelengkapan surat-surat yang berhubungan dengan barang-barang yang akan didisribusikan. Membuat laporan gudang barang inventaris dan pakai habis setiap bulan dan akhir tahun anggaran. Menyiapkan bahan pembuatan berita acara pemeriksaan barang penerima/ penolakan pengeluaran barang-barang dan tata usaha barang. l. j. Mengatur pengangkutan barang yang akan dikeluarkan. Meneliti memeriksa barang-barang yang akan dikeluarkan dari gudang berdasarkan surat perintah pengeluaran barang. Melakukan pengecekan secara berkala atas barang-barang yang ada digudang. g. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menerima barang sesuai dengan surat pengantar barang faktur. g. t. h. mengawasi keadaannya/ kondisi maupun jumlahnya. surat penunjukan surat perintah kerja dan surat perjanjian jual beli/ kontrak. Menyiapkan bahan dan mengkoordinir usulan permintaan barang inventaris yang menjadi kewenangannya. p. r. Kepala bagian pengadaan dan penyimpanan barang. Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tugasnya. Melakukan stok opname barang dengan pencocokan data yang ada dalam gudang pada setiap bulan bersama dengan bendaharawan barang. Merencanakan dan melaksanakan pengurusan dan pengaturan tata ruang gudang dan meneliti dokumen penerimaan dan pendistribusian barang. . Mengatur tata tertib keamanan barang baik dalam hal penerimaan dan pengeluaran dilingkungan gudang. f.f. h. Menyusun rencana kebutuhan barang inventaris di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepri untuk tahun berikutnya. Menyiapkan bahan pengadaan sarana pengamanan gudang. Menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan bendaharawan barang dan data pergudangan pemerintah provinsi kepulaun riau. i. d. Mengeluarkan barang sesuai dengan surat perintah pengeluaran barang. Pelaksanakan tugas lain dibidang Pengadaan Barang Inventaris yang diberikan oleh Kepala Bagian. s. Melakukan administrasi penyimpanan dan pendistribusian barang. Mencatat barang yang sudah kurang dari persediaan serta membuat usulan kepala biro perlengkapan cq. m. q. Mempersiapkan surat perintah pengeluaran barang sesuai dengan kebijakan pimpinan dan ketentuan yang berlaku. e. n. k. Melakukan pembinaan teknis terhadap para pekerja yang ada di gudang. c. Pelaksanaan tugas lain di bidang penyimpanan dan distribusi barang yang diberikan oleh kepala bagian. Pasal 89 (1) Sub bagian Penyimpanan dan Distribusi Barang mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyimpanan dan pendistrbusian barang sesuai dengan permintaan dan sifat keperluannya. b. Menjaga keselamatan barang dari gangguan-gangguan iklim fisik dan biologis.

pemeliharaan dan memperbaiki fisik Gedung dan Bangunan milik Pemerintah Daerah atau dikelola Pemerintah Daerah. rumah jabatan. yang akan dilakukan pemeliharaan dan menjadi kewenangan Biro Perlengkapan. Rumah Jabatan. d. meneliti dan mengevaluasi pemeliharaan yang menjadi kewenangan Biro Perlengkapan. bangunan rumah jabatan dan rumah dinas. barang inventaris. Rumah Dinas tertentu. e. Melaksanakan pemeliharaan gedung dan bangunan. . b. Mempersiapkan Pelaksanaan Pemeliharaan/ Perawatan dan perbaikan fisik gedung milik Pemerintah Daerah atau yang dikelola Pemerintah Daerah. Menyiapkan bahan dan mengkoordinir usulan permintaan perawatan gedung dan bangunan milik Pemerintah Daerah yang menjadi kewenangannya. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Mempersiapkan dan mengkoordinir usulan permintaan perawatan gedung dan bangunan. fasilitas dan utilitas kantor serta penyaluran dan pendistribusian barang bergerak dan tidak bergerak. Pasal 91 (1) Sub Bagian Pemeliharaan Gedung dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan perawatan. fasilitas dan utilitas kantor serta penyaluran dan pendistribusian barang bergerak dan tidak bergerak. Mempersiapkan petunjuk tekhnis pemeliharaan/perawatan gedung dan bangunan. h. fasilitas dan utilitas kantor serta penyaluran dan distribusi barang bergerak dan tidak bergerak. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pelaksanaan tugas lain dibidang pemeliharaan barang yang diberikan oleh Kepala Biro. dan Bangunan lain-lain yang menjadi tanggungjawab Biro Perlengkapan c. barang invetaris. b. Bagian Pemeliharaan Barang mempunyai tugas : a. fasilitas dan utilitas kantor serta penyaluran dan pendistribusian barang bergerak dan tidak bergerak. Melaksanakan administrasi pemeliharaan dan penyaluran serta pendistribusian barang bergerak dan tidak bergerak. barang inventaris. tanah milik Pemerintah Daerah dan Bangunan lain-lain. Mengumpul. Mempersiapkan dan mengkoordinir usulan permintaan pemeliharaan / perawatan yang menjadi kewenangan Biro Perlengkapan. f.Paragraf 3 Bagian Pemeliharaan Barang Pasal 90 (1) Bagian Pemeliharaan Barang mempunyai tugas melaksanakan pemeliharaan gedung dan bangunan. Melakukan pendataan terhadap Gedung. dinas tertentu. g. c. barang inventaris. Mengumpul dan meneliti rencana kebutuhan pemeliharaan yang menjadi kewenangan Biro Perlengkapan.

mesin tik. Mesin tik biasa. Menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis perawatan barang inventaris. rumah jabatan. f. Mesin Tik Listrik. g. Pelaksanaan tugas lain dibidang Pemeliharaan Barang Inventaris yang diberikan oleh Kepala Bagian. h. d. Mempersiapkan pelaksanaan perawatan dan perbaikan barang inventaris baik secara berkala maupun insiden yang menjadi tanggungjawab Biro perlengkapan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Filling Kabinet.d. Pasal 92 (1) Sub Bagian Pemeliharaan Barang Inventaris mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan perawatan. e. meja dll. Melakukan pengawasan terhadap barang-barang inventaris seperti kartu kendali perawatan barang inventaris yang menjadi tanggung jawab Biro Perlengkapan. Melakukan pengawasan terhadap gedung dan bangunan.renovasi gedung bangunan dan rumah jabatan. Komputer. dan Bangunan lainnya. rumah dinas. Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tugasnya. Menyiapkan bahan dan mengkoordinir usulan permintaan perawatan barang inventaris milik Pemerintah Daerah Provinsi Kepri yang menjadi kewenangannya. e. i. Membuat usulan-usulan terhadap perbaikan. rehabilitasi. Menyiapkan program kerja tahunan sesuai dengan mata anggaran. milik Pemerintah Daerah yang menjadi tanggung jawab Biro Perlengkapan dan dituangkan pada Kartu Kendali. i. kursi. f. Pasal 93 . Membuat usulan biaya perawatan pemeliharaan barang inventaris melalui APBD maupun APBD-P setiap tahun anggaran. rumah dinas milik Pemerintah Daerah pada setiap tahun dalam APBD maupun APBD-P. almari. serta membuat laporan pelaksanaan bulanan dan tahunan. pemeliharaan dan memperbaiki barang-barang inventaris dan peralatan kantor. c. g. Menyiapkan Program Kerja Tahunan sesuai dengan Mata anggaran serta membuat laporan pelaksanaan Bulanan dan Tahunan. h. Mesin Foto Kopi. meubelair. Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tugasnya. Pelaksanaan tugas lain dibidang Pemeliharaan Gedung dan Bangunan yang diberikan oleh Kepala Bagian. b. Menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis Perawatan Rumah Dinas dan Gedung serta tanah milik Pemerintah Propinsi Riau. Melakukan pendataan terhadap barang-barang inventaris yang akan dilakukan pemeliharaan milik Pemerintah Daerah Provinsi Kepri yang menjadi tanggung jawab Biro Perlengkapan antara lain : AC.mesin foto kopi dan alat perlengkapan lainnya.

