Anda di halaman 1dari 5

Seseorang yang mengalami henti napas ataupun henti jantung belum tentu ia mengalami kematian, mereka masih dapat

ditolong. Dengan melakukan tindakan pertolongan pertama, seseorang yang henti napas dan henti jantung dapat dipulihkan kembali.Tindakan pertolongan pertama yang dilakukan untuk memulihkan kembali seseorang yang mengalami henti napas dan henti jantung disebut bantuan hidup dasar, atau dalam istilah Inggris disebut Basic Life Support. Algoritma Bantuan Hidup Dasar Jika menemukan seseorang (selanjutnya disebut penderita) dalam keadaan tidak sadar, lakukan : Perhatikan keadaan sekitar.Perhatikan dahulu keselamatan diri anda sebelum menolong orang lain. * Periksa apakah penderita tersebut tidak responsif, lakukan dengan mengguncangkan tubuhnya atau panggil dengan nama sapaan. * Mintalah bantuan Jika penderita tidak responsif, lakukan : Mulailah ABC, yaitu : A, Airway. Yang pertama harus dinilai adalah kelancaran jalan napas. Ini meliputi pemeriksaan adanya sumbatan jalan napas yang dapat disebabkan benda asing, fraktur tulang wajah, fraktur rahang bawah atau rahang atas, fraktur batang tenggorok. Usaha untuk membebaskan airway harus melindungi tulang leher. Dalam hal ini dapat dilakukan chin lift atau jaw thrust. Pada penderita yang dapat berbicara, dapat dianggap jalan napas bersih, walaupun demikian penilaian ulang terhadap airway harus tetap dilakukan. B, Breathing. Airway yang baik tidak menjamin ventilasi yang baik. Pertukaran gas yang terjadi pada saat bernapas mutlak untuk pertukaran oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dari tubuh. Ventilasi yang baik meliputi fungsi yang baik dari paru, dinding dada, dan diafragma. Setiap komponen ini harus dievaluasi dengan cepat. Periksa breathing dengan cara Lihat, Dengar, dan Rasakan. Jika penderita bernapas : Jika pernapasannya optimal dengan frekuensi normal, tempatkan penderita pada posisi pemulihan. Jika pernapasannya tidak optimal dan frekuensinya lebih cepat atau lebih lambat dari normal, lakukan tiupan napas dengan 1 tiupan setiap 5 detik. Periksa denyut nadi pada daerah samping leher, tiap 30 sampai 60 detik. Jika penderita tidak bernapas : Lakukan pernapasan dari mulut ke mulut (mouth to mouth) atau dari mulut ke hidung (mouth to nose),dengan tiupan napas perlahan. Lakukan 2 detik per tiupan napas. Periksa C (Circulation), dengan cek denyut nadi. Penderita dengan sirkulasi : Mulai lakukan pernapasan buatan, 1 tiupan napas tiap 5 detik. Monitor terus denyut nadi tiap 30 sampai 60 detik. Penderita tanpa sirkulasi : Mulailah kompresi dada Kombinasikan kompresi dan pernapasan buatan (disebut resusitasi jantung paru) Lakukan dengan 15 kompresi dan 2 tiupan napas. Lakukan terus kompresi dan pernapasan buatan sampai ditemukan adanya denyut nadi dan pernapasan spontan dari penderita. Jika penderita masih terus mengalami henti napas dan henti jantung, lakukan terus tindakan diatas sampai : Anda merasa lelah. Bantuan dari petugas kesehatan datang. Jika Terjadi Kecelakaan Jika Anda mendengar teriakan atau melihat darah, berarti ada suatu kecelakaan, dan kemungkinan ada seseorang yang terluka. Anda menyadari ia butuh pertolongan, dan Anda berada paling dekat dengannya. Sadarilah bahwa tindakan pertolongan Anda selama beberapa menit ke depan bisa menjadi penentu. Seberapa Serius Kecelakaannya? Jangan panik. Cobalah mengetahui seberapa serius kecelakaannya secara cepat. Ini akan mempermudah Anda dalam bertindak cepat untuk menolongnya, apa pun bentuk pertolongan yang dibutuhkannya. Jangan Panik Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan