Anda di halaman 1dari 31

CASE REPORT SESSION 3

Masalah Kesehatan
Global, Regional, Nasional

Masalah Kesehatan lokal


Pemaparan masalah kesehatan yang dihadapi

Analisa manajemen Perencanaan

Program pelayanan Puskesmas


Penilaian dengan standar minimal pelayanan ( SPM)

Analisa manajemen Pengawasan dan evaluasi

MEN METHOD
Analisa Basic Six
Temuan permasalahan

MATERIAL
MONEY

Analisa Manajemen Pelaksanaan

Sistematisasi

Masalah Kesehatan Lokal Puskesmas Riung Bandung

Sepuluh penyakit terbanyak di UPT Puskesmas Riung Bandung Bulan Januari 2011-Maret 2011

Menular

Tidak Menular

Sepuluh penyakit terbanyak di UPT Puskesmas Riung Bandung Bulan Januari 2011-Maret 2011

Penyakit Menular
No Nama Penyakit

1 2 3
4

Nasofaringitis Akuta Penyakit Infeksi saluran nafas Atas Akut tidak spesifik Gastroduodenitis tidak spesifik Diare dan Gastroenteritis

Januari 278 224 121 82 85

Bulan Februari 193 152 71 54 61

Jumlah Maret 435 532 111 139 101

906 714
303 275 247

46,17 %

Penyakit Tidak Menular


No 1 2 3 4 5 6 Nama Penyakit Hipertensi primer Myalgia Gejala dan tanda umum lainnya Gangguan pada kulit dan jaringan subkutan yang tidak terklasifikasi Rematisme tidak spesifik Dispepsia Januari 317 94 296 137 34 3 Bulan Februari 236 214 90 91 40 37 Jumlah Maret 424 282 146 210 115 84 977 590 532 438 189 124

53,83 %

Mortalitas (Angka Kematian) Umum di Puskesmas Riung Bandung

Jumlah Kematian Bayi Di Wilayah UPT Puskesmas Riung Bandung Tahun 2008-2010
No 2008 1 TAHUN 2009 2010

Jumlah Kematian Balita Di Wilayah UPT Puskesmas Riung Bandung Tahun 2008-2010
No 2008 1 1 TAHUN 2009 1 2010 0

Jumlah Kematian Ibu Di Wilayah UPT Puskesmas Riung Bandung Tahun 2008-2010
No 2008 1 0 TAHUN 2009 1 2010 0

Jumlah Kematian Kasar Di Wilayah UPT Puskesmas Riung Bandung Tahun 2008-2010
No 2008 1 38 TAHUN 2009 53 2010 52

Pola Penyebab Kematian Di Wilayah UPT Puskesmas Riung Bandung Tahun 2010
No Penyakit Penyebab Kematian Jumlah Kematian %

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Lanjut Usia Hepatitis Hypertensi SLE Intra Uterine Fetal Death Akut Respirasi Distres Syndrome Congenital Hearth Desease Eklampsi Kanker Rahim Diabetes Mellitus Asma Stroke Kolesterol Jantung Sirotis Hepatitis Prematur Leukeumia TB. Paru Kanker Payudara Kanker Otak Ginjal Diare Hernia Bronchitis
JUMLAH

3 3 0 6 1 3 0 0 0 1 5 1 14 0 7 0 2 0 3 2 3 3 0 1 1
56

4 5,36 0,00 10,71 1,79 5,36 0,00 0,00 0,00 1,79 8,93 1,79 25,00 0,00 12,50 0,00 3,57 0,00 5,36 3,57 5,36 5,36 0,00 1,79 1,79
100,00

Status Gizi Balita di Puskesmas Riung Bandung

Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Riung Bandung Tahun 2008 2010
No 1 1 2 3 Status Gizi 2 Gizi Buruk Gizi Kurang Gizi Baik Tahun 2008 3 10 183 2,198 2009 4 20 186 1,901 2010 5 36 158 1,985

Gizi Lebih

40

55

38

Masalah Kesehatan
Global, Regional, Nasional

Masalah Kesehatan lokal


Pemaparan masalah kesehatan yang dihadapi

Analisa manajemen Perencanaan

Program pelayanan Puskesmas


Penilaian dengan standar minimal pelayanan ( SPM)

Analisa manajemen Pengawasan dan evaluasi

MEN METHOD
Analisa Basic Six
Temuan permasalahan

MATERIAL
MONEY

Analisa Manajemen Pelaksanaan

Sistematisasi

Standar Pelayanan Minimal sebagai Penilaian Cakupan Puskesmas Riung Bandung

Stratifikasi Kesenjangan Permasalahan

Alternatif Pemecahan Masalah

NO

INDIKATOR KINERJA

TARGET

PENCA PAIAN

KESEN JANGAN

MASALAH

1.

