Anda di halaman 1dari 4

Contoh soal dan penyelesaian penjualan angsuran barang bergerak. PT.

A NERACA Per 31 Desember 1992 Kas Persediaan BD Piutang Usaha (biasa) Piutang Usaha Cicilan th 92 Piutang Usaha Cicilan th 91 500 400 300 200 100 1.500 Hutang Usaha LK yg belum direalisasi th 92 LK yg belum direalisasi th 91 Modal Saham Laba yang ditahan (Jutaan Rp) 60 50 40 500 850 1.500

Penjualan cicilan th 92 dengan tingkat laba kotor 25% dan penjualan cicilan th 91 dengan tingkat laba kotor 40%. Transaksi dan ayat jurnal untuk PT. A yang berhubungan dengan penjualan biasa dan penjualan angsuran th. 1993 adalah sbb: 1 Januari 1993 sampai dengan 31 Desember 1993 a. Pembelian barang dagang secara kredit Rp. 300.000.000,Pembelian Hutang Usaha 300 juta 300 juta

Info : Penjualan terdiri dari :

Tunai Kredit Cicilan

400 juta 300 juta 200 juta 900 juta

Kas Piutang Usaha Penjualan Piutang Usaha Cicilan th 93 Penjualan Cicilan

400 juta 300 juta 700 juta 200 juta 200 juta

Info : Menerima pembayaran dari debitur atas : Piutang Usaha 280 juta Piutang Usaha Cicilan th. 93 100 juta Piutang Usaha Cicilan th. 92 100 juta Piutang Usaha Cicilan th. 91 70 juta 550 juta

Kas Piutang Usaha Piutang Usaha Cicilan th. 93 Piutang Usaha Cicilan th. 92 Piutang Usaha Cicilan th. 91 Info : Pembayaran untuk (93) : Hutang Usaha -/- Potongan Biaya operasi Jumlah kas yg dikeluarkan Hutang Usaha B. Operasi Potongan pembelian Kas

550 juta 280 juta 100 juta 100 juta 70 juta

350 juta ( 3 juta) 347 juta 53,5 juta 400,5 juta 350 juta 53,5 juta 3 juta 400,5 juta

b. Jurnal penyesuaian. Bila pada th. 93 tingkat laba kotor dari penjualan adalah 50% maka Harga Pokok barang yang berkaitan dengan penjulan adalah Rp. 100 juta. HPP Cicilan Pengiriman atas penjualan Cicilan 100 juta 100 juta

c. Untuk menutup perkiraan penjualan cicilan dengan HPP cicilan serta mencatat LK yang belum direalisasi. Penjualan Cicilan HPP Cicilan LK yang belum direalisasi th. 93 d. Jurnal penyesuaian untuk mencatat LK yang direalisasi untuk : Th. 93 = 50% x 100 juta = 50 juta Th. 92 = 25% x 100 juta = 25 juta Th. 91 = 40% x 70 juta = 28 juta 103 juta 200 juta 100 juta 100 juta

LK yang belum direalisasi th. 93 LK yang belum direalisasi th. 92 LK yang belum direalisasi th. 91 LK yang direalisasi

50 juta 25 juta 28 juta 103 juta

e. Untuk menutup perkiraan persediaan awal, pembelian, potongan, pembelian , dan penyisihan atas penjualan cicilan. Ikhtisar R/L Pengiriman atas penjulan cicilan Potongan pembelian Persediaan BD (awal) Pembelian 97 juta 100 juta 3 juta 400 juta 300 juta

f. Untuk mencatat persediaan akhir. Persediaan BD (akhir) Ikhtisar R/L g. Jurnal penutup akhir untuk perkiraan-perkiraan yang belum ditutup. Penjualan (biasa) LK yang direalisasi Biaya operasi Ikt. R/L h. Jurnal untuk mencatat pajak yang terhutang : 10% x 25 juta = 2,5 juta 15% x 25 juta = 3,75 juta 30% x 252,5 juta = 75,75 juta 82 juta Pajak penghasilan Hutang pajak penghasilan i. Jurnal untuk menutup pajak penghasilan ke Ikt. R/L. Ikt. R/L Pajak penghasilan j. Jurnal untuk memindahkan laba bersih ke laba yang ditahan. Ikt. R/L Laba yang ditahan 220,5 juta 220,5 juta 82 juta 82 juta 700 juta 103 juta 53,5 juta 749,5 juta 150 juta 150 juta

82 juta 82 juta

Masalah pembatalan penjualan angsuran barang bergerak akibat ketidakmampuan membayar. Misalkan penjualan cicilan th. 93 Tingkat LK atas penjualan cicilan th. 93 Rp. 200 juta Rp. 50 juta

Pada tahun 94, seorang customer tidak mampu membayar kontrak penjualan cicilan sebesar Rp. 10 juta yang berasal dari transaksi th. 93 dan total yang telah ditagih pada th. 93 adalah Rp. 5 juta. Barang dimiliki kembali dan dinilai sebesar Rp. 2 juta. Maka jurnal untuk mencatat ketidakmampuan membayar dan kepemilikan kembali adalah: Barang dagangan (pemilikan kembali) Rp. 2 juta LK yang belum direalisasi th. 93 Rp. 2,5 juta Kerugian atas pemilikkan kembali Rp. 0,5 juta Hutang Usaha Cicilan th. 93 Rp. 5 juta