P. 1
Puisi Lama Dan Baru

Puisi Lama Dan Baru

|Views: 262|Likes:
Dipublikasikan oleh TeGuh Satria Adi

More info:

Published by: TeGuh Satria Adi on Oct 03, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2014

pdf

text

original

PUISI LAMA

PUISI BARU

PUISI KONTEMPORER

Click to edit Master subtitle style

PUISI

4/21/12

PUISI LAMA

PUISI BARU

PUISI KONTEMPORER

PUISI LAMA
Ciri-ciri Yang Diperhatikan
Jenis-Jenis Puisi Lama

Faktor NonKebahasaan

4/21/12

PUISI LAMA

PUISI BARU

PUISI KONTEMPORER

PUISI LAMA
Ciri-ciri Yang Diperhatikan
Jenis-Jenis Puisi Lama

Faktor NonKebahasaan

Irama Sama -Tiap baris 4 perkataan -Memiliki bentuk tetap -Rima mengikat -Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya -Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan -Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima
-

4/21/12

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI LAMA Ciri-ciri Yang Diperhatikan Jenis-Jenis Puisi Lama Faktor NonKebahasaan Lafal -Intonasi -Tekanan -Ekspresi - 4/21/12 .

3. Ketenangan Ekspresi Gerak Gerik Mimik Volume Jelas Deklamasi 4/21/12 . 2. 4. 5.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI LAMA Ciri-ciri Yang Diperhatikan Jenis-Jenis Puisi Lama Faktor NonKebahasaan 1.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI LAMA Ciri-ciri Yang Diperhatikan Pantun Karmina Jenis-Jenis Puisi Lama Seloka Faktor NonKebahasaan Syair Mantra Gurindam SELENGKAPNYA 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Pengerti an Ciri-Ciri Contoh .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Pengerti an Ciri-Ciri Contoh Mantra adalah ucapanucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Pengerti an Ciri-Ciri Contoh Ciri-ciri: Ø Berirama akhir abc-abc. Ø Bersifat lisan. abcd-abcd. sakti atau magis Ø Adanya perulangan Ø Metafora merupakan unsur penting Ø Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius Ø Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata. . abcde-abcde. baris dan persajakan.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Pengerti an Ciri-Ciri Contoh Assalammu’alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari kecil. kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-Ciri: Ø Setiap bait terdiri 4 baris Ø Baris 1 dan 2 sebagai sampiran Ø Baris 3 dan 4 merupakan isi Ø Bersajak a – b – a – b Ø Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata Ø Berasal dari Melayu (Indonesia) .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang salah Jangan dimasukan ke dalam hati .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Ciri-Ciri Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Pantun kilat seperti pantun tetapi pendek .

Ø Semua baris diawali huruf capital. aa-bb Ø Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan. . Ø Bersajak aa-aa. Ø Semua baris diakhiri koma. Ø Tidak memiliki sampiran. hanya memiliki isi. Ø Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah. kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Ciri-Ciri Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-ciri karmina Ø Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.

sekarang besi (a) Dahulu sayang sekarang benci (a) .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Karmina Ciri-Ciri Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Dahulu parang.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Pantun Berkait .

.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-ciri seloka Ø Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair. Ø Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Lurus jalan ke Payakumbuh. Kayu jati bertimbal jalan Di mana hati tak kan rusuh. Ibu mati bapak berjalan .

bersajak a-a-a-a. berisi nasihat .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris.

masalah atau perjanjian Ø baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-ciri gurindam Ø Baris pertama berisikan semacam soal. .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Kurang pikir kurang siasat (a) Tentu dirimu akan tersesat (a) Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b ) Bagai rumah tiada bertiang ( b) Jika suami tiada berhati lurus (c) Istri pun kelak menjadi kurus .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris. berisi nasihat atau cerita . bersajak a-a-a-a.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Ciri-ciri syair Ø Terdiri dari 4 baris Ø Berirama aaaa Ø Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER Jenis-Jenis Puisi Lama Mantra Pantun Ciri-Ciri Karmina Seloka Gurindam Syair 4/21/12 Contoh Pada zaman dahulu kala (a) Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang raja nan bijaksana (a) .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh 4/21/12 .