Menyiapkan pelaksanaan pemeliharaan barang bergerak dan tidak bergerak yang menjadi tanggungjawab Biro Perlengkapan. Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen yang berhubungan dengan tugasnya h. d. Membuat program kerja tahunan dan laporan setiap bulan dan tahunan. f. d. Membuat usulan biaya pemeliharaan fasilitas dan utilitas kantor pada setiap tahun melalui APBD maupun APBD-P. Menyiapkan bahan dan mengkoordinir usulan permintaan dan perawatan fasilitas dan utilitas kantor milik Pemerintah Daerah Provinsi Kepri yang menjadi kewenangannya. rumah jabatan. Melakukan pengawasan terhadap pemeliharaan fasilitas dan utilitas kantor yang dituangkan dalam kartu kendali dan menjadi tanggungjawab Biro perlengkapan. e. air dan telepon dikantor Gubernur Kepulauan Riau. Menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis perawatan barang fasilitas dan utilitas kantor.(1) Sub Bagian Pemeliharaan Fasilitas dan Utilitas Kantor mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan perawatan pemeliharaan dan memperbaiki taman. b. Melakukan tugas lain dibidang Pemeliharaan Fasilitas dan Utilitas Kantor yang diberikan oleh Kepala Bagian. . Membuat program kerja tahunan dan laporan setiap bulan dan tahun. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Melakukan pendataan terhadap barang fasilitas dan utilitas kantor yang akan dilakukan pemeliharaan. b. Menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis perawatan barang bergerak dan tidak bergerak. Pasal 94 (1) Sub Bagian Pemeliharaan barang bergerak dan tidak bergerak mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan perawatan. i. Menyiapkan bahan dalam mengkoordinir usulan permintaan dan perawatan perlengkapan alat-alat angkutan dan mesin genset milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Melakukan pengawasan terhadap barang bergerak dan tidak bergerak yang menjadi tanggung jawab Biro Perlengkapan yang dituangkan dalam kartu kendali. c. Membuat usulan biaya pemeliharaan/perawatan dan perbaikan barang bergerak dan tidak bergerak yang menjadi tanggungjawab Biro Perlengkapan pada APBD dan APBD-P setiap tahunnya. Melakukan pendataan terhadap barang bergerak dan tidak bergerak yang akan dilakukan pemeliharaan. rumah dinas dan gedung atau bangunan tertentu. g. Mempersiapkan pelaksanaan pekerjaan perbaikan fasilitas dan utilitas kantor lainnya yang menjadi tanggungjawab Biro perlengkapan. c. e. listrik . g. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. pemeliharaan dan memperbaiki kendaraan bermotor darat dan laut (alat angkutan) serta mesin genset yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah. f.

Pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan dinamis Daerah. koordinasi dan pembinaan di bidang tata usaha keuangan sekretariat. Pelaksanaan urusan penatausahaan keuangan sekretariat. dan Perjalanan Dinas. Bagian Kepegawaian. Pengujian. Pelayanan administrasi kepada Pimpinan Pemerintah Daerah. c. Bagian Keduabelas Biro Umum Pasal 95 (1) Biro Umum mempunyai tugas menyiapkan bahan dan perumusan kebijakan. b. c. d. e. Paragraf 1 Bagian Keuangan Sekretariat Pasal 96 (1) Bagian Keuangan Sekretariat mempunyai tugas meyelenggarakan urusan Pembukuan dan Pelaporan. Pelaksanaan kegiatan Pembukuan dan Pelaporan. Penyelenggaraan urusan rumah tangga Pimpinan. Bagian Tata usaha dan Santel. b. Biro Umum mempunyai fungsi : a. Menyimpan dan memelihara dokumen –dokumen yang berhubungan dengan tugasnya. b. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan. d. urusan rumah tangga. Pelaksanaan Program di Bidang Keuangan Sekretariat . Sub Bagian Pengujian. Pelaksanaan tugas lain di bidang keuangan sekretariat yang diberikan oleh Kepala Biro. Sub Bagian Pembukuan dan Pelaporan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). (3) Bagaian Tata Usaha terdiri dari : a.h. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang umum yang diberikan oleh Gubernur. f. b. Sekretaris Daerah atau Asisten Administrasi. fasilitasi. tata usaha dan sandi dan telekomunikasi. Pelaksanaan kegiatan administrasi perjalanan dinas. Pelaksanaan kegiatan Pengujian. . Bagian Rumah Tangga. c. serta kepegawaian. e. i. Bagian Keuangan Sekretariat. (3) BiroUmum terdiri dari : a. Bagian Keuangan Sekretariat mempunyai fungsi : a. d. Melaksanakan tugas lain dibidang Pemeliharaan barang bergerak dan tidak bergerak yang diberikan oleh Kepala Bagian.

Pasal 97 (1) Sub Bagian Pembukuan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyelenggaraan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Sub Bagian Perjalanan Dinas. h. Pelaksanaan tugas lain dibidang pembukuan dan pelaporan yang diberikan oleh Kepala Bagian. j. dinas-dinas dan badan-badan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Pemberian teguran/ peringatan kepada unit kerja dan bendahara dalam hal surat pertanggungjawaban tidak sesuai dengan dokumen-dokumenkeuangan tertentu. e. Pengevaluasian kecocokan atau kesesuaian surat pertanggungjawaban keuangan berdasarkan pengalokasian dana yang telah ditetapkan. c. Pembuatan penyelenggaraan pemeriksaan dan pengesahan terhadap bukti penggunaan uang realisasi amggaran dari secretariat daerah dan secretariat dewan. f. Melakukan pembukuan atas penggunaan belanja langsung secara sistematis dan kronologis mengenai penerimaan dan pengeluaran Kas Daerah.c. i. Pelaksanaan penyaluran pembiayaan atas beban anggaran belanja daerah dan lain-lain pembiayaan. k. b. pengujian kebenaran. Penelitian. Penyelenggaraan pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. e. Mencatat dan menerima laporan dari Bendahara atau instansi yang lebih tinggi di lingkungan Sekretariat Derah Provinsi Kepulauan Riau. b. Penyusunan laporan Keuangan Sekretariat Daerah provinsi Kepulauan Riau. . Pasal 98 (1) Sub Bagian Pengujian mempunyai tugas menyelenggarakan pemeriksaan dan pengesahan terhadap bukti penggunaan uang realisasi anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah. f. d. Pemprosesan dan penerbitan pengesahan surat pertanggungjawaban keuangan. g. Pengelolaan dan pemeliharaan tanda bukti pengeluaran atau surat pertanggungjawaban keuangan. c. Pelaksanaan pengijinan atas surat permintaan pembayaran (spp). Menyiapkan bahan untuk penyusunan pembukuan dan pelaporan Keuangan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. kelengkapan dan keabsahan surat pertanggungjawaban atau tanda bukti pengeluaran-pengeluaran. Peregisteran pengesahan surat pertanggung jawaban keuangan yang telah ditandatangani atau disahkan. Pemberian saran pertimbangan kepada atasan dalam penyelenggaraan kegiatan pengujian. Pelaksanaan saran pertimbangan kepada atasan dalam penyelenggaraan kegiatan pengujian. d.

. Membuat laporan secara periodic penggunaan pengeluaran Biaya Perjalanan Dinas/ pindah untuk dilaporkan kepada Sekretaris Daerah. j. Pasal 99 (1) Sub Bagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan permintaan uang. SPP. h. m. pembuatan surat pertanggungjawaban biaya Perjalanan Dinas. Buku Panjar. Mengajukan kebutuhan biaya perjalanan dinas kepada Biro Keuangan. Membuat SPT dan SPPD sesuai dengan Nota Dinas unit kerja masing-masing setelah mendapat persetujuan Sekretaris Daerah. Buku Bank. Pelaksanaan penilaian terhadap penggunaan uang pembiayaan yang telah disalurkan. Laporan SPJ setiap bulan ke Biro Keuangan (bagian Verifikasi). Buku Kas Umum. Menginventarisir dan mensistimasikan SPJ dan biaya perjalanan dinas/ pindah. k. d. e. Buku Pajak. . g. Mengadakan pencatatan dan penomoran SPT dan SPPD. Paragraf 2 Bagian Rumah Tangga Pasal 100 (1) Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas menyelenggarakan urusan Rumah Tangga Kepala Daerah dan kegiatan penyediaan fasilitas yang diperlukan Pemerintah Daerah. Meneliti permintaan dan penetapan biaya perjalanan dinas/ pindah untuk dilaksanakan pembayarannya oleh bendaharawan. l. i. pembayaran. Pelaksanaan tugas lain dibidang perjalanan dinas yang diberikan oleh Kepala Bagian. Membuat rencana perhitungan biaya perjalanan dinas berdasarkan SPT dan SPPD sesuai dengan ketentuan yang berlaku. n.l. b. pembukaan kas. Penyimpanan pembayaran Uang. Buku – buku Pembantu. Membuat rencana perhitungan biaya perjalanan pindah sesuai ketentuan yang berlaku. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Merencanakan dan mengawasi atas pelaksanaan pengadministrasian serta pencatatan : SKO. Menyiapkan bahan penyusunan rencana biaya perjalanan dinas di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. Membuat SSPD bagi pejabat/ pegawai yang pindah keluar daerah sesuai dengan Keputusan pindah yang bersangkutan. Pelaksanaan tugas lainnya dibidang pengujian yang diberikan oleh kepala bagian. f. c. Penerbitan surat perintah membayar.

