Anda di halaman 1dari 22

A.

PENGERTIAN UMUN /KHUSUS SISTEM PENGAPIAN


1.PENGERTIAN UMUN SISTEM PENGAPIAN
sistem pengapian adalah untuk menyalakan campuran udara-bahan bakar di dalam ruang penbakaran enjin. Pengapian ini akan terjadi pada saat yang tepat terjadi pada saat yang tepat untuk dimulainya pembakaran. Untuk mulai pembakaran tersebut, sistem pengapian memasok busur api(sering disebut dengan bunga api) listrik yang meloncat dari ncela busi yang di tempatkan pada ujun ruang pembakaran. Panas dari busur api ini menyalakan campuran udara-bahan bakar yang telah dikompresi. Campuran terbakar, meninbulkan tekanan yang kemudian mendorong torak ke bawa di dalam silinder sehingga enjin tersebut hidup.

2.PENGERTIN KUSUS SISTEM PENGAPIAN


Ada tiga sarat suatu pembakaran dapat terjadi yakni ada bahan bakar,udara dan ada api.Api dalam pembakaran tidak mungkin muncul dengan begitu saja,pasti ada sebab kemunculannya.Untuk memunculkan api ini maka perlu dibuat suatu sistem yang disebut sistem pengapian.Jadi sistem pengapian adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang memilki fungsi yang berbeda yang dirangkai sedemikian rupa sehinga menjadi memiliki satu fungsi yakni memercikan bunga api.

3.FUNGSI SISTEM
Motor pembakaran dalam (iternal combustion engine) menghasilkan tenaga dengan jalan membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam selinder . Pada motor bensin, loncatan bunga api bunga api pada busi diperlukan untuk menyalakan campuran udara-bahan bakar yang telah dikompresikan oleh torak didalam selinder. Sedangkan pada motor diesel udara dikompresikan dengan tekanan yang tinggi sehingga menjadi sangat panas, dan bila bahan bakar disemprotkan ke dalam selinder akan terbakar. Karena pada motor bensin proses pembakaran dimulai oleh loncatan api tegangan tinggi yang dihasilkan oleh busi, beberapa metode diperlukan untuk menghasilkanars tegangan tinggi yang diperlukan. Sistem pengapian (ignition system) pada automobil berfungsi untuk menaikan tegangan baterai menjadi 10 kV atau lebih dengan mempergunakan ignition coil dan kemudian membagi-bagikan tegangan tinggi tersebut ke masing-masing busi melalui distributor dan kabel tegangan tinggi. Tipe sistem pengapian ini di pergunakan pada seluruh motor bensin untuk mobil modern. Sistem pengapian baterai biasanyaterdiri dari baterai, ignition coil, distributor, kabel tegangan tinggi dan busi

B.GAMBAR SISTEM PENGAPIAN & CARA KERJA


A.Tujuan penggunaan system pengapian pada kendaraan adalah: -Menyediakan percikan bunga api bertegangan tinggi pada busi untuk membakar campuranudara/bahan bakar di dalam ruang bakar engine. -Mengatur saat pengapian untuk mendapatkan kerja terbaik dari engine pada seluruhkondisi kerja engine

Tegangan batere kendaraan biasanya 12 atau 24 volt, nilai yang terlalu rendah untuk dapat menghasilkan percikan bunga api pada celah busi di dalam silinder yang bertekanan.Sistem pengapian menghasilkan tegangan sekunder yang tinggi yang dapat mencapai 40.000 volt.Batere atau alternator menyediakan sumber listrik yang diperlukan oleh rangkaian primer system pengapianuntuk menghasilkan medan magnet di sekeliling lilitan primer coil pengapian.Kontak poin distributor atau perangkat sakelar elektronik lainnya mengendalikan pembentukan dan kolapnyamedan magnet. Lilitan sekunder coil pengapian di bawah pengaruh medan magnet menghasilkan keluarantegangan sekunder yang tinggi. Coil pengapian bekerja seperti transformator step-up.Rotor, tutup distributor dan kabel tegangan tinggi mendistribusikan tegangan sekunder pada busi yang sesuaikebutuhan. 2.Ionisasi Tegangan pembakaran menyebabkan celah percikan antara kedua elektroda busi menjadi penghantar listrik(yaitu ionisasi) dan dengan demikian memungkinkan percikan bunga api melompat disepanjang celah.Percikan bunga api listrik mempunyai energi panas yang cukup untuk membakar campuran udara/bahanbakar yang kemudian akan terbakar secara menyeluruh dengan sendirinya.

