MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLlK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 07 TAHUN 2010 TENTANG TARlF TENAGA LlSTRlK YANG DISEDIAKAN OLEH PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LlSTRlK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI ENERGl DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mempertahankan kelangsungan pengusahaan penyediaan tenaga listrik dan peningkatan mutu pelayanan kepada konsumen, perlu dilakukan penyesuaian tarif tenaga listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara;

b. bahwa sesuai ketentuan Pasal 34 ayat ( I ) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Pemerintah menetapkan tarif tenaga listrik dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia;
c. bahwa dalam menetapkan tarif tenaga listrik, Pemerintah mempertimbangkan keadilan, kemampuan daya beli masyarakat, biaya produksi dan efisiensi pengusahaan, skala pengusahaan dan interkoneksi sistem yang dipakai;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara;

Mengingat : I.Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3821); 2. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2009 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5052); 3. Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2009 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5075) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2010 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5132); 4. Peraturan ...

6. Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4628). . Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 03. 5. MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG TARlF TENAGA LlSTRlK YANG DlSEDlAKAN OLEH PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LlSTRlK NEGARA. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tanggal 21 Oktober 2009.PE/ 1991 tanggal 26 April 1991 tentang Persyaratan Penyambungan Tenaga Listrik. Direktur . 3.P/451/M. atau biaya yang dibayar oleh konsumen untuk penambahan daya... 7. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1994 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1994 Nomor 34). 8. Menteri adalah Menteri yang membidangi urusan ketenagalistrikan. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 02. 9. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0030 Tahun 2005 tanggal 20 Juli 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 5. Tarif tenaga listrik adalah tarif tenaga listrik untuk konsumen yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. Biaya Penyambungan adalah biaya yang dibayar calon konsumen untuk memperoleh penyambungan tenaga listrik. 4.4. 2.P/451/M. Uang Jaminan Langganan adalah uang yang merupakan jaminan atas pemakaian daya dan energi listrik selama menjadi konsumen. Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3395) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 56. yang dimaksud dengan : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1989 Nomor 24. BAB l KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini.PE/ 1991 tanggal 26 April 1991 tentang Hubungan Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan dan Pemegang lzin Usaha Ketenagalistrikan Untuk Kepentingan Umum dengan Masyarakat.

BAB II TARlF DASAR LlSTRlK (1) Tarif tenaga listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dinyatakan dalam Tarif Dasar Listrik berdasarkan golongan tarif. terdiri atas: 1. (4) Tarif listrik prabayar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan tarif listrik yang dibayarkan sebelum pemakaian tenaga listrik oleh konsumen.600 VA ke atas (R-3/TR). dengan daya di atas 200 kVA (S-3/TM).500 VA s. b.5.200 VA (R-1ITR). (2) Tarif Dasar Listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas tarif listrik reguler dan tarif listrik prabayar. 2. terdiri atas: a. 200 kVA (S-2/TR). Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Pelayanan Sosial. sebagaimana tercantum dalam Lampiran II. dengan daya 450 VA s. Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Rumah Tangga.d. dengan daya 450 VA s. 2.500 VA (R-2/TR). Golongan tarif untuk keperluan pelayanan sosial kecil sampai dengan sedang pada tegangan rendah. Golongan tarif untuk keperluan pelayanan sosial besar pada tegangan menengah. dengan daya 450 VA s. terdiri atas: 1. sebagaimana tercantum dalam Lampiran Ill. Pasal3 Tarif Dasar Listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. Golongan tarif untuk keperluan rumah tangga menengah pada tegangan rendah. 3.d. Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Bisnis. Golongan tarif untuk keperluan rumah tangga kecil pada tegangan rendah. terdiri atas: 1. 5. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang ketenagalistrikan.d. dengan daya 220 VA (S-ITTR).d.d. 3.500 VA (B-1/TR). 200 kVA (B-2/TR). dengan daya 3. 2. Golongan tarif untuk keperluan bisnis kecil pada tegangan rendah. d. sebagaimana tercantum dalam Lampiran I. 2. Golongan tarif untuk keperluan rumah tangga besar pada tegangan rendah. dengan daya di atas 200 kVA (B-3/TM). 3. Golongan tarif untuk keperluan bisnis besar pada tegangan menengah. dengan daya 6. c.600 VA s. 5. Golongan tarif untuk keperluan bisnis menengah pada tegangan rendah. Golongan tarif untuk keperluan pemakaian sangat kecil pada tegangan rendah. dengan daya 6. Tarif . (3) Tarif listrik reguler sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan tarif listrik yang dibayarkan setelah pemakaian tenaga listrik oleh konsumen.

sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII. dan h. BAB Ill . .d. Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Layanan Khusus pada tegangan rendah. diperuntukkan hanya bagi pengguna listrik yang memerlukan pelayanan dengan kualitas khusus dan yang karena berbagai ha1 tidak termasuk dalam ketentuan golongan tarif Sosial. Tarif Dasar Listrik untuk keperluan penjualan Curah (bulk) pada tegangan menengah. 2. dengan daya 30. Golongan tarif untuk keperluan industri besar pada tegangan tinggi. Bisnis.TT). 14 kVA (I-1lTR). Golongan tarif untuk keperluan industri menengah pada tegangan menengah.d.d. g. f. dengan daya di atasl4 kVA s. Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Industri. yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.. Rumah Tangga. 3.d. Golongan tarif untuk keperluan kantor pemerintah kecil dan sedang pada tegangan rendah. dan tegangan tinggi (L/TR. 200 kVA (I-2/TR). 200 kVA (P-I /TR).000 kVA ke atas (1-4/TT). sebagaimana tercantum dalam Lampiran V. sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. dengan daya 450 VA s. Golongan tarif untuk keperluan industri sedang pada tegangan rendah. dengan daya 450 VA s. Golongan tarif untuk keperluan kantor pemerintah besar pada tegangan menengah. 4. dengan daya di atas 200 kVA (P-2lTM). Ketentuan pelaksanaan tarif listrik reguler dan tarif listrik prabayar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 diatur lebih lanjut oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI. Golongan tarif untuk keperluan penerangan jalan umum pada tegangan rendah (P-3/TR).TM. tegangan menengah.. lndustri dan Pemerintah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VIII. 3. dengan daya di atas 200 kVA (T/TM) diperuntukkan bagi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia. terdiri atas: 1. Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Kantor Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum. dengan daya di atas 200 kVA (I-3/TM). terdiri atas: 1 Golongan tarif untuk keperluan industri kecillindustri rumah tangga pada tegangan rendah. 2. e. Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Traksi pada tegangan menengah. dengan daya di atas 200 kVA (CTTM) diperuntukkan bagi Pemegang lzin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.

.85 (delapan puluh lima per seratus). Lampiran Ill. serta Lampiran VII Peraturan Menteri ini dan melaporkan penetapan tersebut kepada Direktur Jenderal. (3) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberiakukan apabila pemakaian kVArh yang tercatat dalam I (satu) bulan lebih tinggi dari 0. Bagian Kedua Penetapan Faktor "K" Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara menetapkan besarnya faktor perbandingan (faktor "K") antara harga Waktu Beban Puncak (WBP) dan harga Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) sesuai dengan karakteristik beban sistem tenaga listrik setempat. BAB IV BlAYA PENYAMBUNGAN Bagian Kesatu Umum Calon konsumen yang mengajukan penyambungan baru atau konsumen yang mengajukan penambahan daya untuk golongan tarif dikenakan Biaya Penyambungan dan Uang Jaminan Langganan. Lampiran VI. Lampiran V. maka terhadap beberapa golongan tarif tersebut dikenakan biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) sebagaimana tercantum dalam Lampiran I.BAB Ill BlAYA KELEBIHAN PEMAKAIAN DAYA REAKTIF DAN PENETAPAN FAKTOR " K Bagian Kesatu Biaya Kelebihan Pemakaian Daya Reaktif (1) Tarif dasar listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 berlaku untuk pemakaian tenaga listrik dengan faktor daya rata-rata setiap bulan sekurang-kurangnya 0. Bagian .. Lampiran V. Lampiran Ill. sehingga faktor daya (Cos 9)rata-rata kurang dari 0.85 (delapan puluh lima per seratus). (2) Dalam ha1 faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0. dan Lampiran VII Peraturan Menteri ini. Lampiran IV. serta menetapkan waktu dan lamanya Waktu Beban Puncak (WBP) sebagaimana tercantum dalam Lampiran I. Lampiran VI. Lampiran IV..62 (enam puluh dua per seratus) jumlah kwh pada bulan yang bersangkutan.85 (delapan puluh lima per seratus).

