Anda di halaman 1dari 31

1) 2) 3)

Ahli Strategi, Pengembang Agronas Gizifood: Industri Pangan Tradisional Berbasis Iptek Pertama & Terbesar di Indonesia, Disampaikan dalam Diklat Kewirausahaan LPPM UB & Pemprov Jatim di Gondanglegi, Malang, Kamis, 2 September 2010 Agronas@gmail.com; universitasbrawijaya@gmail.com; 0341 9990999

Pembuka
Al Quran Surat ke-93 ADH DHUHA Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Demi waktu Dluha dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada (pula) membencimu, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati)mu puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Daftar Isi:
1) Pendahuluan
2) Pemahaman tentang Tujuan Hidup 3) Pengertian wirausaha

4) Mengapa harus berwirausaha?


5) Siapa yang harus berwirausaha 6) Kapan memulai wirausaha? 7) Bagaimana berwirausaha? 8) Penutup

Apakah Tujuan Kita Hidup

Tujuan hidup adalah beribadah/mengabdi kepada Allah Subhanahu wa Taala

Dua macam wujud ibadah

(menurut tujuannya)

1) Ibadah individual: sebagai pengabdian individual

kepada Allah Subhanahu wa Taala yang ditujukan untuk diri sendiri, contoh: syahadat, sholat, puasa, haji 2) Ibadah sosial: sebagai pengabdian individual kepada Allah Subhanahu wa Taala yang ditujukan untuk masyarakat, contoh: zakat Kedua macam ibadah diharuskan berdampak positif untuk masyarakat

Penunjang Ibadah
Semua ibadah bisa dilaksanakan secara sempurna apabila ada penunjangnya. Salah satu penunjang penting ialah pemilikan atas sumber daya. Banyak ayat dalam Kitab Suci & Hadits Nabi memerintahkan pemilikan sumber daya Memiliki sumber daya=kaya Sebaliknya=miskin

Ingat:
1) Kefakiran bisa mendekatkan orang pada kekafiran

(=kekayaan bisa mendekatkan orang pada kesyukuran/keimanan) 2) Orang mukmin yang kuat lebih mulia dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah 3) Berjihadlah di Jalan Allah dengan dengan harta dan dengan dirimu. Inilah yang lebih baik bagimu apabila kamu mengetahui 4) Dirikanlah shalat dan bayarlah zakat

Jadi
Kaya bukan tujuan, melainkan sarana untuk beribadah secara lebih sempurna. Orang kaya akan menghadapi 2 pertanyaan di akhirat, yaitu: 1) dari mana hartamu, 2) ke mana hartamu engkau belanjakan Orang miskin akan menghadapi pertanyaan yang lebih banyak dan lebih sulit (naudzubillah) Pilih mana, kaya apa miskin? Pilihlah untuk menjadi kaya Kaya itu pilihan???

Pengertian Wirausaha
Wira: utama, pemimpin, satria, pahlawan Usaha: upaya, bisnis, company, corporation Wirausaha: orang yang memimpin bisnis (bukan manajemen, karyawan, buruh, pekerja, investor)

Struktur umum organisasi perusahaan


Pemilik/pemimpin/wirausaha (yang memiliki laba & resiko)

Manajemen/pengelola (orang yang dibayar untuk mengelola, tidak memiliki laba & resiko)

Karyawan/Pegawai/Pekerja/Buruh (yang tidak memiliki laba & resiko)

Mengapa harus berwirausaha?


Wirausaha: memiliki laba, memiliki resiko, menanggung konsekuensi laba/untung atau rugi Konsekuensi untung: mengumpulkan kekayaan Konsekuensi rugi: bangkrut Sehingga wirausaha bisa kaya/miskin (lebih banyak yang kaya) Manajemen: memperoleh sedikit bagian dari laba, menanggung sedikit bagian dari rugi Sehingga manajemen bisa sedikit kaya/sedikit miskin (kaya koq sedikit) Buruh: memperoleh sangat sedikit bagian dari laba, menanggung sangat sedikit bagian dari rugi Sehingga buruh nyaris tidak ada yang kaya

Perbandingan Wirausaha, Manajemen & Buruh


Variabel Pemilikan Bagian dari Laba
Bagian dari Rugi/resiko

Wirausaha Ya Besar
Besar

Manajemen Tidak Kecil


Kecil Kecil Kecil

Buruh Tidak Sangat kecil


Sangat kecil Tidak ada Besar

Kemungkinan Besar kaya Kemungkinan Besar miskin

Pilih mana?
1) Menjadi wirausaha, manajemen atau buruh? 2) Kaya atau miskin?