B. SYARAT-SYARAT SISTEM PENGAPIAN. Ketiga factor dibawah ini sangat penting agar Engine bekerja dengan maximum. 1. Campuran Udara dan Bahan bakar yang tepat. 2. Tekanan Kompresi yang tinggi 3. Waktu pengapian yang tepat.. Fungsi dasar sistem pengpaian adalah untuk membakar campuran udara dan bahan bakar, Oleh karena itu harus mamenuhi syarat-syarat berikut; Pada saat campuran udara-bahan bakar dikompresikan didalam silinder, sangat sulit bagi bunga api untuk melewti udara, ini dikarenakan udara mempunyai tahanan listrik dan tahanan listrik ini akan naik pada saat udara dikompresikan, karena udara yang telah dikompresikan tadi menjadi panas. Untuk itu tegangan yang diberikan keBusi harus besar agar dapat membangkitkan bunga api yang kuat di antara celah elektroda Busi 2. SAAT PENGAPIAN YANG TEPAT. Untuk mendapatkan pembakaran campuran bahan bakar-Udara yang efektif,harus di lengkapi dengan peralatan tambahan agar dapat merubah saat pengapian sesuai dengan kondisi dan keaadaan kendaraan. 3. KETAHANAN YANG CUKUP Sistem pengapian harus mampunyai ketahanan yang cukup untuk menahan getaran yang terjadi pada kendaraan dan menahan panas yang terjadi akibat dari sistem pengapian itu sendiri C. CARA KERJA SISTEM PENGAPIAN System pengapian meggunakan arus bertegangan rendah dari baterai dan membangkitkan tegangan tinggi untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi. Proses pembangkitan tegangan tinggi ini harus akurat yang tepat. Biasanya sampai 100 x per detiknya atau lebih. Hal inilah yang menyebatkan mengapa pemeliharan menjadi begitu penting. System pengapian konvensional dapat di bagi dalam dua katagori rangkaian, yakni rankaian primer dan sekunder. Rangkaian primer terdiri dari dari kunci kontak, kumparan primer,platina dan kondensor,dengan memmanfaatkan tegangan rendah dari baterai.sedangkan rangkain sekunder dialiri arus tagangan tinggi sebagai hasil kerja koil pengapian.Agar lebih sederhana ,cara kerja sisitem penganpian dibagi dalam dua tahap,yakni saat platina menutup dan saat platina membuka. 1.CARA KERJA SISTEM PENGAPIAN (saat kontak platina menutup) Apabila kunci kontak posisi ON arus mengalir dari baterai mulai kunci kontak ke kunparan primer pada koil pengapian dan kontak platina ke masa. Dalam kondisi seperti ini pada koil penapian terbangkit garis gaya magnet lihat pada gambar 122 penaliran arus pada rangkaian primer. 2.CARA KERJA SISTEM PENGAPIAN (saat kontak platina terbuka ) Pada saat engine distarter, poros enkol berputar sekaligus memutarkan poros distributor bersama camnya. Apabila cam menyentuh kontak platina, maka platina akan terbuka.karena sifat arus selalu meneruskan gerakannya,maka arus listrik ini beralih pengalirannya ke kondensor dan sekaligus menghentikanpengaliran arus pada rangkain primer.Berhentinya aliran arus listrik ini menyebabkan terjadinya perubahan garis gaya magnet disekeliling kumparan primer dan sekunder dengan sangat cepat.

