Anda di halaman 1dari 7

HIDUP ADALAH PILIHAN Oleh: M Rosiman (Trainer Trustco Jakarta) Ada sebuah kisah menarik yang bisa di jadikan

pelajaran dalam hidup ini. pada zaman dahulu di sebuah negeri ada seorang tua yang terkenal akan kepandaian dan kebijaksanaannya. Hampir di seluruh negeri orang mengenalnya. Dialah tempat ber konsultasi dan di mintai pendapat. Suatu hari ada seorang anak kecil yang datang kepadanya untuk bertanya kepada orang bijak tersebut. Anak tersebut datang dengan membawa seekor anak ayam yang di sembunyikan di balik badannya. Kemudian anak kecil tersebut langsung bertanya kepada orang bijak tersebut. wahai orang tua yang bijak ! tahukah kamu apakah anak ayam yang aku bawa ini dalam keadaan hidup atau mati ?. sejenak orang tua tersebut terdiam dan merenung , kemudian ia berkata wahai anak kecil , sesungguhnya mati dan hidupnya anak ayam ini tergantung kamu nak! Karena kalau saya katakan anak ayam ini hidup maka secepat kilat engkau akan mematahkan leher anak ayam tersebut. Tapi jika saya katakan mati maka engkau akan biarkan anak ayam itu dalam keadaan hidup dan memberikan nya kepada saya. Jadi hidup dan matinya anak ayam tersebut tergantung dirimu nak ! Demikian jawaban dari orang tua yang bijaksana tersebut.

Pelajaran dari kisah di atas antara lain, baik buruknya diri kita adalah tergantung atas keputusan yang diambil. Kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya hidup ini. Untuk di renungkan Setiap hari kita selalu hidup dalam pilihan Pagi saat sarapan, memilih baju, memilih kendaraan yang membawa kita ke kantor, Pilihan pekerjaan yang harus segera diselesaikan.. Dan terus dan terus Dalam rutinitas yang tak pernah berakhir. Semua..itu tersaji di hadapan kita.. Layaknya film panjang.. Yang jadi sutradara, ya kita, Yang jadi penulis naskah ya kita juga Yang jadi aktor utama..siapa lagi? Mau jadi.. penjahat atau orang baik, orang sukses atau gagal, orang yang biasa-biasa aja atau yang gak biasa semua bisa kita mainkan semua bisa kita bangun ceritanya Kita juga bisa bikin endingnya..

Pilihan.. Hanya Seberapa Seberapa Bisakah Bagaimana Bisakah?!

kalimat

yang

terdiri

dari

suku

besarkah mengubah kalo kita

nasib tidak mau

kata! pentingkah? pengaruhnya? seseorang? memilih

Bisakah kita diberi Yang membuat kita tidak harus memilih .

sesuatu

yang

pasti

Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidup ini, termasuk penyelesaian berbagai masalah yang dihadapinya. . Akan tetapi untuk mencapai itu semua tidak mudah. Allah SWT akan memberikan ujian kepada seluruh umat manusia, sebagai konsekwensi penciptaannya. Adakalanya manusia berhasil dalam menghadapi ujian hidup tapi ada pula diantara mereka yang gagal dalam menghadapi cobaan hidup ini. Diantara ujian yang Allah berikan kepada manusia adalah adanya pilihan pilihan di dalam menjalani hidup ini. Di dalam Q.S 91 : 8 10 surat Asy -Syam Allah berfirman Maka Allah ilhamkan kepada manusia jalan keburukan dan jalan ketaqwaan, Sesungguhnya beruntunglah orang yang mengambil jalan taqwa( mensucikan jiwa) dan merugilah orang yang mengambil jalan keburukan ( mengotorinya ) Disinilah manusia diberikan kebebasan untuk memilih apakah menjadi manusia bertaqwa atau manusia yang sesat . Allah swt memberikan kebebasan setiap manusia untuk menjalani hidup ini. Apakah mereka menjadi orang yang beriman kepadanya atau sebaliknya. Ini adalah salah satu contoh dari berbagai pilihan hidup. Didalam keseharian kita sering menemukan banyak pilihan dan ini adalah sebuah permasalahan jika kita sulit untuk mengambil keputusan atas pilihan tersebut. Misalnya seseorang yang akan memilih dan menentukan pasangan hidupnya, susah memilih jurusan dan kampus yang sesuai untuk meneruskan pendidikan, atau susah mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan. Keputusan yang diambil sangat tergantung dengan kondisi dan keadaan lingkungan. Karena boleh jadi apa yang kita pilih tidak hanya berdampak kepada diri kita sendiri tetapi juga akan berdampak kepada orang lain. Misalkan keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin yang salah maka bisa berakibat buruk terhadap anak buahnya. Seorang direktur yang salah mengambil keputusan bisa membuat perusahan dan karyawannya berantakan. Bahkan keputusan yang salah yang diambil oleh seortang Presiden sebagai Kepala Negara bisa menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat dan masyarakatnya. Itulah resiko atas keputusan yang telah diambil. Setiap orang harus berani mengambil resiko atas keputusan yang diambilnya. Adakalanya keputusan tersebut berat adakalanya ringan. Maka dari itu kemampuan didalam mengambil keputusan adalah hal yang paling penting didalam menyelesaikan masalah.

