Anda di halaman 1dari 51

Dr Januarman

Aterosklerosis
Berasal dr kata atero : seperti bubur, sklerosis : kaku,

keras Def penyakit yg melibatkan aorta, cabang-cabang yg besar dan arteri berukuran sedang yg menyuplai darah ke bag ektremitas, otak, jantung dan organ dalam utama dimana terdiri massa bahan lemak dg jar ikat fibrosa yang sifatnya multifokal.

Morfologi

Etiologi
Genetik
Hipertensi Merokok

Akibat
Infark miokard
Stroke infark Aneurisma aorta

Dehidrasi

Haus bangeettttt

Dehidrasi
Definisi suatu keadaan keseimbangan cairan yang

terganggu yang bisa disebabkan oleh berbagai jenis penyakit Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak daripada pemasukan air (input) Cairan yang keluar biasanya disertai dengan elektrolit

Sebab
Eksternal atau penyebab stres terkait Lama aktivitas fisik dengan berkeringat tanpa mengkonsumsi air yang cukup, terutama dalam panas dan / atau lingkungan kering Lama paparan udara kering, misalnya di pesawat terbang tinggi (5-12% kelembaban relatif) Darah kerugian atau hipotensi karena trauma fisik Diare Hipertermia Shock (hipovolemik) Muntah Burns Lakrimasi Penggunaan metamfetamin, amfetamin, kafein dan stimulan lainnya Berlebihan konsumsi minuman beralkohol

Penyakit menular Kolera Gastroenteritis Shigellosis Demam kuning

Malnutrisi Gangguan elektrolit Hipernatremia (juga disebabkan oleh dehidrasi) Hiponatremia, terutama dari diet garam dibatasi Puasa berat badan yang cepat baru-baru ini mungkin mencerminkan progresif deplesi volume cairan (hilangnya 1 L hasil cairan dalam penurunan berat badan 1 kg (2.2 lb)). Pasien penolakan gizi dan hidrasi Ketidakmampuan untuk menelan (penyumbatan kerongkongan) Penyebab lainnya kehilangan air wajib Hiperglikemia parah, terutama di Diabetes mellitus Glycosuria Uremia

Gejala
rasa haus, berat badan turun, kulit bibir dan lidah kering, saliva menjadi kental.

Turgor kulit dan tonus berkurang,


anak menjadi apatis, gelisah kadang-kadang disertai

kejang. Akhirnya timbul gejala asidosis dan renjatan dengan nadi dan jantung yang berdenyut cepat dan lemah, tekanan darah menurun, kesadaran menurun, dan pernapasan kussmaul

Klasifikasi
Berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan fisik,

dehidrasi dapat dibagi menjadi dehidrasi ringan, sedang dan berat


Berdasarkan gambaran elektrolit serum

1.Berdasar gejala klinis dan PF


Gejala/tanda ringan (3-5%) Sedang (6-9%) Berat (10% atau lebih) Tingkat kesadaran Pengisian kembali kapiler Membrane mukosa Denyut jantung Laju pernapasan Tekanan darah Denyut nadi Normal Sadar Letargi 2 detik 2-4 detik Normal Tidak sadar Lebih dari 4 detik

Kering Sangat kering Meningkat Sangat meningkat

Sedikit meningkat Normal Normal Cepat dan lemah

Meningkat

Meningat dan hiperapnea Menurun

Normal; ortostatik

Sangat lemah/ samar atau tidak teraba

Turgor kulit

Kembali normal
Normal

Kembali lambat
Agak cekung

Tidak segera kembali


Cekung

Fontanella Mata

Normal

Cekung

Sangat cekung Oliguria Anuria

Keluaran urin Menurun

Berdasarkan gambaran elektrolit serum


Dehidrasi Hiponatremik atau Hipotonik Dehidrasi hiponatremik merupakan kehilangan natrium yang relatif lebih besar daripada air, dengan kadar natrium kurang dari 130 mEq/L Gejala : apatis, anoreksia, nausea, muntah, agitasi, gangguan kesadaran, kejang dan koma Dehidrasi hiponatremik dapat disebabkan oleh penggantian kehilangan cairan dengan cairan rendah solut

Dehidrasi Isonatremi atau Isotonik Dehidrasi isonatremik (isotonik) terjadi ketika hilangnya cairan sama dengan konsentrasi natrium dalam darah. Kehilangan natrium dan air adalah sama jumlahnya/besarnya dalam kompartemen cairan ekstravaskular maupun intravaskular.

Dehidrasi Hipernatremik atau Hipertonik Dehidrasi hipernatremik (hipertonik) terjadi ketika cairan yang hilang mengandung lebih sedikit natrium daripada darah (kehilangan cairan hipotonik), kadar natrium serum > 150 mEq/L. Kehilangan natrium serum lebih sedikit daripada air, karena natrium serum tinggi, cairan di ekstravaskular pindah ke intravaskular meminimalisir penurunan volume intravaskular

Cairan rehidrasi oral yang pekat, susu formula pekat,

larutan gula garam yang tidak tepat takar merupakan faktor resiko yang cukup kuat terhadap kejadian hipernatremia

Gangguan asam basa

KESEIMBANGAN ASAM BASA

PENDAHULUAN Menjaga homeostasis asam basa pen ting utk kehidupan organisme. Persamaan Henderson : [H+] = 24 PaCO2/ [HCO3] Kelainan asam basa dimulai oleh : - perubahan pd PaCO2 kelainan respirasi - perubahan pd bikarbonat plasma kelain an metabolik Gangguan asam basa : - asidosis/alkalosis respiratorik - asidosis/alkalosis metabolik