Dengan adanya perubahan garis gaya magnet ini maka pada kedua kumparan akan terbangkit arus listrik.Arus yang terbangkit pada kumparan primer diserap oleh kondensor ,sedangkan arus dengan tegangan tinggi terbangkit pada kumparan sekunder dan dialirkan pada terminal kabel tegangan tinggi pada tutup distributor,selanjutnya melalui rotor arus bertegangan tinggi tersebut di alirkan ke busi sesuai dengan urutan pengapian. Pada busi arus listrik tersebut akan mengalir pada elektroda tengah elektroda massa melalui celah busi sehingga pada celah busi timbul percikan bunga api.Proses ini terjadi antara 50-150 kali per detik tergantung pada putaran engine,lihat pada gambar 123.Pengaliran arus pada rangkaian sekunder

C.KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM PENGAPIAN DAN FUNGSINYA


A.Baterai (ACCU / AKI) Komponen ini berfungsi menyediakan arus tegangan rendah 12 Volt untuk ignition coil. Baterai ialah elektrokimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke sistem starter mesin, sistem pengapian, lampu-lampu, dan komponen lainnya. Alat ini menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia yang dikeluarkan bila diperlukan dan mensuplainya ke masing-masing sistem kelistrikan. Siklus pengisian dan pengeluaran terjadi secara terus menerus. B.Kunci Kontak Pada sistem pengapian kunci kontak berfungsi menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik dari baterai ke ignition coil dan selama enjin berputar, sisten pengapiannya menggunakan kelistrikan untuk memasok letupan api pada busi agar campuran udara bahan bakar yang telah dikompresi dapat dinyalakan di dalam silinder engin.Pdakendaran produk jepang,terminal-teminal tersebut biasanya diberi tanda secara alphabetis yakni :B (baterai),IG(iginetion/pengapian),ST(starter) dan ACC(accesoris).Sedangkan kendaraan produk eropa,terminal-terminal pada kontak tersebut biasanya ditandai dengan angka,misalnya 30(baterai positip)15(ignition/pengapian),50(stater/solenoid). C.Coil Pada sistem ini, ignition coil berfungsi untuk menaikan tegangan (12 V) menjadi tegangan tinggi (15 KV sampai 20 KV) yang diperlukan untuk pengapian. Untuk mempertinggi tegangan rendah tersebut pada ignition coil terdapat 2 kumparan yaitu; 1). Kumparan Primer (Primary Coil). Kumparan ini berfungsi menciptakan medan magnet pada ignition coil agar timbul induksi pada kumparan-kumparannya. Ciri kumparan primer adalah kumparan yang mempunyai penampang yang besar dan gulungannya sedikit.

2).Kumparan Skunder (Secondary Coil). Kumparan ini berfungsi untuk menambah induksi menjadi tegangan tinggi yang selanjutnya dialirkan ke busi menjadi percikan api. Ciri dari kumparan skunder ialah kumparan yang mempunyai penampang kecil dan gulungan yang sangat banyak. Arus tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder coil ke busi pada tiap-tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian. Penyaluaran arus listrik ini diatur oleh komputer dengan acuan data dari sensor-sensor yang berkerja sehingga akurasi atau waktu lebih akurat Bagian ini terdiri dari :

