Anda di halaman 1dari 7

PROGRAM KELUARGA BERENCANA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

BAB I LATAR BELAKANG


Didunia ini kita mengenal adanya istilah Negara maju dan Negara Berkembang, keduanya dapat ditinjau dari segi taraf hidup yang dicapai masyarakat di Negara tersebut. Yang dimaksud Negara maju adalah Negara yang sudah efektif menggunakan teknologi modern pada sebagian besar faktor produksi dan kekayaan alamnya, serta perhatian masyarakatnya lebih menekan kepada masalah-masalah konsumsi dan kesejahteraan, tidak lagi kepada masalah produksi. Sedangkan Negara berkembang adalah Negara pada masa transisi dimana suatu masyarakat telah mempersiapkan dirinya atau dipersiapkan dari luar, untuk mencapai pertumbuhan yang mempunyai kekuatan untuk terus berkembang. Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang ada di dunia. Masalah yang di hadapi Indonesia untuk mencapai kemakmuran sehingga menjadi sebuah Negara maju masih terus dihadapi, meskipun telah melewati kurang lebih enam dekade tapi perjalanan lepas landas masi diambang pintu. Ini merupakan tantangan untuk Indonesia agar tetap menyatukan tekad menuju visi Negara. Sebagai warga Negara Indonesia kita berhak memiliki keinginan untuk hidup yang makmur dan berkewajiban menjalankan segala kebijakan yang ada untuk mewujudkan hak kita. Dalam pencapaian hak tersebut, kebijakan yang ditetapkan harus dijalankan. Salah satu kebijakan pemerintah adalah Keluarga Berencana. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia merupakan satu dari faktor-faktor penghambat menuju keselarasan dengan Negara maju. Keluarga berencana merupakan bagian dalam pembatasan pertumbuhan penduduk. Dalam tulisan ini, saya membahas mengenai pentingnya KB untuk mengatasi tingkat pertumbuhan yang tinggi di Indonesia.

BAB II MASALAH
Dalam keadaan sesak karena harus berbagi udara, tempat, makan, dan lainya dengan jutaan orang di Indonesia, merupakan wujud nyata yang masih dan terus terjadi apabila masalah ini tidak teratasi dengan baik. Masalah yang diangkat dalam tulisan ini adalah, Apakah KB dapat mengatasi masalah pertumbuhan penduduk di Indonesia? i. Hipotesa Saya berpendapat bahwa tingkat penduduk di Indonesia yang tinggi menjadi alasan mengapa Indonesia masa pada tahap pra syarat berkembang. KB(Keluarga Berencana) adalah kebijakan yang tepat, agar dapat menahan laju pertumbuhan, dengan begitu akan merubah keadaan di Indonesia, misalnya tidak ada lagi pengangguran akibat jumlah pekerja lebih besar dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. ii. Landasan Teori

Keadaan Negara berkembang memiliki ciri-ciri dimana merupakan masalah yang dihadapi dalam pencapaian menuju Negara maju. Ciri-ciri tersebut secara umum diuraikan sebagai berikut: 1. Tingkat kemakmuran relative rendah. Dalam sebuah Negara ada beberapa faktor yang mempengaruhi tarif kemakmuran masyarakat. Salah satunya keadaan yang mereka alami seperti perumahan yang tidak layak, adanya tidaknya aliran listrik dan fasilitas untuk memperoleh air bersih, keadaan infrastruktur pada umumnya, dan tingkat pendapatan yang diperoleh. 2. Produktivitas pekerja sangat rendah. Produktivitas adalah tingkat produksi yang dapat dihasilkan seorang pekerja pertahun. Sebagian besar penduduk di Negara berkembang berada di sektor pertanian, dimana sering dihadapinya masalah pengangguran terselubung. Pengangguran terselubung inilah yang menurukan produktivitas rata-rata pekerja.

3. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Keadaan tingkat kematian berkurang dan pada saat yang sama tingkat kehidupan berkurang, atau tingkat kematian stabil tapi tingkat kehidupan meningkat. Ketidakstabilan yang terjadi seperti ini yang akhirnya tingkat kelahiran melonjak. 4. Kegiatan ekonomi bersifat dualitis. Yang dimaksud dualitis adalah cirri-ciri dalam suatu kegiatan ekonomi tertentu atau dalam suatu sektor tertentuyang menggunakan dua teknologi yang sangat berbeda.