Mengatur para pekerja di kediaman Gubernur . e. f. Sub Bagian Rumah Tangga Kepala Daerah. listrk. telepon serta alat perlengkapan lainnya. Mengecek peralatan listrik.(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengawasi pekerjaan rumah tangga. Tamu Daerah pihak lain yang ditetapkan Pimpinan. Mempersiapkan ruangan untuk pertemuan acara rapat serta tamu-tamu lainnya. mengatur para pekerja. Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah. e. i. d. b. Pelaksanaan kegiatan penyediaan dukungan dan fasilitas yang diperlukan Pemerintah Daerah. penyediaan kendaraan bermotor. h. Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah. penyediaan alat perlengkapan yang diperlukan. dan Air PAM/ Sumur. g. c.taman. Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah. c. Mengerjakan tugas lainnya di bidang rumah tangga kepala daerah yang diberikan oleh Kepala Bagian. AC. Pasal 102 (1) Sub Bagian Umum dan Transportasi mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyediaan dukungan dan fasilitas yang diperlukan Pemerintah Daerah. Mengatur kebersihan taman dan halaman di lingkungan kediaman Gubernur. b. Sub Bagian Akomodasi. Bagian Rumah Tangga mempunyai fungsi : a. Mengurus dan melayani kebutuhan dapur rumah tangga Gubernur. Penyelenggaraan urusan Umum dan Transportasi. penjagaan keamanan dan lain-lain di rumah jabatan/ kediaman Gubernur. c. Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah. halaman. Penyelenggaraan urusan Rumah Tangga Kepala Daerah. b. Tamu . pengawasan pemeliharaan/ perbaikan bangunan dan ruangan. air. Mengurus barang-barang/ bagasi untuk keberangkatan dan kembali di Bandara. Penyelenggaraan urusan Akomodasi. Sub Bagian Umum dan Transportasi . Pelaksanakan tugas lainnya di bidang rumah tangga yang diberikan oleh Kepala Biro. d. Mengurus barang-barang inventaris rumah tangga Gubernur. Pasal 101 (1) Sub Bagian Rumah Tangga Kepala Daerah mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan pengurusan rumah jabatan/ kediaman. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menyediakan konsumsi untuk pertemuan/ acara rapat serta tamu-tamu. Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah. (3) Bagian Rumah Tangga terdiri dari : a.

(2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Memberikan bantuan untuk keperluan pelayanan angkutan dan transportasi untuk keperluan Pemerintah Daerah. Tamu daerah dan pihak-pihak lain yang ditetapkan pimpinan. kursi/ meja. Mengatur penggunaan dan pemeliharaan semua kendaraan dinas yang diserahkan kepada Biro Umum. Mengatur penggunaan dan pemeliharaan semua kendaraan dinas yang diserahkan kepada Biro Umum. Melaksanakan pengurusan. kendaraan. g. Pasal 103 (1) Sub Bagian Akomodasi mempunyai tugas malaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyediaan dukungan dan bantuan akomodasi dan fasilitas yang diperlukan Pemerintah Daerah. kendaraan bermotor dan fasilitas lainnya). Melaksanakan pekerjaan dan penyediaan dukungan dan bantuan Akomodasi dan fasilitas yang diperlukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Mengurus surat-surat kelengkapan kendaraan dinas seperti : STNK. c. dan pihak-pihak yang ditetapkan oleh Pimpinan (tempat upacara/ acara. Jasa Raharja. f. sound system yang diperlukan untuk upacara/ acara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. kursi/ meja. pemulihan/ perawatan kendaraan dinas. Melakukan pembinaan teknis terhadap para pemgemudi kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Derah Provinsi Kepulauan Riau. Tamu Daerah dan pihak-pihak lain yang ditetapkan oleh Pimpinan. tamu daerah dan pihak lain yang ditetapkan pimpinan (tempat upacara. Menyediakan tempat upacara/ acara. Surat Pajak dan lain-lain atas nama dinas. kursi meja. Memberikan bantuan untuk keperluan pelayanan angkutan dan transportasi untuk keperluan Pemerintah Daerah. Melakukan pembinaan teknis terhadap para pengemudi kendaraan dinas di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. Jasa Raharja. Melaksanakan tugas lain dibidang umum dan transportasi yang diberikan oleh Kepala Bagian. b. konsumsi. Melaksanakan pengurusan. Pajak dan lain-lsin atas nama dinas. f. tenda. tenda. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. perawatan kendaraan dinas.Daerah. c. tenda. d. tamu daerah dan pihak lain yang ditetapkan pimpinan. d. h. Mengurus surat-surat kelengkapankendaraan dinas dan surat-surat lainnya yang diperlukan seperti STNK. Tamu Daerah dan pihak-pihak lain yang ditetapkan oleh Pimpinan. sound system. konsumsi. bermotor dan fasilitas lainnya). e. Melaksnakan pekerjaan dan penyediaan fasilitas yang diperlukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. sound system. b. e. .

Pelaksanaan administrasi fungsi sandi dan telekomunikasi. i. Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan Sub Bagian Administrasi Sandi dan Telekomunikasi. c. Bagian Santel terdiri dari : Sub Bagian Tata Usaha Biro. tenda. Pelaksanaan Tata Usaha Biro.g. (3) a. sound system. konsumsi dan pengamanan listrik dan fasilitas lainnya yang diperlukan untuk acaraacara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. d. b. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tata Usaha Pimpinan. Melaksanakan tugas lain dibidang Akomodasi yang diberikan oleh Kepala Bagian. Paragraf 3 Bagian Tata Usaha dan Santel Pasal 104 (1) Bagian Tata Usaha dan Santel mempunyai tugas melaksanakan Tata Usaha Biro . Pelaksanaan teknis sandi dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi Daerah. h. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap bawahan dalam pelaksanaan tugas. Menerima dan mengandalkan surat-surat serta menyampaikan kepada yang berkepentingan. kepegawaian. Memberi pelayanan pengaturan. Mengarahkan serta mencatat dalam kartu kendali sebelum disampaikan ke unit pengolah. c. . pemberian nomor surat serta pengaturan pemakaian stempel dinas dan jabatan kepada semua satuan kerja di lingkungan setda provinsi kepulauan riau. c. keuangan dan umum). (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. b. Pelaksanaan Tata Usaha Pimpinan. Menyediakan tempat upacara/ acara (kursi meja. b. e. serta melakukan administrasi dan teknis sandi dan telekomunikasi. Pasal 105 (1) Sub Bagian Tata Usaha Biro mempunyai melaksanakan pekerjaan dan kegiatan memberikan dukungan administrasi dalam melaksanakan fungsi Biro Umum (administrasi. Melaksanakan tugas lainnya di bidang tata usaha dan santel yang diberikan oleh Kepala Biro. Bagian Santel menpunyai fungsi : a.

. ruangan kerja. Mengatur. pemeliharaan. menghimpun dan mengolah data serta informasi yang berhubungan dengan bidang tata usaha Pimpinan. ketertiban. mencatat dan menyampaikan kepada unit kerja yang ditunjuk. f. Menerima. pelayanan tamu pimpinan dan mengkoordinir staf Pimpinan. g. Memberikan pelayanan dan mengatur para tamu yang akan menghadap Pimpinan. mengumpulkan. Pasal 106 (1) Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksnakan pelayanan kebutuhan administrasi. perawatan dan penemuan kembali arsip in aktif. Mencari. h. Menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan bidang tata usaha Pimpinan dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah. e. Menyusun hasil-hasil penggandaan serta menjilidnya menurut ukuran dan bentuk yang diharapkan. buku-buku. h. Menyiapkan bahan penyusunan kebijaksanaan. Menyelenggarakan secara khusus cara penyimpanan. c. kenyamanan dan keserasian ruangan kerja Pimpinan. Memelihara kebersihan. memeriksa surat-surat yang ditandatangani oleh Pimpinan serta menyimpan dan memelihara catatan-catatan arsip. computer dan mesin photo copy. b. Menerima arsip-arsip in aktif dari satuan kerja lain untuk diproses dan menyelenggarakan secara khusus cara penyimpanan. pengamanan. g. l. mencatat dan menyampaikan naskah dinas kepada Pimpinan dan kemudian menerima kembali naskah dinas dari Pimpinan. Mengatur jadwal acara yang telah mendapat persetujuan Pimpinan. pedoman dan petunjuk teknis dibidang tata usaha pimpinan. (2) sebagai berikut : Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah a.d. perlengkapan dan kebersihan ruangan. dokumentasi yang menjadi tanggungjawab Pimpinan. Melaksanakan tugas lain dibirang tata usaha biro yang diberikan oleh kepala bagian. mengatur serta mengirim naskah dinas. Memberikan pelayanan penggandaan kepada semua satuan organisasi kerja di lingkungan setda provinsi kepulauan riau. Mengendalikan. j. Menjaga semua arsip naskah dinas yang direproduksi maupun yang digandakan. pemeliharaan naskah dinas rahasia dan menyampaikan kepada yang berkepentingan. Melaksanakan pengetikan dan penggandaan naskah dinas yang perlu diperbanyak baik yang menggunakan mesin tik. Memelihara arsip statis sebelum diserahkan ke kantor arsip nasional/ arsip daerah. e. i. f. d. k.

