Anda di halaman 1dari 35

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah ataupun di dalam kelas berupaya untuk mencapai prestasi belajar siswa atau mencapai tujuan belajar. Karena adanya tujuan yang hendak dicapai, maka proses dalam mencapai tujuan itu harus dilakukan. Tujuan pembelajaran atau prestasi belajar yang dicapai oleh siswa paling tidak terdpaat tiga tujuan yakni kognitif, afektif dan psikomotorik sebagaimana yang diurakatn oleh E. Mulyasa (2001: 110) bahwa Tujuan belajar yang hendak dicapai terdiri dari tiga macam yaitu kognitif, efekrif dan psikomotorik. komprenehsif dari tiga unsur tersebut, yaitu: 1. Domain Kognitif (Cognitif Domain) Domain ini menyangkut prilaku berpikir dan mengetahui cara memecahkan masalah. Domain ini terdiri dari: a. Pengetahuan (Knowlegde) yaitu kemampuan mengungkapkan materi dipelajari. b. Pemahaman (Comprehention) yaitu kemampuan memahami arti suatu bahan yang telah dipelajari. c. Penerapan (Aplication) yakni menggunakan bahan yang telah dipelajari situasi nyata dalam kehidupan. d. Analisis (Analysis) yaitu menguraikan bahan yang telah dipelajari bagian-bagian sehingga susunannya dapat dimengerti. e. Sintesis (Synthesis) yaitu kemampuan untuk menghinpun bagian-bagian ke dalam suatu kesatuan/keseluruhan yang utuh. ke dalam yang telah Gambar dari

f.

Evaluasi (Evalution) yakni kemampuan menggunakan pengetahuan untuk mengathui nilai terhadap sesuatu berdasarkan criteria tertentu.

2. Domain Afektif (Affective Domain) Domain ini berkaitan dengan prilaku, nilai-nilai, interes, apresiasi seta penyesuaian perasaan social. Domain ini terdiri dari: a. Menerima (Receiving) yakni kemampuan dan kesediaan untuk mempertahankan sesuatu. b. c. Menanggapi (Responding) yaitu kemampuan untuk aktif dalam kegiatan. Menghargai (Valuening) yaitu menghargai dan menerima nilai, benda dan gejala perbuatan tertentu. d. Mengatur (Organization) yaitu memadukan berbagai nilai yang berbeda berdasarkan suatu sistem nilai tertentu, seperti menyadari keselarasan antara hak dan kewajiban. e. Mengkarakteristikan (Characterization by a value Complex) yaitu memeliki system nilai yang mampu mengendalikan perbuatan dan penyelarasan prilakunya sesuai system niali tersebut. 3. Domain Psikomotor ( Psychomotor Domain) Domain psikomotor adalah kemampuan yang berkaitan dengan kegiatan otot dan kegiatan fisik. Domain ini terdiri dari: a. Persepsi (Percption) yaitu kemampuan menggunakan indera suatu kegiatan, misalnya kerusakan mesin dengan suaranya. b. Kesiapan (Set) yaitu kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan, baik bersifat fisik, mental maupun emosional. c. Mekanisme (Mechanisme) yaitu kemampuan untuk memberikan respon dari apa yang telah dipelajari dengan gerakan yang mahir. d. Respon terbimbing (Guide Response) yaitu kemampuan untuk melaksanakan

perbuatan yang ditujukan oleh orang lain, baik meniru atau mencoba. e. Kemahiran (Complex Overt Response) yakni kemampuan untuk menampilkan gerakan motorik dengan ketarmpialn penuh (mahir, cepat dan tepat). f. Adaptasi (Adaptation) yakni kemampuan untuk memodifikasi/ menyesuaikan gerakannya sesuai dengan situasi tertentu. g. Organisasi (Organization) yaitu kemampuan untuk menciptakan pola gerakan baru untuk mengembangkan keterampilan tertentu, misalnya gerakan tari. Dengan kata lain ketiga tujuan tersebut dapat diartikan seabgai berikut: Pertama, tujuan afektif yakni tujuan meningkatkan kemampuan hati atau mengolah perasaan dalam jiwa. Kedua, tujuan kognitif yakni tujuan meningkatkan kemampuan akal atau daya pikir. Ketiga, tujuan psikomotorik yakni tujuan meningkatkan kemampuan praktis atau kemampuan fisik. Tercapainya tujuan belajar menjadikan seseorang memiliki kompetensi dari hasil belajar. Walaupun tujuan pembelajaran telah dihariskan dan dijelaskan kepada anak didik terkadang tidak tercapai tujuan belajar itu. Seperti halnya yang terjadi di SDN Jatitengah III Kabupaten Majalengka, khususnya pada mata pelajaran IPA di kelas VI dengan satndar kompetensi energi listrik bagi IPA Indonesia pada Dalam hal ini guru berkewajiban untuk memperbaiki pembelajaranya itu, sehingga prosenya semakin meningkat dan prestasi siswa semakin meronjak naik dari nilai sebelumnya. Upaya yang dilakuan dalam perbaikan ini dapat melalui Penelitian Tindakan Kelas, dimana proses Penelitian Tindakan Kelas mencari penyebab dan mencarikan jalan solusi dalma perbaikan pembelajaran. Gambar diatas, sekiranya dapat dijadikan sebuah judul Penelitian Tindakan Kelas yakni Meningkatkan Pemahman Siswa tentang Energi Listrik melalui metode latihan di kelas VI SDN Jatitengah III Kab. Majalengka.