Keputusan adalah penilaian atau pilihan antara dua hal atau lebih yang timbul dalam berbagai situasi , dari pemecahan masalah sampai implementasi tindakan. Allah swt memberikan kepada manusia berbagai macam kelebihan berupa potensi yang seharusnya dapat di gunakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Di antara potensi yang di miliki oleh manusia adalah potensi akal pikiran. Dengan akal inilah seharusnya kita dapat menganalisa dan mempertimbangkan terlebih dahulu atas keputusan yang diambilnya. Sering kali terjadi sebaliknya, manusia tidak menggunakan akal dan fikirannya dalam mentukan pilihan yang ada sehingga keputusan terlihat tidak rasional dan bertentangan dengan keadaan lingkungan. . Diantara mereka ada yang hanya menggunakan emosi dan perasaan bahkan hanya mengandalkan hawa nafsu dalam mengambil keputusan. Ada beberapa kiat agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. 1. Berhubungan dengan Diri sendiri a) Memahami permasalahan dan pilihan yang ada b) Menganalisa dan mempertimbangkan baik buruknya, untung rugi atas beberapa pilihan yang ada. c) Membuat skala prioritas d) Disesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki e) Belajar dari pengalaman kita sebelumnya. 2. Berhubungan dengan Orang Lain : a) Meminta pendapat , masukan dan pertimbangan dari orang lain b) Tidak merugikan dan menggangu orang lain atas keputusan yang kita ambil c) Keputusan yang kita ambil dapat bermanfaat tidak hanya untuk diri kita tapi juga ber manfaat bagi orang lain d) Belajar dari orang lain atas keputusan yang pernah diambil sebelumnya 3. Berhubungan dengan Allah Swt a) Berdoa sebelum dan sesudah mengambil keputusan b) Bertawakal dan berserah diri kepada Allah c) Menerima dengan ikhlas atas hasil keputusan yang telah kita ambil

Kualitas diri kita 5 tahun kedepan dapat di lihat dari beberapa hal dan ini berhubungan dengan pilihan dan keputusan yang kita ambil 1. 2. 3. 4. 5. Apa yang kita baca hari ini Apa yang kita kerjakan hari ini Dengan siapa kita bergaul apa yang kita tonton hari ini Bagaimana kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi

Sebagai bahan renungan untuk diri kita adalah berkaitan dengan yang telah ada dalam diri kita :