Wirausaha mendekatkan pada kekayaan (bila berhasil) atau kemiskinan (bila bangkrut)? Manajemen mendekatkan pada sedikit kekayaan (bila perusahaan berhasil) dan sedikit kemiskinan (bila bangkrut)? Buruh mendekatkan pada kemiskinan

Penyebab kemiskinan
1)

2)
3)

4) 5)

Dimiskinkan (=kemiskinan struktural), mis: 1. kerja sulit, waktu banyak (nghabiskan waktu, gaji kecil, honorarium sedikit, bbm mahal, telpon mahal, listrik mahal, pendidikan mahal, sembako mahal, 2. Pinjaman dengan bunga tinggi 3. Inflasi 4. Orang kaya/negara yang kikir Memiskinkan diri (=kemiskinan kultural), misalnya malas, lemes, aras2en, rapuh, korupsi, nggak mau berusaha Nasib, misalnya nasabnya orang miskin (tetapi ingat: Tuhan tidak akan merubah nasib sebelum manusia merubah nasibnya sendiri=Tuhan akan merubah nasib setelah manusia merubah nasibnya sendiri) Tidak tahu caranya kaya Tidak mampu melaksanakan pengetahuan untuk menjadi kaya

Penyebab kekayaan
Dikayakan (=kekayaan struktural), mis: 1. Kerja mudah, waktu sedikit, gaji banyak, honorarium banyak, bbm ditanggung, telpon ditanggung, pendidikan ditanggung, sembako gratis, 2. Pinjaman dengan bunga murah atau tanpa bunga 3. Deflasi 4. Hibah 2) Mengkayakan diri (=kekayaan kultural), mis: rajin, kuat, giat, tangguh, ulet 3) Nasib, misalnya nasabnya orang kaya (tetapi ingat: Tuhan tidak akan merubah nasib sebelum manusia merubah nasibnya sendiri= Tuhan akan merubah nasib setelah manusia merubah nasibnya sendiri)
1)

Kaya artinya
1) Mempunyai sumber daya
2) Mempunyai simbol-simbol kekayaan:

Emas 2. Tanah 3. Rumah 4. Kendaraan 5. Isteri-isteri 3) Mandiri


1.

Siapa yang harus berwirausaha?


Semua orang harus dan bisa berwirausaha Tidak semua orang kaya kenaikan-nya orang kaya Ada orang kaya kenaikan-nya orang miskin Tidak semua orang miskin keturunan-nya orang miskin. Nasib bukan berarti berdiam diri, pasrah tanpa usaha Berdoa & berusaha sebaik-baiknya baru kemudian pasrah, ikhlas, nrimo, legowo, ridlo Nasib bisa dirubah dengan berdoa & berusaha Terserah kita, mau berubah menuju lebih baik atau berdiam diri saja

Kapan Mulai Berwirausaha?


Sekarang!!!
Bagi mahasiswa, jangan menunggu lulus Bagi sarjana, jangan menunggu gagal mencari-cari pekerjaan Bagi pegawai, jangan menunggu pensiun Bagi buruh, jangan menunggu tua Bagi yang punya anak kecil, jangan menunggu anaknya besar Bagi yang muda, jangan menunggu tua Bagi yang tua, jangan menunggu mati Jangan betah-betah menanggung kemiskinan!!!

Lebih baik sekarang


Kaya di waktu muda lebih enak dan lebih baik daripada kaya ketika tua Kaya sekarang lebih enak dan lebih baik daripada kaya diwaktu mendatang Jangan menunda-nunda untuk urusan yang baik Jangan betah-betah menanggung kemiskinan!!! Betah sabar Sabar= tabah dan teguh dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT

Orang Muda dibandingkan Orang Tua


No Orang Muda 1 Tahes 2 Komes Orang tua Sakit2an (atau sakit beneran), Keyes

3 4 5 6 7

Cakep Masih kuat Miskin Menarik Sedikit dosanya, sedikit amalnya

Biasa Sudah kuat Kaya Mendorong atau didorong Banyak dosanya, banyak amalnya

Kaya Muda dibandingkan Kaya Tua


No
1 2

Kaya Muda
Boleh makan apa saja Pantes pake apa saja (kalungan rante, gembok, jeans, moge, classic car, offroader) Masih kuat Enak >>> Lebih banyak kontribusinya kepada masyarakat, ummat manusia, bangsa dan negara Sedikit dosanya, banyak amalnya

Kaya tua
Banyak pantangan Tidak selalu pastes pake apa saja

3 4 5

Sudah kuat Enak > ???