B. Rumusan Masalah Penelitian Tindakan Kelas ini dirumuskan menjadi satu rumusan masalah yakni untuk pelajaran IPA yakni: a. Untuk Mata pelajaran IPA Bagaimana upaya meningktakan pemahman siswa tentang energi listrik melalui metode latihan pada pelajaran IPA? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan perbaikan Penelitian Tindakan Kelas yaitu:. a. Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang energi listrik melalaui metode latihan serta mengetahui hasil perbaikan dari Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan pada pelajaran IPA. D. Manfaat Penelitian Hasil Penelitian Tindakan Kelas memberikan manfaat yang berarti bagi penulis, siswa, guru dan sekolah. Adapun manfaat tersebut adalah sebagai berikut: 1) Bagi siswa, PTK ini diharapkan dapat : a) Meningkatkan makna pembelajaran yang berarti. b) Meningkatkan sikap dan jiwa untuk berprestasi. c) Meningkatkan minat dan motivasi belajar. d) Meningkatkan hasil belajar. 2) Bagi guru, PTK ini diharapkan dapat : a) Memotivasi guru untuk melakukan penelitian dari masalah yang muncul dari proses pembelajaran. b) Meningkatkan keterampilan menggunakan variasi dalam metode pembelajaran.

c)

Bahan dalam menentukan bentuk tindakan dalam proses pembelajaran guna peningkatan minat dan hasil belajar siswa.

d) Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. e) Melatih guru untuk memahami cara-cara melakuan penelitian Tindakan kelas supaya dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di dalam kelas serta dapat memperbaiki pembelajaran ke arah yang lebih bermakna dan bernilai. f) Meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

g) Menentukan tindak lanjut hasil belajar yang akan bermakna bagi siswa. h) Meningkatkan kerja sama yang baik antara siswa, guru dan dengan instruktur maupun dengan pihak terkait. 3) Bagi Lembaga, hasil PTK ini diharapkan dapat : a) Memotivasi guru untuk melakukan PTK guna meningkatkan kompetensi

profesionalismenya bagi peningkatan kualitas proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa. b) Memberikan dasar pijakan dalam menentukan kebijakan-kebiajakn yang mendukung pemberdayaan siswa dan peningkatan kulitas pendidikan dan pembelajaran. c) Memberikan landasan dan menentukan kebijakan yang akan diambil dalam meningkatkan mutu pendidikan lembaga. d) Memberikan gambaran tentang cara penyusunan, perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi yang tepat dalam pembelajaran. e) Memberikan masukan bagi lembaga tentang hasil pembelajaran yang dicapai siswa sehingga menjadi dasar untuk peningkatan mutu pendidikan di lembaga tersebut.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Metode Pembelajaran 1) Pengertian Metode Pembelajaran Kedudukan metode mengajar sebagai alat komunikasi ektrinsik dalam kegiatan belajar mengajar yang berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan minat belajar siswa. Metode mengajar menurut Surachmad (1980:75) bahwa: Metode

adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat mencapai tujuan, makin baik metode itu makin baik pula dalam mencapai tujuan. Untuk menetapkan suatu metode harus disesuaikan dengan beberapa faktor, faktor utama yang menentukan adalah tujuan yang ingin dicapai. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode bukan tujuan, tetapi metode adalah alat untuk mencapai tujuan. Dalam menyampaikan struktur-struktur dan konsep-konsep kepada siswa perlu ada suatu metode penyampaian agar mereka ikut berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.