Membuat daftar inventaris alat komunikasi yang menjadi tanggungjawab Bagian Sandi dan Telekomunikasi. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. Menyusun administrasi untuk kelancaran tugas seluruh Bagian Sandi dan Telekomunikasi. peningkatan kesejahteraan pegawai. mengatur dan membagi tugas dan Staf Pimpinan dalam rangka memberikan pelayanan keperluan ruang kerja serta persiapan bahan dan data yang diperlukan Pimpinan. Membuat perencanaan pegawai yang akan mengikuti pendidikan penjenjangan dan teknis lainnya. pembinaan disiplin dan korps. c. b. Membina. j. pemberian tanda kehormatan dan jasa serta menindak serta menyelesaikan kasus-kasus kepegawaian di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. kepegawaian. h. Paragraf 4 Bagian Kepegawaian Pasal 108 (1) Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. .i. Membuat pengajuan kebutuhan barang-barang yang diperlukan Bagian Sandi dan Telekomunikasi. Memproses surat izin cuti PNS di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. Memproses usul kenaikan gaji berkala PNS di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. f. d. a. Membuat laporan secara periodic seluruh barang-barang yang menjadi tanggungjawab Bagian Sandi dan Telekomunikasi. c. Menyelesaikan surat-surat yang berkaitan dengan materil. b. Mengurus penyelesaian administrasi telekomunikasi dengan instansi terkait. Memelihara/ mengawasi ketertiban dan kebersihan ruang kerja. Melaksanakan tugas lain dibidang tata usaha pimpinan yang diberikan oleh Kepala Bagian. Menyampaikan dan mengusulkan kenaikan pangkat PNS di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. Menghimpun dan menyusun data seluruh pegawai serta menbuat Daftar Urut Kepangkatan PNS di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. keuangan dan umum). g. e. Pelaksanaan Tugas Lain dibidang administrasi sandi dan telekomunikasi yang diberikan oleh Kepala Bagian. Pasal 107 (1) Sub Bagian Administrasi Sandi dan Telekomunikasi mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan memberikan dukungan administasi dalam melaksanakan fungsi sandi dan telekomunikasi (administrasi. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Bagian Kepegawaian menpunyai fungsi: a.

Membuat konsep surat usul pemindahan PNS di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. d. l. . kesehatan (Taspen). k. i. seperti. Memproses usul kenaikan gaji berkala PNS di lingkungan Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Mengajukan permintaan Kartu Pegawai (Karpeg) dan Kartu Suami (Karsu). menyeleksi dan mengusulkan Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan tanda kehormatan Satya Lencana (10. rekreasi dan lain-lainnya. b. b. Mengajukan permintaan Kartu Pegawai (Karpeg) dan Kartu Suami (Karsu) dan Kartu Istri (Karis) di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau.e. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. h. c. olahraga. Menghimpun dan menyusun data seluruh pegawai dilikungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Menyampaikan dan mengusulkan kenaikan pamgkat PNS di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. j. Membuat konsep usul pemindahan antar Biro di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten/ Kota dan Provinsi melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Provinsi Kepulauan Riau.. pendataan pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah. Membuat laporan hasil penyelidikan terhadap PNS/ Honorer di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau yang melakukan pelanggaran disiplin pegawai serta menyiapkan konsep keputusan Gubernur Kepulauan Riau tentang penjatuhan hukuman disiplin PNS/ Honorer di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. Sub Bagian Kesejahteraan Pegawai. Membuat perencanaan pegawai yang akan mengikuti pendidikan penjenjang dan teknis lainnya. g. antar instansi. Bagian Kepegawaian terdiri dari : Sub Bagian Administrasi Kepegawaian. Melaksanakan tugas lainnya di bidang kepegawaian sekretariat yang diberikan oleh Kepala Biro. Kartu Istri (Karis) bagi PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsa Kepulauan Riau. Mempersiapkan apel pagi. Menyiapkan bahan dalam melaksanakan kegiatan pembinaan kesejahteraan pegawai dan menyelenggarakan segala usaha pemenuhan kebutuhan yang bersifat non material bagi pegawai dan keluarganya di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. kesenian. c. e. menyediakan dan merekap daftar hadir di lingkungan Setda Provinsi Kepulauan Riau. f. Sub Bagian Disiplin Pegawai Pasal 109 (1) Sub Bagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyelenggaraan administrasi kepegawaian membuat daftar urutan kepangkatan. Membuat daftar Urut Kepangkatan PNS di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Mendata. f. g. 20 dan 30 tahun ) ke Badan Kepegawaian dan Diklat Provinsi Kepulauan Riau. Memproses surat izin cuti PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. (3) a.

Melaksanakan tugas lain dibidang kesejahteraan pegawai yang diberikan Kelapa Bagian. Menyelenggarakan usaha-usaha dibidang pengobatan dan perawatan kesehatan bagi pegawai dan keluarganya serta memberikan bantuan dalam penyelesaian perawatan Taspen. kesehatan. Melaksanakan pembinaan mental spiritual dengan mengadakan wirid pengajian 2x (dua kali) sebulan dan sholat zuhur berjamaah. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. pembinaan mental spiritual. d. Pasal 110 (1) Sub Bagian Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan peningkatan kesejahteraan pegawai (olah raga. j. antar instansi. c. kesejahteraan pegawai. i. Mengawasi musholla kantor Gubernur Kepulauan Riau baik bangunan fisik serta keperluan perlengkapan lainnya untuk keperluan musholla tersebut. Pasal 111 (1) Sub Bagian Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan pembinaan disiplin dan korps. f. rekreasi dan lain-lainnya. Melaksanakan tugas lain dibidang administrasi kepegawaian yang diberikan Kepala Bagian . Memberikan/ menyalurkan bantuan rekreasi dan transportasi. Menyiapkan bahan dalam melaksanakan kegiatan pembinaan. ceramah agama. memproses usulan . b. Menyelenggarakan segala usaha pemenuhan kebutuhan yang bersifat non material bagi pegawai dan keluarganya dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau seperti kesenian. olahraga.h. k. Kabupaten/ Kota dan Provinsi melalui Badan Administrasi dan Pendidikan Latihan Pegawai Provinsi Kepulauan Riau. rekreasi bantuan sosial ekonomi dan lain-lain). Membuat konsep usul pemindahan PNS antar Biro dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. akomodasi bagi PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulaun Riau. kesehatan. Memproses usul pemberian izin belajar PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Membuat konsep surat usul pemindahan PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. e. g. mengelola Musholla Kantor Gubernur Kepulauan Riau.