BAB V . Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara wajib mengumumkan besarnya Biaya Penyambungan untuk tiap-tiap kelompok sambungan di setiap unit pelayanan. Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara wajib melaporkan realisasi pelaksanaan penyambungan tenaga listrik kepada Direktur Jenderal secara berkala setiap triwulan. dan ayat (3). maka penambahan biaya tersebut menjadi beban calon konsumen atau konsumen dengan tetap dikenakan Biaya Penyambungan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). danlatau estetika tertentu sehingga dibutuhkan jaringan khusus. Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dapat menetapkan Uang Jaminan Langganan lebih rendah dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. ayat (2). Pengelolaan Uang Jaminan Langganan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus ditingkatkan terus-menerus demi kepentingan konsumen dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara sesuai dengan kelaziman pengelolaan perusahaan listrik. .. Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara mengatur lebih lanjut pelaksanaan Uang Jaminan Langganan sebagaimana dimaksud pada ayat (I).. Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dapat menetapkan Biaya Penyambungan lebih rendah dari Biaya Penyambungan sebagaimana tercantum dalam Lampiran IX Peraturan Menteri ini. Tata cara dan persyaratan pembayaran Biaya Penyambungan ditetapkan lebih lanjut oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. Bagian Ketiga Uang Jaminan Langganan Pasal 10 Uang Jaminan Langganan ditetapkan sebesar biaya rekening ratarata nasional 1 (satu) bulan sesuai golongan tarif. dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam ha1 calon konsumen atau konsumen menginginkan tingkat mutu.Bagian Kedua Biaya Penyambungan Biaya Penyambungan untuk penyambungan baru atau penambahan daya tenaga listrik yang disambung dengan jaringan standar ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran IX Peraturan Menteri ini. keandalan.

danlatau pembongkaran rampung. Bagian Kedua Tagihan Susulan Pasal 12 (1) Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara melaksanakan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) terhadap konsumen maupun bukan konsumen yang melakukan pemakaian tenaga listrik secara tidak sah. pelanggaran Golongan I (P I) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi batas daya tetapi tidak mempengaruhi pengukuran energi. Pelanggaran Golongan I (P I): TS1 = 6 x (2 x Daya Tersambung) x Biaya Beban atau Rekening Minimum konsumen sesuai Tarif Dasar Listrik. . terdiri atas: a.BAB V BlAYA KETERLAMBATAN PEMBAYARAN REKENING LlSTRlK DAN TAGIHAN SUSULAN Bagian Kesatu Biaya Keterlambatan Pembayaran Rekening Listrik Pasal 11 (1) Konsumen diwajibkan membayar tagihan rekening listrik sesuai masa pembayaran yang ditetapkan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. pelanggaran Golongan Ill (P Ill) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi batas daya dan mempengaruhi pengukuran energi. Pelanggaran . pelanggaran Golongan II (P II) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi pengukuran energi tetapi tidak mempengaruhi batas daya. c. pelanggaran Golongan IV (P IV) merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh bukan konsumen.. pemutusan sementara. (2) Apabila konsumen membayar tagihan rekening listrik melampaui masa pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan biaya keterlambatan pembayaran rekening listrik sebagaimana tercantum dalam Lampiran X Peraturan Menteri ini. b. b. (2) Tagihan susulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sebagai berikut: a. dan d.. Pasal 13 (1) Konsumen dan bukan konsumen yang melakukan pelanggaran pemakaian tenaga listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dikenakan sanksi berupa tagihan susulan. (2) Pemakaian tenaga listrik secara tidak sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa pelanggaran pemakaian tenaga listrik.