5. Bahan mentah merupakan ekspor terpenting. Karena kebutuhan akan produksi dinegara lain, yang membutuhkan bahan mentah karena dinegara memiliki bahan mentah saja tidak dapat dikelolah sendiri akhirnya hanya dapat mengekspor bahan mentah.

BAB III PEMBAHASAN


Dilandasi teori ciri-ciri umum Negara berkembang, pada point ketiga mengenai tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, kita dapat langsung mengambil kesimpulan, bahwa inilah keadaan Negara Indonesia kita. Dalam pembahasan ini saya akan mencoba menjelaskan menegenai kebijakan pemerintah dalam konten keluarga berencana. Yang kita ketahui mengenai pertumbuhan penduduk di Indonesia yang meluap, program yang digalakan pemerintah saat ini adalah keluarga berencana (KB). Program KB sebagai salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang kependudukan. Program KB memiliki posisi strategis dalam upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk, maupun pembinaan ketahanan dan peningkatan kesejahteraan keluarga dalam mewujudkan keluarga yang kecil dan sejahtera sehingga KB diposisikan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi. Apabila KB tidak berhasil, akan berimplikasi negatif terhadap sektor pembangunan lain seperti pendidikan ,kesehatan, ekonomi, dan sektor lainnya. Jika tidak program KB, Indonesia terancam mengalami ledakan penduduk. Soalnya, rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Indonesia masih cukup tinggi. Tanpa KB, pada tahun 2020, penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 261 juta jiwa. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyatakan, Indonesia harus segera mengerem laju pertumbuhan penduduk. Maklum, saat ini laju pertumbuhan penduduk Indonesia memang cukup tinggi, yakni 2,6 juta jiwa per tahun. Jika ini tidak diatasi, maka 10 tahun lagi Indonesia akan mengalami ledakan penduduk,. Pada tahun 2009 jumlah penduduk di Indonesia sekitar 230,6 juta jiwa. Tanpa KB, 11 tahun lagi atau pada 2020, penduduk Indonesia akan mencapai 261 juta manusia. Tetapi jika KB berhasil menekan angka laju pertumbuhan 0,5% per tahun, maka jumlah penduduk 2020 hanya naik menjadi sekitar 246 juta jiwa. Ini berarti KB bisa menekan angka kelahiran sebanyak 15 juta jiwa dalam 11 tahun, atau 1,3 juta jiwa dalam setahun.

i.

Keadaan penduduk di Indonesia Jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2009 sekitar 230,6 juta jiwa, ini merupakan jumlah yang tidak sedikit. 58% penduduk Indonesia menetap di pulau Jawa, 21% di pulau Sumatra, dan sisanya tersebar diseluruh bagian Indonesia lainnya.

ii.

Keadaan setelah dijalankannya program Keluarga Berencana Program Keluarga Berencana (KB) sampai akhir Desember 2009, telah berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,14 persen pertahun.

iii.

Kegiatan yang menunjang program KB Menekan umur perkawinan. Dengan mengontrol usia minimum dalam pernikahan, dengan menahan pernikahan dini maka rantang waktu dan tingkat peluang melahirkan anak banyak lebih sedikit. Penundaan usia kawin masa reproduksi seorang perempuan akan lebih dipersempit, sehingga kemungkinan untuk melahirkan anak yang banyak menjadi lebih kecil. Sedangkan perkawinan pada usia muda cenderung akan memperbesar kemungkinan melahirkan lebih banyak apabila tidak disertai dengan pemakaian alat kontrasepsi.

iv.

Penyuluhan kepada generasi muda agar lebih sensitive dengan pertumbuhan penduduk dimasa mendatang. Sehingga menciptakan rasa kekhawatiran jika keadaan terus meningkat. Pengenalan alat kontrasepsi untuk para keluarga di Indonesia. Program KB dengan tingkat pembangunan di Indonesia Karena tingkat penduduk di Indonesia besar, maka APBN Negara meningkat untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Maka dengan mengerem tingkat ini, dibuthkan sosuli berupa pengaturan tingkat pertumbuhan penduduk.