Mendata. Melaksanakan tugas lain dibidang disiplin pegawai yang diberikan oleh Kepala Bagian. Merekap daftar hadir PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau setiap harinya dan melaporkan pada atasan. Menyusun jadwal petugas pelapor apel pagi setiap bulan. c. h. Menyiapkan konsep keputusa Gubernur Kepulauan Riau tentang penjatuhan hukuman disiplin PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau yang melakukan pelanggaran disiplin pegawai. dokumentasi dan protokol. . (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). b. Penyiapan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan dokumentasi. b.pemberian tanda kehormatan dan jasa kepada pegawai yang berhak menerima. c. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Biro Humas dan Protokol mempunyai fungsi : a. 20 Tahun dan 30 Tahun ke Badan Administrasi dan Pendidikan latihan Pegawai Provinsi Kepulauan Riau. menindak dan menyelesaikan kasus-kasus kepegawaian sesuai dengan sifat keperluannya. menyeleksi dan mengusulkan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Sekretariat Dearah Provinsi kepulauan Riau yang memenuhi persyaratan untuk medapatkan tanda kehormatan setya Lencana 10 Tahun. Penyiapan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan hubungan masyarakat. e. i. d. Mempersiapkan apel pagi dan menyediakan daftar hadir pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah Kepulauan Riau. Melakukan penyelidikan terhadap PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau yang melakukan pelanggaran disiplin pegawai (sesuai dengan klasifikasinya) dengan cara mempedomani laporan yang masuk dan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap pegawai tersebut. Membuat laporan hasil penyelidikan terhadap PNS dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau yang melakukan pelanggaran disiplin pegawai. Mempersiapkan surat teguran terhadap PNS dilingkungan Sekretariat f. g. Penyusunan program kerja di bidang humas dan protokol. Bagian Ketiga belas Biro Humas dan Protokol Pasal 112 (1) Biro Humas dan Protokol mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan dan perumusan kebijakan di bidang humas.

f. Paragraf 1 Bagian Hubungan Masyarakat 113 (1) Bagian Humas mempunyai fungsi melaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyediaan dukungan dan bantuan kerjasama dalam rangka membina hubungan kerja yang serasi dan dinamis antara pemerintah daerah dengan organisasi sosial. Memberikan layanan dan dukungan serta bantuan kerjasama terhadap lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah. e. b. Menyaring dan menganalisa data/informasi/peraturan dan kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan dan kemasyarakatan untuk bahan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan / yang membutuhkan. c. Bagian Humas. Menyusun rencana kerja Bagian Humas dengan mempedomani rencana kerja tahun lalu dan petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas. e. Mengumpulkan data. Memeriksa dan meneliti hasil kerja bawahan dengan cara mambaca dan mengoreksi untuk menghindari kesalahan. d. Bagian Protokol. organisasi profesi dan kelompok masyarakat antar lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah. tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam rangka menciptakan dan peningkatan komunikasi dua arah. informasi. f. i. d. . Mengecek tugas yang akan dikerjakan dengan cara membaca disposisi dan isi surat masuk untuk mencantumkan prioritas kerja. Bagian Dokumentasi. lembaga Pemerintah dan Lembaga non pemerintah sebagai bahan analisa dan pengumpulan informasi. Menilai prestasi kerja bawahan secara berkala. Provinsi dan Kabupaten Kota baik dibidang pemerintahan. b. h. Memberi petunjuk kepada bawahan dengan lisan dan tulisan untuk menyelesaikan tugas. Membagi tugas pengetikan. c. penggandaan dan tugas lain kepada masing-masing bawahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas. menampung dan menyalurkan aspirasi dan opini yang berkembang dalam masyarakat. (3) Biro Humas dan Protokol terdiri dari : a. peraturan dan kebijaksanaan Pemerintah Pusat. memantau.d. Bagian Informasi dan Komunikasi. sekretaris Daerah atau Asisten Administrasi. (2) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) Bagian Humas mempunyai tugas: a. pembangunan maupun kemasyarakatan. Penyiapan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan protokol. Penyiapan bahan dan petunjuk teknis bidang informasi dan komunikasi. g. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang humas dan protokol yang diserahkan oleh gubernur.

. mengumpulkan.j. c. b. g. Membuat konsep siaran pers dan tanggapan atas penerbitan berita yang menyangkut kebijakan pemerintah dan disebarluaskan kepada media cetak dan elektronik. c. d. (3) Bagian Humas terdiri dari : a. Melaksanakan tugas lain dibidang hubungan masyarakat yang diberikan oleh Kepala Biro. Pasal 114 (1) Sub Bagian Publikasi mempunyai fungsi menyusun kebijakan dan fasilitasi dibidang Publikasi dan mengkoordinasikan hubungan antar pemerintah dengan masyarakat. b. Melaksanakan dan mengurus hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. e. mengolah dan menyajikan informasi yang diperlukan oleh lembaga dan media massa. Mempersiapkan bahan-bahan dan stand humas serta mengikuti kegiatan pameranpameran pemerintah provinsi. f. Memberi petunjuk bawahan dengan lisan dan tulisan untuk menyelesaikan tugas sub bagian. Melaksanakan tugas lain dibidang publikasi yang diberikan oleh kepala bagian. Pasal 115 (1) Sub Bagian Media Massa dan Non Media Massa Lainnya mempunyai fungsi menyusun kebijakan dan fasilitasi dibidang Penyaringan Informasi. Menghimpun. iklan dan advetorial dimedia cetak dan elektronik. Menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan sub bagian dengan mempedomani rencana kerja tahun lalu dan petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas sub bagian. c. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Sub Bagian Media Massa dan Non Media Massa. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan pada sub bagian publikasi. b. e. Menyiapkan daftar nama yang akan diundang pada setiap kegiatan pemerintah provinsi. j. Mengurus penerbitan berita. Media Massa dan Media Lainnya dan kegiatan mencari. Melaksanakan tugas lain dibidang Media Massa dan Non Media Massa yang diberikan oleh Kepala Bagian. Sub Bagian Publikasi. Menyiapkan konsep kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Mengurus pengelolaan sms centre dan website provinsi. membina hubungan kerja sama yang baik serta menyalurkan aspirasi dan opini yang berkembang melalui media massa. Sub Bagian hubungan antar lembaga. h. i. Menyusun rencana penyebarluasan kegiatan pemerintah provinsi melalui media cetak dan elektronik. d. mengatur dan menetapkan jumlah wartawan yang meliput kegiatan pemerintah provinsi termasuk mengurus bantuan peliputan terhadap wartawan media cetak dan elektronik. Mengecek tugas yang akan dikerjakan dengan cara membaca disposisi dan isi surat masuk untuk mencantumkan prioritas kerja.

c. Merencanakan dan mengurus hubungan antar lembaga-lembaga Pemerintah. Lembaga Non Pemerintah dan dengan lembaga lainnya dalam rangka menciptakan komunikasi dua arah. Pembagian tugas pengetikan. c. (3) a. Menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan pada Sub Bagian Hubungan Antar Lembaga. Pelaksanakan tugas lainnya di bidang dokumentasi yang diberikan oleh Kepala Biro. b. b. c. b. d. Sub Bagian Percetakan dan Penerbitan. pelayanan photografi untuk keperluan Pemerintah Daerah. Sub Bagian Peliputan dan Dokumentasi. e. penggandaan dan tugas lain kepada masing-masing bawahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas. penerbitan untuk keperluan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.Pasal 116 (1) Sub Bagian Hubungan Antar Lembaga mempunyai fungsi menyusun kebijakan dan fasilitasi dibidang Hubungan Antar Lembaga dan mengkoordinasikan hubungan antar lembaga-lembaga pemerintah dan lembaga lainnya. Penyusunan rencana kerja sub bagian dengan mempedomani rencana kerja tahun lalu dan petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan sub bagian. Melaksanakan tugas lain dibidang hubungan antar lembaga yang diberikan oleh Kepala Bagian . (2) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) Bagian Dokumentasi mempunyai tugas: a. Pemberian petunjuk dan arahan pada bawahan dengan cara lisan dan tulisan untuk menyelesaikan tugas sub bagian. Mempersiapkan tugas yang akan dikerjakan dengan cara membaca disposisi dan isi surat masuk untuk menentukan prioritas tugas. Menampung dan menyalurkan aspirasi dan opini yang berkembang dimasyarakat. Paragraf 2 Bagian Dokumentasi Pasal 117 (1) Bagian Dokumentasi mempunyai fungsi melaksanakan pekerjaan dan kegiatan dokumentasi. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Bagian Dokumentasi terdiri dari: Sub Bagian Tata Usaha Biro. Pasal 118 . Mempersiapkan konsep kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah dan lembaga lainnya. e. d. pelayanan audio visual untuk keperluan Pemerintah Daerah.