(2) Apabila tingkat mutu pelayanan pada masing-masing unit pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain yang berkaitan dengan lama gangguan. Pelanggaran Golongan IV (P IV): TS4 = (9 x (2 x Daya Kedapatan) x Biaya Beban atau rekening minimum konsumen sesuai Tarif Dasar Listrik} + (9 x 720 jam x Daya Kedapatan x 0.b. Pelanggaran Golongan II (P 11): TS2 = 9 x 720 jam x Daya Tersambung x 0. b.. c. Pelanggaran Golongan Ill (P Ill): TS3 = TS1 + TS2.. danlatau kesalahan pembacaan meter tidak dapat dipenuhi. yang diperhitungkan dalam tagihan listrik pada bulan berikutnya.85 x Tarif Tertinggi pada golongan tarif sesuai Tarif Dasar Listrik yang dihitung berdasarkan Daya Kedapatan). d. (3) Ketentuan mengenai tingkat mutu pelayanan dan pengurangan tagihan listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal atas nama Menteri. dan c. . maka Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen yang bersangkutan. peningkatan efisiensi pengusahaan. peningkatan mutu dan keandalan penyediaan tenaga listrik.85 x harga per kwh yang tertinggi pada golongan tarif konsumen sesuai Tarif Dasar Listrik. jumlah gangguan. Pasal 16 . (3) Ketentuan mengenai penertiban pemakaian tenaga listrik dan tagihan susulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur labih lanjut oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dan disahkan oleh Direktur Jenderal. BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 15 Direktur Jenderal melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri ini. BAB VI TINGKAT MUTU PELAYANAN Pasal 14 (1) Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara wajib meningkatkan dan mengumumkan tingkat mutu pelayanan untuk masing-masing unit pelayanan pada setiap awal triwulan. termasuk pembinaan dan pengawasan terhadap : a. . peningkatan pelayanan kepada konsumen.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1616 W36lMEMl2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Ketentuan Pelaksanaan Harga Jual Tenaga Listrik Tahun 2004 yang Disediakan Oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. Kepala BimHukum dan Humas. ttd. dan 2. Pasal 18 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal IJuli 2010. BAB Vlll KETENTUANPENUTUP Pasal 17 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku : 1. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. DARWIN ZAHEDY SALEH Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASl MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. . ttd.Pasal 16 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan Menteri ini diatur oleh Direktur Jenderal atas nama Menteri. - Farida Zed N1Pl9570605 198603 2 001 . Agar setiap orang mengetahuinya. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 314 Sdinan SBsuai dengan aslinya KEME~~TERIAN ENERGi DAN SUMBER DAYA MINERAL Plt. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2038 W40/MEM/2001 tanggal 24 Agustus 2001 tentang Biaya Penyambungan Tenaga Listrik yang Disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. .

Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial komersial P = 1.000 3. **) Diterapkan Rekening Minimum (RM) : RM2 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian Blok LWBP.000 7.d. DARWIN ZAHEDY SALEH Satinan. ***) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam ha1 faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0. 60 k w h : 295 PRA BAYAR ( ~ ~ l k ~ h ) 325 - 10. 20 k w h : 200 Blok ll : di atas 20 k w h s. Kategori S-3 bersifat sosial murni dan S-3 bersifat sosial komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat usahanya. Jam nyala : k w h per bulan dibagi dengan kVA tersambung. ttd. : Waktu Beban Puncak. TARlF S-11TR S-2/TR BATAS DAYA 220 VA 450 VA REGULER BlAYA BEBAN (RpIkVAlbulan) BlAYA PEMAKAIAN (RpIkWh) DAN BlAYA kVArh (RplkVArh) Abonemen per bulan (Rp) : 14.4 S K S 2)' ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. K : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1. GOL.d. Kdpala:Btro Hukum dan Humas. P : Faktor pengali untuk pembeda antara S-3 bersifat sosial murni dengan S-3 bersifat sosial komersial. I MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. 30 k w h : 123 Blok ll : di atas 30 k w h Blok Ill : di atas 60 k w h : 360 Blok I : 0 s.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 07 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 Juni 2010 TARlF DASAR LlSTRlK UNTUK KEPERLUAN PELAYANAN SOSIAL No' 1.d. 2.800 Blok I : 0 s.sesuai dengan aslinya KEM~NTERI~N EIVE*~:]'DAN SUMBER DAYA MINERAL Pit. S3/TM 200 kVA di atas 200 kVA **) BlokWBP = K x P x 6 0 5 Blok LWBP = P x 605 kVArh = 650 ***) Catatan : Diterapkan Rekening Minimum (RM) : *) RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian.85 (delapan puluh lima per seratus). 1 i % . Farida Zed N1P195706051986032001 .3. Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial murni P = 1. WBP LWBP : Luar Waktu Beban Puncak. S-2/TR 900 VA 15.