seberapa baik Anda dapat mencegah cideranya bertambah parah. Yang paling penting sebelum melakukan penanganan adalah memindahkan korban dari tempat kecelakaan bila situasinya membahayakan. Anda harus mengetahui penyebab kecelakaan dan menghentikannya, apakah itu berupa penghentian crane, pemadaman api, atau pemindahan mesin. Maka, jangan panik, namun tetap waspada! Pertolongan Darurat Bila Anda mengetahui bahwa korban membutuhkan pertolongan secepatnya, penting bagi Anda untuk mengetahui keadaan sirkulasi saluran pernapasan: A. Saluran pernapasan korban jangan sampai terhalang. B. Bila korban tidak bernapas, segera lakukan pernapasan buatan. C. Bila tidak ada denyut nadi, lakukan Resusitasi Jantung Paru-RJP (Cardio Pulmonary Resuscitation-CPR). Untuk panduan lebih jelas, silakan lihat di Resusitasi Jantung Paru-RJP (Cardio Pulmonary Resuscitation-CPR). Cari Bantuan Bila Diperlukan Anda harus bisa menentukan apakahAnda bisa menangani korban sendirian. Bila Anda merasa memerlukan bantuan, carilah bantuan secepatnya. Bertindaklah secara tenang sambil menilai situasi. Jangan lupa untuk melakukan pertolongan pertama secara terus-menerus dan dampingi korban sampai bantuan datang. Bila penderita tidak bernapas dan nadinya teraba tidak berdenyut, mulailah lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau juga dikenal sebagai Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR). CPR adalah kombinasi pemijatan (masase) jantung dari luar dan

resusitasi mulut ke mulut. Untuk melakukan hal ini, sebaiknya penolong telah mengikuti pelatihan P3K untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dalam melakukan tindakan agar tidak menambah cidera pada penderita. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan. Jika pasien ternyata tidak menunjukkan adanya denyut dan biji mata melebar dan tampak seperti mati:

1. 2. 3. 4.

Cari bantuan. Atur Posisi korban. Tengadahkan kepala pasien ke belakang. Carilah titik tekanan yang tepat dengan terlebih dahulu menentukan letak titik ujung tulang dada (sternum). Titik tekanan terletak sejauh dua Lebar jari di atasnya. 5. Letakkan telapak tangan Anda di atas titik tekanan tersebut. Angkat jari Anda menjauhi permukaan dada. 6. Tekan lurus ke bawah sebanyak 80 hingga 100 kali per menit. Tekan seeara vertikal, siku pada posisi lurus. 7. Tekan ke bawah ke arah dada sedalam 2 hingga 3 cm untuk orang dewasa. 8. Ingat bahwa setelah setiap tekanan ke-30, Anda harus meniupkan udara ke dalam paru-paru dua kali secara berurutan. 9. Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah arteri yang menyalurkan oksigen ke otot jantung terhalang. Serangan jantung umumnya menyebabkan nyeri dada tidak lebih dari 15 menit. Namun, serangan jantung tidak memiliki gejala atau tanda. Serangan jantung berupa nyeri dada yang dipicu oleh kegiatan yang melelahkan dan hilang dengan istirahat.Serangan jantung dapat berupa : 10. Tekanan tidak nyaman, sakit yang menekan bagian tengah dada selama beberapa menit. Sakitnya menyebar sampai ke pundak, leher, atau lengan. Kepala ringan, pingsan, berkeringat. Bila anda atau orang lain mengalami serangan jantung : 1. Hubungi gawat darurat. Jangan biarkan gejala serangan jantung lebih dari 5 menit. Jika anda tidak memiliki akses ke nomor gawat darurat, mintalah teman atau tetangga anda membawa anda ke rumah sakit terdekat. Minumlah nitrogliserin, bila diresepkan dokter. Bila anda mengalami serangan jantung dan dokter anda pernah meresepkan nitrogliserin sebelumnya, minumlah sesuai anjuran. Jangan mengambil nitrogliserin orang lain. Mulailah