Mengatur penugasan fotografer dan kameramen berdasarkan jadwal kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Merencanakan kebutuhan peralatan dan perlengkapan. Melaksanakan pencatatan naskah dinas/surat-surat dinas yang masuk dan keluar di Biro Humas dan Protokol serta memberi kode menurut urutan nomor kode. Pasal 119 (1) Sub Bagian Peliputan dan Dokumentasi mempunyai fungsi menyusun dan mempersiapkan peliputan foto dan video serta cetak foto dan produksi video untuk publikasi dan menyimpan semua arsip dokumen sebagai bahan untuk dipertanggungjawabkan. Melaksanakan tugas lain dibidang peliputan dan dokumentasi yang diberikan oleh Kepala Bagian. Membuat agenda kerja dan kalender setiap akhir tahun. Mempersiapkan materi pameran di daerah. Melaksanakan tugas lain dibidang tata usaha biro yang diberikan oleh Kepala Bagian. penggandaan dan melakukan urusan kearsipan Biro Humas dan Protokol. i. h.(1) Sub Bagian Tata Usaha Biro mempunyai fungsi menyusun dan melaksanakan pekerjaan dan kegiatan. e. Mempersiapkan dan mengadakan serta memelihara peralatan audio visual di Biro Humas dan Protokol agar selalu siap untuk digunakan. g. Melakukan inventarisasi peralatan dan perlengkapan Rumah Tangga Biro Humas dan Protokol serta mempersiapkan dan mengatur rapat-rapat Biro. memberikan dukungan administrasi dalam melaksanakan fungsi Biro Humas dan Protokol. g. kaset. b. c. Mencetak foto peliputan dengan ukuran tertentu untuk dipublikasikan pada media cetak. melayani kebutuhan peralatan dan pengecapan surat dari Biro Humas dan Protokol. Menyiapkan naskah pidato yang ditugaskan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol. Mengatur langganan koran dan membuat modifikasi kliping koran untuk keperluan pimpinan. Mempersiapkan dan mengadakan bahan baku dokumentasi berupa film. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. nasional dan luar negeri dengan cara menyeleksi bahan yang ada untuk ditampilkan pada stand pameran serta melaksanakan kegiatan dokumentasi pameran tersebut. e. Membantu Kepala Bagian Dokumentasi dibidang tugasnya. b. Menyimpan semua arsip dokumen publikasi sebagai bahan untuk dapat dipertanggungjawabkan. c. f. d. kaset video dan baterai untuk keperluan peliputan. d. (2) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas : a. Menerima naskah dinas/surat-surat yang masuk mencatat dalam lembaran disposisi dan mendistribusikan ke bagian-bagian yang ada di Biro Humas dan Protokol. f. h. Melakukan pengetikan. tape. Pasal 120 .

Mengatur dan memilih perusahaan percetakan yang akan melakukan tugas untuk mencetak bahan-bahan/dokumen publikasi. b. Melakukan administrasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan dinas Gubernur. i. (2) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) Bagian Protokol mempunyai fungsi: a. Mengatur dan menyusun penerbitan berkala jurnal bulanan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. rapat-rapat dinas dan pertemuan-pertemuan dinas lainnya dengan bekerjasama dengan dinas terkait. Membantu mempersiapkan bahan-bahan untuk stand humas dalam kegiatan pameranpameran provinsi. c. pertemuan/resepsi upacara yang memerlukan pelayanan yang bersifat protokoler. Menerbitkan bahan-bahan/dokumen kehumasan dan publikasi untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Menyiapkan penyelenggaraan penerimaan tamu-tamu negara dan tamu-tamu daerah serta perwakilan negara sahabat. Sekretariat Daerah dan perjalanan lainnya yang ditunjuk oleh Gubernur. d. Melakukan kerjasama dengan instansi lain dibidang keprotokolan. e. Mengatur dan mengurus hubungan korps diplomatik dengan Gubernur dan Pejabat lainnya. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. pengamanan dan acara tamu negara. d.(1) Sub Bagian Pencetakan dan Penerbitan mempunyai fungsi menyusun dan mempersiapkan pencetakan dokumen/bahan-bahan guna disebarluaskan. h. Sub Bagian Acara dan Protokoler. Wakil Gubernur. Menyiapkan dan menyelenggarakan upacara-upacara pelantikan. f. Paragraf 3 Bagian Protokol Pasal 121 (1) Bagian Protokol mempunyai fungsi melaksanakan pekerjaan dan kegiatan mempersiapkan acara dan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Menyiapkan upacara dan mengatur protokol yang akan bertugas. Mengatur persiapan rapat. b. . tamu daerah dan pihak lain yang ditetapkan pimpinan. g. menerbitkan jurnal bulanan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan menerbitkan bahanbahan/dokumen kehumasan dan publikasi untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Mengatur kunjungan anggota Korps Konsuler ke daerah-daerah kabupaten/kota. Menyiapkan pengaturan. Mempersiapkan bahan-bahan/dokumen publikasi pemerintah Provinsi yang akan dicetak. e. Melaksanakan tugas lain dibidang Pencetakan dan Penerbitan yang diberikan oleh Kepala Bagian. terdiri dari : a. c. f. mempersiapkan perjalanan pimpinan. (3) Bagian Protokol.

(2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Melaporkan dan Koordinasi ke Bagian terkait untuk akomodasi tamu – tamu. Melakukan hubungan dengan pihak – pihak terkait sehubungan acara yang akan diselenggarakan baik di dalam maupun diluar Provinsi Kepulauan Riau. Melaksanakan tugas lain dibidang pelayanan tamu dan protokoler internal yang diberikan oleh Kepala Bagian Pasal 124 (1) Sub Bagian Penghubung dan Protokoler Eksternal mempunyai fungsi menghimpun informasi yang berhubungan dengan acara kegiatan yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Riau maupun yang berada diluar Provinsi Kepulauan Riau. Melaporkan dan menyampaikan semua kegiatan yang akan diadakan kepada Kepala Bagian Protokol. c. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. c. Melaksanakan tugas lain dibidang acara dan protokoler yang diberikan Kepala Bagian. e. d. c. Pasal 123 (1) Sub Bagian Pelayanan Tamu dan Protokoler Internal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan tamu dan protokoler internal.b. upacara-upacara pelantikan. rapat-rapat dinas dan pertemuan-pertemuan dinas lainnya. b. Menyiapkan dan mengatur persiapan tempat pelaksanaan acara. Paragraf 4 Bagian Informasi dan Komunikasi Pasal 125 . Pasal 122 (1) Sub Bagian Acara dan Protokoler mempunyai fungsi melaksanakan pekerjaan dan mempersiapkan acara dan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi. Melaksanakan tugas lain dibidang Penghubung dan Protokoler Eksternal yang diberikan oleh Kepala Bagian. Sub Bagian Pelayanan Tamu dan Protokoler Internal. c. b. Sub Bagian Penghubung dan Protokoler Eksternal. Menyiapkan tanda kenang-kenangan yang diperlukan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menyiapkan fungsi VIP baik di Bandara maupun Pelabuhan Laut. Mengadakan cek dan ricek terhadap semua kegiatan yang akan dilaksanakan. b. Mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan keprotokolan eksternal.

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). c.(1) Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyampaian informasi dan sosialisasi seluruh kebijakan Pemerintah Pusat yang bersifat nasional maupun regional / lokal di daerah. b. Sub Bagian Informasi. Melaksanakan tugas lain dibidang informasi yang diberikan oleh Kepala Bagian. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut : a. berkoordinasi dan bekerja sama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (3) Bagian Informasi Dan Komunikasi. bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi an Informatika Republik Indonesia. pengawasan dan evaluasi penyebarluasan informasi publik di daerah. b. Sub Bagian Komunikasi. c. d. Menyelenggarakan dan memutuskan berbagai kebijakan di bidang diseminasi informasi di tingkat pemerintah daerah. Pasal 126 (1) Sub Bagian Informasi mempunyai tugas bertanggungjawab dalam masalah penyebarluasan informasi publik di tingkat pemerintahan daerah. Melaksanakan tugas lain dibidang Informasi dan Komunikasi yang diberikan oleh Kepala Biro. Melaksanakan koordinasi kegiatan jabatan fungsional pranata humas. Menyampaikan informasi penyelenggaraan pemerintahan dan atau kebijakan Pemerintah Pusat di daerah. Melaksanakan koordinasi kegiatan pelayanan informasi terkait dengan teknologi komunikasi dan informasi (telematika) di tingkat Provinsi Kepulauan Riau. terdiri dari : a. Pasal 127 . Berkoordinasi dengan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. d. Bagian Komunikasi dan Informasi mempunyai fungsi: a. b. kabupaten/ Kota se. Melaksanakan kegiatan koordinasi.Provinsi Kepulauan Riau. Melaksanakan kegiatan koordinasi penyebarluasan informasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. e. dan atau Intansi Vertikal tingkat provinsi di Provinsi Kepulauan Riau.