2) Jenis-jenis Metode Metode mengajar memeliki peranan penting untuk menciptakan proses belajar mengajar. Adapun jenis metode mengajar, sebagai berikut: Metode ceramah (Lecturing method). Metode meniru dan mengingat (imitation and memotiter). Metode Dikte . Metode Melatih (Drill). Metode tanya jawab (questioning and question answer period). Metode katekesmus (catekhetical method); metode tanya jawab dengan jawaba tersedia. Metode Sokrates (Socrates method; pertanyaan beruntun dan logis)

Metode Diskusi. Metode Prileksi (Prelerctiaon method); mengananalisi dan menambil kesimpulan. Metode Demontrasi dan ekperimen. Metode Pemberian tugas dan resitasi. Metode Herbat ( menghubungkan tanggapan). Metode problem solving. Metode Proyek. Metode Unit ( The Unit plan) ; guru dan siswa mentukan materi yang akan dipelajari. Metode Kerja Kelompok. Metode sosiodrama dan Peran. Metode Perkunjungan studi. Metode panel. Metode sismposium. Metode musyawarah. Metode seminar. Metode forum Metode mengajar beregu. Metode mangajar Berprograma (Karo-karo, 1975:12)

Keberhasilan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam membuat perencanaan pengajaran. Rencana pengajaran merupakan rumusan perkiraan tentag apa yang akan dilakukn oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. (Ali, 1989:73). Perencanaan sistem pembelajaran terhadap apa yang hendak dicapai dalam suatu proses pembelajaran serta bagaimana upaya mencapainya. Rmusan tentang apa yang hendak dicapai merupakan rumusan tujuan, sedangkan upaya untuk mencapai tujuan merupakan perencanaan seluruh komponen sistem mengacu kepada tujuan. Oleh karena itu perencanaan sistem pembelajaran mencakup perencanaan terhadap: Tujuan yang hendak dicapai. Bahan pelajaran yang sejharusnya dipelajari siswa agar dapat mencpai tujuan. Metode belajara dan mengajar yang dIPA ndang efektif untuk mengantarkan siswa mencapai tujuan. Alat-alat pelajaran yang sesuai untuk membantu proses pemcapaian tujuan. Evaluasi yang dilaksanakan untuk menilai keberhaislan upaya pencpaina tujuan. (Ali,1989:74).

B. Metode Latihan

Metode atau yang sering kita sebut cara untuk merncapai tujuan. Wahyu (1997) berpendapat bahwa metode adfalah daya upaya siasat atau usahausaha khusus yang digunakan untuk mencapai tujuan langsung. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia disebutkan Cara yang sistematis dalam mengrjakan sesutau. Jadi dapat disimpulkans ecara sederhana bahwa metode itu adalah cara sistematis yang telah dirumuskan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode latihan adalah kegiatan belajar mengajar secara teratur dan berulangualng dengan maksud membatu untuk menguasai keterampilan, kemahiran dan ketangkasan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994) menyatakan bahwa Metode adalah pelajaran untuk membiasakan atau memperoleh sesuatu kecapakan yang terjadi dalam suasana proses belajar mengajar yang telah dirancang sebelumnya. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan., begitu pula dengan Metode latihan ini. 1. Kelebihan Metode Latihan a. Pembentukan kebiasaan yang dilakan dengan menggunakan metode ini akan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan mengajar. b. Pemantapan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak kosentrasi dalam pelaksanaannya. c. Pembentukan kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit menjadi lebih otomatis. d. Pusat pembelajaran terpusat pada siswa sedangkan guru hanya mengawasi dan emmbimbing. 2. Kelemahan Metode Latihan a. Membuat siswa jenuh karena materia pembelajaran akan diulang-ulang baik dalma soal atau lainnya. b. Membuat siswa kurang berkreativitas karena yang dibahas dalam pembelajaran hanya itu-itu saja. Adapun pelaksanaan metode latihan itu dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Guru memberikan penjelasan tentang hasil yang ingin dicapai dari peleksanaan altihan. Penjelasan ini dengan contoh-contoh. 2. Guru memberikan altihan pendahuluan sebagai persiapan untuk melaksanakan latihan yang sesungguhnya. 3. Siswa melaksanakan latihans ecara berulang-ulang, guru mengadakan bimbingan, petunjuk dan pengawasan sepenuhnya. 4. Guru memberikan komentas atas peleksanaan latihan.

BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. Subjek Penelitian Perbaikan pembelajaran diadakan di SDN Jatitengah III Kabupaten

Majalengka mulai tanggal 24 Februari, 3 Maret 2009 mata pelajaran IPA adapun pelaksanaannya, dalam setiap pertemuan adalah: a. Mata Pelajaran IPA

Tanggal 24 Februari 2009 perbaikan siklus I Tanggal 03 Maret 2009 perbaikan siklus II B. Deskripsi Persiklus a. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yang bertindak sebagai pengamat Samsudin, S.Pd Guru Kelas VI SDN Jatitengah III sebagai teman sejawat yang tugasnya

melaksanakan pertemuan pendahuluan antara penelitian dan pengamat yang membahas tugas pengamat, instrumen dalam observasi serta proses Penelitian Tindakan Kelas sampai selesai. Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan IPA adalah sebagai berikut:

Siklus ke I : a. Menyusun skenario pembelajaran atau rencana perbaikan pembelajaran (terlampir)

b. Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung saran perbaikan pembelajaran. c. Mempersiapkan lembar observasi.

d. Melaksanakan perbaikan pembelajaran I, sebagai berikut: Siswa dikondisikan dalam situasi belajar.

Melaksanakan apersepsi sebagai kegiatan awal. Menyampaikan tujuan dari kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Menyampaikan materi pembelajaran dengan metode latihan. Secara bersamaan siswa dalam kelompok masing-masing mengerjakan latihan. Siswa dengan bimbingan guru materi pelajaran. Guru memberikan tindak lanjut dengan pekerjaan rumah.

e. Mengadakan evaluasi akhir pelajaran sebagai umpan balik dengan cara memberikan soal tes.

Siklus II : Siklus kedua dilakukan sebagai pertimbangan dari siklus pertama mengingat hasil yang ditunjukan oleh siswa belum optimal, walaupun telah menunjukan adanya peningkatan (bisa dilihat dalam pengolahan data). Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran IPA siklus ke II sebagai berikut: e. f. Menyusun Pembelajaran siklus II (terlampir). Menyiapkan media pembelajaran yang mendukung pelaksanaan perbaikan pembelajaran. g. Mempersiapkan lembar observasi (terlampir). h. Melaksanakan perbaikan pembelajaran sebagai berikut: Memberikan apersepsi sebagai kegiatan awal. Menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan Guru memberikan latihan tentang nergi listrik dalam bentuk latihan praktis yakni merakit alat listrik sederhana. Guru memberikan latihan dalam buku kerja siswa.

i.

Mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan melalui soal tes (terlampir).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Hasil Pengolahan Data 1) IPA dengan standar kompetensi energi listrik . Observasi yang dilakukan untuk konsep ini, ternyata banyak yang menjawab benar tanpa ragu dengan menggunakan metode pembelajaran latihan. Siswa yang ragu menjawab tersebut dikarenakan mereka menduga-duga dalam menjawab pertanyaan dari guru. Hasil tes dapat dilihat dalam tabel. 2. Deskripsi Temuan dan Refleksi 1) Refleksi pada perbaikan pembelajaran IPA. Siklus I Perbaikan pelajaran IPA telah meningkat dilihat dari siwa yang mendapatkan nilai: 1) Nilai 70 ada - siswa 2) Nilai 80 ada 12 siswa 3) Nilai 90 ada 3-siswa 4) Nilai 100 ada - siswa Tapi walaupun demikian masih ada siswa yang belum menguasai materi dilihat dari jumlah siswa, yakni: 1) Nilai 60 ada 16 orang 2) Nilai 50 ada 3 orang 3) Nilai 40 ada - orang

Siklus II

Untuk mengukur kemapuan siswa, pada akhir pembelajaran dilakukan pos test dan terdapat peningkatann dilihat dari jumlah siswa yang mendapat nilai baik yakni: 1) Nilai 70 ada 13 siswa 2) Nilai 80 ada 7 siswa 3) Nilai 90 ada 5 siswa 4) Nilai 100 ada 2 siswa Ternyata dari kedua siklus itu mendapatkan nilai yang baik, masih terdapat nilai 60. ini menunjukan bahwa pelaksanaan perbaikan berhasil dengan baik karena meningkat. 1). Nilai 60 ada 4 orang 2). Nilai 50 ada - orang 3). Nilai 40 ada - orang

Tabel 1 Daftar Nilai IPA No Nama Siswa Nilai Siklus Siklus I II 60 70 50 60 60 80 80 80 80 80 60 70 80 80 60 70 80 90 60 70 60 70 80 100 80 90 60 70 80 80 60 70 60 70 RataRata 65 55 70 80 80 65 80 65 85 65 65 90 85 65 80 65 65
Kategori

Jumlah 130 110 140 160 160 130 160 130 170 130 130 180 170 130 160 130 130

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Tuti Noviyanti Abdul Wahid Hasim Azis Daiman Alif Gina Fitriyah Anjasmara Anto Ruamanto Arif Rachman N. Awa Ecih Puspitasari Eki Arif Munandar Elia Engkar Fahru Adi Rahman Iip Sugiana Lukman Mahmud Saenun Muhamad Sahirin