KESEIMBANGAN ASAM BASA


pH cairan tubuh refleksi interaksi :

- asam, basa, garam dlm larutan Normal : 7,35-7,45 Perubahan konsentrasi H+ : - gangguan stabilitas membran sel - kelainan struktur protein - perubahan aktifitas enzim

KESEIMBANGAN ASAM BASA


pH cairan tubuh :

< 7,35 > 7,45

asidemia alkalemia

asidosis alkalosis

pengendalian pH penting proses homeostasis

KESEIMBANGAN ASAM BASA Pemeliharaan keseimbangan asam basa sistem buffer - hanya peranan sementara H+ >> - suplai mol buffer terbatas - kontrol pH tidak mungkin * koordinasi : - kerja sistem buffer - mekanisme respirasi - mekanisme ren

KESEIMBANGAN ASAM BASA


KOMPENSASI GINJAL Perubahan pH plasma kompensasi ren perubahan laju sekresi dan reabsorbsi H+ & HCO3 Ion hidrogen disekresi ke tub cairan : - TCP - TCD - Sistem kolekting tergantung keberadaan buffer di urine (sekresi berlanjut sp pH cairan tub 4-4,5)

KESEIMBANGAN ASAM BASA


Gangguan keseimbangan asam basa

dimulai oleh : - perubahan pd PaCO2 kelainan res piratorik - perubahan pd bikarbonat plasma kelainan metabolik Asidosis / alkalosis respiratorik Asidosis / alkalosis metabolik

KESEIMBANGAN ASAM BASA


Etiologi :

- kelainan yg mempengaruhi buffer sirkulasi, performa respirasi, fungsi ginjal. - kondisi kardiovaskuler. - kondisi yg pengaruhi CNS.

KESEIMBANGAN ASAM BASA


ASIDOSIS RESPIRATORIK - kelainan dimulai PaCO2 - Asidosis ion H+ tinggi pH

KESEIMBANGAN ASAM BASA


ALKALOSIS RESPIRATORIK - kelainan diawali oleh PaCO2 - Alkalosis ion H+ rendah pH

KESEIMBANGAN ASAM BASA ASIDOSIS METABOLIK Kelainan diawali oleh HCO3 Asidosis ion HCO3 rendah pH Penyebab : 1. Produksi berlebihan asam tetap dan organik. as tetap spt asam sulfat & as fosfat as organik spt as laktat.

KESEIMBANGAN ASAM BASA


ASIDOSIS METABOLIK
2. Gangguan ekskresi H+ spt pd glome rulonefritis. 3. Sesudah kehilangan bikarbonat >>.

KESEIMBANGAN ASAM BASA


ALKALOSIS METABOLIK
- kelainan diawali oleh HCO3 - Alkalosis

ion HCO3 tinggi pH

Syok

DEFINISI
A. Prof Tabrani : a. Adalah sindroma akibat menurunnya perfusi jaringan hipoksia jaringan ggn metabolisme sel tidak dapat dibebaskannya metabolit dari jaringan. b. Dianggap sebagai kegagalan metabolisme jaringan kegagalan produksi dan utilisasi energi oleh jaringan c. Dianggap kekurangan O2 metab anaerobe penumpukan asam asidosis.

JENIS SHOCK
HIPOVOLEMIK SHOCK

akibat kehilangan darah atau luka bakar berat. KARDIOGENIK SHOCK disebabkan oleh kegagalan jantung memompa secara efektif , disebabkan oleh : -kerusakan otot jantung,( myocardial infarction) -kardiak tamponade, -kardiak arrhytmia, atau -kelainan katup

NEUROGENIK SHOCK ( paling jarang ). Penyebab :

-trauma spinal chord -kehilangan signal sistem saraf simpatik pada otot polos p.d resistensi vaskuler menurun penurunan TD. ANAPHILAKTIK SHOCK dikarenakan allergen vasodilasi dan perpindahan cairan dari darah ke jaringan SEPTIK SHOCK -disebabkan oleh infeksi yang menyebabkan vasodilation.

KLASIFIKASI SHOCK
1.

2. 3. 4.

Shock Distributif, karena ggn distribusi vol.darah dan aliran darah, mis: septik shock, anafilaktik shock. Shock Hipovolemik, disebabkan oleh: sirkulasi unadekuat,disebabkan oleh perdarahan, luka bakar. Shock Kardiogenik, disebabkan oleh jantung kehilangan daya pompa. Shock Obstruktif, akibat obstruksi aliran darah karena tamponade jantung.

KLINIS SHOCK
1.

2.
3. 4.

5.
6.

Keadaan Umum : Pucat, sianosis, cemas, apatis , koma Nadi : cepat ( 90 140 ), amplitudo nadi menurun. Tekanan darah : menurun 50 70 mmHg. Respirasi : dalam dan cepat Suhu tubuh : menurun, bila meningkat kemungkinan shock septik.

7. Perubahan Orthostatik : stlh berbaring 2-3 mnt, pasien duduk,ukur TD dan N. Bila : N > 30/mnt, TDS turun > 25 mmHg; atau TD-D turun > 10 mmHg Test (+). Bila psn pusing atau sinkope stop, Test (+). 8. Indeks Shock ( IS ) 9. Perubahan Mental : kelelahan, mudah terangsang, agitasi, disorientasi, somnolen koma.

PRINSIP PENANGANAN SHOCK


1. 2. 3.

Pemberian cairan dan Darah Pemberian obat2 Vasoaktif Hipoksemia O2