E.Kabel Tegangan Tinggi Kabel tegangan tinggi pada sistem pengapian mempunyai fungsi sebagai penghantar tegangan tinggi yang dihasilkan ignition coil ke busi-busi melalui distributor tanpa ada kebocoran. Kabel tegangan tinggi mempunyai bagian sebagai berikut: 1). Penghantar (conduktor) Bahannya terbuat dari carbon dan fiberglass. 2).Insulator Insulator ini terbuat dari stnthetic rubber yang membalut conduktor setebal 1, 2 mm. 3).Pembungkus (cover) Untuk memperkuat insulator kabel dilapisi dengan synthetic rubber setebal 0,5 mm F. Busi Arus listrik tegangan tinggi dari distributor membangkitkan bunga api dengan temperatur tinggi diantara elektroda tengah dan masa dari busi untuk membakar campuran bahan bakar yang telah dikompresikan. Busi harus bisa menjaga kemampuan penyalaan untuk jangka waktu yang lama, meskipun mengalami temperatur tinggi dan perubahan tekanan dan menjaga tahanan insulator dari tegangan tinggi antara 10 kV sampai 30kV. Untuk itu busi harus mempunyai syarat

D.PEMERIKSAAN KOMPONEN & PERBAIKAN


A. Tahanan depan (Ballast)
External resistor
Internal resistor

Periksa tahanan Ballast dengan Ohmeter. Tahanan Ballast di luar (external resistor 1,1 1,3 ) Tahanan Ballast di dalam koil pengapian (internal resistor 0,9 1,2 )

B. Koil pengapian

Tanpa internal resistor

Dengan internal resistor

Periksa tahanan kuparan primer koil pengapian antara terminal positif (+) dan negatif (-). Tahanan primer koil dengan tahanan Ballast di luar 1,3 1,6

Tahanan primer koil pengapian dengan Tahanan Ballast di dalam koil pengapian 1,5 1,9

Tanpa internal resistor

Tahanan Ballast di dalam koil pengapian (internal resistor 0,9 1,2 ) Mengukur tahanan kontak pemutus Pada waktu kontak pemutus berhubungan (menutup)

Hasil pengukuran Seharusnya Kesimpulan

Melepas Dan Memasang Kembali Koil Pengapian Langkah kerja : kunci kontak pada posisi OFF

membuat sketsa kabel kabel yang terpasang melepas kabel-kabel melepas koil pengapian dari dudukannya mengukur tahanan primer dan sekunder dengan ohmmeter ( apabila mengganti tahanan primer dan sekunder harus dengan koil pengapian yang lama ) memasang kembali sesuai dengan kebalikan urutan waktu melepas

Petunjuk : Jangan mencabut kabel tegangan tinggi ! Tarik dan putar pada stekernya
Tegangan tinggi Distributor Rpm meter Dari starter Tahanan ballast Ke pemakai Kondensator radio

Dudukan koil pengapian harus dipasang pada bagian yang mudah menghantar panas

Melepas Dan Memasang Kembali Tahanan Ballast Langkah kerja : Kunci kontak pada posisi OFF Lepas kabel-kabel Lepas tahanan ballast dari dudukannya

Bersihkan dudukan dari kotoran / karat Ukur tahanan ballast dengan ohmmeter Pasang kembali sesuai dengan kedudukan semula

Petunjuk : Pasang kembali ballast pada bagian yang mudah menghantar panas

Kunci kontak

Koil pengapian

Dipasang pada bagian yang mudah menghantar panas

Menguji koil pengapian dengan melihat loncatan bunga api langsung pada mesin

Melepas kabel tengah tegangan tinggi dari distributor Mendekatkan ujung kabel dengan tang berisolasi pada masa koil pengapian yang akan meloncatkan bunga api 6 10 mm

Menguji koil pengapian dengan koil tester

Menghungkan klem 15, 1 dan 4 koil pengapian dengan klem 15, 1 dan 4 pada koil tester Menghubungkan koil tester dengan baterai 12 volt ON kan koil tester , maka terjadi loncatan bunga api ukur panjang loncatan bunga api maksimal Pengujian tahanan isolasi dari koil pengapian bisa dilakukan dengan memperbesar jarak kontak. Pengujian ini hanya diperbolehkan dalam waktu yang singkat saja. Tahanan isolasi yang jelek ditunjukkan dengan loncatan bunga api dari leher menuju klem 1 atau klem 15

Melepas dan memasang distributor pada mobilMenentukan urutan pengapian

Melepas dan memasang kembali distributor pada motor Menentukan urutan pengapian

Melepas distributor Melepas semua kabel dari distributor Memutar poros engkol sehingga torak pada silinder 1 pada posisi titim\k mati atas langkah kompresi Memberi tanda pada rumah distributor sesuai dengan arah jari rotor Memberi tanda pada rumah distributor dan blok motor Melepas distributor dari dudukannya.