S R T ST ST S T S ST S S ST ST S ST S S

18 Mutijah 19 Nursalim 20 Oanah Fitriyah 21 Pipit Andriyani 22 Pipit Samipri 23 Siti Badriyah 24 Sri Rahayu 25 Tedi ruswandi 26 Tia Cahyati 27 Tira Maulida Sani 28 Tita Mariwatun N. 29 Uamr Agus Munawar 30 Uus Jupriatna 31 Wawan mamun M. Jumlah Rata-Rata Kategori

50 80 80 80 80 60 60 50 60 60 60 60 60 80 2070 66,77 T

60 90 90 100 80 70 70 60 70 70 80 70 70 90 2370 76,45 T

110 170 170 180 160 130 130 110 130 130 140 130 130 170

55 85 85 90 80 65 65 55 65 65 70 65 65 85

S ST ST ST ST S S S S S T S S ST

Tabel 2 Hasil Siswa yang menguasai Materi melalui Tes Selama Dua Siklus Mata pelajaran IPA No Nilai Pelaksanaan I II 2 5 12 7 13 16 4 3 31 31 31 31

1 100 2 90 3 80 4 70 5 60 6 50 Jumlah Siswa Yang Hadir

1. Grafik Persentase rata-rata Siswa dalam penguasaan Materi Pelajaran IPA

3. H al-hal Yang Unik Selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran muncul beberapa hal yang unik yang diperlihatkan oleh siswa. Hal-hal yang unik muncul pada saat waktu pelaksanaan perbaikan Matematika, sebagai berikut: a. b. Siswa kelihatan gugup karena kehadiran teman sejawat. Siswa merasa heran dan saling memandang satu sama lain jadi pembelajaran terganggu. c. Siswa kelihatan malu untuk bertanya apa tujuan sebenarnya kehasiran teman sejawat.

d. Guru merasa kesulitan dan akhirnya menjelaskan tujuan kedatangan teman sejawat. e. Siswa gelisah malahan cenderung ribut karena waktu pelaksanaan pembelajaran guru menjadi lebih baik dan teliti serta tegas . B. Pembahasan Bedasarkan temuan dari proses pembelajaran menganai kemajuan, artinya program perbaikan memiliki perngaruh sangat positif. Pada siklus pertama mata pelajaran IPA dengan rata-rata 66,77, siklus kedua rata-rata 76,45 ini membuktikan ada peningkatan. Hal ini juga mempunyai pengalaman dari siklus sebelumnya. Perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran IPA juga terjadi setelah guru memberikan penjelasan dengan perlahan-lahan memberikan penjelasan dengan metode yang tepat

serta alat peraga yang sesuai. Dengan demikian dapat disimpulkan program perbaikan pembelajaran memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap kemampuan siswa untuk mengetahui menguasai materi IPA.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Hasil yang diperleh dapat dismpulkan perbaikan pembelajaran dalam mata pelajaran IPA 1. diantaranya:

Dengan media pembelajaran peta, pembelajaran semakin meningkat hal ini terbukti pada siklus pertama mata pelajaran IPA rata-rata siklus I 66,78, siklus kedua rata-rata 78,57 ini membuktikan ada peningkatan. Begitu juga pada amata pelajaran IPS dari siklus pertama sampai siklus ketdua memperoleh peningkatan nilai. I adalah 67,85. Siklus II adalah 79,64.

2. Metode latihan dalam pembelajaran IPA untuk kompetensi dasar energi listrik dapat meningkatkan hasil belajar. B. Saran Saran-saran yang harus ditindak lanjuti setelah kesimpulan disampikan yakni: 1. Guru harus memahami Penelitian Tindakan Kelas permasalahn yang terjadi di dalam kelas. 2. Untuk mencari dan merumuskan masalah yang terjadi hambatan dalam pembelajaran, maka sebaiknya guru mencatat hasil temuan yang perlu dikaji selama proses belajar mengajar. 3. Perlu adanya koordinasi yang baik dengan rekan sejawat untuk menerencanakan tindakan kelas, walaupun keputusan akhir ada pada guru sendiri. 4. Perlu konsep yang matang dalam penulisan laporan sehingga dapat memperoleh bahan laporan yang rinci. supaya mampu mengatasi

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD, Depdikanas: Jakarta, 2006

Karo-Karo. Suatu Pengantar Dalam Metodelogi Pengajaran. CV. Saudara: Salatiga, 1975