Mempunyai persajakan akhir (yang teratur) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain. Sebagian besar puisi empat seuntai. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri a) b) c) d) e) f) Bentuknya rapi. simetris. Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh 4/21/12 .

3. 4/21/12 Alat Ucap Pelafal an Intonas i . 2.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh 1.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n 1. Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh 3. Sikap Gerak Mimik Volume Suara Kelancaran Kecepatan . 2. 4. 4/21/12 5.

tanah air. puisi dibedakan atas : a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan. atau pahlawan c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan 4/21/12 g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik .PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh Menurut isinya.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain: a) Distikon b) Terzina c) Quatrain d) Quint e) Sektet f) Septime g) Oktaf/Stanza h) Soneta 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh Contoh jenis puisi menurut isinya : a) BALADA Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Aeorang Pemberontak” 4/21/12 .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh b) HYMNE Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta. Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki 4/21/12 dari mahkota duri dan membulan Yang dikarati oleh dosa manusia. (Saini S.K) . Tanpa luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati.

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh c) ODE Generasi Sekarang Di atas puncak gunung fantasi Berdiri aku. dan dari sana Mandang ke bawah. ke tempat berjuang Generasi sekarang di panjang masa Menciptakan kemegahan baru Pantoen keindahan Indonesia Yang jadi kenang-kenangan Pada zaman dalam dunia 4/21/12 (Asmara Hadi) .

PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh d) EPIGRAM Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati Siapa yang bergerak. (Iqbal) 4/21/12 . merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.

sedu penghabisan bisa terdekap (Chairil Anwar) . pada cerita tiang serta temali. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Tiada lagi. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. Aku sendiri. Ada juga kelepak elang menyinggung muram.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh e) ELEGI Senja di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. desir hari lari 4/21/12 berenang Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Berjalan menyisir semenanjung. rumah tua. Kapal.

4/21/12 termangu-mangu dl kaki dewi . sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya. dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan. yang bersajak tentang anggur dan rembulan.PUISI LAMA PUISI BARU PUISI KONTEMPORER PUISI BARU Ciri-ciri Faktor Kebahasaa n Faktor NonKebahasaa n Jenisjenis Contoh f) SATIRE Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidad penyair-penyair salon.

f%° ° ¾f% f . 6 f½ f   f¾ 6 f¾ f°¾ f–f¾f¯½f° 6 f¾ f°¯ ½ff°¾ 6 ¾f©ff  f 6 f½ f¾   f  ¾ff 6 f¾f f.

f°f 9f°° .9D. 9D D 9D-@.9  °¾  °¾9¾f¯f .

 .

 f¯°f  f .

° fff f©f¯½ff f°–f° ¯f¾f°  ff¯½  fff ffff°–¾ff f°–f° ¯f¾f°  ff¯f ° f¯ f .

f°f 9f°° f¯°f .9  °¾  °¾9¾f¯f .9D. 9D D 9D-@.

 .

  f .

° 9f°°f¾ ½ ½f°°  f½½ °  ° f¯ f .

9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.f°f 9f°° f¯°f .9D.

 .

  f .

° .

°–f° °– fff°–  °f°–f° fff° f°½ °f ° f¯ f . nf¯°f 6 f½ f¯ ½ff° f–f° f  ¾ f° 6 ¾f©fff ff ff 6 ¾€f ½ ¯ °–¾ff°¾ f°– ½fff° 6@ f¯ ¯¾f¯½f° f°f¯ ¯¾ 6 ¯f f¾ ff€nf½f 6 ¯f f¾ f¯f  nf f¾  ff° f 6.