Memasang kembali distributor

Pastikan bahwa posisi torak silinder 1 pada titik mati atas langkah kompresi Menyesuaikan tanda pada rumah distributor dengan arah jari rotor Menyesuaikan tanda pada rumah distributor dengan tanda pada blok motor Memasang baut pengikat.

Menentukan letak silinder 1 Menurut normalisasi DIN silinder 1 terletak paling jauh dari pemindah tenaga. Pada bentuk V atau bentuk datar silinder 1 terletak sebelah kiri dan paling jauh dari pemindah tenaga.

Menentukan urutan pengapian Dengan melihat gerakan katup Perhatikan jumlah silinder, untuk menentukan besar sudut jaraj pengapian Putar poros engkol sampai kedua katup silinder 1 dalam posisi menutup (langkah kompresi) Putar poros engkol sesuai dengan besar sudut jarak pengapian periksa dan catat silinder mana yang kedua katupnya menutup Ulangi langkah kerja di atas sampai semua silinder memperoleh urutan pengapian.

Menutup lubang busi dengan gabus Membuka busi silinder 1 dan menggantinya dengan gabus Memutar motor sampai gabus pada silinder 1 lepas Membuka semua busi yang lain dan menggantinya dengan gabus Perhatikan dan catat, bila gabus lepas berarti pada silinder itu terjadi kompresi Ulangi sampai semua silinder memperoleh urutan pengapian.

Menutup lubang busi dengan peluit

Langkah kerja sama dengan menutup lubang dengan gabus, hanya gabus diganti dengan peluit.

Petunjuk :

gabus

Busi yang dihilangkan elektroda dan isolatornya. Bagian atas dipasang peluit.

Ada beberapa merk mobil yang tidak mengikuti normalisasi DIN Perhatikan apakah pada tutup kepala silinder ada petunjuk urutan pengapian.

Pemeriksaan Bagian-bagian Pengapian Tegangan Tinggi Tujuan Khusus Pembelajaran Memeriksa kondisi isolator pada koil, tutup distributor, rotor, kabel-kabel tegangan tinggi dan steker busi. Memeriksa tahanan penghantar tegangan tinggi.

Langkah kerja Keluarkan tutup distributor, rotor dan kabel-kabel tegangan tinggi. Untuk melepaskan, jangan menarik steker busi pada kabelnya, karena kabel tersebut berinti arang sehingga mudah rusak

Periksa tahanan setiap penghantar, dari elektroda di dalam tutup distributor sampai steker busi. Tahanan penghantar tidak boleh melebihi 20 k. Kalau tahanan pada satu penghantar terlalu besar, lepas bagian-bagian penghantar tersebut dan periksa satu persatu, untuk mencari bagian yang rusak.

Penghantar tegangan tinggi dengan tahanan yang terlalu besar mengakibatkan mesin sukar dihidupkan.

Lepas semua bagian dan bersihkan dengan bensin, kemudian keringkan dengan baik. Jika menggunakan angin, doronglah arang di dalam pusat distributor, untuk mencegah arang keluar waktu disemprot.

Periksa kondisi isolator pada koil, rotor, tutup distributor dan steker busi. Jika terdapat tempat yang terbakar, bagian tsb. harus diganti baru. Lihat pada gambar!

Tutup distributor harus diperiksa kondisi arangnya.