Pengangguran dimana-mana. Meningkatanya penduduk di Indonesia tidak seimbang dengan kebutuhan sumbar daya manusia di Indonesia sendiri. Sehingga banyak yang tidak mendapat peluang untuk dapat bekerja. KB dapat diharapkan menyesuaikan kebutuhan SDM dengan SDM yang tersedia.

Kemiskinan, pendapatan yang 0 bagi pengangguran akan meningkatakan jumlah kemiskinan di Indonesia. Sehingga kurangnya pendidikan, kesehatan, bahkan keamanan. Dengan

program KB yang dijalankan menjauhkan keperluan pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang tidak terjangkau, sehingga akan lebih ringan. v. Hambatan dalam program KB. Bagi beberapa masyarakat di Indonesia beranggapan bahwa cari makan saja susah apa lagi harus datang kedokter untuk melakukan kegiatan sebagai keluarga berencana. Ini karena biaya kesehatan yang mahal, meskipun telah dikenal bahwa ada kartu jaminan kesehatan untuk orang yang kurang mampu, tapi belum juga terlaksana dengan baik. Selain percaya pada pemerintah, kita juga tahu bahwa adanya kebudayaan. Kebudayaan hasil turun temurun yang kiranya kurang rasional, kepercayaan bahwa banyak anak banyak pula rezeki. Ini tidak rasional, semakin banyaknya tanggungan, semakin besar tanggung jawab untuk memenuhi tanggungan. Jika diadakannya arahan langsung maka lebih mudah menciptakan masyarakat yang lebih berpikir modern. Suatu kebudayaan baru dapat diterima jika kebudayaan baru itu dapat memberikan manfaat dan pemberi kebudayaan baru mampu mensosialisasikannya dengan baik. Beberapa masyarakat di Indonesia masi kurang pendidikan padahal beberapa sekolah negeri di Indonesia telah memberikan keringanan. Karena sosialisasi ke orang yang berada di taraf rendah kurang, maka banyak orang takut tertipu.

BAB IV PENUTUP
i. Kesimpulan : Keadaan tingkat kematian berkurang dan pada saat yang sama tingkat kehidupan berkurang, atau tingkat kematian stabil tapi tingkat kehidupan meningkat. Ketidakstabilan yang terjadi seperti ini yang akhirnya tingkat kelahiran melonjak. Keadaan tingkat penduduk di Indonesia menjadi alasan mengapa Indonesia masi dalam taha pra syrat berkembang. Tingkat penduduk yang tinggi mempengaruhi pendapatan perkapita, APBN di Indonesia. Keadaan akan lebih buruk jika program KB tidak dijalankan. Dengan tingkat penduduk yang stabil, maka pendapatan perkapita meningkat, dan APBN stabil, lalu kemakmuran penduduk di Indonesia menjadi baik akhirnya Indonesia dapat menjadi Negara maju. Meskipun belum maksimal kinerja program ini, tapi inilah jalan menuju pengatasan tingkat penduduk di Indonesia. ii. Saran : Pemerintah seharusnya lebih menekankan pengaruh dari tingkat penduduk kepada masyarakat umum. Pendidikan harap dipertimbangkan sehingga pengetahuan akan lebih luas. Persediaan lapangan pekerjaan diperbanyak, untuk mengatasi masalah tingkat penduduk ini sebelum menurunkan tingkat penduduk di Indonesia. Untuk kelompok penduduk yang tergolong miskin, dimana seluruh pengeluaran rumah tangganya masih berfokus pada konsumsi makanan, diharapkan pemerintah turun tangan dengan memberikan fasilitas KB secara Cuma-Cuma sehingga tidak akan memperburuk kondisi mereka sebagai akibat kelahiran yang tidak terkontrol. Bukan hanya pemerintah yang berperan, kita sebagai anggota masyarakat Indonesia turut ambil peran dalam drama pembanguna ekonomi di Indonesia. Diposkan oleh tiara muzanti di 06:15
http://muzanti.blogspot.com/2011/04/keluarga-berencana.html