9  °¾  °¾9¾f¯f .9D.f°f 9f°° f¯°f . 9D D 9D-@.

 .

  f .

° f½ff°– ¾ ff°– ¾%f% f¾ff°–¾ ff°– °n%f% ° f¯ f .

9D.9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.f°f 9f°° .

 .

 f¯°f  f .

° 9f°° f ° f¯ f .

f°f 9f°° .9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.9D.

 .

 f¯°f  f .

° .

 n¾ f 6¾ ¯½f f¾¯ ¯ff °½f°° ff¾f  6-f¯°f f¾ ff°– ¾  f ¯½f f¾ ° f¯ f .

 9D D 9D-@.9  °¾  °¾9¾f¯f .f°f 9f°° .9D.

 .

 f¯°f  f .

° ¾©ff° 9ff¯  f©f ¯ f©ff° ¯f°ffff°¾  ¯f f½f ©ff° ° f¯ f .

9D. 9D D 9D-@.f°f 9f°° .9  °¾  °¾9¾f¯f .

 .

 f¯°f  f .

° ½¾ f°–  f° f½ f  f¾  ¾f©f f f f f  ¾ °f¾f ° f¯ f .

f°f 9f°° .9D. 9D D 9D-@.9  °¾  °¾9¾f¯f .

 .

 f¯°f  f .

° ° f¯ .

 n–° f¯ 6 f¾½ f¯f ¾f° ¾ ¯fnf¯¾f ¯f¾ffff ½ ©f°©f° 6 f¾ f ¾f° ©ff f°°ffff f f ¯f¾ffff½ ©f°©f°½f f f¾ ½ f¯ff  f .

f°f 9f°° . 9D D 9D-@.9  °¾  °¾9¾f¯f .9D.

 .

 f¯°f  f .

° ° f¯ f°–½f°–¾f¾f%f% @ ° ¯ff° ¾ ¾f%f% ff°–¾f½f°––ff° ¾ ¯ ff°–% % f–f¯ff f f°–% % f¾f¯f f f¾%n% ¾½° f¯ °©f ¾%n% f .

f°f 9f°° .9D.9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.

 .

 f¯°f  f .

° ½¾f°– ¾¯  f f  °–f°nf½ f f¾  ¾f©ff f f f  ¾ °f¾fffn f ° f¯ f .

9D.9  °¾  °¾9¾f¯f . 9D D 9D-@.f°f 9f°° .

 .

 f¯°f  f .

° ° f¯ .

 n¾f 6@   f f¾ 6 f¯fffff 6 ¯½f f¾ ¾  ¯ °–f° °–fff¯f¾  ½ °f f .

9D.f°f 9f°° . 9D D 9D-@.9  °¾  °¾9¾f¯f .

 .

 f¯°f  f .

° 9f ff¯f° fff%f% @ ¾ f¾ fn f%f%  f° – f°–f¯f°¾ °¾f %f% ½¯½°¾f°–f©f°f° ©f¾f°f%f% ° f¯ f .

 9D D 9D-@.9 9D D .9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° .

9D.9 9D D . 9D D 9D-@.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° f% °°f f½ ¾¯ ¾ % . ¯½°f ½ ¾f©ff° f %f°– f% n% f°f ¯ ¯½ –°ff° ½f ¾f©f ½f°° f° ¾f ¯ ¾½° f f ½f f°–f° %  f–f° ¾f ½¾ ¯½f ¾ °f % @f½ f½ f¾°f ff¾ ¾ f –ff % ¾ff° ¾°f¾¾% €% @f½ –ff°f    ff¾ f ff %¾ f–f° ¾f%  ¾ ff .

 9D D 9D-@.9D.9 9D D .

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

°  f Dnf½  9 f€ff°  °°f¾ .

9D. 9D D 9D-@.9 9D D .

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

°      f½  f .¯ I¯ ff  f°nff°  n ½ff° .