pernapasan buatan (CPR=cardiopulmonary resuscitation). Bila orang yang diduga mengalami serangan jantung pingsan, tenaga medis dapat menyarankan anda memulai CPR. Bahkan untuk orang yang tidak terlatih, tenaga medis dapat memberikan instruksi sampai bantuan datang. Setiap orang seharusnya mengetahui pertolongan pertama karena jika jantung berhenti berdenyut maka otaknya tidak akan selamat lebih dari 3 atau 4 menit tanpa oksigen dan seringnya tidak cukup waktu sampai ambulans datang. Pelatihan pertolongan pertama merupakan gabungan pengetahuan umum, percaya diri dan logika karena tidak sulit ataupun menghabiskan waktu untuk mempelajarinya.Cardiopulmonary resuscitation (CPR) 2. Cardiopulmonary resuscitation (CPR) adalah teknik penyelamatan hidup yang berguna dalam berbagai kasus gawat, baik serangan jantung maupun hampir tenggelam, dimana seseorang berhenti bernapas atau detak jantung berhenti. CPR meliputi kombinasi pertolongan pernapasan mulut ke mulut dan penekanan pada dada untuk menjaga agar darah yang mengandung oksigen mengalir ke otak dan organ penting lainnya sampai penanganan medis lebih lanjut dapat memulihkan denyut jantung normal. 3. Ketika jantung berhenti, absennya darah yang mengandung oksigen dapat menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat dipulihkan hanya dalam beberapa menit. Kematian akan terjadi dalam 8-10 menit. Waktu menjadi sangat penting ketika anda menolong orang pingsan yang tidak bernapas. Untuk mempelajari CPR dengan baik, ambil kursus pertolongan pertama yang terakreditasi meliputi CPR dan bagaimana menggunakan automated external defibrillator (AED). 4. Pelajari situasi sebelum memulai CPR: 1. Apakah pasien tersebut sadar atau tidak sadar? 2. Bila pasien tidak sadar, tepuk atau goncang pundaknya dan bertanya dengan keras, Anda baik-baik saja? 3. Bila pasien tidak memberi jawaban, hubungi bagian gawat darurat (118 atau 119 untuk ambulans) atau minta orang lain yang melakukannya. 4. Tapi, bila anda sendirian dan korban adalah bayi atau anak berumur 1 sampai 8 bulan yang memerlukan CPR, berikan CPR selama 2 menit sebelum mencari bantuan. Ingatlah ABC:Airway, Breathing and Circulation untuk mengingat langkah-langkah yang dijelaskan di bawah ini.

11. AIRWAY: Bukalah jalan udara 12. Letakkan pasien secara terlentang pada tempat yang kokoh.Berlututlah di dekat pipi dan bahu pasien Bukalah jalan udara pasien dengan memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu. Letakkan telapak tangan anda pada dahi pasien dan dengan halus dorong ke bawah. Lalu tangan satunya gerakkan dagu ke depan untuk membuka jalan udara. 13. Periksa napas normal, dalam waktu tidak lebih dari 10 detik: perhatikan gerakan dada, dengarkan bunyi napas, dan rasakan napas pasien di pipi dan telinga anda. Jangan mengira bahwa hembusan napas pasien berupa napas normal. Bila pasien tidak bernapas secara normal atau anda tidak yakin, mulailah pernapasan mulut ke mulut. 14. BREATHING: Bernapaslah ke pasien 15. Pernapasan penyelamatan dapat berupa pernapasan mulut ke mulut atau mulut ke hidung bila mulut terluka serius atau mulut tidak bisa dibuka.Dengan jalan udara terbuka (memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu), jepit hidung pasien untuk pernapasan mulut ke mulut lalu tutupi mulut pasien dengan mulut anda. Siapkan diri anda untuk memberikan 2 napas. Berikan napas pertama (tahan selama 1 detik) lalu perhatikan apakah dada naik, Jika tidak naik maka berikan napas kedua. Jika dada tidak naik, ulangi memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu, lalu berikan pernapasan kedua.