Kosadi Hidayat. Perencanaan Pengajaran. Bina Cipta: Bandung, 1990

M. Ali. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru: Bandung, 1989

Peraturan Pemerintah No. 22,23 dan 24 Tahun 2006 Saadah Ridwan. Penelitian Tindakan kelas Bagi Guru. Dinas Pendidikan, Bandung, 2000

Saliwangi. Strategi Belajar Mengajar. IKIP Malang: Malang, 1989

Suherman. Psikologi Pendidikan. Rosda Karya: Bandung, 2001

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. berkat nikmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini. PTK ini disusun sebagai Syarat pengajuan Sertifikasi tenaga pendidik Profesional Adapun judul PTK yaitu: Meningkatkan Pemahman Siswa tentang Energi Listrik melalui metode Latihan di kelas VI SDN Jatitengah III Kab. Majalengka. Banyak hambatan dan kesulitan dalam penulisan PTK ini, akhirnya penulis dapat menyelesaikannya walaupun masih jauh dari kesempurnaan. Penyelesaian PTK ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, selayaknya penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Kepala UPTD Kec. Jatitujuh Drs. U. Suharto, M.MPd 2. Bapak Jaya Nurjaya selaku pengawas bina Kec Jatitujuh. 3. Bapak Moch. Isya Anshori, Kepala SDN Jatitengah III 4. Bapak Samsudin, S.Pd selaku teman sejawat 5. Reka-rekan guru yang telah membantu penyusunan laporan PTK ini. Laporan ini jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya tegur sapa dan saran yang membangun, penulis harapkan dari pembaca. Akhir kata penulis berharap semoga PTK ini memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Majalengka, Maret 2009 Penulis

iii

DAFTAR ISI

Lembar Identitas dan Pengesahan .............................................................. Kata Pengantar ............................................................................................. Daftar Isi ........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN .......................................................................

A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. B. Rumusan Masalah ........................................................................................ C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... D. Manfaat Penelitian ........................................................................................ BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................................................... BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN ............................................... A. Subjek Penelitian .......................................................................................... B. Deskripsi Persiklus ....................................................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................... A. Hasil Penelitian ............................................................................................. B. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................

A. Kesimpulan .................................................................................................. B. Saran Daftar Pustaka Lampiran

LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN


Melalui Metode Latihan

udul Laporan: Meningkatkan Pemahman Siswa Tentang Energi Listrik

Nama Mahasiswa NIP Tempat mengajar

: : 19611107198109 2 001 : SDN Jatitengah III Kecamtan Jatitujuh Kab. Majalengka

Jumlah

: IPA

2x pertemuan

Tanggal perbaikan : 1. Mata Pelajaran IPA a. Siklus 1, 24 Februari 2009 b. Siklus II, 3 Maret 2009

Masalah perbaikan: 1. Mata pelajaran IPA Bagaimana Meningkatkan Pemahman Siswa Tentang Energi Listrik Melalui Metode Latihan pada pelajatan IPA?

Menyetujui Kepala SDN Jatitengah III

Jatitengah, Maret 2009 Peneliti

MOCH ISYA ANSHORI NIP. 19510512197703 1 005

Hj. SOIBAH,A.Ma.Pd NIP. 19611107198109 2 001

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS LEMBAR OBSERVASI

No 1

Aspek yang diobservasi Perencanaan Pembelajaran (RPP)

Kemunculan Ada Tidak ada

Komentar

Standar kompetensi Kompetensi dasar Hasil belajar Indikator Tujuan perbaikan Materi Langkah-langkah Alat, media dan sumber Penilaian 2 Tindakan pembelajaran a. Kegiatan Guru Berpenampilan rapih Menggunakan bahasa komunikatif Menyampaikan materi dengan tes Memberikan kesempatan bertanya pada siswa Memberikan motivasi Mengkondisikan siswa Menggunakan metode yang bervariasi Menggunakan alat peraga b. Kegiatan Siswa Belajar dengan kondusif Menjawab pertanyaan Bertanya Merespon dengan baik Aktif menggunakan alat peraga Mengerjakan tugas

Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya

Penilaian a. proses Bentuk Jenis Alat Prosedur b. Hasil

Jatitengah, Teman Sejawat

Februari 2009 Peneliti

..