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi


a. Persentase Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) b. Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh tenaga yang memiliki kompetensi kebidanan c. Persentase Ibu Hamil Resiko Tinggi di rujuk d. Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus 90 72,56 -17,44

86

44,31

-41,69

20 65

23,81 47,46

+3,81 -17,54

Kinerja petugas kurang

e. Persentase Cakupan Kunjungan Bayi


f. Persentase Cakupan Bayi BBLR yang ditangani

90
95

35,25
100

-54,75
+5,00

2.

Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah & Usia Sekolah


a. Persentase Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita dan Pra Sekolah b. Persentase Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD dan setingkat oleh tenaga kesehatan terlatih (Guru UKS atau Dokter Kecil) c. Persentase Cakupan Pelayanan Kesehatan Remaja

60

29,40

-30,60

100

82,38

-17,62

Kinerja petugas kurang

80

20,86

-59,14

3.

Pelayanan Keluarga Berencana


a. Pemeriksaan Cakupan Peserta KB Aktif 70 66,86 -3,14 Kesadaran masyarakat masih kurang

4.

Pelayanan Imunisasi
a. Pemeriksaan Cakupan / Kelurahan UCI

TARGET 100

PENCA PAIAN 100

KESEN JANGAN 0

MASALAH

5.

Pelayanan Pengobatan & Perawatan


a. Persentase Cakupan rawat Jalan Baru b. Persentase Cakupan Rawat Inap 15 1,2 12,08 -2,92 R/R masih kurang Bukan PKM Rawat Inap

6.

Pelayanan Kesehatan Jiwa


a. Persentase Pelayanan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Umum

60

7.

Pemantauan Pertumbuhan Balita


a. Persentase Balita yang naik berat badannya (N/S) b. Persentase Balita bawah garis merah 60 16 62 1,03 +2,00 -14,97

8.

Pelayanan Gizi
a. Persentase Cakupan Balita mendapat Vit A 2x / tahun b. Persentase Cakupan Ibu Hamil mendapat 90 tablet Fe 3 c. Persentase Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada bayi BGM dari Keluarga Miskin 90 89,55 -0,45

90

74,78

-15,22

Kesadaran masy. Masih kurang

100

50

-50

Anggaran masih terbatas

9.

Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergency Dasar dan Komprehensif


a. Persentase akses terhadap ketersediaan darah dan komponen yang aman untuk menangani rujukan Ibu Hamil dan Neonatus

TARGET

PENCA PAIAN

KESEN JANGAN

MASALAH

75

Tidak ada data

b. Persentase Ibu Hamil Resiko Tinggi / Komplikasi yang tertangani


c. Persentase Neonatus Resiko Tinggi / Komplikasi yang tertangani

20

23,81

+3,81 Kesadaran Masy. Siatem referal

80

15,03

-64,97

10.

Pelayanan Gawat Darurat


a. Persentase sarana kesehatan dengan kemampuan pelayanan gawat darurat yang dapat di akses di Masyarakat

85

100

+15,00

11.

Penyelenggaraan Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Gizi buruk
a. Persentase Desa/Kelurahan mengalami KLB yang ditangani < 24 Jam b. Persentase Kecamatan bebas rawan Gizi 95 Tidak ada KLB

75

12.

Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Polio


a. Accute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000 penduduk < 15 tahun <1 Tidak ada kasus

13.

Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit TB Paru


a. Persentase kesembuhan penderita TB BTA +

TARGET > 85

PENCA PAIAN 92,31

KESEN JANGAN +7,31

MASALAH

14.

Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit ISPA


a. Persentase Cakupan Balita yang ditangani 95 100 +5,00

15.

Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit HIV - AIDS


a. Persentase klien yang mendapatkan penanganan HIV-AIDS b. Persentase Infeksi Menular Seksual yang diobati 95 95 100 +5,00 Tidak ada kasus

16.

Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)


a. Persentase penderita DBD yang ditangani 75 100 +25,00

17.

Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Diare


a. Persentase Balita dengan Diare yang ditangani 75 100 +25,00

18.

Pelayanan Kesehatan Lingkungan


a. Persentase Institusi yang dibina 65 Kinerja belum optimal

19.

Pelayanan Pengendalian Vektor


a. Rumah / Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes di luar rumah 90 95,67 +5,67 Kesadaran masyarakat masih kurang

20.

Pelayanan Hygiene Sanitasi di Tempat Umum


a. Persentase tempat umum yang memenuhi syarat

TARGET
75

PENCA PAIAN

KESEN JANGAN

MASALAH

21.

Penyuluhan Perilaku Sehat


a. Persentase Rumah Tangga Sehat b. Persentase Bayi yang mendapat ASI Eksklusif (B4) c. Persentase Desa/Kelurahan dengan garam beryodium baik d. Persentase Posyandu Purnama dan Mandiri 65 75 85 65 9,52 -55,48 Kinerja Posyandu masih kurang 43,94 73,73 -21,06 -1,27 Penyuluhan kurang

22.

Penyuluhan P3NAPZA berbasis masyarakat


a. Persentase upaya penyuluhan P3NAPZA oleh petugas kesehatan 12

23.

Pelayanan Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan


a. Persentase Ketersediaan Obat sesuai kebutuhan 90 97,45 +7,45

b. Persentase pengadaan obat essensial c. Persentase pengadaan obat generik

100 90

83,33 83,69

-16,67 -6,31

Anggaran masih terbatas

24.

Pelayanan Penggunaan Obat Generik


a. Persentase penulisan resep obat generik
50

25.

Pelayanan Pembiayaan untuk Pelayanan Kesehatan Perorangan


a. Persentase Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar 35 11,75 -23,25 Kesadaran masyarakat masih kurang

26.

Penyelenggaraan Pembiayaan Gakin& Masy. Gakin


a. Persentase Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Gakin dan Masyarakat Rentan

TARGET

PENCA PAIAN 95 61,34

KESEN JANGAN -33,66

MASALAH Anggaran masih terbatas

27.

Jenis Pelayanan yang dilaksanakan sesuai kebutuhan ( untuk daerah tertentu )


1. Pelayanan Kesehatan Kerja *) Persentase cakupan pelayanan kesehatan kerja pada pekerja formal *) 2. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut *) Persentase cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut dan usia lanjut *) 3. Pelayanan Gizi Persentase cakupan Wanita Usia Subur yang mendapatkan Kapsul Yodium *) 4. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit HIV-AIDS Persentase darah donor diskrining terhadap HIV-AIDS 5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Malaria Persentase penderita Malaria yang diobati *) 6. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Kusta *) Persentase kusta yang selesai berobat ( RFT rate *) 7. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Filariasis *) Persentase kasus Filariasis yang ditangani *) > 90 Tidak ada kasus > 90 Tidak ada kasus 0 Tidak ada kasus 0 Tidak ada kegiatan 30 22,92 -7,08 Kinerja belum optimal 98 59,81 -38,19 Kinerja belum optimal

100

Tidak ada kasus

Masalah Kesehatan
Global, Regional, Nasional

Masalah Kesehatan lokal


Pemaparan masalah kesehatan yang dihadapi

Analisa manajemen Perencanaan

Program pelayanan Puskesmas


Penilaian dengan standar minimal pelayanan ( SPM)

Analisa manajemen Pengawasan dan evaluasi

MEN METHOD
Analisa Basic Six
Temuan permasalahan

MATERIAL
MONEY

Analisa Manajemen Pelaksanaan

Sistematisasi

MASALAH PELAYANAN KESEHATAN


Masalah ?
Hasil laporan pencapaian program kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas.

PROGRAM
1. PROMOSI KESEHATAN a. b. c. d. PHBS Bayi yang mendapat ASI Eksklusif. Posyandu Purnama dan Mandiri. Penyuluhan P3NAPZA oleh petugas kesehatan

TARGET

PENCAPAIAN

KESENJANGAN

65 75 65 12

43.94 73.1 11.9 3.2

-21.06 -1.9 -53.1 -8.8

2. KESIHATAN LINGKUNGAN a. Rumah / Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes di luar rumah 100 95,67 -5,67

3. GIZI a. b. c. Balita yang naik berat badannya (N/S) Cakupan Balita mendapat Vit A 2x / tahun Cakupan Ibu Hamil mendapat 90 tablet Fe 60 90 90 54 89.55 75 -6 -0.45 -15

PROGRAM
4. PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR a. Desa/Kelurahan mengalami KLB yang ditangani < 24 Jam 5. KESEHATAN IBU ANAK DAN KB a. b. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) Cakupan Pertolongan Persalinan oleh tenaga yang memiliki kompetensi kebidanan. Cakupan Kunjungan Neonatus Cakupan Kunjungan Bayi Cakupan Peserta KB Aktif Neonatus Resiko Tinggi / Komplikasi yang tertangani

TARGET
95

PENCAPAIAN KESENJANGAN
50 -45

90 86

72,56 44,31

-17,44 -41,69

c. d. e. f.

65 90 70 80

47,46 35,25 66,86 15,03

-17,54 -54,75 -3,14 -64,97

6. BALAI PENGOBATAN a. Cakupan rawat jalan baru 15 12.08 2.92

IDENTIFIKASI MASALAH
Dari data di atas, didapatkan lima permasalahan dengan kesenjangan terbesar :
1. Neonatus Resiko Tinggi / Komplikasi yang tertangani 2. Cakupan Kunjungan Bayi 3. Posyandu Purnama dan Mandiri. 4. Desa/Kelurahan mengalami KLB yang ditangani < 24 Jam 5. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh tenaga yang memiliki kompetensi kebidanan.

1. Neonatus Resiko Tinggi / Komplikasi yang tertangani. 2. Cakupan Kunjungan Bayi. 5. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh tenaga yang memiliki kompetensi kebidanan.
Sedikit ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya ke posyandu dan puskesmas. Laporan dari pelayanan kesehatan lain kurang lengkap. Data kelahiran dari rumah sakit dan bidan swasta tidak memadai.

3. Posyandu Purnama dan Mandiri.


Dana sehat. Hambatan dana kepada kader kader tidak aktif.

4. Desa/Kelurahan mengalami KLB yang ditangani < 24 Jam.



KLB yang didapatkan adalah kasus filariasis. Masalah KLB ini juga berkaitan dengan masalah KESLING (Rumah / Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes di luar rumah) iaitu dengan kesenjangan -5,67. Walaupun kesenjangan ini tidak terlalu besar, tetapi ia sangat berpengaruh kepada kewujudan KLB Filariasis. Punca Pembiakan nyamuk di lingkungan. KLB adalah sangat bahaya kerana tidak diberi perhatian, berbeda dengan masalah lain yang sering diberi perhatian.

Definisi Kejadian Luar Biasa


Keputusan Dirjen PPM&PLP No. 451-I/PD.03.04/1999 tentang Pedoman Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Timbulnya suatu penyakit/kesakitan yang sebelumnya tidak ada/tdk diketahui Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam,hari,minggu.) Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali atau lebih dibandingkan periode sebelumnya (jam,hari,minggu,bulan,tahun) Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila dibandingkan dgn angka rata2 per bulan dlm tahun sebelumnya Angka rata-rata perbulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dgn angka rata2 perbulan dalam tahun sebelumnya Case fatality rate dari suatu penyakit dalam kurun waktu tertentu menunjukkan 50% atau lebih dibandingkan CFR dari periode sebelumnya Proporsional rate (PR) penderita baru dari periode tertentu menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau l ebih dibandingkan periode yg sama dlm kurun waktu/tahun sebelumnya Beberapa penyakit khusus :kholera,DHF/DSS,SARS,avian flu,tetanus neonatorum i. setiap peningkatan kasus dari periode sebelumnya (pd daerah endemis ii. tdp satu atau lebih penderita baru dimana pd periode 4 mgg sebelumnya daerah tsb dinyatakan bebas dr penyakit yg bersangkutan Beberapa penyakit yg dialami 1 (satu) atau lebih penderita : i. keracunan makanan ii. keracunan pestisida