Mulailah menekan dada- lihat "CIRCULATION" di bawah. 16. CIRCULATION: Memulihkan sirkulasi darah 1. Letakkan bagian dalam salah satu tangan anda di atas bagian tengah dada pasien. Taruhlah tangan lainnya di atas tangan yang pertama. Jaga siku anda lurus dan posisi bahu anda tepat di atas tangan anda. 17. 2. Gunakan berat badan bagian atas (tidak hanya lengan anda) ketika anda mendorong ke bawah (menekan) dada 4 5,5 cm. Dorong kuat dan cepat-berikan dua tekanan tiap detik atau sekitar 100 tekanan tiap menit

18. 3. Setelah 30 tekanan, miringkan kepala ke belakang-angkat dagu untuk membuka jalan udara. Bersiaplah untuk memberikan 2 pernapasan penyelamat. Jepit ujung hidung dan berikan napas ke mulut pasien selama 1 detik. Jika dada naik berikan napas kedua. Jika tidak naik, ulangi memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu dan berikan napas kedua. Itu satu siklus. Jika ada orang lain selain anda, minta orang tersebut berikan dua napas setelah anda melakukan 30 tekanan. 4. Jika pasien tidak bergerak setelah 5 siklus (sekitar 2 menit) dan sebuah automated external defibrillator (AED) tersedia, bukalah kotak dan ikuti petunjuknya. Jika anda tidak terlatih menggunakan AED, petugas gawat darurat bisa membimbing anda dalam menggunakannya. Staf terlatih pada banyak tempat umum juga banyak tersedia. Gunakan bantal anak-anak untuk anak-anak usia 1 sampai 8 tahun. Jika tidak ada gunakan bantal dewasa. Jangan gunakan AED untuk bayi yang lebih muda dari 1 tahun. Jika AED tidak tersedia ikuti langkah no.5 5. Ulangi CPR sampai ada tanda pergerakan atau sampai personil medis gawat darurat mengambil alih. Tiba2 anda merasa sakit yang sangat didada, dan mulai menjalar ke lengan dan dagu.Saat sendirian,kena serangan jantung,bagaimana cara pertolongan pertamanya ? Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan ia hanya mempunyai waktu kira2 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran dan pingsan Jika disekitarnya tidak ada orang memberi pertolongan pertama penderita harus menggunakan 10 detik yang singkat ini usaha menolong diri-sendiri Harus bagaimana???Jangan panik,usahakan berbatuk terus dengan sekuat tenaga setiap kali sebelum

batuk, harus tarik nafas dalam2 Kemudian berbatuk dengan kuat2,dalam2 dan panjang2seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada.Setiap selang dua detik, harus tarik nafas sekali dan berbatuk sekali.hingga pertolongan tiba, atau hingga merasa denyut jantung sudah normal, baru boleh istirahat Tujuan tarik nafas,untuk memasukan oxigen kedalam paru2 Tujuan batuk , untuk menekan jantung agar aliran darah bersirkulasi Menekan jantung juga dapat membantu denyut jantung kembali normal Pertolongan cara ini, agar penderita mempunyai kesempatan pergi ke rumah sakit ILCOR adalah gabungan organisasi kegawatdaruratan dunia, dimana guidelinenya merupakan kesepakatan organisasi besar dunia dalam melakukan RJP, termasuk didalamnya adalah AHA dan ERC. Defibrilasi Seluruh Provider BHD harus dilatih untuk dapat memberikan tindakan defibrilasi karena fibrilasi ventrikel merupakan irama yang paling sering terjadi pada orang dewasa yang tidak sadar dan tidak trauma, untuk korban demikian angka keberhasilan akan meningkat ketika penolong melakukan defibrilasi dalam waktu 3-5 menit setelah kejadian. Defibrilasi segera merupakan terapi terpilih untuk fibrilasi ventrikel pada korban tidak sadar yang tersaksikan. Hasil dari RJP sebelum dilakukan defibrilasi adalah memperpanjang irama fibrilasi ventrikel, ketika petugas datang dalam waktu 4- 5 menit setelah mendapatkan informasi, periode singkat dari RJP yang telah dilakukan (1-3 menit) sebelum defibrilasi dapat meningkatkan keberhasilan untuk kembali kepada sirkulasi spontan dan angka keberhasilan RJP. Membebaskan sumbatan jalan napas oleh benda asing Manuver Heimlich Untuk mengatasi obstruksi jalan napas oleh benda asing dapat dilakukan manuver Heimlich (hentakan subdiafragmaabdomen). Suatu hentakan yang menyebabkan peningkatan tekanan pada diafragma sehingga memaksa udara yang ada didalam para-paru untuk keluar