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu Topik : Ilmu Pengetahuan Alam : VI / II : 1 X 35 Menit : Energi Listrik

A. Standar Kompetensi Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi B. Kompetensi Dasar Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik C. Hasil Belajar Siswa mempunyai kemampuan untuk menunjukkan sumber energi listrik D. Indikator Mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik E. F. G. Tujuan Perbaikan Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Meningkatkan kualitas dan belajar siswa Mampu memahami berbagai sumber energi listrik Metode Pembelajaran Ceramah Tanya jawab Diskusi Materi Pembelajaran Listrik statik merupakan kumpulan muatan negatif yang dinamakan elektron Sumber energi listrik merupakan sesuatuatu yang dapat menimbulkan listrik Sumber energi listrik antara lain: elemen volta, batu baterai, aki atau akumulator, dinamo dan generator Elemen volta dapat menghasilkan energi listrik dalam pembuatan elemen volta dibutuhkan lempengan logam dan cairan

H. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (5 menit) a. Mempersiapkan langkah-langkah pembelajaran yang dirancang menggunakan alat peraga sederhana, seperti mistar plastik, potongan kertas, gambar elemen volta b. Mengkondisikan siswa agar mengikuti proses pembelajaran, misal: guru memberikan jalan dan menanyakan keadaan anak-anak c. Melakukan apersepsi - Tanya jawab untuk menggali persepsi siswa tentang energi listrik - Memberi motivasi positif agar siswa aktif dalam proses pembelajaran. 2 Kegiatan Inti (20 menit) Anak mendengarkan penjelasan guru tentang berbagai sumber energi listrik dengan alat peraga berupa mistar plastik, potongan kertas dan gambar elemen volta

Beberapa orang anak disuruh ke depan kelas untuk mengamati dan mengetahui gejala kelistrikan dengan cara menggosok-gosokkanmistar plastik dengan cepat di rambut lalu mistar ditempelkan pada potongan kertas tipis (kecil-kecil) - Guru mengadakan tanya jawab tentang bagaimana cara menghasilkan energi listrik a. Apa yang dimaksud dengan listrik statik? b. Apa yang dimaksud dengan sumber energi listrik? c. Apa saja yang termasuk sumber energi listrik? Guru memberi motivasi berupa pujian bagi siswa yang berhasil dan dorongan bagi siswa yang belu berhasil - Memberikan balikan terhadap hasil pekerjaan siswa 1. Kegiatan Akhir Mengerjakan soal-soal Memberi PR Menilai hasil kerja anak I. Alat Media dan Sumber 1. Alat Peraga Mistar plastik, potongan kertas, gambar elemen volta 2. Sumber Pelajaran - Buku IPA kelas IV, Sarana Panca Karya J. Evaluasi Prosedur : Proses : Menilai keaktifan siswa Terakhir : Menilai hasil belajar siswa b. Jenis tes : Tertulis c. Bentuk tes : Isian d. Alat tes : Butir-butir soal a. Butir-butir soal Yang dimaksud dengan listrik statik adalah Sumber energi listrik adalah Cara kerja elemen volta sama dengan Lempengan logam yang dapat dipergunakan untuk membuat elemen volta adalah Cairan yang digunakan dalam pembuatan elemen volta yaitu Kunci jawaban Listrik yang bergerak Sesuatu yang dapat menghasilkan/ menimbulkan listrik Aki/akumulator Seng atau tembaga Asam sulfat encer

1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5.

Kriteria Penilaian Setiap jawaban diberi nilai 2 Jika betul semua 2 x 5 = 10

Jatitengah, 24 Februari 2009 Mengetahui, Kepala SD Negeri Jatitengah III

Guru Kelas

MOCH. ISYA ANSHORI NIP. 19510512197703 1 005

Hj. SOIBAH, A.Ma.Pd NIP. 19611107198109 2 001

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu Topik : Ilmu Pengetahuan Alam : VI / II : 1 X 35 Menit : Energi Listrik

A. Standar Kompetensi Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi B. Kompetensi Dasar Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik C. Hasil Belajar Siswa mempunyai kemampuan untuk menunjukkan sumber energi listrik D. Indikator Mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik E. Tujuan Perbaikan Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa dapat lebih memahami berbagai sumber energi listrik F. Metode Pembelajaran Ceramah Tanya jawab G. Materi Pembelajaran Batu baterai disebut juga elemen kering Di dalam batu baterai terdapat serbuk arang, batu kawi dan larutan salmiak. Aki/akumulator disebut juga baterai basah Di dalam aki terdapat lempengan timbal dan larutan asam sulfat Aki dapat didisi kembali atau disetrum Peristiwa penyetruman aki adalah energi listrikberubah menjadi energi kimia Dinamo sepeda termasuk juga sumber jhuga energi listrik Di dalam dinamo terdapat kumparan kawat email jika dinamo berputar kumparan kawart akan menghasilkan enrgi listrik

H. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (5 menit) a. Mempersiapkan langkah-langkah pembelajaran yang dirancang menggunakan alat peraga sederhana, seperti batu baterai, aki, dinamo dan gambar batu baterai, aki b.