300 VA 2. I 1 I I MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.d 5.000 3. Jam nyala : k w h per bulan dibagi dengan kVA tersambung.LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 0 7 ' T A H U N 2 0 1 0 TANGGAL : 30. 30 k w h : : di atas 30 k w h s. DARWIN ZAHEDY SALEH $alin&n sesuai dengan aslinya K E M E N T E R ~ ~ .d.H I .200 VA 3.500 VA 6.d.600 VA ke atas *) : 0 s.DAN Plt. 60 k w h : Bloklll : diatas60kWh : 790 795 890 Blok I Blok II 169 360 495 275 445 495 790 795 890 **) : H I x 890 : H2 x 1.d.380 I *) I Diterapkan Rekening Minimum (RM): RMI = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian. H I : Persentase batas hemat terhadap jam nyala rata-rata nasional x daya tersambung (kVA). R-IITR 900 VA 20. 60 k w h : Blok Ill : di atas 60 k w h : Blok I : 0 s.d.OOO BlAYA PEMAKAIAN (RplkWh) Blok I Blok II BAYAR (RplkWh) R-1K R 2. Catatan : R-1/TR R-1KR R-2iTR R-3ITR 1. TARlF No' 1. I I I I I I I I **) Diterapkan Rekening Minimum (RM): RM2 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian Blok I.500 s. BATAS DAYA 450 VA BlAYA BEBAN (RpIkVAlbulan) 11. $- Hukurn dan Humas.Juni 2 0 1 0 TARlF DASAR LlSTRlK UNTUK KEPERLUAN RUMAH TANGGA REGULER GOL. Besar persentase batas hemat dan jam nyala rata-rata nasional ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kegaia . 4. E M ~ R ~ ~SUMBER DAYA MINERAL ~. 5. 6. i Farida Zed . H2 : Pemakaian listrik (kwh) . \ * . 20 k w h : Blok II : di atas 20 k w h s. ttd.

Diterapkan Rekening Minimum (RM): RM3 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian LWBP. I MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. ttd. Kepala Bircr dukum dan Humas. .500 VA 6.J u n i 2010 TARIF DASAR LlSTRlK UNTUK KEPERLUAN BlSNlS GOL. 5.d.200 VA s. H2 : Pemakaian listrik (kwh) H I . LWBP : Luar Waktu Beban Puncak. 108 k w h : 420 Blok II : di atas 108 k w h : 465 795 905 Blok I : H1 x 900 Blok II : H2 x 1. 5.85 (delapan puluh lima per seratus). Jam nyala : k w h per bulan dibagi dengan kVA tersambung. I 1 ** 1 1 1 I * * I I ****) I I II I I - I I Besar persentase batas hemat dan jam nyala rata-rata nasional ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.600 VA s. PRA BAYAR (RpIkWh) 535 630 795 905 1. 3. 6.4 s K 5 2).300 VA 2. 4. Diterapkan Rekening Minimum (RM): RM2 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian Blok I. Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam ha1 faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0.500 REGULER BlAYA PEMAKAIAN (RpIkWh) DAN BlAYA kVArh (RpIkVArh) Blok I : 0 s. DARWIN ZAHEDY SALEH Satinan s&iai dengan aslinya KEMENTERIAQENERQL DAN SUMBER DAYA MINERAL Pit.380 Blok WBP = K x 800 Blok LWBP= 800 kVArh = 905 ****) No' 1.LAMPIRAN Ill PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR :"I07 T A H U N 2010 TANGGAL : 30 . H I : Persentase batas hemat terhadap jam nyala rata-rata nasional x daya tersambung (kVA).& 1 \\ \ m~ i r i d Zed a .d.500 26.100 * *) **) ***) Catatan : *) Diterapkan Rekening Minimum (RM): RMI = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian. 30 k w h : 254 Blok I : di atas 30 k w h : 420 1 Blok I : 0 s. I WBP I : Waktu Beban Puncak. ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.d. K : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1. TARlF B-1/TR B-1/TR B-l/TR B-1/TR B-2/TR B3KM BATAS DAYA 450 VA 900 VA 1. 2.d. 200 kVA di atas 200 kVA BIAYA BEBAN (RpIkVAlbulan) 23.