dengan cepat sehingga diharapkan dapat mendorong atau mengeluarkan benda asing yang menyumbat jalan napas. Setiap hentakan harus diberikan dengan tujuan menghilangkan obstruksi, mungkin dibutuhkan pengulangan hentakan 6-10 kali untuk membersihkan jalan napas. Pertimbangan penting dalam melakukan manuver Heimlich adalah kemungkinan kerusakan pada organ-organ besar. Manuver Heimlich pada korban sadar dengan posisi berdiri atau duduk Penolong harus berdiri di belakang korban, melingkari pinggang korban dengan kedua lengan, kemudian kepalkan satu tangan dan letakkan sisi jempol tangan kepalan pada perut korban, sedikit diatas pusar dan dibawah ujung tulang sternum. Pegang erat kepalan tangan dengan tangan lainnya. Tekan kepalan ke perut dengan hentakan yang cepat kearah atas. Setiap hentakan harus terpisah dan dengan gerakan yang jelas. Manuver Heimlich pada korban yang tergeletak (tidak sadar) Korban harus diletakkan pada posisi terlentang dengan muka keatas. Penolong berlutut disisi paha korban. Letakkan salah satu tangan pada perut korban di garis tengah sedikit di atas pusat dan jauh dibawah ujung tulang sternum, tangan kedua diletakkan diatas tangan pertama. Penolong menekan kearah perut dengan hentakan yang cepat kearah atas. Manuver ini dapat dilakukan pada korban sadar jika penolongnya terlampau pendek untuk memeluk pinggang korban. Manuver Heimlich pada yang dilakukan sendiri Pengobatan diri sendiri terhadap obstruksi jalan napas : Kepalkan sebuah tangan, letakkan sisi ibu jari pada perut diatas pusat dan dibawah tulang sternum, genggam kepalan itu dengan kuat dan berikan tekanan ke atas kearah diafragma dengan gerakan cepat, jika tidak berhasil dapat dilakukan tindakan dengan menekan perut pada tepi meja atau belakang kursi. Penyapuan jari Manuver ini hanya dilakukan atau digunakan pada korban tidak sadar, dengan muka menghadap keatas buka mulut korban dengan memegang lidah dan rahang diantara ibu jari dan jari-jarinya, kemudian mengangkat rahang bawah. Tindakan ini akan menjauhkan lidah dan kerongkongan serta menjauhkan benda asing yang mungkin menyangkut ditempat tersebut. Masukkan jari telunjuk tangan lain menelusuri bagian dalam pipi, jauh kedalam kerongkongan dibagian dasar lidah, kemudian lakukan gerakan mengait untuk melepaskan benda asing serta menggerakkan benda asing tersebut ke dalam mulut sehingga memudahkan untuk diambil. Hati-hati agar tidak mendorong benda asing lebih jauh kedalam jalan napas. Terapi Listrik (Defibrilasi) A. DEFIBRILASI Defibrilasi adalah pengobatan yang menggunakan aliran listrik dalam waktu yang singkat secara asinkron. Indikasi 1. VF 2. VT tanpa nadi 3. VT polymorphyc yang tidak stabil Defibrilasi harus dilakukan sedini mungkin dengan alasan : 1. Irama yang didapat pada permulaan henti jantung umumnya adalah ventrikel fibrilasi (VF) 2. Pengobatan yang paling efektif untuk ventrikel fibrilasi adalah defibrilasi. 3. Makin lambat defibrilasi dilakukan, makin kurang kemungkinan keberhasilannya. 4. Ventrikel fibrilasi cenderung untuk berubah menjadi asistol dalam waktu beberapa menit. Defibrilator Defibrilator adalah alat yang dapat memberikan shock listrik dan dapat menyebabkan depolarisasi sementara dari jantung yang denyutnya tidak teratur, sehingga memungkinkan timbulnya kembali aktifitas listrik jantung yang terkoordinir. Enerji dialirkan melalui suatu elektrode yang disebut paddle. Defibrilator diklasifikasikan menurut 2 tipe bentuk gelombangnya yaitu monophasic dan biphasic. Defibrilator monophasic adalah tipe defibrilator yang pertama kali diperkenalkan, defibrilator biphasic adalah defibrilator yang digunakan pada defibrilator manual yang banyak dipasarkan saat ini. 2. Jeli Jeli digunakan untuk mengurangi tahanan dada dan membantu menghantarkan aliran listrik ke jantung, jeli dioleskan pada kedua paddle. Energi Untuk VF dan VT tanpa nadi, energi awal 360 joule dengan menggunakan monophasic deflbrilator, dapat diulang tiap 2 menit dengan energi yang sama, jika menggunakan biphasic deflbrilator energi yang diperlukan berkisar antara 120 - 200 joule.