Mengkondisikan siswa agar mengikuti proses pembelajaran, misal: guru memberikan salam dan menanyakan keadaan anak-anak c. Melakukan apersepsi - Tanya jawab untuk menggali persepsi siswa tentang sumber energi listrik

Memberi motivasi positif agar siswa aktif dalam proses pembelajaran. 2. Kegiatan Inti (20 menit) - Anak mendengarkan penjelasan guru tentang berbagai sumber energi listrik dengan alat peraga batu baterai, aki dan dinamo. - Guru dan siswa mengadakan tanya jawab tentang bagaimana cara menghasilkan energi listrik a. bagian mana dari batu baterai yang disebut kutub positif dan kutub negatif? b. Terdiri dari apa sajakah bagian dalam batu baterai? c. Terdiri dari apa saja bagian dalam aki? d. Peristiwa apa yang terjadi saat menyetrum aki? e. Peristiwa apa yang terjadi saat aki digunakan untuk menghidupkan stater mobil? f. Apa yang menyebabkan lampu sepeda itu bisa menyala? g. Apa yang menyebabkan dinamo sepeda menghasilkan energi listrik? Guru memberi motivasi berupa pujian bagi siswa yang berhasil dan dorongan bagi siswa yang belu berhasil menjawab - Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya - Memberikan balikan terhadap hasil pekerjaan siswa

2. Kegiatan Akhir (10 menit) Mengerjakan soal-soal Memberi PR Menilai hasil kerja anak

I. Alat Media dan Sumber 1. Alat Peraga Batu baterai, aki, dinamo sepeda. 2. Sumber Pelajaran - Buku IPA kelas IV, Sarana Panca Karya J. Evaluasi a. Prosedur : Proses : Menilai keaktifan siswa Terakhir : menilai hasil belajar siswa b. Jenis tes : Tertulis c. Bentuk tes : Isian d. Alat tes : Butir-butir soal Butir-butir soal Batu baterai disebut juga Bagian ujung baterai yang menonjol keluar dan dilapisi temabag disebut kutub Pada saat menyetrum aki terjadi perubahan energi, dari energi menjadi energi Bagian dalam dari aki terdiri dari dan Tegangan arus listrik yang dihasilkan dinamo sepeda volt

1. 2. 3. 4. 5.

Kunci jawaban 1. Elemen kering 2. positif

3. listrik-kimia 4. lempengan timbal-lempengan asam sulfat 5. 6 volt

Kriteria Penilaian Setiap jawaban diberi nilai 2 Jika betul semua 2 x 5 = 10

Jatitengah , 3 Maret 2009 Mengetahui, Kepala SD Negeri Jatitengah III

Guru Kelas

MOCH. ISYA ANSHORI NIP. 19510512197703 1 005

Hj. SOIBAH, A.Ma.Pd NIP. 19611107198109 2 001

LEMBAR OBSERVASI

No 1 2

Aspek yang diobservasi Perencanaan Pembelajaran (RPP) Standar kompetensi Kompetensi dasar Hasil belajar Indikator Tujuan perbaikan Materi Langkah-langkah Alat, media dan sumber Penilaian Tindakan pembelajaran

Kemunculan Ada Tidak ada Ya Ya bahasa Ya Ya

Komentar

b.Kegiatan Guru Berpenampilan rapih Menggunakan komunikatif Menyampaikan materi dengan tes Memberikan bertanya pada siswa Memberikan motivasi Mengkondisikan siswa Menggunakan bervariasi Menggunakan alat peraga b. Kegiatan Siswa Belajar dengan kondusif Menjawab pertanyaan Bertanya Merespon dengan baik Aktif menggunakan alat peraga Mengerjakan tugas metode yang kesempatan

Ya

Ya Ya Ya

Ya

Ya

Ya Ya

Ya

Ya

Ya 3 Penilaian a. proses Bentuk Jenis Alat Prosedur b. Hasil Maret 2009 Guru Kelas

Jatitujuh, Teman Sejawat

SAMSUDIN, S.Pd NIP. 19680804199212 1 002

Hj. SOIBAH, A.Ma.Pd NIP. 19611107198109 2 001

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama NIP Tempat Mengajar Menyatakan bahwa: Nama Tempat Mengajar Jabatn : Samsudin : SDN Jatitengah III : Guru Kelas V : Hj. SOIBAH, A.Ma,Pd : 814164897 : SDN Jatitengah III Kec. Jatitujuh

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya

Jatitengahi, Februari 2009 Teman Sejawat, Guru Kelas

;;;............... NIP. NIP. 1

......................................