4.200 VA 3. 2. I DARWIN ZAHEDY SALEH > ' Salirran seauai dengan aslinya KEMENTERCAN ENERGE QAN SUMBER DAYA MINERAL Ptt. Jam nyala : k w h per bulan dibagi dengan kVA tersambung. TARlF 1-1K R I-1/TR I-1KR I-1/TR I-1/TR I-2KR I-3KM 1-4/lT BATAS DAYA 450 VA 900 VA 1.500 VA s. : Luar Waktu Beban Puncak.d. I I ****) K I I I WBP : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1.000 kVA ke atas BlAYA BEBAN (RpIkVAlbulan) 26.LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 4 7 T A H U N 2010 TANGGAL :$o J u n i 2010 TARlF DASAR LISTRIK UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI I I I I I 1 BAYAR (RpIkWh) REGULER No' GOL. Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam ha1 faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0. : Waktu Beban Puncak. CC .4 S K S 2). * * *) : : : : 0 s. 5.000 31. 14 kVA di atas 14 kVA s.85 (delapan puluh lima per seratus).300 VA 2. 200 kVA di atas 200 kVA 30. Diterapkan Rekening Minimum (RM): RM2 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian LWBP. di atas 30 kwh : 0 s. 72 k w h : di atas 72 kwh : 765 790 915 160 395 315 405 6.500 BlAYA PEMAKAIAN (RpIkWh) DAN BlAYA kVArh (RpIkVArh) Blok I Blok I 1 Blok I Blok ll 1. 30 k w h . ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. 7. ***) I *) II **) I I I Diterapkan Rekening Minimum (RM): RM3 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian WBP dan LWBP.d.d. Kepala BSrg Hukum dan Humas. 3. I LWBP I MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. 8. **I **) ***I I = K x 800 Blok WBP Blok LWBP = 800 kVArh 875 ****) Blok WBP = K x 680 Blok LWBP = 680 kVArh = 735 ****) Blok WBP dan LWBP = 605 kVArh = 605 ****) Catatan : Diterapkan Rekening Minimum (RM): RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian. ttd.d.

ttd. Besar persentase batas hemat dan jam nyala rata-rata nasional ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. ****) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam ha1 faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0. - '.d. 7. 2. MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.600 * *) I. 4. H2 : Pemakaian listrik (kwh) .85 (delapan puluh lima per seratus). K : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem K kelistrikan setempat (1.000 24. 3.500 VA 6. 5. **) ***) Jam nyala : kwh per bulan dibagi dengan kVA tersambung.. H I : Persentase batas hemat terhadap jam nyala rata-rata nasional x daya tersambung (kVA).200 **) ***I **) - 820 Catatan : *) Diterapkan Rekening Minimum (RM): RMI = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian. 200 kVA diatas200kVA BlAYA BEBAN (RpIkVNbulan) 20.200 VA s. : Waktu Beban Puncak. Kwala B i r ~ Hwkum dan Humas. WBP LWBP : Luar Waktu Beban Puncak. BIAYA PEMAKAIAN (RplkWh) DAN BIAYA kVArh (RpIkVArh) 575 600 880 885 Blok I : H I x 885 Blok ll : H2 x 1. Diterapkan Rekening Minimum (RM): RM2 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian Blok I Diterapkan Rekening Minimum (RM): RM 3 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian LWBP.380 Blok WBP = K x 750 Blok LWBP = 750 kVArh = 825 ****) 820 PRA BAYAR (Rp/kWh) 685 760 880 885 1.LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 07 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 J u n i 2010 TARlF DASAR LlSTRlK UNTUK KEPERLUAN KANTOR PEMERINTAH DAN PENERANGAN JALAN UMUM REGULER No' GOL. ' 5 ' Blt.d.300 VA 2.600 VA s. ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. 1 \ FaHda Zed m- * 'NfP t9570605 198603 2 001 . 5. DARWIN ZAHEDY SALEH SalinaA sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN ENERGt DAN SUMBER DAYA MINERAL .HI.4 I I2). 6. TARlF P-1/TR P-1KR P-1/TR P-1/TR P-1/TR P-2iTM P-3/TR BATAS DAYA 450 VA 900 VA 1.