 9D D 9D-@.9 9D D .9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

°¾°f ½¾  ff°ff¾ f% ff ff ff½¾ ¾¾f$n f %¯° f ff½¾½©ff°°@f° f°ff ff ½fff° n% f ff½¾¾f°©°–f°°f°–f°– ©f¾f %½–f¯f ff½¾f°– ¾°°f°$f©ff° ½ %¯f°n f ff½¾f°– ¾f½f°½ f¾ff°n°ff¾ €% –f ff½¾f°– ¾ff½f°–¾$ ¾ f° –%f f ff½¾f°– ¾¾° f°$ .° .

9 9D D . 9D D 9D-@.9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

ff° %.° %   €% ½¯  –%f€$f°f %° f .°  f°–f°¯fnf¯ ¯fnf¯½¾ f f f °°ff°fff° f%¾° %@ °f n%.

 9D D 9D-@.9 9D D .9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° .

f°f f°– 9 ¯ °f# .°© °¾½¾¯ °¾°f f%  9¾fff½f ©f¯°f°– © # ff f.

9D.9 9D D . 9D D 9D-@.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

- ff° f ff°– f¾ f° ¾ . ¾f   ff¯f %f° % . °–f°nff ¾ °  .° %. ¯ °f° ff ff°–f° f°f f¯ff  f°¯ ¯ f°½f f°– ff  ¾f¯f°¾f @f°½ff ff°– f  f °f f°–f°¾¯ f¾ ¾ff¯  ff°– ff¯° ¾f½f ¯ °– °f . °–– f f½f f  f° ff¾fff°f°f f° ¾f  °–f°¯f¾ f½f° f°–½f°– . °–f–°–f°°f¯f .

 9D D 9D-@.9D.9 9D D .

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

f° f°–  ff   ¯½f ©f°–  ° f¾¾ ff°– ½f°©f°–¯f¾f .° n%  ° f¾ ff°– ff¾½°nf–°°–€f°f¾  f  f° f¾f°f . °n½ff° ¯ –ff° f 9f° ° ° ff°° ° ¾f f°–©f  °f°–  °f°–f° 9f ff¯f° ff¯ °f %¾¯fff % .

9D.9 9D D . 9D D 9D-@.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

f°ff f ¯½f   f½f¯ f° f¯f f½ff°– – f ¯  fff°–  ½f° f°–¯ °°––¾ © °f¾ f½°½f¾  –f¾ % f% .° %9.

9 9D D . 9D D 9D-@.9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° %  °©f 9 f f° n °f ff ff°–¯ °nfn°f f°ff– f°– ¯ff ½f fn f f°–¾ f ¯f f½f ½ ff f f ¯ °– ¯ ¾  ff¯¯ ¯½ nff¯f ½f  ¯¾¯ ¯½ n ½f f¯  f©–f   ½f f°– ¯ °°––°–¯f¯  ¾ff  °f°– ¯ ° ¯ ©½f°–fff°f°  @ f – f f°°f°f f°f f°–¯ f @f ff– ¾ °   ©ff° ¯ °¾¾ ¯ °f°©°– ¯f¾½ °–f½ ff½ ¾ f f ©°– f°¾ ff°¾ f¯f ©ff° f½f°f ¯½f ¾ ½ °–f ¾f° ¾f  f½ %.

f°f% .

9 9D D . 9D D 9D-@.9D.

 n f  ff¾ff° f -°  ff¾ff°  °¾ © °¾ .

° €%@  f°f  f½½ f°ff° ½ f°ff° ¯ ¯ °© f ½ °f ½ °f¾f° f°– ¾f©f °f°–f°–– f° ¯ f° ¾ ¯ °ff  ff f° ©f  ¾f¯½°–°f f° f½f°©ff°f f°ff°½f ½ °  f°  ¯f°– ¯f°– f  ¾ °f° % ° f% .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->