Anda di halaman 1dari 2

Bahan kimia dan obat-obatan merupakan penyebab penting adaptasi, jejas, dan kematian sel.

Sebenarnya setiap agen kimia atau obat dapat dilibatkan. Meskipun bahan yang tidak berbahaya, seperti glukosa, bila konsentrasinya cukup, demikian dapat merusak lingkungan osmosa sel yang berakibat jejas atau kematian sel tersebut. Agen-agen yang sering diketahui sebagai racun dapat menyebabkan kerusakan hebat pada sel dan kemungkinan kematian seluruh organism. Banyak bahan kimia ini dan obat-obatan yang berdampak terjadinya perubahan pada beberapa fungsi vital sel, seperti permeabilitas selaput, homeostasis osmosa atau keutuhan enzim dan kofaktor. Telah dijelaskan sebelumnya, masing-masing agen biasanya memiliki sasaran khusus dalam tubuh, mengenal beberapa sel dan tidak menyerang sel lainnya. Pada beberapa kasus, sifat selektif ini mencerminkan populasi sel yang dilibatkan dalam penyerapan, engangkutan, dan metabolism agen. Barbiturat menyebabkan perubahan pada sel hati, karena sel-sel ini yang terlibat dalam degradasu ibat tersebut. Bila merkuri klorida tertlan diserap dari lambung dan dikeluarkan melalui ginjal dan usus besar. Jadi menimbulkan dampak utama pada alat-alat tubuh ini. Tetapi, kita tidak selalu mempunyai penjelasan yang memuaskan tentang serangan yang selektif banyak bahan kimia dan obat-obatan yang menyebabkan perubahan sel. JEJAS SEL YANG DIINDUKSI RADIKAL BEBAS Radikal bebas: atom / molekul yang memiliki satu elektron bebas pada orbit luarnya Ciri radikal bebas: bereaksi dengan segala unsur kimia organik/anorganik hasil reaksinya berupa radikal bebas baru membentuk rantai reaksi reaktifitasnya hilang sendiri atau dihentikan secara enzimatik

Tiga spesies radikal bebas yang penting: o Superoksid (O2) o Hidrogen peroksid (H2O2) o Hidroksil radikal (OH) Efek radikal bebas terhadap sel: o Peroksidasi membran lipid (terutama oleh OH) o Kerusakan protein: cross linking antar asam amino, peningkatan aktifitas enzim protease

o Kerusakan DNA: pembentukan strand tunggal yang berakhir dengan kematian sel atau malah transformasi ganas Menetralkan Radikal Bebas :

Kecepatan kerusakan spontan meningkat bermakna oleh kerja superoksida dismutase (SOD) yang ditemukan pada banyak tipe sel Glutation (GSH) peroksidase juga melindungi sel agar tidak mengalami jejas dengan mengatalisis perusakan radikal bebas. Katalase terdapat dalam peroksisom, langsung mendegradasi hydrogen peroksida. Antioksidan endogen atau eksogen (misalnya vitamin E,A, dan C, serta Betakaroten).

JEJAS KIMIAWI Yang larut dalam air Efeknya langsung (berikatan dengan molekul sel atau komponen organela) Contoh: HgCl, sianida, antibiotik, dan kemoterapi

Merkuri berikatan dengan gugus SH protein membran permeabilitas naik dan transport yang enegy-dependant terhambat Sianida merusak enzim mitokondrial Yang larut dalam lemak

Efeknya tak langsung (dimetabolisir dulu menjadi metabolit yang reaktif dan toksik) Contoh: CCl4