Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kerja Praktek Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai macam limbah yang berupa limbah cair, padat dan gas. Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit. Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Limbah cair rumah sakit dapat mengandung bahan organik dan anorganik. Sedangkan limbah padat rumah sakit terdiri dari sampah mudah membusuk, sampah mudah terbakar dan lain-lain. Limbah tersebut kemungkinan besar mengandung mikroorganisme patogen atau bahan kimia beracun berbahaya yang menyebabkan infeksi dan dapat tersebar ke lingkungan rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh teknik pelayanan kesehatan yang kurang memadai, kesalahan penanganan bahan-bahan terkontaminasi dan peralatan, serta penyediaan dan pemeliharaan sarana sanitasi yang masih buruk (Said, 1999). Rumah sakit Panti Wilasa Citarum merupakan rumah sakit swasta yang memiliki pelayanan medis untuk karyawan, keluarga karyawan ataupun warga sekitar yang memerlukan pertolongan medis. Tipe rumah sakit Panti Wilasa Citarum adalah C plus (C+) dengan mengopersikan 185 tempat tidur dengan jumlah karyawan 413 orang (pada bulan Juni). Di Panti Wilasa Citarum telah menerapkan pengolahan limbah padat. Baik limbah medis dan nonmedis. Jenisjenis limbah rumah sakit meliputi limbah klinik, limbah bukan klinik, limbah patologi, limbah dapur dan limbah radioaktif. Limbah klinik dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin, pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi. Contohnya perban (pembalut) yang kotor, cairan badan, anggota badan yang diamputasi, jarum, kantung urin dan produk darah. Limbah ini mungkin berbahaya dan mengakibatkan resiko tinggi infeksi kuman terhadap pasien lain,

I-1

I-2

staf rumah sakit dan populasi umum (pengunjung dan penduduk sekitar rumah sakit). Oleh karena itu perlu diberi label yang jelas sebagai limbah resiko tinggi. Teknologi insinerasi yang diterapkan rumah sakit Panti Wilasa Citarum menerapkan teknologi yang mengkonversi materi padat (dalam hal ini sampah) menjadi materi gas (gas buang), serta materi padatan yang sulit terbakar, yaitu abu (bottom ash) dan debu (fly ash). Panas yang dihasilkan dari proses insinerasi juga dapat dimanfaatkan untuk mengkonversi suatu materi lain dan energi, misalnya untuk pembangkitan listrik dan air panas. Insinerasi adalah metode pengolahan sampah dengan cara membakar sampah pada suatu tungku pembakaran. Fasilitas pembakaran sampah dianjurkan hanya digunakan untuk memusnahkan atau membakar sampah yang tidak bisa di daur ulang ataupun tidak layak untuk diurug. Alat ini harus dilengkapi dengan sistem pengendalian dan kontrol untuk memenuhi batas-batas emisi partikel dan gas buang, sehingga dipastikan asap yang keluar dari tempat pembakaran sampah merupakan asap yang sudah netral. Sasaran insinerasi adalah untuk mereduksi massa dan volume buangan, membunuh bakteri, membunuh virus dan mereduksi materi kimia toksik, serta memudahkan penanganan limbah selanjutnya. Insinerasi dapat mengurangi volume buangan padat domestik sampai 85-95 % dan pengurangan berat sampai 70-80 %.(Freeman,1998) Atas dasar itu, lingkungan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum merupakan lokasi yang baik untuk dilakukannya kerja praktek yang merupakan salah satu bentuk implementasi interaksi dunia pendidikan, khususnya . 1.2. Dasar Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kerja Praktek Dasar dari kegiatan Kerja Praktek ini adalah : 1. Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bagian dari pendidikan 2. Kurikulum Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang 3. Surat tugas pelaksanaan Kerja Praktek dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Unversitas Diponegoro Semarang No. 186 / kesehatan dan dunia kerja

I-3

UN7.3.3TL/PP/2011 Tanggal 07 Juni 2011 sebagai tindak lanjut surat persetujuan Kerja Praktek dari Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum No 997/RS.PW.C/DIK/V/11 Tanggal 20 Mei 2011. 1.3. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Kerja Praktek Adapun tujuan dari kerja praktek ini adalah: 1. Mengetahui pengelolaan limbah rumah sakit dalam hal ini adalah limbah padat Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum. 2. Mengetahui sumber timbulan limbah padat di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum. 3. Mengetahui kondisi nyata di lapangan, kemudian membandingkan dengan peraturan yang berlaku dan teori yang diperoleh di perkuliahan 1.4. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek Lokasi Kerja Praktek dilaksanakan selama satu bulan, terhitung tanggal 25 Juli 2011 sampai 20 Agustus 2011 di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum, terletak di Jalan Citarum No.98 Semarang. 1.5. Ruang Lingkup Kerja Praktek Ruang linkup pelaksaan kerja praktek adalah menjalani sistem pengelolaan limbah padat rumah sakit Panti Wilasa Citarum, meliputi sumber limbah medis dan non medis, timbulan limbah medis dan non medis, sistem pewadahan, penyimpanan, pengangkutan, dan pengolahan limbah tersebut di rumah sakit. 1.6. Kegunaan Kegiatan Kerja Praktek 1. Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pengelolaan limbah padat rumah sakit dengan insinerator khususnya pada Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum bagi praktikan maupun mahasiswa umumnya. 2. Memberikan kesempatan bagi praktikan untuk mengembangkan keilmuan dan keahlian yang telah dipelajari pada perkuliahan.

I-4

3. Mengenalkan dunia kerja pada salah satu bidang keahlian Sarjana Teknik Lingkungan, khususnya bagi praktikan. 4. Memberikan evaluasi yang dapat dijadikan kontrol dan masukan bagi rumah sakit Panti Wilasa Citarum.