: Waktu Beban Puncak.5 dari daya tersambung. r i . biaya beban dikenakan sebesar daya maksimum terukur. m. daya maksimum bulanan i 0. Kepalk BiroWwkum dan Humas. DARWIN ZAHEDY SALEH . Satinan $&bi dengan aslinya KEMENXRIAN ENEROJQAN SUMBER DAYA MINERAL Plt. MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. biaya beban dikenakan 50% daya tersambung terukur. ttd. Farida Zed .4 5 K 5 2).LAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 0 7 T A H U N 2010 TANGGAL : 30 J u n i 2010 TARlF DASAR LISTRIK UNTUK KEPERLUAN TRAKSI No. daya maksimum bulanan > 0. / : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1. **) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam ha1 faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0. WBP LWBP : Luar Waktu Beban Puncak. ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.5 dari daya tersambung. l I K b..85 (delapan puluh lima per seratus). TARlF BATAS DAYA BlAYA BEBAN (RpIkVNbulan) BlAYA PEMAKAIAN (RplkWh) DAN BlAYA kVArh (RplkVArh) Blok WBP Blok LWBP kVArh = K x 390 = 390 = 665**) I *) Perhitungan biaya beban didasarkan pada hasil pengukuran daya maksimum bulanan untuk : a..

LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 07 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 J u n i 2010 TARlF DASAR LlSTRlK UNTUK KEPERLUAN PENJUALAN CURAH (BULK) 1 1 No 1. : Waktu Beban Puncak. .85 (delapan puluh lima per seratus). Hukum dan Humas.4 S K S 2). 1 I WBP LWBP I I MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. DARWIN ZAHEDY SALEH Salinan:sefsuai dengan aslinya KEMENTERIAN EN ERG^ UAN SUMBER DAYA MINERAL Plt.000 = Kx445 = 445 = 595 *) Catatan : *) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam ha1 faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0. : Luar Waktu Beban Puncak. ttd. "- . ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. -Farida Zed ~ ~ ~ 1 9 5 7 0 6 0 5 2 001 198603 . TARIF M C l/ 1 I BATAS DAYA BlAYA BEBAN (Rp./kVA/bulan) BlAYA PEMAKAIAN (RpIkWh) DAN BlAYA kVArh (RpIkVArh) Blok WBP Blok LWBP kVArh I di atas 200 kVA I 30.. / K : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1. I Tarif ini untuk keperluan penjualan secara curah kepada Pemegang lrin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.. 7 . i m. Kepala Bin.