Banyak dosanya, banyak amalnya ???

Bagaimana berwirausaha?
1)
2)

3) 4) 5) 6) 7) 8)

Menata niat untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Taala Memperbaiki diri: bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Taala Belajar dari praktisi Memilih usaha Mengusahakan modal Menjalankan usaha Mengembangkan usaha Memilih untuk menjadi kaya (Menjaga keberlanjutan usaha)

Manajemen Usaha
1) Menata niat untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Taala

Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala

Manajemen Usaha
2) Memperbaiki diri: bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Taala

Berhijrah dari keburukan menuju kebaikan; Berhijrah dari kemiskinan menuju kesejahteraan; Berhijrah dari kekurangan menuju kecukupan; Berhijrah dari malas menuju rajin; Berhijrah dari curang menuju jujur; Berhijrah dari berlambat-lambat menuju cepat2 Berhijrah dari kegelapan menuju cahaya

Manajemen Usaha
3) Belajar dari praktisi

Magang ke ahli/praktisi, misalnya pengusaha yang berhasil. Belajar dari keberhasilan dan kegagalan mereka. Menggunakan yang baik dan membuang yang buruk. 1)Nyonto 2)Niteni 3)Ngapii (Bahasa Jawa)

Manajemen Usaha
4) Memilih usaha, antara lain berdasarkan pertimbangan: 1) Kemudahan 2) Kemampuan 3) Ketersediaan bahan baku dan bahan penunjang 4) Pemasaran 5) Lain-lain

Manajemen Usaha
5) Mengusahakan modal Modal bisa berasal dari: 1) Dana sendiri 2) Hibah 3) Urunan 4) Pinjaman 5) Lain-lain

Manajemen Usaha
6) Menjalankan usaha 1) Pertama-tama, usaha jalankan sendiri (bisa dengan keluarga teman yang amanah) 2) Barulah bila sudah berkembang, usaha bisa diamanahkan ke orang lain 3) Tidak selalu usaha langsung berhasil; sepanjang diupayakan dengan sungguh2, kegagalan adalah kebaikan. 4) Iptek bisa membantu banyak hal: produksi, pemasaran, membaca orang, berhubungan baik dengan orang. 5) Ulet, tangguh, tidak mudah menyerah, berani dengan penuh perhitungan menunjang keberhasilan. 6) Terus berdoa, memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Taala

Manajemen Usaha
7) Mengembangkan usaha 1) Berhemat, belanja untuk bertahan hidup dan keperluan produktif. Memenuhi kebutuhan, bukan keinginan. 2) Hutang hanya boleh untuk keperluan produktif, bukan konsumtif. 3) Yakinilah bahwa keberhasilan adalah anugerah Allah Subhanahu wa Taala, bukan usaha sendiri 4) Terus berdoa, memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Taala

Manajemen Usaha
8) Memilih untuk menjadi kaya 1) Berbuat baik kepada orang tua, karib kerabat, anakanak yatim, orang-orang miskin 2) Berzakat, infaq, sedekah 3) Berinvestasi, berhemat, belanja untuk bertahan hidup dan keperluan produktif. Memenuhi kebutuhan, bukan keinginan. 4) Hutang hanya boleh untuk keperluan produktif, bukan konsumtif. 5) Yakinilah bahwa keberhasilan adalah anugerah Allah Subhanahu wa Taala, bukan usaha sendiri 6) Terus berdoa, memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Taala

Penutup: belajar dari Rasulullah SAW


Rasulullah lahir dalam keadaan yatim, miskin, 6 tahun yatim piatu, 8 tahun dididik oleh Abdul Muthalib (kakeknya) 8 tahun 2 bulan Abdul Muthalib wafat, lalu Muhammad diasuh pamannya Muhammad mulai mencari nafkah sendiri dengan menjadi penggembala 12 tahun (seusia kelas 6 SD!) perjalanan dagang pertama ke Syria, ribuan kilometer 25 tahun menjadi profesional muda: telah menempuh perjalanan dagang 4x ke Syria, 2x ke Bahrain, 4x ke Yaman dll; total 16x perjalanan dagang Setiap perjalanan memperoleh untung senilai 2 ekor induk onta 25 tahun menikah dan memberi maskawin 20 ekor unta muda (20xRp25-65 juta=Rp.500-1300 juta!)