1. Karakter dan kepribadian diri . Setiap kita memiliki kepribadian berbeda. Masa depan kita sangat di tentukan oleh watak dan karakter kita. Apakah kita sudah memiliki kepribadian yang kuat atau sebaliknya. Kita lah yang lebih tahu. 2. Ilmu dan pemahaman . Setiap diri kita memiliki ilmu dan pemahaman yang berbeda. Tergantung dari apa yang kita pelajari , apa yang kita baca. Apa yang kita jadikan pelajaran. Amal yang kita lakukan akan bermakna kalau di barengi dengan pemahaman dan ilmu yang sesuai dan benar 3. Amal sholeh atau amal buruk . Pada usia kita saat ini mana yang paling banyak kita lakukan. Apakah amal kebaikan atau amal keburukan. Kita lah yang paling tahu. Setiap amal akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang kita lakukan. 4. Pemanfaatan waktu hidup dan waktui luang. Ada manusia yang lupa akan tujuan hidupnya. Sehingga ia lalai dan tidak bisa memanfaat kan waktu yang diberikan. Waktu yang berjalan terbuang percuma, tidak bermanfaat dan apyang dikerjakan sia sia. Apakah ini cerminan diri kita ? 5. Hasil karya untuk orang lain. Sebaik baik manusia adalah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Apakah dalam usia kita saat ini sudah ada hasil karya yang dapat di manfaat kan oleh orang lain ?. atau kah kita sibuk dengan urusan diri sendiri. ?. Oleh: M Rosiman (Trainer Trustco Jakarta) Ada sebuah kisah menarik yang bisa di jadikan pelajaran dalam hidup ini. pada zaman dahulu di sebuah negeri ada seorang tua yang terkenal akan kepandaian dan kebijaksanaannya. Hampir di seluruh negeri orang mengenalnya. Dialah tempat ber konsultasi dan di mintai pendapat. Suatu hari ada seorang anak kecil yang datang kepadanya untuk bertanya kepada orang bijak tersebut. Anak tersebut datang dengan membawa seekor anak ayam yang di sembunyikan di balik badannya. Kemudian anak kecil tersebut langsung bertanya kepada orang bijak tersebut. wahai orang tua yang bijak ! tahukah kamu apakah anak ayam yang aku bawa ini dalam keadaan hidup atau mati ?. sejenak orang tua tersebut terdiam dan merenung , kemudian ia berkata wahai anak kecil , sesungguhnya mati dan hidupnya anak ayam ini tergantung kamu nak! Karena kalau saya katakan anak ayam ini hidup maka secepat kilat engkau akan mematahkan leher anak ayam tersebut. Tapi jika saya katakan mati maka engkau akan biarkan anak ayam itu dalam keadaan hidup dan memberikan nya kepada saya. Jadi hidup dan matinya anak ayam tersebut tergantung dirimu nak ! Demikian jawaban dari orang tua yang bijaksana tersebut.

Pelajaran dari kisah di atas antara lain, baik buruknya diri kita adalah tergantung atas keputusan yang diambil. Kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya hidup ini.

Untuk di renungkan Setiap hari kita selalu hidup dalam pilihan Pagi saat sarapan, memilih baju, memilih kendaraan yang membawa kita ke kantor, Pilihan pekerjaan yang harus segera diselesaikan.. Dan terus dan terus Dalam rutinitas yang tak pernah berakhir. Semua..itu tersaji di hadapan kita.. Layaknya film panjang.. Yang jadi sutradara, ya kita, Yang jadi penulis naskah ya kita juga Yang jadi aktor utama..siapa lagi? Mau jadi.. penjahat atau orang baik, orang sukses atau gagal, orang yang biasa-biasa aja atau yang gak biasa semua bisa kita mainkan semua bisa kita bangun ceritanya Kita juga bisa bikin endingnya.. Pilihan.. Hanya Seberapa Seberapa Bisakah Bagaimana Bisakah?!

kalimat

yang

terdiri besarkah

dari

suku

kalo

mengubah kita

nasib tidak mau

kata! pentingkah? pengaruhnya? seseorang? memilih

Bisakah kita diberi Yang membuat kita tidak harus memilih .

sesuatu

yang

pasti

Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidup ini, termasuk penyelesaian berbagai masalah yang dihadapinya. . Akan tetapi untuk mencapai itu semua tidak mudah. Allah SWT akan memberikan ujian kepada seluruh umat manusia, sebagai konsekwensi penciptaannya. Adakalanya manusia berhasil dalam menghadapi ujian hidup tapi ada pula diantara mereka yang gagal dalam menghadapi cobaan hidup ini. Diantara ujian yang Allah berikan kepada manusia adalah adanya pilihan pilihan di dalam menjalani hidup ini. Di dalam Q.S 91 : 8 10 surat Asy -Syam Allah berfirman Maka Allah ilhamkan kepada manusia jalan keburukan dan jalan ketaqwaan, Sesungguhnya beruntunglah orang yang mengambil jalan taqwa( mensucikan jiwa) dan merugilah orang yang mengambil jalan keburukan ( mengotorinya ) Disinilah manusia diberikan kebebasan untuk memilih apakah menjadi manusia bertaqwa atau manusia yang sesat . Allah swt memberikan kebebasan setiap manusia untuk menjalani hidup