Arang yang dapat bergerak. (Rotor dengan tinggi tetap )

Bola arang tetap ( Rotor dilengkapi dengan pegas daun yang berfungsi sebagai kontak )

Periksa kondisi isolator kabel pengapian. Kabel yang retak atau terbakar harus diganti.

Pasang rotor pada poros governor. Rotor yang mempunyai kelonggaran harus diganti. Pasang tutup distributor Hubungkan kabel-kabel tegangan tinggi ke busi Hidupkan mesin sebagai kontrol.

Hubungkan kabel : Dari tutup distributor ke silinder yang mana? Tutup distributor buatan Jepang biasanya ada nomor-nomornya. Rumah distributor buatan Bosch ada tanda garis di atas sisinya, yang menunjuk-kan ke silinder 1. Sedangkan kabel-kabel tegangan tinggi yang lain mengikuti urutan pengapian, sesuai dengan arah putaran rotor. Contoh : Motor 4 silinder, urutan pengapian 1 -3 - 4 - 2

SISTEM PENGAPIAN

KELOMPOK:II
1.CHAKRA AFANDHI 4.YUSUF 2.IRFAN 5.JUNAEDI 7.LAJUMARI 3.MUH.RISMAN 6.JUMADI

SMK BARAMULI PINRANG TAHUN AJARAN 2011/2012

KESIMPULAN
Setelah makalah ini jadi dapat disimpulkan bahwa sistem pengapian adalah untuk menyalakan campuran udara-bahan bakar di dalam ruang penbakaran enjin. Pengapian ini akan terjadi pada saat yang tepat terjadi untuk dimulainya pembakaran. Untuk mulai pembakaran tersebut, sistem pengapian memasok busur api(sering disebut dengan bunga api) listrik yang meloncat dari celah busi yang di tempatkan pada ujung ruang pembakaran. Panas dari busur api ini menyalakan campuran udara-bahan bakar yang telah dikompresi. Campuran terbakar, menimbulkan tekanan yang kemudian mendorong torak ke bawah di dalam silinder sehingga enjin tersebut hidup. Tujuan penggunaan system pengapian pada kedaraan adalah : Menyediakan percikan bunga api bertegangan tinggi pada busi untuk menbakar campuran udara/ bahan bakar di dalam ruang bakar engine. mengatur saat pengapian untuk mendapatkan kerja terbaik dari engine pada seluruh kondisi kerja engine.

Tegangan pembakaran menyebabkan celah percikan antara kedua elektroda busi menjadi penghantar lisrik (yaitu ionisasi) dan dengan demikian memungkinkan percikan bunga api melompat disepanjang celah. Percikan bunga api listri mempunyai energi panas yang cukup untuk membakar campuran udara/bahan bakar yang kemudian akan terbakar secara menyeluruh dengan sendirinya. Fungsi dasar sistem pengapian adalah untuk membakar campuran udara dan bahan bakar, Oleh karena itu harus mamenuhi syarat-syarat berikut : 1. . PERCIKAN BUNGA API YANG KUAT. Pada saat campuran udara-bahan bakar dikompresikan didalam silinder, sangat sulit bagi bunga api untuk melewti udara, ini dikarenakan udara mempunyai tahanan listrik dan tahanan listrik ini akan naik pada saat udara dikompresikan, karena udara yang telah dikompresikan tadi menjadi panas. Untuk itu tegangan yang diberikan keBusi harus besar agar dapat membangkitkan bunga api yang kuat di antara celah elektroda Busi 2. SAAT PENGAPIAN YANG TEPAT. Untuk mendapatkan pembakaran campuran bahan bakar-Udara yang efektif,harus di lengkapi dengan peralatan tambahan agar dapat merubah saat pengapian sesuai dengan kondisi dan keaadaan kendaraan. 3. KETAHANAN YANG CUKUP Sistem pengapian harus mampunyai ketahanan yang cukup untuk menahan getaran yang terjadi pada kendaraan dan menahan panas yang terjadi akibat dari sistem pengapian itu sendiri.

C.