Prosedur defibrilasi 1. Nyalakan deflbrilator 2. Tentukan enerji yang diperlukan dengan cara memutar atau menggeser tombol enerji 3. Paddle diberi jeli secukupnya. 4. Letakkan paddle dengan posisi paddle apex diletakkan pada apeks jantung dan paddle sternum diletakkan pada garis sternal kanan di bawah klavikula. 5. Isi (Charge) enerji, tunggu sampai enerji terisi penuh, untuk mengetahui enerji sudah penuh, banyak macamnya tergantung dari defibrilator yang dipakai, ada yang memberi tanda dengan menunjukkan angka joule yang diset, ada pula yang memberi tanda dengan bunyi bahkan ada juga yang memberi tanda dengan nyala lampu. 6. Jika enerji sudah penuh, beri aba-aba dengan suara keras dan jelas agar tidak ada lagi anggota tim yang masih ada kontak dengan pasien atau korban, termasuk juga yang mengoperatorkan defibrilator, sebagai contoh: "Enerji siap ""Saya siap ""Tim lain siap" 7. Kaji ulang layar monitor defibrillator, pastikan irama masih VF/VT tanda nadi, pastikan enerji sesuai dengan yang diset, dan pastikan modus yang dipakai adalah asinkron, jika semua benar, berikan enerji tersebut dengan cara menekan kedua tombol discharge pada kedua paddle. Pastikan paddle menempel dengan baik pada dada pasien (beban tekanan pada paddle kira-kira 10 kg). 8. Kaji ulang di layar monitor defibrilator apakah irama berubah atau tetap sama scperti sebelum dilakukan defibrilasi, jika berubah cek nadi untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan RJP, jika tidak berubah lakukan RJP untuk selanjutnya lakukan survey kedua. Automated External Defibrilator (AED) AED adalah sebuah defibrilator yang bekerja secara komputer yang dapat : 1. Menganalisa irama jantung seorang korban yang mengalami henti jantung. 2. Mengenal irama yang dapat dilakukan tindakan defibrilasi ( shock) 3. Memberikan petunjuk pada operator ( dengan memperdengarkan suara atau dengan indikator cahaya) AED digunakan jika korban mengalami henti jantung : 1. Tidak berespon 2. Tidak bernafas 3. Nadi tidak teraba atau tanda - tanda sirkulasi lain Elektroda adhesif ditempatkan pada dada korban dan disambungkan ke mesin AED, paddle elektroda mempunyai 2 fungsi yaitu : 1. Menangkap sinyal listrik jantung dan mengirimkan sinyal tersebut ke komputer. 2. Memberikan shock melalui elektroda jika terdapat indikasi. B. KARDIOVERSI Kardioversi adalah pengobatan yang menggunakan aliran listrik dalam waktu singkat secara sinkron. Indikasi 1. Ventrikel Takikardi 2. Supra Ventrikel Takikardi 3. Atrial flutter 4. Atrial Fibrilasi Alat yang dipergunakan 1. Defibrilator yang mempunyai modus sinkron 2. Jeli 3. Troli emergensi, terutama alat bantu napas 4. Obat-obat analgetik dan sedatif 5. Elektrode EKG Energi Enerji awal untuk SVT dan Atrial Flutter adalah 50 joule, apabila tidak berhasil enerji dapat dinaikan menjadi 100 joule, 200 joule, 300 joule dan 360 joule. Untuk VT monomorphic dan Atrial Fibrilasi, enerji awal adalah 100 jule dan dapat dinaikan sampai 360 joule.Sedangkan untuk VT polymorphic besarnya energi dan modus yang dipakai sama dengan yang digunakan pada tindakan defibrilasi Prosedur Prosedur tindakan kardioversi sama dengan tindakan deflbrilasi, hanya pada saat menekan tombol discharge kedua tombol tersebut harus ditekan agak lama, karena modul yang dipakai adalah modul sinkron dimana pada modul ini energi akan dikeluarkan (diberikan ) beberapa milidetik setelah defibrilator tersebut menangkap gelombang QRS. jika deflbrilator tidak dapat menangkap gelombang QRS enerji tidak akan keluar. Pasien dengan takikardi walaupun mungkin keadaannya tidak stabil akan tetapi kadang pasiennya masih sadar, oleh sebab itu jika diperlukan tindakan kardioversi, maka pasien perlu diberikan obat sedasi dengan atau tanpa analgetik.