Paragraf 1 Bagian Umum Pasal 129 (1) Bagian Umum mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris DPRD dalam menyiapkan fasilitas rapat. b. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. c. pengadaan dan pemeliharaan gedung/rumah. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1). Bagian Hukum dan Pelayanan Informasi. administrasi keuangan. BAB III TUGAS POKOK. pembinaan dan pengurusan kepegawaian Sekretariat DPRD. Penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD. b. Penyediaan dan pengkoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD. d.(1) Sub Bagian Komunikasi mempunyai tugas bertanggungjawab dalam proses umpan balik informasi antara masyarakat dengan negara. c. Bagian Umum. Penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD. c. mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD dan menyediakan serta mengkoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. penataan/pengaturan keamanan/ ketertiban gedung/kantor dan rumah jabatan pimpinan DPRD. Bagian Keuangan. fasilitas perjalanan dinas. . d. Fasilitasi rapat anggota DPRD.bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi dan Badan Informasi Publik Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. barang-barang kebutuhan DPRD. Melaksanakan proses koordinasi manajemen isu dengan pihak terkait di lingkungan pemerintah daerah. Pelaksanaan tugas lain dibidang komunikasi yang diberikan oleh Kepala Bagian. Sekretaris DPRD mempunyai fungsi : a. Melaksanakan proses koordinasi kegiatan komunikasi publik dengan pemerintah Kabupaten/ Kota melalui pranata humas. FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SEKRETARIAT DPRD Pasal 128 (1) Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi kesekretariatan. (3) Sekretariat DPRD terdiri dari : a. b. d. pengurusan administrasi keanggotaan DPRD.dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia melalui Pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Riau. Menyerap isu – isu yang berkembang di masyarakat yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan atau kebijakan Pemerintah Pusat di Daerah. Bagian Persidangan dan Risalah. pengurusan surat menyurat.

Mengatur dan mengendalikan tenaga operator telp PABX dan operator publik informasi sistem . h. penomoran. Persiapan perjalanan dinas Pimpinan dan Anggota DPRD serta Sekretaris dan Staf Sekretariat DPRD . Bagian umum terdiri dari: a. i. . Keamanan. e. Rekapitulasi surat keluar DPRD . j. kendaraan dinas dan barang inventaris lainnya . e. Penyelenggaraan kegiatan ketatausahaan DPRD dan Sekretariat DPRD . c. c. h. c. g. b. meneliti. Mengurus ATK yang dibutuhkan pada bagian umum . d. Dinas. Menerima. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang Umum yang diberikan oleh Sekretaris DPRD. Pemeliharaan/pengawasan gedung/kantor. rumah jabatan Pimpinan DPRD. Bagian Umum mempunyai fungsi : a. d. Membuat serta menyampaikan surat undangan dan melakukan pengecekan kehadiran undangan . Rekapitulasi surat keluar sekwan . Sub Bagian Perlengkapan. mengarahkan serta mengendalikan surat masuk DPRD dan Sekwan . Mendistribusikan bahan-bahan rapat yang datang dari Gubernur. g. Sub Bagian Tata Usaha. Rekapitulasi surat Masuk Sekwan . Pengurus dan Pemelihara keamanan dan ketertiban gedung/kantor DPRD dan rumah jabatan Pimpinan DPRD . Pengadaan / Pengurus perlengkapan Pimpinan dan Anggota DPRD dan Sekretaris dan Staf Sekretariat DPRD . b.(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Sub Bagian Kepegawaian. Pelaksanaan urusan rumah tangga DPRD dan rumah jabatan Pimpinan DPRD . Pengurus administrasi keanggotaan DPRD dan Sekretariat DPRD . k. mencatat. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan. Rumah Tangga Pasal 130 (3) dan (1) (2) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas-tugas yang ada pada Sub Bagian Tata Usaha. i. f. j. f. b. Rekapitulasi surat masuk DPRD . pertemuan atau penerimaan tamu . d. Badan dan Kantor kepada Pimpinan dan Anggota DPRD . Pendistribusian surat-surat pada pihak-pihak yang berkepentingan dengan menggunakan ekspedisi surat . pencatatan surat keluar DPRD dan Sekwan . Pengetikan. Persiapan fasilitas termasuk konsumsi yang diperlukan untuk rapat. Uraian Tugas yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Persiapan tempat rapat .

Mengkoordinir kegiatan keagamaan dan pembinaan kerohanian . c. Uraian Tugas yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. g. Mengevaluasi dan melaporkan semua kegiatan yang dilaksanakan pada Sekretariat DPRD dan DPRD . l. cuti. Mengelola absensi apel pagi dan daftar hadir harian pegawai . Mengkoordinir kegiatan olahraga . Menyiapkan Perencanaan dan pelaksanaan rencana kegiatan Sekretariat DPRD dan program kegiatan DPRD . Uraian Tugas yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. h. Melaksanakan administrasi pengadaan tenaga ahli / kelompok jabatan fungsional . Melaksanakan tugas lainnya di bidang Tata Usaha yang diberikan oleh Kepala Bagian. d. f. Menyusun perencanaan program dan kegiatan Sekretariat DPRD . Menyiapkan usulan mutasi pegawai dan membuat konsep surat usulan pemindahan PNS dan PTT di lingkungan Sekretariat DPRD . d. . g. Mengkoordinir dan menghimpun semua rencana kegiatan yang diberikan oleh masing-masing bagian . b. Menginventarisir kebutuhan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD . k. Menyiapkan administrasi kenaikan gaji berkala dan mengurus kenaikan pangkat pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD . e. Membuat perencanaan pegawai yang akan mengikuti pendidikan penjenjangan dan teknis lainnya . Pasal 132 (1) (2) Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas-tugas yang ada pada Sub Bagian Kepegawaian. pensiun pegawai lainnya di lingkungan Sekretariat DPRD . Menyusun Program kerja jangka panjang dan menengah . j. Menyiapkan usul izin. Menyiapkan bahan dalam rangka perumusan program kegiatan dan pelaksanaan pelaporan tahunan Sekretariat DPRD . f. Melaksanakan administrasi kepegawaian . Mengajukan permintaan pengurusan Asuransi kesehatan (Askes) dan Taspen . i. c.l. e. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Perencanaan dan Pelaporan yang diberikan oleh Kepala Bagian. b. Pasal 131 (1) (2) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas-tugas yang ada pada Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan. Mengajukan permintaan Kartu Pegawai (Karpeg) dan Kartu Suami (Karsu) / Kartu Istri (Karis) di lingkungan Sekretariat DPRD .

Memelihara kebersihan dan keindahan gedung dan taman kantor serta rumah jabatan pimpinan . t. g. Melengkapi Data Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) Sekretariat DPRD. Mengusulkan PNS yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan tanda kehormatan Satya Lencana (10. o. Membuat laporan rekapitulasi kehadiran pegawai . rapat-rapat dan pertemuan lainnya . Memproses usul penghapusan barang inventaris . Membuat buku inventaris kantor dan daftar inventaris ruangan . kursus dan sebagainya . s.Mengatur tempat serta penyediaan segala sesuatu bagi Pimpinan dan anggota DPRD yang diperlukan bagi terselenggaranya kegiatan persidangan. Membuat buku penjagaan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala . x. Menindaklanjuti surat dari Instansi berdasarkan perintah pimpinan yang berhubungan dengan tugas kepegawaian . j. Mengurus kendaraan pool dan pengaturan pemakaian supir . u. r. Memelihara surat surat penting (kearsipan) yang berhubungan dengan file Pegawai dan lainnya . Menyiapkan usul pengisian jabatan . k. Membuat daftar urut kepangkatan (DUK) . q. Melakukan inventaris Peralatan / perlengkapan kantor dan rumah jabatan pimpinan . i. w. Melaksanakan perawatan barang inventaris kantor dan rumah jabatan pimpinan .20 dan 30 tahun) ke Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kepri . Rumah Tangga dan Keamanan mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas . Merencanakan peningkatan Sumber Daya Manusia staf Sekretariat DPRD melalui Diklat. n. h. Mengatur dan melakukan pembinaan kepada para pegawai tidak tetap (PTT) yang ada pada Sekretariat DPRD . p. b. (2) Uraian Tugas yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Melaksanakan pengadaan peralatan / perlengkapan kantor dan rumah jabatan pimpinan . f. v.Melaksanakan penyimpanan serta pendistribusian barang. y. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Kepegawaian yang diberikan oleh Kepala Bagian. e.Merencanakan kebutuhan peralatan / perlengkapan kantor dan rumah jabatan pimpinan dan Sekretariat DPRD . .tugas yang ada pada Sub Bagian Perlengkapan. d. Mengurus pinjaman alat transportasi yang ditentukan oleh pimpinan / anggota dan Sekretariat DPRD . Membuat surat teguran terhadap pegawai yang melanggar disiplin . Pasal 133 (1) Sub Bagian Perlengkapan.m. c. ATK serta peralatan kantor lainnya . Rumah Tangga dan Keamanan. Membuat laporan perkembangan pegawai .