dan VII Peraturan Menteri ini. IV. 1 yaitu : a. d. c. untuk kawasan bisnis dan kawasan industri yang memerlukan tingkat keandalan khusus. adanya bisnis para pihak yang saling menguntungkan dengan kualitas layanan tertentu.- . angka tarif ini dikalikan terhadap faktor pengali "N" dengan nilai "N" Sebagai tarif maksimum. Kepala Bira. tidak lebih dari 1 (satu). khusus untuk kegiatan konstruksi maksimum 24 (dua puluh empat) bulan dan dapat diperpanjang. bersifat sementara maksimum 3 (tiga) bulan. Keterangan : *) I I I Di dalam mengimplementasikan. khusus untuk keperluan bisnis dan industri dengan daya di atas 200 kVA.Hukum dan Humas. BlAYA BEBAN (RpIkVNbulan) BlAYA PEMAKAIAN (RpIkWh) Catatan : Tarif untuk dasar perhitungan harga atas tenaga listrik yang oleh karena sesuatu ha1 tidak dapat dikenakan menurut tarif baku sebagaimana tercantum dalam Lampiran I. . VI. ttd. DARWIN ZAHEDY SALEH Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN ENERGI:pAN SUMBER DAYA MINEWL Plt.LAMPIRAN Vlll PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR :07 TAHUN 2010 TANGGAL 130 J u n i 2010 TARlF DASAR LlSTRlK UNTUK KEPERLUAN LAYANAN KHUSUS GOL. 1. ekspor impor. atau e. MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. V. . atau hanya sebagai cadangan pasokan. b. untuk keperluan bisnis dan industri yang mempunyai wilayah kerja tersebar dan menginginkan pembayaran terpusat. Pelaksanaan penerapan tarif untuk keperluan Layanan Khusus ditetapkan lebih lanjut oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. dengan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik lainnya dan pemegang izin operasi. TARlF 1 BATAS DAYA 1. Ill.

200 kVA termasuk untuk sambungan rumah tangga golongan tarif R-3KR dengan daya di atas 200 kVA. Kepala @idkukum dan Humas.200 VA Daya Rp 750.d. 1. 4. Sambungan 1 fasa dengan pembatasan daya dan pengukuran Tegangan Rendah di bangunan pelanggan. ttd.000 kVA ke atas. Rp 60. 2. Khusus Tarif S-1/TR s.OONA MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. * I ' - .00/sambungan Bebas Biaya Penyambungan Rp 505.d. Sambungan 1 fasa atau 3 fasa dengan pembatasan daya dan pengukuran Tegangan Rendah.OONA ( I BIAYA PENYAMBUNGAN MAKSIMUM I I. Untuk penambahan daya dari golongan tarif SI K R (tanpa meter) menjadi 450 VA atau 500 VA (dengan meter). 220 VA. Daya tersambung di atas 2.2. Garida Zed -NlFrl-9570605 198603 2 001 a- .000.LAMPIRAN IX PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR :07 T A H U N 2010 TANGGAL : 3 0 J u n i 2010 BIAYA PENYAMBUNGAN KELOMPOK SAMBUNGAN 1. tersambung s. DARWIN ZAHEDY SALEH Salinan s&yai dengan aslinya KEMEMTERIAN E N E R G ~ ~ A N SUMBER DAYA MINERAL : Mt. Sambungan 3 fasa dengan pembatasan daya dan pengukuran Tegangan Menengah dengan daya tersambung di atas 200 kVA Sambungan 3 fasa dengan pembatasan daya dan pengukuran Tegangan Tinggi dengan daya tersambung 30.1.200 VA s.I. 4. > i i ' .d. 2.2.

DARWIN ZAHEDY SALEH .300 VA 2.d. ' I" . ttd.000 10. 7.200 VA 3. 2.000) NO 1. 5. . 3.600 VA s..LAMPIRAN X PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 0 7 TAHUN 2 0 1 0 TANGGAL : 3 0 J u n i 2 0 1 0 BlAYA KETERLAMBATAN PEMBAYARAN REKENING LlSTRlK BATAS DAYA 450VA QOOVA 1. Kepala~Birt) Hukum dan Humar. 4. pit.500 VA 6. di atas 14. 5.500 VA s.000 VA MENTERI ENERGl DAN SUMBER DAYA MINERAL. Saliryiri %suai dengan aslinya KEME~TERIAN ENERGI. 6.DAN SUMBER DAYA MINERAL . 14.000 5.000 50.000 3% dari tagihan rekening listrik (minimum Rp 75.000 VA BlAYA KETERLAMBATAN (Rplbulan) 3.000 3.d.000) 3% dari tagihan rekening listrik (minimum Rp 100..