ini. Apakah mereka menjadi orang yang beriman kepadanya atau sebaliknya. Ini adalah salah satu contoh dari berbagai pilihan hidup. Didalam keseharian kita sering menemukan banyak pilihan dan ini adalah sebuah permasalahan jika kita sulit untuk mengambil keputusan atas pilihan tersebut. Misalnya seseorang yang akan memilih dan menentukan pasangan hidupnya, susah memilih jurusan dan kampus yang sesuai untuk meneruskan pendidikan, atau susah mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan. Keputusan yang diambil sangat tergantung dengan kondisi dan keadaan lingkungan. Karena boleh jadi apa yang kita pilih tidak hanya berdampak kepada diri kita sendiri tetapi juga akan berdampak kepada orang lain. Misalkan keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin yang salah maka bisa berakibat buruk terhadap anak buahnya. Seorang direktur yang salah mengambil keputusan bisa membuat perusahan dan karyawannya berantakan. Bahkan keputusan yang salah yang diambil oleh seortang Presiden sebagai Kepala Negara bisa menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat dan masyarakatnya. Itulah resiko atas keputusan yang telah diambil. Setiap orang harus berani mengambil resiko atas keputusan yang diambilnya. Adakalanya keputusan tersebut berat adakalanya ringan. Maka dari itu kemampuan didalam mengambil keputusan adalah hal yang paling penting didalam menyelesaikan masalah. Keputusan adalah penilaian atau pilihan antara dua hal atau lebih yang timbul dalam berbagai situasi , dari pemecahan masalah sampai implementasi tindakan. Allah swt memberikan kepada manusia berbagai macam kelebihan berupa potensi yang seharusnya dapat di gunakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Di antara potensi yang di miliki oleh manusia adalah potensi akal pikiran. Dengan akal inilah seharusnya kita dapat menganalisa dan mempertimbangkan terlebih dahulu atas keputusan yang diambilnya. Sering kali terjadi sebaliknya, manusia tidak menggunakan akal dan fikirannya dalam mentukan pilihan yang ada sehingga keputusan terlihat tidak rasional dan bertentangan dengan keadaan lingkungan. . Diantara mereka ada yang hanya menggunakan emosi dan perasaan bahkan hanya mengandalkan hawa nafsu dalam mengambil keputusan. Ada beberapa kiat agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. 1. Berhubungan dengan Diri sendiri a) Memahami permasalahan dan pilihan yang ada b) Menganalisa dan mempertimbangkan baik buruknya, untung rugi atas beberapa pilihan yang ada. c) Membuat skala prioritas d) Disesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki e) Belajar dari pengalaman kita sebelumnya. 2. Berhubungan dengan Orang Lain : a) Meminta pendapat , masukan dan pertimbangan dari orang lain b) Tidak merugikan dan menggangu orang lain atas keputusan yang kita ambil

c) Keputusan yang kita ambil dapat bermanfaat tidak hanya untuk diri kita tapi juga ber manfaat bagi orang lain d) Belajar dari orang lain atas keputusan yang pernah diambil sebelumnya 3. Berhubungan dengan Allah Swt a) Berdoa sebelum dan sesudah mengambil keputusan b) Bertawakal dan berserah diri kepada Allah c) Menerima dengan ikhlas atas hasil keputusan yang telah kita ambil

Kualitas diri kita 5 tahun kedepan dapat di lihat dari beberapa hal dan ini berhubungan dengan pilihan dan keputusan yang kita ambil 1. 2. 3. 4. 5. Apa yang kita baca hari ini Apa yang kita kerjakan hari ini Dengan siapa kita bergaul apa yang kita tonton hari ini Bagaimana kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi

Sebagai bahan renungan untuk diri kita adalah berkaitan dengan yang telah ada dalam diri kita : 1. Karakter dan kepribadian diri . Setiap kita memiliki kepribadian berbeda. Masa depan kita sangat di tentukan oleh watak dan karakter kita. Apakah kita sudah memiliki kepribadian yang kuat atau sebaliknya. Kita lah yang lebih tahu. 2. Ilmu dan pemahaman . Setiap diri kita memiliki ilmu dan pemahaman yang berbeda. Tergantung dari apa yang kita pelajari , apa yang kita baca. Apa yang kita jadikan pelajaran. Amal yang kita lakukan akan bermakna kalau di barengi dengan pemahaman dan ilmu yang sesuai dan benar 3. Amal sholeh atau amal buruk . Pada usia kita saat ini mana yang paling banyak kita lakukan. Apakah amal kebaikan atau amal keburukan. Kita lah yang paling tahu. Setiap amal akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang kita lakukan. 4. Pemanfaatan waktu hidup dan waktui luang. Ada manusia yang lupa akan tujuan hidupnya. Sehingga ia lalai dan tidak bisa memanfaat kan waktu yang diberikan. Waktu yang berjalan terbuang percuma, tidak bermanfaat dan apyang dikerjakan sia sia. Apakah ini cerminan diri kita ? 5. Hasil karya untuk orang lain. Sebaik baik manusia adalah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Apakah dalam usia kita saat ini sudah ada hasil karya yang dapat di manfaat kan oleh orang lain ?. atau kah kita sibuk dengan urusan diri sendiri. ?.