p. Mengurus administrasi dan perbaikan kendaraan dinas. materi dan jadwal rapat . b. mengatur dan menertibkan kendaraan bermotor. t. c. g. Mengurus transportasi penjemputan / pengantaran tamu-tamu Pimpinan / anggota yang ditentukan oleh Pimpinan / anggota dan Sekretariat DPRD . r. j. Melaporkan pemakaian peralatan dan perlengkapan. komisi-komisi dan panitia-panitia DPRD . risalah rapat / kesimpulan rapat. pleno rapat . ATK dan barang barang pantry lainnya kepada Kepala Bagian. Mengurus tenaga supir mobil-mobil pimpinan / anggota yang telah ditentukan oleh Pimpinan . Mengurus personil keamanan dan ketertiban kawasan kantor / gedung dan rumah jabatan Pimpinan DPRD . Persiapan kesimpulan. tempat parkir di lingkungan kantor DPRD.l. Persiapan risalah. Persiapan rancangan agenda. m. produk . u. Mengatur penggunaan keperluan makan dan minum kegiatan rapat-rapat .produk hukum. pidato Pimpinan rapat. Pengkoordinasian pelaksanaan terselenggaranya rapat-rapat . unjuk rasa (demonstran). Pelaksanaan tugas lainnya di bidang Persidangan dan Risalah yang diberikan oleh Sekretaris DPRD. k. i. m. l. Mengatur ketertiban para tamu. Paragraf 2 Bagian Persidangan dan Risalah Pasal 134 (1) Bagian Persidangan dan Risalah mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris DPRD dalam menyiapkan kegiatan rapat – rapat. koordinasi penyelenggaraan kegiatan peninjauan / kunjungan kerja / study banding Pimpinan dan anggota DPRD. Pemberian dukungan administrasi dan fasilitas bagi kelancaran kegiatan fraksi-fraksi. Mengurus surat dokumentasi mobil dinas serta pembayaran pajak kendaraan dinas . . Rumah Tangga dan Keamanan yang diberikan oleh Kepala Bagian. Persiapan daftar hadir dan absensi rapat . Melaksanakan tugas lainnya di bidang Perlengkapan. f. seperti materi rapat. s. merencanakan dan mendistribusikan pemakaian BBM Pimpinan / anggota dan Pegawai Sekretariat DPRD . h. Mempersiapkan dan melakukan pengawasan secara elektronik atau CCTV Sistem . n. Persiapan administrasi peninjauan/kunjungan kerja/study banding Pimpinan anggota DPRD . d. Persiapan kegiatan rapat-rapat . e. Persiapan administrasi nota dinas pimpinan rapat dan pimpinan DPRD . Bagian Persidangan dan Risalah mempunyai fungsi : a. o. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). q. Memberikan laporan pelaksanaan kegiatan rapat-rapat . Persiapan risalah sementara Rapat Paripurna . Persiapan bahan-bahan atau materi rapat . berita acara dan catatan rapat-rapat .

Membuat Berita acara.(3) a. Menyusun notulen rapat menjadi risalah rapat dan membagikannya kepada peserta rapat untuk mengetahui hasil dan perkembangan rapat . Memubuat risalah dan Produk Dewan lainnya . f. b. k. d. h. Membuat jadwal kegiatan rapat . Menghimpun bahan-bahan untuk menyiapkan produk DPRD . Melaksanakan tugas lainnya di bidang Risalah dan Materi sidang yang diberikan oleh Kepala Bagian. j. Mempersiapkan bahan-bahan yang berhubungan dengan materi sidang . Pasal 136 (1) Sub Bagian Risalah dan Materi Sidang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas-tugas yang ada pada Sub Bagian Risalah dan Materi Sidang. (2) Uraian Tugas yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Menghimpun dan mengklasifikasikan produk DPRD . b. Melaksanakan tugas lainnya di bidang Persidangan dan rapat-rapat yang diberikan oleh Kepala Bagian. e. Membuat kesimpulan dan catatan rapat . c. Komisi dan Fraksi. Mempersiapkan tim penyusunan bahan dan hasil rapat . h. Mempersiapkan konsep pidato Ketua DPRD pada rapat-rapat baik didalam gedung maupun diluar gedung . c. Sub Bagian Risalah dan Materi Sidang. Membuat risalah sementara Rapat Paripurna sampai menjadi Risalah resmi . Mempersiapkan dan mengurus absensi rapat Anggota DPRD . Mempersiapkan dan mendristribusikan bahan-bahan rapat . Pasal 135 (1) Kepala Sub Bagian Persidangan dan rapat-rapat mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas-tugas yang ada pada Sub Bagian Persidangan dan rapat-rapat. d. notulen dan catatan Rapat . Mengumpulkan dan mengolah data sistem filing . Keputusan Pimpinan yang merupakan hasil dan Keputusan kegiatan rapat-rapat : i. b. c. g. Mempersiapkan dan mengkoordinasikan terselenggaranya acara-acara rapat. (2) Uraian Tugas yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Mempersiapkan daftar hadir Tamu dalam setiap rapat . i. f. j. Menyusun dan mempersiapkan daftar evaluasi tentang kegiatan rapatrapat . Membuat laporan Triwulan dan Tahunan tentang kegiatan rapat-rapat . Bagian Persidangan dan Risalah terdiri: Sub Bagian Persidangan dan Rapat-rapat. Pasal 137 . g. Sub Bagian Kepanitiaan. Mempersiapkan konsep Keputusan DPRD. e.

Komisi dan Kepanitiaan . h. Komisi dan Kepanitiaan . pembinaan dan pengembangan hubungan masyarakat. Pemberian saran pertimbangan kepada Sekretaris DPRD mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keprotokolan dan kehumasan DPRD . d. Penataan dokumen kegiatan DPRD dan naskah lainnya yang dipandang perlu . Melaksanakan tugas lainnya di bidang Kepanitiaan. j. perpustakaan dan pengkajian data-data serta pengelolaan dan penyajian informasi. Mempersiapkan bahan-bahan rapat Fraksi.Memfasilitasikan kegiatan Fraksi. Pemerintah dan masyarakat . produk produk Hukum seperti Undang-Undang. Komisi dan Kepanitiaan . (2) Uraian Tugas yang dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. Komisi dan Kepanitiaan .(1) Sub Bagian Kepanitiaan. i. Komisi dan Fraksi.Pengumpulan bahan bahan. Pengkajian. Penanganan dan pemberitaan kegiatan DPRD . penyaringan dan pengolahan/ analisa informasi . b. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pemberian fasilitasi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya kepada DPRD . i. c. Komisi dan Kepanitiaan . Mengurus administrasi peninjauan/kunjungan/study banding Fraksi. Penyiapan bahan penyusunan pedoman dan tehnis pembinaan pengembangan hubungan masyarakat . Peraturan Pemerintah. Mempersiapkan agenda/jadwal rapat-rapat Fraksi. Komisi dan Kepanitiaan . (3) Bagian Hukum dan Pelayanan Informasi terdiri dari: . g. b. Pelaksanaan tugas lainnya di bidang Hukum dan Palayanan Informasi yang diberikan oleh Sekretaris DPRD. Membuat kesimpulan dan catatan rapat-rapat Fraksi. Komisi dan Kepanitiaan .Mengkoordinir pelaksanaan rapat-rapat Fraksi. e. d. Keputusan Menteri dan bahan-bahan lainnya . pengolahan dan pelayanan informasi serta pembinaan perpustakaan . Bagian Hukum dan Pelayanan Informasi mempunyai fungsi : a. Mempersiapkan daftar hadir Fraksi. e. c.Pemberian fasilitasi hubungan timbal balik antara DPRD. Komisi dan Fraksi mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas-tugas yang ada pada Sub Bagian Kepanitiaan. f.Mengumpulkan dan mengolah data sistem filing . Paragraf 3 Bagian Hukum dan Pelayanan Informasi Pasal 138 (1) Bagian Hukum dan Pelayanan Informasi mempunyai tugas membantu Sekretaris DPRD dalam menyiapkan produk-produk hukum. Pengumpulan. penerimaan aspirasi. h. g. Komisi dan Fraksi yang diberikan oleh Kepala Bagian. f. keprotokolan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful