Anda di halaman 1dari 5

2/24/2008

VII. JALUR PROSES PEMBUATAN BAJA

METALURGI BESI BAJA Rozik B. Soetjipto Program Studi Metalurgi INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

PENGANTAR
Pembuatan besi dan baja yang awalnya dianggap sebagai dua proses terpisah telah berkembang sedemikian sehingga batasan antara keduanya semakin kabur. Terutama karena munculnya proses continuous steelmaking Antara tahap pembuatan besi dan pembuatan baja ada suatu tahap kecil yang sangat penting, berupa pengerjaan untuk pengendalian kandungan pengotor S i, P dan S, meskipun seringkali dianggap sebagai bagian dari pembuatan baja. Secara umum proses pembuatan b j d S b baja dapat dib i menjadi 2 tahap: dibagi j di h
1. 2.

Pembuatan baja primer (primary steelmaking) di dalam tanur Pembuatan baja sekunder (secondary steelmaking/after treatment) di dalam ladle untuk pembuatan baja-baja khusus. baja-

PEMBUATAN BAJA PRIMER


Pada dasarnya merupakan proses oksidasi untuk penghilangan/pengendalian kandungan C, Si, Mn dan P.

2/24/2008

Kelebihan oksigen dihilangkan dengan penambahan unsur-unsur unsurdeoksidasi seperti Mn, Si dan Al membentuk oksida2 yang masuk ke terak. S dihilangkan melalui transfer ke terak sebagai sulfida kalsium dan mangan. Berdasarkan jenis terak diklasifikasikan menjadi:
1. 2.

Proses asam (untuk pembuatan baja dari besi kandungan P dan S rendah) Proses basa (untuk pembuatan baja dari besi kandungan S dan P > 0,04% Proses slag-transfer (open hearth, tanur busur listrik) slagProses pneumatik (konverter)

Berdasarkan moda perpindahan oksigen ke leburan logam:


1. 2.

Proses slag-transfer membutuhkan pemanasan eksternal, sedangkan proses slagpneumatik bersifat autogen. PROSES SLAG-TRANSFER SLAG1. Tanur open hearth merupakan metoda paling tua dalam pembuatan baja modern. Dalam praktek dapat digunakan untuk pembuatan baja dengan umpan 50:50 (skrep dan besi cair) Partisi oksigen antara terak dan logam terjadi karena transfer melalui antarmuka. Produk yang dihasilkan mempunyai kandungan nitrogen lebih rendah daripada baja konverter dengan peniupan udara. Pengndalian komposisi berlangsung 4 6 jam, dan penghlangan S hanya dapat dicapai 50% karena tingkat oksidasi terak relatif tinggi sebagai akibat kontak antara udara dan produk-produk pembakaran. produk2. Tanur busur listrik (EAF: Electric Arc Furnace) penggunaannya 4 meningkat khususnya untuk pembuatan baja dari skrep 100%.

2/24/2008

Temperatur yang sangat tinggi menghasilkan pemurnian secara cepat. Pengh embusan oksigen ke dalam leburan logam juga dapat mempercepat kelangsungan proses. C, Si, P dan Mn dihilangkan menggunakan terak basa yang kaya dengan oksigen dan kapur. Produk dengan kandungan P dan S sekitar 0,01% dapat dihasilkan di dalam EAF. PROSES PNEUMATIK 1. Proses menggunakan udara - Metoda ini diterapkan pada proses Bessemer (asam) dan proses Thomas (basa). Penghembusan udara melalui d Th (b ) h b d l l i dasar tanur 2. Proses menggunakan oksigen - Dapat menghasilkan baja dalam skala dan laju produksi yang lebih besar. - Modifikasi penggunaan oksigen dengan udara yang diperkaya dengan oksigen, O2-CO2 dan O2-H2O. - Kesemuanya dapat menghasilkan baja berkadar nitrogen rendah dengan produktivitas tinggi.
7

BESSEMER CONVERTER

2/24/2008

10

11

12

2/24/2008

VARIASI KOMERSIAL SISTEM PENGADUKAN DARI BAWAH

13

14